Sabtu, 26 Jumadal Ula 1445 H / 9 Desember 2023 M
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman Walah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhuasul bau Ik islamakumullah para pemira dan pendengar ra di Manap pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan ke layar kaca Anda kajian yang kami pancuaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cileengsi atau Komplek Radi roja yang nahmaduhu waastain’uhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina wasiatialina Man yahdihillahu Fala mudillalah waman yudlil Fala hadialah wa asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul ya ayyuhalladina amanutaqulah haqq tuqatihi w tamunantumlim rijalanlahzial BII W Arham inallahaanaikumqiba ya ayyuhina amanah itabah muhammadinahu Alaihi Wa alihi wasam Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini Sabtu malam Ahad 26 Jumadil Ula 1445 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk kembali duduk bersama di masjid Barkah dalam sebuah kajian rutin membaca kitab takzimus sunah wa mauqifus Salaf mimman aradaha a istahzaa bisyain minha pengagungan terhadap sunah dan sikap para Salafus Saleh terhadap orang yang menentangnya dan mengolok-ngolok sesuatu darinya yang ditulis oleh oleh fadilatus Syekh Abdul Qayyum bin Muhammad asuhaibani hafidahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang ia kita berdoa allahumma inna nasaluka Ilman naianizqiban waalan mutqala Allahumma Amin ahibati fillahanillah wakum Bapak Ibu jemaah Masjid albkah Jami albkah dan juga para pemirsa TV para pendengar radio Roja dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada masih kita di dalam pasal Fi takzim sunah tentang dalil-dalil tentang pengagungan terhadap sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam setelah penulis fadilat Syekh dr Abdul Qayyum bin Muhammad assuhaibani hafidahullahu taala menyebutkan dalil dari al-qur’an tentang pengagungan terhadap sunah kemudian kita membaca perkataan Imam Ibnu qayyim aljauziyah rahimahullahu taala yang menyebutkan dan menerangkan bahwa Apabila seseorang mengangkat suara lebih tinggi daripada suara Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan memanggil Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam seperti panggilan seseorang kepada manusia biasa maka diancam terhapus pahala amal salehnya Meskipun tidak mengeluarkannya dari agama Islam ini menunjukkan bahwa wajibnya seorang muslim mengagungkan sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian fadilat Syekh penulis dr Abdul Qayyum bin Muhammad assuhaibani hafidahullah menyebutkan dalil dari hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tentang wajibnya mengagungkan sunah Beliau berkata iahu rasulullahiahu Alaihi wasam ya rasulah qumqw umidin [Musik] mahaiwajid penulis membawakan dalil dari hadis rasul Al wasallam tentang wajibnya mengagungkan sunah yaitu hadis ini yang artinya dan diriwayatkan dari sahabat alirbat IBN Sariah radhiallahu Anhu Beliau berkata rasulullahi Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam telah menasihati kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan menyebabkan mata berkaca-kaca lalu kami pun berkata Wahai Rasulullah ini seperti nasihat orang yang akan pergi untuk selamanya Oleh karena itu Berilah kami wasiat lalu Beliau pun bersabda aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala dan hendaklah kalian taat dan mendengarkan pemimpin kalian meskipun kalian dipin budak sesungguhnya Barang siapa yang hidup sepeninggalku ia akan melihat perbedaan yang sangat banyak maka hendaklah kalian berpegang kepada sunahku dan Sunah khalifah-khalifah Rasyidah yang diberi petunjuk sepeninggalku gigitlah ia dengan gigi geraham kalian jauhilah perkara-perkara yang yang mengada-ngada dalam agama Islam dan ketahuilah Sesungguhnya setiap perbuatan bidah itu sesat hadis riwayat Imam Abu Daud dan Imam Tirmidzi serta Imam Ibnu Majah kita ingin mempelajari hadis ini sebagai dalil yang dibawakan oleh penulis tentang wajibnya mengagungkan sunah atau ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan sering Saya ulang sunah yang dimaksud bukan gandengan dari wajib wajib sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dengan perintah yang keras diancam dengan siksa bagi siapa yang meninggalkannya dengan sengaja secara mutlak sunah perintah yang diperintahkan oleh Allah dengan tidak keras tidak diancam dengan siksa bagi siapa yang meninggalkannya dengan Sunah maka arti sunah yang dimaksud sekarang ini bukan itu arti sunah adalah ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam baik hukumnya wajib atau hukumnya sunah baik yang ada di dalam al-qur’an atau yang ada dalam sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam baik yang berkaitan dengan Akidah ibadah [Musik] muamalah adab dan akhlak Seluruh ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam itulah yang dimaksud dengan sunah dan itulah yang kita bicarakan pada kesempatan malam ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah kita mengulang apa yang disebutkan tadi dalam hadis alirbat Ibin Sadiah radhiallahu Anhu berkata waana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan mauidah Apa itu mauidah mauidah adalah atazkir almaqrun Bibi ahib ailaihima Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan mauidah kepada kami mauidah artinya adalah peringatan yang disertai dengan motivasi untuk mengerjakan sesuatu atau disertai dengan Pemberian rasa takut agar menjauhi yang dilarang atau dua-duanya jadi Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan mauidah maksudnya peringatan kepada para sahabat untuk mengerjakan sesuatu Atau meninggalkan sesuatu mengerjakan sesuatu karena ada pahalanya meninggalkan sesuatu karena dilarang dalam agama dan mendatangkan keburukan itulah yang disebut dengan mau di sini Al bin sah radallah anu berkata Rasulullah salluaihi was Rasulullah Sui wasam memberikan maah kepada kami Ma dengan Ma artinya muirahbluubqag fiha Bil inzar Wat takwif dengan mauidah yang mendalam yang Membekas ke dalam kalbu karena di dalam mauidah ini peringatan ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan peringatan keras dan rasa takut kepada para sahabat Nabi radhiallahu kemudian wub walat artinya adalah membuat hati takut bergetar akibat peringatan yang diperingati oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya adalah salat wuaatun Bu yaitu Air Mata berlinang gara-gara peringatan tersebut menunjukkan bahwasanya peringatan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Tidak sembarangan Dan kita pun juga menghadapi hadis ini tidak boleh sembarangan kita pun juga membaca dan memahami hadis ini tidak boleh asal-asalan karena Rasul karena para sahabat nabi radallahu anhum berkata nasihat yang diberitahukan peringatan yang diberitakan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kepada para sahabat wajalat minhal Qulub peringatan yang membuat bergetar hati dan membuat air mata berlinang maka ini menjadi acuan bagi kita agar ketika membaca hadis ini peringatan-peringatan yang ada dalam ee peringatan-peringatan yang ada dalam hadis ini yang diperingatkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bukan perkara yang Sembarangan kemudian alirbat bin Sariah berkata Faina artinya dalam bahasa Indonesia berikanlah kami wasiat maksudnya adalah berikanlah kami Sesuatu yang bermanfaat untuk kami kerjakan sepeninggal engkauan sebelumnya ya rasah lalu kami berkata Wahai Rasulullah seakan-akan ini peringatan orang yang ingin berpisah muwaddi artinya orang yang ingin pergi baik karena pergi jauh lama tidak kembali atau karena ingin meninggal meninggalkan keluarga meninggalkan anak itu yang disebut dengan Muad makanya ada hadis riwayat Imam Abu Daud Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ketika memperingatkan para sahabat untuk salat Beliau mengatakan Shu shli shata muaddi salatlah dengan salat orang yang muwaddi muwaddi artinya salat orang yang ingin pergi jauh ingin meninggal setelahnya tidak kembali lagi agar salatnya benar-benar khusyuk nah ini sama ini wahai Rasulullah seakan-akan ini adalah peringatan orang yang muwad orang yang ingin bepergian jauh orang yang ingin meninggal tidak kembali lagi meninggalkan keluarga meninggalkan daerahnya maka faausina berikanlah kami wasiat wasiat yang dimaksud adalahad ilaina Bima yanfauna ba’dak artinya berikan sesuatu yang kami bisa pegang wasiat tersebut dan bermanfaat untuk kami sepeninggal engkau setelah engkau kemudian Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda usikum bitaqwallah aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala Apa makna takwa yaitu au takwa unsur pertamanya adalah mentaati Allah dalam segala apa saja yang diperintah oleh Allah subhanahu wa taala wibu maahu War wajar dan jauhilah apa saja yang dilarang dan diperingatkan keras oleh Allah subhanahu wa taala ini wasiat yang pertama yang penting diwasiatkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang wajib kita kerjakan sepeninggal Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mengerjakan yang diperintah menjauhi yang dilarang Kemudian beliau ber dan berkaitan dengan takwa karena wasiat yang pertama adalah takwa berkaitan dengan takwa Takwa adalah wasiatullah Takwa adalah wasiat Allah untuk manusia di generasi pertama dan manusia di generasi terakhir Allah berfirman dalam surah Annisa ayat 131umah sungguh kami kata Allah subhanahu wa taala telah wasiatkan kepada orang-orang kitab Yahudi dan Nasrani sebelum kalian dan juga kami wasiatkan kepada kalian Agar kalian seluruhnya bertakwa kepada Allah di sini letak pentingnya takwa kepada Allah subhanahu wa taala yaitu wasiat yang pertama dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam wasiat yang sangat penting setelahnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam wafat dan wasiat Allah untuk seluruh manusia dari generasi pertama sampai generasi terakhir kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala takwa pengertiannya yang paling lengkap menurut para ulama adalah yang disebutkan oleh thalq IBN Habib rahimahullahu taala seorang tabii Beliau berkata Attaqwa an tammala bitaatillah waal kamu mengerjakan ketaatan kepada Allah di atas petunjuk dari Allah karena berharap pahala dari Allah subhahu wa ta ituwaakan ketaatanetaatnya harus dengan petunjuk dari Allah dan saat mengerjakannya berharap pahala dari Allah subhanahu wa taala dan meninggalkan kemaksiatan yang dilarang oleh Allah berdasarkan petunjuk dari Allah karena takut siksa Allah subhanahu wa taala itulah pengertian takwa yang komprehensif yang Jami mani Jami mengumpulkan kata-kata yang diperlukan di dalam pengertian takwa mani menolak kata yang tidak perlu di dalam pengertian takwa kemudian para ikhwah masih berkaitan dengan takwa takwa disebutkan oleh para ulama di anaranya alhafiz Ibnu Rajab alhambali dalam kitab belam bahwa kadangenggunaanwa itu untuk menjauhi larangan-larangan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala jadi sering kata takwa digunakan baik melalui ayat Alquran Hadis Rasul perkataan para ulama untuk menjauhi hal-hal yang terlarang bertakwalah kamu artinya jauhi yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala Abu sebagaimana sahabat nabi abu hurairahadahuia tentang takwa maka beliau mengatak perahakau jalan di Sebuah Jalan yang penuh dengan du I Kita pernah jalan yang penuh dengan Duri kata abuahah bagaimau berlaku ketika jalan di jalan yang penuh dengan Duri Aku berjalan di jalan yang penuh dengan Duri ada di hadapanku Duri maka aku mencari jalan yang lain atau Aku menjauhinya melompatinya Atau aku ee memilih jalan yang lain kata Abu Hurairah radhiallahu Anhu dakat Taqwa itulah ketakwaan dari sini kita ambil pelajaran bahwasanya Takwa adalah meninggalkan hal-hal yang diharamkan kebanyakan digunakan untuk meninggalkan hal-hal yang diharamkan tapi sebenarnya takwa ada dua unsur makmurahur mengerjakan yang diperintah dan menjauhi yang dilarang ada syair yang ditulis oleh IBN maz Beliau berkata tinggalkan dosa yang kecil atau yang besarnya itulah ketakwaan lihat di sini penyair pun mengatakan takwa itu adalah meninggalkan hal-hal yang diharamkan baik dosa besar atau dosa kecil ini pengetahuan bagi kita kalau ditanya apa itu takwa Khatib setiap Jumat mengatakan bertakwalah kepada Allah Apa itu takwa takwa kebanyakan dipakai untuk meninggalkan hal-hal yang diharamkan wasna kamin fauq ARD yah berbuatlah seperti orang yang sedang berjalan di atas tanah yang penuh dengan duri dia sangat hati-hati Saat berjalan melihat apa yang ada di di tanah tersebut laahiratan Innal jibala Minal Jangan sekali-kali meremehkan sebuah yang kecil sesungguhnya gunung yang menjulang tinggi itu hasil tumpukan dari batu-batu yang kecil maka begitulah juga dosa Jangan sekali-kali meremehkan dosa-dosa kecil sesungguhnya dosa-dosa besar adalah tumpukan dari dosa-dosa kecil makanya para ulama di antaranya Imam at thaabarani atau Imam Al khattabi Kalau tidak salah mengatakan alisrar alagir kabirah terusmenerus mengerjakan dosa kecil itu adalah dosa besar melihat perempuan yang diharamkan melalui media sosial dosa kecil tetapi jika dikerjakan terusmenerus sampai hilang rasa takut kepada Allah rasa malu terhadap malaikat yang mencatat amal maka ini menjadi dosa besar ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subh itu takwa takwa wasiat pertama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wasiat Allah untuk seluruh manusia generasi pertama sampai generasi terakhir Takwa adalah lebih digunakan lebih banyak penggunaannya untuk menjauhi hal-hal yang diharamkan kemudian lanjut kita kepada hadis tadi wasah aku wasiatkan kalian untuk mendengar dan taat Maksudnya apa mendengar dan taat kepada pemimpin waliul Amr ada dua Pemimpin kaum muslimin yang mempunyai kekuatan persenjataan kewenangan yang kedua para ulama rahimahumullahu taala waain taamara alaikum abdun habasyi meskipun yang memimpin kalian adalah budak yang berkulit hitam dari negeri Ethiopia dan kita Maklumi bersama bahwa budak yang diperjualbelikan tidak diperbolehkan untuk menjadi pemimpin atas kaum muslimin karena Salah satu syarat menjadi Pemimpin kaum muslimin adalah harus merdeka karena di dalamnya terjadi kebaikan untuk kaum muslimin seperti terj kesatuan kaum muslimin terciptanya kemaslahatan bagi kaum muslimin baik dalam perkara agama ataupun dalam perkara dunia terjaganya darah kaum muslimin maka para ikhwan yang dirahmati oleh Allah wasiat yang kedua ini fungsinya adalah untuk menjaga darah-darah kaum muslimin sehingga tidak ada pemberontakan tidak boleh memberontak pemimpin-pemimpin kaum muslimin kalau sudah terjadi seperti itu maka yang ada adalah kebahagiaan yang didapat di dunia dan di akhirat dan ini hati-hati dan jarang yang mengingatkan akal ini kecuali yang mengikuti dakwah sunah dakwah Salaf tidak boleh memberontak pemerintah kaum muslimin yang sah illa antar kufran buahanakum minallahi Fi Burhan kecuali kalian melihat pemimpin tersebut kafir dengan kekafiran yang tidak ada keraguan di dalamnya itu pun tidak boleh langsung memberontak harus dipikir matang-matang dulu apakah dengan memberontak akan menghasilkan kebaikan ataukah malah menghasilkan keburukan lihat yang terjadi atas nama amar maruf nahi mungkar di beberapa negara Islam maka akhirnya terjadi pemberontakan yang mendatangkan keburukan yang lebih parah daripada sebelumnya dan sejarah tidak pernah berbohong tidak pernah ada pemberontakan yang mendatangkan kebaikan setelahnya yang lebih baik daripada sebelumnya tidak akan pernah ada hati-hati dakwah sunah sangat mengharamkan untuk memberontak kepada pemimpin yang sah dari kaum muslimin selama mau fikum kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam selama mereka membiarkan kita salat dalam riwayat yang lain ma Sau selama mereka salat berarti mereka orang Islam Meskipun mereka adalah pemimpin yang bengis yang sangar maka selama muslim tidak boleh memberontak kepada pemimpin yang sah dari kaum muslimin dan wajib mendengar serta taat di dalam hal-hal yang Makruf Apabila ada pemimpin memerintahkan kepada yang mungkar tidak wajib taat di dalam yang mungkar tersebut akan tetapi tetap wajib mendengar dan taat di dalam perintah-perintahnya yang Makruf yang lain Saya beri contoh Apabila ada pemimpin memerintahkan untuk minum khamar tidak boleh taat dalam hal ini tapi ketika pemimpin memerintahkan untuk salat berjamaah memerintahkan untuk membayar zakat wajib taat meskipun di dalam hal ini yang lain yang tadi memerintahkan kepada yang minum khamar tidak wajib taat tetapi perintah-perintah yang Makruf lainnya wajib taat itu satu yang kedua tidak boleh memberontak kepada Pemimpin kaum muslimin yang sah terpilih dan jika terjadi pemberontakan itu pasti mendatangkan keburukan yang lebih besar daripada sebelum pemberontakan itu yang kedua yang ketiga Apabila ada Pemimpin kaum muslimin yang sah dia melakukan kezaliman kemaksiatan kezaliman dengan cara mementingkan kepentingan di dirinya pribadi atau keluarganya atau kelompoknya dan menyengsarakan rakyat atau ada Pemimpin kaum muslimin yang ahli maksiat suka minum khamar suka berjudi suka berzina ahli maksiat maka kita sebagai rakyat tetap wajib mendengar dan taat kepada pemimpin tersebut selama tidak memerintahkan kepada yang mungkar bisa dimaklumi ini Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ditanya bagaimana kalau seandainya kita mendaati pemimpin yang lebih mendahulukan kepentingan pribadinya menyengsarakan rakyatnya Apa yang harus kita lakukan kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tuaddunalladzi alaikum Tugas kalian rakyat mengerjakan tugas kalian Apa itu asamah mendengar dan taat kepada pemimpin tersebut di dalam perihal yang Makruf lalu wahai Rasulullah hak-hak kami yang diambil yang dikorupsi yang kami ditelantarkan yang kami dicampakkan oleh pemimpin-pemimpin kami Bagaimana kami mengambil ambilnya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab tasalunallahadzi lakum berdoa kalian kepada Allah agar kalian mendapatkan apa yang menjadi hak kalian ini solusi yang paling logis dari sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ketika mendapatkan pemimpin yang zalim bengis sadis kasar ahli maksiat tidak boleh memberontak ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala itu tiga poin Saya ulangi poin yang pertama apabila pemimpin muslim yang sah memerintahkan kepada yang mungkar tidak boleh taat tetapi tetap wajib taat dalam perintah-perintah lainnya yang Makruf karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la taata Fi maksiayatillah tidak ada ketaatan dalam perihal bermaksiat kepada Allah Sesungguhnya ketaatan hanya dalam perihal yang Makruf pemerintah penguasa memerintahkan kita untuk minum khamar makan harta riba tidak boleh taat tetapi dalam perintah-perintah Maruf lainnya tetap wajib mendengar dan taat ini akidah kita kita beragama dengannya ini bukan penjilat ini akidah kaum muslimin berdasarkan al-qur’an hadis yang dipahami oleh para Salafus Saleh Kemudian yang kedua tidak boleh memberontak pemerintah kaum muslimin yang sah selama mereka muslim kezaliman apapun yang didapat selama mereka tetap membolehkan mendirikan salat di tengah kaum muslimin selama m mereka salat selama mereka bukan orang kafir yang jelas kekufurannya tetap wajib assam Wat thaah mendengar dan patuh kepada Pemimpin kaum muslimin Kenapa karena tidak ada pemberontakan dalam sejarah umat manusia kecuali mendatangkan keburukan daripada sebelumnya maka hati-hati ajakan sedikit-sedikit revolusi sedikit-sedikit revolusi kita lihat aman nyaman tentram baldatun thayibah seperti ini bisa salat berjamaah dengan nyaman duduk di majelis ilmu dengan nyaman jangan sampai ganti keamanan kenyamanan ketentraman ini stabilitas keamanan nasional seperti ini dengan kehancuran dengan kerusakan kegaduhan hati-hati jangan sampai bermudah-mudah dalam memberontak pemerintah kaum muslimin yang sah yang ketiga yang saya katakan tadi bahwa tetap wajib taat kepada pemimpin kaum muslimin tetap wajib taat kepada pemimpin kaum muslimin Meskipun mereka lebih mendahulukan kepentingan diri mereka keluarga mereka kelompok mereka berbuat zalim terhadap rakyat semena-mena terhadap rakyat Bersabarlah dengan pemimpin yang seperti tetap mendengar dan taat di dalam kepemimpin di dalam perintah-perintah mereka yang Makruf dan kiat yang disampaikan oleh Rasul Sallallahu Alaihi wasam Dua tadi tugas kita kerjakan tugas kita sebagai rakyat asamah mendengar dan taat yang kedua adalah tugas kita sebagai rakyat berdoa kepada Allah agar hak kita kita dapatkan dari pemimpin yang zalim tapi memberontak l tidak maka dengan begitu akan terjadi keamanan maka penting ini hadis adalah salah satu yang sangat Agung dan hadis-hadis ini sering dahulu di dakwah sunah diceritakan dijelaskan dijelaskan panjang lebar sedetail-detailnya sehingga menjadi akidah yang menancap di dalambu tanpa ada kaguan sedikit pun di dalamnya seluruh syubhat-subhatnya dibantahi dan sependek pengetahuan Saya tidak ada pernah kelompok dakwah yang sangat perhatian terhadap menjunjung harkat martabat Pemimpin kaum muslimin kecuali dakwah Salafiah kenapa Karena di dalamnya terdapat kebahagiaan untuk masyarakat ketentraman keamanan kenyamanan ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kemudian Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] bersabda wa inahumantir dan sesungguhnya Siapa saja yang hidup dari kalian sepeninggalku maksudnya maka ia akan melihat perbedaan-perbedaan yang banyak maksudnya perbedaan-perbedaan tersebut adalah perselisihan di antara kaum muslimin dalam tata cara ibadah perbedaan-perbedaan yang begitu banyak perselisihan kaum muslimin dalam perkara-perkara agama mereka solusinya diberitahukan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam agar kembali bersatu agar tidak terjadi perbedaan-perbedaan perselisihan-perselisihan faaikum bisunti hendaknya kalian berpegang teguh kepada sunahku dan ini inti pendalilan di dalam pasal kita pasal Fi tazim sunah pasal dalam pengagungan terhadap sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam obat atau kiat paling pertama dan utama agar kaum muslimin bersatu adalah berpegang teguh kepada sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini Dalil yang menunjukkan wajibnya mengagungkan sunah dari sisi mana dalilnya karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam faalaikum hendaknya kalian kalimat ala kalau di dalam bahasa ushulul fiq ditinjau dari ilmu Ushul fiq menunjukkan kepada kewajiban seperti Allah berfirman dalam al-qur’an ya ayyuhalladina amanu kutiba alaikumusam ala Wahai orang beriman dituliskan atas kalian alaikum ala di sini menunjukkan kepada kewajiban oleh karenanya ini adalah inti pendalilan dari hadis ini untuk pasal pengagungan terhadap sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan ingat sekali lagi sunah yang dimaksud adalah ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam baik itu dari al-qur’an dari hadis rasul baik itu hukumnya wajib hukumnya sunah baik itu yang berkaitan dengan Akidah ibadah muamalah adab dan akhlak jika itu datang dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka itu disebut dengan apa sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berpegang teguhlah kepada sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian wasunnatil khulafair rasyidinal mahdiina Min ba’di dan berpegang teguhlah kepada sunah para khalifah yang Rasyid yang baik yang diberi petunjuk sepeninggalku Siapa Mereka yaitu Abu Bakar Umar Utsman dan Ali radhiallahu anhum ajmain radhiallahu anhum ajmain nanti akan saya jelaskan setelah ini Apa yang dimaksud berpegang teguh kepada sunah para khalifah Abu Bakar Umar Utsman dan Ali Apa yang dimaksud hendaknya kalian berpegang teguh kepada sunahku paham kita berpegang teguh kepada ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tapi apa yang dimaksud dengan dan berpegang teguh kepada sunah khalifah khalifah yang baik dan diberi petunjuk setelahku Apa maksudnya Apakah mereka punya agama tersendiri Apakah mereka punya ajaran tersendiri yang kita berpegang teguh dengannya di samping kita berpegang teguh dengan ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam saya jelaskan nantib kita lanjut kemudian Rasul Sallahu Al Wasallam bersabdaai nawu artinya adalah gigit sunah tersebut dengan gigi geraham kalian para ikhwah yang dirahmati oleh Allah annawadid adalah aladras yaitu gigi geraham yang paling dalam dan yang dimaksud di sini adalah aljid fzum sunah nah ini dia ini inti pendalilannya yang kedua wajib mengagungkan sunah yaitu ketika Rasul Sam bersabdaaiw berpegang teguhlah kalian kepada sunah maksudnya adalah hendaknya kalian benar-benar melazimi sunahu seperti seorang yang memegang sesuatu dan dia letakkan di dalam gigi gerahamnya sehingga tidak lepas darinya nah ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Nah itu menunjukkan inti pendalilan juga yang kedua dari hadis ini tentang Agungnya berpegang teguh kepada sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam azan belum belum 5 menit lagi tib lanjut kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Lalu setelah itu Rasul Sallahu wasam bersabda waakum wdatil umur Fanaa bidatin dolalatun yang artinya dan jauhilah oleh kalian iyakum itu artinya jauhi iharu jauhi oleh kalian wtil umur sesuatu yang mengada-ngada sesuatu perkara-perkara bid bidah pengertiannya secara bahasa adalah sesuatu yang baru yang tidak ada contoh sebelumnya itu bidah secara bahasa Adapun arti bidah secara istilah syariat disebutkan di dalam Kitab alam yang ditulis oleh imamyabi rahimahullah bidah adalah dan ini termasuk pengertian bidah yang jam Man yangprens ai almubaguudillahi subhanah dia adalah metodologi dalam dalam urusan agama tata cara dalam urusan agama jadi dia berkaitan erat dengan agama mukhtarah dibuat-buat belum ada sebelumnya tidak ada di zaman Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tahi syariah dan dia menyerupai syariat yuksadu bisuluki alaiha almubalag Fi taabbudillahi Subhanahu dimaksudkan dengan mengerjakan bidah ini berlebih-lebihan di dalam rangka beribadah kepada Allah subhanahu wa taala ini adalah ciri-ciri bidah yang berkaitan dengan agama makanya kadang-kadang orang yang tidak paham tentang pengertian bidah maka kita yang sering memperingatkan kaum muslimin agar menjauhi perbuatan bidah mereka marah dan mereka kesal dengan berkomentar apa-apa bidah sudah kalau begitu pakai unta saja ya tidak boleh pakai mobil motor bajai enggak boleh unta saja kasihan Sita Dita hitamkan Ya ini model-model yang belum paham pengertian bidah karena bidah berkaitan dengan agama Rasul su wasam bersabda ah Barang siapa yang membuat sesuatu yang baru di dalam perkara kami ini alhafiz Ibnu Hajar mengatakan Fi amrina maksudnya di dalam urusan agama sesuatu yang dibawa dibuat-buat baru sebagaimana hadis rasul Man ahd membuat sesuatu yang baru yang belum ada contohnya Dar Rasul Sallallahu Alaihi wa ali wasallamb kemudian Rasul sallahuh wasam bersabda katin finar k bidatin dolalah setiap perbuatan bidah adalah sesat para ikhwah ini bukan waktunya kita membahas tentang bidah itu sesat atau tidak sesat ada adakah bidah Hasanah atau bidah ee seluruhnya sayiah akan tetapi perlu diingat ketika ada syubhat bahwa tidak setiap bidah sesat karena kata yang mengatakan bahwa ada bidah Hasanah dan yang dimaksud dari hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam fainna kulla bidatin dolalah Sesungguhnya setiap bidah itu adalah sesat ini hadis maksudnya urida bihil khusus Amam urida bihil khusus sesuatu yang umum yang diinginkan adalah perkara- perkara yang khusus yaitu bidah-bidah yang menyimpang dari agama adapun yang Senada dengan agama maka itu bidah Hasanah maka kita katakan untuk menjawab syubhat ini syubhatnya paham Antum mereka mengatakan hadis rasul setiap bidah adalah sesat ini pernyataan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam umum tetapi diinginkan kekhususan umum tapi diinginkan kekhususan artinya tidak semua bidah sat hanya bidah-bidah yang menyimpang dari agama ada bidah-bidah yang tidak menyimpang dari agama maka akhirnya timbullah keyakinan bidah Hasanah itu syubhat enggak usah Antum pikir jawabannya adalah kita berpegang teguh dengan sunah rasul rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Kullu bidatin dolalatun itu satu berpegang teguhlah dengan Sunah Rasul syubhat Apun yang ada maka kita berpegang teguh dengan Sunah Rasul sallahuaihi was setiap bidah adalah sesat yang kedua kita berpegang teguh Dengan pemahaman para sahabat diantaranya Abdullah bin umid S orang-orang ada yang menganggapnya baik itu perkataan Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma kemudian yang ketiga Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam manusia yang paling fasih bahasa Arabnya dan beliau manusia yang paling menginginkan manfaat untuk kaum muslimin dan beliau manusia yang paling baik keikhlasannya untuk kaum muslimin maka ketika Sabda itu keluar berarti itulah yang diinginkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Paham maksud saya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam manusia yang paling fasih bahasa Arabnya manusia yang paling baik menginginkan kebaikan untuk kaum muslimin manusia yang paling ikhlas dalam berdakwah tidak mungkin beliau menyisakan sesuatu yang menjadi pertanyaan bagi kaum muslimin maka ketika Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda bid maka setiap bidah adalah sesat maka itu memang yang itu diinginkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan belum ada satu Hadis pun dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang sahih yang mengecualikan dari keumuman ini belum ada paham ya para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Jadi kalau ada yang kemudian yang mengatakan Kamu ini kok bisa tahu bahwa itu adalah keumuman Mak kita katakan kita memakai pemahamannya para sahabat pemahaman para sahabat lebih agung lebih Afdal daripada pemahaman para ulama setelahnya paham ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala azan bab kita Azan dulu salat Isya setelahnya kita lanjutkan wallahuam Nab muhammadalhamdulillahibilamin ikhwat Al Islam untuk selanjutnya kita simak dukumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya allahu akbar allahu akbar allahu akbar allahu akbar Ashadu Alla [Musik] ilahaillallahu ilahaillallah
Leave a Reply