Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Senin, 14 Jumadal Ula1445 H / 27 November 2023 M

radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah Asalam alualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wasatu wasalamu ala rasulillah la nabiya ba w w quata illa Billah ikhwat Al Islam para pemirsa dan pendengar ra yang Semoga dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah di kesempatan pagi yang berbahagia ini kita akan kembali simak dan saksikan program kajian ilmiah dalam pembahasan kitab sahih fikih sunah bersama guru kita Dr musyaaarinif u taala yang secara langsung akan disampaikan oleh Beliau dari stdi Jember untuk itu bagi Anda yang ingin bertanya di akhir penyampaian materi nanti silakan Anda dapat bertanya secara langsung di 0218236543 atau Anda juga dapat bertanya melalui pesan singkat di 0819896543 ikhwatal Islam para pemirsa dan pendengar roja yang Semoga dirahmati Allah subhanahu wa taala kita akan langsung simak penyampaian materi yang akan disampaikan oleh Beliau kepada Al ustazfadol Maskur Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhuuagfirillah an ahillahuala mahlil Fala hadalah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa Anum muslimun Amma ba asdaqal Hadi kitabullah whairal Huda Huda Muhammadin shallallallahu Alaihi Wasallam wasaral umuri muhdatatuha faainna kulla muhdatin bidah waulla bidatin dolalah wa dolalatin finar para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat khususnya para pendengar radio Roja dan para pemirsa Roja TV dan umumnya untuk seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat di mana pun anda berada Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa taala dengan nikmat-nikmatnya yang terus Allah berikan kepada kita semuanya sehingga kita bisa melanjutkan kajian ilmiah ini dengan mudah mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan keikhlasan kepada kita semuanya dalam menuntut ilmu agama dan dalam menyebarkannya kepada orang lain amin amin ya rabbal alamin tidak lupa selawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti ikhwati Wa akhwati fillah aazanallahu wa iyakum setelah kita kemarin membahas tentang salat duha Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salat istikharah dan yang berikutnya salat tasbih tib salat istikharah adalah salat untuk meminta bimbingan kepada Allah subhanahu wa taala tentang langkah yang akan kita lakukan tentang pilihan-pilihan yang ada di depan kita inilah yang di maksud maksud dengan salat istikharah jadi ketika di depan kita ada dua pilihan yang kelihatannya baik semuanya sehingga kita bingung untuk menentukan pilihan ini maka disyariatkan kepada kita untuk melakukan salat istikharah meminta bimbingan kepada Allah subhanahu wa taala mana di antara dua pilihan ini yang sebaiknya kita ambil istikharah dalam bahasa Arab berarti thaabu alkiarah ya thabu alkiyarah kita meminta pilihan kepada Allah subhanahu wa taala kita meminta pilihan kepada Allah subhanahu wa taala agar kita dibimbing untuk menentukan pilihan yang tepat dari beberapa ee pilihan yang ada di depan kita salat istikharah ini para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah adalah dengan seseorang melakukan salat dua rakaat kemudian setelah selesai salat meminta kepada Allah subhanahu wa taala dengan doa istikharah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ada hadis yang diriwayatkan dari sahabat Jabir IBN Abdillah radhiallahu anhuma yang menjadi dasar atau landasan disyariatkannya salat istikharah ini beliau sahabat Jabir IBN Abdillah radhiallahu anhuma pernah mengatakan Kana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yuallimuna alistikharata fil umuri kulliha Kama yallimuna asurata Minal Quran dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita doa istikharah dalam semua perkara sebagaimana atau seperti ketika beliau mengajarkan kepada kami surat dari al-qur’an ini menunjukkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam punya perhatian yang besar dalam mengajarkan doa istikharah ini kepada para sahabatnya kita pahami hal ini dari perkata kataan sahabat Jabir IBN Abdillah radhiallahu anhuma Kama yimun Minal Quran sebagaimana beliau mengajarkan kami satu surah dari al-qur’an dan ketika beliau mengajarkan satu surah dari al-qur’an kepada para sahabat ya beliau benar-benar mengajarkannya dengan baik sehingga para sahabat benar-benar menghafal surah dari al-qur’an tersebut tib yaakul Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan hamma ahadukum Bil Amr Apabila salah seorang dari kalian menginginkan sesuatu falyarka rakataini Min ghairil Faridah maka hendaklah dia salat dua rakaat yang bukan salat fardu kemudian setelah itu bacalah allahum inni asira wairaratik waalukaalir Wir w kemudian di sini kita menyebutkan hajat kitairun wa waqti amriiiriik F F wasfuirmaini Bih para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah inilah doa istikharah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada para sahabatnya arti doa ini intinya adalah meminta bimbingan kepada Allah subhanahu wa taala dalam memilih suatu pilihan Ketika seseorang akan melangkah atau mengambil langkah penting dalam hidupnya agar pilihan tersebut benar-benar sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala Apa arti dari doa ini Allahumma inni astirukaik Ya Allah Sesungguhnya aku meminta pilihan kepadamu dengan ilmumu wa dan aku meminta kudrmu meminta kekuasaan dengan atau minta kekuatan dengan kekuatanmu wa as’aluka Min fadlikalim dan aku meminta kepadaMu ya Allah karuniamu yang agung fainnaka taqdir wala aqdir Sesungguhnya engkau adalah zat yang maha berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa engkau zat yang Maha Kuat sedangkan aku tidak demikian watalamu wala Aam Engkau adalah zat yang maha mengetahui sedangkan aku tidak demikian wa antaamulyub dan engkau adalah zat yang maha mengetahui perkara-perkara yang gaib Allahumma Ya Allah inkunta Tam seandainya engkau tahu Anna hadal Amr bahwa sesungguhnya perkara ini kita sebutkan hajat kita misalnya menikah dengan si fulanah atau menikah dengan Si Fulan misalnya lagi berbisnis dalam bidang ini misalnya lagi mondok di pondok ini misalnya lagi sekolah di sekolah ini Intinya kita menyebutkan hajat kita Ya Allah jika engkau tahu bahwa sesungguhnya perkara ini kita sebutkan hajat kita Khairun Li Fi Dini wa maasi wa aqibati Amri lebih baik untukku dalam Agamaku dalam kehidupanku dan dalam akhir hidupku apabila perkara ini lebih baik untukku dalam Agamaku dalam kehidupanku dan dalam akhir hidupku yaitu akhirat ya takdirkanlah itu untukku mudahkanlah itu untukku kemudian berkahi itu untukku waainkunta talam jika engkau tahu Anna hadal Amr bahwa sesungguhnya perkara ini syarrun Li Fi Dini wa ma’asyi wa aqibati Amri lebih buruk bagiku dalam Agamaku dalam kehidupanku dalam akhir hidupku yaitu akhiratku fasfu maka jauhkan dia dariku wasrifni Anhu dan jauhkan diriku darinya wadalhair hait dan takdirkanlah untukku kebaikan bagaimanapun ee di manapun kebaikan itu kemudian jadikan aku rela dengannya para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah inilah maksud dari doa istikharah kita bisa memahami betapa tingginya makna dari doa istikharah ini Intinya kita meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah membimbing kita dalam memilih pilihan-pilihan yang sulit bagi kita para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah istikharah ini tidak disyariatkan ketika yang ada di depan kita hanya satu pilihan dan pilihan tersebut adalah pilihan yang disunahkan atau pilihan yang diwajibkan atau pilihan yang diharamkan karena kalau pilihan tersebut hanya satu dan disunahkan maka tidak perlu ada istikharah langsung saja dilakukan kalau ingin melakukannya kalau pilihan tersebut hanya satu dan itu sesuatu yang diwajibkan maka gak perlu istikharah kita langsung melakukannya bahkan kita diwajibkan untuk melakukannya kalau pilihan yang ada di depan kita hanya satu dan itu sesuatu yang diharamkan maka gak perlu istikharah kita wajib meninggalkannya pilihan yang ada di depan kita itu hanya satu dan itu sesuatu yang dimakruhkan maka Ya sudah jelas kita sebaiknya meninggalkannya ketika sesuatu tersebut adalah sesuatu yang mubah ketika itulah kita disyariatkan untuk istikharah ada pilihan yang mubah di depan kita kita ingin melakukan atau tidak Dan sesuatu yang mubah ini ya kita khawatir kalau salah dalam melangkah maka efeknya akan berat maka di saat itulah kita disyariatkan untuk istikharah begitu pula ketika pilihannya di depan kita lebih dari satu dua perkara yang dianjurkan dalam syariat akan tetapi kita bingung dalam memilih di antara keduanya apakah yang a ataukah yang B dua-duanya kebaikan tapi kita tidak bisa melakukan dua-duanya misalnya waktunya berbarengan atau misalnya kita mampunya hanya melakukan satu misalnya dana kita hanya cukup untuk satu maka di sini kita disyariatkan untuk istikharah karena di sini ada dua pilihan kalau keadaan yang sebelumnya pilihannya cuma satu sesuatu yang dianjurkan dalam syariat disunahkan dalam syariat maka ya gak perlu istikharah lakukan kalau mampu kalau di sini ada dua amalan yang disunahkan sedangkan kita hanya mampu melakukan salah satunya maka disunahkan untuk istikharah ya begitu pula apabila kita ee tidak bisa menghindar dari dua keburukan kita tidak bisa menghindar dari dua keburukan kalau tidak keburukan yang ini maka kita akan kena yang ini kalau tidak kena yang ini maka kena yang itu ya di sini ya kalau misalnya kita melihat ya bahwa dua-duanya itu sama saja keburukannya dan kita tidak bisa menghindar dari salah satunya maka ya di sini kita bisa meminta bimbingan kepada Allah subhanahu wa taala memilih ya mana Yang sebag ya kita lakukan dari dua keburukan tersebut yang gak mungkin kita hindari dua-duanya tib yang berikutnya para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah ketika kita Sudah istikharah kita sudah melakukan salat dua rakaat kemudian setelah itu kita berdoa dengan doa istikharah tadi maka kita hendaknya melakukan sesuatu yang hati kita mantap dengannya hati kita menerima hati kita lapang kepadanya Jangan sampai kita memilih pilihan yang sebelum salat istikharah kita sudah condondong kepadanya jangan sampai demikian Kenapa karena kalau kita melakukan itu maka sebenarnya kita tidak meminta pilihan kepada Allah subhanahu wa taala wong kita lakukan yang tadinya kita inginkan tidak demikian ya Jadi kalau misalnya sebelum istikharah kita menginginkan pilihan A tapi masih ragu kemudian setelah istikharah kita masih memilih pilihan a maka ya ini ee menjadi tidak ada maknanya ya istikharahnya bukan pilihan a-nya tapi kita memilih apa yang Allah jadikan hati kita mantap dengannya ya bisa A bisa B bisa A bisa B yang jelas kita kembalikan kepada kemantapan hati kita setelah istikharah dan itu bisa berubah bisa juga tidak berubah ya Intinya jangan sampai kita bersandar pada keadaan hati kita sebelum salat istikharah kita harus lihat hati kita setelah salat istikharah Allah memantapkan hati kita kepada pilihan yang apa kita lupakan sebelum salat istikharah karena di sini kita benar-benar jujur kita harus benar-benar jujur untuk memilih pilihan Allah subhanahu wa taala yang ya kita dibimbing kepadanya para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah hal yang perlu juga diperhatikan di sini bahwa petunjuk allah subhanahu wa taala setelah salat istikharah tidak harus berupa mimpi saya katakan tidak harus berupa mimpi maksudnya bisa berupa mimpi bisa berupa yang lainnya kalau kita diberikan mimpi oleh Allah subhanahu wa taala maka lakukan petunjuk dari mimpi tersebut tapi bisa jadi petunjuknya bukan mimpi bisa jadi petunjuknya adalah kemantapan hati kita jadi setelah salat istikharah hati kita menjadi mantap untuk memilih pilihan tertentu dan itu menjadi petunjuk dari Allah subhanahu wa taala dan jalan untuk menuju mantapnya hati kita ini banyak bisa jadi sekedar kita salat istikharah dan doa hati kita langsung Mantap bisa jadi seperti itu bisa jadi setelah salat istikharah dan berdoa hati kita masih ragu kemudian datang teman kita yang seakan- akan dikirim oleh Allah subhanahu wa taala kepada kita untuk membimbing kita teman tersebut memberikan kepada kita pertimbangan-pertimbangan yang akhirnya kita mantap untuk memilih pilihan tertentu ini termasuk ya termasuk jalan Allah subhanahu wa taala memantapkan hati kita bisa jadi setelah kita salat istikharah berdoa hati kita masih ragu kemudian kita tidak sengaja mendapatkan buku Misalnya kita tidak sengaja melihat ada potongan video kita tidak sengaja mendengar ya Ee ada ceramah misalnya yang akhirnya kita mantap untuk melakukan atau memilih pilihan-pilihan Tertentu bisa jadi itu adalah bimbingan dari Allah subhanahu wa taala untuk kita agar kita benar-benar mantap dalam memilih pilihan tertentu intinya kemantapan hati untuk memilih pilihan tertentu itu jalannya banyak ya jalannya banyak maka kita ikuti saja kita ikuti kemantapan hati kita setelah kita salat istikharah kemudian para jemaah sekalian rahimani warahimakumullah perlu juga diperhatikan bahwa salat istikharah dan doa setelahnya ini adalah usaha kita meminta kepada Allah subhanahu wa taala bimbingan dan secara umum ini masuk dalam amalan doa dan amalan doa itu bisa kita ulang-ulang makanya tidak mengapa kita mengulang-ulang salat istikharah dan doa ya tidak apa tidak mengapa kita mengulang-ulang salat ist istikharah dan doanya Kenapa karena salat istikharah dan doa yang dibaca setelahnya itu masuk dalam kategori Apa doa dan doa itu bisa diulang-ulang tidak ada Dalil yang menunjukkan bahwa salat istikharah itu harus sekali saja makanya para jemaah sekalian rahim rahimakumullah bisa jadi kita sudah salat istikharah dan kita sudah berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Nabi tersebut Tapi hati kita masih ragu dan kita tidak mendapatkan sesuatu yang memantapkan hati kita ketika keadaannya demikian Coba istikharah lagi istikharah lagi istikharah lagi sehingga ya kita akhirnya mantap dengan pilihan tertentu dan karena istikharah ini adalah doa ya maka salat istikharah ini bisa kita minta dari yang lain Misalnya kita melihat ada seorang yang Saleh seorang yang Saleh kita bisa minta bantuan kepada dia Coba ya Ee minta bantuan kepada orang yang demikian agar Ya Allah subhanahu wa taala ee menampakkan ee bimbingannya menampakkan pilihan yang tepat ya kepada orang Saleh tersebut sehingga disampaikan kepada kepada kita karena ya ini doa ya kita bisa meminta doa kepada orang lain kita bisa meminta doa kepada orang lain inilah tawasul bi eh eh Bi rajulin shihin Hayin tawasul dengan orang Saleh yang masih hidup itulah tawasul dengan doanya kemudian para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah terkadang kemantapan hati itu pada sesuatu yang tidak kita inginkan di awal sebelum salat istikharah kita bingung tapi ada kecondongan ke a setelah istikharah ternyata mantapnya hati kita melakukan yang b maka para jemaah sekalian rahimana rahimakumullah dalam keadaan yang seperti ini hendaknya kita memilih yang B dan bisa jadi pilihan B ini menurut kita pilihan yang kurang baik menurut kita itu pilihan yang kurang cocok tapi hati kita mantap untuk memilih yang B maka ambil pilihan B Itu kenapa karena bisa jadi kita tidak tahu bahwa B itu yang paling baik untuk kita tapi kita melihatnya tidak demikian Allah subhanahu wa taala di dalam surat Albaqarah mengatakan wa Asa an takrahu Sya wahua Khairun lakum bisa Jadi kalian membenci sesuatu Padahal dia lebih baik untuk kalian waaibu wahuaak bisa jadi sebaliknya kalian senang dengan sesuatu padahal itu lebih buruk bagi kalian wallahu Yamu waantum lam Allah yang tahu sedangkan kalian itu tidak tahu wmiil dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa taala berfirman kalian itu tidak dikasih ilmu kecuali hanya sedikit bisa jadi kita melihat saat ini bahwa yang A itu yang lebih baik padahal sebenarnya yang lebih baik untuk kita adalah yang yang B makanya setelah salat istikharah dan setelah doa istikharah ternyata kemantapan hati kita itu pada sesuatu yang sebenarnya tidak kita inginkan maka ikuti kemantapan hati itu Itulah bimbingan dari Allah subhanahu wa taala dan bertawakallah kepada Allah subhanahu wa taala setelah memilih pilihan tersebut tib ini yang berkaitan dengan salat istikharah yang berikutnya para jemaah sekalian rahim warahimakumullah kita beranjak ke pembahasan lain yaitu pembahasan salat tasbih pembahasan salat tasbih salat Tasbih ini adalah salat sunah yang punya cara khusus salat Tasbih ini adalah salat sunah yang punya cara khusus salat Tasbih ini para jemaah sekalian rahimani warahimakumullah disebut salat tasbih karena banyaknya bacaan tasbih di dalam salat ini karena baca banyaknya bacaan tasbih dalam salat ini dalam satu rakaatnya ada 75 tasbih dan salat ini adalah salat yang dilakukan sebanyak empat rakaat ya ada empat rakaat dalam salat Tasbih ini dan setiap rakaatnya ada berapa tadi ada 75 tasbih berarti dalam EMP rakaat ada 300 ya tasbih 300 tasbih karena banyaknya bacaan tasbih ini makanya disebut sebagai salat tasbih tib Apa hukum salat tasbih hukum salat Tasbih ini diperselisihkan oleh para ulama ada yang mengatakan salat Tasbih ini disunahkan karena hadisnya kuat karena hadisnya kuat maka salat Tasbih ini disunahkan ada beberapa ulama yang menguatkan hadisnya baik ulama yang yang klasik maupun ulama yang kontemporer di antara ulama kontemporer yang menguatkan hadis salat tasbih adalah Syekh Albani rahimahullah pendapat yang kedua pendapat yang mengatakan salat tasbih tetap disunahkan tapi hadisnya lemah tetap disunahkan tapi hadisnya lemah mereka mengatakan walaupun hadisnya lemah salat tasbih itu bukan salat yang wajib dia bukan amalan wajib dia amalan yang mulia dia amalan yang sunah maka hadis yang lemah sudah cukup sebagai landasannya pendapat yang ketiga pendapat yang mengatakan bahwa salat tasbih itu tidak disyariatkan Kenapa demikian karena hadisnya lemah bahkan syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala begitu pula Ibnul jauzi mengatakan hadisnya palsu ya hadisnya palsu dan pendapat yang ketiga ini para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini pendapat yang lebih kuat dalam masalah salat tasbih adalah pendapat yang meng katakan bahwa salat Tasbih ini tidaklah disyariatkan tib di antara yang menguatkan pendapat ini karena hadisnya lemah Walaupun ada beberapa ulama yang menguatkannya tapi banyak sekali ulama-ulama yang melemahkannya nya ini alasan yang pertama kalau hadisnya sudah lemah maka amalan tersebut juga menjadi lemah landasannya sehingga tidak disyariatkan ya kalau ada orang yang mengatakan hadisnya lemah tapi masih mengatakan disyariatkan maka ini pendapat yang kurang kuat tib alasan yang berikutnya adalah tidak adanya imam-imam yang mengatakan bahwa salat ini disyariatkan Imam empat tidak ada satuun dari mereka yang membicarakan salat tasbih bahwa salat tasbih itu disyariatkan Imam Ahmad mengingkarinya I Imam Malik Imam Syafi’i Imam Abu Hanifah tidak membicarakan ini menunjukkan bahwa salat tasbih itu memang salat yang tidak disyariatkan kemudian alasan yang lain kalau salat tasbih itu disyariatkan kalau salat tasbih itu benar-benar berdasarkan Iya dalil yang kuat ya harusnya banyak Ulama di zaman dahulu yang membicarakannya Kenapa karena salat ini caranya sangat berbeda dengan salat-salat yang lain kemudian salat ini salat ini manfaatnya juga sangat besar kalau kita lihat dari ee penjelasan yang ada dalam hadis yang diriwayatkan dalam masalah salat Tasbih ini manfaatnya sangat luar biasa bisa ee menghapuskan dosa seseorang bahkan disebutkan di situ sifat-sifat dosanya itu sampai 10 dosa yang demikian dosa yang demikian sampai 10 sifat walaupun dilakukan sekali saja bisa menghapuskan dosa sampai seperti itu ini manfaatnya luar biasa dan caranya pun cara yang unik caranya sangat berbeda dengan salat-salat yang lain kalau ini ya salat yang seperti ini disyariatkan tentunya ada banyak riwayat yang menjelaskan masalah ini dan tentunya para ulama di zaman awal Islam ya zaman sahabat tabiin dan tabiut tabiin banyak yang membicarakannya ternyata tidak demikian maka ini menunjukkan bahwa dalil orang-orang yang mengatakan bahwa itu disyariatkan adalah dalil yang kurang kuat yang lebih kuat adalah pendapat yang mengatakannya tidak disyariatkan ya pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini bahwa salat tasbih itu tidak disyariatkan namun ini permasalahan khilaf ya Ini masalah yang diperselisihkan oleh para ulama sehingga kita di sini hanya bisa menguatkan salah satu pendapat saja kita harus toleran dalam masalah ini kita tidak boleh terlalu ngegas ya terlalu keras dalam masalah ini Syekh Albani rahimahullah Beliau mengatakan hadisnya kuat dan beliau mengatakan ini disyariatkan Beliau mengatakan ini disyariatkan Syekh bin bas mengatakan itu tidak disyariatkan Syekh utsaimin mengatakan itu tidak disyariatkan mayoritas ulama mengatakan tidak disyariatkan karena memang hadisnya adalah hadis yang yang lemah wallahu taalaam saya katakan mayoritas di sini karena ee ee ulama-ulama di awal Islam itu ya tidak membicarakan ee salat ini para aimmah arbaah ya Imam empat tidak di ee dapatkan dari mereka pembicaraan tentang salat Tasbih ini kecuali Imam Ahmad dan Imam Ahmad pun mengingkari Imam Ahmad pun mengingkarinya jadi praktis ya Imam Imam empat ini tidak ada ya yang mengatakan bahwa salat Tasbih ini salat yang disyariatkan kalau pengikut-pengikut madzahib I memang banyak dari mereka yang mengatakan salat ini disyariatkan tapi kalau kita melihat hadisnya lemah ya hadisnya ada yang mengatakan mutarib ada yang mengatakan hadisnya maudu ya sebagaimana saya sampaikan tadi syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala menjelaskan bahwa kalau seseorang merenungi hadis-hadis yang eh menjelaskan tentang salat Tasbih ini dan dia tahu tentang ilmu Hadis dia akan sampai pada kesimpulan bahwa hadis ini adalah hadis yang palsu begitu pula Ibnu jauzi memasukkan hadis tentang salat tasbih ke dalam kitab mauduatnya ya kumpulan atau kompilasi hadis-hadis palsu walaupun ya Ada Sebagian ulama yang mengingkari Apa yang dilakukan oleh Ibnu jauzi Ya seperti al-hafiz Ibnu Hajar al-asqalani Beliau mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Ibnu jauzi dalam tindakannya memasukkan hadis tentang salat tasbih di kitab kompilasi atau kumpulan hadis-hadis palsu itu Tindakan yang kurang tepat Tapi tetap saja ya Ee kita bisa simpulkan ya minimal hadisnya adalah hadis yang yang lemah ya tib para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah hadis tentang salat Tasbih ini agar kita ee tahu bagaimana keanehan hadis ini bagaimana ee keunikan salat Tasbih ini yang sangat berbeda dengan salat-salat yang lainnya hadisnya dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mengatakan kepada alabbas alabbas ini salah satu dari paman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah mengatakan kepada pamannya ya Abbas Ya ammah wahai Abbas wahai Pamanku Alaq ala amnahuk ala ahbuk wah Pamanku Maukah engkau aku kasih sesuatu beliau ulangi ini sampai tiga kali dengan redaksi yang berbeda ala tik artinya Maukah engkau aku berikan sesuatu ala amnahuk artinya juga sama Apakah engkau mau kuberikan sesuatu kemudian ala ahbuk sama Maukah engkau aku berikan sesuatu ala af’aluka Bika ala af’alu Bika asalin ala af’alu Bika asru khalin Tidak maukah engkau aku lakukan sesuatu Eh denganmu yaitu 10 perkara di sini para ulama berbeda pendapat Apa yang dimaksud dengan 10 perkara ini ada yang mengatakan 10 perkara yang dimaksud di sini adalah macam-macam dosa sehingga maksud dari ala af’alu Bika Asra khisalin adalah Maukah engkau aku ajarkan sesuatu yang bisa menghapuskan 10 macam dosamu itu 10 macam dosa yang mungkin engkau lakukan ini arti dari ala af’alu Bika Asra khisal menurut Sebagian ulama Maukah engkau aku ajarkan tentang sesuatu yang bisa menghapuskan 10 macam dosa yang mungkin engkau lakukan ada yang mengatakan makna ala af’alu Bika asalin artinya adalah Maukah engkau aku Kabarkan tentang ee amalan yang di dalamnya ada tasbih-tasbih yang jumlahnya 10 tasbih-tasbih yang jumlahnya 10 karena di dalam salat ini ya setiap gerakan Itu ada bacaan tasbih 10 kali kecuali ketika berdiri ketika berdiri membaca tasbihnya 15 kali tapi ketika ruku membaca tasbihnya 10 kali ketika iktidal 10 kali ketika sujud 10 kali ya ketika ee duduk di antara dua sujud 10 kali sujud lagi 10 kali sehingga 10 kali ini disebut oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam minim babi ataglid karena kebanyakan itu bacaannya 10 kali maka disebutlah 10 kali Walaupun ada yang 15 kali tapi hanya sekali saja yaitu ketika berdiri setiap rakaat ketika berdiri membacanya 15 kali tapi dalam rukun-rukun yang lainnya bacaan tasbihnya hanya 10 kali yang dimaksud 10 kali adalah bacaan tasbih itu apabila engkau wahai Pamanku melakukan hal tersebut garallahuakaambak maka semua dosamu akan diampuni kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan 10 macam dosa awalahu wa akhirah dosa-dosa yang telah lalu dosa-dosa yang engkau lakukan dahulu dan dosa-dosa yang engkau lakukan ya terakhir awal dan akhir ini dua macam dosa qadimahu wa haditahu dosa yang lama dan dosa yang baru khataahu waamdahu dosa yang karena tidak sengaja dosa yang dengan sengaja ya ini sudah enam shagirahu wa kabirahu dosa yang kecil maupun dosa yang besar sudah delapan sirrahu waaniyatahu dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan dosa yang dilakukan secara terang-terangan ada 10 macam dosa yang disebutkan oleh nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang bisa dihapuskan dengan salat tasbih inilah eh asr khisal atau 10 perkara yang disebutkan oleh Sebagian ulama ya dalam menafsiri ee 10 perkara yang disebutkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di awal hadisb asak 10 perkara tersebut adalah dengan engkau salat empat rakaat taqra Fi kulli rakatin fatihatal kitab wa surah di setiap rakaatnya engkau membaca Alfatihah dan membaca surat setelahnya faidza faragta Minal qiraah Fi Awali rak’ah wa anta qaim qula apabila engkau selesai dari membaca surat setelah Alfatihah di rakaat yang pertama dalam keadaan engkau berdiri setelah itu engkau membaca subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu akbar khamsa asrata marrah sebanyak 15 kali ya jadi setelah membaca al-fatihah membaca surat setelahnya surat apapun ya tidak ada batasan di sini setelah itu membaca subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu akbar sebanyak berapa 15 kali kemudian setelah itu takbir untuk rukuk rukuk membaca bacaan rukuk ya as kemudian engkau ruku dan engkau membacanya yaitu membaca subhanallah walhamdulillah W ilahaillallah wallahu akbar sebanyak 10 kali kemudian engkau mengangkat kepalamu dari ruku dan engkau membacanya 10 kali maksudnya ketika tidtidar membaca subhanallah walhamdulillah wala ilahaillallah wahu Akbar 10 kali tahwi sajidan fqua Wa Anta sajid as kemudian engkau turun untuk sujud dan engkau membaca membacanya dalam keadaan sujud 10 kali as kemudian setelah itu engkau mengangkat kepalamu dari sujud dan engkau membacanya 10 kali tma tasjud fataqula as kemudian engkau sujud kembali dan membaca bacaan tersebut 10 kali Suma tarfau rasaka fqua as eh tumma tarfau rasaka fataa Asro kemudian engkau mengangkat kepalamu dari sujud untuk yang kedua kali dan engkau membacanya 10 kali dan dengan itu engkau berarti telah membaca bacaan tersebut sebanyak 75 kali di setiap rakaatnya engkau melakukan hal terseb dalam rakaatnya apabila engkau mampu melakukannya setiap hari maka lakukan faal jumah Kalau engkau tidak mampu melakukan ini maka setiap pekan setiap Jumat ya setiap satu pekan engkau lakukan sebanyak sekali Fa engkau tidak bisa melakukan salat ini sepekan sekali maka lakukan setiap bulan sekali faam tafalitin Mar apabila engkau tidak mampu melakukannya setiap bulan sekali maka paling tidak setahun sekali faam tafal fafirika Mar apabila itu pun tidak engkau lakukan maka minimal seumur hidupmu engkau lakukan ini sekali inilah hadis yang menjadi dasar disyariatkannya salat tasbih kalau kita lihat ya kita akan memahami bahwa salat ini salat yang tidak seperti salat-salat yang lain salat yang caranya ya sangat berbeda dengan salat-salat yang yang lainnya kemudian ya di akhir hadis juga kalau tidak bisa kalau bisa lakukan setiap hari kalau tidak bisa lakukan sepekan sekali kalau tidak bisa lakukan Sebulan sekali kalau tidak bisa lakukan setahun sekali tidak bisa lakukan seumur hidup sekali ini para jamaah sekalian rahim warahimakumullah kalau diketahui ulama Salaf misalnya sahabat tabiin dan tabiut tabiin mereka tahu amalan seperti ini dan kita lihat ya manfaatnya atau pahala dari amalan ini sangat luar biasa bisa menghilangkan menghapuskan 10 macam dosa dan bisa dilakukan setiap hari ini kalau diketahui oleh para sahabat para tabiin tabiin hadisnya sahih maka tentunya mereka semangat sekali dalam menjalankannya Tapi kenyataan tidak demikian kenyataannya tidak demikian tidak ada seorang sahabat pun yang melakukan ini ya dan tabiin ya tabiut tabiin Ya sudah ada perbedaan namun ee yang jelas empat imam ya tidak ada yang berpendapat bahwa salat tasbih itu disyariatkan jemaah sekalian rahimana warahimakumullah ya inilah yang berkaitan dengan salat tasbih ya kemudian ada satu ee catatan tambahan bahwa walaupun kita ee toleran dalam masalah ini ya tapi apabila ada orang yang EE mengkhususkan malam 27 Ramadan untuk salat tasbih dan dilakukan secara berjamaah di Masjid maka jelas ya ini tidak ada tuntunannya ini termasuk perbuatan yang tidak ada tuntunannya yang dan itu termasuk bidah ya Kalaupun kita mengatakan salat tasbih itu disyariatkan tapi yang seperti itu tidak ada ya karena sebagian di sebagian tempat ya Ada amalan khusus untuk malam 27 salat tasbih secara berjamaah Ya jelas ya ini tidak disyariatkan tidak ada tuntunannya tidak pernah ya dicontohkan oleh nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya sama sekali ya maka kita bisa mengatakan bahwa perbuatan ini adalah perbuatan yang e tidak dibenarkan ya ini adalah perbuatan bidah ya tidak sesuai dengan tuntunan nabi sallallahu alaihi wasallam demikian yang bisa Ana sampaikan dalam kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat Allah berkahi amin am yaamahu wasamdulillaham syukr jazakumullahir kepada guru kita Ustaz Dr musyafaarini Ma hafahullahu taala atas materi ilmu yang disampaikan di kesempatan pagi hari ini selanjutnya kita akan coba mas pada sesi interaksi silakan bagi para pemirsa dan pendengar Roja sekalian yang ingin bertanya kepada beliau terkait dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh Beliau di kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya secara langsung di 0218236543 atau Anda juga dapat bertanya melalui pesan singkat di 0819896543 kita akan coba angkat pertanyaan terlebih dahulu dari layanan Telepon silakan Halo Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan Ibu siapa Di mana saya Siti dari Bandung Ustaz silakan Ibu Siti pertanyaannya langsung ditujukan ke ustaz Iya eh saya bertanya Ustaz Eh tadi materi yang Ustaz sampaikan Saya sudah paham Alhamdulillah Terima kasih saya mau menanyakan bagaimana kalau misalkan saya salat Isya misalkan kan ada ee ba’da ya Nah ketika mau b’da saya batal sambil wudu lagi Nah setelah wudu apakah langsung salat ba’da atau boleh ee syukrul wudu dulu itu pertanyaan saya Ustaz Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz Waalaikumsalam wabarakatuh Iya Masyaallah pertanyaan yang bagus ya Ee Ketika seseorang ee setelah salat Isya ya kemudian batal Padahal dia sebenarnya ingin langsung salat ba’diah Isya akhirnya dia berwudu setelah berwudu ini apakah dia boleh salat sunah wudu dulu kemudian salat ba’diah Isya jawabannya ya boleh bu boleh dia salat wudu dahulu karena dia memang ee selesai wudu dan salat sunah wudu ini e sangat dianjurkan dan itulah amalan yang disebutkan oleh sahabat Abu Hurairah ketika ditanya oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Apa amalan yang paling engkau harapkan bisa memasukkanmu ke dalam surga maka sahabat Abu Hurairah mengatakan Tidaklah aku berwud wudu kecuali setelah itu aku salat dua rakaat tiik ee dan setelah itu kita boleh salat ba’diah Ustaz ini kok dipisah dengan salat sunah wudu maka jawabannya tidak masalah Ya tidak masalah dipisah dengan salat sunah wudu ya karena salat ba’diyah ini bahkan bisa diqada ya Bisa diqada ya apalagi hanya dipisah dengan salat sunah wudu ya demikian wallahu taala alam jawaban untuk pertanyaan ibu yang bertanya selanjutnya kita akan coba kembali angkat pertanyaan dari Layanan Telepon silakan Anda dapat bergabung di 0218236543 satu pertanyaan kita bacakan dari layanan pesan singkat terlebih dahulu Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz terkait kewajiban mengikuti imam saat salat Bagaimana sikap makmum saat Imam sudah salam namun makmum belum menyelesaikan membaca tahiyat akhir Ustaz Apakah makmum harus langsung salam atau menyelesaikan bacaan Tahiyat akhirnya Ustaz Iya wallahu taala alam Ana melihat makmum diwajibkan untuk menyelesaikan bacaan tahiyatnya ya diwajibkan menyelesaikan bacaan tahiyatnya karena ya ini sudah akhir salat ya dan bacaan ee tahiyat tasyahud ya itu merupakan rukun salat ya maka Dibaca sampai akhir ee Adapun apabila yang kurang itu doa ya karena ada doa-doa setelah ee selawat kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya salat ini selawat untuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ini juga ya diwajibkan di dalam salat harus dibaca ya setelah itu ini yang disunahkan kalau misalnya kurangnya Yang disunahkan maka ya sebaiknya tidak dilanjutkan sebaiknya mengikuti salamnya Imam ya karena Ee kita itu ketika jadi makmum ya kita diperintahkan untuk segera mengikuti ee langkah Imam ya segera mengikuti apa yang dilakukan oleh oleh Imam walaupun kita sedang sibuk melakukan yang sunah ya kita diperintahkan untuk segera mengikuti imam Adapun ya sesuatu yang wajib ya apabila itu berada di pertengahan salat maka Ee kita dahulukan mengikuti imamnya ya kita dahulukan mengikuti imamnya misalnya kita lagi berdiri bacaan Alfatihah belum selesai ya padahal itu Salat sirriah tapi Imam sudah rukuk kalau kita lanjutkan bacaan Alfatihah maka kita ketinggalan rukuknya Imam maka di sini ya kita ikuti Imam walaupun kita belum selesai membaca membaca Alfatihah kalau selisihnya tinggal sedikit ya misalnya Tinggal satu e Tinggal satu ayat siratadina Anai alaiin dan kita perkirakan Imam belum eh mengangkat kepalanya dari rukuk maka ya sempurnakan kemudian baru mengikuti imam tapi kalau misalnya ee masih membutuhkan waktu banyak kita masbuk misalnya baru kita baca arrahmanirrahim imamnya rukuk maka di sini ya kita ik ikuti ikuti Imam kita ikuti Imam di rakaat yang kedua juga misalnya kita ee baca al-fatihahnya terlalu pelan dan kita tidak bisa cepat sedangkan imamnya terlalu cepat kita baru iyyaka na’budu wa iyyaka nastain imamnya sudah rukuk padahal untuk membaca setelahnya kita butuh waktu kalau kita baca ini rukuknya Imam selesai maka rukuk saja bersama bersama Imam Adapun di Tasyahud akhir ya tidak ada yang seperti itu ya Kalaupun kita lama membaca tasyahudnya yang diwajibkan maka kita tidak ketinggalan ee melakukan yang lainnya karena Setelah salam tidak ada amalan lagi maka ya selesaikan selesaikan sampai bacaan yang diwajibkan kemudian setelah itu salam demikian wallahu taala alam ee Eh ini akhir dari eh pertemuan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan yang kita bahas bersama bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya rabbal alaminallahu wasallama wabaraka ala Nabina Muhammadin waa alihiahbihi waman tabiahum bisaniddin subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh syukran jazakumullah kir kami sampaikan kepada guru kita Dr Musyafa addarini Ma hafidahullahu taala atas kebersamaannya di kesempatan pagi hari ini untuk menyampaikan ilmu yang sangat bermanfaat kepada kaum muslimin sekalian kami mohon maaf kepada para pemirsa dan pendengar rja sekalian atas pertanyaan yang masuk yang tidak dapat kami bacakan karena keterbatasan waktu di kesempatan pagi hari ini mohon maaf atas segala kekurangan kami yang bertugas undur diri wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *