Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. | Ta’zhimus Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman Walah asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu am ba’du ikhwat Islam wzakumullah para pemira dan pendengar ra di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan ke layar kaca Anda kajian yang kami pancaruaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cileengsi atau Komplek Radio Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim innalhamdalillah nahmaduhu waastaininuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina sayiati Amalina Man yahdihillahu Fala mudillalah waman yudlil Fala hadialah wa asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu waasuluh ya ayyuhalladina amanutaqulah haqqa tuqatihi [Musik] wantumlim wq minjaha wabata minhuma rijalan katir waisaa wattaqulahalladzi tasaalun bihi Wal Arham Innallaha KAA alaikum raqiba ya ayyuhalladina amanutaqulah wau quulan sadida ahuqan had kitabahan had had Muhammadin Sallahu Alaihi waa alihi Wasallam Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Sabtu malam Ahad 29 Rabiul Aal 14445 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk kembali duduk bersama di Masjid Jami Al Barkah Cilengsi dalam sebuah kajian rutin setiap Sabtu malam Ahad pekan kedua membahas tema atau buku takzimus sunah wa maqifus Salaf mimman a istahzaa Bisin Min pengagungan terhadap sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan sikap para ulama Salafus Saleh terhadap orang yang menentang dan mengolok-ngolok sesuatu darinya yang ditulis oleh fadilat Syekh dr Abdul Qayyum as-uhaibani hafidahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang Ulia kita berda allahumma inna naluka Ilman naqib wa mqala Allah amin allahanaimamana waimna widna Ilma ahibbati fillahanillahakum jamaah Masjid Jami albkah cengsi dan juga para pemirsa R TV Para pendengar Radi dan seluruh kaum muslimin di mana pun berada yang mengikuti kajian ini pada pertemuan kali ini kita membahas pasal yang baru disebutkan oleh penulis yaitu faslun Fi Takim sunah pasal tentang pengagungan terhadap asunah dan pada pertemuan sebelum sebnya kita sudah menjelaskan makna dari asunah makna dari asunah adalah Seluruh ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi wa ali wasallam baik itu yang disebutkan di dalam al-quranul Karim atau diucapkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis-hadisnya yang sahih baik itu berkaitan dengan akidah atau ibadah atau muamalah atau adab dan akhlak baik itu hukumnya wajib ditinjau dari ilmu fikih atau hukumnya sunah maka yang dimaksud asunah pengagungan terhadap sunah n berarti pengagungan terhadap ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan baik itu dari perkataan para sahabat nabi radhiallahu anhum karena di antara para sahabat nabi radhiallahu anhum dalam perkataan-perkataan mereka nanti kita dapati minasunnati k termasuk sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa ali wasallam adalah lah Demikian Ya ini termasuk dari hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam seperti misalkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiallahu Anhu beliau bercerita minasunnati taajul alikra Alib aqaha saban waqam termasuk sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wasallam Jika seorang lelaki Menik yang e Jika seorang lelaki menikah dengan seorang perempuan yang perawan dan dia mempoligami istrinya Dia punya istri kemudian dia menikah dengan seorang perempuan yang perawan sebagai istri kedua maka termasuk AJ jaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah sang suami tersebut menginap 7 hari pertama di istri yang kedua yang perawan tadi selama sepekan kemudian setelah itu baru berbagi hari Nah ini termasuk daripada kata-kata para sahabat nabi radhiallahu anhum ini juga termasuk daripada sunah rasul Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam dan banyak perkataan-perkataan para sahabat akan hal itu yang jelas pada malam ini kita membaca pasal Fi tazimis sunah pasal tentang pengagungan sunah yang dilakukan oleh penulis adalah membawakan dalil-dalil dari al-qur’an dan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tentang pengagungan terhadap sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka kita pada malam ini akan membaca ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang dibawakan oleh penulis di dalam pasal ini sebagai dalil bahwa wajib untuk mengagungkan sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam penulis hafidahullahu taala fadilat Syekh dr Abdul Qayyum assuhaibani hafidahullah berkata qallahu Jalla waala Wana liukminin wa mminatin qallahu wa rasuluhu amranakuna lahumulu Min amrihim yang artinya allah subhanahu wa taala berfirman Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman tidak pula patut bagi perempuan yang beriman apabila Allah dan rasulnya telah ah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasulnya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata surat al-ahzab ayat 38 36 ini dalil pertama yang dibawakan oleh penulis tentang wajibnya mengagungkan sunah tib kita sudah tahu dalilnya mana inti pendalilannya dari dalil tersebut inti pendalilannya dari dalil tersebut adalah bahwa Allah subhanahu wa taala menyatakan pada ayat ini lelaki beriman perempuan beriman tidak patut tidak boleh tidak seyogianya memiliki alkiarah pilihan lain selain yang sudah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya apabila Sudah ada sunahnya Sudah ada ajarannya dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Maka jangan memilih pilihan lain jangan memilih pilihan lain itu inti pendalilannya yaitu Wana liukminin wala mminatin qadallah wa rasuluhuakun Amran an yakuna lahumul khiarah kata-kata ini an yakuna lahumul KH itu inti pendalnya mereka memilihi pilihan lain selain yang sudah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya tidak patut tidak boleh tidak seyogyanya orang beriman berlaku seperti itu tib wajhul istidlalnya bagaimana Sisi pendalilannya Bagaimana terhadap ayat ini Sisi pendalilannya adalah bahwa seorang yang beriman dan tanda keimanan adalah wajib mengagungkan sunah karena ayat ini memberikan pelajaran kepada kita apa saja yang sudah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi wa ali wasallam maka tidak boleh kita memilih pilihan lain itu Sisi pendalilannya kemudian juga siapa yang tidak menetapi yang sudah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya maka dia dinyatakan bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala dan siapa yang bermaksiat kepada Allah maka dia telah sesat menyimpang dengan penyimpangan yang jelas nyata terang itu Sisi pendalilan wajibnya berpegang teguh kepada sunah Sisi yang pertama seorang beriman laki-laki dan perempuan tidak berhak memiliki pilihan lain Jika Allah telah menetapkan jika Rasulullah Sallallahu alaih wasallam telah menetapkan sebuah ketetapan sebuah hukum sebuah akidah sebuah ibadah sebuah muamalah sebuah adab dan akhlak maka tidak pantas untuk memiliki pilihan lain sisi pendalilan yang kedua Siapa yang bermaksiat yaitu tidak taat terhadap keputusan dan ketentuan Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam maka dia dinyatakan bermaksiat dan yang bermaksiat Dia adalah seorang yang menyimpang dengan penyimpangan yang jelas terang nyata ya kita beri contoh agar lebih jelas contoh misalkan termasuk sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam perkara akidah bahwa Allah subhanahu wa taala beristiwa di atas Arsy ini sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Allah berfirman Arrahman Alal arsawa maka tugas kita menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa taala tentang dirinya maka kita menetapkan Allah beristiwa di atas Arsy tidak boleh bagi kita memiliki pilihan tidak boleh bagi kita memiliki pilihan lain Siapa yang memiliki pilihan lain tidak di atas sunah Nabi dalam akidah ini berarti dia telah bermaksiat dan menyimpang di dalam penyimpangan yang jelas dan terang contoh misalkan lagi dalam ibadah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam adalah ibadah wajib mencontoh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam salat misalkan Shu Kama roitumuni usolli di dalam puasa misalkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Kam min saimin laaisa lahu Min siami illal Ju walas karena puasanya tidak sesuai dengan petunjuk Rasul salatnya tidak sesuai dengan petunjuk Rasul maka akhirnya puasa dan salatnya tidak ada nilainya Nah kita wajib menetapi sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam puasa dalam salat dan dalam ibadah apapun dan kita wajib menetapi apa yang ditetapkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya Siapa yang beramal yang tidak ada Sun sunahnya dalam ibadah maka tidak diterima ditolak oleh Allah subhanahu wa taala Man Amila amalan laaisa Alaihi amruna fahua rad Barang siapa yang beramal yang tidak ada contohnya dari kami maka amalannya tertolak contoh dalam perihal muamalah misalkan di dalam hubungan antar sesama manusia dalam hutangputang perihal muamalah maka sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam riba diharamkan bahkan pengharaman riba itu 100 hari kira-kira sebelum Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wafat yaitu ketika beliau berkhotbah Pada Haji Wada ala Inna ribal jahiliti mauduun Tahta qadami S Ingatlah sesungguhnya riba yang dilakukan oleh kaum jahiliyah terletak di bawah kakiku ini Terinjak tidak dipakai lagi tidak boleh dipakai dalam agama Islam maka kita harus terima harus tetapkan sunah tersebut ajaran tersebut bahwa dalam hutangputang yang ada hanya aqdu Ihsan Min muslimin Ila akhar akad kebaikan dari seorang muslim kepada yang lainnya tidak boleh mengambil laba untung di dalam hutang-putang ini adalah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka siapa yang berlaku riba berarti dia sudah bermaksiat dan dia menyimpang dengan penyimpangan yang nyata terang contoh yang lain lagi misalkan di dalam perihal muamalah di antaranya adalah sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu seseorang diharamkan untuk mengghibah orang lain maka ini sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam harus ditetapi tidak boleh dimaksiati menyebutkan keadaan saudara Muslim Tidak di depannya di belakangnya dalam keadaan memburukkannya maka ini berarti tidak menetapi sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam perihal muamalah dalam perial adab dan akhlak begitu juga dan seterusnya Nah inilah para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dalil yang pertama yang menunjukkan wajibnya mengagungkan sunah Kenapa dikatakan wajib karena yang tidak mengagungkan dinyatakan berm maksiat dan sesat tidaklah Allah menyatakan itu maksiat kemudian diancam dengan kesesatan kecuali perintah mengagungkan sunah adalah wajib Kenapa dinyatakan wajib karena tidak layak seorang muslim laki-laki dan perempuan untuk memiliki pilihan lain selain yang sudah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam begitu cara memahaminya tib saya bertekad kalau ada ayat di dalam buku ini maka kita ingin membaca perkataan para ulama rahimahumullahu taala tentang tafsirannya sehingga kita benar-benar memahaminya sesuai dengan yang diinginkan oleh para ulama rahimahumullahu taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an surah alahzab ayat 36 saya bacakan dari kitab tafsirul quranilim tentang ayat ini kata Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma ahli tafsir di generasi sahabat walika Anna rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam intalaqa liakba ala Fatati Zaid IBN harit fakala ala Zainab binti jahs alasadiahqaha faqat lastu binatiiq rasulullahahu Alaihi wasam Fiat ya rasulahiru Fi nafsiama humaahadan anzalallahuil Ayah Al rasulillah Shallallahu Alaihi Wa alihi wasallam wminin wa alayah Ya Rasulallah Q Naam qat Anan la aillaha Ai rasulullahi Sallahu Alaihi Wasallam qkahtuhu Nafsi para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ceritanya adalah ayat ini sebab turunnya yaitu berkaitan dengan muamalah lihat Subhanallah ya ayat ini berkaitan dengan muamalah bukan perkara akidah jadi sunah yang dimaksud bukan hanya akidah tetapi juga berkaitan dengan ibadah muamalah akhlak dan adab Jadi ceritanya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam memiliki orang yang sangat beliau cintai Zaid bin haritah Zaid bbin haritah bahkan ee disebut-sebut Zaid bin haritsah hibbu rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam hibbu rasulillah Sallallahu alam bahkan disebut-sebut Zaid bin Muhammad Ya saking dekatnya dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam nah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Ingin Melamar Zainab binti jahsy untuk Zaid bbin haritah jadi beliau datang sebagai orang dekatnya Zaid bin haritsah kepada Zainab binti jahsy untuk melamar Zainab binti jahsy untuk Zaid bin haritsah radhiallahu Anhu akan tetapi Zainab binti jahsy beliau menolak kata beliau lastu binakitihi Aku tidak ingin menikah dengannya entah entah apa sebabnya kemudian kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bal fangkiihi enggak nikah kamu dengan dia kemudian Zainab binti jas mengatakan Apakah aku melawan diriku sendiri wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Aku tidak suka kemudian turunlah ayat ini tidak pantas bagi laki-laki beriman atau perempuan beriman jika Allah dan rasulnya telah menetapkan sebuah ketetapan untuk memiliki pilihan lain Nah Lihat Lalu setelah turun ayat ini nah ini ini adalah akhlak para sahabat para Salafus Saleh yang wajib kita contoh dan dakwah kita dakwah Salaf beliau Setelah turun ayat ini kata Zainab binti jahs ahan Ya Rasulallah aku sudah Rida untuk dinikahkan kepadanya wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam aku sudah Rida untuk dinikahkan dengannya kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Iya kemudian yang menarik adalah lihat Zainab binti jahsy radhiallahu anha berkata kalau begitu aku tidak bermaksiat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam aku sudah Rida untuk engkau nikahkan ia denganku nah ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ini menunjukkan bahwasanya apabila sudah ada sunah rasul wajib diagungkan dan cara mengagungkannya adalah dengan mengerjakan apa yang sudah ditetap di dalam syariat Islam di dalam sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam itu adalah tafsiran dari Imam Ibnu Katsir rahimahullahu taala kalau kita buka dari tafsiran yang kekinian dan saya nasihatkan kepada para ikhwah apabila ada ingin belajar ilmu tafsir yang ringkas pendek kekinian maka bacalah kitab Taisir karimirahman Fi tafsir kalamil Manan yang disebut dengan tafsir as dan walhamdulillah tafsir tersebut sudah diterjemahkan di dalam bahasa Indonesia lihat Syekh Abdah binahimahahatakan ketika menafsiri ayat ini surat al-ahzab ayat 36 la yambaghi tidak cocok wala yaliq tidak layak mimmanittasofa Bil Iman dari orang yang bersifat dengan keimanan illa alisrau Fi mardhatillahi wa rasulih melainkan bersegera mendapatkan keridaan allah mencari keridan Allah dan rasulnya dan lari dari kemurkaan Allah dan rasulnya am dan mengerjakan perintah keduanya n menjauhi larangan-larangan [Musik] keduanya iialunahu am maka tidak layak bagi seorang laki-laki beriman perempuan beriman jika Allah dan rasulnya sudah menetapkan sebuah perkara dalam perkara Apun dan Allah wajibkan Allah lazimkan dan rasulnya lazimkan untuk memiliki pilihan maka Apa maksudnya memiliki pilihan nah ini penjelasan tambahan yaitu kerjakan enggak ya lakukan enggak ya enggak kalau sudah ada ketetapan yang ada adalah samna waana tidak ada perkataan kerjakan enggak ya tidak ada tidak ada tidak ada kata pilihan halalunahu a Apakah dia mengerjakan ketetapan tersebut atau tidak illah akan tetapi seorang lelaki beriman dan perempuan beriman harus meyakini sebesar-besar keyakinan bahwa Rasulullah lebih utama di dia ikuti dibandingkan dirinya sendiri maka Jangan jadikan sebagian hawa nafsunya penghalang untuk mengikuti Allah dan rasulnya Jangan jadikan hawa nafsunya penghalang antara dirinya dengan perintah Allah dan rasulnya nah ini penafsiran yang menarik kemudian Syekh abdurahmanasir mengatakanangapa maksiat kepada Allah dan rasulnya maka sungguh ia telah sesat dengan kesesatan yang bayinan kata beliau jelas limazza Kenapa liannahu tarakiratal mustaqim almusilata Ila karamatillah karena dia meninggalkan jalan yang lurus ketetapan apapun dari Allah dan rasulnya itu adalah jalan yang lurus yang menyampaikan kepada ke muliaan dari Allah subhanahu wa taala Il girihi kepada jalan yang lain almusilah lilabil alim yang mana jalan lain pasti ini para ikhwah hati-hati jalan lain meskipun kita lihat bagus meskipun kita lihat indah pasti menghantarkan kepada siksa yang pedihakar aalanjam perhati ini penting beliau menyebutkan Mengapa wajib mengikuti ajaran Rasul sunah rasul su was karena di ayat Allah menyebkan penyeb yangaj kan kita tidak boleh memilih pilihan lain selain yang sudah ditetapkan oleh Allah dan rasulnya yaitu adanya iman dalam diri kita kan ayatnya tadi berbunyi Bagaimana wa kaana Li mukminin wala mukminatin tidak pantas bagi laki-laki beriman dan perempuan beriman ini sebab yang mengkonsekuensikan tidak boleh kita menentang ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menentang sunah rasul karena beriman kemudian setelah itu beliau menyebutkan di dalam ayat Allah menyebutkan penyebab yang menahan kita untuk tidak bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala yaitu kita akan dinyatakan sebagai orang yang sesat yang diancam dengan siksa bisa dimaklumi ya sudah Tam pokoknya dalam kajian ini barusan kalau seandainya yang tertanam adalah Apun sunah rasul saya agungkan saya kerjakan baik itu sesuai dengan hawa nafsu atau tidak maka berarti saya sudah sukses menyampaikan satu ayat ini malam ini apapun sunah rasul saya agungkan saya ee saya kerjakan Apakah ditentang oleh oleh seluruh manusia atau di sukai oleh seluruh manusia Pokoknya saya kerjakan kalau sudah tertanam itu dalam kalbu maka ayat tadi berarti sudah selesai disampaikan sudah selesai kita pelajari sukses yang menyampaikan ya harus tertanam itu contoh misalkan Pak di zaman sekarang muamalah yaitu pernikahan resepsi pernikahan kadang sudah lama mengenal dakwah akan tetapi saat resepsi pernikahan bermudah-mudah melanggar sunah ikhtilat perempuan di ee bertabarruj Bagaimana mau bahagia untuk kehidupan setelah nya sedangkan di awal pernikahannya resepsi pernikahannya tidak sesuai dengan sunah rasul Sallallahu Alaihi wa ali wasallam danah ini sering kita singgung sudah lama ngaji dakwah sunah dakwah salah tapi ketika ada urusan resepsi pernikahan bermudah-mudah melanggar sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam nah tib para ikhwan yang dirahmati oleh Allah kemudian penulis mengatakan Man Yuti rasula faqad Ata allahah yang artinya Siapa saja yang mentaati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Sesungguhnya ia telah mentaati Allah Surah Annisa ayat 80 itu dalilnya inti pendalilannya apa inti pendalilannya adalah taat kepada Rasulullah berarti dia sudah mentaati Allah Sisi pendalilannya Bagaimana Sisi pendalilannya adalah ayat ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa mengagungkan sunah wajib Mengapa karena ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jika dikerjakan berarti sedang mentaati Allah subhanahu wa taala jadi di situ ada dalil ada inti pendalilan ada sisi pendalilan selalu seperti itu para Ikhwan ada dalil ada inti pendalilan ada sisi pendalilan bab kita baca di dalam tafsiran para ulama rahimahumullahu taala Allah subhanahu wa taala tadi berfirman waman yutiir rasula Barang siapa yang taat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka berarti dia taat kepada Allah subhanahu wa taala apa yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullahu taala pada ayat ini tib Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam kitab tafsir Quran Aim yukbiru taala an abdihi waasulihi Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam binahu Man aahu faqad a Allah waman asahu faqad asallah Waka illa linahu maantiquil Hawa inhua illa wahyun Yuha Allah di dalam ayat ini mengabarkan tentang hambanya dan rasulnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa Siapa yang taat mentaati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka sungguh ia telah mentaati Allah Siapa yang bermaksiat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah kenapa demikian Nah ini Lihat penjelasan para ulama itu terjadi karena Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak berbicara melalui hawa nafsu melainkan itu adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah subhanahu wa taala ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Coba kita lihat Imam e Syekh Abdurrahman Bin Nasir ass’di rahimahullahu taala Bagaimana beliau menafsiri ayat ini kata beliau Allah subhanahu wa taala berfirman qah a rasulah Sallallahu Alaihi Wasallam Fi awamiri wa nawahihi faqad at allahaha taala likuni la yamur wala yanha illa biamrillah wasarihi wa wahyihi waanzilih setiap yang mentaati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam perintah atau larangan berarti dia telah mentaati Allah subhanahu wa taala Kenapa demikian kata Syekh ass’di rahimahullah karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak memerintah tidak melarang kecuali dengan perintah Allah dengan syariat Allah dengan Wahyu dari Allah dengan syariat yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala waasul Shallahu Alaihi wasamallah mutlaqan lihat ini penting di dalam perihal ketaatan kepada rasul ini adalah menunjukkan Rasulullah itu Maksum dari kesalahan dalam penyampaian risalah beliau tidak pernah salah kenapa Karena Allah memerintahkan untuk taat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam secara mutlak tanpa ada batasan kalau kita taat kepada orang tua Ada batasannya apa batasannya selama orang tua memerintahkan kepada kebaikan Kalau maksiat tidak boleh taat ya kalau kita ee taat kepada pemimpin yang berwenang para penguasa Ada batasannya apa itu selama pemerintah memerintahkan kepada kebaikan kita taat tunduk batuh tapi kalau memerintahkan untuk bermaksiat tidak boleh kita taat guru mempunyai hak untuk ditaati oleh murid-muridnya tapi ada batasan Apa itu di dalam perihal yang Makruf dalam maksiat tidak boleh ditaati Sang Guru tapi khusus Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Apun maka wajib ditaati syariat beliau yang masuk ak tidak masuk akal yang sesuai dengan hawa nafsu tidak sesuai dengan hawa nafsu yang sesuai dengan adat kebiasaan tidak sesuai dengan adat kebiasaan maka wajib untuk ditaati secara mutlak yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam ini penting perkara ini ya Seandainya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak terjaga dari kesalahan di dalam apa yang beliau sampaikan dari syariat-syariat Allah maka Allah subhanahu wa taala tidak memerintahkan untuk kita taat secara mutlak kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam contoh ya taat secara mutlak ini dengan contoh kadang-kadang bisa dipahami lebih baik ketika Kalau tidak salah perang khaibar waktu itu para sahabat nabi radiallah mengatakan kami di dalam keadaan sangat lapar Hum ah Ya saya bacakan hadis riwayat bukhariat Maja kita dalam keadaan Maja majaah itu bukan hanya sekedar ju ju lapar maah sangat laparar pada peperanganbar Kemudian kami dapati ada keledai piaraan kami sembelih kemudian dimasak dan kuali sudah matang ya panci-panci yang terisi daging-daging keledai piaraan tadi sudah matang dalam keadaan mereka sangat lapar besok mereka mau berperang khaibar maka apa para Ikhwan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala nada Munadi rasulillah Sallallahu Alaihi wasam ada utusan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berseru akfiulduralil humurian yang artinya tuang balikkan panci-panci tersebut jangan dimakan daging-daging keledai araan sedikit pun Subhanallah lalu apa yang terjadi berkata Abdullah bin Abi Aufa faqulna innama nahan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam liannaha lam tukhammas lalu kami mengira Oh ini mungkin dilarang karena belum dibagikan kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam seperelimanya untuk Allah dan rasulnya lalu akhirnya para ulama mengatakan haramal battah artinya apa diharamkan mutlak bukan karena sebab apa-apa hanya karena taat kepada Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam nah ini Keh ketaatan mutlak kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini menunjukkan bahwa si pengagungan terhadap sunah hukumnya wa wajib nah begitulah kebiasaan para sahabat lapar besok perang sangat lapar sudah siap makanan kalau kita sekarang sayang nih mubadir Apa bedanya dengan e daging keledai yang bukan piaraan sama saja tapi enggak mereka mengatakan samna atana dan ini yang sangat terlihat dari kebiasaan Salafus Saleh yaitu Atah almutlaqah lirasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam ketaatan mutlak untuk Rasul Sallallahu Alaihi Wa wasallam bab kita salat isya dan saya sudah menjanangkan bahwa kalau kajian Sabtu malam Ahad setelah salat isya kita lanjutkan paling maksimal dengan pertanyaan sampai jam 00 Jadi mohon jemaah juga ikut berpartisipasi agar bisa mengikuti kajian sampai akhir wallahuam Shallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ikhwat Al Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya allahu akbar allahu akbar allahu akbar allahu akbar Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu Alla ilahaillallah

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *