Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja lailuha Kana hariha laa yaziguan habadi illa Khalik sungguh aku telah tinggalkan kalian di atas petunjuk yang putih bersih ya yang sangat jelas kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja 100 poin 1 FM dan Radio Rodja Bandung 14.3 FM dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya Sunda Para pendengar dan pemirsa TV dimanapun anda berada TV saluran di bawah Alquran dan kajian Islam bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dimanapun Antum berada di kesempatan pagi hari ini kembali kami akan hadirkan di ruang dengar anda satu kajian ilmiah yang membahas kita pawaidul Fawaid buah karya dari seekor Islam Ibnu qayyim Al jauziyah Alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau saat ini yang berada di Kendari sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah ini kajiannya penuh dengan manfaat ini kami sampaikan kepada Anda semuanya setelah kajian disampaikan oleh Beliau kami membuka sesi interaktif saja bagi Antum yang ingin bertanya secara langsung bisa 18236543 ataupun Anton dapat bertanya 081983 kita akan simak bersama kajian ini dan kepada Ustad kami persilahkan validata fadhol maskoran Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan pemerhati dan pendengar setia Radio raja dan raja TV dimanapun Antum berada Barakallah fiikum kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas semua limpahan nikmat dan karunianya di pagi hari ini kita dipertemukan kembali di dalam pengajian ilmiah melanjutkan pembahasan kitab yang sangat bermanfaat [Musik] pembahasan yang beliau bawakan merupakan petikan dari faedah-faedah yang merupakan hasil dari ketika menuntut ilmu ketika merenungkan ilmu yang Kemudian beliau tuangkan di dalam Kitab yang sangat bermanfaat ini untuk sekarang kita bisa membaca dan mengkajinya dengan tentu selalu memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar kita bisa memahaminya dengan benar baik masih di bagian pembahasan tentang akidah dan tauhid di pembahasan kali ini tema atau judulnya adalah dan tingkatan-tingkatan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentu saja seseorang yang bertauhid orang yang beriman dengan benar kita ketahui bersama mestinya mereka adalah orang yang paling benar dalam bersikap di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala yang paling sempurna dalam menunaikan segala perintah dan larangan Allah yang paling benar dalam menyikapi semua ketentuan yang Allah berlakukan bagi mereka Bukankah dengan iman mereka ya mereka meraih kedudukan dengan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala tingkatan yang sangat tinggi dalam Islam Kepada Allah sebagai rob yang ini merupakan ciri seseorang hamba yang sempurna imannya sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam Hadits Shahih riwayat Imam muslim akan merasakan kenikmatan iman orang yang ridho Kepada Allah sebagai rabbnya sebagai sembahan satu-satunya sebagai tempat dia mengembalikan segala urusannya tempat dia bersandar dalam semua hajat dan kebutuhannya Ridho kepada Islam sebagai agamanya dan Ridho kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai rasulnya maka dia ridho terhadap segala perintah dan larangan Allah dia ridho terhadap segala ketentuan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlakukan dalam takdirnya karena dia yakin semua yang Allah pilihkan pasti itu yang terbaik dan untuk kemaslahatan bagi hamba-hambanya sementara di Ridho dalam keadaan ketika dia uji dia diuji maka dia bersabar ketika dia mendapatkan nikmat maka dia selalu mensyukuri nikmat tersebut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Nah inilah menunaikan semua tingkatan-tingkatan dalam diri kepada Allah inilah hamba yang paling sempurna imannya ingin membahas tentang masalah ini dalam pembahasan kali ini Di dalam kitab ubudiyah ini agar kita bisa memahaminya dan mengetahui sifat yang menunjukkan keimanan benar keimanan yang benar yang ada pada diri seorang hamba beliau rahimahullah ta’ala berkata lillahi Subhanallah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberlakukan bagi hambanya perintah yang Allah perintahkan kepadanya ketentuan takdir yang Allah takdirkan bagi hamba tersebut serta nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka seorang hamba dalam kehidupannya tidak bisa lepas dari tiga hal ini dari tiga hal ini dan ketentuan itu ada dua macam ada masa yang Allah limpahkan baginya ada juga maayib celaan-celakaan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan hamba ini akan melakukannya dan hamba ini wajib untuk menunaikan ubudiyah penghambaan diri kepada Allah dalam semua tingkatan-tingkatan ini yakni jamaah sekalian rahimakumullah kita tahu manusia kalau seandainya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlakukan untuknya satu keadaan maka ini menjadikan dia tidak teruji dalam penghambaan dirinya kepada Allah contoh misalnya seseorang yang hidupnya diberikan kesenangan terus nikmat tersebut nikmat Terus mungkin dia akan bersyukur Mungkin dia akan menggunakan nikmat tersebut di jalan-jalan kebaikan tapi Dia hanya bisa melaksanakan ibadah dalam satu keadaan saja yaitu ketika Senang saja bagaimana ketika Dalam keadaan susah dalam keadaan mendapatkan musibah dalam keadaan rezekinya sempit Apakah dia tetap bisa bersangka baik kepada Allah beribadah kepada Allah tetap semangat dalam berpegang teguh dengan agamanya jawabannya tentu tidak semua orang bisa melaksanakan hal itu ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala ingin menyempurnakan ubudiyah penghambaan diri seorang hamba yang dipilihnya maka Allah akan mengujinya dengan berbagai macam keadaan dan disitu dilihat penghambaan diri hamba ini tidak hanya dalam satu keadaan tapi dalam semua keadaan dia selalu menampakan sikap yang baik biasa selalu mengamalkan konsekuensi Iman konsekuensi tauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala cuma Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Alquran ketika menguji menyebutkan keburukan sebagian hamba Allah sebagian manusia ada orang-orang yang beribadah kepada Allah tidak masuk Islam secara keseluruhan memilih-milih sesuai dengan keinginan kalau dia mendapatkan Kebaikan dia merasakan Islam ada untungnya dia pun tenang menjalankan Islam tapi kalau dia mendapatkan fitnah atau cobaan hal-hal yang tidak disukainya dia pun berpaling meninggalkan Islam di belakangnya memalingkan wajahnya dari Islam inilah orang yang rugi dunia dan akhirat Dan inilah kerugian yang nyata jadi Subhanallah ada hikmah yang sangat besar Kenapa Allah memberikan manusia kondisi yang seperti ini Kenapa tidak selalu Allah jadikan manusia Senang saja nikmat saja atau Kenapa Allah kadang-kadang menguji hambanya yang beriman dengan dijadikan sehingga dia terjerumus ke dalam perbuatan dosa meskipun setelah itu Allah segera menolongnya memberikan Taufik untuk dia bertobat menyesali perbuatan dosanya Kenapa tidak hamba ini dijaga terus untuk selalu baik-baik saja ada hikmah yang besar dibalik semua ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menyebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh dalam rahimahullah ta’ala hadis ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda lalu Seandainya kalian tidak berbuat dosa maka aku sungguh khawatir kalian ditimpa keburukan atau perbuatan yang lebih parah dibandingkan dosa itu sendiri yaitu penyakit Al ujub bangga atau kagum terhadap diri sendiri penyakit kagum atau bangga terhadap diri sendiri ya orang kalau seandainya dia ditakdirkan tidak berdosa terjaga terus dia akan menganggap dirinya hebat dia akan duduk menisbatkan diri menisbatkan Taufik tersebut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki hikmah yang maha sempurna ketika menjadikan hamba-hambanya selalu berbolak-balik dalam keadaan ini baik kita lihat Beliau berkata tahu hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling mengenal penghambaan diri kepada Allah hak penghambaan diri kepada Allah dalam semua tingkatan-tingkatan ini dalam semua keadaan-keadaan ini kemudian dia menunaikannya dengan sebenar-benar penunaian inilah hamba yang paling dekat kedudukannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala yang paling dekat ya ini paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan hamba yang paling orang yang paling dekat dengan Allah yang paling jauh dari Allah ya yang paling buruk dan paling jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala orang yang tidak mengetahui penghambaan diri ini ya hak penghambaan diri ini pada semua tingkatan-tingkatan tersebut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang shahih disebutkan ketika beliau melihat sesuatu yang beliau sukai mengucapkan dzikir apa Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang dengan nikmatnya sempurnalah kebaikan-kebaikan kalau melihat-lihat sesuatu melihat sesuatu yang beliau tidak sukai tetap memuji Allah Alhamdulillah bukan dalam satu keadaan saja tapi dalam semua keadaan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlakukan bagi kita maka penghambaan diri kepada Allah di hadapan perintahnya adalah berusaha melaksanakannya dengan ikhlas dan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana dalam larangan Allah adalah menjauhinya Karena rasa takut kepada Allah mengagungkan dan karena kecintaan kepadanya ini sikap yang benar dihadapan perintah dan larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita harus menjauhinya karena takut ancaman azab Allah untuk larangan-larangan Allah juga dalam rangka kita mengagungkan dan mencintainya jadi kondisi menghadapi perintah dan larangan Allah kita sikapi seperti itu penghambaan diri kepada Allah ketika dia menakdirkan terjadinya musibah bersabar menghadapinya kemudian meridhoinya bersabar artinya menahan diri menerima musibah tersebut meskipun terasa Masih berat di hati kita bersabar kita kemudian meridainya sudah lebih tinggi tingkatannya karena ini tingkatan lebih tinggi dibandingkan sabar kemudian mensyukuri adanya musibah tersebut dan ini lebih tinggi dibandingkan Bagaimana kita bisa mensyukuri musibah Bagaimana caranya kita bersyukur musibah kalau kita merenungkan Allah yang menakdirkan musibah ini dialah yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan kebaikannya Maha Sempurna Rahmat kasih sayangnya Maha Sempurna pemberian karunia bagi hamba-hambanya Maha Sempurna kecintaannya kepada hamba-hamba yang beriman Maha Sempurna hikmahnya menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya juga maha sempurna maka dengan apa kita akan protes kalau kita merenungkan sifat-sifat kesempurnaan Allah ini pasti kita akan mensyukurinya dan meyakini apa yang Allah timpakan bagi kita lebih baik daripada apa yang kita pilih untuk diri kita sendiri dan mensyukuri mensyukuri musibah ini hanyalah bisa dilakukan oleh seorang hamba jika benar-benar kecintaan kepada Allah di dalam hatinya telah kuat imannya benar-benar kuat dan sempurna dan ketika hamba mengetahui pilihan Allah yang terbaik untuknya serta kebaikan-kebaikan yang Allah berikan untuknya kelembutannya limpahan kebaikannya dengan musibah yang Allah timpakan meskipun dia sendiri tidak menyukai musibah tersebut karena dia memikirkan akibat yang baik dari terjadinya dari para ulama perkara yang kita tidak sukai bisa kita lakukan kepada orang yang paling kita sayangi kalau itu berhubungan dengan pilihan atau waktu kita menyerahkan satu urusan kepada orang yang kita anggap punya keahlian punya anak yang kita sayangi kita bawa ke dokter ahli dokter yang memutuskan anak ini harus dioperasi bedah untuk mengeluarkan penyakit dari tubuhnya misalnya orang Ayah atau seorang ibu tidak akan mungkin mau melukai anaknya apalagi sampai dibelah misalnya di bedah perutnya tapi kita pikir ini ah yang melakukannya dan kita tahu anak tersebut akan tersakiti nantinya bagaimanapun juga akan ada bekas sakitnya tapi kita lakukan dengan sukarela bahkan kita memberikan upah kita bayar mahal untuk untuk pengobatan tersebut ya karena kita memandang kemaslahatannya lebih besar daripada sakit yang akan diderita oleh anak ini ini bisa kita perlakukan untuk manusia apalagi Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Sempurna pilihannya Maha Mengetahui akibat dari segala sesuatu belum tentu diagnosanya itu belum tentu dia juga bisa mengeluarkan penyakit tersebut atau belum tentu nanti bisa terjadi kesembuhan yang diharapkan kalau ini saya kita lakukan bahkan nanti Kita berterima kasih kepada dokter tersebut maka kita sudah bayar dia sudah menyakiti anak kita dengan bedah tadi karena kita pikirkan kemaslahatannya kita keluarkan biaya besar bahkan kita mengucapkan terima kasih kepadanya Subhanallah ini bisa berlaku untuk manusia Allah subhanahu wa ta’ala yang sifat-sifatnya Maha Sempurna pilihannya tidak mungkin keliru bagi kemaslahatan hamba-hambanya baik Adapun Bagaimana penghambaan diri kita kepada Allah [Musik] ketika dia menunaikan atau menakdirkan seorang hamba melakukan perbuatan-perbuatan buruk perbuatan-perbuatan dosa bertobat dari perbuatan dosa tersebut bertobat dari perbuatan dosa tersebut melepaskan diri darinya serta memberhentikan diri pada kedudukan pada keadaan i’tidar selalu meminta pengampunan kepada Allah penuh dengan kekurangan dan kelemahan dengan hamba ini meyakini bahwa tidak ada yang bisa mengangkat keburukan dosa tersebut kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Tepuk tangan] tidak ada yang bisa menjaga seorang hamba dari keburukan dosa selain Allah dan bahwasanya jika dosa itu terus-menerus ada pada dirinya maka itu akan menjauhkannya dari kedekatan dengan Allah akan menjadikan dia dijauhkan dari pintu Allah pintu pengampunannya maka hamba ini memandang dosa tersebut termasuk keburukan besar yang tidak bisa dihilangkan kecuali oleh Allah Allah subhanahu wa ta’ala semata-mata ini memandang keburukan dosa tersebut lebih besar daripada keburukan atau penyakit yang menimpa menimpa badan manusia maka ini ubudiyah penghampaan diri ketika menghadapi dosa-dosa yang kita lakukan kita harus segera bertobat merasa diri kita kurang selalu memohon pengampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala merasakan diri kita ya takut miskin jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita selalu berusaha untuk mencari pengampunan pemanfaatan dari Allah subhanahu wa ta’ala maka inilah penghambaan diri yang sempurna ketika seorang hamba menghadapi ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala bahwa dirinya melakukan perbuatan dosa dan maksiat bahwa maka dalam keadaan ini berarti seorang hamba berlindung kepada Allah dari dengan keridhoannya dari kemurkaannya dengan pemaafannya dari siksaannya berlindung kepada Allah dengan niat itu ternyata makna dari doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Imam muslim Allahumma Al Fatih hadis yang shahih Ya Allah Sesungguhnya aku berlindung kepadamu Aku berlindung dengan keridhaanmu dari kemurkaanmu Aku berlindung dengan pemaafanmu dari siksaanmu dan aku berlindung kepadamu darimu mengetahui tidak ada tempat menarik kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena apa yang kita takutkan hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang menyelamatkan kita darinya dosa-dosa hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang bisa mengampuninya bisa membersihkan diri kita darinya Oleh karena itu dengan ini seorang hamba akan selalu berlindung kepada Allah dari kemurkaannya semua kembalinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] seorang hamba akan meminta pertolongan dan selalu bersandar hanya kepada Allah dengan hamba ini meyakini Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala membiarkan dirinya berlepas diri darinya dan membiarkan antara dirinya dengan nafsunya maka di sisinya ada yang semisal itu bahkan lebih buruk dibandingkan itu dan bahwasanya tidak ada jalan bagi seorang hamba untuk melepaskan diri dari keburukan tersebut serta bertobat darinya kecuali dengan Taufik dan pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala kebaikan tersebut ada di tangan Allah semata-mata bukan di tangan hambanya Masya Allah ini merupakan faedah yang sangat berharga tentang bagaimana mewujudkan tauhid yang sesungguhnya kalau kita menyikapi dengan benar sebuah keadaan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadikan kita berbolak-balik di dalamnya dan kalau kita harus bersikap dengan benar dengan sebab inilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menyempurnakan Taufik kebaikannya bagi bagi hamba ini kita ingat hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menyebutkan seorang mukmin ketika menghadapkan mendapati kesenangan dia bersyukur waktu dia menghadapi hal-hal yang tidak disukainya dia Bersabar ya maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan di hadits ini tidak ada seorangpun yang bisa meraih hal tersebut kecuali hanya orang yang beriman saja Oleh karena itu dengan bekal iman kita mengamalkan dan bersikap dengan benar menempatkan ubudiyah dalam setiap hal-hal yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan bagi kita baik itu dalam hal yang berhubungan dengan perintah dan larangan dalam syariatnya ketentuan takdirnya dan ketentuan berupa dosa-dosa yang dilakukan oleh seorang bagaimana kita bersikap dengan benar yang sesuai dengan mudah-mudahan apa yang kita baca dari keterangan yang disampaikan oleh Imam Ibnu qayyim bermanfaat untuk semakin menguatkan keimanan dan tauhid kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Insyaallah ada kelanjutan pembahasan dari keterangan beliau disini kita akan bawakan di kesempatan berikutnya sekarang kita Beri waktu bagi Antum yang ingin bertanya untuk Ya silahkan disampaikan pertanyaannya Barakallah fiikum Sallallahu Wasallam wabarakallah [Musik] Antum sampaikan di kesempatan pagi hari ini kata Islam telah kita simak bersama satu pembahasan pasal 10 tentang hak dan tingkatan penghambaan diri dari kita Fadel Fawaid yang telah disampaikan oleh Ustadz Abdul Taslim MH abdullahu ta’ala satu kajian materi yang sangat bermanfaat bagi kita untuk kita pahami bersama dan selanjutnya bagi Antum yang ingin bertanya bisa mau mengambil langsung di 021 8236543 Ya silahkan [Tepuk tangan] Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana [Musik] dengan siapa Ibu memaafkan Ibu Idar yang saya tanyakan Ustadz bagaimana menyikapi orang yang benci sama kita terus dia datang meminta tolong sama kita Apakah kita harus lakukan Ustadz kalau saya mau nolong dia cuma ikut maunya Ustad Kalau ada maunya dia baik Kalau setelah maunya dipenuhi ia akan marah lagi Ustad dan itu sering terjadi apa yang saya lakukan pertanyaannya dan kepada Ustad kami persilakan untuk menjawab silakan ustad Barakallah yang ada di Sulawesi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi Beliau juga bagi keluarga dan kita semua ya menyikapi yang seperti ini tentu kita tidak boleh menyikapi dengan membalas keburukan dengan keburukan sebagai orang yang beriman kita diperintahkan di dalam Alquran dengan cara yang lebih baik ya kita membalas keburukannya dengan yang baik karena ketika dia berbuat buruk itu dosa yang akan ditanggungnya sendiri kita diperintahkan Tetapi kalau kita bisa nasehati nasehati kita bisa dekati dia dengan cara lemah lembut kalau dia minta pertolongan kita tolong Bahkan dia tidak minta pun kita tawarkan pertolongan kepadanya karena dengan sebab ini kita berarti membantu dia untuk memadamkan permusuhan dengan kita ketika dia melihat mungkin pertama dia belum tergerak hatinya mungkin kedua kali dia sadar Insya Allah karena dia melihat orang yang dia jahatin ternyata membalasnya dengan kebaikan jadi kita ikuti perintah Allah subhanahu wa ta’ala yang menyuruh kita untuk menolak keburukan dengan cara yang baik bukan membalas keburukan dengan keburukan makanya kita berusaha untuk menolong dia kita berusaha untuk menundukkan hawa nafsu kita di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dengan berbuat baik kepada orang yang melakukan keburukan kepada kita maka tentu ini memiliki nilai keutamaan dan pahala yang sangat besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampaikan Ustaz dan kita angkat kembali pertanyaan berikutnya Wali telepon di 02182365436 silahkan baik terputus masih Kami tunggu kembali bagi Anda yang ingin bertanya Anda dapat bertanya pula melalui chat wa di 0819896543 baik kita masih mulai telepon di 02182365436 silakan Halo Assalamualaikum Ustadz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana di rumah saya kan ada alquran sudah pabrik-sobek ya ustad terus Apakah diperbolehkan kita membakarnya dengan cara menyobeknya lembar-lembar baru dibakar begitu Pak Ustad Apakah diperbolehkan atau tidak mohon penjelasannya ya terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sangat baik dari umma Abdurrahman tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahannya bagi beliau dan juga untuk kita semua kalau ada Alquran yang kondisinya seperti itu dilihat dulu apakah sobek-sobekannya itu tidak menjadikan Dia kemudian berubah Hurufnya hilang misalnya atau sampai tidak bisa dibaca kembali kalau cuma sobeknya di samping atau sebelah kiri dan kanan dan tetap utuh tulisannya bisa dibaca maka sebaiknya kita perbaiki saja mungkin kita kasih kita berikan isolasi atau selotip atau yang lainnya ya kita perbaiki supaya bisa baik kembali kita berikan sampul kembali kalau bisa kita gunakan untuk dibaca atau kita berikan kepada orang yang membutuhkannya maka lebih baik supaya tidak ter sia-sia cetakan Alquran tersebut kecuali kalau sudah robeknya parah sudah hilang halamannya atau sudah hilang apa ini lembaran-lembarannya sudah robek-robek sehingga tidak bisa lagi dibaca susah untuk dibaca kembali ya maka yang seperti ini supaya nanti tidak menjadikan orang salah membacanya tidak apa-apa kita musnahkan ya Kita bakar semua tidak mesti satu persatu dibakar sekaligus juga tidak mengapa yang penting supaya hilang dan orang tidak menggunakannya untuk dibaca sehingga dia salah membaca karena ada bagian-bagian tulisan yang hilang begitu Jadi kita periksa keadaan tadi ya tentu kalau bisa kita manfaatkan misalnya sebagian halamannya hilang lembar berapa yang hilang kita bisa mungkin fotocopy dari Quran yang lain baru kita tambahkan maka tidak mengapa Ya seperti ini agar tetap bisa dibaca tapi kalau sudah rusak sama sekali di tengah-tengahnya sudah misalnya bolong-bolong sehingga huruf-hurufnya sebagian hilang maka tidak mengapa untuk kita bakar supaya tidak menjadi sebab orang lain membacanya dalam keadaan salah Barakallah namun satu Fit Barakallah jazakumullah pertanyaan berikutnya kembali kami angkat mulai telepon di 021 82365436 silahkan baik terputus Kami tunggu kembali bagi Anda yang ingin bertanya di 021 8236543 atau bahkan Anda ada pertanyaan dapat kirimkan pertanyaan anda melalui chat wa di 0819896543 nah silahkan ya Ibu saat yang saya tanyakan masalahnya Orangnya sudah sering memperlakukan kami seperti itu Ustad semenjak Ibu saya masih hidup juga diperlakukan seperti itu tadi saya mungkin sebagai manusia juga kan merasa sudah tidak dihargai lagi Ustad jadi saya mau mengambil sikap untuk tidak menolong lain untuk memberikan pelajaran sama beliau tidak memperlakukan orang seperti itu Terima kasih banyak Ibu dan bertanggung jawab Barakallah fiik pertanyaan Baik saya dari Ibu tadi Ibu Ida tadi ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala a senantiasa memberikan kebaikan dan keberkahan bagi beliau dan juga untuk kita semua ia meskipun dia memperlakukan kita berkali-kali Ibu Ya selama itu hanya urusan dunia saja dan alhamdulillah tidak mengurangi kebaikan agama kita tetap perintah asalnya kita diperintahkan untuk telah berbuat baik kepada orang yang seperti ini Aisyah radhiyallahu ta’ala anha berkata mantaqomah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah membalas dendam karena kepentingan pribadi beliau hal-hal yang dilanggar dari urusan pribadi beliau Shallallahu Alaihi Wasallam tapi yang beliau menjadikan beliau marah adalah ketika dilanggar batasan-batasan syariat Allah Kemudian beliau marah karena Allah kalau sudah terjadi beliau orang ini melakukan perbuatan buruk bagi ibu kemudian sebelumnya bagi orang tua juga Maka kalau kita ingin nasihati dia boleh kita nasehati dengan cara yang baik mungkin lebih baik kalau kita tetap membantu dia Setelah itu kita sampaikan kepadanya dengan cara yang baik kita sudah bisa pegang hatinya karena kita berbuat baik kepadanya tetap meskipun dia melakukan keburukan kita nasehati Setelah itu kita katakan mohon maaf mungkin ya ada hal-hal yang ibu lakukan kepada kami Ibu tidak sadar mungkin bahwa Itu menyakiti hati kami tolong jangan diulang lagi ya alhamdulillah kita sebagai semua muslim bersaudara saling tolong -menolong jika ada kebutuhan-kebutuhan seperti ini Tapi tolong nanti ada hal-hal yang mungkin ibu lakukan tanpa sadar menyakiti kami tolong jangan dilakukan lagi mudah-mudahan dengan cara seperti ini terbuka hatinya dan dia merasa malu supaya setelah itu dia akan menjaga sikapnya terhadap kaum muslimin yang lainnya yang telah diberikan kepada Ibu Idar mudah-mudahan beliau bisa memahami jawabannya telah disampaikan oleh Ustadz dan diberikan kesabaran atas apa yang menimpa beliau Barakallah berikutnya di 0218236543 baik masih terputus Kami tunggu kembali 0218236543 Dan juga anda dapat saya kirimkan pertanyaan mengenai chat wa di 081983 untuk anda ingin semua yang bertanya tentang pembahasan telah disampaikan oleh Beliau di kesempatan pagi hari ini dalam Kitab Fawaid yang membahas tentang hak dan tingkat dan tingkatan keamanan seorang hamba penambahan seorang hamba tapi kita angkat dan telepon yang sudah masuk silahkan Ya silakan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana [Musik] yang saya mau tanyakan ini mengenai kegundahan saya ya Ustad kebetulan Ustadz anak saya kan bekerjanya di Bali bekerja di Bali Kebetulan teman-temannya juga di sekitarnya tuh tidak ada yang muslim yang bikin Saya khawatir Itu Bagaimana ya supaya saya bisa tenang karena saya khawatir anak saya tuh terpengaruh [Tepuk tangan] agamanya gitu Karena kan seperti yang katanya seseorang itu tergantung agama temannya gitu jadi kepikiran terus sama saya jadi saya anak ibu laki-laki baik Terima kasih Bapak pertanyaannya cukup bu ya Terima kasih ilmu pipi atas pertanyaannya dan kepada Ustad kami pesankan untuk menjawab silahkan ustad Barakallah sangat baik sekali dari ibu yang ada di Cimahi tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga beliau dalam kebaikan juga kepada anaknya tadi dan bagi kita semua ya kondisi seperti ini memang pantas jika seorang ibu mengkhawatirkan Karena bagaimanapun bekerja di tempat yang Apalagi kita tahu ya tempat yang banyak kemungkinan akan bisa memberikan pengaruh keburukan bagi anak tersebut teman-teman di sekitarnya juga seperti itu keadaannya bisa lakukan sekarang banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sungguh-sungguh agar dijaga ibu dan keluarga termasuk anak ini juga dalam pekerjaannya tetapi yang halal dan pertemanannya tetap membawa dia kepada kebaikan kemudian tetap dikontrol dan berusaha dinasehati anak tersebut ibu kan pastinya punya kedekatan dengan anak ini nasehati dia Untuk tetap menjaga salat lima waktunya menjaga teman-teman pergaulan yang baik menghindari pekerjaan-pekerjaan yang bisa membawa atau menyeret dia kepada hal-hal yang menyimpang dari agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau bisa dia sambil berusaha mencari pekerjaan di tempat yang mungkin lebih bisa dikontrol oleh ibu dan keluarganya mungkin lebih dekat ya dibandingkan tempat yang jauh tersebut maka berdoalah kepada Allah dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan pengamalan doa ini dan menjadi sebab kebaikan bagi ibu dan anak tersebut jadi tetap kita ibu sebagai ibunya berdoa dan tidak tahu doa orang tua terhadap anaknya itu akan mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan tetap berusaha menasehatinya dengan cara yang baik untuk bisa menjaga dirinya atau bahkan mencari pekerjaan yang lebih lebih baik dan lebih mudah untuk diawasinya Barakallah jazakumullah kita angkat kembali pertanyaan mulai telepon di 02182365436 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana ya itu Maya di Jakarta Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh saya mau bertanya Kalau perempuan itu kan kalau sudah menikah maka ketaatannya berpindah ke pada suami Lalu bagaimana dengan orang yang anaknya perempuan semua ustad berarti nggak ada yang berbakti kepada dia Nah itu Bagaimana itu Ustaz mohon penjelasannya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Iya Barakallah fiikum pertanyaan yang sangat baik saya dari Ibu tadi ibu Maya kalau tidak Saleh tidak salah tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi beliau dan bagi kita semua ya ketika dikatakan ketaatannya itu kepada suaminya menjadi lebih besar dibandingkan ketaatan kepada yang lain bukan berarti hilang kewajiban Dia berbuat baik kepada orang tuanya tetapi berbuat baik kepada orang tuanya tetap dia bisa minta izin kepada suaminya Untuk tetap menjaga orang tuanya apalagi kalau ada orang tua yang mungkin orang tuanya sudah sudah tua tinggal sendiri bisa diminta izin kepada suaminya untuk mengajak orang tuanya tinggal bersama mereka juga boleh tidak berarti dengan itu dia tidak berbakti kepada orang tuanya demikian pula anak-anaknya yang lain ya anak-anak perempuan yang lain tetapi perintahkan dia untuk berbuat baik berbakti kepada ibunya dan tentu tidak bertentangan dengan keinginan suami dan biasanya suami yang baik suami yang beriman tidak akan menghalangi istrinya untuk berbuat baik kepada orang tuanya sebagaimana dia juga berbuat baik kepada orang tuanya sendiri tetap menyambut mendukung mereka dalam mendukung keluarganya dalam menjalin hubungan silaturahim dengan anggota keluarga yang lain Misalnya dengan saudara-saudaranya dan yang lainnya Ya pasti suaminya akan mendukung hal ini jadi tidak mesti itu menghilangkan apa ini tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya karena hal ini tapi syariatkan dengan tentu berusaha meminta izin kepada suami dan menjadikan hal tersebut tidak bertentangan dengan pelayanannya kepada para suaminya nah Barakallah jazakumullah melalui pesan singkat ustad-usat mohon dijelaskan bahwasanya rasulullah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa memberikan uzur kepada saudara kita yang berbuat salah ataupun yang telah melakukan pelanggaran Bagaimanakah dengan orang yang telah diberikan nasehat telah diberitahukan kesalahannya akan tetapi dia tetap melakukannya ataupun tidak memperhatikan nasihat tersebut Apakah tetap kita memberikan uzur kepadanya Ustadz dengan tetap memaafkan ataupun mencari sebab kesalahan yang dia lakukan alasannya Seperti apa Ustaz manusia memberikan penjelasan Ustaz Barakallah fiikum bertanya sangat baik sekali dari beliau yang bertanya tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan keberkahan dan taufiknya bagi beliau dan bagi kita semua ya Rasulullah SAW senantiasa memberikan uzur bersamaan dengan itu beliau tetap menasehati menegur juga kadang-kadang ya asalnya menegur dengan lemah lembut tapi ketika dibutuhkan beliau menegur dengan keras apalagi ketika berhubungan dengan pelanggaran-pelanggaran dalam urusan agama jadi tidak tidak seperti tidak setiap saat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian membiarkan orang tersebut tidak kadang-kadang ditegur dengan keras dan itu termasuk memberi Udur kepada dia karena kalau ketika kita menasihat saudara kita kalau kita merasa dengan kelemahan-lembutan berkali-kali tidak mempan maka kita harus tingkatkan kita ingat ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menegur tiga orang sahabat yang tidak ikut Perang Tabuk ya kabin Malik kemudian Hilal Ibnu Umayyah dan satu lagi radhiyallahu ta’ala Anhu Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sampai membuat mereka tidak mengajak bicara mereka memerintahkan kaum pemimpin tidak menegur mereka selama sampai 40 hari selama itu ya Beliau menyuruh kaum muslimin tidak menegur mereka artinya kadang-kadang dibutuhkan yang seperti ini ada seorang yang kita nasehati sekali dua kali ya kita masih lemah lembut kita masih berusaha untuk menerima alasannya tapi ketika dia lakukan terus apalagi ini menyangkut pelanggaran agama sesuatu yang tidak pantas dilakukan ya Dan kita perkirakan tidak ada uzur yang memang benar dari dia maka tidak mengapa kalau kita merupakan bagian dari kita berusaha menasehati saudara kita agar dia berubah kita bersikap lebih tegas kita nasehati dengan cara yang lebih keras atau bahkan kita bisa melakukan teguran dengan cara yang lebih keras supaya Membekas pada dirinya maka ini termasuk perkara yang diperbolehkan apalagi khususnya kalau orang ini termasuk menghormati kita atau segan kepada kita maka bisa kita lakukan dengan teguran yang lebih keras supaya ini bisa berefek pada diri orang tersebut agar dia mau merubah keburukan-keburukannya tadi bukan berarti kita memberi uzur lantas kita biarkan orang tersebut kita terus melakukan nasehat tapi kemudian ketika dia melanggar lagi kita hanya membiarkan dia tidak kita tetap tingkatkan nasehat tersebut Kalau perlu kita bisa bersikap tidak menegur dia sekedar untuk mengingatkan kepada dia bahwa perbuatan buruk tersebut yang dilakukannya adalah perbuatan yang membuat kita tidak senang kepada kepada orang tersebut artinya supaya dia menyadari dan bisa meninggalkan kesalahan tadi Mungkin dengan cara yang lebih tegas atau lebih keras kita nasehati mudah-mudahan mempan bagi orang tersebut nah Barakallah jazakumullah dan kita angkat satu pertanyaan terakhir satu kesempatan pagi hari ini mulai telepon di 021 823 6543 6 silahkan Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kalau anak saya kerja di bank haram apa halal nomor 2 itu kalau untuk sholat subuh yang lain sunah-sunahnya itu duduknya Bagaimana yang terakhir terakhir duduknya Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Haram atau berdosakah anaknya yang bekerja di bank Barakallah fiikum pertanyaan yang sangat baik dari ibu ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah senantiasa memudahkan beliau dalam dalam kebaikan ya kita ketahui lembaga-lembaga yang mempraktekkan pinjam meminjam dalam bentuk riba ini ya tidak boleh kita bekerja di tempat-tempat tersebut ya tidak boleh kita tolong-menolong dalam baik dengan bekerja di tempat tersebut ya karena ini termasuk bagian dari tolong-menolong dalam keburukan dan perbuatan maksiat yang tentu dilarang di dalam di dalam agama kita kita berikan nasihat yang baik kepadanya Semoga dia bisa berusaha untuk mencari pekerjaan lain yang lebih Yang lebih baik di sisi allah subhanahu wa ta’ala Kemudian yang kedua tadi Kalau tidak salah dengar mengenai cara duduk ketika salat subuh atau salat yang dua rakaat saja atau yang sekali tak lihat saja maka ini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama ya yang kita ketahui ada yang mengatakan bahwa duduknya adalah seperti duduk tahiyat akhir karena itu juga adalah tahiyat yang terakhir satu tahiyat akhir Ada pendapat yang mengatakan itu duduknya seperti tahiyat yang pertama dan ini pendapat yang dikuatkan di dalam mazhab Imam Ahmad terdapat ini juga yang dikuatkan oleh Syekh Albani rahimahullah ta’ala dengan eh mengambil dalil bahwa inilah yang sesuai dengan eee dhohir atau tekstual dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Maka insya Allah ini merupakan pendapat yang lebih kuat bahwa ketika kita melaksanakan salat subuh atau salat dua rakaat yang sekali saja tahiyatnya maka kita lakukan duduk adalah Duduk seperti tahiyat awal yaitu duduk iftirasy ini yang Insyaallah pendapat yang lebih kuat yang lebih dekat dengan dalil dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Barakallah fiikum inilah pertanyaan yang terakhir dan jawaban dari pertemuan kita di pertanyaan yang terakhir di ke pertemuan kita kali ini Semoga semua apa yang kita bahas dan pertanyaan-pertanyaan yang kita jawab menjadi bekal kebaikan untuk dunia dan akhirat kita dan mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kami cukupkan Sallallahu [Musik] wasallammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh jazakumullah Khairan wabarakallah materi yang telah kami sampaikan di kesempatan pagi hari ini dan juga waktu yang telah memberikan setelah jaman-jaman yang telah Antum sampaikan kepada kami semua kami ucapkan terima kasih banyak jejakmullah Khairan wabarakallah fiikum Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga Antum dan keluarga Antum di sana serta meluaskan keilmuan Antum sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama Antum Insya Allah Allahumma Amin tak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kontrakan kami ke Raja Cileungsi dan juga keroraja Kendari atas kerjasamanya dan juga pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala acara dalam berjalan dengan lancar dan juga untuk Anda semuanya para pemerhati Roja pendengar Rodja dan pemirsa Roja di manapun Antum berada yang telah bersama kami dari awal hingga akhir mengikuti kajian ini kami mengucapkan terima kasih banyak [Musik] keasaman Anda nantikan kembali kajian beliau Insyaallah Pada hari Kamis yang akan datang untuk kita ikuti kelanjutan pembahasan kita fawaidul Fawaid buah karya dari Al Hafidz Ibnu Hajar Ibnu qayyim Al jauziyah dan akhir kalam kami sampaikan kepada Anda semuanya untuk tetap menjaga kesehatan dan selamat beraktifitas sebagai Anda semuanya semoga Allah memudahkan aktivitas anda dan menjaga Anda semuanya Barakallah fiikum Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *