Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. – Riyadush Shalihin

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Selasa, 8 Jumadil Awal 1445 H / 21 November 2023 M

t di Manun anda berada Insyaallah kami akan hadirkan ke layar ka [Musik] Anda bagi anda para pemirsa Roja TV yang t lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian iniah secara langsung Roja TV saluran tilawah al-quran dan kajian Islam Man yillah falamila hadalah wa asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasuluh Q Allahu Taala F kitab [Musik] Karimah [Musik] ikhwah kita lanjutkan kajian riadusihin masih pembahasan hadis yang pertama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda innamalalu binat wa Inama Ma Nawa hijuallahiuliju ya fijrat hajar ilai Sesungguhnya amal itu dengan niat dan Sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan maka siapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasulnya maka hijrahnya kepada Allah dan rasulnya artinya niatnya dia dapat pahala dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin Ia raih atau wanita yang ingin Ia nikahi maka hijrahnya sesuai dengan niatnya dikloklah Imam Bukhari dan Muslim dan kemarin kita sudah Jelaskan tentang hakikat niat W niat adalah imbiatul qbi Nahwa maarohu hasananar muwafiqonin Min jalb naf’in au Dafi durin niat adalah keinginan yang muncul di hati sesuatu yang sesuai dengan tujuan berupa mendatangkan manfaat atau menolak mudarat itu niat ya dan tentunya saudaraku sekalian perbuatan manusia tidak lepas dari niat makanya Al Imam Ibnu jauzi berkata kalaulah kita diberikan beban untuk melakukan perbuatan tanpa niat niscaya itu menjadi beban yang sangat berat bahkan mustahil Kenapa demikian karena sulit sekali kita terlepas dari niat antum mau minum sebelumnya ada niat enggak mau makan mau mandi mau pergi dan yang lainnya Coba kalau misalnya ada orang berkata sama Antum silakan makan tapi jangan pak niat bisa sulit sebab kalau makan tanda tanpa niat Artinya gimana saya tadi makan enggak pakai niat Gimana tangannya gerak sendiri Pak Iya mulutnya calangap sendiri kira-kira mungkin enggak Pak mungkin kalau ngelindur kalau ngelindur iya iya makanya tidak mungkin perbuatan manusia itu lepas dari apa niat oleh karena itulah saudaraku sekalian sebetulnya niat itu sudah otomatis ada di hati kita niat itu tidak tidak perlu dilafazkan pun sudah otomatis ada Cuma masalahnya kalau untuk niat ibadah yang memang harus ditayin ditentukan memang harus ditayin dengan hati kita ditentukan contoh misalnya antum mau salat zuhur atau mau salat asar atau mau salat magrib itu harus ditentukan dengan hati kita Oleh Oleh karena itu kita sudah kita sebutkan kemarin ya bahwa niat ada dua fungsi fungsi niat ada dua yang pertama yaitu itu membedakan ibadah dengan kebiasaan fungsi Yang pertama apa membedakan ibadah dengan Apa kebiasaan contohnya gimana contohnya kalau untuk membedakan antara mandi ibadah dengan mandi kebiasaan mandi Ibadah apa itu mandi [Musik] junub Bagaimana cara membedakannya ituent dengan apa niat kalau antum misalnya malam junub karena Antum biasa mandinya sebelum subuh Kemudian Antum mandi tanpa ada niat mandi junub mandi kebiasaan aja kira-kira salatnya sah enggak Pak tidak sah Kenapa karena dia tidak ada niat untuk mandi junub i kemudian fungsi yang kedua yaitu membedakan satu ibadah dengan ibadah yang lainnya membedakan satu ibadah dengan ibadah yang lainnya contohnya tadi terutama ya untuk ibadah-ibadah yang mempunyai beberapa macam dalam satu jenis seperti salat salat ada salat wajib ada salat sunah untuk membedakan antara salat wajib dengan salat sunah dengan apa masih dengan niat salat sunah juga mempunyai banyak macamnya untuk membedakannya tentu dengan apa dengan niat nah ini fungsi niat ada dua dan sudah pernah kita sebutkan niat ada dua macam Pak niat ada dua macam yang pertama yang disebut dengan niatul amal atau niat Takin niat amal Apa itu yaitu berniat untuk melakukan suatu amal perbuatan Iya yang kedua yaitu niatul idofah niat yang disandarkan kepada Allah Artinya kita mengharapkan wajah Allah mengharapkan Rida Allah subhanahu wa taala karena Allah yang pertama Niat apa tadi niat amal Siapa yang kehilangan niat amal akibatnya amalnya tidak sah Siapa yang kehilangan niat amal akibatnya Niat apa amalnya tidak apa tidak sah Antum salat setelah selesai salat kemudian Antum ditanya tadi Antum Salat apa enggak tahu I enggak ada niat sama sekali ya Apakah salat apa dan yang lainnya berarti dia kehilangan niat amal apalagi kalau ternyata salat itu salat yang sudah tertentu I Kemudian yang kedua Siapa yang kehilangan niat idofah kepada Allah maka ia kehilangan pahala bahkan berubah menjadi dosa seperti misalnya orang yang berniat karena ingin dipuji manusia atau karena ingin mendapatkan kehidupan dunia Makanya yang seperti ini apa sah amalnya sah tapi dia tidak dapat Apa pahala di sisi allah subhanahu wa taala justru ia berdosa di sisi Allah kenapa karena dia tidak ikhlas makanya niat yang kedua ini niat idofah berhubungan dengan keikhlasan I ikhwat Islam saudaraku seiman kemudian saudaraku sekalian di mana tempatnya niat niat tempatnya dengan kesepakatan seluruh Ulama di hati niat dengan kesepakatan seluruh ulama tempatnya di mana di hati Pak Adapun melafazkan niat Apakah disyariatkan melafazkan niat pada asalnya tidak disyariatkan melafazkan niat kecuali dalam perkara-perkara yang ditunjukkan oleh dalil Pak seperti misalnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika berada di miqat beliau mengucapkan apa Talbiyah Labbaik Allahumma hajjan lababaik Allahumma umratan Iya demikian pula Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menyembelih hewan kurban Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan ya Allahumma Hi Wa ahli Baiti Bismillahi Allahu akbar baru kemudian apa disembelih karena ada dalilnya maka kita ikuti rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam sekarang dalam salat apa ada dalilnya dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melafazkan niat jawab tidak ada iya Walaupun memang menjadi perselesaian para ulama Apakah melafazkan niat salat itu disyariatkan atau tidak mazhab syafiiah mengatakan disyariatkan demikian pula dari beberapa mazhab yang lain dan bahkan ini disbatkan kepada jumhur akan tetapi kita tidak melihat Siapa yang berpendapat dari ulama yang menjadi permasalahan adalah Rasulullah melakukan tidak para sahabat melakukan tidak para tabiin melakukan tidak kalau itu baik tentu mereka yang pertama kali apa melakukannya Iya ini dia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah ketika sedang duduk di masjid datanglah seorang laki-laki lalu ia salat dengan cepatnya setelah selesai salat datang ke Rasulullah dan berkata Asalamualaikum kata [Musik] rasulahik lagi kamu salat Kamu belum salat balik lagi pak salat dia dengan cepatnya Sampai Tiga Kali Rasulullah menyuruh dia untuk mengulangi apa salatnya akhirnya orang ini berkata Ya Rasulullah lain H faimni aku tidak bisa melakukan kecuali ini tolong dong ajarkan aku bagaimanaataat salat yang benar ya Rasulullah apa kata rasulullah akabbir Eh fatawadqbilqiblah fakabbir kalau kamu mau salat maka berwudulah kemudian menghadaplah ke kiblat lalu takbirlah nabi tidak mengajarkan lafazkan niat Iya maka dari itulah saudara aku sekalian melafazkan niat tidak disyariatkan apalagi mengeraskannya syikhul Islam timiah mengatakan itu termasuk bidah dalam agama Iya nah saudaraku seiman rahimani warahimakumullah Jamian demikian pula meniatkan mau puasa terkadang kan di bulan Ramadan itu Pak i para Imam tarawih suka terkadang ngajain a y kita niat nawaituuma Godin misalnya pertanyaannya ada enggak Rasulullah melakukannya ada enggak para sahabat para tabiin para tabi tabiin Rasulullah tidak pernah mengajarkan itu saudaraku sekalian Rasulullah tidak pernah mengajarkan untuk melafazkan niat puasa saum oleh karena itulah ya karena Rasulullah tidak melakukannya kita pun tidak melakukannya nah ini saudaraku sekalian kemudian pembahasan berikutnya yaitu syarat sah niat syarat sah niat ada empat syarat yang disepakati oleh para ulama ada empat empat syarat yang disepakati oleh para ulama yang pertama any yakunan Nawi Musliman yaitu syarat pertama orang yang berniat untuk ibadah ini seorang muslim Islam karena niat orang kafir untuk ibadah tidak akan diterima syarat yang kedua Apa itu yaitu iz usia mumayyiz usia mumayyiz artinya usia yang dapat membedakan Kapan itu umur 7 tahun dalilnya hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda muru auladakum bisah wahum abnain perintahkan anak kalian untuk salat umurnya berapa 7 tahun berarti 7 tahun menunjukkan niatnya sudah sah Iya Adapun di bawah 7 tahun Berarti niatnya belum sah kalau belum mumayiz niatnya tidak sah makanya anak umur 2 tahun 3 tahun 4 tahun salatnya sah tidak Pak tidak sah Kapan mulai anak sah salatnya nya niatnya ketika umur 7 tahun ketika sudah mumayiz Iya kemudian Syarat yang ketiga any yakuna Aliman Bil manwi berilmu tentang hukum amal yang sedang diniatkan Apakah hukumnya wajib hukumnya sunah harus berilmu saudaraku supaya jangan sampai ya meniat ibadah yang wajib diniatkan yang sunah atau yang ibadah yang sunah diniatkan yang yang wajib jadi salah berarti kalau kita mau mengamalkan suatu amal kita harus tahu dulu ini ibadahnya hukumnya apa wajib atau apa sunah Iya syarat yang keempat Adam munafah Bain niah Wal manwi itu tidak tidak antara niat dan yang dan yang diniatkan itu tidak ada sesuatu yang saling meniadakan [Musik] Pak para ulama memberikan contoh yaitu tentang orang yang mau salat kemudian murtad sedangkan syarat sah niat itu tadi apa is Islam ketika ia murtad maka pada waktu itu tidak sah berarti itu sudah niatnya sudah ditiadakan I ini empat syarat yang disepakati Pak kemudian ada lagi syarat yang kelima yaitu an takunan niah Fi bidayatil amal niat itu harus berada di awal amal niat itu harus di berada di di awal Apa amal bukan di tengah apalagi di akhir Maka kalau misalnya ada orang yang baru niatnya di tengah tengah-tengah boleh atau tidak iya atas pendapat yang mengatakan itu bahwa itu syarat maka tidak boleh dan tidak sah yang keenam ah niat tidak boleh diputuskan harus ada niat tersebut dari awal sampai apa akhir ibadah dari awal ibadah sampai akhir ibadah niat harus selalu ada nah sekarang kalau misalnya ada Antum Antum misalnya tidur jam 11.00 siang kemudian baru bangun jam sore lalu kemudian bangun wudu niatnya salat asar sementara salat zuhur tadi ketinggalan enggak Pak setelah dua rakaat baru ingat loh saya kan belum salat zuhur akhirnya di tengah-tengah langsung diubah niatnya jadi salat zuhur kira-kira sah enggak yang mana yang tidak sah zuhur atau asar asarnya sah Enggak Hah dua-duanya enggak sah kenapa dua-duanya enggak sah Adapun zuhur dia meniatkannya dari tengah enggak sah Adapun asar terputus niatnya di tengah tidak sah Iya nah akhwal Islam dan dari itu saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jam ya ini ni apa namanya ee yang ke yang kelima dan yang ke enam ini memang diperselisihkan namun yang rajih wallahuam itu termasuk syarat dikecualikan daripadanya yaitu puasa mutlak karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah suatu hari bertanya kepada istri-istrinya Apakah ada makanan ketika dijawab oleh istri-istrinya tidak ada makanan kata Rasulullah kalau begitu Hari ini aku berpuasa ternyata nabi su wasallam memulai puasa mutlak ini ya dari semenjak pagi Pak yang seharusnya kan sebelum apa sebelum masuk waktu Fajar ya kemudian ada yang berhubungan yang yang yang disebut oleh para ulama dengan istilahah perutuan niat persekutuan niat itu sesuai dengan pembagian niat tadi niat ada dua macam tadi yaitu yang pertama niat amal yang kedua niat idofah Nah sekarang kalau niat amal dalam apa persekutuan niat boleh enggak maksudnya begini kalau ada tiga niat dalam satu perbuatan boleh enggak misalnya three in one ya Antum salat dua rakaat niatnya tiga yang pertama niat salat wudu yang kedua niat tahiyat masjid yang ketiga niat salat duha three in one boleh enggak jumhur ulama dan ini mazhab yang yang empat mengatakan boleh Iya dalilnya mana hadis nabi mengatakan Innamal amalu bin niyat dengan Jamak itu yang berbentuk jamak bin niat begitu Sesungguhnya amal itu dengan niat-niat berarti itu menunjukkan bahwa ya Beberapa niat dalam satu amal boleh Syekh Abdurrahman ass’di memberikan syarat boleh dengan syarat kalau [Musik] level kalau apa selevel misalnya misalnya sama-sama wajib sama-sama sunah Adapun kalau yang satu wajib yang satu sunah maka tidak bisa digabungkan Iya syarat yang lainnya apa yaitu ibadah-ibadah yang memang tidak apa namanya untuk ibadah-ibadah yang memang tidak bisa digabungkan digabungkan maka tidak bisa juga seperti misalnya Antum salat empat rakaat dengan dua dua niat salat zuhur dan salat asar boleh Enggak boleh karena memang ini tidak bisa digabungkan masing-masing telah ditentukan waktunya ya maka siapa yang menggabungkan empat rakaat zuhur sekali us asar maka pada waktu itu tidak sah dan tidak dibenarkan kata Imam assuyuti kalau ada orang ketika mengeluarkan uang dengan niat dua niat yang pertama zakat niat yang kedua sedekah boleh tidak kata beliau tidak bisa Kenapa karena ini beda apa level zakat hukumnya wajib sedekah hukumnya apa sunah maka kata beliau maka ini jatuhnya sedekah bukan zakat Iya ikhatlah Islam saudaraku seiman kemudian alhafiz IBN Rajab menambahkan lagi syarat yang lain yaitu allakun Q bukan dalam rangka mengqada maka Qada tidak bisa digabungkan dengan yang lain Iya ikhwat Islam saudaraku seiman nah ini Jadi boleh tidak Menggabungkan beberapa niat dalam satu amal boleh tapi syaratnya apa tadi Kalau Sevel sekarang kalau misalnya Antum hari Jumat [Musik] junub kemudian Antum pas mandi dua niat niat mandi junub dan niat mandi Jumat terjadi ikhtilaf para ulama boleh atau tidak kebanyakan ulama mengatakan boleh kenapa kata mereka karena Tujuan mandi Jumat sudah terhasilkan juga dengan mandi junub sementara Sebagian ulama menakkan tidak cukup harus mandi dua kali dasarnya hadis Abu qatadah Abu qatadah melihat anaknya habis mandi lalu Abu qatada bertanya Kamu mandi apa aku mandi junub mandi sekali lagi untuk Jumat namun dijawab oleh Syekh masyhur Hasan ya alu Salman bahwa hadis qatadah ini tidak bisa dijadikan hujah Kenapa karena si anak tadi anaknya Abu qatadah niatnya cuman satu Mas sementara permasalahan kita adalah orang yang menggabungkan dua niat niat junub dan sekaligus Niat apa mandi Jumat maka dari itu pendapat yang sahih yang rajih bahwa mandi junub dengan mandi Jumat Bisa diikut kumpulkan enggak masalah karena juga dikarenakan mandi Jumat sudah terhasilkan karena Tujuan mandi Jumat itu adalah untuk membersihkan diri sebagaimana kalau kita melihat sebab disyariatkannya mandi Jumat I ikhwat Islam saudaraku seiman warahimani warahimakumullahu Jamian nah ini saudaraku sekalian adapun yang kalau berub tasrikun niah persekutuan niat yang hubungan dengan niat idofah Antum salat karena Allah dan karena pengin dapat pujian dapat pahala enggak Mbak berarti enggak ikhlas Antum niatnya dua kata Imam asuyuti dalam kitab al-asybah W nadhair kalau ada orang yang haji niatnya dua niat yang pertama Haji niat yang kedua sekaligus bisnis dagang maka kata beliau dilihat mana yang lebih dominan kalau niat hajinya yang paling dominan dapat pahala kalau niat berdagangnya yang lebih dominan dapat dosa Kalau kalau niatnya sama-sama kuat kata beliau tasq saling berguguran enggak dapat pahala enggak dapat dosa Iya sama halnya dengan Antum misalnya sedekah niatnya dua pak pertama Karena Allah yang kedua biar diganti di dunia ah Saya mau sedekahin ah biar diganti cemry Mak kita lihat Pak apakah niat ini yang paling dominan atau tidak kalau ternyata itu niat yang paling dominan bukan dapat pahala Malah dapat dosa Kenapa karena dia menginginkan kehidupan dunia dari amalan Saleh tapi kalau niat karena Allahnya yang paling dominan dia dapat pahala tapi berkurang pahalanya gara-gara ada niat yang kedua Tapi kalau sama besar niatnya maka pada waktu itu enggak dapat pahala enggak dapat dosa nol iya Masyaallah ikwat Islam berarti ini menunjukkan masalah niat ini sangat berpengaruh banget loh Pak mak Jangan pernah menganggap remeh masalah niat Pak makahkan ya Al Imam apa namanya dalam kitab hadusari ketika menyebutkan tentang Kenapa penduduk surga kekal di surga dan penduduk yang neraka orang-orang kafir itu kekal di neraka Padahal mereka hidup di dunia cuma sementara misalnya orang kafir hidupnya cuma 60 tahun tapi kenapa di nerakanya selama-lamanya kenapa enggak 60 tahun lagi orang yang beriman hidupnya di dunia 60 tahun tapi kok di surganya selama selama-lamanya kenapa enggak 60 tahun juga kata penulis Kitab hadusari ya E enggak Al Imam alqostolani ya mengatakan karena niatnya orang yang beriman dia akan dia berniat untuk beriman selama-lamanya dan ia tidak ingin kafir kepada Allah maka Allah balas sesuai dengan niatnya Allah masukkan ia ke surga selamani rahimakumullah makanya para ulama memberikan apa mengambil dari hadis ini banyak kaidah karena ini hadis yang agung sekali Masyaallah di antara kaidahnya apa apa Lil la taawaba wala iqaba illa binniah tidak ada pahala dan tidak ada siksa dosa kecuali dengan niat tidak ada pahala dan tidak ada apa dosa atau siksa kecuali dengan apa dengan niat Subhanallah ikhwat Islam saudaraku seiman rahimani warahimakumullahu Jamian contoh misalnya Pak Antum beramal saleh Antum dapat pahala kalau disertai dengan apa niat dan Antum dapat dosa Kalau niatnya bukan karena Allah jadi yang menentukan pahala dan dosa itu itu apa niat Pak Antum minum air minum air biasa putih tapi niatnya mau mabuk-mabokan dikiranya sama Antum ini arak niatnya udah kuat mau mabuk-mabokan pas diminum kok air putih berdosa apa enggak Pak berdosa padahal itu yang diminum air putih loh mas halal bukan masalah itunya Tapi karena dia sudah berniat untuk apa berbuat dosa ikhwat Islam saudaraku seiman rahimani warahimakumullahu Jamian ini akhi ya dan masalah niat ini masuk dalam banyak perkara masalah ibadah masalah muamalah lah dan yang lainnya dalam masalah salat ada beberapa permasalahan oleh para ulama yang berhubungan dengan masalah salat yang berhubungan dengan niat contoh misalnya perpindahan niat berpindah dari niat ke niat Boleh apa enggak iya pada asalnya tidak boleh Pak kecuali kalau memang ada yang sifatnya maslahat iya ada satu bentuk yang disebut disebutkan Syekh utsimin rahimahullah W itu tidak apa-apa ya ituu berpindah dari salat muqayyad ke salat mutlak maka ini boleh ya berpindah dari salat muqayyad muqayyad itu salat yang tertentu seperti salat sunah qabliah ba’diah ya salat salat duha kemudian ber berubah niat ah Saya niatnya jadi salat mutlak aja maka kata beliau sah Tidak apa-apa kenapa karena salat muqayyid otomatis ada dua niat niat salat dan niat tertentu ketika hilang satu yang satu belum hilang saudaraku seimanahimani warahimakumullah Jamian nah ini akhi ya kalau misalnya Antum sedang salat sendirian subuh- sububuh nih subuh- subuh pergi ke masjid Antum yang azan Antum yang qat enggak ada orang Antum lagi salat tiba-tiba ada beberapa orang datang salat berjamaah boleh enggak kita batalkan Salat kita pak kata Syekh Sulaiman arruhhaili boleh tapi dipindahkan dulu niatnya ke salat sunah lalu dibatalkan karena tujuannya untuk mendapatkan maslahat yang lebih besar Padahal membatalkan niat salat wajib pada asalnya apa tidak boleh nah ini saudaraku seiman I demikian pula perbedaan niat antara imam dan makmum kalau imamnya niatnya salat wajib makmumnya niatnya salat sunah boleh enggak imamnya niatnya salat wajib makmumnya niatnya salat sunah boleh enggak enggak boleh dalilnya enggak punya dalil Boleh Pak dalilnya hadis Muad Bin Jabal W Beliau pernah salat Isya bersama Rasul rasulullahi ee enggak enggak hadis riwayat Abu Daud bahwasanya Rasulullah setelah selesai salat Rasulullah selesai salat tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dan belum salat kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya Man yatasodq Lih Siapa yang mau sedekah buat orang ini akhirnya beberapa sahabat pun ikut salat dia jadi makmum di yang ini jadi imam imamnya niatnya salat wajib makmumnya niatnya salat apa sunah atau kebalikan imamnya niatnya salat sunah makmumnya niatnya salat apa wajib boleh tidak boleh dalilnya hadis hadis Muad bwa Muad Bin Jabal pernah salat Isya bersama rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam salat wajib pulang ke kaumnya Muad disuruh jadi imam maka Imam Muad pun mengimami dengan niat salat sunah sementara kaumnya niatnya salat apa wajib berarti perbedaan niat antara imam dan makmum berpengaruh enggak Pak tidak berpengaruh Kalau antum lagi salat tahyat masjid tahu-tahu ada orang nepak kira-kira apa yang Antum lakukan Hah lanjutkan lanjutkan salat terus gimana makmum sah enggak masalah jadi enggak perlu Antum ngomong Eh eh salah saya lagit Antum batal nanti I nah ini akal Islam saudaraku seiman sudah masuk isya belum Belum kan hah ada azan Ti fadol ee tanya jawab tanya jawab habis salat isya ya baik kita habis salat isya kita lanjut dengan sedikit lalu tanya jawab nah Terima kasih Anda masih bersamaadi kajian Isam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] ini perkataan ahlusah wamaah hadirlah tablig akbar bersama Ustaz Abdul Hakim bin Amir abdad Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dengan tema pertemuan kedua diselenggarakan pada hari Ahad 12 Jumadil Aal 1445 Hijriah atau 26 November 2023 pukul 00 sampai 11.30 Waktu Indonesia Barat bertempat di Masjid albarkah jalan alternatif Cibubur Kecamatan cilangsi Kabupaten Bogor Jawa Barat karena tidak ada satupun cabang dari cabang-cabang kebaikan di dalam Islam melainkan para sahabat bersegera mengerjakan acara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat ikhwat Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya Aan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *