aaj Lengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalam ala rasulillah wa alihi wa asihi w tabiahum ban yaumiddin Amma baakumullah para pemerhati Roja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis yang akan akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani Ma hafidahullah dan di kesempatan ini pembahasan berkaitan dengan talbis iblis tipud daya iblis terhadap kaum sufi yang mereka malas dalam menuntut ilmu syariat namah Bagaimana penjelasannya Berikut kita akan simak selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz ffadol Maskur Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh wa naudubillahi minuri anfusina wasiati aalina yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladina amanu ittaqulaha haqq tuqatih Wun para pemerhati ra kaum muslimin dan juga muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah RAB semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita kembali bertemu masih membahas buku bis iblis tulisan Ibnu jauzi ee pada kesempatan siang ini kita akan melanjutkan pembahasan yang ada di dalam buku tersebut kita sampai pada satu sub bab yaitu talbis iblis terhadap kaum Sufi hingga malas menekuni ilmu syariat ya malas mendalami ilmu agama ini salah satu tipu daya iblis terhadap anak Adam secara umum ya terlebih lagi di sini terhadap kaum Sufi ada kata-kata Ibnul jauzi di sini yang ini juga merupakan inti yang bisa kita katakan ini adalah inti dari buku ini yaitu perkataan beliau ketahuilah ya tipu tipu daya iblis pertama kepada manusia ya tipu daya iblis ya yang pertama terhadap anak Adam secara keseluruhan sebagaimana kita sebutkan ya bukan hanya terhadap kaum Sufi ya tapi terhadap Semua manusia adalah menghalangi mereka dari mendalami ilmu agama yaitu dari tafaquh fiddin karena agama itu perlu didalami dan dipahami dengan benar kalau tidak maka akan terjadi kesalahpahaman terhadap agama dan jadilah ee penyimpangan-penyimpangan yang mana penyimpangan-penyimpangan Ini nanti diatas namakan agama dianggap benar padahal tidak benar maka iblis menghalangi mereka manusia dari menekuni mendalami ilmu agama sebab ilmu adalah cahaya ilmu adalah Anur cahaya Ketika cahaya dapat dipadamkan oleh iblis yaitu Ketika cahaya ilmu ini berhasil dipadamkan oleh iblis maka dia akan leluasa untuk menyesatkan manusia dalam kesesatan apapun yang diinginkannya Ya apapun bentuk kesesatan yang diinginkan oleh iblis maka manusia dijauhkan dari tafaquh fiddin oleh sebab itulah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakanuridillahuhiir yih Barang siapa yang Allah subhanahu wa taala kehendaki kebaikan pada dirinya maka Allah akan memberinya ya Ee membuka hatinya dan memberinya Anugerah untuk dapat mendalami agama tafah fiddin Sehingga dia benar-benar mengetahui dan memahami agamanya dengan baik ya hingga tidak terjadi ketidaktahuan kejahilan ataupun kesalah aman ya kesalahpahaman ya karena kesalahpahaman dalam memahami agama ini juga berakibat fatal manusia mengira itu adalah bagian dari agama padahal bukan ya Nah itulah yang dilakukan oleh iblis Bagaimana manusia itu jauh dari tafakuh fiddin dan dalam hal ini iblis merasuki kaum Sufi ya hingga mereka meninggalkan tafak fiddin ada berapa tipu daya-tipu daya iblis terhadap kaum sufi dalam bab ini di antaranya pertama adalah iblis menghalangi mayoritas kaum Sufi ini dari ilmu iblis membuat mereka merasa bahwa mempelajari dan atau mengamalkan ilmu memerlukan jerih payah susah ya berliku-liku Karena untuk mendalami agama itu perlu usaha yang keras waktu yang panjang ya untuk mendalami agama bukan sekedar tahu ya tapi betul-betul mendalami agama dan itu memerlukan jeri payah dan sangat meletihkan panjang iblis juga menjadikan mereka lebih menyukai perkara yang simpel sederhana atau dalam arti kata suka sesuatu yang santai hingga mereka akhirnya lebih memilih untuk ya bermalas-malasan terutama malas dalam menekuni agama mendalami agama yang itu susah perlu Ee Kita konsentrasi ya perlu kerja keras otak untuk bisa memahami agama ya memahami ya bukan hanya sekedar tahu saja enggak dan ini sangat berat bagi mereka ya Karena untuk mencapai tingkatan yang tinggi di dalam agama ya itu seorang yang alim di dalam urusan agama itu perlu banyak sekali alat-alat yang mesti dia ya mesti dia sempurnakan misalnya ilmu bahasa Arabnya ilmu tafsirnya ilmu hadisnya ilmu fikihnya dan lain-lain sebagainya dan itu semua tidak bisa ditempuh dalam waktu yang singkat pasti membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa menjadi seorang pemuka dalam agama atau seorang Alim Fakih jadi ee bukan ee perkara yang mudah ya tidak bisa ee ditempuh dengan ee waktu yang singkat ya nah nah kaum Sufi ya mereka memilih ya sesuatu yang ya kita katakan ee seolah-olah dia adalah Alim tapi sebenarnya bukan Bagaimana seolah-olah dianggap Alim mereka berpenampilan seperti seorang Alim Ya misalnya mereka memakai jubah mereka memakai atribut-atribut yang biasa dipakai oleh pemuka agama ya kadang-kadang juga meniru Ya sebagian dari kebiasaan mereka seolah-olah Dia adalah orang yang mengerti seperti orang alim itu padahal enggak ya dia bukan Bahkan bukan penuntut ilmu ya mungkin cuma dekat saja ya atau mendekati penampilan mereka Maka untuk membuat pandangan orang-orang awam tertuju kepada mereka Maka mereka pun mengenakan pakaian-pakaian yang bertambal ya berpura-pura menjadi orang zuhud ya kemudian mereka lebih memilih untuk duduk menganggur tidak menuntut ilmu cukup penampilan saja seperti Alim seperti Syekh kalau sekarang ini banyak juga model orang-orang seperti ini ya berpenampilan seperti Syekh seolah-olah dia adalah bagian dari Syekh dari masyaikh begitu ya atau orang yang dekat orang yang mengerti ya kadang-kadang dia menirukan sebagian dari kebiasaan orang alim itu padahal dia engak pernah nuntut ilmu dia tidak pernah pernah menuntut ilmu ya dia berkhidmat untuk ulama mungkin iya ya mungkin dia dekat akrab dengan ulama karena dia biasa melayani ulama itu Syekh itu tapi dia sebenarnya tidak pernah menuntut ilmu ya dia tidak pernah menjalani tahapan menuntut ilmu misalnya belajar bahasa dari awal dari dasar kemudian mempelajari cabang-cabang ilmu lainnya dia tidak pernah menyentuh itu semua tapi dia berp ya penampilannya Oke penampilannya mirip ulama gayanya juga mirip atau dimirip-miripkan ya cara bicaranya dan lain-lain sebagainya ditiru supaya orang-orang mengira dia bagian dari mereka padahal bukan dia tidak pernah sama sekali menuntut ilmu ya kalaupun menuntut ilmu itu secara otodidak dan hanya kulit luarnya saja seperti Itul yang terjadi pada kaum Sufi ini ya mereka beren bilan seolah-olah orang zuhud supaya dikatakan zuhud ya berpura khusyuk supaya dikatakan orang yang khusyuk tapi sebenarnya tidak ya hati mereka tidak dielimuti dengan kezuhudan itu hanyalah tampilan luar saja maka kadang-kadang kita juga jangan tertipu ya dengan penampilan luar ya ee jangan dihukumi satu buku itu hanya dengan sampulnya saja saja Coba lihat isinya juga ya Nah demikian Al Imam Syafi’i menegaskan bahwa tasawuf itu didirikan atas dasar kemalasan yaitu malas terutama malas menuntut ilmu malas menekuni agama menekuni ilmu beda ya belajar hal-hal yang mungkin perlu diketahui hanya sebatas itu dengan menekuni ilmu itu memiliki arti yang lebih khusus namanya tafakquuh F Din bukan sekedar tholabul Ilmi tapi dia adalah seorang yang bertafakquuh fiddin itulah yang Nabi katakan May yuridillahu Bi khairon yufaqqihu fiddin maka Allah subhanahu wa taala beri dia Anugerah untuk dapat mendalami menekuni ilmu agamanya penjelasan perkataan Imam Syafi’i di atas sebagai berikut kata beliau Ibnu jauzi tujuan jiwa manusia adalah mendapatkan kekuasaan ataupun kesenangan duniawi itu sebenarnya yang menjadi golsnya tujuannya manusia itu suka mendapatkan kuasa dan senang mendapatkan kesenangan ya apalagi kesenangan duniawi sedang mencari kesenangan duniawi tersebut dengan menuntut ilmu terlebih dulu memerlukan waktu yang lama menguras tenaga ya memerlukan waktu yang panjang mereka maunya instan ya bagaimana dengan cara yang cepat mereka mendapatkan ya kedudukan misalnya kuasa misalnya atau diberi majelis misalnya ya duduklah mereka sebagai Ustaz misalnya sebagai Syekh misalnya tapi sebenarnya mereka tidak pernah menuntut ilmu gaya sudah Mirip ya cara bicara pun seolah-olah ya ya di dimirip-miripkanlah begitu kayak Syekh begitu ya tapi sebenarnya enggak pernah belajar ini orang banyak yang seperti itu juga ya Nah orang awam ya mungkin ya akan terperangah dan terpesona mereka bisa saja takjub dengan penampilan luar ya tanpa tahu isinya apa Nah demikian maka jangan sekali-kali menghakimi ataupun menghukumi sesuatu itu hanya melihat sampul luarnya saja kulit luarnya saja coba perhatikan juga bagaimana kalau dia seorang penuntut ilmu track recordnya menuntut ilmu Bagaimana ya sudah fase marhalah apa saja dia lewati dia lalui dia sudah belajar sama siapa saja dan Bapak betul-betul belajar atau ya cuma sekedar ngambil sebutan saja muridnya Ustaz Fulan muridnya Ustaz Fulan padahal Ustaz tersebut juga tidak mengakui banyak orang-orang seperti ini mengelabui orang awam untuk mendapatkan status di tengah-tengah manusia padahal Ustaz itu mungkin juga enggak enggak begitu kenal ya dan bahkan mungkin enggak tahu ya enggak pernah belajar juga sebenarnya ya kalaulah ya kita katakan Dia betul-betul belajar ya mungkin ee enggak seperti itu ya wallahuam bissawab ya beliau beliau mengatakan di sini sedangkan mencari ya kuasa dan kesenangan dunia dengan menuntut ilmu itu perlu waktu yang panjang capek terus terang saja menuntut ilmu itu letih apalagi para ulama mengatakan labul ilm birahatil jasad ilmu tidak akan diraih dengan berleha-leha bersantai riang enggak bisa ya capek waktunya panjang ya perlu kesabaran harus dilewati tahapan demi tahapan fase demi fase ya jenjang demi jenjang hingga pada akhirnya ya dia pun matang dan itu waktunya enggak enggak sebentar panjang nah orang-orang yang mau serba instan gimana caranya ya itulah caranya berpenampilan memperdaya orang awam seolah-olah dia Orang alim ya Nah demikian wallahuam tib itu pun belum dipastikan Apakah tujuan tersebut akan tercapai atau tidak kalaulah dia betul-betul menuntut ilmu menjadi seorang Alim ya Belum tentu dia dapat kuasa dan kesenangan duniawi kadang-kadang itu tidak berbanding lurus ya kita belajar agama itu pasti kaya raya enggak kita belajar agama nanti hidupnya Enak enggak juga ya nah jadi mereka ingin seperti itu ya nah eh sementara kaum Sufi ini mereka ingin segera ya mendapatkan kuasa itu ya popularitas itu kedudukan itu sebutan itu ya di dunia ini dengan segera instan hga hingga akhirnya mereka pun menampakkan kezuhudan ya jadi ee apa namanya di sini ya menipu manusia dengan tampilan luar ya Nah demikian sebab dengan cara seperti ini kuasa dan kesenangan dunia bisa mereka dapatkan dengan lebih cepat yaitu menarik simpati manusia agar tertuju pada mereka ya agar tertuju pada pada mereka ya Nah maka kita yang betul-betul ingin mendalami menekuni agama tanyakan kepada diri kita hati kita ya sebenarnya yang saya inginkan ini apa kalau betul-betul ingin tafakuh fiddin maka perlu waktu yang panjang jangan instan enggak ada ya di dalam hal apapun ya Yang bisa diraih dengan cara yang instan ya Bisa saja tapi itu semu menipu ya dan tidak akan bertahan lama dia akan hilang ya Nah demikian wallahuam bawab ya Abu hafs Bin syahin mengatakan di anara kaum Sufi ada yang mencela ulama serta menilai mereka ya Ee yang sibuk dengan ilmu itu seperti pengangguran mereka mengatakan ilmu kami peroleh kami peroleh tanpa perantara Ya bagi mereka menuntut ilmu itu bukan sebuah karya bukan suatu prestasi juga mereka menggolongkan menuntut ilmu itu buang-buang waktu ya Nah dan mereka menegaskan ya ya ilmu kan penting kalau dikatakan seperti itu maka mereka mengatakan I penting tapi ilmu kami kami peroleh tanpa perantara langsung dari Allah ilmu Laduni nah ini Mulai mulai mengada-ngada ya Nah seperti itu ya mereka terganggu dengan lamanya waktu mencari ilmu ya kelamaan menurut mereka untuk bisa mendapatkan label di dalam agama ini Ya dengan cara menuntut ilmu kalau itulah yang dikejar Ya itu kan waktunya panjang sementara niat mereka sudah menyimpang ingin mendapatkan ketenaran misalnya ingin mendapatkan sebutan ingin mendapatkan status maka pastilah Cara yang ditempuh itu Cara yang paling singkat yang paling instan Maka tipulah manusia dengan penampilan ya maka mereka pun menipu manusia dengan penampilan lalu mereka mengatakan ilmu kami ini kami peroleh tanpa perantara langsung dari Allah subhanahu wa taala ya Nah demikian wallahuam bisawab baik maka mereka memilihkan untuk ya memakai baju-baju ya kita katakan yang seolah-olah ini adalah bajunya orang zuhud kan begitu ya memakai jubah yang robek ya baju yang bertambalan ya membawa kantung air untuk menampak akan kezuhudan untuk menampakkan bahwa dia adalah orang Saleh Wali Allah Ya karena ya seperti itu ditampilkanlah image-nya dia itu seorang wali Allah pakai jubah putih sorban putih Semuanya serba putih kalau perlu jenggot dicat putih juga kan begitu ya supaya serba putihptih nampaklah dia seperti wali maka orang-orang pun ya percaya ya mengiakkan perkataannya mengikuti apa yang dikatakannya nah seperti itu para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah jadi ini tablis iblis yang luar biasa ya Ee iblis senantiasa menggambarkan di hati mereka bahwa kalau semua ini tidak berakhir dengan kuasa dan kesenangan duniawi Percuma ya ya untuk apa repot-repot ya apa namanya menuntut ilmu kalau tidak dapat itu semua maka kita para penuntut ilmu harus meluruskan niat ya niat kita apa dalam menuntut ilmu itu apakah niatnya ya supaya mendapatkan status di tengah-tengah manusia sebagai seorang Alim misalnya ya atau mendapatkan pujian dari manusia atau tujuan-tujuan duniawi lainnya ya tujuan-tujuan duniawi lainnya ya menjadi pemimpin dalam ya menjadi pemuka agama misalnya ya maka luruskanlah niat kita di dalam menuntut ilmu ya Tuntutlah ilmu semata-mata karena Allah subhanahu wa taala ya Bahkan nabi mengancam Barang siapa yang menuntut ilmu yang seharusnya dituntut karena Allah Lalu dia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan Ar Minun ya Jannah yaumalqiamah maka dia tidak akan mencium baunya Surga pada hari kiamat itu ancamannya ya Nah kemudian yang kedua iblis membuat sekelompok kaum Sufi ini sebagian dari kaum sufi yang yang seperti ini merasa cukup dengan ilmu yang sedikit ya sebagian orang ya belajar itu ya kulitnya saja intinya enggak sampai makanya banyak penuntut ilmu itu yang spesialisasinya itu mukadimah enggak pernah tamat belajar ini juga musibah ya orang-orang yang enggak pernah tamat belajar jadi Semuanya serba tanggung ya tidak memahaminya secara utuh ya satu Ee kita katakan persoalan ataupun permasalahan Nah itu adalah ciri-ciri orang-orang yang merasa puas dengan sedikit ilmu sementara ya Ee ilmu ini kan luas Nah apalagi orang yang malas membaca biasanya orang yang Malas baca ini mereka puas dengan sedikit ilmu yang mereka miliki jadi tahu sekedar kulitnya saja tapi kadang-kadang bicaranya berlagak seperti Orang yang ahli Ya sementara mereka tidak mengerti apa-apa karena ilmunya cuma sedikit ya ya sehingga mereka pun kehilangan banyak keutamaan karena sedikitnya ilmu yang mereka miliki ya Nah demikian maka dari itu seorang penuntut ilmu Jangan pernah merasa puas ya ilmu itu tidak ada batas sebenarnya walaupun Allah subhanahu wa taala membatasi kemampuan kita ilmu sendiri Tiada Batas hanya saja ya kita kadang-kadang ya terbatas dengan kemampuan kita Allah membatasi kita dengan kemampuan kita kita tidak mampu lebih dari itu ya Nah maka Jadilah orang yang EE haus akan ilmu ya terus menggali ya terus meneliti Ya seperti ya para ulama dahulu mereka tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang mereka miliki Bahkan mereka terus menuntut ilmu dengan status Imam ya yang mereka miliki sehingga Imam Ahmad pernah ditanya sampaikan Kapan kamu menuntut ilmu maka beliau menjawab alat-alat tulis ini akan aku bawa sampai ke liang lahad ya demikian juga Abdullah bin Mubarak Imam Malik pernah ditanya Sampai kapan wahai Imam kamu menuntut ilmu maka mereka menjawab sampai mati hattal Mam hatal Mamat yaitu sampai mati jadi mereka tidak puas dengan ilmu yang sedikit ya Nah kaum Sufi merasa puas dengan sedikit ilmu ya tahu sedikit tapi ya sudah Ee ceramah 4 5 jam itu ya Ee walaupun ya apa yang dia bicarakan kadang-kadang dia enggak ngerti ya Nah demikian wallahuam bawab tib sehingga mereka pun kehilangan banyak keutamaan karena sedikit ilmu itu mereka sudah merasa puas dengan menguasai beberapa penggalan hadis misalnya Nah jadi memahami agama sepotong-sepotong juga bahaya ituu ya dia tidak memahaminya secara utuh gitu orang-orang seperti inilah yang kadang-kadang akhirnya mereka mengkambing hitamkan agama ya bahwa agama itu menyulitkan enggak benar enggak sesuai dan lain sebagainya padahal karena mereka enggak memahaminya secara utuh itu saja masalahnya ya karena mereka puas dengan sedikit ilmu tadi ya wallahuam tib Bahkan kadang kadang-kadang mereka memahami ayat itu hanya sepotong saja lalu melupakan ayat-ayat yang lain ya hanya membaca fawailil Musin tidak membaca ayat-ayat yang lain ya tentunya ini akan menyebabkan ya kesalahpahaman terhadap suatu ya terhadap suatu perkara wallahuam dan mereka sudah merasa puas dengan menguasai beapa potong ayat dan beberapa penggal hadis itu karena iblis berhasil membuat mereka mengira bahwa memiliki sanad yang tinggi dan duduk mempelajari ilmu Hadis hanyalah bertujuan mencari kekuasaan serta kepemimpinan di dalam hal duniawi ya ya Nah tentunya ini akan Ee kita katakan merubah ya Ee cara pandang mereka terhadap ilmu ya wallahualam sawwab ya sehingga mereka tidak berlomba-lomba di dalam kebaikan dalam hal ini adal menuntut ilmu n kita lihat ya Mereka kadang-kadang bicara salat keutamaan salat mentok di situ aja ya mereka belajar tentang Fadilah fadhail Ya keutamaan salat ya keutamaan salat ini salat itu tapi mereka tidak mempelajari bagaimana salat mungkin mereka tahu banyak salat-salat sunah ya Ada salat duha ada salat toubat ada salat ee ba’diah asar ya Ada salat ee sunah qobliah ba’diah itu sunat rawatib sehari semalam ada salat malam dan lain-lain sebagainya mereka tahu itu tapi dasarnya mereka enggak tahu yaitu apa salat itu sendiri bagaimana cara salat mereka tidak pernah mendalaminya kenapa Karena di situ ada persedasan pendapat ya Ada banyak pendapat ada ikhtilaf yang itu memusingkan mereka ya Bagi yang tidak menuntut ilmu kan bingung itu ya Ada pendapat begini Ada pendapat begini lalu yang benar yang mana ya Untuk tafaquh fiddin itu perlu ekstra kerja keras ya bukan hanya sekedar tahu di sana ada salat enggak tapi mereka tahu Bagaimana melaksanakannya dengan benar baik kaifiatnya maupun ee hal-hal yang berkaitan dengan salat tersebut ya Misalnya salat malam ya bagaimana kriteria salat malam ya itu adalah satu ee tingkatan ilmu setelah harusnya Setelah dia mempelajari bagaimana salat yang benar gitu ya sebelum dia melangkah kepada fase-fase berikutnya yaitu mengenali banyak jenis-jenis salat ya sebenarnya harus mereka fokus lebih dulu adalah bagaimana salat gitu ya ya untuk tahu jenis-jenis salat itu mudah Ya tinggal kita pelajari buku-buku fadhail lalu kita amalkan tapi bagaimana salat ini kan perkara yang mendasar Sebenarnya ya maka nabi meng Shu kamaitumunii salatlah kamu sebagaimana kalian lihat aku mengerjakannya nah di dalam bab ini itu berliku-liku untuk bisa memahaminya dengan benar kenapa ada ikhtilaf Ada pendapat di mana Kita harus mencari pendapat yang rojih kan begitu ya Nah itu kan sulit ya mereka maunya instan cepat ya enggak pakai lama Istilahnya ya enggak pakai lama nah dengan itu mereka ya memandang remeh ilmu-ilmu alat misalnya ya itu kan pelengkap dari ilmu-ilmu agama ya maka dia tidak semua orang mampu Sebenarnya ya seperti ilmu alat dalam hadis ya mustalah hadis ya Apakah wajib setiap orang tahu ilmu mustal Hadis enggak ya enggak semua wajib ada orang-orang tertentu yang mereka wajib fardu kifayah untuk mendalami itu ya karena kalau tidak didalami itu mungkin akan tersia-siakan ee hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam para pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya nah jadi ee ya seorang ahlusunah ya dia tidak stak hanya tahu jenis-jenis Salat tapi ya sebenarnya itu harus diawali dengan poin sebelumnya yaitu Bagaimana salat ya Coba lihat sekarang ini banyak orang yang tahu jenis-jenis salat lalu dia salat asal-asalan menurut Iya apa yang dianggapnya benar tidak hasil belajar tapi hasil Apa yang dia lihat dari manusia dan apa yang menurut pandangannya yang dangkal itu benar bukan berdasarkan ilmu Maka salatnya pun sebenarnya berantakan Walaupun dia tahu jenis-jenis salat yang utama misalnya jadi tidak cukup hanya sampai di situ ya wallahuam baawab Nah demikian eh dan cara untuk mengungkap sekaligus menepis tipu daya iblis ini adalah dengan menyadari bahwa tiap kedudukan yang tinggi pasti punya risiko ada konsekuensi yang harus kita bayar di situ ya yang harus kita keluarkan di situ ya Nah demikian ya dan juga Eh ya kita katakan ee mendapatkan ya kita katakan kuasa ataupun e ilmu itu juga ada amanahnya ya ada amanah ilmu yang harus kita tunaikan ya Nah demikian dan bagi kaum Sufi semua ini ee terlalu rumit ya maka mereka ingin suatu yang simpel ajaalah enggak usah dalam-dalam kali kata orang sekarang enggak usah enggak usah serius sekali mendalami agama katanya Itu Ungkapan yang sering kita dengar ya enggak usah ee apa namanya enggak usah terlalu serius mendalami agama Cukup tahu ya sepintas lalu saja nah ini yang membuat samar agama ini di tengah-tengah manusia karena mereka memandangnya dengan pandangan seperti itu ya puas dengan sedikit ilmu yang mereka miliki wallahuam bawab dan cara untuk mengungkap sekaligus menepis tipu daya iblis ini adalah dengan menyadari bahwa tiap kedudukan yang tinggi pasti punya konsekuensi ya punya konsekuensi punya tuntutan ya dan diperlukan kemauan Azam yang tinggi pula ya dan memegang Kuasa ya menjadi hakim menjadi Mufti bahkan ya Ya sebagian orang mendudukkan dirinya sebagai Mufti Padahal dia jauhlah kita katakan dari sifat-sifat seorang Mufti ya jauhlah ya kalau kita ikuti buku para ulama Bagaimana kriteria orang yang patut menjadi Mufti ya kita malu ya dengan sedikit perjalanan kita menuntut ilmu lalu kita mengklaim kita adalah orang yang mampu berfatwa ya Nah demikian wallahuam bawab Nah jadi ada risiko yang tinggi itu tapi posisi manusia ee posisi yang disenangi jiwa manusia adalah ya segala sesuatu itu ya enggak perlu pakai lama ya memiliki ke puasa ataupun memiliki e Ee Kita kedudukan ya status itu jangan terlalu lama untuk meraihnya ya menurut mereka Maka yang pertama ya cukup sedikit saja yang yang pertama tadi Afwan yang pertama tadi ya Coba tipu manusia dengan penampilan yang kedua ya ya enggak usah dalam-dalam sekali ya cukup ya luar-luarnya saja karena yang mereka inginkan adalah apa pengakuan orang-orang awam orang-orang jahil yang kadang-kadang juga enggak ngerti kriteria misalnya menjadi seorang ya Mufti misalnya ya atau seorang yang alim ya Nah demikian wallahuam bissawab Nah maka iblis pun membuat mereka merasa cukup dengan sedikit ilmu tadi ini musibah ya wallahuam bissawab tib Nah maka ya seorang muslim hendaklah ya ya tentunya tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang mereka miliki ya boleh jadi ya ada ilmu-ilmu yang perlu kita koreksi boleh jadi ya ya atau bahkan kita rubah bukan e bukan hanya kita koreksi ya kita rubah sama sekali ya Nah Demi karena salah total misalnya ya wallahuam bawab Nah demikian jadi itu dia yang ke dua yaitu iblis membuat mereka merasa cukup dengan sedikit ilmu tadi ya Nah maka keluarlah ungkapan di luar sana kalau belajar ilmu agama jangan terlalu dalam ya cukup yang ringan-ringan saja ya dan kata-kata semacam itu wallahuam baawabb Nah maka demikian ya Eh para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ini baru dua ya Sisi di mana iblis Mas masuk kepada mereka untuk mengacaukan semangat mereka untuk tafakuh fiddin wallahuam bawab nah ketiga berikutnya adalah iblis menjadikan sekelompok Sufi mengira bahwa inti ilmu adalah amal maka mereka ingin langsung ke amal saja enggak usah pakai ilmu lagi nah toah tujuannya kan amal kata mereka ya percuma punya ilmu tapi tak beramal kata mereka lalu apa talbis Iis terhap mereka ya kalau kalau begitu Enggak usah belajar karena yang perlu G USA ilmu karena yang perlu itu amal tanpa disadari mereka telah terjebak dalam ya telbis iblis maka mereka pun akhirnya beramal tanpa Il ilmu kerusakannya double itu ya ya wallahuam bissawab Nah itu akan kita bahas Nanti pada pertemuan yang akan datang Insyaallah tiib subhanakallah wabihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubu ilaik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakullahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini Demikian tadi Faat Islam wzakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis berkaitan dengan penjelasan tipu daya iblis terhadap orang yang malas dalam menuntut ilmu syariat Semoga apa yang telah disampaikan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita semua dan kita dapat mengambil pelajaran yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu yang kita dapatkan namatam azakumah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan atas kebersamaan anda semua wabillahi taufik wal hidayah subhanak Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh foreign
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply