bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV kajian Islam bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati raja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan secara langsung oleh guru kita Ustad Dr musyafah dari stdi Imam Syafi’i Jember pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan Kitab Shahih Fiqih Sunnah fiqih ibadah dan setelah penyampaian materi seperti biasa anda dapat bertanya secara langsung di lantai 3 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di charge WhatsApp di nomor 08198 96543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz Valet Bismillahirrohmanirrohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan kaum muslimat rahimana Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat-nikmatnya kepada kita semuanya Alhamdulillah Allah masih memberikan kepada kita iman Islam semangat mengikuti sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam nikmat sehat dan nikmat-nikmat yang lainnya yang apabila kita ingin hitung maka kita akan maka kita tidak akan mampu menghitungnya sholawat dan salam begitu pula keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad shallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat rahimana wa rahimakumullah Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salat salat sunnah Alhamdulillah pada kesempatan yang telah lalu kita sudah selesai membahas tentang salat-salat wajib dan di sana masih ada pembahasan yang sangat luas yang membahas tentang salat-salat sunnah sholat sholat sunnah ini jamaah sekalian rahim Allah adalah salat yang selain salat lima waktu salat yang selain salat lima waktu yang selain sholat 5 waktu dianggap sebagai sholat sunnah ya mungkin dikecualikan salat Nazar ya dikecualikan salat Nazar kalau kita kecualikan salat Nazar maka Ya semua yang di luar salat lima waktu disebut sebagai salat sunnah atau salat atau salat nafilah sholat sunnah ini bisa kita bagi menjadi dua yang pertama salat rawatib yang kedua salat selain ya salat sunah selain rawatib salat sunnah rawatib adalah salat salat sunnah yang dikaitkan dengan salat lima waktu salat salat sunnah yang ada kaitannya dengan salat lima waktu ya bisa sebelumnya bisa setelahnya baik Adapun salat selain salat Sunnah Rawatib maka ya itu bisa berupa salat malam ya bisa berupa salat bisa berupa salat tahiyatul masjid dan yang lainnya ada pembagian yang ketiga atau bagian yang ketiga yaitu salat Sunnah mutlak salat Sunnah mutlak mutlak adalah salat sunnah yang tidak dikaitkan dengan sebab apapun atau tempat apapun atau dikaitkan dengan salat wajib dan sholat sunnah rawatib salat Sunnah mutlak ini salat sunnah yang tidak ada batasan bilangannya tidak ada batasan bilangannya intinya dikatakan mutlak karena dia mutlak Anisa mutlak adil makan mutlak Anil waktu jadi tidak ada kaitannya dengan sebab apapun orang kepengen sholat ya ndak ada sebabnya dan tidak ada kaitannya dengan waktu tidak ada juga kaitannya dengan tempat jadi dia memang ingin salat saja ini namanya salat Sunnah mutlak seperti misalnya ketika ada orang ya dia sudah salat ba’diyah dzuhur sudah salat tempat rakaat setelah itu dia kepengen sholat lagi maka dia boleh salat Sunnah mutlak niatnya Bagaimana Ustaz niat salat Sunnah saja niat salat Sunnah misalnya dua rakaat kemudian salat dua rakaat di sini tidak terikat dengan waktu tidak terikat dengan salat wajib tidak terikat dengan tempat ya tidak terikat dengan yang lainnya dia salat sunnah dan dulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sering salat Sunnah mutlak ini di atas tunggangan beliau orang kalau sedang perjalanan dia kalau misalnya ingin sholat dia bisa salat Sunnah saja daripada hanya berdzikir daripada hanya membaca Alquran lebih baik dia salat di dalam salat itu dia bisa berzikir di dalam surat tersebut dia juga bisa membaca Alquran maka lebih baik salat Sunnah mutlak lebih afdol sholat sunnah mutlak daripada hanya sekedar membaca Alquran daripada hanya sekedar berzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya dahulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sering salat Sunnah mutlak di atas kendaraan beliau inilah pembagian salat Sunnah ya Saya ulangi salat Sunnah dibagi menjadi ya kita bisa menjadi bagi menjadi 3 ya ini pembagian yang disebutkan oleh Mualif atau pengarang kita Shahih Fiqih Sunnah yaitu Abu Malik Jamal IBN Sayyid as Salim ya beliau membagi menjadi tiga ya Ada salat Sunnah mutlak ada salat sunnah yang muqayyad mutlak yang tidak ada sebabnya tidak terkait dengan waktu tidak terkait dengan tempat yang kaya ini yang terikat dengan waktu ya terikat dengan hal-hal yang lainnya yang kaya ini beliau bagi menjadi dua ada yang relatif ada yang bukan Rawatib yang Rawatib yang tadi yang ada kaitanya dengan salat lima waktu bisa sebelumnya bisa setelahnya yang bukan rawatib ini yang tidak ada kaitannya dengan salat lima waktu ya dia terikat dengan salat dengan waktu Dhuha misalnya ada Sholat Dhuha ada yang terikat dengan waktu malam namanya sholat malam ya dan ada yang terikat dengan sebab-sebab yang lainnya seperti salat tahiyatul masjid terikat dengan tempat ini [Musik] punya keutamaan-keutamaan diantara yang menyebutkan tentang keutamaannya adalah dalil umum yang menyebutkan tentang keutamaan salat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menyabdakan bahwa amalan kalian yang paling baik adalah salat ketahuilah bahwa salat adalah amalan kalian yang paling baik salat di sini tidak dikaitkan atau tidak dibatasi dengan salat wajib tapi mencakup salat wajib dan salat sunnah kata-katanya ingat-ingatlah bahwa salat adalah amalan yang paling baik untuk kalian salat tidak dikatakan salat wajib tidak dikatakan shalat sunnah ini menunjukkan bahwa hadis ini mencakup dua jenis shalat mencakup dua jenis shalat sehingga hadis ini bisa digunakan untuk menunjukkan keutamaan salat Sunnah juga selain bisa digunakan untuk berdalil tentang keutamaan salat wajib hadits yang berikutnya hadis dari rabiah suatu ketika beliau pernah melayani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk mempersiapkan alat-alat wudhu kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada sahabat beliau ini Sal Mintalah sesuatu maka sahabat rabiah even Malik Al Islami Radiallahu ta’ala Anhu mengatakan assaluka moral Aku ingin menjadi temanmu di surga aku ingin menemanimu di surga Subhanallah ini keinginan yang sangat tinggi keinginan yang sangat luar biasa sangat istimewa menunjukkan tingginya cita-cita sahabat ini beliau ingin menemani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di surga dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tempatnya di surga yang paling tinggi yaitu surga Firdaus ketika mendengar ucapan ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan awal dzalik apa tidak ada yang selain itu karena permintaan ini permintaan yang luar biasa istimewanya maka sahabat memang itu permintaanku setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kalau begitu bantu aku untuk dirimu dengan memperbanyak sujud bantu aku untuk dirimu dengan memperbanyak sujud Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kepada sahabat rabiah radhiyallahu ta’ala Anhu untuk memperbanyak sujud agar apa agar beliau bisa mencapai keinginannya yaitu menemani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di surga ini menunjukkan bahwa memperbanyak salat sunnah itu bisa mengantarkan seseorang ke derajat yang sangat tinggi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala semakin banyak seseorang menjalankan salat maka semakin tinggi derajatnya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebaliknya Semakin sedikit seseorang menjalankan salat baik salat wajib maupun salat Sunnah maka semakin rendah pula derajatnya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ada hadis lain juga yang semakna Dengan hadis ini yaitu hadis dari sahabat tauban Beliau pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang suatu amalan yang bisa memasukkan seseorang ke dalam surga maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab Alaika bekas roti sujud hendaklah engkau memperbanyak sujud maksudnya memperbanyak sujud adalah memperbanyak salat dan ini cara orang Arab menyebutkan sesuatu kadang-kadang menyebutkan sebagian dari sesuatu padahal yang diinginkan adalah semuanya tapi yang diinginkan semuanya engkau memperbanyak sujud yang dimaksud dengan sujud di sini adalah Salat tapi kenapa disebut sujud karena sujud adalah rukun salat yang paling utama maksudnya Perbanyaklah sholat karena tidaklah engkau bersujud kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan satu sujud kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan angkat derajatmu dan Allah akan Hapuskan satu kesalahan darimu yang menunjukkan bahwa setiap kita bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah akan naikkan derajat kita makanya jamaah Kalau ingin mencari kemuliaan Carilah kemuliaan dengan salat Carilah kemuliaan dengan salat inilah kemuliaan yang Hakiki Dan kita punya teladan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau banyak sekali bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau ada sesuatu yang mengganggu hati beliau beliau salat kalau malam beliau salatnya panjang jumlahnya 11 rakaat tapi panjangnya sangat luar biasa sampai-sampai suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kakinya ya sakit ya bengkak karena panjangnya sholat malam beliau Berdiri dalam waktu yang lama kemudian saya tadi sampaikan juga ketika beliau Safar dalam perjalanan beliau sering menjalankan salat Sunnah mutlak [Musik] dalam biografi beliau disebutkan dalam sehari semalam beliau salat sampai 300 rakaat salat sampai 300 rakaat setelah beliau mendapatkan siksaan karena mempertahankan atau berpegang teguh dengan pendapat bahwa Alquran itu bukan makhluk beliau disiksa setelah disiksa beliau badannya menjadi sakit dalam sehari semalam 150 rakaat coba banyaklah menjalankan ibadah salat baik salat yang wajib maupun salat yang sunnah agar kita ditinggikan derajatnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan diampunkan dosa-dosanya diantara keutamaan salat yang lainnya adalah ya ini khusus berkaitan dengan salat Sunnah salat Sunnah ini bisa menambal kekurangan yang terjadi pada salat wajib baik kekurangan tersebut kekurangan karena tidak menjalankan salat atau kekurangan tersebut dari sisi kualitasnya Mungkin dia kurang khusyuk dalam salatnya bisa ditambal dengan salat sunnah atau mungkin asalnya dahulu ya dia tidak menjalankan salat karena dia kalah dengan hawa nafsunya maka salat-salat tersebut bisa ditambah dengan salat sunnah atau misalnya dia salat melakukan sesuatu yang membatalkan salatnya tapi dia tidak tahu misalnya atau tahu tapi malas untuk memperbaikinya maka bisa ditambal dengan salat-salat sunnah hal ini ditunjukkan oleh hadis dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menyabdakan amalan yang pertama kali dihisab dari manusia adalah amalan salatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan kepada para malaikat Lihatlah salatnya hambaku Apakah dia menyempurnakan salatnya ataukah dia kurang salatnya sehingga apabila shalatnya sempurna maka dicatat sebagai Sholat yang sempurna Apabila ada shalatnya yang kurang maka Allah mengatakan kepada para malaikatnya Lihatlah Apakah hambaku tersebut punya sholat sunnah maka Allah katakan kepada para malaikat sempurnakanlah salat fardhunya hambaku ini dengan salat sunnahnya kemudian amalan-amalan yang lain juga diperlakukan seperti itu hadits ini menunjukkan bahwa salat sunnah itu bisa menambal kekurangan-kekurangan yang terjadi pada salat wajib dan ini merupakan sesuatu yang sangat kita butuhkan seringkali di surat wajib ya kita tidak bisa khusyuk sering kali kita baru sadar kalau kita sedang dalam salat ketika imamnya atau ketika imam kita mengucapkan salam assalamualaikum kita baru sadar ternyata kita baru selesai menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala seringkali kita sadar kita dalam salat ketika kita sedang tasyahud ketika kita membaca Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh atau Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh asyhadu alla ilaha illallah kita baru sadar ternyata kita dalam salat sebelumnya kita dibawa setan untuk keluar dari salat kita dengan pikiran kita makanya kita sangat membutuhkan salat-salat sunnah ini untuk menyempurnakan salat wajib kita dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda pembunuhan ada orang yang keluar dari salatnya tapi tidak dicatat untuknya kecuali hanya sepersepuluhnya sepersembilannya seperdelapannya sepertunya seperenamnya seperlimanya seperempatnya sepertiganya setengahnya jadi jamaah ada dari kita yang hanya mendapatkan setengah dari shalatnya ada dari kita yang hanya mendapatkan sepertiga dari salatnya ada yang hanya mendapatkan seperempatnya seperlimanya seperenamnya seper tujuhnya seperdelapannya bahkan sepersepuluhnya bahkan jamaah dalam riwayat yang lain disebutkan bisa jadi seseorang tidak mendapatkan apapun dari salatnya di sini menjadi penting bagi kita untuk menambal kekurangan-kekurangan itu dan diantara caranya adalah dengan memperbanyak salat-salat sunnah [Tepuk tangan] tadi kita sebutkan bahwa salat sunnah sebagaimana disebutkan oleh pengarang Kitab Shahih sunnah ini dibagi menjadi dua ada yang mutlak ada yang mau kaya mutlak itu maksudnya tidak terikat ya tidak terikat yang Mukayat yang terikat tidak terikat dari sebab ya tidak terikat dengan sebab tidak terikat dengan waktu tidak terikat dengan tempat inilah shalat sunnah mutlak mutlak ini jamaah bisa dijalankan dengan rakaat yang tanpa batasan dengan rakaat yang tanpa batasan bisa tiga rakaat bisa 4 rakaat bisa 5 rakaat dan seterusnya tidak ada batasan untuk salat Sunnah mutlak ini hanya saja untuk satu rakaat yang ini tidak boleh diniati dengan salat witir untuk di siang harinya karena tidak ada tuntunan salat Witir di siang hari salat Witir hanya ada di malam hari baik Kalau niatnya salat Sunnah mutlak maka tidak mengapa karena niatnya bukan salat witir dan salat Sunnah mutlak ini tidak perlu atau tidak harus diniati jumlah rakaatnya misalnya kita ingin shalat sunnah mutlak tanpa menyebutkan rakaat bisa terus nanti Berapa rakaat Ustad terserah ya dan bisa dalam jumlah ganjil bisa juga dalam jumlah genap jadi misalnya niat salat sunnah salat Sunnah mutlak kita tidak meniatkan salat yang muqayyad yang terikat dengan sesuatu Kita niatnya salat Sunnah saja maka ketika itu kita boleh ya salat empat rakaat secara langsung boleh sholat 5 rakaat secara langsung 6 rakaat secara langsung tidak ada masalah beda kalau kita sudah niatkan dari awal sholat sunnah mutlak 2 rakaat berarti 2 rakaat salam salat Sunnah mutlak 4 rakaat berarti ya membuat rakaat salam tapi kalau tidak diniati jumlah rakaatnya kita bebas untuk salat dengan rakaat berapapun ada sebuah Ashar yang menunjukkan hal ini yaitu asa dari sahabat Abu Dzar radhiallahu ta’ala anhu ketika itu beliau salat dalam jumlah rakaat yang banyak ketika beliau salam beliau ditanya oleh Al Ahnaf Ibnu mengatakan kamu salam ini di rakaat yang ganjil ataukah di dekat yang genap maka Abu Dzar radhiyallahu ta’ala Anhu mengatakan apabila Aku tidak tahu Apakah itu genap atau Witir maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tahu Apakah rakaatku ini genap ataukah rakaatku ini ganjil kemudian radhiyallahu ta’ala Anhu menyebutkan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seakan-akan beliau berdalil Dengan hadis ini untuk perbuatan beliau Beliau mengatakan sungguh aku pernah mendengar khalilku orang yang sangat aku cintai Abdul qasim Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda tidaklah seorang hamba bersujud kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan satu sujud kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan angkat satu derajat untuk dia dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan Hapuskan satu kesalahan dari dia [Musik] pasar ini jamaah sekalian rahimahullah merupakan acara yang Shahih dan dari Ashar ini kita bisa memahami atau menyimpulkan hukum bolehnya seseorang menjalankan salat Sunnah mutlak tanpa hitungan rakaat jadi tidak sampai tidak tahu ya Apakah rakaatnya itu genap Apakah rakaatnya itu ganjil makanya beliau menjawab dengan jawaban seperti ini Apabila Aku tidak tahu apakah rakaatku ganjil atau genap tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahuinya dan beliau masukkan ke dalam keumuman hadis tadi tidaklah seorang hamba bersujud dengan satu sujud kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan angkat dia dengan satu derajat dan Allah akan Hapuskan dari dia satu dosa baik jamaah sekalian Mungkin ada yang bertanya ustad kalau salatnya itu rakaatnya banyak kapan dia tasyahud kapan dia ada beberapa pilihan yang pertama dia bisa bertasawuf di akhir rakaat saja dia bisa tasyahud di akhir rakaat saja jadi misalnya dia ingin salat sudah salat sholat sunnah mutlak misalnya dia ingin memperpanjang shalatnya kemudian setelah itu dia ingin misalnya minum ya Dia haus maka Boleh bagi dia untuk segera mengakhiri salatnya di atas syahwat di akhir rakaat kemudian salam kemudian minum ini bisa dipilih ya atau misalnya dia bisa tasyahud di setiap dua rakaat di setiap dua rakaat di atas ya tapi dalam satu salat tidak boleh lebih dari dua tasyahud dia bisa tasyahud setiap 2 rakaatnya tapi dalam satu salat tidak boleh lebih dari dua tasyahud Ya misalnya dia jadikan sebagai salat Ya seperti salat empat rakaat kedua kemudian keempat setelah itu harus salam karena tidak boleh dalam satu salat itu lebih dari dua tasyahud Kenapa tidak boleh tidak pernah dicontohkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian tidak boleh juga antara dua tasyahud lebih dari dua rakaat ya kalau misalnya dijadikan dua tasyahud ya tadi dikatakan ndak boleh lebih dari dua tasyahud dalam satu salat bisa jadi orang dia tasyahud di rakaat kedua kemudian di atas laut lagi di dekat keenam Misalnya ini tidak boleh tidak ada contohnya ndak ada contohnya dari nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ya Ada salat antara dua tasyahudnya lebih dari dua rakaat yang seperti ini juga tidak dibolehkan kemudian perlu juga dipahami tidak boleh tasawuf di setiap rakaat tidak boleh tasawuf di setiap ini juga demikian ndak ada contohnya misalnya salat empat rakaat setiap rakaatnya tasyahud ini tidak ada contohnya di zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam maka yang seperti ini tidak dibolehkan sehingga kalau kita salat Sunnah ya salat Sunnah mutlak kita ingin salat Sunnah 4 Raka at maka perhatikan aturan-aturan ini kalau kita ingin setiap dua rakaat ada salat yang seperti itu ada contohnya kalau kita ingin di akhir silakan dan yang lebih utama jamaah sekalian setiap 2 rakaat kita tasyahud dan kita salam yang lebih utama atau yang paling utama adalah cara ini setiap 2 rakaat kita tasawuf dan kita salam kemudian setelah itu mulai lagi salat Sunnah dengan Takbiratul Ihram lagi ini yang paling utama Hal ini berdasarkan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam apabila engkau khawatir waktu subuh datang maka salatlah Witir satu Raka maka salatlah ada riwayat yang lain ya riwayat ini di Hasan kan oleh Sebagian ulama yang redaksinya sholatul Laili wannahari makna salat malam dan salat siang itu dua rakaat dua rakaat kalau misalnya kita katakan hadis yang kedua ini hadis yang lemah tapi kita bisa mengatakan kalau salat malam 2 rakaat maka salat Siang juga demikian yang lebih afdol 2 rakaat bisa kita bahas bersama dalam kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi insya Allah kita dipertemuan yang berikutnya akan membahas tentang salat sunnah yang Sallallahu Alaihi Wasallam jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan salat-salat sunnah namun bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di lantal for 0218236543 atau Anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 pertanyaan pertama kita angkat di telepon 0218236543 ya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dengan bapak siapa di mana dengan Medan pusat jadi untuk saya teringat ini saya ingin memastikan lagi menyampaikan bahwa Abdillah bin Zaid mimpi diajari adzan 15 kalimat kemudian Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mengiyakannya lalu mengatakan itu benar jadi yang ingin saya tanyakan Ustadz sebelum Abdillah bin Zaid mimpi dari diajari adzan ini adzan kita dulu Bagaimana Ustad rapatnya Apakah sama juga dengan yang 15 kalimat semoga pertama ilmu kami terima kasih assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silahkan Ustadz Waalaikumsalam sebelum sahabat tersebut bermimpi tentang adzan dan dibenarkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada ya tidak ada syariat azan dan dengan adanya mimpi tersebut ya dan dibenarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setelah itulah baru ada syariat atensi sehingga tidak ada kata-kata apa yang dulu dipakai di awal Islam untuk memanggil-manggil para sahabat untuk melakukan salat ya tidak ada kata-kata tersebut Allah ta’ala [Musik] Pak Mul yang berada di Medan Nah kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat di kesempatan ini dari Pak Iyan di Jawa Barat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustad Dalam Hadis disebutkan bahwasannya apabila seorang menikah maka akan terselamatkan separuh agamanya dan separuh lagi tidak pertanyaannya apakah yang tidak terselamatkan itu termasuk salat lima waktu dan salat Sunnah mohon nasehatnya jazakallahu Khairan jamaah yang dimaksud dengan bahwa Apabila seseorang telah menikah maka separuh agamanya terselamatkan maksudnya separuh agama tersebut sudah sudah tergolong aman ya sudah tergolong aman ini tidak menunjukkan bahwa yang lain ya itu menjadi tidak aman atau pasti buruk ya tidak demikian bisa saja seseorang tidak menikah karena suatu unsur dan dia selamat selamat semua agamanya selamat tapi kalau dia menikah ya maka yang setengah agama tersebut ada ya jaminan Selamat ya walaupun ini jaminan ini juga bukan jaminan yang pasti ya bisa jadi seseorang sudah menikah masih selingkuh bisa jadi tapi ada keselamatan yang lebih besar untuk setengah agamanya dan ini tidak menunjukkan bahwa setengah agama yang lain pasti tidak selamat atau pasti rusak tidak demikian makanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan di dalam hadisnya tidak punya kemampuan untuk menikah ya tidak punya baaah maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu bisa menjadi tameng bagi dia puasa bisa menjadi perisai bagi bagi dia jamaah orang yang tidak tidak menikah dan dia berpuasa secara hadits ini selamat dia bisa menyelamatkan diri dari fitnah syahwatnya [Musik] begitu pula dengan orang-orang yang bisa menahan dirinya dari fitnah syahwat Walaupun dia tidak menikah ada beberapa ulama yang lebih memilih untuk tidak menikah karena uzur Ya seperti imam nawawi rahimahullah beliau sampai wafat belum menikah lebih sibuk dengan menuntut ilmu agama lebih sibuk dengan menulis ya karangan-karangannya ada syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sampai wafat tidak menikah ya Mungkin beliau punya uzur dengan banyaknya tulisan-tulisan beliau yang membantah kelompok-kelompok yang menyimpang atau unsur yang lainnya yang tidak kita ketahui tidak menunjukkan bahwa beliau agamanya tidak baik atau rusak tidak jadi jangan dipahami dengan pemahaman terbalik secara mutlak orang yang tidak menikah pasti agamanya rusak tidak demikian ya Tapi orang yang menikah maka dia setengah agamanya bisa lebih aman ya setengah agamanya bisa lebih aman karena sudah ada istri kalau dia misalnya ingin menyalurkan syahwatnya dia bisa Menyalurkan dengan jalan yang halal bahkan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala demikian wallahu Ta’ala [Musik] Barakallah yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali dari Bapak Soleh haji di Bengkulu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Apakah setelah melaksanakan salat sunnah disyariatkan juga membaca dzikir sebagaimana zikir setelah salat wajib Mohon penjelasan Ustadz Syukron silahkan pertanyaan yang bagus Apakah setelah selesai salat Sunnah kita disyariatkan untuk membaca dzikir sebagaimana zikir-zikir yang dibaca setelah sholat wajib jawabannya tidak ya tidak disunahkan untuk membaca zikir-zikir yang kita baca setelah salat wajib ketika kita selesai salat Sunnah mungkin bisa dikecualikan membaca istighfar mungkin bisa dikecualikan membaca istighfar kenapa Karena di dalam syariat-syariat yang lainnya pun ya Ada syariat beristighfar setelah selesai menjalankan ibadah ya Misalnya di Haji setelah selesai Haji kita diperintahkan untuk beristighfar untuk istighfar mungkin ya kita bisa baca setelah sholat sunnah karena memang istighfar ini disyariatkan dalam beberapa ibadah ya setelah menjalankannya adapun yang lainnya wallahu ta’ala alam Ana melihat tidak ada Sunnah untuk melakukan hal tersebut Barakallah Terima kasih jazakallah Barakallah pertanyaan berikutnya dari pesan singkat kembali Ummu Salsabila di Sumatera Selatan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Apa hukumnya bila melakukan salat Sunnah mutlak 4 rakaat setelah adzan subuh setelah salat sunnah fajar dan sebelum salat fardhu subuh berjamaah mohon nasihatnya ini juga pertanyaan yang bagus bolehkah seseorang menjalankan salat Sunnah mutlak Setelah dia selesai menjalankan salat qobliyah subuh atau sholat sunnah fajar dan sebelum dia menjalankan salat subuhnya jawabannya tidak boleh Iya jadi ada waktu-waktu yang kita tidak dibolehkan untuk salat Sunnah mutlak ada waktu-waktu yang kita tidak dibolehkan untuk menjalankan salat Sunnah mutlak ya Misalnya antara selesai salat subuh sampai matahari meninggi ini tidak boleh sholat contohnya lagi seperti mata ketika matahari berada di tengah-tengah langit ya sebelum masuk waktu dzuhur matahari benar-benar berada di tengah-tengah langit ini juga tidak boleh kita salat Sunnah mutlak di situ antara Setelah sholat Ashar sampai terbenamnya matahari ini juga tidak boleh salat Sunnah mutlak di sana kemudian yang berikutnya yang ini antara shalat sunnah fajar sampai salat subuh kita tidak boleh ya salat Sunnah mutlak kenapa karena ada Ashar yang menyebutkan bahwa Ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu mengatakan tidak ada salat sunnah sebelum subuh kecuali dua rakaat ya tidak ada shalat Sunnah sebelum subuh kecuali 2 rakaat Insyaallah itu akan kita sampaikan ketika kita membahas tentang salat Sunnah Rawatib ya ada hadis yang menyebutkan hal tersebut intinya ada Ashar yang menyebutkan tidak boleh ini ada hadis dari yasar Maula Ibnu Umar dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ta’ala anhu Beliau mengatakan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah keluar menemui kami atau menuju kami dan ketika itu kami salat dengan salat ini kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan latus jangan sampai kalian sholat setelah fajar sadiq terbit kecuali dua rakaat saja dua sujud Maksudnya dua rakaat saja ya ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh salat Sunnah mutlak setelah atau antara salat sunnah fajar sampai salat subuh ya wallahu ta’ala alam demikian jemaah pertemuan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya robbal alamin Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustadz Dr musyaf dari ini hafidzahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab Sugih Fiqih Sunnah fiqih ibadah namun semoga kajian yang telah kita simak dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui pelaksanaan salat-salat sunnah namun Semoga Allah berikan kemudahan bagi kita semua dalam melakukan ibadah Allahumma Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala ke-8 Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda semua apabila taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha il la Anta Astaghfirullah selamat beraktifitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply