asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi wamanwalah Ashadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasulu Amma ba’du Ikh islamzakumullah para pemisah dan pendengar rja di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan kelayar kaca Anda kajian yang kami pancaruaskan dari Mas masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cileengsi atau Komplek Radio Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam inalhamdalillah nahmad [Musik] ahillahu Fala mahlil Fala hadalah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul in Amma ba alhamdulillah maasyiral muslimin maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin rahimakumullah kaum muslimin para pemerhati Roja TV dan radio Rojak di mana pun Antum berada juga para ikhwan dan akhwat yang hadir di masjid albarkah masjid yang Mubarak Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali dalam kebaikan mengadakan majelis ilmu dalam kebaikan untuk mengkaji ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdasarkan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dalam lanjutan mengkaji kitab kecil yang sangat sangat bermanfaat kitab Minhajul firiah metode beragama golongan yang selamat dan selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala buah karya dari asyekh Muhammad bin Jamil zainu rahimahullahu taala setelah di pembahasan yang lalu kita selesai mengkaji pembahasan tentang Siapakah mereka yang disebut sebagai atifatul mansurah golongan yang selalu mendapatkan pertolongan dari allah yang ternyata mereka adalah para ulama ahlusunah para ulama Ahlul hadis yang setia mengikuti jejak Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dalam memahami dan mengamalkan agama ini mereka adalah adalah golongan yang selamat yang dimaksud Di Dalam Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menyebutkan perpecahan umat dan cuma satu kelompok yang selamat yaitu humana alali Ma Ana alaihil Yaum wa ashabi mereka adalah orang-orang yang mengikuti seperti petunjuk petunjukku dan petunjuk para sahabatku radhiallahu taala anhum ajmain kemudian di pembahasan berikutnya as Syekh rahimahullahu taala membawakan pembahasan tentang attauhidu wa anwauhu tauhid dan macam-macamnya selalu dan senantiasa para ulama ketika membahas prinsip-prinsip dasar agama mesti mencantumkan pembahasan masalah tauhid karena inilah prinsip agama kita yang paling dasar inilah tujuan penciptaan jin dan manusia inti seruan dakwah para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam azubillahim minasyaitanirrajim walaqad baatna Fi kulli ummatin rasulan anbudullaha wajtanibu at thaghut sungguh kami telah mengutus bagi setiap umat seorang Rasul untuk menyerukan anudullaha hendaknya kalian beribadah kepada Allah semata-mata dan jauhilah segala sesuatu yang disembah selain Allah karena tauhid merupakan dasar utama agama kita maka selalu dan sangat pantas untuk dicantumkan dalam setiap Pembahasan prinsip-prinsip dasar agama kita apalagi yang menyangkut prinsip dasar akidah ahlusunah Wal Jamaah tib attauhidu wa anwuhu tauhid dan macam-macamnya atauhidu Hua ifradullahi Bil ibadati allati khalaqallahulama liajliha tauhid artinya adalah mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam beribadah setelah seorang hamba mengenal dan meyakini Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang maha menciptakan alam semesta beserta isinya satu-satunya yang maha kuasa mengatur alam semesta satu-satunya yang memberikan rezeki satu-satunya yang maha kuasa menghidupkan mematikan dan membangkitkan pada hari kiamat nanti satu-satunya yang memiliki segala sesuatu maka pantasnya yang sembah satu-satunya dan tidak ada sekutu baginya adalah Allah subhanahu wa taala inilah makna tauhid sesuai dengan makna nama Allah subhanahu wa taala yang paling Agung yaitu Allah kata Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma nama Allah berarti Dul uluhiti Wal UB dialah yang i uluhiah hak untuk diibadahi satu-satunya Wal ubudiah hak untuk disembah satu-satunya bagi semua makhlukNya maka inilah tauhid mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam beribadah yang mana tujuan Allah subhanahu wa taala yang di mana Allah subhanahu wa taala menciptakan alam semesta beserta isinya untuk tujuan ini Q Allahu Taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surat azzariyat W khalaqtul jinna Wal Insa illa liya’budun Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaku semata-mata arti ayat ini yuwahiduni fil ibadati kecuali agar mereka mengesakan aku dalam beribadah ya hanya semata-mata menujukan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala saja serta menunggalkanku dalam berdoa yakni hanya berdoa dan meminta kepada Allah subhanahu wa taala satu-satunya inilah tujuan penciptaan jin dan manusia wawauhidilti Minal quranil Karim kemudian macam-macam tauhid yang kami Sebutkan berikut ini diambil dari alquranul Karim diambil dari dalil-dalil yang sahih akan disebutkan di sini tauhid yang kita kenal dengan tiga macam berdasarkan pagian para ulama kita para ulama ahusah jamaah ya seb bagian ini tidak bertentangan ketika ada Sebagian ulama yang membaginya dengan dua misalnya yang penting cakupannya meliputi semua macam-macam tauhid yang disebutkan di sini pertama alawal anul Aal tauhidur RAB mentauhidkan Allah subhanahu wa taala sebagai arraab sebagai pencipta satu satunya pengatur alam semesta satu-satunya pelindung satu-satunya pemberi rezeki satu-satunya yang maha kuasa dalam memudahkan kebaikan satu-satunya mencegah keburukan menghidupkan mematikan semua perbuatan-perbuatan allah subhanahu wa taala yang merupakan makna sifat rububiahnya mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan ini artinya hualtiru biallaha hubul khqu yaitu mengakui Bahwasanya Allah subhanahu wa taala dialah arraab alkaliq yang Maha mencipta yang maha mengatur alam semesta wqaal kuaru walam yudilhumika fil Islam yang mana tauhid ini telah diakui oleh orang-orang kafir orang-orang musyrik Arab yang diperangi oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang musuhi dakwah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengakui tauhid ini bahwa pencipta satu-satunya pengatur pemberi rezeki satu-satunya hanya Allah subhanahu wa taala semata-mata tapi ini belum memasukkan mereka ke dalam Islam karena mereka tidak mengamalkan konsep kekuensi selanjutnya yaitu menetapkan Tauhid uluhiyah yang nanti akan disebutkan pada jenis yang kedua dalilnya di antaranya firman Allah subhanahu wa taala di surah az-zuhruf walain saaltahum Man khalaqahum lakulunnallah kalau kamu tanyakan kepada mereka wahai Rasulullah Siapakah yang menciptakan diri-diri mereka mereka pasti akan menjawab Allah ah kalau kamu tanyakan kepada mereka Siapa yang menciptakan langit-langit dan bumi mereka akan menjawab Allah pengakuan ini diakui oleh orang-orang musyrik inilah sebabnya kata para ulama orang yang mengartikan Lailahaillallah dengan makna rububiyah malah ini belum ya maka ini belum mencukupi belum menjadikan seseorang masuk ke dalam Islam sementara kita tahu kalimat Lailahaillallah adalah tanda seseorang masuk ke dalam Islam jika diartikan tidak ada Tuhan tidak ada pencipta tidak ada pemberi rezeki pengatur alam semesta kecuali Allah ini belum cukup meskipun pengertian ini benar secara makna Betul tidak ada pencipta tidak ada pengatur tidak ada pelindung pemberi rezeki selain Allah tapi setelah itu ada konsekuensi yang harus ditetapkan sehingga pengertian ini kurang belum mencukupiib waqu wujudu Asad kufr Min kuaril jahiliah sungguh orang-orang syyuiyun orang-orang yang berpemahaman ateis komunis ya mengingk dari keberadaan Allah subhanahu wa taala maka mereka lebih parah kekufurannya lebih besar kekufurannya dibandingkan orang-orang kafir di zaman jahiliah itu pun kita ketahui pengingkaran seperti ini bertentangan dengan fitrah asal mereka bertentangan dengan hati nurani mereka karena Allah subhanahu wa taala menegaskan di dalam al-qur’an tentang Firaun dan bala tentaranya kita tahu Firaun yang mengaku sebagai sebagai Tuhan Allah subhanahu wa taala menyebutkan tentang hakikat pengingkaran ini dalam FirmanNya wahha was Mereka menolak keyakinan ini Padahal jiwa-jiwa mereka diri-diri mereka telah meyakininya karena kezaliman dan dan kesombongan Jadi intinya tauhid rububiah kita tahu merupakan Fitrah yang diakui oleh semua manusia Fitrah yang Allah subhanahu wa taala jadikan pada penciptaan penciptaan setiap makhlukNya mengakui Allah subhanahu wa taala sebagai rabbnya ya makanya Bersandar kepada Fitrah ini saja tidak cukup Kenapa Allah subhanahu wa taala mengutus para nabi dan para rasul Alaihi salatu Wasalam membawa petunjuk allah mengajak kepada tauhid mengajak kepada kewajiban mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam beribadah yakni untuk menyempurnakan Fitrah tersebut ya memang betul Ketika seseorang dilahirkan dia dalam keadaan cenderung kepada Tauhid Dalam keadaan Hanif Hanif artinya mukbil mukbilunallah walwahu selalu menghadapkan diri kepada Allah berpaling dari selainnya Di Dalam Hadis Qudsi riwayat Imam muslim Allah subhanahu wa taala berfirman inni khalqtu ibadi hunafaa Sesungguhnya aku menciptakan hamba-hambaku dalam keadaan Hanif seorang manusia dilahirkan seandainya tidak ada yang mempengaruhinya kebaikan atau keburukan maka dia akan mengikuti fitrahnya untuk mencari dan menyempurnakan tauhid kepada Allah Subhanahu wa taala menyembah kepada Allah semata-mata dan berpaling dari perbuatan Syirik tapi setan kemudian menghalanginya dan memalingkannya dari Fitrah ini itu yang terjadi pada manusia makanya pengetahuan tentang Tauhid rububiyah ini diakui oleh setiap manusia sehingga untuk memahamkan tentang Tauhid rububiyah tidak perlu dengan banyak dalil karena ini diakui oleh setiap fitrah manusia tidak perlu kita berpayah-payah untuk menetapkan dan meyakinkan kepada manusia tentang keberadaan Allah Maha Pencipta dan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang menciptakan alam semesta beserta isinya hanya dia yang maha kuasa memberikan rezeki ini tidak perlu secara fitrah manusia semua mengakuinya ya sebagaimana akal sehat manusia menetapkannya karena keteraturan alam semesta kemudian pergantian siang dan malam matahari terbit kemudian terbenam semua keteraturan ini tidak mungkin bisa terwujud tanpa ada pencipta Yang Maha Sempurna kekuasaannya Yang Maha Sempurna ilmunya yang Maha Sempurna pengaturannya ini diakui oleh setiap fitrah manusia Oleh karena itu pembahasan tentang Tauhid rububiyah ini merupakan pembahasan yang kita kembalikan kepada Fitrah tib Adapun anani jenis yang kedua tauhidul ilah atau tauhidul uluhiyah mengesakan Allah subhanahu wa taala sebagai alilah alma’bud alma’budu haqqon mengesakan Allah subhanahu wa taala sebagai sembahan satu-satunya huhah mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam semua jenis ibadah yang disyariatkan di dalam Islam artinya ibadah itu hanya ditujukan kepada Allah semata-mata seperti berdoa memohon pertolongan Dalam keadaan susah melakukan tawaf menyembelih-sembelihan bernazar dan lain-lainnya oleh karena itu Tauhid uluhiyah ini yang merupakan makna kalimat lailaha illallah kita ketahui bersama la ma’buda bihaqin atau la ma’buda haqqun illallah tidak ada sembahan yang benar selain Allah tidak ada yang berhak untuk mendapatkan ibadah selain Allah karena tidak ada pencipta selain Dia satu-satunya tidak ada pengatur alam semesta pemberi rezeki tidak ada yang maha kuasa mengatur tidak ada yang maha kuasa menghidupkan mematikan membangkitkan kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata makanya kita katakan berkali-kali tauhid rububiyah penetapannya mengandung konsekuensi ya mengandung kelaziman keharusan menetapkan Tauhid uluhiyah Tetapi kalau kita menetapkan uluhiyah sudah tadamun terkandung di dalamnya sekaligus tauhid rububiyah sehingga kalau kita mengatakan makna Lailahaillallah tidak ada sembahan yang benar selain Allah berarti kita sudah tetapkan sekaligus di dalamnya tidak ada pencipta selain Allah tidak ada pengatur alam semesta selain Allah telah terkandung di dalamnya Ya beda kalau kita menetapkan tauhid rububiyah saja masih menuntut kita menetapkan uluhiyah setelah itu nah ini Sebabnya kenapa dikatakan orang-orang musyrik yang menetapkan rububiyah mengakui pencipta alam semesta pemberi rezeki yang menciptakan diri-diri mereka adalah Allah kenapa ini belum masukkan mereka ke dalam Islam Kenapa mereka belum Dik akan bertauhid dengan ini mereka dikatakan masih melakukan perbuatan Syirik disebabkan karena penetapan tauhid rububiyah ini belum mencukupi selama mereka belum melaksanakan konsekuensinya yaitu menetapkan dan mengamalkan ibadah yang ditujukan kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata tidak ada sekutu baginya W na huadzi uh alaiham muhammadinahu alaihii wasallam kata beliau rahimahah tauhid inilah yang diingkari oleh orang-orang kafir dan pada jenis tauhid inilah terjadi permusuhan pertentangan antara umat-umat manusia dengan para rasul yang diutus kepada mereka sejak Rasul yang pertama yaitu Nabi Nuh alaihialatu wasalam sampai rasul yang terakhir yang paling mulia yaitu nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi inilah yang menjadi inti seruan dakwah para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam makanya Tauhid uluhiyah ini merupakan perkara yang selalu penting untuk kita mengajak umat kembali kepadanya karena ternyata dakwah para nabi dan para Rasul selalu fokus kepada pembahasan masalah ini dan banyak umat-umat yang menentang Tauhid uluhiyah ini karena tentu setan berusaha memalingkan mereka dari Jalan Kebenaran ya kita ketahui bersama sejak umat yang diutus pada mereka Nabi Nuh alaihialatu wasalam yang mereka dengan sebab awalnya dengan mencintai orang-orang yang Saleh kemudian mengagungkan menyikapi mereka secara berlebihan sehingga terjadilah peribadatan kepada selain Allah subhanahu wa taala terjadilah perantara-perantara yang dijadikan dalam berdoa kepada Allah subhanahu wa taala kemudian ternyata umat-umat yang berikutnya melakukan penyimpangan-penyimpangan yang sejenis sehingga diutuslah para nabi alaihimatu wasalam untuk mengajak umat kembali kepada tauhid ini sampai kepada nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wasam yang kita tahu ketika beliau mengutus sahabat Muad Bin Jabal radiallahua Anhu untuk berdakwah ke negeri Yaman beliau mengatakanahahaallah maka jadikanlah yang pertama kali kamu suruhkan kepada mereka agar mereka mentuhidkan Allah subhanahu wa taala jadi ini memang Mer ahasan yang selalu disampaikan karena penyimpangan dalam masalah ini masih banyak terjadi di umat ini kita ingat ucapan Nabi Ibrahim alaihiu wasalam Dalam Doa beliau ketika Meminta perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari perbuatan syik Wam Ya Allah jauhkanlah diriku dan anak-anak keturunanku dari menyembah berhala wahabku sesungguhnya berhala-berhala ini sembahan-sembahan selain Allah itu menyesatkan banyak manusia Subhanallah Kenapa Alquran pembahasannya paling banyak memerintahkan kepada tauhid membantah penyimpangan Syirik seandainya ini penyimpangan yang tidak banyak terjadi tidak mungkin Alquran memberikan perhatian yang besar seperti ini ya terlebih-lebih lagi Terata perbuatanirik yang paling banyak Jelaskan dibanta di dalam al-qur’an adalah perbuatan Syirik dalam hal berdoa meminta menjadikan berdoa kepada selain Allah subhanahu wa taala atau menjadikan perantara dalam berdoa kepada Allah subhanahu wa taala jadi ini menjadi inti para dakwah para nabi dan para rasul Alaihi salatu Wasalam dan tentu saja Berarti metode dakwah ahlusunah wal jamaah yang mengikuti dakwah para nabi dan para rasul alaih salam am juga memfokuskan kepada masalah masalah tauhid ini tib waqal Quranul karimu Fi Akari Suari alai waa duaillahi wahdahu sungguh al-quranul Karim memberikan motivasi dalam kebanyakan surat-suratnya kebanyakan ayat-ayatnya untuk ya memberikan penekanan terhadap masalah tauhid ini Dan juga untuk berdoa kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dan tidak ada sekutu baginya ya karena kebanyakan manusia mereka dijadikan tertipu dan terperangkap dengan tipu daya setan dengan mengarahkan atau membisikkan kepada mereka untuk menjadikan sembahan-sembahan selain Allah subhanahu wa taala itu sebagai tempat meminta hajat dan kebutuhan mereka ini jelas bertentangan dengan fitrah seharusnya ketika mereka mengetahui Allah subhanahu wa taala Maha Pencipta Maha Kuasa atas segala sesuatu maka Berarti selain Allah itu adalah lemah semua manusia lemah ins Manusia diciptakan dalam keadaan lemah dan begitu keadaan semua makhluk antumul fuqorallahi wallahu hual ghaniul Hamid kalian semua adalah hamba-hamba yang miskin fakir butuh kepada Allah dan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha kaya lagi maha terpuji tapi setan berhasil memalingkan manusia dengan membisikkan kepada mereka untuk pertama dikesankan bahwa orang-orang yang Saleh ini dibutuhkan sebagai perantara supaya mudah disampaikan hajat kepada Allah Karena disamakan dengan meminta hajat kepada makhluk kalau kita ingin menyampaikan permintaan kepada seorang petinggi seorang raja presiden atau orang yang punya kekuasaan kita tidak kenal dia maka kita butuh orang dalam yang menyampaikan hajat kita dikiaskan seperti itu padahal Allah subh uhkan perantara Dia Maha Mendengar Maha Melihat Maha Mengetahui segala sesuatu tidak ada yang tersembunyi semua yang ada di langitlangit dan bumi di hadapannya maka Allah subhanahu wa taala ya yang menyatakaninya di dalam alquran- tentang aku tentang Allah maka sesungguhnya aku Maha dekat tidak butuh perantara Allah Maha mendengarkan doa orang yang berdoa kepadanya aku akan menjawab seruan orang yang menyeru berdoa kepadaku ketika dia memohon kepadaku inilah yang kemudian dijadikan tipu daya setan untuk memalingkan manusia darinya sehingga terjadi perbuatan Syirik dan karena di atas namakan mengagungkan orang orang yang yang Saleh memuliakan orang-orang yang dianggap sebagai wali Allah banyak manusia yang terjerumus ke dalam tipu daya setan ini sehingga terjadi perbuatan Syirik yang inilah yang menjadi sebab Allah subhanahu wa taala mengutus para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam ya kaumbudullaha Ma lakum Min ilahin giriruhu wahai kaumku sembahlah kalian kepada Allah semata-mata karena tidak ada sembahan yang benar bagi kalian semua selain selain Allah subhanahu wa taala tib dicontohkan di sini Wai suratil fatihati taqra Wai suratil fatihati naqra di dalam surah al-fatihah kita membaca firman Allah subhanahu wa taala iyaka na’budu wa iyaka nastain hanya kepadaadamu ya Allah kami menyembah dan hanya kepadamu Kami memohon pertolongan jemaah sekalian rahimakumullah sudah kita ketahui ayat ini merupakan inti kandungan Surah al-fatihah rahasia kandungan surat al-fatihah sementara surat al-fatihah sendiri adalah Inti kandungan semua al-qur’an berarti ayat ini sama dengan Inti kandungan semua al-qur’an ya sebagaimana pernyataan salah seorang ulama Salaf yang dinukil dalam tafsir Ibnu Katsir Beliau berkata suratul fatihati sirrul Qurani wasirruha hadil kalimah surah al-fatihah adalah Inti kandungan rahasia kandungan al-qur’an dan Inti kandungan surat Alfatihah adalah ayat ini iyaka na’budu hanya kepadamu kami beribadah dan hanya kepadaammu kami memohon pertolongan ya wnaha nakusuka Bil ibadati faduka wahdaka wala nastainu bhoirika yang mana makna daripada ayat ini kami mengkhususkan bagimu ibadah Ya Allah Dan kami hanya berdoa kepadaadamu semata-mata kami tidak meminta pertolongan kepada selainmu Allah Maha Mengetahui bahwa manusia penuh dengan hajat dan kekurangan Karena Mereka diciptakan dalam keadaan lemah dalam keadaan fakir butuh kepada Allah makanya Allah subhanahu wa taala mensyariatkan mereka untuk selalu membaca ayat ini supaya hati mereka selalu tertuju kepada Allah dalam beribadah termasuk dalam memohon pertolongan meminta kemudahan dari Allah subhanahu wa taala dalam memenuhi segala hajat dan kebutuhan mereka ini Seharusnya makna yang direnungkan oleh seorang hamba yang selalu membaca surat Alfatihah ini dalam setiap rakaat salatnya n wauhidulahi yasmalu ifrahu Fi duaii Wal hukmarikamai kuhuakilun Fi qulii taala innani anallahu La ilaha illa Ana fa’budni dan Tauhid uluhiyah ini meliputi Ya mengesakan Allah dalam berdoa tidak menjadikan perantara dalam berdoa kepada Allah waal masajida Lillahi Fala tadu maallahi Ahada dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah maka janganlah kamu menyeru bersamaan dengan Allah kepada seorang pun tidak boleh jadikan perantara dalam berdoa kepada Allah kemudian berhukum dengan al-qur’an serta mengembalikan permasalahan kepada syariat Allah semua itu masuk di dalam keumuman firman Allah subhanahu wa taala di Surah Thaha in anallah sesungguhnya adalah adalah Allah La ilaha illa Ana fa’budni tidak ada sembahan yang benar kecuali aku kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata maka beribadah beribadahlah kepadaku semata-mata inilah Tauhid uluhiyah ya Yang ini merupakan perkara yang sebenarnya diketahui dari asal fitrah manusia untuk bisa ditetapkan kita ketahui bersama ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah jemaah sekalian rahimakumullah Allah subhanahu wa taala di dalam al-qur’an ketika membantah penyimpangan orang-orang yang melakukan perbuatan Syirik dalam uluhiyah Allah subhanahu wa taala menyebutkan apa yang mereka akui dan tetapkan dalam tauhid rububiyah ketika mereka sudah mengetahui menetapkan tauhid rububiyah Harusnya itu mengajak mereka untuk menetapkan Tauhid uluhiyah coba Antum perhatikan ayat pertama di dalam al-qur’an yang memerintahkan yang mengandung kata perintah Ya ayyuhanasudubakumadzi khalaqokum walladina minqblikum laakum tattaquun wahai sekalian manusia beribadahlah kepada Allah semata-mata yang menciptakanmu dan menciptakan orang-orang sebelummu agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa jadi Allah mengajak mereka Sesuai dengan fitrah asli yang mereka telah tetapkan yaitu Pencipta adalah Allah semata-mata yang menciptakan diri mereka dan orang-orang makhluk sebelum mereka untuk menetapkan harusnya yang pantas diibadahi hanyalah Allah subhanahu wa taala semata-mata tidak ada sekutu baginya tib kemudian alalit yang ketiga tauhidul asmai wasifat mentauhidkan nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala menetapkan nama-namanya Yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna dan bahwasanya ini hanyalah milik Allah makhluk tidak ada yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan seperti itu karena Allah subhanahu wa taala dialah Ahad Al Wahid Yang Maha Esa Yang Maha Tunggal ya termasuk maha esa dalam nama-nama dalam kemahasempurnaan dan kemahatinggian nama-nama dan sifat-sifatnya ini yang saya katakan tadi jemaah sekalian rahimakumullah banyak di antara para ulama yang membagi tauhid dengan pembagian seperti ini dan ini tidak ada masalah sesuai dengan Penelitian terhadap dalil-dalil al-quran dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu alaih wasallam sebagaimana ketika juga para ulama membagi menjadi dua contoh yang seperti disebutkan di dalam kitab Fathul Majid Syarah kitabut tauhid ya tauhid dibagi menjadi dua Seperti penjelasan dari Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala pertama tauhidul marifati Wal isbat yang kedua tauhidut tholabi Wal iradah ya tauhid mentauhidkan Allah dalam mengenal dan menetapkan sifat-sifat kesempurnaannya ini meliputi tauhid rububiyah dan tauhid asma was sifat Kemudian yang kedua mentauhidkan Allah dalam atab dalam kehendak dan niat kita ini adalah tauhid uluhiah tauhidul ibadah tidak ada masalah dalam pembagian seperti ini karena kedua-duanya tidak bertentangan ya cuman berbeda jaauan dan sudut pandang saja ya kedua-duanya boleh kita sebutkan ada yang mengatakan dua macam atau tiga macam sebagaimana pembagian yang disebutkan di dalam kitab ini tiib hual imanu bikulli War fil quranil karimi Wal haditahihi Min sifatillahillati wasofa biha nafsahu wasofahu biha rasulu Shallallahu Alaihi Wasallam alalqtiirwilin W takifin wa tafwid kalistiwai wzuli waladi Wal Maji wairha minifat yaitu mengimani semua yang disebutkan di dalam al-quranul Karim dan hadis-hadis yang sahih tentang sifat-sifat Allah yang Allah sifatkan bagi dirinya juga yang disifati oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis-hadis yang sahih karena ini merupakan sebab Allah perkenalkan dirinya agar kita mengetahui sifat-sifat kesempurnaannya yang dengan sebab ini kita akan menetapkan ibadah ketundukan kita lahir dan batin untuk Allah subhanahu wa taala semata-mata makanya kita hanya menetapkan sesuai dengan Alquran dan sunah karena yang mengetahui tentang kesempurnaan yang pantas bagi Allah hanya dirinya kemudian rasulnya yang mulia nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dari sinilah Imam Ahmad bin hambbal rahimahullah taala menegaskan La yusfulahu illa Bima wasofa bihi nafsahu W wasofahu bihi rasuluhu Shallallahu Alaihi wasallamwazul qural had tidak boleh kita sifati Allah kecuali dengan sifat yang Allah tetapkan bagi dirinya kemudian yang ditetapkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis-hadis yang sahih la yutajawazul quranu Wal hadis tidak boleh kita melampaui kita melebihi al-quran dan hadis ini yang namanya taukifi semata-mata harus berdasarkan dalil dari al-qur’an dan hadis tidak ada tempat untuk berijtihad dalam masalah ini tidak ada tempat bagi akal manusia karena akal manusia terbatas ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Dalam Doa beliau menyebutkan tentang kesempurnaan sifat allahana antasik Ya Allah aku tidak mampu membatasi pujian dan Sanjungan yang pantas bagimu karena engkau adalah sebagaimana pujian yang engkau tujukan bagi dirimu sendiri kalau Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam saja tidak bisa membatasi tidak bisa menjangkau pujian yang pantas bagi Allah Apalagi selain selain beliau Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam makanya pembahasan tentang Tauhid sifat-sifat Allah ini penting untuk dijelaskan tentang kaidah-kaidahnya agar tidak terjadi penyimpangan dalam masalah ini karena ini memberikan pengaruh besar berdampak besar dalam dalam menjadi sebab penyimpangan dalam masalah Tauhid uluhiyah karena tidak mengenal Allah akhirnya orang-orang menyerahkan peribadatan kepada selain Allah subhanahu wa taala ya karena mereka tidak mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah akhirnya mereka meminta dan mencari tempat sandaran kepada makhluk yang penuh dengan kekurangan sama dengan diri mereka tib kita memahaminya sesuai dengan maknanya yang Hakiki tanpa mentakwilkan menyelewengkan maknanya tanpa membagaimanakannya tanpa menyerupakannya dengan makhluk dan tanpa tafwid ya tanpa kita menolak kandungan menolak sifat-sifat tersebut seperti misalnya sifat istiwa wa Allah yang maha pemurah beristiwa di atas arsynya para ulama Salaf mengartikan istiwa adalah alulu Wal irtifa Maha tinggi di atas arsynya kemudian sifat tangan alyat bagi Allah sifat datang almaji Wal Ian dan sifat-sifat yang lain nufasiruha Bima War Salaf kita menafsirkannya sesuai dengan penjelasan yang disebutkan dari para ulama Salaf ya dari para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain para tabiin para tabi tabiin dan penjelasan para imam ahlusunah yang mengikuti jalan mereka dengan kebaikan Barakallah fikum Insyaallah setelah selesai salat isya kita akan teruskan pembahasan ini karena sudah azan kita cukupkan Sallallahu wasallam Wak Al Nabina Muhammadin waa alihibihi waman tabiahum ban yaumidin walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ikhwat Al Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu akbar Allahuakbar
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply