Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat – Kitab Ilmu

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asadu Anna muhammadan abduhu waasulu alhamdulillahanahah pada pagi hari ini kita bisa bertemu di majelis ilmu yang mulia ini Kita berguru kepada guru kita semuaamillahahengahah semuanya ini nikmat yang besar dari Allah tabaraka Wa Taala kepada kita semuanya maka kita belajar dari beliau kita fokuskan menyimak menuntut ilmu mencatat faedah dan tidak melakukan agenda-agenda yang tidak ada kaitannya dengan menuntut ilmu oleh karenanya Semoga kita semua diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari amin ya rabbal alamin selawat serta salam Semoga tetap tercurahkan pada Uswah kita Qudwah kita semua Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam P keluarga beliau istri-istri beliau sahabat-sahabat beliau sampai kepada kita selaku umatnya hingga akhir zaman amin ya rabbal alamin baik untuk mempersingkat waktu karena ustazuna Insyaallah telah ada dan telah siap untuk mengisi dan memberikan ilmu kepada kita semuanya biznillahi taala oleh karenanya saya selaku MC menyerahkan kepada ustazuna faaihiatafadol Maskur majur asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhu waastainuhu wagfirillah ahdihillah Fala mudillalah W yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu waasuluh ya ayyuhalladzina amanuttaqulaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa waantum muslimun ya ayyuhanasutaqu rabbakumulladzi khalaqakum Min Nafsi Wahidah walaq minha zaujaha w minhuma rijalan katir waisaa Ah inallahikum ya ayuhina amanah Wan sad itah Muhammadin Shallallahu Alaihi wai wasam [Musik] saudara-saudara yang saya muliakan Mari kita melanjutkan kajian kita mengenai kitabul ilm Kitab ilmu yang telah dimulai kemarin pada hari Sabtu pagi dan kita telah membahas beberapa masalahan ilmiah yang berkaitan dengan ilmu dan kita telah selesaikan bab yang pertama sekarang saya akan melanjutkan bab yang kedua akan tetapi saya perlu [Musik] mengulang sedikit mengenai arti dari ilmu itu sendiri barangkali kemarin ada yang tidak atau belum hadir karena ini majelis yang kedua ilmu kata ulama artinya adalah alilmu makrifatul Haq bidalilihi ilmu itu adalah pengetahuan tentang kebenaran berdasarkan dalil sedangkan dalil di dalam Islam terambil dari Alkitab [Musik] al-qur’an dan Sunah kemudian [Musik] ijmaak khususnya ijma almuhajirin Wal Ansar tetapi aslud dalil asal dalil adalah dari Alkitab al-qur’an dan Sunah yang dari keduanya keluar hukum ijma dan iias yang dimaksud almuatulq adalah asl dalil asal dari dalil itu yaitu Alkitab dan Sunah Oleh karena itu tidak dikatakan ilmu apabila Bil tanpa dalil lanjutan perkataan ulama dan ini telah diijmakkan oleh mereka waidunil Adapun kalau tanpa [Musik] dalill maka Iya hanya taklid semata taklid adalah mengikuti seseorang tanpa mengetahui dalil ini berbeda dengan itiba mengikuti dengan mengetahui hujah dan Dalil maka hendaklah setiap muslim dan muslimah dalam beragama Dia memiliki hujah mengetahui apa yang ia yakini apa yang ia katakan apa yang ia kerjakan lakukan yang berkaitan dengan Din bahkan secara keseluruhan karena Dinul Islam meng pokok-pokok kehidupan dunia ah itu ilmu dengan sebab itulah pada bab yang kedua silakan dibuka kitabnya halaman 18 para ulama membuat kaidah judulnya alilmu qoblal Qul Wal amal ilmu terlebih dahulu sebelum berkata dan beramal sebelum berkata dan beramal harus memiliki ilmu apa yang akan ia katakan yang ia ucapkan mengenai Din agama yang ia beragama Islam kalau ia mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan Din atau yang diatur oleh agama atau ia mengerjakan sesuatu atau Ia memiliki keyakinan-keyakinan maka ia memerlukan pertama Dar alilmu karena Allah subhanahu wa taala memulai dengan ilmu sebagaimana firman Allah di sini dibawakan yakni kaidah yang dibuat oleh ulama alilmu qoblal Qul Wal amal ilmu terlebih dahulu sebelum berbicara dan berbuat berdasarkan dalil dari firman Allah tabaraka wa taala di antaranya adalah Firman Allah dalam surat Muhammad ayat 19 fa’lam annahu la ilahaillallah ketahuilah sesungguhnya tidak ada satuun ilah Tuhan alilah maknanya alma’bud yang diibadati yakni La ilaha menafikan meniadakan segala sesembahan yang disembah oleh manusia karena almabudat sesembahan-sesembahan itu begitu banyak maka kalimat thayibah menafikan semuanya lailaha dan mengisbatkan menetapkan [Musik] illallah melainkan Allah saja tidak ada satupun Tuhan yang berhak diibadahti dengan benar la ma’buda bihaqqin illallah melainkan Allah Allah subhanahu wa taala di ayat yang mulia ini Memulai dengan ilmu fa’lam ketahuilah hendaklah kamu memiliki ilmu yakni Allah memulai dengan ilmu sebelum perkataan dan perbuatan Mengapa di sini saya jelaskan karena ilmu merupakan syarat sahnya perkataan dan perbuatan ilmu merupakan syarat sah perkataan dan perbuatan sebab setiap perkataan dan perbuatan yang tidak dimulai dengan ilmu selain tidak sah maka ia adalah kebodohan Oleh karena itu rabbul alamin telah melarang mengatakan sesuatu tanpa ilmu baik dengan perkataan atau perbuatan sebagai Bagimana Allah subhanahu wa taala berfirman nah ini ayat yang kedua dalam bab ini wala takfu Ma laaisa laka bihi ilm innasamaa wal bashor wal fuada Kullu ulaika kaana Anhu mas’ula wa takfu menurut tafsir Al Imam albukhari wala takfu Wa takul jangan kau katakan ini tafsir dari Al Imam albukhari ketika membawakan ayat ini di Kitab sahihnya Ulama yang lain imam yang lain menafsir permasalahan itba mengikuti yakni jangan kau ikuti sesuatu yang tidak memiliki ilmu jangan kau katakan yang engkau tidak memiliki ilmu jangan kau mengatakan sesuatu yang kau tidak memiliki ilmu dilarang dilarang mengatakan sesuatu tanpa ilmu di dilarang mengikuti seseorang tanpa ilmu tanpa didasari dengan ilmu karena tadi ilmu merupakan syarat sahnya perkataan dan perbuatan apabila perkataan atau perbuatan itu tanpa ilmu selain tidak sah Tidak Dianggap maksudnya tidak bisa dijadikan hujah maka ia merupakan kebodohan nah perhatikan bahwa agama Islam mendasari segala sesuatunya dengan ilmu karena ia syarat sahnya perkataan dan perbuatan karena rabbul alamin memulai dengan ilmu dan Allah larang diayat wuak BII dalam surah Al alisra ayat 36 mengatakan sesuatu tanpa ilmu alangkah besarnya kedudukan ilmu di dalam Islam pada bab yang pertama telah saya bawa kan sejumlah ayat-ayat al-qur’an yang menjelaskan keutamaan ilmu dan ahlinya ahli ilmu dan di bab Kedu dua ini kaidah yang dibuat oleh ulama ketika kita mengamalkan Dinul Islam kita harus memiliki ilmu baik dengan perkataan dan perbuatan baik perkataan hati atau perbuatan Hati Harus didasari dengan ilmu dan ilmu itu terambil dari aslud dalil tadi Asal dalil di dalam Islam al-qur’an dan Sunah yang terambil dari hadis-hadis yang sah yang sahih atau Hasan karena tidak boleh kita beragama mengamalkan agama kita ini Islam dengan yang bukan dijadikan sebagai dalil yaitu dari hadis-hadis Daf tidak boleh sunahnya sunah yang sahihah hadisnya hadis yang sah menurut pemeriksaan para ulama yang ahlinya dan berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada di dalam ilmu Hadis kita lanjutkan bab yang ketiga mudah-mudahan Antum paham bab yang kedua tadi bab yang ketiga dengan judul sesungguhnya mendapatkan ilmu itu harus dengan belajar dipelajari baik secara formal maupun nonformal kemarin telah saya jelaskan ilmu yang fardu Ain dan ilmu yang fardu kifayah yang wajib dituntut dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah tidak diberi uzur kepadanya untuk mengatakan tidak yaitu ilmu yang fardu Ain ilmu yang fardu Ain Saya ulang lagi yaitu ilmu yang berkaitan dengan tauhidullah bagaimana kita mentauhidkan Allah dalam mengamalkan perintah Allah udullah ya ayyuhanasudu umakumquun ayat di awal-awal surah Albaqarah Allah menyeru kepada seluruh umat manusia untuk mentauhidkan pencipta mereka yang menciptakan mereka yang menguasai mereka yang mengatur hidup dan kehidupan mereka yang mengatur alam semesta ini Allah wajib dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah ini berkaitan dengan tauhidullah berkaitan dengan permasalahan keimanan dan mempelajari yang menjadi lawan dari tauhidullah yaitu asyirqu Billah Syirik kepada Allah wbudullaha wala tusriku bihi Allah memerintahkan beribadah kepadanya nya mentauhidkannya dan melarang menyekutukannya dengan sesuatu apapun wala tusyriku bihi saaiah kita mempelajari tauhidullah untuk kita amalkan kita mengetahui dan mempelajari kesyirikan-kesyirikan untuk kita jauhi agar kita tidak terjerumus kepada kesyirikan dosa yang paling besar yang dilakukan oleh seorang hamba nah ini ilmu yang fardu Ain wajib dipelajari khususnya pada hari ini oleh karena itu Allah subhanahu wa taala mewajibkan kepada setiap rasul yang Allah utus untuk menyeru dan berdakwah mengajak manusia dia kepada tauhid dan menjauhi segala sesembahan selain Allah subhanahu wa taala berfirman wq ba Fi kulli umatir rasulanullah Sesungguhnya kami telah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul dan kami perintahkan kepad untuk menyeru mengajak manusia udullaha sembahlah tauhidkanlah Allah dan tinggalkan jauhi segala sesembahan selain Allah ini ilmu yang fardu Ain yang pertama yang kedua yang berkaitan dengan perintah perintah Allah yang wajib yang tidak ada perselisihan di antara ulama mengenai kewajibannya perintah untuk ikan salat lima waktu perintah saum di bulan Ramadan Wal hasil perintah-perintah Allah yang [Musik] wajib yang tidak ada khilaf perselisihan di antara ulama itu termasuk ilmu yang fardu Ain yang ketiga larangan-larangan Allah larangan haram yang tidak ada perselisihan di antara ulama mengenai keharamannya itu yang ketiga ilmu yang fardu Ain yang keempat yang berkaitan dengan pekerjaan kita di dunia ini sebagai apa sebagai pedagang maka wajib mempelajari hukum-hukum perdagangan jual beli di dalam Islam secara mujmal garis besar kemudian jika diperlukan meluaskannya maka ia Bert hanya kepada ahli ilmu itulah ilmu yang fardu Ain selebihnya ulama mengatakan ilmu yang fardu kifayah ya pertama mengenai tauhidullah dan yang berkaitan dengan ikqadat keyakinan-keyakinan masuk padanya mengenai keimanan dan masuk di dalamnya permasalahan Manhaj sikap dan cara beragama yang benar yaitu kita mengikuti salafun shhin di dalam memahami Dinul Islam ini Ah itu ilmu yang fardu Ain dan mempelajari yang menjadi lawannya yaitu kesyirikan dan menjauhi ajaran-ajaran yang menyelisihi menyalahi Alkitab dan Sunah dari kelompok-kelompok sesat berarti kita tegak lurus mengikuti Manhaj para sahabat radhiallahu anhum itu wajib dipelajari dan itu masuk dalam bagian Al akidah bagian yang pertama agar cara beragama kita benar lurus jangan kita mengikuti sikap dan cara beragama yang berlawanan dengan aslud dalil Alkitab dan sunah serta perjalanan kehidupan keagamaan para sahabat radhiallahu anhum karena kalau kita menyelisihinya pasti kita akan sesat tidak dapat tidak ah ini ada keluasan tersendiri yang kedua tadi mengetahui mempelajari perintah-perintah Allah dan yang ketiga mempelajari mengetahui mempelajari larangan-larangan Allah semuanya nya telah disepakati oleh para ulama tentang kewajiban dan keharamannya yang keempat terakhir itu berkaitan dengan kehidupan kita di dunia sebagai apa kita sebagai pekerja Bagaimana sikap dan cara bekerja dalam Islam apa yang wajib kita tunaikan kita sebagai anak Bagaimana sikap kita kepada kedua orang tua kita sebagai Bapak atau Ibu gimana kita sebagai kepala rumah tangga dan kita sebagai pedagang tadi atau pemimpin dan seterusnya Islam telah mengaturnya dengan sebaik-baik pengaturan karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah mengajarkan segala sesuatunya kepada umat ini pertama kepada para sahabat radhiallahu anhum segala sesuatunya sampai buang hajat pun diajarkan Kalau buang hajat saja sudah diajarkan dan ada adab-adab buang hajat apalagi yang lebih besar dari itu dan yang lebih besar dan yang lebih besar bahkan pernah kejadian kaum musyrikin berkata kepada para sahabat nabiyukumamakum nabiyukum kullin hatala nabi kamu itu telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatunya hingga buang hajat pun buang air besar pun diajarkan Salman al-farisi berkata Rawi dari hadis inina kami menjawab aja benar kemudian Salman meriwayatkan dari nabinya Sallallahu Alaihi Wasallam adab-adab buang hajat ini hadis sahih riwayat Al imam muslim telah lengkap Nah kita kembali kepada bab yang ketiga dapatkan ilmu itu harus dengan belajar berusaha untuk ilmu sesungguhnya mendapatkan ilmu itu harus dengan belajar tidak ada di dalam Islam ilmu yang datang begitu saja atau yang kita kenal dengan nama ilmu ladunni enggak ada tidak ada semuanya belajar ingat kisah nabi yang mulia Musa alaihialatu Wassalam ketika di tengah-tengah Bani Israil sedang berkhotbah di dia ditanya Adakah orang yang lebih Alim darimu Musa menjawab tidak ada dia tidak memulangkan kepada Allah allahuam maka Allah subhanahu wa taala menegurnya membetulkannya ada salah seorang hamba dari hamba-hamb-u yakni yang ia memiliki ilmu yang engkau tidak memilikinya maka Musa alaihialatu Wassalam dengan penuh ketawaduan meminta kepada Allah untuk mengunjungi mengadakan perjalanan Safar ilmiah mendatangi orang hamba Allah gitu yaitu Nabi Khadir alaihialatu Wasalam dan kita tahu kisahnya yang Nabi Khadir katakan bahwa ilmu itu dari Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala yang memberikan ilmu kepada manusia tetapi harus diusahakan belajar kitanya belajar belajar ya Ah ini ada sebuah hadis yang sangat menarik sesuai dengan bab ini an Abi hurairata qala samu rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam yaakul Dari Abu Hurairah Dia berkata aku pernah mendengar rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innamal ilmu bitt ta’alumi sesungguhnya mendapatkan ilmu itu hanya dengan belajar ada usaha Innamal ilmu bumi wa innamalmu bittahallumi dan sesungguhnya menjadi orang penyantun itu hanya dengan berusaha menjadi penyantun penyantun itu orang yang tidak langsung memberikan hukuman kepada seseorang Oleh karena itu rabbuna menamakan dirinya alim yang Maha penyantun yang tidak langsung mengazab dan menyiksa hambanya Wah Barang siapa yang berusaha mencari kebaikan niscaya kebaikan itu akan di berikan kepadanya dan barang siapa yang berusaha menjaga dirinya dari kejahatan Niscaya akan dijaga dari kejahatan indah sekali hadis ini yang semuanya dari beberapa masalah yang disabdakan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini dihasilkan dengan usaha kalau mau berilmu belajar kalau mau menjadi orang penyantun maka dia berusaha menjadi penyantun kalau dia ingin mendapatkan kebaikan maka dia berusaha Apa itu kebaikan kebaikan-kebaikan yang diterangkan oleh agamaisa Allah akan kepadanya Barang siapa berusaha menjauhi dirinya dari kejahatan Allah akan jauhi dia dari kejahatan dengan usahaah kemudian hadis ini saya katakan Hasan dan saya menjelaskan dengan panjang lebar Mengapa hadis ini dikatakan Hasan antum um bisa membacanya kemudian bab yang keempat hakikat ilmu adalah paham Adakalanya sampai kepada kita ilmu ilmu itu dari al-qur’an sampai ayat-ayat al-qur’an bahkan tidak sedikit yang hafal ayat al-qur’an tetapi kita tidak paham tidak mengerti maka itu bukan ilmu sampai kepada kita hadis dan kita tidak paham ilmunya sampai tetapi kita tidak paham Oleh karena itu hujjah tegak selain sampai ilmu kepadanya maka ia juga harus paham baru tegaklah hujah itu kalau dia tidak paham sampai ayat al-qur’an dia tidak tahu apa-apa maka belum tegak hujah Oleh karena itu rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam sering bersoal jawab dan dihasilkan salah satu menghasilkan ilmu itu dengan bersoal jawab Jibril Alaihissalam datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersoal jawab mengenai masalah Islam Iman Ihsan kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda selang beberapa hari kepada para sahabat kepada Umar BN Khattab Rawi dari hadis ini Tahukah Engkau siapa yang datang tidak tahu itu Jibril dia datang mengajarkan kepada kamu akan agama kamu berarti agama terdiri dari Islam Iman Ihsan dengan soal jawab maka hadis yang ketujuh bab yang keempat dengan judul hakikat ilmu adalah paham Maksudnya yang sebenar-benar ilmu adalah paham akan ilmu yang sampai kepadanya Alkitab dan Sunah atau hadis adalah ilmu Hadis yang saya bawakan di sini sangat menarik sekali anmujahid dari Mujahid seorah Tin A Dia berkata sahibtu IBN Umar Ilal madinatialam asmauhaditu rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam hadisan wahidan aku pernah menemani Ibnu Umar ke Madinah maka aku tidak pernah [Musik] mendengar beliau menceritakan hadis dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kecuali satu sebuah hadis satu Hadis saja ee perlu kita ketahui bahwa para sahabat Radiallahu taala anhum sangat berhati-hatinya dalam menyampaikan hadis rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak seperti kita serampangan sembarangan sampaikan hadis apalagi melalui media-media tidak diketahui hadis itu ada asalnya apa tidak kemarin sudah saya jelaskan apabila kita mendengar orang membawakan hadis atau dia menyampaikan kepada kita maka kita harus bertanya siapa yang meriwayatkan hadis itu karena hadis dicatat oleh para imam agama ini Islam aimmatuddin para imam agama mencatatnya dibukukannya oleh mereka oleh Bukhari sebagai orang pertama yang mengumpulkan hadis-hadis sahih menurut beliau kemudian diikuti oleh sahabat dan muridnya muslim kemudian para imam lainnya sahabat mereka Abu Daud kemudian muridnya Bukhari at-tirmidzi kemudian an-nasai Kemudian Ibnu Majah dan guru besar kaum muslimin Al Imam Ahmad bahkan yang sebelumnya Al Imam Malik imam asyafi’i dan lain-lain para imam ahli hadis yang mencatat hadis itu karena hadis itu memiliki riwayat adanya Jalan orang yang menyampaikannya Fulan dari Fulan Fulan dari dan seterusnya tidak dikatakan hadis Kalau tidak ada orang yang meriwayatkannya atau yang kita kenal dengan sanad isnad yang menjadi kekhususan umat ini dan di kitab ini saya menjelaskannya dan membawakan hadisnya umat Islam ini memiliki kekhususan kemuliaan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh Ahlul kitab dan umat-umat yang dahulu yaitu isnad atau sanad jalannya orang-orang yang meriwayatkan sampai kepada isi dari perkataan itu Matan dan itu dikumpulkan dicatat dibukukan oleh para imam kita dan nabi S wasallam memerintahkannya untuk mencatatnya menulisnya uktu Tulislah kepada Abdullah bin Amr Ibnul as beliau bersabda dan kepada seluruh para sahabat yang ribuan jumlahnya pada Fathul Makkah catatlah oleh kalian khotbah yang saya sampaikan tadi untuk Abu sah perintah untuk menulis hadis maka Bangkitlah para imam dan pada akhir abad awal abad keed2 Hijriah datang perintah dari khalifah yang mulia Umar bin Abdul Aziz radhiallahu taala Anhu mengeluarkan surat keputusan pembukuan hadis secara resmi oleh negara jadi tidak benar hadis ditulis Dua abad setelah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wafat ini adalah kebodohan tanpa ilmu tidak sah perkataannya ah para sahabat sangat hati-hati karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man kaba alai mutaammidanalabawa maadahu minanar bareng siapa yang berbohong atas Namaku maka hendaklah dia menempatkan dirinya silakan dia mengambil tempat tinggalnya di neraka ini Hadis Mutawatir dikeluarkan oleh oleh Bukhari Muslim dan banyak sekali dan juga oleh para imam dan dilarang kita membawakan hadis-hadis palsu juga ada di kitab ini semuanya Antum bisa membacanya Oleh karena itu para sahabat hati-hati dalam menyampaikan kalau tidak perlu dia tidak menyampaikan maka Mujahid mendengar sebuah hadis qala berkata Abdullah bin Umar kepada Mujahid kunna nabi shallallallahu Alaihi Wasallam fautiya bijummarin faqala kami pernah berada bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yakni kira-kira 10 orang yang ke-10 adalah Abdullah bin Umar dan paling kecil diberikan kepada beliau kurma sekeranjang kurma faqala beliau bersabda Inna minasajari sajaratan mataluha kamalil muslim fahaddituni Ma Hiya sesungguhnya di antara pepohonan ada sebuah pohon yang permisalannya perumpamaannya atau sifatnya seperti sifat seorang muslim ceritakan kepadaku beritahukan kepadaku Pohon apa itu para sahabat yang hadir di situ ada Abu Bakar ada Umar dan lain-lain fawaqaanasu Fi syajaril bawadi menawanglah pikiran mereka ke pohon-pohon yang ada di lembah-lembah waq Nafsi annaha naklatu dan hatiku berbicara hatiku Mengatakan kata Ibnu Umar bahwa ia adalah pohon kurma yang permisalahan permisalannya EE perumpamaannya sama dengan seorang muslim bermanfaat penuh dengan kemanfaatan fauakul Aku ingin mengucapkannya Ya Rasulullah hlatu wahai Rasulullah pohon itu adalah pohon kurma ini di dalam hatinya dia dia mengatakan ibu Saya ingin saya tahu dalam hati saya mengatakan itu pohon kurma dan saya ingin mengatakan wahai Rasulullah Ia adalah pohon kurma pohon kurmaal tafatu kemudian Aku menoleh Fa Ana asuli tiba-tiba aku melihat bahwa aku adalah yang paling kecil di antara mereka paling muda riwayatin dalam riwayat yang lain Fa Ana asiru asaratin Ana ahdatuhum Aku adalah orang yang ke-10 dan aku yang paling muda dari mereka fastahyaitu aku pun malu ini adab yang lebih muda terhadap yang yang muda kepada yang tua waritu Abu bakrin wa Umar la yatakallamani fakarihtu an atakallama fasakattu dan aku lihat Abu Bakar dan Umar ayahnya Umar tidak berbicara maka aku pun tidak mau berbicara Lalu aku pun diam Padahal dia tahu Suma qalu kemudian mereka berkata hadditna Ma Hiya Ya Rasulullah wahai Rasulullah ceritakan kepada kami beritahukan kepada kami Pohon apa itu Q nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda H naklatu Ia adalah pohon kurma tepat apa yang dikatakan oleh oleh Ibnu Umar di hatinya fahadu Abi Bima waq Fi Nafsi lalu aku ceritakan kepada Ayahku Umar jawabanku di dalam hatiku adalah pohon kurma faqala maka Umar berkata kepada anaknya Ibnu Umar la an takuna klaha ahabbu ilaiya Min ayyakuna Li kadza wa k sungguh jika engkau mengatakannya menjawab pertanyaan itu lebih aku sukai dari memiliki harta Sekian dan sekian perhatikan ilmu sangat tinggi sekali tidak bisa dibeli dengan uang Umar Umar Bin Khattab sangat ingin kalau anaknya menjawab karena menjadi kebanggaan dia dan dia mengatakan kalau aku Kalau engkau menjawab pertanyaan itu lebih aku sukai dari memiliki harta Sekian dan sekian Wafi riwayatin dalam riwayat ayat yang lain Umar tatkala majelis telah selesai kami pun berdiri aku berkata kepada Umar Ya abatahu wallahi wahai bapakku demi Allah laqada waq Nafsi anah naklatu sungguh hatiku telah menjawab bahwa ia adalah pohon kurba maka Umar bertanya kepada anaknya apa sebenarnya yang menghalangimu untuk menjawab pertanyaan Rasulullah wasam jawab Ibnu umarum aku tidak melihat kamu orang-orang tua kami tidak menjawabnya maka aku tidak suka menjawabnya tidak mau menjawabnya atau mengatakan sesuatu Q Umar maka Umar mengatakan launaha ahabbu Min k w seperti tadi sungguh jika engkau menjawab pertanyaan itu dan benar jawabanmu itu berarti engkau paham akan ilmu lebih aku cintai lebih aku sukai dari memiliki harta Sekian dan sekian hadis yang panjang ini yang saya gabungkan dari beberapa riwayat dan lafaznya menjadi satu seperti yang Antum lihat dan baca banyak Memberikan ilmu kepada kita salah satunya adalah hakikat ilmu itu Al pahamu paham Maka kalau mau belajar siapkan kecerdasan dengan sungguh ah itu ilmu k Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sering seperti ini untuk mengasah menguji pemahaman para sahabat terhadap Din agama maka jadilah Para sahabat Orang yang alam lebih Alim dari manusia semuanya wa Ahkam dan lebih bijak lebih tepat keputusannya serta wa Aslam lebih Taslim menyerahkan diri sepenuhnya kepada keputusan Allah dan rasulnya tidak benar perkataan kaum mutakalimin yang mengatakan bahwa para sahabat hanya Aslam saja ini hadis ini salah satu buktinya bahwa para sahabat a’am wa Ahkam karena perkataan kaum mutakallimin bahwa para sahabat hanya Aslam saja patuh saja Menyerah saja sepenuh hati kepada keputusan Allah dan rasulnya tidak alam tidak Ahkam ini perkataan yang sangat munkar sangat batil Min abolil batil dari sebatil-batil perkataan yang pernah diucapkan oleh seseorang karena dengan sendirinya menuduh kaum Salaf khususnya para sahabat bodoh tidak paham apa-apa hanya Taslim saja padahal hadis ini membuktikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menguji kecerdasan para sahabat radhiallahu anhum diasah otaknya kita lanjutkan bab yang kelima kewajiban mengikhlaskan diri kepada Allah dalam menuntut ilmu dan ancaman neraka kepada orang-orang yang mencari kemegahan dunia berupa harta dan kedudukan dalam menuntut ilmu atau orang yang menuntut ilmu bukan karena Allah Allahu subhanahu wa taala berfirman saya bawakan ayatnya W umiru illa liyabudullaha Mukhlis lahudin Mukhlis lahudina hunfa dan mereka tidak diperintah kecuali supaya mereka beribadah kepada Allah dengan ikhlas beragama kepadanya Mukhlisin lahuddin hunafaa dalam keadaan mentauhidkannya jauh dari kesyirikan dan mendirikan salat serta mengeluarkan zakat Maka itulah agama yang lurus manusia diperintah mentauhidkan Allah mengesakan Allah di dalam rububiyahnya penciptaannya dan kekuasaan serta Pengaturannya di alam semesta tidak boleh kita menyekutukannya di dalam rububiyahnya dan di dalam ubudiyahnya peribadatan dan penghambaan hamba hanya kepada Allah saja tidak boleh kita memalingkan peribadatan kepada selain Allah serta tauhidul asmaifat mengesakan Allah dalam nama nama dan sifat-sifatnya yang Allah jelaskan dalam kitabnya dan disabdakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis-hadis sahihnya bahwa keikhlasan adalah syarat diterimanya amal tanpa ikhlas maka amal pun batal hadis di dalam mukadimah kitab ini telah saya Terangkan kemarin menjelaskan tentang keikhlasan kepada [Musik] Allah menjelaskan tentang keikhlasan kepada Allah Innamal aalu bin niyat wa innama likulimriin Ma Nawa selain menjelaskan ittibaur Rasul syarat kedua diterimanya amal hadis pertama yang saya bawakan hadis Dari Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu Dia berkata qala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man taama Ilman mimma yubtag bihi wajhullahi Azza waalla Barang siapa mempelajari ilmu yang dicari dengannya dengan sebab mempelajari ilmu itu wajah Allah Azza waalla La yata’allamuhu illa liyusiba bihi aradan minad Dunya lam Yajid arfal jannati yaumalqiamah yakni rihuha kemudian dia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sesuatu Dari kesenangan dunia semata-mata yang ia cari harta dan kedudukan dan lain sebagainya dari kemegahan-kemegahan dunia tidak ada karena Allah tabaraka wa taala padahal ilmu itu wajib dituntut dan dicari untuk mencari wajah Allah Azza w maka kalau ia inkannya hanya untuk mencari dunia semata dari harta dan kekuasaan dan kemegahan niscaya dia tidak mendapat baunya Surga pada hari kiamat ancaman yang sangat mengerikan bagi setiap pelajar menuntut ilmu yang memalingkan dari tujuan yang ia menuntut ilmu untuk mencari wajah Allah lalu dia mencari kemegahan dunia ingin popularitas terkenal masyhur ingin duniawiah harta yang melimpah dan lain sebagainya maka diancam di dalam hadis yang mulia ini hadis sahih riwayat Abu [Musik] Daud dan Ibnu Majah dan Ahmad serta al-hakim dan hadisnya sahih kemudian hadis yang kedua Sulaiman bin yasar pernah menceritakan kepada kita Dari Abu Hurairah berkata Sulaiman bin yasar tafarqasu Abi hurair manusia eh berpencar yakni selesai majelis dari Abu Hurairah faqu natilu ahliam berkata natil dari penduduk Syam natil adalah natil bin Qais al-hizami orang Palestina seorang tabiin sedangkan ayahnya seorang sahabat dan natil sendiri adalah pembesar atau ketua kaumnya Dia berkata kepada Abu Hurairah ayyuha Syekh wahai Syekh hadisna hadisan samahu Min rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam wahai Syekh kata natil kepada Abu Hurairah Ceritakanlah kepada kami sebuah hadis yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ah begitulah kaum Salaf beredar di antara qall waqala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam qallah waqala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam selalu yang ditanyakan ayat hadis kalau ada sahabat saya ceritakan kepada kami Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu berulang-ulang di puluhan ratusan ribuan hadis ceritakan kepada kami Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kalau ada soal jawab seperti itu lihat ini natil seorang pembesar ketua dari kaumnya orang ee Palestina dia bertemu dengan Abu Hurairah di Syam saat itu ya ya eh dia bertanya Dia meminta kepada Syekh yaitu Abu Hurairah agar menceritakan hadis yang pernah Abu Hurairah dengar dari Nabi Sallallahu Alaihi wasallama Abu Hurairah menjawab Naam baiku Rasulullah Sallahu Alaihi wasallamakul aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] bersabda [Musik] [Musik] jq Abu Hurairah menceritakan kepada natil dan orang yang hadir di situ sesungguhnya pertama Manusia yang diputuskan perkaranya manusia di sini adalah orang-orang yang beriman pada hari kiamatal seorang yang mati syahid secara lahiriah maka ia dibawa dan diperkenalkan kepadanya nikmat-nikmat Allah sewaktu ia hidup di dunia dan ia mengakuinya semua nikmat itu maka Allah berfirman kepadanya Bertanya kepadanya padahal Allah Maha Mengetahui apa yang telah engkau amalkan pada semua nikmat itu yang aku berikan kepadamu orang itu menjawab Aku berperang di jalanMu sampai aku mati syahid Allah berfirman engkau berdusta akan tetapi engkau berperang agar dikatakan kepadamu sebagai seorang pemberani Ah ini orang yang berperang di jalan Allah tapi niatnya bukan karena Allah tapi untuk dikatakan disebut sebagai pahlawan sebagai pemberani dan seterusnya dan Sesungguhnya telah dikatakan kepadamu seperti itu seorang pemberani kemudian dia diseret di atas wajahnya wajahnya ditelungkupkan ke bawah sampai dia dilemparkan ke dalam neraka ah dia tidak ikhlas tidak karena Allah berjihad di jalan Allah kemudianun ada lagi seseorang Alquran orang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan membaca Alquran lalu didatangkan [Musik] [Musik] lalu diputuskan seorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-qur’an maka ia dibawa dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat Allah saat ia hidup di dunia dan ia pun mengakui semua nikmat itu maka Allah berfirman kepadanya apakah yang telah engkau amalkan pada semua nikmat itu orang itu menjawab Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-qur’an karenamu Ya Allah Allah berfirman engkau berdusta bohong akan tetapi engkau mempelajari ilmu dan mengajarkannya supaya dikatakan kepadamu sebagai orang alim supaya orang-orang bilang kepadamu engkau Orang alim dan engkau membaca al-qur’an agar dikatakan kepadamu seorang Qi ahli membaca Alquran dan Sesungguhnya telah dikatakan kepadamu sebagai Orang alim dan qari ahli membaca al-qur’an engkau telah mendapatkannya julukan Orang alim qari lalu dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan ke dalam neraka Ah ini pun bukan karena Allah dia mempelajari ilmu mengajarkannya membaca al-qur’an bukan karena Allah Tetapi ingin mendapat kemegahan di hati-hati manusia mencari kemegahan di hati-hati manusia sehingga dia dikatakan dan agar dia dikatakan Orang alim orang Q dan seterusnya kemudian orang yang ketiga q jawunq orang yang ketiga diputuskan seorang yang Allah telah meluaskan dan memberikan kepadanya dari berbagai macam harta semuanya kaya maka ia dibawa dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat Allah ketika ia hidup di dunia dan ia mengakuinya Allah yang memberikannya maka Allah berfirman kepadanya apakah yang telah engkau amalkan pada nikmat-nikmat itu orang itu menjawab Tidak aku tinggalkan satu pun jalan yang engkau suka untuk diinfakkan di jalan itu di jalan tersebut Melainkan aku telah menginfakkannya yakni tidak ada satu jalan dari jalan-jalanmu yang engkau suka diinfakkan di jalanMu itu Melainkan aku telah menginfakkannya Allah berfirman engkau berdusta bohong akan tetapi engkau menginfakkannya hartamu itu agar dikatakan kepadamu sebagai seorang Dermawan dan Sesungguhnya telah dikatakan kepadamu seperti itu yakni seorang Dermawan lantas dia diseret di atas wajahnya sampai dia dilemparkan ke dalam neraka hadis yang panjang yang menceritakan Beberapa golongan nanti akan terjadi pada hari kiamat orang-orang yang tidak ikhlas dari orang yang mati syahid dari orang yang mempelajari ilmu dari Orang yang ahli Quran dari orang kaya yang menginfakkan hartanya semuanya mereka bukan karena Allah tapi ingin mencari kemegahan kemewahan di hati-hati manusia agar manusia memujinya menyanjungnya dan ia telah mendapatkannya ada yang dikatakan sebagai seorang yang dermawan ada yang dikatakan sebagai pemberani ada yang dikatakan sebagai orang alim ada yang dikatakan sebagai qari Allah singkap nanti pada hari kiamat Ah menunjukkan bahwa keikhlasan itu diperlukan perjuangan yang besar dan sampai akhir hayat karena Ia merupakan syarat sahnya sesuatu amal diterima oleh Allah tabaraka wa taala kalau tidak seperti kejadian dalam hadis ini hadis yang sahih riwayat Al imam muslim dan Al Imam an-nasai serta Al Imam Ahmad radhiallahu anhum apa yang akan diperbuat oleh seseorang ketika dia sampai pada hari kiamat dan dia seperti yang diceritakan di dalam hadis sia-sia Oleh karena itu saudara-saudara yang saya muliakan keikhlasan itu bukan diperjuangkan sejenak sekilas asal-asalan enteng ringan tidak tapi perjuangan yang berat dengan memohon kepada Allah dengan selalu menghadapkan diri kepada Allah dan kita mengetahui bahwa sayatin para setan dari jenis jin dan manusia karena Jin e apa ee setan ada dua dari jenis jin dan dari jenis manusia selalu ingin memalingkan kita dari keikhlasan kepada Allah kepada tujuan lainnya Kita istirahat sejenak beberapa menit nanti kita sambung lagi walhamdulillahi rabbil alamin amiril [Musik] [Tepuk tangan] mukminahminin Abi khah Allah sallallahu alayhi Ve S inin innama ู…ุงahiriunib lim dari Amirul Mukminin Abu Umar bin alallahu anua mengatakan aku telah mendengar rasulullahahu Alaihi wasersabda Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergant P ni dan setiap orang hanya mendatkan balasan dari apa yangatkannyaang Siapa berhijrah sem karena Allah dan rasulnya hijah itu Allahnya danijahun yangik hijahnyaai hijrahnya imamli had Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin almughirah bin bardizbah albukhari dan Abul Husin muslim bin alhajad bin muslim alusyairi annaisaburi dalam kitab sahih keduanya yang merupakan Kitab Hadis yang paling [Musik] sahih amiril [Musik] [Tepuk tangan] mminin alun nawawiahar Rah J rasillah Sallallahu [Musik] alaihiallamul shadidุซab shadidad ุงู„ุด laaaiiuta Jal nabi sallallah Alaihi Wasallam n RB rukb waq ya Muhammad akni islamqal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Islam ne muhammedulullah saltiekas ramadanbait Inata ilaiil Q SQ faajibnaah yasaluhuusadqu Q an bahi wa malikti [Musik] wautiirqadariri ud Tain lem takun tarahainnahu yarakbirha buniab Mal Q yaar at allahasuluamahu jibrilumimukumakum rawahu muslim dari Umar binabah [Musik] Diah wasak was Dan meletakkan Kedua telapak Tangannya di atas kedua pahaiau Seraya mengatakan Wah Muhammad kep isai was isamah yang dis Allah dan muhammadanendan Raman dan menunikan ibadah haji ke Baitullah jika engau mu lantas laki tersebut mengatak engkau Ben kami heran kep Ia yang berta pula yang membenkannya lu k mengakan beritanlah kepadu tang imaniaaihi was menjaab engkau beran kepada Allah malikat-malaikatnya kitabkitabnya rasul-rasulnya hari akhir ah Dar orang yang was aki itu pun peritu sajaara aku diam tercengangberat kemudian rasahaii was [Musik] kepnyaai was [Musik] J [Musik] muslahu taala anu Q Hamdan katstiran thayiban mubarakan Fi Kama yuhibbu rbuna Ward wasallallahu wasallama Alan nabiil Karim wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsan yaumiddin wabad Ikhwan sekalian am bab yang ke lima baru dua buah hadis yang kita baca Antum silakan melanjutkan membacanya di rumah hadis yang ketiga hadis yang keempat dan hadis yang ke lima yang kelima ini perlu saya bacakan supaya ada Ibrah pelajaran bagi kita apabila kita datang ke masjid an Abi hurairata an rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam qala Dari Abu Hurairah dari rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda Man dakhala masjidana H Li liyataama khairon A liyuallimahu Kana Kal mujahidi fiabilillah waman dakhalahu lihairizalika Kana kanadiri Ila ma laaisa lahu Barang siapa yang masuk atau datang ke masjid kami ini untuk mempelajari kebaikan menuntut ilmu atau mengajarkannya maka dia seperti Mujahid yang sedang berperang di jalan Allah ini keutamaan mempelajari dan mengajarkan ilmu di masjid dia dikatakan nabi Kal mujahidi filillah seperti Mujahid yang sedang berperang di jalan Allah akan tetapi barang siapa yang memasukinya datang ke masjid kami ini untuk tujuan yang selain itu bukan untuk belajar atau mengajarkan kebaikan maka dia seperti orang yang sedang melihat kepada barang-barang jadi barang-barang yang mewah yang bukan miliknya dia hanya sekedar melihat saja hadis sahih riwayat Al Imam Ahmad dan Al Imam Ibnu Hibban dan Al Imam albaihaqi karena kita dibatasi oleh waktu maka saya persilakan kepada moderator untuk membacakan beberapa atau sebagian pertanyaan dari jemaah silakan jazakumullah Khairan syekhana asalul awal pertanyaan yang pertama Asalamualaikum Ustaz ahsanallah ilaikumikumalam warahmatullahi wabarakatuh terkait hukum memberi labal sunah dalam perkara duniawi seperti rumah sakit sunah percetakan sunah dan semisalnya Ada pendapat syikh yang membolehkan pertanyaannya adalah bisakah pendapat Syekh diambil sebagai rujukan atau sebagai hujjah demikian jazakumullah Khairan pendapat saya Syekh hal-hal seperti itu tidak patut disandarkan kepada sunah karena menyandarkan sesuatu kepada sunah itu berat sekali tepat atau tidak dan tidak juga berjalan berlaku hurufnya di kaum Salaf ada Perumahan sunah Berarti ada Perumahan bidah bahkan ada laundry sunah ini mengecilkan merendahkan sunah sunah Agung dan besar sekali sunah itu adalah seperti yang saya Terangkan kemarin mempunyai dua arti arti yang pertama sesuai dengan arti hadis setiap perkataan nabi sallallahu alaihi wasallam dan perbuatan serta takrir [Musik] beliau berarti artinya ini sama dengan hadis sunah dalam arti yang kedua sesuai dengan arti lghah bahasa yaitu atariqah atau asirah jalan atau perjalanan yang dimaksud adalah perjalanan kehidupan Nabi yang mulia alaihialatu wasalam di dalam mengamalkan dan mendakwahkan islam ini sunah sunah dalam arti yang kedua ini merupakan ketetapan dan ketentuan dari nabi yang mulia alaihialatu wasalam perjalanan kehidupan beliau di dalam mendakwahkan islam mengajarkan Islam menjadi lawan dari sunah itu yaitu bidah maka tidak boleh kita serampangan sembarangan menamakan ini sunah ini sunah kita kaum muslimin apabila kaum muslimin belum mengetahui sunah diajarkan oleh mereka yang ahlinya inamalminhw orang-orang Islam itu bersaudara Al muslimul Muslim Antum bikin perumahanumah an sunah sana lagi Perumahan kaum muslimin itu tidak sunah Antum memecah belah umat bukan begitu dakwah saya sering menasihati jangan selalu dibawa nama sunah ini masalah yang berat nama saja nama saja dilarang oleh ulama salah satu nama yang makruhkan yang tidak baik apabila dikaitkan dengan Din nasiruddin misalnya Syamsuddin itu nama tidak baik karena kaitannya dengan Din Nuruddin Kapan ia jadi cahaya agama Antum bisa baca baca keterangan yang luas saya Terangkan di kitab menanti buah hati dan hadiah untuk Yang Dinanti itu untuk orang per orang Syekh Muhammad nasiruddin alalbani rahimullahu taala dia sendiri mengatakan bahwa nama dia nasiruddin karena ayahnya yang memberikannya itu tidak sesuai tidak pernah sahabat makan itu itu nama-nama yang tidak disukai bagaimana sesuatu itu kita atas namakan sunah apa ia sunah apa orang itu sudah kenal sunah berhati-hati Ikhwan ini nama yang mulia nama yang agung jangan asal serampangan digunakan sunah tadi ini perjalanan kehidupan Nabi kita kaum muslimin semuanya ajak mereka ajak diri kita dan mereka kepada sunah Oh ini perubahan sunah ini ini perubahan kaum muslimin ada Perumahan lag itu perumahan apa dong bidah lawan sunah bidah itu membuat kaum muslimin marah tidak cakap ini tidak Fakih hati-hati mana ada sahabat nih dagang rumah sunah nih enggak sunah itu penerapan kita dalam hidup dan kehidupan kita sepanjang hayat kita Saya kira ini keluar dan saya tahu persis dari sebagian kaum muslimin yang mempunyai Semangat tapi tanpa ilmu semangat bagus tapi harus disertai dengan ilmu baru ngaji mengenal sunah pakai nama sunah W semuanya sunah perhatikan kisah seorang sahabat yang penuh dengan semangat mendatangi salat jemaah dengan tergesa-gesa sehingga terdengar suara gaduh di Masjid saat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sedang salat bersama sahabat lainnya dia langsung rukuk dan berjalan kesap selesai salat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya siapa yang tadi datang dengan terengah-engah nafasnya yakni membuat keberisikan menunjukkan bahwa masjid Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika sedang salat sepinyaak ada suara paling-paling kadang-kadang terdengar suara nangis anak kecil yang kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mencepatkan salatnya meringkas salatnya karena khawatir ibunya yang ikut salat terganggu sepi sehingga suara orang terengah-engah datang terdengar oleh Nabi masjid kita seperti apa pasar ramai anak-anak kecil anak kecil enggak salah disuruh sama orang tuanya Orang tuanya enggak ke masjid anaknya disuruh ke masjid tidak diajarkan adab-adab di masjid ramai ketawa-ketawa kecikikikan ramai semuanya Subhanallah memang masih lebih baik daripada mereka melantur ke sana kemali rumah terbaik adalah masjid kita senang anak-anak itu ke Masjid tapi perlu tidak berhenti sampai di situ diajarkan Jawablah sahabat yang berisik datang terburu-buru harusnya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam datang dengan Sakinah Wal waqar terhormat Wibawa datang ke masjid walaupun iqamah telah dikumandangkan itu buru-buru Apa itu semangat saya ya Rasulullah maka kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam zadakallahu hirsan Semoga Allah memberikan tambahan semangat kepadamu wala taud Jangan engkau ulang lagi perbuatan seperti itu datang ke masjid dengan terburu-buru dengan terengah menimbulkan gaduh suara berisik Jangan ulang lagi ah itu dia semangat Abu bakr bukan Abu Bakar Abu bakr ah itu dia bermodalkan semangat saja tidak cukup itu bagus tapi harus dilandasi dengan ilmu Iya terus Barakallah Fik Syekh pertanyaan yang kedua Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhustaz bertanya Langkah apa yang harus dilakukan bagi anak yang masih awam ilmu dan baru hijrah mengenal sunah dalam mendalami ilmu Syari dan Langkah apa yang harus dilakukan kitab-kitab apa yang harus atau wajib dimiliki jazakallahu Khairan hijrah yang benar hijrah karena Allah dan dalam Rang mengikuti rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam di mukadimah saya bawakan hadis inamalin Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya [Musik] ah itu wahai manusia dengan niat dan setiap orang akan memperoleh hasil dari apa yang ia niatkan kalau ia niatnya dunia dia akan memperoleh dunia kalau ia niatnya akhirat maka dia akan memperoleh akhirat kalau dia niatnya untuk menikahi wanita dia akan mendapat menikahi wanita maka Barang siapa yang hijrahnya Nya kepada Allah dan kepada rasul-nya yakni karena Allah dan dalam rangka ittibaur Rasul semua kita hijrah kita bukan lagi hijrah fisik tapi Hijr itu hijrah fisik sewaktu-waktu hijrah maknawiah hijrah Min dan Ila dari dan kepada dari Syirik kepada tauhid dari bidah kepada sunah dari yang haram kepada yang halal dari kesesatan kepada jalan yang lurus dari dan kepada Min dan kepada hijrah ini setiap saat rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda dalam hadis sahih riwayat Imam albukhari Al Muslim Man salimal muslimuna lisanii Wal muhajiru Man hajarhu maahallah Wal muhajiru Man hajara Anhu Ma nahallah orang Islam yang dinamakan orang Islam orang Islam lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya Wal Muhajir hakikat orang yang hijrah manu yang menghijrahkan Meninggalkan apa yang Allah larang Ah ini hijrah yang berlangsung terus pertahankan itu karena Allah dan dalam rangka ittibaur Rasul ini hijrah maknawi hijrah yang berlangsung terus Adapun kitab-kitab banyak sekali dari kitab-kitab para ulama yang dahulu dan yang sekarang yang berjalan di atas sunah dan Manhaj yang hak iya silakan jazakumah Khairan Syekh Barakallah Fik Pertanyaan selanjutnya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semoga Ustaz selalu ada dalam lindungan dan rahmat Allah subhanahu wa taala amin Ustaz Bolehkah kita orang awam berdakwah berniat ingin mendapatkan pahala melalui medsos contohnya memposting video-video para Ustaz ahlusunah jazakallahu Khairan barakallahu Fik tidak boleh anfusakum waahum Allah subhanahu wa taala berfirman jaga dirimub bsik anakum kemudian [Musik] keluarga ini kan belum diri sendiri belum baik keluarga juga belum atau masih cekak tahu cekak enggak kurang ya sudah posting sana posting sini ambil untuk diri Antum yang lain punikian karena Antum belum tahu secara cukup memadai Allah subhanahu wa taala perintah ku anfusakum wa ahlikum diri Antum diri kita Nar jaga dari api neraka dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa taala berfirman wur ahlak wasiraiha perintahkan ahlimu untuk salat ahli lagi keluarga dan Bersabarlah dalam mengerjakan salat dan dalam memerintahkan keluarga Allah subhanahu wa taala perintahkan Rasul yang mulia alaihatu wasam pertama untuk mendakwahkan keluarganya dan keluarga dekatnya wair arabin peringati keluarga dekatmu Bagaimana Antum tidak berilmu nyampaikan sana nyampaikan sini tidak itum tidak tahu ada yang perlu disampaikan ada yang tidak ceramah-ceramah itu tidak mesti semuanya disampaikan sebar luas tidak ada yang untuk kalangan sendiri dan seterusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Ibda binafsik wiman taul dahulukan dirimu dan orang yang menjadi tanggunganmu Hadis Sahih Muslim dan lain-lain untuk Antum belajar ya Eh karena kalau dibuka pintu itu nanti Antum keasyikan dari mulai satu kemudian dua kemudian SH ini SH itu sel Wah terjadi kekacauan dalam dakwiah seperti sudah dirasakan sekarang karena tampilnya orang-orang yang tidak ahlinya dan ini akhir zaman jangan sampai Antum masuk nanti ke dalam orang-orang yang justru bisa menyebarkan kekacauan cukup untuk diri Antum memang ada yang perlu tapi Antum perlu mendiskusikannya bertanya kepada ahli ilmu sehingga tertib dan itu ceramah-ceramah kalau ada yang menyebarkannya ada radio ada TV ada channel-channel khusus ya Antum perlu menguasai dulu perlu melihat dulu perlu memahaminya ini perlu apa tidak disampaikan ada hal-hal yang tidak bisa untuk langsung untuk umum dan lain sebagainya Ah ini perlu pembicaraan ee panjang kena ini memang sudah Ee terjadiapi su selalu saya menashati seperti tadi untuk Antum dulu paham dan keluarga Antum paling tidak anak dan istri ada yang lain lagi untuk ini ee perlu apa tidak ah begitu ya silakan baik Barakallah Fik Ustaz pertanyaan berikutnya ibadah diterima karena dua hal ikhlasnya niat dan ittiba kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka Bagaimana hukum orang yang beramal meyakini perintah suatu ibadah namun ittiba kepada Rasulullah belum sempurna apabila mardud atau tertolak lentas bagaimana Islam menengahi masalah seperti ini Ustaz jazakumullahu Khairan dari ikhwan sho syarat diterimanya amal berdasarkan ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan telah berulang kali saya jelaskan ada dua syarat yang besar bahkan sangat besar pertama ikhlas Ah ini sudah kita bahas mengikhlaskan diri dan ini dibutuhkan perjalanan panjang sampai akhir hayat bukan sehari dua hari sampai akhir hayat berjuang untuk mengikhlaskan diri berjihad agar kita ikhlas lillahi taala karena kita ini dif hati lemah dan gangguan begitu banyak oleh karena itu perlu perjuangan dan tidak ada yang lebih bermanfaat dan menyelamatkan selain berjuang ialah yang terbesar [Tepuk tangan] addua doa ini adalah obat yang paling mujarab berdoa kepada Allah Rasulullah Sallallahu Alaihi was am senantiasa berdoa kepada Allah bahkan doa terbanyaknya yang sering beliau ucapkan kata sebagian istri beliau dan sahabat lainnya dan hadisnya banyak sekali ya muqibal qulubitbi wiiwaytinitubik Wahai Allah yang membalik-balikkan hati manusia teguhkanlah kokohkanlah hatiku dalam riwayat yang lain hati-hati kami di atas tetap berada di dalam agamamu agama yang diterima oleh Allah yang ikhlas tadi ayatnya w umiruah itu agama yang qimah yang lurus kalau tidak lurus maka itu [Tepuk tangan] bengkokah ini hadis-hadis sahih sahabat bertanya kau khawatir kepada kami yakni kami telah beriman pada kitab beriman kepadamu I khawatir karena Allah yang membalik-balikkan hati manusia karena hati manusia berada di dua jari Arrahman dari jari-jari Arrahman ya kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan doa allahumma inna ah ini sudah saya bahas salisis syarat yang kedua itur Rasul mengikuti Rasul di dalam beribadah yakni ada sunahnya dari rasulullahallallahu Alaihi jika hilang Salah satu syarat maka tidak diterima amalnya kalau ia telah mengetahuinya maka orang yang melakukannya berdosa kalau ia tidak mengetahuinya maka dia tidak berdosa tetapi tetap amalnya marud karena Allah tidak akan menerima peribadatan yang ia diibadti diibadahi dengan sesuatu yang haram atau sesuatu yang makruh atau dengan berbagai macam bidah Allah tidak diibadahi dengan itu semuanya tidak boleh kita beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang Allah haramkan atau dengan sesuatu yang makruh atau dengan bidah tidak boleh kita wajib beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang Allah wajibkan MTI salat lima waktu saum di bulan Ramadan menunaikan ibadah haji mengeluarkan zakat atau sesuatu yang tidak wajib yang hukumnya sunat mustahab dan semuanya berjalan mengikuti sunah yakni Allah diibadahi dengan sesuatu yang Allah wajibkan atau Allah tidak wajibkan tetapi hukumnya sunah sunat Orang sini Panggil sunat mustahab amal yang sunah sunat itu ada dua ada sunah muakkadah ada yang sunah saja atau mustahab Nah dengan amal-amal itulah kita beribadah kepada Allah tidak boleh beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang Allah haramkan atau dengan sesuatu yang makruh atau dengan sesuatu bidah tidak boleh Allah tidak akan menerimanya kalau pelakunya telah mengetahuinya maka dia berdosa selain tidak diterima kalau belum mengetahuinya maka dia tidak dikenakan sanksi kecuali sanksi Kenapa tidak belajar seperti pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir kepada orang-orang munafikun kepada orang-orang kafirin di kuburnya tentang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam orang mukmin ketika ditanya tentang laki-laki ini had rajul Apa yang kau ketahui tentang laki-laki yang sangat terkenal sangat masyhur ini itu maksudnya had rajul orang mukmin menjawab itu Muhammad Rasulullah sallallahuhi Wasallam datang kepada kami kami beriman dan seterusnya Adapun orang kafir orang munafik maka dia tidak bisa menjawab la Adri maakas Saya tidak tahu saya mengatakan apa yang dikatakan manusia yakni yang sebenarnya saya tidak beriman kepadanya apa kata malaikat Munkar Nakir W itu dia engau gak tahu dan tidak berusaha untuk tahu itu dia Danau tidak membaca bahwa laki-laki ini Muhammad Sallahu wasam sangat masur terkenal dan dia adalah nabi Allah utusan Allah datang manusia tahu enggak mau berusaha untuk tahu enggak baca Enggak berusaha untuk baca ahah itu dia fayadribu bimitriqotin bimorikin Wai riwayatin bimitriqotin Baina unaii sini fayasihu shihatan yasmaliihi illqalain lalu dia dipukul dengan besi pukulan besi di antara dua telinganya barangkali sini dan mayit itu berteriak seteriak-teriaknya sekencang-kencangnya yang didengar oleh makhluk yang ada di sekelilingnya kecuali manusia dan jin tidak mendengarnya ini hadis sahih Bukhari dan Muslim ah lihat pertanyaan malaikat menegur orang-orang kuffar dan munafikin la daroraita wala talaita engkau enggak tahu dan berusaha untuk tahu kenapa engkau enggak berusaha untuk tahu padahal laki-laki ini yakni Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sangat masyhur terkenal engkau taklid kepada manusia karena mayit itu mengatakan la Adri A dia katakanriri saya gak tahu aku Ma yaakulunas saya ngomong apa yang diomongin manusia ah itu dia jadi perlunya berusaha untuk tahu kesimpulannya setiap amal yang tidak ikhlas atau tidak ittibaur Rasul mardu Pasti karena Allah tidak akan menerima amal yang ia Allah dia diibadahi dengan sesuatu yang ia dia tidak syariatkan atau yang ia haramkan atau yang dia makruhkan Allah diibadahi dengan apa yang Allah syariatkan melalui lisan nabinya yang mulia alaihialatu wasalam dengan amal-amal yang wajib atau amal-amal yang sunat ah dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda Man Amila amalan laaisa Alaihi amruna fahua roddun Barang siapa mengerjakan sesuatu amal yang tidak ada keterangannya dari kami maka tertolak ah Iya amalnya itu oleh karena itu sebelum beramal dengan keyakinan dengan perkataan dengan perbuatan berusaha untuk tahu alilmu qoblal qu Wal amal dan ini pun perjuangan sepanjang Hayat Mengapa selalu saya katakan sepanjang ayat karena Allah memerintahkan kita untuk ibadah kepada Allah sampai datang kematian wudbakataakqin di akhir surah alhijr wud rbaka hattatiakal yaakin sembahlah rabmu sampai datang kematian kepadamu sebagian ajaran Sufi mengatakan bahwa yakin di situ yakin seperti yang umumnya kita kenal ini batil berarti kalau sudah yakin sudah sampai makrifah enggak perlu ibadah lagi bebas boleh tinggalkan yang wajib boleh mengerjakan yang haram Ah ini penyelewengan terhadap makna dari ayat al-qur’an yakin di situ artinya Al maut mati contoh yang terbaik bagi kita adalah nabi yang mulia alaihiatu wasalam sampai akhir hayatnya beliau beribadah kepada Allah karena itu perjuangan tentang keikhlasan perjuangan tentang ittibaur Rasul mengikuti sunah sepanjang hayat kita jatuh bangun kita di situ terkapat karena beratnya jihad itu bukan main-main karena itu hati-hati gunakan nama sunah ini besar sekali berkaitan dengan hidup dan kehidupan kita dunia dan akhirat kita benar tidak kita enggak ada yang bisa jamin lihat kehidupan para sahabat Iya nah ini soal yang terakhir syekhana jazakumullah Khairan sekarang banyak sarana dakwah di sosial media dan TV sunah mudah untuk mencari ilmu Apakah boleh hanya menuntut ilmu dengan sarana tersebut Barakallah Fik tidak cukup itu tambahan yang asli duduk di majelis itu tambahan jika diperlukan tidak sama ada yang nonton di rumah sambil tidur-tiduran ada yang sambil goreng pisang orangeng tempe Ada yang lagi ngobrol di rumah ya Subhanallah Apa itu majelis ilmu ini majelis ilmu duduk rapi ini nuntut ilmu itu tambahan dengarkan kalau dengarkan radio dengarin tertib duduk di rumah yang rapi jangan sambil ngobrol ustaznya bawain ayat bawain hadis udah matiin aja ya bukan itu nuntut ilmu datang ke majelis ilmu apa enggak malu kita dengan nabi yang mulia Musa Alaihi atu wasalam berjalan mengadakan perjalanan jauh menuntut ilmu kepada nabi Khadir alaihialatu wasalam dan kemarin kita membaca hadis salah seorang berjalan dari Madinah ke Syam untuk sebuah hadis nuntut ilmu harus sungguh-sungguh berjihad tidak cukup itu itu membuat orang malas nantinya hadir di majelis ilmu majelis ilmu qallah Q Rasul bahas ilmu bahas dengan serius sebagaimana majelis-majelis kaum salafun shihin dan kita mengikuti di belakangnya walaupun agak jauh barangkali ini Ikhwan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita sekalian subhanakallahumma wabihamdika Ashadu Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilai wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan kajian Islam ilmiah di TV dan radio tidak akan bergeser kedua kaki manusia di hadapan Allah pada hari kiamat sampai ditanya yau l perkara yang pertama apa umurnya UNT di saksikanlah kajian Islam ilmiah di TV dan radioakanahallah ada semuaahan kita hanya Allah saja ya itu baru disebut dengan orang yang berpegang teguh kepada tali yang kokoh Ya seperti firman Allah Isam kita bagaimana menggabungkan antara ilmu Ushul Fiqh dengan ilmu fikih wabayani maqasidiha menjelaskan maqasid-maqasid dari setiap hukum-hukum Syari tadi ini berarti bagian dari ilmu maqasid Syariah Masyaallah saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja salat berjamaah yang paling utama bagaimana ternyata kata Rasul su wasallam ya salat seseorang bersama dua orang lebih utama daripada salat seseorang bersama satu orang salat seorang bersama tiga orang lebih utama daripada bersama apa dua orang semakin banyak semakin utama apaagi yang paling utama kata rasulahall wasallamirijal a saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja halo assalamaikum

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *