Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahilladzi arala rasulahu bilhuda winil Haq liiruini w musyrikun adadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul la nabi baah para pemerhati rja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipud daya iblis disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu ihanani maah dan di kesempatan ini pembahasan berkaitan dengan tipu daya iblis terhadap kaum Sufi ketika ada yang meninggal dunia Nam ikhwat Islam wzakumullah Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Masykur Ustaz Nam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhuastainuhuagfiruhubillah ah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladina amanu ittaqulaha haqq tuqatih W tamutunna illa wa Anum muslim para pemerhati R kaum muslimin dan juga muslimat yang muliakan Allah pertama kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu masih kita melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku talbis iblis tulisan Ibnul jauzi pada siang ini kita akan melanjutkan pembahasan yang ada di dalam buku tersebut sebelumnya selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian kita masih dalam Bab yaitu tipu daya iblis terhadap kaum Sufi ketika menyikapi kematian ataupun berita kematian atau menyikapi musibah kematian sebelumnya salah satu talbis iblis terhadap mereka adalah mereka mengatakan orang mati tidak boleh ditangisi ya maka si Siapa yang menangisi orang mati berarti dia telah menyimpang dari jalur makrifat kita sudah jelaskan bahwa Rasulullah juga menangis ketika beliau ee wafatnya Putra beliau yaitu Ibrahim ya Nah demikian dan juga para sahabat ya juga menangis ketika menerima berita kematian nabi sallallahu alaihi wasallam ya jadi itu satu yang biasa asalkan tidak sampai kepada meratap meraung-raung ya Ee menyertai tangisan itu dengan ucapan-ucapan ratapan ya atau perbuatan-perbuatan seperti menampar-nampar pipi merobek-robek baju ya atau mencakar-cakar wajah Atau perbuatan-perbuatan lainnya maka itu adalah air mata yang EE Norm ya biasa dialami oleh seseorang ketika ya sedang bersedih sementara kaum Sufi mengatakan tidak boleh sama sekali menangisi orang yang mati ya tidak boleh menangisi orang yang mati nah kemudian talbis yang kedua atas mereka di dalam bab ini adalah saat ada yang meninggal mereka membuat acara yang mereka istilahkan sebagai urus ya perayaan kematian atau pesta pesta kematian ya di acara ini mereka menyanyi menari dan juga bermain mereka mengatakan Kami bahagia karena si mayit ini dia telah sampai kepada penciptanya ya Nah ini hingga berkembang menjadi satu perayaan ada dihidangkan makanan dan minuman di situ ya Ya lalu disertai dengan ee acara-acara ya untuk menunjukkan ya bahwa mereka gembira bahagia ya Nah demikian ada tiga talbis iblis terhadap mereka di ee terkait hal ini yang pertama adalah sunah Nabi ketika ada orang yang tertimpa musibah kematian ya maka keluarga yang berduka dibuatkan makanan ya karena mereka sedang sibuk hati mereka dengan musibah yang menimpa mereka mungkin mereka tidak tidak sempat untuk membuat makanan untuk diri sendiri Nah maka sunah bagi keluarga yang sedang berduka adalah dibuat makanan untuk mereka Bukan sebaliknya yaitu keluarga yang berduka membuat makanan untuk disuguhkan kepada orang lain ya Nah dalil yang menganjurkan agar membuatkan makanan ya Apabila ada yang sedang berduka keluarga yang berduka karena ya mungkin ada salah seorang anggota keluarga mereka meninggal dunia adalah hadis sahih ya dari Abdullah Bin Jafar Dia berkata saat berita kematian Jafar sampai kepada kami maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersab ahu Q jaahumilum Buatkanlah makanan untuk keluarga Jafar karena telah datang kepada mereka musibah kematian yang menyibukkan mereka nah ini sunah yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin yaitu membantu keluarga yang sedang berduka dengan membuatkan makanan untuk uk mereka ya Bukan sebaliknya keluarga yang berduka justru membuatkan makanan ya hingga kadang-kadang harus berhutang ya untuk menjamu para pelayat ya atau para tamu Nah demikian maka kita ketika juga berkunjung kepada keluarga yang sedang berduka kita tidak boleh berlama-lama ya dan kita juga hendaknya membawa makanan untuk untuk mereka ya tidak datang dengan tangan kosong itulah anjuran Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan tidak perlu membuat ya kita katakan panggung ataupun ee tenda sehingga orang-orang berkumpul di situ ya tentunya mereka akan Repot ya untuk menjamu tamu ya untuk menerima tamu sementara mereka sedang berduka maka tidak ada perayaan-perayaan kematian Ya seperti yang banyak dilakukan hari ini yang pada ada pada ee pada dasarnya itu justru memberatkan ya tuan rumah keluarga yang sedang berduka bahkan ada yang terpaksa berhutang gitu ya untuk menjamu tamu-tamu atau pelayat-pelayat yang datang dan kadang-kadang pelayat-pelayat ini pun juga enggak pulang-pulang mereka duduk di situ sehari sehingga ya Ee kita katakan tuan rumah harus menyiapkan makanan dari pagi sampai malam Nah ini Tentunya memberatkan keluarga yang sedang berduka ya Nah demikian ya kita datang ke kepada ke rumah keluarga yang sedang berduka itu adalah untuk menyampaikan kata-kata takziah kata-kata takziah itu adalah kata-kata hiburan memberikan semangat ASI kepada mereka untuk tidak larut dalam kesedihan ya agar mereka bisa bersabar menerima Ketentuan dan ketetapan takdir Allah subhanahu wa taala ya Nah itu yang pertama yang kedua kaum Sufi ini justru bergembira untuk mayit dan berkata Dia telah sampai kepada rabnya kegembiraan ini tidak beralasan sebab kita tidak yakin Apakah si mayit diampuni dari segala dosanya atau tidak apa jaminan kita untuk bisa bergembira di hadapannya padahal Mungkin dia termasuk orang-orang yang disiksa Allah subhanahu wa taala maka bagi yang datang justru mendoakan itu perintah nabi ya akikum berdoalah kamu untuk saudaramu faahusal karena dia sekarang sedang ditanya ya kita justru diperintahkan untuk mendoakannya supaya dia terbebas dari himpitan kubur supaya dia bisa melewati fitnah kubur supaya dia bisa selamat dari himpitan kubur bukan justru bergembira dan yakin bahwa dia pasti yang mendapatkan sesuatu yang membahagiakan di sisi allah subhanahu wa taala justru dia butuh doa dari kita orang yang meninggal justru sangat memerlukan membutuhkan doa dari orang-orang yang hidup ya Nah demikian ya itulah yang diperintahkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya kepada para sahabat ketika mereka melayat ya jenazah supaya mereka mendoakan jenazah itu agar dimudahkan baginya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan alam kubur ya dibebaskan dia dari himpitan kubur wallahuam bisawab Umar bin pernah berkata saat putranya meninggal yang menyita perhatianku adalah rasa haru atas keberuntungan kamu bukan kesedihan atas kehilanganmu wahai anakku ya demikian perkataannya ya Eh demikian pula dari Ummul ala bahwasanya ia pernah bercerita ketika Utsman bin mad’un meninggal dunia Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam datang menjenguk kemudian berkata semoga allahahat wahai Abu suaib Aku bersaksi untukmu bahwa Allah telah memuliakanmu mendengar pujian itu nabi pun berseru dari mana kamu tahu bahwa Allah akan memuliakannya ya Dari mana kamu tahu bahwa Allah subhanahu wa taala akan memuliakannya ya maka kita berdoa sungguh-sungguh Berdoa untuk si mayit ya bukan optimis ini pasti masuk surga sebagian orang seperti itu ya ya karena orang ini orang saleh ya dalam pandangan mereka Maka yang mereka ee Ucapkan pada saat melayat itu adalah pujian-pujian yang kadang-kadang pujian-pujian yang berlebihan W ahl surga ini itu dan lain sebagainya ee Ini ahu surga ini Dan ya Dari mana tahu maka nabi mengatakan mendengar pujian-pujian seperti itu ya nabi pun berkata Dari mana kamu tahu bahwa Allah akan memuliakannya maksud dari perkataan ini adalah tidak perlu muemuji seperti itu ya kita enggak tahu Bagaimana perjalanannya menuju Allah subhanahu wa taala yang dia perlukan bukan pujian-pujian itu yang dia perlukan dari kita adalah doa kita karena dia sangat memerlukan itu maka nabi mengatakan Doakanlah bagi e saudara kamu ini agar dia Teguh Sabat menghadapi fitnah-fitnah kubur ya fitnah-fitnah kubur pertanyaan mungkar dan Nakir ya dan banyak lagi ujian-ujian yang dihadapi oleh manusia ketika dia berada di alam barzakh bukan kata-kata pujian yang ya kadang-kadang jugaj yang berlebihan maka nabi menimpali perkataan itu dengan mengatakan Dari mana kamu tahu bahwa Allah akan memuliakannya tidak perlu memuji seperti itu tapi Doakanlah saudaramu itu karena dia perlu doamu sekarang Nah demikian wallahuam bawab yang ketiga kata beliau di sini Ibnu jazi mengatakan mereka Menari Menyanyi dalam acara tersebut seingga perilaku ini membuat mereka keluar dari tabiat wajarnya manusia yaitu bersedih ketika ya kita katakan ee menghadapi ataupun menerima musibah kematian itu atau berita kematian itu kehilangan ya bukan justru menari dan menyanyi ya menari dan menyanyi Ya mungkin dalam agama lain ya tapi dalam agama kita tidak seperti itu ya Nah demikian wallahuam bawab maka nabi menunjukkan kekhusyukan beliau tertunduk dan beliau mengucapkan kata-kata nasihat selain kata-kata takziah seperti yang Nabi lakukan ketika menguburkan jenazah salah seorang sahabat Ansar nabi menceritakan Bagaimana perjalanan ruh seorang mukmin dan ruh seorang kafir di momen seperti itu kan Menari Menyanyi ya momen di momen tersebut dimanfaatkan untuk bisa mengambil Ibrah dan pelajaran dari musibah kematian ya Nah demikian wallahuam bisawab di sisi lain jika memang orang yang meninggal dunia itu diampuni maka tarian dan permainan tetap tidak layak dijadikan sebagai ungkapan syukur ya sedangkan jika siimit termasuk golongan yang disiksa lalu Apa hubungannya ya dengan ekspresi mereka bergembira dengan ee bernyanyi dan menari ya lalu di manakah uluapan ekspresi kesedihan di mana kesedihan kalau ternyata si mayit ini termasuk orang-orang yang diazab ya Nah demikian wallahuam bisawab jadi ini adalah perilaku-perilaku yang justru menyimpang ya dari ee ee ajaran yang seharusnya yang diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang dicontohkan nabi juga Ketika Nabi menghadapi ya kita katakan musibah kematian ya berita kematian ya nabi justru memanfaatkan momen itu untuk mengambil Ibrah beliau menyampaikan kata-kata nasihat ya ketika akan menguburkan ya jenazah seorang sahabat Ansar tersebut nabi menyampaikan nasihat ya nabi menunjukkan rasa tawadu khusyuk ya para sahabat terdiam ya tidak berkata-kata bahkan tidak berbicara Mereka mendengarkan petuah nabi sallallahu alaihi wasallam seolah mereka hanjut untuk mentadaburi ya apa yang yang yang mereka saksikan saat itu ya Eh yaitu Ee kita katakan mengambil Ibrah dari kematian tersebut itulah momennya bukan Menari Menyanyi ya dan menunjukkan seolah-olah enggak ada kesedihan ya Ee ini adalah momen gembira Ya seperti yang mereka katakan tadi bahwa ya Si Fulan ini telah sampai kepada rabnya ya yakin optimis bahwa orang ini pasti masuk surga ya dan demikian tadi nabi mengatakan dia dari mana kita tahu dia ini masuk surga itu membuat kita nanti akhirnya lalai ya tidak mendoakannya atau tidak sungguh-sungguh untuk mendoakannya maka dari itu Nabi setelah menguburkan mayit beliau mengambil waktu sejenak untuk berdoa menghadap kiblat dan berdoa untuk si mayit tidak langsung bubar ya dari pemakaman Tapi beliau mengambil waktu sejenak ya sekadar disebutkan di dalam riwayat sekadar menyembelih seekor kambing mengulitinya dan membagi-bagikan dagingnya artinya waktu yang Ya lumayan lama untuk mendoakan ya Ee orang yang meninggal ini itulah yang sangat dia perlukan saat itu ya Nah demikian wallahuam bissawab tib jadi ini merupakan bentuk-bentuk talbis iblis terhadap mereka kaum sufi dalam menyikapi berita kematian ya wallahuam bissawab berikutnya Ibnu jauzi membicarakan tentang talbis iblis terhadap kaum Sufi ya sehingga mereka malas menukuni ilmu syariat karena bagi mereka itu tingkatan rendah ya mereka Sekarang sudah sampai makrifat atau hakikat maka ini membuat mereka malas menekuni syariat ya ya dan tentunya mereka juga malas menekuni ilmu syariat ya Ibnu jauzi mengatakan ketahuilah tipuan pertama iblis kepada anak Adam adalah menghalanginya dari ilmu agama ya ketahuilah tipuan tipu daya pertama iblis terhadap manusia anak Adam adalah menghalanginya dari ilmu agama sebab ilmu adalah cahaya Ketika cahaya yang itu padam ya ya dipadamkan oleh iblis maka iblis akan leluasa untuk menyesatkan anak Adam ini dalam kegelapan seperti apapun yang dia inginkan seperti yang diinginkan dikehendaki oleh iblis ini kata-kata patut ditulis dengan tinta emas ya Bahkan ini merupakan intisari yang penting dari buku talbis iblis perkataan IBN jauzi ini ya yaitu ketahuilah talbis iblis pertama terhadap manusia adalah menghalangi mereka untuk sungguh-sungguh menuntut ilmu agama mengetahui ya dengan sebenarnya mana yang hak dan mana yang batil sehingga dengan ilmu itu mereka bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil mana yang seharusnya dan mana yang tidak seharus harusnya ya Nah demikian mana yang Makruf dan mana yang mungkar mana yang sunah dan mana yang bidah mana yang hak dan mana yang batil mana yang tauhid dan mana yang Syirik itulah fungsi ilmu membedakan Furqan maka iblis tahu itu oleh sebab itulah tipu daya pertama kepada anak Adam ini bagaimana supaya mereka menj jauhi ilmu malas menuntut ilmu merasa puas dengan sedikit ilmu ya ya karena ilmu adalah cahaya yang membimbing yang menerangi yang menuntun kita ya dalam kegelapan kita perlu cahaya itulah dia ilmu nah apabila padam maka kita akan meraba-raba segala sesuatu serba meraba-raba menduga-duga kita pun tak yakin apa yang kita lakukan itu benar atau salah ke mana langkah kita kita enggak enggak yakin Apakah ini mendekati tujuan atau menjauhi tujuan ya Nah maka apabila cahaya itu padam ya cahaya ilmu itu sudah padam dalam hati manusia maka iblis akan lueluasa bebas ini anak Adam mau disesatkan gimana bentuknya sesatnya karena kita tahu bahwa kesesatan itu banyak sekali bentuknya ya Banyak sekali bentuknya dan ada levelnya juga ada yang sesat mulai dari sesat di dalam masalah-masalah yang furu sampai sesat di dalam masalah-masalah usul masalah-masalah prinsip Nah demikian ya Nah maka ee iblis merasuki kaum Sufi dari celah ini Ya dengan melalui beberapa pintu ya yaitu gimana supaya mereka jauh dari ilmu Bagaimana supaya kaum Sufi ini jauh dari ilmu ada beberapa pintu yang mereka Buka di sini ya yang di iblis buka bagi manusia yang pertama adalah menghalangi mereka dari ilmu iblis membuat mereka merasa bahwa mempelajari dan atau mengamalkan ilmu memerlukan jerih paya serta keletihan iblis juga menjadikan mereka lebih menyukai hidup santai hingga mereka akhirnya lebih memilih untuk mengenakan pakaian tambalan pura-pura menjadi orang zuhud dan duduk-duduk menganggur tidak mau menuntut ilmu malas ya memang menuntut ilmu itu letih ya berat banyak tahapan-tahapan yang harus kita lewati harus sabar memerlukan waktu yang panjang sehingga dikatakan la yutlabul ilm birahatil jasad tidak akan dapat diraih ilmu itu dengan bersantai-santai ya Nah perlu perjuangan mujahadah untuk mengetahui ya ya ya kita katakan satu kebenaran dalam sebuah masalah ya kita perlu ee ee bertanya menelaah ya dan perlu belajar dari satu guru ke guru yang lain ya kadang-kadang Kita juga harus mengoreksi ilmu kita ya kita belajar kan enggak langsung sempurna ya ada ee kita katakan jenjangnya ya dulu kita mungkin sebatas kulit saja yang kita ketahui ya lama-lama mungkin kita bisa menyelami suatu masalah lebih dalam lagi Ya Nah demikian jadi perlu jerih payah yang luar biasa nah kaum Sufi tidak mau ini semua mereka ingin shortcut istilahnya jalan pintas ya sampai ke derajat yang tinggi tanpa mau belajar Gimana caranya pura-pura zuhud ya pura-pura zuhud menipu manusia dengan tampilan Nah hatihati dengan tampilan ada orang yang tampilannya luar biasa tapi ilmunya nol karena malas belajar dia enggak mau belajar enggak mau membaca Ya belajar itu bisa kita identikkan dengan membaca orang yang Malas baca itu malas belajar Kalaupun dia duduk Taklim hanya bengong aja maka nabi perintahkan kita untuk mengikat ilmu dengan menulis ya membaca menulis mencatat itulah ilmu Maka diungkapkan dengan apa almihbarah Ilal maqbarah alat tulis ini sampai ke kuburan kata Imam Ahmad artinya apa ya seorang penuntut ilmu itu ada ada tanda-tandanya yaitu Dia rajin mencatat ya dia rajin membaca karena membaca itu jendela ilmu apa mungkin kita mengklaim diri kita sebagai penuntut ilmu tapi malas membaca kalau duduk datang dengar diam ya semua orang juga bisa ya semua orang juga bisa ya Apakah hafalan kita seperti hafalan para Salaf dahulu sekali dengar bisa hafal sekali baca bisa paham tentunya tidak ya Enggak seperti itu kita perlu mengulang-ulang membaca kita perlu mencatat ya perlu mujahadah di dalam menuntut ilmu enggak bisa santai ya tapi bagaimana kita bisa mengklaim diri kita sebagai seorang penuntut ilmu sementara kita malas baca ya malas membaca ya kadang-kadang untuk membeli buku saja kita berkera kita pelit ya ya ya yang ada di dalam e benak mindset banyak menuntut ilmu hari ini ya bukan penuntut ilmu ya orang awam hari ini ya yang namanya buku agama itu harus gratis ya enggak perlu susah paya membelinya dengan uang sendiri hasil jerip paya Sendiri lebih bagus beli makanan katanya kenyang gitu ya ya pen kalau betul-betul penuntut ilmu bukan itu yang yang menjadi ke kegembiraannya ataupun kebahagiaannya dia bahagia dengan membaca jadi kita juga harus menumbuhkan minat baca pada diri kita dan keluarga kita Karena itulah dia simah yaitu ciri khas tanda-tanda seorang penuntut ilmu ya Nah demikian Lalu bagaimana kita mengklaim diri kita penuntut ilmu tapi kita malas baca saya katakan tadi ya kita du Taklim itu enggak jamin ya banyak yang seperti itu ya bengong aja keluar dari Taklim juga enggak ngerti apa-apa dia kenapa enggak dia catat itu ya buku pun dia enggak punya begitu padahal kadang-kadang kajiannya itu kajian kitab itu tapi dia datang tangan kosong kan hebat itu luar biasa ya kalau dihafal bukunya mungkinlah ya Ini dia enggak hafal bukunya ya Lalu bagaimana dia bisa mengikuti di kajian ituu ini kajian kitab ya ya memang idealnya kajian itu ya Kajian kitab ya hari ini ya karena ada pegangan kita kita pulang tidak tangan kosong begitu ya ada hal-hal yang bisa kita murajaah kan begitu ya Nah itulah penuntut ilmu Nah maka coba tanyakan kepada diri kita sendiri apakah saya ini memang pantas masuk jajaran penuntut ilmu atau jangan-jangan sampai hari ini kita itu masih awam ya masih statusnya ya sebenarnya awam begitu wallahuam bissawab nah kaum Sufi ini berusaha untuk men apa ya manipulasi kenyataan berkamipulase seorang-orang orang Saleh dengan penampilan ya karena sebagian orang itu menang gaya aja dia gayanya penuntut ilmu tapi hakikatnya enggak gayanya ya penuntut ilmu penampilannya ya penuntut ilmu tapi Isinya enggak sebenarnya wallahuam bawab nah seperti kaum Sufi ini mereka pura-pura seperti orang zuhud dengan pakaian tambal sana tambal sini tapi kerjanya duduk menganggur gitu ya tidak mau menuntut ilmu maka Imam Syafi’i menegaskan ini perkataan Imam Syafi’i ya beliau menegaskan tas twuf itu didirikan atas dasar kemalasan atas dasar kemalasan e Ustaz Mereka rajin ibadah ya kita katakan ibadah kita rajin ibadah tanpa ilmu itu kan berantakan semua ibadah itu kita enggak ngerti apa yang seharusnya kita lakukan bagaimana kita melakukan ya nah seingga wajar kalau tabrakan semua itu waktunya dia mencari nafkah dia justru beribadah ya dia asyik beribadah padahal waktunya dia mencari nafkah waktunya dia istirahat tidur dia justru salat ya Sehingga kadang-kadang ya dia kejar yang sunah dia tinggalkan dia abaikan dia lalaikan yang wajib Itulah kalau ibadah tanpa ilmu berantakan semua kadang-kadang suka benturkan antara satu kewajiban dengan kewajiban yang lain Mereka benturkanlah kewajiban menikah misalnya menuntut ilmu misalnya dengan ibadah akhirnya mereka tidak menikah tidak menuntut ilmu nah ini kejahilan adalah musuh terbesar umat manusia oleh karena itulah iblis berusaha untuk agar menjauhkan manusia ini dari ilmu ya Nah demikian jadi kata Imam Syafi’i ya tasawuf itu didirikan atas dasar kemalasan ya malas di sini adalah malas menuntut ilmu ya malas menuntut ilmu mereka katakan ilmu bukan tujuan tujuannya adalah amal ya tujuannya adalah amal ini sama dengan orang yang ingin makan ya tapi tidak mencari makan membuat makanan Mencari makanan tiba-tiba dia sudah kenyang begitu ini kan enggak masuk akal Ya di mana kita bisa beribadah sampai kepada tujuan kalau kita tidak melewati jalannya Fain safinata tajri Alal yabasi Karena yang namanya kapal perahu sampan itu tidak akan berlayar di atas daratan Bukan begitu wasilahnya Bukan begitu prosesnya Nah demikian wallahuam bissawab jadi ini yang menghambat mereka ituau yang yang membuat mereka jatuh dalam banyak pertentangan ya maka ee malas itu harus diperangi apalagi malas menuntut ilmu ya itu harus di jauhi harus diobati penyakit itu wallahuam bisawab penjelasan perkataan Imam Syafi’i tersebut kata Ibnu jauzi sebagai berikut jadi di sini Ibnu jauzi mensyarah perkataan Imam Syafi’i tadi Karena tujuan jiwa manusia adalah mendapatkan kekuasaan dan kesenangan duniawi sedang mencari kesenangan duniawi tersebut dengan menuntut ilmu terlebih dulu memerlukan waktu yang lama dan menguras tenaga itu pun belum dipastikan Apakah tujuan itu bisa tercapai atau tidak sementara kaum Sufi ini mereka ingin segera mendapatkan kekuasaan dan kesenangan duniawi sehingga menampakkan kezuhudan pura-pura zuhud sebab dengan cara seperti ini kekuasaan dan kesenangan duniawi bisa mereka dapatkan dengan lebih cepat yaitu mereka ingin menarik simpati orang-orang yang melihat mereka atau mendapatkan sebutan dan status di tengah-tengah manusia dengan penampilan ya Yang seolah-olah ini sudah penampilan Wali ini ya maka dia tiba-tiba sudah sampai derajat Wali Allah begitu ya tapi enggak belajar gitu Nah maka sekarang ini berlomba-lombalah berebut-rebutlah orang bicara tentang agama Padahal baru kemarin hijrah baru kemarin tobat gitu ya ya bahkan ada yang belum betul-betul tobat gitu belum betul-betul hijrah Tapi semua sudah berlomba-lomba berebut-rebut untuk bicara agama supaya mendapatkan status di tengah-tengah manusia ya lalu yang yang lebih aneh lagi mereka merendah kan orang yang benar-benar menuntut ilmu begitu ya para penuntut ilmu atau bahkan para ulama ya ini betul-betul talbis iblis yang luar biasa kepada Bani Adam anak Adam seperti ini luar biasa itu wallahuam B hendaknya ya dia Coba tanyakanlah kepada hatinya sendiri dia lakukan itu untuk apa sebenarnya wallahuam ya Nah demikian Nah mungkin sampai di sini dulu nanti akan kita lanjutkan lagi masih dalam Bab talbis iblis terhadap kaum Sufi sehingga mereka malas menekuni ilmu Syari subhanakallah wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Nam Terima kasih jazakallahu Khairan barakallahu fikum kepada guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani mafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat demikian ikhwat islamakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipuda iblis Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita n kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih atas kebersamaan anda semua wabillahi taufik wal hidayah subhanakallumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka watbu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *