Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah Hamdan katiran thayiban mubaraka Fi Kama yuhibb rbuna ward asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba’da Ma ba’d ikhwat Islam wazakumullah para pemerhati Roja di Manap pun anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita kita Ustaz Dr Musyafa addarini hafidahullah dalam pembahasan dari kitab sahih fikih sunah fikih ibadah dan kajian ini dissharekan langsung dari stdi Imam Syafi’i Jember Nam ikhwat Islam wazakumullah seperti biasa setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di Lan telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 0819896 53 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada alustazadkur Ust Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillaham na Muhammadin wa alibiiin Allahumma inasaluka biasmaikal Husna an waimam wausliana qulubana wunana kullaha waa takilana anfusinaf Ain inaka waliika walqir alai para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat rahimana warahimakumullah Alhamdulillah Allah subhanahu wa taala telah memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan yang dengannya kita bisa melakukan kebaikan-kebaikan di antaranya kita bisa meneruskan kajian ilmiah ini mudah-mudahan Amalan kita ini benar-benar kita Niati dengan keikhlasan yang tinggi hanya untuk mengharapkan hanya untuk mendapatkan balasan dan pahala dari Allah subhanahu wa taala dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan berkah yang bisa dengan baik dan mudah kita terapkan dan kita sebarkan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita amin amin ya rabbal alamin tidak lupa selawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi yang sangat kita cintai nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti ikhwati Wa akhwati fillah rahimana warahimakumullah Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan salat malam dan salat tarawih jemaah sekalian rahimana warahimakumullah pada pertemuan yang sebelumnya kita sudah membahas tentang adab-adab salat malam dan masih tersisa masalah-masalah yang berkaitan dengan salat malam ini di antaranya sangat dianjurkannya salat malam ketika keadaan Genting ketika kita sangat membutuhkan Pertolongan Allah subhanahu wa taala ketika kita menghadapi masalah-masalah besar Maka sangat dianjurkan untuk menjalankan salat malam dan berdoa di salat malam tersebut agar Allah subhanahu wa taala menolong kita kita agar Allah subhanahu wa taala memudahkan urusan kita agar Allah subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari bahaya yang mengancam kita hal ini juga dilakukan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diriwayatkan dari sahabat Ali IBN Abi Thalib radhiallahu Anhu Beliau mengatakan maka Fina farisun Yauma badrin ghairul Miqdad maana Fina farisun Yauma badrin ghairo Al Miqdad di hari Perang Badar tidak ada dari kami yang membawa kuda kecuali Miqdad waqadituna W Fina naimun W Fina Illa naimun Illa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam walqadituna W Fina illa naimun dan aku melihat Kami semuanya tidur illa rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam kecuali Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallam jadi semuanya pasukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidur kecuali Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentunya yang di samping Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam orang yang melihat ini yaitu sahabat Ali IBN Abi Thalib radhiallahu Anhu Apa yang dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau tahta saajaratin yusolli waabqi beliau berada di bawah sebuah pohon salat dan menangis sampai pagi salat dan menangis sampai pagi Kenapa beliau salat sampai menangis sampai pagi karena beliau tahu kelemahan pasukan beliau dan itu sangat mengancam keselamatan pasukan beliau dan beliau makanya beliau benar-benar bermunajat kepada Allah subhanahu wa taala berdoa dengan doa yang sangat kuat agar Allah subhanahu wa taala menolong beliau dan pasukannya agar Allah subhanahu wa taala menyelamatkan beliau dan pasukannya agar Allah subhanahu wa taala memenangkan beliau dan pasukannya ada juga hadis lain di Perang Tabuk diriwayatkan dari Amr IBN Syuaib dari ayahnya dari kakeknya Ana Rasulullah shallallallahu alaihi wasallam aama gazwati Tabuk qama minallili yusoli bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Perang Tabuk beliau bangun di malam hari dan salatahuijalun Min asabihi maka di belakang beliau berkumpul banyak orang dari sahabat beliau yahusunahu mereka menjaga beliau Hatta sampai beliau salat malam sampai beliau salat malamai kemudian ya beliau ya menghampiri mereka jemaah sekalian rahim warahimakumullah ini menunjukkan ya bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di keadaan-keadaan yang sangat genting keadaan-keadaan yang sangat membutuhkan Pertolongan Allah subhanahu wa taala beliau melakukan salat malam karena memang salat malam malam termasuk di antara waktu yang sangat mustajab untuk berdoa maka para jemaah sekalian Rahimah warahimakumullah kita sudah ada contoh dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menghadapi masalah-masalah besar dalam kehidupan kita jangan andalkan yang lain andalkan Allah subhanahu wa taala jangan Banyak mengeluh kepada manusia jangan Banyak mengeluh di media sosial banyaklah mengeluh kepada Allah subhanahu wa taala dan Yakinlah Allah subhanahu wa taala akan memudahkan urusan kita Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa sangat mudah bagi Allah subhanahu wa taala untuk mengubah kehidupan kita udullah Wa Antum muqinuna Bil ijabah kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoalah kalian kepada Allah subhanahu wa taala dalam keadaan kalian sangat yakin dengan ijabahnya Allah subhanahu wa taala Ingatlah terus firman Allah subhanahu wa taala W dalika alallahi Biz itu tidak sulit bagi Allah subhanahu wa taala Ingatlah terus FirmanNya biyadikal Khair innaka ala kulli Sain Qadir ini perintah Allah subhanahu wa taala kepada nabinya untuk mengucapkan kata-kata ini biadikal Khair di tanganmu Ya Allah semua kebaikan innaka ala kulliin Qadir Sesungguhnya engkau itu maha berkuasa atas segala sesuatu TB para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah masalah yang berikutnya yang berkaitan dengan salat malam adalah Berapa rakaat salat malam Berapa rakaat salat malam yang pertama yang perlu kita ketahui di sana ada jumlah rakaat yang dianjurkan ada jumlah rakaat yang dianjurkan di dalam salat malam dianjurkan untuk tidak menambah jumlah rakaatnya melebihi 13 rakaat ya jadi sebaiknya kita tidak salat malam melebihi 13 rakaat Kenapa karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu memilih itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah menambah jumlah rakaat salat malamnya melebih 13 rakaat dari masruk rahimahullah Beliau pernah bertanya kepada ibunda Aisyah radhiallahu anha tentang salat malamnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka ibunda Aisyah radhiallahu anha mengatakan sabun waun wa ihda asrah siwa rakatil Fajar salat malamnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bisa bisa 7 bisa 9 bisa 11 selain dua rakaat Fajar ya Selain salat Sun sunah rakaat Fajar ini menunjukkan bahwa beliau tidak lebih dari 11 salat malamnya tidak lebih dari 11 rakaat [Musik] tib ibunda Aisyah radhiallahu anha juga pernah ditanya oleh Abu Salamah Ibnu Abdurahman rahimahullah tentang salat malamnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka IB Aisyah radhiallahu anha mengatakan makana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yazidu Fi Ramadan wala ghairihi ala ihda asrata rakah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah menambah salat malamnya melebihi 11 rakaat baik di bulan un di bulan yangin beliau salat rakaat Maka jangan engkau tanya lagi tentang bagaimana bagusnya salat beliau dan bagaimana panjangnya Kemudian beliau salat empat rakaat lagi maka jangan engkau tanya lagi tentang bagaimana bagusnya empat rakaat itu dan bagaimana panjangnya empat rakaat itu suumma yusalli Sal Kemudian beliau salat 3 rakaat jemaah sekalian rahim warahimakumullah 4 4 + 3 ya 8 + 3 11 rakaat inilah yang dipilih oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma kanat shatun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Sal asr rakah yakni bail dahulu salatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah 13 rakaat maksudnya salat malam beliau ini menunjukkan bahwa ya salat malam beliau 13 rakaat ya kemudian ada hadis juga dari Zaid Ibin Khalid aljuani Zaid Ibin Khalid aljuhani radhiallahu Anhu Beliau mengatakan rasulahahu Alaihi wasam [Tepuk tangan] aku benar-benar akan melihat salatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam fasalla rakatain khfifatain maka beliau salat dua rakaat ringan salat dua rakaat ringan tumma Sha rakataini thwilataini thwilataini thwilatain Kemudian beliau salat dua rakaat yang panjang panjang panjang ini menunjukkan ya panjang sekali sampai beliau sifati thwilati itu sampai tiga kali salat dua rakaatnya panjang panjang panjang kalau dalam bahasa kita sangat panjang sekali Sha rakatain wahuma dunblah Kemudian beliau salat dua rakaat setelah itu dan dua rakaat ini panjangnya kurang dari dua rakaat sebelumnya Suma Sha rakataini wahumaun dunataini qablahuma Kemudian beliau salat dua rakaat lagi panjangnya kurang lagima Sha rakati wahuma Belu salat dua rakaat lagi dan panjangnya kurang dari yang sebelumnya Kemudian beliau salat du rakaat lagi dan panjangnya kurang dari yang sebelumnya Kemudian beliau salat witir maka itu adalah 13 rakaat jadi jemaah sekalian rahim rahimakumullah tidak ada pertentangan antara hadis 13 rakaat Dengan hadis 11 rakaat jawabannya adalah hadis ini hadis Zaid IBN Khalid aljuhani ibunda Aisyah radhiallahu anha ketika mengatakan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak menambah dalam salat malamnya melebihi 11 rakaat baik di bulan Ramadan ataupun di bulan yang lainnya beliau di situ Sedang menjelaskan tentang salat malam yang panjang ya salat malam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang panjang Makanya dari awal Beliau mengatakan Jangan engkau tanya lagi Bagaimana panjangnya dan bagusnya adapun yang disebutkan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma begitu pula sahabat Zaid IBN Khalid aljuhani maka itu ditambah dengan dua rakaat ringan pembuka dua rakaat ringan yang menjadi pembuka salat malam beliau sehingga tidak ada I pertentangan antara hadis nya ibunda Aisyah radhiallahu anha dengan hadisnya sahabat Ibnu Abbas dan sahabat Zaid IBN Khalid aljuhani radhiallahu anhum ajmain tib ada juga ya yang mengatakan bahwa 13 rakaat itu ditambah dengan dua rakaat setelah Witir yang kadang-kadang dilakukan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ada juga yang mengatakan bahwa 13 rakaat itu ditambah dengan salat sunah dua rakaat Fajar ya namun wallahu taala alam Ana melihat ya eh pendapat yang pertama dalam mengompromikan dua hadis itu lebih kuat ya dan itulah yang disebutkan di dalam hadisnya Zaid IBN Khalid aljuhani bahwa beliau salat dua rakaat ringan sebagai pembuka salat malamnya kemudian setelah itu salat dua rakaat panjang sekali setelah itu salat dua rakaat panjang tapi ya lebih ringan setelah itu salat dua rakaat panjang tapi lebih ringan dari sebelumnya setelah itu salat dua rakaat panjang tapi lebih ringan dari dari yang sebelumnya ya dapat 8an rakaat seperti ini kemududian ee salat lebih ringan lagi untuk Witir dua rakaat kemudian Witir satu rakaat tib para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah kalau kita sudah tahu bahwa rakaat yang paling Afdal untuk salat malam adalah 11 atau 13 rakaat Apakah boleh kita menambah lebih dari itu misalnya 23 rakaat atau ee 43 rakaat atau 49 rakaat Bolehkah demikian ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mutaakhirin dalam masalah ini dan pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang membolehkan ya pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang membolehkannya dan ini adalah pendapat jamahiru asalaf dan khalaf jadi mayoritas ulama Salaf dan mayoritas ulama khalaf atau ulama belakangan mereka memilih pendapat bolehnya salat malam melebihi 13 rakaat bahkan alqadiad rahimahullah pernah mengatakan W khilafa anahuisa fiika haddun Alaihi wunu sambai mengatakan Demikian Ya tidak ada khilaf tidak ada khilaf di kalangan para ulama bahwa dalam masalah salat malam itu tidak ada batasan yang tidak boleh ya orang menambah lagi atau mengurangi lagi tidak ada batasan rakaatnya tidak ada batasan rakaatnya dan ini tidak diperselisihkan oleh para ulama atili Min allatiama fiha AJ kata beliau para ulama juga tidak ada perbedaan di tengah-tengah mereka bahwa salat malam itu adalah bagian dari ketaatan semakin bertambah maka pahalanya juga semakin bertambah na Sallallahu Alaihi Wasallam Wu lfsihi Yang diperselisihkan oleh para ulama adalah pada perbuatan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan rakaat yang beliau pilih untuk diri beliau wallahuam Ibnu Abdil bar juga mengatakan ya makna yang sama beliau mengatakan Fala khilafa bainal muslimina un mahdud tidak ada perbedaan pendapat di kalangan kaum muslimin bahwa salat malam itu tidak ada batasan tertentunya maksudnya batasan rakaat wa nafilah wair wa bir dan bahwa salat malam itu adalah salat sunah dia perbuatan baik Perbuatan kebajikanan istqal Barang siapa yang menghendaki ya boleh dia menyedikitkan salat malamnya W istakar Barang siapa yang menghendaki dia boleh memperbanyak salat malamnya Dan inilah pendapat yang benar dalam masalah ini ya apalagi ya Beberapa ulama menukil adanya ijma dalam masalah ini apalagi ada hadis nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang menguatkan hal ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mengatakan shatul Laili matna matna salat malam itu dua rakaat dua rakaat faidza khasyita apabila engkau khawatir waktu subuh maka silakan melakukan Witir satu rakaat silakan melakukan Witir satu rakaat ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan dalam rakaat salat e malam karena Rasulullah sallahui wasam mengatakan salat malam itu dua rakaat dua rakaat jadi dua rakaat dua rakaat ini bisa sampai ee 10 rakaat bisa sampai 20 rakaat bisa sampai 30 rakaat Rasulullah tidak membatasi padahal beliau tahu bisa jadi seseorang salat melebihi 13 rakaat melebihi 20 rakaat melebihi 30 rakaat beliau tahu Tapi beliau tidak menyebutkan larangannya bahkan beliau menyampaikan kata-kata yang bisa dipahami bahwa tidak ada batasan di sana kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga menyabdakan innaka lan tasjuda lillahi sajdatan illa rafa’akallahu biha darajah wattaka khatiah engkau tidaklah bersujud kepada Allah subhanahu wa taala dengan satu sujud kecuali Allah subhanahu wa taala akan angkat satu derajat untukmu Allah akan mengangkatmu satu derajat wattaka khatiah dan Allah akan Hapuskan darimu satu kesalahan ini menunjukkan bahwa semakin seseorang banyak salat maka semakin baik ya tib Adapun ya pilihan Rasulullah Sallallahu alaih wasallam untuk dirinya ya beliau memilih 11 rakaat atau memilih 13 rakaat maka ini tidak menunjukkan pembatasan ini tidak menunjukkan pembatasan karena ya beliau telah menyampaikan hadis menyampaikan pesan yang bisa dipahami bahwa tidak ada batasan untuk salat malam dan beliau tidak melarang ya beliau tidak melarang ee melebihi ee batasan tersebut suatu ketika Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam salat tarawih ya salat qiyamulail di bulan Ramadan mengimami para sahabatnya kemudian ya tentunya beliau salatnya 11 rakaat Ya karena memang ini yang dipilih oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam makanya itu kita jadikan sebagai ee rakaat yang paling utama jumlah rakaat yang paling utama ya 11 atau 13 rakaat 13 itu berarti ketambahan dua rakaat ringan pembuka salat malam setelah beliau melakukan salat malam ada seorang sahabat yang saking semangatnya itu meminta Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk meneruskan salat malamnya lagi orang ini mengatakan laqi Laila wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Alangkah baiknya apabila engkau mengimami Kami lagi di e bagian malam yang masih sisa ini maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak melarang beliau ya tidak melarang sahabatnya ini untuk untuk salat di sisa malamnya beliau tidak mengatakan tidak boleh menambah dari ee lebih dari 11 rakaat tidak boleh menambah lebih dari 13 rakaat gak jawaban beliau kepada orang ini Man Sha maal imami Hatta yansif kutiba lahu qiyamul lailah Barang siapa yang salat bersama imamnya sampai selesai maka dicatat baginya salat semalam penuh coba Ee kita pahami hadis ini para jemaah sekalian rahimu jadi hadis ini Rasulullah tahu ya dalam hadis ini Rasulullah paham bahwa sahabatnya ini ingin salat semalam penuh bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau tahu keinginan sahabat ini dari pertanyaannya sudah jelas tapi lihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak melarang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak melarang Padahal di sini ya harusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu melarangnya kalau ya tidak boleh melambah lebih dari 11 atau 13 rakaat harusnya Rasulullah larang di sini gak Boleh bagi kalian salat semalam penuh atau gak Boleh bagi kalian salat melebihi 11 rakaat atau 13 rakaat kita sudah salat 11 rakaat gak boleh lebih dari itu harusnya seperti itu tapi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak menyebutkan larangan itu tapi memberikan penjelasan kalau kalian sudah salat salat bersama Imam sampai selesai maka dicatat bagi kalian pahala salat semalam penuh tib para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah kalau kita mengatakan bahwa 11 rakaat itu lebih Afdal daripada hitungan lain bukan berarti ini lebih Afdal dalam semua keadaan bukan berarti ini lebih Afdal daripada semua keadaan Maksudnya bagaimana Ustaz ada keadaan keadaan di mana seseorang tidak Afdal memilih sebelah serkab seperti misalnya Ketika seseorang salat malamnya itu pendek-pendek sehingga dia bisa menyelesaikan 11 rakaat ini hanya dalam waktu 20 menit hanya dalam waktu 20 menit sedangkan di sana ada orang lain yang salat malam sampai 23 rakaat dan waktunya sampai 1 jam Manakah yang lebih Afdal di sini orang yang salat malam 20 menit dengan 11 rakaat ataukah orang yang salat malam 1 jam dengan 23 rakaat maka jawabannya tentunya lebih Afdal orang yang salat malam 23 rakaat selama 1 jam Ustaz Kenapa demikian Iya karena di sana juga ada sifat Salat kita tidak hanya dianjurkan untuk salat malam sesuai dengan jumlah bilangan rakaatnya Rasulullah saja tapi kita juga dianjurkan untuk mengikuti sifat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam salat malam Bagaimana beliau salat malam 11 rakaat ini ini juga harus kita atau ini juga dianjurkan untuk kita ikuti Jadi kalau misalnya 20 menit 11 rakaat dengan 1 jam 23 rakaat maka yang lebih baik baik adalah yang 1 jam karena di situ orangnya melakukan ketaatan Lebih banyak lebih lama maka perbandingannya itu harusnya misalnya ketika ada orang salat 23 rakaat dalam 20 menit dan 11 rakaat dalam 20 menit mana yang lebih Afdal maka jawabannya yang 11 rakaat lebih Afdal kalau misalnya ada orang 1 jam salat malam 11 rakaat dengan 1 jam salat malam 23 rakaat mana yang lebih Afdal maka kita katakan yang lebih Afdal adalah yang 11 rakaat ya yang lebih Afdal adalah yang 11 rakaat makanya para jemaah sekalian rahim warahimakumullah Jangan sampai kita mentang-mentang tahu bahwa rakaat yang paling Afdal itu 11 rakaat kemudian kita ee bawa ilmu ini dalam semua keadaan Oh berarti ya 11 rakaat saja kita lakukan 20 menit selesai kita lebih Afdal daripada yang salat 1 jam tidak tidak demikian jemaah sekalian rahimahimakumullah Kenapa karena kita tahu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memilih 11 rakaat atau 13 rakaat itu dengan sifat salat yang sangat luar biasa panjangnya dan sangat luar biasa bagusnya kalau kita hanya mengambil jumlah rakaatnya saja maka tentunya ya ini Punya keafdaliahan ya Punya keutamaan tapi hanya di situ Tetap saja Apabila ada orang lain yang salat malam lebih lama dari kita ya maka itu lebih lebih Afdal ya daripada I Salat kita yang sebentar wallahuam tib syekhul Islam Ibnu taimiyyah rahimahullahu taala Beliau juga menyampaikan ya bahwa salat malam itu tidak ada batasan jumlah rakaatnya dan ini menunjukkan bahwa salat malam itu semakin panjang semakin baik walaupun kita tidak berpegang teguh pada jumlah rakaatnya karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memang tidak membatasi jumlah rakaat itu syikhul Islam mengatakan qiamu Ramadan lam yuwqitin nabiu shallallallahu Alaihi wasallama fihi adadan muayan salat malam di bulan Ramadan yaitu salat tarawih Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak membatasi jumlah tidak membatasi jumlahnya dengan bilangan tertentu bala Hua Shallallahu Alaihi Wasallam la yazidu Fi Ramadan wala ghairihi ala Sal asrata rakah akan tetapi dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah menambah jumlah rakaat melebihi melebihi 13 rakaat baik di bulan Ramadan ataupun di bulan yang lainnya lakin Kana yutil rakaat akan tetapi dahulu beliau melamakan rakaatnya ya ini perlu digaris bawahi akan tetapi beliau melamakan rakaatnya ramad fiadun muunbiahu Alaihi wasami wq ak Barang siapa yang mengira bahwa salat malam di bulan Ramadan ada batasan tertentunya dari Nabi Sallallahu Alaihi wasam sehingga tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi maka orang ini telah terjatuh ke dalam kesalahan orang ini salah ini kata syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala tib masalah yang berikutnya para jemaah sekalian rahim warahimakumullah adalah masalah mengqada salat malam bagi orang yang sudah terbiasa salat malam tapi ketiduran jadi orang ini sudah punya kebiasaan salat malam tapi ketiduran maka disunahkan Ya bagi orang yang demikian Untuk mengqadanya kapan mengqadanya mengqadanya di waktu duha Ya mengqadanya di waktu duha hal ini ya berdasarkan dua hadis ya dari ibunda Aisyah radhiallahu anha dan dari sahabat Umar Ibnu Khattab radhiallahu Anhu dari ibunda Aisyah ini menunjukkan bahwa salat malam itu bisa diqada Kana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam fatath SH minili Min wajain au ghairih Sha Minan nahari asrata rakah du Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam apabila tidak sempat salat malam ketinggalan salat malam atau ketiduran Min wajainir karena sakit atau karena alasan yang lain Sha minili asak maka beliau salat di siang hari 12 rakaat ini menunjukkan bahwa salat malam itu kalau sudah menjadi kebiasaan seseorang sebaiknya diqada sebaiknya diqada dan mengqadanya itu tanpa Witir ya atau ya witirnya dijadikan genap witirnya dijadikan genap yang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kebiasaannya 11 rakaat maka diqadnya menjadi 12 rakaat dari sahabat Umar IBN Khattab radhiallahu Anhu Beliau mengatakan bahwa Rasulullah S alaii wasam pernah bersabdabii minili minuqahu Ma Baina shatil Fajri waatiuhritiba lu kaama qahu minil Barang siapa yang ketiduran membaca wirid al-qur’annya di malam hari atau sebagian darinya jadi ada wirid al-qur’annya wirid itu ee bacaan rutin dengan kadar tertentu wirid itu bacaan rutin dengan kadar tertentu dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya itu ee membaca al-qur’an di salat malamnya dengan kadar tertentu dengan kadar tertentu itu kadar itu disebut dengan wirid ya kadar bacaan al-quran yang tertentu itu disebut dengan wirid Barang siapa yang ketiduran dari wirid bacaan Alqurannya di malam hari atau sebagian darinya kemudian Dia membacanya antara salat fajar sampai salat zuhur maka seakan-akan Dia membacanya di malam hari maka dicatat baginya seakan akan Dia membacanya di malam di malam hari di sini disebutkan antara salat fajar sampai salat zuhur antara salat fajar sampai salat zuhur maka yang dimaksud antara salat fajar sampai salat zuhur di sini adalah waktu duhuhha Kenapa Karena setelah Fajar ya sebaiknya ya Ee Karena setelah Fajar adalah waktu larangan untuk salat setelah salat fajar ya setelah salat subuh itu waktu kita dilarang untuk salat sunah begitu pula ketika matahari baru terbit belum meninggi Ini juga ini juga waktu larangan salat ya di situ tidak dibolehkan salat sunah kemudian ketika matahari sudah meninggi itulah awal waktu duha inilah awal waktu dibolehkannya salat sunah Walaupun ada ada yang mengatakan ya walaupun atau walaupun kita katakan bahwa kalau salat Qada kan boleh Ustaz walaupun kita katakan demikian tapi kalau itu Ya waktu larangan sebaiknya kita tidak menjalankan salat walaupun salat Qada ya sebaiknya kita memilih waktu yang setelahnya wallahuam para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah ya ini ee ada masih tersisa untuk salat tarawih ya kelihatannya kita berhenti dulu sampai di sini kita bahas salat tarawihnya di pertemuan yang berikutnya barakallahu fikum waktu yang tersisa kita gunakan untuk sesi tanya jawab wallahu taala alam wasallallahu wasallama wabaraka ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum biihsanin Ila yaumiddin walhamdulillahi rabbil alamin Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan hukum tentang salat malam Semoga apa yang kita simak dapat kita pahami dan ikhwat islamakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung dan telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 081896543 baik pertanyaan pertama kita coba angkat dari pesan singkat dari Ummu fulanah di Palembang asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Ustaz apa hukumnya bila kita membaca al-qur’an dalam salat dengan menggunakan HP serta membaca doa sujud sekaligus yaitu Subhana rabbiyal A’la tiga kali dan subhanakallahumma Rabbana wabihamdika allahummafli nah mohon penjelasannya Ustaz jazakahir silakan Ustaz Iya para jemaah sekalian rahiman warahimakumullah ya di ee dibolehkan untuk salat malam dengan membaca dari mushaf dibolehkan untuk salat malam dengan membaca dari mushaf namun ya tetap yang lebih Afdal adalah ee membaca dengan hafalan yaitu yang lebih Afdal kalau yang lebih Afdal ini tidak kita mampui maka kita ada pilihan untuk membaca ee di salat malam kita dari mushaf dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh EE budaknya ibunda Aisyah radhiallahu anha yang diminta oleh ibunda Aisyah radhiallahu anha untuk menjadi imamnya ketika itu budak tersebut ya mengimami ibnda Aisyah dengan membaca dari mushaf ya dengan membaca dari mushaf sehingga tidak ada masalah sama sekali ya ini ee membantu seseorang untuk melamakan salat malamnya dan gerakan tersebut ya tidak mengganggu syarat rukun salat sama sekali syaratnya jelas ya kalau syarat kan di luar salat ya sebelum salat harus ada syarat itu ini tidak mengganggu rukun karena bersedekah ketika berdiri itu bukan kewajiban ya kar karena ada yang mengatakan Ustaz kalau membaca itu nanti tangannya tidak diletakkan tangan kanannya menjadi ee kurang sempurna dalam ee gerakan bersedekah maka kita katakan para ulama itu berpendapat bahwa bersedekap itu tidak wajib sehingga kalaupun tangannya dilepas ya maka tidak ada masalah makud Tidak membatalkan salat maka begitu pula dengan eh membaca dari mushaf ketika sedang berdiri ini tidak membatalkan salat sama sama sekali apalagi ini tidaklah dilakukan kecuali untuk kemaslahatan salat ini tidaklah dilakukan kecuali untuk kemaslahatan salat agar orang tersebut bisa lama salatnya karena kalau dia hanya mengandalkan hafalannya bisa jadi dia ya Punya hafalan hanya sedikit dia punya hafalan hanya sedikit atau bisa jadi ya dia ingin hafalan barunya tapi akhirnya salah-salah berhenti lama dia ngingat-ngingat malah enggak malah tidak khusyuk beda kalau dia membaca dari mushaf maka ini lebih besar maslahatnya bagi orang yang salat malam dan dia tidak lancar hafalannya atau bahkan tidak punya hafalan wallahuam untuk yang yang kedua pertanyaan menggabungkan dua bacaan yang sahih dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi riwayatnya berbeda dalam satu rukun seperti menggabungkan Subhana rabbiyal Aa tiga kali dengan subhanakallahummaabbana wabihamdik Allah allahumfirli ini dua bacaan diriwayatkan dari dua hadis yang berbeda untuk satu rukun yang sama yaitu sujud Apakah boleh digabungkan para jemaah sekalian rahim warahimakumullah ada beda pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini ya ada yang membolehkan ada yang tidak membolehkan di antara yang tidak membolehkan ya yang Ana tahu Syekh Albani rahimahullah begitu pula Syekh Muhammad IBN salh alutsimin di antara yang membolehkan yang Ana tahu adalah Imam Nawawi rahimahullah rahimahumullahu Jamian Ana secara pribadi lebih condong ke pendapatnya Imam imam nawawi rahimahullah sehingga dibolehkan bagi seseorang untuk menggabung dua zikir ini karena tidak ada larangan kemudian dua zikir ini sama-sama diriwayatkan dari nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian maknanya Sangat berbeda maknanya sangat berbeda isinya sangat berbeda Subhana rabbiyal aalla Maha Suci rabbku Yang Maha Tinggi subhanakallahumma Rabbana wabihamdik allahumfirli ya Allah Maha Suci engkau ya Allah sebagai Rabb kami allahum magfirli ya Allah ampuni dosa-dosaku Jadi dua zikir ini sama-sama diriwayatkan dari nabi sallallahu alaihi wasallam untuk sujud maknanya berbeda dan tidak ada larangan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menggabungkannya maka Ana melihat ya pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang membolehkannya Apa bedanya menggabungkan dua zikir ini dalam sujud dengan menggabungkan misalnya ee wirid ya zikir-zikir setelah salat zikir-zikir setelah salat itu riwayatnya berbeda-beda zikirnya bermacam-macam dan para ulama membolehkan untuk menggabungkannya ya kemudian Apa bedanya ini dengan Zikir pagi dan sore Zikir pagi dan sore itu riwayatnya banyak zikirnya berbeda-beda para ulama juga Bolehkan untuk menggabungkan boleh dibaca semua boleh dibaca sebagian begitu pula dengan zikir sebelum tidur itu riwayatnya banyak ya berbeda-beda dan para ulama mengatakan boleh dibaca semua boleh dibaca sebagian boleh hanya satu bacaan Apa bedanya Ya karena masalahnya sama masalahnya sama yaitu membaca zikir yang diriwayatkan dari nabi sallallahu alaihi wasallam dengan sanad yang sahih Mungkin ada yang bertanya Ustaz Kenapa tasyahud gak boleh kenapa selawat ibrahimiyah gak boleh kenapa kalau tasyahud itu satu saja kita pilih salah satu dari riwayat kemudian kita tinggalkan riwayat yang lain atau kita baca riwayat yang lain di salat yang lainnya atau di kesempatan yang lainnya bedanya itu kalau tasyahud itu isinya hampir sama kalau kita gabungkan jadi seperti ada pengulangan selawat ibrahimiah juga demikian gak boleh kita gabung kenapa ya karena isinya hampir sama kalau kita gabungkan jadinya ada pengulangan ini berbeda ini ee yang pertama tentang tasbih ya mensucikan Allah subhanahu wa taala yang kedua ada tambahan ee meminta agar Allah subhanahu wa taala mengampuni dosa-dosa kita demikian wallahu taalaam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk menanya ibu yang berada di Palembang masih pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari Pak Ahmad Rofik di Joglo Jakarta Barat asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Bagaimana tata cara berdoa yang sesuai dengan sunah pada waktu salat malam atau salat Tahajud dan salat Witir mohon penjelasannya Ustaz jazakallahu Khairan Nam jazakum Khair tiayb eh kita ada banyak pilihan ya Ada banyak pilihan untuk berdoa di malam hari ya karena berdoa ini pintunya luas ya kita berdoa bisa Kapan saja kita berdoa bisa Kapan saja bisa di dalam salat bisa di luar salat bisa di malam hari bisa di siang hari bisa di pagi hari bisa di sore hari ya bisa dalam keadaan ee hadas ya bisa dalam keadaan suci bisa dalam keadaan tidur bisa dalam keadaan duduk bisa mengangkat tangan bisa tanpa mengangkat tangan doa itu luas kalau kita ingin doa yang benar-benar EE mengumpulkan ee sebab-sebab mustajabnya doa di salat malam kita maka berdoalah di sujud-sujud kita di salat malam di sepertiga Malam Terakhir Akir jadi di sini ada banyak ya Ee sebab mustajabnya sebuah doa yang pertama kita doanya di sepertiga malam terakhir itu waktu yang mustajab untuk berdoa karena ketika itu Allah subhanahu wa taala turun ke langit dunia sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang sahih dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian ketika sujud kita pun mendekat kepada Allah subhanahu wa taala kata nabi kita muhammadallahu Alaihi was keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan rabnya adalah ketika sujud dalam had yangin disebutkan a Adapun di dalam sujud maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa faqaminun anustajabakum maka ya sangat dekat ya doa tersebut untuk diijabahi ini sebab yang kedua kemudian ketika sujud ya kita sedang menghadap Allah kita sedang menghadap Allah tentunya permintaan yang kita ajukan kepada Allah subhanahu wa taala ketika kita sedang menghadap Allah itu lebih baik ya daripada permintaan tersebut kita ajukan setelah kita tidak menghadap Allah subhanahu wa taala maksudnya setelah selesai salat ini disebutkan oleh Ibnu qayyim rahimahullahu taala ketika beliau ee menjelaskan bahwa doa di dalam salat itu lebih Afdal daripada doa di luar salat yang paling Afdal adalah doa ketika sujud Kemudian yang kedua doa sebelum salam doa sebelum salam karena ada perintah dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk memilih doa apapun yang kita inginkan Sebelum salam ya dan sebelum Salam Ini juga termasuk doa di dalam salat maka ini yang paling Afdal yang kedua tib yang ketiga kita bisa berdoa setelah kita salat setelah kita salat selesai salam kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala ini juga pilihan tapi ini yang ketiga ini yang yang ketiga ya demikian para jemah sekalian rahimahimakumullah yang bisa Ana sampaikan dalam kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah berkahi amin amin ya rabbal alamin Shallallahu wasall Waka ala Nabina Muhammadin waa alihibihi agamualikum warahmatullah warakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Dr musyafaat darini hafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian tadi ikhwat Islam wzakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab sahih fikih sunah fikih ibadah hukum yang berkaitan dengan salat malam Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam beramal saleh allahum Amin Nam kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan terima kasih um atas kebersamaan anda willahaufikahhak Allah wihama ilahaa Anta astagfirukaubuik Selamat beraktivitas wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *