ilnya di Roja TV dan radio Roja lailuha kanahariha lauha ba’di Ik sungguh aku telah tinggalkan kalian di atas petunjuk yang putih bersih ya yang sangat jelas lailuha k hariha malamnya seperti siangnya Subhanallah ini ilmu saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio rja Para pendengar dan pemirsa TV di Manun anda berada kami akan hadirkan [Musik] keay bagi anda pemirsa TV yang lagi kami hadirkan untuk Anda program acara secarasja TV saluran tilawah al-quran dan kajian Islam Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin hamd dan ku was akum Para pendengar pemhati R di manaun Antum berada Alhamdulillah di pagi hari ini kita bisa bertemu kembali dan semua ini karena kar Allah subhanahu wa taala dan juga semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita semua hari ini keberkahan di mulai pagi hari ini hingga menjelang sore nanti Danum tentunya di pagi hari ini kembali kami akan hadirkan di ruang kaca anda dan juga televisi Anda satu kajian ilmiah dari pembahasan Kitab fawaidul Fawaid buah karya dari syikul Islam Ibnu Taimiyah Ibnu qayyim aljazullahu taala dan sebagaimana biasa ikat Islam Azani Allahu wakum kajan akan disampaikan dan dipaparkan secara men secara mendalam bersama guru kita Al Ustaz Abdullah Taslim Ma hafullahu taala sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah ini kami informasikan kepada Antum semuanya setelah kajian disampaikan oleh Beliau kami membuka sesi interaktif soal jawab dan bagi Antum yang ingin bertanya dapat bertanya secara langsung di layanan Telepon 0218236543 ataupun Anda dapat kirimkan pertanyaan melalui chat wa di 0819896543 nah k sama Azani Ya Allah waaiyakum untuk selanjutnya kita akan simak bersama dan kepada Ustaz kami persilakan falatafadil Maskur Barakallah fikum asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdillah nahmaduagfirillahahahuuahaillallah wahdahuarikah abillahillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala at semah nikat dan karun sehingga di kesatanagi hari ini Allah subhanahu wa taala masih memperkenankan kita memudahkan kita dengan taufiknya untuk bertemu kembali di dalam majelis ilmu yang mulia melalui Rojak TV dan radio Rojak untuk kita lanjutkan kembali pembahasan kitab yang sangat bermanfaat di dalam majelis ilmu ini Kitab Fawaid alfawaid buah karya daripada alimam Wak dari alimam Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu qayim jaauzi rahimahullahu taala ya Barakallah fikum kita masih pembahasan lanjutan dari pembahasan makna doa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mengusir atau menghilangkan kegundahan dan kegalauan ya kita masih membahas tentang makna Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam doa ini hukmukalun Q berlaku padaku ya berlangsung padaku Semua ketentuan hukummu Ya Allah dan selalu adil pada diriku segala ketentuan takdir yang engkau berikan kepadaku baik di bagian pembahasan yang lalu kita sudah Sebutkan bahwasanya ketika Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi hamba-hambanya Jalan kebaikan menjelaskan petunjuk para nabi dan para rasul menurunkan kitab-kitab memudahkan bagi hamba sebab-sebab Hidayah ya maka ini adalah keadilan dari Allah subhanahu wa taala semata-mata sebagaimana ini adalah keadilan dari Allah subhanahu wa taala semata-mata dan sekaligus ini adalah karunianya sebagaimana ketika Allah Allah subhanahu wa taala memalingkan hari ini dari memalingkan hal ini dari orang yang tidak pantas mendapatkan Taufik dan karunianya ketika Allah subhanahu wa taala tidak memberikan Taufik dan memutus dari hamba ini karunianya maka tetap Allah subhanahu wa taala berikan untuknya keadilannya lanjut kata Ibnu Qayyum rahimahullah taala ketika menjelaskan masalah ini Beliau berkata W dan yang seperti ini ada dua macam orang yang tidak diberi Taufik oleh Allah subhanahu wa taala ada dua macam atau dicabut darinya Hidayah ada dua macam Ahad yang pertamaun ja ya terjadinya hal ini sebagai balasan dari Allah bagi hamba ini karena dia yang berpaling dari Allah lebih mengutaman mengikuti musuh allahni i denganent syukur kepada Allah maka orang yang seperti ini memang pantas untuk Allah subhanahu wa taala berpaling darinya dan meninggalkannya tidak memberikan Taufik kepadanya ini yang pertama jadi hamba ini bisa jadi awalnya sudah mendapatkan hidayah sudah mendapatkan petunjuk dapatkan penjelasan tapi kemudian dia berpaling tidak mau mengikutinya maka Allah subhanahu wa taala tidak mudahkan dia sebab untuk bisa mendapatkan hidayah tersebut yang kedua memang Allah subhanahu wa taala tidak menghendaki hidayah bagi hamba ini sejak semula kita harus ingat di sini ketika Allah subhanahu wa taala menghendaki atau tidak menghendaki itu sesuai dengan kesempurnaan hikmahnya dan Allah subhanahu wa taala Maha berbuat apa Yang dikehendakinya ya di sini kita harus yakin Allah subhanahu wa taala ada yang tidak kita ketahui J Allah subhanahu wa taala tidakend hamba ini mendapatkan awal pertamaali karena Allah Maha Mengetahui bahwa hamba ini tidak mengetui ya Allah kadar besarnya nikmat Day dia juga tidak mensyuknya kepada Allah subhanahu wa taala tidak memuji Allah atas Hidayah tersbut dan memang tidak mencintainya maka Allah subhanahu wa taala tidak menghendaki hamba ini mendapatkan hidayah karena memang hamba ini tidak pantas mendapatkan hidayah karena tidak ada tempat yang pantas pada diri hamba ini untuk menerima hi Al bahuanya dia yang menciptakan hambanya tentu dia tahu siapa yang mendapatkan hidayah dan siapa yang tidak pantas mendapatkannya wahuaamu Bil Muhtadin dan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha Mengetahui yang paling mengetahui tentang yang pantas mendapatkan hidayah darinya dan tentu di sini J sekalian rahimakumullah kita menyikapi hal yang seperti ini sebagai berita kita benarkan jadi tidak perlu kita protes Bagaimana mungkin ada orang yang Allah kehendaki dia tidak dapat Hidayah bagaimana orang ini kasihan dan seterusnya kita katakan Allah Maha Mengetahui Siapa Yang Pantas mendapatkan hidayah Siapa Yang Pantas mendapatkan karunianya dan siapa yang tidak pantas tidak perlu kita protes kita sebagai hamba membenarkan dan berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari sifat-sifat buruk minta kepada Allah agar kita mendapatkan hidayahnya dan mohon kepada Allah kalau ada sifat-sifat kekurangan yang kita miliki agar kita bisa memperbaikinya sehingga kita pantas mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa taala itulah yang seharusnya kita lakukan dan kita tingkatkan pada diri kita Q taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surat alanam Ayat 53 ikaillahir [Musik] baahuaiisahuakirin Dan demikianlah kami memfitnah menjadikan fitnah sebagian mereka dengan sebagian yang lain menjadikan cobaan sebagian mereka dengan sebagian yang lain agar mereka mengatakan Apakah orang-orang ini yang Allah berikan karunia memberikan karunia melebihi kami ya alisahuakirin Bukankah Allah subhanahu wa taala yang maha mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur ya Bukankah Allah subhanahu wa taala yang maha mengetahui yang lebih mengetahui tentang siapa di antara hamba-hambanya yang bersyukur yakni Allah lebih tahu siapa yang pantas mendapatkan hidayah siapa yang akan mensyukurinya Siapa yang tidak mensyukurinya sehingga ini pantas ini tidak pantas ilmu Allah subhanahu wa taala maha sempurna ya sampai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah menyebutkan ketika beliau ditanya tentang anak-anak orang musyrik ya yang meninggal dunia sebelum dewasa maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda Allahu Allah lebih mengetahui apa yang akan mereka kerjakan seandainya mereka terus hidup ketika Allah menciptakan mereka yakni sebelum mereka berbuat Allah telah Maha Mengetahui karena Allah Maha Sempurna ilmunya jadi tidak perlu kita mempertanyakan hal ini ya Allah subhanahu wa taala maha mengetahui mereka ini tidak akan bersyukur ketika Allah berikan Hidayah makanya Allah palingkan sekaligus palingkan mereka dari awal sejak palingkan mereka dari Hidayah sejak awal Allah maha mengetahui mereka tidak akan mengagungkan Hidayah Memang mereka tidak mencintai Hidayah mereka tidak akan nikmat Hidayah ini di ayat yang di surat alanfal ayat ke-23 Allah subhahu wa taa berfirman seandainya Allah mengetahui dalam diri mereka ada kebaikan maka niscaya Allah subhanahu wa taala akan mudahkan mereka untuk mendengarkan petunjuknya berarti memang mereka tidak punya kebaikan sehingga Allah tidak bukakan hati mereka untuk bisa menerima Hidayah mungkin saja telinga Mereka mendengarkan tapi hanya sekedar mendengarkan seperti binatang tapi kemudian tidak masuk tidak menjadikan pelajaran di hati mereka kita harus ingat jemaah sekalian rahimakumullah orang-orang yang mendapatkan azab Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat mereka mengakui di dunia dulu sampai mereka dengarkan petunjuk para nabi dan para rasul tapi mereka tidak mau memahami dengan hatinya mereka menolaknya penghuni surga eh penghuni neraka naubillahalik disbutkan di dalam Alquran di surat almulk mereka berkata W Ma Fi ashiruir dan mereka penghuni neraka ini berkata laun seandainya kami dulu di dunia mau mendengarkanil mau memahami seruan para nabi dan para rasul maka mestinya makun Kami tidak akan termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala ini maka mereka mengakui dosa yang mereka lakukan sendiri maka kecelakaanah atau binasalah bagi orang yang menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala jadi mereka mengakui bahwa mereka dulunya tidak mau mendengarkan tidak mau membuka hati untuk menera Hidayah Mak Diah seanahahu kita Ingatkan Ya Allah subhanahu wa taala memberikan pada di kita di tubuh kita panca indra yang harusnya ya anggota tubuh yang fungsinya sangat tinggi Harusnya benar-benar kita gunakan kebaikan kemudian menerimanya memasukkannya ke Allah subhahu wa taala berfirman Ya janganlah kalian mengikuti sesuatu yang kalian tidak punya ilmu tentangnya sesungguhnya pendengaran penglihatan dan hati manusia semuanya akan ditanyai di hadapan Allah subhanahu wa taala dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah subhanahu wa taala ini mengamarkan kepada kita tentang pentingnya memanfaatkan anggota badan ini karena nanti akan ditanya di hadapan Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu selalu kita Ingatkan ya banyak perkara-perkara dalam urusan agama mungkin yang belum bisa kita laks laksanakan banyak hal-hal yang belum kita belum kerjakan atau bahkan yang sudah kita kenal belum kita amalkan dengan baik nah Jangan bersikap dengan sikap yang menjadikan dijauhkan dari petunjuk bisa mengamalkan kebaikan tersebut y dengan cara apa ada sebagian orang datang petunjuk langsung ditolak dengan berbagai macam alasan dia mengatakan ini tidak benar atau dia tolak atau menganggap sebagai sesuatu yang tidak butuh untuk dipahami dan diamalkan ini salah tapi yang benar adalah buka hati kita untuk menerimanya Oh ini petunjuk allah ini ada dalilnya ini petunjuk Rasulullah sahu Saya ingin mengamalkannya tapi saya belum mampu berdoa kepada Allah ya Allah kuatkan aku untuk bisa mengamalkannya Allah ini kan yang diajarkan oleh rasulullahahu Alaihi wasam kepada sahabat mu bin jabalahu untuk diucapkan doa ini Sebel sebelum mengucapkan salam dari salat kita ya Allah tolongah akutuk selu berik kepyuk Nikmatmu dan untuk memperbaiki ibadahku kepadamu kan lebih bagus seperti ini kita buka hati kita supaya dengan sebab itu hati kita menerima kebaikan maka Allah akan mudahkan Taufik bagi hamba ini untuk dikuatkan dia mengamalkan mengamalkan kebaikan yang tadinya belum bisa dikerjakan tersebut nah tiibti Kanika mahli Kama Q alaltiala wa albil maka jika allah subhanahu wa taala menentukan ketentuan takdir terhadap hamba-hambanya ini jiwa-jiwa ini mereka akan mendapatkan kesesatan dan akan melakukan perbuatan maksiat maka Ini semua adalah murni semata-mata keadilannya keadilan dari Allah subhanahu wa taala karena Allah maha mengetahui tentang keadaan semua makhlukNya dengan ilmunya yang Maha Tinggi dan mahaalnya seekor ular dibunuh karena Kara dia binatang buasur ya atau kepada yang menyerang atau mengganggu manusia ini sebennyakan di dalam hadis yang sahih Ya binatang-binatang seperti ini pengganggu seperti ini itu menyerang dan mengganggu bisa menyakiti manusia bahkan bisa melukai atau lebih parah lagi ya untuk alkalbul akur anjing yang menyerang manusia ini yang menyakiti manusia ini sebagian dari para ulama menjelaskan ini mutlak berlaku untuk semua binatang-binatang buas ya yang menyerang manusia ya tentu kalau sudah anjing anjing yang ganas saja diperintahkan untuk dibunuh apalagi binatang buas yang lebih daripada itu seperti harimau singa misalnya atau serigala atau yang lainnya nahb maka ini adalah keadilan dari Allah subhanahu wa taala meskipun hewan-hewan ini diciptakan oleh Allah dengan keadaan sifatnya yang seperti itu jadi jangan kita berpikir Kenapa hewan ini diciptakan hanya untuk dibunuh Allah subhanahu wa taala menciptakan diaang keadaannya Mengganggu ya kita diperintahkan kalau dia melakukan gangguan kepada kita untuk membunuh hewan-hewan seperti ini kenapa diciptakan tidak mengapa seandya pun diciptakan dia untuk dibunuh kita mengamalkan membunuhnya itu k amalkan perintah Allah berarti kita dapat pahala di sinilah diuji Siapa orang-orang yang benar-benar tunduk kepada perintah Allah dan siapa yang tidak tidak demikian nah waqfal kalama fi fi kitabina alkabir fil Q Wal Qadar sungguh kami telah menjelaskan dengan penjelasan yang panjang lebar dan lengkap tentang masalah ini Di dalam kitab yang kami tulis kitab besar yang kami tulis yaitu kitab alqada Wal Qadar kitab tulisan Im IB rahimahullah taala banyak menjawab membahas tentang masalah penjelasan mengenai masalah penetapan takdir Allah subhanahu wa taala dan ketentuannya sekaligus juga bagaimana bantahan terhadap orang-orang yang menyimpang dalam memahami takdir Allah subhanahu wa taala menyimpang dari Jalan akidah ahlusunah Wal Jamaah kesimpulannya ya bahwa Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di hadis ini berlaku padanya berlaku pada diriku ya Allah ketentuan-ketentuan hukummu ketentuan hukummu dan selalu adil pada diriku ketentuan takdir yang engkau berlakukan Sabda Rasulullah sallu wasam ini merupakan bantahan terhadap dua kelompok yang menyimpang dan selalu ahlusunah Wal Jamaah di pertengahan moderat mereka menggabungkan dalil ya mengkompromikan hal-hal yang memang diperintahkan untukpromikan di dalam agama contoh seperti memahami masalah takdir ini ada dua kelompok yang menyimpang yang dibant Dengan hadis ini pertama orang-orang Qariah penolak takdir yang mereka mengingkari secara umum ketentuan takdir yang Allah Subhanahu Wa taalaakukan bagi hamba-hambanya mereka mengeluarkan perbuatan hamba perbuatan bahwa itu terjadi dengan takdir dan ketentuan Allah subhanahu wa taala dan mereka mengembalikan ketentuan takdir Allah itu kepada perintah dan larangannya yakni mereka menganggap orang yang berbuat ketaatan atau berbuat maksiat ini tidak dikehendaki oleh Allah ini tidak ditakdirkan oleh Allah manusia berbuat dengan sendirinya Subhanallah jadi perbuatan manusia bukan bukan makhluk Allah jelas ini bertentangan dengan Alquran bertentangan dengan hadis-hadis yang sahih Allah subhanahu wa taala berfirman in sesungguhnya segala sesuatu kami ciptakan dengan takdirnya Sebagian ulama juga ada yang berdalil dengan firman Allah subhanahu wa taala Allah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu kerjakan artinya pemahaman mereka ini sangat menyimpang karena seolah-olah mereka mengatakan ada yang terjadi di alam semesta ini tidak dengan kehendak Allah subhanahu wa taala atau ada di antara makhluk yang tidak diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala yaitu perbuatan manusia tidak diciptakan tidak dikehendaki tidak ditentukan takdirnya oleh Allah subhanahu wa taala maka ini jelas merupakan pemahaman yang sangat menyimpang bahkan bisa menjadikan keyakinan seseorang rusak menjadikan seseorang kufur keluar dari agama Allah subhanahu wa taala nauzubillahalik kemudian yang keduaar juga bantahan terhadap orang-orang jabriah yang mereka mengatakan segala sesuatu yang Allah takdirkan adalah keadilan orang-orang jabriah ini mengatakan semua perbuatan hamba ya adalah semua perbuatan yangilakukan o hamba ituah keadilan itu dilakukan oleh hamba tanpa ada pilihan tanpa ada kehendak tanpa ada kemampuan berbuat semuanya ini seperti robot semua diarahkan sudah oleh Allah subhanahu wa taala ahlusunah menetapkan kedua hal ini menetapkan bahwasanya perbuatan hamba ditakdirkan oleh Allah dengan kehendak Allah karena Allah berfirman W tasyauna illa ayyasya Allahu rabbul alamin Dan tidaklah kalian wahai manusia menghendaki sesuatu kecuali sesuai dengan kehendak Allah subhanahu wa taala RAB yang menciptakan alam semesta tapi ahlusunah menetapkan bahwa manusia diberikan kemampuan untuk berbuat diberikan kehendak bisa memilih dan takdir ketika kita imani kita tidak mengetahui kecuali setelah terjadinya kita menetapkan takdir maka ketika seorang dihadapkan misalnya ada perbuatan maksiat di hadapannya jiwanya membisikkan dia untuk melakukannya dalam pikirannya dia sudah tahu ini maksiat buruk dibenci oleh Allah Ketika saya melakukannya saya akan terjerumus dalam keburukan dan Allah berikan dia kemampuan untuk ya setelah pikirannya mengingkari diberikan kemampuan tenaganya untuk menghindari perbuatan tersebut menolak perbuatan tersebut ketika dia lakukan maka itu adalah kesalahannya sendiri dia tidak mengetahui takdir kecuali setelah terjadinya Kenapa dia tidak mengatakan saya harus tinggalkan keburukan ini saya harus berpaling darinya Semoga Allah subhanahu wa taala menakdirkan yang terbaik untukku agar bisa meninggalkan keburukan ini ini harusnya yang dipilih oleh seorang hamba tersebut makanya ahlus sunah Wal Jamaah menetapkan takdir Allah tapi mereka juga mengatakan manusia diberikan kemampuan oleh Allah untuk memilih untuk berbuat buktinya Allah subhanahu wa taala menurunkan kitab-kitabnya mengutus para nabi dan para rasul menjelaskan kebenaran ketika manusia berbuat kesalahan dengan kehendak dan pilihannya Sendiri itulah yang tercela makanya orang-orang yang melakukan perbuatan buruk sekalipun tapi kalau tidak dengan kesengajaan maka dalam Islam tidak tidak tidak dicela contoh seperti orang yang berpuasaakan dengan tidak sengaja puasanya tidak batal ya tetap disuruh melanjutkan puasanya karena dia tidak melakukan dengan kehendaknya ya jadi di sini bisa kita membedakan antara perbuatan yang dilakukan dengan kehendak manusia dan tanpa kehendak manusia makanya dalam hal ini orang-orang jabriah pemahamannya menyimpang dan sesat dari petunjuk allah subhanahu wa taala dan rasulnya maka Dengan pemahaman jabriah ini tidak ada faedah lagi dari Sabda rasulullahahuaihi wasam dalama ini ya Allah adil P diriku berlakunya ketentuan hukum takdir kakail yang untuk dilakukannya Wul sementara kezaliman itu adalah mustahil Allah subhanahu wa taala kezaliman itu ya Jadi mereka mengatakan bahwasanya keadilan itu adalah segala sesuatu yang mungkin dilakukan sedangkan yang namanya kezaliman itu adalah sesuatu mustahil dilakukan oleh Allah subhanahu wa taala pada znya ini tidak benar Allah subhanahu wa taala bisa melakukan apa saja tapi Allah mengharamkan dirinya berbuat zalim Ya Allah subhanahu wa taala berfirman inni Harul nasiumuhu Sesungguhnya aku mengharamkan bagi kalian mengharamkan kezaliman bagi diriku dan aku menjadikan zalim itu haram dilakukan di antara kalian maka janganlah kalian saling saling membolingi intinya di sini mereka yang jelas mereka mengatakan semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia ya itu adalah mereka katakan itu adalah semuanya keadilan semua adalah keadilan dan semua dilakukan oleh manusia tanpa ada pilihan sama sekali mereka seperti robot yang melakukan segala sesuatu baik ketaatan ataupun perbuatan maksiat maka mereka menetapkan takdir Allah subhanahu wa taala tapi berlebihan dan ekstrem sampai menafikan kemampuan manusia berbuat atau kehendak manusia untuk untuk bisa memilihu maka seolah-olah di sini Rasulullah su wasallam mengatakan telah berlaku dan menembus pada diriku segala ketentuanmu Ya Allah dan inilah berarti di sini sama dengan pernyataan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di awal tadi tidak ada perbedaan antara antara keduanya padahal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdamun Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membedakan di antara dua Pernyataan tersebut menurut mereka ini sama dan satu saja Oleh karena itu kedua kelompok ini menyimpang dari akidah ahlusunah Wal Jamaah ahlusunah senantiasa Allah subhanahu wa taala jadikan akidah mereka selalu moderat di tengah-tengah karena mereka menggabungkan mengkompromikan antara dalil dari al-qur’an dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian mereka senantiasa mengikuti pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain baik Barakallah fikum sampai di sini Selesai pembahasan yang berhubungan dengan sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Dalam Doa beliau tersebut ya ya f hukmuka walun f quka telah berlaku padaku Ya Allah segala ketentuan hukummu dan selalu adil terjadinya pada diriku segala sesuatu yang engkau yang engkau takdirkan maka Cukup sampai di sini Insyaallah untuk kelanjutannya kita akan bahas di kesempatan berikutnya Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan kita mendapatkan faedah dari kajian kita di pagi hari ini untuk kita teruskan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Antum tanyakan nanti Insyaallah barakahikumahu was muhammalhamdulillahbil alamin Nam Ustaz jazakumullahir wakallahikum atas materi yang telah sampaikan di kesempatan pagi hari ini allahakum telah kita simak sebuah materi yang begitu banyak faedah yang telah kita ambil dan kita dapatkan dari penjelasan yang telah sampaikan oleh Beliau di kesempatan pagi hari ini dan untuk memperkuat memperdalam materi yang telah beliau sampaikan kami membuka sesi interaktif soal jawab dan bagi Anda yang yang ingin bertanya bisa menghubungi langsung di 0218236543 ataupun Anda dapat bertanya mulai chat wa di 0819896543 en kita angkat mulai telepon terlebih dahulu silakan Ya silakan bagi Anda yang bertanya baik terputus Kami tunggu kembali bagi and yang ingin bertanya di kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya secara langsung di 0218236543 ataupun Anda dapat tanya mulai chat wa di 08198965436 kita angkat m telepon terlebih dahulu silakan Ya silakan baik masih terputus Nam allahakum untuk berikutnya kami buka sesi interaktif jawab dan bagi Antum yang ingin bertanya secara langsung Antum dapat menghabung kami di 0218236543 dari pembahasan yang telah kita simak bersama di pembahasan dalam dalam pembahasan fawail Fawaid yang telah kita simak bersama yang disampaikan oleh Al Ustaz alfadil Abdullah Taslim Ma hafidullahu taala dan untuk berikutnya kami mengajak Anda semuanya untuk memperdalam materi dengan soal jawab dan kami berikan kesempatan itu kepada anda semua yang ingin bertanya baik b Melu telepon di 0218236543 ataupun melalui chat wa di 0819 8965436 silakan wabarakatuh Az Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana dengan Pak Mul di Medan Ustaz Baik Pak Mul di Medan silakan Pak Mul Apakah takdir seseorang itu bisa dirubah Ustaz dengan doa atau sementara Allah telah menentukan takdir kita Ustaz Apakah bisa kita Apakah bisa dirubah takdir seseorang itu Ustaz itu aja Ustaz Baik Pak Amul Terima kasih Pak Amul n semoga bertambah ilmu kami Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh enam kepada Ustaz kami pesan mencap silakan Ustaz Iya Barakallah fikum pertanyaan sangat baik sekali dari Pak Mul yang ada di Medan Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan Taufik kebaikan bagi beliau dan juga untuk kita semua ya pertanyaannya Apakah takdir Allah subhanahu wa taala bisa dirubah sekarang pertanyaannya Pak kembali takdir kan kita belum ketahui setelah terjadinya bagaimana kita akan merubah ya itu yang pertama yang kedua takdir Allah tidak bisa berubah Allah telah menetapkan dan tidak akan ada perubahan pada takdirnya Allah subhanahu wa taala berfirman kitab Allah subhanahu wa taala menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan dan di sisinya ada kitab induk yaitu yang terdapat di dalam Lauh mahf dalam mahf kata Ibnu Abbas radallahua an yang bisa Allah Hapuskan dan Allah tetapkan itu yang ada di Catatan para malaikat adapun yang ada di La mah takdir Allah akan berubah dan tidak akan berganti sekarang takdir kita belum ketahui kecuali terjadinya ya maka harusnya yang kita lakukan adalah selalu berdoa agar kita dapatkan takdir yang baik agar dimudahkan selalu Melakukan kebaikan Kalau kita menghadapi satu pilihan dari perbuatan yang buruk kita berdoa kepada Allah semoga kita dijauhkan dari perbuatan buruk tersebut dan dimudahkan sebab-sebab kebaikan harusnya seperti ini yang kita lakukan Jadi kalau orang misalnya bertanya bagaimana kalau begitu Allah ini apakah bisa kita rubah belum terjadi takdirnya berharap kepada Allah kebaikan jangan sangka buruk kepada Allah kalaupun terjadi misalnya kita berbuat buruk yaah kan ada solusi bertobat dan kali kepada Allah Sega bertobat kita perbaiki keburukan kita tadi dengan cara menggantinya dengan kebaikan karena bertobat kepada Allah sebagaimana perbuatan-perbuatan baikan bisa menapuskan dosadosa ya Allah subhahu wa ta sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu akan menghapuskan perbuatan-perbuatan buruk dalam hadis yang sahih Rasulullah Sallallahu wasallam bersabda susunlah perbuatan yang buruk dengan perbuatan yang baik agar yang baik ini bisa menghapuskan yang buruk maka tidak ada yang bisa merubah takdir Allah tapi kita diperintahkan berusaha berdoa dengan sungguh-sungguh supaya kita dapatkan kebaikan contoh misalnya nya ada orang yang sedang sakit parah Mungkin dia sudah berobat ke sana kemari mengeluarkan biaya bahkan mendatangi beberapa dokter ahli herbal dan yang lainnya penyakitnya tidak sembuh-sembuh mungkin bahkan dokter sudah memvonis dia akan meninggal beberapa hari lagi tidak lama lagi waktu hidupnya ya ini menurut keterangan dokter tapi kan Allah belum menentukan takdirnya ya dan keterangan dokter ya Sebagai manusia dia Terangkan sesuai dengan ilmunya tapi yang maha kuasa atas segala sesuatu adalah Allah subhanahu wa taala sampai pun terkumpul sebab-sebab kalau Allah tidak menghendaki maka tidak akan terjadi maka minta kepada Allah agar kita dimudahkan hamba ini bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah agar dimudahkan kesembuhan ternyata Allah menakdirkan dia sembuh maka segala sesuatu ada di tangan Allah subhanahu wa taala Mungkin Pak Mul tadi ingin menanyakan tentang ada hadis yang memang dinyatakan Hasan atau sahih oleh sebagian dari para ulama tidaklah bisa menolak takdir Allah kecuali doa Maksudnya di sini bukan merubah takdir tapi kita disuruh optimis dengan doa kita karena bisa jadi manusia mungkin menganggap dengan sebab-sebab yang sangat kuat akan terjadi misalnya pada orang yang tadi sudah sakit berobat ke sana kemari tidak bisa sembuh-sembuh juga manusia menganggap ini takdirnya orang ini akan mati tapi belum terjadi takdirnya maka hamba ini berdoa dengan sungguh-sungguh minta kesembuhan ternyata Allah berikan kesembuhan baginya itulah makna hadis tadi makanya ini merupakan motivasi untuk semangat berdoa minta kebaikan dari sisi allah subhanahu wa taala dan berusaha untuk bersangka baik kepadanya agar kita selalu mendapatkan kebaikan juga takdir yang baik dari dari ketentuannya na Barakallah Fik Nam Ustaz Taufiq Barakallah jazakumullah kir atas jawaban yang telahtum sampaikan Ustaz dan kepada penanya mudah-mudahan dapat dipahami dengan baik apa yang telah disampaikan jawabannya oleh Ustaz itu kepada Pak Mul demikian jawabannya baik kita buka kembali pertanyaan berikutnya bagi Anda yang bertanya bisa menghubung kami di 021 8236543 ataupun Anda dapat kirimkan mulai chat wa di 0819896543 kita angkat pertanyaan berikutnya m telepon kembali ya silakan Ya silakan Pak asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana E [Musik] dengan organ Bapak hamba Allah di Riau baik silakan Pak e gini Pak ustaz Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh saya ingin bertanya apakah tingkatan eh muslim itu bertingkat-tingkat dengan adanya ada orang-orang yang Apakah Islam itu ada yang menerima syariat ada yang masih udah enggak menerima syariat Apakah ini termasuk dalam Islam Pak ustaz menabarkan gitu mohon penjabaran pencerahannya gitu Pak ustaz kita orang awam baik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Nam Ustaz dan kepada Ustaz kami silakan Ustaz Iya Barakallah Fik pertanya yang sangat baik dari bapak yang bertanya tadi Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan keberkahan dan rahmatnya kepada beliau kepada keluarganya juga kepada kita semua ya betul di dalam Islam itu bertingkat-tingkat cuma tentu saja tingkatan yang benar dalam Islam pembagiannya sesuai yang diebutkan di dalam Islam itu sendiri bukan dikarang-karang oleh manusia pembagian tingkatan dalam Islam seperti yang disebutkan di dalam hadis riwayat Imam muslim yang dikenal dengan nama hadis Jibril riwayat sahabat yang mulia Umar IBN Khattab radhiallahu taala Anhu yaitu Ketika Malaikat Jibril dalam bentuk seorang Arab badui atau Arab pedalaman yang memakai pakaian putih yang sangat bersih rambutnya rapi intinya dia datang kepada Nabi S was menanyakan tentang Islam iman dan ihsan ya Islam iman dan ihsan Islam itu Adah yang disebkan dalam rukun Islam kemudian iman yang disebutkan dalamukun kemud ihah kepada nya Allah Maha melihatmu itulah tingkatan yang benar Adapun tingkatan yang tadi diisyaratkan dalam Pertanyaan beliau ini yaitu ada orang yang menerima syariat dan ada yang tidak menerima syariat orang yang tidak menerima syariat itu bukan orang Islam keluar dari Islam Islam ini dibangun di atas syariat kalau maksudnya tingkatan tadi adalah ada tingkatan syariat kemudian setelah Mak tingkatan berikutnya dia tidak mengamalkan syariat lagi ini berarti orang kafir bukan orang muslim nabi muhammadahuaihi was sampai beliau meninggal dunia sakit keras beliau pingsan bangun dan bertanya apakah salat berjamaah sudah ditegakkan itu berkali-kali beliau lakukan apakah nabi su wasam belum sampai pada tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan syariat kalau menurut pembagian ini beliau masih melaksanakan salat berjamaah dengan para sahabat radallahu an sedangkan menurut pembagian yang tingkatan ini orang yang sudah tingkatannya tinggi tidak perlu lagi melaksanakan syariat tidak perlu lagi salat berjamaah di Masjid bahkan tidak perlu lagi salat salatnya cukup ingat saja Ini semua tidak bukan merupakan ajaran Islam kalau ada pemahaman atau orang yang menyangka tingkatan yang lebih tinggi tidak mengamalkan Islam lagi maka ini bukan dari Islam Rasulullah Sallallahu alaii wasallam tidak pernah mengamalkan demikian para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain justru semakin sempurna iman mereka semakin kuat mereka menegakkan jihad semakin sempurna mereka dalam berzikir semakin rajin membaca Alqur’an semakin rajin melaksanakan salat berjamaah Makin rajin berpegang teguh dengan hukum-hukum di dalam syariat Islam Jadi tidak ada yang namanya pembagian tingkatan yang tinggi itu orang tidak mengamalkan Islam lagi ini tidak benar Ya Allah subhanahu wa taala berfirman dalam Alquran waudaktaakalakin beribadahlah kamu kepada Allah selalu sampai datang kematian menjemputmu jadi kita beribadah terus sampai kematian datang menjemput kita terus melaksanakan syariat Islam sampai Allah subhanahu wa taala mencabut nyawa kita Nam Barakallah enam Ustaz Taufik Barakallah jazakumullah kiranakallah fikum sampaikan Ustaz demikian jawaban untuk bapak yang tadi bertanya mudah-mudahan dapat dipahami dengan benar tentang tingkatan dalam Islam dan Islam Az allahakum kita angkat kembali pertanya telepon di 0218236543 Nam silakan halo asalamualaikumulang Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh baik Ya buiswati dipamulang silakan buiswati ee Pak ustaz Maaf aku mau bertanya Kalau manusia berdoa kepada Allah tentang umur sebaiknya minta umur panjang atau minta umur yang berkah bukannya umur itu sudah ditetapkan dari sebelum lahir Pak ustaz Terima kasih Asalamualaikum Baik terima kasih banyak Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Nam Ustaz silakan Ustaz Iya barakallahu Fik pertanyaan yang sangat baik dari ibu yang yang dipamulang tadi Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan Taufik kebaikan memudahkan rahmat dan keberkahan bagi beliau dan juga bagi kita semua ya yang kita doa dan minta kepada Allah subhanahu wa taala minta diberikan umur yang berkah ya umur yang selalu diisi dengan ketaatan umur yang selalu kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengamalkan amalan Saleh untuk selalu ingat kepada Allah kalau berbuat salah segera bertobat dan kembali kepada Allah subhanahu wa taala itu yang kita minta kalau sekedar minta umur panjang ya umur yang panjang tapi kemudian tidak diisi dengan kebaikan maka malah bisa menjadi sebab kecelakaan lagi pula tadi kata ibu sudah benar umur sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wa taala maka kita minta umur kita diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala sisa hidup kita dimudahkan untuk bertobat dan selalu kembali kembali kepadanya na barakallahu Fik namam Ustaz Taufik Barakallah jazakumullah Khair atas jawaban yang t Antum sampaikan Ustaz dan untuk pertanyaan berikutnya kami angkap pertanyaan melalui chat wa yang sudah masuk Ustaz cukup banyak baik Ustaz satu pertanyaan kami angkat Ustaz bahwasanya ada seorang yang bertanya Ustaz dahulu saya telah melakukan satu kesalahan dan kebodohan Ustaz ya Di mana saya melahirkan seorang anak dalam keadaan sesar dan waktu itu kondisi anak saya dalam keadaan kritis Az di rumah sakit akan tetapi saya ee di rumah sakit beberapa hari dirawat Saya ditelepon pihak rumah sakit agar ke rumah sakit Waktu itu saya kira anak saya sudah meninggal saat saya tidak menyimak ya dengan baik karena saya panik setelah Tengah setengah setengah setengah tidak sadar setelah saya sadar ternyata anak saya sudah meninggal baru setelah saya ketahui ketika alat bantu nafasnya dibuka Ustaz Apakah saya ini termasuk orang yang telah melakukan pembunuhan kepada seorang kepada anak ya saya yang telah mempercepat kemti anak saya ee Apakah ini memang sudah jalan takdir Ustaz saya mohon Berikan penjelasan karena saya masih bersalah dan mohon kepada Ustaz memberikan Nasih dan pencaran Ustaz silakan Ustaz I Barakallah Fik Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan eh kebaikan memudahkan obbat yang sungguh-sungguh ya diterima penyesalannya oleh Allah subhanahu wa taala dari ibu yang bertanya nya ini ee Barakallah Fik apa tadi yang ditanyakan sebagiannya kurang jelas bagi saya ya yang saya pahami tadi kalau ini memang berdasarkan ya keterangan pihak rumah sakit atau Orang yang ahli seorang dokter yang terpercaya tentang mungkin ya saya tidak tadi kurang begitu kurang jelas penjelasannya mungkin Apakah ada pilihan di situ Apakah mempertahankan anaknya hidup atau dia atau apa tadi yang terjadi saya juga tidak mengetahuinya yang jelas kalau seperti pernyataannya tadi dia tidak tidak sadar kurang kesadarannya kemudian dia tidak sengaja maka yang namanya ketidaksengajaan kita tahu dalam Islam itu diampuni Rasulullah sallallahuam bersabda dalam hadis yang sahih inallahajti Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mengampuni dosa-dosa umatku yang dilakukan karena ketidaksengajaan atau kelupaan atau yang dia dipaksa melakukannya kalau seperti ini dia tidak sadar kemudian dia lakukan hal tersebut maka namanya tidak sadar atau tidak sengaja sesuatu yang tidak dihukumi di dalam di dalam Islam karena itu di luar kesang kesanggupan manusia Allah subhanahu wa taala berfirman la yukahu nasan aha Allah subhanahu wa taala tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya Maka mohon ampunlah kepada Allah berdoalah kepada Allah agar dimudahkan pengampunan bagi dosa-dosa kita baik yang Ee Kita Sengaja maupun yang kita tidak sengaja atau yang tadi kita khawatirkan ada kesengajaan yang jelas tadi penjelasannya bahwa dia tidak sadar dan mudah-mudahan anak yang tadi ee meninggal dunia bisa menjadi sebab kebaikan bagi orang tuanya bagi ibunya ya karena anak ini meninggal dunia dalam keadaan suci dalam keadaan Fitrah dan dia termasuk penghuni surga Insyaallah Oleh karena itu ee kita tinggal memperbaiki diri banyak bertobat kepada Allah subhanahu wa taala dari kesalahan-kesalahan atau dosa yang kita lakukan di waktu-waktu yang lalu n Barakallah Fik n Ustaz Taufik Barakallah jazakumullah Khairan wabarakallah fikum Ustaz atas sampaikan Ustaz dan pertanyaan dari chat merupakan pertanyaan terakhir di kesempatan pagi hari ini Tentunya sebelum kita tutup perjumpaan yang penuh dengan faedah ilmu ini kami meminta kepada Ustaz menyampaikan ihtitam Ustaz silakan Ustaz akhwat fidin para pendengar pemerhati radio Rojak dan roj di manaun Antum berada Alhamdulillah kita mengkaji Di Dalam Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam doa yang beliau ajarkan ini satu pembahasan akidah yang sangat penting dari akidah ahlusunah Wal Jamaah Bagaimana ahlusunah memahami dalildil seperti ini tetap dengan jalan yang moderat tidak berlebih-lebihan dan tidak kurang tidak melampai batas ekstrm kiri maupun ekstrm kanan ahlusunah Wal Jamaah menetapkan takdir Allah subhanahu wa taala menetapkan Allah Subhanahu senantiasa melimpahkan kepada hamba-hambanya dalam segala ketentuan takdirnya bisa hamba-hamba yang mendapatkan kebaikan itu adalah karena rahmat dan karunia Allah subhanahu wa taala yang tidak mendapatkannya maka itu adalah dengan keadilan dan hikmah Allah subhanahu wa taala yang maha sempa dan hikmahya menatkan segala sesuatu selaluat danatnya makaakah kepada Allah dan menjadikan kita optimis dalam kebaikan bersangka baik kepada Allah dan selalu berdoa agar Allah subhanahu wa taala senantiasa menetapkan kita di atas pemahaman Islam yang benar dimudahkan mengamalkan petunjuknya dan dimudahkan untuk istiamah di atas kebaikan Islam ini sampai di akhir hayat kita demikianlah semoga bermanfaat mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiriallahu wasallam Wak Al Nab Muhammad wa alhamdulillahbaminhakam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan terima kasih banyak jazakumullah Khairan Barakallah fikum kepada Al Ustaz Abdullah Tasim Ma hafidullahu taala atas waktu yang telah beliau berikan dan juga materi yang telah beliau sampaikan serta jawaban-jawaban yang telah beliau paparkan untuk kita semua di kesempatan pagi hari ini kami mengucapkan terima kasih banyak jazakumullah Khairan wakallah fikum Kepada beliau Semoga Allah Allah subhanahu wa taala menjaga beliau di sana serta juga semoga Allah subhanahu wa taala meluaskan kaliman beliau yang telah sehingga semakin banyak faedah ilmu yang telah dapat yang dapat kita ambil dalam setiap perjumpaan bersama beliau Insyaallah allahum Amin tak lupa pula kami sampaikan terima kasih kami kepada rekan-rekan kami keroroja Kendari dan juga koroja celengsi atas kerj samamanya dan juga izin dan juga pertolongan dari allah subhanahu wa taala acara berjalan dengan lancar dan serta kami sampaikan juga terima kasih banyak kami untuk para pemerhati Roja para pemirsa Roja di mana Antum berada atas kebersamaan anda dari awal hingga akhir acara ini kami mengucapkan terima kasih banyak jazakumullah Khairan wabarakallah fikum atas kebersamaan anda dan semoga apa yang telah kita dapatkan tentang pemahaman takdir ini menguatkan kita ya keimanan kita dan keyakinan kita kepada Allah subhanahu wa taala dan tentunya juga mengamalkan dalam kehidupan kita Semoga Allah mudahkan bagi kita untuk mengamalkannya akhir kalam kami sampaikan kepada anda semua nya Untuk tetap menjaga kesehatan di mana pun anda berada Barakallah fikum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply