Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

saat ini masjid albarkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jamaah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131009 Cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 082112345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala Amin jazakumullahu Khairan simat radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil Anya wal mursalin waa alihi wa ashabihi waman tabiahumhsanin yaumiddin Amma ba pemberhati rja di manapun Anda berada Barakallah fikum jazakumullahu Khairan Terima kasih atas kebersamaan Antum semuanya khususnya di kesempatan siang hari ini untuk bersama kami di saluran tilawah al-quran dan kajian Islam TV dan radio Roja kita memuji Seraya bersyukur k Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan pada kita semuanya selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpah dan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti dan pada kesempatan siang hari ini Alhamdulillah guru kita Ustaz Ahmad Zainuddin alsi hafidullahu taala telah bersiap untuk kembali melanjutkan pembahasan dan bimbingan dari kitab Fathul Majid syarhu kitabi tauhid Seperti apa dan bagaimana marilah kita simak bersama uraian dan penjelasan yang akan disampaikan oleh Beliau kepada Ustaz kami persilakan fatafad Maskur ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillahirrahmanirrahimalhamdulillah nmagfillah u allaahaillallah wahdahuu Anna Muhammad abduhu yaah ahiam inallahanaum ya ainaah ah Muhammadin Sallallahu Alaihi waa alihi wasallam Umu muhda wa muhdtin bidah wa bidtinahatin finar Alhamdulillah kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu siang 24 Rabiul akhir 1445 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk kembali duduk bersama di dalam sebuah kajian rutin membaca Kitab Tauhid alladzi W haqlah Abid dengan syarahnya Fathul Majid syarhul kitab tauhid yang ditulis oleh oleh Al syikh Al Alam Abdurrahman Bin Hasan alus syikh rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa al Ali wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifat yang mulia kita berdoa allahma Inna nalukaman naq Allahumma Amin ahibbati fillahahakum kita melanjutkan bab yang ke-27 babu maiayur bab tentang tayur merasa bernasib sial dengan sesuatu yang dilihat atau yang didengar dan pada pertemuan sebelumnya kita sudah sampai kepada pembicaraan hadis rasul sallallahuaihi was yaitu an Abi di halaman 426 abiah was artinya I bab yang ke-28 dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu menuturkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak ada Adwa tiarah hamah dan Safar hadis riwayat albukhari dan muslim dalam salah satu riwayat Muslim ee disebutkan tambahan tidak ada Nau serta Gul tidak ada Nau serta Gul ahbati fillahanillahakum Ismun minalwa yqudan asahul Ma Bib ini sudah sepertinya tib tidak mengapa kita aladwa itu dari kata da seperti dakw ada orang berkata aahu add yian ya jika ia mend Jika menimpanya seperti apa yang menimpa orang yang kena penyakit kemudi sebagian lain mengatakan dia adal nama dari yaitui azzahir ee la Adwa I adalah kata atau nama untuk penularan dan maksudnya adalah melampaui ee penyakit melampaui ee dari dari yang memiliki penyakit kepada orang lain ya dan ini lebih jelas adalah pendapat yang pertama yaitu maksudnya bahwa apabila ee Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la Adwa maka maksudnya adalah dia akan tertimpa seperti apa yang di menimpa orang yang kena penyakit dia akan mendapatkan seperti apa yang didapati oleh orang yang kena penyakit ak artinya dan dalam riwayat Muslim bahwa Abu Hurairah Radiallahu anhu meriwayatkan hadis dengan lafaz tidak ada penyakit yang Menar dengan sendirinya dan juga beliau meriwayatkan hadisbi Sallallahu alaii wasallam orang yang sakit tidak dikumpulkan dengan orang yang sehat kemudian bahwa Abu Hurairah radhiallahu Anhu beliau hanya mencukupkan dengan hadis orang yang sakit tidak dikumpulkan dari orang yang sehat dan beliau menahan dari hadis tidak ada tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya lalu orang-orang pun ee bertanya kepada Abu Hurairah mereka mengatakan kami telah mendengar engkau meriwayatkan hadis ini akan tetapi Abu Hurairah radhiallahu Anhu enggan untuk mengakuinya Abu Salamah yang meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu berkata aku tidak tahu apakah Abu Hurairah radhiallahu Anhu lupa atau salah satu perkataannya menghapuskan perkataan yang lain waqad Rawa e ruya haditu la Adwa at ibir IB Abdillah dan sebagian sahabat nabi meriwayatkan hadis tidak ada penyakit menular dengan sendirinya seper Bin bin Abdillah Said bin Yazid Abdullah bin Umar dan selain mereka dan di dalam beberapa riwayat terdapat dengan lafaz dan larilah dari orang yang kena penyakit lepra sebagaimana engkau lari dari singa ee ini menunjukkan bahwasanya eh riwayat la adua tidak ada penyakit menular dengan sendirinya ini memang ada riwayatnya ini memang ada riwayat para ulama berbeda pendapat akan hal itu Az artinya para ulama berbeda pendapat akan hal ini yaitu dalam perihal Apakah laadwa itu ada riwayatnya yang sahih atau tidak Dan yang paling baik apa yang diucapkan ee apa yang di apa yang diucapkan di dalamnya yaitu ucapan Imam Baihaqi dan diikuti oleh Imam Ibnu salah Ibnu Rajab Ibnu qayim Ibnu Muflih dan yang lainnya bahwa ucapan lawa ini adalah sesuai dengan yang diyakini oleh ahl jahiliah Yaitu berupa penggandengan perbuatan kepada selain Allah subhanahu wa taala E dan bahwa Eh perkara-perkara ini menular dengan sendirinya kalau tidak Allah subhanahu wa taala telah menjadikan dengan kehendaknya ee tercampurnya orang sehat dengan orang yang sakit sebab terjadinya penyakit tersebut oleh sebab itulah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ee larilah dari orang yang kena penyakit menular sebagaimana engkau lari dari singa nah dan di dalam penyakit taun nabi Muhammad sallallahu wasam juga bersabda Barang siapa yang mendengar di dalam sebuah daerah Mendengar hal tersebut maka janganlah dia datangi dan setiap hal itu dengan takdir Allah subhanahu wa taala maksudnya dari perkataan ini adalah bahwa ee para ulama Niti di antaranya Imam Ibnu salah Imam Ibnu qayyim Im IB Rajab menyatakan bahwa tidak ada Adwa yaitu tidak ada penyakit menular dengan sendirinya sebagaimana yang ditemani oleh masyarakat jahiliah yang mana menisbatkan perbuatan kepada selain Allah subhanahu wa taala dan bahwasanya sesuatu itu menular dengan sendirinya ya dan EE Allah subhanahu wa taala telah menjadikan dengan kehendaknya ee bercampurnya orang sehat dengan orang yang sakit adalah penyebab akan terjadinya itu nah jadi para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ahmm ya rasah qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Man ajraal aalwa w w HAM wfarqallahu nafsin W Imam Ahmad dan Imam timidzi meriwayat dari Abdullah binud radhiallahu Anhu secara marfu bahwa Ee tidak ada sesuatu yang menular tidak ada sesuatu yang menular tidak ada sesuatu yang menular Lalu ada orang Arab berkata Wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya ada bekas dari ee apa dari dari gatal ya terjadi pada kul unta atau kepada ee ekor untanya maka akhirnya memberikan penyakit kulit seluruhnya kepada unta-onta tersebut maka kemudian Rasul su wasam bersabda Siapa yang memberikan penyakit kulit paling pertama kalau begitu tidak ada lain yaitu Allah Subhanahu Wa Maksudnya apa penularan penyakit kulit itu dengan takdir Allah subhanahu wa taala lawa War W HAM tidak ada penyakit men dengan sendirinya tidak ada ee merasa berial dengan sendirinya tidak ada burung hantu yang mendatangkan penyakit dengan sendirinya dan tidak ada bulan Safar yang mendatangkan kesialan dengan sendirinya Allah telah menciptakan setiap orang dan menulis kehidupannya nya dan musibah-musibahnya serta rezekinyaakbar Sallallahu Alaihi wasallamaahu biqillahi waqar waldumunq Asbar I maka Allah subhanahu wa taala memberitahukan bahwa seluruhnya itu terjadi dengan takdir Allah dan e ketetapan Allah subhanahu wa taala dan seorang hamba diperintahkan untuk mengambil sebab-sebab agar terjauhkan dari keburukan ya dan selalu berada dalam afiat Subhan asbab musabatiha la w miqdar nah Allah subhanahu wa taala memberitan itu semua e bahwa Itu semua terjadi dengan takdir dan EE terjadi dengan ketetapan Allah subhanahu wa taala seorang hamba diperintahkan untuk menggali sebab-sebab yang dimiliki oleh musuh sesuai dengan yang diikini oleh kaum jahiliah Yaitu menggandingkan perbuatan kepada selain Allah subhanahu wa taala nah dan bahwa semua perkara ini terjadi dengan tiba-tiba Nah itu ee yang Mas mengganja ee kalau tidak maka Allah subhanahu wa taala dengan kehendaknya menjadikan yang tercampur Ya Allah Subhanahu Wa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa itu semua adalah dengan takdir Allah dan dan ketetapan Allah seorang hamba diperintahkan untuk mengambil sebab ya agar jauh dari keburukan kalau seandainya dia dalam kebaikan Maka sebagai Bagimana ia diperintahkan untuk tidak menjerumuskan dirinya ke dalam api ataug dalam dalam neraka dari apa yang sudah ter biasa kebiasaan bahwa ia akan membinasakan berbahaya maka demikian pula menjadi menjauhi untuk bergaul dengan orang sakit seperti yang penyakit kenal menular ee kemudian mendatangi ee dalam negeri yang penuh dengan dengan penyakit taun maka ini seluruhnya adalah sebab-sebab untuk orang sakit dan biasa orang binasa maka Allah subhanahu wa taala Maha Pencipta sebab dan Maha Pencipta yang menciptakan sebab tersebut tidak ada pencipta selain Allah dan tidak ada ee yang membatasinya selain selain Allah subhanahu wa taala nahah alkasah nah Adapun jika kuat tawakal kepada Allah dan beriman tentang ketepatan Allah subhanahu wa taala ee maka orang-orang akan kuat untuk mengerjakan secara langsung beberapa sebab ini ya Allah sebagai bentuk penyandaran kepada Allahu all dan pengharapan darinya agar tidak terjadi keburukan maslahatunah KH di dalam keadaan ini diperbolehkan untuk ee melihat secara langsung atau mengerjakan secara langsung apalagi jika ada maslahat yang sempurna ataupun yang [Tepuk tangan] khusus kemudian dia bismillahan billahakai dan berdasarkan hal ini hadis dibawa ke ya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Tirmidzi dibawa kepada bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pernah memegang tangan orang yang kena penyakit menular lalu ia memasukkan tangan tersebut bersama beliau di dalam sebuah bejana untuk makan bersama beliau kemudian Beliau berkata Qul bismillah Ucapkanlah bismillah ya sebagai bentuk penyandaran diri kepada Allah tawakal kepada Allah subhanahu wa taala dan Imam Ahmad rahimahullahu taala ah dan berpendapat denganikianersebut juga dariahin at ya Saad bin Abi waqqas wa aba wa wa Abi muslimun alulani alnil baharahu Ibnu Rajab Nam dan yang semisal dengan hal itu apa yang diriwayatkan dari Khalid bin Al Walid bahwa beliau Makan racun Kemudian beliau ber eh berjalan bersama Saad bin Abi waqqas ee kemudian Abu muslim alkhaulani di atas kapal sebagaimana dijelaskan oleh alhafiz BN Rajab al-hambali rahimahullahu taala Nah jadi para pemirsa raja TV para pendengar radio Roja dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada dalil yang ketiga ini hadis Abu Hurairah radhiallahu Anhu menjelaskan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyatakan keyakinan Adwa atau tiarah atau hamah atau Safar atau Na atau Gul dan tidak ada dalam Islam yang itu kemudian eh dalil ini menunjukkan contoh perbuatan Syirik yaitu perbuatan tur karena meyakini sesuatu menjadi sebab atas keburukan atau kesialan seseorang di dalam hadis ini ditiadakan keyakinanarah atau yang sejenis dengannya karena menyebabkan kepada kesyirikan as yang meyakini sesuatu itu telah men menjadi sebab dalam pengaturan nah ahah kemudian para ikhwah yang dirahmati oleh Allah Adwa itu adalah penyakit atau penularan penyakit dan maksud Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di sini adalah ee beliau meniadakan keyakinan masa jahiliah bahwa penyakit berjangkit atau menular dengan sendirinya nah ini ingin ditiadakan tanpa kehendak dan ke takdir Allah subhanahu wa taala nah anggapan inilah yang ditolak oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa keberadaan penjangkitan dan penularannya atau dengan kata lain Sebab dalam riwayat lain yaitu menjauhlah dari orang yang terkena penyakit kusta sebagaimana kamu menjauh dari sinya hadis riwayat ee Bukhari ini menunjukkan bahwa perjangkitan dan penularan penyakit dengan sendirinya tidak ada tetapi semuanya atas kehendak dan Takdir Ilahi Namun sebagai insan muslim di samping beriman kepada takdir tersebut haruslah juga berusaha melakukan tindakan preventif sebelum belum terjadi penularan sebagaimana usahanya menjauhi dari tekanan rekaman singa inilah hakikat Iman ee ee kepada takdir Allah subhanahu wa taala nah Adapun penjelasan dalil dari hadis Anas bin Malik radhiallahu Anhu menjelaskan bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ee meniadakan keyakinan Adwa dan tiarah dalam Islam dan sangat disukai sikap fa’al yaitu kata-kata yang baik atau yang optimis nah ini pada pertemuan yang akan datang kita akan bahas insyaallahu taala itulah tadi beberapa eh hadis yang kita baca ya tentang bab Maja Fi atur wallahuam Nam saya kembalikan acara kepada akhi Ari ba Ustaz Barakallah fikum W jazakallahu Kiran Terima kasih atas bimbingan serta pelajaran yang telah disampaikan di kesempatan siang hari ini semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya selanjutnya bagi anda yang ingin memperdalam perihal pembahasan ini bertanya seputar ee apa yang telah dijelaskan Ustaz bisa langsung menghubungi kami di 0218236543 silakan Sebutkan nama anda dan dari mana anda berasal halo halo atau kami berikan kesempatan untuk Anda bertanya via pesanan singkat di 08 19896543 Halo silakan kami akan bacakan dari hamba Allah yang bertanya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz tadi dijelaskan tidak ada penyakit yang menular akan tetapi para dokter menyarankan agar kita tidak bersama orang-orang yang atau berkumpul atau makan di satu nampan misalnya contoh di ee makanan orang-orang yang e misalnya kena TBC dan lain sebagainya karena takut tertular oleh penderita yang terkena penyakit virus TBC tersebut Bagaimana kita api pernyataan tersebut silakan Ustaz Nam Ustaz Barakallah fikum jazakallahu Khairan e apakah bisa menyimak suara kami pertanyaan pertama kami sampaikan tadi dijelaskan bahwasanya ada ee hadis bahwasanya tidak ada penyakit yang menulak dan kita tidak ee pertanyaan tadi seputar tidak ada ee tidak ada penyakit yang menular akan tetapi para dokter mengatakan kita tidak boleh berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai suatu penyakit yang seperti virus misalnya kita makan satu npan dari orang TBC dan lain sebagainya lah bagaimana kita mengkompromikan hadis tersebut silakan Halo Suara jelas Ustaz silakan sudah bisa kami baik eh Adapun siap yang ditanyakan tadi sama seperti yang dijelaskan tadi bahwa Rasulallah ai wasallam meniadakan la Adwa keyakinan orang Arab jahiliah bahwa tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya Oke akan tetapi sebagai seorang muslim wajib untuk mengambil sebab agar tidak kotor hatinya dan tetap berbaik sangka kepada k Allah maka salah satu sebabnya adalah tidak boleh dia berkumpul dengan orang yang terkena penyakit menular karena kalau seandainya terkumpul dengan orang penyakit menular Maka nanti dia akan mengira bahwa ee penyakit tersebut menular dengan sendirinya Jadi sebenarnya penyakit itu ada yang menular dan semuanya atas kehendak Allah yang ditiadakan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keyakinan bahwa penyakit itu menular dengan sendirinya tanpa ada kehendak Allah subhanahu wa taala itu yang ditiadakan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam nah Adapun ee seseorang dilarang untuk berkumpul dengan orang yang sakit karena dikhawatirkan akan masuk ke dalam kalbunya bahwa ada penyakit yang menular dengan sendirinya tanpa ada kuasa Allah subhanahu wa taala jadi seperti itu jadi Sekali lagi saya jawab bahwa ee Sebenarnya ada penyakit yang menular tetapi menularnya dengan kehendak Allah nah keyakinan orang Arab jahiliah menyatakan bahwa penyakit itu menular dengan sendirinya tanpa kehendak Allah subhanahu wa taala nah nah itu yang ditiadakan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keyakinan seperti itu Nah karena penyakit menular ada dan EE tetapi atas kehendak Allah maka kita sebagai seorang muslim wajib mengambil sikap hati-hati untuk menjaga kalbu kita dan juga menjaga badan kita menjagabu kita agar kita tidak terkena kebiasaan Arab jahiliah yang meyakini bahwa ada penyakit menular dengan sendirinya nah seperti itu Sedangkan untuk menjaga ee badan kita maka jangan sampai dekat-dekat dengan orang yang terkena e penyakit meskipun semuanya atas takdir Allah subhanahu wa taala wallahuam Nam berikutnya kami bacakan kembali dari hamba Allah yang bertanya Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Ustaz e di kampung kami di desa sebagian kalau ada dari keluarga kami yang sakit kemudian sakitnya aneh-aneh seperti ada bencolan dan bernahun un walaupun kita sudah ke rumah sakit dan divonis seperti misalnya kancer dan lain sebagainya akan tetapi di kebiasaan di ee Desa kami ini menganggap ee ada proses penyakit yang namanya dari guna-guna atau disalahin orang nanti kita harus minta maaf kepada orang-orang sekitar karena takutnya diguna-guna sama orang yang jahat dan tidak suka sama kita nah bagai bimana jika hal ini terjadi di keluarga kita sampai keyakinan ini ee dibawa Sampai meninggalnya sebagian dari keluarga kita bagaimana menyikapinya Ustaz silakanamdulillah was wasasulillahi penyakit seseorang ketika mendapatkan penyakit maka yang paling pertama dia lakukan adalah bersabar atas apa yang Allah subhanahu wa taala kan Kemudian yang kedua adalah dia melakukan pengobatan baik secara Syari atau secara kauni ya karena pengobatan pendapat yang lebih kuat adalah dianjurkan bahkan ada yang mengatakan diwajibkan dawu Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda tadawau Ya ibadallah berobatlah wahai hamba-hamba Allah Subhanahu Wa taahwa Allah tidak menurunkan penyakit kecuali ada obat nya Nah Adapun keyakinan Penyakit ini menurun Penyakit ini penyakit keluarga maka ini adalah termasuk Bisikan Setan mengganggu manusia senantiasa merasa bernasib sial dengan sesuatu tersebut tetapi jika memang ada indikasi-indikasi ke situ maka dia dirukyah dirukyah surah al-fatihah membaca surah Alfatihah ataupun dibacakan kepada surah al-fatihah kemudian ee membaca surah Albaqarah atau dibacakan surah Albaqarah kemudian ayat kursi dua ayat terakhir surah al-baqarah kemudian al-ikhlas alfalaq Annas dan juga alkafirun nah ini rukyah kalau seandainya ada kejadian yang di luar kebiasaan manusia maka dirukyahlah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz benar ah keyakinan bahwasanya rumah yang posisinya ee tusuk sate di antara jalan itu nanti ada dapat mendapatkan kesialan keluarganya sering sakit-sakitan dan hal ini diyakini oleh masyarakat kita Ustaz Bagaimana meluruskannya silakan Ustaz bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi waashhabihi wwal Amma ba ini termasuk dari sikap tatayur merasa bernasib sial dengan sesuatu yang dilihat yang didengar ataupun yang dirasa dan EE pe penyakit seperti ini adalah sangat merusak tauhid karena di dalamnya terdapat pengakuan bahwa ada yang mengatur mencipta berkuasa selain Allah subhanahu wa taala wallahuam Ustaz Barakallah fikum W jaazakallahu Khairan Kami cukupkan sampai di sini e untuk sesi tanya jawabnya Ustaz karena terbatasnya waktu kita Mohon diberikan iktitam fadal ya Ustaz bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wa asihi w Wal Amma ba sebelum kita menutup kajian ada perkara yang menarik yang kita ingin sampaikan dari nasihat-nasihat yang kita bisa ambil dari para ulama Salafus Saleh di antara nasihat-nasihat tersebut adalah yaitu memperbaiki kalbu atau mengobati [Musik] Kalbu mengobati kalbu berkata alhan albashri rahimahullah Dawi qbak fainna hajatallahi Azza waalla Ilal Ibad shahu qulubih yang artinya obatilah kalbumu karena sesungguhnya hajat Allah Azza waalla kepada hamba artinya tuntutan Allah kepada para hamba adalah Kebagusan kesalhanbuqbu mereka ditulis oleh Al Imam Ibnu Abid Dunya dalam kitabawadul ada penjelasan dari alhafid Ibnu Rajab alhambali dalam hal ini ahah eh alhafiz Rajab menjelaskan bahwa yang diminta oleh Allah dari hamba adalah kesalehan kalbunya dan tidak adabu yang Saleh sampai menetap pengetahuan dia tentang Allah pengagungan ia kepada Allah kecintaan dia kepada Allah takutnya dia kepada Allah harapannya dia kepada Allah tawakalnya dia kepada Allah dan itu semua adalah mengisi akan kalbunya itulah hakikat tauhid dan itulah makna Lailahaillallah maka tidak ada kebaikan untuk kalbu kecuali Sampai Tuhan yang ia ibadahi yang ia cintai yang ia takuti adalah Tuhan yang satu tidak ada sekutu baginya yaitu Allah subhanahu wa taala semakin orang mengenal Allah Semakin kalbunya menjadi bersih maka perhatikanlah kebersihanbu lebih daripada perhatian kebersihan pakaian kebersihan makanan minuman karena kalbu adalah tuntutan Allah kepada hamba agar kalbu para hamba menjadi Saleh Menjadi bersih sehingga hamba tersebut tunduk patuh taat selalu hanya kepada Allah subhanahu wa taala ini yang sampaikan wasallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Barakallah fikum jazakallahu Khairan Ustaz Terima kasih atas kesediaannya untuk menyampaikan pelajaran dan bimbingan kepada kita semuanya khususnya di kesempatan siang hari ini semoga yang singkat ini dapat memberikan kebermanfaatan untuk kita semuanya Kami yang bertugas mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan program acara ini Insyaallah kita akan berjumpa kembali di program yang selanjutnya kami pamit undur diri subhanakallahum uaha Anta asagfiraik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *