dan Radio Rodja Bandung 104 poin 3 MM radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati raja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustadz Abdul Ihsan al-ashari al-maidani M.A fidzahullah dalam pembahasan kelanjutan kitab talbis iblis di budaya iblis dan di kesempatan ini berkaitan dengan penjelasan tipu daya iblis terhadap pengembaraan para kaum Sufi nah bagaimana penjelasannya Berikut kita akan simak selanjutnya kita persilahkan kepada Al Ustadz Abdul Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’in Ashadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqullah wala tamutunna illa Wa Antum muslimun para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pertama kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada kesempatan siang ini kita bisa bertemu kembali masih melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku televisi tulisan Ibnu jauzi sebelumnya shalawat dan salam tidak lupa kita limpahkan juga untuk nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat-sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemahati Roja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita sampai pada poin yaitu kritik terhadap salah satu sikap hidup yang diambil oleh kaum Sufi yaitu mengembara pengembaraan para sufi hidup mengembara berkaitan dengan pengembaraan yang biasa dilakukan oleh kaum Sufi dan mereka melakukannya seorang diri sebenarnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah melarang seseorang melakukan pengembaraan seorang diri setelah diriwayatkan dari Ammar bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya yaitu Abdullah Ibnu Amr radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda orang yang bepergian sendirian adalah setan orang yang berpergian berdua adalah dua setan sedangkan or 3 orang yang berpergian itu adalah rombongan ya penyematan sifat setan di sini maksudnya adalah ini perbuatan yang tidak baik tercela kalau bisa dihindari para ulama mengatakan makruh hukumnya seorang berjalan seorang diri mereka sepakat tidak hukum ini tidak sampai jatuh haram tapi ini makruh seorang berjalan seorang diri ya hendaknya dia mengambil ataupun mencari orang lain untuk bepergian bersamanya atau teman perjalanan yang bisa mendampinginya ataupun bepergian bersamanya satu tujuan dan satu jalan dengannya agar dia tidak sendirian karena banyak sekali ancaman bahaya bagi orang yang berjalan sendirian dan juga orang yang berjalan seorang diri tidak ada orang yang bisa mengabarkan beritanya kalau terjadi sesuatu terhadap dirinya misalnya dia mendapat celaka misalnya lalu Tidak ada orang lain yang mengetahuinya atau yang dapat menolongnya minimal bisa menyelamatkan nyawanya maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Seandainya orang-orang tahu bahaya yang ada pada berjalan seorang diri ataupun bepergian seorang diri atau menyendiri bersendirian misalnya tidak ada seorangpun yang berjalan seorang diri pada malam hari selamanya ya berapa banyak orang-orang yang tidak diketahui beritanya ketika dia berjalan sendirian dia akan mendapatkan musibah misalnya Namun karena tidak ada yang bersamanya tidak ada yang mengetahuinya dan bisa mengabarkan tentang beritanya ya dan kemudian dia pun mendapatkan celaka ataupun Petaka yang mana Kalau lah Ada orang yang bersamanya Mungkin dia bisa menghindari petaka itu ya tiba-tiba ditemukan sudah tidak bernyawa ya karena tidak ada yang menolongnya maka tidak ada yang bisa menyelamatkannya atau mengabarkan keadaannya maka dari itu hendaknya ketika kita bepergian kita sudah menyiapkan bukan hanya bekal tapi dengan siapa kira-kira kita akan bersabar bagian itu ya sehingga kita tidak berjalan sendirian bahkan habis selalu membawa serta bahkan istri-istri beliau atau salah seorang istri beliau dengan mengundi mereka siapa yang keluar undiannya maka dia dialah yang akan menyertai Nabi dalam perjalanan bahkan ada kalanya nabi membawa lebih dari satu istri di dalam perjalanan demikian pula orang-orang yang berjalan pada malam hari ini ada ancaman-ancaman di sana seorang diri apalagi dari makhluk-makhluk yang tidak kasat mata tentunya yaitu makhluk gaib ya atau jin yang bisa saja mengganggu manusia pada malam hari ya berapa banyak gangguan-gangguan Jin pada manusia ya pada malam hari terutama yang berjalan seorang diri ya maka pengembaraan seorang diri itu tidak dianjurkan makruh hukumnya jadi demikian pula orang yang misalnya kita mendengar ada orang yang mungkin bersepeda ataupun bermotoran ya ataupun dengan mobil seorang diri pengembara bersafar jauh orang diri nah ini sangat-sangat tidak dianjurkan Kita pernah dengar itu orang yang bersepeda keliling Indonesia seorang diri atau motoran menggunakan mengendarai sepeda motor sendirian keliling-keliling Indonesia atau keliling Jawa misalnya nah ini sebenarnya dihindari sebenarnya kita membawa orang lain ataupun mencari orang lain yang bersafar bersama kita ya menemani kita di dalam perjalanan karena ada kalanya terjadi suatu di luar dugaan yang menyulitkan kita di dalam perjalanan itu jadi tambah lagi ya ketika kita berjalan seorang diri kita pun juga tidak terjaga dari maksiat tidak ada yang menyertai kita Ya kadang-kadang sendirian itu memang diinginkan Karena untuk bebas berbuat dosa ya ingin bebas berbuat dosa maka dia memilih menyendiri Allahu a’lam maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan di dalam hadis tadi orang yang sendirian itu satu setan setan dua orang dua setan tiga orang atau lebih itulah rombongan artinya penyebutan sifat setan disini maksudnya itu adalah perbuatan yang tidak baik tercela ya dihindari ya Jangan dilakukan diungkapkan dengan sebutan ini setan ada juga penafsiran lain bahwa setan yang suka berjalan sendirian maka disamakan perbuatannya dengan setan atau berjalan berdua saja ini juga perbuatan setan maka dinisbatkan kepada setan juga dua setan kata nabi ya Nah 3 dan seterusnya selebihnya Itu tidak dilakukan oleh setan maka tidak dikatakan setan itulah rombongan ya itulah rombongan kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tapi ya Ternyata apa yang dilakukan oleh kaum Sufi ini justru melanggar apa yang dikatakan nabi tadi Mereka ternyata lebih suka justru merasa nyaman ataupun menganjurkan ya berjalan seorang diri ya Dan mereka tidak mau disertai memilih untuk berjalan sendiri bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda kurangilah bepergian tatkala malam telah sepi yaitu berjalan di malam hari kalau bisa menepilah ya Berhentilah ketika malam sudah sepi karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebarkan dari kalangan makhlukNya apa saja baik itu hewan ataupun Jin yang dikehendakinya apa saja makhluk yang dikehendakinya bisa hewan bisa Jin ya yang bisa mengganggu manusia yang bisa mengancam keselamatan manusia yang maka dari itu apabila malam telah datang malam telah sepi berarti telah berjalan ya Ambillah tempat untuk bermalam kalau kita sekarang mungkin berjalan pada malam hari juga Riskan ada bahaya yang mengancam bukan hanya dari hewan ataupun jin tapi juga dari manusia ya yang banyak penjahat beraksi pada malam hari begal misalnya beraksi pada malam hari ya maka menepilah Carilah tempat untuk bermalam lanjutkanlah perjalanan mungkin pada Pagi harinya pada saat Sadat yaitu pagi hari ketika matahari sudah muncul dan kondisi Sudah terang ya wallahualam nabi mengatakan di sini ya artinya adalah malam sudah sepi arti tengah malam ya di awal malam mungkin kita masih bisa berjalan tapi di tengah malam apalagi di akhir malam mungkin bukan waktu yang tepat untuk berjalan ya Nah demikian wallahualam Sufi ada yang menjadikan bepergian itu sebagai kebiasaan sebagai kegiatan yang rutin padahal bepergian itu jika kita mengetahui hakikatnya menurut syariat tidaklah dikehendaki dilakukan terus-menerus ya jangan terus-menerus dalam keadaan Safar karena Safar itu azab nabi mengatakan itu adalah bagian dari azab ya Ada azab di situ artinya banyak hal-hal yang menyulitkan Melelahkan ya ya Banyak orang yang mungkin jatuh sakit ya kesehatannya drop yang ditambah lagi mungkin ada bahaya yang mengancamnya dan banyak lagi hal-hal lain yang ini seperti adab maka nabi mengatakan dia melatihkan dan melelahkan ya meletihkan dan melelahkan misalnya kita naik pesawat walaupun naik pesawat bukan berarti kita nyaman makanya ada istilahnya Jet Lag ya orang terlalu lama berada di atas pesawat dia akan mengalami itu Jet Lag artinya kondisinya nggak nyaman belum lagi beradaptasi dengan mungkin lingkungan yang baru itu juga perlu waktu ya jadi apalagi senantiasa berpergian atau istilahnya mengembara berkelana ya lebih-lebih lagi seorang diri tambah-tambah azabnya itu ya ini kita bawakan hadis nabi tadi Safar yang mungkin dia tidak sendiri Ya seperti yang dianjurkan nabi jangan Safar sendirian kadang-kadang kita bersama rombongan sekalipun ya kita tidak seorang diri Safar itu tetap melatihkan melelahkan padahal banyak yang membantu kita ya padahal mungkin kita tidak pegang koper ada yang bawakan semua bandara mungkin ada Porter dan lain sebagainya baru pegang koper mungkin di hotel gitu ya capek penat ya kita pun tidak mau terus-menerus dalam kondisi seperti itu ya ada rasa rindu untuk pulang kita punya keluarga Saya punya anak istri atau punya karib kerabat sejawat dan lain sebagainya yang tentunya ya hidup kita kan tidak bisa lepas dari circle itu Nah kalau kita berada di tempat yang baru tentunya adaptasinya juga susah jadi tambah lagi kita tidak akrab dengan lingkungannya ya Nah demikian jadi tetap Safar itu adalah potongan dari azab maka nabi mengatakan jika salah seorang dari kamu sudah menyelesaikan keperluannya hajat dan kepentingannya ya Dari dari safarnya itu karena Safar itu biasanya kan ada tujuan ada nama ya maka hindari Safar yang nggak ada nahnya nggak ada tujuannya nggak ada kepentingannya nggak ada keperluannya mungkin kata orang sekarang Gabut saja apa namanya ya berkelana mengembara putar sana putar sini nggak ada tujuan ini kan mirip orang gila jadinya ya Para jamaah yang dimuliakan Allah maka Safar itu biasanya ada namanya ada keperluan kita misalnya kita Safar untuk umroh ada keperluannya umroh ya atau ada tempat yang ingin kita tujuh liburan misalnya ada tempat yang kita tuju ya ada tujuannya nah apabila sudah selesai dari tujuan kepentingan kita itu liburan-liburannya sudah selesai kan begitu ya nggak mungkin liburan terus ya ya umroh umrohnya sudah selesai Haji hajinya sudah selesai menuntut ilmu menuntut ilmunya sudah selesai atau urusan pekerjaan perniagaan sudah selesai barang daganganmu sudah habis misalnya ya atau perbekalan sudah habis menipis ya pulanglah Ya kembalilah kepada keluarganya segeralah dia pulang ke tengah keluarganya jangan dia menyendiri terus panjang masa ya tanpa batas waktu itu safarnya unlimited itu tanpa batas waktu dan dia juga nggak ngerti nggak jelas tujuannya ngapain gitu ya keliling-keliling ke sana kemarin mau apa dengan kata lain ya siapapun yang menjadikan bepergian sebagai kebiasaannya berarti dia telah menyatukan antara menyia-nyiakan waktu umur dan menyiksa diri sendiri jelas ya waktunya terbuang padahal juga tanpa tujuan Bahkan dia lakukan itu untuk menghabiskan waktu sebenarnya untuk menghabiskan waktu ya ditambah lagi dia menyiksa diri sendiri itu capeknya luar biasa ya para pemerhati Rojak kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya allahualam jadi sikap gaya hidup seperti itu ya cara seperti itu Bukan cara yang dianjurkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seperti yang dilakukan oleh kaum Sufi ya jadi disana banyak juga kelompok-kelompok yang memang tren mart-nya itu dikenal dengan kegiatan seperti itu suka jalan-jalan ke sana kemari tanpa ada tujuan yang jelas ya Allahu a’lam kemudian diantara talbis iblis terhadap kaum Sufi terkait mengarungi padang pasir yang luas tanpa perbekalan ini sudah kita singgung sebelumnya juga ya bahwa mereka mengumpulkan banyak sekali hal-hal buruk ya satu berjalan seorang diri mengembara Tanpa Tujuan kemudian mereka lakukan kadang-kadang yang lebih konyolnya adalah tanpa perbekalan padahal Allah mengatakan di dalam Alquran watazawa berbekallah kamu perintah berbekal di sini maksudnya adalah perbekalan materi Ini perjalanan haji kita wajib berbekal ya nggak bisa nggak boleh kita berjalan tangan kosong nggak bawa apa-apa ya nah kemudian kita mengharapkan blas kasih dari orang lain sehingga kita lihat bagian orang itu ya dia mengaku musafir ya ngakunya terputus dari perjalanannya padahal mungkin tidak ya mereka sengaja berjalan tanpa bekal orang yang terputus dari perjalanan itu adalah orang yang bawa bekal yang cukup kemudian ada satu dan lain hal berbekalannya habis mungkin kena musibah diambil orang atau hilang sehingga dia dikatakan orang yang terputus dari perjalanannya bukan orang yang memang dari rumahnya dia nggak bawa bekal lalu di perjalanan modalnya itu adalah minta-minta kepada orang lain alias mengemis ada juga yang seperti itu nah ini yang dilakukan oleh kaum Sufi yaitu mereka mengembara seorang diri tanpa membawa bekal lalu mereka berharap belas kasih dari orang lain belas kasihan dari orang lain yaitu mengemis ya kadang-kadang kita dapati orang-orang yang seperti ini lalu dia berdiri di depan jemaah dan berkata saya ini ini ini ini ujung-ujungnya minta bantuan ya wallahualam sebagian orang yang melakukan ini ya dia sengaja mengembara tanpa bekal yang cukup sampai ke negeri seberang kadang-kadang modalnya adalah minta-minta kepada manusia ya Ini dia mengumpulkan banyak hal yang buruk di sini yang pertama dia mengembara seorang diri tadi kita sebutkan ya lalu dia mengembara itu tanpa tujuan Tanpa membawa bekal lagi ya kemudian akhirnya dia terpaksa ya muncul lah keburukan yang lain yaitu Apa akhirnya dia jadi meminta-minta mengemis ya mengemis kepada manusia di dalam perjalanannya itu sepanjang perjalanan itu ya karena dia mungkin merasa nyaman dengan cara hidup seperti itu nggak dituntut untuk kerja bisa jalan-jalan tanpa tujuan ya nggak ada yang ganggu karena seorang diri sebagian orang memang memilih seperti itu itu jadi pilihannya itu nah kaum Sufi melakukan itu atas pilihan mereka bukan kondisi di mana orang itu ada tujuannya bersafar dia bawa bekal dan memang terputus karena ada musibah yang menimpanya misalnya Jalan terhalang Jalan terputus sehingga dia tidak bisa kembali dan habis bekalnya Nah itu mungkin bisa diterima ya bahwa dia berhak untuk mendapatkan bantuan zakat dan lain sebagainya tapi orang-orang semacam ini ya ini ya sebenarnya kesalahannya pada dirinya ya bukan suatu hal kecelakaan ya kita katakan sehingga orang kehabisan bekal gitu dan mereka juga tidak ada niat untuk kembali ya nggak ada niat niatan untuk kembali ini akibat dari sikap mereka satu ya mah nggak mau mencari nafkah karena dianggap bahwasanya harta itu fitnah kemudian nggak menikah nggak ada tuntutan untuk menafkahi istri apalagi anak ya kemudian setelah itu ya Ini mendorong mereka untuk mengembara mau ngapain lagi ada kegiatan cari nafkah tidak ada keluarga untuk dinafkahi juga untuk sebagai sebagai satu sandaran hidup ya Tempat kita hidup keluarga ya nggak ada Itu semua ya nggak ada pilihan lain selain mengembara sana kemari Tanpa Tujuan wallahualam apalagi ini mereka mengarungi padang pasir yang luas biasanya ya maksudnya adalah perjalanan yang sangat panjang Kalau sekarang itu ukurannya lintas negara gitu ya bukan putar-putar sekitar rumahnya bukan atau sekitar kotanya nggak tapi lintas negara dahulu diungkapkan dengan ungkapan mengarungi padang pasir yang luas Maksudnya apa lintas negara kalau sekarang ini ya dari satu negara ke negara yang lain ya tanpa perbekalan iblis berhasil menipu Banyak kaum Sufi dengan membuat mereka mengira bahwa Tawakal adalah dengan tidak bawa bekal nah ini sudah kita Jelaskan sebelumnya orang-orang ini mengatakan dia bertawakal tanpa membawa bekal tapi hakikatnya mereka bertawakal kepada bekal orang lain kepada harta orang lain ya Dan ini sudah disebutkan sebelumnya Tapi sayangnya keyakinan seperti ini sudah tersebar luas di lingkungan orang-orang yang jahil dari kalangan kaum Sufi ya kondisi ini diperparah dengan tindakan yang sebagian orang ya para penceramah yang jahil juga menuturkan kisah-kisah inspiratif mengenai para sufi yang tidak bawa bekal padahal itu kisah-kisah boleh jadi fiktif ya nggak bener ya kadang-kadang ya lebih-lebihkan berlebih-lebihan juga ada yang naik motor nggak perlu isi bensin katanya isi air aja sudah jalan itu motor ya kadang-kadang kisah-kisah yang enggak masuk akal Ya bahkan bisa kita katakan ini satu karangan fiktif ya nggak terjadi sebenarnya Tapi itu menjadi inspirasi sebagian orang atau mereka yang mana ketika mereka jalani ternyata tidak seperti yang mereka dengar gitu ya mereka tidak menemukan itu mereka temukan adalah kesusahan demi kesusahan yang pada akhirnya mereka jadi gelandangan atau pengemis ya allahu alam bisa tapi kisah-kisah itu begitu menginspirasi karena dibuat-buat ya Di karang-karang sebagian besar nggak bener sebagian besar dusta yang dinisbatkan kepada para ulama atau tokoh-tokoh ya yang terpandang sebagaimana banyak yang dinisbatkan kepada Abdul Qodir Abdul Qodir Jailani dan lain sebagainya padahal itu penisbatan yang tidak sah tidak benar wallahualam dengan tujuannya tentunya ya motifnya adalah ingin memuji dan menya
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply