Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Ada Apa dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jemaah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131009 Cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke [Musik] 082112345756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala Amin jazakumullahuir simak radio roj Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio Roja Bogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasillah akumullah para PTI R di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari selasa kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang disiarkan secara langsung pembahasan rutin pembahasan Parenting diambil dari buku Ada apa dengan remaja disampaikan oleh penyusun buku tersebut pada e setiap Selasa pagi ini yaitu alustaz abuan almaidani hafidullah dan subembahasan mengenai gambaran pemuda di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tentunya ini e sangat menarik untuk kita simak bersama dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya silakan Anda bisa mengirimkannya melalui layanan pesan Whatsapp baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada o Ustaz kami persilakan F Maskur asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastaininuhu waastagfiruh waudzubillah Min syururi anfusina was sayiati Amalina May yahdihillah Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun W para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah RAB semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat rahimani warahimakumullah pada katan Pagi ini kita kembali bertemu dan masih melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku Ada apa dengan remaja kita sampai pada poin yaitu gambaran para pemuda di masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam potret Pemuda sahabat-sahabat rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam kemarin kita membahas Usama bin Zaid Bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi was wasallam menunjuk beliau sebagai panglima memimpin pasukan di usia yang sangat belia usia remaja antara 18 tahunan 17 18 tahun tentunya ini adalah masa Puncak remaja nabi memberikan suatu amanah ataupun tugas yang besar yaitu memimpin sebuah pasukan demikian pula penerus Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Abu Bakar ashiddiq Bagaimana Abu Bakar ee mempertahankan Usamah menjadi ee Panglima pasukan walaupun orang-orang meragukannya tapi Abu Bakar assiddiq tetap menunjuk Usamah sebagai panglima perang pada saat itu beliau mempercayakan tugas itu kepada Usamah Karena nabi yang memberikan kepercayaan itu dan Abu Abu Bakar radhiallahu Anhu melanjutkan apa yang telah diperintahkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nah ini merupakan salah satu Potret ya para pemuda di masa Nabi Sallallahu Al wasallam di masa yang belia mereka mampu mengemban tugas yang berat Ya merekaelakukan tugas itu dengan ee Puh tanggung jawab ya Nah ini menunjukkan kedewasaan mereka ya pada masa remaja tersebut demikian pula selanjutnya berikutnya adalah Amr Bin Salamah ini adalah seorang sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang memiliki kekuatan hafalan ya di atas rata-rata Tidak semua orang memiliki kekuatan hafalan yang sama sebagian orang Allah anugerahi kekuatan hafalan yang luar biasa sementara yang lain tidak memilikinya para pendidik Salah satu tugas mereka adalah mengamati bakat-bakat yang ada pada anak didik mereka termasuk juga orang tua harus mengobservasi bakat-bakat yang ada pada anak ya Sehingga bakat-bakat itu tidak tersia-siakan begitu saja seperti yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada Zaid Bin Tsabit yang pada saat itu masih bocah Dia memiliki hafalan yang banyak hafalan Quran Dia memiliki kekuatan hafalan yang luar biasa nabi melihat bakat ini lalu nabi menyuruhnya untuk mendalami bahasa asing bukan bahasa Arab yaitu bahasa Ibrani syyani sehingga Zaid Bin Tsabit bisa menguasai bahasa tersebut dalam waktu singkat beda ya orang yang berbakat dengan orang yang tidak berbakat kalau kita tidak bakat pada sesuatu kadang-kadang sudah kita paksakan pun kita enggak mampu ada orang yang memang kemampuan verbalnya payah kemampuan berbahasanya susah maka dia belajar bahasa kadang-kadang dia sudah mengerahkan Segala potensi kemampuan yang dia miliki tapi tetap tidak bisa atau tidak maksimal hasilnya Ya ini bukan masalah kegigihan ataupun usaha yang keras Tidak tapi juga ada faktor bakat di situ yang berbicara nah Allah subhanahu wa taala memberikan bakat manusia itu berbeda-beda itu rezeki yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada siapa yang dikehendakinya Allah bagi-bagi Rezeki itu ya dan itu di tulis ketika anak itu di dalam perut ibunya Maka ke kita katakan kewajiban dan tugas orang tua adalah bagaimana dia ee bisa menemukan bakat tersebut dan mengembangkannya mengetahuinya dan mengembangkannya Ya seperti Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melihat bakat yang ada pada Zaid Bin Tsabit yaitu kekuatan hafalan yang ee di atas rata-rata ya kebanyak Ee daripada keb keanyakan anak-anak yang lainnya maka nabi mengarahkannya kepada satu hal yang bermanfaat yaitu mempelajari bahasa asing supaya dapat ya menerjemahkan surat-surat yang dikirim kepada nabi dan dapat menulis surat kepada membalas surat mereka kepada mereka ya membalas surat-surat itu kepada mereka dalam bahasa mereka ini Tentunya bermanfaat Ya bagi e Islam dan kaum muslimin dan tidak semua orang mampu ya mempelajari suatu bahasa dalam waktu singkat di mana Zaid Bin Tsabit dapat menguasai bahasa syyani ibroni itu dalam waktu hanya 2 Pekan ya 14 Hari beliau dapat menguasai bahasa tersebut ini yang berbicara adalah bakat bukan ya kesungguhan keseriusan ya dan ee kerja keras enggak ya Ada faktor lain ya yang juga menentukan yaitu bakat yang dimiliki oleh sebagian orang tidak dimiliki oleh sebagian yang lain maka sekarang ada sekolah yang berbasis bakat Ya sudah di apa namanya eksplorasi bakat anak itu sejak dini ya itu bagus dan itu adalah metode Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nabi mengeksplore bakat para sahabat ya anak-anak ataupun baca ee bocah-bocah pada saat itu dan di Arahkan kepada hal-hal yang bermanfaat ya karena sayang ya mubazir itu bakat ada pada anak tapi disia-siakan oleh pendidiknya ya Sehingga kurang manfaat ee kurang kurang manfaatnya atau ya kita katakan bahkan ada yang EE tersia-siakan bakat tersebut ya Nah ini kan Sangat disayangkan karena setiap anak lahir dengan potensinya masing-masing bakatnya masing-masing kewajiban orang tua adalah menemukan bakat itu mengembangkannya dan mengarahkannya kepada perkara-perkara yang positif ya Nah 14 Hari e waktu yang dibutuhkan oleh Zaid Bin Tsabit untuk menguasai bahasa asing tersebut yang bukan bahasa ibunya ya berbeda semuanya tulis ya dan lain-lain sebagainya ya tapi Zaid Bin Tsabit memang berbakat ya hingga beliau bisa menguasai bahasa tersebut dalam waktu singkat ya Nah demikian nah di sana ada bakat-bakat lain ya yang mungkin dimiliki oleh seorang anak ya maka ini adalah Ee kita katakan salah satu tugas orang tua ya jangan sia-siakan bakat anak anda jangan sia-siakan bakat mereka itu adalah ee titipan yang Allah berikan kepada kita melalui anak-anak kita maka dikembangkan itu ya di kalau bisa di ee ee di ee ditemukan kemudian ee dikembangkan kemudian diarahkan kepada perkara-perkara yang positif wallahuam bissawab ya Nah demikian ee dan juga ya Ee sekolah-sekolah Islam atau sekolah-sekolah yang berbasis sunah juga mungkin ee mulai ee berpikir untuk mengarah ee sekolah yang berbasis bakat ya ya sehingga eh potensi-potensi yang ada pada anak-anak kita itu memang ee bisa di kembangkan sejak dini ya sejak awal wallahuam bawab Nah di sini contoh gambaran remaja berikutnya adalah Amar bin Salamah Ia juga merupakan seorang anak bocah yang miliki kekuatan hafalan di atas rata-rata ya I dari kecil dia punya bakat itu dia juga memiliki keinginan kuat untuk menghafal al-qur’an ya dan ia selalu e Menanti kedatangan kafilah dari Madinah untuk mendengarkan ayat-ayat al-qur’an yang turun jadi ya ya biasanya orang yang punya bakat maka dia akan punya minat begitu ya nampak dari minatnya ya nampak dari minatnya itu nah eh Amr Bin Salamah telah menunjukkan minatnya untuk e bisa menjadi seorang penghafal Quran dari kecil ya maka suatu ketika kaumnya mencari seorang imam salat namun mereka tidak menemukan ya orang yang memiliki hafalan Quran yang lebih banyak daripada Amr Bin Salamah ini sedangkan mereka telah mendengar Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Jika waktu salat tibaah hendaklah salah seorang dari kamu mengumandangkan azan lalu hendaklah yang paling banyak hafalan al-qur’annya mengimami kalian masalahnya Amr Bin Salamah adalah seorang anak muda seorang remaja ya Ee di sisi lain nabi menyuruh orang yang banyak hafalannya untuk ya memimpin salat maka ya mau tidak mau Mereka pun menunju Amar bin Salamah untuk mengimami mereka Maka Amar bin Salamah pun mengimami kaumnya meski saat itu ia masih berusia saat itu ya masih berusia 7 tahun ya Belum lagi remaja pada saat itu Amar memakai kain kecil yang jika ia sujud kain itu tersingkap darinya maka seorang wanita berkata Mengapa kalian tidak menutupi aurat pembaca al-qur’an kalian Imam kalian Amar menceritakan kisahnya ini waktu itu beliau masih berusia 7 tahun ya Amar menceritakan Mereka pun kemudian membelikanku apa namanya Baju atau pakaian aku senang sekali dengan pemberian tersebut baju tersebut belum pernah aku merasa senang ya sesenang itu sebelumnya ya anak 7 tahun dia masih suka hadiah tentunya ya maka salah satu pendekatan positif kepada anak supaya memacu minat mereka untuk melakukan kebaikan ya atau berprestasi adalah dengan memberikan hadiah ya dengan memberikan hadiah dan itu yang dilakukan oleh para sahabiah ketika mereka e latih anak-anak mereka untuk berpuasa yaitu memberikan mereka mainan ya memberikan mereka mainan hadiah ya mainan dari buluol yang membuat mereka lupa lupa makanan lupa lapar gitu sampai petang hari ya Nah ini pendekatan positif ya yang perlu dilakukan oleh para pendidik orang tua dan juga guru yaitu apa mengapresiasi setiap prestasi yang ditorehkan oleh si anak ya ketika dia melakukan apa yang kita perintahkan dia melakukan ya kebaikan-kebaikan Ya dia memiliki prestasi itu jangan diabaikan ya Jangan dibiarkan ya pacu dan picu semangatnya untuk lebih berprestasi lagi ya lebih baik lagi lebih banyak lagi lagi prestasinya dengan apa ya dengan hadiah salah satunya ya Nah anak-anak suka hadiah Nah kita orang tua harus mengerti itu anak-anak senang dapat hadiah misalnya lah kita katakan seorang anak mau pergi ke masjid dia ya salat ya di dia mengerjakan I kewajiban salat itu Walaupun dia belum wajib mengerjakannya Ya misalnya ya masih kecil lah belum baligh ya Nah dia mengerjakan salat ya dia ikut pergi ke masjid kadang-kadang dia ikut Mau mau pergi taklimlah begitu ya sama orang tuanya atau melakukan hal-hal baik lainnya misalnya mengerjakan tugas di rumah ya membantu orang tua dan lain-lain sebagainya nah ini Jangan dibiarkan gitu saja seolah-olah ya sudah semestinya seperti itu ya Nah lalu dibiarkan aja Ee tidak ya pacu dia dengan hadiah beri dia hadiah ketika dia melakukan hal itu ya supaya dia lebih semangat lagi untuk pergi ke masjid lebih semangat lagi untuk mengerjakan salat lebih punya motivasi untuk berpuasa ya dan mengerjakan amal-amal Saleh lainnya pancing dia dengan hadiah karena anak-anak itu itu senang hadiah ya mereka diberi hadiah ya seperti kita dululah waktu masih kanak-kanak kan senang dikasih hadiah ya kita pun terpacu untuk ee melakukan hal yang sama lebih baik lagi supaya dapat hadiah yang lebih banyak lagi Ya Nah demikian ee seperti itu ya Salah satu cara untuk memancing minat anak gitu ya memberikan mereka motivasi dan kita harus tahu dunia anak memang dunia bermain yaiberi hadiah berupa mainan dia akan suka atau hadiah apapun anak itu suka menerima hadiah ya E Nah demikian tapi ke e sekarang ya banyak juga banyak orang tua justru mendekati anaknya dengan pendekatan negatif ya Nah ketika anaknya berprestasi melakukan apa-apa yang diperintahkan pergi ke masjid Bangun pagi-pagi mengerjakan salat ya dibiarkan saja seolah-olah sudah semestinya seperti itu Nah begitu agak malas sedikit atau dia enggak ke masjid atau dia enggak Salat W langsung dihukum gitu ya Sehingga sebagian anak itu hafal tahu paham orang tuanya ya orang tuanya baru berurusan dengan dia dengan si anak kalau anak itu buat salah maka anak itu sudah paham itu kalau dipanggil sama orang tuanya ini pasti mau dihukum atau menyoroti kesalahannya ya Sehingga anak seperti ini akan menjauhi orang tuanya karena dalam hatinya apa urusan dengan orang tua selalu urusan salah saya salah kemudian kalau salah urusannya hukuman hukuman sementara dia melakukan yang positif tidak dapat apresiasi sama sekali baru-baru hadiah ya kadang-kadang pujian pun tidak dia dapatkan ya Bahkan ya kita katakan ee sekedar untuk ya memberikan selamatlah ucapan baik kata kata yang baik ya itu tidak dia dapatkan diam Maja ya enggak peduli orang tuanya ya Nah demikian buru-buru ngasih hadiah kan begitu ya apresiasi dalam bentuk lisan aja Enggak dia dapatkan ya apalagi e belayan ya Kecupan ya dekapan apalagi hadiah pemberian ya Nah sebagian orang tua ada yang pelit ya untuk memberikan hadiah kepada anak-anaknya ya memang mendidik anak itu memang perlu modal juga ya kalau kita punya penghasilan maka sisihkanlah sebagian anggaran untuk memberikan hadiah kepada anak ketika anak berprestasi atau melakukan apa-apa yang kita kehendaki yang kita inginkan ya dia mengerjakan tugas-tugasnya misalnya ya tugas-tugas agama maupun dunia ya diapresiasi itu misalnya apa ya dia mau membersih tempat tidurnya Setelah dia bangun dari tidurnya misalnya Oh dia melakukan sunah-sunah keseharian ya Nah kita tahu itu Nah maka beri ya dia suntikan berupa hadiah ya Nah supaya dia terpacu ini dunia anak-anak dunia bermain dunia hadiah ya Nah kita harus paham itu ya Nah Bagaimana ee ee apa ya kita katakan Ya ee ee bencinya anak ya dalam hatinya ini ya ketika kalau berurusan dengan orang tuanya selalu urusannya salah dan hukuman ya salah dan hukuman kalau dia benar enggak ada apa-apa hadiah jangankan hadiah ucapan selamat ataupun pujian dia tidak dapatkan nah ini ee ya si anak ini pasti akan menjauh ya Dari orang tuanya enggak dekat secara emosional ya chemistri tidak akan terbangun dengan cara seperti itu ya maka dia sudah hafal orang tuanya kalau orang tuanya mau ngomong sama dia pasti ini tentang salah dan hukuman tentang salah dan hukuman itu aja udah Maka kalau dipanggil sama orang tuanya sudah paham itu si anak sudah siap-siap nih Ini Salah saya apa ini kemudian hukum hukuman apa yang bakal saya terima ini Nah demikian wallah sebagian orang tua ada yang konyol mereka mengatakan wah anak jangan sering-sering dikasih hadiah anak jangan dikasih hadiah nanti dia enggak ikhlas ya ini ini anak-anak ya kalau orang dewasa mungkinlah kita berkata seperti itu punya pemikiran seperti itu orang yang berkata seperti itu ini enggak ngerti anak-anak ini ya dia enggak tahu dunia anak-anak ya dengan anak-anak jangan bicara ikhlas Dulu mereka belum paham itu ya yang mereka perlukan adalah mereka suka mengerjakannya karena mereka dapat apresiasi yang baik dari orang tuanya itu dulu ditumbuhkan begitu ya Nah karena kita melihat anak-anak itu kadang-kadang seperti miniatur orang dewasa Wah jangan kasih hadiah nanti dia enggak ikhlas ya ya ibadahnya itu sendiri belum wajib atasnya begitu ya Nah ya tidak semua perkara agama harus ditumpahkan dalam satu waktu semua hal itu ya tidak ada tahapannya kalau demikian itu anak-anak enggak akan dikasih hadiah berupa mainan dari wall untuk dia puasa sampai petang begitu ya nanti ya dia puasa karena mainan begitu ya ini kan orang yang enggak ngerti anak-anak ya sangat-sangat konyol pemikiran seperti itu ada juga banyak juga orang tua yang punya pikiran seperti itu entah dari mana itu kita pun enggak tahu itu ya pikiran seperti itu anak jangan dikasih hadiah nanti dia enggak ikhlas Iya ini mungkin enggak pernah jadi anak-anak dia wallahuam bissawab ya Nah demikian beda itu ya bagaimana menumbuhkan rasa minat dan rasa suka anak pada sesuatu ya Nah demikian wallahuam bissawab tib ya Jadi ya mungkin orang tua berkata seperti itu ya mungkin dia pelit aja kasih hadiah sama sama anaknya kemudian bicaranya seperti itu Wah jangan kasih hadiah nanti dia enggak ikhlas ya kalau pelit bilang begitu ya jangan ya mengalihkan kepada hal ikhlas dan tidak ikhlas itu sangat-sangat Ya kita katakan ee enggak masuk akal juga ya para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah tib ya nah jadi ee eh Kita kadang-kadang harus melakukan pendekatan seperti itu kepada anak ya ya enggak harus hadiah dalam bentuk materi enggak ya jangan silap juga Hadiah itu bukan hanya harus bentuk materi enggak tapi bisa Hadiah itu berupa ya Ee pujian ya ataupun ucapan selamat itu secara verbal ya atau ya kita katakan ee dalam bentuk ungkapan misalnya ya kita mengungkapkannya dengan belayan kecupan dekapan begitu ya Nah atau kita rangkul dia begitu ketika dia melakukan sesuatu yang yang kita inginkan kita kehendaki begitu Jangan dibiarkan saja wah anak Wah sudahah ya memang harus seperti itu ya ini enggak ngerti perasaan anak-anak Mungkin wallahuam bisawab tib ya Nah di sini Amar Ya dikasih hadiah baju itu apa kata beliau ini ini seorang bocah ya beliau menceritakan masa kecil beliau itu aku senang sekali dengan baju hadiah tersebut belum pernah aku merasa merasa sesenang itu sebelumnya jadi ini ungkapan yang jujur ya dari seorang bocah ya ya seorang anak ya ketika dia dapat hadiah ya Saya rasa semua anak juga sama seperti itu mau anak di zaman Nabi anak zaman sekarang ya Sama juga ya wallahuam bawab Nah demikian maka Amar bin salam pun tetap menjadi imam bagi kaumnya sepanjang hidupnya ya sampai dia remaja dewasa dan seterusnya ya wallahuam bawab ya demikianlah para sahabat ya memberikan penghargaan yang ya tulus kepada anak-anak ya kepada remaja yang masih belia hingga menumbuhkan kepercayaan diri itu yang perlu ya menumbuhkan kepercayaan diri jangan dijatuhkan Ah kamu enggak bisa tahu apa kamu ya ya kamu masih kecil ya kamu enggak tahu apa-apa ya Nah itu akan menjatuhkan mental mereka ya kadang-kadang anak itu juga harus diberi ee kepercayaan ya untuk menumbuhkan kepercayaan diri ya dan juga menumbuhkan kegembiraan H hingga dia tumbuh menjadi seorang remaja yang bisa diandalkan ya dia menjadi imam kaumnya Dalam usia yang muda mulai dari 7 tahun ya mengimami kaumnya wallahuam bisawab Amr Bin Salamah radhiallahu Anhu itu salah satu gambaran ya para remaja di ee masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tib berikutnya Anas bin Malik ya Ini juga merupakan salah satu ee anak yang tumbuh besar bersama nabi hingga ia remaja ya saat itu umur Anas baru menginjak 10 tahun anak usia 10 tahun itu di usia pra remaja ya atau masa awal remaja tugas utamanya adalah menjadi khadim nabi melayani Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ini tugas yang mulia enggak Semua orang dapat ee kehormatan seperti ini ya dan Anas bisa melakukan tugas itu dengan baik menjadi khadim ya ya melayani itu adalah tugas yang sulit ya ya ada orang yang memang punya jiwa untuk melayani ada yang enggak enggak ngerti ya enggak bisa memberikan servis atau melayani Padahal dia adalah pelayan ya Misalnya pegawai itu kan pelayan ya melayani melayani konsumen ya dia harus mengerti apa kebutuhan konsumen misalnya karena dia adalah pelayan melayani apalagi pelayan publik yaitu ya pegawai ya pegawai negeri misalnya mereka kan hakikatnya pelayan ya pelayan publiklah begitu nah Anas ini memiliki jiwa untuk melayani ya padahal usianya Baru 10 tahun ya baru menginjak masa awal remaja ya Anas menceritakan bagaimana kisahnya ataupun pengalamannya bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam suatu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam datang menghampiriku saat aku Tengah bermain bersama anak-anak yang lain ya anak-anak masih bermain-main ya dunia anak dunia bermain beliau mengucapkan salam kepada kami ya nabi walaupun Seorang nabi ya adabnya satu orang memberikan salam kepada rombongan yang e jumlahnya lebih banyak nabi seorang diri itu ada kumpulan anak-anak maka nabi mengucapkan mendahulu mendahului mereka mengucapkan salam ya Nah lalu Beliau mengutusku untuk satu keperluan nabi memanggilnya dan memberikannya sebuah tugas beliau ingin mengutus Anas untuk satu tugas ya sehingga aku telat pulang ke rumah karena aku menjalankan tugas Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam saat pulang Ibuku bertanya kenapa kamu telat pulang maka Anas menjelaskan tadi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengutusku untuk suatu keperluan untuk satu tugas itu jawab Anas ibunya bertanya tugas Apa keperluan apa Anas menjawab Rahasia ya Rahasia jadi eh dari kecil ya Anas itu sudah terdidik untuk dapat menyimpan rahasia padahal ini bocah ya kadang-kadang Boca kan enggak bisa dititipin Rahasia ya tapi seorang Anas yang masih belia yang masih di awal masa remaja mampu melakukan itu tidak semua hati manusia lapang luas untuk bisa menyimpan rahasia orang lain hingga ada ungkapan kalau hatimu tidak begitu luas untuk menyimpan rahasia dirimu maka Jangan titip itu kepada hati orang lain ya karena hati orang lain juga tidak begitu lapang dia untuk menyimpan rahasia kita ya nah nah Anas itu dapat diandalkan ya dapat nabi mempercayakan rahasia itu kepada Anas padahal ini bocah ya masih di usia belia dan Anas mampu menja ya Ee Kita kepercayaan itu bahkan kepada ibunya Anas tidak mau cerita itu keperluan apa yang diberikan nabi kepadanya ini luar biasa ya kedewasaan seorang ee remaja di awal masa remajanya ya Nah demikian maka ibunya berkata ini ibunya juga apa namanya ya kita katakan ee mengerti ya ya kita orang tua juga harus mengerti mengerti anak juga ya dalam kondisi ini Ibu Anas tidak memaksa Ah masa enggak beritahu sama ibu beritahu saya kan ibumu gitu De kadang-kadang kita enggak mendukung anak untuk melakukan tugasnya untuk menjalankan kepercayaan yang diberikan kepadanya Nah di sini e Ibu Anas mengatakan itu Ummu haram mengatakan kalau begitu Jangan kamu beritahukan rahasia Rasulullah kepada siapapun jaga rahasia itu jadi kita sebagai orang tua harus mendukung mendukung anak dalam e dalam apa namanya kita katakan ee tugasnya Dalam menjalankan tugas-tugasnya ya dalam menjalankan tanggung jawabnya ya bukan justru kita mengacaukannya begitu ya E sehingga dia melanggar ee amanah yang diberikan kepadanya begitu wallahuam B ab jadi ibu Anas begitu mendukung Anas untuk bisa menjadi orang yang bisa dipercaya amanah dapat menyimpan rahasia karena ini Enggak semua orang Ya enggak semua orang bahkan sedikit orang yang mampu menyimpan rahasia kebanyakannya gagal untuk menyimpan rahasia dewasa orang dewasa aja kadang-kadang ya sedikitlah boleh kita katakan manusia langkalah orang yang dapat menyimpan R R orang lain itu manusia langka hari ini ya ya kebanyakan rahasia itu ya bocor semua ya ataupun terbongkar semua enggak ada yang bisa kita percaya kadang-kadang kan begitu ya untuk kita titipkan rahasia kita ya ini e Anas ya ya mampu untuk melakukan ya suatu hal yang orang dewasa sulit itu ya ini seorang remaja mampu m itu di awal remaja 10 tahun 10 tahunan ya orang-orang yang dewasa bahkan yang sudah matang saja kebanyakan gagal ya atau banyaknya gagal ya untuk dapat menjadi e penyimpan rahasia atau untuk menutup sebuah rahasia wallahuam bawab Nah ketika beranjak dewasa Anas menceritakan kenangan masa kecilnya saat itu para pemuda Basrah Tengah duduk mengelilinginya termasuk salah seorang muridnya yang bernama Tsabit ya Anas berkata demi allah seandainya saja aku menuturkan hal itu kepada seseorang tentu aku sampaikan kepadamu wahai Tsabit maksudnya rahasia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tersebut sampai hari ini kita enggak tahu ya Tugas apa yang diberikan nabi kepada Anas kepada ibunya Anas waktu itu masih kecil ya tidak menceritakannya ketika dewasa kepada muridnya juga Anas tidak menceritakan itu ya Nah perhatikanlah Bagaimana Rasulullah Ya mendidik Anas untuk bisa menjadi seorang anak ya seorang yang bisa menyimpan Rahasia ya ketika ia baru berumur 10 tahun dan dan dia mampu menjaga kepercayaan itu amanah itu sepanjang hidupnya tapi kita a enggak tahu hari ini ya enggak ada riwayat yang menjelaskan rahasia apa ini ya cuma Anas yang tahu ya cuma Rasulullah dan Anas yang tahu ibunya aja enggak tahu ya orang-orang Dekat Anas juga enggak tahu setelah dewasa juga Anas tidak menceritakan itu kepada siapapun ini luar biasa wallahuam bis ini menunjukkan lapang dan luasnya hati Anas untuk menyimpan rahasia dan itu dilatih dari kecil ya dilatih dari kecil kadang-kadang kita yang menyontohkan anak untuk tidak menyimpan rahasia begitu ya ya kita bocorkan rahasia orang kepadanya begitu ya Rahasia ya ibunya kepada anak ya atau rahasia ayahnya kepada anak ya ya anak melihat itu W berarti rahasia itu bisa dibongkar-bongkar begitu ya Nah kadang-kadang kita sebagai orang tua yang yang mempertontonkan itu kepada anak walaupun kita tidak mengatakannya ya tapi ya kita menyontohkan dan memperagakan itu di depan mereka ka Lalu bagaimana anak itu bisa tumbuh menjadi seorang yang dapat menyimpan rahasia seperti yang kita sebutkan manusia langka itu yang dapat menyimpan rahasia wallahuam bawab Nah demikian para pemerhati Roja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya pertemuan kita pada kesempatan Pagi ini kita masih lanjutkan nanti ya Eh sahabat-sahabat lainnya ya para remaja di masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dengan bak dan EE potensi ya Ee talenta yang masing-masing mereka miliki berbeda-beda antara satu dengan yang lain nabi tidak pernah menyeragamkan sahabat pada satu karakter Enggak karena itu berbedabeda ya Ya sebagian orang ada yang mendidik murid-muridnya untuk jadi satu karakter sama semua karakternya yaitu Nabi enggak begitu mendidik orang ya wallahuam bisawab ada yang dididik muridnya sama semua karakternya enggak bisa senyum kaku kasar ya pokoknya plek tu plek lah ya semuanya sama seperti itu gitu ya Nah ini enggak ngerti manusia ini wallahuam bawab Nah demikian para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah subhanakallah W biihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubuik baik alhamdulillah Terima kasih banyak syukuranir atas materi yang telah disampaikan oleh Al Ustaz di pagi hari ini pembahasan mengenai gambaran para pemuda di masa ee Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya begitu menarik ee pemuda-pemuda yang tumbuh di masa nabi tersebut Masyaallah dan selanjutnya kita lanjutkan untuk sesi soal jawab bagi anda para pemerati Roja sekalian yang ingin bertanya Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp ya di nomor 0819896543 baik sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk di kesempatan pagi hari ini ya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz ee Bagaimana cara memberikan motivasi kepada anak-anak muda terutama anak-anak kami yang EE yang kita lihat sering ee di rumah dan terlihat sangat malas untuk melakukan aktivitas Ustaz mohon nasihatnya iya ee Ini salah satu penyakit ya malas itu penyakit sebenarnya dan memang harus di ee di apa ya kita katakan di ee awasi dari kecil itu Apakah penyakit ini ada gitu potensi malas ini sebagian orang malas itu memang penyakit yang dibiarkan tumbuh pada dirinya dari kecil sudah kebiasaan artinya jadi suatu kebiasaan Ya seperti kata puat kita Allah bisa karena biasa kalau biasanya malas ya itu terus gitu ya Nah ya ada yang mungkin malas di tengah jalan begitu artinya dulu Enggak seperti itu tapi tiba-tiba dia jadi malas kan begitu ya Mungkin ada satu hal yang menggoncang hatinya atau hal-hal yang mengganggu hidupnya sehingga dia menjadi pelampiasannya ya itu bermalas-malas jadinya ya mungkin ada keinginan yang tidak terwujud atau e cobaan yang eh apa namanya yang dirasa berat kan begitu ya Sehingga pelampiasannya adalah apa bermalas-malasan yang ketiga adalah gaya hidup gitu ya mager sekarang ya kaum rebahan itu yang apa namanya yang memicu ya munculnya penyakit malas tadi ya Ya karena ya hari-hari kerjanya cuma mentengin HP kan begitu ya ya duduk rebahan di sofa ya kemudian ee kegiatan-kegiatan yang tidak ya produktif artinya yang tidak melibatkan ee apa namanya kita katakan aktivitas fisik atau jasmani sehingga dia lama-lama ya jadi malas kan begitu nah jadi ya kita harus apa ya kita katakan menumbuhkan ya Ee semangat untuk ber berbuat ya di rumah ya jangan ada ada kesan rumah itu rumah kaum pemalas semuanya malas si Ibu malas si bapak malas si anak ya juga ikut malas juga akhirnya kan begitu ya Nah beraktivitas ya al-qur’an memberikan motivasi kita seperti itu ya Allah mengatakan Faid farta fansab Jika kamu sudah selesai dari satu urusan pekerjaan tugas ya atau apapun itu cari yang lainnya ya hingga istilahnya mukmin itu enggak ada matinya ya ini ini gambaran para imam dahulu juga ya seperti Imam Ahmad itu seorang muridnya bertanya ya ketika melihat ini Imam Ahmad kayaknya enggak ada matinya begitu ya Ada aja yang dikerjain gitu ya ya jauhlah dari penyakit malas begitu hingga kita bisa lihat karya-karyanya kan begitu ya yang begitu banyak ya Sehingga muridnya bertanya ini Ya wahai Imam Kapan kamu bersantai istirahat sejenak gitu ya kayaknya sibuk G enggak ada matinya gitu ya enggak ada eh apa namanya eh enggak ada berhentinya begitu maka Beliau mengatakan nanti kalau satu kakiku sudah menapak di surga gitu artinya memang ya dunia ini bukan tempat untuk bermalas-malasan mukmin itu bukan seorang yang malas maka dari itu tiap pagi dan petang salah satu ikhtiar kita adalah berdoa supaya kita terhindar dari penyakit malas Allah Kibar ya malas dan masa tua yang buruk ini ada kaitannya malas dengan masa tua yang buruk kalau kita dari muda bermalas-malasan nanti akan kita tuai ya Ee hasil buruknya Nanti kalau sudah tua ya Nah Mak kadang kita pikir-pikir kita banyak penyakit Sakit ini sakit itu ya mudah terserang penyakit rentan kena penyakit ya mungkin karena masa lalu kita masa muda kita yang ya lebih suka bermalas-malasan ya salah satunya ya Nah demikian maka ya para dokter juga mengatakan bahwa banyak penyakit itu muncul penyakit jasmani ya itu karena gaya hidup yang malas ya karena gaya hidup yang malas wallahuam bawab Nah demikian jadi ya anak-anak Kita juga harus kita latih untuk ya menjadi orang yang produktif ya ya untuk kita kita apa namanya kita pacu mereka untuk menjadi manusia yang produktif ya bukan ya manusia yang ya kita katakan ee malas ataupun tidak punya karya apapun atau apapun yang bisa dia hasilkan wallahuam bissawab ya maka nabi mengatakan ya khuz Min hayatika qobla mautik ambil kesempatan hidupmu sebelum datang mati wallahuam Nah ya jadi motivasi-motivasi seperti ini harus diberikan kepada anak dan juga contoh ya jangan orang tua juga mempertontonkan kemalasan ya dan suasana rumah itu penting karena rumah itu adalah Ee kita katakan ee ee poros utama pendidikan ya harus di Munculkan gambaran ini rumah-rumah yang produktif sudah ada aktivitas dari pagi kan begitu ya ya sampai malam waktunya untuk istirahat Nah demikian wallahuam bawab Nah ada juga kondisi rumah yang memang kondisi rumah yang suram gitu ya Enggak ada kegiatan enggak ada aktivitas enggak ada produktivitas di dalamnya seisi rumah malas-malasan semua ya gimana penghuninya atau anak-anak bisa termotivasi untuk menjadi manusia yang produktif kalau seperti itu wallah I Iya baik Terima kasih banyak atas jawaban dan nasihatnya ya mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua dan selanjutnya ada pertanyaan kembali dari ibu Fatimah eh ya Ustaz mohon eh nasihatnya anak saya kelas 3 SMP di pondok dan setelah selesai inginnya saya dia tidak langsung melanjutkan ke SMA tapi ee supaya bisa menyelesaikan hafal nya 30 juz tapi dia enggan Eng ingin langsung masuk ke tingkat SMA karena takut ketinggalan oleh EE kawan-kawannya apakah EE mohon sarannya apakah EE dia harus mengikuti keinginan orang ee tua saya sebagai orang tua yang ingin dia hafal 30 juz dulu karena saya ingin ee di akhirat kelat bisa hal tersebut bisa menolong saya Ustaz mohon jawaban dan nasihatnya iya ya ya orang tua enggak boleh memaksakan kehendaknya juga ya Ee ya di sini makanya perlu ya orang tua itu mengobservasi anak begitu ya kira-kira Ee anak ini ee bakatnya ke mana kan begitu ya potensi apa yang tersimpan pada dirinya ee ketika ee Zaid Bin Tsabit di kisah itu ya kisah yang diiwayatkan oleh Abu Daud ya Ketika Nabi baru tiba di Madinah orang-orang menceritakan tentang kekuatan hafalan yang dimiliki oleh seorang bocah bernama Zaid Bin Tsabit waktu itu beliau sudah hafal 19 juz ya mungkin bukan surat-surat pendek ya 19 juz dari depan mungkin ya Ya mungkin yang surat-surat yang panjang-panjang begitu eh Afan 19 surat iya bukan 19 19 surat ya mungkin surat yang panjang-panjang ya bukan yang pendek-pendek dari depan ya bukan dari belakang nah orang-orang menceritakan tentang kehebatan hafalan yang dimiliki oleh Zaid Bin Tsabit lalu nabi ingin ingin tahu juga ya ingin mengujinya maka nabi memanggilnya nah ketika tiba di hadapan nabi nabi menyuruhnya membaca bacalah nak maka anak ini pun membacaid binabit kecil membacanya artinya menunjukkan hafalan yang dia miliki ya ternyata benar ini anak memang hafalannya kuat ya banyak hafalannya ini maka setelah itu setelah mencermati itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nabi itu pemandu bakat yang hebat luar biasa ya nabi berkata kepadanya nak Apakah kamu tahu bahasa syriani ya tentunya Zaid Bin Tsabit seorang Arab ya enggak ngerti bahasa syyani enggak kata beliau nabi mengatakan pelajarilah bahasa itu karena ada surat-surat yang datang kepada kita dari mereka dan kita berkirim surat kepada mereka ya Coba lihat ya kalau kita mungkin W nak lanjutkan 19 surat tuntaskan 114 surat kan begitu ya mungkin kita ya kalau kita melihatnya sekarang dengan ya tanpa melihat bakat ya dan bisa mengembangkannya ya lebih produktif lagi lebih bermanfaat lagi ini ini tugas orang tua ya bukan selera di sini ya Nah ya kadang-kadang seperti itu wah kepenginnya Saya kadang-kadang ingin kita ingat hati-hati ya kita orang tua kadang-kadang ingin ngejar sebutan aja ya Wah Ee banyak yang hafal Quran 30 juz untuk ngejar sebutan ya mentok sampai di situ ya tentunya Enggak seperti itu ya ya nanti akan kita Ceritakan bagaimana Syafi ee remaja seorang remaja yang bernama ee Syafi’i Imam Syafi’i ya memiliki prestasi yang luar biasa di usia belia itu belum 20 tahun beliau sudah dipercaya bahkan Imam Malik belum 20 tahun sudah dipercaya untuk berfatwa tapi ini bukan sembarang remaja ya ya bak yang betul-betul dikembangkan oleh pendidiknya dan ini ya Ee Enggak semua pendidik ya bisa mengeksplorasi bakat anak ya Maka jangan Keinginan kita yang kita dahulukan begitu ini terlalu egois kita nanti begitu ya tanpa melihat mungkin anak ini punya bakat yang lain kita enggak bisa nyamakan anak kita dengan anak orang lain W anak orang lain seperti itu kita juga ingin seperti itu enggak nabi juga enggak menyamakan ee anak-anak sahabat atau remaja-remaja pada masa nabi untuk seragam satu semua seperti itu enggak ada yang di bidang militer seperti Usama bin Zaid nanti ada juga yang lainnya Ya ada yang eh di dalam apa namanya seorang eh Anas yang punya jiwa melayani ya dan seorang tipe ideal seorang Ee kita katakan pelayan dan pegawai ya amanah bisa dipercaya ya dan mengerti kan begitu ya ada yang kuat hafalannya bisa menjadi imam kaumnya seperti Amar bin Salamah J macam-macam enggak sama ya nabi mengembangkan bakat-bakat itu tidak menyamakannya Wah harus Usamah juga harus sama seperti Amar bin Salamah enggak juga ya Nah ini yang harus kita kita pahami banyak orang tua itu selera gitu selera orang tua jadinya kan begitu ya selera orang tua bukan kemampuan anak karena orang tua memang enggak pernah mengeksplorasi bakat si anak Ya jadi lebih kepada Apa keinginan orang tua begitu ya walaupun anak itu enggak minat dia karena makanya kita katakan Ya bakat itu bisa diaat dari minatnya nah ini yang harus dipahami oleh orang tua ya bukan ingin seperti ini ingin saya seperti itu ingin orang tua jadinya bukan basisnya itu bukan baket anak basicnya bukan bakat anak tapi keinginan orang tua betapa egoisnya kita jadi orang tua kalau seperti itu wallahuam B seperti Nabi di sini ya nabi tahu bakat yang dimiliki oleh Usama bin Zaid Afwan Zaid Bin Tsabit ya kalau ikuti selera ya atau kita sebagai orang tu mungkin kita katakan Wah tanggung nak 19 surat tuntaskan 114 surat kan begitu ya tapi nabi tidak mengarahkan Zaid ke situ Kenapa karena ada bakat yang bisa dieekplore lebih besar lagi manfaatnya ya Dan ini tidak semua anak punya bakat seperti itu seperti yang kita sebutkan tadi ya Zaid bin sabid bisa menguasai bahasa asing itu dalam waktu 14 Hari dua pekan saja Ini kalau enggak dibantu bakkan enggak bisa ya hanya Ee kita katakan modal kesungguhan juga enggak bisa itu ya enggak bisa ada sebagian anak itu bisa otodidak dia mempelajari banyak bahasa dan dia kuasai memang bukan sekedar bisa ngomong saja Enggak dia kuasai ya dan enggak Semua orang punya bakat yang sama itulah dia rezeki yang Allah bagi-bagi kepada manusia yang Allah tulis di dalam perut ibunya Allah yang nulis bukan anak itu nah kita orang tua kewajiban kita adalah ya mengetahui itu ya karena kita yang paling kenal dengan anak kita wallahuam bawab Nah demikian jadi memang ini perlu ilmu juga Makanya ada sekolah yang berbasis bakat begitu ya untuk membantu orang tua dalam menemukan dan mengembangkan mengarahkan bakat anak-anak tersebut ya Nah ya Bagi Zaid Bin Tsabit ya untuk bisa menyelesaikan 30 juz itu bukan hal yang sulit mungkin ya karena dia punya kemampuan di atas rata-rata tapi nabi melihat suu yang lain Nah di sini dia poinnya nabi melihat suatu yang lain kalau sekedar nyuruh selesaikan 30 juz itu enggak disuruh pun selesai mungkin tapi nabi melihat suesatu yang lain yang enggak dilihat oleh orang lain Nah ini Ini namanya ya kita katakan ee observasi bakat anak begitu ya wallahuam bawab Nah demikian dia mudah-mudahan ya Ee Coba nanti lihat anak-anak kita lihat bakat-bakat yang ada pada mereka kadang-kadang itu yang kita abaikan ya yang kita sia-siakan say sangat sayang sekali ya kita katakan karena Allah yang menulis itu di dalam perut ibunya ya bukan si anak itu yang menulis bakatnya dalam perut ibunya ya nah nah kewajiban kita orang tua adalah bagaimana menemukan bakat itu mengembangkannya Dan mengarahkannya wallahuam mungkin satu pertanyaan saja dulu ya untuk kesempatan pagi ini ya Lebih dan kurang saya mohon maaf aku loh alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah jazakah Khair Barakallah Fik P Ustaz yang sudah meluangkan waktunya e bagi kita semua pembahasan yang cukup menarik yaitu mengenai kondisi para pemuda di zaman Nabi Sallallahu alaihi wasallam begitu luar biasa mereka dan tentunya kita berusaha untuk mendidikananak kita menjadi anak-anak yang saleh dan Salehah dan EE walaupun kita ingin bertujuan seperti para sahabat nabi tapi setidaknya kita sudah berusaha untuk ke arah yang lebih baik demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh progres pembangunan masjid Jami albkah hingga Agustus 2023 saat ini masjid albarkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jemaah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia 7563131009 cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 082112345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala amin jaah

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *