Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. – Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

saat ini masjid albarkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jemah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131009 Cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau whatsApp ke08211345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala Amin jazakumullahu Kir Para pendengar dan pemirsa R TV di manapun Anda berada kam [Musik] akanirag Anda pemirsa t lagi kami hadirkan untuk Anda program acara Kian secarasung tvan dan kajian is kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja Ketika seseorang sudah mengenal sunah dan mengetahui bahwasanya ilmu ini adalah agama yang kelak kita akan bertemu dengan Allah maka tentunya seseorang berhati-hati jangan sampai dia salah dalam mengambil ilmu saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio rja bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhamillah ua ilahaillallah wahdahuarikah waadu Anna muhammadan abduhu nabi ba ikhwat islamakumullah para pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abdullah ro hafahullah dalam pembahasan dari kitab sit Dur Minul ah karya fadilatus Syekh Abdul Malik bin Ahmad radani aljiri hafahullah namat islamakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di l telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan dis kan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Maskur Ustaz Nam alamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi waman Walah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang masih memberikan banyak kenikmatan kepada kita semuanya tentunya nikmat yang paling besar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat Islam dan mengenal sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selawat dan salam semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa curahkan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau para sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai akhir zaman para pemirsa roaja TV di mana pun Antum berada Insyaallah ini adalah pertemuan yang kedua membahas kitab situd durar Min usuli ahlil arar yang ditulis oleh fadilatus Syekh Abdul Malik Ramadani aljazairi dan masih kita pada mukadimah dari kitab ini pada pertemuan pertemuan yang sebelumnya sudah kita sampaikan sudah kita bacakan di dalam mukadimah ini beliau hafidahullah menjelaskan tentang asal usul dari penulisan kitab sittud durar dan bahwasanya asal dari kitab ini adalah kitab beliau yang lain yang lebih tebal yaitu madarikun nadar kemudian juga beliau sampaikan sebelumnya bahwasanya beliau sengaja di dalam Kitab beliau yang kita bahas ini tidak seperti di aslinya yaitu menghindari penyebutan nama dan beliau sengaja melakukan yang demikian bukan karena mengikuti Manhaj sebagian orang yang menganggap bahwasanya menyebutkan nama ketika melakukan peringatan kepada manusia ya ini adalah suatu yang salah bukan ya karena tentunya beliau menjelaskan di sini bahwasanya dahulu para Salaf kita para imam para ulama mereka juga ketika membantah orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus mereka menyebutkan nama ya menyebutkan mabad aljuhani menyebutkan jaham bin Sofwan ya kemudian wasil Ibnu Atha dan seterusnya mereka menyebutkan nama dan tidak menganggap yang demikian adalah bagian dari giibah jadi beliau hafizahullah di sini bukan meniru maksudnya adalah Manhaj orang-orang yang mereka menganggap bahw saya menyebutkan nama ini adalah giibah tapi di sana ada maksud yang lain karena beliau ingin supaya kitab ini lebih umum jadi memang di sini beliau hanya ingin memberikan kaidah-kaidah ya kaidah-kaidah Sehingga dinamakan dengan eh sittud durar enam mutiara Min usuli ahlil arar di antara kaidah-kaidah yang dimiliki oleh Ahlul arar tib Kemudian beliau mengatakan terakhir limum Mengapa dahulu para Salaf Saleh mereka menyebutkan nama Al jawabu liuhadirahum Li liaharahum anasuillah supaya manusia ini waspada waspada kepada mereka atas agama Allah artinya kalau disebutkan nama mereka Langsung tahu Oh Si Fulan itu memiliki akidah yang batilah sehingga tidak boleh mengambil ilmu darinya tidak boleh mendekat kepadanya kalau tidak disebutkan Si Fulan maka dikhawatirkan manusia akan akan terpengaruh kalau tidak disebutkan nama tidak tahu bahwasanya Si Fulan ini menyimpang dari jalan yang lurus nah ini yang terakhir yang kita ambil kemudian set nya Beliau mengatakan waa kulli faainna tatimmata hadal mabhati yajiduhalqua aslai araddi Alal mukhalifi watasfiti Wat tarbiah ala kulihal kata beliau maka pembahasan tentang perkara ini itu akan ditemukan oleh para Pembaca sekalian ketika beliau membahas dua poin penting dalam kitab ini yang pertama adalah ketika beliau membahas tentang alalif membahas tentang membantah kepada orang-orang yang menyelisihi akan beliau Jelaskan secara panjang lebar Kemudian yang kedua adalah atasfiatu watarbiah membersihkan kemudian mentarbiah ini juga akan Belu sampaikan tentang perkara ini sehingga tentunya ee di dalam mukadimah ini bel nya mengisyaratkan saja supaya kita ee semakin tertarik dan semakin semangat untuk mempelajari kitab ini beliau mengatakan had waqad nasabtu hadil usula Ila ahlil arar dan aku telah menisbahkan kaidah-kaidah ini kepada Ahlul arar Kama Hua unwanul kitab sebagaimana ini adalah judul dari kitab ini Ahlul Sar adalah nama lain dari ahlus sunah Ahlul hadis Min usuli ahlil arar dari pondasi-pondasinya Ahlul asar Kenapa dinisbahkan kepada mereka tambbiihan lilqarii ala annaddinal haqqa innama huatifau arari Man sabaq ini dilakukan oleh Beliau ditaruh di menjadi judul kitab untuk mengingatkan setiap pembaca bahwasanya agama yang benar agama yang hak itu adalah dengan mengikuti asar orang yang terdahulu kalau ingin mencari agama yang hak cara yang benar dalam beragama adalah dengan mengikuti mengikuti ar arar itu secara bahasa adalah bekas kita mengikuti bekas-bekas mereka karena mereka ini mimman jaanwihu alaihiikr jamili karena mereka ini telah disebutkan isyarat tentang mereka mereka iniitu orang-orang yang telah mendahului kita Ahlul arar itu dengan penyebutan yang Ind ah ini penyebutan tentang mereka para sahabat para tabiin para tabi tabiin itu adalah penyebutan yang indah bukan penyebutan yang jelek Al lisaniodqil masduq dengan lisan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam assadiq yang beliau adalah orang yang jujur tidak mungkin beliau bohong dalam memuji para sahabat memuji para Salaf dan beliau adalah al-masduq malaikat jibril Alaihi Salam mewahyukan beliau dengan benar Malaikat Jibril ketika mewahyukan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jujur malaikat jibril malaikat jibril adalah sadq dan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam almasduq dan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menyampaikan kepada para sahabat beliau juga sadiq maka beliau adalah assadiqul masduq lalu Bagaimana seorang tidak percaya dengan apa yang beliau sampaikan beliau telah memuji para Salaf bal Wafi muhkamit Tanzil bahkan di dalam al-qur’anul Karim Allah subhanahu wa taala telah memuji para Salaf Insyaallah nanti akan ada pembahasan secara khusus tentang kewajiban mengikuti para Salaf mengikuti pemaham pemahaman para Salaf la ilmil kalam alladzi waritahu almutaakhiruna Min ahlil kufri wandaqati Kal fursi Wal Yunan agama itu adalah dengan mengikuti para Salaf karena mereka telah dipuji oleh Allah dan juga rasulnya bukan mengikuti ilmu kalam ini di sini beliau mengingatkan kita bahwasanya agama itu bukan diambil dari ilmu kalam yang diwarisi oleh orang-orang yang mutaakhirun dari siapa mereka waris mereka dapatkan ilmu kalam tersebut Min ahlil kufri wandaqah mereka dapatkan ilmu kalam itu dari orang-orang kafir dan orang-orang yang ziddiq masuk Islam nifakan karena kenifakan bukan karena dari hatinya cuma ingin ingin merusak Islam dari dalam siap apa mereka kalfursi Wal Yunan seperti orang-orang Persia dan juga orang-orang Yunani ya asal ilmu kalamnya dari sana ada sebagian orang mengambil agama ini dari situ bukan dari al-qur’an bukan dari hadis Bukan Dengan pemahaman para Salaf akhirnya mereka pun sesat dan juga menyesatkan Kemudian beliau menukil ucapan dari para ulama tentunya yang menunjukkan apa yang beliau sampaikan bahwasanya agama ini ya dari al-qur’an dan hadis Dengan pemahaman para Salafus saleh dan ini adalah manhajnya Ahlul arar Adapun Mutadiah orang-orang yang mereka ada Ahlul bidah maka mereka mengambil dari selain al-quran dan juga hadis qal IBN Abdil bar rahimahullah berkata Ibnu Abdil bar Semoga Allah subhanahu wa taala merahmati beliau ajmaa Ahlul fiqhi Wal Sari Min jamiil amsari Anna ahlal kalami ahlu Bidin waigh para ahli fikih dan juga ahli hadis mereka semuanya bersepakat dari seluruh penjuru yang di masyrik maupun yang di magrib yang di timur maupun yang di barat ahli fikih dan juga ahli hadis semuanya bersepakat bahwasanya Ahlul kalam mereka adalah ahli bidah dan mereka adalah orang-orang yang menyimpang ahli bidah dan juga penyimpangan perhatikan ini adalah dengan ijm makudnya Ahlul kalam mereka adalah ahli bidah dan juga penyimpangan wilsiqatil ulama dan mereka tidak dianggap menurut semuanya dari seluruh penjuru Tidak Dianggap sebagai para ulama ada ulama tapi di sana juga ada Ahlul kalam Ahlul kalam bukan termasuk ulama ini ucapan Ibnu Abdil bar dan beliau menyebutkan di sini Indal Jami menurut semuanya mereka ini bukan ulama Meskipun mereka banyak bicara banyak nulis pintar berdebat tidak pantas mereka dinamakan sebagai ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi sedangkan mereka bukan pewaris para nabi mereka pewaris ilmu kalam yang didapatkan dari dari orang-orang yang kafir dan juga orang-orang yang zindiiq sehingga mereka bukan termasuk ulama wa Innamal Ulam Ahlul arari wa tafaquhi fihi ulama itu siapa ulama itu ya ahlul arar mereka adalah yang ahli dalam masalah dalam masalah Aar asar ini adalah nama lain dari hadis mereka mencari mengamalkan menghafal mengajarkan Wat tafaquhi fihi dan mereka berusaha untuk memahami hadis-hadis tersebut Nah ini baru ulama J mereka mencari ilmu menghafal menulis menyampaikan dan mereka juga memahami apa yang mereka dapatkan inilah yang dimaksud dengan ulama bukan Ahlul kalamq w w faham dan mereka ini Tentunya memiliki tingkatan yang berbeda-beda dalam masalah hadis dan juga pemaham amamanya dari sisi itqan itqan termsudnya adalah menghafalnya ada di antara mereka yang Masyaallah Amirul Mukminin fil hadis dia adalah pemimpinnya orang-orang yang beriman dalam masalah hadis seperti Sufyan atauri albukhari sy’bah ada di antara mereka yang hafal tapi tingkatannya lebih bawah lagi dan seterusnya Wal maiz dan juga mereka berbeda berbeda tingkatan dalam membedakan ya dalam keistimewaan masing-masing memiliki kelebihan Wal faham dan juga memiliki perbedaan tingkat di dalam pemahaman ini adalah rezeki yang Allah subhanahu wa taala berikan dan masing-masing berbeda satu dengan yang lain ada di antara mereka yang Masyaallah Allah kumpulkan di dalam diri mereka hafalan dan juga pemahaman yang bagus sehingga mereka selain Ahlul hadis mereka juga seorang ahlil fiqh seperti Imam Syafi’i Al imamu Ahmad al-auza’i maka mereka adalah Ahlul hadis dan sekaligus ahli Fik Al imamu Malik bin Anas guru dari Al Imam Syafi’i ini adalah fadlullahi ytihi Yasya ini adalah karunia dari Allah subhanahu wa taala yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada siapa yang Allah kehendaki waqala malikun rahimahullah berkata Al imamu Malik imamu Daril hijrah Imam penduduk kota Madinah di zamannya la kanal kalamu Ilman latakallama fihiahabatuabiun seandainya ilmu kalam itu adalah ilmu seandainya alkalam itu adalah ilmu yang datang di dalam al-qur’an dan juga hadis tentang keutamaannya seandainya itu adalah ilmu niscaya para sahabat dan juga para tabiun mereka sudah berbicara di dalam masalah ilmu kalam ini mereka tentunya akan mendorong kaum muslimin untuk mempelajari ilmu Kalam kalau itu adalah ilmu bisa mereka akan mendorong dan mereka bersemangat untuk menyampaikan agama Allah bersemangat Bagaimana umat Islam itu memahami dan juga mengamalkan agama Allah Kama takallamu fil ahkami wasyari sebagaimana mereka juga berbicara tentang di dalam masalah hukum tentang hukum taharah tayamum berwudu puasa mereka berbicara wasyara demikian pula syariat-syariat seandainya alkalam ini adalah ilmu tentunya akan kita dapatkan nukilan-nukilan dari para Salaf yang menganjurkan kita untuk mempelajari ilmu Kalam wakinnahu batilun yadullu ala baathtil akan tetapi hakikat dari ilmu kalam ini adalah sebuah kebatilan menunjukkan kepada kebatilan dia adalah kebatilan menunjukkan kepada kebatilan bukan menunjukkan kepada kebenar jangan kita menyangka bahwasanya itu hanyalah sebagai wasilah ya Yang pentingkan hasilnya nanti benar belia mengatakan ini adalah batil menunjukkan kepada kebatilan tidak perlu kita untuk memahami dengan benar agama Allah supaya kita selama di dunia dan juga di akhirat tidak perlu dengan ilmu kalam ini justru Ini adalah ilmu yang membawa mudarat bagi kita semuanya itu ucapan Imam Malik ya guru dari Imam Syafi’i dan Imam Syafi’i sendiri Makruf tentang bagaimana kebencian beliau kepada ilmu kalam dan juga orang-orang yang menyibukkan dirinya dengan ilmu kalam dan mereka kita sepakat adalah orang-orang yang Fakih jadi untuk menjadi Fakih paham tentang agama tentang hukum-hukum syariat tidak perlu seseorang mempelajari ilmu Kalam butinya mereka ulama-ulama aimmah mereka tidak belajar ilmu kalam dan ilmu mereka sampai sekarang kita masih menikmati dan mengambil faedah dan dari ilmu-ilmu mereka Ibnu Abdul bar tadi juga disebutkan tentang ucapannya dan siapa yang tidak mengenal beliau waqil Abdurrahman IBN Mahdi dan dikatakan kepada Abdurrahman Ibnu Mahdi Inna fulananf kitaban yaruduah sesungguhnya Fulan dia mengarang sebuah kitab yang di dalam kitab tersebut dia membantah ahli bidah membantah ahli bidah tiayib asalnya Masyaallah ya artinya dia mengarang sebuah kitab tujuannya untuk membantah ahli bidah tapi Abdurrahman IBN Mahdi bertanya dulu qal biayai Bil kitabi wasunah dengan apa Dia membantah Bil kitabi wasunah Apakah dengan al-qur’an dan juga [Musik] sunah qala la orang tadi mengatakan tidak lakin biilmil maquuli Wadar akan tapi dia membantah dengan ilmu akal dan juga annadar ilmul maquul Wadar ini adalah nama lain dari ilmu kalam Jadi mereka menganggap bahasanya ilmu kalam ini adalah yang paling top karena di situ mereka menggunakan akal menggunakan ee nzar penelitian masing-masing dari mereka merasa dirinyalah yang paling bagus akalnya sehingga tidak heran kalau di antara prinsip mereka al-qur’an dan Sunah kalau sesuai dengan akal mereka diterima kalau tidak sesuai dengan akal mereka mereka tidak terima magrur ujub dengan akalnya sendiri dan mereka banyak masing-masing punya akal dan masing-masing menganggap bahwasanya akalnyaalah yang paling benar hga tidak heran kalau mereka saling berselisih satu dengan yang lain saling melakukan perdebatan orang yang banak banyak berdebatnya mereka dan Meskipun demikian mereka sudah belajar di mana-mana di berbagai Madrasah pembesar-pembesar mereka ketika di akhir hayat mereka di akhir kehidupan mereka selama puluhan tahun mereka berkecimpung di dalam ilmu kalam mereka tidak merasakan kecuali keraguan dan keraguan keraguan yang sulit bagi mereka untuk me hilangkan keraguan tersebut dan kebingungan di dalam agama mereka sampai banyak ucapan-ucapan mereka yang menunjukkan Bagaimana penyesalan mereka di akhir kehidupan mereka dan mereka dengan jelas mengatakan Seandainya aku mati seperti meninggalnya ajaizu naisabur Seandainya aku mati sebagaimana meninggalnya orang-orang tua di naisabur yang mereka berada di atas Fitrah hidup mengamalkan al-qur’an dan hadis salat berwudu menghadiri majelis ilmu melakukan kewajiban meninggalkan yang diharamkan dan mereka sama sekali tidak mengenal Apa itu ilmu kalam hidup mereka tenang mengingat Allah sampai mereka meninggal dunia dan ini tidak dirasakan oleh orang-orang yang mereka menyebukkan dirinya dengan ilmu kalam tersebut Bagaimana komentar Abdurrahman IBN Mahdi faqala ak sunata waradda bidatan biidatin orang yang demikian meskipun dia maksudnya adalah mengingkari Ahlul bidah tapi kalau dengan cara seperti itu maka dia telah salah dalam mengikuti sunah akta sunat bukan seperti itu Jalan membantah orang-orang Ahlul Kalam waradda bidatan bibidatin dan dia telah membantah sebuah bidah sesuatu yang baru yang tidak pernah diajarkan di dalam agama ini bibidatin dengan bidah yang lain harusnya apa yanga membantah bidah dengan Sunah cukup kita sampaikan ini adalah Q allahah waqala Rasul ini adalah asar para sahabat selesai tanpa kita takaluf ini adalah al-quran siapa di antara kita yang berani untuk membantah al-qur’an ini adalah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam apa pun Antum berbicara Bagaimana bagaimanapun banyaknya Antum berbicara menurut akal demikian menurut akal demikian kaidahnya seperti ini kaidahnya seperti ini kalau ternyata itu bertentangan dengan al-qur’an dan hadis ya kita dahulukan al-qur’an dan hadis Kita yakin bahwasanya dalil yang sahih tidak mungkin bertentangan dengan akal yang sehat Kalau dalil yang sahih kelihatan bertentangan dengan akal berarti akalnya yang rusak bukan dalil yang salah tapi akalnya yang rusak Nah ini adalah termasuk hikmah yang bisa kita ambil dari ararnya Abdurrahman in Mahdi jadi kalau kita ingin membantah dan tidak semua orang bisa membantah ya ini adalah orang-orang tertentu maka Jawablah dengan al-qur’an dan juga hadis sungguh orang yang seorang muslim yang masih selamat fitrahnya maka ketika dia membaca bantahan disebutkan di situ ayat disebutkan hadis fitrahnya akan menerima yang demikian disebutkan arar para Salaf fitrahnya akan menerima yang demikian Jadi jangan sampai kita takaluf ya membebani diri di luar kemampuan kita waqala Abul mudffar asam’ani rahimahullah Inna kulla fariqin Minal mubtaditi yadda annalladzi ytaqiduhu Hua Ma kanana Alaihi Rasulullah Shallallahu was salam Beliau mengatakan bahwasanya setiap kelompok dari Ahlul bidah mereka mengaku bahwasanya yang dia yakini itulah yang berada di atasnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam setiap mereka mengaku apa yang dia yakini itulah yang berada di atasnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Islam karena mereka semuanya mengaku bahwasanya mereka berada di atas syariat Islam mereka iltizam terta masuk berpegang dengan syiar-syiarnya yarauna Anna Ma Jaa bihi Muhammad shallallallahu Alaihi Wasallam Wal Haq dan mereka berpendapat bahwasanya Apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itulah yang benar ya karena mereka juga umat Islam sama dengan kita beriman bahwasanya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah Rasulullah kalau tidak beriman beliau adalah Rasulullah l yang keluar dari agama Islam mereka sama dengan kita tapi apa ghair anuqo tafarqat bihim ba’daalik akan tetapi mereka dipecah belah oleh jalan-jalan setelah itu asalnya sama beriman kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi Setelah itu mereka berpecah belah wa ahdatu fiddini Ma lam yazan bihillahu wa rasuluhu kemudian Ahlul bidah tersebut mereka membuat di dalam agama Islam apa yang tidak diizinkan oleh Allah dan juga rasulnya jadi asalnya seorang yang muslim mengakui kebenaran Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi setelah itu membuat bidah di dalam agama yang tidak diizinkan oleh Allah tidak diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam padahal agama itu ya mengikuti mengikuti Wahyu itu agama bukan membuat sesuatu yang baruama kinamariatil Islam maka masing-masing kelompok tersebut menyangka bahwasanya dialah yang berpegang teguh dengan syarat Islam waq Rasulullah Sallahu Alaihi wasallamqah dan meyakini bahwasanya kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah apa yang dia yakiniah had War akan tetapi Allah subhanahu wa taala enggan menjadikan kebenaran dan juga akidah yang sahihah kecuali bersama Ahlul hadisi Wal Sar kecuali bersama Ahlul hadis dan juga ahlil Sar itu mereka yang mengikuti para sahabat Allah kehendaki kebenaran itu bersama mereka bukan bersama Ahlul bidah ahum akuahum waqaidahum khfan Salaf waqnannin karena mereka ini mengambil agama mereka dan akidah mereka dari generasi sebelumnya khalafan Salaf yang akhir mengambil dari yang terdahulu waqnanarnin dari satu generasi mengambil dari generasi sebelumnya sahabat mengambil dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam para tabiin mengambil dari para sahabat para tabi-tabiin mengambil dari para tabiin persis dengan apa yang mereka yakini para sahabat tidak mengubah para tabiin tidak mengubah para tabi-tabiin tidak mengubah tidak membuat sesuatu yang baru sehingga sampailah kepada Tabi ahahu alaii wasam dan para tabiun mengambilnya dari para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wa asu Rasulullah shallallallahu alaihi wasallam rasulillahi Shallallahu alaii wasallam dan para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengambil dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berarti dari generasi ke generasi tidak ada yang mereka rubah sehingga kalau demikian Apa yang dibawa oleh mereka itulah yang benar karena tidak ada yang merubah prinsip mereka tidak boleh membuat sesuatu yang baru dalam agama ini seingga meskipun kita sekarang di tahun 1445 apa yang kita pelajari sekarang sama dengan yang diajarkan oleh para Salaf kita kita masih membaca hadis ayat arar para sahabat arar para tabiin sehingga tidak ada keraguan sedikit pun dalam diri kita bahwasanya apa yang menjadi prinsip kita berpegang tuguh dengan al-qur’an hadis Dengan pemahaman para sahabat inilah kebenar nah ini berbeda dengan Ahlul bidah banyak melakukan perubahan karena di sana ada sumber yang lain di dalam akidah mereka dengan akal dengan ilmu kalam dengan mimpi dengan budaya akhirnya campur Baur antara yang hak dengan yang batil asalnya ini adalah benar tapi kalau kita melihat loh Ini kok ada tambahannya kok caranya seperti ini Kok bacaannya seperti ini sudah tidak murni lagi rasulullahahu was maka tidak ada jalan untuk mengenal apa yang menjadi dakwah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam apa yang beliau serukan kepada manusia berupa agama yang lurus dan jalan yang lurus kecuali jalan ini jalan yang ditempuh oleh para Ashabul hadis kalau mau mengambil agama ya ambil agama dari mereka karena merekalah yang menjaga merekalah Yang menjaga kemurnian apa yang datang dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tenang hati kita ketika mengambil ilmu dari orang-orang yang seperti itu wairul firqi fathabudina biqihi Adapun aliran-aliran maka mereka mencari agama bukan dari jalan para Ashabul hadis linahum R Ila maquulihim wa kwatiim waim karena mereka kembali kepada pendapat-pendapat mereka kepada akal mereka kepada perasaan-perasaan mereka menurut saya perasaan saya ini betul ini baik maka silakan diamalkan waarim dan juga pendapat-pendapat merekaabudina iibalihi maka mereka mencari agama ini dari arah arah tersebut bukan dari al-quran dan sunah wa Samuan Minal kitabi wasunah aruhu ala miari uulihim Nah karena mereka sudah mengagungkan akal ketika mereka mendengar sesuatu dari al-qur’an dan juga hadis maka mereka datangkan al-qur’an dan hadis tersebut dan dicocokkan dengan akal mereka dicocokkan dengan akal mereka jadi merasa coba masuk akal Ana enggak ya merasa akalnya yang paling baik faainaqomqiluh kalau misalnya cocok dengan akal mereka mereka terima waillam yastaqim Fi mizani uulihim raddu kalau tidak lurus tidak cocok menurut akal mereka Maka mereka akan menolaknya berani Mereka menolak al-qur’an dan juga hadis kalau memang tidak cocok dengan akal mereka ini namanya mengagungkan akal syaekhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan ketika mereka sama-sama Ayo kita kembali kepada akal akal mana yang mereka maksud mereka semua mengatakan bahwasanya kebenaran itu pada akal sekarang mereka berbeda-beda satu dengan yang lain akal mana yang mereka maksud Fa in thu kalau mereka terpaksa untuk menerimanya Karena mungkin itu di dalam al-qur’an atau di dalam sahih Bukhari misalnya kalau terpaksa mereka harus menerimanya haru bwilat albaidati Wal maanil mustankar maka mereka merubahnya dengan takwil-takwil yang jauh merubahnya dengan takwil-takwil yang jauh dan makna-makna yang mungkar makanya mereka mengatakan ini harus ditakwil ini ada maknanya maknanya demikian bukan seperti ini jadi kalau Quran dan hadis sesuai dengan akalnya diterima kalau tidak sesuai ditolak Kalau misalnya tidak mampu untuk menolaknya nya khawatir dicela oleh kaum muslimin maka mereka mengatakan Oh ini ada takwilnya fahaduil Haq akhirnya mereka pun menyimpang dari kebenaran wazagu Anhu menyimpang dari kebenaran wabadud waruh mereka melempar agama ini di belakang punggung-punggung mereka walus sunata tahta akdamihim dan mereka menjadikan sunah itu di bawah kaki-kaki mereka karena ya mereka dengan mudahnya menolak al-qur’an dan hadis dan kalau terpaksa menerima Dit takwil berbeda dengan ahlusunah Wal Jamaah menjadikan al-qur’an dan Sunah di depan mereka mereka memahami dengan akal mereka karena memang Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita akal untuk memahami al-quran dan hadis memahami agama ini tapi ketika ada satu titik di mana akal tidak mampu atau akal Bukan ranahnya dia di situ maka dia atau mereka mengatakan Sam wa kami mendengar dan kami taat semuanya adalah berasal dari Allah a Dan dari situ mereka semakin yakin Bagaimana lemahnya manusia dan bagaimana kesempurnaan Allah Azza waalla taallahuma yasifun maha suci Allah dari apa yang mereka sifati wama Ahlul haqalul kitab sunah Imamah Adapun Ahlul Haq ahlus sunah maka mereka menjadikan Alquran dan hadis di depan mereka sebagai Imam mereka yang m mka Tiru yang mereka teladaniab Min iibaliima mereka mencari agama dari arah keduanya mereka buka al-quran mereka buka hadis dan meyakini bahwasanya Kebenaran ada di situ W waq maquul wahawatiimu Al kitabunah apa yang merekaap dapatkan di dalam akal mereka perasaan mereka maka mereka ukur itu dengan al-qur’an dan juga hadis ini bedanya kalau Ahlul Kalam al-qur’an dan hadis diukur dengan akal mereka kalau kita akal kita dan perasaan kita kita ukur dengan al-quran dan juga hadis Fain wajaduhum muwafiqan lahum qabiluh lahuma qobilu kalau mereka mendapatkan bahwasanya akal mereka tersebut pikiran mereka tersebut dan juga perasaan tersebut sesuai dengan al-quran dan hadis maka mereka menerimanya wasyakarullaha Azza waalla haitu arahum dalika wawaqqofahum alai mereka Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala Alhamdulillah yang telah memperlihatkan kepada mereka kebenaran tersebut jadi di diberikan akal yang sesuai dengan al-qur’an dan hadis ini adalah nikmat diberikan diilhamkan perasaan yang sesuai dengan al-quran dan hadis maka mereka bersyukur kepada Allah yang telah memperlihatkan yang telah menjadikan mereka berhenti memahami perkara tersebut yang sesuai dengan al-qur’an dan hadis Wain wajaduhu mukhalifan lahuma tarokum Ma waqa’ lahum tapi kalau ternyata yang mereka dapatkan di dalam akal perasaan itu bertentangan dengan al-qur’an dan hadis maka mereka akan meninggalkan apa yang terjadi tersebut akal mereka akan mereka tinggalkan kalau itu bertentangan dengan al-qur’an dan hadis perasaan tersebut akan mereka tinggalkan kalau itu bertentangan dengan al-qur’an dan hadis karena akal manusia terbatas perasaan bisa salah Adapun al-qur’an dan hadis maka tidak mungkin salah ini berasal dari Allah dua-duanya berasal dari Allah subhanahu wa taala wabal alitabiunah dan mereka menghadap kepada Alquran dan Sunah War an dan mereka menuduh diri mereka sendiri menuduh akal menuduh perasaannyaalitabahah karena Alquran dan juga sunah tidak mungkin menunjukkan kecuali kepada kebenaran saja warul Insani alhaqq wq altila Adapun pendapat manusia kadang diperlihatkan sesuatu yang benar dan terkadang diperlihatkan sesuatu yang salah atau dibaca Quri ya quril haqq waqiltil terkadang dia memperlihatkan sesuatu yang benar dan terkadang dia memperlihatkan sesuatu yang batil itu keadaan kita kita sendiri mengakui bahwasanya Ryu kita ini kadang salah kadang batil kadang salah kadang benar jangankan sama orang lain kadang di rumah kita punya pendapat anak kita punya pendapat ternyata pendapat kita yang salah suami punya pendapat istri punya pendapat ternyata pendapat kita yang salah itu namanya Ryu tiib kemudian setelah beliau membawakan ucapan dari Abul mudffar assamani adalah adalah ucapan yang Masyaallah bagus sekali dibawakan oleh Beliau dalam Mukadimah ini maka Beliau mengatakan setelahnya HQ ini kemudian aku sengaja mentakrij ar-atar ya karena tadi disebutkan kita kembali kepada Ar Sengaja aku mentakrij ar-ar dengan menyebutkan derajatnyaahih atau tidak untuk membungkam orang-orang yang menyelisihi pondasi-pondasi para Salaf kita ya karena mereka mungkin mengatakan ini kamu menyebutkan arar enggak tahu ini sahih atau tidak sahih Nah untuk menutup celah ini maka sengaja beliau mentakhrij dan langsung di disebutkan di sini tentang derajat arar tersebut Hatta majalanilqiamili Supaya apa supaya aku tidak meninggalkan celah untuk menolak kebenaran karena anggapan bahwasanya ini tidak sahih waillq amalu ahlilmiiil Mar wailla Sebenarnya ya sebenarnya n ee yang dilakukan oleh para ulama bahwasanya mereka di dalam masalah asar para sahabat bukan yang marfu kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mereka lebih bermudah-mudahan berbeda dengan hadis ya hadis mereka ya Ee sangat tegas sangat keras tapi kalau dalam masalah arar asar para sahabat ucapan ee para sahabat para tabiin mereka bermudah-mudahan tidak sekencang ketika mereka menghukumi hadis madamat jariatan Alal usuli syartil marufah tapi dengan syarat syaratnya Apa syaratnya adalah arar-atar tersebut masih berjalan masih sesuai dengan pondasi-pondasi Syariat Yang makrufah yang dikenal jadi tidak bertentangan dengan agama kalau kita lihat sanadnya ini di sini ada Rawi yang daif misalnya tapi kalau kita lihat isi dari asar tersebut bagus ucapannya baik tidak bertentangan dengan al-qur’an dan juga hadis maka para ulama dalam keadaan seperti ini mereka masih bermudah-mudahan sebenarnya itu tapi Syekh di sini mengambil syarat yang lebih kencang lagi artinya dalam masalah asar pun beliau berusaha untuk mendatangkan asar-atar yang sahih meskipun para ulama asalnya mereka bermudah-mudahan Tapi beliau mendatangkan asar-atar yang sahih tujuannya apa untuk tadi itu jangan sampai di sana ada celah Jangan sampai ada yang mengatakan Oh mungkin saja ararnya adalah asar yang tidak sahih Enggak ini sudah beliau tutup sebelumnya bel sudah teliti dan beliau telah mentakhrij dan menyebutkan tentang Apakah dia adalah sahih atau tidak sahih wallaha as’alu ayajala Amali H khisan liwaji dan Allah saja yang aku minta Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan pekerjaanku ini amalanku ini Ikhlas untuk mencari wajah Allah subhanahu wa taala bukan untuk RI bukan untuk mencari dunia bukan untuk dipuji oleh manusia maka ini Tentunya adalah doa yang agung dari Mualif mengajarkan kepada kita pentingnya dalam segala sesuatu termasuk dalam menulis Kitab seseorang mengikhlaskan pekerjaan tersebut untuk Allah subhanahu wa taala Karena itulah yang bermanfaat Dan itu menjadi sebab sebuah tulisan ini berbarokah dan diambil manfaatnya oleh banyak orang orang tabianilhaq alladzi ba bihi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga apa yang aku tulis ini mengikuti kebenaran yang Allah subhanahu wa taala telah mengutus nabinya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dengan kebenaran tersebut jadi beliau berdoa semoga beliau ikhlas dan semoga apa yang beliau tulis ini benar kalau ikhlas tapi isinya salah bahaya ya ikhlas tapi isinya bertentangan dengan apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ini bahaya sebaliknya seseorang sesuai dengan al-qur’an dan Sunah tetapi ternyata dia tidak ikhlas di dalam menulisnya maka ini juga bahaya bagi seseorang karena ini adalah dosa R sumah ini adalah dosa bahkan termasuk Syirik kecil jadi seorang meminta dua perkara keikhlas an dan juga benar dalam menulis Kitab ini katabahu Abdul Maliki Ibnu Ahmad Ramadani Abdul Maliki Ibnu Ahmad Ramadani ditulis oleh Abdul Malik bin Ahmad Ramadani almadinatun Nabawiyah di kota Madinah An Nabawiyah Fi tas Min Rajab eh aamar Minal hijrah ditulis selesai dari ee menulis mukadimah ini pada tanggal 29 Rajab 1419 Hijriah yait kalau dihitung sekitar ee 26 tahun yang lalu ditulis oleh Beliau dan Masyaallah ee kitab ini terus dipelajari oleh EE banyak penuntut ilmu dan Insyaallah kita akan banyak mengambil faedah dari apa yang bel sampaikan dalam kitab ini Demikian wallahu taala alam nah Nam jazakallahu Kiran Barakallah fikum Ustaz atas penjelasan materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan mukadimah dari kitab situ Duror Min usuli ahli arar namatamakumullah saatnya kami membuka sesi tanya jawab silakan bagi Anda yang ingin bertanya dapat menghubungi kami di l telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di 08198 96543 baik pertanyaan pertama kita coba angkat dari pesan singkat asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz namam dari hamba Allah Ustaz izin bertanya apa hukum belajar ilmu filsafat Islam yang oleh sebagian Dai dikatakan sebagai lawan dari ilmu filsafat sekuler dan apa saja kitab-kitab akidah yang harus dijauhi atau tidak boleh dipelajari oleh penuntut ilmu Mohon penjelasan penjelasannya Ustaz jazakallahu Khairan I eh untuk membantah kebatilan maka harus dengan kebenaran tadi sudah disebutkan oleh Abdurrahman IBN Mahdi Bagaimana ada seseorang yang membantah ilmu kalam tapi dengan ilmu mukalam yang serupa atau dengan akalnya Maka kalau kita ingin membantah filsafatnya dengan al-qur’an dan hadis bukan dengan filsafat yang lain kemudian dinamakan filsafat tersebut adalah filsafat yang Islami Bukan Dengan cara demikian ya kita menemukan kebenaran kebenaran adalah dengan kita kembali kepada al-qur’an dan hadis karena kalau kita menggunakan cara yang salah maka dikhawatirkan dan sangat dikhawatirkan kita juga terperosok bahkan banyak celah mereka juga akan bisa membantah sama-sama dengan akal dia pakai akal kita juga pakai akal saling berdebat ada satu waktu mungkin mereka yang nampak lebih kuat hujahnya akhirnya menjadikan seseorang kemudian terperosok dan terjatuh juga ke dalam kebatilan dan ini banyak banyak cerita dan yang sangat disayangkan di ee kuliah atau perguruan tinggi seorang mahasiswa yang awalnya ketika masuk dia dalam keadaan fitrahnya Suci belajar filsafat Sampai akhirnya dia meninggalkan salat belajar filsafat Sampai akhirnya dia menganggap bahwasanya di sana ada tempat yang tidak diketahui oleh Allah subhanahu wa taala sangat sangat-sangat menyedihkan cerita-cerita yang tersebar sampai ada daerah bebas Tuhan Subhanallah Apa maksudnya dengan ucapan-ucapan seperti ini dan mereka ketika mempelajari itu bangga menganggap inilah yang benar Akibat apa akibat kita mempelajari filsafat meskipun itu dinam dinamakan dengan filsafat yang Islami sehingga yang terjadi adalah mereka semakin bingung mereka justru Semakin Semakin sesat dan semakin jauh dari Allah subhanahu wa taala dan sebagian mereka mengakui kok demikian sulit ya belajar akidah Apakah yang harus yang boleh mengenal Allah belajar akidah hanya orang-orang yang intelek orang- yang diperguruhan tinggi l Bagaimana dengan orang-orang awal sebagian mere aka mengakui bahwasanya ahlusunah wal jamaah merekalah yang telah memudahkan bagi umat untuk mengenal agama ini dari ucapan mereka mereka mengakui sendiri bahwasanya ahlusunah menjadikan sesuatu yang menurut mereka sebelumnya adalah sulit menjadi sangat mudah mudah dalam mengenal Allah Mudah dalam mengenal hakikat dari agama ini ketika mereka k sebelumnya belajar dengan belajar filsafat dan lain-lain sepertinya kok sulit sekali mempelajari agama ini harus mengenal kaidah ini kaidah itu diajak muter-muter dan tidak sampai tidak ketemu dan tidak benar apa yang mereka yakini setelah itu sehingga tentunya kita Ingatkan Jangan sampai kita terjerumus ke dalam sebuah kesalahan kembali kepada al-qur’an dan juga hadis tentang masalah kitab-kitab yang tidak boleh dipelajari tentunya banyak ya kitab-kitab yang harus diwaspadai dan kita cukupkan dengan Antum mengenal kitab-kitab yang apa yang seharusnya Antum pelajari dalam masalah akidah kalau kitab-kitab yang batil terlalu banyak Antum pelajari misalnya al-qidah Al wasitiah yang ditulis oleh syekhul Islam Ibnu Taimiyah dan ada juga syarhus sunah yang ditulis oleh al-muzani kemudian dan beliau adalah termasuk bermazhab Syafi’i ada juga ikqadu aimtil hadis yang ditulis oleh al-ismaili Beliau juga termasuk syafi’iul mazhab dan di sana ada kitab-kitab yang lain lumatul tikad yang ditulis oleh Ibnu qudamah almaqdisi di kalangan mutaakhirin termasuk yang bisa dipelajari dan adalah perkara yang paling penting di dalam masalah akidah yaitu belajar tauhid adalah kita Kab tauhid yang ditulis oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab ada al-usul salatah yang ditulis oleh Beliau juga nah ini yang seperti ini yang seharusnya kita sibukkan diri kita Untuk mempelajarinya itulah yang akan menyampaikan kita kepada kebenaran jangan justru kita menyibukkan diri dengan buku-buku yang batil yang kembali kepada filsafat kembali kepada ilmu kalam Habis Waktu kita yang sebentar di dunia ini dan kita tidak menemukan kebenaran yang kita inginkan nah Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya pertanyaan berikutnya dari Pak Ian di Bogor asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustazalikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ustaz apa saja perkara-perkara yang dianjurkan kita melakukan salat istikharah padanya Apakah kalau kita lagi ada masalah mana yang lebih diutamakan menggunakan akal dalam pemecahan masalah tersebut atau salat istikharah mohon nasihatnya Ustaz syukran I Ketika seseorang memiliki permasalahan diharuskan dia untuk memilih atau bahkan seandainya tidak ada di sana kecuali satu pilihan yang tersebut ada atau dia enggak jadi misalnya maka dalam keadaan demikian disunahkan kita untuk istikharah karena istikharah Adya meminta pilihan dari Allah subhanahu wa taala maka dialah Allah subhanahu wa taala yang mengetahui apa yang terbaik bagi kita apalagi yang berkaitan dengan masa yang akan datang kita tentunya ingin dalam kehidupan kita ketika kita memilih sesuatu sesuatu pilihan kita itu membawa kebaikan bagi dunia kita dan di waktu yang sama memberi kebaikan membawa kebaikan untuk agama kita dan di waktu yang sama akan membawa kebaikan untuk akhirat kita terkumpul di dalamnya tiga kebaikan kita ingin dalam melakukan sebuah perkara ada keik yang kita dapatkan dari sisi dunia agama maupun akhirat Siapa yang mengetahui itu Allah subhanahu wa taala maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kita istikharah dalam seluruh perkara perkara yang kecil Apun kita istikharah bayangkan Al Imam albukhari rahimahullah ketika beliau menulis sahih albukhari akan meletakkan sebuah hadis di dalam kitabnya beliau istikharah ketika beliau menulis judul judul bab di dalam kitabnya beliau istikharah J kalau dihitung berapa hadis yang ada dalam kitab beliau berapa bab yang ada di dalam Kitab beliau sampai demikiannya beliau meminta pilihan dari Allah subhanahu wa taala mana hadis yang akan beliau sampaikan dalam Sahih Bukhari apa bab yang akan beliau Tuliskan di dalam kitab ini sehingga tidak heran kalau hadis-hadis yang ada dalam sahih Bukhari sahih bahkan kitab ini adalah kitab yang paling sahih setelah al-qur’anul Karim bab-bab yang ditulis oleh Imam Bukhari rahimahullah dikatakan oleh para ulama ini adalah menunjukkan tentang pemahaman Al Imam albukhari di dalam masalah fikq ini menunjukkan pemahaman beliau fiqh albukhari Fi tarajimi beliau tidak menulis tentang kitab khusus tentang masalah fikihnya tapi seseorang mengetahui tentang ilmu beliau kedalaman fikih beliau dari bab-bab yang beliau tulis dalam sahih albukhari ini satu contoh pentingnya kita istikharah jadi tidak ada pertentangan seseorang istikharah memintta kepada Allah pilihan kemudian dia juga menggunakan akalnya bagaimana menggunakan akalnya dengan akal Sehatnya kemudian Tidak ada salahnya Dia meminta pendapat manusia bermusyawarah dia akan maju misalnya untuk melamar sebuah pekerjaan istikharah dan kemudian dia bermusyawarah juga dengan yang lain mungkin dengan temannya dengan orang tuanya Pak Bu gimana kalau saya eh daftar di sini misal dan dia yakin Allah subhanahu wa taala dialah yang akan memberikan petunjuk kan di dalam doanya ya Allah kalau memang ini baik bagi Agama bagi dunia bagi akhirat maka mudahkanlah Ya Allah kalau tidak baik k palingkan Ya Allah dia bermusyawarah dengan yang lain meminta pendapat mereka kalau kita melihat al-qur’an dan hadis ini cocok enggak ada di sana yang menyelisihi meminta pendapat dan musyawarah dari yang lain kemudian dia maju ke depan kemudian dia mendaftar seandainya diterima Alhamdulillah semoga ini yang terbaik bagi anak Karena dia sudah berdoa sebelumnya tapi kalau tidak diterima yakin juga bahwasanya inilah yang terbaik bagi dia karena dia sudah berdoa sebelumnya berarti ini yang terbaik bagi saya Allah subhanahu wa taala tahu bahwasanya di sana ada kejelekan yang bisa memalingkan seseorang dari agama Allah dan seterusnya kemudian akhirnya Allah subhanahu wa taala menjadikan seseorang tidak diterima dan dia husnudan kepada Allah dan meminta kepada Allah kebaikan yang lain nam nam nam syukran wa jazakullah Khairan Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya Pak Yan yang ada di Bogor dan kita semua yang menyimak baik pertanyaan melalui pesan singkat kembali asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustazikumsalam warahmatullahi wabarakatuh dari umulia di Bekasi Ustaz ya pertanyaannya singkat saja Ustaz Apa arti dari syubhat mohon penjelasannya jazakallahu Khair yang dimaksud dengan syubhat adalah jamak dari syubhah yang artinya adalah kerancuan kerancuan mencampur antara kebenaran dengan kebatilan kalau seseorang Ahlul bidah mendatangkan sesuatu yang murni batil maka dengan mudahnya ditolak oleh kaum muslimin misalnya zina adalah halal ini murni batil Iya akhirnya apa cara yang bisa menyukseskan rencana mereka adalah dengan mencampur antara kebenaran dengan kebatilan asalnya adalah suatu yang benar sesuatu yang yang benar kemudian di poolesi dicampur dengan kebatilan sehingga orang yang melihatnya dari satu sisi dia melihatnya adalah sebuah kebenaran dan sering mereka tidak melihat sisi yang lain sehingga mereka pun mengamalkan terpengaruh dengan sumbah tadi Nah kalau ulama orang yang belajar dia akan bisa melihat sisi yang lain kalau orang yang jahil orang-orang awam mereka tidak melihat sisi tersebut karena yang di di di dengung-dengungkan oleh mereka yang Sisi benarnya saja Misalnya berzikir dengan zikir yang ber ramai-ramai berjamaah satu orang memimpin yang lain mengikuti tib mereka mengatakan Allah subhanahu wa taala berfirman ya ayyuhalladzina amanukkurullahaikron kasti wasabbihuhu bukratan wa Asila Wahai orang-orang yang beriman Ingatlah Allah dengan ingat yang banyak berarti kan kita harus memperbanyak zikir kepada Allah subhanahu wa taala kita sudah banyak lalai ter Lena dengan dunia Ayo kita duduk bersama di masjid biar kita semangat biar kita istikamah ada satu orang yang memimpin dengan suara yang bagus Nah digiring kita untuk memahami Dengan pemahaman seperti Oh iya ya kan bagus daripada Ana judi daripada minum-minuman keras daripada berzina saya duduk di sini mengingat Allah dengan zikir yang banyak dari sisi ini seorang iya ya betul Apa salahnya kita melakukan zikir seperti itu Nah ternyata oleh para ulama dan mereka belajar agama mereka bisa melihat dengan lebih dalam dari sisi yang lain ternyata itu salah dari sisi yang lain ternyata itu menyelisihi mereka melihat ini adalah ibadah dan memang kita diperintahkan untuk berzikir dengan zikir yang banyak tapi yang namanya ibadah kan harus mengikuti sunah Apakah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kita dengan cara seperti ini Apakah beliau tidak membaca ayat tadi urullahikr K dan Apakah beliau kemudian memahami zikir ini dengan seperti yang tadi kita pahami beliau kumpulkan para sahabat Kemudian beliau memimpin merekaihu alu Alfan hendaklah kalian Bertasbih 1000 kali elah 1000 kali coba kita baca dalam kitab-kitab hadis kita tidak akan temukan yang demikian dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam padahal itu sesuatu yang mudah saja dilakukan oleh Beliau kalau itu tidak dilakukan oleh Beliau Sallallahu Alaihi Wasallam padahal sangat mungkin dilakukan oleh beliau bahkan tidak dilakukan oleh para sahabat radhiallahu taala Anhu dan sesuatu yang sangat mungkin dilakukan oleh mereka kita tahu berarti bukan dengan cara tersebut kita mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala kita berzikir dengan cara-cara yang disunahkan sendiri-sendiri kita mengatakan subhanallah subhanallah subhanallah kalau bisa tidak didengar oleh orang lain tanpa kita asi dengan bilangan kecuali kalau memang yang ada dalilnya ada penyebutan bilangan seperti setelah salat Di mana saja kita berada bukan hanya di masjid di kantor di jalan di BS di kendaraan kita membaca tasbih sebanyak mungkin dan Ini yang dinukil dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau dahulu menyebut Allah kapan saja mengingat Allah kapan saja ini Tentunya lebih banyak yang demikian dan lebih ikhlas dan sesuai dengan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nah inilah contoh dari syubhat dan itu banyak di sekitar kita nah bagaimana kita selama dari syhat pertama kita belajar yang benar dulu kita jadikan kita belajar pondasi kita si diri kita dengan ilmu yang hak karena dengan kita punya modal kita punya pondasi seandainya muncul syubhat kita sudah punya pondasi Ah ini syubhat ini berbeda dan ini menyelisihi pondasi ini meskipun kita belum tahu secara terperinci bantahannya tapi kita sudah bisa menolak kita sudah bisa membenteng ini salah masalah Bagaimana cara membantas secara terperinci meskipun kita belum tahu kita bisa menolaknya Kemudian yang kedua jangan mencoba-coba untuk mendengarkan subah-subhah tersebut jangan kita merasa aman jangan kita merasa siap untuk mendengarkan suat tadi kemudian kita mencoba coba dengarkan ee omongan mereka bagaimana Karena disebutkan oleh para Salaf bahasanya yang namanya syubhat ini adalah khattofah syubhat ini adalah menyambar-nyambar bisa saja kita kesambar kemudian terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi dan itu banyak mencoba untuk mendengarkan ucapan subhat eh ternyata nyangkut di dalam hatinya keluar dia dari kebenaran dan tidak kembali kepada kebenaran jangan kita mencoba untuk mendengarkan subah-subah tadi sayangilah agama kita sayangilah petunjuk yang sudah Allah subhanahu wa taala berikan kepada kepada kita jangankan kita dahulu para Salaf yang kita tahu ilmu mereka dan juga keimanan mereka tidak mau mendengar ucapan Ahlul bidah datang seorang bid mengatakan ya Fulan Aku ingin mendengarkan Arkan kepadamu satu ayat maka dia mengatakan enggak meskipun hanya setengah ayat atau mengatakan tidak meskipun satu huruf Aku tidak akan mendengarkan darimu Kenapa demikian karena mereka tahu mereka ini membat syubuhat ayat yang mereka datangkan hadis yang mereka dengar datangkan kemudian mereka bawa mereka pelintir ayat dan juga hadis tersebut kepada hawa nafsu mereka yang kalau kita dengar masuk ke dalam hati khawatir tidak keluar lagi nah itu kalau para Salaf saja demikian Lalu bagaimana dengan kita Wal qulubu difah sementara hati-hati manusia itu adalah lemah sekali bisa bolak-balik sewaktu-waktu mungkin seseorang di waktu pagi di atas akidah ahlus sunah wal jamaah dan di waktu sore sudah tidak berada di atas akidah ahlusunah Wal Jamaah kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala Semoga Allah subhanahu wa taala menguatkan iman kita dan menjaga kita dari sebuah-sebuah tersebut wallahu taala alam Nam n Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua ing menyimak dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai ikhtitam atau putup silakan Ustaz Nam Barakallah fikum para pemirsa roj TV di mana pun Antum berada Insyaallah pada kesempatan yang akan datang kita akan mulai memasuki poin yang pertama dari enam poin penting yang dibawakan oleh Mualif di dalam kitab ini sehingga tentunya Harapan Kita bisa banyak sebanyak mungkin ambil faedah dari beliau dan bisa kita terus mengikuti ee kajian ini bukan terpotong-potong tapi dari awal sampai akhir supaya benar-benar kita memahami apa yang menjadi maksud beliau demikian wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain Nam syukran wa jazakullahuhairan kepada guru kita Ustaz Dr Abdullah ro hafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian ikhwat Islam wazakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab situ Duror Min usuli ahlil arar Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka wbu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama t kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam [Musik] berikut [Musik] was for

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *