Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan | Manhaj Imam Malik fi Isbatil Aqidah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

simak radio Roja Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio Roja Bogor dan radio rojer Bandung menebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah Islam pendengar radio Roja di mana pun anda berada dan pemirsa TV roja yang Semoga Allah subhanahu wa taala limpahkan Taufik dan rahmatnya untuk kita semuanya kita memuji dan bersyukur k Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan pada kita semuanya selawat dan salam semoga terlimpah dan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti senang sekali kami dapat hadir kembali di kesempatan pagi hari ini guna menghadirkan kajian ilmiah live bersama Ustaz Dr Muhammad Nur Ihsan Ma hafidahullahu taala dari pembahasan Manhaj Imam Malik Fi isbatil akidah dan bagi Anda yang bertanya sebentar pembahasan ini nanti kami berikan kesempatan untuk bertanya di 0218236543 atau pesan singkat di 0819896543 selanjutnya para Ustaz kami persilakanfad Mas an ya Ustaz Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillahi nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina wasahahua asu Alla ilahaillallah wahdahu syarikah waadu Anna muhammadan abduhuasuluh Sallallahu Alaihi waa alihi wasbih nahidin ikhwat Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar yang semoga tiasa dirahmati oleh Allah Azza waalla kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah tabaraka wa taala yang memilih kita menjadi orang-orang yang beriman dan memberikan kepada kita nikmat yang spesial yaitu mengikuti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam keimanan dan keislaman kita disertai dengan berbagai nikmat karunia yang tidak terhitung banyaknya yang mewajibkan kita untuk bersyukur dalam setiap kondisi dan keadaan baik dengan hati ucapan dan perbuatan Alhamdulillahi awalan wa akhira wahiran wa batina selawat dan salam Mari senantiasa kita ucapkan bahkan memperbanyak mengucapkannya terutama di hari yang mulia ini Sayyidul ayyam Yaumul Jumuah Allahumma sholli ala Muhammadin wa ala ali Muhammad mudah-mudahan selawat dan salam yang kita ucapkan dicurahkan oleh Allah subhanahu wa taala kepada nabya Muhammad habibina Sayyidina wa uswatina wa qudwatina alaihialatu wasalam dan mudah-mudahan kita semua menjadi umat beliau yang setia menjalani hidup ini di atas sunahnya dan orang-orang yang tulus cintanya kepada beliau alaihialatu wasalam allahum amin para pemirsa ikhwat Al Iman dan juga kaum muslimin dan muslimat para pendengar di mana saja Antum berada Semoga senantiasa mendapatkan hidayah dan Taufik dari Allah subhanahu wa taala Ikhwatul Iman para pemisa rahimakumullah kita akan melanjutkan pembahasan tentang akidah Imam Malik rahimahullah yang merupakan akidah ahli sunahti Wal Jamaah pembahasan kali ini akan berkaitan dengan sebagian perkara yang wajib diimani dalam rangka beriman kepada Yaumil akhir telah dijelaskan sebelumnya tanda-tanda kiamat dan Pada kesempatan kali ini kita akan menjelaskan sebagian perkara yang dinukilkan dari Imam Malik rahimahullah berkaitan dengan iman kepada Yaumil akhir yaitu berkaitan dengan almizan timbangan almizan yaitu timbangan pada hari akhirat akan Tapi sebelumnya saya ingin mengingatkaniri pribadi dan seluruh kaum muslimin di mana saja berada yang mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kecintaan yang tulus kecintaan yang benar kecintaan yang wajib bersemi di hati kita terhadap Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang tidak mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentu dipertanyakan keimanannya yang menjadi permasan adalah bukan sekedar mengungkapkan rasa cinta atau mengatakan ungkapan cinta semua hal itu bisa dilakukan oleh siapapun tapi yang sangat sulit adalah membuktikan cinta kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membuktikan ketulusan cinta dan kebenaran cinta itu dan itulah yang bermanfaat ucapan cinta yang tidak dibuktikan dengan hakikat cinta yang sesungguhnya maka ucapan tersebut tidaklah bermanfaat perasaan tersebut tidaklah bermanfaat maka Ikhwatul Iman para bisa rahimakumullah bukti kecintaan yang tulus kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hanya satu bukti kecintaan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan bukti kesyukuran kita pada nikmat diutusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hanya dengan satu cara yaitu merupakan bukti cinta dan juga di waktu yang sama merupakan bentuk ya bukti kesyukuran yang nyata terhadap nikmat diutusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang perkara tersebut disimpulkan dalam satu kalimat yaitu al-ittiba satu kalimat al-ittiba yang dalam bahasa Arab alittiba itaba yattabiu artinya dalam bahasa kita mengikuti dan itulah yang dinyatakan oleh Allah subhanahu wa taala dengan kalimat al-ittiba Q Allahu Taala Qul in kuntum tuhibbunallaha fattabiuni yuhbibkumullahagfirakumunubakum wallahu G im Allah subhanahu wa taala memerintahkan nabinya untuk mengatakan kepada manusia Qul Katakanlah ya Muhammad inkuntum tuhibbunallah fattabiuni jika kalian benar-benar mencintai Allah fattabiuni maka Ikutilah aku Ikutilah Rasul yuhbibkumullah niscaya Allah subhanahu wa taala akan mencintai kalian wagfirlakum dunubakum dan pasti akan mengampuni dosa-dosa kalian wallahu gfururahim dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang ayat yang mulia ini dalam surah Ali Imran diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk membuktikan ketulusan cinta kebenaran cinta kepada Allah dan rasul-nya di waktu yang sama merupakan bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan kami cinta kepada Allah dan Rasul bahkan itulah yang dijelaskan oleh para ulama tentang sebab nuzul Ayah sebab turunnya ayat tersebut ada sekelompok dari manusia yang mendakwahkan yang mengatakan bahwa kami cinta kepada Allah cinta kepada rasul maka Allah subhanahu wa taala ingin menguji kebenaran dan ketulusan cinta tersebut maka diturunkanlah ayat yang mulia ini katakan Wah Muhammad k mereka yang apkan ya yang mendakwahkan bahwa kami cinta kepada Allah cinta kepada rasul maka hendaklah mereka membuktikan cinta tersebut dengan mengikutimu fattabiuni Ikutilah aku Insyaallah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian sehingga sebagian para ulama menyebutkan hadil Ay ayatul imtihan ini ayat ujian ya standar kecintaan barometer untuk mengukur Cinta adalah ayat yang mulia al-ittiba satu kalimat tidak banyak-banyak satu kalimat alittiba yang mencakup seluruh makna ketaatan ya loyalitas kesungguhan di dalam menjalani syariat Islam sesuai dengan apa yang diajarkan Rasul Sallallahu alaii wasallam itulah alittiba yang tentunya konsekuensinya meninggalkan seluruh perkara-perkara yang bidah perkara-perkara yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan rasulnya Karena melakukan hal itu telah melenceng dari jalur ittiba Allah mengatakan fattabiuni Ikutilah aku maka Ikhwatul Iman para pemirsa kaum muslimin dan muslimat rahimakum umullah jika kita benar-benar cinta kepada Rasulullah bila kita betul-betul tulus cintanya kepada Rasulullah maka cukupkanlah diri dengan apa yang telah cukup bagi Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam taatilah orang yang kita cintai karena tidak ada arti kecintaan bahkan merupakan kedustaan dan Kepalsuan Cinta tatkala mencintai seseorang tapi tidak mentaatinya ini merupakan kedustaan Kepalsuan yaitu cinta palsu maka hakikatul mahabbah alittiba hakikat cinta kepada Rasul adalah mengikuti sebagaimana kata Allah satu kalimat pegang kalimat ini ittiba gak ada yang lain alittiba yang mencakup semua Lini kehidupan kita mengikuti Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Oleh karena itu jalan yang harus kita tempu prinsip dasar yang harus kita pegang dalam hidup ini bila kita benar-benar mencintai Allah dan rasul-nya adalah Kalimat yang mulia ini al-ittiba sebagaimana yang Allah firmankan fattabiuni ini syiar hidup kita alittiba maka hendaknya masing-masing dari kita yang mengaku sebagai umat Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sudah seyukyanya nya kalimat ittiba tersebut selalu ada dalam benak pikiran kita menempel di hati kita tertanam terpati dalam lubuk hati yang paling dalam kemudian tampak dalam perilaku sikap akhlak keseharian kita pegang kalimat ittiba ini H naajah itulah keselamatan bila melenceng dari iktibar melencang dari Jalan alittiba penyimpangan kesesatan kesengsaraan begitu yang dikatakan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tukum Alal mahajjatil baid lailuhaahariha la yaha illa halik Aku tinggalkan kalian di atas jalan yang lurus jalan yang benar tidak ada yang menyimpang yang melenceng dari jalan tersebut kecuali celaka dan binasa melenceng tersebut berarti telah keluar dari jalan al-ittiba keluar dari perintah Allah al-ittiba maka kembali kita katakan bahwa satu kalimat hanya ada satu kalimat untuk membuktikan cinta dan kalimat tentu bukan diucapkan saja dilaksana altiba alittiba alittiba wahai kaum muslimin wahai para pemirsa alittiba H sabilun Najah Salamah inilah jalan keselamatan inilah jalan kesuksesan bila kita melenceng dari hal itu maka pasti celaka pasti binasa akan melenceng kepada syubuhat atau melenceng kepada syahwat begitu banyak di zaman sekarang ini nauzubillah minzalik ini hanya sebagai attazkir ya menjadi peringatan bagi kita semua mengingatkan kita semua wakir Faik tfaul mukminin dan berikanlah peringatan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman ikhwat Al Iman para pemirsa kaum muslimin dan muslimat di mana saja Antum berada Semoga senantiasa dalam lindungan Allah mendapatkan Taufik dan hidayah allahum Amin kembali pada topik pembahasan kita yaitu berkaitan dengan Akidah ahli sunahti wal jamaah yang dalam hal ini kita membahas ya perkataan-perkataan Imam Malik Rah rahimahullah yang menjelaskan perkara-perkara akidah yang tentunya ini merupakan akidah Ahli Sunah karena Imam Malik adalah Imam Ahli Sunah Wal Jamaah di antara perkara yang ditetapkan dan diyakini oleh Imam Malik rahimahullah dan ulama-ulama ahli Sunah yang lainnya dan ini adalah akidah kaum muslimin berkaitan dengan iman pada Yaumil akhir adalah Al Iman Bil Mizan meyakini ada Mizan timbangan di akhirat ya timbangan dalam hal ini diriwayatkan oleh Zuhair bin Ibad zuh bin Abbad q ya kulluman adraktu Minal masyaikh Malik wa sufya wa fudhail wa Isa bin Yunus wa BNI Mubarak wa waqi bin jarrah Kanu yaakuluna almizan haqqun Ya semua yang saya temui dari para guru-guruku daripada syekh-syekh yang mengajarkan kepadaku seperti Imam Malik Oh Malik Sufyan Tri ya dan fudhail bin Iyad Isa bin Yunus Ibnu Mubarak Imam waqi bin jarah ini di antara ya ulama-ulama ya guru yang dijumpai oleh Zuhair bin Abbad bahwa mereka semuanya mengatakan almizan Haq Al Mizan adalah hak Mizan Itul Adah kebenaran adalah suatu hal yang benar almizan artinya timbangan ya Nah merupakan salah satu dari akidah prinsip dasar akidah Ahli Sunah yang berkaitan dengan iman kepada Yaumil akhir adalah meyakini dan menetapkan keberadaan timbangan di akhirat kelak yang akan menimbang ya perbuatan amalan pelaku dan juga lembaran-lembaran catatan kebaikan atau kejahatan dan ini wajib kita imani karena perkara ini telah dijelaskan di dalam al-qur’an dan juga telah disepakati oleh para ulama Ahli Sunah ikhwat Al Iman para rahimakumullah ada baiknya Pada kesempatan kali ini kita membaca ayat-ayat yang menjelaskan atau hadis juga yang menjelaskan tentang al-mizan bagaimana akidah Ahli Sunah dalam hal ini ya yang pertama ayat al-qur’an yang menjelaskan ya tentang Mizan ya firman Allah subhanahu wa taala dalam surat ala’raf ayat 8 sampai 9 qala Subhana famanqulat mawazinuhu faulaika humul muflihun waman khat mawazinuhu faulaikalladina khasiru anfusahum Bima Kanu biayatina yadlimun yang artinya maka Barang siapa yang berat timbangannya timbangan kebaikannya timbangannya dengan kebaikan ya dan merekalah orang-orang yang beruntung Ma Barang siapa yang ringan timbangannya timbangan kebaikannya merek orang-orang yang telah merugi dirinya disebabkan bimu biayatina yadlimun ya disebabkan dengan kezaliman yang mereka lakukan terhadap ayat-ayat kami maka di sini Allah menjelaskan ada Mizan nah mawazin Nam Ada timbangan timbangan kebaikan dan juga timbangan ya kejelekan ini dalam al-qur’an dalam surat ala’raf ayat 8 sampai 9 di dalam ayat lain surah alanbiya ayat 47 qala subhanah Wul mawazinalqumilqiamah falalamu nafsun S waanaq habbatim Min khalin Ata biha wa Kafa Bina hasibin kata Allah subhanahu wa taala yang artinya dan akan kami Letakkan timbangan-timbangan keadilan pada hari kiamat pada hari itu tidak seorang pun jiwa ya tidak akan dizalimi ya seorang pun jiwa dengan sesuatu apapun Kendati ada sesuatu yang paling kecil habba ya seukuran biji satu biji yang khardal ya yang kecil dari kebaikan atau juga dari kejahatan ataina biha Pasti Kami akan mendatangkannya wfa Bina hasibin cukuplah kami yang akan menghisab itu Allah subhanahu wa taala ikhwat Iman para pemira rahimakumullah dan dalam hadis Abi Hurairah radhiallahu Anhu qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam arsyuhu Alal Ma Ya arsyur Rahman arasy Allah Azza wajalla di atas air wabadihi aluk almizan dan di satu tangan Allah ada Mizan ya tangan satu yang lain ada Mizan karena Allah memiliki dua tangan lima khalqtu biad ini akidah Ahli Sunah Wal Jamaah ya yang wajib kita imani dan di satu tangan Allah ada Mizan timbangan yakfidu waarfa Allah akan yak yaitu merendahkan dan mengangkat ituu merendahkan dengan timbangan sebagian kelompok sebagian kaum seban golongan dan mengangkat derajat sebagian mereka dan di dalam ya hadis yang lain Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan kalimatani khafifatani Alal lisan tsqilatani fil Mizan habibatani ilar Rahman subhanallah wabihamdih subhanallah azim ya subhanallah aladim subhanallah wabihamdih kata nabi alaihialatu wasalam ada dua kalimat yang sangat ringan dalam ucapan ringan untuk diucapkan Ya dan sangat berat dalam Timbangan dan dicintai sangat dicintai oleh Allah Arrahman subhanallahaladzim Subhanallah wabihamdih Mari kita perbanyak para pemirsa dan para pendengar mengucapkan dua kalimat ini subhanallahaladzim Subhanallah wabihamdih ya yang di dalamnya terdapat ya tasbih memuji Allah mensucikan Allah yang Maha Agung dan dengan segala pujian-pujian yang Allah miliki Dan di sini ada Mizan yaqilatani fil Mizan berat dalam timbangan di dalam hadis Abi Malik al-as’ari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda atuhuru Ya satrul iman walhamdulillahi tamlaul Mizan ya wudu itu adalah bagian dari keimanan dan alhamdulillah dan ucapan Alhamdulillah akan memenuhi timbangan tamlaul Mizan nah akan memenuhi timbangan ya ini ya ayat dan hadis yang menjelaskan kebenaran almizan almizanul Haq almizan Han ya sebagaimana kata Imam Malik rahimahullah bahwa timbangan itu adalah sesuatu yang hak yang benar ya Dan ini Tentunya perkara yang gaib yang tidak bisa direkayasa dengan akal atau logika kita Nah maka hanya mengikuti dalil yang terdapat di dalam al-quranul Karim dan hadis-hadis yang sahih tentang perkara Mizan ini Nam timbangan nah berdasarkan hadis dan ayat atau berdasarkan ayat dan hadis yang disebutkan tadi maka kaum muslimin Ya sudah sepakat terutama ulama kaum muslimin telah sepakat ya menetapkan almizan dan kewajiban untuk mengimaninya ini merupakan salah satu prinsip dasar akidah ahli sunahti Wal Jamaah ada baaknya juga ya kita bacakan sebagian ungkapan mereka ya Ee nukilan ijm yang menjelaskan tentang hal itu Abu Muhammad Abdurrahman Ibnu Abi Hatim mengatakan saaltu Abi wa abaz zurah an mahibi ahli sunti Fi usulidin W adraka alaihil ulamai Jamil am wqidani fik ya waqala adraknal ulama Fi Jamil amsi hijazan wa iraqan waaman wa yamana fana Min madhabihim Wal mizanu Haq lahuiul Ibad H aku bertanya kepada Ayahku dan kepada Imam Abu Zura arrazi tentang mazhab akidah ahli sunah dan apa yang mereka temui yang mereka dapatkan dari para ulama dari seluruh ya Negeri kaum muslimin dan apa yang mereka berdua yakini tentang hal itu mereka menjawab yait Abu Hatim dan juga Imam Abu zurah keduanya ya arraziani mereka menjawab adraknal ulama kami menjumpai menemui para ulama di seluruh negeri kaum muslimin Hijaz Makkah Madinah di Irak Syam di Yaman ya maka merupakan di antara mazhab atau akidah mereka ya kemudian disebutkan akidah-akidah yang lain di antaranya Wal mizanu haqqun dan Mizan timbangan itulah adalah benar hak lahu kifatan Mizan timbangan itu memiliki dua neraca ya tuzanu fihi Amalul Ibad yang akan ditimbang ya di timbangan tersebut amalan-amalan manusia baik atau yang jelek semuanya itu adalah hak ya ini satu nukilan ijmak yang menjelaskan tentang ya kebenaran almizan Kemudian dari ayat dan hadis yang kita jelaskan tadi yang kita sampaikan tadi maka bisa disimpulkan bahwa sifat dari Mizan tersebut ya yang akan menimbang kebaikan dan kejelekan itu maka bisa disimpulkan berapa sifat yang ini tentu adalah kebenaran karena telah terkandung dalam ayat dan hadis yang disampaikan tadi ya yang pertama bahwa timbangan tersebut ya berada di tangan Allah Azza wa Jalla ya biyadihi Al ukhro almizan ya sebagaimana dalam hadis yang kita bacakan tadi hadis Abi Hurairah nabi mengatakan wabiyadihi Al ukhro Al Mizan bahwa di satu tangan Allah yang lain adalah Mizan Timbangan dan timbangan tersebut ya dengan timbangan tersebut Allah subhanahu wa taala yarfau quman W akhir Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum Karena bila bila berat timbangannya maka akan mengangkat derajat mereka ak akan ya menurunkan atau merendahkan sebagian kelompok sesuai dengan amalan mereka ini yang pertama kemudian timbangan tersebut akan menimbang sekecil apapun dari amalan karena Allah menjelaskan dalam Alqur’an ya waanaq habbatin minalin Bi wfaina Hasib sekecil apapun ya dari amalan dari perbuatan maka Allah subhanahu wa taala akan menimbang ya dalam timbangan ya keadilan pada Yaumul kiamah kemudian timbangan tersebut timbangan yang betul adil ya timbangan yang menimbang sesuatu semua dengan pas tidak ada berlebih dan berkurang ya kebaikan dan kejelekan Fa yazidu yang tidak akan bertambah dan berkurang berbeda ya sebagian timbangan di dunia ini ya ada yang tidak pas ya jadi ee Mungkin ada yang berlebih ada yang berkurang Adapun timbangan akhirat perkara yang sangat teliti ya tidak ada yang berlebih dan tidak ada yang berkurang karena tidak ada kezaliman pada hari tersebut kemudian Dia memiliki dua kifah neraca timbangan yang tentunya salah satu akan bisa menjadi berat dan satu menjadi ringan ya satu akan naik dan satu akan Ya turun sesuai dengan ya timbangan tersebut bila kebaikan yang banyak tentu akan menjadi berat Nam dan sebaliknya nah ikhwat Al Iman para pemirsa kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah itu ya sifat dari almizan yang terkandung di dalam ayat al-qur’an dan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam baik yang menjadi pertanyaan ya apakah hal-hal yang akan ditimbang ya Di dalam timbangan tersebut nah Apakah hanya perbuatan saja ya atau juga pelaku Dar manusia itu sendiri dan juga catatan kebaikan atau kejelekan yang dikenal dengan bahasa Arab sijil ya sedikit ada perbedaan di kalangan para ulama tapi yang sahih yang benar sesuai dengan dalil maka timbangan tersebut akan ditimbang ya akan ditimbang di pada timbangan tersebut tiga hal ya Yang pertama adalah amalan ya yang kedua adalah pelakunya dan yang ketiga adalah lembaran catatan amal ketiga hal ini akan ditimbang semuanya ya hal yang menjelaskan hal itu ya atau dalil yang menjelaskan tentang hal tersebut ya yang pertama yang akan ditimbang adalah perbuatan amalan ya sebagaimana dalam hadis ya yang telah kita bacakan tadi ada dua kalimat dua kalimat yang ringan dalam ucapan dan berat dalam timbangan ya kalimat tersebut Subhanallah aladzim Subhanallah wabihamdih nah ini amalan ucapan ya walhamdulillah tamlaul Mizan dan alhamdulillah akan memenuhi timbangan maka ini menjelaskan kepada kita bahwa di antara perkara yang akan ditimbang ditimbangan tersebut di Mizan tersebut adalah alalul Ibad ya Barang siapa yang berat timbangannya timbangan kebaikannya maka dia orang yang beruntung Siapa yang ringan timbangan kebaikannya mereka yang telah merugi dirinyababkan kezaliman mereka terhadap ayat-ayat kami n ini yang pertama jadi dalilnya tadi yang telah kita sebutkan dua kalimat kalimatani ya khfifatani Al lisanqilatani Fil Mizan ya habibataniahman Subhanallah Alim Subhanallah wabihamdih para pemirsa rahimakumullah tatkala kita mendengar hadis ini dan Jelaskan tentang Mizan bukan hanya sebuah pengetahuan ya tapi diamalkan dari sekarang dan untuk selanjutnya memperbanyak mengucapkan kalimat tersebut ya Subhanallah wabihamdih subhanallahadim tidak butuh waktu tidak sampai sat detik ya subhanallah wabihamdih subhanallah azim atau Subhanallah Aim subhanallah wabihamdih alhamdulillah begitu juga Tamul Alhamdulillah Lalu bagaimana tatk kita mengucapkan subhanallah walhamdulillah walailahaillallahu Akbar itu semua kebaikan akan ditimbang ya maka Perbanyaklah mengucapkan kalimat tersebut Nam yang kedua ikhwat Al Iman para Pisa rahimakumullah yang akan ditimbang pada hari kiamat adalah lembaran atau kitab catatan amalan Nam itu akan ditimbang Jik dengan sijil ya catatan dan hadis yang menjelaskan perkara tersebut adalah hadis yang di Dengan hadis bitqah hadis ya kartu ya bitqah itu kartu ya Kenapa dinamakan bqah karena padai kiamat akan dikeluarkan satu lembaran yang hanya seukuran kartu yang tertulis di sana Lailahaillallah itu akan ditimbang ada baiknya kita baca hadis tersebut kemudian Mari kita sejenak merenung ya Apakah nanti Apakah ucapan Lailahaillallah yang diucapkan sudah betulul ucapan yang tulus Sehingga betul akan berat dalam timbangan atau bagaimana sesungguhnya di dalam hadis ya hadis Abdullah bin Amru bin as radhiallahu anq Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam inallahaulan umati un yaak un fha asadu Alla ilahaillallah Wana muhammadan abduhuasuluhakulir waznak hadq inak qjat Fi kifatin Wal bitqatu Fi kiffah fat asijillat wattil bqah F yqu Ma ismillahiai hadis riwayat Imam at-tirmidzi dan Ibnu Majah hadis sahih disahihkan oleh Syekh Albani rahimahullah yang artinya Abdullah bin Amru bnul as menjelaskan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya Allah akan membebaskan akan menyelamatkan ya seorang dari umati dari umatku ala rusil khalaiq di hadapan manusia ya pada hari kiamat akan dibentangkan di hadapannya 99 catatan amalan masing-masing dari catatan tersebut panjangnya panjangnya ya seukuran mata memandang sejauh mata memandang dan di dalam catatan tersebut yang banyaknya 99 dan yang panjangnya ya sepanjang mata memandang ya dalam catatan tersebut tertulis seluruh kejahatan-kejahatannya La haula wala quwata illa Billah kemudian Allah bertanya kepada hamba tersebut Apakah engkau mengingkari ya apa yang ada dalam catatan ini apakah para malaikat yang menulis amalan menzalimi maka sang hamba menjawab la ya Rabbi tidak wahai rabku kemudian Allah bertanya lagialaka udrun apakah engkau memiliki alasan atau miliki kebaikan Apakah ada alasan kenapa engkau lakukan hal itu Apa uzurmu Apa alasanmu sang hamba menjawab Ya Rabbi enggak ada ya Allah enggak ada uzurku gak ada alasanku atau juga gak ada kebaikanku fqu bala maka Allah menjawab bahkan kebaikanm itu ada lakaana Hasanah di sisimu di sisi kami kamu memiliki satu kebaikan faahuulma Al [Musik] sesungguhnya um sesungguhnya tidak ada pada hari ini kezaliman bagimu sedikitpju bqah kemudian dikeluarkan satu lembaran kartu yang di dalamnya tertulis Ashadu Alla ilahaillallah wa Ashadu anna muhammadan abduhu waasuluh kalimatut tauhid syahadatan kemudian dikatakan ahdir wazn ya bawa datangkan ke sini ya timbanganmu fayakulu maka sang hamba menjawab berkata Ya Rabbi wahai rabku Ma had bitaqah Ada apa dengan lembaran dengan satu bitaqah ini ya dibandingkan dengan 99 sijilat catatan kejahatanku ya tidak sebanding dan itu akan ditimbang q Allah Azza W inak Allah mengatakan engkau tidak akan dizalimi w wasqulat Al bitq kemudian 99 catatan kejahatan tersebut diletakkan dalam satu neraca Timbangan dan yang bitqah satu lembaran kartu ya diletakkan dalam neraca yang kedua fatat asijillat maka bertebangan 99 catatan kejahatan maka satu bitqah kartu tersebut lebih berat dari 99 catatan kejahatan itu maka tidak ada ya suatu yang lebih berat ya bersama nama Allah Subhanahu waa taala ya Subhanallah hadis bitaqah ini hadis sama hadis bitaqah tapi menjadi permasalahan dan renungan kita para pemirsa dan juga Para pendengar kita mengucapkan syahadatin Ashadu Alla ilahaillallah asyhadu anna muhammadar rasulullah tapi apakah setiap orang yang mengucapkan kedua syahadatan tersebut ya ucapan tersebut Apakah beratnya di akhirat kelak seperti beratnya ucapan seorang hamba yang dalam hadis ini jawabannya tidak pasti maka ini kembali kepada ketulusan ya dan keyakinan dan ketulusan seorang hamba keikhlasan di dalam mengucapkan kalimat tersebut bukan sekedar hanya ucapan tapi tanpa dipahami maknanya tanpa diamalkan kkuensi dan tuntutannya kalimatut tauhid bukan sekedar ucapan tapi membutuhkan ucapan yang tulus dari hati kita dan pemahaman yang benar terhadap makna dan konsekuensinya kemudian pengamalan terhadap tuntutan-tuntutannya dengan demikian kalimat tersebut akan menjadi berat lebih berat dari 99 catatan kejahatan seseorang Semoga Allah merahmati kita semua kemudian di antara hal yang akan ditimbang para pemissa rahimakumullah ya adalah ya pelaku ya pelaku yang melakukan ya perbuatan ya yang berbuat itu akan ditimbang di antara hal atau hadis yang menjelaskan hal ini hadis Abi Hurairah radhiallahu an Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ya lainallah janaha baudah waqala iqrau Fala nuqimu lahum yaumalqiamati wazna sesungguhnya pasti ya Niscaya akan datang ya seorang lelaki yang azim yang gemuk yang besar gemuk Samin pada hari kiamat jadi fisiknya gemuk besar berat Fala yazinuallah Janah baudah akan tapi sama sekali tidak ada timbangannya di sisi Allah ya Walau seberat ya sayap lalat berapalah beratnya sayap lalat ya sangat ringan bahkan tidak ada timbangannya maka kata Rasul Iqra bacalah firman Allah Fal nuqimqiamati maka pada hari kiat fimahum tidak akan kami tegakkan bagi mereka tidak Letakkan bagi mereka pada hari kiamat waznan timbangan jadi ternyata ya yang menjadi standar penilaian Allah bukanlah besarnya fisik bukanlah kuatnya jasad kita bukanlah gemuknya badan kita tapi adalah keimanan ya fiqalul Iman beratnya Iman ya lihat Bagaimana Abu Bakar kalau dari sisi ya fisik beliau beliau orang yang kurus ya sampai beliau terus mengangkat sarungnya izarnya ya begitu dipasang melorot lagi Kurus beliau ya berbeda seorang mungkin pinggangnya agak gemuk agak melebar maka begitu sarung diikatkan dipakai tetap akan tertahan tapi seorang yang kurus begitu diikat melorot diangkat lagi karena beliau takut jangan sampai ya masuk ke dalam orang-orang yang menjulurkan pakaian dalam keadaan sombong tapi bukanlah yang menyebabkan Abu Bakar dan sahabat yang lainnya mulia dan berat timbangannya karena fisik mereka penampilan mereka tidak tapi kena fibih minal iman di hatinya dari keyakinan dan iman itu yang membuat Abu Bakar lebih utama menjadi orang yang pertama dalam Islam ya setelah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Mari juga kita perhatikan ya bagaimana ya kondisi seseorang yang dinilai oleh Allah bukan dari bentuk fisiknya penampilannya tapi iman yang terpatri ketakwaan yang ada dalam hati dan jiwanya dalam hadis yang lain ya hadis Ali Bin Abi Thalib radhiallahu anhu beliau menceritakan Amar nabi Sallahu Alaihi Wasallam ibna masudinajar am abdillahudajar Hum Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maakun lijlu abdillahi Mizan yaumalqiamati Min uhud Ali Bin Abi Thalib menceritakan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan Abdullah Ibnu Mas’ud salah seorang sahabat nabi yang mulia abdullahn Masud untuk memanjat dia sebatang Poh yang Rasulullah perintahkan untuk yang mengambil sesuatu dari pohon tersebut maka tersingkap betis beliau para sahabat melihat ya melihat betis Abdullah Ibnu Mas’ud radhiallahu anu tatkala beliau ya manjat atauemjat pohon tersebutka senyum dan tertawa Ya karena melihat Humi karena melihat ya kecilnya atau tipisnya atau Nam betis kurusnya betis kedua betis Abdullah Bin Masud saq ya ini Abdullah Bin Masud yang beliau meng Kakan tidak satuun ayat yang turun di mana dan kapan Dan kepada siapa akcilis yang mengetahuinya kata beliau dan bila ada seorang yang lebih mengetahui tentang al-qur’an daripadaku di mana pun tempatnya dan bisa didatangi saya akan datangi kata beliau ya yang beliau sangat tegas terhadap perkara-perkara bidah dan sangat Setia mengikuti sunah ya ternyata fisik beliau sungguh sangat ya atau kedua betisnya sangat kurus kurus kerempeng Ya hanya mungkin terlihat tulang saja dibalut dengan ya kulit begitu kurus nah para sahabat spontanitas melihat seperti itu tertawa karena mereka tidak melihat sebelumnya tertawa Rasul bertanya kenapa kan tertawa kenapa kenapa kalian tertawa artinya kalian tert melihat kedua betis Abdullah Bin Masud begitu kurus maka apa kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya larijlu satu dari kaki Abdullah Ibnu akan lebih berat dalambangan di akhirat kelak pada hari kiamat Min uhudin dari bukit uhud Allahu akbar kita mengetahui dan yang telah berangkat ke tanah suci melihat bukit uhud di Madinah begitu ya juga tidak terlampau tinggi tapi begitu panjang ya menyatu besar nah Subhanallah Bukit uhud begitu besar berapa ya Ton beratnya wallahuam tapi ternyata satu dari kaki Abdullah IBN Mas’ud pada hari kiamat bila ditimbang dalam timbangan kiamat hari kiamat maka akan lebih berat dari bukit uhud Allahu akbar Subhanallah Apa yang menyebabkan para pema rahimakumullah ya Apa yang menyebabkan begitu berat timbangan satu kaki dari kaki Abdullah bin Mas’ud bukan keduanya rijlun rijlun satu rijlani dua ya Dan ini Tentunya tidak bisa dinilai dengan logika karena secara logika tidak masuk akal begitu kecil secara fisik ya Kok bisa lebih berat dari uhud yang begitu besar tidak masuk akal karena kita beragama Bukan main akal-akalan tapi menggunakan akal yang sehat untuk menerima kebenaran yang datang rasulnya na begitulah standar penilihan Allah Azza waalla bukan dari fisik bukan dari penampilan tapi amalan dan keimanan karena sesungguhnya betis kaki yang kurus kerempeng tersebut adalah kaki yang melangkah di jalan-jalan ketaatan yang berjihad bersama Rasulullah dan kaki seorang yang memiliki keimanan yang terpatri dan kecintaan yang bersemi ya k Allah k rasulnya kepada agama itulah menyebabkan seorang akan lebih berat timbangannya pada hari akhirat kelak maka ini pelajaran bagi kita janganlah kita menyombongkan diri karena perawakan kita misalnya penampilan kita atau ya fisik kita enggak ada nilainya is Allah subhanahu wa taala jika di hati tidak ada ketakwaan ya jika tidak ada amal saleh yang kita lakukan makanya Allah mengatakan atau hadis dalam hadis rasul mengatakan innallahauruarikum w w ajsamikumakinlubikum waikum allah tidaklah memperhatikan menilai penampilan fisik kalian ya penampilan kalian dan fisik kalian tapi yang dinilai oleh Allah Subhanahu Wa taalalubikum hati kalian dan juga amal saleh kalian mudah-mudahan apa yang kita sampaikan pada kesempatan kali ini ya menambah iman kita semakin kita bersemangat untuk berbuat kebajikan dan semakin kita juga terus berusaha untuk tulus dan ikhlas dalam mengucapkan kalimat tauhid dan merealisasikannya dalam kehidupan kita dan juga tentunya kembali kita mengintrospeksi diri semua hal itu bahwa semua hal itu bisa akan laksana dengan ittibaan Nabi Sallallahu alaii wasallam mengikuti Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk ya melakukan amal ibadah perkataan perbuatan amalan hati ucapan yang akan menambah berat timbangan kebaikan kita di akhirat kelak allahum Amin demikian wallahuam TB Ustaz Barakallah fikum W jaazakallahu Khairan terima kasih atas pelajaran yang telah disampaikan dan bimbingan yang bermanfaat di kesempatan pagi hari ini semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya selanjutnya bagi Anda yang ingin bertanya untuk memperdalam materi seputar pembahasan ini silakan di 0218236543 Sebutkan nama anda dan dari mana anda berasal telepon yang pertama kami angkat coba halo silakan Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh ibu dengan siapa ini di mana Aku riswati dari Pamulang silakan Ibu pertanyaannya Pak ustaz Maaf aku mau bertanya begini kalau misalnya aku itu tidak mau memaafkan kesalahan orang itu memperberatimbangan aku yang tidak baik enggak pakust nanti di sana karena kan aku pernah memaafkan kesalahan orang tersebut dia berulang lagi berbuat berbuat yang salah lagi yang lebih parah lagi Pak Ustaz aku pikir untuk apa aku bermain dengan orang yang munafik dia kelihatannya di depannya baik tapi di belakangnya menggibai aku yang sangat parah gitu loh Pak ustaz Terima kasih Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh silakan Ustaz ya ee terima kasih kepada Ibu yang bertanya ya Semoga senantiasa ee dalam lindungan Allah Azza waalla ya hidup ini penuh dengan cobaan dan ujian ya diuji dengan sesama Nam dalam kita berinteraksi ya seringkiali kita menjumpai berbagai bentuk-bentuk kezaliman Ya karena ya Emang pada manusia kalau jauh dari ilmu dan agama mereka akan buat zalim ya inuman jahul manusia ituang zalim dan jahil maka bagi mereka yang belajar memahami agama itulah yang akan bisa merubah perilaku dan sikap mereka nah bila kita dizalimi ya dizalimi k orang berbuat kesalahan kepada kita kemudian kita maafkan dia berbuat lagi ya dilakukan lagi kezaliman atau mungkin hal-hal yang lain ya Lalu bagaimana dengan hal seperti itu apa yang harus kita lakukan pertama dalam hidup ini kita jadikan hidup ini ya enjoy dalam menghadapi berbagai permasalahan karena tatkala kita ya menjadikan atau menjadikan hal-hal yang kita dalam hidup ini menghabiskan waktu dan mencurahkan perhatian kita ya terkonsentrasi dalam hal itu orang ini menzalimiku Kenapa ya kok menzalimi Terus kenapa dan seterusnya Ya sudah dimaafkan zalim lagi Ma lagi maka yang seperti itu akan terus merusak pikiran kita menghilangkan konsentrasi kita untuk yang berbuat lebih baik dan pun ya Yang yang seperti itu juga akan terus membuat kita hidup dalam kondisi emosi ingin membalas ingin seperti itu dan seringkiali terkadang kita ya Terus menggambing hitamkan yang lain pada sesungguhnya bila hal itu terjadi perlu pertama langkah awal adalah kita introspeksi diri karena kita memang banyak kesalahan semua kita jadi beristigfar kepada Allah mohon keampunan kepada Allah bila telah terbukti ya kita Alhamdulillah sesuai dengan ya kondisi manusia dengan segala keterbatasan kita tidak menzalimi yang lain tidak mengganggu dan tidak melakukan hal yang akan merusak orang lain ternyata kita dizalimi maka ketahuilah hal yang demikian itu maka akan mengangkat derajat kita di sisi Allah bila kita memaafkan maka Allah akan memaafkan kita Ala tuhibbuna ayagfirallahu lakum ya Tidakkah Allah ingin memaafkan Allah mengingin Tidakkah kalian menginginkan Allah maafkan kalian karena bila kita beruat kebaikan Allah akan membalas dengan kebaikan nah bila orang tersebut terus berbuat kita Maafkan maka yang akan semakin hina orang tersebut kita tidak akan hina dan kebaikan kita tidak akan berkurang Bahkan dia terus menzalimi terus menzalimi kemudian dia mati dalam keadaan berbuat zalim Karen orang mengambil harta merusak nama baik dan memukul dan seterusnya mati dalam keadaan tersebut dan yang terzalimi tidak Maafkan dan dia tidak sempat meminta maaf kepada yang terzalimi maka ya tinggal nanti di pengadilan yang maha adil pada hari kiamat Iya diadili oleh Allah jadi Cheng kebaikan dan kejahatan ya Kebaikan dia diberikan kepada yang terzalimi dan terus bila habis kebaikannya enggak ada lagi kan kejahatan maka kejahatan orang yang terzalimi dipindahkan P dia Itulah almuflis orang yang bangkrut jadi dalam hal ini bila Ibu maka dalam hal ini maafkan karena berulang kali melakukan Maafkan sudah enggak peduli dia karena apapun dia lakukan tidak akan membuat kita hina di sisi Allah ya karena permasalahan kita sering kita tatkala melihat Oh saya akan hina bila manusia menghina saya ini permasalan yang mindset yang harus kita benarkan selama kita orang yang baik orang yang taat cinta kepada Allah cinta kepada rasul ya dan melaksanakan agama dengan baik berpilaku yang Akhlak Yang Mulia ya maka orang yang seperti pasti juga akan diuji dengan orang yang jahil ya orang yang yangang orang yang berperilaku tidak baik bukan berarti dia yang terzalim itu jelek tidak gitu Jadi tidak akan mengurangi kedudukan kita sama sekali maka pesan saya dalam hidup ini yang seperti itu hal yang biasa dialami apalagi dengan kejahilan ya jauhnya manusia dari agama muncul seperti itu maka Ya enggak perlu ambil pusing dengan hal itu ya kalau mampun Ya maafkan selesai Dia berbuat lagi udah silakan ya meang prinsip kita jika Allah telah menginginkan kebaikan bagi kita maka tidak seorang punya bisa untuk ya ee apa E mendat kejahatan bagi kita makanya dalam hadis wasiat rasul kepada Ibnu Abbas Wah Ibu Abbas Pahamilah jika manusia semunya berkumpul untuk mendatangkan satu kebaikan bagimu mereka tidak bisa melakukan hal itu kecuali apa yang telah Allah tulis telah Tentukan bagimu sebaliknya bila mereka bersatu untuk mendatangkan kejahatan bagi dirimu mereka tidak akan mampu melakukan hal itu kecuali apa yang telah Allah tulis yang telah Tentukan akan menimpa dirimu jadi mang kalau secara psikologis secara kejiwaan kita meang kita dizalimi dan jiwa itu memiliki sifat ingin membalas itu jiwa Karena dia mengambil Bagian untuk istilnya ya betul melampiaskan emosinya mengambil Bagian untuk membalas dan biasanya begitu ada pembalasan itu seringkiali manusia keluar dari jalur keadilan maka dalam hal ini ya kita ada nanti hari pengadilan yang maha adil Ya bukan kita mencari ingin dizalimi tidak tapi bila anda terzalimi ya menzalimi kita kita kata atau tidak maka pada hari kiamat ada hari pengadilan depan Allah akan diadili ya dalam hadis Sebutkan ya atadruna manil muflis fikum Min umati k mengetahui Enggak siapa orang yang bangkrut dari umatku kata para sahabat almflis dirhama Dinar yang bangkrut tidak punya Dinar tidak punya dirhan tidak punya harta it yang bangkut almflis umati Man atqam was jadi orang yang muflis bukan orang yang tidak punya duit ya tapi ternyata orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa Amalan Salat sedekah puasa dan Imal ketaatan yang lain ternyata dia telah menzalimi Si Fulan ya menzalimi mengambil hartanya menumpahkan darahnya memukul dan seterusnya ya maka Kebaikan dia dipindahkan kepada yang terzuk bila habis kebaikan belum terpenuhi maka kejahatan orang yang dizalimi dipindahkan pada yang menzalimi maka dalam hal ini ibu yang bertanya ya hentaklah ser kita introspeksi diri dan berlapang dadalah jangan pernah memendam dalam diri kita sesuatu yang kita butuh akan menghilangkan konsentrasi k yang seperti itu akan mengurangi kekhusyukan dalam ibadah teringat terus orang ini kok terzalimi saya ya Apa salah saya nah ini Jangan katakan kita banyak salah nah maka yang terbaik memaafkan Dia berbuat Maafkan lagi gak ada masalah karena kezaliman dilakukan tidak akan mengurangi kebaikan kita di sisi Allah ya Bahkan akan menambah ya itulah yang harus dilakukan lihat Rasul Ya siapa yang lebih BAAK dari Rasul dizalimi Ya dihina dicaci nah begitulah apalagi orang-orang yang membaat kebaikan ingin belajar sunah ingin memegang sunah ingin melaksanakan sunah Nabi ingin bertauhid yang benar maka akan dibenci akan dizalimi akan dihina berbagai kedustaan yang akan ya ditujukan atau di atas namakan ee kedustaan yang dilontarkan dan macam-macam maka dalam hidup ini mang butuh kesabaran nah itu mungkin ya bisa disampaikan wallahuam tib Ustaz Barakallah fikum Terima kasih atas at penjelasan dan jawaban yang bermanfaat yang telah disampaikan untuk yang bertanya khususnya dan kita semuanya yang menyimak Pada kesempatan kali ini kami berikan kesempatan satu lagi untuk telepon silakan di 0218236543 Sebutkan nama Anda Dari mana Anda berasalamum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh ibu dengan siapa Di mana ini Tangerang Selatan silakan pertanyaan Ibu eh Ustaz kita kan kalau ke apa Nam ziarah kubur ya terus ee di samping kita menjalankan sunah terus untuk mengingat kita tap kalau kita niat juga untuk membersihkan kuburan juga tu apa boleh Pak ustaz demikian asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz ya terima kasih ya Ee kepada ibu yang bertanya barakallahu Fik ya semoga dalam lindung Allah subhanahu wa taala ya Ee tentang masalah ziarah kubur ya menghal Yang disunahkan ya dengan tujuan ziarah kubur itu pertama untuk ya mendoakan kebaikan kerahmatan keampunan bagi penghuni kubur Ya ini yang pertama maka kita doanya asalamualaikum ahlburar muslimukminin Ya antum begitu kemudian ya untuk mengingatkan kepada kematian karena semua kita pasti akan ya masuk kubur maka apa yang telah dipersiapkan maka kita ingat kematian maka akan menjadi hati semakin lembut ya jiwa semakin tenang Ya seperti itu dan Ambisi dunia semakin berkurang dalam hidup kita karena semua akan ditinggalkangat kepada yang ketiga tujuannya Mang kita ingin meneladani Rasul Mang begitu Rasul mengajarkan pada para sahabat ya bagaimana ziarah dan itu sunah Nabi alaihiatu wasalam ya terlepat daripada ulama Apakah wanita juga disyariatkan ziarah kubur atau hanya Sebai kaum lelaki maka bagi kaum wanita lebih baik ya knya itu untuk mendoakan ya mendoakan ya cukup di rumah pun bisa mendoakan mengingat kematian tapi kalaupun seandainya ziar maka ya Sesuai dengan tata cara tidak meratap tidak macam-macam di sana ya tidak meng ungkapan-ungkapan yang EE mengungkapkan ya penyesalan atau mungkin ya dan seterusnya dan bila ziarah kubur tadi kebetulan kita ziar lagi ziarah lihat mungkin ada rumput-rumput yang mungkin apa kita bersihkan ya Kya sekedar seperti itu ya sekedar hal yang seperti itu tidak ada masalah ya Gak ada masalah itu itu hanya ya hal yang berkebutulan karena perlu diketahui bila mengunjungi ya atau menziarahi kubur ditetapkan pada waktu-waktu tertentu Kemudian pada waktu tertentu tersebut harus ya membersihkan kuburan ya kemudian berulang kali seperti itu setiap mungkin Sebulan sekali ziarah pada hari yang sama Nanti bulan yang akan datang begitu lagi dan seterusnya nah ini yang tidak boleh dilak Ukan ya karena mendatangi ya secara berkala secara ee rutin dalam waktu waktu tertentu maka itu termasuk menjadikan kuban itu ID ID yang didatangi ya W tajalu qobri Idan kata Nabi Ya Allah jangan jadikan kuburanku ya sebagai ID yaitu didatangi secara rutin terus-menerus mereka beribadah di sana dan melakukan berbagai ritual-ritual yang tidak ditentukan tidak tidak disyariatkan maka kesimpulannya kalau hanya sekali ziarah mendoakan kemudian kebetulan mungkin ada ee hal mungkin agak ya kuburan dibersihkan tidak ada masalah dengan catatan bukan menjadi sebuah rutinitas pada hari-hari tertentu dan waktu-waktu tertentu bulan-bulan tertentu melakukan yang demikian itu jadi fleksibel saja Nam seperti itu wallahuam ya semoga Allah subhanahu wa taala membimbing kita semua untuk mengikuti sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan membuktikan dalam hidup ini satu Kalim Yang tadi kita sampaikan di awal ya pertemuan kita pada hari ini itu al-ittiba tadi al-ittiba ini kuncinya pegang kalimah ini alittiba ditulis Itu di mana-mana ditulis ya terutama di hati kita dan pikiran kita ya terpatri kalimat alittiba ya alittiba Apa arti ittiba mengikuti apa diikuti Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam nah dalam akidah kita dalam ibadah kita dalam akhlak perilaku kita dan seluruh perilaku dan sikap kita kita al-ittiba ya alittiba alittiba Qul in kununtum tuhibbunallah fattabiuni jika kalian mencintai Allah maka Ikutilah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jangan mengada-ngada jangan membuat hal-hal yang bidah jangan buat perkara menisii sunah ikuti cukupkan diri dengan apa yang telah cukup bagi Rasulullah cukupkan diri kita dengan apa yang telah cukup oleh Rasulullah cukupkan diri kita dengan apa yang telah cukup bagi kaum Muhajirin Wal Ansar sahabat nabi alaihialatu wasalam Jangan menambah-nambah karena seorang tidak cukup baginya apa yang telah cukup bagi Rasul dan para sahabat maka tidak ada di dunia ini yang cukup baginya dia akan terus mencari hal-hal yang tidak ada landasannya n Semoga Allah subhanahu wa taala mengokohkan hati kita mengistikamahkan ya kita semua di atas sunah rasul sampai ya datang ajal menjemput kita allahum amin demikian wasallallahu wasallam ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain walhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakumullahu Khairan kepada Ustaz yang telah berkenan untuk meluangkan Waktunya kembali menyampaikan dari pembahasan Manhaj Imam Malik akidah dan semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat Taufik dan keberkahan untuk Ustaz sekeluarga juga kita bisa diberikan kesempatan kembali untuk mengambil ilmu di Jumat pagi yang akan datang Ikh Islam pemerhati R di manapun Anda berada kami ucapkan terima kasih atas kebersamaannya kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan program acara ini kami akhiri subhanakallahamdika asuaaha anagir wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *