Ustadz Abu Haidar As-Sundawy | Mukhtasar Ma’arijul Qabul

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

itu giginya dengan ee kepalanya dengan badannya satu tempat duduk satu ahli neraka menghabiskan tempat antara Makkah dan Madinah ini menunjukkan besar ketebalan kulit ahli neraka setebal 3 mil kulitnya saja cobayang orangnya segede apa Adapun penghuni surga mereka akan seukuran Nabi Adam ketika pertama kali beliau diciptakan setinggi 60 hasta satu Hasta itu hampir 1 M 46, 2 cm gitu hampir 12/2 meter Jadi kalau 60 hasta hampir 30 M tingginya Nabi Adam seukuran itulah kita di surga kelak mana yang lebih besar Apa penghuni surga atau penghuni neraka penghuni neraka jauh lebih besar daripada penghuni surga jadi berubahnya ukuran manusia ketika sudah ke surga atau ke neraka sebelum itu ukuran Manusia masih normal seperti ukuran kita di dunia ini wallahuam baawab silakan lagi Ar baik Ustaz Terima kasih atas jawaban dan ya semoga bermanfaat untuk yang bertanya khususnya dan kita semua yang menyimak pada kesempatan sore hari ini selanjutnya kami bacakan dari pesan singat kembali dari Jafar Sodiq di Pajajaran Bandung Ustaz ketika sangkakala ditiup berapakah jarak antara tiupan pertama dengan tiupan berikutnya Apakah ada penjelasan dari Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam silakan Ustaz tadi sudah dijelaskan hadis sahih riwayat Bukhari Muslim Dari Abu Hurairah radhiallahu an Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata Ma Baina nafkatain arbaun jarak antara dua tiupan jarak waktu antara duupan 40 lalu Abu Hurairah ditanya Apakah 40 jam enggak mau jawab 40 hari 40 bulan 40 tahun enggak mau jawab Terus yang benar berapa atuh Abu Hurairah aja enggak berani jawab dan Abu Hurairah bersikap begitu karena nabi Sallahu Alaihi Wasallam juga ketika ditanya enggak jawab Masa saya berani jawab cuma ada pendapat di kalangan para ulama ini bukan jawaban saya Sebagian ulama menyatakan ada yang minimal 40 tahun diambil dari mana dari salah satu ayat dalam surah Yasin ketika sangkakala kedua ditiup lalu bangunlah semua makhluk termasuk orang kafir lalu orang kafir berkata Man baatana mim marqadina Siapa yang membangkitkan membangunkan kami dari tidur-tidur panjang kami di surah Yasin itu orang kafir menyatakan sebelum dibangkitkan itu kami tidur panjang dari ayat ini ada orang yang salah paham Oh kalau begitu ketika di alam kubur orang kafir itu tidur yang lama makanya begitu dibangkitkan mereka berkata Man baatana m marqadina siapa yang membangunkan kami dari tidur panjang lalu mereka menjadikan ayat ini sebagai dalil untuk mengingkari adanya alam kubur tuh orang kafir enggak disiksa tapi tidur dibantah oleh para ulama keliru yang dimaksud Siapa yang membangkitkan kami dari tidur panjang ini ada dua jawaban Ibnu Abbas menjawab ini maknanya di alam kubur orang kafir diazab disiksa dengan azab yang hebat tapi nanti di neraka jauh lebih dahsyat siksanya sehingga saking dahsyatnya siksa mereka di alam kubur itu ibarat tidur itu jawaban pertama jawaban kedua yang dimaksud tidur panjang itu adalah tidur ketika mereka mati setelah tiupan sangkakala pertama mati tertidur seluruh makhluk baru dibangkitkan lagi setelah tiupan yang kedua jadi jarak antara tiupan pertama dan tiupan kedua semua makhluk tidur termasuk orang kafir Iya belum dibangkitkan pas dibangkitkan mereka terhenyak siapa yang membangunkan kami dari tidur panjang maksud tidur panjang itu adalah tidur pada waktu jarak antara dua dua tiupan disebut tidur panjang atau lama menunjukkan tahunan dan ini yang menjelaskan minimal 40 tahun tadi Kalau nya 40 jam 40 hari tidak dianggap lama tidurnya tapi sebentar dari sinilah para ulama sebagian menyatakan 40 tadi minimalnya 40 tahun makanya orang kafir menyatakan Man baatana m marqadina Siapa yang membangkitkan kami dari tidur-tidur kami yang panjang ini Ini hanya salah satu kaul ulama bukan berdasarkan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi hadis nabi hanya menyatakan empat 40 Adapun 40 jam 40 hari 40 bulan atau tahun tidak dijelaskan secara qat’i dalam hadis itu hanya salah satu kaul saja wallahuam bawab silakan lagi Ari baik Ustaz Barakallah fikum Terima kasih atas nasihat dan jawabannya berikutnya kami akan bacakan kembali dari saudara Daru Kristian dari ujung berung Afan Ustaz izin bertanya apabila doa keburukan untuk diri kita sendiri bisa menjadi apakah doa keburukan untuk diri kita bisa menjadi bumerang di hari kiamat nanti Barakallah fikum Ustaz silakanika Barakallah doa keburukan maknanya mendoakan agar kita ditimpa keburukan gitub pertama yaitu terlarang Jangan dilakukan walaupun untuk maslahatan kita di akhirat sebagaimana seorang sahabat Ada yang sakit keras oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ditengok Nabi Sallallahu Alaihi wasam bertanya curiga nih Apa kamu Berdoa sesuatu orang itu menjawab iya saya berdoa ya Rasulullah dan dikabul doanya doanya isinya keburukan dia menyatakan ya Allah Azab apa saja yang engkau akan timpakan kepadaku di akhirat Karena dosa-dosaku timpakan sekarang saja di dunia ya Allah dikabul dia sakit parah yang keras Rasul Sallallahu alaihi wasallam sampai menyatakan Subhanallah Kenapa kamu tidak berdoa Rabbana Atina Fidun Hasanah Wa akirati hasanabar kalau yakin doa dikabulkan kenapa enggak minta ampunannya waupun banyak dosa minta ampunan dikabul dosanya dihapus tinggal tersisa kebaikan Oleh karena itu kita tidak boleh mendoakan keburukan bagi diri sendiri secara Syari dilarang Apakah ini berefek kepada nasib kita di akhirat ada walaupun baik sebenarnya secara ukhrawi Kenapa karena semua penderitaan di dunia apapun bentuknya unis itu menghapus dosa Muslim Tidak ada seorang muslim yang ditimpa sebuah e penderitaan disebutkan wala haznun wala hamun wala maramun gitu ya tidaklah seorang muslim ditimpa penderitaan kesedihan keresahan term penyakit W nasabun wala wasabun atau kelelahan kepayahan kita lelah kita ee lemas gitu atau kita sedih atau kita resah gelisah Hatta yusaka sampai ada sebutir sebatang Duri yang melukai kita kecuali semua itu menghapus dosa-dosa dia Syekh Islam kitab Ahkam usatil mukminin menyatakan semua penderitaan yang dialami manusia baik di alam dunia ketika hidup atau ketika akan mati saat sakarat atau azab di alam kubur termasuk penderitaan di akhirat di padang mahsyar itu mengurangi dosa-dosa sehingga kalau ada orang yang ketika setelah dihisab dengan apa kondisi yang menderita masih masuk neraka menunjukkan itu dosa kegedean saking banyaknya dosa tidak terhapus oleh semua penderitaan yang pernah dialami masih ada saldo dosa yang harus diperhitungkan di neraka ya semuanya itu menghapus dosa Maka kalau kita mendoakan keburukan Ya Allah sakitkan saya UMP Ya Allah miskinkan saya UMP Ya Allah berikan keburukan kesialan kepada saya setiap hari Um dan dikabulkan l kita mengalami apa yang menjadi isi doa kita kita jadi menderita kita jadi sakit kita jadi sial terus Itu semua memang menggugurkan dosa-dosa kita Karena itu adalah berupa penderitaan dan semua penderitaan fisik ataupun psikis lahir ataupun batin itu mengurangi dosa-dosa kita berfirman Allahu Azza Wa Jalla w asakum musibatinbima kasabat aidikum apa saja musibah yang menimpa kamu itu karena dosa-dosa kamu P Allah sudah memaafkan banyak dosa berkata Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu Ma Nazala balaun illa bidzam wa Rufi balaun illa bitaaubah tidaklah turun musibah bala penderitaan kecuali karena dosa dan tidaklah terangkat ini musibah kecuali dengan tobat termasuk bala musibah penderitaan itu berupa psikis kejengkelan orang-orang terdekat kita istri kita anak kita motor mobil kita suka bikin jengkel I mogok borban kek kesenggol orang kek bermasalah kan itu hukuman atas dosa kita berkatail bin rahimahullahu taala kalau aku maksiat kepada Allah dampak buruk maksiatku itu terlihat pada keburukan akhlak istriku anak-anakku bahkan binatang tungganganku jadi semua penderitaan itu azab atas dosa kita dan menghapus dosa-dosa tersebut ya Jadi kalau kita mendoakan keburukan bagi diri kita lalu kita dikabul keburukan ini benar menimpa kita maka itu melahirkan penderitaan dan itu ya menghapus dosa wallahuam bwab terakhir ad ya Ust Terima kasih atas Jawabannya Ustaz Selanjutnya kami akan bacakan dari saudari Ais yang bertanya apakah yang menyaksikan kiamat hanya orang-orang kafir saja jika hal itu benar Apakah kita sebagai kaum muslimin juga merasakan kedahsyatan kiamat di dalam kubur kita Mohon penjelasannya Ustaz silakan tib barakallahu Fik Iya ketika kiamat terjadi tak ada seorang muslim pun di alam jagat lain hanya manusia terbejat laumus Allah Allah tidak akan terjadi di hari kiamat kecuali di muka bumi ini tidak ada satuun yang menyebut nama Allah semuanya kafir semuanya musyrik itu generasi terburuk dalam sejarah kehidupan manusia dan di generasi itulah kiamat terjadi sehingga Hadis yang menyatakan la tazalu thifatu Min umati doirina Alal haqq Hatta takquumas sa’ah akan selalu muncul satu kelompok dari umatku yang tegak di atas kebenaran sampai kiamat maksud kiamat di sini Hatta takquumah maksud sampai muncul salah satu tanda kiamat SY alfauan menyatakan maksudnya muncul angin yang halus dari Yaman siapun orang yang memiliki Iman walaupun sekecil debu kena angin itu mati sehingga hanya orang-orang yang tidak punya iman yang masih hidup itulah asaah yang dimaksud sampai detik itu masih ada orang di atas kebenaran dari detik itu sampai terjadinya kiamat enggak ada lagi orang di atas ke semuanya kafir musyrik dan di generasi terburuk itulah kiamat terjadi tak ada seorang pun muslim di saat tersebut Adapun kaum muslimin semuanya sudah mati sebelum itu dan dikuburkan Apakah mereka itu memperoleh merasakan dahsyatnya goncangan hari kiamat Iya sebab kita di alam kubur hidup lagi sudah kita Terangkan Ada Lima kondisi manusia di alam kubur pertama para nabi para rasul berada di arrafiqul A’la tempat terbaik di alam kubur enggak bisa kita capai itu khusus para nabi para rasul kedua para syuhada mereka menjelma menjadi burung hijau yang berterbangan di taman-taman surga nikmat itulah nikmat kubur ketiga orang-orang mukmin yang Saleh mereka menjelma menjadi burung yang bergelantungan di pohon-pohon surga nikmat tapi tidak senikmat para syuhada itu tiga kelompok di alam kubur yang bahagia ada pun kelompok keempat ah usatul mukminin orang mukmin yang ahli maksiat mereka dapat azab kubur kedahsyatan azabnya tergantung kadar dosanya dan yang terakhir kelima orang nonmuslim orang kafir semua dapat azab kubur yang jauh lebih dahsyat daripada azab kubur bagi ahli maksiat di kalangan orang-orang mukmin itu Nah itu keberadaan mereka di alam kubur kapan itu teralami terus sampai kiamat ketika kiamat terjadi seluruh manusia yang ada di alam kubur pun mengalami goncangan kecuali para syuhada para syuhada kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yutisyahid sittu kholin orang yang mati syahid akan diberi enam keistimewaan salah satunya adalah wmanu minil Akbar akan diamankan dari goncangan Dahsyat hari kiamat di alam kuburnya mereka tetap aman dari hadis ini para ulama menyatakan bila para syuhada saja sudah aman dari goncangan alam ee hari kiamat apalagi para nabi para rasul yang lebih tinggi daripada para syuhada Lebih aman lagi Adapun selain Syuhada orang mukmin yang Saleh mengalami goncangan hari kiamat di alam kuburnya apalagi orang-orang yang dapat azab kubur ya mereka lebih mengalami lagi ya wallahuam bissawab cukup ya sampai di sini Insyaallah kita jumpa kembali di pertemuan yang akan datang subhanakallahum bihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik walhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhmatullahi wabarakatuh jazakahir wakallah fikum Ustaz Terima kasih atas kesediaannya dan keluangan waktu untuk menyampaikan bimbingan serta pelajaran pada kesempatan sore hari ini semoga pertemuan kita diberkahi Allah kita memohon Taufik dan kemudahan untuk bisa memahami setiap pelajaran dan juga mengamalkannya dalam rangka ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala memerhati rja di manaun anda berada kami ucapkan terima kasih atas kesediaannya untuk menyimak dari awal hingga akhir pelajaran ini semoga kita dapat berjumpa kembali di lain kesempatan kami yang bertugas mohon pamit undur diri subhanakallahumma W bihamdika Ashadu Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *