Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Ada Apa dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah salatu wassalamu ala rasulillah dimanapun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari selasa kita dapat bersama kembali dan kita akan ikuti bersama kajian ilmiah yang bisa saya langsung dari pembahasan Parenting pembahasan rutin buku Ada apa dengan remaja disusun atau ditulis oleh dan alhamdulillah akan dibawakan oleh penulisnya langsung oleh Beliau di kesempatan pagi hari ini dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 081989 6543 dan pembahasan kali ini eee yaitu mengenai perlu usaha untuk mendekati anak remaja baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada lulusan kami persilahkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Assalamualaikum para pemerhati Roja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah harus semesta alam Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemahaman muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan Pagi ini kita akan kembali melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku Ada apa dengan remaja kita sampai pada poin mendekati remaja perlu usaha ya tentunya hari ini sangat Riskan atau sangat mengkhawatirkan jika kita menjauh dari anak-anak remaja kita atau mereka menjauh dari kita tentunya kita tidak sendiri mendidik anak-anak kita di sana ada banyak pihak-pihak yang ikut campur tangan ataupun [Musik] ikut mewarnai ya pendidikan anak-anak kita maka dari itu orang tua haruslah menjadi orang yang paling dekat dengan anak karena orang tua adalah lingkungan terdekat bagi anak ya orang tua adalah lingkungan yang paling dekat dengan anak maka tentunya mereka harus menjaga hubungan ya kedekatan mereka dengan anak-anak mereka apalagi anak remaja ya Yang mana mereka sedang menjalani masa transisi mencari jati diri yang sedang ingin menemukan eksistensi Nah di sini peran orang tua memang mutlak diperlukan Orang tua harus betul-betul bisa menjadi orang tua di samping anak remaja mereka dan tentunya ya melakukan pendekatan membuka hubungan yang baik ya dengan remaja itu tidak mudah karena dunia remaja dunia yang sangat dinamis ya sangat cepat dan sangat terwarnai dengan apa yang sedang tren ataupun Apa yang sedang populer saat itu maka orang tua juga harus bisa mengimbangi dunia remaja hari ini ya Nah ini sangat penting ya supaya tahu juga ya apa sebenarnya masalah remaja hari ini dan apa yang sedang mereka hadapi supaya ada komunikasi yang nyambung dengan mereka kalau tidak nanti semacam dunia yang berbeda ya remaja memandang orang tua sebagai Dunia Lain ya Nah orang tua juga sama gitu Memandang dunia remaja sebagai dunia yang lain ya tidak bisa dipungkiri kita hidup di zaman seperti ini ya yang kemajuan teknologinya luar biasa terutama di dalam bidang informasi teknologi ataupun it teknologi informasi yang sangat cepat perkembangannya hari ini berita ataupun informasi sangat cepat bisa diakses ilmu pengetahuan ada di depan mata Maka kalau tidak mengimbangi ataupun mengikuti atau dalam bahasa lain orang tua yang terlalu gaptek ya Gagap teknologi nah ini akan susah beradaptasi dengan anak-anak remaja ya bukan mengikuti mereka tapi mengetahui berusaha untuk mengetahui ya memahami apa dunia remaja hari ini Wallahu A’lam Bishawab tentunya berbeda dengan masa-masa yang lalu ya remaja-remaja generasi-generasi sebelumnya yang tidak menghadapi masalah-masalah seperti sekarang ini seperti gadget atau ataupun ya kita katakan perkembangan teknologi informasi ada media sosial hari ini yang tentunya ini di depan mata kita semua ya kita juga nggak bisa menampik dan mengingkari itu semua maka dari itu ya mendekati remaja perlu usaha ya perlu usaha ya terutama ya di sini adalah waktu ya ya nggak bisa kita tawar-tawar lagi ya tanpa memberikan waktu menyisihkan waktu kita untuk mereka ya pendekatan itu tidak akan berhasil tidak jalan ya perlu waktu ya untuk mendekati anak-anak remaja artinya ya perlu kita dibutuhkan intensitas pertemuan dengan mereka bertemu bertatap muka Ya beda ya kita melakukan hubungan lewat apa namanya handphone ataupun gadget atau melalui media-media lainnya dengan bertatap muka langsung ya nah jadi ini yang harus kita korbankan ya waktu kita untuk mereka tanpa itu usaha mendekati mereka menjadi sangat berat ya macam ada jurang gitu ya Nah kalau ada sebagian orang tua yang terbiasa nggak bertemu ya tatap muka dengan keluarganya ya bahkan dengan istrinya saja Mungkin dia hanya ketemu bertemu muka malam saja selebihnya tidak ada tatap muka ya kita katakan belajar aja perlu tatap muka ya jarak jauh itu itu karena darurat ya ya karena ketidakmungkinan Tapi pada dasarnya Ya belajar mengajar itu adalah dengan bertatap muka secara langsung demikian juga ya kita melakukan pendekatan dengan anak-anak remaja perlu ya waktu untuk bertatap muka kita langsung ya kita katakan bertemu ataupun bersentuhan langsung dengan mereka ya Nah demikian jadi untuk mendekati remaja kita sebutkan di sini dibutuhkan berbagai macam usaha dan waktu yang cukup bersama mereka Bukan sebaliknya karena menanamkan kasih sayang juga nggak bisa jarak jauh ya dan nggak bisa main tip juga ya Akan tetapi roninya banyak orang tua yang hilang dari kehidupan anak-anak remajanya hilang orang tua itu ya dari kehidupan anak-anak remaja mereka ya mungkin karena kurangnya kepedulian di sini ya terhadap kebutuhan jiwa mereka mungkin karena sibuk ya alasan klasiknya adalah Sibuk Sibuk itu macam-macam ada yang sibuk mencari rezeki mencari nafkah ada yang sibuk untuk menggeluti hobinya ada yang sibuk dengan pergaulan dengan teman-temannya dan begitu ya sehingga waktu bersama anak ini dikorbankan ya Nah ini Tentunya suatu hal yang ya kita katakan Sangat disayangkan dan akan menjadi penyesalan suatu ketika ya ketika Memang betul-betul Harus Pisah dengan anaknya dan tidak bisa bersama lagi mungkin dipisah dengan tempat ataupun ya kita katakan waktu ya ketika anak itu sudah memang betul-betul lepas dari kita mungkin dia sudah menikah atau dia sudah membangun keluarga yang baru atau dia berada di tempat yang jauh barulah kita rasakan ya peluang kita dekat dengan mereka dulu yang Allah beri mungkin ya kita sia-siakan ya barulah kita mungkin menyesali apa yang sudah terluput itu maka para orang tua Jangan sampai terluput masa-masa ya kita katakan masa-masa yang sangat penting bersama anak-anak ya karena waktu itu tidak akan kembali lagi ya jangan kita sesali nanti kadang-kadang kita asik sendiri ya dengan kegiatan-kegiatan kita lalu kita korbankan waktu quality time bersama anak-anak ya tidak memberikan waktu untuk mereka kita asik dengan dunia kita mungkin ya dengan teman-teman kita ya yang kadang-kadang pergaulan dengan teman-temannya itu anfaedah juga nggak ada faedahnya juga hanya sekedar kongko-kongkow ketawa-ketiwi dan begitu ya dan hal-hal duniawi lainnya yang nggak perlu Sebenarnya ya sekedarnya saja ya atau sibuk dengan bekerja mencari uang mencari duit ya sementara anak mungkin dalam pandangannya ya lebih rendah nilainya dari duit yang dia kejar ya Nah ada ya mungkin dia dapat duit itu ya Mungkin dia dapat duit itu tapi dia kehilangan waktu bersama anaknya Dia kehilangan waktu bersama anaknya ya seharusnya dia isi dengan banyak memori kenangan yang bisa menjadi suatu hal yang terus diingat oleh si anak hingga nanti kita tidak lagi bersama mereka mungkin lebih dulu dipanggil Atau lainnya ya Nah menjadi satuan yang sangat memorable jadinya tapi ketika itu kita sia-siakan maka nggak ada ya anak itu seolah-olah memandang kita bukan siapa-siapa nggak ada kenangan yang khusus spesial dengan kita karena kita sia-siakan waktu bersama mereka ya memang hari ini manusia pada sibuk semua tapi jangan lupakan ya ya anak-anak kita karena kita menganggap hari ini bahwa yang mereka butuhkan hanyalah materi dan materi kita cekoki dia dengan materi ya tapi perhatian kasih sayang waktu kebersamaan nah ini yang kita korbankan dari mereka ya terhadap mereka sungguh sangat disayangkan ya hingga akhirnya kita menyesalinya nanti satu waktu ketika dia memang betul-betul lepas dari kita Berapa banyak orang tua yang merasakan penyesalan seperti itu ya ketika anaknya harus betul-betul hilang dari kehidupannya ya hilang dari kehidupannya mungkin ya sesuatu yang nggak akan bisa dia ulangi lagi itu ya maka pada para orang tua waktu bersama keluarga itu adalah waktu emas ya jangan kita korbankan dengan apapun ya bersama anak istri bersama keluarga ya Kalaupun kita harus pergi mencari nafkah ya jangan terlalu berlebihan memaksakan diri ujung-ujungnya nanti kita sama seperti kaum sufi yang meninggalkan keluarga tapi mereka mengembara berkelana seperti yang kita bahas kemarin Nah kita sama saja Sebenarnya ya cuma dengan tujuan dan maksud yang lain begitu wallahualam ya Karena pada hari ini anak-anak remaja khususnya ya kita bicara anak remaja memang sangat perlu untuk terus didampingi oleh para orang tua apalagi hari ini dengan berbagai macam problematika yang ada di depan mereka ya kita katakan banyak sekali ujian-ujian ya hal-hal Yang mungkin kalau kita detil kan sangat menakutkan ya Nah demikian Allahu a’lam dan di sini ya mendekati remaja itu ya memang kita katakan [Musik] perlu kita belajar ya mungkin kita perlu belajar dari pengalaman orang lain yang pertama adalah kita tentunya harus mengetahui karakter anak-anak kita ada mendekati seseorang itu kita harus tahu karakternya sifatnya itu akan memudahkan kita untuk mendekatinya Bagaimana mendekati orang yang mungkin [Musik] Sensitif ya ada orang yang pasif gitu ya ada yang ada anak yang introvert ya ada yang extrovert gimana cara mendekati anak-anak dengan karakter yang berbeda-beda ini itu dia berbeda ya satu dengan yang lain caranya ada banyak cara yang mungkin bisa dilakukan agar anak remaja kita menjadi dekat dengan kita ya kadang-kadang Ini juga dibutuhkan modal ya artinya materi ya walaupun materi di sini bukan penentu ya cuma perlu perlu maka jadi orang tua boleh kita katakan jangan kikir jangan pelit bukan jor-joran kita memberikan anak nggak tapi ada momennya dimana kita harus memang perlu memberi gitu atau hal-hal penting dalam kehidupan remaja itu yang mungkin bisa merubah masa depannya yang itu perlu modal misalnya Maka jangan orang-orang tua itu jangan kikir ya bakhil untuk mengeluarkan hartanya untuk itu untuk pendidikan misalnya untuk misalnya untuk kesehatannya misalnya ya jangan ditahan kadang-kadang para orang tua untuk hobinya untuk kesenangannya dia jor-joran mengeluarkan biaya tapi kalau untuk anak buang sekolah aja nggak ya untuk kesehatan ya kadang-kadang diulur-ulur itu masih sempat berkata kepada si anak masih tahan ya nak Padahal anaknya sudah perlu tindakan ya medis misalnya Nah jadi ya ini perlu materi juga gitu ya untuk bisa memahami dan mendekati anak-anak remaja ini ya terutama kebutuhan-kebutuhan mereka ya hari ini ya ya kita katakan seiring dengan perkembangan zaman kebutuhan juga semakin banyak ya itu nggak bisa kita ya nggak bisa kita ingkari juga ya maka bercobalah bersikap realistis ya demikian memang banyak kebutuhan hari ini ya Dan kalau kita pikir-pikir hari ini antara kita mencari kebutuhan hidup kita dengan ya kita memberikan waktu untuk keluarga bisa kita katakan sudah habis waktu kita itu nggak ada lagi waktu untuk apa namanya bersantai-santai untuk hari ini ya Demikian wallahualam Ya namun kadang kala yang terjadi justru sebaliknya kita tidak memperhatikan sehingga anak semakin hari semakin jauh dari orang tua ya hal ini tidak terjadi secara instan atau spontan ya anak itu menjauh nggak Tapi pelan-pelan itu anak itu menjaga jarak menjaga jarak ya Mulai dari Dia jarang berhubungan atau ketika dihubungi juga tidak ada antusiasnya untuk melayani orang tuanya kan begitu ya seperti ada sesuatu yang Nggak connect gitu ya dengan orang tua ya Nah demikian nah ini diantara perilaku ya yang menjauhkan orang tua dari anak remaja mereka ya ini beberapa perilaku ya yang menjauhkan orang tua dari anak-anak remaja mereka diantaranya adalah orang tua tidak berbicara dengan anak-anak mereka dan meninggalkannya di kamar untuk waktu yang lama tanpa bertanya sama sekali kepada mereka yaitu malas berkomunikasi ya males berkomunikasi kadang-kadang Ini kesempatan ya mungkin kumpul di rumah ya anak berada di rumah Ya sementara satu rumah itu saling diam ya apalagi sekarang ini godaannya gadget ya maka Komunikasi itu sangat jarang dilakukan bahkan kadang-kadang sudah berkumpul pun jarang berkomunikasi Ya jarang berkomunikasi maka ini inisiatif orang tua tentunya ya kadang-kadang orang tua egois dia tidak mau memulai kalau anaknya tidak mulai ya mungkin dianggap tabuh kali orang tua memulai pembicaraan tidak nabi juga sering memulai pembicaraan kepada anak-anak bahkan kepada remaja tapi sering melontarkan pertanyaan ya semacam [Musik] kita katakan apa ya ujian gitu ya ataupun pertanyaan untuk memancing pengetahuan mereka ya Artinya Nabi juga kadang kala nabi yang membuka pembicaraan bukan pasif menunggu anak membuka pembicaraan dan itu biasa dilakukan oleh Nabi ya sebagai pendidik yang terbaik ya teladan bagi kita Nabi tidak merasa gengsi ataupun jatuh harga dirinya ketika memulai pembicaraan dengan anak remaja bahkan dengan anak-anak nabi yang memulai ya nah jadi Demikian Ya kadang-kadang kita yang harus memulainya ya dan anak-anak itu berbeda-beda ada yang memang kemampuan verbalnya luar biasa artinya anak ini suka senang ngomong gitu ya kalau anak-anak seperti ini kadang-kadang enggak diajak ngomong pun dia ngomong dan begitu tapi ada anak yang dalam tanda kutip kata orang pendiam ya ini mungkin karena memang kemampuan verbalnya yang mungkin tidak sebagus yang lain gitu ya atau rendah kemampuan verbalnya bisa dikatakan rendah ya maka ya anak-anak itu memang harus dilatih berbicara supaya kemampuan verbalnya itu meningkat ya dari fase usia ke fase usia berikutnya ya jadi memang ini perlu peran orang tua ya anak-anak yang payah kemampuan verbalnya itu mungkin ini faktor genetika boleh jadi tapi di sana juga banyak faktornya adalah karena orang tua memang tidak menuntun membimbing anak ini untuk bisa berbicara atau orang tua memang meninggalkan anak ini tidak ada interaksi sama sekali Mungkin si bapak pergi di luar negeri ataupun di luar kota kan begitu ya Atau pergi-pergi pulang malam ya pergi malam pulang malam karena sebelum Subuh sudah pergi dia ya sehingga memang nggak ada waktu untuk ya kita katakan melatih anak itu berbicara dari kecil ya demikian juga ibunya ya mungkin sibuk dengan media sosialnya sehingga tidak ada ya waktu anak ini belajar bicara jadi sebagian anak yang memang kita katakan rendah kemampuan verbalnya itu memang dari kecil dia memang tidak dilatih ya dan ada juga di sana karena faktor genetika ya memang ada faktor genetika ya Jadi ya memang perlu kita ajarkan ini kepada mereka nah dan kalaulah misalnya ya anak ini memang rendah ataupun kurang kemampuan verbalnya maka di sini orang tua yang berinisiatif membuka pembicaraan ya walaupun begitu terus ya kalau anak-anak seperti itu ya memang begitu terus itu kita terus yang harus mulai bicara gitu ya karena kemampuan verbalnya mungkin lebih baik lebih tinggi Nah di sini ada juga kesalahan orang tua yaitu ketika anaknya yang ngajak bicara orang tuanya pasif seolah-olah nggak Ada selera untuk menanggapi anaknya dan cenderung patah-patah jawab sekedarnya ya Bahkan kadang-kadang dia menjawab tanpa memperhatikan anak itu ya atau Ya sekedar jawab kemudian pergi begitu ya jadi memang tidak ada keinginan untuk berkomunikasi yang lebih intens dengan anak itu nah ini anak yang memang sudah kita katakan kita tidak perlu berinisiatif lagi membuka pembicaraan dia yang kadang-kadang langsung membuka pembicaraan Nah di sini orang tua harus gayung bersambut Istilahnya ya harus menyambut ya ajakan anak untuk berkomunikasi Ya Allah malas ya menanggapi anak karena dianggap Aduh anak-anak ngapain ditanggapi nggak bukan itu masalahnya adalah ya dia merasakan perhatian kita kedekatan kita itu yang perlu di sini bukan materi pembicaraannya nggak kadang-kadang anak berbicara mana materinya kan Ya materi anak-anak juga ya materi remaja begitu ya Nah ya nggak bukan level kita membicarakan itu juga mungkin ya tapi yang kita tuju bukan itu ya yang kita inginkan Yang kita capai ingin yang ingin kita capai bukan itu tapi adalah membangun rasa kedekatan tadi ya bahwa kita peduli care dengan dia ya kita pun ikut larut dalam pembicaraan dengannya karena biasanya kedekatan itu ya dari komunikasi ya dengan siapapun kita bergaul di luar kalau kita sering komunikasi kita jadi dekat ya kita jadi dekat siapapun itu Tapi kalau kita jarang komunikasi kita jadi jauh kita bisa menyelami seseorang karena kita berkomunikasi ya dengannya Intens berkomunikasi dengan orang itu tapi kalau tidak kita kan cuma menebak-nebak saja ya mungkin orang ini begini mungkin orang ini begitu kan begitu ya wallahualam itu yang pertama yang membuat anak ini menjauh dari orang tua mereka yang kedua ataupun yang berikutnya adalah orang tua tidak mengikuti Aktivitas keseharian anaknya kadang-kadang perlu ditanya ya nanti mau apa kan gitu ya Apa kegiatannya itu menunjukkan kepedulian juga begitu ya anak ini kalau olahraga misalnya dia ditanya Olahraga apa kan begitu ya Nah dan lebih lanjut lagi kalau dia misalnya sedang menekuni sebuah olahraga misalnya ya Kita juga harus peka kebutuhannya apa begitu ya Apa yang perlu gitu ya Nah demikian wallahualam jadi perlu untuk mengikuti Aktivitas keseharian anak kita ya sehingga kita tahu ya apa namanya kebiasaannya ya kegiatannya kesibukannya Apakah itu positif atau negatif atau nggak ada manfaatnya ya demikian wallahualam ya Nah demikian tapi kadang-kadang ya dulu ya orang tua dulu kalau kita mau pergi kalau ditanya mau ke mana ya mau apa kan begitu ya itu udah biasa itu dulu ya tapi sekarang ini kayaknya anak remaja nggak peduli enggak memperdulikan orang tuanya kan orang tua juga enggak peduli dia pergi aja begitu mau apa mau buat apa mau Mengapa istilahnya nggak begitu peduli lagi kan begitu ya Nah demikian wallahualam mungkin sebagian orang tua mengatakan Ustaz kalau ditanya dia jadi bete jengkel gitu ya itu mungkin cara kita komunikasi saja begitu ya tentunya Mengetahui kegiatan aktivitas mereka itu bukan artinya mengintrogasi gitu seperti polisi mengintrogasi penjahat nggak ya termasuk cara ini tergantung Gimana cara kita berkomunikasi Sebenarnya ya wallahualam kemudian yang berikutnya adalah orang tua tidak bertanya ya Misalnya lah kita katakan sederhananya Dia mau pergi keluar naik apa misalnya Bersama siapa bagaimana dia pergi begitu ya Nah ini Kan perlu walaupun itu hal yang sepele Ya tapi ini ya tentunya menanamkan dalam hati anak bahwa kita orang tua peduli dengan mereka itu jadi kadang-kadang dibiarkan saja dia pergi ya tanpa bertanya itu dia maunya apa apa yang dia kendarai apa dengan apa Dia akan pergi begitu ya wallahualam bisa kemudian orang tua tidak bertanya tentang kegiatan belajar anak mereka tentang studinya misalnya apa kesulitannya apa masalahnya ya Nah dulu biasa anak-anak itu mengerjakan PR bersama orang tua dulu biasa seperti itu tapi sekarang yang nggak apalagi ya kita katakan Ya sekarang anak-anak itu ya dipanggilkan guru kan begitu ya ya jadi orang tua apa ya kita sebut ya menggunakan kuasa uangnya itu untuk itu padahal sebenarnya ada hal-hal yang orang tua itu bisa sebenarnya ya apa namanya membantu pelajaran anaknya Nggak semuanya harus dileskan Renu gitu ya ya Kalaupun dia les ya Kita juga harus apa namanya ya selaku orang tua kan begitu ya yang udah lebih dulu sekolah kan gitu ya tentunya kita perlu juga berbagi pengalaman dengan mereka ya Nah demikian jadi perlu bertanya juga tentang kegiatan belajar mengajarnya tentang kegiatan belajarnya ya tentang studinya ya tentang pelajaran yang sedang mereka mungkin mereka kesulitan dalam satu bidang mata pelajaran dan begitu ya jadi bisa di berikan kalaulah kita tidak apa namanya memecahkan masalah-masalah pelajaran mereka Minimal kita kasih motivasi ya Nah apa namanya memberikan motivasi supaya dia bisa melewati masalah-masalahnya yaitu dengan apa ya dengan baik gitu ya Nah demikian wallahualam jadi perlu juga kita bertanya tentang kegiatan belajarnya ataupun tentang studinya ya kalau masih kanak-kanak biasanya ya dulu ya orang tua orang tua zaman dulu itu biasa nanya PR anaknya begitu ya dan mengerjakan bersama gitu ya dulu masih seperti itu tapi sekarang ini beda mungkin zamannya orang tua udah pada sibuk ya mungkin atau bukan tersibukan gitu ya lebih tepatnya dengan hal-hal lain ia terutama dengan gadget begitu ya bagaimana mau mengerjakan PR bersama anaknya gadgetnya nggak selesai-selesai bahkan sekarang kalau anak itu bertanya kepada orang tuanya tentang PR anaknya tentang PR anak-anak yang dia yang yang yang yang sedang dikerjakan oleh si anak orang tua justru marah kenapa karena waktunya diminta untuk itu ya Nah demikian wallahu Alaihi Wasallam berikutnya adalah orang tua tidak mau terlibat dalam kebahagiaan dan kesuksesan anaknya yaitu tidak mau tahu juga ya dengan hal-hal yang positif pada anak ya tidak mau tahu dan tidak mau terlibat dalam hal-hal positif yang dimiliki oleh anak Celakanya lagi kalau yang negatif dia langsung turun tangan ketika hal positif ada pada anak orang tua Kayaknya tidak mau terlibat ya Nah demikian jadi ya di sini ya kita katakan perlu ya para orang tua itu memang kita katakan bukan hanya [Musik] senang ya melihat anaknya misalnya sukses tapi dia memang merancang kesuksesan anak itu ya merancang kesuksesan anak itu bukan menunggu berita Dia anak itu sukses tidak tapi dia merancang kesuksesan anak itu yang lebih parah lagi adalah orang tua yang memang tidak mau tahu itu dengan semua itu mau berprestasi mau tidak ya udah yang penting jangan ganggu orang tua istilahnya seperti itu ya Nah demikian wallahualam bisa jadi keterlibatan kita di dalam apa ya kita kata kebahagiaan mereka ataupun keberhasilan mereka ya itu perlu ya Para pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikutnya adalah orang tua tidak berusaha mendekati anak untuk berdiskusi ya tentang masalah-masalah mereka meskipun hanya sekedar berbasa-basi artinya ya walaupun kita ini orang tua levelnya mungkin nggak sama dengan anak remaja tapi kita perlu diskusi ya membuka diskusi hal-hal yang mungkin yang sedang viral misalnya atau hal-hal yang sedang ramai dibicarakan misalnya itu perlu juga didiskusikan gitu untuk tahu pandangannya juga kan begitu ya dan juga untuk memberikan masukan ataupun suatu ide ya Demikian Ya wallahualam jadi ajak mereka juga untuk mau berdiskusi gitu ya biasakan mereka juga berdiskusi berdialog Nah ini kan jadi bekal mereka juga nanti untuk ya di luar sana ya Nah kita lihat orang-orang yang memang Luwes dalam berdiskusi berdialog ya ada Tata kramanya ada etikanya ada attitutnya ya ini ini adalah anak yang memang orang-orang yang dulu sama orang tuanya memang di di apa namanya di sering diajak dan dibiasakan berdiskusi sehingga dia apa namanya mengerti Attitude di dalam berdialog ada anak yang parah ada orang yang parah berdiskusi nggak ngerti diskusi ya mau nyerobot saja dan cenderung egois gitu ya mau kata-katanya saja yang didengar nggak mau dengar perkataan orang lain orang lain disuruh diam saja dia aja yang nah ini ini yang nggak baik seperti ini mungkin karena dia nggak biasa diajak diskusi semua orang tua dan orang tua memang tidak menanamkan ya adab-adab di dalam berdialog anak-anak remaja apalagi ya ya Di mana ya kita katakan salah satu ya keistimewaan anak-anak remaja adalah kritis itu anak remaja biasanya kritis tidak mudah menerima sesuatu kecuali dengan alasan argumentasi maka pertajam terus ya apa namanya kemampuan mereka untuk kritis itu ini baik ya kalau diarahkan ya kalau tidak itu menjadi ya nggak baik juga wallahualam Nah demikian ya Ada beberapa lagi nanti ya akan kita lanjutkan pada pertemuan yang berikutnya Insya Allah dan untuk selanjutnya mungkin ada pertanyaan-pertanyaan dari para pemirsa atau pendengar kita persilahkan naik kehamilan Terima kasih atas materi yang telah disampaikan mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua wawasan bagi kita dan kita memiliki teori untuk bisa kita praktekkan kepada anak remaja kita untuk usaha mendekati anak-anak remaja kita supaya bisa lebih dekat dengan kita baik untuk selanjutnya kami akan buka sesi interaktif bagi Anda yang ingin bertanya Sekali lagi anda bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp ya di nomor 0819 83 baik yang pertama ada pertanyaan dari Santi yang berada di Jakarta Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dimana anak perempuan saya usia 18 tahun saat ini sedang berkuliah di luar kota sesuai dengan keinginannya dan cita-citanya sampai sejauh mana anda bisa memantau keadaannya gimana anak usahakan selalu untuk komunikasi setiap hari dengan dia dan selalu berdoa serta pertama kali apakah ini sudah cukup besar karena Apakah bisa cukup sebagai bentuk untuk mendekati anak Selain itu sepekan sekali kami usahakan juga untuk mendatang ke sana terus terang yang menjadi ganjalan atau perhatian anak saat ini adalah pergaulannya yang umum dengan akhwat maupun ikhwan yang sebelumnya anak-anak bersekolah di sekolah sunnah tentunya melepas anak sendirian seperti itu beresiko besar sangat besar apalagi perempuan ya Nah demikian pergaulannya kan begitu ya dan juga jarak yang jauh dengannya ini ya kita tidak bisa secara langsung ya apa namanya hadir di dekatnya ketika ada masalah ya memang sangat beresiko idealnya ya jangan jauh secara fisik juga ya artinya tidak melepasnya begitu saja begitu ya Nah kita nggak tahu apalagi hari ini ya ya apa namanya walaupun kita anggap aman ya tapi ya nggak sepenuhnya aman juga ya Nah demikian wallahualam bisa ada dua kemungkinan juga ya di sini ya pertama ya dia ditarik dekat dengan orang tuanya atau orang tuanya mendekat ke anak itu ya Nah demikian kalau memang itu opsi yang dipilih artinya dia melanjutkan studi dengan cara seperti itu ya Nah atau ya jadikan pasangannya biar artinya suami di sini untuk ya bisa apa namanya yang menjadi penanggung jawabnya ataupun yang apa ya yang memimpinnya ya allahualam 18 tahun mungkin ya apa namanya bagi seorang wanita bukan usia yang muda lagi bukan dikatakan terlalu muda untuk berumah tangga ya wallahualam Jika dia sudah terbiasa dengan berpisah atau dengan kesendiriannya jauh dari orang tua itu dia ketika nanti bisa tidak mau lagi dekat dengan orang tua bisa seperti itu secara Fitrah anak itu secara Fitrah ya anak itu ya selalu ingin dekat dengan orang tua tapi kadang-kadang karena kondisi ya situasi dan kondisi membuat Dia terpaksa pertama terpaksa akhirnya terbiasa biaya seperti itu terpaksa jauh kemudian akhirnya jadi terbiasa jauh kalau sudah terbiasa jauh ya ini memang susah untuk ya kita katakan apa ya membuat dia dekat lagi ya dengan orang tuanya maka kadang-kadang yang terjadi adalah ketidakpeduliannya ya dengan orang tua lagi begitu arti tidak keperluan di sini artinya ya dia sudah asik dengan apa namanya dunianya ya tentunya itu tidak baik ya bagi orang tua demikian wallahualam artinya ya memang anak kita harus ditempel terus tanpa dia merasa risih kita tempel kesulitannya di situ tapi dia tidak merasa risih dengan kedekatan kita ya pada tadi kita pada dasarnya anak itu secara Fitroh yang ingin dekat dengan orang tua demikian wallahualam makanya saya katakan tadi ada dua opsi yang pertama adalah ya orang tua yang berkorban mendekati anaknya atau anak yang ditarik dekat dengan orang tuanya atau ya itu tadi Iya cari pasangan baginya hingga dia apa namanya Bisa dia membangun suatu Dunia Lain ya bersama ya pasangan hidupnya kan begitu ya orang tua kan ya artinya ketika melepas anaknya berumah tangga maka lepas leben yang ada di pundak mereka Ya setidaknya ya ringan kan begitu kalau laki-laki jauh dengan orang tua apa harus seperti itu tentunya nggak Sama ya anak laki-laki kan Ya ada waktu di mana dia memang harus keluar ya seperti para Salaf dahulu ya ketika mereka sudah tuntas ya bersama orang tua banyak para ulama-ulama dulu Memang awalnya belajar sama orang tua dulu kan begitu ya Nah setelah tuntas ya baru mereka belajar keluar yang mengembara untuk menuntut ilmu ya bukan mengembara ala Sufi ini seperti yang dilakukan oleh para ulama dahulu anak perempuan dan akan menghambat kemajuannya kalau kita tahan di rumah ya tapi Celakanya hari ini banyak orang tua yang kecil-kecil itu dilempar keluar udah besar ditarik ke rumah salah kebalik itu alasannya untuk bantu orang tua ya ini kan Mau enaknya saja orang tua udah besar anak itu ya sudah jadi istilahnya bukan di tangan dia juga jadinya dia enggak peduli juga kadang-kadang nah dia panggil ke rumah alasnya harus berbakti sama orang ini kan Mau enaknya aja orang tua eh kasihan juga tuh ya dia enggak enggak bisa apa-apalah namanya orang tua yang minta kan begitu ya tapi di sini lah ya kita katakan jadi orang tua sekali lagi dalam tanda kutip Jangan egois kadang-kadang kita menggunakan satu sisi dalil merupakan Sisi dalil yang lainnya contohnya misalnya seorang suami hanya pakai dalil seandainya seorang itu boleh diceritakan sujud kepada orang lain maka itu aja dalil yang dia pakai akhirnya nanti yang terjadi adalah terlalu banyak menuntut hak tapi lupa ke kewajiban Nah ini kan enggak seimbang ini nah ketika terjadi ketidakseimbangan itu artinya ketidakadilan sebenarnya Dan ini eee enggak baik ya tidak adilan tidak keseimbangan itu di mana-mana akan merusak gitu ya jadi kadang-kadang orang tua menggunakan kuasai sebagai orang tua Dia anak harus berbakti sama orang tua lalu dipakailah dalil-dalil tentang berbakti sama orang tua ya pasti adalah ya tapi apakah kita lupa bagaimana Lukman kepada anaknya gitu ya nabi Nuh kepada anaknya Bagaimana rasa tanggung jawab orang tua kepada anak nah ini kadang-kadang orang tua yang enggak enggak baca yang lain dalilnya gitu ya yang dia baca dalil sepihak namanya kan begitu ya untuk yang enak-enak dia saja begitu banyak orang tua seperti itu sekarang ini ya ya pakai dalil memang pintar juga itu orang tuh tapi pintar melintir-melintir dalil gitu ya nah Maka kalau dia ngaji pun dengarnya kajian yang tertentu itu kajian apa misalnya Oh kajian orang anak apa orang anak harus berbakti sama orang tua gitu ya yang dengar orang tua gitu jadi kan dia mau nambah amunisi aja tapi ketika kajian Parenting itu kewajiban orang tua kepada anak di Arab gitu ya enggak datang enggak muncul batang hidungnya yang mana itu padahal itu kajian untuk dia begitu ya aneh kan begitu ya jadi terjadi ketidakseimbangan di situ akhirnya ya jadi kacau Iya nasihat yang sangat bermanfaat sekali ya ini teguran juga buat kita sebagai orang tua yang mungkin masih dalam mendidik ya anak-anak remaja datang ataupun beranjak dewasa ya baik selanjutnya itu yang kedua ini ada pertanyaan Ustadz anak-anak 10 tahun setiap dia menemui peristiwa yang tidak dia sukai dia selalu menulis dan menumpahkan amalannya amarahnya di tulisan tersebut dan apakah hal itu normal Ustaz karena dia memang sering bercerita suka ada masalah dengan temannya di sekolah ini mohon Bagaimana nasihat dan tanggapannya ini fenomena yang sering terjadi ini ya ada satu perkara yang perlu dan sangat perlu dihindari pada anak yaitu trauma masa kecil ya trauma trauma masa kecil ini ini bisa menjadi gangguan kejiwaan pada anak dan berbahaya dan sindrom seperti ini ini tidak terlihat itu bahayanya di situ nggak Terlihat tapi dia akan bisa muncul pada suatu saat suatu ketika nanti ketika dia dewasa itu bisa muncul trauma masa kecil itu membayangi anak ini maka Orang tua harus peduli terhadap perkembangan psikologi anak apa yang terjadi ya jangan dia biarkan misalnya hal-hal yang enggak lazim tidak lumrah kan gitu ya ada satu yang mau dia tertekan ini harus kita carikan kita biarkan hingga itu menjadi trauma baginya dan ini berbahaya ya karena satu seperti api dalam sekam yang tiba-tiba saja nanti bisa muncul dalam bentuk yang mengagetkan orang tua itu banyak terjadi juga ya trauma-trauma sekecil yang akhirnya keluar dalam bentuk yang itu membuat orang tua tidak mengira bahwa anak itu senikat itu misalnya atau seberani itu gitu ya Nah itu trauma masa kecil memang sangat membahayakan Ya bagi anak maka oleh karena itu Orang tua harus mengawal itu ya apa perubahan-perobahan yang harus cermat teliti terhadap perubahan-perubahan terjadi pada anak yang nggak lazim apalagi yang nggak lazim berarti ini nggak lazim ada sesuatu yang terpendam ataupun gitu ya dia perlu solusi Ya sementara dia dapati orang tuanya saja tidak ada di sampingnya nah dia perlu orang yang menguatkannya misalnya atau merubah cara pandangnya gitu mungkin dia ada masalah di luar sana dengan lingkungannya pergaulannya macam-macam kan begitu ya ya tapi dia dapati di rumah enggak ada jawabannya juga di sekolah Ya itu masalahnya di rumah enggak ada jawabannya kita sudah bahas di buku mencetak generasi Rabbani ya bahwa rumah harus jadi tempat untuk mensterilisasi segala racun yang mungkin nempel pada anak didapat oleh anak di luar macam-macam termasuk hal-hal seperti ini yang membuat dia trauma ataupun apa ya Katanya kita tertekan ya Secara Psikologi dan demikian wallahualam bisa jadi memang Jangan dianggap sepele hal-hal yang nggak lazim pada anak ya ya itu dari kecil sebenarnya misalnya anak Kayaknya ada Keterlambatan bicara itu Kak azim Jangan dibiarkan boleh jadi ini adalah satu kelainan kan begitu ya Yang kalau terapinya itu telat susah tapi kalau misalnya bisa dilakukan terapi dari jadi ini mungkin akan berkurang berubah nasib si anak ini ya tapi kalau orang tuanya mungkin jadi penderitaan seumur hidup bagi si anak demikian mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita pada kesempatan pagi ini mudah-mudahan bermanfaat aku lupa Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh telah kita simak bersama dari buku Ada apa dengan remaja sub pembahasan perlu usaha untuk mendekati anak remaja kita yang tentunya kita tidak menunggu ya mereka untuk mendekati Kita sebagai orang tua mudah-mudahan jadi pertemuan yang bermanfaat ilmu yang bermanfaat bagi kita semua dan Allah mudahkan bagi kita sebagai orang tua untuk mendirikan anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah demikian kami undur diri dan mudah-mudahan di kesempatan setelah saya akan datang kita bisa melanjutkan pembahasan Parenting ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *