Jum’at, 11 Jumadal Ula1445 H / 24 November 2023 M
simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil aniyaai wal mursalin waa alihi wa ashabihi wan tabiahumsanumiddin ba ikat Islam pemerhati rja di mana pun anda berada Terima kasih atas kebersamaan Antum semuanya khususnya di kesempatan Jumat pagi hari ini di saluran tilawah al-quran dan kajian Islam TV dan juga radio roah kita memuji Seraya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan P kita semuanya selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabat dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti kami akan hadirkan kesempatan kali ini kajian ilmiah live bersama guru kita Ustaz Dr Muhammad Nur Ihsan Ma hafidullahu taala kami hadirkan dari studio Mini Sekolah Tinggi dirosah Islamiah Imam Syafi’i Jar untuk melanjutkan pembahasan kitab Imam selanjutnya kepada Ustaz kami persilakanuran ya Ustaz Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alaminahu was allahummaqihna fidin waiml allahumma inna nasaluka Ilman naiqiban waal mqala allahummaimna Ma Ikhwatul Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar di mana saja Antum berada Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Azza waalla mendapatkan kemudahan pertolongan serta bimbingan di dalam menjalani hidup ini terutama dalam rangka berubudiah kepada Allah subhanahu wa taala Allahumma Amin ikhwat Al Iman kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah kita memuji dan memuji Allah subhanahu wa taala atas nikmat karunia hidayah kesempatan untuk belajar ilmu agama yang merupakan landasan utama kebaik dunia dan akhirat Semoga kita menjadi hamba yang pandai bersyukur dalam setiap kondisi dan keadaan dalam setiap nikmat yang dicurahkan oleh Allah kepada kita semua selawat dan salam untuk nabi yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma shallli ala Muhammadin wa ala ali Muhammad Mari perbanyak berselawat di hari yang mulia ini dan Mari kita hiasi hidup kita dengan senantiasa berselawat kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ikhwat Al Iman para pemirsa dan juga Para pendengar rahimakumullah pada kesempatan yang mulia ini kita akan melanjutkan kajian kita tentang akidah ahli sunahti wal jamaah yang dalam hal ini kita membahas akidah Imam Malik rahimahullahu taala yang merupakan salah seorang dari ulama Ahli Sunah yang tidak asing lagi di kalangan kaum muslimin seorang ulama yang setia berjalan di atas tuntunan Rasulullah dan mengikuti sunahnya beliau merupakan guru dari Imam assyafi’i rahimahullahu taala pembahasan yang telah disampaikan sebelumnya tentang hukum seorang yang mencela Allah mencela Rasul mencela agama dan yang demikian itu perbuatan yang kufur dan barang siapa yang mencela Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka hukumnya di dalam syariat Islam dia dibunuh dieksekusi tapi yang melakukan hal itu adalah penguasa atau yang memilikienang untuk melakukan hal itu pada kesempatan yang mulia ini kita akan menjelaskan sikap Imam Malik rahimahullah terhadap orang yang mencela sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam baik istri beliau yang tercinta yaitu Aisyah radhiallahu anha AB atau para sahabat secara keseluruhan ikhwat Al Iman para wis rahimakumullah merupakan salah satu prinsip dasar akidah ahli sunahti Wal Jamaah adalah kewajiban mencintai para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ini merupakan akidah merupakan perkara yang wajib di diyakini dan dilaksanakan bahwa para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah orang-orang pilihan Allah Azza waalla untuk mendampingi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam merekalah yang mendengar menerima memahami apa yang dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dari Wahyu yang diturunkan kepadanya kemudian merekalah yang menyampaikan wahyu tersebut kepada generasi setelah mereka kemudian begitu seterusnya secara turuntemurun dalam keadaan utuh sempurna tidak ada yang ditambah dan dikurangi mereka para sahabat nabi sallallahu alaihi wasallam yang telah bersua dengan nabi beriman kepadanya dan diwafatkan oleh Allah Azza waalla di atas keislaman mereka adalah orang-orang yang dijamin oleh Allah Azza waalla kebahagiaan keridaan dan masuk surga maka mencintai mereka merupakan bagian dari agama perkara yang wajib karena Allah subhanahu wa taala memerintahkan kita untuk mencintai ahlil iman orang-or iman dan tentu golongan yang pertama masuk ke dalam kelompok ahlil Iman atau orang-orang yang pertama orang yang pertama masuk ke dalam golongan ahlil iman adalah para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah Azza waalla menjelaskan wal mukminuna wal mukminat ba’duhum auliyau ba’d orang-orang yang beriman lelaki dan wanita satu dengan yang lainnya merupakan Wali penolong saling mencintai konsekuensi dari kewalian tersebut adalah saling mencintai maka siapapun dari kalangan ahlil Islam dari orang-orang yang beriman maka wajib baginya untuk mencintai saudaranya seiman dan seakidah dan mereka yang paling utama masuk ke dalam kelompok orang-orang yang beriman adalah para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga menjelaskan ya bahwa Mencintai Sahabat Nabi sahabat beliau adalah bagian dari iman hubbul Ansar minal iman W minfaq mencintai kaum Ansar merupakan keimanan dan membenci mereka adalah kemunafikan dalam hadis lain Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan alansar ah tiada yang mencintai orang-orang Ansar kecuali seorang yang beriman dan tiada yang membenci mereka kecuali orang munafik Barang siapa yang mencintai kaum ANS maka Allah akan mencintainya dan Siapa yang membenci mereka maka Allah akan murka kepadanya dalam hadis lain Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan laul rulun Yu Billahi walumil akhir seorang yang beriman kepada Allah dan Yaumil akhir tidak akan pernah membenci ya orang-orang Ansar dan Tidak diragukan bahwa um Ansar adalah sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang menerima kedatangan saudara mereka kaum Muhajirin yang hijrah dari Makkah ke Madinah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan secara spesial tentang Ansar karena sesungguhnya kedudukan kaum Muhajirin Tidak diragukan lagi karena mereka yang telah berjuang bersama Rasulullah dari awal munculnya Islam kemudian kaum Ansar yang telah membela nabi telah berjuang menerima kedatangan Nabi di kota Madinah maka Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ingin menegaskan tentang kedudukan kaum Ansar yang bila kaum Ansar begitu Mulia kedudukannya di dalam agama Islam ini tentu kaum Muhajirin lebih utama karena sesungguhnya kaum Muhajirin adalah mereka orang-orang yang pertama beriman kemudian berhijrah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan rasulnya maka ikhwat Al Iman mencintai para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bagian dari iman dan orang-orang yang membenci sahabat Nabi Sallallahu alaii wasallam tidak kecai kaum munafikin atau diragukan keislamannya karena sesungguhnya tiada yang diinginkan oleh orang-orang yang mencela sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kecuali ingin meruntuhkan Islam ingin menghancurkan Islam dan celaan tersebut kembali kepada Rasulullah ya dan juga kembali tuduhan tersebut atau celaan tersebut secara otomatis telah menuding Allah Azza waalla berbuat sesuatu yang bertentangan dengan hikmah Allah Azza waalla karena Allah telah memilih mereka mendampingi sahabat mendampingi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan mereka telah diwafatkan di atas keimanan ya itu sesuai dengan hikmah Allah ilmu Allah yang Maha luas dan hikmah Allah Azza wa Jalla Yang Maha Agung maka mustahil mereka orang-orang yang dihinakan oleh Allah mustahil karena Allah telah memilih mereka Allah telah meridai mereka Allah telah menjamin keselamatan bagi mereka ikhwat Al Iman para pemirsa dan para pendengar rahimakumullah maka siapapun yang menisbatkan dirinya kepada Islam kemudian tidak selamat para sahabat nabi dari celaan cerjaan dan hinaan mereka Maka dia pada dasarnya orang yang telah berdusta dalam menisbatkan diri kepada Islam mereka sesungguhnya kaum munafikun dan mereka ingin menghancurkan Islam dari sini jelaslah bagi kita tanpa ada kesamaran sedikitp kebatilan akidah sekte Asyiah aridah yang mengkutuskan ahl bait pengkultusan yang tentunya menyimpang pengkultusan yang bertentangan dengan agama Islam di mana mereka menjadikan salah satu prinsip agama mereka adalah mencela para sahabat nabi Bahkan bukan sekedar mencela Bahkan mereka mengkabirkan kecuali hanya segelintir dari mereka maka sesungguhnya Apa yang dilakukan kaum rafidah Syiah rafidah yang mencela sahabat nabi mencela sahabat nabi siang malam mencela sahabat Nabi dalam setiap kesempatan dan keadaan terutama Abu Bakar dan Umar maka sesungguhnya mereka ingin menghancurkan Islam dari sumber utamanya para pemirsa rahimakumullah kita harus waspada karena berbagai propaganda yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam yang mereka berbaju Islam menisbatkan kepada Islam berkuar-kuar memperjuangkan Islam tapi sesungguhnya mereka adalah musuh dalam selimut mereka akan menikam dari belakang mereka akan menggunting kain dalam lipatan maka waspada kaum muslimin apabila sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah dicela dan sebagian kelompok berani menghina maka sesungguhnya mereka sungguh telah berani untuk mencela Islam itu sendiri Karena secara akal sehat kita semua meyakini bahwa agama yang diridai oleh Allah subhanahu wa taala agama Islam agama yang telah dijamin oleh Allah subhanahu wa taala kesempurnaannya keutuhannya keselamatannya agama Akhir zaman yang tiada lain yang tiada lagi agama setelah islam dan selain Islam maka sumber agama Islam tersebut telah jelas al-qur’an dan hadis dan keduanya adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah Azza waajalla yang dijaga oleh Allah dan penjagaan terhadap sumber agama merupakan penjagaan terhadap agama itu sendiri sampai hari kiamat in nahnu naalikuun kami yang menurunkan al-qur’an dan kami pula yang menjaganya begitu kata Allah subhanahu wa taala dan begitu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam diwafatkan oleh Allah maka itu berarti agama telah sempurna dan kesempurnaan agama tersebut telah diwarisi oleh sahabat seluruh sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sesuai dengan kapasitas keilmuan mereka masing-masing tapi tentunya secara kolektif tidak satuun dari agama yang telah diajarkan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam diwahyukan oleh Allah kepadanya kecuali telah sempurna disampaikan diterima oleh sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kaum Muhajirin Wal Anshar dan itu yang mereka wariskan ke generasi setelah mereka tabiin tabiin begitu juga dengan segala amanah ya kejujuran mereka sampaikan sebagaimana yang mereka terima dari sahabat nabi begitu juga tabi tabiin menyampaikan kepada generasi setelah mereka sebagaimana mereka terima dari tabiin begitu seterusnya ya mata rantai yang tidak terputus silsilah ya yang tidak terputus bersambung dari Allah kemudian ke Jibril Jibril ke nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian setelah itu kepada para sahabatnya sahabat kepada tabiin tabiin kepada atbaut tabiin atbaut tabiin kepada immatiddin imam-imam ya kemudian semua hal itu yang disampaikan nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dikumpulkan oleh para imam dalam kitab-kitab hadis mereka baik akidahnya ibadahnya akhlaknya dan seluruh perkara agama lengkap utuh dan itu yang sampai kepada kita itu agama yang sampai kepada kita itu silsilahnya itu sanadnya Nah itu jalur penerimaannya itu sumber dan referensinya jelas tanpa ada kesamaran dan keraguan sedikitp sahabat yang menerima langsung dari rasulah mendengar langsung memahami langsung lafaznya dan maknanya nah mencela para sahabat ya tidak hanya ya berhenti pada diri mereka sendiri tapi itu akan bertalian berlanjut kepada pencelaan terhadap agama dan tentu yang demikian itu konsekuensinya adalah celaan terhadap Rasul kemudian terus naik celaan terhadap Malaikat Jibril berarti keliru menyampaikan agama wahyu dan seterusnya waliyazubillah tuduhan dan celaan terhadap Allah Azza waalla karena Allah yang telah menurunkan agama Islam ini kepada Jibril Jibril mampaikan kepada rasul rasul kepada sahabatnya maka ikhwat Al Iman para pemirsa rahimakumullah kewajiban kita mencintai para sahabat dan tidak menyibukkan diri membahas perbeda perselisihan yang terjadi di antara mereka yang bila hal itu dibahas menyibukkan dia dengan hal itu maka tentunya Seorang akan memiliki persepsi yang negatif terhadap mereka ya dan berujung kepada pencelaan penghinaan dan merendahkan mereka ikhan rahimakumullah ya dan secara khusus ya tentunya merupakan perkara yang haram perkara yang tercela adalah mencela sahabat Nabi kemudian secara khusus istri-istri beliau dan secara spesial lagi Aisyah yang telah ya diturunkan oleh Allah Azza waalla ayat yang menjelaskan tentang kesucian beliau dari perbuatan-perbuatan ya yang dituduhkan kepadanya oleh kaum munafikin ikhwat Al Iman para pema rahimakumullah maka kita akan membaca sebagian dari perkataan atau perkataan Imam Malik rahimahullah dalam hal ini Bagaimana sikap beliau ya Apa hukuman yang harus diberikan kepada orang-orang yang mencela sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam secara umum dan Aisyah secara khusus Imam Malik rahimahullah menjelaskan rahimahullah manba AB bakrin julidistil Quran liallaha taala yaakul yaidukumullahu antaudu limitlihi abada inkuntum mukminin faman aada limitlihi faqod kafar Imam Malik rahimahullah mengatakan Barang siapa yang mencela Abu Bakar julit dicambuk ya dicambuk waman sabba Aisyah qutil Barang siapa yang mencela Aisyah kutil dia dibunuh Kila ditanyakan kepada Imam Malik lima Kenapa demikian kenapa seorang yang mencela Abu Bakar ayahnya Ayah Aisyah Kenapa julit dicambuk tidak dibunuh dan kenapa mencela Aisyah kutil Imam Malik membedakan antara hukum mencela Abu Bakar ya Ayah Aisyah dengan mencela Aisyah kata Imam Malik Barang siapa yang mencela Aisyah menunuhnya ya ya menyematkan kepadanya tuduhan-tuduhan yang tentu ya menudai kesucian dan kehormatan dirinya maka sungguh hal itu telah menyelisihi al-quranan Raha Barang siapa yang menuduh beliau Aisyah melakukan perbuatan ya Ee mungkar perbuatan zina ya yaitu yang dituduhkan oleh orangorang munafikin sebagaimana Allah sebutkan dalam ya al-qur’an dalam surat ataubah ya bagaimana kisah tersebut kisatul ifq ya tuduhan yang dusta yang di sematkan dituduhkan kepada Aisyah ummil mukminin radhiallahu anha maka Barang siapa yang melakukan hal itu sungguh dia telah menyisi al-qur’an ya karena Allah Azza waalla Allah Taala telah berfirman yaidukumullah Allah memberikan nasihat ya kepada kalianudul abadan jangan sampai kalian kembali melakukan ya tuduhan tersebut ya selama-lamanya inkuntum mukminin jika kan beriman jadi orang-orang yang beriman dilarang oleh Allah Azza waalla ya melakukan mengulang perlakuan atau perbuatan mereka yang tercela tersebut sehingga menudung istri nabi yang tercinta terutama Aisyah radhiallahu anha melakukan perbuatan zina maka Allah menurunkan ayat mengingatkan Mereka jangan sampai kalian kembali lagi melakukan hal itu abadan jika kalian orang-orang yang beriman maka kata Imam malikanada liitlihi Barang siapa kembali melakukan Ya seperti perbuatan yang pertama melakukan seperti ya tuduhan yang di tuduhkan kepada Aisyah faqad kafar maka sungguh dia telah kufur karena Allah menyebutkan inkuntum mukminin berarti orang-orang yang tidak beriman yang kembali melakukan hal itu adapun orang-orang yang beriman ya dilarang oleh Allah untuk kembali melakukan hal itu ini merupakan ya dalil yang menjelaskan ya Kenapa Imam Malik membedakan antara mencela Abu Bakar itu dicambuk dan mencela menuduh ya ummahatul mukminin Ummul mukminin Aisyah ya dengan perbuatan yang keji itu dibunuh karena Imam Malik menjelaskan Allah melarang orang-orang beriman ya lakukan ya perbuatan atau tuduhan yang keji tersebut yang dusta tersebut ya maka Barang siapa yang kembali melakukan maka dia telah kufur kata Imam Malik rahimahullah ini secara khusus ya secara khusus tentang ee istri Nabi ummahatul mukminin zaujatun Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun ya para sahabat secara umum ya tentu termasuk dalam ini juga ya ee para sahabat kalau lelaki dan wanita ya siapapun mereka Muhajirin Wal Anshar ya maka tidak dirakukan lagi bahwa mencela mereka perbuatan yang diharamkan ya perbuatan yang telah menyelisihi al-qur’an menyelisihi hadis menyelisihi ijma dan menyelisihi akidah kaum mukminin maka dari sini kita dari ini kita semakin Ya paham dan semakin mengetahui penyimpangan yang terjadi dalam akidah kaum rafidah atau Syiah ya yang mereka menjadikan celaan terhadap sahabat sebagai agama mereka Maka mereka bukanlah dari kalangan ahli sunah dan dipertanyakan tentang keislaman mereka karena sesungguhnya kaum rafidah telah menyelisihi Islam dari a sampai z yab Imam Malik menjelaskan Nabi Sallallahu Alaihi wasallamtil ya Barang siapa yang mencela Nabi Sallallahu Alaihi wasallamtil dia dibunuh ini telah kita Jelaskan pada pembahasan seb sebumnya Karti dia bertaubat maka Taubat tersebut antara dia dengan Allah Azza waalla tapi perlakuan dia yang telah mencela tapi perlakuan dia yang telah mencela nabi maka yang demikian itu tiada lain hukumannya kecuali dieksekusi dibunuh wanama asahu Barang siapa yang mencela sahabat nabi sahu wasallam UD ya diberikan sanksi kepadanya n UD ya yaitu dicambu atau diberikan sanksi hukuman berikan hukuman ya kepadanya dan kalau kita perhatikan tadi bimana Abu Bakar ya hukuman orang yang mencela Abu Bakar julit maka hukum juga di sini dipahami ya mereka dijambu tapi tentunya yang melakukan hal itu para wiisa dan kaum mukminin adalah penguasa atau seorang pemimpin kaum muslimin yang mereka memiliki wewenang untuk hal itu karena ini berkaitan dengan kemaslahatan ya Adapun individu jelas bukanlah tugas mereka untuk mengeksekusi atau melakukan memberikan hukuman tersebut Imam Malik rahimahullah juga mengatakan ah nabiahu Alaihi Wasallam abakrin wa Umar utman muawiyah Amr B asainqual WF qutil wa musamaas nukil nakalanad tidak Barang siapa yang mencela salah seorang dari sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seperti Abu Bakar dan Umar atau Utsman atau muawiah atau Amr Bin Ash ya ini contoh saja kenapa disebutkan beliau karena seringkiali ahl bidah Wal Ahwa dan orang-orang yang menisbatkan diri kepada Islam tapi mereka menjadikan celaan terhadap sahabat ya atau memiliki di hati terdapat di hati mereka kebencian rasa tidak senang pada sebagian sahabat nah yang banyak mereka celah yaitu Abu Bakar Umar Utsman ya berbagai tudan dudan palsu yang dinisbat yang dialamatkan kepadanya muawiyah begitu juga Amru bnul Ash ya jadi banyak sekali di kalangan Ahlul Bida yang terjerumus ke dalam celaan terhadap mereka dan dua orang dalam Islam yang sangat dibenci yang paling dibenci oleh rafidah Bahkan mereka kafirkan keduanya itu Abu Bakar dan Umar nah bagaimana kaum khawarij sampai membunuh Utsman dan bagaimana juga rafidah sangat benci kepada muawiyah karena menurut mereka dialah yang memerangi ya Imam mereka Ali Bin Abi Thalib ya jadi maka Imam Malik menyebutkan sebagian contoh saja nah Barang siapa yang mencela salah seorang dari sahabat nabi alaihiatu wasalam seperti Abu Bakar Umar Utsman muawiyah Amru Bin Ash dan yang lainnya nah jika celaan tersebut mereka lakukan hal itu dengan keyakinan WF bahwa mereka sahabat tersebut berada di atas kesesatan dan kekufuran maka hukum orang yang mencela ya dengan alasan tersebut hukumnya qutila dia dibunuh karena konsekuensinya apa jika Abu Bakar dan Umar Utsman khulafa arasyidun ya muawiyah raja yang pertama yang terbaik ya dan abru bnul AS sahabat nabi yang mulia Alaihi salatu Wasalam ya jika mereka berada di atas kesesatan dan kekufuran berarti tuduhan bagi nabi alaihialatu wasalam berarti nabi waliyazubillah tidak berhasil dalam mendidik mereka ya 13 tahun di Makkah Abu Bakar bersama Rasulullah 10 tahun di Madinah Umar begitu juga Utsman ya puluhan tahun bersama Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ternyata Rasul gagal mendidik mereka waliazubillah Adakah orang yang berani mengatakan hal tidak ada karena ada orang yang berani mengatakan hal itu kecuali orang-orang yang tidak beriman berarti mereka waliyazubillah berada dalam kesehatan jika Abu Bakar dan Umar berada dalam kesesatan Lalu siapa kita yang menerima wahyu dari Rasulullah menyampaikan kepada sahabatnya kemudian tabiin jika mereka telah kufur sesat Lalu siapa kita yang mendapatkan Islam dari jalur mereka ya waahum bir musamatinasukilanadid jika mencela mereka bir bukan disebabkan selain ya dengan alasan yang eh yang disebutkan seperti mungkinnya celaan yang terjadi mungkin sama eh manusia ya bukan berkaitan celaan terhadap agamanya tapi mungkin ya biasa terjadi di kalangan sesama manusia mereka saling mencela ya nah itu jelas tidak diperbolehkan tapi seandainya celaan tersebut ya dalam hanya sebatas hal itu maka hukumnya nukila nakalan syadid diberikan sanksi hukuman yang berat hukuman yang berat ini kembali kepada waliul Amr pemimpin hukum yang berat bukan yang ringan karena perbuatan tersebut adalah dosa besar ya perbuatan yang dilarang hisam IB Ammar Imam Malik mengatakan AB bakar J q ini telah dijelaskan sebelumnya tentang hukum mencela Aisyah yang intinya mencela Abu Bakar dicambuk kemudian mencela Aisyah dibunuh kemudian Kenapa mencela Aisyah dibunuh karena Allah mengatakan melarang kaum mukminin ya melakukan Ya seperti yang pernah terjadi sebelumnya jika mereka orang yang beriman berarti bila mereka kembali melakukannya ini sebagai pertanda ya hilangnya keimanan dalam diri mereka waqala Abu urwah kunnaa Malik Ibni Anas fakaru rajulan yantqu ashaba rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam FAQ Malik hadil Ayah Muhammadur Rasulullah w maahu as suahumjud Injil Malik rahimahullah rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam k Imam Malik rahimahullah atau kata abu urwah suatu ketika kami berada di sisi Imam Malik lalu mereka yang hadir menyebut ya menyebut salah seorang yang mencela sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka Imam Malik mengatakan atau membaca ayat Muhammad itu adalah Rasulullah dan orang-orang yang bersama mereka itu sahabat siapa Muhajirin Wal Ansar asid Kuar orang yang tegas terhadap orang-orang kafirin ya mereka orang yang berkasih sayang sesama mereka sahabat nabi ya engkau melihat mereka dalam keadaan sujud rukuk dan sujud itu ahli ibadah mereka melakukan hal itu allah mencari karunia dari Allah para sahabat nabi ahli ibadah Orang yang ahli ya ibadah ahli ketaatan yang rukuk yang sujud yang mencari karunia Allah Azza W jallah waridwan dan keridaannya dan mereka telah mendapatkan hal itu sehingga Allah mengatakan dalam ayat radhiallahu Anhu waraduan I tampak di wajah mereka tanda-tanda sujud dan nah baik tanda yang mungkin membekas di jidat mereka atau tanda yang tampak cahaya yang terpancar dalam wajah mereka karena bekas efek dari sujud efek dari ya ketaatan yang memancarkan cahaya di wajah mereka n berbeda dengan orang-orang yang ahli maksiat buat dosa terlihat wajah itu hitam ya tidak ceria dan bercahayaika Taurat itulah perumpamaan mereka yang terdapat dalam Taurat jadi kaum Bani Israil pengikut nabi nabi Musa telah mengetahui ciri-ciri tanda-tanda sifat sahabat nabi tersebut udah disebutkan ya Subhanallah ya Padahal mereka belum lahir jemaah tapi ternyata sifat sahabat nabi telah terdapat dalam Taurat dan diketahui oleh orang-orang ahli Taurat at mereka kaum Yahudi ya kemudian Allah sebutkan Wal fil Injil Adapun perumpaan mereka di injil dalam kitab diturunkan kepada Isa Alaihissalam K seperti biji yang ditanam ak kemudian mulai muncul tumbuh mengeluarkan daunnya kemudian menjadi kuat menjadi besar menjadi kuat kemudian berdiri tegak kokoh di atas ya pohon yang kuat nah yangik para petani Terkesima ya takjub dengan hal itu pohon yang tumbuh dengan akar yang tertancap ya pohon yang kuat besar ya tumbuh dengan kuat liag biihimul kuffar yang demikian itu agar ya membuat orang-orang kafir jengkel kepada mereka n maka kata Imam Malik Man asbaha Fi qbih gidun Barang siapa yang terdapat di hatinya ghaidun ya kebencian dia jengkel terhadap sahabat kedengkian kebencian ala Ahad Min ashabi rasulillah k salah seorang sahabat Rasulullah faqad asabatuil Ayah maka ayat ini sungguh telah ya ee telah menjelaskan atau telah menimpa mereka Allah menyebutkanimul kuffar maka tiada yang benci yang jengkel terhadap sahabat yang menghina yang di terdapat dalam hatinya kedengkian ya kebencian terhadap sahabat kecuali orang-orang kafir nah Adapun orang yang beriman mereka pastilah meyakini kemulian sahabat dan mencintai mereka Imam Ahmad rahimahullahik Imam Malik Malik rahimahullah mengatakan was Islam yang mencela sahabat Nabi Sallallahu Alaihi wasam tidak ada bagian baginya Isam dalam Islam Jadi kalau kaum mukminin dalam peperangan mereka mendapatkan harta rampasan atau mereka mendapatkan Fai itu harta tanpa Peperangan Dan kita mengetahui jika Har rampasan ya para Mujahidin mendapatkan bagian begitu juga harta yang didapatkan kemudian dikumpulkan Baitul muslimin baitulil muslimin ya itu kaum muslimin berhak mendapatkannya Adapun kata imamik yang jelas sahabat nabi tidak ada bagian bagi dia dan ini menjelaskan bahwa mereka pada dasarnya telah menyelisih kaum mukminin karena yang mendapatkan bagian mendapatkan JAT ya bagian dari ee harta tersebut orang-orang yang muslim ya adapun yang tidak Islam maka tidak mendapatkan hal itu nah dan ini sebagaimana dijelaskan Imam Malik pada ya nukilan yang akan dibacakan karena Allah menyebutkan al-qur’an tiga golongan ya setelah menyebutkan tentang harta Fai yaitu yang didapatkan oleh kaum mukminin tanpa peperangan disebutkan setelah itu kaum Muhajirin kaum Ansar dan yang datang setelah mereka dan yang datang setelah mereka adalah orang yang mendoakan Kebaikan tidak terdapat dalam hati mereka kebencian terhadap sahabat nabi berarti tiga kelompok itulah yang berhak mendapatkan harta Fai tadi adapun yang selain mereka bila dia mencela maka bukanlah salah satu dari ketiga golongan tersbut tersebut maka tidak berhak mendapatkannya dan ini merupakan ya E pemahaman yang sangat ya detail atau kejalian Imam Malik telah memahami ya hukum agama ini terutama dalam perkara ini ya dari sisi timbat ya bagaimana beliau memahami dalil kemudian menjelaskan hukumnya hukum yang terkandung dalam dalil tersebut dan Sisi pendalilannya Imam Malik juga mengatakan laisq ah min ashabi rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam minalai haqun ya tidak ada bagi seorang pun yang mencela sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu mendapat bagian dari harta Fai dalam riwayat lain maan Bin Isa rahimahullah mengatakan samu malikan aku mendengar Malik mengatakan as rasulillah Shallahu Alaihi wasamqallah asquq muhajirininaukuar waim minallahiidahah Hum qinaquhibbar ilaihim wajiduna fiuriim hajatan mimmautu wiruna anfusihim w bihim khq nafsih faika humul mulihunma qinaunbana rabbanagfirlana waliikhwanadina sabaquuna Bil Iman wajal filubinaillina amanu rbana innakafur rahim Fa innamalul aln kata Imam Malik rahimahullah seorang yang mencela sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka dia tidak mendapatkan bagian dari Fai harta yang didapatkan kaum muslimin tanpa peperangan kalau ganimah itu lewat peperangan Kenapa demikian Kenapa tidak ada bagian baginya karena Allah telah membagi Fa tersebut harta tersebut kepada tiga golongan yang pertama kaum Muhajirin Ya luquhaj bagi kaum fuqara Muhajirin yang mereka diusir dari negeri mereka dari Mekah dan juga ya diambil harta mereka mereka mencari karunia dari Allah dan keridaannya mereka menolong Allah dan rasulnya menolong agama Allah dan rasulnya merekalah orang-orang yang sungguh telah terbukti kejujuran ya imannyaodun ini kaum Muhajirin jadi ini golongan yang pertama kelompok yang pertama kemudian setelah itu kelompok yang kedua kaum Ansar dan orang-orang yang telah menempati Negeri mereka yaitu Madinah dan juga telah memiliki keimanan minim dari sebelum mereka at sebelum kedatangan mereka ke madinahuhibai mereka kaum Ansar mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka mencintai saudara mereka kaum Muhajirin W yajiduna fiuriim hajatan mimutu tidak terdapat dalam diri mereka sedikit pun hasad dan keinginan terhadap apa yang mereka berikan atau terhadap apa yang mereka miliki ya maka berikan kepada saudaranya harta yang mereka miliki diberikan sementara kaum muhaji meninggalkan harta mereka di di Makkah diusir oleh ya dikeluarkan oleh orang kufar musyrikun ya dari kampung halaman mereka datang ke Madinah disambut ya oleh kaum Ansar diberikan pada mereka hartanya bahkan ya jika mereka sebagai mereka memiliki dua istri diceraikan ya yang satu kemudian setelah habis waktu Idahnya diaersilakan untuk menikahinya Subhanallah kemudian Rasul di awal ya hijrah tersebut saling ya menjadikan satu yang lain mewarisi yang saudaranya yang lain ya subh suball dan mereka lebih mengutamakan saudara-saudara mereka k daripada diri mereka sendiri Kendati dalam hal yang mereka berikan kepada itu KH ada kebutuhan tapi mereka lebih mengutamakan saudaranya kaum muhajirinrek ya persahabatan yang tulus sejati bagaim antara ahlumuhajangapa diselamatkan dari kekikiran dirinya mereka orang yang beruntung ini golongan yang pertama yang berhak mendapatkan Fa golongan yang ketiga orang-orang yang datang meninggal mereka ya yauna Bagaimana sikap mereka yaquunbanafirlana Ya Allah ampuni kami ya allahqu Dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan Siapa mereka muhajirinal anar karena Allah menyebutkan ya dua kelompok tersebut sebelum kelompok yang ketiga ya kaum muhajinal an jangan ya jadikan dalam hati kamian kebencian terhadap orang yang beriman siapa muhaj dan orang beriman ikikuti mereka innaka raufurahim Sesungguhnya engkau ya Allah Maha Rauf mahaenyantun dan maha penyayang kata Imam Malik faainamalul asnam sesungguhnya harta faai itu hanya bagi tiga kelompok yang disebutkan tadi yang disebutkan Muhajirin walansar kemudian Ahlul Iman beriman Nah itu yang berhak maka yang mencela sahabat nabi tidak berhak Kenapa kara telah menyelisihi Jalan akidah ya konsep hidup orang-orang yang beriman yang datang setelah sahabat nabi karena orang-orang yang beriman seeninggal sahabat nabi Muhajirin Wal Anshar Sikap mereka kepada sahabat Sikap mereka terhadap Muhajirin Wal Anshar mendoakan kebaikan memohon keampunan dan mencintai mereka tidak terdapat dalam hati mereka kebencian ya sedikit pun kepada salah seorang dari sahabat nabi maka agama Islam ini kaum mukminin ini hanya tiga kelompok Muhajirin Ansar kaum mukminin di Atang peninggal mereka gak ada yang lain nah Kendati dalam yang datang sepinggal mereka Alu Iman ya berbeda Sisi keimanan dan tingkat keimanannya tapi secara umum mereka tiga kelompok Muhajirin Wal Ansar Muhajirin Ansar kaum mukminin Jadi pertanyaan golongan yang pertama tidak akan mungkin kita bahkan sudah tidak akan mungkin bahkan mustahil itu golongan telah berlalu pilihan Allah ya bukan pilihan mereka bukan pilihan Abu Bakar dia menjadi sahabat nabi yang pertama orang yang pertama Ya orang yang pertama dalam Islam itu pilihan Allah ya begit juga Umar telah berlalu mereka muhajirinansar dan tidak seorang pun dari kita menjadi orang Muhajirin Ansar begitu juga ya maka jika tidak bisa kita tidak pernah menjadi Muhajirin tidak pernah menjadi Ansar maka Jadilah orang mukmin yang baik yang mencintai mereka Maka Barang siapa yang mencela sahabat Muhajir Wal Anshar maka sungguh telah menyelisihi jalan hidup orang-orang mukminin yang baik yang mencintai Allah dan rasulnya maka dari sini jelaslah penyimpangan ya sekte rafidah Syiah rafidah yang mencela sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ikhwat Iman para pemirsa rahimakumullah kemudian eh di antara perkataan Imam Malik yang lainulillahibiaiunu musliminah Ayati Ma Ri ba qqum hampir sama dengan ya kandungan ungkapan beliau yang sebelumnya jadi Barang siapa yang menghina salah seorang sahabat nabi atau ada di hatinya sedikit kebencian ya maka tidak berhak mendapatkan harta Fa Kemudian beliau membaca ayat yang e berkaitan dengan hal itu maaf rasuli apa yang Allah berikan ya kepada rasulnya tanpa peperangan ya itu yang berhak mendapatkan Muhajirin kaum Ansar orang-orang yang beriman datang selama mereka Maka Barang siapa yang mencela para sahabat nabi atau di hatinya ada kebencian kedengkian maka dia tidak berhak mendapatkan harta tersebut waq musab azzubairi Abdullah bin nafiakala Harun almjid Harun Arrasyid masjid beliau masuk ke Masjid Nabawi kemudian beliauat setelah itu datangziarah ke kuburan nabi mengucapkan salam Kemudian beliau datang duduk di majelis imamikam warahmatullahi wabarakatuh yaucapkan Salam k Imam Malik yaagua keselamatan dan kerahmatan wahai Amirul Mukminin serta keberkahan waalaikasalam ya Amirul Mukminin warahmatuhu wabarakatuh Suma qala Malik kemudian Imam Malik mengatakan hal Suma qala Malik kemudian Harun khalifah Harun bertanya kepada Imam Malik haliman sabba ashaba rasulillah shallallallahu Alaihi Wasallam fil faaiiai Apakah orang yang mencela ya sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya berhak mend apatkan tidak tidak ada kemuliaan baginya ya gak ada k kulaginya tidak apa kufar bahwa para sahabat nabi dijadikan oleh Allah agar orang-orang kafir itu menjadi jengkel murka maka Barang siapa yang mencela mereka kafir maka dia telah orang yang kafir makaak ada berhak orang kafir untuk mendapatkan in walau rajulanihan Lana ashuhuihinq kemudian Imam Malik mengatakan mereka yang mencela sahabat nabi itu pada dasarnya ingin mencela nabi itu sendiri tapi tidak akan mungkin mereka lakukan hal itu lalu mereka mencela sahabatnya sehingga dikatakan ini rajul ini orang yang tidak baik kenapa karena Seandainya dia orang yang baik tentu juga para sahabatnya orang-orang yang baik atau ya sesuai dengan apa yang dikatakan Imam malikhanallah perhatikan J sekalian rahimakumullah ini yang tadi kita sampaikan dari awal bahwa mereka yang mencela sahabat nabi rafidah Syiah ya yang mencela sahabat nabi Kendati menisbatkan diri mengkultuskan Ahlul Bait ya dusta palsu ya yang mencela sahabat nabi Sesungguhnya mereka itu ingin mencela nabi ingin mencela al-qur’an tapi tidak akan mungkin mereka lakukan hal ini tapi al-qur’an telah mereka cela berkatakan telah diselewengkan telah dirubah ditambah dan seterusnya ya Mana ada yang berani terang-terangan mengatakan mencela nabi mengatakan nabi manusia yang jelek Gak ada yang berani jelas Siapa yang melakukan hal itu dari kalangan Mukmin sudah telah kafir ya mencela bahkan telah dijelaskan hukum Sebelumnya dia dibunuh maka tidak akan mungkin dia melakukan hal itu lalu Bagaimana caranya lalu mereka ya mencela sahabatnya sehingga dikatakan lah kalau Muhammad itu orang yang baik tentu sahabatnya baik-baik semua waliubillah ya willah begitu ya konsekuensi yang batil dari pencelaan terhadap sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nah dan ini hal yang kita Maklumi bersama orang yang baik akan berkumul dengan orang yang baik Mukmin akan berkumul dengan Mukmin orang Saleh dengan saleh ya tak mungkin dengan orang yang thh kafir dengan muslim enggak sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam orang yang baik maka Allah pilih mereka sebagai sahabat Nabi Sallallahu Alaihi wasam am maka secara otomatis ya nabi dan jelas Tidak diragukan lagi belia orang yang terbaik bukan sekedar baik yang terbaik maka sahabatnya yang terbaik maka tidak ada manusia yang terbaik yang menjadi sahabat Nabi dalam sejarah kehidupan para nabi mulai nabi yang pertama sampai terakhir yang lebih baik dari sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Karena nabi kita adalah orang yang terbaik dan sahabatnya Muhajir terbaik maka celaan terhadap sahabat nabi pada dasarnyaalah pada hakikatnya celaan terhadap Nabi dan celaan terhadap Nabi celaan terhadap Islam celaan terhadap Islam berarti celaan terhadap hikmah Allah kenapa Allah memilihi Islam agama yang sempurna agama yang mulia agama yang disempurnakan diridai Allah subhanahu wa taala waradituakum islamaa telah ku ridai Islam sebagai agamamu dengan celaan para terhadap sahabat dan landasan Islam dalam al-qur’an dan al-qur’an diterima oleh sahabat dari nabi berarti dengan demikian mereka yang mencela sahabat nabi ingin menghancurkan Islam itu yang sesungguhnya itulah hakikat ya Keinginan mereka Keinginan mereka dari sini kita memahami begitu menyimpangnya dan sesatnya akidah ka yang menjadikan sahabat nabi bahan celaan bagi mereka semoga Allah menyelamatkan kita dari kebatilan dan menjaga akidah kita dari kesesatan dan semua kita selamat dunia dan akhir demikian wallahuam Ust Barakallah fikum Terima kasih atas kesediaannya untuk menyampaikan pelajaran dan pembahasanfat di kesempatan pagi hari ini semoga allahemberikan kemudahan untuk kita bisa memahami dan mengamalkannya dalam rangka ketaatan pada Allah subhanahu wa taala dan berikutnya kami buka kesempatan untuk Anda bertanya silakan bisa menghubungi Nomor kami di layanan Telepon 0218236543 atau pesan singkat di 0819896543 silakan untuk penelepon yang pertama Halo iya silakan dengan siapa Di mana Halo asalamualaikum saya reswati di Pamulang silakan Bu reswati pertanyaannya Pak ustaz Maaf aku mau bertanya kenapa Allah itu menyesatkan dan menghinakan manusia terus manusia yang seperti apa yang pantas dihinakan dan disesatkan oleh Allah Pak ustaz Terima kasih Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh silakan Ustaz n ya terima kasih kepada Ibu reswati atau resnawati barakallahu Fik atas pertanyaannya ya yang pertama yang harus kita Pahami semuanya para pemirsa ya pertanyaan yang berkaitan dengan hikmah atau perbuatan Allah Azza waalla atau menanyakan tentang perbuatan Allah dengan redaksi Kenapa ini hal yang tidak boleh ditanyakan ya Redaksi pertanyaan tersebut tidak tidak pantas untuk diutarakan karena Allah mengatakan la yusalu Amma yaf’al wahum yusalun la yusal Amma yaf’al Allah tidak ditanya tidak diminta pertanggungjawaban terhadap perbuatannya wahumusal dan mereka ditanya diminta pertanggungjawaban makanya begitu kita melakukan akan ditanya kenapa nah Adapun Allah Azza waalla yang memiliki segala-galanya kekuasaan Kerajaan langit bumi kerajaan dunia dan akhirat ya alam semesta ini semua dibawah kekuasaannya Nam tidak ada yang luput dari ilmu dan kekuasaannya kita abdun lillah Allah melakukan apa saja yang dikehendakinya la Maniah lima Aa tiada yang bisa menghalang apa yang akan diberikan Allah Azza waalla nah W mu lima mana tidak ada yang bisa memberi apabila Allah menghalangq Nam tidak bisa ada yang menolak keputusannya jadi Allah subhanahu wa taala melakukan apa yang dikehendakinya ini yang pertama ini berkaitan dengan masalah perbuatan Allah dan ada kaitannya dengan masalah takdir kemudian sebagaimana yang juga telah dijelaskan dalam akidah Ahli Sunah kesesatan yang terjadi petunjuk ya kesesatan kebaikan kejelekan kesesatan dan hidayah petunjuk terjadi semua dengan izin dan takdir Allah Azza waalla izin dan takdir Allah Azza waalla ya itu kita yakini karena telah ditulis di lauhil mahfuz ya sebelum penciptaan langit dan bumi selama 50.000 tahun begitu dalam hadis ya dijelaskan semua yang terjadi kesesatan kemaksiatan petunjuk kebaikan ya Semua telah di tulis telah ditentukan dan itu pasti terjadi sesuai dengan kehendak Allah Azza waalla bila Allah mengizinkan terjadi tib termasuk Siapa yang sesat Siapa yang berkan petunjuk tapi seseorang tidak mengetahui hal itu kecuali bila terjadi yang ketiga Kendati semua hal telah ditulis juga Allah juga menulis bahwa Allah mengutus kepada setiap umat itu rasul diin ya waq rulan whum hadallahum alai setiap kaum itu telah didatangkan telah dikirim kepada mereka diutus kepada mereka Hadin petunjuk nabi ya kami telah mengutus setiap umat setiap umat kata Allah seorang rasul yang mengajak P beribadah kepada Allah maka di antara mereka ya ada yang mendapatkan petunjuk dan di antara mereka telah tersesat intinya Allah subhanahu wa taala menciptakan manusia menentukan segala takdir yang akan terjadi pada dirinya dan akan dilakukannya tapi Allah subhanahu wa taala juga menjelaskan sebab-sebab kebaikan dan sebab-sebab kejelekan untuk menyempurnakan hal itu semua diutus para nabi agar Allah menjelaskan kepada umat manusia bahwa yang benar telah jelas sejelas-jelasnya petunjuk telah jelas sejelas-jelasnya kemudian diperintahkan untuk mengikutinya kemudian manusia diberi pilihan diberi kekuatan maka diberi akal yang sehat maka mereka diperintahkan Ikutilah kebaikan sebagaimana mereka juga telah Jelaskan kepadanya kepada manusia jalan ini jalan kena neraka ini akan mendatangkan murka telas jelas sejelas-jelasnya tidak ada yang disembunyikan dan mereka juga tidak dipaksa diberikan pilihan tapi sebagian Mereka ternyata tidak menggunakan akal Sehatnya dalam urusan agama enggak menggunakan akal sehat tapi dalam urusan dunianya digunakan akal Sehatnya dalam urusan bisnisnya enggak mau dia merugi ya pasti mau beruntung tapi dalam urusan agamanya mengikuti hawa nafsunya akan merugikan dia enggak mengikuti petunjuk Siapa yang salah ya manusia yang menzalimi dirinya wumullahakinusimun Allah tidak menzalimi mereka mereka sendiri menzalimi diri mereka datang Rasulullah ada di zaman sebelum diutus Rasulullah ya Abu Jahal Abu Lahab ada sana ya Abu Bakar Umar dan yang lainnya Begitu datang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membah petunjuk ya didengar oleh Abu Bakar Umar oh ini kebenaran diikuti tapi Abu lah Abu lahan enggak didengar ini Muhammad ini akan merubah agama nenek moyang kita dia tolak Siapa yang zalim Allah tidak menzalimi hambanya mereka yang menzalimi Abu Bakar mendapatkan hidayah karena petunjuk allah Taufik dari Allah karena dia datang kebenaran disuruhan oleh Muhammad dia terima karena akal yang sehat menuntun kita untuk menerima kebenaran begitu juga Bagaimana kisah Umar dia cerna mereka orang-orang yang cerdas orang yang pintar paham bahasa Arab betul Muhammad ini Wahyu ya orang yang tidak tahu tulis baca Tapi menyampaikan ilmu yang seperti ini mustahil dari dirinya dan nenek moyangnya juga ya tidak memiliki kekuasaan tidak memiliki ilmu sebelumnya dicerna begitu sahabat yang lain Nam seperti juga nabi-abi sebelumnya Musa datang kepada Firaun dijelaskanukum ya Musa siapa RAB kan yang musa Dia mengira dia sebagai RAB Tuhan ya di Mesir anumul tapi hatinya suungguhnya mengingkari hal itu di hatinya meyakini bahwa dia bukanlah Tuhan Jelaskan marabukuma ya rabku yang menciptakan langit dan bumi ciptakan kalian dan juga umat sebelumnya tapi ternyata bukan semakin ya tunduk Firaun semakin sombong sampai Dia mengancam laahjudin sampai menuduh ini Majnun ini ini Sahir tapi lihat bagaimana para penyihir yang begitu melihat mereka Paham penyihir ahli sihir ya begitu melihat kebenaran tersebut mereka sujud ini bukan sihir buatan manusia enggak bisa dilawan dengan buatan manusia ini bukan buatan Musa ini minallah mereka sujud berimanajadan saharatu fawaqau sahratus sajidin qolu amanna birabbi Musa wa Harun kami beriman kepada Rabb Musa dan Harun diancam oleh Firaun beriman Sebelum saya izinkan lalu diancam sampai dibunuh intinya kebenaran telah jelas diutus para rasul tidak ada lagiu alasan bagi mereka ntiapan Allah mereka diberi keinginan beri kekuatan Allah Jelaskan ini jalan kebaikan jalan ke surga ini jalan ke neraka ini sebab-sebabnya hati-hati setan selalu menggoda kalian sekarang tinggal manusianya maemilih yang mana Ya jelas milih yang mana ternyata ya Ya Allah takdirkan Ya tidak menerima pelajaran dan tidak mau menggunakan akal Sehatnya dipilih Jalan T neraka ya sesat sama begitu halnya jadi itu semua berkaitan dengan betul petunjuk dari Allah itu Hidayah dari Allah itu juga kesesatan dari Allah itu kita yakini itu akidah Ahli Sunah Wal Jamaah Tapi semua itu ada sebabnya dan Allah Azza wa Jalla tidak akan mencelakakan ya seorang hamba yang betul-betul dalam hatinya jujur Tulus untuk mengikuti Kebenaran akan dituntun oleh Allah tapi Allah mengetahui bila di hatinya ada kemunafikan dan kesombongan itulah awal kesesatan dia gak dimudahkanalanqnausilag W orang memberikan kebaikan untuk dirinya ya kebaikan dan bertwausna menerima kebenaran dimudahkan urusannya tapi sebaliknyainya harmuan keik dan merasa cukup gakasa butuh Allah sombong dia kesombongan membuat dia mendustakan kebaikan apa balasannya kami berikan kesulitan bagin maka dari sinilah kita memahami para pemirsa Para pendengar bila datang kebenaran terima jangan lagi dibang-bang dengan akal kita apagi akal yangah Rus Jang timbang-timbang dengan tradisi kebiasaan kita karena tradisi kebiasaan kita telah menyimpang mengikuti hawa nafsu jangan lagi mengukur dengan pendapat Si Fulan si Ustaz saya Guru saya Kiai saya tinggalkan hal itu kebenaran telah jelas datang dari Allah alik kebenaran itu datang dari rabmu jangan ragu-ragu engak ada lagi setelah ke kebenaran itu kec an ini penyebabnya maka bergegas ya bergegas kita tahu kita awam enggak tahu belajar mungkin tidak mungkin dangkal keilmuannya ya sudahudah ikuti orang mengajak kepada kebenaran jangan ngeyel ini ada sebagian yang tidak tahu dan tidak tahu dia tidak tahu dia memang tidak tahu tidak punya ilmu tapi enggak sadar juga bahwa dia itu tidak tahu ini muskilah Ini masalah dalam sebagian hidup kita ini masalah Oleh karena itu Mari kita orang yang belajar Agar kita tahu bahwa kita tidak tahu kemudian kita belajar nah tapi ini tidak tahu dan tidak tahu dia tidak tahu nah yang baik itu yang kita tahu kita tidak tahu maka kita belajar kita tahu kita bodoh maka kita belajar maka semakin kita belajar kita semakin tahu tentang kebodohan kita maka ini yang terus menyemangati kita untuk belajar mengikuti kebenaran nah nah ini yang harus kita ee pegang prinsip dalam hidup ini prinsip dalam hidup prinsip dalam memahami ya Ee perjalanan hidup kita dan juga manusia ada di sekitar kita itulah penyebab kesesatan tadi karena perbuatan manusia itu sendiri ya Allah Buka pintu tidak langsung begitu dia berp enggak langsung dibinasakan Allah masih diberi kesempatan diseruh diajak ya dinasihati tapi yaang dasarnya mudah membangkang sombong ya Allah palingkan sekalian ya dia hancur binasa dan sesat itu pun ya tidak ditutup Pintu Taubat terbuka tapi biasanya orang yang telah berpaling disebabkan kesombongannya sulit untuk kembali kepada kebaikan terlebih lagi bila yang penyebab dia Itulah kesesan dan keyakinan bidah keyakinan yang dia pegang berbeda dengan seorang yang terj dalam perbuatan maksiat lebih cepat kembali karena tidak ada yang mengatakan tidak ada yang ya Ee mengatakan bahwa maksiat itu baik tidak ada semua mengatan itu hal yang tercela maka begitu terjerumus dia cepat kembali karena dia tidak ingin celaka sengsara tapi kalau orang-orang yang berbuat pemikiran yang menyimpang bidah nah pelaku bidah itu itu meyakini Apa yang dilakukan Bukannya itu kebaikan pemikiran yang dia yakini itu suu kebaikan ini bahayanya kesesatan dari sisi pemikiran syubuhat tadi dia meyakini perbuatan bidah itu bidah itu meyakini satu kebaikan Nah Enggak pernah sejarahnya dalam kehidupan manusia orang bertobat dari kebaikan bertobat dari kejelekan nah ini bahayanya perbuatan penyimpangan tadi Nah Oleh karena itu Mari kita waspada Jangan sampai kita menolak kebenaran yang datang dari Allah dan rasulnya disampaikan oleh orang yang mengajak pada kebaikan sebab yang demikian itu akan menyebabkan terhalangnya seseorang dari mendapatkan petunjuk tadi ya semoga Allah Azza waalla memberikan Hidayah kepada kita semua dan menyelamatkan kita dari kesesatan ya yang tampak dan yang tersembunyi mungkin itu yang bisa dijawab Pada kesempatan kali ini mohon maaf atas kekhilapan dan kekurangannya mud mudah-mudahan kita bersua kembali di ya pembahasan akidah yang lain di pekan yang akan datang wallahuam wasallallahu wasallam Al Nabina Muhammadin waa alihiohbihi wasallim waakhirwhamdulillahbilamin subhanakallah wabihamdik asadu Alla ilahailla Anta astagfiruka wauubu ilaih wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh demikianlah kajian ilmiah yang telah kami hadirkan live dari sekolah tinggi dirasa Islamiah Imam sawi Jembar bersama Ustaz Dr Muhammad Nur Ihsan Ma hafidahullahu taala dari bahasan Manhaj Imam Malik fibatil akidah Semoga dapat menghadirkan kebermanfaatan untuk kita semuanya Terima kasih atas kebersamaannya kami yang bertugas mohon pamit undur diri subhanakallahamdika asuaaha Anta astagfirukau wasamikum warahmatullahi wabarakatuh
Leave a Reply