3 FM menyebar cahaya sunah Asalamualaikum warah matullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin waa alihi wa asabihi wan Wal Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wasul ba’duh ikat Islam azakumullah n para pemerhati rajah di Manap pun anda berada Alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini kita dapat bersua kembali dan kita akan ikuti bersama kajian ilmiah dari pembahasan Parenting dari diambil dari buku Ada apa dengan remaja di yang disusun ditulis oleh alustaz AB Isan almaidani hafidahullah Dan disampaikan pada kesempatan pagi ini seperti biasa oleh penulisnya langsung yaitu beliau yaitu Al Ustaz Abu Ihsan almaidani dalam subpembahasan potret remaja atau pemuda di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya perihal pembahasan kita di kesempatan pagi hari ini silakan Anda bisa mengirimkannya di nomor layanan Whatsapp ya di nomor 0819896543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Al Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh waudubillahi Min Syuri anfusinaahillah Fala m asuaahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun Amma ba’du para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah Rabb semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati roaja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan Pagi ini kita kembali bertemu Masih bersama buku Ada apa dengan remaja kita sampai pada poin yaitu potret remaja di masa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ada beberapa sahabat-sahabat yang sudah kita bahas ya E contoh-contoh remaja pada masa nabi terakhir kita membahas Anas bin Malik ya beliau adalah seorang remaja yang berkhidmat menjadi khadim Nabi Ya selama lebih daripada 10 tahun dan beliau adalah seorang remaja yang bisa diandalkan khususnya di dalam hal menyimpan rahasia-rahasia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berkhidmat melayani Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di usia yang muda Beliau memiliki kecakapan untuk dapat melayani ya berkhidmat E tentunya tidak semua orang punya Ee kita katakan ee bakat ya untuk melayani ya untuk berkhidmat ya mengetahui kebutuhan ee orang yang ee dikhidmati ya di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Nah demikian berikutnya ya potret remaja di masa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah samurah bin jundub al-fazari Ya setelah Ayah beliau gugur sebagai Syuhada sang ibu mendaftarkannya untuk berjihad kemudian ibunya dinikahi oleh salah seorang sahabat Ansar saat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menginspeksi pasukan yaitu pada perang uhud Rafi samurah dan sahabat-sahabat muda lainnya para remaja berjalan dengan kaki berjinjit agar terlihat tinggi dan besar Mereka takut dipulangkan ya ditolak oleh nabiar Nabi adalah Panglima pasukan berhak untuk memilih siapa yang ikut dan siapa yang tidak ikut akan tetapi kemudian Rasulullah memulangkan rafi’ Lalu ada yang mengatakan bahwa rafi’ adalah pemanah yang mahir dia punya kelebihan keahlian memanah dia Mahir memanah maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pun mengizinkannya ikut berperang ya karena keterampilannya memanah ya rafi’ nah tiba di hadapan samurah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menolaknya ya karena dia memang masih remaja saat itu di bawah 15 tahun samurah menangis dan berkata engkau izinkan dia yaitu rafi’ sementara aku Engkau tolak andai aku berhadapan dengannya aku pasti dapat merobohkannya ya aku bisa mengalahkannya maka samuro dan Rafi pun kemudian saling berhadapan dan samurah berhasil merobohkan Rafi akhirnya beliau mengizinkan keduanya ikut berperang ikut dalam peperangan uhud Rasulullah juga pada saat itu menolak usamaah bin Zaid Abdullah bin Umar Zaid Bin Tsabit bar bin azib Amr Bin hazm usaid Bin Zahir saat Perang Uhud karena mereka belum baligh ya setelah menginjak usia 15 Tahun barulah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengizinkan mereka ikut serta dalam perang khandq itulah perang yang pertama Pak para remaja ini mengikutinya yaitu perang khandq pada saat Perang Uhud nabi menolak mereka ini menunjukkan Bagaimana ee antusias para remaja dahulu untuk ikut berjuang bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya usia tidak menghalangi mereka hanya saja nabi sallallahu alaihi wasallam tidak mengizinkan mereka pada saat itu karena mereka belum baligh nah ketika mereka sudah menginjak usia 15 tahun ke atas sudah lewat masa Tengah remaja ya mereka dinilai cukup mampu untuk ikut perang bersama nabi barulah nabi mengizinkannya Adapun samurah dan rafi’ diizinkan karena mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh eh remaja-remaja yang lain Rafi ini adalah seorang remaja yang mahir memanah dan itu dibutuhkan oleh kaum muslimin ya terutama pada perang uhud kita tahu Nabi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meletakkan para pemanah di ee Jabal rumat ya Nah ee dan nabi mengizinkan samurah bin jundub ikut karena ia adalah seorang remaja yang tangguh ya Ee bisa mengalahkan ee ee anak yang lebih besar darinya Rafi lebih besar daripada samura lebih tua tapi samuro dapat mengalahkannya maka maka nabi melihat ya ketangguhan yang dimiliki oleh samura dan beliau mengizinkannya ya Nah ini potret remaja pada masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya dahulu para remaja sahabat-sahabat yang masih muda saling berlomba untuk ikut bisa ikut berjihad bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pun sangat menghargai semangat dan kemampuan mereka ya namun Ee tidak serta-merta nabi mengizinkan mereka ikut ya nabi baru setelah mereka berusia 15 tahun ke atas nabi menilai bahwa mereka sudah cukup ya Ee layak untuk ikut ya karena itu sudah masuk menginjak masa awal pradewasa ya mampu memanggul senjata ya mampu berhadapan dengan musuh membela Islam dan kaum muslimin Nah itu gambaran potret remaja pada masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya mereka adalah pemuda-pemuda remaja-remaja yang berani ya mereka memiliki ee keterampilan ya mereka memiliki keterampilan ya dan dengan keterampilan itu mereka ya diikut sertakan Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersama orang-orang dewasa lainnya ya sebelumnya Usama bin Zaid bahkan sudah menjadi Panglima ya Ee perang ya di usia yang sangat belia ya karena sejak 15 tahun beliau sudah ikut perang khandq bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nah demikian ya ini salah satu contoh di sana ada sahabat-sahabat yang ya memiliki keterampilan-keterampilan di dalam berperang berbela diri Dia memakai alat-alat persenjataan seperti panah tombak dan sejenisnya ya dan tidak semua orang punya keterampilan seperti itu seperti Rafi tadi ya Ee ia direkomendasikan oleh orang-orang karena mereka menilai dia adalah remaja ataupun anak muda yang pintar Mahir memanah Ya enggak semua orang punya kelebihan seperti itu Ya pintar memanah Mahir memanah maka dia pun diikut sertakan dan Bahkan mereka karena girah semangat yang mereka miliki mereka berusaha untuk tampil dewasa di depan nabi dengan berjinjit begitu ya supaya kelihatan tinggi agar mereka diizinkan untuk ikut perang bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Nah demikian ya pada saat itu ya Ada juga Usama Abdullah bin Umar Zaid Bin Tsabit dan dan lain-lain cuma nabi menolak mereka dan baru setelah mereka berusia 15 tahun Nabi mengizinkan mereka tapi samurah dan Rafi pada saat itu ya diizinkan nabi untuk ikut karena kelebihan yang mereka miliki oleh karena itu pula ya para remaja harus membekali diri mereka dengan keterampilan ya keterampilan itu adalah satu hal yang penting juga ya salah satu nilai yang di miki oleh seseorang adalah dia punya keterampilan maka para remaja Jangan malas untuk belajar menambah keterampilan keterampilan yang bermanfaat ya Ya siapa tahu bahwa keterampilan itu akan berguna bagi Islam dan kaum muslimin ya Nah demikian kadang-kadang kita punya bakat tapi kita sia-siakan ya Nah keterampilan ini kan berkaitan erat dengan bakat ya yang dimiliki oleh seseorang Ya seperti seperti Rafi tadi punya bakat memanah Enggak semua orang yang memiliki bakat seperti itu ya Tidak Semua orang punya bakat seperti itu maka dari itu para remaja khususnya remaja hari ini ya hendaknya Mereka jangan cepat puas ya Ee mereka hendaknya terus menambah keterampilan dan keterampilan yang bisa mereka kembangkan ya Nah demikian kuncinya di sini adalah Jangan malas ya kadang-kadang karena malas itu menghambat kita untuk mengeksplore diri kita sendiri ya ya Sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa kita kembangkan dari diri kita hanya saja karena malas ya itu mentok sudah ya enggak ada ee obatnya kalau sudah kena penyakit malas itu ya kecuali kita melawannya dari diri sendiri maka anak muda enggak boleh malas ya hendaknya dia terus menggali keterampilan-keterampilan yang ada bukan hanya ya kita katakan asi akademis di sekolah kadang-kadang ada orang yang justru berkembang di luar artinya di luar Ee kita katakan ee jenjang pendidikan yang dia jalani ya Nah demikian wallahuam baawab berikutnya adalah Abdullah bin Abbas ini juga merupakan potret remaja di masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau adalah putra dari Al Abbas bin Abdul Muthalib Paman Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan Maimunah adalah bibinya istri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ummul mukminin nah Ibnu Abbas biasa menyiapkan air wudu Rasulullah saat beliau bermalam di rumah Maimunah ini adalah sosok sahabat ya contoh penuntut ilmu sejati ya yang kita katakan mengambil setiap kesempatan untuk bisa belajar dari nabi berkhidmat melayani nabi sambil belajar dan beliau punya kemampuan yang tidak dimiliki oleh sahabat-sahabat yang lain ya Ibnu Abbas menceritakan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berada di rumah Maimunah lalu aku siapkan air wudu untuk beliau kemudian Maimunah berkata Kepada beliau Pada Rasulullah Abdullah bin Abbas yang telah menyiapkan ayat untukmu maka nabi pun berdoa ya Allah berikanlah kepadanya pemahaman dalam ilmu agama Allahumma faqihu fiddin Wa alimhu attawil Ya Allah berikanlah kepadanya pemahaman dalam ilmu agama dan ajarkanlah Ilmu Tafsir al-qur’an kepadanya ya tafsir Quran kepadanya ini doa Nabi ya Jadi ini contoh ya seorang penuntut ilmu berkhidmat untuk Orang alim ya mungkin Alim itu akan ee Memberikan ilmu yang tidak dia berikan kepada yang lain ya maka salah satu adab penuntut ilmu itu adalah berkhidmat untuk Alim ya Nah demikian seperti yang ditunjukkan di sini dicontohkan di sini oleh Ibnu Abbas Belu ingin menimba ilmu mendapat ilmu dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari kesehariannya bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka beliau pun berkhidmat tanpa diminta berinisiatif ya ini seorang anak muda remaja tapi memiliki wawasan yang jauh ke depan ya hingga akhirnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mendoakannya ya mendoakannya ya Tentunya semua ada sebab akibat ya tidak serta-merta nabi mendoakan seperti ini ya itu semua melalui proses tentunya Ee tidak ee tiba-tiba nabi mendoakan ini untuk Ibnu Abbas ya tanpa enggak ada sebab enggak ada angin Enggak ada hujan enggak tadi kita sebutkan bahwa beliau ini Abdullah bin Abbas ini m berkhidmat untuk Nabi padahal beliau Bukan khadim nabi ya Ada khadim nabi ya pelayan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi Abdullah bin Abbas bersama nabi itu karena beliau ya adalah ee keponakannya Maimunah maimuna adalah bibinya maka beliau bisa menginap di rumah maimuna bersama Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada saat itu ia adalah seorang remaja B ee anak muda ya mungkin di masa awal remaja Tapi beliau punya wawasan ya punya inisiatif ya Ee beliau mengenali ya mungkin bakat yang beliau miliki dalam hal menimba ilmu ya menjadi seorang ee ilmuwan ya ya ini adalah contoh ya kita katakan penuntut ilmu sejati ya mau berkhidmat untuk ya ahli ilmu begitu ya hingga akhirnya ya beliau dapat doa dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Ya enggak semua orang kan didoakan nabi seperti ini ya Ya bisa aja nabi mendoakan semua orang seperti ini Ya semua remaja di masa nabi didoakan seperti ini kan bisa aja nabi ketemu remaja yang lainnya juga mendoakan seperti ini tapi nabi melihat ya nabi memberikan doa ini kepada Ibnu Abbas karena melihat bakat yang ada padanya maka nabi pun membantunya dengan doa ya ini yang perlu kita ya pahami dari doa yang di kadang-kadang kita tahu doa ini ya ya apakah nabi ee mendoakan begitu saja tidak nabi tidak mendoakan semua remaja banyak remaja di masa nabi Tapi tidak semua dapat doa seperti ini ya Nah ya itu tentunya setelah melihat kegigihan Abdullah bin Abbas untuk Ya belajar ya Ee Karena tidak semua orang memiliki ketahanan belajar yang yang sama ya durabilitas dalam menuntut ilmu itu berbeda-beda Ya kita tahu itu karena kita juga pernah jadi guru kita lihat ada murid-murid santri santri-santri yang punya ketahanan belajar dan ada yang payah gitu ya ya memang bukan bakatnya gitu ya Ee Enggak dia enggak konsisten begitu ya ya ketahanan belajarnya payah begitu ya Nah memang bukan bidangnya mungkin ya bukan bakatnya jadi enggak bisa dipaksakan juga ya tapi di sana ada anak-anak yang memiliki ketahanan belajar yang luar biasa pantang belajar kalau enggak selesai begitu nah banyak anak-anak yang selesainya terpaksa begitu ya atau bahkan enggak selesai karena ketahanannya menuntut ilmu juga enggak kuat ya enggak ada bahkan sangat sangat minim begitu ya asal asal lulus saja yang penting luluslah begitu ya ya Nah demikian jadi berbeda-beda ya manusia itu Allah anugerahkan rezeki yang berbeda-beda enggak Semua orang punya ketahanan belajar yang sama walaupun kita semua sadar kita harus menuntut ilmu tapi masalah ketahanan belajar ya itu ee berbeda antara satu dengan yang lain maka nabi melihat bakat ini pada Abdullah bin Abbas bahwa dia bukan sembarang remaja seperti remaja-remaja lainnya ada suatu yang bisa diandalkan pada diri Abdullah bin Abbas ya itu didukung dengan apa ya minatnya karena kalau orang yang bakat itu pasti dia akan menunjukkan minatnya ya Nah di sini nampak dari minatnya Abdullah bin Abbas yang mau berkhidmat Padahal dia bukan khadim ya dia bukan khadim Nabi tapi dia berkhidmat untuk Nabi menyediakan air wudu nabi supaya bisa dekat dengan nabi Ya belajar dari nabi Ini Abdullah bin Abbas di usia yang belia ya Ini bukan orang dewasa tapi ini anak muda mungkin di awal masa remaja saat itu disebutkan bahwa Abdullah bin Abbas dapat doa ini di usia 1213 tahun ya karena salah satu pelajaran yang diberikan oleh Nabi kepada Ibnu Abbas Ya seperti yang sering kita dengar hadis ya gulam wahai bocah kami aku akan mengajarkan kepadamu beberapa pelajaran Ya mungkin hadis itu sangat populer ya sering kita dengar gitu Nah itu kan kepada Abdullah bin Abbas di usia yang masih belia ya Nah demikian jadi saat itu Abdullah bin Abbas di masa awal remaja seorang remaja ya Nah demikian dan rasul memberikan doa ini kepadanya berdoa dengan doa ini kepada Abdullah bin Abbas yaitu nabi memohon kepada Allah agar memberikan kepadanya pemahaman dalam agama dan mengajarkan kepadanya Ilmu Tafsir Ya seperti yang kita sebutkan tadi tidak semua ya Sekali lagi Tidak semua remaja-remaja di masa nabi dapat dapat doa seperti ini nabi tentunya ada alasan ya mengkhususkan doa ini untuk Abdullah bin Abbas ya Ya bisa aja ya wah nabi kan makbul doanya didoakan semua remaja dapat seperti ini kan semuanya jadi ulama nanti nah tidak ya sana juga ada bakat yang berbicara begitu ya Ada latar belakang ya Kenapa Nabi memilih ini dan tidak memilih itu seperti misalnya menunjuk Usama bin Zaid sebagai panglima perang tidak menunjuk remaja yang lain ya Nah demikian ya mungkin banyak remaja lain yang yang kalau kita katakan samura bin jundub kan satu usia dengan Usama ya Atau enggak bereda jauhlah dengan Samah dan Rafi mereka sudah ikut jihad di usia-usia belia tapi ketika di usia 17 tahunan ya nabi mengangkat Abdullah ee Usama bin Zaid sebagai panglima tidak yang lainnya Kenapa ini semata-mata karena bakat nabi adalah seorang pemandu bakat ya yang sangat ulung hebat Nabi bisa melihat bakat-bakat Manusia nabi tidak menyamaratakan manusia ini adalah salah salah satu karakter pemimpin yang yang kita katakan yang hebat ya wallahuam bissawab seperti nabi juga bisa melihat bakat-bakat yang ada pada anak-anak yang lainnya Nah kita sebagai orang tua juga harus pintar melihat bakat-bakat anak kita supaya kita bisa mengembangkannya ya dan mengarahkannya kepada hal-hal yang bermanfaat mungkin ee berguna ya Bagi Islam dan kaum muslimin jangan sia-siakan bakat anak-anak kita kadang-kadang Kasihan itu anak dia ada bakat tapi orang tuanya tidak concern ya tidak fokus ya tidak peduli istilahnya dengan anak ini akhirnya ya tersia-siakan sayang sebenarnya banyak orang tua-orang tua seperti itu yang menyia-nyiakan Bakat anak-anak mereka ya lalu orang tua ini sibuk entah apa-apa sibuknya begitu ya macam-macamlah sibuknya orang tua ini ya ya ya anak itu asal disekolahkan aja begitu ya sementara sekolah juga tidak fokus untuk mengembangkan bakat anak-anak didiknya begitu ya belum ada ee sekolah di sini yang berbasis bakat belum ada kayaknya ya pengetahuan saya begitu ya wallahualam kalau ada di luar sana tapi yang jelas sejauh pengetahuan saya belum ada itu Nah demikian ya sekolahsekolah aja begitu sama bergabur berbaur dengan anak-anak yang lainnya ya Nah ini salah satu ya kita katakan metode pendidikan nabi yang harus kita tiru ya bahwa nabi itu pintar melihat bakat anak-anak dan nabi mengarahkannya ya kepada bakat-bakat tersebut seperti ini doa ini ya ini kan doa Luar biasa ini Allahumma faqihu fiddin wa alimhu takwil ya Luar biasa ini doa Ya Allah berikanlah dia fikih di dalam agama ya ilmu fikih itu pemahaman ya bukan sekedar tahu ya Tapi bisa menelaah lebih dalam itu namanya tafakuh mendalami ya kemudian apa mengajarkan kepadanya Ilmu Tafsir itu ilmu yang tersulit Ilmu Tafsir itu adalah rangkuman dari semua ilmu yang kita miliki ya Maka kalau seorang sudah menulis tafsir artinya dia telah menuangkan semua ilmunya di situ ya itu Ilmu Tafsir itu nah jadi ini doa yang agung luar biasa doanya dan tidak diberikan nabi kepada sembarang anak ya walaupun nabi bisa berdoa seperti ini untuk semua anak ya Kenapa apa Rahasianya Karena nabi melihat bakat yang ada pada Abdullah bin Abbas bukan serta-merta diberikan doa seperti ini ada sebabnya ada alasannya wallahuam bisawab dan Allah mengabulkan doa doa Nabi Ya Abdullah bin Abbas tumbuh menjadi seorang ahli Tafsir dan ulama terkemuka bahkan beliau dijuluki turjumanul Quran beliau disebut habrul Ummah ya Samudra ilmu umat ini ya jadi demikian ya Ee Abdullah bin Abbas ini dan itu beliau raih dari remaja ya itu dirintis ya dari remaja dari kecil ya Nah demikian Nah anak remaja ini ketika ditanya cita-cita beda dengan bocah ya seorang remaja ketika dia ditanya tentang cita-cita itu sudah ada gambaran dia enggak asal jawab lagi seperti seorang bocah ditanya cita-cita karena dia akan membuka lembaran pertama untuk meraih cita-citanya itu anak muda beda dengan bocah itu remaja beda dengan bocah bocah ya ditanya cita-cita ya mungkin asal bunyi aja ya Kata orang Asbun gitu ya asal bunyi aja di apa yang terlintas di bennya dia sebut begitu ya Ya namanya juga bocah maklumlah tapi ketika remaja nah ini sudah berbeda dia sudah tahu apa itu cita-cita ya dan Karena dia sudah bisa menilai mengukur kemampuan dirinya saya ini mau ke mana kemampuan saya apa kira-kira arahnya ke mana itu anak remaja ya Nah demikian wallahuam bisawab ya Nah itu Abdullah bin bin Abbas Abdullah bin Abbas bercerita berkata Umar Bin Khattab memasukkanku bersama para tokoh Perang Badar ya tokoh-tokoh Perang Badar yaitu sahabat-sahabat yang ikut dalam Perang Badar jumlahnya Enggak banyak 300-an orang lalu salah seorang dari mereka berkata Mengapa ya Umar Mengapa engkau masukkan anak ini remaja ini maksudnya waktu itu remaja Ya Abdullah bin Abbas masih remaja mungkin di puncak masa remaja pradewasa ke dalam kelompok kami sedangkan kami juga punya anak-anak yang seumur dengannya ya kami punya anak-anak remaja yang juga seumuran dengannya l kenapa engkau masukkan pilih ee remaja ini tidak dengan yang lain maka Umar menjawab itu yang kamu tahu ya itu yang kamu tahu ya ya artinya kamu tahu kan sebatas itu ah artinya aku tahu apa yang tidak engkau tahu ya maka pada suatu hari Umar memanggil mereka dan juga memanggilku ya Setahuku tidaklah Umar memanggilku ketika itu melainkan untuk memperlihatkan diriku kepada mereka Umar lantas melontarkan pertanyaan kepada mereka Apa penjelasan kalian ya tentang firman Allah ja nasrullahi Wal fathillahaj itu surat eh Ya sebagian dari mereka menjawab Allah memerintahkan kita agar memujinya mohon ampun kepadanya jika telah datang Pertolongan Allah kepada kita dan juga kemenangan ya yang lain menjawab Kami tidak tahu bentara yang lainnya tidak menjawab sama sekali ya nah jadi Umar menguji Bagaimana ee sejauh mana ya kedalaman ilmu mereka tentang ayat ini Jaa nasrullahi Wal Fath ya maka Umar berkata kepadaku wahai Putra Abbas Apakah penjelasanmu juga begitu maka aku menjawab tidak Umar bertanya lagi lalu Bagaimana menurutmu maka aku menjawab itu adalah pemberitahuan dari Allah kepada kita tentang dekatnya ajal Rasulullah jika telah tentang Pertolongan Allah dan kemenangan serta engkau lihat manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah yang dimaksud dengan alfatah di sini adalah penaklukan kota Makkah yang demikian itu adalah pertanda ajalmu maka bertasbihlah dengan memuji Allah dan mohon ampun kepadanya Sesungguhnya ia adalah Rabb Yang Maha menerima Taubat ya kemudian Umar berkata aku tidak mengetahui mana Ayat tersebut melainkan seperti yang engau katakan jadi ya ini eh dalamnya ya Eh pemahaman seorang Abdullah bin Abbas sementara yang yang di hadapan beliau ini kan orang-orang yang sudah jauh senior ya ya layak untuk menjadi Ayah beliau sebenarnya para peserta Perang Badar ini kan para sahabat-sahabat yang ya kita katakan Ya senior Ya kawakan semua ya Nah demikian tapi ketika diuji dengan ayat itu mereka ya ya sebatas tahu artinya ya begitu ya tapi tidak tahu apa yang ada di balik itu ya apa yang Allah maksud dari ayat itu ya Nah ini menunjukkan kedalaman fikih ya seorang remaja yang bernama Abdullah bin Abbas ya maka Umar di sini ingin menjelaskan kepada para peserta Perang Badar anggota-anggota Perang Badar bahwa beliau masukkan remaja Ini ya Bukan ya tanpa alasan ya ada alasan kuat karena ia memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh yang lainnya pemahaman yang tidak dimiliki oleh yang lainnya pengetahuan ya khususnya tentang al-qur’an yang tidak dimiliki oleh yang lain walaupun usianya masih muda ya walaupun usianya masih muda maka kadang-kadang kita ya pak orang tua ini juga harus melihat bakat anak-anak muda dan berusaha untuk mengembangkannya jangan dipatahkan Nah karena kadang-kadang ada orang tua yang mengunderestimate anak-anak muda nah ini juga enggak bagus ya ya anak Buddha juga perlu dikasih kesempatan tapi dikawal ya di dibimbing Nah demikian bukan dimentahkan atau dijatuhkan bahkan kan gitu ya atau dianggap bukan apa-apa enggak ada apa-apa padahal dia mungkin punya bakat yang enggak dimiliki oleh orang tua ya Nah demikian dan Umar ya melihat bakat itu ya seperti Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang lebih dulu mengetahui bakat yang ada pada diri Abdullah bin Abbas wallahuam bissawab ya Umar juga dapat melihat bakat yang ada pada diri Abdullah bin Abbas tersebut Nah jadi para orang tua ya dari kisah ini ya seharusnya dapat ya mengenali bakat anak-anak mereka dan mengarahkannya mengembangkannya Ya karena ya Ee ini mungkin ya itu akan bisa menjadi suatu yang bermanfaat bagi banyak orang ya Sehingga di kalangan sahabat lahirlah ulama yang julukannya luar biasa habrul Ummah turjumanul Quran ya maka dikatakan kalau tafsir itu betul sahih ya tafsirnya Ibnu Abbas seolah-olah itu garansi jaminan mutu ya Nah demikian ya karena enggak diragukan lagi ya Ee kepiawaian beliau di dalam ee ee bidang itu ya di dalam ilmu dan Tafsir wallahuam bisawab Nah demikian begitulah Mulia akhlak Nabi dalam memperlakukan remaja memberikan pengajaran doa-doa terbaik untuk mereka Maka tumbuhlah ya rasa cinta dan kekaguman mereka Kepada beliau Nah demikian anak-anak muda ini kalau diarahkan ya mereka mau ya terarah begitu ya ya namun ya juga anak-anak muda ini ya perlu diajarkan adab begitu ya Nah maka ya anak muda menghormati yang tua yang tua menyayangi yang muda ya akan hancur berantak kan Bagaimana kalau anak-anak muda ini kurang akhlak ya tidak menghormati yang tua bahkan merendahkan Nah itu tidak ada pada Belajarlah dari Ibnu Abbas Bagaimana tawaduknya beliau ya beliau punya kemampuan ya beliau tahu beliau ada kemampuan itu Tapi beliau tetap menghormati ya orang-orang tua ya beliau tetap menghormati orang-orang tua dan orang tua menyayangi anak muda memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang mengarahkan Nah itulah hubungan yang seharusnya terjalin antara orang tua dan anak muda ya bukan saling menjatuhkan saling merendahkan anak muda tidak menghormati orang tua orang tua tidak menyayangi anak muda ya hancurlah enggak ada suatu yang dapat kita petik ya dari ya mungkin ee bakat-bakat yang ada pada mereka ya Nah demikian dan orang tua juga akan kehilangan respek dari anak muda wallahuam bawab Nah demikian kita akan lanjutkan nanti masih ee potret remaja di masa nabi ya yang satu sosok yang kita lupa bahwa dia adalah remaja adalah Aisyah Ummul mukminin Ya radhiallahu anha ini sekarang kita akan nanti bicara tentang remaja putri Bagaimana Nabi mengembangkan bakat-bakat yang ada pada Aisyah radhiallahu anha ya Nah demikian subhanakallahihamdik asaduaaha Anta asamdillah demikianhat islamakumullah paraerhati R di manaun anda berada materi yang telah disampaikan dari pembahasan Ada apa dengan remaja buku Parenting yangyaallah bermanfaat bagi kita semua untuk kitaimak bersama khususnya bagi para orang tua tadi telah di bahas mengenai potret remaja di masa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab dan Alhamdulillah sudah ada beberapa pertanyaan yang masuk dan mungkin bagi anda juga yang memiliki memiliki pertanyaan dari pembahasan kita silakan bisa dikirimkan pertanyaannya melalui pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik yang pertama Ustaz kami ajukan ada pertanyaan J sebbutkan nama dan tempatnya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz Bagaimana jika sebagai orang tua yang memiliki anak yang mau masuk ke jejang SMP tapi orang tua ingin memasukkannya ke pondok namun kurang mampu dari segi ekonomi ingin memasukkan ee tapi ingin memasukkan juga ke sekolah ee umum yang tentunya di situ banyak beberapa ya kriteria yang tidak sesuai dengan Syari misal dengan ikhtilat dan pelajaran-pelajarannya EE tentunya tidak sesuai Mohon bimbingannya Apakah orang tua berdosa ketika dia tidak mampu memasukkan ke pondok pesantren tapi memasukkannya ke sekolah umum Iya e kita janganembicarakan ketidakmampuan dulu ya ya karena itu kan kewajiban orang tua ya untuk memilih lembaga pendidikan yang baik untuk anak-anak mereka ya tentunya ee orang tua di sini ya harus mengetahui pertama latar belakang sekolah itu iya ya karena dia akan menitipkan anaknya di situ dia perlu melakukan survei ya dia perlu tahu jeroannya istilahnya hanya tidak hanya covernya kan begitu ya ya karena dia akan mengamanahkan anak itu kepada mereka Maka dia harus tahu Betul apa yang ada di dalam sekolah tersebut ya ini ee kita e tidak bicara kemampuan dulu ya karena itu kan bisa ya kita katakan apa ya diupayakan itu yang pertama jadi harus mengenal ya lembaga pendidikan tempat dia menitipkan anak itu apakah secure itu bagi si anak yaitu aman ya bagi si anak terutama aman agamanya yaah apakah sekah itu bisa menjadikan anak itu lebih baik menjadi partner orang tua di rumah ya sebagai kelanjutan dari program pendidikan yang sudah dia berikan di rumah ini yang harus diclearkan pertanyaan ini ya Orang tua harus tahu jawaban itu ya demikian Nah kalau misalnya tidak secure ya tidak aman bagi agamanya ya tentunya ee bunuh diri ya kalau dia menitip kan anaknya di situ gitu ya sementara dia tahu itu nanti akan terjadi akan ee apa dampaknya terhadap anak begitu Itu yang pertama yang kedua ya ya tentunya di sini orang tua ya harus berkorban ya karena kita hidup di masa seperti ini ya bahwa pendidikan itu berbiaya istilahnya I kenyataannya seperti itu ya ya walaupun ya ya kita Katakan Sebenarnya nya ee biaya pendidikan itu relatif ada yang bilang mahal ada yang bilang sangat mahal G ya ya bagaimana orang tua ya mengupayakannya sebenarnya maka tadi kita singkirkan dulu masalah kemampuan kadang-kadang orang tua itu mampu tapi pelit kadang-kadang gitu ya dia mampu tapi dana yang ada padanya itu tidak dialokasikannya untuk anak untuk pendidikan anak ya mungkin lebih kepada kebutuhan-kebutuhan yang Enggak penting lainnya kan begitu ya Nah Nah di sini tentunya orang tua ya mau enggak mau harus berkorbanlah untuk menyiapkan dana pendidikan anak kalau bisa itu ditabung ya dia orang tua itu yang harus memproyeksikan jauh ke depan ya maka ya kita katakan e pasangan ya pasangan muda l kita katakan mereka itu juga harus sudah mulai berpikir untuk menabung ya biaya pendidikan untuk Mas ee biaya pendidikan anak-anak mereka ke depan ya Sehingga ini ee ya kita ee hidup di zaman seperti ini ya bahwa pendidikan itu ada biaya yang harus kita keluarkan ya maka Ya kita harus menyiapkan costnya jauh-jauh hari begitu ya atau kita mengalokasikan itu untuk pendidikan anak ya karena kita berhadapan dengan ee lembaga-lembaga pendidikan yang memang menuntut biaya dari kita ada sekolah yang bagus misalnya ya tapi ya lumayan biayanya ini dilematis ya walaupun kita serukan kepada para lembaga pendidikan untuk tidak ya terlalu mahal mematok tarif biaya pendidikan ini kan begitu ya tapi kenyataannya kadang-kadang seperti itu ya ya ya kenyataan ya biaya pendidikan itu tinggi kan begitu wallahuam bawab nah ee kalau bicaranya terpaksa Ya gimana enggak ada lagi ya susah ya kita katakan dari satu sisi itu tidak ideal misalnya dia anak itu sekolah di situ tidak ideal ya dari sisi yang lain ini berbenturan dengan kemampuan ya memang tidak mampu kenyataannya seperti itu ya sementara ya anak ini tidak sekolah juga ini lebih apa namanya mungkin lebih buruk lagi kan begitu ya masa depannya dan lain sebagainya ya ya mau enggak mauah ya di sekolah yang terjangkau tapi ya tidak secure misalnya tidak aman Nah di sini ya tentunya kalau seperti itu keadaannya saya katakan yaitu apa ini bukan sekolah yang ideal bagi anak ya tidak secure ya tidak aman bagi anak tapi ya karena bebenturan kemampuan itulah yang bisa kan begitu ya Nah maka di sini dituntut pengorbanan dari sisi yang lain pada orang tua itu yaitu apa dia harus mengawalnya itu konsekuens ya itu ya memang sekolah itu tidak secure ya tidak aman karena banyak ini itu ini itu dan SEG macam-macamlah kita katakan Ya ya ya karena kalau kalau ngikuti selera kemampuan terbatas kan begitu ya maka di sini ya orang tua dituntut pengorbanan dari sisi yang lain yaitu apa ya dia harus turun gunung turun tangan langsung untuk mengawal pendidikan anaknya di sekolah yang dikatakan itu ya tidak aman begitu ya bagi si anak harus dikawal harus di apa ya kita katakan Ya di ee diawasi terus ya apa yang dia dapat ya apa nilai-nilai yang diajarkan di situ kan gitu ya perlu dikounter kadang-kadang kan begitu ya Nah itu itu konsekuensinya begitu Nah di sini yang salah itu adalah dia tidak mampu akhirnya dia masukkanlah anak itu di sekolah yang memang tidak ideal tapi dia tidak mau terima konsekuensinya di dia lepas saja begitu ya tidak dia kawal tidak dia awasi tidak dia tempel anak itu ya Ini yang kacau jadinya kan begitu ya Nah demikian wallahuam walaupun meskipun anak itu sudah disekolahkan di sekolah yang baik yang amanlah kita katakan Ya sekolah yang bisa ya Secara kurikulum atau yang sebagainya bisa membawa anak kita kepada hal yang lebih baik gitu ya ya Ee bisa diandalkanlah begitu ya ya ya dengan biaya yang mahal kan begitu nah itu juga enggak serta-merta dia lepas begitu saja ya dia tetap harus mengawasinya membimbingnya ya Ee mengawalnya ya walaupun tidak seberat orang tua yang yang pertama tadi ya karena enggak mampu ya Sekolahnya Ala kadarnya kan begitu wallahuam bisawab ya kira-kira itu dia n n Iya nah Baik terima kasih banyak Ustaz ee jawaban dan nasihatnya demikian untuk ibu Ela ya yang bertanya tadi dan selanjutnya namam kami ajukan kembali Nam ada pertanyaan Ustaz eh asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz Saya memiliki dua anak remaja umur 17 dan 18 tahun Ustaz dan kebetulan keduanya adalah ee laki-laki nah bagaimana caranya supaya mereka bisa duduk betah untuk ee duduk di majelis ilmu Ustaz karena terkadang Kami lihat ee dia hanya ee sekedar menunaikan kewajiban saja yaitu disuruh orang tuanya Hanya duduk tapi kurang bisa ee konsentrasi untuk mendengarkan kajian Iya eh ya usia segitu ya Ee itu kan sudah matang Istilahnya ya he ya tentunya enggak semu semua remaja itu punya minat belajar tadi kita sebutkan ketahanan orang untuk belajar itu berbeda-beda I dan itu suatu yang enggak bisa dipaksakan juga kan begitu ya I kenyataannya seperti itu ya Nah orang yang ketahanan belajarnya payah lah rendah tipis-tipis tisu kat di belah tujuh lagi ya memang sekedar formalitas saja dia duduk di situ iya ketahanan belajar ya ya kemampuan otak untuk belajar itu berbeda-beda satu dengan yang lainnya ada orang mendengarkan pelajaran baru 1 2 menit sudah hilang itu entah ke mana dia ada orang yang bisa mengikuti itu ketahanan belajar itu berkaitan dengan Apa kemampuan otak juga kemampuan akal dan itu enggak sama antara satu dengan yang lain he ya tadi kita bicara tentang bakat ya ini sangat penting orang tua yang yang tahu bakat anak-anak mereka ya Nah demikian yang tahu bakat anak-anak mereka sehingga bisa mengembangkannya ke arah yang lebih lebih besar lagi gitu nah itu itu harus dari kecil ya dari awal masa remaja kita katakan kalau sudah 17 18 itu kan sudah peradewasa Iya maka orang tua juga harus tahu klasifikasi usia anak begitu ya 17 18 itu sudah peradewasa artinya ee dia sudah sebentar lagi ya sudah menjadi manusia dewasa begitu ya berd di sendiri Berdikari begitu ya sudah memutuskan semua sendiri masuk dalam ee apa namanya klasifikasi usia dia sudah masuk usia rusyud kalau dia punya anak yatim punya harta boleh diserahkan kepadanya sebentar lagi itu usia ruset Nah ini kan Ya kalau di usia seperti itu baru sibuk bicara bakat ini kan sudah telat telat dia dari kecil ya Nah demikian wallahuam baawab nah ketika remaja ini diarahkan kepada bakatnya ya kita kan tahu porsinya ya Ya misalnya dia harus duduk di majelis ilmu Materi apa aja hal-hal yang penting berkaitan dengan agamanya kan begitu ya hal-hal yang EE memang mau tidak mau dia harus tahu kan begitu ya Atau bisa dikatakan perkara-perkara yang maklumun minadini bidurah kan begitu yalim jahlahu ya jahluhu dan eh dan sejenisnya yaitu ya mungkin bagi remaja kalau dia duduk di majelis seperti itu kan enggak jadi masalah enggak berat juga dia cuma untuk dalam arti kata itu harus menuntut ilmu ee enggak Semua orang bisa Iya dan itu kita berhadapan juga dengan banyak orang yang menuntut ilmu ada yang e ya istilahnya panas-panas tahi ayam modal semangat saja begitu ya tapi kemampuan enggak ada nah ini berat ini ya kalau kita cuma modalkan Semangat tapi kemampuan enggak ada patah dia biasanya wallahuam B enggak cukup itu semangat aja kadang-kadang Semangat ini juga bisa mengelirukan jadinya Ya nah dia paksa itu sementara dia enggak mampu itu wallahuam bissawab jadi nabi tadi kita sudah cerita tentang bagaimana nabi mengembangkan bakat anak-anak remaja dari bocah ya dari kecil ya dari masa awal remaja sampai akhirnya betul-betul jadi begitu ya ketika mereka sudah masuk kepada usia pradewasa ya betul-betul menjadi orang dewasa mereka itu sudah jadi semua siap begitu ya karena demikianlah ya orang itu kalau menangani suatu sesuai dengan bakatnya akan terasa mudah baginya dan dia akan bisa terus berkembang lebih besar lagi begitu tapi kalau tidak itu jadi beban baginya gitu ya jadi beban bagi nya dan ee ya kita katakan mungkin akan ada ya berontak di dalam jiwanya kan begitu ya e dia merasa ini kan kemauan orang tua bukan kemauan saya katanya Ya karena dia sadar dia tidak ada kemampuan di situ atau dia punya kemampuan di bidang lain cuma orang tua kadang-kadang egois ya dia mendidik anaknya dengan melihat anak orang lain gitu ya itu kan keliru itu kita mendidik anak kita dengan melihat anak orang lain ya kan beda rezekinya nah ini kadang-kadang yang tidak disadari oleh orang tua Dia mendidik anaknya dengan melihat anak orang lain anak orang lain seperti itu dia ingin juga anaknya seperti itu tanpa melihat anaknya gimana nabi kan enggak seperti itu ya wallahuam bawab Nah demikian ya mungkin di situ ya eh ee ya Ee duduk di majelis ilmu juga Ee kita katakan E itu kebiasaan dari kecil ya Nah dan juga ee majelis ilmu kan banyak ya ada yang itu sudah pendalaman ya pengembangan ada yang dasar-dasar gitu ya Nah ada Kanya anak-anak remaja ini dia dihinggapi kebosanan karena mungkin dia ikuti majelis-majelis yang ya mungkin bagi dia tidak menantang gitu ya ya pengulangan-pengulangan yang membosankan bagi mereka mungkin seperti itu ya wallahuam nahikian maka ada kajian-kajian untuk anak dan remaja Ada kajian untuk orang tua kan gitu ya Nah ya kadang-kadang juga harus dipisahkan gu kajian untuk anak-anak ya Kajian untuk remaja kajian untuk orang dewasa ya Kajian untuk ibu-ibu beda ya enggak sama itu ya materi yang disampaikan juga kadang-kadang tidak rate itu membuat anak-anak remaja ini jadi bosan apa yang ada di bennya dengan apa yang dib akan oleh si Ustaz di depan sana kadang-kadang enggak relate gitu ya hingga akhirnya dia Bosan begitu hingga akhirnya malas-malasan wallahu alam bawab ya Nah demikian Ya enggak semua orang bisa menangani remaja ya dan bisa mengetahui dunia remaja hari ini wallahuam ya mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita subhanakallah wabihamdik Ashadu Alla ilahailla Anta astagfiruka waubuik alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah jazakah kir kepada Ustaz Barakallah Fik atas waktu yang telah diluangkan untuk e kita semua dalam penyampaian ilmu dari pembahasan buku Ada apa dengan remaja buku Parenting yang Insyaallah ini Insyaallah bermanfaat bagi kita semua untuk kita pelajari bersama dan bersabar ya Di dalamnya juga bersabar untuk mendidik anggota keluarga kita dan jazakir Barakallah fikum kepada Antum semua dalamara menyimak acara kami di kesempatan pagi hari ini lanjutan Insyaallah di kesempatan pekan yang akan datang mengenai potret ee remaja putri di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam demikian kami undir diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Ada Apa dengan Remaja
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply