Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

is Madinah dan pengajar tetap masjid nabawii wasah Anas menerapkan kitab Allah ya dan Sallahu alaih wasallam di seluruh penjuru Indonesia dengan tema buah manis keimanan Insyaallah hari Sabtu 6 Januari 2024 pukul 08.30 sampai dengan 11.30 waktu Indonesia bagian Barat tempat di UTC convention Hotel Semarang Jalan Kelut Raya Nomor 2 Sampangan kota Semarang informasi 081223456426 atau di 0857999 4 2323 Akhbar ini diselenggarakan oleh simak radio rjobogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3m bebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin wa alihi waihi Wah asadua ilahaillallah wahdahuarikah waadu Muham amah pemerhati R di Manun anda berada Semoga Allah subhanahu wa taala menjagaul muliakan kita semua Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini kita dapat bersua kembali dan kita akan ikuti bersama seperti biasa kajian ilmiah kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin yaitu pembahasan Parenting diambil dari buku Ada apa dengan remaja yang disusun oleh alustaz abuamdillah kesatanagi ini beliatuk sampaikan faedah dari buku tersebut yang beliau susun sendiri dan EE pembahasan kali ini ee dari bab pentingnya ee keterampilan berdialog dengan remaja dan seperti biasa setelah materi bagi Anda yang ingin bertanya silakan Anda bisa mengirimkannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudubillah Min sururi anfusina wa sayiati Amalina May yahdihillah Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu ya auhina amanu itaqulaha haqq tuqatih W tamutunna illa wa Anum muslimun Amma ba’du Fa Inna ahsanal kalami kalamullah wiral Huda Huda rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam wasar umur muhdasatuha wa Muh bidah bid maasiral muslimin para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pertama-tama kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala atas segala nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian paraem diraj kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan Pagi ini kita kembali ee bertemu dan akan melanjutkan pembahasan ee yang kita angkat dari buku ee Ada apa dengan remaja kita sampai pada poin keterampilan berdialog dengan remaja dialog ini adalah pembicaraan dua arah ada momen kita kita berbicara ada momen kita mendengar Bagaimana halnya ya berkomunikasi dua arah ada pihak yang bicara ada pihak yang mendengarkannya maka kita di samping bisa berbicara kita juga harusnya juga bisa mendengar memahami manusia adalah dengan mendengarkannya dengan itu kita bisa memahami manusia kalau kita bicara sama manusia kita belum tentu kita tidak akan bisa memahami mereka hingga kita mendengarkan demikian pula anak Dia adalah manusia yang perlu kita pahami juga dan kita tidak akan mungkin memahami anakak-anak remaja kita seingga kita mau mendengarkannya ya ada sebagian orang tua yang enggak bisa mendengar hanya bisa ngomong dan kalau ngomong enggak mau diinterupsi enggak mau diputus ngomong terus anak enggak dikasih kesempatan untuk bicara atau di sana ada ee mungkin pandangan yang mengatakan anak enggak boleh bicara di depan orang tua Har harus diam ya Nah maka orang tua Ini yang ngomong terus dari a sampai z dan dia enggak mau mendengar Lalu bagaimana dia bisa memahami manusia jika dia tidak mau mendengarkannya ya apalagi yang di depan kita ini bukan bocah ya ya bocah mungkinlah tapi remaja Dia adalah manusia yang menuju dewasa ya maka kita perlu mendengar apa yang ada pada dirinya ah remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengungkapkan perasaan isi hati Bahkan dia sudah mampu untuk menuangkan pikirannya ya maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam berbagai kesempatan Beliau juga mendengar menyimak bukan hanya berbicara ya maka ini yang harus kita ee pahami ya para orang tua yaitu Bagaimana keterampilan berdialog keterampilan berdialog ini bukan hanya keterampilan ngomong enggak tapi juga tahu momen-momen di mana kita harus mendengar menyimak itu namanya dialog pembicaraan dua arah ya Ada momen kita bicara ada momen kita mendengar barulah dikatakan dialog kalau kita aja yang bicara itu namanya monolog ya bukan dialog ya kecenderungan orang tua ya melakukan monolog saja ya dia enggak bisa berdialog dengan terutama dengan anak remajanya maka ee dialog merupakan keterampilan yang penting dan seharusnya para orang tua menguasainya ya memilikinya karena ini akan membantu untuk memperarat hubungan kita dengan siapapun ya terutama dengan anak-anak remaja kita dan berinteraksi positif pada usia mereka menurut tingkatan usia mereka Nah demikian bagaimana agar dialog kita dengan anak remaja kita itu bisa berbuah positif ya tentunya semuanya dengan ilmu ya Nah maka Orang tua harus mempersiapkan diri ketika dia akan berdialog dengan anak remajanya kira-kira apa yang akan dibicarakan ya kira-kira tujuannya apa ya Nah ee dan berusaha untuk membuat ya Ee materi pembicaraan itu sesimpel dan sesederhana mungkin ya tidak ngalorngidul enggak karuan Ya enggak tahu ujung pangkalnya ya kadang-kadang Banyak orang berdialog itu enggak jelas arahnya ke mana begitu nanti ke sini kadang ke situ nah akhirnya semua dibicarakan enggak fokus Nah maka Orang tua harus mempersiapkan ketika akan berdialog ya dengan anak misalnya atau anak remaja dia mempersiapkan apa sih tujuannya apa yang akan dibicarakan goals-nya Apa kira-kira tujuannya ya Nah apa targetnya ya nah jadi perlu di ee disederhanakan jangan dibuat menjelimet ya rumit sehingga si remaja ini juga bingung tadi dia ngobrol sama orang tuanya ee kesimpulannya apa ee enggak ada kesimpulan juga ya nah demikianb e di sini ada beberapa hal ya yang perlu diperhatikan ya para orang tua untuk mengasah keterampilan berdialog mereka dengan anak-anak remaja mereka yang pertama adalah ya dialog positif ya kita bicara tentang dialog yang positif adalah kita memperhatikan dengan baik mendengarkan dan kadang-kadang diam lebih banyak daripada Bara ini sudah kita singgung sebelumnya yang namanya Dialog itu ada momen bicara ada momen mendengar ya Ada momen mendengar Ya kita harus tahu juga kapan kita persilakan anak remaja itu untuk bicara untuk mengungkapkan isi hatinya apa unek-unek yang ada di dalam hatinya ya Nah Dan ini juga untuk memperhatikan Bagaimana adab dan etikanya dalam berb ya mungkin salah dan perlu diluruskan perlu dibimbing ya perlu dituntun maka kita meluruskannya kalau ada kesalahan-kesalahan di sana maka coba biarkan mereka bicara ya sebagian remaja yang ditekan terus oleh orang tuanya sehingga orang tuanya enggak ngerti ini anak sebenarnya mampu berbicara atau tidak bukan bisa ngomong ya kalau ngomong semua orang bisa ngomong tapi kemampuan ya keterampilan untuk bicara ini tidak semua orang memilikinya ya Banyak orang yang yang bisa ngomong ya semua bisa ngomong ya kalau enggak bisa ngomong namanya bisu tapi keterampilan bicara Enggak semua orang bisa ee memilikinya atau bisa melakukannya nah lalu Bagaimana kita tahu anak remaja kita ini punya kecakapan dan keahlian di dalam berbicara keterampilan di dalam berbicara kalau kita tidak mendengarkannya ya mendengarkan nya bagaimana dia berbicara nah sebagian remaja yang terus dikungkung oleh orang tuanya selalu kalau dia depan di depan orang tua Dia pihak yang diam dengar ya Nah Cuma bisa bilang iya iya iya ya gimana kita bisa tahu orang tua itu bisa tahu keterampilan berbicara anaknya nah anak-anak remaja seperti ini cenderung ya dia jadi pendiam dan enggak bisa bicara memang ya ya karena dia tidak pernah diasah dan dilatih untuk berbicara ya kalaulah di rumah seperti itu di sekolah juga sama nantinya ya kita lihat anak-anak di sekolah itu keterampilan bicaranya payah karena tidak pernah dibimbing oleh orang tua mereka bagaimana cara berkomunikasi yang baik cara berbicara yang baik bukan hanya bisa bunyi ya bukan hanya bisa ngomong kalau bisa ngomong semua ya Kalau enggak ada kelainan bisa ngomong Tapi tidak semua orang punya keterampilan di dalam berbicara itu e salah satu yang kita katakan faedah yang orang tua itu juga harus menyimak kataata ee perkataan anak remaja mereka mereka untuk menilai Gimana ya cara bicaranya mungkin di sana ada ee pemilihan kata yang mungkin kurang tepat kan begitu ya atau intonasi yang mungkin enggak pas ya Nah ini yang perlu di luruskan begitu ya maka dialog positif adalah ya kita memperhatikan dengan baik mendengarkan dan terkadang diam lebih banyak daripada berbicaranya ya Nah demikian yang kedua dialog positif adalah kita menggunakan bahasa pujian dan motivasi sebelum mencela dan menghujat ya Ee nah ini ee retorika bicara yang dipakai nabi ya Ee nabi selalu berkomunikasi dengan baik sehingga orang yang mendengarnya itu tidak Anti Anti antipati ya Ee misalnya nabi mengatakan ketika menegur orang-orang yang ingin melakukan tazkiyatun Nufus dengan cara yang salah nabi mengatakan mau awamin yaakun k wa Kenapa ada orang-orang yang berbicara begini dan begitu kadang-kadang nabi menyamarkan tapi dengan bahasa yang Ee kita katakan tidak vulgar ataupun bahasa isyarat manusia sudah tahu kalaulah manusia tahu dengan bahasa-bahasa kiasan atau isyarat atau bahasa-bahasa ee majazi maka enggak perlu kita ee menyampaikan kata-kata yang vulgar ya n kadang-kadang perlu kita menjaga ee perasaan orang yang kita ajak bicara Ya enggak semua harus to the point atau vulgar ya Nah demikian dan kalau perlu ya Ee mendahulukan ya bahasa pujian atau motivasi sebelum ya Ada kritikan ataupun Ee kita katakan koreksian Nah demikian ya Ee di dalam agama kita ya seperti itu konsepnya ya targhib dan tarhib ee didahulukan targhib ya motivasi anjuran dorongan ya baru setelah itu tarhib yaitu ancaman peringatan ya karena ketika apa kata ee e Sulaiman bin mihron jangan kamu harap orang yang telah kamu buat marah mau mendengarkan kata-katamu yaah ini perkataan mihran bin Sulaiman Beliau mengatakan Jangan berharap orang yang sudah kamu buat marah dia mau mendengarkan kata-katamu ya kalau dia sudah jengkel Kesal ya Maka jangan berharap dia mau mendengarkan kata-kata kita maka sebagian orang tua membuka pembicaraan dengan hal yang menjengkelkan membuat anak itu jengkel gitu sementara inti belum tersampaikan gitu ya Nah anak sudah terlanjur menjaga jarak dan menjauh ya dia sudah pasang kuda-kuda untuk tidak mendengarkan kata-kata kita karena mukadimah kita salah ya kita memberikan pend pendahuluan yang justru mengakhiri pembicaraan ya maka mulailah dengan hal-hal yang ringan dan [Musik] EE menyenangkan atau artinya tidak membebani ya tidak mengintimidasi ya Banyak orang tua berbicara sama anaknya awal perkataan sudah mengintimidasi yaitu tuduhan misalnya kamu begini ya kamu begitu ya Ya sudah e dia sudah pasang kuda-kuda itu ya Nah ini ini mau divonis ini ini mau dihukum ini ya dia pun jadi takut itu ya takut ya dia enggak salah tapi disalahkan begitu ya Nah demikian ya jadi penting itu membuka Dialog itu dengan hal yang EE bisa diterima dulu ya Nah ya Misalnya dengan bahasa-bahasa pujian bukan memuji tapi bahasa pujian ya Misalnya Sebenarnya kamu ini begini Itu itu sebenarnya pujian ya bahasa pujian namanya bukan memuji beda bahasa pujian itu ya bahasa yang tidak mengandung ya kita katakan ee celaan hujatan atau tuduhan ya Nah kalaulah kata pertama yang keluar dari kita itu tuduhan ya ya ini namanya ee sedang cari-cari kesalahan gitu ya Nah orang pun takut ut nanti dia enggak enggak salah tapi disalahkan gitu karena awalnya sudah tuduhan ya maka ini penting ya karena banyak orang tua itu enggak menguasai ya E keterampilan berdialog ya Atau dia ingin segera to the point ya maka kita katakan tidak semua perkara harus langsung to the point Wah ini supaya hemat waktu enggak manusia perlu waktu untuk bisa memahami kita ketika dia mendengarkan kita dia perlu waktu untuk memahami kita ya Bahkan untuk memahami kata-kata kita lebih-lebih lagi memahami apa yang kita inginkan itu beda Itu memahami kata- kata Dengan memahami apa yang kita inginkan nah kalaulah memahami kata-kata kita saja dia sudah kesusahan artinya enggak bisa memahami kata-kata kita bagaimana dia memahami isi hati kita ya tujuan kita apa sebenarnya ingin kita inginkan darinya ya dengan ya pembicaraan tersebut ya ini jauh panggang dari api ya maka ya mulailah dengan hal-hal yang ringan dan bisa diterima dulu gitu ya Apa kata nabi yassiru wala tuasiru basyiru wala tunaffiru mudahkan jangan dipersulit ya jangan dipersulit ya kemudian nabi mengatakan ya basyiru Beri kabar gembira dulu ya wala tunafiru Jangan membuat dia lari nah ini ee kita katakan kaidah umum ya di dalam berkomunikasi sebenarnya berdialog dengan siapapunlah dengan istri dengan anak atau dengan pihak lainnya orang tua ataupun karib kerabat atau manusia pada umumnya ya basyiru wala tunairu Beri kabar gembira ya jangan membuat orang lari ya jadi misalnya menggunakan bahasa-bahasa pujian tadi Ya seperti yang kita Contohkan tadi ya Sebenarnya kamu ini anak baik kan begitu ya padahal ya Ada yang ingin kita luruskan ini tapi kalau awal pembicaraan sudah kamu begini ya kamu begitu ya Ya sudah ya kita aja kalau digituan ya kita dan pasang kuda-kuda ini orang mau apa kan begitu ya ya ini mau menyalahkan saya ini ya manusia kan punya self defense ya ya kecenderungan untuk kecondongan untuk membela diri ya kalaulah kata-kata Yang keluar pertama itu sudah tuduhan ya ini sangat tidak mengenakkan Dialog itu jadi enggak sehat enggak positif ya wallahuam bwab ya biasanya ya ya ini ini ini alasan nya ya Kenapa ee kadang-kadang manusia itu ya awal dialog sudah menggunakan kata-kata yang menyerang itu istilahnya ofensif ya kata-kata yang intimidatif seperti tuduhan tadi ya kata-kata tuduhan itu kan intimidasi ya kepada lawan bicara ya Nah Biasanya karena ingin segera menyelesaikan pembicaraan ya enggak mau bertele-tele katanya tanpa basa-basi ya enggak bisa begitu ya ini ini ini juga moto yang salah tanpa basa-basi itu ya manusia perlu basa-basi nabi juga berbasa-basi ya Iya nabi pernah datangi orang yang ini pemimpin yang buruk nabi mengatakan ya apa namanya ee ee ber apa ya kita berkomunikasi yang EE baik kepada orang ini padahal orang ini pemimpin yang buruk di kaumnya Aisyah bertanya kenapa kamu berbicara demikian Ya Rasulullah Padahal dia kan orang bukan seperti itulah orangnya maka nabi mengatakan e apa namanya ya Ini dia adalah bisa akul asyirah orang ini adalah seburuk-buruk pemimpin ya Inna Min asarinas kata Nabi Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk adalah manasqi yang dihindari oleh manusia karena ingin menjaga diri dari keburukannya ya wallahuam bawab Nah demikian Artinya Nabi mengatakan basiru ya Beri kabar gembira dulu ya beri yang enak-enak dulu yang baikbaik dulu ya yang e bisa diterima oleh jiwanya dulu ya Nah walaupun Nanti pada saatnya kita akan menyampaikan poin pembicaraan kita tapi dia sudah membuka hatinya ya dia tidak terintimidasi Bahkan dia merasa ya diemongi Istilahnya ya merasa dibimbing gitu ya Nah dia kan senang gitu ya wallahuam bissawab ya Biasanya seperti itu karena ingin segera ee tidak mau bertele-tele enggak mau berbasa-basi panjang lebar akhirnya dia ambil ya jalan pintas seperti itu dengan cara dialog yang intimidatif ya Strike to the point Istilahnya ya ada hal-hal yang bisa to the point ya tapi eh banyak Lebih banyak lagi hal-hal Yang ya kita jangan berbicara dengan manusia langsung Strike to the point enggak itu enggak etis juga ya wallahu misalnya di dalam hal ingin meluruskan kekeliruannya ya menasihatinya wallahu alam bwab ya Nah demikian jangan terburu-buru ya ya itulah dialog ya karena kalau kita terburu-buru berdialog ini ujung-ujungnya bukan dialog tapi monolog kita ngomong terus nah sampai kepada kesimpulannya sementara yang kitaajak bicara enggak dikasih kesempatan untuk ngomong kemudian kita sudahi ya ah dia pun bingung itu ya ya dia pun bingung dia pun enggak ngerti apa sebenarnya Keinginan kita mau maunya kita apa ya Nah demikian wallahuam bawab itu yang kedua ya ya tadi kita sebutkan bahasa pujian maksudnya bukan memuji-muji bukan tapi bahasa punya bahasa positif artinya ya tadi ya kita katakan hal hal yang ya mengungkap sisi positif manusia ya mengungkap sisi positif manu Manusia itu bahasa pujian ya kemudian dialog positif adalah kita menggunakan berbagai jenis metode motivasi dengan sikap positif yang sederhana ya Ee motivasi ini perlu ya Karena manusia suka dimotivasi dan manusia tidak tidak suka diintimidasi begitulah jiwa manusia ya mereka senang dimotivasi ya itu motivasi itu untuk prestasi atau untuk meninggalkan hal-hal yang buruk ya Misalnya memotivasi orang supaya tidak malas Gitu ya ya enggak etis kan kalau katakan Ah kamu pemalas Jangan malas ya dia pun ee ya Di dia akan lari ya menghindar dari pembicaraan ya karena kita langsung memvonisnya mengintimidasinya dengan apa dengan vonis Wah kamu pemalas Jangan malas hidup k bermas-malasan ya enggak sembuh palasnya gitu ya dia merasa diejek itu kan begitu ya e ya kecenderungannya manusia kalau divonis Ya namanya juga vonis ya dia akan mengatakan kan dalam dirinya Ya itulah aku ya kan sudah divonis pemalas gitu nah jadi ee kasih motivasi bahwasanya ee misalnya ya Ee hidup yang penuh vitalitas itu menguntungkan kan gitu ya rajin itu ya membawa membawa keuntungan gitu ya Nah ya bahwa semua orang bisa menjadi pribadi yang rajin orang yang rajin ya nah nah ee jadi tidak langsung masalah malas begitu ya walaupun yang kita ingin sembuhkan ini penyakit malas misalnya pada anaklah misalnya ya anak-anak kan salah satu penyakit mereka kan penyakit malas itu ya Nah demikian wallahuam bawab jadi kasih motivasi ini namanya metode motivasi ya di manusia itu suka ditarib dikasih motivasi ya jangan divonis ya jangan Dir berikutnya yang keempat dialog positif adalah kita fokus pada masalah saat kita membicarakan suatu masalah maka fokuslah pada masalah jangan melebar ke sana keemi Lalu menyinggung-nyinggung hal yang enggak perlu Disinggung ya lalu hingga kebongkar semua sisi negatifnya Sisi buruknya ya padahal yang kita ingin luruskan satu sisi buruknya lalu kita bongkar semua Sisi buruknya Ya sudah ini akan memperuncing masalah sebenarnya ya ini e ee mempermalukan Istilahnya ya Nah maka fokuslah pada masalah satu masalah satu poin misalnya tadi ya kita ingin menyembuhkan penyakit malasnya enggak perlu melebar ke sana kemari lalu ee hal-hal buruk lainnya juga kita bongkar Wah itu kena kamu begini kamu begitu ini itu ini itu ya orang yang diajak bicara di dialog pun bingung kalau seperti itu sebenarnya ini ee masalahnya apa begitu ya Nah demikian mana masalah anak banyak enggak mungkin kita selesaikan semua masalah anak itu dalam satu majelis gitu ya lalu kita istilahnya bongkar-bongkaran maka fokuslah pada mas masalah yang akan dibicarakan yang yang menjadi materi dialog enggak usah melebar ke sana kemari hingga kadang-kadang ya masalah-masalah yang bukan masalah itu yang menjadi isu utama ya dialog panasnya justus di situ itu masalah intinya terabaikan begitu karena sudah melebar ke sana Kemi ya Nah demikian ya kadang-kadang lawan dialog kita yang ingin melebarkan masalah balikkan dia ke e trknya ya masalah yang sedang dibicarakan gitu ya Nah karena enggak mungkin semua masalah bisa kita selesaikan dalam satu Majelis Ya masalah anak banyak ya maka satu persatu ya wallahuam bawab kemudian dialog positif adalah kita memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pend dapatnya Meskipun tidak menyenangkan bagi kita coba latih dia untuk jujur di depan kita nyaman jujur ya Sehingga ee ini akan menjadi ee suatu kebiasaannya ya jujur sama orang tua ya Itu poin penting dalam mm kita katakan membangun ee relasi dengan anak ya hubungan dengan anak yaitu ee membuat dia nyaman jujur kepada kita maka kita harus siap mendengarkan perkataannya walaupun tidak mengenakkan kalau dia jujur ya sebagai orang tua lebih suka mendengarkan anaknya bohong karena itu yang membuat dia puas padahal dibohongi gitu ya ini kan eh kita katakan ini justru masalah baru ya yang muncul gitu ya ya di samping masalah yang ada yaitu anak ya berani bohong kepada orang tua maka buat dia Ee kita katakan nyaman untuk berbicara untuk jujur karena orang tu untuk jujur perlu kenyamanan ya ya salah satu dorongan orang itu tidak jujur atau bohong adalah dia merasa tidak nyaman Kalau jujur ya itu kadang-kadang seperti itu ya karena dia merasa tidak nyaman untuk jujur maka dia bohong aja gitu ya anak juga sama seperti itu maka buat mereka itu nyaman untuk jujur gitu ya ya Maka jangan terlalu overacting misalnya ketika anak itu jujur ya ini orang sebagian orang tua kalau anaknya jujur wah dia bersikap overacting berlebih-lebihan ya macam langit mau runtuh bumi mau terbelah ya ya dia menunjukkan ee ledakan amarah yang besar ketika anaknya jujur ya besok besok harinya ya kemudian hari anak ini akan jerah untuk jujur sama orang tuanya kalau begitu saya enggak usah jujur ajaal Kat ya dalam hatinya itu seperti itu karena dia lihat kejujurannya diapresiasi dengan sikap yang terlalu berlebihan ya ya bisa dikatakan overacting gitu ya Nah demikian wallahuam bawab walaupun kita sadari mendengarkan kejujuran Anak itu tidak menyenangkan bagi kita kadang-kadang sesak dada kita terkejut-kejut juga kadang-kadang kita ya tap tapi itu perlu ya untuk ya satu kita bisa mengetahui Sebenarnya apa yang ada pada dirinya dengan kejujurannya itu ya yang kita tahu masalahnya apa sebenarnya ya tidak terma termanipulasi dengan kebohongannya sehingga yang sebenarnya bukan masalah jadi masalah begitu ya karena dia tidak jujur sama orang orang tuanya wallahuam bawab jadi ini yang perlu kita lakukan ya itu memberikan kesempatan kepada anak untuk bicara untuk mengungkapkan pendapatnya sejujur mungkin wallahuam bissawab Nah demikian ya Beberapa poin ya bagaimana agar dialog kita dengan anak-anak kita terutama anak remaja kita bisa menjadi dialog yang positif berikutnya kita akan bahas tentang mengasah keterampilan berbicara ini keterampilan berbicara ya kita sebutkan tadi manusia bukan hanya bisa sekedar bisa ngomong kalau bisa ngomong banyak orang bisa ngomong tapi tidak semua orang punya keterampilan di dalam berbicara wallahuamabb subhanakallah wabihamdik asadu Alla ilahailla Anta astagfira n baik alhamdulillah Terima kasih banyak atas yang disampaikan oleh Ustaz dari pembahasan keterampilan berdialog dengan remaja dan ini mudah-mudahan jadi wawasan tambahan bagi kita semua agar kita bisa lebih baik lagi dalam komunikasi dengan anak-anak kita ya ter khusus ya anak-anak kita yang sudah menginjak masa remaja Baik untuk selanjutnya kami akan ajukan beberapa pertanyaan yang sudah masuk di layanan pesan Whatsapp dari pembahasan Ee Kita di kesempatan pagi hari ini yang pertama Ustaz ada pertanyaan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz Bagaimana cara komunikasi dengan anak remaja yang ketika anaknya diperlakukan halus Malah semakin semaunya dalam ee kelakuannya Ustaz diberikan sedikit ketegasan malah ee terlihat memberontak Ustaz nah yang ditanyakan Bagaimana cara e berkomunikasi dengan anak anak remaja tersebut Iya Pertama Sabar ya he karena mengambil hati manusia itu enggak mudah perlu usaha berkali-kali juga ya Yang jelas adalah kita harus menampilkan kelembutan dan memberikan ee kasih sayang ya dan itu harus nampak ya nyata dan bisa dirasakannya ya Nah demikian ya kita sedang diuji kesabaran ini ya Ya misalnya seperti seperti itulah responnya ya tentunya kita tahu itu adalah cara komunikasi yang salah kan begitu ya Nah ya itu yang perlu kita ini satu PR lagi sudah ada di depan kita ini ada dalam catatan kita yaitu cara komunikasi anak kita yang buruk G yang perlu kita luruskan ya Nah demikian ya sabar untuk mengambil hati manusia itu enggak bisa terburu-buru karena ya perlu kesabaran Karena Allah kita nah yang menguji kita itu Allah subhanahu wa taala Allah mengatakan ya wumitanun dan kami jadikan kata Allah kami jadikan sebagian kamu menjadi ujian bagi sebagian yang lainnya ya agar untuk melihat atasbirun apakah kamu bisa bersabar ya buah sabar itu diakhir biasanya bukan di awal he ya Nah itulah pohon kesabaran yang buahnya di akhir munculnya beitu bukan di awal ya maka kita perlu ya Ee istikamah dalam kesabaran itu ya Nah apakah Wah ini saya lemah lembut enggak bisa ini harus kasar gitu keras itu artinya kita gagal ya untuk bisa sabar memperlakukan ataupun hadapi anak dengan lemah lembut wallahuam bissawab ya kira-kiralah kalau kita ganti kita rubah gaya kita Wah ini lemah-lemun enggak bisa ini harus pakai cara kasar ini ya kira-kira selesai enggak Masalahnya ya selesai enggak Masalahnya kalau masalahnya enggak selesai maka akan muncul masalah baru itu yaitu apa kita mengajarkan kekasaran kepada anak dia akan makin kasar lagi ya Siapa yang bisa bertahan paling kasar aja nanti si anak kasar orang tua kasar maka ini tinggal nunggu siapa yang paling kasar di antara keduanya gitu ya Nah ya maka yang paling kasarlah yang menang gitu ya akhirnya dua-duanya jadi orang kasar baik orang tuanya maupun anaknya Apa hasilnya Ya buruk Sebenarnya ya artinya nya di sini kita yang kalah sebenarnya kita kurang sabar sehingga kita pilih cara yang kasar ya wallahuam bisawab ya maka sabarlah perlu usaha yang keras ya yang continue ya terus-menerus sabar untuk bisa mengambil hati orang ee orang lain ataupun di sini adalah anak kita wallahuam bisabab Nah iya baik Alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz atas jawaban dan nasihatnya dan selanjutnya kami ajukan kembali n pertanyaan yang kedua di layanan pesan WhatsApp Ee ya Ustaz Bagaimana menyadarkan anak remaja kita akan beratnya tantangan dia di masa depannya nanti agar dia bisa termotivasi untuk lebih rajin lagi dalam segala hal Iya membangun kesadaran itu juga perlu waktu ya Dialog itu kan perlu dibangun bukan langsung satu majelis selesai semua pembicaraan kayaknya enggak ya ya Kita juga harus Atur ya tadi fokus ya Misalnya poin ini dulu yang harus kita bicarakan dengan anak berikutnya nanti ee poin-poin yang lainnya semacam kurikulum gitu ya kita bicara dialog dengan anak itu Engak enggak mungkinlah satu majeliskali ngomong semua masalah selesai semua masalah dibicarakan yang diajak bicara pun nanti jadi bingung gitu yaak karena dia enggak mampu untuk menyimpulkannya ya Nah demikian wallahuam bawab jadi kesadaran itu juga perlu dibangun pelan-pelan ya ya menumbuhkan kesadarannya ya Sebagai contoh ya menumbuhkan kesadarannya supaya ee rajin ibadah misalnya itu kan perlu waktu juga enggak bisa sekali ngomong dia berubah kan gitu ya tiba-tiba menjadi sosok yang rajin ibadah enggak enggak bisa juga kan Nah demikian atau untuk meninggalkan satu kebiasaan buruknya misalnya ya itu kita perlu untuk membangun kesadarannya bahwa itu kebiasaan yang buruk harus ditinggalkan Ya itu kan perlu dibangun ya kesadaran itu dan itu juga perlu sabar mungkin ya sekali dua kali dia masih kambuh lagi ya perlu diomongi lagi ya perlu di ee bicarakan lagi kan begitu ya dan terus gitu ya Nah demikian wallahuam bawab n Iya baik Terima kasih banyak seir atas e jawaban alustaz ya demikian untuk yang bertanya dan selanjutnya ee ya Ustaz ada ini yang bertanya ya Ustaz mohon ee bagaimana menyikapi anak yang sudah terlanjur kita marah-marahi dan apa ini yang memukul karena tidak jujur dengan orang tua yang mukul tidak disebutkan orang tua atau anaknya ini ya Ya mungkin orang tuanya karena dia yang marah Iya mungkin orang tuanya karena dia yang marah gitu ya ya karena anaknya enggak jujur gu bohonglah iya ya Ini masalah kan Ya makanya orang tua juga harus punya konsep gitu ya untuk menyelesaikan masalah anak misalnya masalah bohong pada anak anak suka bohong lalu kita kita marah-marahi begitu ya E kesadaran apa yang terbangun pada anak untuk tidak bohong lagi begitu kita khawatir yang muncul justru dendam iya ya dia dimarahi dia dia sebenarnya juga marah ya dia sebenarnya tidak ingin berhenti dari bohong gitu cuma karena mungkin ini untuk supaya orang tua ini berhenti marahnya iya iya aja dia kan begitu ya tapi sebenarnya dia tidak ada niatan untuk berhenti bohong karena tidak terbangun kesadaran itu kan begitu ya maka membangun kesadaran itu ya perlu sabar juga perlu waktu dialog yang mungkin Intens dengan anak ya berkali-kali enggak cukup satu kali Nah kalau keburu marah-marah seperti itu ya kita sudah bahas sebelumnya ya di buku ya mendidik anak tanpaarah marah begitu marah itu sebenarnya lebih kepada kita mengikuti nafsu kita aja ya kejengkelan dan kekesalan kita ya rasa frustasi kita terhadap anak sehingga kita lampiaskan itu dengan marah-marah ya Nah ya Ee ya perlulah kita rubah ya cara mendidik anak yang seperti itu ya Nah demikian ya kalau terlanjur marah-marah seperti itu ya tentunya ya perlu kita kalau perlu ya minta maaf ya minta maaf Mungkin ada kata-kata yang enggak baik ketika kita marah yang perlu kita ya koreksi ya kita perlu minta maaf kepada si anak itu kan begitu ya Nah ke depannya ya ya jangan seperti itu lagi kan begitu wallahualam bisalam I Iya n baik alhamdulillah Terima kasih banyak Eh syukranir atas jawaban Ustaz demikian untuk yang bertanya dan selanjutnya kami ajukan kembali ada pertanyaan ya Ustaz anak kami sudah berumur 18 tahun tapi dalam komunikasi baik dengan teman dan anggota keluarganya pemilihan kata dan kalimatnya itu sering tidak tepat Ustaz nah bagaimana cara mendidiknya supaya komunikasinya itu bagus dengan baik dengan teman ataupun anggota keluarga yang lainnya I maka ini perlu anak itu perlu diajar dididik dibimbing untuk bisa berbicara oleh karena itu tadi kita sebutkan kadang-kadang kita perlu dengar si anak ini mana cara berkomunikasinya ya kalau ada cara yang salah itu kita luruskan ya ya ya kita Arahkan ya kita Contohkan juga ya bagaimana cara bicara yang baik ya kalau ada kata-kata yang tidak pantas ya kita luruskan Orang tua harus bisa menyeterilkan ya racun-racun yang mungkin ini pengaruh lingkungan di luar sana pergaulan ya atau apa yang dia tonton Apa yang dia lihat kemudian itu yang dia tiru ya dan itu kebanyakannya tidak benar ya Ee salah kan begitu ya e maka ya kita latihlah dia untuk ya merubah ya atau memperbaiki cara komunikasinya termasuk pemilihan kata misalnya Oh itu kata jangan di pakai lagi misalnya ya Ee kata itu kurang tepat yang tepat adalah kata ini begitu ya jadi itu perlu dibimbing anak itu perlu dididik dan dilatih untuk bisa berbicara ya wallahuam bissawab ya maka guru yang bijaksana itu adalah guru yang juga memberikan kesempatan anak untuk ngo ngomong ngomong begitu ya Bukan hanya dia yang ngomong begitu ya ada sebagian orang tua kita ngomong terus dia kalau anak bicara langsung dipotong diam diam diam ya Ya sudah selesai ya ya kita orang tua ini enggak enggak bisa menjamin juga anak itu paham atau enggak begitu ya atau apa yang ada dalam hatinya mungkin ada sesuatu yang ingin dia ungkapkan Bagaimana kita bisa memahami manusia jika kita tidak mau mendengarkan mereka kita tidak akan paham itu manusia ya atau kita memahaminya sepihak saja menurut kita pemahaman kita tentangnya ini dan ini ya belum tentu Berapa banyak dugaan kita salah tentang manusia karena kita enggak memahaminya ya wallahuam bissawab tib Nah demikian ya mungkin ee ya apa ya orang tua perlulah untuk ee menuntun dan membimbing anak-anak mereka untuk bisa berkomunikasi berbicara yang baik mengajarkan kepada mereka bagaimana keterampilan berbicara ya wallahuam bawab masalah intonasi misalnya ya kemudian pemilihan kata kemudian cara bertutur ya dan EE dan lain-lainnya I termasuk ya anak bicara kemudian dia diam ya Karena itulah yang dia lihat dari kita kita bicara dan kadang-kadang kita mendengarkan berdialog ya Nah demikian wallahuam bwab ya bisa menyimak kadang-kadang anak itu enggak dibiasakan enggak dilatih untuk menyimak Kenapa karena memang orang tuanya juga enggak pernah menyontohkan itu bagaimana menyimak perkataan orang hingga bisa memahaminya ya Nah wallahuam ya TB subhanakallah wabihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagfirukaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah demikian ikhwat Al Islam azakumullah parahati raja di Manap pun anda berada pertemuan kita di kesempatan pagi hari ini pembahasan ee buku adapat dengan remaja ee pentingnya keterampilan kita dalam berdialog dengan remaja yang ini merupakan ee keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh para orang tua supaya kita bisa berkomunikasi dengan baik anakak kita yang sudah menginjak remaja ya demikian kami Undu diri mohon maaf apabila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *