Radio Rodja Bandung 104 poin 3 MM radio rujak Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah progres pembangunan masjid Jami Al Barkah hingga Agustus 2023 saat ini Masjid Al Barkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jamaah kesempatan amal jariyah pembangunan masjid Jami Al Barkah Cileungsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariyah anda melalui bank syariah Indonesia 756 3131 009 cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid Al Barkah Yayasan cahaya sunnah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 0821 12345 756 Semoga Allah ta’ala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariyah dan sekaligus dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala Amin jazakumullah Khoiron Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV Alquran dan kajian Islam dimana saja anda berada Alhamdulillah di kesempatan sore hari ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah dalam pembahasan desain yang menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kajian dan pembahasan ini disampaikan secara langsung oleh Allah ta’ala langsung dari Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Pandeglang Banten dan Alhamdulillah kita telah terkoneksi langsung bersama beliau dan kita akan memberikan kesempatan juga pada siswa jawab bagi pendengar dan pembesar raja TV yang ingin bertanya Silahkan di handphone 021 82365 43 Kemudian untuk pertanyaan via chat WhatsApp Anda bisa sampaikan di 0819 8965 43 selama kurang lebih satu setengah jam ke depan semoga ini bermanfaat dan kepada Ustadz kami persilahkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga senantiasa dijaga dan diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala Alhamdulillah tentunya patut kita awali perjumpaan kita di sore hari ini dengan terus memuji mengagungkan serta bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tercurah kepada kalian serta rahmatnya niscaya kalian menjadi orang-orang yang merugi Allahu Akbar keutamaan Allah di atas seluruh keutamaan setelah kita mendapatkan hidayah Islam dan insya Allah kita pun di atas keimanan kepada Allah maka keutamaan yang dahsyat setelah itu yaitu keutamaan kita dimudahkan oleh Allah tholabul Ilmi menuntut ilmu dalam rangka meraih dan menggapai ilmu yang bermanfaat Allah sungguh wahai Muhammad telah kami turunkan kepada engkau Alkitab bahwa Al Hikmah itu Alquran dan Sunnah ya dan kami telah ajarkan kepada engkau apa-apa yang dahulunya kau tidak ketahui Subhanallah ketika Allah katakan kami turunkan turun engkau hai Muhammad Quran dan Sunnah Dan kami ajarkan engkau taklimkan engkau apa-apa yang kau tidak ketahui maka kata Allah maka adalah keutamaan Allah untukmu atau atasmu sangat besar maka keutamaan Allah yang sangat besar bagi seorang mukmin hamba Allah adalah apa yang dahulu dianugerahkan oleh Allah kepada nabinya dan itu tidak terkhusus untuk nabinya dan nabinya pun Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada umatnya yaitu Alkitab Al Hikmah Alquran dan Sunnah sehingga kata Allah berikan ilmu ini kepada siapapun yang Allah kehendakiro dan siapa yang diberikan nikmat ilmu oleh Allah maka sungguh dia telah diberikan kebaikan yang sangat banyak Alhamdulillah ya dengan izin Allah kembali sekali lagi kita bisa duduk sejenak dalam rangka meraih Anugerah keutamaan oleh yang sangat dahsyat yang hanya diberikan kepada hamba-hamba khususnya yaitu ilmu yang manfaat sehingga kita berdoa kepada Allah Allahumma amalan Semoga Allah memberikan kita ilmu yang manfaat kaum muslimin pada kesempatan sore hari ini Insya Allah kita melanjutkan episode pembahasan ya tema-tema yang tertuang dalam buku lisan yang menyekutukan Allah lisan yang khianat pengkhianati Allah dan mengkhianati dirinya sendiri tulisan yang bergoyang melakukan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah yaitu kesyirikan menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan menghambakan diri kepada selain Allah ya dan itu dilakukan oleh lisan sehingga lisan ini jangan coba-coba kita lepas begitu saja harus kita tahan ya harus kita penjara jangan sampai dia bergoyang Ternyata menjerumuskan kita ke dalam neraka jahanam itu sudah diingatkan oleh kekasih kita Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah mengatakan sesungguhnya seorang hamba terkadang dia mengucapkan satu kalimat satu kalimat saja lalu dia pun tidak terlalu ya perhatian dengan kalimat yang diucapkan tersebut ternyata Zulkifli ternyata kalimat itu menjerumuskan pelakunya yang mengucapkannya kepada neraka jahanam Ya Allah Ya makanya seorang mukmin perlu ya bila anda beriman kepada Allah dan hari akhir bicara yang baik atau dia bicara yang baik itu apa jangan sampai ada syirik bicara yang baik itu apa sunnah ucapan sesuai sunnah dalam agama jangan sampai ada bidah bicara yang baik itu apa isinya lisan ketaatan jangan ada kemaksiatan bicara yang baik itu apa Masa bicara yang bisa menenangkan ya jiwa-jiwa hamba Allah jangan menyakiti mencaci memakai ya maka makna ayat makna hadis ini begitu luas bicara yang baik atau diam bicara tauhid bicara sesuai dengan Tauhid sesuai dengan sunnah secara isinya ketaatan bicara yang isinya kebaikan ya jangan ada lisan-lisan apalagi sampai berbau Syirik lisan yang berbau Bid’ah lisan yang berbau maksiat maksiat kepada Allah dan juga lisan naudzubillah tajam bisa menyakiti apa menyakiti dan menodai hati saudaranya maka kita berlindung kepada Allah yaitu dari lisan-lisan yang buruk di antara lisan yang menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik Pada kesempatan ini kaum muslimin rahimakumullah ya kita akan bahas bab yang ke-13 ya ke-13 bab ini cukup panjang dalam pembahasan temanya namun insya Allah kita singkat ya yang bernazar kalau baru niat di hati ya belum tuh tapi kalau sudah terucap nah ini bernazar tapi untuk selain Allah Saya kira kalimat ini tidak asing ya sering kita dengar ya ada orang ada seseorang Ustad Saya mau menunaikan Nazar ya yaitu pernah berjanji melakukan sesuatu bernazar untuk selain [Musik] Saya kira kalimat Nazar atau istilah Nazar ini Udah nggak asing ya gitu ya aku punya Nazar ya Si Fulan bernazar baik maka mungkin kita perlu Terjemahkan dulu makna nada Nazar itu secara bahasa dari kalimat secara etimologi adalah kita mewajibkan sesuatu atas diriku itu bisa bahasa boleh saja secara istilah lihat di sini disebut dalam halaman 98 dan 99 ya itu sesuatu yang diwajibkan oleh seseorang atas dirinya ya itu melakukan perbuatan baik untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan sebagai bentuk taqarrub kepada Allah baik bentuknya shodaqoh atau amalu khoirin atau melakukan satu amalan kebaikan jadi seorang hamba mewajibkan atas dirinya satu ketaatan yang asalnya tidak wajib yang asalnya tidak tidak wajib sebagai bentuk taqarrub dan pendekatan diri kepada Allah tapi nanti ya kita akan bagikan kita akan bahas mungkin tentang apa namanya Nazar ini dari apa Nazar yang sifatnya dibolehkan dalam terjemahan lain yaitu seseorang mewajibkan atas dirinya ala nafsihi atas diri satu ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah yang tidak yang asalnya tidak diwajibkan oleh syariat jadi seorang hamba mewajibkan atas dirinya berjanji melakukan ibadah tertentu yang tadinya ya ibadah itu tidak wajib atasnya akhirnya karena dia janji dia bernada mewajibkan atas dirinya akhirnya menjadi wajib secara etimologi dan terminologi ya secara bahasa dan istilah namun para ulama ketika membahas teman Iya itu makna Nazar secara umum terbagi dua ada makna umum ya ada makna umum yaitu Nazar yang dengan makmum bermakna ibadah dan ketaatan jadi secara umum makna Nazar itu itu kita melakukan ibadah dan ketaatan yang diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ya Di mana Allah wajibkan atas kita maka itu disebut juga atau diistilahkan juga ada bermakna umum adalah semua ketaatan dan kewajiban kepada Allah oleh Allah kepada kita makanya Imam kota ada ya jadi sekali lagi ya makna Nazar memiliki dua makna satu makna umum itu Nazar dengan makna umum yaitu bermakna ibadah dan ketaatan lihat di halaman 797 ya Sehingga firman Allah kita lihat dalam surat al-insan ayat 7 Allah memuji orang-orang yang menunaikan Nazar mereka Allah memuji orang-orang yang menunaikan agar mereka Al Imam kotak ada mengatakan yaitu mereka menunaikan perkara yang Allah fardhukan atas mereka baik bentuknya sholat zakat puasa haji umroh dan yang lainnya jadi ketika Antum akhi ya atau nanti Antum menunaikan Zakat nanti puasa itu secara umum Antum juga telah menunaikan Nazar yaitu sesuatu yang Allah wajibkan kepada anda maka ibadah secara umum yang diwajibkan oleh Allah kepada kita ketika kita tunaikan maka itu secara umum dinamakan kita menunaikan makanya di sini di antara firman Allah mengatakan ketika mentafsirkan hendaknya mereka menunaikan Nazar mereka kata Imam as-sauri al-hajj yaitu menunaikan ibadah haji ya yaitu makna nadar secara umum Oke makna Nazar secara khusus yang tadi itu ya yang kalau kita sekarang dengar Aduh aku punya Nazar nih apa yang kita pahami Ikhwan apa yang kita pahami Oh yang kita pahami Si Fulan itu punya janji sesuatu itulah makna nada secara khusus jadi makna dan secara umum semua perintah yang Allah wajibkan itu Nazar bagi kita yang perlu yang wajib kita tunaikan ketika kita sudah menunaikan sudah menunaikannya berarti kita sudah menunaikan Nazar kita ya maksudnya ketaatan kita kepada Allah yang Allah wajibkan atas kita itu makna nada secara umum ya yang kedua itu Nazar secara khusus yang itu menjadi istilah yang baku Si Fulan sedang sedang bernazar Oh dia sedang menaikkan Nazar eh ingat loh Kamu punya Nazar loh kan gitu Apa itu yang di Image kita langsung kita pahami bahwasanya tadi yaitu dia punya janji janji melakukan sebuah ketaatan yang sejatinya ketaatan itu tidak wajib atas dia eh jadi wajib karena jadi ya kayak tadi sebagaimana tafsiran para ulama yaitu seseorang hamba seseorang wajibkan atas dirinya satu ketaatan yang tidak diwajibkan oleh syariat kepadanya yang tidak diwajibkan oleh syariat kepadanya makam muslimin ini namanya Nazar lebih kepada apa Ustaz ya Ikhwan lebih kepada janji-janji melakukan sesuatu tapi tentunya yang tadinya tidak wajib karena kalau yang tadinya wajib ya nggak usah di Anukan asalnya wajib contoh aku janji dan teman mau salat magrib janji nggak janji pun anda sudah wajib salat magrib ya tapi kalau antum minta bilang misalkan apa namanya nazartulillah Aku bernadar Karena Allah atau bahasa Arabnya orang bilang nanti malam ya untuk Allah wajib atasku atau aku janji mau salat malam nanti akan kita bagikan ya Nazar itu juga ada pembagiannya maka masuk muslimin rahimakumullah perhatikan di sini ya berarti makna Nazar akhi baik secara umum ataupun khusus berarti secara umum maupun khusus itu adalah bentuk ibadah sekali lagi adalah sebuah ibadah kepada Allah tadi mana umum adalah melakukan kewajiban mana khusus mewajibkan sesuatu ketaatan ya kepada Allah ya yang tadinya tidak wajib menjadi wajib makam asal muslimin Yaitu berarti Nazar adalah tidak bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah Oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kita menunaikan Apa kau katakan tadi Wal yufunuzurohum ndaknya mereka menunaikan mereka janji-janji bahkan Allah memuji orang-orang yang punya Nazar lalu ditunaikan ya Di mana kata Allah tadi yaitu Allah katakan mereka pada menunaikan Nazar janji-janji mereka untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan mereka takut dengan satu hari yang keburukannya yaitu menyeluruh maka masuk muslimin ya bahkan kata nabi sesungguhnya Nazar itu suatu janji harus diapain sesungguhnya nada itu janji tafaratula kafaratu Yamin makanya bila Antum sudah Nazar berarti itu sudah janji lalu Antum tidak lakoni Antum tidak tunaikan janji itu maka wajib dengan kafarahmi diantaranya kita ya puasa 3 3 hari ya kalau kita bernadar yaitu tidak sampai kita taati Tayib masuk muslim itu tadi makna Nazar dan pembagiannya dan secara umum dan kita katakan bahwasanya Nazar adalah ibadah Nazar adalah ibadah ya yang tidak boleh Kita tentukan kecuali untuk Allah subhanahu wa ta’ala kemudian sebagai bentuk itu tambahan maklumat dulu ya sebelum kita masuk ke dalam apa namanya pembahasan kita nih bahwa masuk muslimin para ulama membagikan Nazar itu terbagi dua ya membagikan agar kepada dua Toyib yang pertama itu yang pertama Nazar yang isinya ketaatan ya nazrut ketaatan ya yang kedua nanti Nazar maksiat ya yang merupakan ketaatan yang kedua nada yang maaf Kita bagikan secara umum lut mother secara umum Terbagi Dua Nazar kepada Allah atau untuk Allah yang kedua ada Nazar untuk selain Allah secara umum dulu terbagi berapa terbagi dua untuk apa dari sisi keperuntukannya yang pertama Nazar untuk Allah yang kedua Nazar untuk selain Allah yang akan kita bahas nanti akan perjumpaan kita itu Nazar kesyirikan di mana dia berjanji melakukan ketaatan tertentu tapi untuk selain Allah Nazar kepada Allah itu ada tiga jenis ya yang pertama Nazar ketaatan Nazar ketaatan kepada Allah bentuknya ya mohon maaf akan banyak pembagian nih mudah-mu Antum nggak pusing ya yang pertama tuh ulangi lagi kemudian Nazar kepada Allah terbagi tiga yang pertama Nazar yang bentuknya ketaatan yang kedua Nazar yang bentuknya maksiat yang ketiga Nazar yang tidak dimiliki oleh yaitu yang tidak dimiliki oleh seorang hamba nanti akan jelaskan yang pertama ya ya Nazar ketaatan pun terbagi dua apa Nazar mutlak Ustadz itu Antum berjanji melakukan sesuatu ibadah yang tidak wajib untuk Allah tanpa dikaitkan dengan sesuatu apapun sekali lagi ya Kita berjanji melakukan satu ketaatan kepada Allah yang tidak wajib ya akhirnya menjadi wajib tanpa dikaitkan dengan sesuatu apapun contoh misalkan Ikhwan gini aku Nazar kepada Allah aku untuk Allah nanti malam salat malam aku Nazar nanti malam untuk Allah Sholat Malam aku Nazar untuk Allah bulan ini puasa Daud untuk Allah bulan ini sebagian gajiku untuk yatim Puasa Daud apa wajib salat malam sudah apa wajib bersedekah kepada yatim secara umum apa tapi dia bilang ya atau syariatnya ya aku bernazar karena Allah atau aku janji untuk Allah untuk Allah aku berjanji melakukan a b dan c satu ibadah yang tidak Allah wajibkan tapi karena Antum sudah janji maka ini menjadi wajib yang seperti ini gimana ya seperti ini ya mohon maaf ya usahakan tidak ya usahakan tidak Kenapa karena tadi Antum mewajibkan sesuatu atas diri antum yang tidak Allah wajibkan tapi karena belum janji kepada Allah ya akhirnya menjadi menjadi wajib ya menjadi wajib nah namun Kalau antum sudah kadung mengucapkan itu lalu sudah akhirnya menjadi kewajiban bagi kita lalu kita tunaikan maka Allah memujinya maka Allah memujinya mereka pada menunaikan nazarnya dan diperintahkan kita untuk menunaikan nazarmu ini bentuk anu aja penjelasan saja tapi pelaksanaannya nggak usah tidak tidak perlu ya lebih baik kita bebas saja ketika ada keluasan kita salat tahajud Alhamdulillah ya ketika kita ada kemampuan Puasa Daud Alhamdulillah ketika kita kemampuan memberikan yatim fakir miskin Alhamdulillah maka hendaknya tidak mewajibkan yang kedua Apa itu janji melakukan sesuatu untuk Allah ya melakukan sesuatu untuk Allah namun dikaitkan diikatkan dengan ya kejadian sesuatu untuk kita baik datangnya manfaat atau tolaknya Madara contoh Antum sedang melamar seorang akhwat nih ya lalu Antum bilang kalau anda berhasil sampai nikahi akhwat itu anak akan nyembelih kambing Ya Nazar nanti tak bagikan kemiskin ya kalau atau Antum punya hajat misalkan kalau Ana diterima di pekerjaan Fulan atau di University bulan ya anak akan Puasa sebulan penuh selama sebulan atau Itu dari sisi datangnya atau tertolak Maret kalau Ana sembuh dari penyakitku ini atau kalau Abahku sembuh dari penyakitnya maka aku akan melakukan ketaatan ini misalkan Antum akan umroh misalkan ya bila Antum sembuh dari penyakit antum Nazar nazarnya yang dikaitkan diikatkan dengan kejadian sesuatu yang manfaat atau tolaknya nggak ada dari kita namanya muqayyad yang artinya dikaitkan diikatkan maka Allah yang seperti ini pun artinya hukum asalnya hendaknya tidak dilakukan juga ya khususnya dan nabi mengatakan dan biasanya dilakukan oleh orang yang pelit kalau aku sehat Aku berinfak nanti kalau nggak sehat nggak infak gitu ya kalau aku hasil maksud aku akan misalkan apa menyembelih kambing bagikan kepada orang-orang miskin berarti kalau tidak hasil nggak jadi Oleh karena itu Subhanallah yang bakhil maka Allah dan ada tidak merubah nasib ingat ya bukan sebab untuk merubah nasib yang lebih hebat apa yang lebih hebat Antum lagi ada hajat baik ingin dapat manfaat autotrof madarat Antum lakukan amal sholeh lalu bertawasul kepada Allah nggak usah nunggu contoh Antum lagi sakit nih Aduh ya udah deh bismillah Aku mau infaq deh barangkali dengan infaku Allah berikan aku kesembuhan is oke atau Antum ada hajat ah kalau begitu aku puasa deh senin kamis barangkali dengan puasa ini wasilahnya Ajat itu bisa tertunaikan it’s oke itu yang bagus jangan tadi Kalau aku ya bisa hasil-hasil maksud hasil a dan b atau terhindar dariku keburukan maka aku akan pergi dan begitu maka ya Na’am Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam riwayat yang lain innaf awal Bukankah nabi mereka dilarang untuk bernazar Inna nadro la yuqaddimusyai anwalayu akhir lihat Nazar itu tidak berefek ya mother itu tidak berefek untuk ya datangnya maksud kita atau ya tidak datang ya maksud kita dan biasanya dikeluarkan dari orang-orang yang bakhil kata nabiru jangan kalian bernada itu tidak ya memberikan sedikitpun efek kepada takdir Allah sedikitpun wainna masyasah yaitu dan dikeluarkan dari orang bakhil Ya paham ya Nazar muka kalian pun tinggalkan ya para ulama mengatakan sebagai perkata Ma’ruf dibenci tidak disukai ya kalau aku begini nanti begini aku begitu nanti begitu kalau aku hasil maksud aku akan berinfak aku akan santuni Yatim aku akan umroh aku akan Haji Lah kenapa tidak lakukan saja ketaatan lalu berdoa kepada Allah tidak menggantungkan melakukan amal sholeh dengan maksud-maksud yang kita ingin dan tadi kata nabi tidak berpengaruh kepada takdir Allah tidak mempercepat atau mengurungkan ya Maksudnya yang kita ingin inginkan makam Muslimin dua-duanya hendaknya kita tidak lakukan tapi kalau sudah kadung karena jadi wajib kalau antum tidak lakukan maka menjadi itu apa menjadi harus dengan kepada sumpah ya maka Antum wajib tunaikan dan Kalau antum tunaikan maka Allah memuji Antum Kemudian yang kedua kepada Allah tapi bentuknya maksiat Nazar kepada Allah bentuknya maksiat contoh apa dulu [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam didatangi oleh seorang sahabat Rasul aku bernadar kepada Allah untuk menyembelih di bawahnya untuk disembelih kambing di suatu daerah namanya Buana ya di daerah namanya Buana lalu ditanya dulu sama nabi Apakah di Buana itu ada berhala-berhala atau sesembahan selain Allah kata nabi tanya dulu apakah di Buana ada sesembahan yang di sebelah selain Allah tidak ada lalu Apakah di sana sering dilakukan acara jahiliyah upacara-upacara biasanya upacara-upacara yang disamping ada sesembahan ya tidak ada Rasulullah Ya sudah kalau gitu kata nabi lakukan di sini seseorang bernagangnya untuk Allah tapi untuk Allah tapi misalkan di kuburan tertentu atau di tempat-tempat yang di situ biasanya dilakukan kesyirikan ini termasuk pasien ya atau tadi mungkin aku bernazar kepada Allah kalau aku hasil masuk aku akan Ceraikan istriku jangan ya bernazar untuk Allah kalau aku hasil maksud aku akan rampok kemudian atau nada kepada Allah dengan sesuatu yang tidak dia miliki Yafi malah yang contoh apa Ikhwan aku akan ya menginfakkan sawah tetangga mengibakan sawah tetangga nggak boleh itu milik tetangga yaitu atau Sesuatu yang mustahil misalkan aku akan terbang misalkan sudah sumpah untuk Allah atau memberikan makan atau bajunya 10 atau dia puasa tiga hari ingat ya jadi Nazar mother mother untuk Allah terbagi berapa Terbagi 3 yang tidak dia miliki ya Nada sesuatu yang dia tidak miliki tadi itu ya kalau aku misalkan hasil dimaksud aku akan ya jual tanah tetangga nggak boleh itu punya orang aku akan apa namanya hadiahkan Mobil tetangga wis jangan di hati [Tertawa] yang tidak dikaitkan dengan hasil maksud tertentu azan-azhar muqayyat yang dikaitkan dengan maksud tertentu ya maka semua ini karena kalau apa Karena untuk Allah adapun yang pertama hukum asalnya Ma’ruf hendaknya tidak dilakukan tapi kalau sudah ya maka Antum wajib itu naikkan dan Allah menguji orang-orang yang menunaikan nazarnya ya namun Nazar maksiat dan Nazar yang tidak dimiliki oleh kita maka ini haram ditunaikan namun yang shahih tetap wajib kenakalan yang pertama yang kita bahas hari ini secara khusus ya saya bacakan dulu di sini ya mohon maaf tapi karena panjang ya panjang sekali bab ini yang kedua adalah Syirik dalam harapan 101 ya yang ditunjukkan kepada selain Allah seperti seorang yang bernadar kepada kuburan atau menadar untuk Jibril atau beradab kepada nabi yang sedang melangkah mendekatkan diri kepada mereka Hal ini tentu merupakan kesyirikan karena Nazar adalah ibadah dan ibadah ditunjukkan kepada selain Allah yaitu kepada salah satu makhluk maka kesyirikan ya namun tidak boleh ditunaikan dan tidak perlu bayar kafarat berbeda dengan Nazar maksiat sama-sama tidak dibolehkan hanya saja harus bayar kafarah karena nada ditunjukkan kepada kepada Allah Adapun tidak ada kehormatan sekali karena ditunjukkan kepada selain Allah ya adapun yang harus dilakukan hanyalah bertobat kepada Allah kita bacakan di sini Ikhwan ini seorang dari ulama Fiqih ya adapun yang dinazarkan Lil masahid ya yaitu untuk pada orang yang bermalam pada orang yang bermalam dikubur Wali Allah untuk orang-orang yang bermalam di kubur wali atau yang semisalnya Kubur nabi ya Fain qaskan ingin ngasih lampu ke kuburan tertentu kata beliau kalau niatnya yaitu memberikan penerangan kepada orang-orang yang tinggal di sekitar kuburan atau orang yang lalu-lalang di kuburan itu supaya nggak terlalu gelap maka itu boleh karena nazarnya bukan untuk untuk kuburan tertentu tapi untuk orang-orang yang tinggal di kuburan tertentu ya tapi kalau dia bertujuan yaitu memberikan penerangan kepada kuburan tertentu walaupun ya diniatkan ingin menerang memberikan apa penerangan maka tidak ya itu kenapa karena wahuwal gholib dan itu yang yang banyak yaitu mengagungkan satu tempat yaitu yaitu maksudnya kuburan atau mendekatkan diri kepada yang di yang dikuburkan di sana Paulus sibat wilayah atau yang dinisbah kuburan itu kepadanya tempat-tempat ini memberikan keistimewaan tersendiri bisa memberikan manfaat untuk diri mereka meyakini Nazar ya kepada kuburan tertentu atau tempat tertentu itu bisa menghilangkan bala dari mereka diambil dari kitab Mughni muhtaj ini salah satu kitab fiqih ya fiqih yang ditulis ya di sini di mana beliau mengingatkan ya kepada kepada kita semuanya bahwa bernazar termasuk benar dari yang bautil yang tidak sah yaitu Nazar untuk kuburan tertentu kuburan Wali kuburan nabi kuburan orang saleh ya dengan maksud apa dengan maksud mendekatkan diri kepada orang-orang yang telah wafat di sana ya dengan yaitu harapan ada Manfaat yang bisa didapatkan atau mendarat yang supaya terhindar darinya Apa saja bentuk nadanya aku kalau aku sehat dari sembuh apa kalau aku sehat dari penyakitku maka aku akan bernadar nyembelih untuk Syekh Fulan untuk wali Fulan untuk Nabi Fulan mendekatkan diri kepada nabi tertentu Jibril butuh kambing yang untuk Mikail misalkan atau tadi untuk Nabi Fulan Wali bulan bahkan dibawa yaitu sesembelihannya di atas kuburannya sebagai bentuk takzim pengagungan pengususan yang dia yakini di balik itu ada manfaat yang dia inginkan dan ada madarat yang ingin dia lepas dari darinya ya itu apa namanya yang biasa dilakukan oleh Kebanyakan orang awam alamahuwa mustahadun yang kita saksikan banyak kata beliau seperti seseorang dia punya kehilangan tertentu atau sakit misalnya Atau Dia memiliki hajat yang yang darurat Bayati normal Sebagian orang sholeh maksudnya ba’dusulha ini yang sudah meninggal ya waktu sulahan sebagian orang Saleh yang sudah meninggal lalu dia dia menutupi kepalanya dengan apa dengan selendang penutup kepalanya supaya kuliah Sayyidi Fulan panggil-manggil ya Sayyidina Fulan ya in rudda Ali Indra goibi Kalau engkau bisa kalau ya barangku yang hilang dari sakit tuh aku lihat aja atau yaitu hajat itu telah tertunaikan pada maka aku bernada ingin memberikan Engkau emas atau perak atau makanan auw Minal mah atau air sama atau yaitu apa namanya lampu ya apa lilin untuk menerangi kuburannya batil setelah [Tertawa] dia telah Nazar untuk makhluk lain untuk Allah nah untuk makhluk tidak boleh ya dan diantara sebab larangannya karena yang diberikan artinya mayit sudah meninggal bahkan diantara sebabnya keyakinan bahwasanya mayit bisa melakukan sesuatu Memberikan manfaat kepada seseorang dalam urusan-urusan kita selain Allah maka inilah Nazar yang Nazar yang Syirik ya di sini di halaman 105 saya bacakan lagi ya kata beliau [Tepuk tangan] kata beliau bentuk biasa dilakukan oleh manusia di zaman ini yaitu kebiasaan bernadar untuk selain Allah karena yang bernazar untuk Ibrahim alkalim Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam atau benar untuk nabi untuk orang-orang wafat yang sholeh ya orang-orang yang soleh yang telah wafat pokok Jarot hadiah maka kebiasaan buruk ini yang buruk ini telah berjalan tihadil wakaf di waktu ini nggak usah di hari ini dengan bernazar memberikan makanan atau lilin Wal qorobin dan sesuatu yang disembelihkan di ahlil untuk ahlil kubur dari orang-orang yang sudah wafat andai kata seseorang bernadar untuk para nabi atau Aulia atau para wali Aul malaikat ya tidak ada perselisihan bagi orang yang mengetahui itu tapi dan memperhatikan itu anak maka ini bahwa saya bahagia daripada Syirik keyakinan karena yang bernadar tadi tidaklah melakukan Nazar ini dalam yaitu Dzat yang tadi yang yang bisa memberikan Madara bisa memberikan manfaat bisa memberi bisa menahan Imam ini baik dengan sendirinya atau dengan kekuatan sebabnya maka masa muslimin tidak diregukan bahwasanya kata mereka beliau kata mereka ini adalah Nazar yang isinya kesyirikan maka masuk ya lihat saya bawakan juga di halaman 106 42 ulama Mesir tentang Nazar ini ya mohon maaf ya dari kitab-kitabnya ya di antaranya di sini anda untuk itu kuburan-kuburan ya pemilik kuburan itu bangunan di atas kuburan ya walaupun untuk kuburan tertentu untuk kuburan Wali untuk kuburan Saleh untuk kuburan para Nabi Ya ini batil secara ijmaklukin karena dia telah bernadar untuk makhluk wahwa ghairu jaizin dan itu tidak diperbolehkan dilarang karena Nazar adalah ibadah adalah ibadah yang tidak boleh diperuntukkan untuk makhluk selama-lamanya dan dikarenakan yang diperuntukkan Nazar untuknya ada seorang mayit mayat yang sudah meninggal ya makhluk Allah yang sudah tidak ada ruhnya Wal mayyidul sementara mayit tidak memiliki tidak memiliki kemampuan apa-apa tidak ada Bila seorang yang bernada meyakini andal mayit di atas seorang mayit bisa yang memberikan sesuatu dalam urusan kita baik mendatangkan manfaat dari untuk kita atau tertolak madarat dari kita selain Allah dan dia meyakini itu maka itu kekufuran luar biasa di sini ada tadi saya di awal kita katakan hukum asalnya boleh tidak ketaatan hukum asalnya nadar ketaatan saja hukum asalnya makruh gimana itu untuk Allah aku janji nanti malam untuk Allah Sholat Malam kalau aku sehat Insya Allah aku puasa senin kamis bulan makruh yang itu diperuntukkan untuk Allah bagaimana Nazar untuk selain Allah makanya untuk Allah saja tidak mendatangkan Kebaikan tidak perlu Nazar apalagi makhluk apalagi dan tadi sudah disebutkan bahwa apa-apa makam Muslimin ada cerita Ikhwan ya Islam apa namanya itu di sana ada satu batu besar di mana di dekat yaitu sungai namanya batu besar itu dilakukan manfaat untuk ya gitu Bahkan mereka bernada Antum tahu nama berhala di zaman nabi ada berapa yang paling yang paling masyhur ada 4 mana coba diantaranya mana mana manat itu adalah batu di daerah antara Makkah dan Madinah batu di mana mereka ya orang-orang musyrik dahulu sering mendatangi batu itu dengan menyembelihkan sembelihan di bawahnya dengan keyakinan bahwasanya batu itu bisa mendatangkan sesuatu manfaat atau menormal barat makanya disebut mannat dari dari mana Yang minat yaitu dari itu mencucurkan darah disebutkan mana karena dari mencucurkan darah maka di sini di zaman Syekh Islam yaitu ada batu di daerah naron ya dan di sungai namanya qolut di mana batu besar itu sering didatangi dikunjungi bahkan ya diserahkan nazar-nazar mereka kalau aku sembuh aku akan menyembelih di Batu itu gitu ya maka beliau membawa sahabatnya dan tukang batu dihancurkan batu itu ini Masya Allah inilah ya para ulama ahlussunnah dahulu ya ketika ada maaf ya pohon di keramatkan Batu dikeramatkan ya atau apapun yang dikeramatkan yang diyakini bisa mendatangkan manfaat menolak padat dari semenjak zaman Rasulullah dari semenjak zaman Umar Bin Khattab dan para ulama dahulu dan para sahabat mereka potong ya Bahkan Ikhwan saya jatuh Ridwan tuh ya apa pohon bait atau Ridwan Itu dipotong sama siapa sama Umar Kenapa karena orang karena dulu ya Apa itu ya lalu mereka menganggap ini pohon keramat ya akhirnya mereka suka datang ke situ ditebas oleh Umar Bin Khattab takut kalau pohon itu akhirnya dijadikan tempat ya mengadu nah mengadu nasib akhirnya dihancurkan batu itu warahal muslimin maka yang membebaskan kaum muslimin dari kesyirikan yang terjadi di batu tersebut ya Sehingga menghilangkan mengenyahkan dari kaum muslimin yaitu syubhat keturunan pemahaman yang keburukan yang sangat besar yang setelah beliau menghancurkan batu itu banyak orang yang membenci dan memusuhi beliau Subhanallah ya sampai hari ini nih ya kita ketika kita menghilangkan satu kesyirikan ya Biasanya kita dimusuhi oleh orang-orang yang naudzubillah masih berkeyakinan dengan kesyirikan tersebut intinya masuk muslimin Nazar yang kedua itu Nazar yang diperuntukkan untuk selain Allah ya Nazar untuk Jin apalagi untuk malaikat Nazar untuk yaitu para nabi untuk siapa untuk orang-orang Saleh yang sudah wafat kalau aku misalkan hasil maksud aku akan menyembelih di kuburan setiap bulan nabi bulan ya aku untuk akan berpuasa untuk Jibril berpuasa untuk Jibril misalkan naudzubillah ya maka nada-nadar seperti ini ya tentunya kesyirikan tadi bahkan ya kita melakukan neder untuk Allah bila dilakukannya di tempat yang biasa dilakukan kesyirikan tidak boleh ini termasuk maksiat sebagaimana cerita tadi sahabat yang ingin menyembelih di Buana ada sahabat Nazar menginginkan nyembelih di Buana maka kata nabi Apakah di Buana itu ada berhala jahiliyah tidak ada Rasul Apakah di Buana itu suka ada acara ritual-ritual jahiliyah tidak ada Ya Rasulullah Ya sudah tunaikan agar kamu di sana karena kata nabi tidak boleh ada Nazar untuk selain untuk maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala barakatuh mohon maaf yaitu yang bisa disampaikan ya seputar yaitu Nazar ya makanya kita eee apa itu kalau nazarnya tadi dengan makna ketaatan maka Alhamdulillah itu kemuliaan ya kita itu tadi salat ashar berarti kita telah melakukan ketaatan kepada Allah yang wajib jadi karena ada makna umum diantaranya adalah melakukan ketaatan kepada Allah yang wajib Tapi kalau nazarnya tadi yang dimaksud dengan nadar yaitu mewajibkan atas diri kita sesuatu yang Allah tidak wajibkan hendaknya usahakan tidak Ya baik mutlak baik tidak ada kaitannya dengan kepentingan atau maksud kita atau pun apalagi dikaitkan dengan kepentingan atau maksud kita kalau aku begini aku akan begini kalau begitu aku akan begini maka itu lebih makruh lagi ya hendaknya tidak kita lakukan namun bila nada bentuknya ketaatan Ya wajib kita tunaikan karena itu sebuah hutang ya sebuah janji Dan Janji harus ditepati menjadi hutang sehingga Allah memuji orang-orang yang yaitu menunaikannya Ya tapi kalau Nazar itu maksiat atau Nazar yang tidak dimiliki oleh seseorang kalau untuk Allah ya tetap tidak Dia kena kafarah namun dia tidak boleh kebaikannya namun yang lebih lebih buruk lagi dari itu dan itu inti pembahasan kita yaitu nadar Syirik Nazar yang diperuntukkan untuk selain Allah maka ini naudzubillah ini bisa Terjemahkan sudah kita sebutkan contoh-contohnya mungkin itu yang bisa disampaikan pada kesempatan sore hari ini semoga ada pembenaran ilmu yang baru atau murojaah ilmu akidah kita tauhid kita sehingga kita tidak lepas lisan kita tidak lepas dan apa dengan kita mengucapkan perkara-perkara yang berbau Syirik diantaranya adalah lisan yang bernazar untuk selain Allah naudzubillah Allah ta’ala pembahasan dan cara yang disampaikan dalam bab 13 dalam risalah hadis yang menyekutukan Allah yaitu bab bernazar kepada selain Allah dan untuk memperdalam pembahasan bagi Anda yang ingin bertanya terkait dengan permasalahan ini silahkan di layar telepon 0218236543 pertanyaan faded WhatsApp di 081989 6543 kita akan terima via telepon terlebih dahulu kita berikan kesempatan silahkan halo Halo assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Dengan siapa baik Terima kasih ini terkait dengan seseorang yang berteman ustadz dan dia berkata kepada temannya tolong Doakan ya kalau aku mudah-mudahan dipilih oleh Allah untuk dapat menunaikan Ibadah Haji atau umroh Nanti insya Allah kalau dikabulkan saya belikan kamu baju di sana nanti Alhamdulillah memang kejadian dia alhamdulillah berangkat ke tanah suci untuk melakukan ibadah umroh dan sepulangnya dari situ kain-kain yang di apa itu dibeli di sana itu qodarullah sudah di bagian sama anak-anak sama orang lain dan untuk orang itu tidak ada lagi dan diberi kain yang lain bukan baju tapi karena yang dinyanyikan baju tapi yang dikasih cuman mukena sama jilbab Apakah ini masih berhutang sama temannya terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik pertanyaan yang bagus Barakallah ya kalau dilihat dari perkataannya yaitu bermuatan Nazar ya kalau aku doakan ya kalau aku Aji aku akan berikan kepadamu ya tak ingin apa berinfak ya memberikan sesuatu tidak wajib sih cuma karena sudah janji apalagi dikaitkan dengan hasil Maksudnya tadi kalau dia Haji aku akan berinfak aku akan berikan kau ini dan itu maka dia sudah yaitu apa namanya bernada atau berjanji ya melakukan melakukan itu maka kalau sudah janji maka ditunaikan seperti apa yang kita ucapkan ya seperti kita kita ucapkan kemudian ya ternyata yang tersisa cuma mukena misalkan ya maka tinggal antara dua antara kita sempurnakan apa yang kita janjikan kepadanya atau ya meminta halal atau meminta halal dari yang apakah ini sudah cukup sebagai bentuk ucapan pendahulunya itu tidak ada masalah tapi kalau misalkan dia menganggap ini batu baju atau kita tidak Bertanya kepadanya ya berarti itu masih memiliki itu janji yang dia harus tunaikan Nanti kalau aku hasil ya Haji maka aku akan berikan engkau baju ya makam ya ini keumuman makna baju yaitu ya baju ya itu pakaian apalagi dari Saudi biasanya pakaian jilbab apa namanya apa gamis sebagainya ya seperti itu antara anda tanyakan ya apakah sudah merasa cukup gimana cukup ini dengan ucapanku ya kalau sudah cukup ya sudah tapi kalau misalkan belum atau anda tidak tanyakan berarti Anda masih memiliki tanggungan yang Antum wajib yang anda wajib tunaikan Yaitu sesuai dengan lisan Anda yang anda ucapkan sebelumnya atau Anda yaitu membayar ke Farah penjelasan dan jawabannya semoga bermanfaat untuk yang bertanya di Riau dan jazakillah Khaira kita berikan kesempatan yang kedua masih di via telepon di 021 823 6543 baik Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh misalnya kalau terjadi Saya mau kurban eh ternyata uangnya sana-sini tuh bisa mau buka rempah orang ternyata ternyata cuma bisanya dua dilaksanakannya nah yang dua itu kan Jadi Anak saya tiga saya satu terus misalnya misalnya cuma dua tuh pak ustad terus bagaimana saya dosa apa tidak ah lain kali mau nikah Yang dua ini mau dikorbankan lagi karena uangnya sana-sini gitu terus nomor dua pak ustad Eh nomor satu saya dosa apa tidak tuh cuma dua yang mengerjakannya yang dua tidur belum karena uangnya sana sini gitu terus Sana korban dalam aqiqah Umum bukan kurban kambing Idul Adha saya satu sedangkan uangnya sana sini Katanya cuma dua tuh saya dosa nggak yang dua dilaksanakan pak ustad apa yang satu lagi saya lagi salat nih terus terus saya misalnya udah baca bismillah itu saya kurang pas itu saya ulang lagi di Semarang tuh saya dosa apa tidak sah apa gimana di batalkan langsung kemudian terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh tidak semuanya ucapan bertendensi Nazar ya ah tahun ini saya mau bernadar saya tahun ini niat mau qurban anak-anak kita kurban Yuk kita kurban berempat gitu ya atau empat kurban itu ada sebuah niat yang bagus ya kalau sebatas itu belum belum contoh misalkan tahun ini aku wajib untuk Allah tahun ini aku akan tahun ini karena Allah ya aku akan menyembelih kurban ya karena Allah tahun ini aku akan menyembelih kurban aku bernazar tahun ini mau kurban baik tadi mutlak maupun dia dikaitkan dengan satu tadi kejadian tertentu kalau aku sembuh aku akan ia berkurban maka tadi ibu itu yang mana Nih kalau ibu sekedar tahun ini Insya Allah kita apa tahun ini Saya Insya Allah mau berkurban semua kita juga pengen begitu ya apalagi ada keluasan atau ngajak anak-anak nak semuanya Yuk kita berkurban kita ada berempat nih kita mampu beli 4 misalnya kita kurban 4 ya Ini sekedar niatan ingin keinginan ini tidak termasuk nada Ya tapi kalau dikuatkan nak pokoknya tahun ini kita harus berkurban karena Allah niat kuat ya kita menadar kita akan berguguban Karena Allah atau dikaitkan dengan sesuatu tadi kalau kita hasil Maksudnya kita akan kurban karena Allah nah itu jadi Nazar ya maka Allah Antum tadi ibu lebih Yang mana nih ya Ibu yang nanti akan menilai ya Kalau tadi sekedar niat ingin lalu musyawarah dengan anak-anak ya kita nanti akan kurban nih anak ya kita berempat kurban dengan empat kambing eh ternyata cuma kebeli dua ya yang dua lagi misalkan uangnya kepakai ya sudah enggak ada masalah nggak ada masalah itu Itu bukan bagian dari nada tapi tadi kalau sudah jadi Nazar itu kepada lebih kepada janji-janji dan ucapannya pun ada penekanan tendensinya ada penekanan ya lillahi alayya ya bagiku untuk Allah atasku atau aku bernazar untuk Allah melakukan a b dan c maka itu menjadi nada ya yang kedua saya kekurangan anu tentang apa tadi baca bismillah apa tadi Aisyah mengulangi bacaan bismillah Ustaz karena merasa kurang pas ya maksudnya bacaan Alfatihah atau apa iya ketika sudah Takbiratul Ihram Kemudian beliau membaca Bismillah cuman mungkin dirasa kurang khusyuk atau kurang pas diulang kembali pembacaan bismillahnya tanpa memutuskan salat yang pasti dalam tuntunan salat yang pertama kali niat dan saya ya Anda kalau sudah pakai mukena atau pakai baju persiapan salat Apalagi sudah menebarkan apa sajadah lalu Apalagi anda sudah komat berdiri menghadap kiblat mau ngapain tuh nonton bola kan nggak itu pasti niatnya salat itulah niat sehingga kita tidak perlu juga ya tadi mengucapkan atau mengeraskan melafalkan atau mengucapkan atau mengeraskan niat tidak perlu karena selain tadi tidak ada ya Secara tuntunan dari Rasulullah Nabi tidak mengajarkan juga para sahabat dan para imam para ulama pun yang tentunya ahlussunnah ya juga terkait dengan ini ya karena niat itu amalan hati akan niat Lalu setelah itu Allahu akbar kita Takbir ya dan Takbir yang pertama itu rukun saya kalau anda tidak takbir pertama ya batal Allahu akbar Lalu setelah itu kita ya membaca doa iftitah dan itu sunnah atau Subhanallah banyak doa iftitah Ya silakan pilih yang mana yang anda hafal ya Dan anda bisa baca Lalu setelah itu ya lalu kita baca al-fatihah kalau yang dimaksud itu maka Alhamdulillah ya terlepas nanti perbedaan para ulama bismillah itu surat al-fatihah atau tidak termasuk surah Alfatihah yang pasti memang disunahkan Alhamdulillah kita ketika kita sudah mengucapkan Alhamdulillah cukup ya lalu kita lanjut ya kalaupun Anda misalkan tadi merasa dan apalagi ini sudah terjadi gitu ya Anda diulang bismillah ini salat tidak mengapa walaupun ke depan hendaknya cukup ya ucapan Bisma dibaca sekali saja Insyaallah ya karena tadi bismillah pun ada khilaf para ulama Apakah bagian dari al-fatihah atau bukan bagian dari al-fatihah ya terlepas dari itu maka Alhamdulillah ketika kita sudah mengucapkan yaitu Insyaallah eee sah adanya dan insya Allah sempurna adanya di sisi allah subhanahu wa ta’ala dan tinggalkan keraguan keraguan karena terkadang itu adalah bagian daripada was-was syaitan nah jawaban dan nasihat yang disampaikan semoga bermanfaat bagi pendengar yang bertanya jazakillah Khairan kami yang selanjutnya pertanyaan facial WhatsApp Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya bernazar jika saya mendapatkan pekerjaan saya akan berpuasa selama 3 hari berturut-turut Ustad Bolehkah Nazar yang seperti ini mohon nasihatnya jazakallah saya bernazar jika saya mendapatkan pekerjaan saya berpuasa saya akan berpuasa selama 3 hari berturut-turut Bolehkan ada seperti ini termasuk Nazar tentunya selalu untuk Allah akan berpuasa untuk Allah jelas itu ketaatan dan puasa ya ada puasa akan terbagi dua ada puasa mutlak ada puasa ya berarti anda berpuasa yaitu mutlak 3 hari berturut-turut ya In Sya Allah bagian daripada yang ada seorang sahabat ada seorang sahabat bernadar yaitu dia puasa Ya hanya saja puasanya pertama tidak sambil duduk tidak sambil bicara dan tidak berteduh di terik matahari maka kata nabi perintahkan dia duduk perintahkan dia bicara perintahkan dia yaitu berteduh Adapun puasanya jalan maksudnya puasanya jalan ya puasanya dilanjutkan tapi cara puasanya tidak berbicara tidak bertutup tidak berteduh selama puasa tidak berdiri ya tidak duduk sama puasa Ah ini lebay ya ini mendatangkan cara-cara yang tidak ada tuntunan nabi maka di sini puasa mutlak berarti Nazar boleh ya namun tadi sekali lagi bahwa hukum asal Nazar itu tidak disukai makruh ya gitu karena biasanya dilakukan oleh orang yang bakhil orang yang malas dan juga yaitu tidak merubah nasib tidak merubah tidak merubah nasib maka masuk ya tapi kalau sudah kadung tadi anda bernadar itu maka wajib Anda tunaikan wajib Anda tunaikan ya kalau tidak maka ternak kafaroh Yamin sama saja puasa 3 hari hanya saja bedanya karena nazarnya berturut-turut berarti dia harus berturut-turut Adapun kafarat Yamin tidak mesti berturut-turut Yang penting dia puasa selama 3 hari ya untuk sebagai bentuk eee apa eee tebus ya janji Nazar yang dia lakukan ya maka wajib kalau sudah Antum ucapkan seperti itu jelas wajib Antum tunai karena kembali pertanyaan berikutnya assalamualaikum warahmatullah Ustadz Saya pernah bernadar untuk memberikan sejumlah uang yang cukup besar kepada saudara saya yang dalam keadaan tidak mampu qadarullah kondisi keuangan saya ternyata tidak baik ustad apakah membatalkan Bagaimanakah hukum membatalkan Nazar dan Apakah ada konsekuensi yang lain apabila kita tidak bisa memenuhi Nazar tersebut jangan biasakan jangan suka nada-nadar karena tadi ya satu tadi ya diantara madatnya mewajibkan kita sesuatu yang aslinya tidak wajib jadi wajib Allah sudah berikan keluasan kita tidak terikat ya dengan satu perkara yang tidak Allah wajibkan Anda malah mengikat Anda diri sendiri dengan sesuatu yang akhirnya mengikat anda maka hendaknya ya Sehingga Mending kalau kita mampu kalau tidak ya itu tadi kenyataannya seperti ini aku mau puasa Aku mau infaq mau shodaqoh mau Haji ternyata tidak mampu dalam kondisi seperti ini maka apa dia apa minta maaf ya dan juga dia Mengapa membayar ke farahnya ya membayar kafarat kalau aku hasil ini aku akan ini sudah hasil tapi caranya tidak gitu kan maka membayar kafarahnya puasa 3 hari ya sebagai kafarat yamin ya Membaca membaca apa membayar ke Farah tuh kafaroti yamin ya sebagai kafarah sumpah antara membeli miskin 10 makannya atau pakaiannya atau puasa 3 hari berturut-turut Nah atau tiga hari tidak mesti berturut-turut jawaban yang penjelasannya Barakallah pertanyaan berikutnya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh adanya pertengkaran antara suami dan istri dan istri desainnya selalu mengucapkan cerai dalam pertengkaran atau dalam setiap pertengkaran mohon nasehatnya saja Hasbunallah Wanikmal Wakil ya ini problematika rumah tangga yang tentunya Subhanallah seorang suami istri ingat suami bukan lawan kita istri juga bukan lawan kita tapi suami adalah Allahu akbar seseorang yang wajib kita muliakan dan wajib kita taati wajib kita hormati wajib kita dudukan sesuai dengan kedudukannya istri juga sama bukan Rival kita dengan lawan kita istri bukan untuk kita perangi bukan untuk kita musuhi bukan untuk ajak tempat Berantem kita istri itu adalah seorang yang menjadi bagian dari kehidupan kita yang wajib kita ayomi kita sayangi Masya Allah ketika salah kita luluskan dengan cara yang baik kita Maafkan karena kita nggak nikah dengan malaikat tanpa salah ya kita juga nggak menikah dengan bidadari surga yang tanpa aib ya saling memaafkan merangkul ya lalu ketika terjadi problematika yang bisa menyembuhkan kemarahan maka kita tahan kita sabar dengan mudah terpancing emosi cepat marah tempramen makanya lihat jangan suka mengeluarkan marah ya kemudian kalaupun Anda Masya Allah mau marah solusi-solusi ya ketika kita marah ucapkan naudzubillah bicara diam ya Bahkan kau bisa menghindar tempat parah ya kemudian Subhanallah ya hati kita luaskan jangan terlalu ego di rumah tangga aku dan aku musibah ini ya akhirnya rumah tangga padahal anak sudah 5 sudah 6 sudah ada beli-beli cinta yang dirajut sebelumnya lalu ribut dan ribut ini tidak dewasa ya Sehingga ini ini luar biasa akhirnya rumah tangga yang tadinya Masya Allah adem ya begitu akhirnya menjadi panas Seharusnya baitijan nanti menjadi baitinari naudzubillah ya kita tidak ingin terjadi seperti itu ayo ayo sekali lagi bahwasanya suami istri bukan Rival suami istri bukan lawan tapi suami istri adalah bagian dari kulitnya yang harus kita rangkul ketika benarnya kita dukung ketika salahnya kita luruskan kita nasehati dan kita rangkul Jangan dibiarkan dia salah sehingga dia terjerumus kepada neraka Allah subhanahu wa ta’ala dan seterusnya ya itu yang see you again yang harus kita bangun ya kemudian tadi jangan juga dan ini kan buah merembetkan buah-buahnya marah itu bisa mukul bisa nendang bahkan bisa nusuk marah itu bisa mematikan dan marah itu tadi ya sudah karena orang marah itu kata orang-orang bilang marah itu saudara sepupunya gila ya Luar biasa apalagi dia saya suami dengan egonya istri apalagi dengan juga merasa dia paling benarnya selesai ya terjadilah Perang Badar di rumah tangga hari ini banyak pertanyaan tentang itu pertanyaan yang sebetulnya ya Luar biasa disebabkan dengan disebabkan dari tadi hawa nafsu kelalaian sehingga bermudah-mudah mengucapkan kepada istri Padahal kalau sudah setelah itu dia Nyesel nyesel aku telah ada istriku siapa Siapa suka bermuda-budak mengucapkan cerai bukan laki-laki baik bukan laki-laki baik yang mudah mudah mengeluarkan kalimat cerai tidak sering itu adalah obat terakhir itupun dilakukan dalam keadaan anda apa anda sadar dan anda sudah sepertinya tidak lagi bisa menegakkan hukum Allah dan dilakukan disampaikan dengan cara yang baik-baik Allah bisa engkau pegang istrimu dengan cara yang baik atau ketika cari pun dengan cara yang baik bukan cacian Makian ya jangan nih biasakan saya sebelum saya jawab Jangan jadi jangan jadi bentar-bentar cerai bentar-bentar anak-anak kita diurusnya rumah tangganya diurusnya makanya ya wanita pun dalam urusan cerai ini tidak akan masuk surga kata nabi wanita yang bentar-bentar juga rumah tangga yang Cemen yang ini mudah minta cerai ya apa menceraikan yang ini mudahnya dengan kemarahan Yang meluap ya Nah ini sebelum saya katakan bahwasanya Ayolah rumah tangga ini banyak sekali hari ini ya pertanyaan wa SMS telepon tentang perceraian tentang ini ribut dengan Ya Allah dulu waktu Senang enggak ingat Ustaz sekarang lagi ribut ingat ustaz lagi mana malam pertama kemarin mana Subhanallah lihat bikin anak tapi dapat 7 anak 10 anak lagi senangnya enggak ingat ustad lagi dan seterusnya nah kemudian secara fikih ya ketika Apa itu seseorang suami menceraikan dalam keadaan marah-marahnya kayak gimana nih ya marah tuh ada dua marah yang dia juga masih santai masih bisa menahan emosi dan dia sudah pikirkan ini kayaknya udah harus selesai deh cerai jadi itu Walaupun ada dikit malah tapi kalau marahnya sudah seperti orang gila tidak lagi bisa berpikir ya otaknya sudah tertutup pokoknya yang tadi itu maka tidak ada cerai kata nabi ketika perceraian itu disampaikan dalam keadaan ikhlas tertutup nih kepala nih ya udah nggak mikir lagi saudara ya sudah tertutup sudah marahnya sudah tingkat tinggi Maka itu tidak jadi kalau marahnya sudah kayak gitu udah kayak orang gila tuh ya makanya tidak cerainya tidak sampai jatuh enggak tahu Antum kayak gimana nih ya Apakah marahnya marah Yang ya baru Muqaddimah marah gitu langsung Ceraikan sudah mengambil pertimbangan-pertimbangan ya dan sebagainya ataukah Antum lagi dalam kacau ya kalap gitu sehingga sudah enggak bisa berpikir lagi namun terlepas dari itu Sekali lagi bukan laki-laki baik yang lisannya mudah mengeluarkan kalimat cerai dan juga bukan wanita baik yang nauzubillah sedikit-sedikit minta cerai bahkan bisa tidak mencium bau surga sampaikan semoga bermanfaat bagi yang bertanya dan juga yang lain dan ini merupakan pertanyaan kami terakhir saat di kesempatan sore hari ini sebagai ikhtiar dan kesimpulan kajian silakan Barakallah nah kembali kepada pembahasan kita tadi bahwa Alhamdulillah ya hendaknya kita senantiasa menjadikan seluruh ibadah kita hanya kepada Allah salah satu ibadah tadi yaitu kita bernazar berjanji melakukan sesuatu maka tidak boleh kecuali kepada Allah dan untuk Allah subhanahu wa ta’ala yang kepada Allah dan untuk Allah saja nada rendahnya dihindari ya kalau Nazar yang bermakna janji ya apalagi Nazar untuk selain Allah yang itu kesyirikan dan luar biasa banyak sekali yang masih melanggar batasan ini sehingga tadi ya dia benar-benar untuk wali tertentu kuburan tertentu Syekh tertentu nabi tertentu bahkan malaikat bahkan jin atau pohon tertentu atau batu tertentu maka naudzubillah ini bagian pada yang dilarang keras oleh Nabi SAW dan para sahabat dan para ulama ahlussunnah maka hendaknya kita jaga lisan kita dari perkara yang menjerumuskan kita kepada dosa yang sangat dahsyat itu itu Shallallahu Alaihi Wasallam Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh pemirsa dan pendengar radio rahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian kajian kita di sore hari ini dalam pembahasan lisan yang menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat bermanfaat yang ditulis oleh Ustad Fachrudin juga bisa mendapatkan informasi Buku di studio raja-raja dan bisa mengikuti kajian dengan buku yang dikaji dan semoga kesempatan sampai hari ini dalam pembahasan kepada selain Allah bisa memberikan pengetahuannya bermanfaat di dalam mengokohkan tauhid kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan juga bagaimana hakikat sesuai dengan tuntunan Alquran dan Sunnah semoga kajian ini bermanfaat dan bisa memberikan ilmu pengetahuan dan semoga memudahkan bagi kita untuk mengamalkan ilmu yang kita pelajari dan memberikan keberkahan jazakumullah kami mohon maaf ada beberapa pertanyaan tidak bisa kami sampaikan karena keterbatasan waktu yang ada silahkan anda bisa ikuti kembali dalam kajian-kajian rekaman dan juga secara live di kesempatan 2 pertanyaan yang akan datang kami akhirnya dengan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut ini [Musik]
Ustadz Fachrudin Nu’man, Lc. – Lisan yang Menyekutukan Allah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply