Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID
menyebar cahaya sunah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja lailaahariha suguh aku telah tinggalkan kalian di atas petunjuk yang putih bersih ya yang sangat jelas lailuhaahariha malamnya seperti siangnya Subhanallah ini ilmu saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio rjaam Para pendengar dan pemirsa rja TV di manaun anda beradayaah Kami akan hadirkan ke Lay [Musik] Anda jazakumullahu Khair bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah men Kam hadirkan untuk Anda program acara kagian iniah secara langsung Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh allahakum alhamdulillahbilamin hamdanib mu wasu was akum Para pendengar pemirsa dan pemerhati ra di manapun Antum berada di kesempatan pagi hari ini kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas kenikmatan yang Allah berikan di hari ini terutama kenikmatan yang Allah berikan untuk kita bisa menyimak kajian di pagi hari ini dan Allah wakum sebagaimana Biasanya pada pagi hari ini kami akan hadirkan di ruang dengar anda dan lay televisi Anda satu kajian ilmiah dari pembahasan kitaab fawaidul Fawaid buah karya dari syikul Islam Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakir bin bin qayim aljauziyah rahimahullahu taala dan Insyaallah allahuakum ke akan disampaikan dan dipaparkan secara mendalam bersama guru kita Al Ustaz alfadil Abdullah Taslim Ma hafullahu taala Alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau yang saat ini berada di studio rja Kendari sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah yang akan beliau sampaikan di kesempatan pagi hari ini kami informasikan kepada Anda semuanya setelah kajian disampaikan oleh Beliau kami membuka sesi interaktif soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung bisa menghubung kami di 0218236543 ataupun Anda D bertanya mulai chat wa di 0819896543 n k islamz Allah wakum untuk selanjutnya kita simak bersama dan kepada Ustaz kami persilakanat tafadul Maskur Barakallah fikum asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudubillahi minuri anfusina Wamin sayiati aalinaahdihillahu Fala mudillalah W yudlil Fala hadalah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Allahumma shalli wasallim wabarik ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum Banin yaumiddin Amma Badu Alhamdulillah maasyiral muslimin para pemerhati raja TV dan radio rajak di manapun Antum berada Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunianya Alhamdulillah kita dipertemukan kembali di pagi hari ini di dalam majelis ilmu yang mulia membahas kitab yang sangat bermanfaat kitab alfawaid buah karya dari Al Imam Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu qayyim jauzi rahimahullahu taala dengan membaca ya Ee keterangan dari kitab ini yang telah disusun berdasarkan judul bab di Kitab fawaidul Fawaid Alhamdulillah saat ini kita masih melanjutkan pembahasan yang berhubungan dengan akidah dan tauhid ya di sini kita akan membaca melanjutkan pembahasan kita di pasal yang ke-11 atauhidu Wal ubudiyah tauhid dan penghambaan diri kepada Allah subhanahu wa taala kita lihat Bahwasanya mentauhidkan Allah subhanahu wa taala sangat erat kaitannya dengan penghambaan diri yaitu sikap merendahkan diri dan menundukkan diri kepada Allah subhanahu wa taala ketika kita mengamalkan amal-amal ketaatan ketika kita berdoa memohon kepada Allah subhanahu wa taala dan semua hal-hal lain yang kita lakukan untuk benar-benar memposisikan diri kita sebagai hamba yang selalu butuh yang penuh dengan kekurangan butuh kepada rahmat Allah subhanahu wa taala sedangkan dialah yang Maha Tinggi Yang Maha Mulia lagi maha kaya tidak butuh kepada makhlukNya ba di sini Ibnu qayyim rahimahullah taala akan membawakan sebuah hadis yang sahih tentang tentang doa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang agung Ibnu qayyim rahimahullah taala berkata fil musadi fil musnadi wasahihi Abi Hatim Min hadisi Abdillah bin Mas’ud radhiallahu taala anhuq di dalam hadis yang diriwayatkan dalam kemudian sahih Abu Hatim yakni sahih Ibnu Hibban maksudnya kitab sahih Ibnu Hibban dari hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah Bin Masud radhiallahu taala Anhu ya hadis ini adalah hadis yang sanadnya sahih diriwayatkan tadi oleh Imam Ahmad Ibnu Hibban dan yang lainnya dan hadis ini sanadnya sahih dari Abdullah Bin Masud radhiallahu taa Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda qal tidaklah seseorang hamba ditimpa kegundahan maupun kesedihan lalu kemudian dia membaca doa ini Allahumma inni abduka Ibnu abdika Ibnu amatika nasiati biadika Madin fiha hukmuka adlun quka asu jadilahorang hamba ditimpa kegundahan dan kesedihan kemudian dia membaca doa ini ya Allah Sesungguhnya aku adalah hamba-mu putra dari hamba laki-lakimu dan putra dari hamba perempuanmu ubun-ubunku ada di tanganmu Ya Allah berlaku pada diriku semua Ketentuan hukummu dan berlaku adil pada diriku semua ketentuan Takdirmu aku mohon kepadamu dengan semua nama yang engkau miliki Ya Allah yang engkau namakan dirimu dengannya atau yang engkau turunkan pada kitabmu Alquran atau yang kamu ajarkan kepada salah seorang dari hambaMu yaitu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam atau nama-nama yang engkau khususkan sembunyikan pada ilmu gaib yang ada di sisimu aku mohon engkau ya Allah menjadikan Alqur’an sebagai penyejuk hatiku sebagai Cahaya Di Dadaku sebagai penghibur rasa sedihku dan penghilang kegalauan dan kegundaanku kegalauan dan kegundahanku illa adhaballahu hammahu wmahu wa abdalahu makahu far faraha kecuali orang yang baca doa ini kecuali mesti Allah akan hilangkan keresahan dan kegundahannya dan Allah akan gantikan keresahan dan kegundahan itu dengan kegembiraan atau dengan kebahagiaanu ketika mendengarkan ini para sahabat Radiallahu taala anhum ajmain berkata Ya rasulullaham wahai Rasulullah Apakah tidak sebaiknya kami mempelajari doa ini maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda bala betul tentu saja yang bagi Li samamun sepantasnya bagi orang yang mendengarkan doa-doa ini kandungan doa ini semestinya dia berusaha untuk mempelajarinya Masyaallah ini merupakan doa yang agung yang menjelaskan tentang bagaimana seseorang menghilangkan kekalutan kegundahan dan keresahan dalam pikirannya dan doa ini mengajarkan kepada kita adab yang sangat tinggi ya meminta memohon kepada Allah dengan salah satu di antara tawasul yang sangat tinggi kedudukannya yaitu dengan menyebut nama nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi di samping juga mengajarkan kita untuk selalu merendahkan diri mengakui kelemahan diri kita kepada Allah subhanahu wa taala makanya kandungan di dalam doa-doa doa yang diucapkan oleh Rasulullah Sallallahu wasallam dalam hadis ini itu menyangkut ya tauhid yang sempurna serta penghambaan diri yang sejati kepada Allah subhanahu wa taala kita akan lihat diterangkan oleh Imam Ibnu qayum rahimahullah taala Beliau berkata maka hadis yang agung ini di dalamnya terkandung beberapa perkara yang mengandung makna makrifah mengenal Allah mentauhidkannya dan menyerahkan al-ubudiyah penghambaan diri semata-mata kepadanya kita perhatikan Minh di antara kandungan yang agung ini Anna da u in abduka Ibnu ABD Ibnu orang yang berdoa Memulai permohonannya Dengan mengatakan yakni kita dianjurkan dalam berdoa itu kita mulai dengan memuji Allah atau bertawasul dengan nama-nama dan sifat-sifatnya atau juga dengan merendahkani menunjkan kekurangan dan banyaknyas kita di sini dimulai dengan Ya Allah Sesungguhnya Aku hamba-mu putra dari hamba laki-lakimu yakni Ayah kita dan putra dari hamba perempuanmu yakni ibu kita jadi semua diriku orang tuaku semua makhluk adalah hamba Allah yang harusnya selalu tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah subhanahu wa taala tidak menyombongkan dirinya kata IB rahimahullahu taala W yatanawalu Man fauqu Min abaii wa umahatii abawaii Adam wa Hawa maka lafaz di hadis ini mencakup orang tua kita langsung dan yang ada di atasnya yakni nenek kita Kakek kita semua ya dari kalangan bapak-bapak kita atau ibu-ibu kita termasuk kakek nenek buyut dan seterusnya sampai kepada kedua orang tua kita yang pertama yaitu Adam alaihalam dan istrinya Hawa jadi semua seperti ini keadaannya semua adalah merupakan hamba yang selalu tunduk kepada [Tepuk tangan] Allah maka dalam ucapan seperti ini terdapat tamuk bersungguh sug-sungguh meminta kepada Allah dan merendahkan diri atau tunduk di hadapannya waun biahu mamluku WA abahu abahuiku waal abdauiidi WA sekaligus terdapat pengakuan bahwa dirinya adalah mamluk budak yang dimiliki oleh Allah sebagaimana orang tuanya sampai terus kakeknya sampai kepada Nabi Adam dan Hawa semua adalah Ya mamalikuhu semua adalah budak-budak yang tunduk dan dimiliki oleh Allah subhanahu wa taala waal Abda sekaligus kita mengetahui bahwa seorang hamba kita mengakui bahwa seorang hamba tidak memiliki pintu kecuali pintu Allah subhanahu wa taala kecuali dengan Bersandar kepada karunia dan kebaikan-kebaikannya tidak ada jalan bagi hamba untuk bisa mendapatkan kebaikan kecuali datang meminta di hadapan pintu Allah subhanahu wa taala yang maha pengasih maha penyayang maha mengabulkan doa ya dan Bersandar kepada karunia dan kebaikan-kebaikan dari sisi allah subhanahu wa taala dan bahwasanya tuannya Allah subhanahu wa taala kalau ahmalahu tidak mempedulikannya membiarkannya maka hamba ini akan binasa ketika itu tidak ada seorang pun yang akan melindunginya tidak akan tidak ada seorang pun yang akan men menyayanginya bahkan hamba ini akan terbuang secara sia-sia ya dengan keterbuangan yang sangat besar yakni yang sangat jauh dari kebaikan sangat jauh dari perlindungan ketika Allah subhanahu wa taala meninggalkan dan berlepas diri darinya ini mengambarkan kepada kita tentang bagaimana tingginya kebutuhan manusia kepada Allah subhanahu wa taala dan inilah hakikat udah yang sesungguhnya ketika seorang mengakui dirinya penuh dengan kekurangan untuk dia kembalikan kepada Allah subhanahu wa taala yang maha kaya Maha terpuji lagi maha tidak butuh kepada semua makhlukNya Allah subhahu wa taalafirman wahai sekalian manusia Kalian adalah hamba-hamba yang miskin butuh bergantung kepada rahmat Allah sedangkan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha kaya lagi maha terpuji sedangkan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha kaya lagi maha terpuji in kemudian di bawah pengakuan ini terkandung makna bahwasanya aku laginanang tidak bisa lepas dari ketergantungan kepadamu ya Allah meskipun cuma sekejap mata makanya orang yang berpaling Allah berpaling darinya maka pasti dia akan B tercabut segala kebaikan Dar Diara yang kita waktu pagi dan petang ya Allah akan B itu maka aku tidak memiliki tempat berlindung dan tempat bersandar selainmu Ya Allah selain dari Tuanku yang aku adalah hambitu Allah subhanahu wa taala bahwasanya hamba itu dialah marbub yang dijaga oleh Allah yang butuh penjagaan Allah dialah yang diatur di alam semesta ini dialah yang diperintahkan dan mendapatkan larangan makanya waktu kita mendapatkan perintah dan larangan Allah di sini kita akan semangat berpegang teguh dengannya karena kita tahu kita hamba yang butuh kepada rahmatnya sedangkan dalam perintah yang Allah turunkan syariatnya larangan yang Allah larang dalam agamanya di situlah terdapat kemaslahatan dan sebab-sebab turunnya rahmat Allah jika kita berpegang berpegang teguh dengannya ini yang kita paling butuhkan dalam hidup kita in rahmatallahiibun minalin sesungguhnya rahmat Allah subhanahu wa taala dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan sebagaimana ketika kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala kemudian kita Bersandar kepada Pilihannya yang terbaik ya bahwa kita adalah hamba yang diatur dan kita terima semua ini dengan Rida maka ini akan menjadikan kita selalu dalam Pertolongan Allah ketika menghadapi hal-hal yang kita tidak sukai atau bencana yang menyakiti ketika menimpa manusia Allah subhanahu wa taala dialah yang mengaturnya dan kita tahu Di balik semua itu ada hikmah yang besar maka ini menjadikan kita mudah untuk bersabar dan selalu tetap bersangka baik kepada Allah subhanahu wa taala dalam semua keadaan kita tib innama yatu biukmil ubudtimfsihi hamba ini hanyalah berbuat ya sesuai dengan Hukum penghambaan diri selalu merendahkan diri di hadapan Allah bukan dengan hukum memilih untuk dirinya sendiri dia hamba dia tahu diri dia diatur ketika keadaan ini menimpa dia dia harusnya berusaha mencari kemaslahatannya jangan dia menolak karena menolak pun tidak akan merubah keadaan tersebut ketentuan Allah pasti berlaku dan sebagai hamba kita harus menerima ketentuan takdirnya Ya tentu dengan bersyukur ketika mendapatkan nikmat bersabar ketika mendapatkan bencana Rida dan selalu bersangka baik kepada Allah subhanahu wa taala falais H snal Abdi bal snul muluki Wal ahrori karena berbuat sesuai dengan pilihan hawa nafsu ini bukanlah keadaan seorang hamba ini adalah keadaan orang-orang jadi ini bukan keadaan seorang budak tapi itu adalah keadaan para raja dan orang-orang yang merdeka Adapun seorang hamba maka mereka berbuat sesuai dengan tuntutan makna ubudiah dia selalu merendahkan diri berdoa meminta kepada Allah dalam semua keadaannya bergant kepada Allah dan Bersandar kepada pertan dan kuatannya dalam semua hal yang dilakukan inilah hamba Allah yang sejati makanya kata beliauidati almudofuna ilaihihanahu mereka inilah hamba-hamba Allah yang menghambakan diri dengan ketaatan sehingga mereka dinisbatkan kepada Allah dalam firman Allah subhanahu wa taala diberapa ayat Alqur’an kita perhatikan seperti di surah alisra ayat 65 sesungguhnya hamba-hambu ini penghambaan diri yang digandingkan dengan dengan Allah penghambaan diri yang sejati ituu penghambaan diri dengan tunduk dan taat kepada Allah bukan keterpaksaan sesungguhnya hamba-hambu tidak ada kekuasaan bagimu wahai iblis terhadap mereka Allah subhanahu wa taala yang langsung menjaga mka hasbuh Barang siapa yang bertawakal kepada Allah dengan benar maka Allah subhanahu wa taala akan mencukupinya kemudian wa juga di firman Allah di ayat lain alfurqan ayat 63ah dan hambamba Allah yang maha pemurah mereka adalah orangor orang yang selalu berjalan di muka bumi dengan merendahkan dirinya ya inilah ubudiah thaah maksudnya mereka menghambaan diri menghambakan diri kepada Allah dengan mengamalkan ketaatan menjalankan perintah mengikuti menjalankan perintahnya menjauhi larangannya tapi ada ubudiah yang penghambaan diri yang hamba ini dipaksa untuk harus tunduk di bawahnya yakni orang-orang kafir sekarang orang-orang yang durhaka kepada Allah tidak mau beriman menentang syariatnya tetap dia adalah hamba Allah meskipun dia tidak suka yakni berlaku kepadanya ketentuan-ketentuan yang Allah tetapkan pada semua makhlukNya ketika Allah menakdirkan sakit ya dia sakit suka atau tidak suka ketika Allah menakdirkan dia mati maka dia mati ketika Allah takdirkan dia mendapatkan bencana misalnya maka dia akan dapatkan sebagaimana juga pembagian nikmat tetap dia akan dapatkan inilah hamba Allah ya yang disebut dengan abidul qahri warububiah hamba Allah yang terpaksa harus tunduk yang ikut dalam pengaturan rububiah Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran tidak lain semua makhluk yang ada di langitlangit dan di bumi kecuali datang kepada Allah sebagai hamba Jadi semuanya hamba kafir maupun muslim taat maupun durhaka tapi ini penghambaan dirinya adalah penghambaan diri yang terpaksa yang mau tidak mau harus dia tunduk kepada ketentuan Allah Adapun hamba Allah yang pertama dialah yang menghambakan dirinya dialah yang mengamalkan ketaatan kepada Allah dialah yang berusaha mengikhlaskan niatnya memperbaiki imannya kemudian bersemangat dalam mengamalkan amal-amal kebaikan yang diridai oleh Allah Subhanahu Wa taalaai mulkii maka ketika digandingkan mereka dengan Allah ini sama dengan penggandengan semua rumah yang ada di dunia ini dengan pemiliknya ya ini penggandengan biasa bukan yang namanya idofat tasyrif penggandengan yang menunjukkan makna kemuliaan sedangkan penggandengan golongan yang pertama itu sama dengan digandengkannya baitullahil haram alka’bah kepada Allah subhanahu wa taala kenapa Ka’bah disebut dengan Baitullah ya kenapa Ka’bah disebut dengan Baitullah rumah Allah padahal kita tahu Allah tidak tinggal di situ Allah subhanahu wa taala Maha tinggi di atas arsynya ini adalah idofah yang menunjukkan makna kemuliaan disebut sebagai rumah Allah yakni rumah yang Allah muliakan karena inilah rumah yang dipakai untuk ibadah ibadah besar di dalam Islam ketika tawaf untuk melaksanakan Haji atau umrah nah waai sebagaimana unta nabi Saleh alaihiatu wasalam digandingkan Dengan nama Allah naqatullahi wasaha naqatullah unta Allah yakni unta yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala Wi allti jannuai sebagaimana negeri tempat tinggal surga ya dinisbatkan kepada Allah dikatakan Darussalam ya negeri tempat Allah subhanahu wa taala yang Maha yang Maha Suci dinisbatkan kepada Allah subhanahu wa taala untuk menunjukkan keagungan dan pemuliaan BAB wud wasam sebagaimana jugai ya digandingkan kepada Allah penghambaan diri atau ubudiah Rasulullah Sallallahu alaii wasallam kepadanya jadi ketika Rasulullah disebut sebagai hamba Allah ini adalah hamba yang menunjukkan kemuliaan yang lain juga adalah hamba Allah tapi mereka tidak menghambakan diri dengan ketaatan contoh dalam firman Allah surat Albaqarah ayat [Musik] ke-23um dan jika kalian dalam keraguan terhadap petunjuk yang kami turunkan kepada hamba kami yakni hamba Allah siapa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam digandingkan penghambaan diri ini kepada Allah menunjukkan ini adalah penggandengan yang menunjukkan makna kemuliaan dan tingginya kedudukan kemudian di surat alisra ayat yang pertama subhanalladzi Asro biabdihi maha suci Allah yang memperjalankan di malam hari hambanya yakni Rasulullah Sallallahu wasallam dikatakan dinisbatkan dia kepada Allah hamba Allah menunjukkan Beliau memiliki kemuliaan dan keutamaan dengan penghambaan penghambaan diri ini karena dinisbatkan kepada Allah subhanahu wa taala kemudian dalam surat aljin ayat ke-19 waahu lamma Q abdullahi yaduadu yakununa alaihibada dan bahwasanya ketika hamba Allah yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdiri untuk berdoa kepadanya hanya meminta kepadaNya ini menunjukkan penghambaan diri juga ini ya dikatakan sebagai hamba Allah penghambaan diri yang khusus yang mengandung makna keagungan dan kemuliaan yang jelas ya hadis ini hadis yang agung ini menjelaskan kepada kita tentang kandungan makna yang tinggi dari tauhid yang sesungguhnya penghambaan diri yang sejati kepada Allah subhanahu wa taala yang semakin kita sempurnakan pada diri kita maka semakin tinggi derajat dan kemuliaan kita juga di sisi allah subhanahu wa taala baik Barakallah fikum Insyaallah di kesempatan berikutnya ada kelanjutan pembahasan dari kandungan doa yang disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di hadis yang sahih ini untuk kesempatan kali ini apa yang bisa kita baca dari kitab alfawaid Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala cukup Insyaallah Semoga menjadi sebaik-baik bekal untuk dunia dan akhirat kita Sebelum kita akhiri saya persilakan kalau ada hal-hal yang ingin Antum tanyakan Barakallah fikum Sallallahu wasallamarak Al nabiina Muhammad waa alihibihi AJM walhamdulillahibabbil alamin Nam Ustaz jazakah kiranarakallah Fik Ustaz atas materi yang telah sampaikan di kesempatan pagi hari ini ikhwat Islam Azani Allahu wakum telah kita simak Bersama sebuah materi yang bertemakan faedah tauhid di dunia dan di akhirat yang mengambil dari penjelasan Kitab fawaidul Fawaid dan untuk selanjutnya Azani Allahu wakum kita akan buka sesi interak soal jawab dan bagi Antum yang ingin bertanya Antum bisa bertanya secara langsung di 0218236543 ataupun Antum dapat bertanyaan mulai chat wa di 0819896543 Nam kita angkat pertanyaan pertama dari telepon silakan Ya silakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan ber di mana dengan Pak Mul di medidan Ustaz Baik Pak Mul silakan Pak Mul ee izin bertanya Ustaz arti dari Lailahaillallah di tengah-tengah masyarakat tidak ada Tuhan selain Allah apa ini sudah sahih Ustaz Baik Pak terima kasih pak pertanyaan kasih Ust semoga kami dapat ilmu yang amin amin Insyaallah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Nah kepada Ustaz kami persilakan silakan Ustaz Iya Barakallah Fik pertanyaan sangat baik sekali dari Pak Mulia Medan tadi Semoga Allah Subhan iya pengertian yang diartikan oleh masyarakat kita dengan Lailahaillallah tidak ada Tuhan selain Allah ini pengertian yang masih perlu ditambahkan ada kurangnya bahwa pernyataan tidak ada Tuhan artinya tidak ada pencipta tidak ada pengatur alam semesta pemberi rezeki tidak ada yang menghidupkan dan mematikan ini makna rububiyah benar hanya milik Allah Tetapi makna dari Lailahaillallah adalah kembali kepada uluhiah setelah kita menetapkan tidak ada yang menciptakan alam semesta mengatur memberikan rezeki menghidupkan mematikan tidak ada yang bisa mendatangkan kebaikan dan mencegah keburukan selain Allah Apa selanjutnya Harusnya kita hanya beribadah kepada Allah semata-mata jadi perlu dilanjutkan dengan makna yang berikutnya yang berhubungan dengan uluhiah sesuai dengan apa yang disebutkan di iniah Arya ada ahan yang benar tidak ada yang berhak untuk kita ibadahi selain Allah subhanahu wa taala tidak ada yang berhak untuk kita serahkan semua bentuk ibadah yang lahir dan batin kecuali hanya Allah subhanahu wa taala semata-mata Adapun kalau sekedar menetapkan rububiah ini kita sudah pernah juga Jelaskan ayat-ayat Alquran menyebutkan orang-orang kafir pun mengakui hal ini kalau kamu tanyakan kepada orang-orang musyrik di zaman jahiliah Siapakah yang menciptakan langitlangit dan bumi mereka akan menjawab Allah kalau kamu tanyakan Kepada mka siapakah yang menciptakandiri mereka mereka akan mengatakan Allah kalau kamu tanyakan kepada mereka Siapa yang mikan rezeki mengatur alam semesta memberikan kepada manusia pendengaran penglihatan dan semua mereka akan mengakui ituanahalad mka Isam padahal ketika dikatakan kepada mereka ucapkan Lailahaillallah mereka menolaknya innahumu Um laahaillallahuakbirun mereka adalah orang-orang yang ketika diajak Ucapkanlah Lailahaillallah mereka menyombongkan dirinya Mereka menolak dan berpaling darinya menunjukkan makna yang terkandung di dalamnya adalah makna yang mengajak untuk beribada kepada Allah semata-mata dan meninggalkan sembahan-sembahan atau berhala-berhala yang selalu mereka sembah selain Allah subhanahu wa taala inilah yang mereka mereka tolak sehingga makna dari Lailahaillallah yang benar adalahallah tidak ada yang berhak disembah tidak ada yang berhak kita serahkan penghambaan diri dan ibadah kepadanya lahir dan batin kecuali hanya Allah subhanahu wa taala satu-satunya tidak ada sekutu baginya n ustah atas telah Antum samp Ustaz dan Islam Azani Allah wakum kembali kami angkat pertanyaan berikutnya m telepon di 0218236543 Nam silakan Ya silakan halo iya iya inin bertanya Pak ustaz Iya dengan saya bapak dan dari mana dari pakarisma ditambun Pak Karisma ditambun silakan Pak Karisma ya Ya izin bertanya Ustaz mau nanyakan ini Pak ustaz masalah puasa wajib khususnya puasa Ramadan kali ya iya ee kalau misalnya kita nih melakukan puasa Ramadan dari tanggal 1 Ramadan sampai tanggal 25 Ramadan dengan keadaan baik yaitu mengerjakan dengan sunah-sunahnya dan melakukan ee yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang dilarang N He terus misalnya kita ee di tanggal 25 kita berbuat maksiat yang kita tahu jelas menghilangkan pahala puasanya De ya yang ingin saya tanyakan apakah puasa yang dari tanggal 1 sampai tanggal 25 Itu juga batal puasanya hilang itu Ustaz Apa gimanai itu aja yang hilang puasanya pala puasanya Baik Pak terima kasih P Ustaz Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Nah kepada Ustaz kami persakanwab silakan Ustaz Iya Barakallah Fik pertanyaan yang sangat baik tadi dari bapak pak Karisma ya semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan limpahan rahmat dan kebaikan bagi beliau keluarga dan bagi kita semua tadi agak terputus pertanyaannya tadi yang saya pahami beliau menanyakan tentang ibadah puasa ya berusaha melaksanakan adab-adabnya sampai di hari tertentu Kalau tidak salah tadi tanggal 25 dia melakukan perbuatan maksiat Saya tidak tahu tadi maksiatnya Apakah berhubungan dengan pembatal puasa atau tidak kalau dia melakukan pembatal puasa maka batal puasanya misalnya dia makan atau minum dengan sengaja atau hal-hal yang lain membatalkan puasa maka batal puasanya tapi puasa-puasa yang lalu tentu tidak sampai batal karena selama dia menjalankan puasa sampai beberapa hari tersebut tidak melakukan pembatal puasa dari terbitnya Fajar sampai terbenamnya matahari maka puasanya Sah hari yang dibatalkan puasanya itu sa yang batal Adapun kalau masalah yang berhubungan dengan perbuatan maksiat secara umum memang ini mengurangi pahala dari puasa tapi tidak sampai membatalkannya seperti Sabda rasulullahahuaihi was had yangah hadis riwayat Imam albukhi Barang siapa yang tidak mau meninggalkan ucapan dusta dan mengerjakan konsekuensinya melakukan keburukan ketika berpuasa maka Allah tidak butuh dengan perbuatannya meninggalkan makan dan minum menunjukkan nilai puasanya sangat kurang tapi secara sah selama dia tidak melakukan pembatal puasa tetap sah puasanya Jadi kalau kejadiannya di tanggal 25 tadi dia melakukan perbuatan maksiat dilihat dulu kalau maksiatnya tidak membatalkan tidak bukan berhubungan dengan pembatal puasa maka tetap dia lanjut puasa dan Insyaallah puasanya tetap diterima oleh Allah subhanahu wa taala meskipun segera dia harus bertobat kepada Allah dari perbuatan maksiat tersebut ya Adapun puasanya sendiri tidak dikatakan batal kecuali kalau dia melakukan salah satu dari pembatal pembatal puasa nah barakik Nam Ustaz wfiq Barakallah jazakumullah Khairan waabarakallah fikum atas jawaban t Antum sampaikan baik ikat Islam Azani Allah wyakum masih kami buka sesi interaktif soal jawab dan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung Anda dapat dapat menghubungi kami di 0218236543 ataupun Anda dapat melalui mengirim pertanya chat wa di 0819896543 Nam kita angkat pertanyaan berikutnya melalui telepon ya silakan Ya silakan asalamualaikum waalaikumumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana Allah di Jakarta Selatan silakan Ibu eh Asalamualaikum Pak ustaz Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Ini Pak pertama-tama kalau subuh tuh ee apa duduknya tuh anak-anaknya pada biasa kalau saya kan kayak di di yang kayak rakaat kedua yang empat rakaat tuh kalau anak-anak gitu terus terus nomor dua kan kita suka min minta tolong sama nak to tolonglah tolong kan kita sedangkan kita minta tolong sama Allah tuh berkata begitu boleh apa tidak itu nomor tiga tahlilan tuh misalnya ada meninggal nih tetangga apa Kakak saya terus ada satu sampai 7 40 hari terus sampai 4 hari itu boleh apa tidak Pak ustaz Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh n Ustaz silakan Ustaz mohon maaf bisa diulang pertanyaannya tadi banyak yang kurang jelas Tadi saya ar ya yang pertama Ustaz tentang masalah Bagaimanakah salat subuh yang sebenarnya Ustaz duduknya Apakah iftiras atau tawaruk Ustaz karena sebagian yang dia laku lihat ada yang tawaruk dan ada yang iftiras Ustaz silakan Ustaz baik ee pertanyaan yang sangat baik dari Ibu tadi yang bertanya Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan pintu-pintu rahmat dan keberkahan baginya dan juga bagi kita semua untuk masalah salat subuh ketika kita duduk tahiyat Apakah duduknya iftirasy seperti tahiyat awal atau tawaruk seperti tahiyat akhir maka ini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama ya kalau untuk mazhab Imam Syafi’i mereka mengatakan duduknya tawaruk Adapun mazhab Imam Ahmad mengatakan duduknya iftirasy ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama mana yang lebih kuat dalam masalah ini pendapat yang dikuatkan olehekhbani rahimahullah taala bel menguatkan berdasarkan Zahir hadis bahwa duduknya adalah seperti duduk tahiyat yang pertama karena ini hanya satu tahiyat berarti duduknya seperti tahiyat yang pertama yaitu duduknya duduk iftiras itu yang dikuatkan oleh salah seorang dari ulama kita yaitu Syekh Muhammad nasiruddin alalbani rahimahullah taala pertanyaan yang tentang tahlilan tadi yang ketiga Kalau tidak salah ini tidak ada tuntunannya di dalam Islam tidak juga diaj dijarkan oleh para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain bahkan juga tidak diajarkan oleh Imam Syafi’i dan para ulama ya yang mengikuti mazhab beliau ini tidak dituntunkan di dalam Islam perayaan-perayaan seperti itu tidak ada tuntunnya dalam Islam yang dianjurkan kita dalam Islam ketika ada orang yang meninggal dunia ya kita mendoakan kebaikan untuknya mendoakan pengampunan atas dosa-dosanya itu yang kita lakukan tidak dengan cara acara-acara seperti itu Nah t yang kedua tadi Apa tadi saya lupa yang kedua namah Ustaz beliau bertanya tentang Bagaimanakah hukum perkataan meminta tolong kepada seorang anak yang padahal meminta tolong hanya kepada Allah subhanahu wa taala Ustaz silakan Ustaz Bagaimanakah minta tolong kepada siapa Minta tolong kepada seorang anak padahal meminta tohonanya kepada Allah subhanahu wa taala Ustaz Iya Barakallah Fik jadi meminta tolong itu kalau dalam hal-hal yang mampu dilakukan oleh makhluk maka boleh kita lakukan boleh kita lakukan kalau itu dalam perkara yang mampu dilakukan oleh makhluk misalnya kita menyuruh anak kita mengambilkan sesuatu mengangkatkan ini atau menyuruh anak kita pergi beli sesuatu maka seorang ibu boleh menyuruh anaknya yang seperti itu karena ini hal yang mampu dilakukan adapun yang tidak mampu dilakukan oleh makhluk misalnya meminta kesembuhan meminta rezeki meminta dijaga dari gangguan makhluk halus misalnya ya maka ini tidak mampu dilakukan oleh makhluk yang mampu melakukannya hanya Allah subhanahu wa taala semata-mata maka kita hanya minta kepada Allah subhanahu wa taala ya Jadi kalau hal-hal yang mampu dilakukan oleh makhluk minta tolong kepada anak kita itu boleh kita lakukan dan boleh kita minta untuk mengerjakan hal tersebut karena makhluk mampu untuk melakukan nya adapun dalam perkara-perkara yang tidak mampu dilakukan oleh makhluk ini tidak boleh kita minta kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata nah nah Ustaz jazakumullah kir Barakallah fikum Ustaz atas jamatt sampaikan Ustaz dan Islam Azani Allahu wyakum kembali kami masih membuka sesi interaktif soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung Anda bisa menghubung kami di 021 8236543 dan bagi Anda yang ingin bertanya chat wa di 0819896543 kami informasikan kepada Anda semuanya anda tidak bisa menanyakan dengan menghubungi melalui chat wa Karena untuk chat wa hanya pertanyaan dalam bentuk tulisan tib kita angkat pertanyaan berikutnya mulai telepon silakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ya Ibu dengan siapa Dari umuadila Ustaz di Pekanbaru imuadila di Pekan Baru silakanadila eh begini Pak ustaz pertanyaannya eh masalahf Ustaz he eh eh Safar seorang akhwad gitu masih belum menikah itu apakah diperbolehkan safarnya itu karena dinas dinas keluar e daerah gitu misalnya dari dari Sumatera ke Jawa misal dari Pekanbaru ke Jakarta gitu enggak ada mahram ada yang mengatakan Ustaz juga di sini kita baik terputusadil mungkin nanti bisa menghubung kembali tapi mungkin bisa di di jawab Ustaz tentang hukum wanita Safar bagi mereka yang Safar tanpa mahrum Ustaz dalam urusan dinas pekerjaan ataupun lainnya Az silakan Ustaz Iya Barakallah Fik Jawaban pertanyaan sangat baik dari ibu yang ada di Pekanbaru tadi Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan Taufik kebaikan dan keberkahan bagi beliau dan bagi kita semua ya bersafar untuk e jarak seperti yang disebutkan tadi ini adalah Safar Masuk Jarak Safar ketika seorang perempuan melakukan perjalanan seperti itu tanpa ada mahram maka jelas dilarang dan di tidak diperbolehkan di dalam Islam ya Bahkan larangan yang sangat keras dan termasuk dosa besar ketika dilakukan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Imam muslim bersabda lairu Ma mah tidak boleh seorang perempuan tidak boleh sekali-sekali seorang perempuan melakukan perjalanan kecuali bersamanya ada mahram ada laki-laki yang menjadi mahramnya karena ini berhubungan dengan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan mencegah dari fitnah dan kebaikan-kebaikan yang lain maka tidak boleh diperbolehkan melakukan perjalanan seorang perempuan tanpa mahram n Nam Ustaz jazakallah Khairan wabarakallah fikum Ustaz atas yang telah Antum sampaikan Ustaz dan Islam azan ya allahakum kembali kami persilakan bagi Anda yang untuk bertanya di Line telepon 021823 6543 na silakan Halo iya halo iya silakan pak ya dari hamba Allah di Cikarang baik silakan pak ee gini Pak ustaz mau bertanya ee melanjutkan pertanyaan Bapak tadi ee saya tanyakan gini maksudnya kalau misal kita puasa Ramadan itu kita berbuat maksiat membatalkan pahala puasa tapi kita enggak berbuka terus kita menahan puasa kita sampai magrib berbuka baru berbuka terus ee yang ingin saya tanyakan apakah kita mengqodya enggak itu Pak ustaz ya itu Asalamualaikum warahmullah baik Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dan kepada Ustaz kami persilakan silakan Ustaz Iya Barakallah Fik pertanyaan sangat baik sekali dari bapak yang bertanya tadi Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan Taufik kebaikan bagi beliau dan juga bagi kita semua tadi sudah kita jawab Bahwa ini tidak membatalkan puasa tidak perlu diqada berarti tidak kalau dia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa maka puasanya Insyaallah tetap diterima oleh Allah meskipun nilainya akan berkurang sesuai dengan perbuatan maksiat yang dilakukannya kita tahu nilai puasa itu tidak semua orang terima dengan sempurna kalau ada yang melakukan hal-hal yang sebab-sebab yang menjadikan pahala puasanya berkurang Ya seperti yang tadi kita sebutkan dia melakukan ucapan dusta melakukan perbuatan-perbuatan buruk maka Allah tidak butuh kepada perbuatan dia meninggalkan makan dan minum yakni Nilainya sangat berkurang di sisi allah subhanahu wa taala seperti juga sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di hadis lain yang juga sahih hadis ini cukup terkenal bisa jadi orang yang berpuasa tidak dapat bagian dari puasanya kecuali lapar dan dahaga semata-mata ada yang sampai separ ini nilainya nilai puasanya benar-benar sangat sangat sedikit sekali Dia hanya dapatkan lapar dan dahaga semata-mata makanya kita jaga puasa kita dari hal-hal yang bisa mengurangi kesempurnaan nilai pahala dan keutamaannya dengan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat yang tentu saja maksiat dijauhi dalam semua keadaan apalagi waktu dalam keadaan kita sedang beribadah puasa karena Allah subhanahu wa taala nah Nam Ustaz jazakumullah kir wakallah fikum Ustaz atas jawabtum sampaikan dan Islam Allah wakum pertanyaan yang terakhir dijawab oleh merupakan pertanyaan terakhir di kesempatan pagi hari ini Sebelum kita akhiri perjumpaan kita di pagi hari ini kami minta kepada menyampaikan iktitam silakan Ustaz ya Barakallah fikum pembahasan yang kita kaji di kesempatan pagi hari ini adalah tentang makna doa yang agung Yang tadi kita sebutkan di dalam doa ini banyak terkandung faedah-faedah yang nanti kita akan bahas lebih lanjut yang jelas faedah untuk ubudiah menghambakan diri selalu tunduk kepada Allah mengakui kelemahan dan kekurangan diri kita kepada Allah subhanahu wa taala sebelum kita ungkapkan permintaan ini termasuk bentuk tawasul yang sangat utama dan sangat memudahkan pengabulan doa kita oleh Allah subhanahu wa taala Insyaallah akan ada kelanjutan dari pembahasan dari hadis yang sangat Agung ini di pertemuan pertemuan berikutnya Barakallah fikum mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Sallallahu Wasallam amdulillahaminhanakaham asuahillf wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh jazakumullah Kiran wakallah fikum kami sampaikan kepada Al Ustaz Abdul Taslim Ma hafullahu taala atas waktu yang telah beliau berikan di kesempatan pagi hari ini dan juga materi yang telah beliau sampaikanj jawaban-jawaban yang telah beliau paparkan untuk kita semuanya di kesempatan pagi hari pagi hari ini kami ucapkan jazakumullah Kiran Barakallah fikum Semoga Allah subhanahu wa taala menjaga beliau di sana Dan juga keluarga beliau dan juga semoga Allah semakin Memberikan keluasan ilmu Kepada beliau sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama beliau Insyaallah allahum Amin tak lupa pula kami ucap Terima kasih banyak untuk rekan-rekan kami KR Roja Kendari dan juga KR Roja celengsi atas kerj samamanya dan juga petolongan dari Allah Subhan taala acar berjalan dengan lancar dan juga untuk Anda semuanya islamakum para pemerhati rja para pendengar rja di Manap pun Antum berada atas kebersamaan anda di pagi hari ini dari awal hingga akhir kamiucapkan Terima kasih banyak jazakumullah Khairan wakallah fikum nantikan kembali kajian beliau Insyaallah Pada hari Kamis yang akan datang untuk kita ikuti bersama pembahasan Kitab fawaidul Fawaid buah karya dari Ibnu qayyim aljauziyah rahimullahu taala akhir kalam kami sampaikan kepada Anda semuanya Mohon maaf jika apa yang kami sampaikan terdapat kekurangan dan kesalahan kata mohon dibukakan pintu maaf Yang selimar-limar ya untuk kami semuanya dan untuk Anda semuanya semoga Allah tetap menjaga kita dan Anda semuanya dalam aktivitas pagi hari ini menjelang sore nanti Billahi Taufik walhidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Leave a Reply