Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Ta’liqah ‘ala syarhissunnah lil Imam Al-Muzani

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam ilnya di TV dan radio kitab sahusunah Imam muzani ini merupakan kitab yang sangat luar biasa berharga tentang masalah akidahah Zani memaparkan pembahasan-pembahasan akidah dengan ringkas saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja simak radio Roja Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio roj Bogor dan radio Roja Bandung menebar cahaya Suni [Musik] Para pendengar dan pemirsa rja TV di Manun anda berada kami akan hadirkan [Musik] ke bagi anda para pemirsa R TV yang kami hadirkan untuk Anda program acara Kian secara langsung tvuran tilawahr dan kajian Islam bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah Hamdan Kiran thiban mubarakan Fi Kama yuhibbuna waard Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu waasul la nabi ba Ma ikhwat Islam wazakumullah para pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang di pekan pertama yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abdurrahman thyib alsi hafidahullah dari kota Surabaya pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab tliq ala syarhi sunah Lil imami almzani yang ditulis oleh fadilatus Syekh Prof Dr ABD bin Abdul Min aladar hafahullah Nam Islam wakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di Lan telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Maskur Ustaz Nam jazakumullahu Khairan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inamdillah nahmaduhuuagfirillahi anusinaahah asu allaahaillallah wahdahuarikal wa asadu Anna muhammadan abduhu waasul ya ayyuhina amanqulaha haqqq wunna illa Wa Antum muslimun ya ayuhqu yainaah uhammahu Alaihi wasam muslimin pemirsa TV raja dan pendengar radio raja di mana saja berada rahimani warahimakumullah Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab tqatun ala Syar sunah Lil Imam almani atau akidah Imam almuzani murid dari Imam Asya rahimahullah taala dengan Syarah atau penjelasan dari as Syekh Dr Abdur roazq bin Abdul mussin alabbad albadr hafidullahu taala Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan kepada kita keistikamahan dalam belajar akidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti maal Muslimin ikhwani fillah wakhwati pemirsa dan pendengar Radi Raja rahimani warahimakumullah sekarang kita sampai halaman 130 kita baca ucapan Imam almuzani asyafi’i rahimahullahu taala W natruku Hud jumtitiha mail UM [Tepuk tangan] minalidti baran tidak boleh kita meninggalkan salat Jumat bersama pemimpin umat ini yang baik maupun yang fajir yang itu hukumnya wajib selama bidahnya tidak mengeluarkannya dari alislam namun kalau bidahnya mengeluarkannya dari Islam maka tidak sah salat di belakangnya demikian pula berjihad bersama pemimpin yang adil maupun yang curang demikian pula melaksanakan Haji bersamanya Ma muslimin pemirsa dan pendengar Radi Raj di mana saja berada mumullah pembahasan ini masih ada kaitannya dengan akidah dan sikap ahliusunah Wal Jamaah terhadap Pemimpin kaum muslimin pada beberapa edisi yang lalu kita sudah melewati pembahasan ini yaitu pembahasan secara global tentang bagaimana ahlusunah bersikap terhadap Pemimpin kaum muslimin ya sekilas kita mau baca lagi ucapan Imam almuzani tentang masalah ini wajib taat kepada pemimpin kaum muslimin dalam hal-hal yang dirid oleh Allah subhanahu wa taala dan tidak taat kepada perintahnya yang bermaksiat yang mendatangkan murka Allah subhanahu wa taala dan tidak boleh kita memberontak terhadap pemimpin Meskipun mereka curang bagi rakyat untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menjadikan pemimpin tersebut kasih sayang mencintai rakyat rakyatnya Ma muslimin pemirsa traaja rahimani warahimakumullah sudah kita sampaikan beberapa poin akidah dan sikap ahlusunah terhadap Pemimpin kaum muslimin ringkasnya ada 10 poin ya Ini sekedar wakir berilah peringatan ingatkanlah karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman apalagi masalah yang memang ini sangat penting yang sang diperhatikan oleh para ulama-ulama ahlus sunah Wal Jamaah hampir dalam kitab-kitab akidah ahlusunah dibahas masalah lah yang satu ini ada Sekali lagi kurang lebih 10 poin akidah dan sikap ahlius sunah terhadap Pemimpin kaum muslimin yang pertama membaiat Pemimpin kaum muslimin Rasul mengatakan Man mata waisiiah matatan jahiliah Barang siapa yang mati di lehernya tidak ada baiat kepada Pemimpin kaum muslimin itu khalifah raja atau presiden kalau dia mati mati dalam keadaan jahah dalam Islam haat hanya untuk Pemimpin kaum muslimin khalifah Raja ataupun Presiden bukan untuk Ustaz ataupun Dai dan seterusnya dan baiat adalah meyakini dia adalah pemimpin kita kita ada kewajiban untuk mendengar dan taat kepanya Kemudian yang kedua sikap ahlusunah terhadap Pemimpin kaum muslimin menghormatinya memuliakannya Rasul Sallallahu alaii wasallam bersabda Man akrama sultanallah akramahullah barang siapa memuliakan Pemimpin kaum muslimin Allah akan memuliakannya dan kata sah bin abdillahustari dari ulama Salaf ulama senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka menghormati alumar Wal ulama yang ketiga di anara sikap Ahli Sunah terhadap Pemimpin kaum muslimin tidak menghina ataupun mencacii Pemimpin kaum muslimin ulama sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam atau sahabat rasul yang senior pernah berpesan kepada Anas bin Malik jangan kalian mencaci maki pemimpin kalian Abu dardau berkata kemunafikan pertama dalam diri seorang hamba kalau dia mencaci maki Pemimpin kaum muslimin dan rasul bersabda Man ahana sultanallah ahanahullah barang siapa menghina Pemimpin kaum muslimin Allah akan menghinakannya naudubillahialik yang keempat di antara sikap dan akidah Ahli Sunah terhadap Pemimpin kaum muslimin mendengar dan taat kepada perintah Pemimpin kaum muslimin yang tidak bermaksiat kepada Allah Allah berfirman ya am Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taati Rasul dan pemimpin di anara kalian Rasul bersabda aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Azza waalla serta mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin meskipun dia seorang budak Rasul juga bersabda dalamahih muslim wajib bagi setiap muslim mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin dalam hal yang dia cintai atau dalam hal yang tidak dia sukai kecuali kalau diperintah berbuat maksiat maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat kepada perintahnya Rasul juga menegaskan dalam Sahih Muslim juga akan muncul pemimpin-pemimpin yang tidak mengikuti sunahku yang tidak berpegang dengan petunjukku dan akan muncul pemimpin yang berhati setan dalam jasad manusia pemimpin yangim binamang sahabat ras wasam bertanya ya rasah Ya Rasulullah apa yang aku perbuat jika aku mendapatkan hal seperti itu apa kata ras perintahnya meskipun dipukul punggung haraskan dan maka tidak adaag yang ma mendengar danat kepada Pemimpin kaum muslimin sekali lagi selama perintahnya tidak bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala meskipun pemimpin itu zalim meskipun pemimpin tidak tidak berhukum dengan Hukum Allah selama perintahnya itu tidak bermaksiat kepada Allah maka kata Rasul Tasma Wati Isma wa Ati kemudian yang berikutnya di antara sikap terhadap Pemimpin kaum limin akidah ahlus sunah Wal Jamaah terhadap Pemimpin kaum muslimin yaitu bersabar dalam menghadapi keiman Pemimpin kaum muslimin Rasul wasam bersabdaah Barang siapa yang melihat dari pemimpinnya sesuatu yang tidak dia sukai maka Bersabarlah karena barang siapa yang keluar dari kepemimpinannya Maka kalau dia mati mati dalam keadaan jahiliah naudubillahialik alhan albasri rahimahullah berkata inanasaibaru mabitu anaraahikaum seandainya manusia diberi musibah berupa pemimpin yang zalim lalu mereka bersabar maka segera Allah entaskan musibah itu dari mereka namun kebanyakan manusia senang untuk menghunuskan pedang mengkudeta pemimpin muslim makawallahi Ma maka demi Allah mereka tidak akan bisa mendatangkan hari yang lebih baik daripada sebelumnya kemudian yang berikutnya di antara sikap dan akidah Ahli Sunah terhadap Pemimpin kaum muslimin menasihati Pemimpin kaum muslimin dengan cara rahasia berduaan dengan ucapan yang lemah lembut Nabi Musa Nabi Harun saja diperintahkan oleh Allah untuk menasiati Firaun dengan ucapan yang lemah lembut aun inahuuarya Pergilah kalian kepada Firaun dan ucapkanlah kepadanyaulan lain ucapan yang lemah yang lemah lembut dan rasul bersabda Manin F ydiiatan Barang siapa yang ingin menasihati pemimpinnya jangan di hadapan umur jangan di mimbar-mimbar khutbah jangan di pengajian-pengajian jangan disos ya Namun kata alam Ambillah tangannya berduaan dengannya Empat Mata dengannya jika nasihatnya diterima Alhamdulillah jika tidak telah gugur kewajiban Bah menasihati pemimpin dengan selain pemimpin sebagaimana kata Rasul ad agamaat kemudiankaanya untuk siapa ya R lillahi walitabihi waliasulihi waliimtil muslimin watih untuk Allah rasulnya kitabnya dan untuk Pemimpin kaum muslimin serta kaum muslimin Rasul membedakan nasihat untuk pemimpin dan selain pemimpin menasihati Pemimpin harus dengan cara rahasia dan dengan ucapan yang lemah lembut kemudian di antara sikap dan akidah ahus sunah terhadap Pemimpin kaum muslimin mendoakan Mereka dengan kebaikan Imam albbahari rahimahullah pernah berkataananamuibah Insyaallah apabila anda melihat seseorang mendoakan pemimpinnya dengan kebaikan maka ketahuilah dia pengikut sunah Insyaallah kemudian diriwayatkan Imam ahmadil bin berkata seandainya aku punya satu doa yang Mustajab aku akan berikan kepada Pemimpin kaum muslimin ketika ditanya Kenapa demikian kata Imam Ahmad ataupun bin kalau aku gunakan doa itu untuk aku sendiri manfaatnya untuk aku saja namun kalau untuk pemimpin maka kemaslahatannya untuk negeri kaum muslimin dan juga untuk kaum muslimin kemudian sikap yang berikutnya tidak boleh mendoakan Mereka dengan kejelekan ka Imam barbahari berkata setahnya ap bila anda melihat seseorang mendoakan pemimpinnya dengan kejelekan maka ketahuilah dia pengekor hawa nafsu ya rasul wasam bersabdaumumibunakumunahumunakum pemimpin kalian yang terbaik yang kalian mencintai mereka mereka mencintai kalian kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian kemudian yang berikutnya adalah dilarang kudeta terhadap Pemimpin kaum muslimin Rasul S wasam pernah bersabda dalam hadis riwayat Imam muslim dari sahabat ubadah bin somit kata ubadah bin somit was i perah m untuk mendengar danat kepada Pemimpin kaum muslimin dalam hal Pada waktu kita semangat Maun untuk kami Mendah H pemimpin atas kam kemudian k untuk mengkudeta Pemimpin kaum muslimin kecuali kalau kalian melihat dari pemimpin tersebut kekafiran yang nyata dan kalian memiliki bukti di sisi Allah Subhanahu Wa taalalendeng dan yang ke1 yang akan kita bah ini yaitu melaksanakan sebagian ibadah di belakang Pemimpin kaum muslimin ya kalau kita ulangi lagi yang pertama membik pemimpin memuliakan pemimpin tidak menghina pemimpin atau mencela pemimpin mendengar dan taat dalam hal yang tidak bermaksiat bersabar terhadap kezalimannya menasati dengan cara lemah lembut dan dengan cara rahasia mendoakan pemimpin dengan Kebaikan tidak mendoakan dengan kejelekan yang kesembilan tidak mengkudeta pemimpin dan yang ke-10 yaitu melaksanakan sebagian ibadah di belakang Pemimpin kaum muslimin di antara ibadah tersebut adalah melaksanakan salat Jumat kita ya Jelaskan dulu sebelum kita baca Syarah dari Syekh Abdur roazak melaksanakan salat Jumat demikian pula salat Idul Fitri Idul Adha bersama Pemimpin kaum muslimin ya ini dalam rangka persatuan kaum muslimin agar kaum muslimin tidak terpecah belah Ya kalau dalam kitab-kitab akidah yang lain ditambahkan selain salat Jumat salat Idul Fitri Idul Adha bersama pemimpin kaumuslimin di anaranya dalam akidah sufyanri yang dinukil oleh Imam alaliikai dalam kitab beliau Syar usul iqad ahlusunah Wal Jamaah Imam Sufyan Auri yang meninggal tahun 161 Hijriah Beliau berkata kepada muridnya yang bernama Syuaib bin harf ya syaib bin harf lafatabta Hatta wa wahai syaib bin harf tidak bermanfaat apa yang engkau tulis sampai engkau berpendapat bolehnya disyariatkannya salat di belakang pemimpin yang baik maupun yang jelek kata suaiid bin harf alataha Apakah semua salat di belakang pemimpin kata sufin Auri la Wakin salat jumah Wal Idin namun salat Jumat dan salat Idul Fitri Idul Adha bersama pemimpin kaum muslimin demikian pula imam asabuni yang bermazhab asyafi’i dalam kitab beliau akidat salam ashabil hadis Beliau mengatakan asul had alumam muslim Ashabul hadis berpendapat salat Jumat salat Idul Fitri Idul Adha dan juga Arafah salat di Arafah bersama Pemimpin kaum muslimin yang baik maupun yang jelek demikian pula Imam Ibnu Abi Zamani dalam kitab beliau usulus sunah bel mengatakan Im walqi Di antara ucapan ahlusunah Wal Jamaah bahwasanya salat Jumat salat Idul Fitri Idul Adha bersama Pemimpin kaum muslimin yang baik maupun yang jelek itu bagian daripada sunah itu adalah kebenaran demikian pula Imam Har alkarmi dalam kitab beliau asunah mengatakan aljumatu Wal Idan wal wal hajju Ma Sultan waainu waam yakunu baratanqya udula salat Jumat salat Idul Fitri Idul Adha berhaji bersama pemimpin Meskipun mereka bukan orang yang bertakwa Meskipun mereka bukan orang yang adil ini sekali lagi bagian akidah ahlius sunah Wal Jamaah maal muslimin ikhwani fillah wa akhwati pemirsa TV raja dan pendengar Raja rahimani warahimakumullah sekarang kita baca ucapan atau Syarah dari as Syekh dr Abdul roazq bin Abdul Musin alabad albadar hafidah taala Beliau mengatakan uhu W natruku hudural Jumah kita tidak boleh meninggalkan salat Jumat bayanal musanif rahimahullah wujubal muhafad Alal jumati Ma jamaatil muslimin Al Imam almuzani asyafi’i rahimahullah menjelaskan wajibnya menjaga salat Jumat bersama kaum muslimin dan Pemimpin kaum muslimin [Tepuk tangan] ah masalah ini pembahasan ini dibawakan oleh para ulama kitabitab akidah seperti yang sudah kita isyaratkan tadi Imam dalam kitabnya akidah salfahnya Imam SEC usul itiqad ahus sunah Wal Jamaah Imam harf bin karmani dalam kitabnya asunah Imam zam dalam kitab usul sunah dan yang lainnya membahas masal Imam Ahmad bin hambal dalam kitabnya usul sunah ini adalah ijma ahlusunah Wal Jamaah ini semuanya dalam rangka persatuan kaum muslimin Watu di atas asunah yaitu dengan diantaranya salat Jumat Idul Fitri Idul Adha bersama Pemimpin kaum muslimin atau kalau ya masalah masalah tempat ya Sekali lagi kalau memang zaman dahulu itu nanti akan sampaikan oleh Syekh karena kaum muslimin tidak terlalu banyak sebagaimana sekarang mereka bisa satu tempat dengan pemimpin namun kalau sekarang minimal ya waktunya bersama Pemimpin kaum bukan dengan yang lain ini semuanya dalam rangka persatuan kaum muslimin ahlus sunah Wal Jamaah menyeru persatuan di antara kaum muslimin namun persatuan yang Hakiki persatuan yang asli persatuan yang betul-betul diridai oleh Allah subhanahu wa taala yaitu persatuan di atas tauhid dan asunah bukan persatuan di atas Syirik dan bidah naubillahik muslimahjid Imam orang muslim diwajibkan untuk mendatangi salat Jumat di Masjid ya Wah orang-orang beriman Apabila ada seruan untuk salat Jumat maka SEG untuk mendatangi panggilan Allah Subhanahu Wa takun imamnya itu fas yang jatuh ke dalamurangs dan Maks Atau Dia memiliki beberapa kesalahan selama nanti akan disampaikan tidak sampai menjadikannya dia murtad dari Islam ini semuanya dalam rangka menjaga persatuan kaum muslim kemudian setelah itu imamk dan salat Jumat bersama pemimpin yang baik dan yang fajir itu lazim wajib merupakan kelaziman kewajiban selama tidak jatuh ke dalam bidah yang mukafirah ya karena ulama membagi bidah ada dua bidah yang mukafir menjadikan pelakunya kafir ya dan yang kedua bidah yang alukir Adapun masalah kafir mengkafirkan individu tertentunya iniwenang ulama ah sunah Wah bukanbarang orang kek Jakers yang un yang fajir dalam rangka tadi persatuan umat dan dalam rangka menjauhkan umat dari perpecahan ya apalagi seperti salat Idul Fitri Idul Adha ini kalau ada selain pemimpin yang juga ikut-ikutan maka ya Sekali lagi yang ikut menentukan maka tidak akan ada lagi persatuan di antara kaum muslimin dalam satu Negeri tersebut Bahkan dalam satu keluarga terjadi percecokan pertentangan ya oleh Kara Itulah kalau kita mau Idul Fitri yang penuh dengan hikmah penuh dengan makna penuh dengan kegembiraan maka ikuti ajaran Rasul para Salafus Saleh para ulama Salaf dengan mengikuti Pemimpin kaum muslimin dalam salat terutama tadi Idul Fitri Idul aladha demikian pula denganatsat yang lainnya k sesungguhnya para ulama salfkususkan penyebutan salat Jumat Idul dalam kitab-kitab akidah mka karena kalau salattu ya ituisa dengan kaum muslimin Imam di kampungnya masing-masing ini apalagi dahulu kalah apalagi dahulu kalah sebelum kaum muslimin dengan jumlah yang tidak sebanyak sekarang mereka bisa dalam satu tempat ya Tanah Lapang mereka salat bersama Imam pemimpin mereka k kek Adapun salat selain Idul Fitri Adha dilakukan oleh banyak masjid-masjid kaum muslimin Jah kalau zaman dahulu kalah ketika kaum muslimin Mereka dalam satu tempat tidak sebanyak sekarang jumlah mereka mereka sekali lagi sat Imam ketika salat Jumat Idul Fitri dan Idul al-adha dalam rangka persatuan dan dalam rangka menjauhkan dari perpecahan Ika hajatun mulihudil Balad adem makan Wah kecuali kalau memang ada kebutuhan yang mendesak Ya seperti sekarang ini negeri-negeri kaum muslimin setiap ya wilayah mereka mendirikan salat Jumat salatulit bersama imam-imam mereka masing-masing namun tadi tentunya waktunya ini yang telah ditetapkan oleh Pemimpin kaum muslimin terutama Tadi salat Idul Fitri Idul Idul Adha penentuannya ini kita serahkan kepada Pemimpin kaum muslimin kata Imam apabila imamnya berbuat bidah yang mengeluarkannya dari Islam maka tidak sah salat di belakangnya tidak boleh salat di belakangnya til Islam kalau dia berbuat kebidahan yang mengeluarkan dari agama Islam ya contoh akidah bidah yang plus kufur akidah alhulul akidah bersatunya Allah dengan hamba-hambanya makhlukNya atau mengatakan ya al-qur’an makhluk atau mengatakan alquran sudah tidak murni lagi sebagaimana akidah syiahid ataupun tadi akidahnya kelompok aljahmiah makanya Imam albukhi rahimahullah pernah berkata aku tidak membedakan apakah aku salat di belakang orang pengikut jahmah atau pengikut atau orang Yahudi atau orang Nasr mereka semua ini adal alkar tidak sah diakang mereka ada kaidah dari para ulama Apabila seseorang itu salatnya tidak sah secara sendirian karena kekafirannya maka tidak sah pula dia jadi pemimpin salat bagi yang lainnya Adapun t kalau orang itu jatuh ke dalam bidah yang mukafirah dan dikafirkan juga oleh para ulama maka tidak boleh salat di belakangnyaana batiahuusfahuunqilu Adapun barang siapa yang memiliki kebidahan-kebidahan yang tidak mengeluarkannya dari agama Islam maka tetap salat di belakangnya namun dinasihati ditegakkan alhujjah Jadi ahlusunah berkesimpulan yang pertama hukum salat orang yang berbuat bidah mukafirah yang mengeluarkannya dari Islam ini sepakat tidak boleh ya cuma sekali lagi ini nanti berkaitan dengan takyin ya tentang penentuan Si Fulan ini kafir atau tidak wewenangnya pemimpin atauwenangnya para Al ulama adapun yang kedua kalau orang itu bidahnya tidak sampai mukafirah maka ulama membolehkan salat di belakangnya ya sebagaimana Dulu ketika Al khalifat Rasid Utsman bin Affan Dio ya dikepung rumah beliau beliau tidak boleh keluar ke masjid bahkan beliau tidak boleh mengambil air dari yang merupakan ya sumbangan beliau ketika itu di Masjid Jami yang salat adalah Imamul fitnah dari pengikut kelompok Abdullah bin Saba alyahudi sebag orang bertanya kepada alkalifat Rasid utman bin Affan Bolehkah salat bersama mereka Imamul fitnah kata Imam at kataifat Rasid utman Bin affanatlah bersama mereka intinya ulama Salaf dari sahabat rasul dan seterusnya membolehkan salat di belakang ahli albidah meskipun yang Afdal tetap salat di belakang ahl sunah wal jamaah dan tidak boleh mengatakan atau meyakini tidak sah salat di belakang Alil bidah bahkan ulama mengatakan sebuah kaidah at Barang siapa yang tidak mau salat di belakang ahlil bidah yaitu dengan keyakinan tidak sah salat di belakangnya maka dialah yang mubtadi Kenapa karena dia menyelisihi manhaj salaf asalaf membolehkan salat di belakang ahli Al bid Ya selama Sekali lagi bidahnya Tidak mukafir kemudian Imam almani rahimahullah berkata Wal jihadu Ma imamininirin Wal hau melaksanakan jihad berhaji bersama Pemimpin kaum muslimin yang adil maupun yang jair yang curang yang zalim Mas muslimin pemirsa dan pendengaraj rahimani warahimakumullah masalah aljihad ini perlu sedikit kita Jelaskan ya agar kita tidak terkena syubuhatnya kelompok alkhawarij alias teroris bahwasanya di antara kesesatan kelompok teroris jihad mereka jihad yang tidak Syari jihad mereka sebagaimana kata syaikhul Islam jihad yang Bidi ya Kenapa demikian karena menyelisihi ajaran Allah dan rasulnya ajaran para Salaf dalam berjihad di antaranya masalah berjihad bersama Pemimpin kaum muslimin ya terutama jihad menyerang negeri negeri kafir harus ada komando dari Pemimpin kaum muslimin yang punya kekuasaan ya bukan komando dari Ustaz Pengajian dari ketua ya organisasi misalnya atau dari khalifah jadi-jadian bukan harus ada komando dari Pemimpin kaum muslimin entah itu khalifah raja atau presiden yang punya kekuasaan di wilayah Negeri kaum muslimin dalilnya Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam sahih Bukhari alimam pemimpin ada adalah perisai yang kaum muslimin berjihad berperang di belakangnya makanya dalam salah satu poin kapan kapan jihad itu fardu Ain kalau ada perintah dari Pemimpin kaum muslimin Rasul su wasam bersabda waumir jika kalian diperintah oleh Pemimpin kaum muslimin sekali lagi pemimpin kaum muslimin yang punya kekuasaan kekuatan ya di wilayah kaum muslimin ulil amri minkum ya bukan khalifah seperti khalifahnya ISIS ya khalifah jadi-jadian yang numpang di negeri orang atau khalifah yang tidak punya kekuasaan sama sekali hanya ya jabatannya yang diberikan oleh pengikutnya saja ini sekali lagi bukan dari situ perintah berjihad namun dari Pemimpin kaum muslimin yang punya al-amr kekuasaan kekuatan maka kata Rasul jika kalian diperintahkan oleh pemimpin tersebut maka berangkatnya hukumnya fardu Ain ini salah satu yang tidak ada pada diri kelompok teroris makanya jihad mereka jihad yang Bidi jihad yang palsu jihad yang tidak Syari ditambah juga yang yang lain lainnya kalau kita mau sampaikan banyak surutul jihad jihad adalah ibadah Islam maka tidak boleh asal-asal sebagaimana ibadah yang lain harus dengan niat ikhlas dan harus apa ahli itiba ini syarat berjihad ikhlas itiba kemudian niat berjihad kalimah untuk meninggikan kalimat Allah bukan karena fanatik tidak ya Karena untuk membela tokoh tertentu Tidak namun untuk di anara syarat jihad harus dengan tadi komando pemimpin ka muslimin kemudian jihad syaratnya harus di atas ilmu sebagaimana kata Imam bukharimu kataah Umar bin Abdul Aziz rahullah Barang siapa yang beribadah berjihad tanpa ilmu lebih banyak merusak daripada memperbaik di antara surutul jihad harus kaum muslimin punya kekuatan ya bukan asal bambom ya punya kekuatan ya musuh punya kekuatan rudal kekuatan bom dan sebagainya jangan dilawan hanya dengan ya bom panci sebagaimana kelompok teroris naubillah persiapkanlah dari kekuatan yang ada Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ketika di kota Makkah sebagian para sahabat beliau ada yang dibantai dibunuh oleh kaum musyrikin jahiliah sebagian sahabat siap untuk berjihad namun rasul wasam tidak diperintahkan oleh Allah untuk berjihad perang dengan senjata dengan pedang Kenapa karena mereka masih belum punya kekuatan masih lemah makanya sikhul Islam ibnuimiyah rahimahullah berkata almlimun Ardi Hum fiha mustfunalu biay kaum muslimin jika dalam kondisi yang lemah maka hendaklah mereka mengamalkan ayat ayat-ayat Tentang Kesabaran Adapun kalau sudah punya kekuatan maka apa amalkan ayat-ayat masalah aljihad jihad dengan pedang maksudnya karena jihad kata Al Imam Ibnu qayyim rahimahullah ada empat tingkatan jihadun Nafsi Jihad melawan diri sendiri yaitu dengan kita belajar dengan kita ya tentya belajar ilmu agama yang berdasarkan al-quran dan Sunah alam dengan pemahaman para kemudian jihadsi dengan beramal berdakwah dan bersabar Kemudian yang kedua jih jih melw Setu dengan ilmu dan kesabaran k dengan ilmu dan keyakinan makaaih kepemimpinan dalam agama sebagaim Firman kemudian muslimin ikhwah wwati pemirsa dan pendengarahimahimakumullah di antara tingkatan jihad bentuk jihad kata Ibnu qayim rahimahullah Jihad melawan orang kafir orang munafikin ini ada dengan hati dengan membenci mereka berlepas dari mereka kemudian dengan ya senjata ini kalau apa sudah waktunya yang ketiga dengan alisan membantah syubah-syubhat Mereka kemudian juga dengan harta Rasul bersabda rasulh wasam bersabda jahidul musyrikin biwalikum watium Ya Wa anfusikum berjihadlah melawan orang musyrikin dengan jiwa raga kalian dengan apa namanya harta kalian dan dengan lisan kalian dan yang keempat di antara tingkatan dan macam jihad jihad melawan pelaku kemaksiatan kemungkaran kebidahan Rasul bersabdaumkar bar siapa di AN kalian melihat kemungkar rubahlah dengan tangannya kalau dia punya kekuatan seperti pemimpin terhadap rakyatnya orang tua terhadap anaknya dan seterusnya kalau tidak bisa maka dengan Lisa nasehat kalau tidak bisa dengan Hai dengan mengingkat ini tingkatan-tingkatan Al Jihad Maka sekali lagi jihad ada sururutnya bukan asal Serang bukan asal ngebam-ngebom naudillah ada surut di antaranya harus punya apa Kekuatan demikian pula harus ada pertimbangan dari para ahlinya pakarnya Apakah bisa mendatangkan maslahat yang lebih banyak atauat yang lebih lebih banyak ya ini sek lagi kembalikan kepada bertanyal kepada para ulama jikaan tidaketahui tidak boleh ter j j ya sedangkan Anda jahil dalam urusan aljihad terutama tadi tentang masalah surutu aljihad maal muslimin ikhwani Fah wa akhwati pemirsa dan pendengarajah rahimani warahimakumullah Imam almuzani assyafii berkata berjihad bersama pemimpin yang adil ataupun yang jair yang dalalim Wal Haj demikian pula melaksanakan ibadah ibadah haji bersama Pemimpin kaum muslimin muslimimatih ini semuanya dalam rangka menjaga persatuan kaum muslimin ya dan menutup pintu-pintu perpecahan ya Wa w fitnah dan untuk menjauhkan diri daripada setan dan juga alfitnah ini ini yang berkaitan dengan masalah sikap Ahli Sunah terhadap Pemimpin kaum muslimin melaksanakan sebagaian ibadah di belakang mereka kita lanjutkan sedikit lagi ucapan Imam almuzani asyafii rahimahullahti fil asfari mengqasor salat di waktu Safar ir fiam Wal ifar fil Asfar memilih antara tidak puasa atau puasa ketika Safar ketika bulan suci Ramadan insya waya Jika dia berkehendak dia berpuasa jika berkehendak dia tidak puasa kita baca Syarah dari Syekh Abdur rq bin Abdul muhin alabbad albadr as mengq salat ketika Safar Maksudnya mengat yang rakaat ketika Safar Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surat anisa1 Allah mengatakan apabila kalian dalam keadaan musafir berpergian di atas muka bumi ini maka tidak ada dosa ya untuk kalian mengqasar salat kalian jika kalian takut terhadap fitnahnya orang-orang kafir perah suatu saat Abdullah bin Umar bertanya ya Ya Rasulullah kita sudah dalam keadaan aman karena ayatnya berkaitan dengan jika kalian takut terhadap fitnahnya orang kafir maka kata Rasul wasallam itu adalah sodqah yang Allah bersedekah untuk kalian dan rasul bersabda juga dalam hadis yang lain inallah Allah suka untuk diambil keringanannya meskipun ulama berbeda pendapat Apakah qasar salat itu hukumnya wajib atau sunah wallahu taalaam Wal Masail Aham sebetulnya pembahasan Ini masalah fikih F Amali bukan bagian dari akidah sebetulnya asalnya demikian Imam Rahimah namun Imam almuzani memasukkan pembahasan ini dalam masalah akidah barangkali di zaman beliau ada orang-orang yang sesat yang menyimpang yang meyakini tidak disyariatkannya qasar atau mengingkari qasar salat ketika Safar ya wahu Ahkam fiubilq wujaukha ahlil bid karena secara umum pembahasan masalah fikih Amali di sini tidak di Sebutkan dalam kitab akidah secara global secara umum kecuali kalau ada yang menyelisihinya dari ahli bidaah seperti yang sudah Masyur masalah mengusap sepatu atau kaos kaki ketika berwudu ini sebetulnya masalah fikih alamali namun Kenapa kok banyak dimasukkan dalam kitab akidah ulama Ahlus sunah karena ada kelompok yang mengingkarinya diantaranya kelompok maka tujuan ulama menyebutkan pembahasanpembahasan fikih ini untuk mengingkari bidah orang-orang tersebutbi wasallam dan sekaligus mereka menjelaskan ini adalah sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam makanya dinamakan kitab ini misalnya Syar sunah asunah inilah akidah yang di atas sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam inilah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam alakidah kemudian kata imam almuzani tadi watir fiami Wal if memilih antara puasa dan tidak puasa dikala Safar ketika bulan suci Ramadan insya wa insya AF musafir biriar orang yang Safar diberikan apa pilihan ya sebagaimana firman Allah barang siapa di antara kalian yang sakit yang Safar maka boleh tidak puasa pada bulan suci Ramadan namun dia harus mengganti di hari-hari yang lainnya dan Allah mengatakan Allah menghendaki kemudahan bagi kalian tidak menghendaki kesulitan ya inilah agama Islam AG yang yang mud orang yang musfir diberikan pilihan Allah mengambil keringanan dia tidak berpuasa ya Atau dia mengambil ya dia wasam yang menunjukkan akal hal ini adalah riwayat Imam muslim dalam sahihnya dari Hamzah alaslami radiah Anhu beliau bertanya kepada rasul wasam tentang masalah puasa di tentang puasa di bulan suci Ramadan di kala Safar maka Beliau berkata kata Rasul jika engkau mau puasalah engau Ma engau boleh tidak puasai yang lain dikatakan ya rasulah aku mendapati dalam diriku ini kemampuan untuk puasa ketika ak k itu keringanan dari allahanga mengil keringanan ini dari Allah itual dia tetap puasa ya silakimana denganis di kalala Safar maka kata ulama ini karena ada kejadian khusus ada ya istilahnya hadisun khas yaitu ketika orang ya Safar dia tetap puasa pada waktu itu kemudian sampai pingsan dia enggak kuat lalu memaksakan diri puasa di Kal Safar sampai pingsan maka Rasul berkata tadi Asfar bukan termasuk kebaikan berpuasa di kala Safar yaitu bagi orang-orang yang tidak mampu untuk berpuasa dikala Safar alias memaksakan diri sampai pingsan tadi ini juga pembahasan wallahuam barangkali di zaman Imam almuzani ada yang mengingkari ya masalah takir ini maka beliau pun membahasnya dalam kitab ini wallahu taalaam semoga bermanfaat nah jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan ketaatan kepada pemimpin namlam wazakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di l telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 baik pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat di kesempatan ini asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari Pak Ian di Bogor Ustaz Apakah orang yang mengharapkan mati syahid dengan jujur dan tidak mendapatkannya Apakah dia akan diberi karamah mati syahid di medan perang seperti dapat memberi syafaat dinikahkan dengan 70 Bidadari mohon nasihatnya Ustaz syukr Nam seorang muslim yang sejati selayaknya ada dalam dirinya keinginan untuk dia mati dalam keadaan yang mulia dalam keadaan mati asyahid kata Rasul wasam Barang siapa yang tidak pernah berperang dan tidak pernah menghendaki memimpikan mencita-citakan perang di jalan Allah subhanahu wa taala maka dia mati dalam keadaan syatun Min Minan nifaq ya Maka sekali lagi harus ada cita-cita untuk seorang itu meninggal di atas kemudian diantaranya mati dalam keadaan Syahid di jalan Allah subhanahu wa taala Maka kalau ada cita-cita itu yang tulus ikhlas dan ada tadi ilmunya dan betul-betul dia praktikkan maka Allah subhanahu wa taala [Tepuk tangan] Al ya namun sekali lagi jihad yang Syari jihad yang ikhlas karena Allah Dan Iba mengikuti R wasam jihad kelompok teroris dan balasan bagi yang meninggal dunia di atas ya asahadah ini luar biasa ya dan juga ya diberikan kekhususan di alam barzakh rohnya dibawa ke surga oleh burung-burung yang hijau kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan masih baik lagi semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita asyahadah F dunia wal akhir n jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak masih pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari Pak darmawi asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz di kampung saya ada beberapa masjid atau Surau semua salat Ee tidak sunah atau akidahnya tidak sesuai dengan al-qur’an dan Sunah Apakah kita salat berjemaah dengan imam-imam tersebut mohon penjelasannya jazakallahu Khairan Ustaz Nam Se lagi ulama ahlusunah mengatakan tetap sah salat di belakang imam yang bukan Ahli Sunah selama dia masih muslim ya cuma karena tadi ada beberapa pilihan maka cari yang paling dekat kepada sunah atau yang lebih sedikit kebidahnya lebih ringan kebidahnya wallahu taala Nam syukran W jazakah kir Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya pertanyaan berikutnya dari hamba Allah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Bagaimana cara berjihad melawan hawa nafsu yang kadang hawa nafsu ini selalu mengajak kepada kemungkaran syukran n baik Kalau yang dimaksud di sini adalah jihad tingkatan yang kedua yaitu setan jihadus setan ya Sekali lagi ana ulangi jihad ada empat tingkatan Jihad melawan diri sendiri yaitu dengan belajar ilmu agama yang sesuai dengan Alquran dan Sunah Rasul wasallam kemudian mengamalkannya mendakwahkannya dan bersabar di atasnya kemudian jihad yang kedua jihad melawat Asan setan kata ibnim rahimahullah punya dua istilahnya perangkat yaitu syubuhat dan syahwat syubuhat kerancuan dalam beragama dilawan dengan ilmu Al Ilmu amal sedangkan jebakan perangkat asyahwat dilawan dengan kesabaran menahan hawa nafsu dengan makanya tadi Allah berfirman Dan kami jadikan di anara mereka imam-imam dalam agama karena mereka bersabar dan karena mereka yakin dengan a kami k isamadi kesabaran dan keyakinan diraih kepemimpinan dalam AG wallahu jaahirahum atas jawaban yang disampaikan dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai ikhtitam atau penutup silakan Ustaz muslim pemirsa dan seorang muslim dan muslimah yang bijak hanyalah berpegang dengan Allah waq Rasul Dengan pemahaman para Salafus salh dalam semua urusan agama ini ikuti yang sudah ada ajarannya dan jangan mengada-ada kalian akan dicukupi di antaranya masalah bersikap terhadap Pemimpin kaum muslimin bersikap terhadap ahli bidah dan seterusnya maka ajaran Islam ajaran al-qur’an asunah alalafus Saleh itu sudah komplit tinggal kita mempelajarinya dan mengamalkannya serta berpegang teguh dengannya Semoga Allah subhanahu wa taala menjadan kita sebagai pengikut Setia para sahabat rasul Sallahu alhi wasallam dan semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka di surganya kelak kurang lebihnya mohon maaf Wazir amdulillahilamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Abdurrahman thyib LC hafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian tadiat Islam wakumullah program kajian rutin dalam pembahasan dari kitabar sunah Lil imami almani yang ditulis oleh fadilatus Syekh Prof Dr Abdur roak bin Abdul Min albadar hafidahullah dalam pembahasan beribadah atau ketaatan kepada pemimpin Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah Subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segal kilafan terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *