Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan | Manhaj Imam Malik fi Isbatil Aqidah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131009 Cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 08211345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala Amin jazakumullahir simak radio r Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil anbiyaai wal mursalin waa alihi wa ashabihi waman tabiahum bihsanin yaumiddin Amma bad ikhwat Islam pemerhati roj di manaun anda berada Barakallah fikum jazakumullahu Khairan Terima kasih kami ucapkan atas kesediaan Antum semuanya untuk bersama kami di kesempatan pagi hari ini di saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam radio Roja dan TV Roja kita memuji Seraya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan pada kita semuanya selawat serta salam Semoga senantiasa terlimpah dan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti senang sekali kami dapat menemani Antum semuanya di kesempatan pagi hari ini untuk mengikuti bimbingan dan pelajaran bersama guru kita Ustaz Dr Muhammad Nur Ihsan Ma hafidullahu taala dari pembahasan Manhaj Imam Malik fibatil akidah selanjutnya kita akan simak bersama bimbingan dan pelajaran yang akan disampaikan beliau kepada Ustaz kami persilakan falatafadal maskuran ya Ustaz Alhamdulillahi rabbil alamin wasallallahu wasallam ala Man baatahullahu rahmatan lil alamin nabiina Muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain waman tabiahum biihsanin yaumiddin Amma bad Ikhwatul Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar rahimakumullah Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Azza wajalla mendapatkan kemudahan Taufik dan pertolongan di dalam mengarungi liku-liku kehidupan ini dalam rangka berubudiah kepada Allah mempersiapkan bekal menuju negeri akhirat allahum amin alhamdulillah puji dan syukur kita haturkan ke hadirat Allah tabaraka wa taala kemudian selawat dan salam kita perbanyak ucapkan untuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma shallia muhamm Ali Muhammad ikhwat Al Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar di mana saja Antum berada rahimakumullah Jamian pada kesempatan yang mulia ini kita melanjutkan pembahasan tentang iman kepada takdir pada pembahasan yang sebelumnya kita telah menjelaskan akidah Ahli Sunah Wal Jamaah tentang masalah keimanan kepada takdir kesimpulannya bahwa Ahli Sunah Wal Jamaah mengimani bahwa segala atau seluruh yang terjadi adalah takdir Allah subhanahu wa taala seluruh yang terjadi adalah takdir Allah subhanahu wa taala Allah yang menghendaki dan Allah yang menciptakan kemudian kita telah Jelaskan juga bahwa keimanan pada takdir mencakup empat perkara yang wajib diimani yang pertama adalah mengimani bahwa Allah subhanahu wa taala mengetahui segala sesuatu dan setelah itu Allah subhanahu wa taala memerintahkan qam untuk menulis takdir seluruh makhluk Dan itu sungguh telah diketahui oleh Allah subhanahu wa taala dan semua yang diketahui oleh Allah yang akan terjadi dari takdir dan ketentuan yang akan menyertai kehidupan manusia kehidupan makhluk semuanya telah ditulis di lauhil Mahfud cintanya telah kering dan lembaran catatan takdir itu juga telah digulung artinya tidak ada yang bertambah dan tidak ada yang dikurangi yang ketiga kita wajib mengimani bahwa Allah subhanahu wa taala memiliki masyiah kehendak bila Allah menghendaki sesuatu maka pasti terjadi dan segala sesuatu yang telah terjadi pasti telah dikehendaki oleh Allah subhanahu wa taala masyaallahu kan W lam Yasya lam Yakun kemudian yang keempat adalah mengimani bahwa segala sesuatu yang telah terjadi merupakan ciptaan Allah subhanahu wa taala Allah yang menciptakan segalanya Allahu khqu Allah yang menciptakan segala sesuatu nah ini Empat perkara empat ya tingkatan keimanan pada takdir yang wajib kita imani semua hal itu telah terta dalam al-qur’an at terdapat dalil dalam al-qur’an dan juga dalam hadis-hadis yang sahih sebagaimana yang telah kita Jelaskan sebelumnya kemudian juga perkara yang wajib kita imani bahwa Allah subhanahu wa taala memiliki masyiah kehendak yang masyiah sama artinya dengan aliradah kauniah kehendak iradah keingin Allah alkauniah yaitu secara takdir karena iradah terbagi dua ya iradah itu ada yang dinamakan iradah kauniah yang pertama dan itu yang dimaksud dengan almasyiah ini dimaksud dengan almasyiah masyiah itu artinya kehendak keinginan iradah yang kedua ada iradah asyariah iradah kehendak Allah Azza wa Jalla secara agama atau ditunjuk dari agama atau yang berkaitan dengan syariat Allah subhanahu wa taala Il itu mencakup perintah dan larangan Allah subhanahu wa taala Allah menghendaki ya ada perintah salat perintah bertauhid perintah salat perintah zakat perintah berpuasa Haji dan ibadah-ibadah yang lainnya itu semua dinamakan masyiah atau dinamakan aliradah asyariah iradah Syariah Ya begitu juga ada larangan ya larangan dari berbuat Syirik larangan dari durhaka kepada orang tua larangan dari memutus silaturahim ya larangan dari berbuat dosa dan maksiat ya perzinaan perjudian ya Kemudian Kemudian larangan dari ee melakukan berbagai kezaliman ya itu semua kehendak Allah secara agama masyiah maka Allah syariatkan Allah perintahkan Allah larang dari hal-hal yang diharamkan nah antara iradah syariah dan iradah kauniah itu ada korelasi ya tapi tidak selalu ya pasti ya terjadi Nam ada korelasi tapi tidak semua ya apa yang dikehendaki secara agama pasti terjadi Adapun segala sesuatu yang dikehendaki secara takdir itu pasti terjadi itu perbedaannya maka bila Allah menghendaki suatu itu terjadi ketaatan ya kemaksiatan kebaikan kemungkaran Allah menghendaki pasti terjadi tapi tidak semua yang Allah kehendaki secara agama secara syariat yaitu ada perintah yang wajib ditunaikan ada larangan yang wajib ditinggalkan tidak MTI tidak MTI itu jadi terlaksana maka kita melihat ada orang yang kafir sementara Allah memerintahkan untuk beriman ada orang yang berbuat Syirik sementara Allah memerintahkan untuk bertauhid ada orang yang berbuat bidah perintahkan untuk mengikuti sunah Allah perintahkan untuk buat adil tapi ada orang yang menzalimi nah Allah perintahkan kita beribadah tapi ada manusia yang tidak beribadah nah berbeda halnya dengan iradah alkauniahqadariah kehendak atau keinginan Allah yang berkaitan dengan takdir yang itu semua bila dikehendaki oleh Allah pasti terjadi baik kemudian ya Kendati tadi ada korelasinya bahwa apabila iradah syariah iradah secara agama perintah atau larangan bila disertai dengan iradah kauniah secara takdir maka pasti terjadi tadi maka orang yang beriman berarti Allah menghendaki secara agama diperintahkan beriman kemudian Allah kehendaki secara takdir maka dia beriman Nam maka dia beriman ya maka berimanlah Abu Bakar berimanlah Umar dan sahabat-sahabat yang lain yang mka sebelumnya ya dalam keadaan jahiliah tapi Abu Lahab Abu Jahal dan abu-abu yang lainnya ya tokoh-tokoh musyrikin atau kafirin ya tidak beriman KTI Allah menghendaki secara agama tapi secara takdir Allah tidak menghendaki maka mereka tidak beriman tentu dengan ada sebab-sebab yang lain kemudian segala sesuatu yang dikehendaki oleh secarat takdir pasti terjadi tapi tidak mesti dicintai dan diperintahkan tidak mesti Allah menghendaki ada terjadinya kemaksiatan tapi Allah tidak memerintahkan berbuat maksiat ya terjadi kezaliman tapi Allah tidak memakan berbuat zalim bahkan Allah melarang ya Wai hambu k haramkan kezaliman atas diriku dan juga aku haramkan kezaliman tersebut ya bagi kalian maka janganlah saling menzalimi tapi bila terjadi suatu kebaikan maka di sana terkumpul ya dua kehendak Allah secara takdir Allah menghendaki maka terjadi dan secara agama syariat juga Allah memerintahkan kebaikan tadi maka yang demikian itu dicintai oleh Allah subhanahu wa taala maka di sini kita memahami ya ya mungkin ada yang bertanya apakah berbagai kejahatan dan kemaksiatan yang terjadi di Al semesta ini dengan takdir Allah nah bila kita memahami perbedaan antara kehendak Allah secara takdir dan kehendak Allah secara Syariat agama dan perbedaan keduanya kita akan memahami dan menjawab Ya tanpa kebingungan ya Naam kita katakan Naam semua terjadi dengan izin dan kehendak Allah Allah telah mentakdirkan akan tetapi tidak semua yang terjadi dicintai oleh Allah subhanahu wa taala kecuali bila hal yang terjadi tersebut ya berkaitan dengan agama yaitu perintah atau meninggalkan larangan kesimpulan nya bahwa tidak semua yang terjadi karena Allah menghendakinya secara takdir itu dicintai oleh Allah diperintahkan oleh Allah tidak demikian ya dan semua yang dikehendaki oleh Allah secara syariat dan agama yaitu ada perintah dan larangan maka melaksanakan perintah pasti dicintai ole Allah dan diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan larangan begitu juga dicintai oleh Allah subhanahu wa taala tapi apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa yang dicintai tidak mesti terjadi kecuali bila Allah menghendakinya secara takdir dari sini kita memahami bahwa Apakah kemaksiatan dosa dan yang lain pencurian ya Ee minum khamar dan korupsi dan yang lainnya takdir berbagai kejahatan namam takdir karena Allah menghendaki maka terjadi tapi yang demikian itu tidak dicintai Allah tidak diperintahkan oleh Allah maka pelakunya berdosa ya mendapatkan ancaman jadi harus dibedakan antara kecintaan dengan kehendak Tidak semua yang dikehendaki oleh Allah itu dicintainya dan tidak semua yang dicintai oleh Allah itu terjadi dikehendaki secara takdir Saya ulangi Tidak semua yang dikehendaki oleh Allah itu dicintai oleh Allah subhanahu wa taala atau diperintahkan oleh Allah dia pasti terjadi dan tidak semua yang dikehendaki oleh Allah secara agama secara syariat yaitu ada perintah ada larangan Tidak semua yang dikehendaki oah secara syariat itu terjadi tapi pasti dicintai oleh Allah subhanahu wa taala terakhir diulangi lagi yang ketiga kalinya segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah secara takdir maka pasti terjadi tapi tidak mesti dicintai oleh Allah dan segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah secara agama secara syariat ya tidak semua sesuatu ya tidak mesti sesuatu yang diperintahkan oleh Allah secara syariat atau yang dilarang oleh Allah yang itu artinya dikehendaki oleh Allah secara agama pasti terjadi tapi pasti dicintai maka bila kita memahami hal itu kita dengan mudah ya memahami ee permasalahan takdir ini penting sekali Nah kenapa terjadi Penyimpangan di kalangan sekte qadariah dan Jabariah karena tidak memahami konsep iradah ini tidak membedakan antara iradah kehendak secara kauniah qadariah secara takdir dan iradah as syariah diniah antara agama dan syariat nah Ahli Sunah Wal Jamaah mereka membedakan ada sisi persamaan ada sisi perbedaan namah sehingga mereka selamat dari penyimpangan al-qadariyah dan juga aljabariyah qadariyah mereka yang mengingkari takdir mereka mengatakan bahwa eh manusia menciptan Allah subhanahu wa taala akan tapi perbuatannya perbuatan mereka bukanlah ciptaan Allah tidak dikehendaki Allah tapi manusia sendiri yang menciptakan dan menghendaki sendiri ya karena mereka memahami bahwa perbuatan manusia itu ada baikada yang jelek masa Allah menginginkan kejelekan berarti Allah mencintai Lihat Mereka menyamakan antara kehendak iradah dengan kecintaan keliru Tidak semua yang dikehendaki oleh Allah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala Nam perbuatan manusia ada yang baik ada yang jelek ya salat zakat puasa Haji perbuatan mereka baik ada mencuri ada berzina minum khamar dan berbuat Syirik bidah kejelekan terjadi itu betul perbuatan mereka tapi Allah menghendaki Tidak semua yang dikehendaki Allah dari kejelekan perbuatan ya tidak tidaklah kejelekan yang terjadi ya itu dicintai oleh Allah tapi pasti dikehendaki oleh Allah kenapa secara takdir maka terjadi Nam maka dalam hal ini Ahli Sunah Wal Jamaah memahami ya Empat tingkatan rukun atau at empat ee empat tingkatan ya keimanan kepada takdir atau bisa diistilahkan ya rukun iman kepada takdir ya yaitu mengimani ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu kemudian yang kedua ee penulisan takdir di lauhil mahfuz ee perantara qam ya pena yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala kemudian yang ketiga adalah mengimani masiatullah kehendak Allah Azza waalla dan kehendak di sini sama artinya dengan iradah kauniah iradah qadariah ya kemudian yang keempat mengimani bahwa Allah subhanahu wa taala yang menciptakan segala sesuatu kemudian tadi juga perbedaan antara iradah qadariah kauniah dengan iradah syariah diniah ya iradah Secara takdir dan iradah secara syariat maka ada sisi kesamaan dan perbedaannya nah ikhwat Al Iman para pemirsa dan para pendengar rahimakumullah kemudian Ee Kita berusaha untuk memahami apa dijelaskan Imam Malik rahimahullahu taala ya di antara perkataan yang dinukil dari Imam Malik rahimahullah tentang masalah takdir ya qa Malik lulin saaltaniilqadar waqaljulu Naam Q yaakulullahu tabaraka wa taala walau syina laataina kulla Wahidin Nam w Wakin haqal qu minni laam jahanama Minal jinnati wasj nafsin hudaha wakinal minni jahanama Minal J Imam Malik ya berkata atau bertanya kepada seseorang apakahau bertanya kepadaku tentangar Ya laki tersebut menjaabudian imik menelkan taala berfirman W laa kulla nafsin hudaha jika kami menghendaki sungguh kami akan memberikan mengkaruniakan kepada setiap jiwa hudaha petunjuknya Wakin haqqalqul minni akan tetapi sudah menjadi keputusan yang pasti minni dariku perkataan yang telah pasti keputusan yang telah pasti minni dariku kata Allah jahanam niscaya aku akan ya memenuhi jahanam neraka jahanam Minal jinti dari kalangan jin dan manusia seluruhnya Imam Malik mengatakan sungguh telah benar dan pasti ya perkataan rabmu yaitu hukum rabmu ketentuan kehendak rabmu bahwa dia pasti akan ya memenuhi neraka jahanam itu minhum dari mereka dari jin dan manusia dan pastilah ya akan terjadi apa yang dikatakan oleh Allah subhanahu wa taala Imam Malik rahimahullah menjelaskan kepada kita bahwa Allah subhanahu wa taala telah memutuskan ya dan telah menghendaki telah memutuskan bahwa neraka jahanam itu ada penghuninya dan harus dan pasti akan dipenuhi tidak ada yang kosong diisi semua sampai penuh ya dan itu Allah telah Tentukan di lauhil mahud akan tapi Siapakah penghuninya ya dijelaskan oleh Allah dari kalangan jin dan kalangan manusia akan tetapi tahukah seseorang dari manusia dia penghuni neraka atau penghuni surga tidak ada yang mengetahui ya Hanya Allah mengetahui hal itu Tapi semua telah ditentukan akan tetapi Allah subhanahu wa taala memberikan kepada manusia pilihan dan kehendak serta kekuatan kemudian Allah subhanahu wa taala juga menjelaskan Jalan kebaikan dan Jalan kejelekan sehingga yang demikian itu tanpak dahapan mereka Maka orang-orang yang sudah ditakdirkan menjadi penghuni neraka dari kalangan jin dan manusia maka dia menelusuri jalan kejelekan tadi tentunya disebabkan mereka berpaling dari kebenaran mendustai kebenaran berpaling dari kebaikan ma Man watqq Bil husnairu lilus waila wasagna W husnairil orang yang berbuat baik menerima kebenaran ya maka akan dimudahkan Jalan kebaikan baginya dan yang mendustai kebenaran buat kejelekan ya berpaling dari kebenaran maka akan ya diberikan kepada Jalan kesulitan kemudian di dalam ayat yang mulia ini Allah subhanahu wa taala menghendaki Berarti ada kehendak Allah subhanahu wa taala ya walau SY jika kami menghendaki berarti Allah ada masyiah akan tetapi di sini Allah tidak menghendaki bahwa semua manusia ini dapat Hidayah danah ini juga menjelaskan P kita bahwa hidayah itu di tangan Allah serta kesat sesatan itu juga dengan takdir Allah subhanahu wa taala seorang mendapatkan hidayah petunjuk dengan izin dan takdir kehendak Allah Azza waalla seorang yang sesat menyimpang dengan izin dan takdir Allah subhanahu wa taala yang demikian itu ya sebagai bukti tentang kebenaran apa yang telah diputuskan oleh Allah bahwa neraka jahanam itu pasti akan ada yang mengisinya sampai penuh ya dari kalangan jin dan manusia maka ada yang Jin yang kafir sementara Mereka diciptakan untuk apa untuk beribadah W jinun tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah tapi Allah telah mentakdirkan ada di kalangan Jin yang kafir ada di kalangan manusia yang kafir yang fasik Maka itulah yang akan memenuhi penghuni atau itulah yang akan memenuhi neraka jahanam Sehingga dalam sebagian Hadis disebutkan ya tatkala penghuni neraka jahanam telah dimasukkan ya ke dalam neraka ternyata masih ada kekosongan ya masih kosong tempat di neraka jahanam tersebut walazubillah kita berlindung kepada Allah dari neraka Dan Azab berbagai azab yang Allah sediakan bagi penghuninya naubillahalik kita berlindung Allah dari yang demikian itu ya bahwa sebut dalam sebagian hadis begitu telah dimasukkan semuanya penghuni neraka ke dalam neraka jahanam jahanam ini masih meminta tambahan halididid Apakah masih ada tambahan ini masih kosong ini hal Maid Halid terus meminta kepada Allah ya maka tatkala semua penghuni neraka jahanam dari kalangan jin dan manusia telah dimasukkan ke dalam neraka jahanam naill kita berlindung kepada Allah dari neraka maka mereka terus meminta hal Min Maid Masih adakah tambahan maka seketika itu Allah subhanahu wa taala yawqamahu fiha fayanzawi ba’a ba’an maka Allah subhanahu wa taala meletakkan kakinya di dalam neraka jahanam sehingga bertautlah ya neraka jahanam tersebut kemudian jahanam mengatakan qatin qatin cukup ya Allah cukup cukup itu akidah Ahli Sunah maka ah sunah Wal Jamaah mengatakan Allah memiliki sifat itu adadam itu kaki Ses dengan kebesaran keagungannya ya jangan dibayangkan seperti kaki manusia bayangkan kemudian berusaha mengingkari kaki maka dia yang keliru anda sendiri yang keliru memiliki pemikiran negatif tentang Allah membayangkan sifat Allah dengan Allah suatupun dan Allah Maha mendengar dan maha melihat Nah maka di sini ya sangat jelas sekali bahwa segala sesuatu telah dikehendaki Allah maka Allah telah memutuskan bahwa neraka jahanam itu akan dipenuhi dengan penghuninya dan itu pasti terjadi sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah subhanahu wa taala menjelaskan pada kita bahwa semua telah ditentukan Allah penghuni surga penghuni neraka telah ditentukan dan itu pasti terjadi karena Allah telah menghendaki itu Allah telah memutuskan hal itu telah menentukan dan telah tertulis di lauhil mahfuz Nam t jelas bantahan kepada kaum qadariyah jadi Allah memiliki kehendak dan juga petunjuk dan hidayah di tangan Allah dan apa yang dikehendaki dan diputuskan o pasti terjadi di antaranya Allah telah memutuskan bahwa akan diisi neraka jahanam sampai penuh ya dari jin dan manusia n kemudian diantara ya riwayat yang dinukilkan dari Imam Malik rahimahullah Q Asab bin Abdul Aziz Q as bin Abdil Azizan ahakunah as abdiz bertanya kepada imamik tang firman Allah wyabuka lajaalasa ummatan wahidatan Wakin W yazaluna mukhtalifinaahim jika rabmu menghendaki ya niscaya dia akan menciptakan manusia umatan Wahidah ya umat yang satu semuanya beriman Semuanya sama enggak ada perbedaan waluna mukhtalifin dan mereka senantiasa ya mukhtalifin berbeda kecuali yang dirahmati oleh dan Untuk itulah Mereka diciptakan ada maksudnya Ya ada dua penfs DII Apakah diciptakan untuk mereka berbeda ya jadi perselisihan perbedaan atau diciptakan untuk mendatkanah telah sempurna ya keputusan rabmu ya Sungguh nisaya aku akan penuhi neraka jahanam dari kalangan jin dan manusia seluruhnya ini persis Ya seperti ayat Surah Sajdah yang kita bacakan tadi akan tapi di awal ayat Allah menyebutkan jika menendi berend kita samp kan tadi Nah lajaalasa umatan Wahidah Nay Allah akan menjadikan manusia ini semua umat yang satu tiada perbedaan semua beriman ya tidak ada pertikan perbedaan walun muktalifin dan mereka senantiasa ya berbeda terjadi perbedaan Nam kecuali orang-orang yang di rahmati oleh rabmui orang yang dirahmati oleh rabmu nah Allah milemiki kehendak tapi kondisi manusia ya dalam keadaan mereka selalu bersatu tidak ada perbedaan itu ternyata tidak dikehendaki oleh Allah secara takdir ya tapi Allah menginginkan maka diperintahkan manusia itu ya untuk berpegang teguh jangan berceraiberai berpegang teguhlah kalian kepada t Allah jangan berceraiberai ini perintah agama akan tetapi perintah agama ini tidak mesti terlaksana maka terjadi pertikaian perbedaan karena Allah telah menghendaki secara takdir ada terjadi pertikaian perbedaan tadi maka itu yang terjadi Nam Oleh karena itu bukan berarti kita ya melegalkan perbedaan dan perselisihan ya apagi dalam perkara prinsip atau agama yang EE merupakan landasan dalam akidah dan keimanannya enggak boleh tapi itu merupakan keniscayaan yang tidak basa dihindari terjadi bukan berarti melegalkan perbedaan tadi Nah kita diperintahkan untuk berpegang teguh kepada agama kepada tali Allah dan jangan berceraiberai n alun muktalifin dan mereka senantiasa jadi perbedaan pertikaian ahimuk kecuali yang dirahmati ya maka orang-orang yang mendapatkan rahmat mereka yang selalu berpegang teguh dengan agama dan tidak berceraiberai tapi orang-orang yang dijauhkan dari Rahmat itulah penyebab mereka berpecah belah bermusuhan bercerai-berai ya Dan saling mungkin memponis satu dengan yang lainnya nah ika dan untuk yang demikian itulah Allah ciptakan mereka ada dua penafsiran di sini yang pertama mengatakanalikaq yaitu untuk perbedaan tadi Allah ciptakan mereka ya akan pasti terjadi perbedaan ada yang penafsiran yang kedua lahmah untuk Rahmat itu Mereka diciptakan ya ya terliat dari kedua interpretasi dan penafsiran terhadap kedua ee makna ayat tersebutalikaqahum intinya bahwa semua telah ditentukan oleh Allah Azza wa Jalla dan Allah menghendaki ya yang demikian itu maka terjadi nah watamat kalimatubik dan juga dalam firman Allah walidalikaq ini menjelaskan kepada kita bahwa segala yang terjadi itu dengan ciptaan Allah Allah yang menciptakan mereka ya kemudian telah sempurna perkataan rabmu yaitu keputusan rabmu ya niscaya aku akan penuhi kata Allah na akan aku penuhi jahanam Naka jahanam dari jin dan manusia seluruhnya Nah jadi Allah menciptakan manusia ini tingkatan Iman k takdir dan Allah ciptakan di antara mereka untuk penghuni surga dan yang lain untuk penghuni neraka semua hal itu dengan izin dan takdir Allah Iya dan Allah tidak menzalimi mereka karena semua jalan kebenaran telah dijelaskan kebaikan dijelaskan kejelekan dijelaskan kemudian mereka diberi dikaruniakan akal kemudian ikhtiar pilihan dan juga masiah kehendak maka dijelaskan ini jalan kebaikan inijelikan maka diperintahkan kita menggunakan akal Ya untuk menimbang dan menilai Nam mana yang baik ikuti mana yang jelek ditinggalkan ya dan karena kita memiliki pilihan dan kekuatan ya maka kita melakukan hal itu dengan ikhtiar kita sendiri ya maka tidak ada yang salah dalam takdir tapi yang Sal dalam perbuatan manusia itu sendiri tidak seor dari telah diketahui tempatnya di dalam surga atauat beruk kita jika kondisinya seperti itu Untuk apa kita beramal nabi mengat beramallah karena semua akan diberikan kemudahan ya untuk tujuan dia diciptakan untuk ya Ee tujuan di diciptakan maka beramal nah amalan inilah yang akan menjadi sebab dengan takdir dan izin Allah untuk membuka pintu kebaikan menjadi kemudahan ya mudah bagi dia untuk menelusuri jalan-jalan kebaikan karena kebaikan mengajak kepada kebaikan kan begitu seterusnya nah Bila seorang tidak mengikuti petunjuk Allah maka kesulitan didapatkan maka dia menyimpang ya dari jalan yang lurus terjerumus ke dalam kesesatan waliyazubillah kemudian ya Imam Malik juga dalam sebagai riwayat disebutkan yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsir ayat yang kita bacakan tadi walalikaqahum ya kata beliau qirahmah ya itu Mereka diciptakan untuk mendapatkan rahmat jadi mang ada ee dua penafsiran dalam hal ini walidalikaalqahum walalikaalaqahum untuk demikian itu Mereka diciptakan ada yang mengatakan ya untuk terjadi perbedaan Allah telah mentakdir jadiadi perbedaan di kalangan mereka manusia atau yang kedua penafsiran lirrahmah ya untuk mendapatkan rahmat artinya orang yang meninggalkan perbedaan tadi atau salat berpegang teguh dengan kebaikan meninggalkan perbedaan maka mereka ahl Rahmah mereka ciptakan untuk demikian itu simpimpulannya bahwa semua dengan kehendak dan takdir dan ciptaan Allah Subhanahu Wa taalaah yaikut ahahu Alaihi was jadi imam Malik ditanya tentang berbagai ya penyakit wabah yang terjadi di sebagian negeri di sebagian tempat maut maka banyak menyebabkan kematian suu pandemi atau endemi kan begitu rajul kemudian ada dan ada seorang yang ingin keluar itu mendatangi tempat tersebut kemudianat mengetahui banyak terjadi di sana kematian disebabkan penyakit tadi atau wabah yang terjadi dia ya tidak ingin keluar ke tempat tersebut maka kata Imam Malik tidak ya melihat ada sesuatu atau masalah Jika dia keluar atau dia ya menetap tidak jadi keluar atau pergi ke tempat tersebut Kemudian beliau menyebutkan hadis yang diriwayatkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tentang taun bahwa ya Imam Malik tanya Apakah engkau menyamakan ya kondisi yang terjadi ini dengan hadis yang terdapat dalam taun kata beliau Naam artinya ta itu penyakit yang menular yang wabah yang menular ya penyakit Nam yang menyebabkan banyak kematian dalam hadbutkan bahwa Nabi Sallallahu Alaihi wasallamil mendengar terjadi suatu wabah penyakit yang sudah ya pandemi atau Emi di satu tempat Maka jangan pergi ke sanaik terjadi suatu negeriat dan berada dalam tempatersebut ataug tersebut Fala takuju minhu Firan Maka jangan kalian keluar melarikan diri dari tempat tersebut Nam nah ikhwat Al Imam para rahimakumullah kesimpulan dari apa yang dijelaskan oleh Imam Malik rahimahullah bahwa semua hal itu terjadi dengan takdir Allah subhanahu wa taala terjadi dengan takdir Allah subhanahu wa taala wabah yang menular atau penyakit yang menular terjadi ya pandemi atau endemi kemudian berbagai wabah yang EE terjadi di suatu tempat penyakit yang menular menyebabkan kematian semua itu dengan izin Allah dan takdir Allah subhanahu wa taala maka seorang juga harus berusaha ya untuk mengikut takdir takdirnya Bagaimana ya jika ada suatu tempat di sana sedang ya merjal berbagai penyakit maka kita jangan datang ke sana itu adalah usaha kita untuk ya menyelamatkan diri dan itu juga ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa taala maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan jika kalian mendengar ada suatu penyakit suatu tempat yang sedang mewabah di sana jangan datangi itulah takdir yang harus kita ikuti nah begitu juga jika kita sedang berada dalam tempat tersebut jangan keluar tidak menularkan pada yang lain itulah takdirnya karena kalau kita keluar dan pergi tempat yang lain bisa dia akan menularkan Dan bila itu tertular itu juga takdir Allah subhanahu wa taala maka sebagaimana pernah kita sampaikan kita hanya berpindah di satu titik takdir pada titik takir yang lain ya Oleh karena itu kita mengimani bahwa berbagai bentuk penyakit terjadi ya sebelumnya 2 tahun kurang lebih ya dunia digoncangkan digoncang oleh yang namanya ee pandemi ya covidnya 19 ya begitu ya manusia betul-betul tidak berdaya berbagai sektor betul-betul yang terjadi krisis luar biasa semua dengan izin Allah subhanahu wa taala unuk ada hikmah memperlihatkan bahwa manusia siapapun dia sungguh sangat lemah tidak memiliki Day upaya maka tidak perlu ada yang disombongkan ya seperti itu maka begitu juga dalam masalah penyakit yang terjadi cuma dengan izin Allah takdir Allah maka kita diperintahkan untuk menyelamatkan diri dan tatkala kita berusaha menjauhkan diri dari tempat-tempat tersebut itulah takdir yang harus diikuti tapi bila kita berada dalam tempat tersebut Allah telah mentakdirkan kita berada pada tempat tersebut itulah takdir ya kita bentengi diri dan jangan juga ya Ee menjadi sebab menularnya kepada orang lain yaitu kita meninggalkan tempat tersebut kemudian pindah ke tempat yang lain semua itu takdir ya Dan bila itu penyebab meninggalnya seseorang itulah takdir dan itulah ajalnya ajalnya sudah sampai ya batasnya pada ee posisi tersebut atau pada waktu tersebut dengan sebab adanya penyakit yang menular tadi jadi semua ya meninggal sesuai dengan ajalnya dan berbagai sebab ya terjadinya kematian itu nah kemudian juga seorang bertanya kepada Imam Malik alfawahisy katabahallah Al Alaina Apakah segala kemungkaran fawahis kekejian ya kejelekan kemungkaran dosa itu telah Allah tulis bagi kita semua ini juga menjelaskan kepada kita bahwa di antara ee martabat atau tingkatan Iman pada takdir adalah mengimani bahwa Allah telah menulis segala sesuatu ya dengan perantara yaitu pena yang diciptakan Allah subhanahu wa taala Imam Malik menjawab na sebelum Allah ciptakan kita telah ditulis semua Sian akan melakukan dosa ini akan melakukan dosa ini telah ditulis oleh Allah subhanahu wa taala itu pasti terjadiapi kita tidaketahui hal itu kecuali bila terjadi maka tugas kita membentengiibatan maksiat menjauhi sarananya bila kita menjauhi sarananya jadi ya itulah takdir tapi bila kita tidak mengindahkan Ternyata Ya berusaha untuk mencari-cari sarananya ya terjadi ya itulah takdir tidak ada yang dizalimi dan mestilah ya seorang yang telah Allah tulis baginya hal itu ya pasti akan terjadi telah ditentukan Allah pasti akan dia lakukan dan dia akan berakhir kepada Titik takdir yang telah Allah Tentukan dan Allah tulis baginya ya pasti itu terjadi kemudian eh wq Marwan bin muhammadik AB abdillahasahahu wasah [Musik] jadi ada seseorang kataw bin muhammadala saya berada di imamik ada orang yang datang dan bertanya wahai Abu Abdillah ini Kunia beliau Abu Abdillah ada seseorang yang masuk ke masjid Nabawi kemudian meletakkan Tangannya di atas mimbar sembari berjanji ya kepada Allah dia tidak akan bermaksiat kepada Allah setelah ini itu janji seorang tadi wq malikik mengatakan jurman dan ya Yang demikian itu tidaklah ya lebih besar atau perbuatan maksiat lebih besar dari ya dosanya daripada dia melakukan hal itu artinya sekarang dia berjanji tidak akan bermaksiat kepada Allah setelah ini ya kemudian ada maksiat ada dosa nah tidaklah ee perbuatan dosa yang dia lakukan itu lebih besar dari janji dia yang mengatakan dia tidak akan lagi berbuat dosa artinya itu satu kekeliruan Kenapa demikian ya alasannya kata Imam Malik Dia bersumpah ya kepada Allah untuk menolak takdir keputusan yang telah ditakdirkan oleh Allah Allah telah mentakdirkan bahwa manusia ini pasti akan berbuat dosa nah dia berusaha untuk menolak keputusan itu berjanji tidak akan bermaksiat setelah ini nah kata Imam Malik ini keliru tidak tepat ya yang benar kata Imam malikkm ya sesungguhnya hal yang bijak yang harus diucapkan memohon kepada alismah yaitu keselamatanaufik dan bimbingan artinya diselamatkan oleh Allah dari maksiat dan dibimbing untuk melakukan ketaatan dan meninggalkan maksiat itu yang harus kita memohon kepada Allah Adapun memohon kepada Allah untuk tidak ya Ee bermaksiat maka dalam pandangan Imam Malik itu salat dia itu memohon kepada Allah untuk menolak takdir Kenapa karena semua telah ditakdirkan pasti akan melakukan begitu kata Allah kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya katallah Adam Allah telah menentukan menulis menentukan bagi setiap cucu ada manusia ini manusia ber zina mata dua mata berzina itu melihat yang haram telinga begitu juga mendengar yang haram Nam tangan begitu juga memegang yang haram kemudian setelah itu dibuktikan dengan perbuatan zina yang sesungguhnya maka kata Imam Malik ya tidak bijak seorang berdoa dengan seperti itu tapi yang bijak yang benar itu adalah berdoa agar Allah menyelamatkan dia dan memberikan Taufik ya agar bisa selamat dari kemaksiatan dijauhkan dari kemaksiatan ya diberi pertolongan untuk melakukan kebaikan dan juga diberi pertolongan untuk meninggalkan kejahatan tadi kemudian waqala Hamzah bin rabiah qal Malik lamarqilqar waaihir kata Imam Malik kita tidak diperintahkan untuk ya apa Nam bergantung kepada takdir kemudian dan kita semua pasti akan kembali kepada itu artinya apa Jangan sampai kita mengatakan ya kalau semua telah ditakdirkan penghuni surga penghuni Ya udah ya semua t ditakdirkan akan dapat anak Ya sudahudah Allah mentakdirkan untuk dapat anak Ya Allah mentakdirkan untuk dapat ilmu mentakdirkan dapat rezeki ya udah berarti udah enggak perlu usaha tidak demikian kata Imam Malik enggak boleh kita ya melakukan seperti itu namam kita semua akan kembali sampai kepada Titik takdir itu enggak akan melewati hal itu tapi kita beriman kepada takdir dan berusaha melakukan ya berbagai sebab-sebab kebaikan maka beriman kepada takdir menggabungkan dua hal Siapa yang beriman kepada takdir tidak menggabungkan dua hal ini maka dia keliru yang pertama mengimani takdir itu sendiri bahwa semua dengan keputusan Allah subhanahu wa taala telah ditulis oleh Allah subhanahu wa taala telah ditentukan yang kedua berusaha beramalalu berarti kita harus mengambil sebab-sebab kebaikan dan membentengi dengan sebab-sebab ya membentengi diri mengambil sebab-sebab melaksanakan sebab-sebab Untuk membentengi dia dari kejahatan itu baru namanya iman pada takdir dia itu juga baru nanya namanya attawakul tapi tidak berusaha ya kemudian mengatakan udah kan ditakdirkan oleh Allah ya sama saja seorang ya sudah Kenapa kamu gak nikah ya sudah Allah takdirkan anak akan dapat anak ya maka ini orang tidak waras kenapa enggak ada yang namanya orang dapat keturunan ya kecuali itu ya berbeda ya bagaimana Allah ciptakan ee apa namanya itu ya Nabi Isa ya kalimah kalimah Allah ya yang Allah tiupkan ke e rahim ibunya Maryam selebihnya dengan pernikahan yang sah ya maka dengan suu orang seorang berusaha itu bentuk usaha n mendapatkan anak adalah takdir tapi apa usahanya seorang menikah kemudian ya ee apa namanya itu menggauli istrinya dan berdoa kepada Allah Azza waalla kemudian istrinya hamil kemudian berkembang ya proses 9 bulan kemudian setelah itu lahir dapat keturunan Adapun seorang yang ingin mendapatkan anak kemudian udah kau enggak Kalau Allah takdirkan dapat anak dapat anak tapi gak menikah itu orang yang tidak waras begitu juga dia ingin mendapatkan sesuatu in mendapatkan rezeki ingin berusaha ya dapatkan harta tapi begitu set Saya salat Subuh tidur sampai ya sampai Zuhur tidak berusaha gimana akan mendapatkan rezeki rezeki akan datang ke rumah berjalan kaki begitu nih saya datang begitu enggak akan dapat seperti itu Jadi ada usaha Nam maka beriman takdir itu mengimani segala suatu dengan ketentuan Allah kusan Allah dan berusaha dan usaha kita itu sendiri juga merupakan bagian dari takdir Allah subhanahu wa taala intinya semua dengan takdir Allah subhanahu wa taala wallahuam mudah-mudahan bermanfaatahu muhammadamdillahbamin Ust Barakallah fikum jazakallahuiran Terima kasih atas bimbingan dan pelajaran yang telah disampaikan semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya Selanjutnya kami berikan kesempatan untuk Anda bertanya di 0218236543 via telepon Sebutkan nama anda dan dari mana anda berasa silakan halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh B dengan siapa Di mana ini eh dengan Rudi Tangerang silakan Pak Rudi pertanyaannya Asalamualaikum Pak ustaz Waalaikumsalam warahmatullah eh yang ingin saya tanyakan begini Pak ustaz Eh bagaimana caranya Eh menyembuhkan kekecewaan gitu Pak ustaz ya eh atau kesedihan yang berlebihan karena telah mengalami takdir yang buruk Pak ustaz padahal sudah melakukan doa dan ikhtiar agar ee takdir yang buruk itu tidak terjadi Pak ustaz demikian Pak ustaz Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz mereka memiliki sebagai manusia yang normal mereka memiliki yang namanya emosional ya sedih marah ya senang kecewa itu manusiawi tapi kita bisa mengontrol hal itu bisa mengontrol hal itu dan tidak larut dalam suasana dan kondisi yang sesungguhnya tidak mendatangkan kebaikan bagi kita terutama dalam kita menjalani hidup ini yang tidak keluar dari lingkaran takdir tadi kita telah menjelaskan segala sesuatu dengan takdir maka di antara buah manis yang bisa kita nikmati yang kita petik dari iman kepada takdir membuat kita hidup dalam keadaan stabil dalam keadaan senang dalam keadaan tidak memiliki beban ya Kenapa demikian karena seorang yang hidup selalu ya melihat dari sisi negatif dari perihal dan ahwal yang terjadi yang menyertai hidupnya maka dia hidup akan selalu dalam kebingungan kegundaan keekecewaan ya kesedihan dan itu sangat berbahaya bagi psikologisnya psikologinya N maka dalam hal ini iman kepada takdir di antara buanya yang sangat bermanfaat ya di antara manfaatnya bagi kita semua adalah membuat kita dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi situasi dan kondisi yang menyertai hidup kita kita selalu mengatakan menghadapi ya dengan penuh kelapangan dada ketabahan kesabaran dan selalu mengambil ya hikmah-hikmah dalam perjalanan hidup dan nilai-nilai positif di bik semua ya takdir tersebut karena takdir rahasia Allah Kenapa kita harus kecewa namsara manusia kecewa tapi apakah kita akan terus tenggelam dalam ya kekecewaan tadi tidak sudah ambil hikmah berarti begitu telah berusaha dan tidak ada yang sia-sia dari usaha kita begitu kitaelah berusaha berusaha ternyata tetap itu masih terjadi Yakinlah itulah adalah takdir Allah yakin dan pasti ada hikmahnya dari kondisi seperti itu di antara hikmahnya kita semakin sadar bahwa ini memang kita ini memang sangat lemah karena seringki terkadang kita ini Lupa Daratan melihat P keahlian kita Oh saya sudah berusaha Masa iya sih saya ahli ini saya itu saya seorang dokter saya tahu ini dan seterusnya ya Nah di sinilah Titi awal Titi awal dari apa permasalahan hidup kita tatkala kita lupa daratan kita ya lupa kepada kekuatan Allah daya upaya dari Allah subhanahu wa taala kita mengandalkan ilmu kita kepintaran kita kekayaan kita ya kan saya kan punya harta bisa berubat ke mana saja dokter-dokter yang ahli spesial saya datang masa begini juga sih itah membuktikan bahwa harta kedudukan kita harta sebanyak apapun bisa mendatangi ahli berbagai ahli penyakit spesialis ya beragai penyakit tidak bisa menentukan semua ada yang mengatur yang di atas yang mengatur sudah yakin Ya terus berusaha dan merenung menghayati baain pasti penyebabnya ada pada diri saya dosa saya kesalahan saya kemaksiatan pernah dilakukan yang tampak dan tersembunyi permasalahan niat yang mungkin ya seperti itu berprasangka jelek kepada Allah Nah maka apailakukan teruslah berprasangka baik kepada Allah husnillah Yakinlah bahwa semuanya pasti ada hikmah pasti ada hikmah nah itu yang harus kita berusaha menggali hikmah tersebut dan itu akan mendatangkan kebaikan pada kita Oh iya ada hikmahnya kalaulah ya bukan ya ee atau kalaulah tidak ada di antara hikmah tersebut kita pahami kecuali kita semakin yakin bahwa hamdun ini hamba yang dif yang lemah banyak dosa dan maksiat yang pernah dilakukan dosa kesalahan maka Allah dengan seperti ini ingin menghapuskan dosa-dosa saya ya ujian dari Allah itu sebagai sebab menenghapus dosa Allah ingin menjadikan saya lebih dekat kepadanya yang selama ini mungkin saya lalai ingin menjadikan selebih kenal kepada Ya siapa yang sesungguhnya dan kenal kepada kebesar dan keagungan Allah banyak hikmahnya Iya kan Allah ingin bagi saya ingin banyak mohon keampunan kepadanya yang selama ini mungkin saya lalai tidak pun Astagfirullah sekarang lebih terasa Allah ingin begitu saya mungkin tidak seluasa keluar rumah karena sakit ya Allah ingin Mat saya lebih banyak mungkin fokus untuk bisa baca al-qur’an zikir yang selama ini saya mungkin tidak pernah baca al-quran dan Lal atau mungkin jarang berzikir Allah ingin bahwa saya ingin lebih Ingat kepada akhirat semua akan mati semua saya akan berakhir dunia ini apa yang telah saya persiapkan banyak ya hikmah-hikmah yang bisa diambil dan dipetik Jika seperti itu enggak perlu ada kekecewaan hilangkan istilah kecewa dalam kamus kehidupan kita enggak menambah kebaikan ya Berserah diri kepada Allah subhanahu wa taala Nah mungkin itu yang EE sedikit yang bisa disampaikan sebagai solusinya n wallahuam Barakallah fikum W jaazakallahu Khairan Terima kasih atas jawaban dan solusi yang disampaikan semoga bermanfaat untuk yang bertanya khususnya Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silakan di 0218236543 Halo silakan tersambung kami berikan kesempatan juga untuk Anda bertanya via telepon di 0819896543 di Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ibu dengan siapa ini di mana dari ibu Akbar di Jakarta silakan Ibu Akbar disampaikan pertanyaannya dikecilkan dulu Bu volume televisinya Oh I Iya Ibu mendengarkan Eh ini ee mau nanya tentang kunjungan melihat bangunan masjid ee begini Pak ustaz ee kalau kita mengunjungi ee masjid untuk melihat bang bangunannya tapi ee jaraknya dekat gitu seperti ee Masjid Kubah em yang ada di Depok sementara kita kan tinggal di daerah Jakarta atau Jabo detabek itu kan Akak enggak perlu Safar gitu itu bagaimana hukumnya Pak ustaz Terima kasih jazakumullahu kir asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan gak bisa saya memahami dengan benar pertanyaan karena gak dengar dari awal mungkin ada mik yang atau suara yang enggak kedengaran di sini baik Ustaz pertanyaan dari Ibu tadi kurang lebih seperti ini bagaimana hukumnya kita n sampai sekarang saya enggak dengar suara Oh iya kan kita cek kembali dari kami ke ustaz Asalamualaikum Ustaz Apakah bisa menyimak suara Kami sekarang tib N ee pertanyaan dari Ibu tadi kurang lebih seperti ini Ustaz Apakah hukumnya kita berniat atau bersengaja untuk mengunjungi masjid masjid hanya untuk melihat bangunannya saja dan kali ini masjidnya di sekitar ee dekat Kota kami misalnya kami tinggal di Jakarta kemudian kita akan mengunjuki masjid yang ada di Depok hanya untuk melihat keindahannya saja Apakah hukumnya Ee kita melakukan kegiatan seperti ini silakan Ustaz ya Eh terima kasih Barakallah Fik atas pertanyaannya eh in amalan ters sebut ya bergantung dengan niatnya kalau kita berniat mendatangi suatu masjid dengan meyakini ada keutamaan beribadah di sana Ini hanya ya disyariatkan kepada tiga masjid masjid alham Makkah Masjid Nabawi dan masjid alaqsa la tusad rihal illati masajid masjid haridil aqa Semoga Allah menyelamatkan mbebaskan Aqsa Palestina dari para penjajah Zionis ya semoga Allah membinasakan mereka hancurkan mereka dan mengembalikan masinah dan Masjidil Aqsa kengkuan kaum muslimin allahum Amin yang tiga masjid tersebut Adapun mendatangi suatu masjid melihat kemegahannyaat bangunannya seperti itu yaara hukum Mas gak ada masalah selama tidak diniatkan ya ada tujuan atau khusus ya beribadah di sana akan tetapi Bila seorang sampai di sana masuk waktu kebetulan dia masuk waktu salat ya salat di masjid tersebut bersama kaum muslimin Adapun meniatkan mendatangi suatu tempat tujuan ibadah di masjid tersebut ini hanya pada tiga masjid Makkah Madinah dan Aqsa adapun masid-masid yang di dunia ini ya mungkin kita penasaran mungkin kok bangunannya bagus sekali dan konstruksi dan yang lainnya desainnya penasaran ingin datang gak ada masalah melihat hal itu gak ada masalah ya Dan bila begitu sampai ke masjid tersebut dan masuk waktu salat ya ikut salat bersama kaum muslimin berjemah n seperti itu demikian wallahuam mudah-mudahan bermanfaatahu muhammadiamam ai wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakallahu Kiran Terima kasih atas kesempatan dan keluangan waktu yang Ustaz berikan untuk menyampaikan pelajaran serta bimbingan yang bermanfaat di kesempatan pagi hari ini semoga Allah senantiasa melimpahkan Taufik rahmat dan keberkahan untuk kita semuanya dan memberikan kesempatan kembali kepada kami untuk mengambil ilmu hari Jumat pagi yang akan datang kami yang bertugas mohon pamit undur diri subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *