104.3 FM radio rojabogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahilladzi R la ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu wa rasuluh la nabi ba Amma ba’atamzakumullah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani Ma ffidahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis nah pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan talbis iblis atas kaum Sufi ketika mereka datang dari perjalanan Nam ikhwat islamakumullah Berikut kita akan simak penjelasan dari kitab yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilakan kepada Al Ustaz ffadul Maskur Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhuainuhuagfiruhubillahiuri anfusina Fala hadalah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa Anum muslimun wabdu para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah RAB semesta selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemahar hati Raja kaum muslimin dan muslimat rahimani warahimakumullah pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu dan masih bersama buku talbis iblis dan pada kesempatan ee siang ini kita akan lanjutkan pokok-pokok pembahasan yang ada di dalamnya kita masih membahas tentang ee sikap dan perbuatan kaum Sufi di dalam perjalanan mereka ya kisah-kisah yang EE mereka Sebutkan mereka cantumkan dan mereka bacakan di dalam majelis majelis mereka mereka tulis dalam buku-buku mereka yaitu kisah-kisah yang menjelaskan tentang ee Mereka ingin menceritakan kehebatan tokoh-tokoh mereka yang tidak melakukan ikhtiar dan Bersandar kepada keimanannya kepada Allah yaitu tawakal mereka mengklaim bahwa mereka telah bertawakal dan tidak mau mengambil sebab artinya tidak tidak perlu berikhtiar melakukan usaha Karena hati mereka mereka sandarkan kepada Allah ini klaim mereka dan dalam untuk menegaskan hal itu mereka menceritakan beberapa kisah-kisah ya sebelumnya kita sudah membahas kisah seorang yang jatuh ke sumur Lalu dia tidak mau minta pertolongan kepada siapun bahkan ketika sumur itu ditutup I Ia juga tidak berteriak minta tolong ya namun Anehnya di kisah itu tiba-tiba ada binatang buas menjulurkan kakinya kemudian dia raih kakinya itu kaki hewan buas itu kemudian dia naik ke atas ya ini memang menggelikan juga kisah-kisah seperti ini tapi itulah kenyataannya mereka cantumkan itu di dalam buku-buku mereka ya Dan mereka ceritakan di dalam majelis majelis-majelis mereka untuk menegaskan kekuatan tawakal mereka kepada Allah subhanahu wa taala walaupun kisah-kisah seperti itu terlihat terdengar konyol ya tapi begitulah ya Nah kita masih lanjutkan di sini ini dicantumkan oleh Ibnu jauzi Di dalam kitab talbis iblis ya dari e muammal bin almughabi dia dia bercerita ini masih cerita tentang mereka aku biasa mendampingi Muhammad bin assamin Pada suatu hari aku pergi bersamanya di sebuah wilayah antara tikrid dan Mail ini wilayah di irakq ya Saat berjalan di tengah gurun pasir tiba-tiba ada hewan buas yang mengaum di dekat kami maka aku aku pun ketakutan dan pucat wajahku pucat aku ketakutan dan itu terlihat jelas di wajahku ya tentunya Takut melihat binatang buas mengaum ya mendengar Bauman binatang buas Harimau misalnya ya kita wajar ya takut memang demikianlah ya berhadapan dengan ee binatang buas ini namanya khauf tabii ya aku pun bergegas melarikan diri namun Muhammad bin assamin memegangiku dan berkata dengan tegas wahai muammal tawakal itu hakikatnya sekarang bukan di masjid ya maksudnya jangan lari ya tetap aja di sini kalau betul-betul ingin menunjukkan tawakal di sini bukan di masjid maksudnya bukan teori ataupun cerita di masjid tapi kalau betul-betul tawakal kepada Allah jangan lari tetap kamu di tempatmu ya ini salah satu di antara banyak kisah yang menjelaskan kepada mereka bahwa mereka menolak untuk mengambil sebab berusaha dan mereka mengklaim bahwa itu menafikan tawakal ya Siapa yang enggak takut binatang buas ya Secara tabiat manusia ya takut kepada suatu yang membahayakan dirinya dan tentunya dia akan berusaha untuk lari ya ya e nabi juga mengatakan Fir Minal majzum firoroka Minal Asad larilah dari atau penghindarlah ya dari orang yang terkena penyakit sopak atau kusta sebagaimana engkau lari dari seekor singa ya artinya wajar kalau seorang itu takut binatang buas dan lari ya Ee reaksi alamiahnya ya seperti itu kita berusaha untuk menghindari binatang buas bukan menantangnya ya karena itu namanya kita ee menyerahkan nyawa namanya ya tapi di sini dalam kisah ini ya justru salah seorang tokoh sufi yang bernama Muhammad binamin Ang teman perjalanannya untuk lari tetaptetap di tempat kalau betul-betul tawakal Jangan lari nah ini suatu yang eh wallahualam terhadap kebenaran kisah ini apa benar-benar seperti ini tapi kalaupun benar ya mungkin dia enggak hidup lagi begitu ya karena yang ada di depannya binatang buas Nah demikian wallahuam bissawab Nah kisah-kisah begini kan bisa mengelirukan ya orang yang jahil lalu meniru ini lalu ketika dia berhadapan dengan binatang buat lalu dia mengatakan Wah saya bertawakal kalau mau tawakal sekarang begitu ya lalu dia diterkam binatang buas itu tentunya ini merugikan dia ya Dia kehilangan nyawa karena itu ya karena terinspirasi mungkin dengan kisah-kisah seperti ini Padahal kisah seperti ini belum tentu jelas kebenarannya ya Nah demikian wallahuam baawab jadi ini menafikan ya Apa yang dilakukan oleh ya para Salaf nabi menghindari hal-hal yang membahayakan bukan menantang bahaya Allah mengatakan wulqu biidikum tahlukah jangan kamu lemparkan dirimu kepada kebinasaan wala taktulu anfusakum jangan kamu binasakan dirimu sendiri ya Jadi kita tidak boleh membahayakan diri kita sendiri maka kita harus cari jalan untuk menyelamatkan diri bukan membiarkan diri kita dalam bahaya ya Nah demikian laadar Wal Dirar tidak boleh memodaratkan diri sendiri dengan sengaja menantang bahaya jadi kisah-kisah seperti ini ini berbahaya bagi orang-orang yang enggak paham kemudian dia jadikan sebagai inspirasi atau pedoman dalam hidupnya dia bisa mendapatkan bahaya besar ya ketika a dia tidak berusaha untuk menghindari hal-hal yang membahayakan dirinya dengan klaim tawakal kepada Allah subhanahu wa taala ya Nah wallahuam penulis berkata yaitu Ibnu jauzi mengatakan tidak Tidak diragukan lagi bahwa pengaruh tawakal akan nampak pada hamba yang bersikap tawakal di saat menghadapi kesulitan memang tawakal itu lebih ditekankan pada saat orang itu mendapatkan kesulitan dia perlu tempat bersandar hatinya perlu sandaran dan dia perlu bersandar menyandarkan hatinya kepada Allah subhanahu wa taala ya namun tawakal itu bukan berarti harus menyerahkan diri ataupun harus melemparkan diri kepada bahaya cari-cari masalah cari-cari bahaya cari mati Istilahnya ya seperti menyerahkan diri kepada hewan buas bahkan kata beliau Belu hal ini tidak boleh dilakukan kalau dia tahu itu bahaya dia harus menghindarinya bukan menantang bahaya ya Di Dalam Islam kita juga dilarang mencari musuh ataupun berharap bertemu musuh Ya tapi kalau bertemu musuh Jangan lari kan begitu wallahuam bissawab ya nah jadi kisah-kisah seperti ini bisa mengelirukan bagi orang-orang awam yang tidak memahami ya kemudian dia mengamalkan seperti yang terjadi dalam kisah itu ya dia bisa jatuh dalam bahaya wallahuam ya Nah kemudian ada kisah yang lainnya diriwayatkan dari salah seorang ee Syekh ya Sufi yaitu Ali Ar alarrazi ketika dia ditanya kenapa kami tidak pernah lagi melihat engkau bersama Abu Thalib aljurjani Ali arrazi ditanya kenapa kamu tidak pernah lagi Kenapa kami tidak pernah lagi melihatmu bersama Abu Thalib aljurjani maka Ali arrazi pun mengungkapkan kami pernah bepergian bersama bersama kami pernah bepergian bersafar bersama ya Kemudian kami tidur di tempat yang di situ ada hewan buas ternyata ya dalam perjalanan itu mereka istirahat tidur ternyata di situ ada hewan buas ketika eh al eh Abu Thalib aljurjani melihatku tidak bisa tidur gelisah takut maka dia pun mengusirku Seraya berseru Jangan pernah temani aku lagi setelah ini Itulah sebabnya katanya dia tidak pernah lagi bersama Abu Thalib aljurjani karena karena peristiwa itu ya mereka bersafar bersama kemudian mereka singgah di satu tempat di situ ada hewan buas karena dia takut ya ee enggak bisa tidur ketakutan maka ya Abu Thalib aljurjani ini mengusir dia gitu maksudnya adalah supaya dia enggak perlu menunjukkan rasa takut ya sampai enggak bisa tidur gitu ya tidur aja santai aja begitu walaupun di situ ada hewan buas nah ini juga merupakan kisah-kisah yang ya Bisa mengelirukan ya Bagi orang-orang yang enggak ee enggak memahami ya pentingnya kita me menyeimbangkan ya menyelaraskan antara usaha ikhtiar dan tawakal bahwa tawakal itu tidak akan sempurna tanpa ikhtiar ya dan tawakal itu adalah wujud dari ikhtiar kita ya setelah kita melakukan usaha maka kita pun menyerahkan urusannya kepada Allah Itulah Ee kita katakan pondasi tawakal kita yaitu ikhtiar itu pondasi tawakal tanpa itu enggak ada tawakal ya wallahuam bissawab Nah demikian nah gara-gara peristiwa itu Abu Thalib aljorjani tidak mau lagi bersafar bersama Ali arrazi ya Itulah sebabnya Ali arrazi ini tidak pernah bersama Abu Thalib lagi ee Ibnu jauzi mengomentari ya Beliau mengatakan Abu Thalib aljurjani di sini telah bersikap melewati batas ya kata kata beliau ini terlepas Apakah kisah ini benar atau tidak ya Anggaplah benar maka Ibnu jauzi mengatakan bahwa di sini Abu Thalib aljurjani yang mengusir temannya dan mengatakan jangan lagi pernah kamu bersafar bersamaku dia ini telah melewati batas karena ingin mengubah tabiat temannya padahal itu di luar kemampuan dan kesanggupan dirinya ya ya wajar kalau ada binatang buas orang itu takut kalau takut enggak bisa tidur gitu ya itu kan ee suu hal e reaksi yang alami ya enggak berlebihan ya wallahuam bawab Nah kalau dia mau merubah itu kan enggak enggak bisa Ya gimana orang yang memang takut sama binatang buas Lalu ingin diubah menjadi berani menghadapi binatang buas ya ya Oh ada orang yang berani berhadapan dengan binatang buas mungkin ada ya mungkin para orang-orang yang profesional menghadapi hewan buas Ya seperti ular misalnya di sana ada orang yang bisa ber bahkan bercengkerama dengan ular gitu tapi kebanyakan manusia kan Lihat ular takut apalagi berbisa begitu ya ya kalau mau Selamat ya menghindar lari ya E wallahualam nah kebanyakan manusia seperti itu enggak mungkin diubah secara drastis begitu ya Nah di sini Abu Thalib aljurjani ingin merubah ya Ee kita katakan suatu hal yang natural tabiat alami pada dirinya enggak mungkin itu dan syariat pun tidak menuntut tindakan seperti itu enggak pernah tak ada juga ya Nas syariat yang menyuruh kita untuk tidak takut terhadap bahaya apapun ya menjadi orang yang nekad gitu Ya nekad yang ya kita katakan tidak ee didasari oleh EE akal yang sehat gitu ya nekadlah kita katakan tanpa perhitungan akal yang waras itu tidak dibenarkan di dalam syariat kita dan tidak ada juga di dalam syariat kita seperti itu ya Nah coba lihat Musa bahkan tidak sanggup menghadapi kondisi serupa Nabi Musa alaih salam kita tahu bagaimana ee keberanian Nabi Musa ya berhadapan dengan bahkan dengan Firaun ya dan pasukan pasukannya ya tapi Nabi Musa bah tidak sanggup ya menghadapi kondisi-kondisi tertentu misalnya seperti diceritakan dalam al-qur’an manakala I ia melihat ular yang di lemparkan oleh EE para tukang sihir itu ya Ee mereka melemparkan tali-tali mereka tali temali Mereka kemudian berubah menjadi ular Nabi Musa takut maka Allah mengan la takhaf jangan kamu takut artinya apa Musa alaih salam takut menghadapi kondisi itu ya dan itu wajar Allah tidak mencela karena Nabi Musa takut tapi Allah menjelaskan kepada Nabi Musa bagaimana cara mengatasinya ya yaitu lemparkan tongkatmu Dia kemudian berubah menjadi ular dan memakan ular-ular yang dilemparkan oleh tukang-tukang sirir itu Nabi Musa sendiri Takut menghadapi kondisi seperti itu ini suatu hal yang takut terhadap ular itu ya ya ya manusia punya rasa takut ya dan itu wajar tidak menyimpang gitu ya kalau kita takut sama ular misalnya Wah kamu ee tidak tawakal kepada Allah atau kurang imannya begitu ya atau kurang ilmunya juga kurang tauhidnya ya enggak kenapa karena Ya wajar manusia takut kepada hewan yang bisa membahayakan dirinya wallahuam bissawab ya Nah bahkan beliau melarikan diri dari ular tersebut hingga akhirnya Allah subhanahu wa taala menjelaskan Bagaimana cara mengatasi ular-ular tukang sihir itu dengan melempar taukat beliau dan kemudian menjadi ular yang memakan ular-ular ee yang dihalus e yang di ee buat ya yang di siihir oleh tukang-tukang sihir tersebut ya Nah demikian wallahuam bissawab nah Beliau mengatakan Ibnu jauzi mengatakan ini semua disebabkan kejahilan mereka di dalam memahami agama ya Nah demikian wallahuam bisawab masih ada lagi kisah-kisah lain di antaranya adalah dari Ahmad bin Ali alwajdi Dia bercerita bahwa adinawari melaksanakan ibadah haji sebanyak 12 kali tanpa mengenakan alas kaki dan tanpa penutup kepala ya Ee tentunya seorang yang mengenakan ihram dia memang enggak boleh memakai penutup kepala ya dia harus melepas penutup kepalanya tapi mungkin ini saat dia belum melewati mikot ya mungkin Nah demikian juga enggak enggak terlarang juga seorang yang menangan ihram memakai alas kaki asalkan tidak menutupi mata kakinya ya Nah boleh dia mengenakan alas kaki tapi penutup kepala dia enggak boleh pakai kita bawakanlah ini bahwa dia melakukan ini sebelum dia mengenakan ihram ya di dalam perjalanan menuju miqat ya Nah diceritakan di sini ketika kakinya t Duri ya dia mengusap-ngusap kakinya di tanah dan terus berjalan tanpa melihat ke arah luka akibat tusukan Duri tadi karena kebenaran tawakalnya karena kehebatan tingginya tawakalnya kepada Allah subhanahu wa taala Wah ini ya Luar biasa ya kalau betul-betul ada seperti ini begitu ya nabi sendiri pakai alas kaki gitu ya nabi tidak memakai alas kaki kadang-kadang melepas alas kaki itu di Madinah bukan dalam perjalanan ya di Madinah beliau kadang-kadang berjalan tanpa alas kaki Ya nah tapi Ketika bersafar Nabi memakai alas kaki bahkan nabi mengenakan khauf agar bisa diusap ya karena ada waktu 3 Hari 3 Malam bagi seorang musafir boleh mengusap khufnya ya sebagai keringanan bagi para musafir tentunya ya Nah demikian wallahuam Nah di sini dikatakan bahwa di dia tidak pernah pakai alas kaki tertusuk diri pun dia tidak peduli ya terhadap keselamatan kakinya ya mungkin bagi sebagian orang ya ini menakjubkan sekali ya tapi bagi kita ini konyol ya ya dia bisa pakai khuf dia bisa pakai sepatu ya dia bisa pakai alas kaki yang bisa melindungi kakinya dan dia tidak boleh mencederai melukai dirinya sendiri itu termasuk menyiksa diri sendiri Ya nah tapi itu yang dilakukannya lalu dikatakan bahwa itulah dia sebenar-benarnya tawakal ya itulah dia sebenar-benarnya tawakal Ibnu jazi mengatakan mengomentari ini Dengan mengatakan perhatikanlah Bagaimana kejahilan menyelimuti hati orang orang-orang yang seperti ini ya mengarungi padang pasir tanpa memakai alas Kak ini bukanlah wujud ketaatan dan perbuatan seperti ini tidak bisa dibenarkan ya dia berjalan mungkin ratusan kilometer tanpa alas kaki kakinya luka-luka dia tidak peduli ya dan enggak masuk akal juga ya Dia bisa bertahan seperti itu ya sekuat apa kakinya begitu ya manusia kan ada batasnya juga ya tapi kisah-kisah seperti ini yang yang EE dikhawatirkan adalah orang-orang jahil awam mengikutinya Dan menganggap ini suatu ee karamah begitu ya kehebatan ya ini adalah bukti tingginya nilai tawakal padahal seperti ini ini bertentangan dengan ee bahkan tawakal itu sendiri tawakal itu ya kamu ya Pakai alas kaki ya lalu serah kan urusannya kepada Allah kalau kena paku juga atau luka juga kaki itu ya sudah takdir Allah tapi kita sudah berusaha untuk menghindari itu dengan pakai alas kaki tentunya ya Nah demikian ya memang enggak ada jaminan kalau kita pakai alas kaki kaki tidak terluka karena batu kesandung batu atau kena paku atau kena beling kena kaca dan lain sebagainya enggak ada jaminan juga tapi Minimal kita telah berikhtiar untuk tidak mencelakakan kaki kita dengan saja ya wallahuam bissawab ya jadi demikian jadi ini merupakan bukan wujud ketaatan kata beliau kata Ibnu jazi ya dan tidak bisa dibenarkan Kenapa karena dia menyakiti diri sendiri ya dia menyakiti dirinya sendiri sama halnya dengan tidak mengenakan penutup kepala ya kalau dia pakai ihram tentunya dia tidak boleh menutup kepalanya ya kita ambillah ini bahwa dia dalam perjalanan menuju miqot dia tidak pakai penutup kepala mengarungi padang pasir betapa panasnya padang pasir itu ya Nah itu bisa membuat stroke dia ya dengan tidak memakai penutup kepala bahkan jangankan ee payung penutup kepala aja dia tidak pakai gitu ya apalagi payung gitu ya Atau dia berteduh ya Nah demikian wallahuam biswab lalu ya kita kata ketaatan seperti apa yang didapatkan dengan cara zalim seperti ini takaru apa ya Ibadah apa yang bisa didapatkan ya ya ibadah seperti apa yang bisa didapatkan diraih dengan cara zalim terhadap diri sendiri seperti ini ya Dan ini jelas bertentangan dengan nas-nas syariat yang melarang kita untuk melemparkan diri kepada kehancuran ya jadi eh ya satu hal yang kita khawatirkan adalah hal ini ditelan mentah-mentah oleh orang-orang awam kemudian mereka melakukannya ya Ee ya seperti orang ya hari ini mungkin pakai kendaraan ya lalu dia tawakal aja dia enggak periksa kendaraannya Bagaimana kondisi bannya Bagaimana kondisi rimnya sementara Dia berjalan keluar kota yang melintasi Gunung Banyak jurang ya dia tidak cek kendaraannya nya ya ada di kalau di bengkel itu cek luar kota ya kalau kita mau ke luuar kota lalu dia berkata saya saya tawakal aja kalau Selamat ya selamat kalau enggak selamat enggak Selamat ya enggak bisa seperti itu kita wajib ya mengecek ee kondisi kendaraan kita siap enggak keluar kota bannya Bagaimana gundul atau tidak Sudah berapa persen ya karena ban-ban tertentu Itu ada masa pakainya lalu berapa beban yang dia bawa ya kecepatan ee Berapa kecepatan yang boleh dia ee tempuh dengan kondisi ban itu sesuai dengan ya kode ban itu sendiri ada kode-kode kecepatannya di situ itu masih ban belum yang lain-lain lagi yang harus dia cek sebagai bentuk kesiapannya untuk pergi ke luar kota bukan Bonek modal nekad ya lalu ee dia pergi begitu saja tanpa melakukan ikhtiar untuk Selamat ya Nah ya kalau dia celaka yang celaka Bukan dia saja di Jalan Raya ya orang lain juga bisa turut celaka bahkan mungkin orang lain Lebih celaka daripada dia ya artinya lebih menghadapi bahaya yang lebih besar daripada dia begitu ya Nah banyak kecelakaan disebabkan oleh kelelaian para pengendara itu yang rugi orang lain kehilangan nyawa k harta sementara Dia mungkin lolos bisa aja tapi karena kelalaiannya dia tidak mengambil asbab ikhtiar orang lain yang menderita ya betapa zalimnya orang seperti ini ya para para pemarti raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah nah itu tentunya tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim yang peduli ya terhadap keselamatan orang lain Jadi bukan modal ikat seperti ini gitu ya wallahuam bissawab maka dikatakan oleh Ibnu jauzi Ya takarub seperti apa yang didapatkan dengan cara zalim seperti ini ya Ini bukan ketaatan ketahuilah Andai bukan karena kewajiban membuka kepala selama seorang berihram niscaya tidak menutup kepala yang menjadi bagian dari syariat umrah dan haji itu tidak ada artinya ya Nah demikian ya wallahuam nah artinya apa kalau dia tidak sedang ihram maka lebih baik dia menutup kepalanya ya dalam perjalanan melintasi menyeberangi mengarungi padang pasir yang panas ya panas atas bawah itu apalagi dia enggak pakai alas kaki gitu ya padang pasir itu sendiri panas kemudian ee udara di padang pasir itu juga sangat terik ya ya kalau dia enggak pakai penutup kepala Mungkin dia bisa kena stroke gitu ya karena sengatan panas matahari ya berbahaya juga bagi manusia maka dia harus mengambil sebab dengan memakai penutup kepala atau ya kalau sekarang kita bisa Pakai payung ya menutupi Ee kita katakan kepala kita tapi tidak bagi orang-orang seperti ini ya ya kisahnya ya wallahuam dalam Keny annya Apakah memang benar-benar ada seperti ini atau cuma sekedar cerita hikayat ya yang enggak wujud ya kadang-kadang mustahil kan dia ada orang mampu seperti itu ya tanpa alas kaki mengarungi padang pasir yang panas ya Nah demikian wallahuam bawab nah Beliau mengatakan ketahuilah eh Beliau mengatakan Siapa pula gerangan yang menyuruh orang itu supaya tidak mengeluarkan duri-duri yang menancap di kakinya tadi ya kaki-kaki menanp di kakinya ee duri-duri menancep di kakinya dia enggak peduli Bahkan dia tidak buang Duri itu ya ketaatan seperti apa yang bisa ditunjukkan dengan sikap di luar kebiasaan seperti ini ini abnormal namanya tidak normal ya ya manusia pada dasarnya berusaha untuk ya menyelamatkan diri ya dari hal-hal yang bahaya itu n naluri manusia seperti itu ya Jadi ini adalah hal-hal yang bisa dikatakan enggak masuk akal jadinya ya tapi bagi sebagian orang awam senang disuguhi kisah-kisah seperti ini ya senang itu disuguhi kisah kisah seperti ini yang kadang-kadang membuat decak kagum orang yang mendengarnya kalau jahil ya kalau dia mikir sedikit saja dia pasti Ah ini enggak mungkin ini melawan Fitrah ini ini melawan tabiat manusia itu sendiri ya wallahuam bwab Nah jika kakinya membengkak karena Duri yang menanap hingga dia meninggal dunia Bukankah itu merupakan bukti bahwa dia telah mencelakakan diri sendiri itu bentuk ya bahwa dia mencelakakan dirinya sendiri yang Allah larang itu dalam Alquran Wah anusakum ya W jangan kamu bunuh dirimu sendiri ya ahlukah jangan kamu lemparkan dirimu kepada kebinasaan ya Nah kalau karena sikap mengabaikan asbab tadi membuat Dia kehilangan nyawa misalnya ya Nah demikian wallahuam bisawab nah Bukankah menggosok-gosokkan kaki ke tanah bagian us bagian dari usaha untuk menghilangkan rasa nyeri lantaran terusuk Duri atau untuk melepaskan Duri itu dari kaki ya lalu mengapa dia tidak menghilangkan sisa nyeri itu dengan mengeluarkan Duri tersebut ya jadi di sini Ibnu jauzi mengomentari orang-orang yang ya ya bisa dikatakan ini eh fiktif juga kisah-kisah seperti ini ya wallahuam bawab ya Nah orang yang tertusuk kakinya dengan Duri lalu dia tetap jalan tanpa peduli Tanpa Rasa Sakit tanpa mengeluh tanpa mengaduh ya Nah itu kan membahayakan diri sendiri wallahualam ya Nah memang ada orang yang biasa dengan kaki ayam ya Misalnya orang-orang di Afrika ya E tapi pun itu pun tradisi yang tidak akhirnya enggak diteruskan ya artinya akhirnya mereka juga mengenal ka apa namanya alas kaki dan pakai sepatu ya wallahuam b ketika mereka tahu itu dulu kan karena mereka enggak tahu maka mereka kaki ayam ya sebagian orang Afrika ya itu biasa dengan kaki ayam berjalan tapi ketika mereka menemukan sepatu mereka juga pakai sepatu gitu ya wallahuam Nah demikian dan di zaman itu banyak ya bentuk-bentuk Alas kaki seperti khuf sepatu dan lain-lain ya Yang bisa dia pakai untuk ee kita katakan mengamankan kakinya dari bahaya wallahuam bawab lalu Beliau mengatakan di IBN jauzi mengatakan mana itu tawakal dari tindakan yang menyalahi akal dan syarat ini itu artinya enggak ada hubungan tawakal dengan hal-hal yang justru menyalah menyalahi ya bertentangan dengan akal sehat dan bahkan bertentangan dengan syariat itu sama sekali bukan tawakal ya Nah demikian bukan k manfaat keduanya adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi dirinya serta menangkal bahaya yang bisa mengancam keselamatannya Maksudnya dua perkara di sini adalah pakai alas kaki dan pakai penutup kepala Bukankah hal itu bagus baginya mendatangkan kebaikan bagi dirinya ya ya ya apa Nam menjauhkannya dari ancaman-ancaman bahaya atau hal-hal yang bisa menyakitinya ya Nah demikian Atas dasar itulah syariat membolehkan siapa saja yang terkena bahaya saat ihram untuk melanggar kesucian ihram itu sendiri misalnya ada orang kena sakit pada kepalanya dia boleh mencukur walaupun pada Das Dia enggak boleh mencukur rambutnya tapi kalau misalnya kepalanya dipenuhi kutu misalnya seperti terjadi pada seseorang ya di zaman nabi maka nabi menyuruh dia untuk menggundul kepalanya Walaupun dia sedang ihram yang mana Dia sedang Iram enggak boleh dia mencukur kepalanya tapi karena ada hajat untuk melakukannya maka perkara syariat ini pun diringankan atasnya ya Nah kalau dia misalnya ada penyakit kulit misalnya pada saat dia ihram ya maka dia boleh memakai pakaian biasa dia boleh memangkas memotong rambutnya ya jika itu membahayakan kesehatannya mengganggunya ya dan itu dia cukup bayar fidiah saja ya sebagai penebus dari Apa pelanggarannya itu wallahuam bawab ya Nah aku mendengar Abu ubaid mengatakan aku bisa mengetahui akal seseorang ketika dia menghindari terik matahari dan berjalan di bawah naungan ya A sufan Asri mengatakan Siapa yang lapar tapi tidak mau minta-minta hingga mati dia masuk neraka ini perkataan yang eh yang diucapkan oleh Sufyan attauri tadi Abu ubaid mengatakan aku bisa tahu ya aku bisa tahu kadar akal seseorang itu ketika dia menghindari terik matahari woh berarti ini orang ya cerdas ya E terik matahari ya dia hindarilah ya bukan dia menantang bahaya terarik matahari dia tantang ya dengan tanpa pakai penutup kepala kemudian Mungkin dia bisa kena stroke dan mungkin dia bisa ee apa namanya kita kata akan kena Ee kita katakan ee serangan sengatan matahari itu ya wahuam bisawab Atau dia berjalan dan dan berjalan di bawah naungan dia berteduh arti ini orang cerdas tahu dia cara untuk menyelamatkan diri dan menghindarkan dirinya dari bahaya ya Nah itu kata Abu ubaid nah orang yang boleh dikatakan bermasalah iq-nya akalnya Jika dia ada naungan tapi dia tidak berteduh dari panas gitu ya ini menunjukkan cacat pada akalnya wallahuam bissawab ya Nah sufin naauri mengatakan ya Siapa yang lapar tapi tidak mauemta-minta hingga mati dia masuk neraka memang minta-minta enggak boleh kalau kita lapar lalu enggak ada yang ngasih enggak ada makanan juga ya Mintalah memang walaupun minta-minta enggak boleh ya tapi dalam kondisi seperti itu dia enggak minta sampai mati maka kata beliau ini enggak enggak benar ya dia bisa dikategorikan membinasakan dirinya sendiri Sufyan arari mengatakan dia bisa masuk neraka karena hal itu karena dia tidak menjaga keselamatan dirinya ya wallahuam BAB ya Coba Ibnu jazi mengatakan perhatikanlah perkataan para ulama fuqaha yang begitu indah ya masuk akal Ya dan begitulah seharusnya ya karena agama itu ya juga tidak agak bertentangan dengan akal sehat ya Nah agama tidak akan bertentangan dengan akal sehat wallahuam bwab eh Beliau mengatakan sungguh Allah memberikan kemampuan kepada orang yang lapar untuk berupaya secara lahiriah jika upaya lahiriah tidak bisa dilakukan dia masih punya kemampuan untuk meminta manakala dia meninggalkan kemampuan ini yaitu tidak tetap tidak mau meminta ya Ee hingga dia mati ya berarti dia telah melalaikan hak diri ya nabi mengatakan wa wa inna nafsaka Alika haqqan sesungguhnya jiwamu ada hak yang harus kamu penuhi kalau dia melalaikan itu sampai dia mati berarti dia telah melalaikan hak dirinya ya yang mana itu adalah sesuatu yang merupakan titipan dari Allah atas dirinya dan sungguh kata beliau di sini dia pantas dapat siksa Allah subhanahu wa taala di sini Ibnu ja menjelaskan makna dari perkataan Sufyan attri tadi ya Kenapa dikatakan dia pantas masuk neraka wallahuam bissawab Nah mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita pada kesempatan siang ini mudah-mudahan bermanfaat aulu Qui hadza astagfirullaha Li wakumairil Muslimin innahu hual gfururahim Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas penjelasan dari kajian yang Insyaallah bermanfaat untuk kita semua demikian ikhwat Islam wzakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis berkaitan dengan penjelasan talblis iblis atas kaum Sufi ketika mereka datang dari perjalanan Semoga kita bisa mengambil Ibrah atau manfaat yang telah disampaikan Nam ikhwat islamzakumullah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan atas kebersamaan anda semua wabillahi taufik wal hidayah subhanak Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply