Ustadz Mas’ud Mahmud, Lc. – Al-Khulashoh Al-Asasiyyah Fil Qawaidin Nahwiyyah (2)

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Radio Roja Bandung 104.3 FM radio Roja Bogor dan radio Roja Bandung menebar cahaya sunaham Para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun anda beradaah Kami akan hadirkan ke layar kaca and pendengar Radi R jazakumullahuir bagi anda para pemirsa Roja TV yang tel Danar lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian iniya secara langsung Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam Alhamdulillah Alhamdulillahi wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammad wa ala alihi waashabihi W ba PAM roj TV dan pendengar radio Rojo yang dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah di kesempatan malam ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah dalam pembahasan bimbingan bahasa Arab dari kitab alulasatul as id nahwiah bersama Al Ustaz Masud mahmudfahullahu taala dan Insyaallah kita akan lanjutkan pembahasan berkaitan dengan eh e anwa Maul bihani ya maful Biani di halaman 97 Anda bisa bisa membuka kitab dan pembahasan yang kita kaji dari kitab alkulasatul asasiyah dan kita berikan kesempatan untuk interaktif bagi pendengar dan pemira R TV di telepon 0218236543 langsung saja kita mulai pembahasan dan kajian di malam ini kepada ustazad Maskur Asalamualaikum warahmatullah para pemirsa raja TV di mana saja Antum berada ilmu yang tidak kalah pentingnya dalam Islam yaitu ilmu alat yang disebut dengan ilmu nahu kita sudah sampai pembahasanna wa akhwatuhana wa akhwatuha dan saudara-saudarana yang mana fiil ini termasuk minalalasu fiilfiil nasikah nasikah artinya membatalkan maksudnya adalah tansah hukmal mubtada wa hukmal khabar dia menasahkan membatalkan hukum mubtada dan hukum khabar hukum mubtada kita sudah pelajari yaitu hukumnya marfu tanda Rafa asli ada damah tentu ada tanda selain damah merupakan alam Fariah atau alamah naibah demikian juga khabar mubt hukmuhu Maru tanda Ranya juga tanda asli dan ada tanda-tanda Fariah atau naibah yang jelas kedua-dua hukumnya status hukumnya marfu ketika zna masuk maka dinasah dibatalkan atau dihapus oleh Donna hukum mubtada dan hukum khabar kedua-duanya menjadi mansu Maf Jadi maf’ul bagi Z mubtada menjadi maf’ul pertama kemudian khabar mubtada menjadi Maul kedua Al mubtada Wal khabar SH maf’ulaiha jadilah kedua maf’ul untuknya itu untuk zna dan s-sara zna yang masuk sebagai contoh sudah kita ungkapkan pada pertemuan lalu contoh ibrahimu thibun jadidun ibrahimu thibun jadidun Ibrahim itu mubtada alamatiah khabarul mubtada atau predikat hukumnya marfu kemudian jadidun hukumnya Man marfu juga kena sebagai naat Nah ketikana masuk zantu tentu zonna ini fi’il harus kita masukkan fa’il ya fa’il Jadi tidak hanya zna tapi beserta fa’il jadi contoh zantu ibrahima thiban jadidanantu ibrahima thiban jadidan Saya kira Ibrahim adalah siswa atau mahasiswa baru Nah Ibrahim jadi Maul pertama thiban menjadi maf’ul yang kedua nah kemudian perlu diketahui bahwa maf’ul kedua itu sama dengan khabar mubtada ya karena khabar mtada itu bermacam-macam bermacam-macam yaitu yang sudah kita bahas yaitu ada lima macam khabar mubtada secara terperinci bfsil ya atau tiga macam secara ijmal yaitu secara global Apa itu khabar mbtada Adakalanya Mufrad Adakalanya Mufrad yang makud yang mufr adalah bukan kalimat Bukan kalimat sempurna seperti contoh-contoh yang ada di dalam ini contoh pertama itu itu semuanya dalam bentuk Mufrad semuanya dalam bentuk Mufrad yang kedua adalah jumlah jumlah berarti dalam bentuk kalimat sempurna yang ketiga adalah syibhul Jumlah yaitu menyerupai jumlah jadi ada tiga macam khabar mubtada secara global Adapun secara rinci ada lima yaitu pertama Mufrad tadi sudah dijelaskan yaitu bukan kalimat atau bukan jumlah dan bukan Sul jumlah maka itu masuk ke dalam Mufrad ini adalah Isim mutsanna dan jamak dengan berbagai macam bentuk jamak Ini pertama yang kedua jumlah fi’liah jumlah fi’liah artinya kalau khabar itu dalam bentuk fi’il maka dikatakan dia jumlah kenapa jumlah karena kalau sudah fi’il pasti membutuhkan fa’il artinya setiap fi’il mesti ada fa’il mesti ada fa’il maka itu kalau ada fi’il dan fail berarti itu kalimat sempurna maka dikatakan jumlah fi’liah karena fi’il yang ketiga adalah jumlah alismiah jadi khabar untuk subjek dalam bentuk jumlah ismiah ketika kita mengatakan jumlah ismiah Berarti di situ ada mubtada ada khabar Nah berarti di sini ada dua mubtada mubtada pertama dia butuh khabar ternyata khabarnya dalam bentuk jumlah ismiah kalau sudah kita katakan jumlah ismiah Berarti ada mubtada ada khabar nah di situlah ada khabar mubtada kedua dan ada khabar nah jumlah penggabungan mubtada kedua serta khabarnya dia menjadi eh khabar untuk subjek atau mubtada yang pertama itu yang ketiga yang keempat jumlah itu jar majrur jar majrur yang kelima adalah zf Nah itulah secara rinci Apa bentuk khabar nah ketika masuk maka Maul keduanya sama seperti sama seperti mubtada ya sama seperti mubtada nanti kita Jelaskan lebih lanjut yaitu noktah yaitu Apa noktah selanjutnya ini kita bahas pada malam ini adalah eh anwaul Ma’ul Bih anani macam-macam Ma’ul Bih yang kedua tib sebagaimana biasa silakan Antum untuk bisa membaca ya di hal halaman 98 ya nan baik pendengar dan pemira TV kita berikan kesempatan tadi sudah disampaikan mukadimah dan penghantar di kajian kesempatan malam ini terkait dengan almaul atau jenis-jenis Ma’ul Bih anani di Line telon 0218236543 kita buka sesi qiraah terlebih dahulu sebelum penjelasan dan pembahasan materi lebih dalam kami berikan kesempatan dan mengundang interaktif pendengar dan pemirsa di La telepon 021 8 6543 ya Sekali lagi di 0218236543 dan kita terima untuk ikhwan dan akwat baik Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan umutimah Sil ah bmah [Tepuk tangan] uul jumlati [Tepuk tangan] alaliful Ma mufril maani [Musik] Al alumlatu alumlat Alum Jumlah ini adalah bentuk Badal ya daripada Maul bihiani alumlatul uuatun jumlatun i Ma Oh I khar muqadam eh mutada muakah Ma Jim maumar majr unul aadaabiul jumla jaral majrurindiruiriririnair Ma Mai Maun eh Ma [Tepuk tangan] u Maun lanjut Ustaz Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikum warahmatullahi wabarakatuh W jaazakillah kir ya Fatimah Barakallah Fik baik baik kita berikan kesempatan yang kedua masih diil telepon 021 8236543 silakan bagi pendengar dan pemirsa rjif yang lain yang ingin mencoba untuk e sesi qiraah dan membaca di halaman 97 dan kami akan hadirkan juga di layar televisi bagi Anda yang belum memiliki buku yang kita kaji silakan kembali membaca di anwa almaful Bani di 0218236543 kita coba untuk membuka kembali interaktif baik Halo silakan Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsalamull Ahlan dengan Umu Ida Umu Ida di Pacitan ya Um ya Naam Ustaz Ahlan Masyaallah namam syukr Ustaz aid aid diulang kembali lagi [Tepuk tangan] Bismillahirahmanirahim [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] y asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhiks War wabarakatuh wazakahhair yab kita berikan kesempatan kembali Mas ses qiraah di telepon 0218236543 di halaman 97 ya di buku eh khasatul asasiah silakan bagi pendengar Ikwan dan akhwat eh untuk mencoba untuk sesi qirah ini dan kita juga sambil menunggu kami akan berikan kesempatan BAB sudah masuk Halo silakan Halo asalamualaikum Waalaikumsalam ahmatullah wabarakatuh Dengan siapa ak di mana dengan Masyaallah Sil yaul Ma barakallahikahiramikum warahah wabakatuhik Barakallah Fik n Ustaz ikwah kita berikan kesempatan untuk ikhwah yang ada di studio tafadal ya akhiadol Nam BM anwaul ma’uli bihi anani anwaul ma’uli bihani kaw kharil mubtada Lina aslaha kharulahuna aslahu kharul umli maiumul Ismi akuuun jumlatun ismiun ir Maun bihi Maun bihiinfu adunul banati tahtajaroti wasibhul jumlati adfu mutaallun bahzufin takiruhu mustaqtin yqirna mustqir mustqir mustaqirtin yqirna Ma antakah Bismillah umum ak Ma BII Wal jumlatul ismiatu donantu akaubuhu qolilatunubuhuolilatun jumlatun ismiatunakawanu Minal mutada wal kharial mutada huautubu wal kharu huailatunumlatu minalt Wari mahasbin Maun a Jum majriruirir Ma [Musik] akah kita masuk pada penjelasan macam-macam Maul Bih yang kedua untuk apa untuk W anwaul maani macam-macam maulaniar mutada seperti macam-macam khabar mubtada kenapa sama seperti khabar mutada kada apa kharultada asalnya ad khabar mutada W yaitu anwa Bagimana almufrad jadi ada mainya dalam bentuk Mufrad W jumlatu ada bentuk jumlah kalimat sempurnaum ada yang jumlah yaitu mirip dengan kalimat kemudian dibahas satu persatu Maul Bih yang kedua dalam bentuk mufradila yaitu seperti yang telah dicontohkan mana ituah kita lihat kembali itu yaitu apaantu Ibrahim thiban thiban Maul yang kedua dalam bentuk Mufrad karena itu bukan kalimat sempurna aban yaitu Ab itu ad Maul pertamaiban Ma kedua iniiban dalam bentuk Mufrad ya Mufrad di sini bukan maknanya tunggal atau Musan jamak ya maksud itu adalah ee dia bukan kalimat sempurnanana zainaba ibnata khalidin ibnata itu Maul kedua dalam bentuk kata ya ya anak si Khalid bentuk kata itu Mufrad atu misriin misriin adalah Maul kedua dalam bentuk Mufrad sahnya jamak Muzakar Salim tap kita ee tambahkan contoh lagi dengan bermacam-macam bentuk Mufrad ya Iya ada beberapa contoh yang belum masuk ya yaitu [Musik] Iya atalibani Masyaallah a atalibani g ibani ni nah ini kan jumlah ismiah tak ada khabar tib kemudian at thaliibatu hadirat hadiratun mahasiswi atau pelajar P itu hadir ya hadiratun contoh lagi eh Abu Umar akhuka Abu Umar akhuk bab nah ini jumlah ismiah ya mubtadanya atalibani atalibatu kemudian Abu itu mubtada khabarnya setelahnya gbani hadiratun akuk dua orang mahasiswa itu absen kemudian para pelajar wanita atau para mahasiswi hadir Abu Umar adalah saudaramu ya sa laki-lakimu nah sekarang kita masukkan apa zna kita masukkan zna ya masuk Donna ini ajal kita ubah ya kita masukkan z i fi’ilnyaantu Nah kita masukkan ke sini masukkan ke sini kemudian apa masukkan ke sini satu fiil aja nah ini bagaimana perubahannya silakan Ibrahim iya ahantu atibaini ghaibain berarti Apa ini berubah mana yang berubah tanda ini marfu terfnya Alif karena msanna ini juga khabar MT marfu tand wafnya Alif karena mutsanna nah ini harus diubah tanda irbnya karena mubtada menjadi maf’ul pertama khabar menjadi apa Ma’ul kedua bagaimana ini atalibaini tib atalibaini Masyaallah ya atalibaini terus ini bagaimana gaibaini Nah ini dia maf’ul pertamanya thalibain maf’ul keduanya ini tandaasabnya ya kemudian ini juga tandaasabnya ya karena dia msanna terus selanjutnya kita kembalikan ini atalibat I atalibat tu betul tiik silakan Bagaimana jadinya jadi berarti ini bukan dah lagi terus ini hadir kenapa nah Maul pertamabati apanya kasr kasr Kenapa kasr karena J muan Salim J muanas Salim terusabarnya juga kas ininya karena dijamak muannas Salim tib jayid Nah iya nah sekarang ini silakan Abu Umar akhuk Abu umarah akhuka silakan donantu aba umaro akoka ahantu aba Umar ak jadi abu menjadi apa aba AB Iya menjadi Abah Iya aba Umar umarah ternasabnya Alif Kenapa Alif Kenapa Alif min asmail khamsah min asmail khamsah nah Sedangkan ini jadi apa ak akhoka ya akhoka Ini juga Alif kenapa saya saudara laki-lakimu nah ini dalam bentuk apa ni nah ini saya katakan apa bentuk apa ma keduanya dalam bentuk apa ni mufr pengerti Mufrad itu bukan lawan daripada jam ya Mufrad itu maksudnya dia bukan bukan kalimat ini kata ini Buk k inia semua dalam bentuk kata maka dikatakan Mufrad Nah sekarang kita lihat Selanjutnya apa Coba lihat kembali contoh ayat al-qur’an di atas ya yang bentuk Mufrad iya wataahsabuhum aqad iya kan watahsabuhum AQ n bab watahsabuhum tahsabu tahsabuhum AQ a wahum rukud rukudna naimun I jamak wahum rukudunqidun Padahal mereka adalah tidurumq kamu kira mereka itu apaangun bangun ya Padahal mereka tidur ini tahsabu hasab yahsabna tahsabu ini fiil apa ak mana maf’ul pertamanya hum domamir hum Ini maf’ul pertama maf’ul pertama maf’ful kedua aqad Apa bentuk maf’ful keduanya Mufrad aqad tahsabuhum AQ nah wahum ruku ini jumlah haliah ya itu W hal nanti Insyaallah akan dipelajari di apa di jilid yang ketiga insyaallahu taala Nah itulah dia bentuk khabar Mufrad ibah cuma ada kalahnya ada kalahan yang dimasuki oleh Anna Lid Nah lihat itu lihat di apa ayat selanjutnyaamtum anahum fimaka yaamum nah ini ini bentuk jumlah ismiah ya Insyaallah nanti kita apa kita lihat ya itu eh I zaamtum annahum syaka asalnya zaamum zaamtum zaamtumuhum syuraka nah nah cuma eh dimasuki oleh Anna Lid perhatikan di sini zaamtum itu fi’il wa fail sah tib mana Maul keduanya Maul pertamanya asalnya Hum Maul keduanya suraka itu as tapi karena dimasuk oleh Anna oleh Anna Ya kalau karena ini ayat Quran ya Kalau seandainya bukan ayat Quran coba dikembalikan apa eh bentuk Mufrad zaamtumuhum surakaa kan gitu zaamtumuhum tumu Itu ada fa’il kemudian Hum maf’ul pertama suraka maf’ul yang kedua Tapi ka ayat ya dimasukkan oleh Anna zaamtum annahum perhatikan anahum fikum syaka fikum J mutaall di syaka apa syakau fikum ya Nah ini dia eh suraka adalah khabar untuk kata khabar untuk apa Anna kan Nah jumlah apa eh jumlah Anna wasm W khabariha saddaadda maulai atau Mas muawal Min Anna was w khabar saddaadda maulai ya tib sekarang kita masuk kepada Apa iya bagian baalul maum contoh Maul kedua jumlah bentuk jumlah pertama Al jumtonya nahti Man Maul pertamanya ak maful keduanya Safar Nah itu kan fi’il kan kalau fi’il berarti dia jumlah jumlah apa ini jumlah fi’iah bukan jumlah ismiah karena tidak ada mubtada situ Safar itu fi’il mana failnya kembali pada ak kembali kepada maf’ul pertama Nah ini kan sama saja kalau kita kembali pada mubtada Bagaimana akukaar kan ak malayia kita tahu bahwa kalau khabar mubtada itu dalam bentuk jumlah mesti ada Rabit yaitu damir yang kembali kepada mubtada mesti ada Nah di sini damirnya apa E rabitnya bentuk damir akhuka safaro nah safaro fi’il wa fa’il fa’ilnya Hua musatir nah Hua itu kembali pada akhuka nah ketika masuk zna maka dinasabkan mubtadanya sedangkan jumlahnya tidak berubah ya tidak berubah tidak berubah itu fiil madhi Coba kita lihat fi’il mudhori bab [Tepuk tangan] eh Abu Umar ya’malu yaakmalu di mana bekerjanya fil mazraah bekerja di sawah ya mubtadanya ada mubtada khabarnya ni yaakmal dalam Buk apa ini jumlah F jumlah fi’liah kena fi’il nah ketika masuk zna ya kita ambil donanna ya kami mengira donanna Nah itu fail Bagaimana aba aba Umar terus ya yamalu atau yamala yamalu jangan yamala ya kena Maul BH bikin mansub gak yamal ini jumlah kalau jumlah dia tidak berubah ya karena yang menasabkan apa yang menasabkan fi’il itu bukan Donna ada Amil tertentu kan ada lan Ada an kan gitu Nah maka itu karena dia jumlah dia tidak berubah nah yang berubah itu kalau khabar apa kalau maf’ul keduanya bentuk apa Mufrad itu yang berubah nyata Iya perubahannya baik secara Zahir atau secara takdir Bisa jadi kalau dia apa kalau dia Isim manquus ya atau Isim maksur ya Nah ini nah ini enggak berubah ini enggak berubah karena dia fi’il kalauil kalau dia fi’il bagaimanaabnya ini aja kitaab yalu fi’l mud marfu jangan mansub fi’ mud marfu apa kan Wal jumlatu Minal f’ wa fa’ilii fi mahali nasbin maful tanin maful tanin begitu cara irab kalau dia jumlah rabnya mahal demikian juga kalau dia mabni maka irbnya kalau dia Isim mabni irabnya mahal n ini kadang-kadang banyak yang apa eh kesalahan Karena Ma’ul itu mansub lalu dimasukkan fi’ilnya yamala salah ya karena itu jumlah tib Nah di sini sebagaimana di sini dikatakan ffar fi’ilun Madin wa failuirun mustatirun failir mustatir tersembunyi takdir Hua Wal jumlatu Minal f’li yaitu Safar wa failihi yaitu Dir Hua Fi mahali nasbin ma’ulun biin Nah itulah contoh apa eh khabar atau Maulani dalam bent apa jumlah fi’ah terus Wal jumlatu alismiahantu akautubuhu qil asalnya apa akukautubuhuilat itu asalnya ya akukau qil silakan masing-masing ya membikin eh contoh bahwa maf’ul keduanya bentuk jumlah baik jumlah fi’iah jumlah ismiah setelah diterangkan apa tadi bukan sebelumnya akhukaah tib kita bikin dulu jumlah ismiya akhuka kutubuhu saudara laki-lakimu kitab-kitabnya apa sedikit ya Nah ini kembali pada ee khabar dalam bentuk jumlah ismiah ini kan mubtada nih tak sah mana khabarnya Apakah kutub saja enggak bisa enggak sempurna itu kalau hanya kutub berarti Apa artinya saudaramu ada kitab-kitabnya kan belum sempurna tidak juga bisa dikatakan qalilah khabarnya akukailah su sedikit berarti khabarnya adalah qubuh qil inilah pelengkapnya kutubuhu qolilah pelengkap untuk mubtada nah ini dalam bentuk apa kutubuhu qolilah ini sudah kalimat sempurna kalau kalimah sempurna itu hanya dua jumlah fi’iah atau jumlah ismiah Hanya dua enggak ada lagi itu ketiga Nah ini kan jumlah ismiah Kenapa ini kutub ini Isim berarti mubtada namanya ah berarti untuk membedakan ini dengan ini maka kita katakan ini mubtada pertama awal ini mubtada yang kedua karena ada dua mubtada Nah mana khabar kut ilah ini khabar mubtada yang kedua Nah kalau dia bentuk jumlah jumlah mesti ada Rabit kembali mubtada pertama mana rabitnya H kembali pada akuk tanpa Rabit gak bisa gak sempurna Putus dia contoh akuk putus kalimatnya engak nyambung jadi saudara laki-lakimu kitab kitabnya hanya itulah sedikit kembalik Nah mana khabar khabar ini mubtada ini jumlah arti jumlah penggabungan antara mubtada kedua dengan khabarnya jadilah mubtada ha khabar mubtada pertama nah ini ketika belum masuk zna sekarang kita masukkan zna zantu saya kira Saya kira saudaramu kitab-kitabnya sedikit nah bagaimana Jadi ini akha Iya jadi apa bukan mubtada lagi jadi apa maf’ul bukan mubtada ya iya ah ini apa maf’ul Pertama maf’ul Pertama iya mana mafful keduanya kembali ini jumlah ini maka ini enggak berubah jangan jangan diubahu ak kutubahu nah ini terkadang apa dia kira karena maf’ul kedua kan mansub kan dibacalahantu aka kutubahu ya salah ini tidak bisa diubah ini sudah kalimat sempurna Yaitu mubtada makanya jumlah mubtada dan khabar nah ini sudah tidak ada lagi istilf mubtada Sani ya karena tidak ada mubtada S hanya mubtada saja ya ya karena sudah berubah fungsi ini Ini maf’ul pertama berarti ini mubtada ini apa khabar mubtada ya khabar mubtada jumlahnya baru apa Hah maf’ulanin maf’ul kedua itu dia jumlah tentu mahal ya Wal jumlatu Minal mubtada wa khabarihi fi mahali nasbin maf’ulun tanin n Nah inilah contoh apa ee khabar dalam bentuk apa maf’ul kedua dalam bentuk jumlah ismiah yang jelas ketika khabar mubtada jumlah ismiah berarti apa menjadi maf’ul kedua irabnya mahal nah silakan nanti Antum bikin contoh ya Ya mungkin kita pendeng dulu biar paham silakan bikin contoh S sana ya kita minta pada pemirsa untuk bikin contoh Maul keduanya dalam bentuk apa jumlah fi’iah atau jumlah ismiah silakan baik pendengar dan pemirativis e kita berikan kesempatan kembali sesuai dengan apa yang diinstruksikan dan sudah dijelaskan tadi di ee penjelasan awal bagi para pendengar dan pemisja TV silakan menghubungi layanan interaktif kami di 0218236543 dan contoh kalimat yang dibuat ee yang sudah disampaikan sebagai sampel atau contoh basa dibuat dengan kalimat yang berbeda ya dan e silakan di 0218236543 kita buka kembali dan layanan interaktif dengan untuk Ikhwan atau akhwat baik kita coba halo silakan Iya sambil menunggu kita e berikan kesempatan mungkin Ustaz ya di ikhwah yang ada silakanadal jarib jumlah fi’iah iya silakan maf’ul kedua mau bikin jumlah fi’iah atau jumlah ismiah ataliibu abuhu maridun atibu abuhu maridun Nah sekarang Masukkan Donna donantu atiba abuhu maridun namantu atiba abuhu maridun bagaimana Betul ya bagus kita tulis kan mungkin ada pemula ya Iya ada pemula apa tadi atalibu iya abuhu marid abuhu marid iya atalib ini mubtada KH khabarnya mana abuhu Mar ini jumlah apa ini ismiahah ismiah iya ini mubtada ini khabar F mahali Rin Ya kan walumlatu minaltadaani Wari mahin khabar mubtada awal ini mubtada awal sekarang masukantuba begitu kan saya kira siswa itu Ayahnya abuhu maridun ya berarti jumlah inilah maf’ul kedua ini maf’ul pertama ini apa maf’ul yang kedua Fi mahali nasbin mahali nasab Iya maf’ul kedua Fi mahali nasbin Kenapa karena dia jumlah ya bagus iya silakan contoh lagi yang lain Antum ada contohnya silakan sambil menunggu pemirsa iayaratu takju Minal Baiti asayyaratu takruju Minal Baiti tib asayyaratu takruju Minal bait iya asayyaratu takruj Minal bait tib jumlah ismiahtadanya sayarah takada mana khabarnya takruj bentuk apa ini jumlah Fah jumlah fi’iah jumlatun fi’liah karena sudah ada fiil mtada sudah ada fi’il dan fail mana failnya mustatir takdiruhya ya Iya fail pada takuj kembali pada sayarah Jid masukkanidantalid nah ini bentuk jumlah fi’iah baik kita baik kita masih berikan kesempatan mungk bagi pendengar dan I baik kita berikan kesempatan kembali untuk pendengar ikhwah dan akhwat di telepon 0218236543 silakan yang ingin mencoba untuk membuat satu kalimat denganantu Ya baik dengan fiil ataupun dengan bentuk kalimat Isim silakan di 0218236543 Iya kita coba halo maam Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Ahan Umu silakan namam mencoba Ustaz silakan silakan ya namam Naam mantoh shodiqi baituhu baidun shodiqi baituhu baidun nah ini Ah ini bagus contoh ini ya Nah ini bagus I nanti kita masuk padaab nanti nih oh iya agar supaya ingat kembali irab ya jidqi baituhu baidun baik mubtad mana siqi Ustaz Ah ini mubtada ya khabarnya Eh baituhu baidun baidun keduuanya ya bentuk apa ini khabarnya e jumlah ismiah Ustaz ismiah berarti ini mubtada mtada berapa kedua mubtada pertama ini khabar mubtada kedua nah jumlah ini jadi apa khabar ya khabar pertama Nah sekarang masuk k apa bolehantu biar prakti saja ya Iya ini sebagai misalantunaibantuantuantu tidak ada perubahan sama sekali ya baidun baidun tidak ada perubahan sama sekali ini tidak ada Ustaz Maul pertamanya mana maful pertamanya si I Maul mim itu Maul ya ya bukan mutada ya Ya mungkin nanti kesamar pula lagi Iya iya berarti maful pertama maf’ul kedua jumlah ya ini maf’ul kedua bentuk jumlah jumlah apa ismiah sama ni ini jumlah ismiah juga Ahsan bagus sekali ini coba irab sodiqi bait baidun gimana irabnya shodqiodqi Eh mtadaun yang mana yang mana yang pertama atau yang kedua yang pertama Ustaz pertama bolehtama boleh namami mubtadaun eh mubtadaun marfuun H mutada marfu terus Mari heq Al kasri Ah memang ada damah alkasri gimana itu Ustaz kok Alal kasririahtun marun naht [Tepuk tangan] waam alri Alal kasri masa ada damah di atas kasrah engakak istilah-istilah itu ada dah di atas kasrah muqaratun kalau muqadarah itu harus di di huruf ya di huruf bukan di harakat namanya Musa ya kan Musa mubtadaun marfuatun muqadaratun Alal Alif ya jadi istilah muqadarah itu harus di Alif apa atau di huruf ya iya kalau kasri itu bukan huruf itu harakat ya Nah ini lupa lagi kayak cara RB ya mengrab Isim yang idofah kepada yang mutakalim Antum ada yang tahu masih [Tepuk tangan] ingat itu [Tepuk tangan] dia huruf sebelumnya mutakalim mana huruf yang sebelum mutakalim huruf kaaf iya asal sadiq kan gitu asalnya Naam Betul kan asal sadiqu maka damahnya tidak dinampakkan ditetapkan di situ ada damah di qf itu Nah sebelumnya Mak mana seb yaqf kemudian manauhuriha terhalang menampakkannya nya dah asal sodqu kan gitu kan enggak bisa sodqu karena ya ini nuntut Saya minta kasrah sebelumnya nah asalnya shod kan sodiqua kan Nah kalau selain huruf ya maka dibaca dah kanodiquka shodiqu Umar Ya kanodquhu shodquhum tapi kalau ya enggak bisa enggak bisa S makanya ya minta saya minta kasrah Sebelum saya katanya makanya ditakdirkan ditetapkanlah ditetapkan ada D di Q itu saya ulang kembali Apa man ditetapkanak apa itu huru sebelum terhalang menampakkannya oleh apa alistighalu disibukkanur alistighalu biharakatin munasibatin liyail mutakallim Ya itu dia terhalang untuk menambakkannya karena disibukkan oleh harakat yang sesuai bagi ya mutakalim Apa itu kasrah itu yang menyebabkan ya sehingga tidak bisa dibaris apa damah karena ya ini sesuainya kasrah diulang kembali sodqi ak sekarang kita Pah ke bagaimana itu danantuikinya at dariantu Ustaz enggak usah iya langsung ke langsung sodqi saja iya Nai maulun aalatun Ada t eh ada tanda nasab kasrah ada engak tanda nasab kasrah adalah masa enggak ada Salim kannya k kan bukan gini aja gini sad itu Isim Apa itu Isim Mufrad kah jam Salim kah S Mufrad Ustaz ahah Isim Mufrad tanda rafnya apa tanda rafanya fathah ahh tanda Rafa Ustaz maaf Tanda Rafa lah Tanda nasab fathah fathah tanda Jar Tanda jarnya kasr kasr itu bagaimana silakan irabqii Ma Iya betul terus itu asal itu itu kan SQ kanqoka kalau dia masukqokaqohu kalau masasuk kan Q kan Tapi karena ada yang masuk enggak bisa dia fathah harus kasar sebelumnya jadilah sodqi makanya Sadiqi adalah sodqi Maul Bih Aal mansub wa fathq ak silakankapkan apa maiai aduh juga ya iya harus fokus ini lanjutkan ba Ma diuraikanlah Gak boleh langsung bait main Hah maani berarti bait lah baitahu berarti masih kembali mubtada Ustaz itu tadi iyaalah kan ini kan khabarnya kan jumlah ismiah kan betul nah Berarti apa maf’ul tsani juga jumlah ismiah Enggak berubah statusnya tetap jumlah ismiah cuma ee bukan lagi khabar mubtada tapi apa maf’ul yang kedua n Iya bait [Tepuk tangan] baitunun aki Wua m w [Tepuk tangan] alirunutil baituhi atau baituhu baitu [Tepuk tangan] un mah jarin mudofun ilai ilaihi baidun baidun khabarul mubtada marfuun waamatu rihi datuniratun Fi akhirihi sahih terus Wal jumlatu Min Minal mutada wal Khari w khabarihi w khabarihi ee e apa Fi mahaliasbinin main nah itah dia cara irabnya kalau bentuk jumlah Ya sudah paham ya Insyaallah insyaallahu taala semoga Jid ahsant Barakallah Fik jaahamualaikum warahmatullahi wabarakatuhalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhahakallahikum masyaah Iya sudah Iya barangkali ada yang ingin mencoba Berikan contoh silakan kita berikan kesempatan kembali silakan di kalau contohnya bagus kita di l telepon 0218236543 di belakang umid mungkin bisa memberikan sebuah contoh atau kalimat masih dengan kalimat zonanu Ya baik kita angkat Halo silakan sudah masuk Waalaikumsalam warahmatullah dengan siapa Di mana Masyaallah silakan tafadol ahamsulah ja ya Iya eh Ummu abdillahi bintuhu thibatun Ummu abdillahi bintuhuibun thibatun coba ulang kembali Ummu abdillahiib e bintuhuibat ah sebentar ya saya tulis saya tulis saya tulis apa ada yang Antum ucapkan iya ini jumlah apa ini jumlah ismiah ismiah tib Ummu abdillahi Iya kan H nah tib bin bin bintuhu terus thibatun thibah thatun coba koreksi kembali mana mtadanya Ummu Ummu ya ini mubtada ya Mana khabarnya bintu bint kedua-duanyay l ya kedua-duanya bintuibah jumlah apa ini jumlah Ismi ya berarti ini mubtada ke berapa nih mubtada J mubtadiah kedua kedua kan Nah karena ada mubtada pertama tuh Heeh mubtada pertama Iya terus khabarnya mubtada kedua thibatun thibah tib khabar mubtada kedua tib jumlahnya jumlah mbtada pertama jumlah mtada kedua serta khabarnya apa jadi apa khabar khabar mubtada mubtada Yang Pertama Pertama tib kalau dia khabar bentuk jumlah harus ada apa Saya tanya ya sysul He kalau dia khabar mubtada dalam bentuk jumlah baik jumlah fi’iah atau jumlah ismiah harus ada apa Rabit Rabit di antara Rabit adalah paling utama Apa damir ya damir Nam kembali ke mana damirnya UM abdill Ummu Abdillah manaamir di sini kembali P Ummu Abdillah hu pada kata bintu hu jadi ha ya Oh iya bint bisa gak kembali siniak bisa bint nah ini harus diperhatikan dengan cermat ya engak bisa bintuhu Hunya kembali bukan kembali Abdillah kembali kena mtad Umu bukan Abdi Abdillah ini AD adanya ini Perhatikan Kalau dia ee mubtada dalam bentuk apa dalam bentuk idfah ya bentuk idfah yang menjadi jabatan kata kalimat adalah mudhafnya bukan mudof ilai mudhaf itu sama mudof ilai ya mudfnya mau jadi mubtada mau jadi khabar mubtada mau jadi maf’ul Bih mudhaf itulah yang menjadi jabatan kata dan kalimat nah dan kalau dia mubtada karena mudhaf itu yang diberitakan bukan mudf ilainnya Ummu Abdillah kan kenapa Ummu Abdillah ummunya Kenapa Ummu Abdillah anak perempuannya seorang dokter makanya i apa ya Syamsul tadi apa bintuha Jadi ini salah ya ini kesalahan di sini yangbenar apa bin tuha Iya terputus ya tib bintha terputus nah silakan Antum sambung barangkali atau barangkali masukkanah atau kita minta P pemeriksa tinggal masukkanah ini silakan as mungkin bisa e terhubung kembali atau menghubungi kembali di telepon 021 8236543 untuk melanjutkan contoh dengan kalimat zna ya Atau bagi ikhw dan akhwat yang lain yang ingin menyempurnakan kalimat yang sudah disampaikan ya Eh Ummu Abdillah bintibah ya Um Abdillah bintah silakan kita berikan kesempatan di lain telepon 0218236543 yang sudah mencoba atau yang sudah bisa menghubungi kembali silakan baik kita buka l interaktif kita coba angkat Halo silakan sudah masuk bab belum ada kita berikan kesempatan kita lempar untuk ikhwah yang ada di studio Iya baik Halo silakan tib Silakan dicoba akhi silakan fadol bismillahantu Um Abdillah Um Abdillah Abdillah b b ber Maul keduanya tidak berubah ya Nah ituid Ahan bagus sekali kalau tidak adaikan atau kita lanjutkan n yaitu Apa selanjutnya apa ee selanjutnya Jim ya Al jimu misalul maf’uli bihitani syibhil jumlati contoh maf’ulbih keduanya yaitu siul jumlah siul jumlah Apa contohnya nah siul jumlah ada dua macam aljaru Wal majruru Jar majrur contohnya adunuunul aulabi nah asalnya apa aladu fil Malabi ini juga fil Malabi itu tidak diubah n sama seperti jumlah fi’iah atau jumlah ismiah tidak dia tetap seperti itui Saya kira anak-anak di lapangan ya maful pertamanya adalah alaulada Maul keduanya fil Malabi dalam bentuk seb jumlah Jar majrur Ya Jar majrur ya Nah ini biasanya Jar majrur lahu taaluk ya lahu taaluk Bi Bisin mahduf ada taaluknya arti apa berkaitan dengan yang dibuang yang dibuang itu wajib dibuang wajib dibuang Kenapa wajib dibuang karena sudah mengandung makna pada kata fil malab apa takdirnya para ulama mentakdir apa kalimat mustaqirrun kalau di Isim kalau fi’il istaqar atau yastaqiru kalau Fi mudorya Iya apa maksudnya berada berada jadi kata berada itu itu mustqir itu yastqir tidak perlu lagi disebutkan dalam kalimat karena fil itu sudah mengandung makna berada ya jadi kalau diterjemah kalaunya apa Saya mengira anak-anak itu berada di lapangan kan gitu kan berada di lapangan dipakai enggak dalam bahasa kita kadang-kadang dipakai ya betul kadang-kadang dipakai enggak enggak kadang-kadang Iya tapi kalau Arab enggak dipakai sama sekali kenapa makanya wajib wajib mahzuf itu karena fil malam itu sudah mengandung makna ya singkatnya apa Ana Saya kira anak-ana itu di lapangan ya kalau kita mengat lapangan berarti kan berada di lapangan iya adapun ada tidak ee ternyata e ada atau tidaknya itu lagi masalah Iya tapi kata-kata fil malab itu mengandung mana berada Iya baik apa takdirnya Nah kalau kita ingin takdirkan adalah lihat alaulad itu Jamak itu Mufrad J jamak ya kan Nah maka kalau dia Isim harus sesuai dengan Dengan apa Dengan maf’ul pertamanya Adun ini fi’il mudari ya Iya adunu Al aulad hah fil malab i f malab nah fil malab apa takdirnya jangan mustaqirran ini jamak ini iya kalau dia jamak takdir jamak juga kalau dia Isim ya mustqir mustirin yang mustqirun kena Ma kan Ma Ma keda kan ini atau kita takirkan diailir nah ini takdirnya disamakan dengan apa maf’ul pertamanya kalau maf’ul pertama Mufrad kita takdirkan dengan Isim yang Mufrad atau dia fi’ilnya yang damirnya Mufrad nah kemudian kalau dia mussanna kita takdirkan dia mutsanna kalau dia jamak takdirkan jamak kalau jamak Muzakar ya jam Muzakar kalau muannas ya muannas Nah apa contoh kedua itu contoh kedua apa u yang keduaul BTI tahajarahul BTI tahajarun Saya kira albanat jamat apa bint ya albanati taht syajarah maf’ul pertamaanya albanat ini maf’ul pertamanya maf’ul keduanya ad taht syajarah maf’ul yang kedua ya Nah lahu taaluk apa taaluk pada syir mahdub apa takdirnya mustaqirrat kalau kita takdirkan dia Isim mustaqirratin ya ini kan jam muannas ini jug muannas mustaqirtin kalau kita takdirkan fi’il Apa iya yastqirna yaan Bu yastakrirna Idam ya takrirna ya tadi sudah saya katakan itu kekurangan Ra yastrirna karena kalau sudah masuk damir hunna fak Idam idamnya dibuka itu untuk fi’il mudhaaf ya qar itu masuk timbang istafala istaqar yastaqiru yastaqirani yastaqiruna tastaqiru tastaqirani yastqrirna buka amnya ya S Dias F madhi juga iya madda madda maddu maddad buka idamnya jadi yastqrirna bukan yastqirna ya yastqrirna arti berada nah ini kita bikin jamak Kenapa karena Maul pertamanya Banat Ya Nah itu dia Ma’ul yang kedua dalam bentuk apa dalam bentuk apa syibhul jumlah baik Jar Ma maupun Z wallahu taaam insyaallah usbul qadim ya sanuasil kita akan lanjutkan noktah selanjutnya poin selanjutnya adalah takdim Ahadi maulaihi Ahadi maulaiha Alal akhar ini mendulukan salah satu ma’ulnya ya atas yang lainnya berarti apa mendulukkan maf’ul kedua atas maf’ul yang pertama BB ya alhamdulillah jazakallah kir peningal pem TV demikian beberapa penjelasan dan Syarah serta beberapa contoh dari kalimat dan irab pada pembahasan anw Ma Bani dan kami akan angkat Satu Atau Dua pertanyaan di kesempatan malam ini penutup kajian asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam warahmatullah Ustaz mohon diulangi kembali terkait dengan penjelasan irab Alam qbl eh mutakalim eh sedikit kembali Ustaz Oh I gimana lupa mungkin Ustaz ya mungkin lupa ya ya kita yang apa ee jumlah ismiah saja dulu kitabi jadidun kitabi J kan asalnya apa kitabu kan Kan mubtada itu mesti marfu kitabu kan gitu kitabuka kitabu Umar karena ada mudof ilainnya ya mesti dibaca kitabi enggak bisa nah bagaimana irabnya kitabi kitab mubtadaun marfuun waamatu Rai dammatun muqaddaratun arti muqadarah ha ditakdirkan arti ditetapkan ditetapkan ada damah muqadar di mana Di huruf Ma Itu maksudnya huruf ya di huruf sebelum ya mutakalim Ma itu Isim mausul dipakai Ma supaya lebih umum ya tidak semuanya umpamanya huruf kitabi Enggak semua huruf ba kan Nah tergantung kata makanya pakai istilahnya umum jadi kitabi kitab mutada marfuun mu atin munastinutakallim W kasr kan harakat sesuai dengan ya mutakim kan kasr kan i wahua mudof al yaakallimir mutil Jar mudof Nah kalau dia Maul tinggal muqadarah fathah muqadarah itu aja kalau dia Maul apa fathah muqadar ya kalau Man kalau diajad kita masukkani jadi k ma dia sah Mencari kitabk kitabi an kitabi nah ini ini apa ada dua pendapat ada dua pendapat ya tidak salah kalau enggak salah ada kufah kufah mengata itu kasr Zahirah itu kasr Zahirah Ya sebentar ini kalau Basri mengatakan tidak muqadarah juga abhatu saya Serang apa mencari abhatu an kitabi Saya sedang mencari kitabku nih kasr kan nah nah kasra ini apakah karenaan atau Ken ya itu persoalannya karenaan atau Karen ya kalau dia ada karenaan berarti apa kasrah zir Kabi apa ISM majr ak nah tapi kalau dia kasrahnya karena ya berarti dia muqadarah k muqadarah ini karena ya bukan karena a kena huruf Jar makanya ini Bukankah sebelum masuk an Bagaimana bacaannya kan kitabi kan kan gitu kan berarti kasrah ba Ini bukan kena huruf Jar tapi karena ya mutakalim Nah itulah pendapat basriyun dan ini pendapat yang lebih apa lebih kuat ya lebih kuat ya Nah kenapa karena sebelum Amil masuk tetap dibaca kitabi Apakah mau marfu apakah dia mansuk atau Dib tetap dibaca kitabi Nah iya karena kasarnya bukan bukan karena karena Amil masuk tapi karena ya nah jadi kalau irabnya pak ee basriin bagai kitabi kena nyata ini ini nyatanya karena ini nah terhalang untuk menampakkannya tetap terhalang asal terhalang dia tapi Ini Zahir ken bukan karena I itu aja perbedaan ulama tentang masalah majrur ini bab demikian saja Insyaallah kita lanjutkan datang ya demikian pendengar dan pemirsa Rajo TV jazakullah kir dari pertanyaan dan sudah ada penjelasan tambahan Barakallah Fik ini merupakan penutup kajian kita di kesempatan malam ini dalam pembahasan alat asasahid nahwiah dan Insyaallah kita akan lanjutkan di kesempatan Rabu yang yang akan datang dan Insyaallah untuk pembahasan bimbingan bahasa Arab untuk pemula dasar kita akan simak kembali di hari besok Insyaallah ee seperti biasa di pukul 800 bersama Al Ustaz Mas’ud Mahmud demikian informasi ini kami sampaikan dan kami akhiri pembahasan di e kesempatan malam ini dengan kafaratul Majlis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaiik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama Radi ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] ini kunal awal

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *