kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja kitab Syahru Sunnah Imam muzani ini merupakan kitab yang sangat luar biasa berharga tentang masalah akidah arogapihi mualiful rahimahullah ta’ala masa Ilal aqidah Ardan mukhtasor Imam muzani memaparkan pembahasan-pembahasan akidah dengan ringkas kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja 100 poin 1 FM dan Radio Rodja Bandung 104 poin 3 MM dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya Sunda TV dimanapun anda berada TV yang telah kami hadirkan untuk anak program acara kajian ilmiah secara langsung TV saluran dan kajian Islam bismillah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah Rasulullah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan satu siang pekan pertama yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan secara langsung oleh guru kita ustadz Abdurrahman Toyib LC Afif dari kota Surabaya pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kita takliko ala syarhi sunna Lil imami al-muzani yang ditulis oleh fadilatus Syeikh Prof setelah penyampaian materi silahkan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di lantai v021 8236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz Abdul Ustadz 6 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh raja dan pendengar Raden Rodja di mana saja berada Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab ta’lid katun ala syarhi sunnah Lil muzani oleh fadhilatus Syekh abduktor Abdur Razak bin Abdul Muhsin Al abad Al Badr Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita ke istiqomahan dalam belajar aqidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti raja dan pendengar ratu raja Kita masih dalam pembahasan tentang aqidah Imam al-muzani as-syafi’i yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita baca lagi ucapan beliau Buat kalimat kalimat Allah dalam Allah kekuasaan Allah semua sifat-sifat Allah itu sempurna dan bukan makhluk ya imatun Azalia yang sudah ada sejak dahulu kala walaisaad Bin wahdasatin dan bukan sesuatu yang baru yang akan sirna dan tidak ada sesuatu yang kurang dari Allah subhanahu wa ta’ala lalu kemudian bertambah maha suci sifat-sifat Allah dari menyerupai sifat-sifat makhluk di sini kita pada pertemuan yang terakhir sudah pelajari ucapan Imam muzani dengan Syarah Syaikh Fadilah kita lanjutkan pada ucapan beliau nanti akal manusia tidak akan mungkin sampai untuk mensifati bagaimananya sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Maha dekat mengabulkan orang yang memohon kepadanya memiliki kekuasaan keperkasaan yang tidak mungkin bisa dikalahkan dari makhlukNya maujudun walaisa bima’du Min walabim yaitu ada bukan tidak ada ataupun hilang ini ucapan Imam Al muzani rahimahullah yang berkaitan dengan Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang berkaitan dengan tauhid asma wa sifat sampai kepada ucapan beliau wakaf surat an-nur fittanul wasifin akan manusia tidak akan mungkin bisa sampai untuk membayangkan bagaimanakan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam ucapan beliau tadi ada bantahan pembatalan terhadap sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan ini Tentunya beliau Imam Al muzani rahimahullah ta’ala ambil dari guru beliau Imam Syafi’i rahimahullah yang mana Imam Syafi’i rahimahullah berkata dalam Mukadimah kitab ar-risalah Beliau mengatakan orang yang mensifati Allah nggak akan mungkin sampai untuk membayangkan hakikat keagungan sifat-sifatnya ini ucapan Imam Syafi’i rahimallah ta’ala gurunya Imam Al muzani yang mengharamkan at-taqif Bagaimanakah sifat Allah dan ini juga serupa dengan ucapan gurunya Imam Syafi’i yang bernama Imam Malik rahimahullah ta’ala ketika bila ditanya oleh seseorang kaifas Dawa Bagaimana Allah itu istiwa di atas Arsy Imam Malik mengatakan Al istiwa umat dalam segi bahasa sudah dimaklumi kata Mujahid Abul Aliyah dari kalangan tabiin arti ar-rahman Adapun bagaimananya tidak ada yang tahu tidak diketahui ini masalah kata Imam Imam Malik rahimahullah beriman tentang sifat Allah sifat istiwa itu wajib karena itu bagian daripada iman kepada Alquran iman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedangkan bertanya bagaimananya sifat Allah itu pertanyaan yang bidah jadi ini yang dilanjutkan oleh Imam Al muzani Beliau mengatakan akan manusia tidak akan mungkin sampai untuk membagi manakah sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Apalagi kata Al Imam al-muzani hal ini dikarenakan orang yang Bagaimanakah sifat Allah menjadikan akalnya itu sampai kepada Bagaimana kan sifat Allah ini benar-benar diantaranya dalam Bagaimanakah sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda la tafakka rofidatillah Jangan memikirkan membayang-bayangkan bagaimanakah zat Allah ataupun sifat Allah namun pikirkanlah tanda-tanda kekuasaan Allah yaitu pada makhluk-makhluknya ini karena akal nggak akan sampai kepada membagaimanakan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan Imam Syafi’i juga pernah berkata Ilma dzalik bahwasanya ilmu tentang tauhid asma wa sifat tidak bisa digapai dengan akal-akalan manusia dengan pemikiran manusia hanya dengan Alquran dan Sunnah kita bisa menetapkan nama-nama sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kata para ulama kita bisa Bagaimanakah sesuatu ini kaidah secara umum bukan hanya berkaitan dengan sifat-sifat Allah kita nggak akan mungkin bisa membahagiakan sesuatu kecuali kalau terpenuhi salah satu dari tiga hal ini yang pertama melihat zat sesuatu itu kalau kita kaitkan dengan sifat Allah apakah ada seorang yang pernah melihat Dzat Allah tidak ada maka nabi kita Muhammad SAW tidak pernah melihat Allah bahkan ketika israwal ketika Abu Dzar pertanyaan Apakah engkau wahai Nabi Muhammad melihat cahaya yang menghalangi untuk melihatnya bahkan Nabi Musa Alaihissalam ketika memohon kepada Allah tunjukkanlah dirimu Perlihatkanlah dirimu Aku ingin melihat kepada Apa jawaban Allah lantaran di dunia ini engkau tidak akan mungkin bisa melihatku Maka kalau kita tidak pernah melihat zat Allah maka nggak mungkin kita bisa membagaimanakan sifat Allah itu yang pertama sesuatu bisa kita bagaimanakan sifatnya zatnya kalau kita melihat zatnya yang kedua kaidahnya kalau kita kita bisa Bagaimanakah sesuatu kalau kita melihat yang serupa dengan sesuatu itu dan Allah tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah walam yakullah kalau tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah nggak mungkin kita bisa membagaimanakan sifat Allah dan yang ketiga kita bisa membahagiakan sesuatu kalau kita mendengarkan mendapatkan berita yang autentik tentang bagaimananya sesuatu itu dan kata para ulama di dalam Alquran dan hadis yang shahih Allah dan rasulnya hanya menjelaskan Bahwasanya Allah punya sifat misalnya istilah sifat tangan sifat wajah namun Allah dan rasulnya tidak menjelaskan bagaimananya maka nggak mungkin kita bisa sebagai mengarahkan sifat Allah tersebut ini sekali lagi kaidah dari para ulama dan di sini pula akal manusia tidak bisa dijadikan tolak ukur ataupun dalil utama dalam pembahasan tauhid asma wa sifat akal ditunjukkan dengan Nash Alquran dan Sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam akal harus disuruh mengikut apa kata Allah dan Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allah dan rasulnya shallallahu alaihi wasallam di dalam Alquran atau dalam hadis yang Shahih tentang nama-nama dan sifatnya tanpa menyerupakannya dengan makhluk tanpa membayangkannya tanpa mentahrif menyelewengkan maknanya dan tanpa menafikan tetapkan apa adanya kemudian kata Syekh Wal fitonurial kata-kata surat an-nur manusia terbatas nggak akan mungkin bisa sampai Bagaimana kan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala jangankan sifat Allah Yang jauh dari dirinya ruh yang dalam jasadnya manusia tidak mungkin bisa bagaimanakan ia selalu Mereka bertanya kepada Nabi Muhammad tentang roh itu hanya Allah yang tahu tentang ilmunya maksud dari Imam Al mujait tadi bahwasanya akal manusia itu nggak akan mungkin sampai Bagaimanakah hakikat bagaimananya sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekali lagi sesat kalau ada orang yang menjadikan akal sebagai tolak ukur segalanya apalagi dalam menetapkan ataupun menafikan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekali lagi ingat ucapan gurunya Imam al-muzani yaitu Imam rahimahullah Beliau mengatakan Ilma dzalik ilmu tentang nama-nama sifat Allah tidak bisa digapai dengan Alquran dan Sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam tempatkan akal pada tempatnya setiap kesempurnaan yang akan manusia menetapkannya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Allah lebih dari itu semuanya Allah lebih agung lebih mulia dari itu semuanya wafat laki ya Al Imam Abdurrahman Bin Mahdi ulama ada kisah seorang ulama Salaf yang benar Al Imam Abdurrahman Bin Mahdi rahimahullah bertemu dengan anak kecil ABG lah mungkin yang Ia terkena virus attaqis suka membayangkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Al Imam Abdurrahman Bin Mahdi pelan-pelan wahai anak kecil sampai kita berbicara pertama kali tentang makhluk dahulu jangan membahas masalah sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita bahas dulu tentang makhluk kalau kita seandainya lemah dari membagaimanakan suatu makhluk maka kita lebih lemah lagi tentang masalah mensifati sifat Al Khaliq nggak mungkin kita bisa mensifati sifat tidak mungkin kita bisa membagaimanakan sifat Al Khaliq banyak menyebutkan kepada anak kecil tersebut hadis Nabi SAW yang berkaitan dengan malaikat jibril yang pernah dilihat oleh Nabi SAW dengan 600 sayapnya yang menutupi jagat raya kemudian Al Imam Abdurrahman Allah berkata kepada sang anak kecil tadi wahai anak kecil Bagaimanakah Gambarkan kepadaku sebuah makhluk sesuatu makhluk yang memiliki 600 sayap namun sang anak kecil kebingungan tidak bisa menjawab Bagaimanakah ya suatu makhluk punya 600 saya bagaimana merangkainya kemudian kata Abdurrahman Bin mahdikal masalah bagaimanakan makhluk yang punya 600 sayap Ya sudah saya ringankan saya kurangi ya menjadi 3 sayap saja ya Dari dari 600 dikurangi 597 hanya tinggal sisa 3 sayap kata Abdurrahman Bin Mahdi salah satu sekarang Bagaimanakah Gambarkan kepadaku suatu makhluk yang punya tiga sayap Al Jannah susun tiga sayap tersebut ya atau sayap yang ketiga di luar sayap kedua sayap artinya susun tiga sayap dalam suatu makhluk baqalah maka sang anak kecil pun menyerah wahai abbassaid punyanya Abdur kita lemah untuk Bagaimanakah sifat makhluk maka tidak mungkin kita bisa mensifati Bagaimanakah sifat Al Khaliq atau anda maka persaksikanlah aku telah bertobat dari membagaimanakan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala wa Astaghfirullah dan aku mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi dari sini Kita wajib meyakini wajib menetapkan sifat Allah tanpa membayang-bayangkan bagaimanakan sifat Allah tersebut wamimah dari penjelasan Yang Telah Berlalu Telah jelas bagi kita bahwasanya at tamsil menyerupakan itu lebih umum daripada Bagaimana dua-duanya terlarang yang menyerupakan Allah dengan makhluk ini hukumnya kufur Akbar kalau misalnya ada yang mengatakan tangan Allah sama dengan tangan makhluk ini kufur Akbar Adapun sekedar menetapkan Allah punya tangan tidak ada kewajiban itu menyerupai jangan gagal paham banyak orang gagal paham ketika mendengar ada seseorang yang mengatakan Allah punya sifat Rida sifat murka sifat cinta sifat tangan sifat wajah dikatakan dia mujasimah Musaba ini orang yang gagal paham sekedar menetapkan bukan berarti menyerupakan sebagaimana kata Muhammad rahimahullah ta’ala Beliau mengatakan walaisama wasafallah bukanlah apa yang Allah sifatkan dirinya dengannya itu menyerupakan ya kalau menyerupakan itu kata ulama Salaf wajib wajib kalau ada yang mengatakan wajah Allah sama dengan wajahku tangan Allah sama dengan tanganku dan seterusnya Ini baru namanya atasbih yang kata Muhammad Barang siapa yang menyerupakan Allah dengan makhlukNya maka di atas sekali lagi menetapkan bukan berarti menyerupakan apalagi Allah sendiri yang menetapkan sifat-sifat tersebut dalam Alquran dan hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka sesat kalau ada yang memahami berakhirnya ayat-ayat tentang sifat itu menyuruh kepada atas karena itu menurut Alquran menyeru kepada atas karena setiap orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk maka dia mukayif yang membahagiakan sifat Allah kenapa demikian yang menyerupakan Allah dengan makhluk maka dia menjadikan sifat Allah itu memiliki kaifiyah ya memiliki bagaimananya serupa dengan sifat makhluk jadi setiap yang menyerupakan pasti dia membagaimanakan walaisa Kullu muka Yesus namun tidak semua yang mau bagaimanakan itu menyerupakan Kenapa demikian Li Anna wa safalah karena orang yang membagi manakah hanya sekedar terlintas dalam bayangannya saja hanya khayalannya saja tidak sampai menetapkan sebagaimana memastikan tangan Allah sama dengan tangan manusia wajah Allah sama dengan wajah manusia ini namanya sekedar khayalan dalam banyaknya saja setiap memarkir mukayyiz namun tidak semua muka Yesus itu yang dikatakan dan apa yang ada dalam benak tersebut tidaklah terdapat pada makhluk wakullun binatang atau menyerupakan Allah dengan makhluk setiap takzim Bagaimanakah sifat Allah itu jelas batil dan sesat sebagaimana sudah kita akidah Ahlussunnah Wal Jamaah tentang Tauhid astawa sifat menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allah tentang nama-nama dan sifatnya dalam kitabnya dan yang ditetapkan oleh rasulnya SAW dalam harinya yang shahih tanpa menyerupakan tanpa membagaimanakan tanpa menyelewengkan maknanya tanpa menafikan tetapkan tanpa menyerupakan sebagaimana firman Allah tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi maha melihat tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah ini tanzirun walaupun sucikan Allah dari penyerupaan terhadap makhluk namun tanpa menafikan sifat Allah karena Allah berfirman bahwa sambil Basir dan dia maha mendengar lagi melihat ini isbatun bila Tansil ini menetapkan tanpa menyerupakan ya ini pahami ayat ke-11 dari surat as-syura laisami’il Bashir seorang muslim muslimah ketika mendengarkan membaca ayat tentang sifat Allah contoh misalnya Allah berfirman wayabaka wajhu robbika abjadmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan maka ingat ayat tadi Laisa Kamis tetapkan Allah punya wajah namun wajah Allah nggak sama dengan wajah makhluk ini akidah ahli Sunnah Wal Jamaah ini kaidah Ahlussunnah Wal Jamaah tetapkan tanpa menyerupakan sebagaimana Allah punya sifat pendengaran Allah punya sifat pendengaran namun enggak sama dengan pendengaran makhluk tetapi Allah punya sifat asam namun enggak sama dengan sama Wal Bashar Al makhluk Allah punya sifat kehidupan namun nggak sama dengan kehidupan makhluk ini akidah simple ahli Sunnah Wal Jamaah menetapkan tanpa menyerupakan yang selayaknya harus diingatkan di sini bahwasanya ketika kita melarang Bagaimana kan sifat Allah bukan berarti menafikan bagaimananya sifat Allah bedakan antara apa kita sebagai hamba dilarang membagaimanakan sifat Allah dengan menafikan bagaimananya sifat Allah setiap sifat ada hakekatnya cuma kita nggak tahu itu Masalahnya jadi sekali lagi bedakan antara membagaimanakan yang itu terlarang dengan Allah itu sifatnya tentunya ada kaisianya ada bagaimananya itu yang dikatakan oleh Subhanallah sifat Allah pasti punya kaifi Bagaimana cuma kita nggak tahu sebagaimana hal-hal yang kita nggak tahu meskipun itu hanya Allah yang mengetahuinya contoh masalah hari kiamat kita nggak tahu Kapan hari kiamat nama yang tahu hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala sifat Allah hanya Allah yang tahu kita tidak boleh sama bagaimana yang dilarang yang ditiadakan itu ilmu kita tentang bagaimananya sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala apalagi Rasul telah bersabda tafaq karo fihiallah pikirkanlah Renungkanlah tanda-tanda kekuasaan Allah makhluk-makhluk Allah namun Jangan pernah memikirkan zat Allah dan tentunya juga tentang sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian Imam Al muzani [Tepuk tangan] Allah Maha dekat mengabulkan doa orang yang memohon kepadanya dan mengabulkan apa yang mereka minta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalilnya surat al-baqarah 186 karib apabila hambaku bertanya kepada wahai Muhammad tentang diriku Jawablah aku dekat Sesungguhnya aku dekat aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada Wahana dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat leher dan kata para ulama dekat bukan berarti nempel jangan gagal paham bukan berarti seperti yang diyakini oleh kelompok bersatu Allah bersemayam dalam diri hambanya atau para walinya ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala zatnya di atas namun dia dekat dengan hambanya dekat bukan berarti menempel bersatu contoh dalam segi bahasa kita katakan Pulau Lombok dekat dengan Surabaya Apakah berarti Pulau Lombok nempel di Kota Surabaya tidak dekat dibandingkan dengan Irian dengan ya mungkin Aceh dekat bukan berarti nempel demikian pula dalam segi bahasa Kalau kita berkata kepada mungkin istri kita bahwasanya engkau selalu dekat denganku Meskipun aku jauh dari dekat tidak harus apa di hati atau Jauh Di Mata Dekat Di Hati ini sekali lagi dalam segi bahasa kata-kata Qori tidak mesti nempel jangan dipahami dengan pemahaman yang salah atau jangan gagal paham tentang mengabulkan doa orang berdoa kepadanya sebagaimana dalilnya tadi surat al-baqarah 180 maka seorang hamba wajib berdoa hanya kepada Allah semata Kalau mau berdoa langsung berdoa kepada Allah jangan minta perantara kepada yang telah meninggal dunia Allah berfirman waladzinataja’una Indonesia apabila kalian dan orang-orang yang kalian seru selain Allah dari orang-orang yang telah mati misalnya baik dia nabi diawali mereka tidak memiliki Meskipun kulit ari kulit yang menempel di buah atau di bijinya kurma orang-orang yang kalian minta-minta is selain Allah mereka tidak memiliki Meskipun kulit jika kalian berdoa kepada mereka yang telah meninggal dunia mereka tidak akan mungkin bisa mendengarkan doa kalian walaupun seandainya Mereka mendengarkan doa kalian mereka tidak akan mungkin bisa mengabulkan doa kami maka berdoa hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan Allah berfirman dan Allah mengatakan Jangan engkau berdoa kepada selain Allah yang tidak bisa mendatangkan manfaat maupun mudharat bagimu dan tetap janjikan engkau tetap berbuat demikian maka engkau termasuk orang zalim yaitu orang musyrikin yang menyekutukan Allah dengan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala apalagi Rasul bersabda Aduh ahwal ibadah doa adalah ibadah dan setiap hari kita berkah ya Membaca ayat Allah Iya karena Said maka berdoa hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah juga berfirman berdoalah kepadaku aku akan kabulkan Maka jangan berdoa kepada selain Allah baik itu nabi ataupun Wali Doa hanya kepada Allah ia karena kalian dengan penuh kerendahan diri sesungguhnya dia tidak suka dengan yang melampaui batas dan jangan merusak di atas muka bumi setelah diperbaikinya kepada Allah dengan penuh rasa cemas dan rasa berharap Inna rahmatan Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan surat al-a’raf ayat 55 sampai 56 ini sekali lagi menunjukkan Allah Maha dekat dengan hamba-hambanya Namun bukan berarti dekat itu nempel bersatu dengan hamba-hambanya tidak seperti yang akan disampaikan pada penjelasan selanjutnya ini dulu pernah pergi bersama Rasul SAW ketika kami ada di atas Lembah Kami mengucapkan tahlil Kami mengucapkan takbir sehingga suara kami terdengar dengan kerasnya bakalan Nabi SAW maka nabi pun menegur mereka yang keras-kerasan dalam berzikir Seraya bersabda ya ayyuhannas wahai manusia kasihanilah diri kalian fainnakumnya kalian tidak berdoa kepada Dzat Yang Tuli ataupun yang yang tidak ada kalian tidak berdoa kepada yang tidak ada Sesungguhnya Allah bersama kalian lagi Maha maha dekat Maha Tinggi nama Allah dan maha Mulia sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala hadis riwayat Bukhari dan Muslim ya ini sekali lagi teguran dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam larangan daerah Islam agar kaum muslimin tidak keras-kerasan dalam berdzikir karena Allah itu bukan zat yang boleh bukan zat yang tidak ada Dia Maha dekat dan Dia Maha ha mendengar kemudian kata Imam al muzani as-syafi rahimahullah artinya wallahu Azza Wa Jalla lahul Izzatul Kamil Allah memiliki keperkasaan yang sangat sempurna dan diulangi lagi pada kesempatan ini untuk menguatkan menegaskan namun wallahualam ini sebetulnya ada faedah yang lain ketika disebutkan dalam pembahasan tadi qoribun Bil ijabati diatas arus ini menunjukkan sebetulnya tidak ada pertentangan antara dua hal antara Allah dekat dengan Allah ini sekali lagi pembahasan ini oleh Imam al-muzani untuk membantah sekelompok orang yang mereka tidak mau menegakkan ketinggian Allah di atas Aras dengan dalil ada ayat-ayat yang berkaitan dengan kedekatan Allah dengan hamba-hambanya kok dikatakan Allah tinggi di atas air sedangkan Allah itu dekat maka disampaikan oleh Imam al-muzani kedekatan Allah dengan hambanya tidak menafikan ketinggian Allah di atas Arsy ketinggian Allah di atas Aras tidak bertentangan dengan kedekatan Allah dengan hamba-hambanya Allah dekat ya dengan hambanya Allah maha melihat hamba-hambanya Allah mendengar semua ucapan hamba-hambanya doa hambanya namun dia di atas tidak ada pertentangan dalam ya hal ini makanya Imam al-muzani menggabungkan dua ini dalam pembahasan yang satu ini meskipun pembahasan sudah kita pelajari di awal cuma dimasukkan lagi ke dalam bahasa ini tak untuk menjelaskan tidak adanya pertentangan kontradiksi antara Allah tinggi di atas Aras dengan Allah dekat dengan mba-hambanya akidah ahlussunnah yang satu ini disebutnya sangat terang benderang dalilnya ada 7 ayat dalam Alquran yang Allah berfirman ar-rahman Al Aziz tawa diandai dalam surat Thaha ayat ke-5 dalam surat al-hadid ayat yang ke-4 ini semuanya wajib untuk betul-betul menjadikan seorang muslim mantap dalam keyakinan yang satunya Allah tinggi diatas arus dan arusnya Allah ada di atas langit yang ke-7 harus adalah makhluk yang Allah ciptakan pertama kali makhluk yang paling besar dan makhluk yang paling tinggi ya al-a’raf adalah makhluk yang paling tinggi yang paling besar yang pertama kali Allah Allah ciptakan dan Allah tinggi di atas Al Arsy yang sudah kita sampaikan tadi ar-rahman ulama tabiin mentafsirkan istawa artinya kelompok al-jami’ naudzubillahimindzalik kemudian kata Imam al-muzani as-syafi’i rahimahullah terpisah dari makhlukNya Bain ini juga sebagai bentuk penekanan lagi tidak ada pertentangan antara Allah itu tinggi di atas Aras dengan dia dekat dengan hambanya namun dia terpisah dengan hambanya bukan artinya terpisahin artinya munfasil terpisah dari makhlukNya nggak Manunggaling -walinya atau hamba-hambanya sebagaimana akidah kufur kelompok diucapkan oleh banyak ulama Salaf dan itu ucapan yang yang benar tidak ada masalah dalamnya Subhanallah terpisah dari hambanya tidak bersatu tidak nempel sebagaimana MA ialah kebersamaan Allah dengan hambanya bersama kalian di mana saja kalian berada bersama buka hati nempel kata para ulama dalam segi bahasa misalnya orang Arab mengatakan sirtual Komar Aku berjalan bersama rembulan rembulan ada di atas kalau kita jalan malam hari bulan selalu mengiringi kita kan tadi aku berjalan bersama rembulan bukan berarti rembulan ada di samping kita bisa kita tidak dia di atas namun apa ketika kita berjalan dia selalu bersama kita arti bersama bukan berarti nempel-nempel sama dengan kata-kata Qorib tadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala terpisah dari makhlukNya tidak maknanya juga tidak ada sesuatu dari zatnya yang merupakan makhluk tidak ada sesuatupun dari makhluk yang menempel dalam zatnya walau dan tidak ada makhluk yang istilahnya Allah bersemayam di dalam mereka nauzubillahimindzalik ini sekali lagi akidah kufur Allah ada di atas arusnya terpisah dari makhlukNya Dan ini juga bantahan bagi sebagian kelompok yang suka mentakwil mentahrif ayat-ayat sifat diantaranya masalah istiwa di atas ars kata mereka kalau Allah istiwa di atas Aras Allah butuh kepada Arsy maka ini kelas iman yang tidak lazim tidak ada kata-kata ketika Allah sebagai Allah butuh dengan harus tidak ada karena apa Tidak semua yang di atas butuh kepada yang bawah buktinya kata para ulama langit di atas bumi namun langit tidak butuh dengan bumi Allah menciptakan langit tanpa tiang-tiang yang menyanggah nggak butuh dengan Bu ini antara makhluk yang di atas gak butuh dengan yang dibawa apalagi makhluk yang butuh kepada Allah Allah nggak butuh kepada makhluk dan nggak butuh kepada sesuatu apapun Maka sekali lagi ini sesaatnya takwil yang tidak mau menetapkan sifat istiwak Allah di atas atau mengatakan kalau Allah ini di atas Aros maka Allah ini lebih besar daripada Allahu Akbar Allah Maha Besar mereka yang sesat Dan intinya ahlussunnah menetapkan sifat istiwa bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang sesuai dengan kebesarannya tidak ya serupa dengan makhluk ini [Tepuk tangan] para ulama ketika menyebutkan kata-kata Allah itu terpisah dari makhlukNya Mereka ingin membantah kelompok Al jamiyah yang sudah kita sampaikan kelompok jamiyah ini kelompok yang mengingkari nama dan sifat Allah mereka mengatakan Allah tidak punya nama tidak punya sifat dan mereka mengatakan Allah bersatu Allah dimana-mana Allah bersatu dengan hamba-hambanya Allah dimana-mana maka para ulama pun menegaskan ya Bahwasanya Allah terpisah dari makhlukNya [Musik] ini ada kisah dibawakan oleh Imam az-zahabi rahimahullah tentang salah satu Al Hakim atau Hakim di pengadilan syariat yang bernama Hisyam bin Ubaidillah ar-razi bahwasanya Beliau pernah menghukum salah satu pengikut kelompok jamiah dan memenjarakannya kemudian sang Hakim itu diberitahukan Si Fulan dari Jamia tadi telah bertobat dari tidak langsung membebaskannya namun mengujinya terlebih dahulu Apakah engkau bersaksi Bahwasanya Allah di atas arasnya terpisah dari makhlukNya orang yang dipenjara tadi salah satu pengikut kelompok jamiyah mengatakan Lah Andri Aku tidak tahu maba kembalikan dia ke penjara karena dia belum bertobat ini pentingnya pembahasan yang satu ini Ucapan salam yang membedakannya dengan kelompok jamiah ketika dites Apakah Allah di atas arasnya terpisah dari makhlukNya dia mengatakanlah maka ini salah satu akidah mereka yang tetap bersikeras mengatakan Allah dimana-mana Allah bersatu dengan hamba-hambanya maka dahulu ulama Salaf sangat keras tegas kepada mereka bukan hanya dihukum penjara bahkan ada tokoh mereka yang dihukum mati seperti dalam kisah salah seorang Gubernur di zaman kekhalifahan nisab bin Abdul Malik dan dengan perintah khalifah Khalid Bin Abdul qosri pernah berkhotbah ya Idul Adha Seraya berkata ayyuhannas wahai manusia sembelihlah sembelihan kalian Semoga Allah menerima sesembahan kalian wa Ana muda namun aku sekarang akan menyembelih ja’ad bin dirham artinya allah tidak menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya dan dia mengatakan Nabi Musa tidak diajak bicara oleh Allah subhanahu wa ta’ala atau Allah nggak berbicara dengan Nabi Musa maka beliau pun turun dari mimbar langsung disembelih langsung disembelih ini sekali lagi ya tegasnya ulama salah lebih baik orang-orang itu dihukum mati daripada menyesatkan akidah ini kelompok al-jamiah yang tokoh-tokohnya dari Jambi banyak kekafiran kelompok al-jami’ah yang mungkin sudah pernah kita sampaikan pada kesempatan-kesempatan yang lalu diantaranya mereka mengatakan Al Iman hanya mengenal Allah Allah nggak punya nama nggak punya sifat mereka mengatakan surga neraka tidak kekal mereka mengingkari adab-adab kubur dan seterusnya mereka itulah kata para ulama ada 500 ulama Salaf yang mengkafirkan kelompok al-jamiah diantaranya Imam Al Bukhari juga hal ini oleh Imam Al laligai dalam kitab dasar muslim yang terakhir tadi maujudun walaisa bima’du Min walabim Allah itu ada bukan tidak ada eh bukan sesuatu yang hilang Jadi ucapan Imam muzam di sini untuk membantah kelompok jamiah bukan istilahnya ujub-ujug Beliau mengatakan dia mewujud karena ini masalah ya sudah di atas fitrah manusia Allah itu ada cuma ini ungkapan untuk membantah kelompok al-jami’ Allah itu maujud Allah itu ada ini untuk membantah kelompok al-jami’ Kenapa demikian karena kelompok Jamia berkata wala an Yamin kata kelompok al-jami’ Allah tidak diatas tidak dibawa tidak di kanan tidak dikiri ya artinya apa Allah enggak ada nauzubillah Min dzalik karena kata ulama sesuatu yang ada zatnya pasti dia ada di suatu arah tertentu diliputi oleh Al Arsy Allah di atas Arash dan Allah tidak butuh kepada Al ars sebagaimana kata Imam atau keponakan dari Imam Al muzani dan sekaligus muridnya Imam al-muzani Beliau mengatakan Allah Musta’in Allah di atas Aras namun Allah tidak butuh kepada Aras dan tidak butuh kepada selain al-a’raf Allahu Al hayyul Qayyum Allahu as Samad lama mengatakan Allah tidak di atas tidak dibawa tidak dikali dari kiri artinya allah enggak ada ya ini sama dengan bahan-bahan ulama kepada kelompok Al mu’tazilah kalau kelompok Jamia mereka mengingkari nama dan sifat Allah Allah nggak punya nama nggak punya sifat mengatakan Allah Punya nama-nama nggak Punya sifat ini ada kisah juga dari para ulama kelompok jamiyah itu perumpamaannya seperti orang yang dia mengatakan saya punya pohon kurma atau kalau di tempat kita pohon Manggala atau pohon kelapa namun ketika ditanya Apakah pohonmu itu ada buahnya dia mengatakan tidak ada Apakah pohonmu itu ada rantingnya batangnya dia mengatakan tidak ada apakah pohon itu memiliki akar dia mengatakan tidak ada Apakah punya ada atau tidak Ini sama saja bohong Nggak ada pohon di rumahnya sama dengan kelompok muktazilah yang mereka mengingkari sifat-sifat Allah kata mereka Allah nggak punya sifat sama sekali maka ini sama saja mengatakan Allah nggak ada karena kata ulama sesuatu yang mau pasti punya sifat minimal sifat wujud ya lebih dari itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala sifatnya tidak ada yang tahu kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka Atau kelaziman ucapan mereka yang mengingkari nama dan sifat Allah Sama saja mengatakan Allah tidak ada demikian pula Ketika mereka mengatakan Allah nggak punya sifat ini sama saja mengatakan Allah tidak tidak ada makanya imam muslim mengatakan Allah maujud karena apa Allah punya nama punya sifat bukan yang yang tidak ada kalau Makdum sesuatu yang gak ada di area tadi nggak punya nama nggak punya Apa sifat subhanallah subhanallah mereka mensifati Allah dengan apa ketidakadianta’ala dari apa yang mereka katakan dan maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan muslimin Ikhwan ya sedikit mengulang kaidah-kaidah tentang nama-nama dan sifat Allah subhanahu wa ta’ala yang pertama bahwasanya nama dan sifat Allah itu tauhifiyah kita tidak bisa mengatakan ini Nama Allah itu nama Allah ini sifat Allah itu sifat Allah kecuali dengan Dalil dari AlQuran dan Sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana kata Imam Ahmad rahimahullah illa Bima wa sofa tidak boleh Allah disifati kecuali dengan apa yang Allah sifatkan dirinya dengannya atau yang di sifatkan oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sunnahnya kita tidak boleh melampaui Alquran dan Sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian kaidah yang kedua yang wajib kita yakini nama dan sifat Allah tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak boleh dibatasi dengan 20 atau sifat yang tujuh sifat Allah Sekali lagi Tidak ada yang tahu berapanya kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dalam Doa beliau Allahumma ini bapak ibu dengan semua nama yang kau miliki sampai tabinasa yang engkau namakan dirimu dengan engkau turunkan dalam kitab atau yang engkau ajarkan kepada salah seorang dari hamba atau yang engkau simpan dalam ilmu kalau sudah Allah cinta nggak ada yang tahu kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka tidak boleh kita membatasi sifat Allah hanya 20/7 yang 100 itu hanya yang Allah sediakan bagi orang yang mau ashaha yang mau membacanya memahami isinya yang mau mengamalkan konsekuensinya itu bukan keseluruhan dari nama-nama Allah ya Sabda Rasul Innalillahi 99 nama 100 Kurang satu barangsiapa yang asoh jadi jangan menyempitkan nama Allah hanya 99 atau 100 atau 1000 nama Allah tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian yang ketiga bahwasanya dalam menetapkan nama dan sifat Allah jauhi atamsil jangan menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk jangan bagaimanakan sifat Allah jangan menyelewengkan makna sifat Allah seperti misalnya menyelewengkan sifat tangan dengan sifat udro kata mereka Allah nggak punya tangan maksud Mba Lia daun mempesuto Tan adalah kedua nikmat Allah kedua kekuasaan Allah ini adalah kelakuan orang-orang Yahudi naudzubillahimindzalik mereka itulah imam asy-shobuni as-syafi’i di awal kitab aqidah salah wa Ashabul hadits Beliau mengatakan diantara metode ahli Sunnah menetapkan semua sifat Allah tanpa menyerupakan tanpa mentahrif seperti kata beliau sebagaimana kelompok Jamia muktazilah mentahrif sifat kedua tangan Allah dengan kedua nikmat kedua kekuasaan Allah ini tahrif Allah kemudian dalam masalah tauhid asma wa sifat kita harus memahami dhohir sesuai dengan dhohirnya ayat kata para ulama Salaf Amir ruhagamaja pahami tetapkan ayat sifat hari-hari sifat sesuai dengan apa adanya jangan ditakwilkan contoh dalam hadis rasul mengatakan yang Allah turun ke langit dunia sepertiga Malam Terakhir tetapkan Allah turun ke langit dunia ya Sesuai dengan kebesarannya nggak sama dengan turunnya makhluk Selesai masalah Jangan ditakwil oh artinya Turun Ini adalah tahrif Ala ya kata para ulama orang Yahudi ketika Allah perintahkan mengatakan hetah mereka mengatakan hentah ditambahin sama dengan kelompok yang mengatakan istawa artinya istawula ditambah ilang naudzubillahimindzalik tetapkan apa adanya sebagainya para ulama asallah mereka tidak menyerupakan mereka tidak membawa Bagaimanakah dan mereka tidak menyelewengkan makna dari makna yang sebenarnya wallahu ta’ala alam ini yang mungkin bisa kita sampaikan penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan penjelasan mengimani sifat-sifat Allah namun bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung Dilan telepon 021 8236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di charge WhatsApp di nomor 081 9896543 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat dari Pak efizal Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Apakah benar ada hadis tentang Allah membuka hijab tabirnya ketika seorang hamba salat dengan khusyuk dan akan menutup tabir hijabnya ketika hamba tersebut lalai tidak khusyuk dalam salatnya mohon nasehatnya Ustadz jazakallah Saya tidak tahu hadits Allah membuka hijabnya ketika orang itu sholatnya kalau dari hadis yang Shahih yang saya tahu kalau Allah membukakan hijabnya semua makhluk akan terbakar dengan cahaya wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sekali lagi ada hadis yang berbunyi hijabu Annur hijabnya Allah itu cahaya Rasul mengatakan hijabnya Allah itu cahaya seandainya Allah singkatkan maka cahaya wajahnya akan membakar semua makhluk yang dilihat itu yang kita bisa jawab jazakallah masih kami buka kesempatan bagi anda yang ingin bertanya secara langsung dalam telepon 021 8236543 ya silahkan bagi Anda yang ingin bertanya di lantai Van 021 8236543 halo Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan Ibu siapa di mana dengan Ibu Siti ada di Tasikmalaya mohon maaf Ibu sebelum dilanjutkan dikecilkan terlebih dahulu volume televisinya [Tepuk tangan] barang gitu pak ustad maksudnya kalau misalkan kita jual konten kalau misalkan 100 ribu ya pak ustad terus kalau dikreditkan kan 100 lebih gitu ya bagaimana kita bisa lihat ya mohon maaf Ibu untuk pembahasan fikih muamalah Ibu bisa bertanya di kesempatan hari Kamis bersama Ustadz Doktor Erwandi Tarmizi mohon maaf kita masih beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat di kesempatan ini dari hamba Allah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustad Apakah sama zat Allah dengan disemnya Allah mohon penjelasannya jazakallahu Khairan silahkan Ustadz yang pertama para ulama yang dipakai oleh mereka hanya istilah dzatullah sebagaimana Rasul saw mengatakan tadi tidak bisa tetapkan secara mutlak ditafsir Apa yang dimaksud dengan Al juice kalau yang dimaksud Bahwasanya Allah memiliki wajah sesuai dengan kebesarannya Allah memiliki tangan sebagai kebesarannya maka wajib ditetapkan lafal-lafal al-qur’an tanpa memakai kata sistem tersebut yang sekali lagi harus ditafsir kata para ulama demikian Global yang mengandung hak dan batil terutama dengan berkaitan dengan pembahasan kita sekali lagi cukup kita mengatakan sebagaimana kata Rasul dapat karena banyak orang yang gagal paham ketika kita mengatakan Allah punya tangan dikatakan berarti kita menetapkan Siapa bilang ya kalau bahwasanya kalau kita mengatakan Allah punya sifat wajib berarti kita mudah apakah yang lebih tahu daripada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maka sekali lagi harus betul-betul hati-hati cukup pakai istilah-istilah para ulama assalaf jangan ngarang-ngarang istilah-istilah yang baru nanti akan menyesat atau sesak dan menyesatkan disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya masih pertanyaan melalui pesan singkat kembali Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustad Apakah ada doa khusus apabila kita melewati atau melintasi tempat ibadah non muslim serta kita melihat patung pohon berhala yang mereka sembah mohon nasehatnya kalau ditanya doa khusus Saya tidak tahu jazakallah kita masih bacakan pertanyaan melalui pesan singkat di kesempatan ini Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz dari bapak Muhammad Hafiz Ihsan Ustadz dalam berdoa Kita Memulai Dengan memuji Allah dan bershalawat yang menjadi pertanyaannya Apakah boleh memuji Allah dengan tasbih Tahmid dan tahlil dan takdir mohon penjelasannya secara ringkas Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengajarkan kita bagaimana berdoa kepadanya yaitu diantaranya dengan memulai berdoa dengan puji-pujian seperti yang Allah ajarkan dalam surat al-fatihah kata ulama surah al-fatihah itu banyak adab-adab berdoa diantaranya sebelum kita meminta kepada Allah mendahuluinya dengan yang pertama kalau kita mulai dengan alhamdulillahirobbilalamin Tahmid ada pujian ya berupa apa mengucapkan Alhamdulillah yang kita lakukan nggak ada masalah kita apa mengucapkan tasbih Tahmid ya puji-pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebelum kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya pertanyaan berikutnya dari Bapak Fatin Nugraha Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustad Ustadz Bagaimana halnya menjelaskan kepada anak kecil tentang tempat dan bentuk Allah yang mereka mudah mengerti mohon penjelasannya jazakallahu Khairan berbicara kepada manusia sesuai dengan kemampuan otak ataupun akal mereka ya mungkin masih anak-anak kecil sampaikan saja kalau anda kalau nak mau kalau anak mau minta kepada Kalau anda mau minta Mintalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana lalu katakan bahwasanya Allah ada di atas langit sudah cukup itu saja nggak usah pakai yang ya mereka menjadi bingung atau mereka Justru malah naudzubillahimindzalik melecehkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya cukup ya sampaikan Allah ada di atas langit kalau mau meminta apapun minta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau misalnya Anak itu sakit suruh dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu yang Allah ta’ala disampaikan dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai iktitan silahkan Ustadz sekedar mengingatkan kembali bahwasanya pembahasan tentang tauhid asma wa sifat pembahasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah ini merupakan ilmu yang paling mulia di atas muka bumi seorang muslim muslimah wajib belajar tentang tauhid asma wa sifat karena ini berkaitan dengan Allah yang dia ibadahi setiap saatnya oleh karena itulah imam Ibnu Abil is Al Hanafi rahimallah dalam secara akhirat thahawiyah Beliau berkata bainahu Lana Ima walahayata walaatum sesungguhnya tidak ada kenikmatan tidak ada kehidupan tidak ada ketenangan dalam hati kecuali dengan hati itu mengenal rohnya mengenal yang dia sembah lewat nama-nama dan sifat-sifatnya dan kalau kita ingat ayat termulia dalam Alquran ayat kursi Kenapa kok dikatakan ayat kursi ayat dan mulia karena Ayat Kursi isinya dari awal sampai akhir banyak berkaitan dengan nama-nama dan sifat Allah berkaitan dengan Dzat yang paling mulia zat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tergantung kepada ilmu tersebut maka kalau kita semangat belajar tentang salat masalah zakat masalah muamalah maka harus lebih semangat lagi belajar tentang atau haid tentang akidah tentunya yang berdasarkan al-quran dan Sunnah Dengan pemahaman para Salafus Sholeh Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghidupkan dan mewafatkan kita di atas aqidah salam dan salam dan semoga Allah mengumpulkan kita dengan mereka di surga kelak kurang lebihnya mohon maaf bahwa jazakumullah Khairan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustadz Abdul Hanan Thoyib LC afizahullah yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian nikmat Islam program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kita takliko ala syarhi sunnah Lil imami almuzani rahimahullahu ta’ala dalam pembahasan mengimani sifat-sifat Allah semoga apa yang telah kita simak dan dengarkan bersama dapat memberikan pemahaman yang mendalam dan semoga tentunya semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala ke-8 Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah kebersamaan anda semua wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta selamat beraktifitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | AQIDAH IMAM SALAF
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply