Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Ada Apa dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[Musik] bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa Rasulullah di kesempatan pagi hari ini di hari Selasa seperti biasa kita akan simak bersama kembali kajian ilmiah yang disiarkan secara langsung dari pembahasan Parenting pembahasan rutin yaitu pembahasan buku Ada apa dengan remaja disampaikan oleh penyusunnya langsung yaitu alwisata almaidani Hafiz Allah Alhamdulillah beliau berkenan kembali untuk memberikan faedah dari dari buku tersebut dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi interaktif sesi soal jawab bagi Anda yang semakin bertanya melalui layanan pesan Whatsapp silahkan bisa mengirimkannya di nomor 081989 6543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada alur cerita kami persilahkan follow Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah [Musik] Sallallahu Alaihi Wasallam muslimin wal muslimat para pemerhati roja yang dimuliakan Allah pertama-tama kita bersyukur pada Allah subhanahu wa ta’ala pada kesempatan Pagi ini kita dapat bertemu kembali kita masih membahas buku Ada apa dengan remaja pada kesempatan Pagi ini kita akan melanjutkan pembahasannya sebelumnya shalawat dan salam tidak lupa kita limpahkan untuk nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat azan ya Allah kita sampai masih berbicara tentang pentingnya ya menjaga perkembangan akal anak dan itu harus dimulai dari kecil ya karena akal manusia itu berkembang seiring dengan perkembangan fisiknya ya otak berkembang demikian juga akal cara berpikir manusia itu juga berkembang ya manusia melewati fase-fase kehidupan mulai dari bocah remaja dewasa sampai ia dia menjadi orang tua sampai dia lanjut usia nah sampai kepada usia Iya kita katakan Ya ada yang diuji Allah dengan pikun ya dan ada yang kembali ke arthalil umur ya ke masa-masa yang sangat lemah Demikian Ya perkembangan akal manusia itu maka ya kita sampai terakhir ya pada pembahasan yang bagaimana cara kerja otak gitu ya berbagai penelitian membuktikan bahwa otak manusia akan merekam apa saja yang masuk ke dalamnya ya mata telinga itu cuma media untuk memasukkan berbagai macam informasi ke dalam otak ya baik apa yang kita lihat apa yang kita dengar apa yang kita rasakan ya semua data dan informasi yang dikirimkan oleh mata telinga ya dan dimasukkan itu dikirimkan ditransfer ke dalam otak akan membentuk cara kerjanya oleh karena itulah seorang mukmin ya harus berhati-hati selalu waspada dalam memasukkan apa saja ke dalam otak maka salah satu daurriyatul Hamzah itu adalah hifzul akal menjaga akal Ya menjaga akal Ya baik dari kerusakan secara fisik maka kita tidak boleh memukul kepala ya karena bisa membahayakan otak demikian juga kita tidak boleh merusak otak dengan misalnya minuman keras narkoba dan sejenisnya karena itu pasti akan merusak otak ya demikian juga hal-hal yang bisa merusak lewat pandangan mata dan pendengaran telinga ya Misalnya narkolema narkotika lewat mata atau istilahnya pornografi itu apa yang dilihat kemudian apa yang didengar ya Nah demikian ya informasi-informasi ya ini harus kita jaga ya dari hal-hal yang bisa justru akan merusak otak kita maka perhatikanlah hikmah syariat yang memerintahkan setiap Mukmin agar selalu menjaga pandangan pendengaran dan hati dari perkara-perkara yang tidak patut tidak pantas ya yang dilarang Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka semakin sering seseorang melanggar perintah Allah yaitu dia tidak tidak jaga pandangannya dia tidak jaga pendengarannya ya maka akan semakin keras hatinya akan semakin keras hatinya Oleh karena itu dilarang mendengarkan syubhat syubhat ahli bidah Kenapa karena merusak otak demikian juga kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan ya supaya kita bisa menjaga kebersihan otak kita akal kita pikiran kita orang yang selalu melayangkan pandangannya ke apa saja yang ingin dilihatnya maka hatinya akan terganggu otaknya juga akan rusak informasi yang dikirimkan mata ke otak itu berisi informasi-informasi yang kita katakan rusak dan kotor sehingga itu akan mengotori cara kerja otak juga ya maka Allah mengatakan di dalam Alquran wala taqfu Alaihi salaka bihi Ilham dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya tidak punya ilmu tentangnya sesungguhnya pendengaran penglihatan dan hati semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya yaitu ada pertanggungjawabannya atas apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar maka dari sini semestinya kita memahami bahwa usia dini adalah waktu yang sangat tepat bagi orang tua untuk menyampaikan informasi-informasi yang positif sehingga menjadi data yang membangun kepribadian anak terutama misalnya berkaitan dengan aqidah tentang Allah tentang malaikat tentang kitab-kitab suci tentang para nabi dan rasul tentang hari kiamat tentang takdir itulah 6 pilar rukun iman ya demikian juga menanamkan karakter yang baik serta Akhlak Yang Mulia ya membiasakan dia untuk mendengarkan yang bermanfaat dan menjauhkannya dari mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat ya Nah demikian Ya seperti demikian pula ya Orang tua harus membentengi anak dari informasi-informasi yang bersifat merusak data-data sampah ya sebab jika tidak akan membawa pengaruh negatif yang permanen apalagi hari ini ya ya kita lihat ya dunia informasi ya teknologi informasi itu sangat maju ya orang sekarang mengatakan ini zamannya ilmu pengetahuan dan Teknologi memang memudahkan informasi dengan sangat cepat bisa menyebar ya sampai ke tangan kita sampai ke telinga kita ya demikian pula secara visual sekarang sangat mudah ya berita itu bukan hanya ya apa yang kita dengar sekarang bahkan bisa dilihat dengan mata didengar dengan telinga ya video-video viral yang berisi informasi-informasi yang berseliweran di media sosial ya platform media sosial ataupun sejenisnya ya itu sangat ya kita katakan sangat umum ya di tangan kita hari ini bukan hanya di tangan orang dewasa ya Bahkan di tangan anak-anak ya anak-anak sekarang usia-usia remaja Belia di awal usia remaja bahkan sebelum remaja lagi ya sudah mengenal aplikasi-aplikasi Ya seperti Tik Tok Instagram dan sejenisnya ya Dan ini Tentunya menampilkan banyak informasi-informasi busuk atau Imboost hal-hal yang tidak bermanfaat tidak berguna ya itu muncul di jendela platform media sosial ya mau nggak mau kadang-kadang kita buka handphone itu yang nampak yang muncul ya di layar kaca kita di layar di screen handphone kita ya maka kadang-kadang itu yang membuat pusing kepala juga ya tiap hari dengan informasi-informasi yang nggak guna hoax ya demikian juga informasi-informasi yang jelas merusak ada misi tertentu ya dari orang yang menyebarkan informasi tersebut yang membuat hati itu juga akan kacau ya yang menjadi tidak tenang maka kalau mau tenang Ya memang harus memproteksi pendengaran kita penglihatan kita dari informasi-informasi busuk seperti ini kalaulah kita orang dewasa ya bisa terpengaruh bahkan terdampak Hebat ya dari informasi-informasi sampah seperti ini apalagi anak-anak yang ya tentunya nggak ada filternya dia ya ya dia tampung saja semuanya kalau kita mungkin orang dewasa masih bisa menyaring ya wah ini nggak guna ini ini anfaedah ini ya itupun kadang-kadang kita terpengaruh ya Nah apalagi anak-anak apalagi remaja yang rasa penasarannya itu sangat besar ya penasarannya sangat besar ya kalau mereka bermain handphone ya kelak-klik saja ya semuanya dibuka semuanya dilihat maklumlah anak muda penasarannya tinggi kan begitu nah ini yang betul-betul akan mempengaruhi cara kerja akal mereka Maka jangan heran kalau sekarang itu banyak remaja yang nggak bisa fokus ya terlambat dewasanya padahal cepat baliknya nggak nggak sinkron kadang-kadang ya dia cepat baliknya Ya karena ya tubuh ini juga terangsang dari apa yang dilihat dan didengar sehingga mempercepat kematangan tubuh itu baliklah dia secara fisik balik lah dia tapi akalnya nggak sedewasa nggak secepat perkembangan fisiknya ya Sehingga kadang-kadang di usia-usia akhir remaja masih kekanak-kanakan ya belum mengerti tanggung jawab tidak bisa fokus ya nggak ngerti apa yang harus dilakukan nggak ngerti tanggung jawab juga mungkin ini menjadi PR banyak orang tua hari ini seperti itu nah salah satu penyebabnya adalah ini informasi-informasi sampah yang sudah banyak mengotori ataupun mengisi otak mereka kita mungkin melihatnya sepele ya kita baca berita kan begitu ya udah lewat cari berita yang lain cari berita yang lain kan begitu ya Sambil bolak-balik screen handphone kita terus kita ikuti berita-berita itu Coba lihat orang itu nongkrong di depan handphonenya baca berita nggak habis-habis ya ya wajar kalau mengikuti berita itu ya lebih lama daripada baca Quran mungkin kenapa berita itu kan menampilkan sesuatu yang buat penasaran hati gitu ya ini apalagi ini apalagi ini hingga diikuti Terus mungkin kita anggap sepele itu yang cuma baca aja kok cuma lihat aja kok nggak dimasukkan dalam hati katanya itu katanya nggak dimasukkan dalam hati tapi otak mereka otak merekamnya dia lama-lama masuk juga ke dalam hati kata orang pepatah orang tua kita dari mata turun ke hati ya dari mata turun ke hati itu artinya apa ya mata itu cuma mentransfer saja apa yang dilihatnya ke dalam otak kita memori yang tersimpan begitu maka wajar kalau kadang-kadang muncul dia kadang-kadang muncul dia ya muncul kalau kita pernah mimpi ya orang nggak bisa merencanakan mimpi kenapa orang itu tidak bisa merencanakan mimpi kadang-kadang kita merencanakan mimpi ini tapi enggak muncul dalam mimpi kita gitu Padahal kita ingin mimpi itu gitu ya tapi ternyata apa kadang-kadang yang muncul itu sesuatu yang tidak kita ingat-ingat tapi pernah kita lihat sebenarnya pernah kita dengar pernah kita lihat itu muncul dalam mimpi kita dan kita tidak rencanakan itu waktu tidur nanti saya mimpi ini ya gitu nggak nggak muncul yang seperti itu yang muncul adalah sesuatu yang enggak kita rencanakan tiba-tiba Muncul aja itu dalam mimpi kita nah ini Enggak lepas dari kerja otak yang menyimpan banyak memori ya di dalam di dalamnya gitu dan dia bisa muncul dia dan setan juga bisa memunculkannya maka orang yang membiasakan hal yang buruk dia susah untuk meninggalkannya Apalagi itu sudah menjadi karakternya Ya sudah menjadi wataknya sudah menjadi tabiatnya maka untuk merubahnya itu berat itu karena untuk merubah pola yang ada di dalam otak itu berat itu susah dia harus mengganti dengan pola yang lain yang juga nggak kalah dominan daripada pola yang sudah terbentuk sebelumnya dan untuk merubah ya merubah dan membuat pola yang baru ini lebih dominan daripada pola-pola yang sebelumnya ini butuh perjuangan ini butuh waktu juga itu maka memang paling baik adalah menjaga memproteksi anak-anak itu dari hal-hal yang bisa merusak otak mereka kalau sudah tersimpan dia tidak akan hilang sebenarnya ya dia akan muncul kembali bisa jadi itu muncul begitu saja ya dan bisa jadi itu Munculkan oleh setan ya tergambar kembali di depan kita apa-apa yang pernah kita katakan apa yang pernah kita lihat gitu ya nah demikian kalau kita candu kepada suatu yang salah dulu ya ya kemudian terbongkar lagi memorinya itu cepat nyambungnya itu Nah kalau warna baru pola baru di dalam otak tidak dominan Maka akan muncul yang lama itu Oleh karena itu jangan heran kalau ada yang istilahnya namanya tobat sambel itu kenapa ada istilah Taubat sambel dia sudah tobat Sebenarnya ya tapi kata orang ini tobat sambel gitu Kenapa ada istilah Taubat sambel Karena manusia cenderung kembali kepada kebiasaan awalnya Walaupun dia berusaha untuk meninggalkannya selama dia tidak berusaha untuk merubah pola yang sebelumnya dominan itu dengan pola baru yang tidak kalah kuat dominannya dan ini perlu perjuangan sebenarnya Dan itu tidak mudah ya Nah itu kita yang mungkin sudah judulnya terlanjur semua kan begitu ya kita dulu mungkin ya mengisi otak kita dengan macam-macam maklumlah dulu mungkin kita tidak tahu orang tua kita juga nggak tahu ya maka anak-anak sekarang ya mereka harus ya betul-betul kita proteksi dari hal-hal yang sebenarnya merusak semua tapi itulah dia tantangannya hari ini ya Allah menguji kita hari ini dengan ujian yang berat juga Memang Allah mudahkan orang itu untuk mencari hidayah untuk mendengar hidayah untuk dapat hidayah untuk dapat ilmu betul-betul dimudahkan hari ini dengan teknologi ya di dalam handphone kita itu bisa tersimpan jutaan buku yang dulu nggak mungkin kita bawa kita tenteng ke mana-mana itu ya tapi sekarang bisa hadir dalam handphone kita ratusan ribu buku ya bisa kita kantongi kita bisa buka kapan saja kita bisa lihat bahkan sekarang orang tidak perlu bawa mushaf kemana-mana nggak ada lagi orang yang mengantongi mushaf kecil itu dulu ada mushaf saku namanya ya itu dulu waktu Belum ada ini ya handphone ini belum ada smartphone orang kemana-mana ngantongin itu itu yang yang memang ada niat baca Quran ya jangan Tongi itu kemana-mana itu para santri ya para pelajar ya itu kemana-mana bawa itu tapi sekarang itu nggak ada lagi yang bawa itu ya Periksa aja kantong mereka kalau nggak percaya nggak ada lagi kenapa karena mereka sudah ngantungi handphone ya benda yang lebih serbaguna begitu apapun ada istilahnya semacam toserba atau toko serba ada gitu ya itu lebih ya mungkin lebih menarik ya daripada yang lainnya wajar kalau orang-orang sekarang nggak bisa move on dari handphone gitu Ya walaupun dia tahu ini ya ini rusak ini ini merusak tapi ya dia walau bagaimanapun yang gak bisa lepas dari itu ya Nah demikian karena hidup kita sekarang ya terikat dengan itu juga ya demikian ya jadi ada istilah itu Taubat sambel itu kenapa ya karena kalau orang yang bertaubat tidak sungguh-sungguh mengganti pola yang lama yang sudah dominan mungkin sangat dominan kuat di dalam otaknya dengan pola yang baru pola yang baru yang dia ingin ganti dengan pola yang baik dan misalnya kebiasaan baik ya amal yang baik amal yang sholeh begitu misalnya ya itu itu butuh perjuangan itu Nah demikian wallahualam maka ya penting kita untuk menjaga ya apa namanya anak-anak kita dari informasi-informasi apa yang mereka lihat apa yang mereka dengar ya Nah demikian wallahualam maka Islam juga memerintahkan agar seorang mukmin berhati-hati ya dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan dan lingkungan itu juga mempengaruhi ya karena teman juga dapat membawa pengaruh yang besar Nabi mengatakan almarhum Aladin ya seorang itu berada di atas agama teman karibnya kalian maka perhatikanlah Siapakah yang menjadi sahabat karibmu karena itu yang pasti dia lihat dia dengar ya kita nggak dengar semua orang ya Dan kalau ada orang yang gak kenal lalu berbicara mungkin pembicaranya tidak kita acuhkan kalau kita lihat kita juga nggak peduli tapi sahabat karib ini besar pengaruhnya kata-katanya kita dengar apa yang dia Tampilkan kita tiru karena kita lihat itu kita peduli gitu ya itu Sahabat karib ya Kholil hullah ya ya persahabatan pertemanan yang spesial ya bukan sekedar kenal orang-orang seperti ini yang ada di mungkin lingkaran apa namanya Ring Satu Istilahnya ya ya circle seseorang yang merupakan ring satunya ini memberikan pengaruh yang besar apa yang dia katakan kita dengar soalnya apa yang kita lihat darinya itu tertancap dalam otak kita mempengaruhi maka perhatikan lingkungan dan pergaulan Karena manusia akan sangat terpengaruh dengan lingkungan dan pergaulannya ya Nah demikian sampai-sampai nabi mengumpamakan Seperti apa ya teman yang baik itu seperti penjual minyak wangi teman yang buruk itu seperti pandai besi artinya akan ada dampak dari pertemanan itu jika baik pertemanan itu pergaulan itu Baiklah hasilnya jika buruk Maka buruklah hasilnya Ya kita akan kecipratan buruknya itu paling minimal ya paling Minimal kita akan kecipratan buruknya walaupun kita mungkin tidak menirunya mungkin ya tapi ya pasti akan kena kecipratannya juga Nah demikian maka Islam menganjurkan kita memerintahkan kita agar mencari lingkungan yang baik pergaulan yang baik maka orang tua di sini punya kewajiban untuk memilihkan pergaulan lingkungan dan pergaulan yang baik untuk anak-anak mereka ya Demikian Ya sebagaimana disebutkan dalam hadis yang masyhur ya tentang orang yang telah membunuh 100 jiwa kemudian dia bertaubat ya ketika dia bertaubat dia dia dibimbing oleh seorang Alim yang membimbingnya untuk bertaubat ketika dia bertaubat si Alim itu mengatakan Kamu tinggal di negeri yang tidak baik lingkungannya rusak ya maka Pergilah dari lingkungan itu Carilah lingkungan yang baik Pergilah ke negeri Polan di sana ada orang-orang baik yang menyembah Allah ikutlah menyembah Allah bersama mereka jadi orang alim ini tahu penyebab ya si laki-laki ini sampai membunuh 100 jiwa Karena masalah lingkungan dan pergaulan ya itu yang merusaknya maka ketika orang ini mau bertobat ya si Alim ini tidak Orang alim ini tidak mengatakan Kamu jangan bunuh lagi ya Ya dia nggak berkata seperti itu kamu jangan membunuh orang lagi ya enggak tapi Halim ini dengan ilmunya mengetahui menganjurkannya untuk meninggalkan sesuatu yang menjadi sebab orang ini jatuh dalam perbuatan buruk itu yaitu lingkungan dan pergaulannya maka yang dianjurkannya yang diperintahkannya adalah meninggalkan atau istilahnya berhijrah meninggalkan negeri itu dia meninggalkan lingkungan dan pergaulan yang rusak itu karena itu sangat mempengaruhi dan akhirnya dia pergi meninggalkan negerinya itu dan dia pun selamat dapat Khusnul Khotimah karena dia ternyata ajalnya sampai di tengah jalan aja nggak sampai negeri yang ditujunya tapi dia lebih dekat kepada negeri yang ditujunya artinya ini menunjukkan kesungguhannya untuk berubah ya Nah sesungguhnya untuk berubah maka ya manusia itu sangat terpengaruh dengan apa yang dilihat dengan apa yang didengar oleh karena itulah salah satu trik pedagang ya trik pedagang ini trik pedagang ini ya ketika ingin menawarkan barangnya Dia berkata lihat dulu barangnya pak kadang-kadang kita nggak ada niat untuk beliau ketika lihat barang itu jadi Niat beli itu kalau kita pernah jalan-jalan ke pasar atau ke mall ya awalnya kan cuma cuci mata aja lihat-lihat saja enggak ada niat beli sampai di sana lihat ini lihat itu jadi muncul keinginan untuk membeli ya akhirnya pulang bawa barang banyak begitu kenapa pengaruh apa yang kita lihat mempengaruhi cara kerja otak kita juga yaitu pentingnya kita menjaga penglihatan dan pendengaran gitu maka di dalam Islam kita dilarang mendengar syubhat apa kata Al Imam zahabi ya Beliau mengatakan dulu para Salaf beliau menukil perkataan Sofyan atau di ya dulu para Salaf senantiasa memberikan nasihat kepada murid-murid mereka syubhat itu sangat cepat sambarannya sementara hati itu lemah ya Maka jangan dengarkan syubhat sekali didengar itu nggak hilang masuk ke dalam hati otak kita merekamnya itu dan itu akan mempengaruhi walaupun tidak instan saat itu tapi akan mempengaruhinya nanti susah untuk dicabut untuk dicabut lagi keluar kepala kita kalau sudah masuk itu ibaratnya kalau sudah kebobolan itu ya nggak akan dianudara nggak akan dianulir lagi itu susah untuk menganulirnya ya Nah demikian maka Ayub assertia ini Pernah Ada seorang ahli Bid’ah ingin membacakan satu ayat kepadanya Beliau mengatakan Pergilah kamu dariku Aku tidak akan mau mendengarkanmu walaupun setengah ayat walaupun setengah ayat tapi nggak ada setengah ayatnya walaupun ya walaupun sepenggal kalimat tidak ingin mendengarkannya dari Si Ahli Bid’ah ini ada orang yang berkata berkomentar wahai Imam Apa salahnya dia baca satu ayat saja Apa salahnya nih kadang-kadang hujah argumentasi orang awam Ya apa salahnya itu ya kalau kita nilai segala sesuatu dengan kejahilan nggak ada salahnya semua memang ya kalau itu kalau kita nilai dengan kejahilan ya tanpa ilmu nggak ada salahnya semua maka orang ini berkata Ya wahai Imam Apa salahnya dia baca satu ayat saja kalau kamu enggak berkenan pergi ya Ini udah mungkin datang jauh-jauh dia dia ingin menyampaikan satu ayat maka Ayub astiani mengatakan tidak aku khawatir dia membacakan satu ayat dia selewengkan maknanya dan itu masuk ke dalam hatiku Coba lihat Bagaimana dulu para Salaf memproteksi pendengaran mereka Padahal mereka adalah orang-orang yang luar biasa ilmunya ya ya ketakwaannya ya dan juga ilmunya Jangan ditanya lagi ya tapi mereka senantiasa khawatir dan menjaga diri Tidak sembarangan mendengarkan apalagi mendengarkan ahli Bid’ah itu yang Masuklah ke telinga kita masuk ke telinga itu cuma mengantarkan informasi itu ke otak dia direkam dan itu merusak dia dia bekerja pelan-pelan merusak akal kita itu ujung-ujungnya banyak orang seperti itu akhirnya apa Dia berkata kamu Jangan buru-buru menyalahkan mereka punya dalil juga ini akibatnya ini mereka juga punya dalil kamu Jangan buru-buru menyalahkan ya demikian kenapa ya karena syubhat itu sudah masuk di dalam kepala kalau kita baca ya Bagaimana sikap tegas para ulama-ulama Salaf Dalam memproteksi pendengaran mereka dari sebuah-sebutan luar biasa ya ada yang memasukkan jari ke telinganya dan macam-macam ya karena mereka tidak ingin mengotori hati ya dengan mendengarkan sebuah-sobat seperti itu ya wallahualam mengatakan tidak Walaupun setengah ayat ya tapi kita sekarang ini kepedean kadang-kadang ya kita dengarkan ajalah itu kalau kita dengarkan bahkan disimak baik-baik kan begitu ya setelah masuk ke dalam hati kita susah untuk Keluar akhirnya bergeserlah ya keyakinan kita pandangan kita wallah itu orang dewasa ya kita ini orang dewasa bagaimana anak-anak itu yang sangat menakutkan dari dunia maya itu dia buka semuanya itu macam pintu dunia apabila dibuka Pintu itu terbuka semuanya nampak semuanya ya maka anak-anak pun kadang-kadang buka ini buka itu ada orang tua ya mungkin dia kurang detail ya dia lihat anaknya bermain internet ya oh ada tulisan Arab aman dia nggak buka macam-macam ya kalau dia bukan macam-macam Kan ketahuan itu ya gambarnya apanya begitu ya suaranya Oh dia Aman ini dia buka situs bahasanya Arab lagi begitu ya aman belum aman Ayah Bunda sekalian ada kejadian itu ternyata apa yang dia buka ternyata situs kelompok-kelompok menyimpang kelompok sesat akhirnya terpapar paham radikalisme ya kemudian ada yang terpapar si a karena orang tua tadi kurang kurang detil ya dia lihat Wah aman ini dia buka bahasanya Arab Kok nggak macem-macem nggak aneh-aneh nggak ngada-ngada ya Nah demikian tapi ternyata apa yang dia buka apa situs-situs dari kelompok-kelompok yang menyimpang rusak ya Nah dia baca ya Atau dia dengar di YouTube misalnya Jadi menjaga pandangan dan penglihatan hari ini susah banget pakai banget ya luar biasa kenapa itulah yang berseliweran di platform media sosial kita dia datang mendatangi kita bukan kita mendatanginya istilah kata dulu orang datangi dukun sekarang dukun datangi ya pelanggannya itu datangnya orang-orang ya apalagi kadang-kadang kita ini ya rasa penasarannya sangat tinggi gitu ya isengnya itu juga tinggi juga guys banyak hal-hal yang buruk berawal dari iseng-iseng iseng-iseng ya Nah itu ya diisi setan lama-lama kan begitu Nah demikian ya jika seseorang melalaikan bimbingan syariat ini dia terus berbuat maksiat bergaul dengan teman-teman yang salah lingkungan yang buruk lambat laun dia akan terseret dia ke pada keburukan itu oleh karena itulah Salah satu tugas dan tanggung jawab orang tua adalah membantu anak untuk mendapatkan teman dan lingkungan yang baik ya Dan ini harus dilakukan semenjak kecil memilihkan teman memilih sekolah memilih lingkungan tempat tinggal yang baik untuk mereka Maka dari itu para Salaf dulu mengatakan dia tetangga dulu sebelum bangun rumah sebelum beli rumah siapa tetangga kamu bagaimana lingkungannya ya Nah demikian wallahualam mungkin materinya sampai di sini dulu kita akan lanjutkan pada pertemuan-pertemuan yang akan datang Insya Allah Astaghfirullahaladzim muslimin dari pembahasan mengenai cara kerja otak yang mengejutkan diambil dari buku Ada apa dengan remaja yang bisa langsung oleh Beliau dan selanjutnya kami akan Ajukan pertanyaan yang sudah masuk di layanan pesan Whatsapp kepada pertanyaan Ustadz Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh yusad Bagaimana dengan kondisi anak-anak muda sekarang dan mungkin mohon nasehatnya di mana seperti ada tren suka berdebat di kolom komentar Padahal dia yang mengaku di atas sunnah pada postingan ceramahnya Ahlul bidah sehingga postingan tersebut terus-menerus muncul dan hingga menjadi viral karena komentar-komentar atau perdebatan yang di kolom komentar tersebut mereka berkomentar seperti itu kan setelah baca komentar yang lainnya subat-sobat yang berseliweran di situ kan begitu ya Dan ini mengotori pikiran itu ya ada tahapan kita belum belum waktunya dan belum perlu dan sangat tidak perlu untuk mendengarkan hal-hal semacam itu makanya tidak semua ulama ya ikut dalam majelis perdebatan atau apa namanya masuk dalam perdebatan nggak semua ya ulama-ulama tertentu saja itupun yang memang merasa bahwa dia untuk untuk apa namanya untuk masuk yaitu untuk ikut begitu karena keilmuannya memang sudah mencukupi ya dan lain sebagainya itu tidak semua ulama Nah kita menuntut ilmu saja belum mungkin ya tapi kita sudah mencekoki pikiran kita akal kita dengan hal yang gak bermanfaat baca-baca komentar manusia di situ kan begitu yang semuanya syubhat isinya walaupun kita mendebatnya ini ini yang harus kita camkan baik-baik ya walaupun kita dalam posisi mendebatnya kita dengar juga hujannya itu yang diinginkan Ali bidah yaitu kita dengar kata-katanya walaupun kita tahu ya bahwa kita walaupun dia tahu kita tidak akan ikut mereka saat itu ya Tapi minimal bisa mereka bisa iklan gratis gitu ya menyampaikan syubhatnya maka dari itu banyak para ulama menolak menolak dan bahkan melarang yang namanya majelis debat perdebatan Kenapa itu jadi ajang promosi bagi ahli kita untuk menyampaikan beritanya ya walaupun kita merasa menang ya di dalam perdebatan itu malah dia hujannya tapi orang akan mendengar apa namanya alasan mereka orang mendengarkan hujah-hujah mereka syubhat-syubhat mereka bukan hujaya sebab-sebab mereka dan itu kerjanya nggak langsung racun-racun seperti itu nggak langsung itu akan mempengaruhi hati dalam waktu yang lama mungkin ya banyak anak-anak muda seperti akhirnya futur ya futur Ya itulah makanya kita menuntut ilmu itu harus runut ya artinya apa mengikuti tahapan-tahapannya remaja seperti ini mau muncul sebelum waktunya begitu ya ini terlihat hebat begitu ya atau hanya didorong oleh semangat gitu ya memang menuntut ilmu itu perlu sabar menapaki tahapan demi tahapan tidak melewati batasnya itu penuntut ilmu harus dibimbing seperti itu ya bukan di provokasi untuk terlibat dalam hal semacam ini merusak merusak perjalanan mereka menuntut ilmu juga begitu ya hingga kadang-kadang orang-orang seperti remaja-remaja seperti ini dia sudah merasa Jendral padahal Kopral pun belum misalnya seperti itu laganya gayanya seperti Jendral panglima perang gitu ya tapi Kopral pun belum itu masih di awal menuntut ilmu masih buta sama sekali tapi ya seperti itu ya jadi musibah akhirnya kan begitu ya Nah banyak orang-orang seperti akhir berbalik ya berbalik yang dulunya sangat keras semua gitu ya ikut dalam kondisi berdebatan jadi garis kerasnya begitu ya akhirnya lembek juga bahkan ada yang berbalik 180 derajat maka para ulama dahulu mereka menuntut ilmu itu dengan mengikuti tahapannya ya Nah demikian wallahualam mulai dari ilmu-ilmu yang dasar ya kemudian Akhirnya sampai kepada tingkatan yang lebih tinggi dan seterusnya maka Alim Rabbani itu ya dikatakan oleh Ibnu Abbas itu adalah itu guru yang baik itu adalah yang membimbing anak-anak didiknya yang membimbing murid-muridnya dari ilmu-ilmu yang dasar hingga akhirnya sampai kepada sebelum ya ilmu yang lebih tinggi lagi jangan karbitan Istilahnya ya dipaksakan kadang-kadang ya nah muncul sebelum waktunya juga kan begitu ya dan tidak tepat porsinya ya akhirnya tak berasana tak beras ini ya dan juga akhirnya bermasalah masalah akhlak itu banyak di apa namanya banyak juga dikeluhkan ya karena belajar akhlak itu itu itu adalah pelajaran dasar yang paling harus paling lama ya diberikan kepada anak murid akhlak itu tahun 30 tahun belajar akhlak saja 20 tahun belajar ilmu-ilmu yang lainnya dan ilmu 50 tahun perjalanan beliau menuntut ilmu 30 tahun itu belajar akhlak itu 20 tahun belajar ilmu-ilmu yang lainnya tidak fiqih hadits tafsir bahasa macam-macam segalanya itu cuma 20 tahun aja nggak sampai setengahnya belajar akhlak sendiri 30 tahun hingga sinkron itu antara akhlak dan ilmu mereka kalau kita baca sirah ya para ulama-ulama Salaf terdahulu sinkron atau reliet antara akhlak dan ilmunya begitu antara adab dan ilmunya ya jadi masalah sekarang ini kadang-kadang yang enggak sinkron kadang-kadang ya Enggak rilet itu antara akhlak dengan ilmu itu yang parah lagi apa ilmu masih dangkal akhlak berantakan itu kiamat itu ya nasehatnya mudah-mudahan bermanfaat ya untuk mereka yang aktif ya tentunya di media sosial baik selanjutnya nih ada pertanyaan user dari Ummu Aisyah yang berada di Jakarta Mohon Bagaimana cara membentengi anak-anak remaja kita yang mulai beranjak dewasa ada yang mana Di mana mereka memilih untuk mengambil kuliah fakultas umum atau di Universitas umum yang tentunya di situ ada pelajaran wajib yaitu pelajaran filsafat yang harus diambil Ustaz nah bagaimana cara membentenginya dan bagaimana pula hukum mempelajari ilmu filsafat tersebut Sedangkan hal tersebut diwajibkan di kampusnya itulah pentingnya kita mengawal anaknya dari kecil kita Kawal sampai dewasa sampai remaja ya demikian juga mengawal pendidikannya perlu bicara ke anak hati dari hati ke hati Sebenarnya ya orang tua paling tahu tentang anaknya Saya tidak katakan semua orang harus berada di satu tempat begitu ya nggak Semua orang punya bakat yang sama juga kan begitu ya ada bakat-bakat yang berbeda begitu ya nggak Semua orang bisa dipaksakan jadi ustad juga kan begitu ya Nah demikian karena mungkin bakatnya nggak ke situ orang yang kemampuan verbalnya mungkin agak susah ya agak lemah ya itunya nggak bisa dipaksakan kan begitu ya Nah demikian dan orang tua ya di sini yang harus eee mengawalnya gitu ke mana Ini anak diarahkan sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan kepadanya kan begitu ya nah dan ya kalau ilmu dunia kita tahu kemana arahnya kan begitu ya Ya misalnya dia di teknik dia bisa jadi apa kan begitu ya atau di bidang yang lain ya ini perlu pengawalan dari orang tua Kemana arahnya Ya positif atau negatif ya kalau ada positif ada negatifnya mana yang lebih dominan Nah ini kan tentunya perlu ya pengkajian yang lebih dalam lagi kalau misalnya mendalami ini ini ilmu dunia ya kalau ilmu agama jelas kan ke mana dia harus mengarahkan begitu ya nah ilmu agama belajar filsafat itu rusak namanya ya Nah demikian ya mending dia belajar ilmu dunia kan begitu ya belajar ilmu dunia yang mungkin ada manfaatnya daripada ini latar belakangnya belajar agama tapi salah jalannya begitu ya mending belajar ilmu dunia benar jalannya gitu bukan manfaat bagi umat manusia gitu Nah itulah perlunya eee pendampingan dari orang tua begini contohnya anak itu kadang-kadang maunya banyak ini mau ini mau itu tapi kita tahu dia punya bakat ke sini nih maka kita Arahkan kadang-kadang ya kita perlu ya sabar-sabar juga menghadapi anak itu kadang dia enggak mau saya mau begini tapi sebenarnya dia lebih baik ke situ misalnya enggak ada potensinya belajar agama misalnya tapi dia pada potensi saya katakan ada potensi ya pada bakat dia Tapi dia maunya ilmu dunia kan begitu ya kadang-kadang ini perlu diarahkan pelan-pelan gitu kita kasih pertimbangan manfaatnya di sini ini manfaatnya kalau kedua-duanya ada manfaatnya misalnya tapi manfaat Dia belajar agama kan mendalami agama misalnya ya karena dia punya bakat di situ kan lebih besar ya kalau Daripada dia apa namanya mengembangkan bakatnya di ilmu dunia ia juga ada manfaatnya juga kan kita tidak anti ilmu dunia juga kan ada juga besar juga manfaatnya tapi tentunya lebih besar ya dia berada di apa namanya di Jalur yang lain jalur agama mendalami agama kan begitu wallahualam bisa memang anak itu harus tempel memang apalagi zaman sekarang gitu ya segala sesuatunya akan sangat mudah diberi kemudahan seperti dulu ya Nah sekarang anak itu mau apa pendidikan tinggal dia pilih di depan matanya macam milih makanan dulu mungkin enggak segampang itu ya nggak segampang sekarang ini begitu ya Nah demikian wallahualam dan nasehatnya memang ini ada beberapa pertanyaan mungkin ada dua pertanyaan yang sama mengenai kondisi anak yang dari kecil suka menjadi pemarah Ustadz suka marah sehingga sampai dewasanya itu dia menjadi seperti itu dan sulit diarahkan Ustaz Apakah memang hal tersebut tidak bisa dirubah Ustadz Kalau boleh saya ya apa ya anak itu sebenarnya lahir Fitrah ya dia macam kaset kosong macam lembaran putih yang belum tertulis apa-apa seperti itulah diumpamakannya otaknya juga belum terpola apa-apa sebenarnya belum ada pola apapun itu maka Ibnu qayyim mengatakan apa Anak itu tumbuh dengan apa yang dibiasakan oleh orang tuanya pendidiknya apa yang diperlihatkan oleh orang tua apa yang diperdengarkan oleh lingkungan sekitar itu yang akan membuat pola sedikit demi sedikit ya satu demi satu sehingga akhirnya menjadi dominan kalau anak seperti itu ini Ya kemungkinan Ya kemungkinan ya ada yang di contohnya itu tidak bisa tidak ada yang dicontohnya oh orang tua apa yang ditontonnya itu mungkin bukan orang tuanya mungkin kakek neneknya Paman bibinya atau teman-temannya lingkungannya begitulah dan masalahnya juga di sini adalah orang tua membiarkan karakter itu terpola di dalam otak anak itu tidak berusaha untuk membangun pola yang lain yang menjadi lawannya ya sehingga pola yang satu itu ya pola yang kita katakan rusak itu menjadi kalah itu menjadi lemah maka yang muncul pada anak itu sebaliknya begitu ya makanya nggak lepas ini dari apa yang dia lihat dan dia dengar wallahualam jangan-jangan orang tuanya sendiri yang menyentuhkan itu gitu ya mempertontonkan amarah di dalam rumah bukan kepada anak kadang-kadang kepada pasangan maka Ayah Bunda kalau marah-marahan jangan di depan anak kesel sama suami marah-marah di depan anak yang dimarahi bukan anak tapi suami tapi kan anak melihat itu saya hebat ini ayah saya terdiam ini dia kan cenderung seperti itu hebat juga jadi orang seperti ibu yang bisa marah-marahi apa namanya orang yang mungkin lebih besar lebih kekar darinya yaitu ayahnya sendiri ya seperti itu pasti ada yang dilihatnya lah walaupun tidak tertuju langsung kepada si anak lebih parah lagi kalau orang tua itu ya justru marahnya kepada si anak lengket betul itu ya lengket betul di dalam benaknya dalam otaknya itu rekam betul itu waduh Gini mungkin ada perasaan kesel dia ingin balas dendam kan begitu ya dan macam-macam akhirnya muncul lah itu sebagai karakternya gitu maka coba dilihatlah kembali sering saya katakan bahwa pendidikan itu ada riwayatnya rekam jejak istilahnya ada riwayatnya coba perhatikan riwayatnya ini ya kalau ada perawi yang Dhaif itu ya Ada riwayatnya Bagaimana riwayatnya benar nggak kalau salah ya itu harus dibongkar ulang itu ya Nah demikian dan seperti yang saya katakan tadi ya merubah pola yang sudah terbentuk dan dominan pada otak seseorang itu agak susah ya Ibarat ganjil gimanapun dipercaya maka ujung-ujungnya juga dia licin gitu ya kira-kira ibaratnya seperti itu gitu karena itulah di otak Si Kancil itu suatu perumpamaan saja seperti itulah kira-kira Nah demikian ya wallahualam Bishawab Nah ya kalau itu pola itu sudah tertanam ya bahwa dia menjadi orang yang emosional maka orang tua punya apa ya tugas yang lebih berat lagi untuk menghapus pola itu dan menggantinya dengan pola yang baru dan itu tuh harus sabar itu nggak bisa men ya karena pola yang tertanam di otak itu bukan seperti barang yang kita ini salah nih Salah letak nih kita ambil dari otak anak dibuang diisi yang baru Enggak bisa bukan seperti itu kan gitu ya Ini bukan program komputer juga di delete aja ini uninstall-nya ini di install yang baru enggak Enggak seperti itu untuk menginstal program yang baru dan membuang program yang lama enggak semudah yang dibayangkan ya maka kuncinya juga ya harus sabar kalau itu berawal dari kesalahan kita ya banyak istighfar aja lah ya Nah demikian wallahualam jangan buru-buru salahkan kadang-kadang kadang-kadang orang tua itu nggak masuk akal juga ya mungkin karena sudah kehabisan akal juga lalu muncullah kadang-kadang kata-kata yang aneh Wah ini ini ini ini ini apaan ini gen Siapa ini Ini kakeknya nih niru ayahnya Nih kayak gini nih seperti itu kadang-kadang wallahualam padahal sebenarnya tidak kalaupun ada secara genetika ya kita katakan itu kan masih lemah kan bisa ditimpa dengan sesuatu yang kita tanamkan gitu ya misalnya kelemahan-lembutan kesantunan itu yang akan jadi dominan itu Walaupun ada faktor genetika kita katakan Ya tapi ya itu lemah karena belum terpola dengan kuat di otak ya Nah itu tugas orang tua itu baik alhamdulillah Terima kasih banyak sekali atas jawaban-jawaban dari pertanyaan pelayanan pesan Whatsapp ya sangat menarik sekali pembahasan mengenai remaja ini yang tentunya penuh dengan dinamika mudah-mudahan kita diberikan kekuatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala petunjuk untuk dapat mendidikkan anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *