100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalam ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin Ila yaumiddin Amma ba’dw Islam wazakumullah para pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak syaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani Ma fidahullah dalam pembahasan kelanjutan kitab talbis iblis tipu daya iblis berkaitan dengan tema antara hakikat dan syariat Nam ikhwat Islam wzakumullah Berikut kita akan simak penjelasan dari materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Masykur Ustaz namam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahm uagfir wa naudubillah minuri anfusina wasiati Amalina May yahdihillah Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba’dah Amma ba’du para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam selawat dan salam untuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat Semoga Allah merahmati kita semua pada kesempatan siang ini kita dapat bertemu kembali dan masih membahas dan mengangkat pembahasan yang kita ambil dari buku talbis iblis tulisan Ibnul jauzi kita sampai pada poin yaitu ee sebagian besar e kaum Sufi membedakan antara syariat dan hakikat ada yang mereka sebut ilmu syariat ada yang mereka sebut sebagai ilmu hakikat tentunya hakikat ini derajat nya lebih tinggi daripada syariat dalam pandangan mereka Ibnu jauzi mengatakan ini adalah satu kejahilan dari orang yang mengucapkannya karena syariat itu sepenuhnya adalah hakikat tapi yang dimaksud oleh kaum Sufi dengan syariat ini adalah ilmu Zahir yaitu sesuatu yang tertulis termaktub secara tekstual dalam al-qur’an dan Sunah Adapun hakikat adalah sesuatu yang tersembunyi sesuatu yang tidak nampak tidak termaktub dalam al-qur’an dan asunah Sesuatu yang hanya bisa diketahui melalui ya proses-proses pensucian jiwa Karena mereka menganut paham yaitu bertakwa dulu baru berilmu mereka mengejar tingkat ketakwaan yang menurut mereka tinggi lalu secara otomatis ilmu akan datang dan ini adalah satu hal yang keliru ya karena syariat itu adalah sesuatu yang merupakan inti dari agama bahkan itulah hakikat agama seperti yang dikatakan oleh Ibnu jauzi syariat itu sepenuhnya adalah hakikat Abul Hasan bin Salim mengatakan ya ini menjelaskan ya riwayat-riwayat yang berisi Penjelasan bahwa dulu para ulama bahkan pendahulu kaum Sufi ya mereka juga mengedepankan ilmu syariat bahkan mengingkari para sufi yang datang belakangan yang berpaling dari Zahir ya E perkara-perkara lahiriah yaitu maksudnya adalah Syariat Yang berpaling dari ilmu-ilmu agama Il ilmuilmu fikih atau ilmu-ilmu Syari Abul Hasan bin Salim mengatakan seseorang menemui Sahl bin Abdillah dengan membawa tinta dan buku Dia berkata aku datang untuk menulis sesuatu yaitu untuk mencatat ilmu Semoga Allah memberiku manfaat melalui usaha ini yaitu melalui menuntut ilmu ini maka Sahal bin Abdillah menjawab Tulislah Jika kamu bisa bertemu Allah dengan membawa tinta dan buku lakukanlah jadi Beliau menyuruh ya Abul Hasan bin ee orang itu untuk menulis menulis ilmu mencatat ilmu ya ilmu syariat dan beliau berpesan kepada orang itu kalau kamu bisa bertemu dengan Allah dengan membawa tinta dan buku artinya kamu bertemu Allah mati dalam keadaan kamu masih tetap menuntut ilmu maka lakukanlah artinya tetaplah kamu menuntut ilmu sampai kamu bertemu dengan Allah subhanahu wa taala tetaplah kamu menuntut ilmu seperti ini ini sampai kamu bertemu dengan Allah subhanahu wa taala Nah demikian jadi dalam pandangan ulama-ulama terdahulu Hatta ulama-ulama Sufi mutaqadimin ya yang eh generasi pertama mereka juga mengedepankan ilmu syariat bahwa itu adalah suatu yang penting ya suatu yang penting dan itu adalah pondasi agama ya maka Orang itu berkata Wahai abu Muhammad ajarkan aku Sesuatu yang bermanfaat maka Sahal bin Abdillah mengatakan dunia itu seluruhnya kejahilan kecuali ilmu dan ilmu itu seluruhnya hujah tuntutan kecuali yang diamalkan dan amalan itu seluruhnya tertolak kecuali yang sesuai dengan al-qur’an dan asunah dan Sunah itu harus berdasarkan ketakwaan jadi semua urusan agama itu penting tazkiyatun Nufus penting ya membersihkan diri supaya meraih derajat takwa itu penting menuntut ilmu juga penting ya maka tidak boleh ya kita mengorbankan satu sisi dan mengutamakan sisi yang lain meremehkan satu sisi dan EE terfokus hanya pada satu sisi yang lain saja karena agama itu seluruh perkaraama perkara agama itu saling mengikat satu sama lain saling terkait satu sama lain ya maka tidak ada hal yang tidak penting dalam agama ya Ada perkara-perkara usuluddin ada perkara ibadah ada perkara akhlak dan semuanya penting dan setan memang menggelincirkan manusia dari sisi yang dia lemah ya Dan mungkin karena ketidakmampuannya dia menganggap itu tidak penting misalnya orang yang mengabaikan Sisi tazkiatun Nufus lalu dia menganggap itu tidak penting maka setan akan menyesatkannya akan menghancurkannya dari pintu itu Karena dia sudah meremehkannya ya walaupun kita ee kita akui bahwa di dalam agama ini ada skala prioritas ada prioritas-prioritas yang lebih utama ya tentunya tidak sama derajat ilmu tauhid dengan ilmu yang lain ya tapi kita tidak boleh mengabaikan ilmu yang lain hanya terfokus pada tauhid saja nah ini yang dikhawatirkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau menjelaskan tentang keutamaan Lailahaillallah nabi berkata kepada muaz untuk tidak menyampaikannya dulu kepada manusia supaya manusia tidak salah memahaminya hingga mereka mengabaikan satu sisi dan hanya fokus kepada sisi yang lain dan setan memang menggelincirkan manusia dari sisi yang manusia itu lengah atau menganggap remeh menganggap enteng menganggap rendah perkara itu maka kita tidak boleh memandang rendah atau menyepelikan perkara-perkara agama walaupun kita tahu ada skala prioritas di dalam agama seperti yang kita sebutkan tadi ya enggak sama tentunya ilmu tauhid dengan ilmu-ilmu yang lainnya karena dikatakan syarful ilm bisyarfil maklum Namun kita tidak boleh mengabaikan misalnya perkara akhlak karena perkara tauhid lebih penting begitu ya lalu kita fokus kepada perkara tauhid saja lalu mengabaikan bab akhlak nah setan akan menghancurkan orang ini justru dari bab akhlak ya dari bab akhlak nah Berapa banyak kita lihat orang-orang yang mengabaikan satu sisi agama dan dia hancur dalam sisi tersebut ada yang menganggap remeh ibadah dan dia binasa karena ibadah yaitu dia tidak mengerjakan atau dia mengab baikan ibadahnya ya maka semua urusan agama itu penting kita tidak boleh mengabaikan dan menyepelikannya dan menganggapnya itu tidak penting ya Nah demikian jadi Coba lihat perkataan Sahl bin Abdillah ini ya beliau menjelaskan bahwa semua itu perlu kita menuntut ilmu Syari itu perlu ya mengamalkan ilmu itu itu juga perlu karena bukan hanya menuntut ilmu tapi kita perlu mengamalkan ilmu itu ya dan Pengamalan ilmu itu perlu didasari dengan al-qur’an dan asunah nah kemudian semua itu harus ya di ee didasari dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala ya karena boleh saja orang itu berilmu beramal dan amalnya itu sesuai dengan sunah artinya berdasar dasarkan al-qur’an dan hadis tapi ya karena dia mengabaikan Sisi tazkiatun Nufus Sisi takwa ya maka dia jatuh dalam Riya dia jatuh dalam ujub ya hal-hal yang mungkin tidak diduga bahwa itu akan menghancurkan amalnya ya yang sudah dia bangun ya Atau dia mengabaikan Sisi akhlak hingga akhirnya dia banyak berbuat zalim kepada manusia karena akhlaknya buruk karena resiko terbesar dari akhlak yang buruk adalah jatuh dalam perkara kezaliman kalaulah akhlak buruk itu hanya merugikan diri sendiri itu mungkin masih ringan ya Ya tapi kalau keburukan akhlak itu sudah sampai kepada tingkatan kezaliman terhadap manusia maka ini konsekuensinya Tentunya berat ya Maka kalau kita ingat-ingat hadis nabi tentang muflis ya orang yang muflis orang yang EE bangkrut pada hari kiamat nabi mengatakan orang yang bangkrut pada hari kiamat itu adalah orang yang datang menghadap Allah dengan membawa pahala salat puasa dan zakatnya artinya orang ini telah mengamalkan ilmunya lalu dia mengamalkannya dengan al-qur’an ee berdasarkan al-quran dan asunah dan dia ikhlas di dalam melakukannya dia ikhlas dalam melakukannya di samping itu dia ittiba kepada sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam artinya dia telah mendapatkan pahala dari jerih payahnya beramal beribadah pahala sudah ada di kantongnya ya pahala sudah ada di kantongnya karena dia rajin ibadah ya dia salat dia puasa dia zakat dia sedekah ya Nah demikian tapi ya dia jadi orang yang bangkrut pada hari kiamat kenapa nah nabi menjelaskan ya Sebab Dia bangkrut ternyata dia qama hza waakala Maa hadza wa hza wasfaqa damad ya dia telah memukul Si Fulan ya menggibahi Si Fulan mengambil harta Si Fulan menumpahkan darah Si Fulan dan bentuk bentuk kezaliman lainnya dia mengabaikan Sisi akhlak Mungkin dia pandang enggak perlu itu akhlak ya memang enggak seperlu tauhid ya ataupun tidak sederajat dengan ilmu tauhid karena ee di dalam agama juga ada tingkatan ya maratibuddin tapi enggak boleh kita abaikan Sisi akhlak ini nah orang ini jadi bangkrut karena akhlaknya ya kalau kita perhatikan sabda Nabi ini semua masalahnya itu berkaitan dengan akhlak dia mencaci maki Si Fulan mengambil harta Si Fulan memukul Si Fulan itu kan masalah akhlak semua itu ya Nah setan melihat ini adalah Sisi yang dia abaikan dia anggap remeh dan mudah untuk menggelincirkannya untuk ee menjerumuskannya dari sisi ini dari sisi yang dia abaikan yang dia anggap kecil anggap enteng Karena manusia biasanya tergelincir dengan batu kecil batu kerikil kecil bukan batu besar ya maka orang ini adalah orang yang sudah komplit semuanya Sebenarnya ya sudah Quran sunah beribadah lagi Ikhlas enggak kurang satu apapun tapi jadi bangkrut gara-gara masalah akhlak maka semua bab agama itu penting jangan kita anggap remeh karena sebagian orang kadang-kadang menuntut ilmu juga Karena untuk menaikkan gengsi bukan untuk kebutuhan dirinya ya bukan untuk kebutuhan dirinya ya sehingga dia kadang-kadang menyimpilikkan satu sisi agama karena dianggap itu Enggak penting ini yang lebih penting Iya ya hal-hal yang berkaitan dengan misalnya tauhid akidah penting usuluddin itu perkara yang penting itu dasar agama tapi ketika kita meremehkan sisi yang lain dalam agama dari situlah iblis menyesatkan kita seperti halnya kaum Sufi ini dia remeh mereka remehkan ilmu syariat dari situlah ya setan ya menghancurkan dan membinasakan akan mereka sehingga mereka tidak mengerti syariat dan mengklaim mereka sudah sampai kepada derajat hakikat ini suatu hal yang lucu Sebenarnya ya mereka mengabaikan syariat karena menganggap itu tidak penting itu hanya perkara kulit lalu ya mereka mengklaim bahwa mereka sudah sampai kepada derajat hakikat Lalu bagaimana mungkin ya orang itu bisa sampai kepada derajat yang lebih tinggi tanpa syariat ya ya Nah ini karena e sikap meremehkan ya satu sisi agama maka semua Sisi agama itu perlu kita mengkaji fikih perlu kita mengkaji akidah perlu kita membahas tauhid perlu tapi kita membahas akhlak itu juga perlu ya karena ini yang kadang-kadang orang itu meremehkannya ya Sehingga ee sebenarnya sudah bagus semuanya ya dia sudah menuntut ilmu ini itu beramal dan lain sebagainya ya tapi karena dia mengabaikan satu sisi dalam agama dari situlah setan menghancurkannya wallahuamwab oleh karena itulah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya di dalam banyak kesempatan beliau menyampaikan wasiat yang beraneka ragam ya kadang-kadang beliau menyentuh Sisi akidah kadang-kadang nabi menyentuh Sisi ibadah kadang-kadang nabi menyentuh Sisi Akhlak Muamalah ya dan lain-lain sebagainya karena semua itu adalah ya kita katakan perkara-perkara Adin perkara-perkara agama diriwayatkan juga dari Sahal bin Abdillah dia mengatakan jagalah yang hitam di atas yang putih maksudnya jagalah ilmu hitam di atas putih itu satu ungkapan kinayah ya yaitu sesuatu yang dicatat yaitu ilmu karena il ilmu itu perlu dicatat maka disebut hitam di atas putih jagalah itu ya hitam di atas putih itu artinya jagalah ilmu apa yang kamu catat dari ilmu itu ya tidaklah seseorang meninggalkan perkara Zahir yaitu perkara syariat melainkan dia seorang zindik melainkan dia seorang zindik ya para ee pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah maka di sini Sahal bin Abdillah berpesan kepada para penuntut ilmu untuk tetap ya istikamah ya di atas jalur ilmu menjaga ilmu itu ya Nah demikian dan maka nabi mengatakan dalam hadis qayidul ilm Bil kitabah ikatlah ilmu itu dengan menulisnya ya dengan menulis yaitu dicatat itulah dia Ee kita katakan ee sunah ataupun ee tradisi yang dilakukan oleh para ulama Salaf dalam menuntut ilmu yaitu mereka mencatatnya ya mereka merangkum ilmu sehingga dengan itu ilmu mudah untuk dipahami ya karena kalau kita rekam dalam kepala kita ya sekuat apa hafalan kita apalagi kita sekarang ini ya kalau dulu mungkin ya mereka memiliki kekuatan hafalan yang ee di atas rata-rata atau lebih itu pun mereka mencatat ilmu ya itu pun mereka mencatat ilmu lalu kita yang hafalannya payah ya lalu kita tidak menulis ilmu tidak mencatat ilmu loh bagaimana kita menjaganya ya menjaga di kepala kita bisa dikatakan mustahil ya kadang-kadang kita tulis saja kita terlantarkan entah ke mana catatannya ya entah ke mana catatannya itu ya ada yang mencatat disobekan kertas kemudian hilang ya artinya dia tidak begitu peduli dengan apa yang ditulisnya itu yang menulis Bagaimana yang tidak menulis ya maka kebanyakan para penuntut ilmu hari ini datang ke majelis ilmu itu tanpa peralatan ya itu sama seperti kita maju ke medan perang tanpa membawa senjata dan perisai ya Artinya kita tidak dapat berbuat apa-apa di situ karena alat perang kita enggak ada apa kita mau menangkis pedang itu dengan tangan Apakah kita ingin memukul musuh yang pakai tameng dari besi itu dengan tangan itu enggak mungkin ya Nah maka ee demikian ini adalah pesan dari para ulama Salaf kita supaya kita menjaga ilmu masih dari Sahal bin Abdillah juga dia berkata tidak ada jalan menuju Allah yang lebih baik daripada ilmu Jika kamu menyimpang dari Jalan ilmu selangkah saja niscaya kamu akan tersesat dalam kegelap-gelapnya kejahilan selama 40 hari Ya begitulah dia perumpamaan ilmu itu seperti cahaya dan lentera yang menerangi ya selangkah saja kita menyimpang ya mungkin akibatnya bisa kita rasakan ya ke depannya sampai puluhan tahun ya oh ya untuk mengangkat kejahilan itu karena ketika kejahilan kejahilan itu ada pada diri kita maka yang masuk dalam kepala kita adalah syubh dan untuk mengeluarkan syubhat itu dari kepala itu enggak mudah maka Beliau mengatakan di sini Jika kita menyimpang dari ilmu itu selangkah saja maka kita tersesat dalam gelapnya kejahilan dalam waktu yang panjang waktu yang lama nah itu kita menyimpang sesaat selangkah Bagaimana kalau kita telah meninggalkan ilmu itu lalu Bagaimana kalau kita memusuhi ilmu itu kita anggap tidak perlu menuntut ilmu tanpa menuntut ilmu saya juga tahu apapun Ya saya mengerti apapun ya tanpa menuntut ilmu Saya tidak perlu ilmu kalaulah seperti itu lalu bagaimana dia bisa berjalan dalam kegelapan itu dalam gelapnya kejahilan pada hakikatnya orang seperti ini terambang-ambing dengan kejahilannya sendiri dan dia karam tenggelam dengan dengan kejahilannya sendiri tanpa dia sadari ya Nah demikian kecuali Allah ingin menyelamatkannya itu terpulang kepada kehendak Allah subhanahu wa taala diriwayatkan dari Abu Bakar addaqaq ia berkata aku mendengar Abu Said alharraj mengatakan Setiap perkara batin yang tersembunyi Maksudnya yang bertentangan dengan perkara yang Zahir itu yang nampak yang tertulis hitam di atas putih maka itu batil maka kita tidak menerima tafsiran-tafsiran batin ya ya tidak ada dasarnya ya ya atau bertentangan dengan perkara Zahir Ya dengan suatu yang Zahir yang nampak yang jelas maka dari itu ya Ee di dalam ilmu kita menganut paham yaitu menganut satu kaidah ya segala sesuatu harus di dibangun dengan dalil keterangan bukan praduga bukan duga-duga bukan kirakira tapi berdasarkan data ilmiah itulah agama ya Islam mengajarkan kita untuk berpikir secara ilmiah ya semuanya dengan data dan Dalil ya dengan data dan Dalil bukan asumsi kira-kira menurutku kayak nya enggak seperti itu ya karena semua harus berdasarkan ya keterangan ya dalil yang jelas wallahuamwab maka apa saja perkara batin yang diklaim sebagai perkara batin jika bertentangan dengan perkara yang Zahir Maka hal itu jelas batil Ibnu jazi mengatakan Abu Hamid al-ghazali sudah mengingatkan hal ini Di dalam kitab alihya Beliau mengatakan siapa saja yang mengatakan hakikat menyalahi syariat atau batin menyalahi Zahir maka dia lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan ya Nah ini perkataan ee Abu Hamid al-ghazali seperti kita sebutkan ya kaum Sufi mutaqadimin ya itu juga ee mengedepankan dan mengutamakan ilmu syariat dan fokus juga kepada ilmu-ilmu syariat ya ee berbeda dengan eh kaum sufi yang datang belakangan yang sudah ya kita katakan ee banyak infiltrasi dari ee kita katakan filsafat-filsafat yang diimpor dari negeri lain misalnya dari Persia India Yunani nah ini yang ya kita katakan membuat mereka menyimpang ya dari sufi-sufi awal ya yang memang betul-betul untuk melakukan proses untuk tazkiatun Nufus ya Nah demikian wallahuam bawab contohnya di sini Abu Hamid alghazali Beliau juga menyatakan di sini ya bahwa enggak akan mungkin hakikat itu bertentangan dengan syariat ya atau perkara ee ya katakan ilmu itu bertentangan dengan asumsi Logika dan ak jika Logika dan akal itu sehat ya ya maka Barang siapa yang mengatakan hakikat itu menyalahi syariat atau batin itu menyalahi Zahir maka ia lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan wallahuam bwab Ibnu Ail menegaskan para sufi menjadikan syariat ya sebagai nama dan mereka yakin bahwa yang dimaksud darinya adalah hakikat ya Ee ini salah satu asumsi mereka juga yang salah ya mereka beranggapan bahwa syariat itu cuma nama ya Ee dan yang dimaksud darinya adalah hakikat ya bukan namanya ya Nah ini perkara buruk kata Ibnu Ail karena syariat dibuat Alhaq itu Allah subhanahu wa taala untuk kebaikan dan untuk beribadah ya peribadatan makhluk sehingga hakikat tidak lain hanya sesuatu yang merasuk dalam jiwa lewat Bisikan Setan ya kalau seperti itu ya Ee syariat itu adalah suatu yang berdasarkan ilmu hakikat itu berdasarkan ee perasaan ataupun logika maka kata beliau Ya itu bisa jadi waswas setan Bisikan Setan ya karena tanpa ilmu Bagaimana kita bisa membedakan ini bisikan malaikat ini bisikan setan ya Nah siapapun yang meyakini bahwa hakikat ada di luar syariat berarti dia telah tertipu dan terpedaya jadi e kaum ee para ulama menegaskan ya Bahkan itu di kalangan kaum Sufi sendiri ya tapi yang mutaqadimin ya yang awail ya bahwa syariat itu sepenuhnya adalah hakikat tidak bisa dibedakan antara keduanya dan tidak dibedakan antara keduanya Ya seperti kaum sufi yang membedakan kan ini ilmu syariat ini ilmu hakikat ilmu syariat ilmu yang Zahir ilmu hakikat sesuatu yang batin yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang sudah sampai kepada derajat wali atau derajat makrifat derajat-derajat tertentu yang mereka dapatkan derajat itu dengan tazkiyatun Nufus dengan pelatihan-pelatihan jiwa Tapi semua dilakukan tanba ilmu nah ini Ironi Sebenarnya ya Lalu bagaimana mereka mengklaim bahwa mereka telah sampai kepada derajat perwalian atau Wali Allah ya tapi tanpa ilmu nah ini suatu hal yang Ee tidak mungkin dan tidak masuk akal ya wallahuam bawab Nah demikian jadi demikian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya para ulama dahulu berpesan kepada kita supaya ya jangan meninggalkan ilmu syariat ya bahwa itulah hakikat agama apa yang kita pahami dari ee ilmu-ilmu syariat yang kita pelajari ya Nah demikian tanpa itu ya mungkin kita bisa saja diombang-ambingkan setan ya kita mengklaim ini adalah hakikatnya padahal itu adalah kejahilan ya kejahilan murni ya bukan sama sekali perkara syariat wallahuam bisawab Nah demikian ya berikutnya nanti akan kita bahas yaitu talbis iblis terhadap kaum kaum Sufi berkaitan dengan masalah kitab kitab itu identik dengan ilmu ya kalau kita bicara ilmu itu biasanya tidak lepas dari buku ya sehingga orang yang berilmu itu biasanya identik dengan sifat kutu buku gitu ya Artinya Rajin baca dia ya itu adalah tanda orang itu ya seorang penuntut ilmu yaitu Dia rajin membaca ya Dan orang yang rajin membaca ini disebut kutu buuku maka dari dulu Sebutan orang pintar itu adalah kutu buku itu menunjukkan dia adalah orang yang cerdas yang pintar karena dia mau belajar Nah kaum Sufi ini talwiz iblis ya mereka justru membenci buku ya mereka membenci buku bahkan tidak menghargai buku hati-hati ya hari ini juga banyak orang yang enggak suka buku gitu ya Anti sekali dengan buku gitu seolah-olah enggak perlu gitu ya padahal inilah ya kita katakan talbis iblis yang pernah ya talbis yang pernah di Ee kita katakan di dilakukan iblis terhadap kaum Sufi sehingga mereka tidak memberikan apresiasi sama sekali dengan buku Karena itu adalah simbol ilmu buku itu simbol ilmu buku adalah simbol ilmu Maka kalau kita berbicara tentang ilmu kita enggak bisa lepas dari buku wallah nah bagaimana talbis iblis terhadap kaum Sufi di dalam bab ini pada pertemuan-pertemuan yang akan datang akan kita bahas ya bagaimana kaum apa namanya setan iblis membelokkan kaum Sufi dari ilmu dengan cara apa membuat mereka tidak menghargai ilmu ya Nah demikian ya itu sama dengan tidak menghargai e tidak menghargai buku Afwan yaitu sama dengan tidak menghargai ilmu dan sama dengan tidak menghargai ahli ilmu juga Karena yang menulis buku ini adalah ahli ilmu ya Dan mereka tidak menghargai itu semua ya lalu dari mana mereka dapat ilmu karena mereka terobsesi bahwa buku itu adalah ilmu syariat karena suatu yang tertulis tertuang hitam di atas putih dan mereka suka yang halhal yang spektakuler yang mungkin Ee tidak masuk dalam Nalar manusia ya begitu ya tafsiran-tafsiran aneh yang kadang-kadang Ee tidak ada sangkut paudnya dan tidak nyambung sama sekali dengan ya ilmu seperti ya kita katakan beberapa kisah-kisah yang aneh dari kaum Sufi itu ya Nah demikian wallahuam bawab BB sampai sini dulu materi yang kita bisa sampaikan dalam kesempatan siang ini mudah-mudahan e bermanfaat bagi kita semuaulu quul hadza Astagfirullah Li wakum jazakahir Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian dari kajian yang Insyaallah sangat bermanfaat di kesempatan iniamakumullah demikian program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis berkaitan dengan penjelasan antara hakikat dan syariat Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat kita pahami dengan baik dan benar dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Nam kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh foreign
stadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply