Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Ada Apa dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio Roja Bogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasatu wasalamu ala rasulillah Nab Muhammadin wa alihi waihi W asadu Alla ilahaillallah wahdahu syarikalah wa asadu Anna muhammadan Abdu isamumah para pemti Roja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari selasa kita dapat bersua kembali dan kita akan ikuti bersama kajian ilmiah yang dissharekan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan Parenting yang diambil dari buku Ada apa dengan remaja sebuah buku yang Insyaallah membahas mengenai problematika remaja disusun oleh Al Ustaz abuan almaidani hafidahullah dan akan disampaikan oleh penulisnya langsung pada kesempatan pagi hari ini seperti biasa dan setelah materi kami akan buka sesi interaktif bagi Anda yang ingin bertanya Anda bisa mengirimkan pertanyaan pembahasan ee sesuai dengan pembahasan di pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik langsung kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Al Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamua rasulillah Muhammad Ibni Abdillah Wula wala quwwata illa Billah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba’dah Amma Badu para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pertama-tama kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala atas setiap ee karunia dan anugerah yang Allah berikan kepada kita semua kita bersyukur kita masih diberi kesehatan keafiatan kehidupan dan kita masih dijaga di Islam dan Sunah sehingga pada kesempatan Pagi ini kita dapat bersama-sama mengikuti program kajian Islam ilmiah yang biasa kita lakukan kita masih bersama buku Ada apa dengan remaja yang pada Pagi ini kita akan melanjutkan pembahasannya selawat dan salam sebelumnya tidak lupa kita limpahkan untuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita sampai pada poin yaitu gambaran remaja Islam pada masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan kepercayaan ya Memberikan suatu amanah ya kepada ee para remaja ya bahwa beliau ya memang memposisikan diri sebagai orang tua ya sebagai pendidik guru ya kepada para remaja tersebut dan begitulah seharusnya para orang tua ya Ee remaja adalah masa ya di mana Sebentar lagi dia akan lepas landas dan menjadi seorang manusia dewasa maka kedewasaan itu harus dilatih ya dengan ee memberikan seperti tes gitu ya tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas sekaligus kita mengevaluasi Bagaimana ee kadar tanggung jawab anak remaja tersebut itu perlu di diberi ujian gitu ya Dan itu yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Ee beberapa sosok yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita ya ini gambaran sosok para remaja di masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di antaranya adalah eh Usamah bin Zaid ya Usamah bin Zaid ya Ee beliau adalah salah satu sosok remaja di masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Ee saat rasulullah wafat usianya lebih kurang 18 atau 20 tahun jadi Masih muda ya dia ada pada fase akhir remaja dan Usama bin Zaid dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang EE keluarga Islam ya Ayahnya adalah seorang sahabat yang mulia yaitu Zaid bin haritah ya dan itu Ayahnya adalah budak pertama yang masuk Islam dan ibunya adalah Ummu Aiman Ummu Aiman ini adalah pengasuh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam saat masih kecil ya Ketika Nabi kecil itu diasuh oleh Ummu Aiman dan pada bulan Muharram tahun 11 Hijriah Rasulullah Sallallahu Alaihi was wasallam mengirim pasukan ke negeri Syam ya untuk menghadapi pasukan Romawi yang pada saat itu merupakan salah satu kekuatan terbesar di dunia tentara tentara Romawi terkenal ya mereka telah melakukan invansi militer ke Asia bahkan ke semenanjung Arab ya ke ee Syam ya Nah demikian dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menunjuk usamaah bin Zaid yang pada saat itu masih belia ya tentunya di bawah 20 yang pasti atau bahkan di bawah 18 karena us ee nabi wafat Usama baru berusia 18 atau 20 tahun jadi di puncak masa remaja Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menunjuk Usama bin Zaid menjadi Panglima pasukan Panglima ya yaitu yang membawahi pasukan ya yang membawai pasukan seluruhnya dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menginstruksikan memerintahkan untuk memasuki kawasan balqa dan Darum di Palestina sekarang ini ya Nah Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menunjuk Usama bin Zaid sebagai panglima perang ya di antara kaum munafik bikin mencibir kepemimpinan ini ya mereka menganggap ee Usama bin Zaid tidak layak untuk memimpin pasukan ya mereka mengatakan Rasulullah menunjuk anak ingusan sebagai komandan di tengah-tengah sebagian besar sahabat Muhajirin dan Anshar ya ya kita tahu bahwa pasukan yang berangkat perang menuju Syam menghadapi Romawi itu adalah sahabat sahabat Muhajirin dan Ansar dan di antara mereka terdapat sahabat-sahabat yang EE tentunya lebih tua jauh lebih tua ya mungkin ee lebih cocok menjadi Ayah bagi Usama bin Zaid seperti ada Abu Bakar ada Umar dan lain-lain ya maka Rasulullah membalas ataupun apa namanya ya meluruskan ya komentar itu nabi membantah komentar itu dan mengatakan kalau kalian mencelaku berarti kalian telah mencela ee kalau kalian mencelanya karena aku menunjuknya ya berarti kalian telah mencela kepemimpinan ayahnya sebelumnya ya Kalau kalian tidak puas ya dengan kepemimpinannya kalian tidak bisa terima aku menunjuknya sebagai panglima perang maka kalian juga berarti telah tidak menerima kepemimpinan ayahnya sebelumnya sungguh usamaah pantas untuk memimpin pasukan dan ayahnya juga pantas untuk itu Nah maka usamaah bin Zaid pun membawa pasukan yang mana terdiri dari kalangan Muhajirin dan Ansar seperti kita katakan Abu Bakar Umar dan petinggi-petinggi dari suku aus dan khajraj dipimpin oleh seorang anak muda ya seorang remaja ya Coba lihat Bagaimana tanggung jawab besar yang Nabi berikan kepada Usama ini bukan main-main ya memimbin pasukan itu tidak main-main karena di tangannyaalah nasib ya Ee ribuan pasukan yang saat itu ya pasukan yang dikirim ya sangat banyak untuk menghadapi pasukan Romawi lagi ya salah satu kekuatan terbesar di dunia saat itu nah kita bisa lihat ini bahwa nabi Ee tidak lagi ya memposisikan diri sebagai teman bagi Usama begitu ya Yang mana Kalau Demikian maka kekuatan ya kata-kata nabi tidak seperti Ketika Nabi memposisikan diri sebagai orang tua ya yang memberikan titah kepada anak ya ya kepada eh anaknya begitu ya jadi artinya ketika seorang ayah memberikan perintah kepada anaknya itu perintah yang serius enggak main-main Kalau nabi memposisikan diri sebagai teman bagi Usama mungkin usamaah menganggap itu canda ya menunjuknya sebagai panglima perang ini menjadi bukti bagi kita bahwa ketika anak ini remaja kita sebagai orang tua harus memposisikan diri bukan sebagai teman tapi sebagai ayah karena kata-kata kita sudah serius bukan main-main lagi ya apa yang kita katakan kepadanya adalah perkara-perkara yang serius karena dia sudah Ee sudah menjelang dewasa akalnya sudah semakin sempurna ya tidak seperti bocah-bocah anak-anak ya mungkin mereka menanggapi ucapan kita enggak serius ya Nah dan juga Dia ee anak-anak enggak bisa membeda kita serius atau tidak serius ya mungkin saja bercanda Kita anak-anak bocah mungkin menganggapnya serius kita serius mungkin anak-anak menganggapnya kita bercanda karena akalnya belum sempurna ya sangat jauh dari sempurna masih kanak-kanak bocah tapi seorang remaja tidak seperti itu apalagi dia berada di puncak masa remaja akalnya sudah semakin sempurna maka apa yang keluar dari kita dari lisan kita itu adalah perkara yang serius bukan main-main ya Nah demikian maka ketika nabi menunjuk usamaah sebagai panglima perang itu adalah perkara yang serius ini bukan main-main ya menyangkut nyawa banyak pasukan ribuan pasukan di belakang beliau ya Nah di situ ada ee sahabat-sahabat yang secara usia dua kali lipat dari USA bahkan mungkin tiga kali lipat ya dari ee usia Usama sendiri ya mungkin mereka lebih cocok menjadi kakeknya usamaah mungkin ya ya Kalau lihat dari usia Abu Bakar sendiri usianya 60 demikian juga Umar ya Karena beda usia antara nabi dan EE Abu Bakar cuma 2 tahun ya Nah demikian ya Ee demikian pula sahabat-sahabat Ansar Ya seperti pemuka-pemuka suku aus dan khajraj ya mereka adalah sahabat-sahabat yang senior ya dari sisi usia Mungkin tiga kali lipat usianya daripada usamaah tapi nabi tetap menunjuk Usamah ya Di Tengah Badai protes ya dari ee sebagian orang yang enggak suka ataupun mempertanyakan terutama dari kalangan kaum munafikin ya Nah demikian wallahuam bissawab e maka ini adalah pelajaran ya kepada para orang tua ya bagaimana orang tua itu harus memberikan kepercayaan ya kepada anak-anak remaja Mi e mengetes mereka menguji mereka dengan memberikan menyerahkan tugas-tugas dan melihat memperhatikan bagaimana mereka melakukan tugas-tugas itu bagaimana kadar tanggung jawabnya responsibility-nya ya terhadap ee tugas-tugas yang kita ee berikan kepadanya ya Nah di situ bisa kita evaluasi misalnya masih payah ya Nah ini perlu di ee di apa ya dilatih lagi ya di apa namanya ditegaskan lagi Bagaimana cara memikul sebuah tanggung jawab kadang-kadang anak remaja itu perlu juga dituntun dia ya Nah maklum ya mungkin pengalamannya masih minim seperti Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam e membimbing Usama bin Zaid untuk bisa menjadi Panglima pasukan memberikan kepercayaan supaya Bagaimana anak remaja ini punya ee kepercayaan diri begitu ya bahwa dia mampu ya bahwa dia bisa ya Nah para orang tua harus memberikan kesempatan ya kepada remaja-remaja untuk bisa ya untuk bisa berbuat begitu ya karena kita perlu regenerasi begitu nabi juga sadar itu ya kalaulah pemimpin pasukan itu selalu orang-orang yang sudah tua berumur mereka akan pergi Lalu bagaimana regenerasi ya bagaimana regenerasi setelah kita pergi siapa yang bisa dadakan itu enggak mungkin ya dadakan itu tidak mungkin maka ya ya Terkadang juga ya kita katakan ya Ee ustaz-ustaz yang masih muda itu perlu diberi kepercayaan juga ya dilatih ya untuk ya mungkin kita juga perlu regenerasi kita enggak selamanya ada di dunia ini di muka bumi ini ya Ee pasti ada waktunya kita pergi nah Maka kalau remaja-remaja ini tidak dilatih ya diberikan kepercayaan mereka mungkin kurang PD Istilahnya ya ya dan ya Misalnya lah sewaktu-waktu kita pergi bagaimana mereka bisa melanjutkan tongkat estapet Ya sementara mereka tidak dilatih dan kita tidak pernah mengevaluasi bagaimana mereka menjalankan tugas-tugas itu Nah di sinilah nabi Sal wasam memberikan contoh kepada kita ya ini sebelum nabi wafat ya jadi beliau sudah mengisyaratkan adanya regenerasi di ee di dalam pasukan kaum muslimin ya maka beliau sengaja menunjuk Usamah gitu ya untuk menjadi Panglima Padahal di situ ada Amr Bin As ya Khalid Ibnu Walid bahkan yang lebih senior dari itu yaitu Abu Bakar Umar yang menyertai nabi ya di sepanjang peperangan yang dijalani oleh Nabi ya ya dan beberapa sahabat-sahabat lainnya yang ya memang sudah matang banyak makan asam garamlah di medan pertempuran ya tentunya nabi ingin mereka yang senior-senior membimbing anak-anak muda mereka perlu pengalaman mereka perlu pengarahan ya Ee orang-orang tua perlu berbagi pengalaman kepada anak-anak muda ya supay memberikan mereka suatu pelajaran karena pengalaman itu adalah guru yang terbaik kalau mereka tidak dikasih kesempatan bagaimana mereka punya pengalaman Nah demikian ya wallahuam bissawab dan itu langkah yang diambil nabi nabi percaya itu bahwa Usama bisa memikul tugas berat tersebut dan pada akhirnya Usama B bersama pasukan berangkat yang menuju negeri Syam dan singgah di kawasan jaraf hingga Rasulullah Sallallahu alhi wasallam wafat dan Abu Bakar dibaiat sebagai khalifah ya dan memang ternyata setelah penunjukan Usamah menjadi Panglima pasukan enggak Berapa lama nabi wafat dan Abu Bakar dibaiat sebagai khalifah ya kisahnya kita tahui ketahui bersama ya bagaimana pengangkatan Abu Bakar ashsiddiq sebagai khalifah pertama bagi kaum muslimin Nah selanjutnya Usama berkata kepada Umar kembalilah ke khalifah Rasulullah dan Mintalah izin kepadanya agar aku membawa pulang pasukan karena aku membawa orang-orang terkemuka ini menunjukkan kedewasaan Usama ya bahwa beliau adalah seorang remaja yang panjang perhitungannya tidak gegabah ini juga tentunya hasil didikan ya hasil ee bimbingan pengarahan ya bagaimana ee seorang remaja itu datih untuk tidak bersikap gegabah ini luar biasa Enggak semua remaja punya ya kita katakan kemampuan seperti itu ya kesadaran seperti itu ya kebanyakan sifat remaja itu gegabah ceroboh Nah itu ee sifat dasar remaja ya kita katakan tapi di sini UST ah tidak ini menunjukkan kedewasaan Usamah bahwa beliau punya bakat untuk jadi pemimpin pasukan Enggak semua remaja di zaman Nabi punya bakat jadi Panglima pasukan nabi juga enggak coba-coba ahah Coba Si Fulan Coba Si Fulan enggak tapi nabi mengenali remaja-remaja pada masa beliau ya nabi mengenali banyak remaja-remaja pada masa nabi tapi nabi menunjuk ya remaja yang tepat untuk memikul tugas ini Karena nabi melihat dia punya bakat seperti yang kita sudah bahas ya di apa namanya di buku ee mencetak generasi Rabbani dan juga di buku-buku sebelumnya ya bahwa orang tua itu harus ee mengetahui bakat anak ya dan itu harus terus dipantau dari kecil ya dikawal ya perkembangan ee bakatnya ini dari kecil gitu ya maka salah satu bentuk sekolah yang dibuat masa kini yaitu sekolah berbasis bakat gitu ya dan nabi adalah ya ee ee kita katakan ee ee pemandu bakat yang ulung gitu ya ya nabi mengerti ya bakat-bakat anak-anak remaja ini ya jadi nabi juga ee melihat ya Sisi bakat seseorang ya manusia lahir ke dunia dengan rezeki yang berbeda-beda enggak sama ya demikian juga anak-anak remaja ini memiliki bakat-bakat yang berbeda dan nabi bisa apa namanya ee mengetahui itu ini luar biasa ya dan itu juga pelajaran bagi para pendidik dan guru ya terutama orang tua bahwa mereka perlu mengetahui bakat-bakat anak-anak remaja mereka anak-anak mereka ya dan itu terus dikawal sampai mereka dewasa Karena tidak semua orang punya kemampuan tertentu ya ya masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda-beda ya kadang-kadang orang tua yang tak tahu bakat anaknya dia cenderung memaksakan kehendak dirinya tanpa melihat bakat Anaknya Nabi Enggak seperti itu itu nabi enggak memaksakan misalnya anaknya Umar misalnya yaitu Abdullah bin Umar menjadi Panglima pasukan karena ayahnya ya seorang yang gah-gah berani di medan perang Kenapa Nabi tidak menunju Abdullah bin Umar ya dan menunjuk usamaah bin Zaid ya tidak lain karena bakat enggak Semua orang punya bakat kepemimpinan leadership ya Ya seperti nabi tahu ya eh potensi-potensi yang ada pada manusia maka nabi pernah melarang Abu Dzar al-ghifari bahkan untuk memimpin dua orang eh wala taarna bainni jangan kamu memimpin walaupun hanya dua orang karena Abu Dzar al-ghifari tidak punya ee talenta atau bakat Ya untuk itu bakatnya bukan di situ jadi jadi nabi bisa menempatkan manusia pada tempatnya sesuai dengan bakatnya ya Nah ini sangat penting terutama bagi para orang tua yang kadang-kadang lebih suka memaksakan kehendaknya kepada anak sehingga anak ini juga kadang-kadang merasa tertekan dan bingung ya Dia tidak punya kemampuan tapi orang tuanya mau gitu ya ini kemauan orang tua bukan kemampuan dirinya kita juga Kalau dipaksa melakukan sesuatu yang kita tidak mampu kita juga bingung kita enggak bisa masak misalnya ya dan sama sekali Blank tentang masak memasak ya lalu kita diserai tugas untuk memasak kita pun bingung gitu ya Ya serba salah ya kita terima salah enggak diterima juga salah karena itu perintah orang tua nah ini menjadi satu Dilema bagi anak ya Nah demikian jadi ini penting ya Sekali lagi orang tua harus tahu bakat anak-anak mereka dan mengarahkan kepada bakat yang memang ada manfaatnya mendatangkan membawa manfaat maslahat Ya bagi Islam dan kaum muslimin bahkan bagi umat manusia ya Nah seperti eh dalam kisah ini ya Usama bin Zaid ternyata memiliki bakat leadership yang luar biasa ya Salah satu sifat ya kepemimpinan itu adalah tidak ceroboh tidak gegabah dan suka meminta pertimbangan tidak egois ya Nah seperti yang ditunjukkan di sini oleh usamaah Beliau berkata kepada Umar ya usianya jauh ya antara Usama dengan Umar itu seperti yang kita sebutkan ya mungkin Usama lebih cocok jadi cucunya Umar gitu ya lebih cocok jadi cucunya Umar mungkin ya dari sisi usia Atau paling tidak ya anaknya umarah maka Beliau berkata kepada Umar kembalilah ke khalifah Rasulullah dan Mintalah izin kepadanya agar aku membawa pulang pasukan ya karena aku e ee karena aku membawa orang-orang terkemuka sahabat-sahabat yang senior ya Nah aku pun tidak merasa aman terhadap keselamatan khalifah serta barang barang-barang berharga milik Rasulullah dan kaum muslimin agar tidak dirampas oleh orang-orang musyrik ya karena saat itu Madinah juga sedang ada masalah yaitu penentangan ya dari ee e kabilah-kabilah Arab Badu yang menolak membayar zakat kepada Abu Bakar Ya sementara usosamaah dan pasukan itu sudah berada ee di perb e di di negeri Syam di Palestina Ya sudah sampai di kawasan jaraf ya nah eh beliau minta pertimbangan apakah lebih baik balik ke Madinah untuk memperkuat ya Madinah yang saat itu berada di bawah ancaman ya Nah sementara di situ cuma ada Abu Bakar ya Nah tidak ada pasukan walaupun pada akhirnya ya ya singkat ceritanya Usamah tetap melawan ataupun menghadapi pasukan-pasukan Romawi sementara Abu Bakar as-siddiq sendiri dibantu oleh Bani sakif yang pada saat itu nota bnya adalah baru bani sakif itu adalah kabilah yang terakhir masuk Islam yang mana pada saat mereka masuk Islam mereka mensyaratkan tidak baiat dan tidak bayar zakat dan nabi menerima syarat itu ya bahwa mereka dipersilakan masuk Islam tanpa ada kewajiban jihad dan bayar zakat padahal zakat itu kan rukun Islam ya ya tapi ya Yang penting mereka syahadat dululah ya Nah demikian karena Bani sakif ini sangat sulit untuk ditaklukkan benteng terakhir yang ditaklukkan nabi itu ya benteng Hunain ya ya Hunain itu adalah Ee kita katakan Thaif ya benteng Thaif ya Ee ya itulah dia ee ee tempatnya ataupun e kediamannya Bani sakif jadi Bani sakif ini yang terakhir masuk islam Gitu ya dari kabilah-kabilah Arab yang ada ya tapi setelah mereka masuk Islam mereka adalah kaum Ya seperti dikatakan oleh mughirah BIN syubah mereka adalah kaum yang paling e Setia memegang komitmen mereka ya paling setia memegang komitmen mereka ya Dan pada akhirnya ya merekalah kaum yang setia membayar zakat kepada Abu Bakar peninggal nabi ya mereka adalah kaum yang setia membayar zakat kepada Abu Bakar dan mereka juga yang berada di sekitar Abu Bakar menghadapi orang-orang yang menolak menolak bayar zakat yang diperangi oleh Abu Bakar assiddiq sementara Usama dan pasukannya tetap menghadapi pasukan Romawi ya Nah demikian ini luar biasa tapi coba lihat di sini ya pandangan yang jauh ke depan dari seorang usamaah bin Zaid seorang remaja bayangkan remaja ya Beliau juga mengkhawatirkan keselamatan khalifah ya dan kota Madinah Masjid Nabawi ya kediaman Nabi di sana ada istri-istri nabi sementara di sekitar Madinah banyak orang-orang munafikin dan orang-orang yang murtad ya tidak mau lagi bayar zakat tidak setia dengan keislamannya ya Nah demikian itu situasinya maka orang-orang Ansar berkata jika Usamah tetap bersih keras meneruskan perjalanan sampaikan kepada Abu Bakar dan Mintalah kepadanya agar menunjuk orang yang lebih tua dari Usama ya Abu Bakar berkata menjawab Ya permintaan mereka itu dengan mengatakan Andai anjing-anjing dan serigala menyerangku Aku tetap tidak akan menolak putusan yang telah diberikan dikeluarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam artinya aku tidak akan mencopot Usama bin Zaid hanya karena dia lebih muda kalau alasan itu Abu Bakar tidak terima Kenapa karena yang menunjuk Usamah adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya Eh Umar berkata orang-orang Ansar memintaku untuk menyampaikan kepadamu Mereka menginginkan Agar engkau menunjuk seorang komandan ataupun Panglima yang lebih tua dari Usama demikian Umar menyampaikan permintaan kaum Ansar ya maka Abu Bakar yang tadinya duduk langsung berdiri dan meraih jenggot Umar dan berkata Ada apa denganmu wahai Ibnu Khattab Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menunjuk Usama sebagai pemimpin lalu kau engkau menyuruhku untuk mencopotnya ya lalu engkau menyuruhku untuk mencopotnya ya bahwa yang menunjuk ee Usama itu bukan diriku tapi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Abu Bakar meneruskan apa yang diputuskan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Coba lihat Bagaimana ya kita katakan ee pandangan yang tajam dari seorang khalifah ya ya ini menunjukkan bahwa memang Abu Bakar adalah seorang sahabat yang komitmennya memegang sunah itu luar biasa ya Luar biasa memang pantas untuk menjadi khalifah sepeninggal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana kata kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya ya’ballahu Wal muslimuna illa aba bakrin ee Allah dan kaum muslimin tidak menghendaki kecuali Abu Bakar ya Nah demikian Ya karena ya kita katakan senioritas dan pandangan yang jauh ke depan yang dimiliki oleh Abu Bakar as-siddiq dan loyalitasnya kesetiaannya terhadap Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang lebih daripada yang lain ya bukan berarti yang lainnya tidak ada loyalitas tidak tapi ini bicara antara ya kita katakan sesuatu yang lebih ya Nah demikian yang tidak dimiliki oleh yang lainnya ya Nah demikian jadi Abu Bakar tetap bersikuku untuk menunjuk ee Usama bin Zaid sebagai panglima pasukan ya walaupun ya kita tahu ya ya Abu Bakar as-siddiq ya mungkin saja menunjuk ee kaum sahabat-sahabat Muhajirin yang jauh lebih ya mungkin pengalaman di medan perang ya karena Abu Bakar menyerahkan kepada e percaya bahwa nabi menunjuk usamaah bin Zaid itu bukan tanpa alasan seperti yang sudah kita jelaskan tadi ya wallahuam bawab maka Umar segera menemui pasukan dan mereka pun bertanya apa putusannya maka Umar berkata teruskan perjalanan Ada apa kalian ini khalifah rasulah tidak merestu permintaan kalian ya artinya Usamah tetap memimpin pasukan Abu Bakar tidak mencopotnya ya ya Eh tentunya ya orang-orang Ansar berharap ya dengan pemimpin yang lebih tua mungkin bisa e lebih mempertimbangkan Bagaimana kondisi di Madinah dan bagaimana bisa memimpin pasukan mengalahkan pasukan Romawi seolah-olah mereka meragukan kepemimpinan usamab maka Abu Bakar siddiik keluar menemui pasukan lalu memberangkatkan mereka dengan berjalan kaki sementara Usama bin Zaid mengendarai kuda dan Abdurrahman bin Auf menggiring kendaraan milik Abu Bakar usam pun berkata kepadanya wahai khalifah Rasulullah demi Allah Naiklah ke kendaraanmu atau aku akan turun ya begitu ya kita katakan seorang remaja yang hormat ya menghormati yang lebih tua ini harus kita tanamkan kepada pada anak-anak ya ya adab ya menghormati yang lebih tua menyayangi yang lebih muda begitu ya Laisa Minna Man lam yarham shirona wauakir kabirona yang tua menyayangi Yang Muda Yang Muda menghormati yang tua ya yang tua juga jangan ya semena-mena terhadap yang muda ya ee mengerdilkannya ee menyepelekannya meremehkannya ya Ee anggapnya bukan apa-apa ya atau Ya seperti banyak kata-kata orang tua yang kadang-kadang enggak pantas ya E tahu apa kamu kadang-kadang kan orang tua sering mengucapkan kata-kata seperti itu Kamu masih bau kencur gitu ya ya aku ini sudah banyak makan asam garam kamu itu enggak punya pengalaman kamu diam saja ya kadang-kadang ada orang tua yang sikapnya seperti itu tidak ada sayangnya kepada yang muda ya merasa dia lebih begitu dan enggak cocok c kan orang tua mengkomparasikan dirinya dengan anak muda begitu ya orang tua ya sebagai orang tua pembimbing pendidik pengayom begitu ya bukan menjadi Rival bagi anak muda ya seolah-olah Dia riv ee apa namanya sedang ada rivalitas dengan anak muda itu enggak cocok dan Abu Bakar Enggak seperti itu Abu Bakar menunjukkan beliau beliau adalah orang tua yang sayang kepada anak muda dan anak muda ini ya seorang remaja ini usah membizit adalah remaja yang menghormati orang tua nah anak-anak remaja juga sekarang ya perlu diajari adab itu bagaimana mereka harus hormat kepada ya yang lebih tua kadang-kadang ada anak remaja itu entah didikan siapa juga ya menyipilhan orang-orang yang lebih tua ya itu kan tidak pantas padahal us usianya jauh ya tapi karena dia kadang-kadang merasa lebih pintar begitu ya Ya mungkin karena ya tapi dari sisi usia ya Ini masalah di dalam agama ini bukan masalah pintar-pintaran enggak adab itu ya jauh nilainya lebih tinggi yang harus kita jaga daripada sekedar kita beradu pintar-pinteran begitu ya ya wallahuam bissawab Sehingga tercipta yang dikatakan nabi tadi yang muda menghormati yang tua yang tua menyayangi yang muda kalau itu tidak ada itu kacau ya yang tua merasa ya apa merendahkan yang muda ya menganggapnya bukan apa-apa bahkan ada kesan Ee kita katakan Ya ee merendahkannya menghinakannya kan gitu ya ya yang muda juga tidak menghormati yang tua kacau itu maka kita ya orang tua yang ya yang lebih tua ini harus memiliki kesadaran yang lebih membimbing anak-anak muda itu supaya menjadi anak muda yang hormat kepada yang tua ya Nah demikian wallahuam bawab nah seperti yang ditunjukkan di sini oleh Abu Bakar dan Usama ya Nah demikian Coba lihat Bagaimana E Usama menghormati ya Eh Abu Bakar asiddiq Beliau mengatakan wahai khalifah Rasulullah demi Allah Naiklah ke kendaraanmu atau aku akan turun ya aku akan turun kamu yang naik gitu naik kendaraan demikian ada apa kata Abu Bakar Abu Bakar mengatakan demi Allah tetaplah engkau di situ demi Allah aku tidak akan naik Ee tidak akan naik ke kendaraanku Apa salahnya jika aku melusuhkan kakiku dengan debu di jalan Allah barang sesaat ini seorang khalifah ya jadi Abu Bakar di bawah Usama yang ada di atas kendaraan itu ini menunjukkan ya Abu Bakar sedang menanamkan nilai di sini kepada seorang remaja ya Nah demikian ya bagaimana ee ee orang tua itu nanti kalau jadi orang tua begitu punya pengertian yang tinggi rasa empati ya apa namanya ee penghormatan ya Nah ee punya Ee kita katakan ee Wibawa dan seterusnya itu itu nilai yang ingin ditanamkan oleh Abu Bakar kepada seorang remaja yang bernama Usama bin Zaid ya Nah demikian Luar biasa ini Ya kita katakan adab dari para ee sahabat yang mulia Bagaimana kepedulian mereka bagaimana empati mereka itu harus diumbuhkan ya rasa empati dan peduli itu dan itulah akhlak sebenarnya akhlak itu tidak keluar dari kata peduli ya bagaimana kepedulian kita bagaimana di sini Abu Bakar menunjukkan kepedulian Nya kepada Panglima pasukan walaupun itu lebih lebih mudah jauh lebih mudah ya Nah demikian karena ia akan melaksanakan tugas yang berat ya Nah maka Abu Bakar mengatakan apa salahnya jika aku melusuhkan kakiku dengan debu di jalan Allah bareng sesaat ya atau pelajaran yang luar biasa ya dari seorang Abu Bakar assiddiq ya Nah selanjutnya Abu Bakar berkata jika engkau mengizinkan Umar untuk membantu Tugasku sebagai khalifah katakan saja ya jika engkau mengizinkan Umar untuk membantu Tugasku di Madinah sebagai khalifah katakan saja maka usamaah pun mengizinkan Umar pulang ke Madinah bersama Abu Bakar untuk menemani mendampingi Abu Bakar di Madinah ini juga kepedulian ya empati dan mengerti ya begitu ya mengerti ya bahwa Iya Abu Bakar juga perlu pendamping di Madinah Ya di sini seorang anak muda yang biasanya egonya tinggi ya Kalau diberi kepercayaan mungkin ya orang anak muda yang enggak punya empati ya egonya tinggi mengatakan Enggak dia tetap bersamaku aku panglimanya ya Umar tetap pergi bersamaku ke Romawi apa ke negeri saya menghadapi Romawi karena dia punyaon diu Panglima perangnya kan beliau tidak ini tidak Usama adalah seorang remaja yang pengertian ya Nah ini sens ya rasa itu itu perlu dibangun G menjadi seorang manusia yang punya rasa begitu ya mengerti ya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain seperti eh nabi katakan berkaitan tentang akhlak ya nabi mengatakan unzur hadis Abul muntafik radhiallahu Anhu nabi mengatakan kepadanya undzur Ma tuhibbu minannasi ayyaatuhu ilaika faf’aluhu bihi faf’aluhu bihim warita ayyaatuhu ilaika farhum minhu coba perhatikan apa-apa yang kamu suka orang lain melakukannya untukmu maka lakukanlah itu untuk mereka dan apa-apa yang kamu tidak suka orang lain melakukannya terhadapmu Maka jangan lakukan juga terhadap mereka ini akhlak ini tentang kepedulian ya jadi jauh dari sikap mentang-mentang begitu ya E ini saya ini saya yang punya kuasa ini Lalu ada sikap seperti semenamena begitu yal Berlaku tidak adil menindas ya menyampingkan tidak mau mendengar nah ini bukan Akhlak Yang Mulia seperti itu dan itu akhlak yang enggak mendidik ya Coba coba lihat ya kisah ini luar biasa memang Bagaimana anak muda yang pengertian dan bagaimana orang tua yang sopan begitu ya walaupun yang dihadapi ini lebih muda begitu ya Luar biasa itu ee akhlak yang tinggi yang mereka tunjukkan di sini ya Nah demikian tapi di sini yang kita sat adalah keberhasilan ya para sahabat ya di dalam mendidik generasi-generasi muda mereka terutama anak-anak remaja wallahuam bawab Nah demikian ya mung akan kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang Insyaallah ya kita tanya jawab dulu karena waktunya sudah eh habis ya subhanah wihamdik asaduaaha Anta astagfirukau I Nam Baik terima kasih banyak sekarangir atas materi yang telah disampaikan oleh Al Ustaz di kesempatan pagi hari ini Insyaallah eh sangat menarik sekali apa yang telah di ee sampaikan oleh Ustaz digambarkan Bagaimana ee gambaran Islam pada zaman Nabi Sallallahu alaihi wasallam begitu iri kita mendengarnya apa yang telah disampaikan semoga Allah subhanahu wa taala mengaruniakan kepada kita anak-anak kita e yang hidup di bawah naungan agama Masyaallah eh kita lanjutkan Bagaimana I pertanyaan ya alhamdulillah E ini sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk di kesempatan pagi hari ini yang pertama kami ajukan dari ibu San yang berada di jakartaamualikum warahmatullahi wabarakatuh bentar ee ya Ustaz Bagaimana cara mendekati anak perempuan yang seharusnya dia sudah mulai memikirkan untuk menikah ee Namun ternyata anak tidak mau ee cepat-cepat menikah karena karena ee fokus dengan kuliahnya Ustaz terus ang masih e ada rasa kekhawatiran dari orang tua apabila dia menunda-nunda untuk menikah jika memang sudah waktunya ya Eh inilah yang sedang kita bicarakan membangun interaksi positif dengan remaja ya membangun bonding ya antara kita dan anak-anak remaja kita dan itu perlu waktu ya enggak bisa dadakan ya kita minta anak Kita Nikah Hari Ini Besok nikah gitu ya enggak bisa seperti itu juga kan begitu ya jadi perlu waktu itu ya Nah maka segala satunya harus dipersiapkan jauh-jauh hari enggak bisa dadakan kan begitu ya kita misalnya punya proyeksi ke depan anak remaja putri ini usia sekian menikah jadi 5 tahun sebelumnya itu sudah diberikan gambaran gitu ya gambaran dia sudah memang dipersiapkan begitu ya Sehingga Tiba Waktunya memang dia sudah matang gitu ya untuk menjalani kehidupan rumah tangga dan dia juga tidak merasa terpaksa dan tidak bertabrakan dengan Mungkin hal-hal yang sedang dijalaninya misalnya pendidikan ya kalau dia menjalani pendidikan kan begitu ya Nah demikian banyak juga yang belajar sambil sambil apa namanya menjalani peran sebagai ibu rumah tangga cuma semuanya itu kan harus ada persiapan jadi itu untuk melakukan suatu atau ada gambaran begitu ya kalau dadak kan siap pun bingung gu kita aja kalau misalnya dadakan juga bingung kan begitu ya karena enggak ada enggak ada eh planning apapun mungkin ya di dalam pikiran kita Blank gitu ya Nah demikian jadi perlu dipersiapkan gitu Bagaimana pertama menumbuhkan kesadaran bahwa dia satu saat harus berumah tangga Apa itu rumah tangga kan gitu mungkin dia punya gambaran yang salah atau mungkin dia punya persepsi yang negatif gitu ya mungkin karena dia dengar-dengar dari teman-temannya bahwa itu ee tidak enak kan begitu ya banyak masalah apalagi dia lihat ya teman-temannya yang mengalami kegagalan kan gitu ya atau Bahkan bukan hanya sekedar gagal tapi ee mengalami trauma yang dalam dia ketika berumah tangga itu banyak juga kan kejadian-kejadian seperti itu yang membuat dia bersikap mungkin apa ya Ee apatis terhadap yang namanya pernikahan ya dan cenderung ada juga yang berusaha menghindar gitu Jadi ini perlu diberi pengertian kepada anak remaja itu ingat ya anak remaja itu akalnya sudah menuju sempurna kita enggak bisa memperlakukan mereka seperti bocah begitu ya Men surah-suruh kemudian harus melakukan apa yang kita kehendaki begitu ya Nah Enggak seperti itu juga ya ya kadang-kadang ada yang terjadi begitu mereka melakukannya tapi separuh hati mereka berumah tangga seingga akhirnya enggak siap jadi istri ada juga seperti itu kenapa dorongan paksaan dari orang tua yang memang ya bukan dipaksa lagi macam di di apa namanya ee dituntut untuk melakukan kehendak orang tua begitu sehingga dia menjalani peran sebagai ibu rumah tangga juga atau istri juga setengah hati begitu ya tentunya kan kita tidak berharap seperti itu dia memang melakukan itu dengan kesadaran ee ada apa namanya ee ee sesuatu yang memang di ingin diraihnya dengan berumah tangga kan begitu ya Kenapa dia berumah tangga Kenapa Nabi menyuruh para remaja untuk kalau sudah bisa menikah hendaklah segera menikah ya Nah demikian apalagi zaman sekarang ya Informasi itu kan eh sangat cepat ya sangat cepat menyebar ya mungkin dia kita perlu tahu juga mungkin dia mendengar berita-berita ya tentang hal ini atau dari temannya kan gu ya ya sehingga membuat Dia ee trauma kan begitu ya atau takut ya Ya mungkin juga beitu ya dia takut untuk melangkah ke situ ya sementara orang tua juga tidak pernah memberikan briefing ya ataupun semacam bekalan gitu kepada anak-anak remaja putrinya untuk itu memang perlu pendidikan ee anak-anak ini untuk dipersiapkan menjadi istri dan ibu ya n kebetulan kita juga sedang mengasuh itu ya pendidikan untuk anak ee remaja putri untuk siap menjadi istri dan ibu karena itu tulang punggung keluarga kalau ayah kan tulang punggung mencari nafkah Ti tulang punggung mendidik ya ya Ee mengelola manage rumah tangga dan mendidik anak itu ada di pundak ya seorang wanita ya Nah demikian Jadi mereka perlu pembekalan itu dan Alhamdulillah kita sedang mengasuh itu juga begitu ya Nah ee satu pendidikan untuk e anak-anak remaja putri ya terutama remaja putri di sini ya Nah untuk siap menjadi seorang ibu dan menjadi seorang istri ya Nah demikian wallahuam bisab mungkin satu pertanyaan saja ya ada kesempatan eh apa namanya eh pagi ini mudah-mudahan bermanfaat Astagfirullah wakumiril muslimin innahu hual gfururahim Naim baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz atas waktu yang telah diluangkan untuk kita semua dari pembahasan ee Parenting Ada apa dengan remaja gambaran ee kehidupan remaja ya ketika di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah kita simangkan bersama yang mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi kita ilmu yang bermanfaat dan kita menjadi semangat terus untuk mendidik anak-anak kita terkhusus anak remaja kita agar bisa di bawah naungan agama demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *