Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. – Faedah Sejarah Islam

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya Sunda Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu Wassalamualaikum anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini kita dapat kembali dan kita akan ikuti bersama kajian ilmiah yang disiarkan secara langsung dari pembahasan faedah-kaidah Sejarah Islam yang akan disampaikan oleh Ustad Dr Ali Musri samjan Putera Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau yang berada di Pekanbaru Riau dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya perihal pembahasan kita di kesempatan pagi ini anda bisa bertanya baik melalui Layanan Telepon ataupun mengirimkan pertanyaan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada luissan kami persilahkan toilet Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah sholatu Wasallam kembali di pagi Jumat ini di hari yang penuh berkah ini kita dimudahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari sejarah Islam yang dimana kita masih membahas tentang berbagai tujuan apa namanya dusta terhadap kita memperbanyak ungkapan Isra dan salam buat nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk Istiqomah di atas sunnahnya dan bersabar dalam mempelajari mempelajari dan mengamalkannya serta mendoakannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah kita Jelaskan kepada pertemuan-pertemuan yang berlalu bahwa menjaga kehormatan seorang muslim itu adalah kewajiban ya sesama muslim untuk menjaga kehormatan saudaranya apalagi Dia adalah seorang ulama yang telah mewariskan ya ilmu kepada umat ini tentu lebih wajib untuk dijaga kehormatan beliau dan tujuan orang-orang yang merendahkan menghinakan ya atau melecehkan kehormatan para ulama adalah yaitu untuk demi agar orang jauh daripada nasehat jauh daripada apa namanya ilmu-ilmu yang telah mewariskan yang kedua tujuannya adalah agar orang-orang yang mengambil ilmu dari ulama-ulama tersebut dicap sebagai orang-orang yang menyimpang orang-orang yang sesat dan seterusnya maka dari itu sebenarnya yang banyak tersebar di dunia islam diantara tentang adalah Islam Tamiya mewariskan sebuah kekayaan ilmiah yang luar biasa kepada umat ini dalam baik dalam bermasalah dan ilmu Apakah itu tafsir Ilmu Tafsir hadis akidah dan juga ilmu kristologi dan berbagi ilmu lainnya dalam wariskan yang boleh dibahas dengan penuh apa namanya argumentasi yang kuat penjelasannya sehingga kadang-kadang ada orang-orang yang fanatik dengan suatu pendapat ya dengan sebuah pemahaman mereka antipati atau membuat orang Bagaimana supaya lari dari penjelasan-penjelasan ilmiah yang telah wilayah kupas dalam kitab beliau maka pada kesempatan kita akan lanjutkan berbagai tujuan-tuduhan bohong atau dusta fitnah terhadap ini adalah penjelasan akan kita bahas sekarang adalah yaitu yang tujuan yang ke-16 yaitu membahas tentang bahwa Dan ini juga sering kita dengar di sebagian kelompok yang ada di nusantara ini di dalam ceramah-ceramahnya yang provokasi umat untuk membenci atau orang-orang yang mengambil faedah ilmu dari beliau yaitu mereka menuduh sistem ini adalah tulisan ini disebarkan oleh sebagian orang-orang yang merusak di dalam iman dan hatinya mengatakan bahwa menuduh seseorang pria itu mengkafirkan Ibnu Abbas dan imam-imam mazhab dalam kitabnya ini disebutkan oleh penulis yaitu yaitu kitab ini adalah penuh dengan kebohongan ya beserta penyesatan-penyesapan informasi serta kedustaan yang dia buat terhadap sel Islam ke dunia dan kitab ini juga menjadi rujukan rujukan oleh sebagian kelompok yang selama ini menyebarkan fitnah fitnah maka dalam kesempatan ini kita akan buktikan melalui ungkapan dalam berbagai kitab beliau seperti tujuan Ini adalah sebuah jelas sebuah tuduhan yang sangat kecil suatu tugas yang sangat hina sekali terhadap sebelumnya mengatakan bahwa Abbas ya kemudian juga 4 Imam mazhab cuman katanya disebutkan dalam kitab beliau bagi orang yang membaca ya sekecil kitab yang tulisan atau satu lembaran saja dari buku-buku yang beliau Tulis akan diketemukan Bagaimana beliau menghormati para ulama para sahabat nabi shallallahu alaihi wasallam yang nanti akan kita Ungkapkan apa nama kutipan dari perkataan-perkataan dan cinta aja orang yang sangat betul-betul menghargai para sahabat para ulama seperti beliau ini di dalam kitab-kitab belo akan beliau menulis sebuah kitab profil malam ini mati alam mengangkat celaan terhadap para ulama-ulama belum membela para ulama pendapat yang Keliru dari para ulama tersebut belum menjalankan alasan-alasan para ulama itu ya Kenapa mereka bisa berpendapat dengan sesuatu yang kadang-kadang menyelisihi dalil-dalil maka belum menjelaskan dalam kitab beliau mengatakan dan juga para ulama empat mazhab itu ulama Imam Imam maksudnya Abu Hanifah Malik Imam Syafi’i Muhammad penulis mengatakan sungguh rasa kedengkian kebencian hasad yang ada dalam diri seorang yang menulis sudah melampaui batasnya ya dalam penulis menyebutkan bahwa aku tidak tahu ada seseorang ulama yang dituduh dengan berbahasa itu dua seperti yang dilakukan tidak ada hal demikian kecuali dalil menunjukkan tentang era ke apa namanya muliaan beliau dan keagungan apa namanya keutamaan beliau dan juga kebesaran beliau otak kedua dan begitu komitmennya beliau di dalam setiap penjelasan ilmu yang beliau paparkan dengan memakai dalil-dalil yang dinukilkan dari para sahabat Ya baik Alquran Karim hadis-hadis dan juga terdapat para ulama Maka kalau kita mencermati akan terlihat Bagaimana beliau ketika mengupas sebuah pembahasan pasti dengan Alquran sunnah kemudian lanjut dengan penjelasan sahabat atau ayat dan hadis yang belum dijelaskan tersebut kemudian mengupas bat para imam-imam mazhab jadi ini suatu kedustaan yang begitu sangat sadis sekali Sebenarnya ya begitu berlebihan dan melampaui batas antara mereka pada hari kiamat dan Allah sebaik-baik yang memberikan keputusan lalu mengatakan peristiwa kalau bukan karena ingin menjelaskan seperti ini atau kehinaan Tuhan seperti ini sungguh kata penulis Saya tidak akan menyebutkan hal ini orang yang memilih akal percaya tentang tujuan ini apabila dia telah membaca memahami atau melihat salah satu karya Ibnu Taimiyah gimana akan percaya seseorang Apakah seseorang bisa percaya ulama tokoh atau apa namanya pimpinan apa namanya Imam mazhab yang empat itu [Tepuk tangan] dalam kitab-kitab dulu ya bisa dikatakan ribuan nukulan mungkin ya Abbas kemudian juga bisa disebutkan ratusan terutama dari Imam Abu Hanifah Imam Malik Imam Syafi’i tapi kenapa kok bisa ada orang yang menyampaikan hal seperti ini Dalam tulisannya betapa seringnya menyebutkan dan keretaan terhadap sahabat nabi walau Kana Indah mengucapkan radiallah tentang keyakinan atau pandangan para sahabat nabi setelah kita bahas pada pertemuan yang lalu seperti dalam majemuk utama jilid 3 halaman 152 dan juga dilipat yang 3 juga halaman 156 dan kecil kitab yang sederhana saja lihat akidah atau setia Bagaimana seharusnya Seseorang itu harus menjaga lisannya menghormati para sahabat menjaga Nusantara para sahabat dan seterusnya dan para sahabat nabi 3 halaman 152 tadi Beliau berkata pokok-pokok aqidah ahlussunnah adalah selama tukulu bihim selamatnya lisan mereka selamanya hati dan lisan mereka ya terhadap sahabat-sahabat nabi terhadap sahabat-sahabat Rasulullah [Tepuk tangan] [Musik] yang mengkafirkan para sahabat nabi maka beliau mengatakan diantara pokok-pokok dasar Keyakinan itu adalah orang-orang ahlussunnah itu adalah hatinya bersih terhadap sahabat Nabi SAW lisan mereka sopan dan terjaga terhadap hormat dan sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu ya lurus pandangannya Bagaimana pula dikatakan hati selamat dan lisannya juga selamat dari membicarakan keburukan sahabat apabila dia mengkafirkan tentu tidak mungkin mengatakan ketika berbicara tentang sahabat nabi Muhammad perjuangan mereka itu para sahabat nabi dengan ilmu dan pandangan yang sehat ya pengetahuan yang yang dalam dan apa yang Allah berikan kepada mereka daripada keutamaan-keutamaan ia akan tahu dengan penuh keyakinan bahwa para sahabat nabi itu adalah para nabi ya akan beliau sering menukil bahkan belum memotivasi semua kaum muslimin agar dalam beragama itu berpanutan kepada pemahaman pengamalan para sahabat nabi dan sering belum menukil Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada dan tidak akan pernah ada orang-orang seperti para sahabat nabi di dalam beriman perjuangan maksudnya setelah bahwa para sahabat nabi itu adalah manusia termulia setelah para nabi manusia yang mulai adalah sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan demikian Mulianya kedudukan sahabat dia akan mengkafirkan mereka di mana Apakah bisa diterima apakah cocok Apakah sesuai dengan perkataannya di sini menyatakan bahwa tentang hak sahabat luar negeri yang terbaik setelah para nabi dan rasul ya bahwa dia mengatakan bahwa tidak pernah akan ada manusia seperti mereka baik yang berada 20 yang akan datang apakah itu sesuai dengan tuduhan bahwa belum mengkafirkan tujuannya membuat tuduhan-tuduhan ini adalah orang lari dari apa mengamalkan nasehat penjelasan dan dari kitab-kitab menuntut ilmu satu hal yang Pernah kami buktikan sendiri ketika dalam sebuah lembaga kami diminta lembaga sebuah perguruan tinggi Islam Negeri yang pernah mengajar di sana sekitar 2 tahun ketika mahasiswa saya megang mata pelajaran mata kuliah waktu itu adalah tentang itu juga takhrij hadis maka dalam praktek terakhir kami mengajak para mahasiswa untuk ke perpustakaan dan melihat bagaimana yang selama ini juga sering difitnah-fitnah oleh orang di negeri ini kami bawa mereka mahasiswa tersebut untuk melihat bagaimana metode dalam tahlil hadits begitu luasnya penelitian yang beliau lakukan dalam sebuah hadis sebagai kitab pendapat para ulama di samping itu kami juga mengajak untuk melihat kitab suci kami mengajak para Rasulullah untuk meneliti dan mencari tuan-tuduhan yang selama ini didengar tentang tetapi Apa yang terjadi setelah semester itu kita kita tersebut disembunyikan dari perpustakaan tersebut ini suatu kenyataan ya Di mana sengaja mereka tutup informasi agar mahasiswa tidak mengetahui hakikat tentang Apa itu akan itu kami cek lagi kita perpustakaan kami masuk ya sudah tidak ada lagi buku-buku itu dipajang secara bebas atau masuknya di daerah yang bisa dilihat oleh mahasiswa untuk mengambil faedah dan pengetahuan ya dari kitab-kitab mereka tidak jujur dalam ilmu maka ini satu bukti kami melihat tetapi orang-orang kadang-kadang mengajak untuk hidup berpikir netral untuk bersikap Netral bijaksana tetapi dalam kenyataan itu tidak terbukti apalagi di kampus yang sifatnya adalah memiliki kebebasan untuk menelaah membaca tetapi sengaja mereka tutup mereka kumpul mahasiswanya untuk tidak boleh melihat kita kita para ulama yang selama ini mereka tuduh dan mereka fitnah tentu ada dua hal yang mereka cemaskan yang pertama kebohongan yang selama ini disebarkan tentang para ulama tersebut yang kedua tentu takutnya orang akan terpengaruh dengan penjelasan-penjelasan yang meninggalkan budaya ilmiah yang selama ini perhatikan kejemukan ini suatu hal-hal yang kita saksikan dan nyata dalam kehidupan kita dan bercerita tentang apa yang ada di tempat-tempat yang melalui informasi lain tapi ini adalah apa yang kami alami sendiri dan melihat bagaimana mengajak mahasiswa untuk menelaah ini ya dan akhirnya kita-kitab tersebut disimpan atau disembunyikan dan tidak diperbolehkan atau di kesempatan para mahasiswa untuk membaca mengambil faedah tersebut tidak Jiran di dalam berilmu dan membina generasi muda maka ini kita lihat ya seperti ini masih banyak dibawa-bawa disebarkan ya jadi alat pengadu domba dan provokasi antar umat di mana-mana mereka menyebarkan kebohong kebohongan tersebut demi untuk ya memfitnah sehingga dengan fitnah-fitnah ini terjadi diskriminasi terhadap lembaga-lembaga yang dicap sebagai kelompok dengan nama-nama yang mereka Sebutkan sendiri adalah ketika kami berdiskusi dengan salah satu pembohong juga ya saya katakan pembohongnya Dia bercerita tentang berbagai pengalamannya ketika dia dia mantan seorang polisi dan juga mantan teroris gitu ya kami minta bukti di kitab mana perkataan itu dia temukan inilah bukti-bukti kebohongan yang selalu dibangun membodohi umat maka di sini litam perubahan bagaimana untuk orang membenci ya dan tidak menyukai pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh dunia adalah pendapat-perapat ulama berdasarkan Alquran Hadis dan mereka beliau mencari pendapat yang lebih kuat Tujuannya adalah untuk juga bukan hanya yang dituju oleh dia adalah orang-orang yang berupaya sering menyebut faedah-faedah dalam ceramahnya ini tujuannya Sebenarnya bukan orang yang membawakan pandangan-pandangan pendapat yang anehnya negara kita ini sebagian para pengampu kepentingan tanpa ada konfirmasi tanpa ada mampus cek kebenaran-kebunaan Tuhan tersebut yang kadang-kadang mereka sudah berlevel di sisi ilmunya memiliki gelar-gelar akademik yang luar biasa kedudukan yang sulit tetapi di dalam pengembangan ilmu membaca dan konfirmasi itu sangat jauh sekali bahkan ketika mereka mengadakan seminar-seminar penelitian Penelitian mereka tidak mengkonfirmasi hasil penelitian itu kepada pihak-pihak yang dituduh Apa benar atau tidak Nah kemudian ada potongan Imam 4 mazhab pahala yaitu tidak akan mungkin ada percaya kalau seorang muslim [Musik] buku ini bohong seperti ini walaupun tidak perlu sebenarnya menjelaskan hal ini karena itu suatu jelas tidak akan mungkin ada seorang yang berakal dan beragama percaya tentang Tuhan ini bagi seorang ulama yang bukunya yang faedahnya luar biasa ingin menjelaskan tentang itu terpaksa di kupas ya walaupun hal ini sudah jelas kebohongannya kemudian kata beliau Sebenarnya saya tidak perlu mengotori perintah saya dan juga bahasanya dengan kebutuhan adalah untuk melengkapi sebagai pokok bahasan maka belum mengungkapkan tuturan tersebut apa yang dikatakan oleh seorang penduduk dalam kita berusia 100 tahun ini dituduhkan oleh pembohong ini bahwa dia mendapatkan Ibnu Tamiya mengkafirkan Ibnu Abbas dan juga 4 Imam Imam mazhabbun padahal kitab ini sudah dicetak dan sudah tersebar dan sudah ditakuti itu artinya adalah di apa namanya dia ada penelitian tentang manuskripnya boleh banyak sebenarnya ya berbagai dan sudah dilakukan dan sudah dicetak dan menyebar berbagai penjuru dunia ya di halaman berapa ada perkataan atau pendapat Ibnu Tamiya itu yang mengkafirkan Ibnu Abbas atau 4 Imam mazhab di halaman berapa kemudian padahal sebuah kitab ya tapi menulis sebuah Kitab yang menjelaskan alasan-alasan para ulama yang meninggalkan sebagian hadis dari dari pendapat mereka menjelaskan sebab adanya perbedaan para ulama dalam sebuah masalah mengkafirkan para ulama tentu akan membelanya tidak menjelaskan alasan-ala sekolah mereka menunjukkan permusuhan kepada ulama ulama dan tidak mewajibkan untuk membela ulama itu ya dia Mana Beliau berkata tentang para ulama itu maka wajib atas kaum muslimin setelah mencintai Allah dan rasulnya mencintai orang-orang beriman disebutkan dalam Alquran secara khusus para ulama yang mereka itulah pewaris para nabi yang yang dengan bintang itu kita bisa mencari pedoman ya kata beliau dia seperti bintang di malam hari ya di malam hari baik di daratan waktu lautan maka orang ketika di daratan di padang pasir dan tidak ada tanda-tanda cahaya dan gelap gulita maka orang akan mengambil arah dengan melihat posisi bintang dia harus seperti itulah para ulama yang memberi arah kepada umat mana jalan yang lurus mana jalan yang benar kaum muslimin telah sepakat tentang Hidayat tentang Hidayah yang mereka Jelaskan ilmu yang mereka kembangkan penelitian yang mereka temukan hidayahnya mereka tentang mereka adalah keilmuan mereka penjelasannya bahkan hampir-hampir tidak ada satupun masalah yang beliau bahas dalam kitab beliau kecuali di situ beliau menggunakan pendapat ulama-ulama terutama pendapat Imam mazhab tersebut terutama pendapat Imam tersebut tidak satu masalah ketebas Bali perlu menukil pendapat sahabat para ulama mazhab lihat saja kitab beliau umpamanya dari Alquran hadis-hadis nabi tentang sifat ada lima sifat yang berbahasa dengan kitab itu terutama festival dulu dan Nuzul dari bidang ilmu Biologi klasifikasi ada yang kadang-kadang menurut hadis bahkan Nah jadi beliau tidak membahas sebuah masalah biasanya kecuali kalau akan mengungkapkan pendapat para ulama-ulama tersebut Bagaimana beliau akan menukil kalau belum menukil Kalau belum mengkafirkan mungkin belum mengambil pandangan pendapat dan menukil pendapat mereka kemudian ya dan juga aktual atau pendapat-perapat para ulama-ulama ulama Ibnu Taimiyah dalam masalah taksir itu adalah sangat punya metode yang sangat teliti dan ini bisa kita katakan beliau adalah ulama yang begitu profesional di dalam memberikan keterangan ini dan sangat-sangat luar biasa belok ketika di dalam membahas masalah takfir ini seperti dalam kitab al-iman artinya metode yang sangat moderat yang sangat moderat ketika beliau menjelaskan orang lain Minal muslimin dari kala kaum muslimin tidak boleh bagi seorang mengkafirkan siapapun dari kalangan muslimin sekalipun dia salah dan keliru sampai ditegakkan kepadanya hujjah dan dijelaskan kepadanya boleh mengatakan tidak boleh bagi seorang sampai dijelaskan kepada dia tentang hujan orang yang sudah pasti Islamnya ya Secara yakin tidak akan hilang darinya Islam itu dengan bentuk sebuah keraguan dia sudah pasti seorang muslim Kemudian datang hal-hal yang meragukan apakah dia masih muslim atau tidak maka keraguan ini tidak boleh dijadikan sebagai dalil untuk menyatakan dia keluar dari Islam ini yang pasti dia adalah sebagai Muslim ini Manhaj beliau ketika beliau berbicara tentang bagaimana tidak boleh bermuda-muda di dalam membahas atau mengkafirkan seseorang sampai ditegakkan kepadanya Dalil hujjah dan jelas kepadanya hujan sudah pasti Islamnya dan penuh yakin tidaklah boleh dihilangkan keislaman dengan sebab suatu hal yang meragukan tentang keislamannya bahkan tidak akan hilang keislaman sekali telah ditegakkan hujjah dan dihilangkannya syubhat adalah hal-hal yang meragukan terjadinya kesalahan baginya yang tadi itu lihat ya halaman 8 kemudian juga halaman 12 halaman 466 silahkan orang-orang yang mendengar kajian ini untuk mengecek langsung tetapi beliau tersebut orang yang paling tegas yang paling keras larang melarang nah yang melarang yaitu dinasakan pada seorang tertentu kekufuran saya ada orang paling keras orang paling apa namanya besar larangannya untuk menisbahkan kepada orang tertentu tentang kekufuran beliau sangat tegas sangat melarang ya sesungguhnya kata beliau adalah orang yang sangat memiliki ya larangan yang besar itulah mungkin terjemahnya yang tepat ya manusia yang sangat besar larangannya dari menisbatkan kekufuran kepada orang tertentu kepada maksiat kecuali Apabila diketahui bahwa dia telah tegak kepadanya hujan yang dibawa oleh para rasul dan saya sering mengulang-ulang bahwa Allah semata kesalahannya istihad ulama artinya yang keliru menyisir hadis karena identitas adalah seorang ulama maka dia mendapat pahala yang mendapat pahala satu belum mengatakan bahwa menjelaskan sudah dahulu para ulama-ulama masalah memiliki perbedaan-perbedaan dalam banyak masalah-masalah agama ini wallam tidak ada seorangpun diantara mereka menuduh yang lainnya Adakah perkataan tegas ini bagaimana beliau menjelaskan bahwa Beliau mengatakan Saya adalah orang yang paling sangat melarang kata beliau menisbahkan kekufuran kefasikan kemaksiatan kepada seseorang tertentu kecuali apa bila orang tersebut telah mengetahui hujan-hujan ditegakkan hujan kepadanya yang datang dari bawah adalah Rasulullah SAW dan belum nyata menyatakan aku sering mengulang bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengampuni kesalahan umat ini secara khusus kesalahan para ulamanya yang beristirahat kata beliau dan beliau mengatakan perbedaan-perbedaan pendapat ini sudah berlaku sejak zaman lama bukan baru hari ini sejak zaman lama sudah ada perbedaan-perbedaan para ulama dalam sebuah masalah-masalah ilmiah ya atau dalam banyak masalah kata beliau tidak ada di antara mereka menuduh lawannya berbeda pendapat itu ya kafir fasik atau pelaku maksiat inilah penjelasan Syekh terhadap orang-orang yang jatuh ke dalam perbuatan bidah faedah yaitu dalam hal orang membuat lakukan beliau tidak mengkafirkan dan melarang Bagaimana pendapatmu bagaimana apalagi dengan orang-orang yang tidak bukan dari para ulama-ulama besar yang telah membawa ilmu dan petunjuk Bagaimana pendapatmu dengan ulama-ulama besar yang mereka itu adalah sifatkan oleh Beliau sebagai seperti bintang dalam kegelapan memberikan arah kepada orang yang ya dalam kegelapan dalam yang tidak memiliki arah di 8 malam di tengah lautan atau di daratan membela memuliakan para ulama dan silahkan renungkan kembali juga perkataan beliau para ulama-ulama sejak dahulu sudah banyak perbedaan-perbedaan dengan berbagai masalah mereka menuduh yang lain dengan tuduran kafir fasik dan pelaku maksiat dunia yang sudah kita nukil tentang pandangan beliau [Musik] bukti-bukti lain terlalu panjang karena waktu membatasi kita dan bagi ya kitab yang dibaca pasti di sana akan terlihat belum menukilkan pendapat-pendapat ulama kemudian tuduhan yang ke-17 yang 17 bahkan kepada orang-orang yang mengambil faedah-faedah dari kitab Tamiya atau menyebutnya dalam cara-caranya mengatakan yaitu menuduh bahwa Ibnu Taimiyah itu mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengannya ya tujuannya bahwa ilmu Tamiya mengkafirkan alam berbeda pendapat dengannya ini adalah tuduhan ya diantaranya Ramadhan beberapa pendapat dengan alasan -nukilan dari kita itu dia punya kitab Salafiyah atau apa dia ya dia menyebutkan Salafi itu zaman bukanlah firqoh dari sebuah kitabnya maka di sini tuduhan itu ini Siapakah nakal namanya Manhaj Ibnu Taimiyah terhadap orang berbeda seorang wanita dan jelaskan padanya maha dan juga belum berkata mengatakan kami tidak pernah mengkafirkan seorang kaum muslimin karena tersalah sekarang Apa jawaban bukti dalam hal ini atau orang-orang yang sebelum beliau dalam pernyataan yang begitu tegas sebelumnya Coba tunjukkan satu saja dari nama-nama mereka Siapa orang yang dikafirkan menegaskan bahwa beliau tidak mengkafirkan siapapun kaum muslimin dan kesalahan kemudian kalau masih tetap [Musik] demikian berkata dalam ini dalam kitab ini juga majemuk 12 halaman 466 kemudian juga kita bilang halaman 257 di sini dinukilkan Ahlul ilmiah bagi orang-orang yang selama ini teriak sana-sini ya Lawan Mereka itu mengkafirkan mereka mengulang-ulang nih agar orang-orang yang selama ini masih tetap tidak berhenti menuduh bahwa orang-orang yang mengambil faedah kita minumnya dalam ceramah itu sebagai kelompok yang suka mengkafirkan orang yang berilmu orang berilmu tentang sunnah tidak mengkafirkan siapapun orang yang berbeda pendapat mereka tapi sekalipun orang yang menyelisi mereka hukum syariat hukum agama tidak boleh bagi seorang membalas dengan semisalnya diangkafirkan kita kita kafirkan tidak boleh seseorang menurut kita kafir lalu kita kafirkan orang punya ilmu memahami sunnah tidak boleh tidaklah dia mereka tidak mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengan mereka sekalipun orang yang berbeda maka tidak bagi Boleh bagi seorang pun ya karena dia mengcover kita bagi seorang membalas dengan tuduhan yang sama dia nggak boleh dia berbohong tentang kita lalu kita bohong juga untuk membalas kebohongannya nggak boleh kamu laku jadi diberikan logika oleh di sini sebagaimana seseorang berbohong ke rumah kita lalu kita balas juga untuk berbuat bohong untuk dia nggak boleh tentang dia atau orang berzina dengan seorang keluarga kamu tidak boleh berbohong untuk atasnya nama dia kualitas ini karena bohong dan zina itulah haram karena Allah demikian pula masalah mengkafirkan seseorang itu hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak boleh dikafirkan kecuali orang yang dikafirkan oleh Allah dan rasulnya kemudian tidak ada setiap orang yang salah itu kafir tidak setiap orang yang salah itu apalagi dalam masalah-masalah yang sangat detail dalam masalah-masalah yang sangat rinci ada rumah yang dimana dalam masalah itu terdapat perbedaan-perbedaan yang banyak di tengah umat ini perbedaan-perbedaan masa lalu mengatakan orang yang punya ilmu orang yang mengerti sunnah tidaklah mereka mengkafirkan orang yang memiliki mereka itu beda pendapat dan mereka Bagaimana beliau konsep apa komitmennya dengan dalil ketika beliau menyebutkan tidaklah boleh seseorang mengkafirkan seseorang kecuali hal-hal yang dikafirkan oleh Allah dan rasulnya maka setelah itu Boleh silahkan berikan tanggapan terhadap orang telah menuduh menilai silahkan kita menilai silahkan ya dinilai orang yang menuduh ilmu itu sebagai orang yang suka mengkafirkan orang berbeda pendapat dengannya yaitu mengatakan orang yang berbeda pendapat mereka dalam hal-hal masalah akidah orang-orang yang menyelisi dalam masalah akidah yang bergantung kepada landasan filsafat ini adalah waktu Silahkan dinilai pendapat orang yang menuduh itu mengkafirkan dan juga ini ya bisa menjelaskan Manhaj orang yang mengkafirkan orang-orang yang mudah-muda mengkafirkan orang yang berpendapat dalam masalah akidah timah dan yang mereka berpedoman dalam Manhaj filsafat sebagaimana Sahabat tidak mengkafirkan orang khawarij sekalipun orang khawarijkan Utsman maka belum memberikan contoh praktek kehidupan para sahabat langsung dalam masalah tidak ada landasannya tidak ada praktek dan contoh dari sahabat kalau belum menyebutkan di sini Bagaimana belum menukil sahabat pandangan sahabat mengkafirkan para sahabat para sahabat nabi tidak mengkafirkan mereka kafir kata pada sahabat Ali bertanya pada aliran pasukan pertanyaan bahkan Ali juga menyebutkan bahwa mereka saudara kita yang telah melakukan zalim pada kita jadi Sahabat tidak mengkafirkan pula orang-orang mencintai Abu Bakar usia mengkafirkan Usman Ali dan orang-orang yang mencintai ahli dan Utsman menghalalkan darah kaum muslimin yang tidak sesuai dengan mereka tapi sahabat tidak mengkafirkan mereka Manhaj yang suka mengkafirkan itu puasa adalah orang-orang yang telah melakukan Bid’ah bukanlah orang-orang yang telah mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jadi di sini beliau ingin menunjukkan penulis ingin menyebutkan keliruan Pihak mana muda dalam mengkafirkan menjelaskan Bagaimana seharusnya dalam menyikapi urusan masalah maka beliau sudah menegaskan ini semua saya orang yang paling sangat besar larangannya untuk menisbatkan kepada orang tertutup tentang kekufuran pastikan maksiat pertama di akhir-akhir hari kehidupannya Yakult Dia berkata saya Tidak mengkafirkan seorangpun dari umat ini apakah masih begitu jelasnya ini Masihkah ada orang akan menuduh mengatakan orang yang atau berbeda pendapat dengannya tapi penyebabnya adalah rasa dengki Dan Benci hasad yang ada di dalam diri mereka yang mereka menyebarkan debu-debu kebohongan ini tentang Syekh Islam dengki itu baik di masa munculnya maupun di masa setelah mitomia orang-orang yang mengambil faedah-faidah ilmu yang sama karena dasar yang membangkitkan itu kebanyakan kebencian atau orang-orang yang ingin mencari kedudukan orang yang takut kehilangan pengikut dan sebagainya maka mereka melakukan hal-hal itu tanpa rasa malu yang melakukan hal-hal yang tidak halal membuat kerusakan kezaliman berbagai kedustaan mereka lakukan adalah karena ingin berebut kedudukan di mata para pejabat selama jamnya juga sekarang sama Muhammad ya mengambil faedah di buku-bukunya dari orang-orang ya tujuannya hari-hari ini masih tetap mengkafirkan tulang-tuduhan bohong itu menyembah orang itu apa tujuannya adalah untuk menarik buat orang dari dan jauh dari imtomia serta tersebut orang-orang yang mencintai beliau dan mengambil faedah dari ilmu ini tujuannya adalah sama ya pengaruh mencari muka dari para pejabat kami pernah Apakah sebuah laporan langsung dan punya fotokopinya yang memfitnah bahwa alam ini orang itu apa yang ada dalam diri mereka sebenarnya kemudian tujuan berikutnya kalau masih panjang kita tunda bahasanya kita tunda pada pertemuan yang akan datang karena begitu cukup panjang pembahasan ini sebenarnya yaitu tuduhan bahwa sebenarnya dituduhkan oleh para ulama atau para sahabat ini dimasalahkan adalah permasalahan yang dibahas tentang Ibnu Tamiya memilih Hadits ya bahwa talak diucapkan tiga kali itu jatuhnya satu dan tiga-tiga kemudian ketika menyelisi pendapat tersebut kemudian turun apa telah mengisi ijma dan mereka menganggap Ismail mengucapkan padahal masalah ini tapi mereka menuduh itu sebagai ijma dan dan masih banyak sebenarnya pembahasan ini berikut insya Allah kita akan lanjutkan ya wallahualam kita kembali kepada pembacaan kita di studio Cileungsi materi yang telah disampaikan melalui pembahasan faedah-kaidah secara Islam masih dalam membahas bantahan tuduhan yang ditujukan kepada syaikhul Islam Ibnu Taimiyah begitu banyak tuduhan Kepada beliau yang mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa beliau dan mengangkat derajat beliau untuk selanjutnya kami akan buka sesi interaktif dan bagi Anda yang bertanya Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 08198236543 pertanyaan di layanan pesan Whatsapp terlebih dahulu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Apakah benar bahwa ada perbedaan antara Salafiyah mutaqatimin itu ketika di zaman Ibnu Taimiyah rahimahullah dan Salafiyah di zamannya Ibnu qayyim rahimahullah itu di sebelah kepada Salaf ya nisbah kepada pengikut Salaf itu adalah generasi yang termulia dari umat ini yang terdapat dalam hadis adalah yang berada di zamanku kemudian zaman berikutnya generasi berikutnya kemudian generasi Berikutnya ini maksud zaman beliau adalah orang-orang yang terbaik itu para sahabat bukan kalau di zaman beliau secara umum hidup ada Abu Jahal ada Abu apa namanya Abu Lahab Bukan sezaman maksudnya kesamaan disini kesamaan dalam iman dan taqwa maka yang beliau ingin disampaikan sebaik-baik manusia itu adalah sebaik-baik orang yang pengikut beliau yang beragama berkeyakinan Islam adalah generasi yang hidup para sahabat nabi kemudian generasi berikutnya para tabiin generasi berikutnya adalah 3 generasi ini mereka itu adalah rumus Salaf dalam hadis ini terdapat dorongan untuk menjadikan mereka sebagai kutbah di dalam memahami mengamalkan agama ini maka dari itulah orang-orang yang berupaya dalam menafsirkan ayat di dalam memahami hadis-hadis Nabi SAW kembali kepada penafsiran para sahabat para tabiin itu mereka adalah disebut orang putih Salaf nah nisbahnya adalah Salafiyah salafi’yun atau nah itu yang Sarah jadi Adapun salah memang generasi yang sudah berlalu tapi mereka adalah kubah ya banyak dalil-dalil yang mengharuskan kita untuk kembali kepada pemahaman mereka menjadikan mereka sebagai panutan dalam menjalankan agama ini tidak sedikit dalil-dalil ya mereka sebut Salaf Seperti surat at-taubah ayat 100 ya jenis pertama ini ada dua bagian yaitu orang yang mau mengikuti mereka mereka mereka kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir dalam sungai-sungai dan mereka kekal dalamnya keberuntungan yang besar banyak semua dalil yang memuji tentang sahabat Nabi SAW itu adalah motivasi untuk menjadikan mereka sebagai kedua Teladan di dalam menjalankan agama ini tujuan Allah menyebutkan sejarah nabi-nabi kesabaran mereka kepadanya mereka kesusahan mereka ya ibadah mereka yang digambarkan Alquran adalah motivasi untuk dijadikan mereka sebagai tauladan di dalam menjalankan kalau kita lihat ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan akan terjadinya berbagai pemikiran pendapat silang pendapat kelompok-kelompok yang begitu banyak Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruh kita untuk berpegang dengan Apa kembali ke mana saya mengatakan bahwa dan masuk surga tidak diancam mendengarkan adalah orang yang mengamalkan agama ini seperti aku dan para sahabatku orang yang berjalan di atas apa aku kemudian kita juga dalam hadis ini ketika Rasulullah SAW menyebutkan pada para sahabat berbeda pendapat yang banyak Waalaikumsalam ketika terjadi perbedaan-perbedaan Rasulullah memburu untuk kita berpegang teguh dan pemahaman para sahabat karena mereka yang tahu bagaimana maksud dan ayat serta ungkapan dari Rasulullah SAW merekalah memahami secara langsung kalaulah seandainya Mereka salah dalam memahami dalam suatu ayat hadis bahkan banyak dalil-dalil juga menunjukkan ketika mereka salat mereka ataupun hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menjelaskan tentang keluarga di paham mereka adalah paham yang sudah terjamin keasliannya dan kemurniannya dari segala penyimpangan maka dari itu kita merujuk dalam menafsirkan ayat hadits berupaya memahami sesuai dengan itulah salam Salafi atau Salafiyah orang mengikuti mereka Ibnu Taimiyah hanya salah seorang dari ulama yang selalu mengajak orang untuk kembali kepada manhaj salaf atau dia salah dalam para ulama Salaf yang ketiga Sebutkan para sahabat Mari agar kita terhindar dari perpecahan dari perselisihan petunjuk kepada pemahaman mereka ya sehingga kita tidak saling lagi argumentasi dengan pikiran logika kita karena logika mereka adalah logika antara lain kebenarannya oleh Allah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka dari itu para ulama memotivasi untuk termasuk ilmu kimia dan Ibnu qayyim adalah perbedaan maksudnya perbedaan dari apa dari segimana atau pemerintah dalam memahami Alquran dan Hadits apalagi dalam persoalan-persoalan yang berkaitan dengan Akidah kepada mereka maka ketika khawarij yang pertama muncul aliran dalam Islam sahabat itulah mereka menyebabkan mereka tergelincir dalam memahami agama ini itulah jadi tidak ada perbedaan secara manual kalau perbedaan pendapat kalian juga ada yang tidak menerima pendapat gurunya secara 100% juga lebih memilih pendapat yang lain karena mereka fanatiknya kepada Dalil dan pendapat yang kuat sesuai penjelasan argumentasi argumentasi yang dikemukakan oleh para ulama maka mereka meneliti pendapat ulama dalam berbagai perbedaan pendapat tersebut [Musik] jawaban dan penjelasan Al Ustadz untuk selanjutnya masih kami Ajukan pertanyaan di layanan pesan Whatsapp mengenai perselisihan atau perbedaan diantara para ulama Ustadz Bolehkah kita mengatakan ketika kita berdialog dengan berkata bahwa tidak mungkin para ulama berpendapat demikian tidak berdasar pada dalil mereka lebih mengetahui Dalil dan sebagainya Apakah perkataan seperti ini merupakan tanda dari takdir buta Ustaz mohon jawaban dan penjelasannya bila kata-kata mereka lebih tahu dengan dalil dari banding kita mungkin bisa saja Tapi perlu kita ketahui di masa ulama dahulu kemudahan untuk mengetahui hadis-hadis tidak seperti di zaman-zaman ulama setelah dicatatnya ilmu masalah ditulisnya kumpulkannya hari-hari dalam bentuk dibukukan maka Sebagian ulama tidak semudah sekarang di masa itu tidak ada alat komunikasi sebelum anda dimudah dimudahkan di zaman kita bahkan untuk menyebut hadis satu Hadis saja mereka harus berjalan satu bulan maka wajar ada hadis-hadis yang makanya wajar ada hadis-hadis yang tidak mereka sampai kepada mereka ataupun sampai kepada mereka tapi sananya lemah makanya dalam kitab Itu menjelaskan sebab-sebab adanya pendapat-pendapat ulama yang kadang-kadang menyelisih hadis yang shahih bukan mereka secara sengaja meninggalkan hadits itu cuman ilmu mereka hanya sampai di situ yang mereka ketahui sementara ulama lain mendapatkan jalur yang lebih Shahih Jadi kalau ulama selama ulama ilmu mereka pasti berbeda-beda tingkatannya ada yang ini lebih pakar adalah suatu masalah ada yang lebih ini lebih tahu yang hadir tentang masalah ini lebih dekat lebih banyak mendapatkan informasi kebenaran hadir dalilnya itu berbeda-beda ya betul para ulama itu adalah orang yang selalu berpegang teguh dengan dalil Jadi mereka memang tidak akan mungkin meninggalkan dalil bila mereka tahu itu husnuzan kita kepada ulama melihat bagaimana mereka di dalam berpendapat yang mereka selalu komitmen dengan dalil yang tidak mungkin mereka mengisi dalil cuman kadang-kadang dalil yang sampai pada mereka tidak Shahih atau muawwal Indah home Sebenarnya ada mungkin dia memahami ini hadis ini ditakwil dengan penjelasan hadis ini dan seterusnya di situ jadi pendapat silang pendapat para ulama tadi ulama-ulama yang mulia tidak pernah secara sengaja merangkai Hadis Rasulullah SAW saya ceritakan satu kisah Imam Abu Hanifah beliau adalah berpendapat dengan pendapatnya adalah dalam masalah iman adalah pendapat ini amal tidak termasuk iman nah ini pendapat ya Sehingga banyak beberapa demikian iman itu hanyalah diucapkan dan diyakini tidak termasuk amal saleh tidak masuk bagian dari iman diriwayatkan ya Bagaimana Abu Hanifah kembali kepada para jamaah zaidni adalah gurunya Imam Bukhari tentang masalah Irza lalu dia mengemukakan dalil bukan tentang hadits bahwa Rasulullah ketika ditanya tentang iman beliau menyembuhkan amal-amal sholeh memasukkan Haji dan Jihad ketika Rasulullah menyebutkan masukkan shalat Haji jihad dan seterusnya Lalu setelah mendengar penjelasan hadis yang dibawakan oleh Imam Abu Hanifah terdiam dan ketika itu murid-murid Abu Hanifah berkata kepada Imam Abu Hanifah Allah tidak menjawab apa yang disampaikan oleh Muhammad Zaid ini Apa jawaban Imam Bu Hanifah ini Jawaban yang harus kita katakan ketika setiap mendengar hadis rasulullah bagaimana saya akan menjawab lagi bagaimana saya akan membantahnya dia telah menyampaikan kepadaku hadits dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam begitu besarnya cinta ulama kepada sosok begitu ikhlasnya ulama kepada Rasulullah SAW mereka tidak berani mengungkapkan pendapat Bila seseorang telah menjelaskan sebuah hadis rasulullah ketika murni bertanya kenapa engkau dia mulai Imam Kenapa engkau tidak jawab bagaimana saya akan membantah lagi akan menjawab lagi Dia sedang menyampaikan sebuah hadis dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ikhlasnya mereka adalah mereka bukan mendahulukan pendapatnya di atas pendapatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam masih banyak kisah-kisah para ulama yang mereka bukan dengan sengaja untuk menyelisi kebenaran cuman informasi dalil data dan yang sampai kepada mereka dari dalil itu tidak seperti yang sampai kepada ulama yang lain karena keterbatasan wasilah ya kalau sekarang kita bisa melihat kita Bukhari kitabnya bisa sebesar ini membawanya betapa susahnya untuk menulis juga nggak ada alat-alat seperti sekarang ini lama kalaupun ada orang yang menulis yang namanya kerja mereka adalah mencetak dengan tangan menulis itu itu dijual belikan dengan yang sangat mahal sekali tidak segampang sekarang kenapa sekarang kita bisa melihat berbagai pendapat ulama dengan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan keberkahan secara Allah menjaga agama ini Allah adanya percetakan kemudian kita dapat melihat berbagai pendapat para ulama dulu mana mungkin ulama-ulama itu untuk meneliti hadis ini hadis ini dengan mengumpulkan semua sebagian besar tapi tidak semuanya sekarang karena kita memudahkan membaca kitab Imam Syafi’i membaca kitab Imam Malik membaca pembayaran Abu Hanifah maka kita dapat membandingkan pendapat-pendapat tadi mana dalil-dalilnya maka kita lihat Oh hadits yang pendapat imam Syafi’i lebih Shahih kita ambil pendapat imam Syafi’i oleh Imam Ahmad ini lebih Shahih rupanya hadis yang ingin masuk yang dijadikan hujjah oleh Imam ini jadi bukan kita lebih hebat tidak kita tidak pernah mengaku hebat dari para ulama itu ya Kita hanya sekedar meneliti pendapat-pendapat mereka ya melihat mana yang lebih mereka semua cinta kepada kebenaran yang mereka semua menyuruh kita untuk berhujjah dengan sunnah dan makanya Imam Syafi’i Imam semua Imam itu mengatakan apabila hadis telah Shahih tinggalkan mazhab ini bukan berarti kita lebih merasa pintar tidak dan bisa juga menghujjahnya itu sebagai orang fanatik ia sebagaimana ini pendapat Sebagian ulama hanafia ya sampai mengatakan setiap hadits yang tidak diketahui oleh Abu Hanifah katanya itu bukan Hadits Shahih sampai mengatakan demikian setiap hari itu bukan Hadits Shahih itu bukan hadis nah ini jelas karena tidak semua ulama menguasai sunnah bahkan sahabat pun tidak semua mereka menguasai sunah secara hadits yang diketahui karena mereka juga memiliki kehidupan makanya disebutkan dalam kisah Umar Bin Khattab bagaimana mereka menuntut ilmu pekerjaannya urusan untuk keluarganya itu diwakilkan saudaranya dari Anshar untuk mendengar hadis rasulullah maka sebagian sahabat mengetahui hadis tertentu ada sebagian sahabat kadang-kadang mereka tahu hadist itu namun ketika dalam penjelasan ketika dalam membahas hadis itu tidak hadir itu juga dialami oleh para Ustadz siapapun kita kadang-kadang kita sudah membaca kita sudah ketahui tidak hadir ilmu yang kita tahu tentang hadits itu tadi atau ayatnya kita tidak ingat sehingga kita bisa berpendapat hal yang berbeda dari apa yang sebenarnya itu jadi itu sebenarnya perbedaan jadi memang ulama jelas lebih tahu dari kita kita hanya mendapatkan penjelasan mengadopsi pendapat-pendapat mereka bukan kita menafsirkan tersendiri berbeda dari mereka sama sekali tidak ada bahkan pendapat ilmunya tidak satupun yang menampilkan pendapat-pendapat yang mutlak pendapat murni dari pribadinya dia selalu menyandarkan pendapatnya kepada ulama-ulama dan menyebutkan dalil-dalil tentang pendapat tersebut demikian jadi memang ulama tidak ada berilmu tapi bukan berarti mereka menguasai seluruh Anda Bahkan sahabat nabi saja berbeda-beda ada hadis yang diketahui adalah Abu Bakar oleh Abu Bakar tapi mereka secara umum mengetahui kebanyakan Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada ulama yang mengetahui tidak ada terbatas semua kita ini memiliki kekurangan juga demikian tapi mereka kemampuan mereka Alhamdulillah baik terima kasih banyak sekali dan rupanya waktu yang tadi sediakan tidak bisa kita lanjutkan untuk sesi tanya selanjutnya dan mungkin ada kalimat penutup untuk para raja sekalian silahkan Terima kasih untuk para semua mohon maaf jika ini Semoga Allah memberikan keberkahan ilmu amal serta waktu kepada kita Dan Allah melindungi kita dari segala keburukan dan melihatkan kepada kita yang benar itu adalah benar yang salah itu adalah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] ilmu yang bermanfaat bagi kita semua semoga Allah menjaga lusa beserta keluarga jazakallah Khairan Barakallah fiikum Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *