dan akhwat fidinah umullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan berbagai macam nikmat dan kebaikan bagi kita kebaikan selalu mendapatkan hidayahnya untuk bisa mengamalkan petunjuk agamanya untuk bisa melaksanakan salat berjemaah kemudian mengadakan majelis ilmu yang mulia sebagaimana yang kita kembali Adakan di masjid al-ikhlas yang Mubarak ini diilanjutan kajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat attaudihu Wal bayanu lajaratil Iman penjelasan tentang pohon iman Bagaimana
menumbuhkan pohon iman di hati tulisan dari asyekh alallamah almufassir as Syekh Abdurrahman Bin Nasir ass’di rahimahullahu taala Barakallah fikum jemaah sekalian rahimakumullah di pembahasan yang terakhir penjelasan dari Syekh rahimahullahu taala adalah tentang Bagaimana iman itu bertingkat-tingkat di hati manusia karena setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala upaya manusia itu sendiri untuk meningkatkan keimanannya mempelajari tentang iman memahaminya membaca al-qur’an dan merenungkan isinya
demikian pula hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam upaya dan kesungguhan mereka dalam hal ini tentu berbeda-beda bertingkat-tingkat maka dengan itu Allah subhanahu wa taala menjadikan juga hasil yang berbeda-beda karunia yang Allah berikan juga kepada manusia dalam hal ini berbeda-beda sesuai dengan usaha dan kesungguhan masing-masing setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala ya karena Allah subhanahu wa taala menjadikan petunjuk dalam agamanya tentu sebagai sebaik-baik sebab untuk menambah dan menyempurnakan kebaikan dan
keimanan dalam diri kita tapi kita ketahui Tidak semua orang itu mencurahkan waktu dan kesungguhan dalam menuntut ilmu misalnya Tidak semua orang itu bersungguh-sungguh dalam menundukkan hawa nafsunya di jalan Allah menuntut ilmu mengamalkannya mengajak manusia ke jalan Allah dan bersabar ketika melakukan semua itu ya karena perbedaan kesungguhan manusia inilah yang menjadikan tingkatan-tingkatan keimanan yang ada di hati mereka tentu saja berbeda-beda kemarin sudah kita baca pernyataan dari Imam alhan albashri
rahimahullahu taala ulama besar dari kalangan tabiin yang mulia yang mengatakan laisal imanu wala bahalli wakinahuun waqbi wasq iman itu bukan lah dengan angan-angan bukanlah dicapai dengan angan-angan bukan juga sekedar dengan menghiasi diri dengan pengakuan tapi iman itu adalah sesuatu yang menancap kuat di dalam hati melekat kuat di hati dan dibenarkan atau dibuktikan dengan amal-amal perbuatan yakni ada proses untuk menjadikan iman itu benar pertama setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala tentu berusaha menjadikan iman itu kuat di
hati orang-orang yang beriman saja masih berusaha untuk meminta kepada Allah agar ditambahkan iman mereka dikuatkan keyakinan mereka nanti kita akan baca ayat-ayat Alquran yang menyebutkan bahwa orang orang yang beriman saja meminta kepada Allah agar ditingkatkan keimanan mereka sampai sudah pernah kita bahas juga di dalam al-qur’an kan disebut Keyakinan itu bertingkat-tingkat ya ada yang namanya ilmul yakin ada yang namanya ainul yakin ada yang namanya haakqul yakin Padahal semua ini tingkatan mulia itu pun masih bertingkat-tingkat lagi
kemuliaan dan tingginya kedudukan dalam iman sampai pernah kita Contohkan juga Abu Bakar ashsiddiq radhiallahu taala Anhu sahabat yang paling mulia mengungguli keutamaan para sahabat yang lain karena kuatnya Iman di hati beliau Padahal mereka adalah para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain generasi terbaik umat ini generasi yang terbaik di kalangan manusia setelah para nabi dan para rasul alaihatu wasalam Kita pernah nukilkan pernyataan Imam Abu Bakar Ibnu ayyas rahimahullah taala yang mengatakan Ma sabaqahum Abu
bakrin bikti shatin waamin wala shodqatin Wakin Bisin waq Fi qbihi tidaklah Abu Bakar ashiddiq radhiallahu taala Anhu mengungguli keutamaan para sahabat yang lainnya hanya dengan banyaknya salat atau puasa atau sedekah tetapi beliau mengungguli keutamaan para sahabat yang lain bibihi karena sesuatu yakni iman yang menancap kuat di hati beliau yang menetap di hati beliau Oleh karena itu jemah sekalian rahimakumullah di sini kita harus yakini karunia Allah Allah berikan kepada siapa yang dipilihnyaika fadlullahi ytihi Yasya itu adalah
karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendakinya karunia Allah diberikan kepada hamba-hamba yang terpilih yang untuk menjadi hamba-hamba yang terpilih dengan izin Allah seseorang bisa berusaha seseorang bersungguh-sungguh meminta kepada Allah subhanahu wa taala dan melatih dirinya untuk meraih kedudukan-kedudukan yang tinggi tersebut makanya di sini kita butuh meyakinkan diri kita kita butuh bersungguh-sungguh untuk menempuh jalan Allah subhanahu wa taala kita butuh meluruskan niat kita ingat Allah subhanahu wa taala berfirman
dalam alquranahumir kalau Allah mengetahui dalam hatimu ada kebaikan maka Allah akan berikan kebaikan tersebut ya ketika menafsirkan ayat ini Imam Ibnu qayim rahimahullah taala berkata sesuai dengan kadar niat seorang hamba kesungguhannya keinginannya dalam kebaikan sesuai dengan itulah Taufik dan pertolongan Allah subhanahu wa taala akan turun kepadainya makanya Isam ini tahu ayat-ayat al-qur’an begitu banyak memotivasi kita dalam
kebaikan begitu banyak mengajak kita untuk berlomba-lomba dalam ketaatan karena dengan ini akan membangkitkan semangat orang-orang yang beriman apalagi orang-orang yang memahami tentang kemuliaan agama ini kedudukan yang mulia yang tinggi di sisi allah subhanahu wa taala bagi hamba-hamba yang dipilihnya ini yang harus kita usahakan inilah buah dari kita selalu berjuang menundukkan hawa nafsu kita di jalan Allah subhanahu wa taala ya Sebagian ulama Salaf pernah kita nukilkan pernyataan dari Sebagian ulama Salaf yang mengatakan intaha Safar
thibinarahwim akan berhenti atau akan sampai perjalanan orang-orang yang mencari keridaan Allah ya ketika mereka telah berhasil menundukkan hawa nafsunya di jalan Allah subhanahu wa taala jadi ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah di saat-saat kita belajar kita menuntut ilmu ini adalah saat-saat kita meyakinkan diri kita dengan ilmu yang bermanfaat akan kebaikan-kebaikan dan kemuliaan kedudukan yang tinggi di sisi allah subhanahu wa taala Setelah itu kita perlu untuk mengulangi pelajaran mempraktikkannya dengan
menundukkan hawa nafsu dalam mengamalkan kebaikan-kebaikan dalam terus membaca al-quran dan merenungkan isinya yakni ada waktunya kita belajar ada waktunya kita prakk agar ilmu ini benar-benar bermanfaat benar-benar menjadikan hati kita tunduk benar-benar menjadikan hati kita memiliki rasa takut kepada Allah memiliki rasa tenang ketika mendekatkan diri kepada Allah dan terus kita lakukan itu untuk meraih kedudukan-kedudukan yang mulia di sisinya dan semua kita yakin bahwa karunia Allah Allah jadikan kemudahan Allah berikan kemudahan bagi
orang-orang yang sungguh-sungguh untuk mencarinya karena Allah subhanahu wa taala menjanjikan di dalam ayat-ayat Alqur’an yuridullahu bikumul Yusro W yuridu bikum alusur Allah menghendaki kemudahan bagimu dan dia tidak menghendaki kesusahan wa ja’ala alaikum fiddini Min haraj Allah tidak menjadikan bagi kalian dalam agama ini sesuatu yang menyusahkan atau memberatkan wqarnal quranaikri fahal mim muddakir sungguh telah kami mudahkan al-qur’an itu sebagai pelajaran sebagai peringatan Apakah ada orang yang mau mengambil
pelajaran darinya intinya setelah rajin berdoa kepada Allah kita butuh bersabar bersabar belajar bersabar mempraktikkan bersabar meyakinkan diri kita semua itu ada prosesnya ada tahapan-tahapannya kalau kita sabar menitinya maka kita akan sampai dengan izin Allah subhanahu wa taala kepada hasil yang Allah subhanahu wa taala janjikan sebagaimana orang-orang yang mulia sebelum kita bersabar untuk melalui tahapan tersebut sehingga Allah subhanahu wa taala berikan kemuliaan dan kedudukan tinggi bagi mereka di sini kita akan lanjutkan penjelasan
sedikit dari pembahasan mengenai bertingkat-tingkatnya kedudukan Iman ini kemudian setelah itu di bab yang berikutnya ya bab yang merupakan inti dari pembahasan dalam kitab ini yaitu sebab-sebab atau hal-hal yang menjadi sebab iman itu semakin tumbuh dan semakin kuat yang dijelaskan di dalam ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu alaihii wasallam kita selesaikan pembahasan yang menjelaskan tentang bertingkat-tingkatnya kedudukan orang yang beriman kata Syekh rahimahullahu taalah karena itu-orang yang Iman
disebutkan di dalam al-qur’an itu terbagi menjadi tiga tingkatan dan setiap tingkatan saja itu bertingkat-tingkat lagi artinya berbeda-beda lagi kadar imannya sama-sama kuat imannya tapi ada yang lebih kuat lebih sempurna ya kalau para nabi dan para rasul saja Allah sebutkan dalam al-qur’an Bagaimana tilk rusul fadolna ba’dahum Al ba’ para rasul itu kami jadikan sebagian lebih utama dibandingkan sebagian yang lain padahal semua adalah hamba-hamba Allah yang paling mulia para rasul alaihiatu wasalam jadi orang mukmin di dalam
al-qur’an disebutkan mereka memiliki tiga tingkatan martabatus sabiikin pertama tingkatan orang-orang yang berlomba-lomba selalu bersegera dalam kebaikan yang kedua martabatul muktasidin tingkatan orangorang ya yang ketiga martabatimin orang mukmin tapi berbuat zalim pada dirinya sendiri masih melakukan perbuatan dosa ini tingkatan yang paling rendah tingkatan ini yang disebutkan di dalam Alquran di surah Fatir ayat ke-32 wumumum bilhairti bnillahikalul Kabir Kemudian kami wariskan al-qur’an ini menunjukkan mereka adalah
orang-orang yang beriman kepada hamba-hamba yang kami pilih kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami maka di antara mereka ada yang masih menzalimi dirinya sendiri masih punya iman tapi masih kadang-kadang melakukan perbuatan dosa kurang dalam menunaikan kewajibannya dan di antara mereka ada yang muktasid bersikap sederhana di tengah-tengah dia menjalankan kewajiban-kewajibannya meninggalkan hal-hal yang diharamkan tapi untuk amalan-amalan tambahan mereka tidak begitu banyak mengerjakannya dan yang paling tinggi
waminhum saium bilhairat di antara mereka adalah orang-orang yang bersegera dan berlomba-lomba dalam kebaikan ya dengan izin Allah subhanahu wa taala jadi ini di kalangan orang yang beriman ada seperti itu makanya Ikhwan Akin rahimakumullah dalam kebaikan untuk urusan agama kan kita diperintahkan untuk melihat ke atas untuk punya selera tinggi Kita pernah Contohkan Sabda Rasulullah S dalamahih muslim kalau kalian minta kepada Allah surga mintanyagadaus disuh yang tinggi-tinggi kalau Min kena karena kedudukan tinggi itu secara
asal diminati oleh jiwa manusia Iya kan tidak ada orang itu yang ingin kedudukannya rendah sampai pun sekarang misalnya dalam urusan dunia dia punya kedudukan rendah ya tetapi keinginannya tetap yang lebih tinggi Cuman karena ya dapatnya seperti itu maka dia pasrah saja menerima itu dalam urusan dunia karena kebanyak manusia perhatiannya terhadap dunia lebih besar nah orang yang Paham agama orang yang tahu kedudukan Mulia Kalau pemahamannya benar imannya benar pasti dia akan mencari yang tinggi ini tabiat asal jiwa manusia
Ditambah lagi dengan keyakinan kita Bahwasanya Allah subhanahu wa taala maha pengasih maha pemurah maha sempurna kebaikan-kebaikannya kepada siapa dia akan memberikan kedudukan yang mulia kalau bukan kepada orang-orang yang beriman yang bersungguh-sungguh mencari kemuliaan tersebut apalagi Allah menjanjikan kemudahan apalagi Allah subhanahu wa taala dialah yang memudahkan sebab-sebab kebaikan tersebut orang yang semakin mengenal Allah makanya inilah perlu kita mengenal sifat-sifat Allah mengenal Keindahan Islam mengenal kebaikan-kebaikan
Allah subhanahu wa taala pasti dia akan selalu berusaha mencari yang tinggi karena ini ternyata Allah mudahkan Allah janjikan dan Allah subhanahu wa taala yang akan menolong hambanya sesuai dengan kesungguhan dan keinginan hamba tersebut sampai pernah kita Jelaskan di antara nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah adalah alwadud wahual gofuru alwadud yang maha mencintai hamba-hamba yang yang beriman dan mereka mencintainya yakni kata para ulama al-wadud itu cakupan maknanya dua alwadu dan almaududu Allah mencintai hamba-hamba
yang beriman dan mereka mencintainya sekaligus dua makna ya jadi dia mencintai hamba-hamba yang beriman dan mereka mencintainya berarti terkandung di dalam makna nama Allah yang Maha indah ini Allah akan selalu memudahkan bagi hamba-hamba yang beriman sebab-sebab agar mereka bisa mencintai Allah agar kecintaan mereka bertambah agar kecintaan mereka semakin meningkat selalu agar mereka selalu melakukan amal-amal yang mendekatkan mereka kepada kecintaan kepada Allah jadi ini adalah memang kemudahan yang Allah berikan Nah kalau
kita tahu seperti ini kenapa tidak optimis dalam kebaikan Kenapa tidak bersungguh-sungguh kalau kita merasa diri punya kekurangan dan kelemahan harusnya tekad kita yang kuat akan mendorong kita membisikkan jiwa kita membisikkan hati kita Antum punya kekurangan kita punya kekurangan wahai jiwa kita memang lemah kita punya kekurangan maka hendaknya kita Bersandar kepada Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang yang di tangannyalah segala kebaikan yang dialah yang mengajak hamba-hambanya untuk bersandar untuk
meminta kepadaNya untuk meminta karunia di sisinya dan semua itu mudah bagi Allah Harusnya kita bersikap seperti ini ya jadi seseorang jangan merasa Rida dengan kedudukan yang rendah karena pada kenyataannya seseorang itu dalam urusan dunia saja dia selalu mencari yang lebih kenapa dalam urusan agamanya dia tidak bersikap seperti itu tib kata Syekh w wahidatin min hadil maratibi aid ahluha mutafawituna tafawutan kir dan masing-masing dari tingkatan yang tiga tadi ini ya juga ahluha orang-orang yang ada di setiap
tingkatan itu juga bertingkat-tingkat dalam imannya dengan tingkatan-tingkatan yang banyak kayak tadi kedudukan para nabi dan para rasul ternyata ada nabi yang lebih mulia dibandingkan yang lain jelas Ulul Azmi minar rasul yang paling mulia Iya kan kemudian dua nabi yang mulia Ibrahim dan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah khalilullah kekasih terdekat Allah yang tidak ada yang memiliki kedudukan tersebut selain dua nabi yang mulia ini kemudian di antara dua nabi Ini jelas nabi kita yang mulia Nabi Muhammad
Sallallahu Alaihi Wasallam adalah yang paling tinggi kedudukannya Ana sayiduadi Adam yaiti W Aku adalah pemimpin semua umat manusia pada hari kiamat nanti dan tidak ada kebanggaan yakni tidak ada kesombongan dalam hal ini nah jadi tingkatan para nabi maka demikian pula tingkatan setelahnya orang-orang yang menuntut ilmu bertingkat-tingkat karena kesungguhan berbeda-beda semangat kita dalam berdoa kepada Allah meminta ilmu yang bermanfaat juga berbeda-beda ya makanya di antara kedudukan-kedudukan ini orang-orang yang ada di dalamnya pun
juga bertingkat-tingkat dalam keimanannya dengan tingkatan katan yang banyak Wal Abdul mminu Fi nafsihi lahu ahwalun waqatun takunualuhu ktiratun qowiatun wa ahyanan bilaksi jangankan orang-orang yang berbeda-beda kata beliau seorang hamba yang beriman seorang dirinya saja pada dirinya Dia memiliki atau kadang merasakan keadaan-keadaan atau waktu-waktu yang amal-amalnya terkadang dia merasakan semangat banyak beramal kuat dalam beramal tapi di waktu-waktu yang lain dia merasa lemah putur ini seorang hamba bisa bertingkat-tingkat keadaannya
pastinya ketika dia semangat beramal semangat membaca al-qur’an makanya kita butuh banyak berdoa kepada Allah banyak butuh motivasi apalagi di waktu-waktu musim kebaikan nanti seperti bulan Ramadan yang Semoga Allah subhanahu wa taala menyampaikan kita di bulan yang penuh berkah ini dan memudahkan kita mendapatkan keberkahan dan kebaikan yang sempurna di dalamnya orang punya semangat yang tentu ketika ini imannya lebih tinggi dibandingkan sewaktu sewaktu Dia sedang futur atau sedang lemah dalam beramal ya jadi waahyanan bilaks
kadang-kadang sebaliknya ini kan beliau sedang menjelaskan bahwa naik turunnya Iman atau pasang surutnya Iman Kuat atau lemahnya iman itu jelas ditunjukkan di dalam dalil Alquran dan Sunah bahkan secara akal dan kenyataan orang bisa mempersaksikan hal ini orang bisa merasakannya imanii watihi wfih maka semua ini menunjukkan ya Semua ini adalah karena bertambah dan berkurangnya Iman Kuat atau lemahnya Iman yakni pasang dan surutnya Iman maka jemaah sekalian rahimakumullah di sinilah kita tahu kenapa dalam hidup
apalagi kita yang hidup di akhir zaman banyak fitnah ya kita mengetahui Allah itu kan menjadikan segala sesuatu dengan sebab pada umumnya kalau kita ingin iman kita selalu terjaga berarti kita perbanyak sebab yang mendukung dan menguatkan iman kita harus perbanyak bergaul dengan orang-orang yang Saleh banyak menghadiri majelis ilmu menjadikan suasana selalu mendapatkan Nas di rumah kita termasuk orang-orang yang dekat dengan kita keluarga kita karena dukungan untuk sebab-sebab yang menguatkan semakin banyak berarti
akan menjadikan kondisi iman kita tentu lebih stabil dan lebih kuat dibandingkan kalau sebab-sebab ini kurang itu pastinya jadi Allah subhanahu wa taala akan menjadikan hasil itu sesuai dengan ungguhan dan sebab yang kita lakukan ya makanya sebab-sebab kebaikan ini kita perbanyak semakin juga akan mendukung dan menguatkan iman kita dan di sini memang Taufik dari Allah subhanahu wa taala yang selalu paling penting untuk kita minta dan kita usahakan yakni para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain memang Allah berikan
dukungan kepada mereka sebab kebaikan kepada mereka sempurna mulai dengan diutusnya kepada mereka rasul yang paling mulia pasti ini merupakan motivasi kebaikan besar kemudian dijadikan mereka selalu saling tolong-menolong dalam kebaikan yakni Allah subhanahu wa taala berikan kemuliaan tinggi bagi mereka dan ini sebab-sebab yang perlu kita cari apalagi di akhir zaman tentu sebab-sebab kebaikan ini semakin kurang dan semakin jarang maka kita perlu bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk memperbanyak kita bisa bertemu atau dekat dengan
sebab-sebab kebaikan seperti ini kan pernah kita sebutkan Imam al-han albasri rahimahullah taala contoh disebutkan dalam biografinya ketika disebutkan pujian dan sifat-sifat kemuliaannya ada yang mengomentari salah seorang ulama tentang beliau Ini kata ulama ini kalau orang seperti ini ada di tengah-tengah satu kaum Bagaimana mungkin mereka bisa tersesat yakni keberadaan orang seperti ini menjadi Sebab orang-orang di sekitarnya itu dapat hidayah dengan izin Allah subhanahu wa taala kita perlu mencari orang-orang
yang seperti ini kita perlu berusaha dekat dengan mereka meskipun tentu keberadaannya semakin kurang tapi Allah subhanahu wa taala akan selalu menjadikan hamba-hamba yang seperti ini yang tentu ya sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mereka ini adalah nasun mafatihilhairi magyar di dalam hadis yang Hasan derajatnya riwayat Ibnu Majah orang-orang yang keberadaannya sebagai pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan yang tentu mereka ini keberadaannya ada di kalangan para
penuntut ilmu ada di kalangan orang-orang yang selalu semangat mempelajari kebaikan jadi jemaah sekalian rahimakumullah sebab-sebab kebaikan itu kita harus selalu usahakan dan ini termasuk perjuangan kita untuk menyempurnakan Hidayah Allah subhanahu wa taala pada diri kita b wanaarul umati kata beliauun Bil Imani minhum dan khiarul Umah mereka orang-orang yang terbaik di umat ini mereka sendiri manuna memberikan perhatian dalam hal keimanan mereka dan sungguh orang semakin mengetahui nilai kemuliaan dan tingginya satu kedudukan
pasti dia akan memberikan perhatian besar kepadanya makanya saya katakan tadi kalau kita masih susah masih sulit membayangkan Bagaimana bisa seperti para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain yang mereka membaca al-qur’an tidak bosan-bosan yang mereka ketika bersedekah-sedekah dengan sedekah yang tidak takut miskin kita katakan ini kan karunia Allah ini kan hasilnya ada sebab untuk bisa mencapai semua itu ya sebab yang paling pertama setelah kita berdoa kepada Allah kita kuatkan dulu keyakinan kita kita pahamkan dan
yakinkan hati kita tentang keindahan dan kemuliaan Islam contoh sederhananya kan gampang kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari orang berlomba-lomba dalam urusan dunia itu banyak orang berlomba-lomba dalam mencari harta menghalalkan segala cara kita tahu namanya orang suka kepada sesuatu pasti dia akan mencarinya dengan Ambisi bahkan yang sudah punya harta demikian banyak bagaimana dia mencari kedudukan dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menyebutkan tentang fitnah harta dan kedudukan kan kita tahu perumpamaannya
seperti zb jaian dua serigala kelaparan ya yang dilepaskan kepada kambing jadi kita tahu Ambisi seperti ini ada pada manusia Kenapa karena yang mereka kenal yang mendominasi di hati mereka adalah kecintaan terhadap dunia Nah sekarang kecintaan kepada agama harusnya tumbuh lebih kuat di hati kita karena agama itu kedudukannya lebih tinggi keindahannya lebih mulia lebih-lebih lagi al-qur’an ya dengan izin Allah subhanahu wa taala petunjuknya yang sempurna untuk meyakinkan kita tentang keindahan agama ini tentu lebih kuat dan lebih besar
cuman kita saja yang tidak berusaha banyak membaca al-qur’an dan merenungkan isinya atau membersihkan hati kita supaya mudah masuk keindahan dan penjelasan al-qur’an yang dengan sebab itu akan semakin memotivasi hati kita dalam mengejar kemuliaan tersebut Contoh di sini dibawakan orang-orang yang merupakan sebaik-baik umat ini saja Manun memberikan perhatian terhadap Iman ya yataahaduna imanahum kulla waktin mereka selalu memperhatikan Menjaga Iman mereka di setiap waktu mereka tidak mau kehilangan ya Dan ini contohnya kalau
ahl dunia Bagaimana orang-orang yang sudah punya harta kekayaan Apakah dia kemudian langsung ya mengatakan santai saja tidak justru semakin banyak hartanya semakin sibuk Dan inilah azab bagi mereka yang berlebihan mencintai dunia ya jadi ahlu dunia seperti ini mereka selalu menjaga keimanannya setiap waktu dan bersungguh-sungguh untuk menambah dan menguatkannya ya kan di sini Kita sudah pernah Sebutkan perbedaannya orang yang paham kemuliaan agama dengan ahli dunia pernah saya nukilkan pernyataan yang dinukil oleh
Imam Ibnu qayyim dalam kitab al tentang para raja dan para putra-putra raja seandainya para raja dan putra-putra raja mengetahui kenikmatan kemuliaan yang kami miliki dengan ilmu dan mengamalkan ilmu pasti mereka akan menggunakan pedang-pedang mereka untuk melawan kami merebut kenikmatan tersebut Subhanallah Allah jadikan orang-orang berilmu ini merasakan kenikmatan yang tinggi tetapi orang-orang yang tidak berilmu tidak memahami hal tersebut sehingga mereka tetap mengejar kenikmatan palsu yang mereka anggap itu paling tinggi
orang-orang yang berilmu yang memiliki ilmu yang bermanfaat ilmu yang berkah ini mengejarkanenikmatan yang sesungguhnya yang Allah semakin kuatkan motivasi pada diri mereka untuk meraih kedudukan tersebut Jadi sekarang kita tinggal pilih ingin pilih yang mana ya di antara dua contoh kenyataan ini juga mereka bersungguh-sungguh untuk menolak atau menghilangkan penghalang-penghalang yang mengurangi atau melemahkan keimanan mereka Jadi kalau kita tahu tingginya satu kedudukan dari hati kita maka dengan seb itulah kita
semakersungguhsungguh mernyaung sungguh ingin menjauhkan penghalang-penghalang yang menjadikan kita bisa mencapainya enah waajtahiduna fialika mereka bersungguh-sungguh dalam hal ini wasalunallaha dan mereka selalu berdoa kepada Allah ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah doa ini Masyaallah mudah kita lakukan ya perkara yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala dan sangat kita butuhkan karena banyaknya kebutuhan kita dalam kebaikan-kebaikan seperti ini bersamaan dengan itu kita masih belum sungguh-sungguh dan belum maksimal
memanfaatkannya ya ini memang menunjukkan kelemahan tekad kita makanya hasil yang diberikan juga untuk kita ya seperti itu sesuai dengan kelemahan kita ya semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memperbaiki keadaan kita [Tepuk tangan] dan mereka selalu meminta kepada Allah agar menguatkan iman mereka dan menambahnyaulumi waali Wa ahwali Ya baik itu dalam hal-hal yang berhubungan dengan ilmu-ilmu yang meningkatkan iman amalan-amalan Saleh yang jelas mendukung iman dan keadaan keadaan yang menjadikan mereka bisa semakin
meningkatkan iman fasalullahaidana Ilman waakinan watuminatan bihi waikrihi wa imananodqan maka kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar menganugerahkan kepada kita ilmu keyakinan merasa tenang ya dengan agama Allah ini dan selalu berzikir kepada nya minta kepada Allah ilmu yang benar iman yang benar jadi ya berdoa kepada Allah ini adalah ciri-ciri hamba-hamba Allah yang saleh dan sampaikan permohonan kita yang paling kita butuhkan yaitu iman yang benar iman yang selalu meningkat penjagaan dari Allah subhanahu wa taala dari sebab-sebab yang
mengurangi apalagi merusak keimanan kita [Tepuk tangan] dan sebaik-baik manusia juga kata beliau selalu meminta kepada Allah subhanahu wa taala dan berlomba-lomba untuk bisa mencapai Aul yakin setelah ilmul yakin dan bahkan kepada tingkatan hal yakin ini tiga tingkatan yang disebutkan di dalam Alquran tentang keyakinan yakin itu artinya derajat ilmu yang paling tinggi ya makanya disebutkan di dalam Alquran dengan keyakinan dan kesabaran orang mencapai kedudukan sebagai Imam
dan kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin imam-imam dalam agama yang mereka selalu mengambil petunjuk dari perintah kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin terhadap ayat-ayat kami mereka memahami memiliki ilmu tentang ayat-ayat Allah Dengan pemahaman yang kuat ketika mengomentari ayat ini Ibnu taimiyyah rahimahullah taala berkata babri waliakini tunalul imamatu fiddin dengan kesabaran dan keyakinan yakni ilmu yang mendalam akan diraih tingkat Imam kedudukan sebagai Imam dalam agama nah mereka yang sudah punya
kedudukan tinggi ini saja masih minta kepada Allah agar tingkat keyakinan mereka ditambah yaitu dari ilmul yakin ya kepada derajat Ainul Yakin bahkan yang lebih tinggi dan sempurna lagi haakqul yakin perbedaannya mungkin saya pernah Jelaskan diterangkan oleh Imam Ibnu qayyim perbedaan tiga tingkat keyakinan ini kalau ilmul yakin keyakinan yang kita dapatkan dari ilmu dari pengetahuan kita tentang sesuatu misalnya kita dengarkan berita ada orang yang menyampaikan kepada kita dan berita ini jujur karena banyak yang
menyampaikan dan orang-orang yang menyampaikan bukanlah orang-orang yang bohong atau suka mengarang-ngarang cerita contoh sederhananya ada satu misalnya tempat wisata atau permandian yang indah kita belum pernah lihat kita belum pernah pergi ke sana tapi orang beritakan ada tempat misalnya pinggir pantai atau sungai yang jernih sumber air yang sangat nikmat orang yang mandi di sana misalnya atau orang yang berenang di sana berendam di sana Ini kita dapatkan berbagai macam informasi jadilah kita punya ilmul yakin
bahwasanya ada tempat wisata seperti ini tempat mandi seperti ini permandian yang demikian jerni dan nikmat orang yang berendam di di sana Ini namanya ilmul yakin kita sudah yakin tapi tingkatannya tingkatan yakin Yang masih di bawah satu saat kita sempat melewati tempat permandian tersebut dari jauh kita melihatnya kita saksikan orang yang begitu nikmat ketika berenang atau berendam di sana maka bertambahlah keyakinan kita menjadi Ainul Yakin keyakinan yang kita dapatkan dengan melihat Ya tentu yang namanya kita
saksikan langsung dengan mata kepala kita sendiri lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan apa yang kita dengar hanya sekedar berita meskipun kita Yakin tapi dengan ainul yakin dengan mata keyakinan ini lebih tinggi lagi kemudian di kali yang ketiga kita pergi langsung ke tempat tersebut kita berenang kita berendam dan merasakan nikmatnya inilah yang tingkatannya paling tinggi ya tadi yaitu haqqul yakin sebenar-benarnya keyakinan karena bukan lagi hanya mendengar bukan hanya menyaksikan kita langsung merasakannya
dengan panca indra kita bahwa ini benar-benar kenikmatan ya yang dijadikan di dalam tempat yang indah tadi itu perbedaan tingkatannya dan ini Allah subhanahu wa taala dengan taufiknya Allah Maha Kuasa memudahkan orang-orang yang beriman bisa merasakan seperti ini sehingga mereka semakin berlomba-lomba mengejar kemuliaan di sisinya coba Antum perhatikan tadi yang kita baca penjelasan para ulama membandingkan kenikmatan yang mereka rasakan dengan para raja para pangeran atau putra mahkota mereka mencari merasakan kenikmatan
tertinggi dengan memperluas kekuasaan Kerajaan mungkin Mencari harta dan seterusnya kata para ulama ini ya kami merasakan nikmat yang paling tinggi melebihi nikmat tersebut dalam ilmu ingat kemarin yang kita juga nukilkan pernyataan Ibnu Taimiyah Inna Fid Dunya jannatan Man lam yadkhulha la yadkulu jannatal akhir di dunia ini ada surga Barang siapa yang belum masuk ke dalam surga di dunia ini dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti jadi orang yang beriman itu Allah Jadikan Dia merasakan atau melewati keadaan-keadaan
waktu-waktu tertentu ketika beribadah Dia merasakan seperti berada di surga kalau seperti ini siapa yang tidak semangat iya kan untuk melanjutkan keadaan ini untuk semakin meningkatkan menguatkan keimanan mereka sehingga semakin menjadikan mereka bisa merasakan gambaran kenikmatan surga yang sesungguhnya Padahal mereka masih di dunia Bagaimana kalau surga yang sesungguhnya di akhirat nanti dan ini kalau kita baca dari pernyataan para ulama di antara mereka memang benar-benar mereka menyatakan ketika mereka beribadah Mereka mengalami
keadaan-keadaan ketika itu mereka rasakan nikmat yang luar biasa yang mereka Gambarkan itu seperti keadaan yang dirasakan oleh penghuni surga Ya tentu ini saja ini merupakan karunia dari Allah karena sudah kita katakan tadi Allah maha kuasa memberikan kemud bagi hamba-hambanya menjadikan sebab yang memotivasi mereka untuk semakin semangat ya mungkin kita perlu bersungguh-sungguh dulu melewati tahapan-tahapan awalnya agar kita meraih bisa meraih kedudukan atau sampai kepada tingkatan tersebut n jadi Allah Maha
Kuasa untuk menjadikan hamba-hambanya bisa merasakan keadaan itu alaiu wasam sebagaimana firman Allah tentang Nabi Ibrahim alaihiatu wasalam yang demikian tinggi kedudukan beliau tapi dia masih minta kepada Allah kedudukan yang lebih tinggi coba kita baca firman Allah di surat Albaqarah ayat 260 [Musik] ahunim dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim
alaihiatu Wasalam berdoa meminta kepada Allah wahai rabbku Perlihatkanlah kepadaku Bagaimana engkau menghidupkan yang sudah mati Nabi Ibrahim alaihiatu wasalam tidak mungkin meminta sesuatu yang salah iya kan pasti apa yang beliau minta Apalagi langsung kepada Allah sesuatu yang berhubungan dengan kedudukan yang mulia dalam agama maka Allah berfirman Apakah kamu belum beriman ya yni belum yakin bahwa Allah maha kuasa menghidupkan yang mati Nabi Ibrahim berkata bala saya sudah yakin Ya Allah pasti keyakinannya sempurna akan tetapi aku menginginkan
agar hatiku semakin tenang yakni keyakinanku semakin bertambah maka Allah berfirman fakud berarti di sini Allah mengizinkan dan Allah Maha Mengetahui bahwa ini adalah kebaikan yang diinginkan oleh hamba yang mulia ini untuk meningkatkan menyempurnakan keimanan dan keyakinannya Allah berfirman kalau begitu Ambillah ekor burung kemudian dalam tafsir dikatakan yak potonglah yakni apa ini potonglah cincanglah burung-burung tersebut ya supaya benar-benar terpisah benar-benar mati kemudian jadikanlah bagian-bagian dari
burung ini di atas gunung-gunung ya terpisah begituuhun kemudian panggillah burung-burung itu niscaya mereka akan datang kepadamu dengan bersegera yakni Allah hidupkan kembali mereka Padahal tadinya sudah terpisah-pisah terpotong-potong di letakkan di tempat-tempat yang berjauhan di atas gunung waam dan ketahuhilah Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala maha perkasa lagi Maha Sempurna hukum dan hikmahnya kalau Nabi Ibrahim alaihiatu wasalam masih meminta kedudukan seperti ini apalagi apalagi kita yang ini menunjukkan mereka selalu berusaha untuk
meningkatkan keimanan dan keyakinannya kepada Allah subhanahu wa taala dan Allah mudahkan itu bagi mereka kemudian contoh berikutnya Wal hawarunih Maryam kemudian para hal hawariun ya murid-murid terdekat Nabi Isa alaihiatu wasalam yang mereka adalah orang-orang yang khusus dari pengikut nabi isab maryamaii wasam ketika mereka meminta diturunkan hidangan dari Allah wa’im Isa Al thaab alaal Matlab kemudian Nabi Isa mengingatkan menasihati mereka dengan permintaan ini disebutkan di dalam al-qur’an di surat
almaidah ayat 113 ya mereka apa menjawabnya para hawariun ya mereka berkata Kami ingin makan dari hidangan tersebut dan supaya hati kami menjadi lebih tenang yakni meminta keyakinan yang lebih tinggi dan kami meyakini bahwa engkau telah benar dalam ucapanmu telah benar dalam menyampaikannya kepada kami dan kami akan menjadi saksi tentang hal ini ya fakaru hajatahumud dunyawiata maka mereka mengatakan kebutuhan mereka dalam urusan dunia supaya bisa makan
dari hidangan tersebut kemudian mereka menyebutkan hajatahum kebutuhan mereka dalam sisi ilmu dan keyakinan yakni supaya ilmu keyakinannya lebih tinggi ya kebutuhan mereka terhadap hal tersebut maka ini dua Dalil yang menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang yang beriman pun selalu berusaha dan meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar ditambah semakin kuat keimanan dan keyakinan mereka kepada kepada Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah selesai pembahasan dari penjelasan tentang bertambah dan berkurangnya iman
yang itu ditunjukkan di dalam dalil dari al-qur’an dan sunah dan serta pertimbangan akal dan fitrah manusia yakni tentu ini untuk membanta orang-orang yang menyeleweng dalam memahami masalah Iman ini yang mereka mengingkari iman itu Bisa bertambah dan berkurang padahal itu adalah akidah ahlusunah wal jamaah dan itulah akidah yang benar tiik Barakallah fikum saya katakan nanti di pasal berikutnya kita akan membahas tentang sebab-sebab atau perkara-perkara yang menjadi sebab bertambahnya keimanan menguatkan keimanan dan ini termasuk pembahasan
yang inti di dalam kitab ini semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan manfaat dari ilmu yang kita pelajari di kesempatan pagi hari ini dan semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menambahkan taufiknya kepada kita untuk kita semakin semangat dalam mempelajari ilmu agama supaya kita bisa merasakan sebab-sebab yang menguatkan dan mendukung keimanan kita menjadikan kita mendapatkan karunia Allah subhanahu wa taala yang sempurna di sisinya Barakallah fikum silakan kita lanjutkan dengan bertanya jawab dari hal-hal yang Antum ingin
tanyakan tib di sini ada pertanyaan yang sampai dari akhwat mungkin ya yang tertulis kalau Ikhwan nanti bisa langsung disampaikan Barakallah fikum Ustaz wafikum Barakallah Mohon berikan ilmunya Bagaimana cara mendapatkan teman yang Saleh mengingat secara Zahir seperti orang yang Saleh akan tetapi suka menggibah hasad dan memprovokasi orang untuk adu domba ya ya setelah berdoa kepada Allah subhanahu wa taala tentu selalu kita katakan hatat yang paling utama itu adalah banyak berdoa kepada Allah kemudian Ya seperti
tadi kita berusaha mencari dan dekat dengan orang-orang yang baik Kalau terlihat ciri-ciri seperti ini kita nasihati kan tetap dalam pertemanan berteman dengan orang yang baik pun pertama tentu tidak bisa kita memastikan seseorang itu meskipun bagaimanapun penampilannya tidak bisa kita pastikan dia adalah orang yang Saleh cuman kita berharap ya Secara Zahir kita lihat Kalau dia orang yang Semangat menuntut ilmu semangat untuk belajar agama berusaha mengamalkannya kita anggap ini orang yang baik yang bisa kita jadikan sebagai
teman dekat tapi kalau dia melakukan pelanggaran nasihati dia kan kita akan lihat nanti kalau kita sudah nasihati kita sudah Ingatkan ternyata dia masih seperti itu kita khawatir terpengaruh ya kita cari teman yang lain tetap kita berusaha berteman dengan dia seadanya yakni mengucapkan salam bertemu menanyakan kabarnya tapi tidak dekat Karena kita tahu ada kesalahan-kesalahan yang sudah kita nasihati pun dia tidak mau berubah cari yang lain dan tentu di sini kan namanya kebaikan sama dengan apa yang kita bahas tadi kita butuh
kesungguhan dalam mencarinya bukan kita akan gagal beberapa kali mencari orang yang baik seperti yang sesuai dengan syariat ini maka ini termasuk dari kesungguhan kita kalau kita sungguh-sungguh maka Insyaallah Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi kita Apakah penghuni surga terendah bisa bertemu dengan penghuni surga firdaus ya semoga Allah subhanahu wa taala menempatkan kita di surga yang tinggi dan memudahkan kita bertemu dengan orang-orang yang kita cintai di surga nanti yang jelas kita tahu hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dan Muslim ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh seorang Arab Dusun mata saah Ya Rasulullah Kapankah terjadinya hari kiamat wahai Rasulullah maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda waha apa yang kamu persiapkan untuk menghadapi hari kiamat maka orang ini menjawab La illa Anni uhibbullaha waasulah tidak banyak persiapanku tapi aku mencintai Allah dan rasulnya maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Anta maan ahbabta kamu akan bersama orang yang kamu cintai pada hari kiamat
nanti yakni orang-orang yang kita cintai karena Allah dan tentu di antara manusia yang paling kita cintai ya adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka dengan sebab kecintaan ini Allah akan pertemukan kita dengan mereka pada hari kiamat nanti Allah akan menjadikan kita bersama dengan mereka termasuk para para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dan para imam ahlusunah Wal Jamaah Oleh karena itu kita benarkan kecintaan kita kepada mereka yang ini menjadi sebab Allah subhanahu wa taala akan jadikan kita bisa bersama mereka
atau bertemu dengan mereka dengan keutamaan cinta karena Allah tadi Nah Bagaimana hukumnya bila kita sedang diuji dengan kefakiran mengadu di hadapan manusia akan tetapi pada saat diberikan Nik sedikit saja sombong dan angkuh terhadap manusia lainnya Ya jelas ini merupakan sifat yang buruk dan ini ciri-ciri orang yang tidak mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa taala sehingga tidak bisa menghadapi dua keadaan yang selalu Allah jadikan pada diri manusia kadang-kadang mendapatkan nikmat kadang-kadang mendapatkan kekurangan tapi dia tidak
bisa menghadapinya dengan baik Allah subhanahu wa taala berfirman kami akan menguji kalian wahai manusia kadang dengan keburukan yakni bencana kekurangan kadang dengan nikmat yni kelebihan atau kebaikan sebagai ujian bagimu dan hanya kepada kami kalian semua dikembalikan orang yang mendapatkan Taufik tentu adalah orang yang ketika mendapatkan nikmat Allah mudahkan dia bersyukur kemudian ketika dia mendapatkan kekurangan diaersaretersangkaik kepada Allah subhahu wa taemud mengad ya kepada Allah subhanahu wa taala maka sifat yang tadi disebutkan
jelah sifat yang buruk yang harus segera ditinggalkan dan kita bertobat kepada Allah subhanahu wa taala dari keburukan tersebut Ana sering mengalami hati yang tidak terkontrol kalau mendalami hal yang tidak saya sukai gampang marah dan emosi apakah karena imannya lemah Iya kalau mudah marah dan emosi jelas itu merupakan keimanan yang bermasalah maka mohonlah kepada Allah subhanahu wa taala untuk dijauhkan dari sifat yang seperti ini ya sifat mudah marah tentu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menasihati sahabat yang minta
nasihat Kepada beliau beliau mengatakan berkali-kali jangan marah jangan marah ini menunjukkan sifat marah ini merupakan sifat yang tercela Bah Ketika ada seorang sahabat yang marah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyuruh dia membaca aubillah minasyaitanirjim Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk makanya menahan kemarahan kan disebut dalam Alquran termasuk sifatnya orang yang bertwa ya orang yang selalu menahan kemarahannya dan selalu memaafkan manusia Oleh karena itu kita harus latih
diri kita tundukkan hawa nafsu kita orang orang yang marah tidak akan menyelesaikan keadaan Justru dengan marah semakin memperparah orang berbuat salah kepada kita dia berdosa menzalimi kita tapi dengan kita marah bisa jadi kita lebih berdosa lagi karena dengan marah orang akhirnya membalas bahkan balasannya kadang-kadang lebih parah orang marah dia akan mudah memaki orang marah Bahkan dia akan mudah berbuat yang buruk juga kepada orang lain maka ini termasuk tipu daya setan orang lain berbuat salah kepada kita kemudian
menjadi sebab Kita juga melakukan kesalahan tersebut naudubillahimzalik nah seseorang yang ingin memperbaiki ilmu dan keimanan dengan cara menuntut ilmu tapi harta tersebut sudah apa ini tetapi hamba tersebut salah memilih guru Ustaz Apakah ini juga takdir Allah bila hamba tersebut tersesat i semua takdir Allah cuman kan sebelum terjadi kita tidak tahu yang ada al-qur’an memerintahkan kepada kita untuk al-qur’an dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mencari teman yang baik mencari guru yang baik
kenapa tidak lakukan itu ya pasti Allah jadikan orang ini melakukan hal tersebut terjadi padanya kesalahan tadi dengan sebab Mungkin dia bermudah-mudah Mungkin dia tidak berusaha untuk mengikut suatu dengan dalil jadi jangan kita mengatakan Kenapa ini seperti ini yang harusnya kita pertama yakini adalah Allah subhanahu wa taala maha sempurna perbuatan-perbuatannya Allah tidak mungkin zalim maka segala ketentuan Allah pasti sesuai dengan hikmah yang sempurna kalau Allah berikan kebaikan itu karena rahmat dan karunianya kalau
Allah berikan Selain itu adalah karena keadilan dan hikmahnya yang sempurna jangan kita berpikir kenapa seperti ini kenapa seperti ini karena untuk manusia saja kalau kita mengatakan orang itu ahli orang itu ya punya pengalaman punya kemampuan dalam ilmu kita selalu berusaha untuk ya membenarkan perbuatannya karena kita katakan Dia ahli atau kita bersangka baik kepadanya ini manusia apalagi Allah subhanahu wa taala yang tidak mungkin salah dalam segala sesuatu yang ditentukannya di ditakdirkannya makanya Allah subhanahu wa taala
berfirman Allah tidak ditanyakan tentang apa yang diperbuatnya sedangkan manusia yang ditanyakan tentang apa yang mereka perbuat kita yakini Allah menakdirkan segala sesuatu kalaupun ada yang seperti ini ya Seandainya dia sungguh-sungguh Seandainya dia benar-benar berusaha dengan benar dari awal Allah akan Tunjukkan dia kepada kebaikan tapi ketika orang ada yang seperti ini tersesat salah memilih guru mungkin ada sebab yang dilakukannya sejak awal ya ya tadi Mungkin dia meremehkan atau dia terlalu fanatik berlebihan dan seterusnya maka ini semua
menjadikan kita selalu meminta kepada Allah petunjuknya dan berlindung kepada Allah dari segala keburukan jangan merasa aman terhadap apa yang bisa yang kita dapatkan saat ini harusnya kita selalu berlindung kepada Allah subhanahu wa taala agar dijauhkan dari segala keburukan tersebut nah Apa hikmah dari hal tersebut Kenapa Allah menyesatkan hamba tersebut ya hikmahnya adalah agar kita berlindung kepada Allah kenapa Allah menyesatkan hamba tersebut Allah yang memiliki segala sesuatu tadi sudah kita kita katakan
tidak boleh kita tanyakan ya sekarang contoh dalam kehidupan kita ada seorang orang tua atau satu keluarga Dia memiliki harta dibagi-bagikan kepada anaknya harta tersebut tidak diberikan kepada tetangganya Apakah ada orang yang bisa protes datang kepada si bapak tersebut ya orang kaya tadi katakan Pak kenapa hanya diberikan uang kepada anaknya Kenapa tetangganya tidak diberikan kalau ada yang melakukan seperti ini Benar apa tidak salah itu adalah hartanya terserah dia memberikan kepada siapa ini saja manusia bisa berbuat
salah jadi manusia itu kalau dia adalah orang yang dewasa dan bisa berbuat berpikir tidak ada seorang yang bisa memprotes perbuatannya ketika memilih hal-hal yang seperti ini kecuali kalau orang tersebut misalnya akalnya kurang atau anak kecil anak kecil punya uang banyak dibagibaikan kepada temannya kita ingkari ini salah ya karena anak kecil tidak bisa berpikir tapi kalau orang dewasa memberikan hak yang dimilikinya kepada orang-orang yang dipilihnya terserah dia ini manusia bisa Saleh apalagi Allah subhanahu wa taala yang
maha sempurna sifat-sifatnya yang maha sempurna perbuatan-perbuatannya Allah tidak ditanyakan tentang perbuatannya yang jelas kita yakini perbuatan Allah itu pasti selalu sesuai dengan keadilan dan hikmah karena nama-nama Allah Maha indah dan sifat-sifatnya Maha Tinggi dan Maha Sempurna yang mana Ini bawah iya ya pertanyaan yang terakhir ya 2 hari lalu Ibu Ana meninggal dunia Semoga Allah ampunkan dosa-dosanya dan memberikan surga untuknya Amin rahimahullah Alhamdulillah beliau meninggal dalam kondisi ditalkir oleh
anak-anaknya dan terlihat beliau menggerakkan lidahnya dalam kondisi tersebut karena kondisinya kritis di ICU dengan melihat betapa beratnya hari sakaratul maut kiranya Amalan apa yang bisa menyelamatkan kita dari waktu yang amat berat tersebut I Amalan apa yang kita lakukan adalah amal-amal yang disyariatkan dalam Islam untuk meningkatkan keimanan kita berdoa kepada Allah ya kemudian banyak memperbaiki diri memperbaiki Iman memperbaiki amalan Saleh karena perbaikan diri lahir dan batin ini yang menjauhkan kita dari
keburukan-keburukan termasuk keburukan ketika saat-saat menjelang kematian Imam Abdul Al rahimahullah taal pernah mengatakan ketahilah meninggal dunia di atas keburukan Semoga Allah melindungi kita darinya tidak mungkin menimpa orang yang lurus amalan anggota badannya disertai dengan kebaikan dalam batinnya intinya mengamalkan Islam dengan benar ikhlas dalam beramal bertauhid tentu saja Kemudian selalu mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam banyak berdoa kepada Allah ini yang akan menyelamatkan kita dari
keburukan-keburukan tersebut Barakallah fikum bab Cukup sampai di sini kajian kita semoga bermanfaat mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammadin waa alihi waihiabiahumidin wa akirw wasikum warahmatullah wabarakatuh
Leave a Reply