Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat – Syarah Aqidah Salaf

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan kajian Islam wa Asyhadu anna muhammadan abduhun kita kita mengenai Manhaj sempat lama karena satu dan lain hal dan sekarang kita melanjutkan kembali dan insya Allah kita memasuki poin aqidah ke 87 halaman 46 0 karena dari akidah ke-70 sampai 15 secara khusus berbicara mengenai nabi yang mulia Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kita kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kita sudah membahasnya beberapa bulan Toyib akidah yang berkaitan dengan nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam dan pada akidah -87 yaitu tidak memberikan tambahan terhadap agama beliau Shallallahu Alaihi Wasallam tidak memberikan tambahan-tambahan terhadap atau di dalam agama beliau Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu agama berdasarkan firman Allah di antaranya ayat yang sangat besar yang menjelaskan kesempurnaan Islam Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pada hari Jumat Batanghari di Arafah dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berada di kendaraannya turunlah ayat yang mulia yang merupakan nikmat besar bagi umat manusia [Musik] dengan diutusnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang membawa syariat yang sempurna yang tidak memerlukan tentunya tambahan-tambahan atau pengurangan dari siapapun juga pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu ini yang pertama agama telah sempurna oleh karena itu tambahan-tambahan atau dalam bahasa agamanya beda-beda di dalam agama sangat tercela dan ia membantah dan pelakunya para penghancurnya para pembuatnya membantah ayat yang mulia ini Mengapa bidah demikian tercelanya di dalam Islam sehingga nabi yang mulia memperingati umatnya dari perkara-perkara yang baru pengertian bidah perkara yang baru yang berkaitan dengan bukanlah perkara yang baru yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia yang berjalan sesuai dengan tingkat berpikir dan keilmuan mereka seperti adanya pengeras suara lampu AC kamera pesawat mobil motor dan lain sebagainya itu tidak masuk yang dimaksud perkara yang baru adalah di dalam agama yang tidak pernah disyariatkan oleh Allah tidak pernah ditetapkan oleh Rasulullah SAW yang baru kenapa dikatakan baru dikaitkan dengan apa yang beliau ajarkan apel yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala syariatkan melalui lisan jawabannya adalah Kenapa atau Mengapa bidah demikian tercelanya pertama tentu Dini telah sempurna dan ini merupakan [Musik] kesempurnaan nikmat Allah kepada manusia Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merupakan sebesar-besar nikmat Allah pada umat manusia secara umum dan khususnya bagi orang-orang yang beriman Karena nabi yang mulia untuk kemaslahatan hidup dan kehidupan manusia bagi dunia dan akhirat mereka datang dengan memberikan manfaat-manfaat yang besar kepada umat manusia dan menolak bahaya-bahaya bagi umat manusia serta mengangkat kesulitan keberatan yang ada pada mereka beliau Shallallahu Alaihi Wasallam segala kebaikan nah ini yang kedua kenapa yang dibawa oleh Rasulullah SAW demikian banyaknya yang kita kenal dengan nama jalan-jalan kebaikan di dalam Islam begitu banyak [Tepuk tangan] barangkali tidak sanggup seseorang mengamalkan secara keseluruhannya jadi buat apalagi adanya bid’ah perkara-perkara yang tidak pernah diajarkan nabi yang mulia Alaihissalam ketika jalan-jalan kebaikan demikian banyaknya dan dibawa oleh Beliau diajarkan oleh Beliau didakwahkan oleh Beliau baik yang hukumnya wajib maupun yang hukumnya Sunnah ada yang sunnah muakkadah ada yang sunnah saja atau mustahab beragam Itulah sebabnya Mengapa bidah demikian tercela karena mereka mencari jalan yang di luar dari Jalan nabi yang mulia [Musik] ingat kisah Musa nabi yang mulia ini bersama kaumnya Bani Israil ketika mereka berada di Padang maksudnya Padang kesesatan ketidaktahuan jalan arah bukan tersesat dalam agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyesatkan mereka di Padang Sahara selama 40 tahun disebabkan mereka tidak berani melawan satu kaum yang menguasai Baitul Maqdis Palestina yang waktu itu belum ada Masjidil Aqsa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan pada Musa untuk memerintahkan kaumnya masuk ke negeri firman Allah dalam surat al-maidah ayat 21 dan seterusnya perintah Allah Nabi Musa Alaihissalam menyuruh kepada kaumnya ya sah yang Allah telah Tentukan tetapkan untuk kamu menguasainya sedangkan di kota itu tempat markasnya para nabi dan rasul dari mulai Ibrahim dan seterusnya yang kemudian nabi itu tempat Bapak mereka markasnya Al Anbiya sedangkan negeri itu telah dikuasai oleh bangsa yang bengis Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan Bani Israil untuk berjihad berperang melawan bangsa itu menguasai Al ardhu [Tepuk tangan] jangan kamu berbalik ke belakang mundur melarikan diri tidak mau masuk tidak mau berjihad Fathan maka niscaya kamu akan kembali menjadi orang-orang yang rugi nah ini perbedaan antara sahabat-sahabat nabi Musa Alaihi Salam dengan sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mereka kalau mereka berkata Ya Musa wahai Musa Indah fiha Kauman jabarin sesungguhnya di negeri itu ada yang bengis yang kejam kaum yang besar dan kami selamanya kami tidak mau memasukinya sehingga mereka keluar [Tepuk tangan] maka jika mereka telah keluar meninggalkan negeri itu maka kami akan memasuki tidak berani berbeda dengan sahabat-sahabat nabi yang mulia Alaihissalam masuklah dan kami akan menyertaimu masuk [Tepuk tangan] barangkali ini dua orang nih yang Allah telah memberikan nikmat kepada keduanya untuk [Tepuk tangan] masuklah kamu melalui pintunya kata dua orang tadi karena apabila kamu memasukinya maka sungguh pasti kamu akan menang ini keyakinan seorang yang beriman itu harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah Taala akan menolongnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menyia-nyiakannya ingat kisah Hajar ketika ditinggal oleh Ibrahim ditinggal di tempat yang gersang bersama anak bayinya Ismail Ibrahim kau Biarkan kami di sini dan seterusnya Ibrahim tidak dia Letakkan istrinya dan anaknya dan minuman kemudian dia jalan ini atas perintah Allah maka hajar berkata Allah yang memerintahkannya Nabi Ibrahim menoleh mengatakan iya dia yakin hajar pasti Allah tidak akan sia-siakan sehingga memancarlah air zamzam ini keyakinan ini keyakinan kalau kamu masuk karena Allah yang memerintahkan kepada kamu maka setiap muslim harus memiliki keyakinan yang besar akan keagungan kebesaran kebenaran agamanya akan kebenaran kenabian dan kerasulan Nabi yang mulia akan janji-janji Allah berserah diri menyerahkan semuanya pada Allah [Tepuk tangan] sifat orang-orang Mukmin bertawakal kepada Allah yakni setelah ada usaha setelah menjalani asba sebab-sebab kalau mereka menjawab berkata Ya Musa mereka Hai Musa Sesungguhnya kami [Musik] selama-lamanya Kami tidak akan memasukinya benar-benar tidak mau masuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggunakan huruf Lan sekarang dan yang akan datang dan diperkuat dengan lafaz abadan itu sudah menunjukkan abadan ini untuk sakit memperkuat bahwa selamanya nggak mau masuk takut selama mereka ada di sana kami nggak mau saking takutnya padahal pergilah engkau bersama robmu Wah ini ke durhakaan yang luar biasa jadi sebagian dari mereka berperanglah engkau berdua dengan kaum itu begitu Bani Israil mengatakan kepada nabinya berbeda dengan sahabat pergilah engkau kami akan mengikutinya Bani Israil mengatakan apa kami di sini akan duduk-duduk saja kamu pergi perang sana bersama sahabat pergi engkau kami akan menyertaimu Kemana saja begitu para sahabat mana pernah meninggalkan nabi yang mulia Alaihi sholatu Wassalam maka Musa tidak bisa lagi mendakwahkan mereka Maka Beliau mengatakan [Tepuk tangan] selain untuk diriku dan saudaraku Harun salah seorang dari dua orang tadi maka pisahkanlah antara kami dan kaum yang fasik ini [Musik] keluar dari Jalan ketaatan seharusnya mereka Samina maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Musa Muharam maka sesungguhnya negeri itu adalah diharamkan atas mereka selama 40 tahun maka mereka akan tersesat di permukaan bumi ini ah itu yang terkenal dengan padang putih yakni mereka mengembara di Sahara luas sekali tidak tahu arah jalan ke mana Allah menyesatkan jalannya nah di situlah turun Taurat di situ turun mukjizat-mukjizat Musa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan sebanyak 9 mukjizat di antaranya makanan mereka Enak sekali itu mana mereka tidak perlu mencari makanan ke pasar kemarin enggak datang sendiri mana washalwa tapi Apa kata mereka ini di Padang TV selama 40 tahun mereka mengembara di Sahara itu disesatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena kedurhakaan mereka karena mereka tidak mau masuk ke negeri yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan dan untuk berjihad berperang melawan kaum yang mereka berkata bahwa kami tidak bisa sabar atas satu jenis makanan saja padahal makanan itu enak sedap nggak susah-susah cari tapi mereka mau mengganti apa yang Allah sediakan untuk mereka sabar enggak enak kalau terus-terusan makan mana wasalwa begitu untuk kami kepada rabb-mu yuhri celana mimma tummitul ardhu yang diminta ini sih banyak Mintalah agar rohmu mengeluarkan untuk kami dari apa yang ditumbuhkan bumi sayur-sayuran kacang Adas bawang ketimun padahal sudah dikasih mana cari yang lain ini jalan-jalan kebaikan begitu banyak di dalam Islam mau berzikir begitu banyak zikir diajarkan nabi yang mulia mau berdoa begitu banyak doa diajarkan nabi yang mulia alaihi salam wasallam di dalam salat atau di luar salat beragam mau salat beragam dan lain sebagainya tapi kita mencari yang lain persis seperti perjalanan Bani Israil cari yang lain bosen dengan sunnah cari bidah Kaulah kata musa kepada Bani Israil atau staf diluna kamu mengganti yang baik dengan yang tidak baik patutkah kamu mengganti sesuatu yang baik dengan yang merendah kalau hanya ketimun sayuran bawang apa ada di kota pergi sana pergi kamu ke Mesir atau ke kota Ada apa yang kamu minta tapi di kota sana tidak ada makna [Musik] lihat Musa menegakkan hujjah kepada mereka kamu sudah dikasih yang baik sangat baik Allah turunkan langsung lalu kamu meminta yang lain bosan tidak sabar dengan mana mana minta ketimun sayur-mayur dan lain sebagian disebutkan ini ada di kota di kampung silahkan akhirnya dikenakan ditimpakan kepada mereka kehinaan kerendahan dan mereka kembali mendapat kemarahan Allah disebabkan mereka kufur kepada ayat-ayat Allah dan mereka membunuhi para nabi begitu kelakuan Bani Israil jadi tidak heran kalau kita melihat sebagian saudara kita di Palestina disembelih oleh mereka ini para nabi pun dibunuh oleh mereka tanpa durhakaan mereka itu Pertama Dan Yang Kedua mereka melampaui batas dari apa yang Allah tetapkan ayat ini dan ayat-ayat yang tadi saya baca penuh dengan pelajaran yang berharga bagi seorang muslim dalam menjalani agamanya dalam hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan nabinya yakni mengikuti apa yang diperintah oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena itu bidah begitu sangat tercelanya di dalam Islam pembahasan tentang kesempurnaan Dinul Islam telah dijelaskan pada poin aqidah ke-7 ya sudah kita bahas sekarang kita beralih ke poin aqidah 88 tidak menghormati beliau dengan cara-cara yang beliau tidak menyukainya kita wajib menghormati dan memuliakan serta membesarkan [Musik] nabi yang mulia Alaihi sholatu Wassalam akan tetapi pertama dengan batasan-batasan yang Allah telah Tentukan atau tetapkan demikian juga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan dengan apa-apa atau dengan sesuatu yang beliau kita memuji dan menghormati serta memuliakan beliau yakni Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan cara yang terbaik bukan dengan cara beda atau dengan kata lain dengan apa yang Allah dan rasulnya telah tetapkan bukan dengan hawa nafsu atau atau perasaan atau mengikuti kebiasaan atau tradisi yang semuanya tentunya terkumpul dalam sebuah kamus yang kita namakan kamus bid’ah Contohnya seperti meminta-minta atau menyeru Kepada beliau setelah beliau wafat atau yang kedua menjadikan beliau sebagai perantara wasilah dalam meminta kepada Allah setelah beliau wafat kemudian juga seperti peringatan-peringatan Maulid atau Isra Mi’raj dan berbagai macam shalawat yang dibuat-buat semuanya yakni menurut persangkaan mereka dalam rangka menghormati dan memuliakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jadi orang melaksanakan peringatan Maulid dan lain sebagainya Itu tujuannya untuk memuliakan dan menghormati nabi yang mulia Alaihi sholatu Wassalam Tetapi semuanya itu tidak pernah disyariatkan oleh Allah dan tidak pernah disunahkan dianjurkan makan dengan isyarat Saya tidak oleh Nabi yang mulia hadis sholatu wasallam dan banyak contoh lainnya nah ini akidah yang besar terhadap Nabi yang mulia karena salah langkah di sini maka kita akan terjerumus kepada kesyirikan atau kepada kita atau dengan kata lain ada bidah yang di luar dari kesyirikan yang dihukumnya haram Karena bid’ah itu bertingkat tidak dalam tidak berada dalam satu tingkatan tidak Maka sebagai dalilnya saya bawakan beberapa buah hadis atau contoh di mana sebagian sahabat radhiyallahu anhum telah keliru atau salah pada sebagian perkataan dan perbuatan mereka dalam rangka menghormati dan memuliakan beliau jadi nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam Kemudian beliau membetulkannya dan meluruskannya perhatikan contoh yang menarik contoh pertama anak Abdullah berkata lama saja dalil Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam atau ketika mual pulang dari negeri Syam beliau langsung sujud kepada nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kaget kok puas tahu-tahu sujud Beliau berkata bersabda kelakuan Apa yang kau kerjakan ini yang kau lakukan ini sebab-sebabnya Muhammad aku datang maka bertepatan yakni aku jumpai mereka orang-orang ya Sejujurnya mereka sujud kepada uskup uskup mereka Uskup adalah tokoh agama atau pemuka agama di kalangan kaum sedangkan bathoriqoh adalah orang-orang khusus Kaisar Kaisar yakni pejabat-pejabat Negeri mungkin menteri-menteri [Tepuk tangan] sujud sujud kepada siapa ya sujud kepada ini mereka orang-orang di Syam itu yakni orang-orang mereka kami akan melakukannya kepadamu menunjukkan bahwa tidak seorang diri tapi bersama beberapa orang sahabat karena dengan bentuk jamak bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada MU dan kawan-kawannya pada tafalu dengan bentuk jamaah jangan kamu lakukan ya jangan kamu lakukan seperti itu tidak boleh seorang sujud kepada orang lain tidak boleh manusia sujud kepada manusia tidak boleh sujud kepada makhluk sujud hanya kepada Allah menunjukkan juga bahwa orang yang jahil tidak tahu melakukan sesuatu ini kan perkara besar sujud kepada manusia dimaafkan diberi uzur Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengkafirkan tidak menyatakan bahwa dia salah dalam arti berdosa dan lain sebagainya tidak tahu dan menerangkan alasannya maksud tujuan mual kalau mereka ini hanya sujud kepada pendeta-pendeta mereka ahli-ahli agama mereka dan orang-orang besar mereka Maka Rasulullah SAW lebih berhak untuk kita sujud kepadanya itu semua kan dalam rangka memuliakan dan membesarkan nabi tapi dengan mengkiaskan perbuatan yang salah untuk diterapkan di dalam Islam 3 bulan maka diluruskan dan dibetulkan oleh Nabi kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena sesungguhnya Kalau boleh aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah pasti akan Aku perintahkan istri sujud kepada suami kalau boleh manusia sujud kepada selain Allah pasti akan Aku perintahkan istri sujud kepada suami tetapi tidak boleh tidak boleh sujud selain Allah tegasnya Kalau boleh maka yang paling berhak di Suzuki adalah suami istri sujud kepada suami karena demikian besarnya hak suara Perhatikan lanjutannya khususnya para istri demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangannya Seorang Istri Tidak Dianggap memenuhi hak Allah sehingga ia memenuhi hak-hak suaminya suaminya menginginkannya untuk melakukan hubungan intim sedangkan ia sedang membetulkan pelana di pelabuhan maka tidak boleh dia menolaknya meskipun dia lagi sibuk kalau suaminya minta untuk melakukan suatu hubungan Maka jangan dia menolaknya itu hak suami terhadap istri Tetapi ada juga hak istri yang harus ditunaikan oleh suaminya jadi jangan semata-mata suami menggunakan ini sebagai senjatanya Tetapi dia sendiri tidak menunaikan haknya dia sendiri tidak contoh pertama ini hadisnya para perawinya contoh yang kedua dalam hadis [Musik] tadi keluarkan oleh Ibnu Majah Ahmad Ibnu Hibban contoh yang kedua ini hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Ibnu Majah serta Ahmad dari Jalan Shahabiyah yang bernama rubayyid binti muawim hadisnya saya ringkas bahwa ada seorang wanita dalam salah satu riwayat disebutkan dua orang wanita yang mengucapkan di hadapan nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] diantara kita yakni di tengah-tengah kita ada seorang nabi yang mengetahui apa yang terjadi pada hari ini dan apa yang akan terjadi besok ah ini berlebihan tidak mengetahui perkara yang gaib Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda la takuri jangan kamu mengucapkan seperti itu wakulima Kunti takurin ucapkan saja perkataan yang sebelum tadi adapun yang ini yakni aku mengetahui apa yang akan terjadi besok jangan kamu berdua mengucapkannya lagi [Tepuk tangan] jangan kamu mengucapkannya Maya alamumafi’odin illallah tidak ada yang mengetahui perkara tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali Allah ini dibetulkan maksud perempuan itu atau kedua perempuan itu atau mereka untuk apa untuk memuliakan dan membesarkan nabi meninggikan nabi tetapi melampaui batas berlebihan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengetahui perkara yang dan memang tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini contoh yang kedua kemudian hadis yang bersifat umum itu dia mendengar Umar radhiyallahu Anhu berkata di atas mimbar aku pernah mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda la tuturuni jangan kamu itera ini telah kita bahas masalah itu telah kita bahas yakni memuji dengan melampaui batas [Musik] telah melampaui batas terhadap Ibnu Maryam dari Nabi Isa alaihi salam sehingga mereka mengangkatnya sebagai Tuhan atau anak tuhan sesungguhnya aku ini hanyalah hambanya jadi hamba Allah maka ucapkanlah olehmu aku ini Abdullah hamba Allah dan Rasul hadis ini menjelaskan keyakinan kita akidah kita kepada nabi yang mulia Alaihi salatu Wasallam bahwa beliau hamba hamba itu adalah yang beribadah yang menghambakan diri pada Allah beliau tidak diibadati yang diibadati Allah tetapi beliau selain menjadi hamba juga menjadi rasulnya utusannya yang menyampaikan risalahnya maka katakan bahwa aku ini hamba Yakni dengan keyakinan keyakinan yang benar bahwa beliau hamba dan rasul Allah Subhanahu Wa Ta’ala semua para nabi dan rasul tidak disembah tidak diibadati dan tidak ada seorangpun dari para nabi dan rasul yang memerintahkan bahwa memerintahkan kepada manusia maksudnya sembahlah aku nggak ada Alquran dengan [Musik] sangat jelas dan tegas menjelaskannya tidak ada seorangpun nabi yang mengatakan bahwa dirinya Tuhan yang memerintahkan kepada manusia sembahlah aku tidak ada perintah mereka semuanya pada manusia sembahlah Allah karena Allah itu firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat ayat 79 dan 80 maka dari basyarin [Musik] yang artinya tidak patut Jadi tidak boleh tidak dibenarkan dan memang tidak terjadi bagi seorang manusia yang Allah telah memberikan kepadanya Alkitab seperti pada manusia juga kepada Nabi Daud Alaihissalam untuk memutuskan suatu perkara kemudian ia berkata kepada manusia [Musik] [Tepuk tangan] hamba-hambaku selain dari Allah yakni bukan sebagai hamba Allah tapi Jadilah kamu sekalian hamba-hambaku tidak ada tidak pernah terjadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala memastikan tidak ada seorangpun dan memang tidak terjadi lafaznya makanan tidak patut Maksudnya apa tidak pernah terjadi ada seorang manusia yang dimaksud seorang manusia di sini adalah seorang nabi dan rasul karena hanya nabi dan rasul yang diberi Wahyu oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang diturunkan kitab kepada mereka yang diangkat sebagai nabi an nubuwwah dan risalah dan Quran surat tidak ada seorangpun yang mengatakan kepada manusia [Tepuk tangan] Tetapi semuanya mereka mengatakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala disebabkan kamu mempelajari Alkitab itu Taurat ada dalam Taurat dan Injil itu kamu mengajarkannya dan kamu mempelajarinya kemudian Allah mengatakan dan Allah tidak pernah memerintahkan kamu untuk menjadikan para malaikat dan para nabi tuhan-tuhan selain Allah tidak pernah karena ayahmu hukum muslimun Apakah patut bagi Allah memerintahkan kamu kekufuran sesudah kamu muslim yakni Barang siapa yang menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan selain Allah maka dia kubur dan Allah tidak mungkin memerintahkan manusia yang muslim menjadi kubur dalam perjalanan mereka dan di kitab-kitab itu tidak ada walaupun Taurat dan Injil itulah diubah oleh sebagian manusia tapi tetap aja tidak ada yang menyatakan sembahlah aku Musa berkata sembahlah aku nggak ada atau Aisyah mengatakan sembahlah aku aku ini Tuhan dalam menghormati dan memuliakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Ya wajib bagi kita memuliakan dan menghormati meninggikan beliau tapi tadi pertama dalam batasan-batasan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul Karena itu rasulullah SAW mengatakan la tuturuni jangan kamu melampaui batas dalam memujiku dan yang kedua tentu tadi di redhoi oleh Allah dan Rasul kemudian akidah yang ke 89 tidak memanggil Kepada beliau Shallallahu Alaihi Wasallam dengan panggilan yang biasa terjadi sesama kita Hai pula jadi seperti memanggil Kepada beliau dengan panggilan nama ataupunnya beliau Hai Muhammad Hai Abdul Qosim akan Tetapi hendaklah memanggil atau menyebut beliau dengan panggilan wahai Rasulullah wahai nabi Allah [Musik] dalam surat an-nur ayat 63 janganlah kamu jadikan panggilan kepada rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain Muhammad tafsir seperti itu tafsir dari ayat yang Mulia tapi panggil Ya Rasulullah Hai nabi Allah dan begitu yang beredar di kalangan para sahabat para Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian akidah yang ke-90 tidak menjadikan beliau sebagai tandingan atau sekutu bagi Allah pernah seseorang mengucapkan Masya Allah di hadapan Rasulullah SAW apa yang Allah kehendaki dan Engkau kehendaki yakni menyamakan antara kehendak Allah dengan kehendak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang benar kehendak manusia setelah kehendak Allah u rabbul alamin ayat itu bersifat umum ya maka Rasulullah SAW berkata kepada orang itu engkau jadikan aku tandingan bagi Allah bagaimana dengan yang lainnya dan beliau Shallallahu Alaihi Wasallam telah menutup seluruh pintu dan Jalan agar tidak terbuka peluang bagi manusia untuk menjadikan beliau sebagai tandingan atau sekutu bagi rabbul alamin banyak sekali diantaranya pertama beliau telah melarang umatnya secara umum dan mutlak untuk tidak melakukan tadi hadis setelah saya bacakan itu larangan secara umum agar manusia tidak Iqra Kepada beliau sehingga mengangkat beliau lebih dari apa yang Allah tabaraka wa ta’ala telah Tentukan dan tetapkan dan dudukan beliau pada tempatnya ya tadi ya yang kedua beliau telah melarang dan memperingati umatnya yang peringatan yang besar sekali untuk tidak menjadikan kubur beliau sebagai pemujaan seperti yang telah dilakukan oleh ahli kitab terhadap nabi-nabi dan orang-orang Saleh di antara mereka dan masalah ini telah kita bahas di poin aqidah ke-39 diantaranya adalah ini beberapa ada sebagian hadisnya [Musik] ini bisa ada anutullah bentuknya khabar pemberitahuan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa Allah telah melaknat Ali Yahudi atau doa -doa Semoga Allah kenapa Karena mereka telah menjadikan kubur kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid dari mereka salat menghadap ke kubur itu itu menjadikan kubur sebagai masjid mereka sujud ke kubur itu mereka mengubur menjadikan kubur itu sebagai tempat peribadatan masjid dan semua itu masuk ke dalam [Tepuk tangan] [Musik] Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kata Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu Ta’ala beliau memperingati umatnya kita ini seperti apa yang telah dikerjakan oleh mereka Yahudi dan rasul agar kita tidak mengikuti mereka yang telah menjadikan kubur-kubur nabi-nabi mereka dan orang-orang Saleh di antara mereka sebagai masjid masjid yang tentunya didatangi pada waktu tertentu dan seterusnya aqidah ke-91 tidak me yakini bahwa beliau Shallallahu Alaihi Wasallam mengetahui perkara perkara yang gaib tanpa Wahyu dari rabbul alamin karena beliau shallallahu alaihi wasallam dan seluruh para nabi dan rasul dan semua makhluk jin dan para malaikat [Tepuk tangan] tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kalau para nabi dan para malaikat itu tidak diberitahukan oleh Allah kecuali dengan Wahyu dari Allah Subhanahu wa ingat kisah nabi yang mulia Sulaiman Alaihissalam yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kekuasaan yang tidak diberikan kepada seorang pun dari hamba-hamba Allah di antara kekuasaan yang Allah berikan kepada nabinya ini salam adalah menguasai bangsa jin dan bangsa jin itu berbangsa-bangsa Dianya sama seperti kita ini dan jin jin itu para setan itu bekerja di hadapan Sulaiman Nabi Sulaiman singasananya dengan tongkatnya patahnya melihat padahal sudah meninggal wafat lama tetap karena jasad para nabi tidak hancur haram bagi bumi memakan jasad para nabi tongkatnya yang dimakan Raya berarti itu waktunya lama sekali jin di depannya nggak tahu perkara yang Bagaimana manusia ini mendatangi para kain para Allah orang-orang yang mengaku mengetahui apa yang akan terjadi pada diri seseorang pada keluarganya pada jabatannya pada masyarakatnya semuanya dusta kalaupun terjadi sedikit dan itu hasil curian dari para ketika tongkat itu telah habis dimakan rayap maka tersungkurlah Nabi Sulaiman jatuh baru cinta pohon nabi yang mulia ini ada ini sholatu Wassalam telah wafat kalau sekiranya Jin mengetahui perkara yang gaib kata mereka tentu kami tidak berada dalam kehinaan ini yang disuruh bekerja terus tidak ada yang tahu nabi yang mulia Alaihi salatu Wassalam tidak tahu mau dilempar batu oleh orang Yahudi dari atas lihat orang Yahudi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dilemparin batu di atas Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak tahu ada orang di atas melemparkan batu dia [Musik] si makanan-makanan kambing sempat Makan Aduh diberitahukan terus sampai akhir hayatnya lukanya Masih Membekas Di tenggorokannya kalau Allah tidak mewahyukan kepadanya ayam ke-92 tidak mengadakan Safar untuk menziarahi kubur beliau ziarah kubur apalagi kubur beliau disunahkan dengan dua faedah yang pertama mengingatkan kita akan kematian faedah yang kedua mendoakan orang yang mati karena orang yang mati berhajat kepada orang yang hidup menziarahi Kubur nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sunnah yang dilarang adalah mengadakan Safar dari Indonesia khusus untuk ziarah ke kubur Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini tentu dilarang oleh Beliau ini dia hadisnya [Musik] Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-khudri keduanya berkata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda maksudnya dipersiapkan kendaraan untuk segera berangkat Safar Janganlah kendaraan itu diikat dipersiapkan untuk berangkat Safar mencari keutamaan dan keberkahan Ila Ila salah satu kecuali kepada tiga buah masjid nah ini dibenarkan kita berangkat dari sini atau dari mana saja mengadakan Safar ke salah satu dari tiga Masjid yang pertama Al Masjidil Haram yang kedua Masjidil Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dan yang ketiga Masjidil Aqsa kepada tiga buah masjid ini maka dibolehkan sunnah menziaranya untuk mencari keutamaan dan keberkahannya selainnya tidak boleh harta kepada Kubur nabi yang mulia Alaihissalam kalau dengan sebabnya kita mengadakan tetapi ketika kita telah sabar menziarahi masjidnya dan di situ ada Kubur nabi yang mulia alaihi salam kuburnya sunnah ke tempat-tempat lain untuk mencari barokah dan keutamaan tidak ada Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda Annabi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] janganlah kamu menjadikan kuburku sebagai yang perayaan tempat perayaan yang didatangi terus dan janganlah kamu jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan atau ditegakkan salat salat sunat di situ dan dibacakan ayat-ayat Allah dan dimana saja kamu berada berselawatlah kepadaku karena sesungguhnya shalawat kamu itu akan sampai kepadaku jadi berselawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Abu Daud ada hadis yang lain Annabi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau berdoa Allahumma Allah janganlah engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah dan doa beliau menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid ini pun hadisnya ya barangkali ini ikhwan yang bisa saya bahas kepada antum kita sampai di apida 92 dan nanti para pertemuan yang akan datang Insya Allah ta’ala kita akan bahas akidah-akidah selanjutnya alhamdulillahirobbilalamin Kita istirahat sejenak dan selanjutnya saya akan menjawab sebagian dari pertanyaan antum dari Abu abdillahu anhuma ia mengatakan aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya yang halal itu jelas yang haram itu jelas dan diantara keduanya terdapat saya muliakan ada beberapa pertanyaan yang [Musik] dapat atau bisa saya jawab atau perlu saya jawab setiap orang tentunya satu pertanyaan diantaranya adalah Apakah benar dibolehkan untuk mengaminkan doa yang dikomandoi misal saat khotbah jumat atau saat salat jenazah mohon penjelasannya kondisi-kondisi Seperti apa di mana kita boleh mengaminkan doa [Musik] yang tidak di doa di aminkan itu karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengaminkan doa para sahabat sebagian sahabat berdoa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan amin Abu Hurairah diaminkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Kitab ilmu yang saya tulis ya menunjukkan spontanitas yang tidak diatur-atur dan tidak juga disertai sesuatu ibadah seperti salat Jumat khotib berdoa tidak didukil dari seorang pun sahabat dengan sanad Shahih bahwa mereka mengaminkan doa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mungkin sesudah salat jenazah barangkali kalau salat jenazah itu adalah merupakan doa juga masing-masing kita berdoa setelah itu tidak kita tidak mengucapkan Amin tidak barangkali yang dimaksud penanya setelah salat jenazah seseorang memimpin doa ini tidak ada dalam Islam setelah salat jenazah tidak ada doa Antum berkat tidak ada doa lagi karena kita diperintah untuk segera membawa jenazah dan memang tidak ada dari nabi yang mulia kemudian berdoa dipimpin oleh seseorang atau nanti dikubur dipimpin lagi oleh seseorang ini tidak ada berarti dapat kita simpulkan pertama doa-doa yang spontanitas seseorang berdoa lalu diaminkan oleh seseorang tidak diatur-atur dalam acara-acara tertentu yang kedua tidak terkait dengan sesuatu peribadatan kecuali ada dalil kecuali ada dari misalnya Imam mengucapkan Qunut nazilah makmum mengaminkan mengaminkan doa disyariatkan karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengaminkan doa para sahabat ini ada yang berlebihan ditolak ini berlebihan jahil yang kedua umumnya itu spontanitas tidak diatur dalam acara-acara tertentu saya salah Doakan kami yang ketiga ibadah dan tertentu kecuali berdasarkan dari mudah-mudahan bisa paham

Dzikir dengan suara keras setelah shalat fardhu

Ada sebagian yang membenarkan dzikir dengan suara keras setelah salat fardhu per dalil hadits Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas bahwa mengeraskan suara dalam berdzikir setelah selesai menunaikan salat fardhu terjadi di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Ibnu Abbas mengetahui bahwa mereka telah selesai dari salat Bagaimana derajat hadis ini atau Apakah benar sebagian sebagai Apakah benar sebagai dalil bolehnya berdzikir dengan suara keras pertama derajat hadis ini Shahih karena ia diriwayatkan diantaranya ada Al Imam Al Bukhari yang salah cara memahaminya
Tentu dzikir keras ada di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebab kalau tidak ada dari mana sahabat mengetahui selesai salat Nabi SAW baca ini dan baca itu kalau Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengeraskan suaranya baik saat selesai salat atau pada waktu-waktu yang lain karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beredar di antara tiga Sabda beliau perbuatan beliau dan takrir beliau maka beliau menjelaskan kepada para sahabat karena perbuatan beliau itu diikuti berbeda dengan kita beliau berdzikir sudah salat mengucapkan tahlil Lailahaillallah walaupun didengar oleh sahabat diriwayatkan nabi mengucapkan ini setelah di dubur di belakang salat dalam sebagian dalil di belakang salat wajib maksud Nabi SAW mengeraskan apa untuk mengajarkan pada kalanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan perbuatannya seperti itu ada kalanya mengajarkan dengan sabda beliau ada dengan fi’il dengan kaum.
Oleh karena itu Al Imam Syafi’i rahimahullah itu mengatakan bahwa itu Taklim nabi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan sahabat agar diketahui oleh sahabat dan diamalkan dalam waktu singkat karena tidak mungkin nabi yang mulia alaihi salam terus-menerus dan bersama sahabat dzikir keras dan itu dalam keseharian tentu akan diriwayatkan oleh sahabat lain dan tentu diketahui oleh para sahabat dan tentu mereka tidak murka melihat orang berdzikir dengan keras karena hukum asal berzikir sirr sebagaimana firman Allah di dalam dirimu yakni terdengar oleh dirimu dengan penuh kehinaan kerendahan dan rasa takut merendahkan diri kepada Allah dan penuh rasa takut bukan dengan suara yang keras di waktu pagi dan petang ini hukum asal dzikir kecuali kalau ada dalil mengeraskan suara
Mengeraskan suara saat talbiyah
Adakah dalilnya ada ketika Talbiyah namanya juga al-ikhlas al-ikhlas itu mengeraskan suara bertalbiyah ketika masuk miqat kita mengucapkan apabila umroh Labbaik Allahumma Labbaik ini giliran diperintah kenceng sepi di pesawat malu malah kenceng ini yang diperintah ihram jadi mikot kira-kira beberapa menit sebelum sampai di Bandar itu diperintah sampai-sampai sahabat itu serak-serak suaranya Habis itu dia kemudian juga ada lagi yang kencang ketika Taklim seperti ini saya mengajarkan dzikir tiada dzikir ada lagi juga ketika takbiran berangkat dari rumah keraskan suaranya allahu akbar allahu akbar allahu akbar jalan dari rumah jalan kaki ke tanah lapang naik motor naik mobil bersama anak istri keras itu sunnah selebihnya diam kalau Imam selesai salat mau mengajarkan dzikir kepada jamaah yang sunnah tapi melepaskan dzikir diperintah di keras itu tidak ada berarti hadis Ibnu Abbas ini Nabi dalam rangka mentaalim diikuti oleh para sahabat dan waktunya singkat Oleh karena itu sebagian sahabat seperti Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ta’ala Anhu mengingkari dengan keras orang yang berzikir dengan keras
Assalamualaikum warahmatullahi seseorang menyebut rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam atau nabi juga diperintah untuk berselawat atau hanya jika nama Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam saja kita yang mendengarnya harus besar nama Rasulullah itu nama beliau nama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam nama Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diperintah bersholawat apa yang [Musik] dimaksud dengan [Musik] maslahatul Mursalah atau masalah adalah kemaslahatan Mursala maknanya mutlak mutlak yakni tidak ada yang dimaksud dengan sering disalahpahami adalah suatu perbuatan yang tidak terdapat dalil syar’i nya dan syariat juga tidak melarangnya jadi suatu perbuatan yang ditetapkan oleh ahli hukum islam yang tidak terdapat dalil syar’iyah tetapi juga tidak bertentangan dengan agama begitu kurang lebih sebuah keputusan dari ahli hukum islam untuk menetapkan satu perbuatan atau membuat satu perbuatan demi kemaslahatan umum yang perbuatan itu tidak ada dalil Syariah tetapi tidak juga bertentangan dengan dalil Syariah ditetapkannya perbuatan ini untuk kemaslahatan bersama Oleh karena itu mereka para ahli usul mensyaratkan bahwa maslahatul Mursalah itu selain tadi ya harus ada surutnya itu 3 syarat pertama benar-benar perbuatan itu maslahat secara hakiki tidak boleh hanya tidak boleh sangka-sangka nggak boleh jadi secara hakiki benar-benar maslahat yang kedua syarat yang kedua bukan untuk pribadi orang-orang tetapi kemaslahatan untuk umat ditetapkannya keputusan itu untuk kemaslahatan umat bukan untuk orang per orang tidak boleh yang ketiga tidak boleh bertentangan dengan dalil Syariah tidak boleh masuk ke dalam maslahatul Mursalah mengatakan bahwa bidah Ini masalah enggak boleh Karena bid’ah bertentangan dengan [Musik] perbuatan bertentangan dengan dalil syar’i Apa contohnya misalnya contohnya dalam sebagian kitab usul diberikan contoh bahwa para sahabat membuat si jin penjara pada zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tawanan perang paling tidak ada penjara ada diikat pernah diikat di tiang masjid Nah untuk kemaslahatan umum dibuatlah rumah tahanan untuk menawan pembenahan orang-orang tertentu ini maslahatul Mursalah kemaslahatan Maslahah Al Mursalah dengan syarat dia memang benar ada manfaatnya [Musik] yakni kemaslahatan Karena begini Dinul Islam datang seperti yang di awal saya jelaskan untuk kemaslahatan umat manusia ketetapan ketetapan Soraya itu kemaslahatan umat manusia misalnya untuk memelihara manusia darahnya ditegakkanlah disyariatkanlah hukum qisas itu kemaslahatan Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang hukum qisas walaupun dalam menjalankan hukum qisas itu terdapat kehidupan makna terdapat kehidupan untuk memelihara diri kamu darah kamu dari pembunuhan dan seterusnya Hai orang-orang yang memiliki akal ini kemaslahatan untuk pemeliharaan diri manusia kemudian kemaslahatan untuk memelihara Harta manusia maka ada hukuman bagi pencuri ada hukuman bagi perompak yang merampas merampok Harta manusia bahkan merampok tubuh manusia sebagaimana pemerkosa itu masuk dalam Bab merampok karena itu hukumannya mati dalam Islam hukum Islam ya pemerkosa itu karena dia merampok tubuh manusia [Tepuk tangan] demikian juga untuk memelihara kehormatan dijaga Islam menjaga diri menjaga harta menjaga kehormatan menjaga keturunan Tidak sembarangan orang menuduh seseorang orang ini berzina dikenakan hukum tidak boleh itu untuk menjaga kehormatan itu kemaslahatan kemaslahatan yang datang secara syar’iyah ada dalilnya dari Alkitab dan Sunnah kemudian ada kemaslahatan-kemaslahatan secara umum yang tidak ada dalil syariahnya tapi dibutuhkan dan itu berkembang sesuai dengan berjalannya zaman zaman dahulu diperlukan belum tentu zaman sekarang diperlukan begitulah itu yang kita kenal dalam ilmu usul maslahatul masalah suatu keputusan hukum dari seorang mujtahid untuk menetapkan sesuatu yang ia benar-benar ada maslahatnya bagi umat manusia untuk kemaslahatan umum dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil syariah begitu panjang berarti kita menyimpang ini itu ada bab tersendiri pertanyaan lain mengenai badan haji ingin membatalkan Haji orang tua oleh orang lain dengan bayaran-bayaran sekian Badal Haji demikian tidak ada di dalam Islam yang ada di dalam Islam adalah anak menghajikan orang tuanya baik orang tuanya sudah tidak mampu lagi secara fisik secara fisik anak menghajikan bapaknya atau Ibunya dan anak itu sudah menunaikan ibadah haji secara fisik orang tuanya Ayah atau Ibunya sudah tidak mampu mengadakan perjalanan ke sana Ka’bah maka anak tampil menghadirkannya dia pun bertanya masuk Islam dan semua hadits yang datang adalah mengenai anak terhadap orang tua atau orang tuanya telah wafat maka ia menghajikannya Kenapa karena anak adalah usaha dari orang tua Allah subhanahu wa ta’ala berfirman berfirman manusia tidak akan memperoleh kebaikan kecuali dari hasil usahanya tegas ayat tidak bisa seorang menshalatkan untuk orang lain Kirim pahala membacakan Quran untuk orang lain sedangkan anak kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah Kamu adalah dari hasil usaha kamu berarti anak itu masuk ke dalam ayat wa Alaihissalam biaya sekian ribu real dan itu bisa borongan katanya orang ini borongan tuh satu orang dia borongan ini tidak ada dalam Islam seperti ini tidak ada Sahabat tidak pernah mengerjakan seperti kecuali kepada keluarga keluarga dekat warga paling dekat adalah ayah dan ibu ustadz ana seorang pekerja yang sering survei-survei ke desa atau kampung dan ketika datang waktu salat Ana selalu menemukan masjid yang di halaman depan belakang terdapat kuburan pernah mencari solusi ke masjid lain namun tetap sama masih terdapat makam Bagaimana solusi bagi salat anak Apakah tetap salat di masjid tersebut atau mencari tempat lain mencari tempat lain mencari tempat lain karena tidak boleh salat di masjid yang ada kuburannya di dalam kitab ini halaman 18 diterangkan bahwa di dalam dalil-dalil naqliyah terdapat dalil-dalil aqliyah Saya ingin Ustadz memberikan salah satu contohnya yakni yang ada sebuah pertanyaan di halaman 18 Apakah di dalam dalil-dalil naqliyah dalil-dalil naqlinya Alquran dan Sunnah tidak terdapat dalil-dalil aqliyah atau dengan kata lain apakah dalil-dalil naqliyah tidak menjelaskan dalil-dalil aqlinya Ali saya menyerahkan jawabannya kepada syek desain di kitabnya beliau mengatakan diantaranya kebanyakan dari ahli ilmu kalam telah menyangka bahwa dalil-dalil Syariah hanya terbatas pada khabar berita Yang benar saja sedangkan Alkitab dan Sunnah tidak menunjuki kecuali Dari jalan ini saja yakni di dalam Alkitab dan Sunnah menurut orang-orang ahli ilmu kalam tidak terdapat dalil-dalil akad karena itu dalil-dalil akal harus kita cari sendiri Oleh karena itu mereka telah menjadikan Ushuluddin menjadi dua macam akliat dan sam’at dalil-dalil akal sampai ayat dalil-dalil dari Alkitab dan Sunnah kemudian mereka menetapkan bahwa yang pertama yaitu dalil-dalil aqliyah tidak dapat diketahui oleh Alkitab dan Sunnah tidak ada dalil-dalil aqliyah yang ada murni adalah dalil-dalil alkitab hal ini merupakan kesalahan dari mereka kata syaikhul Islam bahkan Alquran telah menunjuki akan adanya dalil-dalil aqliyah menjelaskannya dan memberitahukannya di situ saya tidak membawakan contohnya contohnya tentu banyak sekali karena kalau saya bawakan contohnya Keluar kita jadi pembahasan Tafsir Alquran tapi kalau penanya mau contohnya salah satunya di awal surat al-baqarah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman hai manusia Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh kepada seluruh umat manusia [Tepuk tangan] yang menciptakan kamu dan menciptakan orang-orang yang sebelum kamu tujuannya adalah kemudian dalam dalil-dalil Syamsiah ini lanjutan ayatnya terdapat dalil-dalil aqliyah di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengajak manusia untuk berpikir dengan akalnya roh kamu itu adalah yang telah menjadikan bumi ini sebagai hamparan berbeda dengan yang lainnya ini bisa dipikirkan oleh manusia dan langit sebagai atapnya yang di dalamnya terdapat dalil-dalil aqliyah diajak manusia untuk mentauhidkan Allah dengan melihat ayat-ayat Allah bukan hanya yang makruh yang dibaca tetapi ayat-ayat Allah yang disaksikan di alam semesta ini dalil-dalil naqliyah yang di dalamnya ada dalil-dalil aqliyah persis seperti yang dikatakan Saiful bin Tamiya yang telah memahami meneliti ayat-ayat Alquran dan Allah turunkan dari langit maksudnya tentu dari awal air akhirnya satu tidak berbilang satu air hujan maka Allah keluarkan bihi dengan sebab air itu minus Samara beragam buah-buahan rasanya berbeda warnanya berbeda besar kecilnya berbeda padahal dari air yang satu dari tanah yang sama beragam di ayat-ayat yang lain sering Allah SWT katakan seperti itu Riskon lakum sebagai rezeki bagi kamu karena itu salah satu contoh dan banyak lagi ini tertib banyak sekali saya membacanya dengan perantara ilmu Islam dan amat sangat menakjubkan di mana robbul alamin menjelaskan ayat-ayatnya ayat-ayat sama ayah dan di dalamnya persis seperti yang dikatakan Syekh terdapat ayat-ayat dalil-dalil naqliyah mengajak manusia berpikir tentang robnya berbeda dengan kaum murtad diantaranya habis Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh Ustadz saya mau bertanya apakah nama-nama salat saat zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seperti salat zuhur Ashar Adakah nama-nama salat saat zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seperti salat zuhur ashar dan yang lainnya ada bertebaran di hadis-hadis Ma’ruf itu tidak mungkin kita namakan salat ini kalau tidak ada ada waktunya apa Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh siapa wali anak perempuan hasil zina sebulan dua bulan bahkan sudah lahir baru dinikahkan nggak nggak paham sebulan 2 bulan gimana apa harus wali hakim untuk menutup aib dua keluarga besar dari pihak laki-laki dan dari pihak perempuan Apakah ayah biologis atau saudara Ayah biologis bisa menikahkannya kalau wajib wali hakim bagaimana ayah biologis bicara dengan wali hakim Ayah biologisnya tidak bisa menjadi wali dan ia juga tidak disandarkan nasabkan sebagai bin Fulan tidak tidak bisa juga menjadi wali Siapa yang menjadi wali wali hakim ya bagaimana ngomongnya yang ngomong kan tidak musti di depan umum begini kan berdua dengan wali hakim banyak yang kejadian seperti itu tidak boleh ya Ayah biologisnya atau saudara Ayah biologisnya menikah lebih luas membaca kitab saya menanti Buah Hati di situ ada pembahasan yang panjang lebar mengenai apa yang ditanyakan kemudian pertanyaan Benarkah hadis Dhaif boleh diamalkan untuk hadhoirul tidak benar hadis dhaif tidak boleh diamalkan untuk apapun juga karena ia bersifat Zo D sedangkan dzon sangka-sangka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kamu dari sangka-sangka Karena sangka-sangka itu adalah sedusta-dusta perkataan jika dikatakan Bukankah Sebagian ulama telah membolehkannya saya jawab benar segelintir ulama tidak banyak belakangan seperti Al Imam an-nawawi rahimahullah dan yang sepaham dengannya Alhamdulillah dan beberapa orang tetapi muttaqaddimin dari kaum salaful Saleh jelas tidak membolehkannya Kebanyakan orang tidak paham [Musik] hanya mengetahui ulama Fulan membolehkan beramal Dengan hadis Dhaif untuk mereka tidak tahu Bagaimana cara mengamalkan hadis Dhaif itu sepakat para ulama sepakat bahwa mereka yang membolehkan mengamalkan hadis dhaif itu sepakat harus mempunyai dasar yang shahih tidak boleh begitu ujug-ujug hadis datang Lalu diamalkan tidak mempunyai dasar dari hadis yang shahih tidak boleh Harus ada dasarnya dari hadis yang sahih misalnya datang Hadits Shahih mengenai salat salat Dhuha ketetapan adanya salat Dhuha Shahih sholat dhuha sebagian hadis Dhaif yang ringan dhaifnya menjelaskan tentang keutamaan salat duha itu dan tidak berlebihan ini yang dimaksud oleh ulama yang membolehkannya harus ada dulu dasarnya dari dalil yang shahih tidak boleh tahu-tahu ada hukum salat Nisfu Sya’ban ini ketetapan hukum ini tidak masuk bahkan ditetapkan hukum salatnya padahal tidak ada dasar dari hadis yang sahih nah ini sepakat bukan itu yang dimaksud yang dimaksud Seperti yang saya jelaskan tadi dan mereka yang membolehkannya memberikan persyaratan yang besar yang tidak mungkin dapat dilaksanakan kecuali oleh an-nawawi dan orang-orang yang setingkat dengannya dan para muhadisi syarat pertama hadis itu dhaifnya harus ringan tidak boleh dhaifnya berat sangat gaib maut bagaimana orang yang mau membawakan hadis Dhaif untuk Idul amal apa dia tahu bisa membedakan mana ini dhai peringan doa tidak ada asalnya tidak bahkan tidak setiap ulama mengetahui itu ada orang-orang khusus yang mengetahui ini persyaratan yang sangat berat tidak mungkin bisa diamalkan kecuali orang yang ahlinya seperti anda Nawawi dan Al Hafiz dan yang setingkat dengan keduanya dan para muhaddasi untuk menyeleksi memilah-milah mana hadis Dhaif mana yang Doi ringan mana yang gaib berat dan syarat pertama tidak mampu jadi keliru sebagian orang membawakan hadits dhaif ini sangat baik berat ringan yang tidak tahu yang kedua syarat yang kedua untuk fadhoirul dan terhit tidak boleh untuk hukum tidak boleh untuk akidah tidak boleh untuk tafsir Quran tidak boleh berarti orang yang membawakan hadis dhaib itu harus mengetahui hadis ini Ke mana arahnya ini Orang alim Kebanyakan orang tidak mampu bahkan yang dibawakan hadis-hadis Dhaif itu yang mau Bu ada yang berkaitan dengan Akidah ada yang berkaitan dengan hukum ada yang berkaitan dengan perkara-perkara yang gaib yang kedua yang ketiga harus diumumkan diberitahukan hadis yang saya bawakan ini Dhaif tidak boleh disembunyikan di sebagian kitabnya menjelaskan harus diberitahu bahwa hadis ini Dhaif kalau tidak diberitahukan maka terkena menyembunyikan ilmu itu sepakat ini kan nggak ada yang memberitahukan nih hadits dhaif nih kalau diberitahukan ya orang nggak mengamalkan syarat yang keempat tidak boleh dimasukan diperkenalkan nggak boleh sepakat ulama diam-diam aja satu dua gini nggak boleh dari atas mimbar nggak boleh dimasukan agar hadis itu terkenal nah ini persyaratan ketat sekali nggak mampu [Musik] syarat yang kelima harus memakai sigot Tamri ini lebih enggak mampu lagi gimana Apa itu sifat-sifat dan tidak mungkin zigot Thamrin zigot jasam itu dalam bahasa Indonesia sulit itu dalam bahasa Arab nggak boleh sepakat juga itu memberitahukannya di kitab-kitabnya Bagaimana cara mengamalkan [Musik] karena itu untuk orang-orang yang mengikuti mereka Langsung Tidak boleh hadis Dhaif itu diamalkan karena hadis yang sah cukup banyak memadai bahkan lebih dari cukup melimpah ruah lalu mereka mengatakan lagi ini Imam Ahmad kan bertasawuf dengan sanad untuk mereka juga tidak paham perkataan Imam Ahmad Imam Ahmad eh menjelaskan bahwa Kalau mengenai Ahkam beliau keras periksa Kalau mengenai maksudnya kata syaikhul isaiah bin Tamiya pada zaman Ahmad rahimahullahu ta’ala itu hadis hanya dikenal sahih dan dhaif ada kata-kata Hasan tapi tidak begitu masyhur umumnya Hasan secara lughawiyah Bukan Hasan secara istilah iya belakangan Al Imamat muslim kan istilah Hasan berada di tengah-tengah pada zaman Ahmad hanya ada Shahih itu dibagi dua ada Dhaif yang boleh diamalkan yang kemudian dimasukkan menjadi hadis Hasan itu yang dimaksud oleh Al Imam Ahmad sebagaimana dijelaskan oleh para ahli tahkih seperti syaikhul Islam Ibnu taiwiyah rahimahullah Imam ahli hadits ini masuk waktunya barangkali ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita sekalian Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *