Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

GM menyebar cahaya sunah bismillahalam asamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahilladzia rasulahu biludailui Wal musrikun asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasuluh la nabi ba islamakumullah para pemerhati raja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani Ma hafidahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis dan di kesempatan ini pembahasan berkaitan dengan talbis iblis terhadap kaum sufi yang tidak menghargai kitab atau buku Nah berikut kita akan simak penjelasan materi yang di sampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Maskur Ustaz Nam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdulillah nahmaduhu waastain’inuhu waastagfiruh waudubillah Min syururi anfusina wa sayiati aalina May yahdihillah Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun wabadu para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah RAB semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslim dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan siang ini kita kembali melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku talbis iblis tulisan Ibnul jauzi kita masih berbicara tentang talbis iblis tipud daya iblis terhadap kaum Sufi di dalam hal ee kitab yaitu Sikap mereka yang meremehkan Bahkan mereka membenci ya buku ataupun kitab dan kita sampai pada poin bantahan Ibnul jauzi terhadap Sikap mereka ini Ibnu jauzi mengatakan seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa ilmu adalah cahaya dan iblis akan membuat manusia ya menilai baik segala perkara yang bisa memadamkan cahaya tersebut sehingga iblis benar-benar leluasa untuk menguasai manusia dalam kegelapan tanpa cahaya ilmu dan tidak ada kegelapan seperti halnya kegelapan kebodohan ataupun kejahilan yaitu ketiadaan ilmu karena khawatir ya mereka terbiasa membaca buku-buku hingga memungkinkan mereka untuk mengetahui tipu daya iblis melalui dalil-dalil yang mereka baca dari buku-buku tersebut maka iblis mendorong mereka agar mengubur dan merusak kitab-kitab tersebut dan ini adalah perbuatan yang buruk dan tentunya dilarang Dan ini juga mencerminkan kebodohan pelakunya ya Ee karena tentunya isi dari buku-buku itu adalah ilmu ya isi dari buku buku tersebut adalah ilmu mereka membakarnya Artinya mereka membakar ilmu dan penjelasannya sebagai berikut kata beliau bahwa asas dari segala ilmu adalah al-quran dan asunah lalu ketika diketahui bahwa menjaga kedua asas ini sangatlah sulit ya memang Allah subhanahu wa taala menjaganya di dalam dada orang-orang yang beriman para hafal Quran bahkan penghafal hadis namun sangat sulit ya untuk menjaganya maka syariat pun memerintahkan agar menulis Mushaf dan juga menulis hadis ya untuk al-qur’an tiap kali ayat Allah diturunkan rasulah memanggil sekretaris Wahyu yaitu penulis-penulis Wahyu untuk menulis firman-firman Allah itu pada pelepah kurma bebatuan atau tulang-tulang binatang ya baru setelah itu al-qur’an disatukan dalam mushaf oleh Abu Bakar as-siddiq untuk menjaga keautentikannya selanjutnya mushaf itu disatu e yang disatukan oleh Abu Bakar ini disalin kembali oleh Utsman bin Affan dan sejumlah sahabat ya yang kemudian dikenal dengan sebutan mushaf Utsmani ya beliau mengumpulkan ee apa yang telah disatukan oleh Abu Bakar lalu disalin kembali yang menjadi ee sebuah mushaf yang kita pakai sampai hari ini ya basicnya itu adalah ee mushaf yang di ee susun oleh Utsman Ibnu Affan itu atas perintah Utsman Ibnu Affan dan upaya ini bertujuan untuk menjaga al-qur’an Dan untuk memastikan tidak ada satuun bagian yang hilang darinya ya Jadi ada dua hal di mana Allah menjaga E al-qur’an ini Inna nahnu nazzalnaikra wa inna lahu lfizun yaitu apa yang ter ee simpan di dalam dada orang-orang yang beriman yaitu dalam ee melalui hafalan-hafalan mereka dan diperkuat lagi ee apa yang ditulis oleh para penulis-penulis Wahyu yang kemudian dikumpulkan oleh Utsman Ibnu Affan ya pada masa kekalifahannya yang kemudian dikenal dengan sebutan mushaf Utsmani dan tidak ada pertentangan antara apa yang mereka hafal dengan apa yang tertulis dan sampai hari ini ya Ee Quran tetap terjaga keautentikannya tidak ada penambahan maupun pengurangan ada usaha-usaha untuk menodainya yaitu menambah ataupun mengurangi yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi tapi gagal karena tidak ada satu huruf pun yang bisa ditambah atau dikurangi dari al-qur’an ya apalagi satu kata apalagi satu kalimat apalagi satu ee ayat apalagi satu halaman ya nah jadi begitulah Allah subhanahu wa taala menjaga al-qur’an sedangkan asunah yaitu hadis di awal-awal perkembangan Islam nabi membatasi kaum muslimin ya supaya menulis al-qur’an saja ya agar tidak tercampur antara Quran dan hadis karena dua-duanya bahasa Arab ya nabi mengatakan la taktubui siwal Quran janganlah kalian menulis dariku selain al-qur’an maka hadis itu bersumber dari hafalan juga yaitu hafalan Pak para sahabat apa yang mereka dengar dari nabi ya para sahabat jumlahnya sangat banyak ya ratusan ribu mereka mendengar ya dan melihat apa yang Nabi katakan apa yang Nabi lakukan lalu mereka pun menyampaikannya kepada generasi-generasi sesudah mereka yaitu tabiin dan tabi-tabiin dan pada akhirnya pada ee masa Umar bin Abdul Aziz ya ee e beliau memerintahkan untuk menyalin hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang tersimpan dalam hafalan-hafalan kaum muslimin ya karena pada awalnya nabi melarang menulis dari beliau selain al-quran tujuannya agar tidak tercampur Baur antara Quran dan hadis begitulah Allah menjaga ya kalau tidak mungkin akan tercampur Baur antara al-quran dan hadis sebagaimana mungkin kitab-kitab Suci terdahulu tercampur Baur perkataan nabinya dan perkataan Allah subhanahu wa taala ya Atau perkataan-perkataan lainnya ya tapi Allah berkehendak untuk menjaga kitab suci terakhir ini dengan ee dengan ya kita katakan cara yang ee ya suatu hal yang sangat menakjubkan ya bisa dihafal ya oleh eh manusia ya demikian juga hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka di dalam sejarah Islam kita mengenal ya para sahabat yang menghafal banyak hadis misalnya Abu Hurairah radhiallahu Anhu yang hafal hadis sampai ribuan hadis ya Nah demikian pula generasi-generasi sesudah sahabat tabiin tabi-tabiin di sana banyak para Huffaz Al Hadis para penghafal-penghafal hadis bahkan ya Imam Ahmad Ibnu hambal ya diketahui menghafal 1 juta hadis ya 1 juta hadis wallahuam bawab hingga beliau dikenal dengan sebutan ulama dengan 1 juta hadis dia menghafal begitu banyak hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya demikian juga ee Imam Bukhari menghafal hadis sahih sampai 300.000 hadis ya jadi itu jumlah yang sangat banyak tentunya ya Nah demikian jadi awalnya nabi melarang menulis dari beliau selain al-qur’an Tetapi setelah hadis semakin banyak dan beliau pun mengetahui minimnya hafalan para sahabat atas hadis-hadis ini maka beliau mengizinkan para sahabat untuk menulis hadis ya dinukilkan Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu yaah bahwa dia mengeluhkan minimnya hafalan hadis kepada Rasulullah maka Rasulullah pun menanggapi dan mengatakan kepadanya bentangkanlah kain ya bentangkanlah kain atasanmu ya maka Abu Hurairah membentangkan kain kain atasnya ya kain yang biasa dipakai atau sarung yang dipakai bagian atas lalu Beliau menyampai itu selendang Maksudnya di sini ya selendang kain bagian atas itu selendang maka beliau pun membentangkan selendang beliau lalu nabi menyampaikan hadis kepadanya kemudian nabi menyuruhnya rangkullah selendang itu maka Abu Hurairah pun mengatakan menegaskan Sejak saat itu aku tidak pernah melupakan satu Hadis pun yang disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepadaku dan terbukti ya bahwa Abu AB Hurairah adalah sahabat yang paling banyak menghafal hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Abdullah bin Umar juga meriwayatkan nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda qayidul ilm ikatlah ilmu Ibnu Umar bertanya wahai Rasulullah Apa pengikatnya nabi menjawab alkitabah yaitu dengan tulisan ini umum ya merangkum al-qur’an dan juga hadis ya al-quran dan juga hadis hadis ikatlah ilmu itu dengan menulisnya maka ada surat-surat nabi ada ee catatan- catatan yang ditulis oleh sahabat dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka di dalam periwayatan hadis ada periwayatan dengan ee kitabah dengan tulisan ya Nah yaitu dengan buku periwayatan dengan kitabah ya Ibnu jauzi mengatakan ketahuilah bahwa para sahabat-sahabat Rasulullah menulis kata sabda Nabi ya E perilaku dan perbuatan-perbuatan Rasulullah sifat-sifat Nabi Ya baik itu sifat-sifat fisik maupun Ee kita katakan akhlak nabi ya Bahkan PR Pri kehidupan Nabi yaitu dicatat dan ditulis oleh para sahabat syariat kita pun dikumpulkan dari ee riwayat-riwayat sahabat ya dari sahabat kepada tabiin dan seterusnya ya Jadi itulah dia agama yang Allah subhanahu wa taala jaga dengan riwayat ya Ada periwayatan ada sanad maka dikatakan alisnadu minaddin sanad itu termasuk bagian penting dari agama ya Bahkan agama itu adalah riwayat yang sahih ya yang bersanad ada sanadnya tersambung dari nabi ya Sallallahu Alaihi Wasallam atau kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bighui Sampaikanlah dariku ini perintah untuk menyampaikan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya dan nabi juga mengatakan nallahan Sami maqati fawaaha faaddaha Kama samiaha Semoga Allah subhanahu wa taala merahmati ataupun membuat berseri cerah wajah orang-orang yang mendengar perkataanku lalu memahaminya kemudian menyampaikannya sebagaimana dia mendengarnya ini perintah untuk menyampaikan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya jadi menyampaikan hadis sesuai dengan apa yang didengar hampir tidak bisa dilakan kecuali dengan membaca dari tulisan sebab menyampaikannya melalui hafal terkadang Lupa maka ada sahabat yang sangat ketat di dalam ee periwayatan penyandaran hadis kepada nabi yaitu Umar BN Khattab ya Bahkan beliau memperingatkan sahabat-sahabat yang sering mengatakan dari nabi nabi berkata Ya karena Umar Bin Khattab dikenal dengan sebagai sahabat yang sangat berhati-hati bahkan kadang kala beliau menisbatkan itu kepada diri beliau tidak menyandarkannya kepada nabi apabila beliau belum bisa memastikan itu adalah sabda Nabi yang dia dengar yang beliau dengar dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya ini adalah salah satu bentuk kehati-hatian ee beliau ya Nah demikian nah ketika Ahmad Ibnu hambal rahimahullah sedang menyampaikan hadis seseorang minta kepadanya dan berkata diktikanlah hadis itu untuk kami dari hafalanmu maka Imam Ahmad menjawab tidak tidak dari hafalanku melain melainkan dari kitab yaitu beliau membacanya ya maka salah satu ee periwayatan hadis adalah periwayatan dengan ee qiraatus Syekh ya Ee qiratus Syekh Alal ee eh alar Rawi ataupun alaruad Syekh membacakannya kepada para perawi ataupun murid-muridnya Nah demikian Ali Ibnu madini mengatakan ya Ee Guruku yaitu Ahmad Ibnu hambal ya sebagaimana kita ketahui bahwa Ali Ibnul madini ini adalah seorang ulama yang berguru kepada Imam Ahmad bel mengatakan Guruku yaitu Ahmad Ibnu hambal memerintahkan aku agar menyampaikan hadis hanya melalui kitab yaitu membacakannya dari tulisan ya Nah ini salah satu metode penyampaian dan periwayatan Hadis yaitu dengan kitab yaitu membaca ee kitab yang berisi hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang sudah disalin ya dari hafalan-hafalan ya para ulama ataupun para perawi ya dan para sahabat rasul telah meriwayatkan sunah lalu sunah itu diterima oleh para tabiin ya kemudian para ahli hadis menempuh perjalanan jauh ya ke timur maupun ke barat ya untuk mendengar hadis-hadis Ya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di dari di berbagai negeri ya yang menyebar ya seiring dengan menyebarnya para sahabat sepeninggal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka tersebarlah hadis-hadis nabi ya Sallallahu Alaihi Wasallam ya Nah demikian kan ya jadi ee itulah mata rantai ya silsilah ya riwayat ataupun sanad hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari tabi dari sahabat ke tabiin dari tabiin ke tabi tabiin dan dan selanjutnya Nah demikian ya Jadi mereka menempuh ya para ahl hadis ini menempuh perjalanan yang sangat jauh ya ke berbagai belahan bumi ya untuk mendengar kata-kata hadis dari sana sini ataupun mendengar hadis-hadis nabi dari sana sini yang mensahkan yang sahih mendhaifkan yang tak sahih ya Jadi ada ee beberapa orang yang ya menyampaikan hadis nabi tapi enggak sahih misalnya enggak ada riwayat enggak ada sanadnya ya enggak jelas sanadnya ya dan eh sejenisnya maka Muhammad bin S mengatakan um Coba sebutkan kepada kami Siapa perawi-perawi hadis-hadis Kalian itu ya Nah demikian ya karena hadis tanpa perawi ataupun tanpa ya kita katakan periwayat yang menyampaikannya ah itu adalah hadis yang terputus ya hadis yang tidak bisa diangkat sebagai hujah dan mereka mengkritik dan merekomendasikan para perawi-perawi Hadis yaitu jarah dan takdil ya menjelaskan ee sunah dan menyusun buku-buku hadis dan buku hadis yang tertua yang pertama kali ditulis adalah dalam bentuk muwat ya kitab muat muwata itu bukan judul buku sebenarnya itu adalah jenis buku namanya muwata yang mana kitab muwata ini tercampur di dalamnya hadis nabi yang maukuf yang marfu yang maukuf ya perkataan para sahabat bahkan perkataan tabiin ya tercampur di situ ya belum ada pemisahan klasifikasi dan sejenisnya tercampur juga mana yang sahih dan mana yang enggak sahih mana yang marfu mana yang maukuf ya ya masih bercampur Baur ya Nah demikian mana Yang mualak ya dan seterusnya nah kemudian muncullah ya kita katakan bentuk penulisan hadis yang yang lain setelah muat taat yaitu musonfat ya musonfat adalah jenis buku juga itu bukan judul buku jenis buku yang terangkum di dalamnya segala hal hanya saja ya Dia ee ee disusun ya berdasarkan perawi-perawi yang meriwayatkan hadis Ya beda dengan muwata yang mungkin mengarah kepada fikih ya penyusunan berdasarkan ee bab-bab fikih ya Adapun er musonfat itu berbasis er riwayat-riwayat dari para perawinya Nah demikian muncul ee jenis-jenis buku yang lainnya seperti ee ada kitab-kitab masanid ya kemudian Sunan dan jawami dan lain-lain ya Nah demikian eh maka ee makin ee terpeliharalah ya hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya dan sebagian ee ulama ulama-ulama hadis ada yang menyusun buku khusus mengumpulkan hadis-hadis yang sahih ya Misalnya dua jawami ya yaitu Jami asahih ee yang ditulis oleh Imam Bukhari dan kitab Jami asahih yang ditulis oleh imam muslim yang dikenal dengan sebutan kitab sihi ya dua kitab sahih ya wallahuam baawab dan ada kalau ada hadis yang diriwayatkan oleh keduanya maka dikatakan hadis muttafaqun alaih yang hampir bisa dipastikan kesahihannya ya maka ada ungkapan asahul kutub ee ya apa namanya eh asahul kutub ba’da kitabillah adalah sahih Bukhari ya Ee kitab paling sahih setelah kitabullah adalah yaah sih Bukhari ya wallahuamwab Nah demikian ya para ulama menyusun buku-buku hadis itu dari masa ke masa ee dari zaman ke zaman ya Nah demikian itu suatu usaha yang sangat luar biasa ya sangat Agung ya sangat fenomenal yang sangat bermanfaat Ya berfaedah bagi Islam dan kaum muslimin sampai hari ini kita enggak bisa bayangkan ya jika para ulama dulu tidak berinisiatif menyusun buku-buku hadis itu mungkin kita enggak mengenali hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu yang pertama yang kedua kita tidak bisa membedakan mana yang sahih dan mana yang tidak sahih yang ketiga kita akan sulit ya untuk mengklasifikasi hadis itu mana hadis yang masuk kitab ee bab tharah misalnya dan lain sebagainya kalau dicampur Baur jadi satu semua dan itu sangat memudahkan kita ya ketika kita kita ingin tahu bagaimana tata cara syariat di dalam hal bersuci kita kita bisa buka kitab ee Sunan misalnya yang ya dari bab bersuci misalnya nah kita bisa temukan di situ hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka semakin mudah kita untuk mengenali dan memiliki akses yang sangat mudah kepada ilmu nah itu semua atas jasa para ulama-ulama hadis yang enggak terkira ya kita katakan nilainya Ya bagi kaum muslimin Bahkan bukan hanya bagi kaum muslimin ya Bagi siapapun ya Nah demikian yang ingin mengenal Islam dan mengetahui Pri kehidupan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya lalu muncul orang-orang yang ingin melenyapkan semua itu lalu apa komentar kita ya terhadap orang yang ingin menihilkan semua itu ataupun ingin mengubur semua itu bahwa itu semua Enggak penting usaha yang bertahun-tahun ya Bahkan berabad-abad yang dilakukan secara estapet ya terus turunturun ya ya generasi ke generasi ya hingga sampai hari ini ya ya para pemerhati Roja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita bisa merasakan e faedahnya dari buku-buku hadis yang ditulis oleh para ulama terdahulu kalau al-qur’an ya ya kita katakan di tulis semenjak zamannya Utsman dan itu tidak berubah sampai hari ini ya Adapun kitab-kitab hadis beraneka ragam jenis-jenisnya yang semua itu memudahkan kita untuk mengenali agama ini ya usaha yang luar biasa bahkan Ya seperti usaha yang dilakukan oleh Imam Bukhari itu dapat memisahkan yang sahih dari yang daif dan berkomitmen hanya mencantumkan hadis-hadis yang sahih saja di dalam ee kitab sahihnya itu ada adalah suatu yang luar biasa lalu Bagaimana jika ada orang yang ingin menihilkan dan melenyapkan semua itu sehingga semua jeri payah ya usaha yang dilakukan selama berabad-abad itu terbuang percuma lalu apa komentar kita terhadap orang yang bersikap seperti itu atau yang melakukan hal itu ya maka dulu para ulama menuduh menuding zindik orang-orang yang ingin mendiskreditkan ee para perawi ya terutama sahabat-sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya bahwa mereka ini adalah kaum zindik ya mereka ingin menghapus syariat Sebenarnya ya karena kalaulah semua itu dilenyapkan maka tidak tersisa sesuatu yang bisa kita jadikan pegangan untuk me menjalan menjalankan dan mengamalkan agama ini dengan benar ya kita akan meraba-raba ya kita dalam kegelapan ya karena kita tahu Ya enggak semua orang punya daya hafal yang kuat dan cenderungnya manusia dari masa ke masa semakin berkurang ya kekuatan hafalannya ya kekuatan hafalan mereka semak makin melemah ya Nah demikian semakin sedikit orang-orang yang ya mampu melakukan hal seperti itu bahkan nyaris tidak ada ya maka Bagaimana jika buku-buku ini dilenyapkan semua ya wallahuam bisawab kita tahu bahwasanya orang ini sebenarnya ada dua kemungkinan ya yang pertama dia enggak tahu pentingnya buku-buku itu urgensi dari kitab-kitab ilmu itu nah ini orang jahil ini bisa dikatakan jahil murakab ini maka diajari dia supaya ngerti yang kedua adalah orang yang sebenarnya tahu ya fungsi buku itu tapi dia punya niat yang busuk su apa namanya dia punya suul qas punya maksud yang buruk ya Nah ini adalah zindikq ini kalau dia punya maksud yang buruk dibalik sikapnya itu ya maka ini orang zindik ini sebenarnya ya dia ingin menghapus ilmu Sebenarnya ya wallahuam baawab tib maka ya Ee kita tidak akan mengetahui hukum Allah ya kita tidak tahu bagaimana menerapkan ibadah ya salat misal perincinya Kan di dalam asunah di dalam hadis-hadis nabi kalau kita nihilkan hadis-hadis itu L bimana kita salat bagaimana kita bersuci dan lain-lain sebagainya ya wallahuam bawab maka tidak ada per uan semenomen terhadap Syariat seperti halnya perlakuan ini ini perlakuan yang sangat sewenang-wenang semena-mena terhadap Syariat ya jika ya mereka berusaha untuk melenyapkan ya kita katakan bukti-bukti Ya ilmu yang telah dikumpulkan ya oleh para Salaf kita ya dan usaha mereka itu akan terbuang Percuma ya jika buku ini ya dibumih hanguskan ataupun dihanguskan seperti yang dilakukan oleh bangsa Tatar ya ya dan para penakluk-penakluk dari kalangan kaum muslimin dari kalangan nonmuslim ya kafir terhadap negara-negara Islam yang mereka lakukan salah satunya adalah dengan membumihanguskan buku-buku seperti di Andalusia yang mereka hanguskan pertama buku-buku buku-buku dibakar demikian juga ketika Baghdad ditaklukkan oleh bangsa Tatar ya itu yang mereka lakukan pertama adalah dengan membuminghanguskan buku-buku karena mereka tahu ini adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kaum muslimin lu Bagaimana jika ada orang ya yang ingin melakukan seperti yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam itu boleh jadi dia Sebenarnya musuh Islam ini kalau seperti itu ya wallahualam Saab tiib dan apakah syariat umat-umat sebelum kita memiliki sanad yang terhubung hingga nabi mereka ya ini perkataan Ibnul jauzi ya Apakah syariat umat-umat sebelum kita Yahudi dan Nasrani punya sanad yang terhubung hingga nabi mereka enggak terhubung ya catatan-catatan dari nabi-nabi mereka ya walaupun mereka menuhankannya itu tidak ada yang tersambung sanadnya sampai kepada pengucapnya ya yaitu Nabi mereka semua riwayat-riwayatnya kata Ibnu hazm adalah riwayat yang mdol dalam timbangan ilmu Hadis kita mdal adalah riwayat yang gugur di dalam sanadnya dua generasi atau tiga generasi ya dua perawi atau tiga perawi dua atau tig atau lebih maka sanadnya dikatakan mudol ini lebih parah daripada mungkoti yang terputus hanya satu perawi saja kalau ini sampai du t perwi yang jatuh ataupun yang gugur dari sanad tersebut Lalu bagaimana jika memang enggak ada sanadnya enggak jelas juntrungnya ini dari mana Sebenarnya ya itu lebih enggak bisa dipertanggungjawabkan lagi Makanya enggak ada kemurnian pada agama-agama terdahulu ya ngaur-ngaur aja ya klaim-klaim aja makanya enggak heran kalau direvisi Terus ya seperti itu ya karena itu enggak berdasarkan riwayat Ya bisa aja dirubah-rubah ya tapi hadis-hadis nabi enggak bisa dirubah-robah ada yang berusaha untuk merubahnya ketahuan contohnya ya ada yang meriwayatkan hadis eh Ana khatamun nabiyin nabi berkata Ana khatamun nabiyin la nabiya ba’di itu hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim ya bahwa Aku adalah nabi bersabda Aku adalah penutup para nabi dan tidak tidak ada lagi nabi sepeninggalku sesudahku Lalu ada orang yang berusaha untuk menambahkan satu kata ya Dan ini sangat berbahaya penambahan ini yaitu dia menambahkan kata illa ayasya Allah kecuali Allah berkehendak lain ya dia tambahkan di situ pengecualian ya Siapa yang bisa mendeteksi itu adalah tambahan yang enggak sahih kalau bukan karena ee ilmu Hadis yang dimiliki oleh kaum muslimin yang di yang di metode yang dibakukan oleh para ulama-ulama hadis ya sehingga dapat mendeteksi ini tambahan yang batil mungkar ya tambahan yang mengatakan kecuali Allah menghendakinya kecuali Allah menghendaki lain kecuali Allah berkehendak yaitu Allah berkehendak ada nabi setelah Nabi terakhir ini yaitu Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka hadis ini dengan tambahan yang batil tadi itu dipakai oleh orang-orang mutanabi yaitu mutanabi itu adalah orang-orang yang mengaku nabi bahwa pengakuan kami ini benar karena ada hadis yang mengatakan padahal hadis itu batil maudu palsu walaupun asal hadis itu kelihatan hadis sahih anaamun nabiin nabi Aku adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi meninggalku kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi tambahan itu ini berbahaya kalau tidak dideteksi ya bahwa ini adalah palsu nah Lalu bagaimana kalau yang ditambah itu satu halaman bahkan satu buku gitu ya gimana bentuknya itu mungkin yang halal jadi haram yang haram jadi halal berkacau Balau itu enggak bisa dipertanggungjawabkan ya wallahuam baawab Nah demikian maka ya ini perkataan i ya Beliau mengatakan Apakah syariat umat-umat sebelum kita itu punya sanad yang terhubung sampai nabi mereka dari Fulan dari Fulan dari Fulan sampai yang bertemu dengan nabi mereka dan berkata seperti dalam Islam ada sanad ya dari tabi tabi tabiin tabi tabiin tabiin sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya hingga ditulis oleh para penulis-penulis ya kita katakan hadis seperti Bukhari Muslim dan lain sebagainya ya Bahkan sanad ini masih ada sampai hari ini ya tradisi Ee kita katakan periwayatan hadis itu masih ada sampai hari ini ya walaupun itu periwayatan dengan kitab ya buku bukan lagi secara lisan seperti ee di awal-awal ya kita katakan ee periwayatan hadis ya dengan hafalan kan begitu ya wallahuam bissawab ya enggak ada mereka enggak punya sanad itu itu ya dan enggak bisa dipertanggungjawabkan juga kesahihannya maka diperdebatkan sampai hari ini itu ya ada yang diklaim ini bagian dari itu ada yang di macam bercampur Baur di situ ya Nah demikian maka itu jadi kumpulan catatan aja sebenarnya Enggak seperti al-qur’an al-qur’an bukan kumpulan catatan itu adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi melalui Malaikat Jibril dan nabi membacakannya kepada sahabat dan sahabat merekamnya dan mencatatnya ya maka tidak ada penambahan dan pengurangan di situ dan sanad ini adalah salah satu keistimewaan umat ini kata beliau sanad adalah salah satu keistimewaan dari umat ini ya Nah demikian wallahuam baisawab bahkan ada seorang penganut agama nasrani yaitu Dr Asad rustum ya dalam kitab mustalah at-tarikh dia menjelaskan tentang persoalan sanad dan urgensi sanad ini yang itu enggak ada di dalam agama mereka wallahuam bisawab ya Nah demikian nanti akan kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang Insyaallah masih berbicara tentang pentingnya ya penulisan ilmu ya dalam bentuk buku-buku wallahuam bab subhanakallah wabihamdik asadu Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Abu Isan alathari almaidani ma hafidahullah nam ikhwat islamakumullah demikian program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipud daya iblis Semoga apa yang telah kita simak dan dengarkan bersama dapat kita ambil ibah atau pelajaran yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Nam kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah fikum atas kebersamaan anda wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *