Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrohman, Lc., M.A. | Mau’izhatun Nisa’

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Kamis, 24 Jumadal Ula 1445 H / 7 Desember 2023 M

1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah [Musik] Bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullah [Musik] wabarakatuh innalhamdulillah nahmaduhu waastainuhuastagfirubillahiuri anusina ti Man yahdihillahu Fala mudillalah wamay yudlilhu Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba’dah Q Allahu Taala Fi kitabihil Karim ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatih Wal tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhanasqubakumadzi khalaqum Min nafsin Wahidah walq minha zaujah innallahaanaikumq ya ayuhina amanah waan sadakumakum had kitabullahi Azza waall wiral hadyi hady nabiina Muhammadin Shallallahu Alaihi wasallamal umuri muhdata waa muhdatatin bidah waa bidatin doalah wulla dolalatin finnar Amma ba’du maasyiral muslimat akhwati fillah rahimakunallahu ajmain jemaah sekalian kaum muslimat yang semakin dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Mari kita mengawali majelis kita di kesempatan sore hari ini ini di hari yang ke-23 dari bulan Jumadil Awal di tahun 1445 Hijriah dengan bersyukur ke hadirat Allah subhanahu wa taala yang kembali mempertemukan kita di majelis yang mulia ini di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah Subhanahu wa taala kita berkumpul dalam rangka bertqarub kepadanya dengan sebuah amal ibadah yang sangat mulia yang diperintahkan oleh Allah dan rasulnya kepada orang-orang beriman kepada setiap mukmin dan mukminah sebuah ibadah yang menjadi asas kebaikan seorang hamba di dunia dan akhirat itulah ibadah yang bernama thabul Ilmi Syari yang dikatakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam thabul Ilmi faridatun ala kulli muslimin menuntut ilmu yakni ilmuddin adalah satu kewajiban atas setiap muslim dan termasuk ke dalamnya setiap muslimah menuntut ilmu adalah sebuah ibadah yang dikatakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Man yuridillahu bihi khairon yufaqqihu fiddin barang siapa yang diinginkan kebaikan oleh Allah subhanahu wa taala niscaya Allah jadikan dia paham tentang urusan agamanya menuntut ilmu adalah sebuah ibadah yang dikabarkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam waman salaka thqan yaltamisu fihi Ilman sahalallahuahu bihi thqan Ilal Jannah Barang siapa yang menempuh satu perjalanan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah subhanahu wa taala akan mudahkan baginya jalan ke surga Allah subhanahu wa taala maka kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala dengan nama-namanya yang maha indah dan sifat-sifatnya yang maha Mulia mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan Taufik kepada kita semua untuk bisa meluruskan niat-niat kita di dalam mendatangi majelis-majelis ilmu agar ilmu yang kita pelajari Allah jadikan sebagai asas di dalam mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat ilmu yang kita pelajari Allah jadikan sebagai ilmu yang bermanfaat dan kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat akhwati fillah aazzakunallah kita melanjutkan kembali kajian rutin kita di dalam mengkaji dan membahas risalah yang berjudul mauidatun Nisa untaian nasihat untuk wanita muslimah buah karya fadilatus syikh Prof Dr Abdur rq bin Abdul Muhsin Al Abbad albadr hafahumallahu tabaraka wa taala dan di kesempatan sore hari ini bnillahi Azza W kita masuk pembahasan poin yang terakhir yang penulis bawakan yaitu poin yang ke 10 dari 10 poin yang dibawakan oleh penulis di dalam Kitab mauidatun Nisa dengan judul zinatul Iman atau perhiasan keimanan berkata fadilatus Syekh Abdur Razak bin Abdul Muhsin Al Abbad aladrfahumahu ul [Musik] imulahul Jamil perhiasan keimanan adalah perhiasan yang sangat Agung dan perhiasan yang sangat indah Fi dunahu wa ukhu seorang hamba yang diberikan Taufik oleh Allah subhanahu wa taala untuk bisa menghiasi dirinya dengan perhiasan keimanan maka sungguh dia telah diberikan Taufik oleh Allah subhanahu wa taala untuk mendapatkan kebaikan terbesar seorang hamba yang muwafak yang diberikan Taufik oleh Allah subhanahu wa taala untuk bisa berhias diri dengan zinatul iman dengan perhiasan keimanan maka sungguh dia telah diberikan Taufik oleh Allah Subhanahu Wa Ta untuk bisa mendapatkan kebaikan yang paling Agung wasun dan dia akan menjadi hamba yang berbahagia di dalam kehidupan dunia dan akhiratnyauliar zinatul Iman akhwati fillah perhiasan keimanan yang tertanam di dalam hati seorang hamba itulah zinah yang Hakiki itulah perhiasan yang sesungguhnya yang tidak ada satupun perhiasan dunia yang bisa menandingi keutamaannya maka hakikat zinah bagi seorang mukmin bagi seorang mukminah adalah perhiasan keimanan itulah ya perhiasan yang yang sesungguhnya Yang hendaknya dimiliki oleh setiap mukmin dan mukminahahuqidun Lil Jamal waana mutahian biabhal hul kata penulis Barang siapa yang menanggalkan perhiasan keimanan Dari Dirinya maka dia telah kehilangan keindahannya seorang hamba yang menanggalkan zinatul Iman seorang hamba yang menanggalkan perhiasan keimanan maka sungguh dia telah kehilangan keindahan yang sesungguhnya meskipun dia memakai perhiasan yang paling indah memakai pakaian yang paling baik ya selama pakaian tersebut tidak dibarengi dengan perhiasan keimanan maka tidak akan bermanfaat sebaik Apun pakaian yang dikenakan seorang hamba tidak akan bermanfaat perhiasan seindah apapun yang dikenakan oleh seorang seorang hamba walamma dakarallahu subhanahu wa taala Fi surattil a’ nikmat libas wa inzalahu linas liyakuna lahum zinatan wa sitran wa jamalan qallahu Azza waalla fialikumusyaq alkim walibasut Taqwa dalika Khair inilah yang diisyaratkan oleh rabbul alamin inilah yang diisyaratkan oleh Allah subhanahu wa taala ketika Allah subhanahu wa taala menyebutkan tentang nikmat libas nikmat pakaian serta nikmat tatkala Allah subhanahu wa taala menurunkan pakaian kepada seorang hamba agar pakaian tersebut berfungsi menjadi perhiasan berfungsi menjadi ya sesuatu yang menutup auratnya berfungsi untuk memperindah jasad seorang hamba tatkala Allah subhanahu wa taala berbicara tentang nikmat pakaian di dalam surah al’raf maka Allah subhanahu wa taala menyebutkan setelahnya kata Allah subhanahu wa taala walibasqwaikir dan pakaian ketakwaan itulah yang terbaik yang terbaik bukan pakaian yang Ya sifatnya bukan pakaian yang sifatnya Ya sifatnya Zahir lahiriah semata tapi hakikat pakaian yang terbaik kata Allah subhanahu wa taala adalah pakaian ketakwaan seorang hamba yang bersumber dari hati yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa taalawair kata Allah subhanahu wa taala dan pakaian ketakwaan itulah yang ter hati yang bertakwa itulah yang terbaiktiqq a Jin Yar biduni Iman wa auawatin wa husninaaru biduni takw Rahman subhanahu wa taala kata Syekh Abdur razzaq karena pakaian ketakwaan perhiasan keimanan itulah perhiasan yang sesungguhnya itulah perhiasan yang paling sempurna bukan pakaian kita semata-mata ya bukan pakaian lahiriah kita bukan perhiasan lahiriah kita tapi pakaian yang paling ya baik perhiasan yang paling sempurna perhiasan yang Hakiki adalah ketakwaan kita kepada Allah kualitas Iman seorang hamba kepada Allah subhanahu wa taala yang mana tatkala seorang hamba hilang darinya perhias keimanan hilang darinya hilyatul Iman zinatul Iman tatkala seorang hamba kehilangan pakaian keimanan tatkala seorang hamba menanggalkan pakaian ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala maka dia akan kehilangan kebaikan akan kehilangan keutamaan akan kehilangan keindahan yang sesungguhnya indahan mana kata penulis yang akan tampak dari seorang hamba dengan tanpa keimanan keindahan mana yang akan tampak dalam diri seorang hamba dengan tanpa adanya ketakwaan kepada Arrahman tidak mungkin tampak keindahan bagi seorang mukmin bagi seorang mukminah meskipun dia mengenakan perhiasan dunia seindah Apun tidak akan tampak keindahan tersebut melainkan dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala melainkan dengan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa taal na [Musik] Im waawatil imanakuntiliahamalili kata penulis banyak orang tertipu dengan perhiasan Zahir banyak orang tertipu dengan ya penampilan-penampilan Zahir penampilan-penampilan lahiriah yang sifatnya semu yang sifatnya Fatamorgana kata penulis Iya bisa jadi seseorang ya tampak di hadapan manusia dengan penampilan lahiriah yang terbaik di sana ada perkara-perkara yang dikira oleh manusia bahwasanya mereka di atas penampilan yang terbaik di atas perhiasan yang terbaik mengenakan pakaian yang terbaik mengenakan perhiasan yang terbaik dia tampakkan di hadapan manusia namun tatkala mereka menanggalkan zinatul Iman tatkala mereka menanggalkan perhiasan keimanan maka mereka akan kehilangan perhiasan yang sesungguhnya dan akan kehilangan ke kecantikan yang sesungguhnya maka orang-orang beriman secara khusus kaum wanita wanita-wanita mukminat hendaknya Memahami sebuah hakikat bahwasanya kemuliaan seorang hamba di hadapan rabbul alamin bahwasanya keindahan seorang mukminah yang sesungguhnya bukan hanya terletak pada perhiasan-perhiasan yang sifatnya lahiriah kecantikan seorang muslimah keanggunan seorang muslimah bukan hanya sebatas pada penampilan-penampilan lahiriah yang dia tampakkan di hadapan manusia yang seringki penampilan tersebut hanya bersifat semu hanya bersifat Fatamorgana yang menipu manusia menipu mata-mata manusia akan tetapi seorang wanita muslimah hendaknya memahami bahwasanya standar kemuliaan standar keindahan seorang wanita muslimah ada pada keindahan hatinya dengan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa taala maka pahamkan jiwa-jiwa kita kita memakai pakaian seindah Apun kita memakai perhiasan seindah Apun kalau seandainya hati kita kosong dari keimanan kepada Allah dari ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala maka tidak ada keindahan pada jiwa kita sebaliknya ya mungkin seorang wanita muslimah berpenampilan sederhana penampilannya sederhana fisiknya sederhana namun tatkala hatinya penuh dengan keimanan kepada AllAh tatkala hati ya penuh dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala maka dialah sesungguhnya wanita yang memiliki keindahan di hadapan rabbul alamin di hadapan Allah subhanahu wa taala karena hakikat perhiasan seorang wanita yang Hakiki bukan pada perhiasan yang dia tampakkan yang sifatnya lahiriah tapi keindahan yang sesungguhnya perhiasan yang sesungguh [Musik] ketakwaan dan keimanan hati seorang seorang hamba ini yang harus kita camkan bersama kata penulisah subhanahu wa taala ah imahu waahutiqrii wa makanati Yuh banatiaja fiihim dan Allah subhanahu wa taala telah memberikan Anugerah kepada ahli iman Allah subhanahu wa taala telah memberikan karunia yang sangat besar kepada kaum mukminin di mana Allah memuliakan orang-orang beriman dengan zinatul iman Allah muliakan kaum mukminin dengan perhiasan keimanan Ya Allah memperindah orang-orang beriman dengan zinatul iman dengan perhiasan keimanan yang Allah tanamkan di dalam hati-hati mereka yang tidak mungkin perhiasan tersebut dimiliki melainkan oleh Ahlul iman orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam maka kata Penulis ya dengan adanya keimanan yang merasuk ke dalam hati-hati kaum mukminin dengan adanya ya halawatul Iman manisnya keimanan yang merasuk ke dalam hati orang-orang beriman tatkala hati seorang mukmin merasakan halawatul Iman tatkala hati seorang mukmin merasakan manisnya keimanan lezatnya keimanan tatkala seorang hamba mengilmui betapa tingginya kadar keim betapa besarnya nikmat keimanan betapa tingginya manzilah keimanan yang Allah anugerahkan kepada dirinya maka mereka pun mengetahui ya betapa besarnya zinatul Iman atau nikmat zinatul Iman nikmat perhiasan keimanan yang Allah tanamkan di dalam hati-hati mereka Q Allahu Taala Fi surattil Hujurat Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surah al-hujurat ayat yang keet7 dan ayat yang ke-elapan tentang Anugerah nikmat keimanan yang Allah masukkan ke dalam hati-hati kaum mukminin kata Allah subhanahu wa taala ahahumumumf allahuimun Hakim kata Allah subhanahu wa taala dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah kalau dia menuruti kemauan kamu dalam banyak hal pasti kamu akan mendapatkan kesusahan akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah di dalam hatimu Allah jadikan Iman sebagai perhiasan yang indah di dalam hati seorang mukmin serta menjadikan kamu benci kepada kekufuran kefasikan dan kedurhakaan mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus fadlam minallahi waikmah sebagai karunia dan nikmat dari Allah subhanahu wa taala adanya keimanan adanya cinta kepada ketaatan benci kepada kemaksiatan adalah bagian dari nikmat bagian dari anugerah yang Allah berikan kepada seorang hamba wallahu Alimun Hakim Dan Allah Maha Mengetahui lagi maha bijaksana kata Syekh Abdul razzaq mengomentari ayat di atas wasyahidahi Azza waalla poin dari ayat di atas adalah Firman Allah subhanahu wa taala dial Allah yang menjadikan iman itu sebagai perhiasan di dalam hati-hati kalian Allah Subhanahu ta Yang mikan Taufik kepada seorang hatukisa akan Hidayah Iman Kalau bukan karena Allah subhanahu wa taala tidak mungkin kita mengenal Iman mengenal Islam kalau bukan karena hidayah yang Allah berikan kepada seorang hamba maka tidak mungkin dia akan mengenal ya Apa itu iman Apa itu Islam sebagaimana yang disabdakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kata nabi yang muliaallahi demi Allah kata nabiah kalau bukan karena Allah kalau bukan karena Taufik dari Allah kalau bukan karena rahmat dan kasih sayang Allah subhanahu wa taala tidak mungkin kita mengenal Hidayah tidak mungkin kita mendapatkan petunjuk kalau bukan karena kemurahan Allah subahu wa ta maka orang-orang beriman hendaknya memahami camkan dalam hati-hati kita bahwasanya nikmat Iman nikmat Islam yang kita rasakan dijadikan sebagai seorang muslim seorang muslimah dijadikan sebagai seorang mukmin dan seorang mukminah mutlak karunia dari Allah subhanahu wa taala karena kemurahan Allah subhanahu wa taala karenaetun uk Allah subhanahu wa taala bukan semata-mata karena usaha kita bukan semata-mata karena kecerdasan kita bukan semata-mata karena kekuatan finansial yang kita miliki tapi semuanya berpulang kepada rahmat dan karunia Allah subhanahu wa taala kata nabi yang mulia wallahiah demi Allah kalau sekiranya bukan karena Allah tidak mungkin kita terbimbing di atas jalan Hidayah wala tasodqna wala shaina enggak mungkin kita bisa bersedekah enggak mungkin kita bisa salat kita bisa bersedekah kita bisa salat kita bisa thaabul Ilmi semata-mata karena Taufik dan rahmat dari Allah subhanahu wa taala maka dialah Allah yang menjadikan Iman sebagai perhiasan di dalam hati orang-orang yang beriman ah subhanahu wa taala alaiilawahiamahah yajidu hadibii maka dengan nikmat tersebut hati seorang mukmin yang diberikan Anugerah oleh Allah untuk bisa merasakan manisnya Iman untuk bisa merasakan lezatnya keimanan dia akan mendapatkan dia akan ya merasakan adanya zinatul Iman di dalam hatinya wuhu Anna hadinah allatiahu Subhanahu alaihiha waakahu maka seorang mukmin yang Allah anugerahkan nikmat keimanan pada dirinya dia akan merasakan bahwasanya zinah keimanan perhiasan iman yang Allah anugerahkan dirinya dengan nikmat tersebut yang Allah muliakan dirinya dengan nikmat Im tersebut Allah Jadikan Dia sebagai ahli Iman seorang mukmin akan ya menyadari bahwasanya zinatul Iman perhiasan keimanan itulah keindahan yang sesungguhnya itulah perhiasan yang [Tepuk tangan] Hakiki [Musik] Maka jangan seorang hamba terpedaya jangan sampai seorang muslim seorang muslimah tertipu ya dengan penampilan-penampilan lahiriah yang seringki menipu jangan kita tertipu ya dengan perhiasan-perhiasan lahiriah yang seringki bagi sebagian manusia menjadi penghalang ya dari merealisasikan keimanan dari menyempurnakan iman kepada Allah subhanahu wa taala jangan kita tertipu jangan kita terpedaya dengan ya mengejar perhiasan-perhiasan duniawi yang seringkiali karena sebab itu itu seorang hamba terpalingkan dari Jalan Hidayah tatkala seorang hamba meninggalkan zinatul Iman karena tersibukkan ya dengan perhiasan-perhiasan yang sifatnya duniawi maka pada saat itu dia akan kehilangan keindahannya karena akhwati fazakunallah ya realita yang memang kita ya alami dan kita rasakan dan kita lihat kita saksikan di tengah-tengah kehidupan umat manusia ya tatkala seorang hamba tersibukkan dengan perkara-perkara lahiriah ya maka seringki perkara-perkara duniawi tersebut melalaikan dirinya dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala maka seorang mukmin seorang mukminah yang menjadi prioritas utama adalah bagaimana dia mendapatkan zinatul iman Islam tidak melarang seorang wanita muslimah untuk tampil ya dengan penampilan terbaik di hadapan ya suaminya atau memiliki sesuatu yang yang dia cintai dari perkara-perkara dunia namun Jangan sampai kita menjadikan hal-hal duniawi tersebut sebagai prioritas utama dalam kehidupan kita orang-orang beriman diajarkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam untuk memahami skalala prioritas dalam kehidupan maka di dalam masalah zinah perhiasan yang menjadi prioritas utama bagi seorang muslim dan muslimah adalah zinatul iman perhiasan keimanan Karena itulah ya yang akan menjadi asas kebahagiaan dan kemuliaan seorang hamba di dunia dan akhirat maka jangan kita tertipu ya dengan penampilan-penampilan lahiriah yang semu yang terkadang bisa menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengaplikasikan iman kepada Allah subhanahu wa taala ahu Alaihi wasahuai Husnan waamalan bahkan kata Syekh ya seringki ya perkaranya tersibukkan mencari ya Perhiasan Dunia itu seringki membawa manusia ya kepada perkara-perkara yang menyelisihi syariat Allah subhanahu wa taala menjerumuskan seorang hamba kepada jalan-jalan kemaksiatan kepada Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam dan menyelisihi fitrah-fitrah mereka yang lurus yang Allah fitrahkan mereka di atasnya karena mereka mengira bahwasanya dengan yang mengejar perhiasan duniawi mereka akan tampil dengan dengan penampilan yang terbaik ya mereka mengira bahwasanya perhiasan lahiriah itulah yang mengantarkan kepada keindahan yang yang sesungguhnya wahaiatal jamahman kata Syekh Abdur rq mustahil wallahi mustahil ya seorang hamba akan dapatkan keindahan yang Hakiki dengan jalan maksiat kepada Arrahman mustahil bagi seorang hamba akan mendapatkan keindahan yang sesungguhnya tatkala dia dapatkan keindahan tersebut dengan jalan bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala waunalal hilyatu bimukhalafatir rasulil Karim alaihiatu wasalam mustahil seorang hamba akan mendapatkan perhiasan yang sesungguhnya keindahan yang sesungguhnya tatkala dia menyelisihi perintah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam mustahil tidak mungkin ya seorang hamba akan mendapatkan zinah hakikiah keindahan yang sesungguhnya tatkala keindahan tersebut dia dapatkan dengan cara menyelisihi perintah Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi [Musik] wasallamanq dan realita ya orang yang sibukkan mengejar perhiasan duniawi keindahan-keindahan yang sifatnya lahiriah semata orang yang tersibukkan ya dalam perlombaan mengejar keindahan duniawi sebatas penampilan fisik yang indah dengan menanggalkan perhiasan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa taala maka realita yang ada kita dapatkan mereka hidup dalam fatamorga mereka hidup ya dalam yakni angan-angan yang yang semu mereka hidup ya di atas z-zan yang rusak persangkaanpangkaan yang rusak mereka mengira di atas kebaikan ternyata yang mereka lakukan adalah keburukan dan ya yakni perpindahan ubahan dari fitrah-fitrah yang lurus ya kepada fitrah-fitrah yang yang menyimpang ya ini buah yang didapatkan oleh seorang hamba tatkala dia melalaikan yazinatul Iman perhiasan keimanannya karena tersibukkan yang mengejar perhiasan-perhiasan duniawi yang sifatnya semu dan fatgana kata penulis ahuahuiuduarillah almutahar wasti nabiihil Karim shawatullahi wasalamuhu warakatuhu alaih maka seorang hamba yang cerdas seorang muslim dan muslimah yang berakal akan berusaha membangun ya keindahannya di atas petunjuk yang telah ditetapkan di dalam syariat Allah subhanahu wa taala dan di dalam sunah Nabi yang mulia alaihialatu wasalam seorang muslim seorang muslimah seorang mukmin dan mukminah yang memiliki keimanan kepada Allah dan rasulnya akan berusaha membangun keindahannya ya tidak keluar dari ketentuan Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam Kenapa demikian karena seorang mukmin dengan imannya meyakini bahwasanya tidak akan ada keindahan yang Hakiki melainkan keindahan yang ya telah diuntunkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada kecantikan yang Hakiki bagi seorang muslimah melainkan kecantikan yang dibangun di atas perintah Allah dan rasul-nya melainkan kecantikan yang dibangun di atas asas zinatul iman dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala itulah keanggunan yang sesungguhnya itulah ya kecantikan yang sesungguhnya tatkala seorang wanita muslimah tunduk dan patuh berjalan di atas syariat Allah subhanahu wa taala tatkala seorang wanita muslimah tunduk dan patuh di atas sunah rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam wa Nabi alaihu wasallam di dalam doa yang makur dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam wuab am wahua Min jumlati di dalam ya doa yang datang dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dikeluarkan oleh Al Imam annasai di dalam asunanul kubra dengan sanad yang Tsabit dari hadis Ammar bin Yasir dan doa tersebut termasuk ke dalam bagian ya di antara doa-doa yang kita baca di dalam salat-salat kita Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa memohon kepada k Allah subhanahu wa taala Allahumma zayinna bizinatil Iman waj’alna hudatan Muhtadin Ya Allah berikan kepada kami perhiasan keimanan Ya Allah hiasi kami dengan perhiasan Iman Jadikan kami indah dengan keimanan ya Allah dan Jadikan kami sebagai ya orang-orang yang membimbing kepada Jalan Hidayah dan orang-orang yang terbimbing di atas jalan Hidayah Fal alaihatu wasalambahuimlabalilqs Anabil maka nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Dalam Doa Di Atas meminta kepada rabnya dengan permintaan yang sangat Agung dan permintaan yang sangat mulia apa yang Nabi minta wahuaun imanamulalqwa nabi minta kepada Allah Nabi minta kepada rabnya ya agar dihiasi dirinya dengan hiasan keimanan agar diperindah diri beliau dengan ya indahnya ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala itu yang Nabi minta ya bukan hanya meminta ya keindahan fisik tapi yang Nabi minta kepada Allah subhanahu wa taala adalah keindahan jiwa dengan perhiasan keimanan keindahan hati dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala karena memang itulah yang menjadi asas dan pondasi keindahan seorang mukmin itulah yang menjadi pondasi ya kecantikan seorang seorang muslimah walibasutqwaikair kata Allah subhanahu wa taala dan pakaian ketakwaan itulah yang terbaik bukan hanya ya sebatas memperbagus pakaian lahiriah kita kemudian kita kita lupa untuk memperbagus pakaian ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa taala wunajamultil Iman witi minaldi alwaaq mujahadataninfsi wasatan Billahi Azza wall berhias memperindah diri dengan hiasan iman menuntut seorang hamba untuk melakukan dua perkara tatkala kita ingin ya diri kita dihiasi dengan zinatul iman tatkala kita ingin jiwa kita indah dengan perhiasan keimanan dengan pakaian ketakwaan maka ada dua perkara yang hendaknya kita usahakan ada dua perkara yang wajib kita ikhtiarkan tatkala kita berharap Ya Allah subhanahu wa taala memberikan zinatul iman kepada kita tatkala kita berharap Allah subhanahu wa taala memberikan pakaian ketakwaan kepada kita yang merupakan asas ya keindahan seorang hamba maka ada dua hal yang harus kita ikhtiar ada dua perkara yang harus kita usahakan yang pertama kata penulis mujahadatan linfsi kita harus berusaha untuk bermujahadah ya mujahadatun Nafsi kita harus berusaha untuk mengalahkan hawa nafsu kita kita harus berusaha untuk memaksa jiwa kita untuk berjalan di atas ketaatan kepada Allah dan berusaha Untuk membentengi jiwa kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala mujahadatun nafs ya berjihad melawan hawa nafsu ini ya poin yang pertama yang harus kita usahakan tatkala kita ingin mendapatkan zinatul Iman hiasan keimanan perhias keimanan di dalam hati kita Kemudian yang kedua adalah Istianah Billahi Azza wajal hendaknya seorang hamba senantiasa minta pertolongan beristianah thaabul maunah minta pertolongan minta kemudahan kepada Allah subhanahu wa taala karena tidak ada sesuatu yang mudah melainkan apa yang dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala maka seorang hamba tidak mungkin mendapatkan zinatul Iman mendapatkan perhiasan keimanan melainkan tatkala dia berusaha untuk senantiasa Istianah kepada Allah meminta pertolongan kepada Allah meminta kemudahan kepada Allah subhanahu wa taala kemudian berusaha untuk mujahadatuns berjihad melawan hawa nafsu kita kita paksa J kita di atas jalan-jalan ketakwaan kepada Allah kita paksa jiwa kita ya dari pintu-pintu kemaksiatan tatkala jiwa kita ingin berbuat maksiat maka kita paksa jangan sampai berbuat maksiat kepada Allah subhanahu wa taala dengan dua cara itu biznillahi Azza waall ya seorang hamba akan mendapatkan zinatul Iman perhiasan keimanan yang merupakan asas dari ya keindahan seorang hamba yang sesungguhnya Kama qala alaihiatu wasalam sebagaimana yang disabdakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ihris ala Ma yanfauka wasain Billah bersungguh-sungguhlah untuk meraih Sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu dan Mintalah pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala bersungguh-sungguh mujahadatun nafs kemudian jangan lupa untuk senantiasa menggantungkan Harapan Kita hanya kepada Allah senantiasa minta pertolongan dan minta kemudahan kepada Allah subhanahu wa taala [Tertawa] k ABD maka seoranglanglahendnyaus untuk mujahadatun Nafsi bersungguh-sungguh ya untuk merealisasikan hakikat-hakikat keimanan kepada AllAh bersungguh-sungguh untuk merealisasikan apa yang Allah subhanahu wa taala syariatkan kepada dirinya dengan senantiasa berusaha menyempurnakan jiwanya dengan iman dan Islam menyempurnakan keindahan Zahir dan batinnya dengan merealisasikan iman dan Islam kepada Allah Subhanahu waala dan seorang muslim seorang muslimah tatkala dia berusaha untuk berjalan di atas keimanan tatkala dia berusaha berjalan di atas jalan Islam maka seorang mukmin senantiasa meminta pertolongan dan meminta kemudahan kepada Allah subhanahu wa taala maka ini dua perkara yang hendaknya senantiasa kita hadirkan dalam dalam kehidupan kita sehari-hari Kita berusaha untuk memperbaiki diri kita kita berusaha untuk ya memperbaiki keindahan Zahir dan batin kita dengan iman dan Islam kita berusaha untuk memperbaiki kualitas iman kita kepada Allah dan kita berusaha untuk memperbaiki kualitas Islam kita kepada Allah subhanahu wa taala dan usaha tersebut usaha untuk memperbaiki diri kita harus dibarengi dengan Istianah kepada Allah subhanahu wa taala harus dibarengi dengan meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala Karena tanpa Pertolongan Allah tanpa Taufik dari Allah subhanahu wa taala usaha semaksimal apapun tidak akan membuahkan hasil kecuali apa yang memang ditolong oleh Allah subhanahu wa taala maka dua hal tersebut antara ikhtiar dengan doa adalah dua hal yang tidak boleh terpisahkan dalam kehidupan seorang muslim dan muslimah dari satu sisi kita minta kepada Allah agar Allah memperbaiki diri kita dari sisi yang lain kita juga berikhtiar semaksimal yang bisa kita usahakan ya untuk memperbaiki diri kita dengan rambu-rambu yang telah ditentukan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kata Syekh ABD [Tepuk tangan] ul perhiasan keimanan adalah perhiasan yang mencakup lahiriah dan batin seorang hamba perhiasan yang mencakup Zahir dan batin seorang hamba adalah perhiasan bagi hati seorang hamba biqil Iman wa usulidin ya dengan hakikat hakikat keimanan dan pondasi-pondasi agama ya masalah-masalah keyakinan yang terletak di dalam hati seorang hamba waamikum usulul iman allati yaakumu alaiha dinullah waumu alaiha hadinah dan seagung-agung haqaul iman seagung-agung hakikat keimanan seagung-agung usul ya agama pondasi agama adalah arkanul iman yang dengannya tegak agama seorang hamba yang di atas usulul Iman atau Rukun Iman tersebut ya tegak perhiasan sejati seorang seorang mukmin dan mukminah antuma Billah wa malaikatihi wa kutubihi wa rusulihi Wal Yaumil akhir watuma bilqadari khairihi waari yaitu seorang hamba beriman kepada Allah beriman kepada malaikatmalaikat Allah beriman kepada kitab-kitab Allah beriman kepada rasul-rasul Allah beriman kepada hari akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk W usulun wa ususunumu alai jamalulim winatulimah en Rukun Iman tadi itulah Pondasi yang tegak di atasnya ya keindahan yang sesungguhnya perhiasan yang yang sesungguhnya itu zinatul iman itu perhiasan keimanan ya jadi keindahan seorang hamba dibangun di atas arkanul Iman di atas rukun-rukun iman yang yang enam Q Allahu Taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surat Albaqarah ayat yang [Musik] ke-177 kata Allah Subhanahu jumrib wakinnal birro Man amana Billahi Wal Yaumil akhir wal malaikati wal kitabi W nabiin kata Allah subhanahu wa taala hakikat kebaikan Ya bukanlah dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur ataupun ke arah barat akan tetapi hakikat kebaikan yang sesungguhnya adalah kebaikan orang yang beriman kepada Allah kepada hari akhir kepada malaikat-malaikat Allah kepada kitab-kitab dan para nabi yang diutus oleh Allah subhanahu wa taala maka asas kebaikan adalah keimanan kepada Allah Subhanahu subhanahu wa taala kemudian jemaah yang Allah muliakan ya maka seorang hamba seorang mukmin menghiasi batinnya dengan keimanan kepada Allah subhanahu wa taala Adapun ya zahirnya kata penulisir in aii wasallah muhamm abuud ya menghiasi lahiriah menghiasi Zahir seorang hamba dengan zinatul iman dengan perhiasan keimanan hanya bisa dilakukan dengan melazimi ya kewajiban-kewajiban agama dengan menjalankan kewajiban-kewajiban Islam kewajiban-kewajiban yang Allah syariat kepada kepada seorang hamba dan kewajiban yang paling utama yang dengannya seorang hamba memperindah zahirnya adalah lima rukun Islam yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis Bukhari dan Muslim dari Jalan Abdullah bin Umar radhiallahu taala anhuma Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam bersabda Islam dibangun di atas lima perkara mempersaksikan bahwasanya tidak ada Ilah yang hak kecuali Allah dan bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah mengerjakan salat menunaikan zakat berhaji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadan [Tepuk tangan] sesungguhnya amal-amal yang diberkahi di atas ketaatan-ketaatan yang agung di atas secara hakikat merupakan perhiasan dan keindahan bagi seorang muslim dan muslimah ya Sain Li perkara tersebut merupakan sebab keberuntungan dan kebahagiaan seorang hamba di dunia dan akhiratnya Ya selain rukun-rukun Islam Itu sebab keberuntungan seorang hamba maka rukunrukun Islam juga adalah zinah yang menjadi perhiasan yang menghiasi dan memperindah seorang seorang hamba maka seorang mukmin seorang mukminah yang berusaha untuk istikamah di dalam menjalankan syariat Islam maka akan tampak keanggunannya akan tampak keindahannya ya maka syariat Islam selain berfungsi untuk jalan keselamatan syariat Islam juga berfungsi sebagai zinah yang memperindah ya jiwa seorang muslim dan dan muslimah maka akhwati Fillah Allah kita mengambil kesimpulan dari apa yang kita bahas di kesempatan sore hari ini bahwasanya ya hakikat perhiasan yang sesungguhnya yang menjadi sumber keindahan seorang mukmin dan mukminah adalah perhiasan keimanan yang mana perhiasan keimanan seorang hamba akan menghiasi ya lahir dan batin seorang hamba Adapun keindahan batin seorang hamba dibangun di atas arkanul Iman dibangun di atas usuluddin dibangun di atas keyakinan keyakinan yang dituntunkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam ya dan asas segala macam keyakinan yang memperindah batin seorang hamba adalah enam rukun keimanan beriman kepada Allah beriman kepada malaikat-malaikat Allah beriman kepada kitab-kitab Allah beriman kepada rasul-rasul Allah beriman kepada hari akhir dan beriman kepada takdir Allah subhanahu wa taala maka pelajari enam rukun iman tersebut untuk meningkatkan ya kualitas iman kita untuk memperindah ya batin-batin kita Adapun keindahan lahiriah keindahan Zahir maka merupakan buah dari keindahan batin seorang hamba ya dan keindahan lahiriah seorang hamba akan bisa terwujudkan tatkala seorang hamba berjalan di atas syariat Allah subhanahu wa taala dan syariat yang paling Agung kewajiban yang paling Agung yang dengannya seorang muslim dan muslimah memperindah dirinya adalah lima rukun Islam dua kalimat syahadat salat zakat puasa dan ibadah haji maka semakin seorang hamba seorang muslim dan muslimah memperbaiki kualitas imannya serta memperbaiki kualitas keislamannya memperbaiki lahir dan batinnya batinnya dengan iman lahirnya dengan Islam maka akan semakin tampak keanggunan dan keindahan pada dirinya inilah ya hakikat keindahan yang sesungguhnya yang akan menjadi ya asas kebahagiaan seorang hamba ya maka seorang hamba yang kayis seorang hamba yang Akil yang berakal yang cerdas adalah seorang hamba yang tidak tertipu ya sem mat-mata dengan keindahan Zahir yang sifatnya Fatamorgana perhiasan-perhiasan ya lahiriah berupa pakaian atau mungkin perhiasan yang dia kenakan pada tubuhnya Tapi orang yang berakal orang yang cerdas dari kalangan orang-orang beriman memahami hakikat keindahan yang sesungguhnya adalah keindahan iman dan Keindahan Islam semakin kita berusaha Miki kuitas iman kita semakin kita berusaha memperbaiki kualitas Islam kita maka Insyaallah taala semakin ya tampak keindahan diri seorang muslim dan seorang muslimah ini poin terakhir yang penulis bawakan dengan demikian Alhamdulillah telah kita selesaikan ya secara singkat Risalah isa untaian nasihat untuk wanita muslimah buah karya fadilatus Syekh Prof Dr Abdur razq bin Abdul Muhsin Al Abbad albadr hafidahumallahu tabaraka wa taala mudah-mudahan apa yang telah kita kaji dari risalah ini Allah jadikan sebagai ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala senantiasa menghiasi diri kita dengan perhiasan keimanan dengan zinatul iman dan zinatul Islam serta perhiasan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala wallahu taala Aam baawab apa-apa yang hak semata-mata Taufik dari Allah subhanahu wa taala yang salah dan kurang karena kesalahan dan kekurangan ilmu yang saya miliki wasallallahu ala nabiina Muhammadin wa alihi wasahbihi ajmain wa akhiru dwana illamin subhanakallahumma wabihamdika asadu Alla ilahailla Anta astagfirukaubu ilaik Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *