Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah hamdib mu asadu Alla ilahaillallah wahdahuarikah waadu Anna muhammadan abduhuasulemti di man anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Dr musyafaaddini hafidahullah dari STD Imam Syafi’i Jember pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab sahih fikih sunah fikih ibadah dan setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bergabung bersama kami untuk bertanya seputar pembahasan di Line telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al ustazfadol Maskur Ustaz Nam Bismillahirrahmanirrahim alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahamin wiunin wasatu wasalamua asrofilya wasidil mursalin Nabina Muhammadin waa alihibihiabiahumsanin para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat ikhwati wa akhwati Fillah aallu waakum Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa taala dengan nikmat-nikmatnya yang terus Allah berikan kepada kita semuanya sehingga kita bisa mengisi sisa-sisa umur kita untuk melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala untuk memuliakan diri kita di dunia ini hingga di akhirat nanti sungguh tanpa nikmatnya tanpa taufiknya tanpa inayahnya Allah Ee kita semuanya tidak akan mampu melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala mudah-mudahan kita menjadi hamba-hambanya yang pandai mensyukuri nikmatnya sehingga Allah subhanahu wa taala terus memberikan kenikmatan-kenikmatannya kepada kita dan memberikan kepada kita tambahantambahan nikmat yang lainnya sebagaimana dia janjikan lain syakartum laazidannakum apabila kalian bersyukur maka aku benar-benar akan memberikan tambahan untuk kalian tidak lupa selawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi yang sangat kita cintai dan sangat kita Junjung tinggi nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti ikhwati Wa akhwati fillah aazanallahu wayakum Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salat Istisqa Apa itu salat Istisqa salat Istisqa adalah salat yang dilakukan untuk meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar diturunkan hujan karena tidak turunnya hujan dalam waktu yang lama dan manusia merasakan kekeringan yang nyata inilah hakikat dari salat Istisqa salat yang dilakukan untuk meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar diturunkan hujan karena hujan yang tidak turun dalam waktu yang lama dan manusia merasa kekeringan manusia merasakan kekeringan yang nyata para jemaah sekalian rahiman warahimakumullah salat Istisqa ini adalah sunah yang sangat Agung bahkan Sebagian ulama mengatakan bahwa salat Istisqa termasuk di antara dalil yang sangat kuat yang menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa taala itu ada dan ini bisa menjadi bukti yang sangat kuat dan jawaban yang sangat telak untuk mereka yang tidak mengakui adanya Tuhan atau adanya Allah subhanahu wa taala Kenapa ini menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa taala itu ada Allah subhanahu wa taala itu yang menurunkan hujan Allah subhanahu wa taala itu yang mengatur alam semesta ini karena banyak sekali kejadian-kejadian baik di awal Islam maupun di zaman kita yang di dalamnya menunjukkan Ketika seseorang melakukan salat Istisqa dia benar-benar menundukkan diri nya di hadapan Allah subhanahu wa taala meminta kepada Allah disebut nama Allah agar Allah menurunkan hujan dan akhirnya setelah itu turun hujan akhirnya setelah itu turun hujan benar-benar turun hujan yang tadinya dalam waktu yang lama tidak pernah turun hujan ketika Allah subhanahu wa taala dipanggil untuk Menur turunkan hujan turunlah hujan ini bukti yang sangat kuat yang menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa taala itu benar-benar ada dialah yang menurunkan hujan dialah yang mengatur alam semesta ini para jemaah sekalian rahimana [Tepuk tangan] warahimakumullah ada perbedaan antara Istisqa dengan salat Istisqa Istisqa adalah berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan sedangkan salat Istisqa adalah salat yang dilakukan untuk meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah Allah menurunkan hujan jadi Istisqa itu lebih luas maknanya daripada salat Istisqa karena Istisqa itu tidak harus dengan salat bisa hanya dengan doa saja sedangkan salat istisq harus ada salatnya para jemah sekalian Rim warahimakumullah Istisqa itu disepakati oleh para ulama tentang disyariatkannya para ulama itu sepakat bahwa Istisqa itu disyariatkan yaitu meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menurunkan hujan para ulama sepakat akan hal ini bahwa ini disyariatkan Adapun salat Istisqa diperselisihkan oleh para ulama tentang disyariatkannya Imam Abu Hanifah rahimahullah berpendapat bahwa salat Istisqa itu tidak disyariatkan sedangkan tiga mazhab yang lain yaitu mazhab Maliki Syafi’i dan Hambali mengatakan bahwa salat Istisqa itu disyariatkan dan tentunya yang lebih kuat adalah pendapat jumhurul ulama dari tiga mazhab begitu pula Sebagian ulama dalam mazhab Hanafi yang mengatakan bahwa salat Istisqa itu sunah salat Istisqa itu disyariatkan dianjurkan Kenapa ini lebih kuat karena banyak dalil-dalil yang menunjukkan akan hal tersebut para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah di antara yang menunjukkan bahwa salat Istisqa itu disyariatkan adalah hadis dari pamannya Abbad IBN Tamim radhiallahu Anhu Beliau mengatakan khaj Nabi Shallallahu Alaihi wasallamal Mus Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah keluar ke tempat salat musalla itu tempat salat maksud dari musala di sini adalah tempat yang lapang di luar bangunan yang biasa dipakai oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menjalankan salat ID dan salat Istisqa juga dilakukan di tempat tersebut beliau alaihialatu wasalam pernah keluar menuju ke musala dan beliau di sana meminta agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan wastaqbalalqiblah beliau menghadap ke kiblat Fa rakatain kemudian beliau salat dua rakaat waqallaba ridaah dan beliau membalikkan ridanya Apa itu Rida Rida adalah potongan Kain yang digunakan untuk menutup bagian atas badan jadi dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam termasuk pakaian kebiasaan beliau adalah Izar dan Rida ini satu stel Izar itu potongan Kain yang digunakan untuk menutup bagian bawah tubuh sedangkan Rida adalah potongan Kain yang digunakan untuk menutup bagian atas tubuh Ya seperti orang-orang yang sedang ihram baik ihram Haji maupun ihram umrah ada dua potong kain yang dipakai oleh mereka potongan yang bagian bawah itu disebut sebagai Izar sedangkan potongan yang bagian atas itu disebut sebagai Rida Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau salat Istisqa setelah beliau berdoa beliau membalikkan ridanya yang kanan menjadi kiri yang dalam menjadi luar ini dikatakan oleh para ulama tafaulan ini dikatakan oleh para ulama sebagai bentuk harapan yang baik agar Allah subhanahu wa taala mengubah ke kekeringan menjadi keadaan yang subur ya karena Allah turunkan hujan setelahnya disebutkan di sini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membalikkan ridanya yang asalnya kanan dijadikan kiri apa sunahkan ketika salat Istisqa ada beberapa hal yang disunahkan ketika salat Istisqa yang pertama khurujun Nas maal imami Ilal musalla mubtadilina mutawadiina mutadarriin yang pertama yang disunahkan adalah keluarnya orang orang menuju ke musala jadi tempat lapang mubtadilin dalam keadaan mereka tidak memakai pakaian yang bagus pakai pakaian-pakaian yang sederhana yang biasa banget yang menunjukkan kesahajaan mutawadiin Jadi mereka dalam keadaan tawadu merendahkan hatinya kepada Allah subhanahu wa taala mutadarin dalam keadaan khusyuk inilah yang pertama kali disunahkan dalam salat Istisqa dan ini banyak dilalaikan oleh orang-orang yang melakukan salat Istisqa banyak orang yang melakukan salat Istisqa tapi mengabaikan nilai-nilai ini mereka meminta kepada Allah subhanahu wa taala Iya benar secara Zahir demikian tapi hati mereka tidak tawadu atau tidak ingat akan hal ini sama sekali hati mereka tidak khusyuk hanya sekedar ikut saja harusnya mereka itu menghadirkan rasa butuh sekali kepada Allah subhanahu wa taala harusnya mereka menghadirkan hati yang benar-benar merendah kepada Allah subhanahu wa taala dan menampakkan pada pakaian mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat rendah di hadapan Allah subhanahu wa taala ya orang-orang yang benar-benar merendahkan diri mereka di hadapan Allah subhanahu wa taala sebagaimana dahulu dilakukan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma Beliau mengatakan kharaja Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mubtadilan mutawadi’an mutadarri’an Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah keluar keluar menuju musalla Dalam keadaan apa mubtadilan pakai baju biasa banget mutadarri’an mutawadian mutadarrian dalam keadaan tawadu merendahkan hatinya kepada Allah subhanahu wa taala mutadar dalam keadaan khusyuk Mus sampai beliau datang ke musala ke tempat yang lapang yang biasa digunakan untuk salat Idal mbaramum lalu Beliau pun naik ke mimbar dan beliau tidak berkhotbah sebagaimana khotbah kalian ini maksudnya khbah jumah khbah jumah dua kali ya maka beliau tidak khbah seperti itu hanya sekali sajaakinalbir akan tetapi beliau banyak berdoa beliau tadaru dan khusyuk dan beliau bertakbirma Sha rakati k Yusi filid Kemudian beliau salat dua rakaat seperti beliau salat dalam eh salat id seperti ketika beliau salat salat ID para jemaah sekalian rahim rahimakumullah perkataan sahabat Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Kemudian beliau salat dua rakaat seperti salat Id ini ditafsiri oleh para ulama dengan penafsiran-penafsiran yang berbeda ada yang mengatakan ini menunjukkan bahwa salat Istisqa itu cara melakukannya seperti salat id di takbir pertama atau di rakaat pertama ada tujuh takbir sebelum membaca al-fatihah di rakaat yang kedua ada lima takbir sebelum membaca al-fatihah dan mereka mengatakan itu disunahkan sebagaimana perkataan sahabat Ibnu Abbas ini ada yang mengatakan Maksudnya seperti salat Id adalah dari sisi jaharnya dari sisi rakaatnya dan di sisi ada khutbahnya Adapun takbirnya maka Ya seperti biasa seperti salat sunah biasa ya ini dua pendapat yang Ana melihat ya sama-sama kuatnya boleh dengan takbir sebagaimana takbir-takbirnya salat aid boleh juga tidak demikian nanti akan ada hadis yang menunjukkan hal tersebut Kenapa ada yang mengatakan tanpa tambahan-tambahan takbir seperti dalam salat salat ID tiayib yang berikutnya para jemaah sekalian Rahimah warahimakumullah sunah yang berikutnya adalah khotbah dalam salat Istisqa ini juga masalah yang diperselisihkan oleh para ulama ada yang mengatakan salat Istisqa itu ada khotbahnya ada yang mengatakan salat Istisqa itu tidak ada khotbahnya tib jumhurul ulama mengatakan salat Istisqa itu ada khotbahnya mayoritas ulama yang mengatakan bahwa salat Istisqa itu disyariatkan mereka mengatakan salat Istisqa itu ada khotbahnya dan ini pendapat yang lebih kuat kemudian para ulama ini mereka berpendapat mereka berbeda pendapat apakah khotbahnya itu sebelum salat ataukah khotbahnya itu setelah salat ini juga masalah yang diperselisihkan oleh para ulama dan banyak ulama yang akhirnya mengatakan boleh dilakukan sebelum salat ya khotbahnya boleh dilak sebelum salat seperti salat jumah boleh juga khotbahnya dilakukan setelah salat seperti khotbah dalam salat ID tib para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah apa yang menunjukkan bahwa khotbah itu lebih baiknya dilakukan setelah salat Istisqa dalilnya adalah hadis dari sahabat Abdullah IBN Zaid radhiallahu Anhu Beliau mengatakan khaja Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Ilal musalla suatu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam keluar menuju Musa maka beliau pun meminta agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan wahuqqbl Kemudian beliau membalikkan ridanya ketika beliau menghadap ke kiblat wabada dan beliau dan beliau Memulai Dengan salat sebelum beliau berkhotbah beliau memulai salatnya sebelum beliau berkhotbah ini menunjukkan bahwa salat Istisqa itu ada khotbahnya Dan ini juga menunjukkan bahwa salat Istisqa itu dilakukan sebelum khotbah tummaastqbalal qiblata Wah Kemudian beliau menghadap ke kiblat dan berdoa ya kalau kita melihat hadis ini kita akan memahami bahwa beliau itu pertama kali datang beliau khotbah kemudian dalam khotbahnya beliau meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menurunkan hujan kemudian setelah itu beliau salat dua rakaat kemudian setelah itu beliau beliau berdoa lagi tib hadis ini sanadnya sahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad ee dalam kitab almusnadnya [Tepuk tangan] tiayib apa Dalil yang menunjukkan bahwa khotbah itu boleh dilakukan sebelum salat ya walaupun ini bukan pendapat jumhur ya pendapat jumhur pendapat yang pertama mayoritas ulama itu berpendapat bahwa khotbah salat Istisqa itu setelah salat tapi ada juga ulama yang mengatakan bahwa khotbah salat Istisqa itu sebelum salatnya tib ini dipilih oleh Imam Malik rahimahullah dan Imam Ahmad dalam riwayat yang yang kedua dari beliau dalilnya juga hadis Abdullah IBN Zaid dari sahabat yang sama beliau mengatakan kharajan nabi shallallallahu Alaihi Wasallam yastasqi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah keluar untuk Istisqa berdoa meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menurunkan hujan fatawajjaha ilalqiblah maka beliau pun menghadap ke kiblat yadu beliau berdoa wawala Rid dan beliau membalikkan ridanyama Sha rakati jahar fihima bilqah Kemudian beliau salat dua rakaat dan beliau di dalam salat tersebut mengeraskan bacaan alfatihahnya tib di sini disebutkan suumma Sha rakatain kemudian salat dua rakaat tanpa menyebutkan seperti salat ID berarti salatnya biasa tanpa tambahan takbir-takbir sebagaimana yang ada dalam salat ID kemudian di sini juga disebutkan bahwa beliau yastasqi meminta agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan kemudian dipahami ya bahwa ini adalah khotbah salat Istisqa Karena setelah itu dikatakan di sini rak kemudian setelah itu salat dua rakaat wallahu taalaam kalau melihat hadis ini saja tidak disebutkan secara tegas bahwa beliau berkhotbah tidak disebutkan secara tegas bahwa beliau berkhutbah sedangkan riwayat yang sebelumnya dari sahabat yang sama Abdullah IBN Zaid disebutkan dengan sangat tegas wabadaa bisalati qablal khutbah beliau ee Memulai Dengan salat sebelum khotbahnya Adapun di sini ya beliau dikatakan yastasqi meminta kepada Allah agar diturunkan hujan kemudian menghadap ke kiblat ya seakan-akan di situ khotbah dulu kemudian menghadap ke kiblat berdoa kepada Allah subhanahu wa taala kemudian membalikkan ee ridanya kemudian setelah itu baru baru salat Ya intinya dalil ini kurang tegas untuk menunjukkan bahwa beliau itu khotbah dulu sebelum sebelum salat Walaupun demikian ya karena para ulama berdalil Dengan hadis ini bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu berkhotbah dahulu ee bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berkhotbah dahulu sebelum salat ya maka ya dan memang bisa dimaknai seperti itu maka lebih baik ya kita memilih pendapat yang banyak dipilih oleh ulama-ulama di zaman ini yang mengatakan bahwa boleh-boleh saja boleh-boleh saja khotbah sebelum salat atau khotbah setelah setelah salat hanya saja yang lebih baik adalah kita khotbahnya ya setelah salat karena ada penjelasan yang sangat tegas dalam hadis Abdullah IBN Zaid yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang sahih waabadaa bisalati qablal khutbah beliau Memulai Dengan salat sebelum sebelum khotbahnya baik para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah disunahkan juga para jemaah sekalian rahimahahimakumullah dalam salat Istisqa ini untuk menampakkan rasa penyesalan terhadap dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia menampakkan toubat kepada Allah subhanahu wa taala menampakkan istigfar permohonan ampun kepada Allah subhanahu wa taala dari dosa-dosa yang banyak dilakukan oleh manusia disunahkan dalam khotbah salat Istisqa ini menampakkan rasa butuh kepada Allah subhanahu wa taala menampakkan rasa butuh kepada Pertolongan Allah subhanahu wa taala bahwa kita hamba yang sangat lemah kita hamba yang sangat miskin tanpa Pertolongan Allah subhanahu wa taala maka kita semuanya akan binasa Ya intinya di dalam khotbah tersebut ditampakkan nilai-nilai ini bahwa kita itu manusia yang banyak dosanya dengan dosa-dosa tersebut akhirnya Allah kasih hukuman kepada kita makanya kita beristigfar kita bertobbat kepada Allah subhanahu wa taala kemudian setelah itu meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan karena sangat kita sangat membutuhkan hujan tersebut ya ini disunahkan di dalam khotbah jumah tib yang berikutnya berdoa dengan mengangkat tangan dengan sangat tinggi dan menjadikan ya Punggung tangannya menghadap ke langit Ya seperti ini ya ini berdoa dengan tangan seperti ini jadi tangannya ya seperti ini tapi diletakkan di atas kepala jadi sangat tinggi ini sunah dalam salat Istisqa ya jadi ketika berdoa tangannya seperti ini kemudian para jemah sekalian Rahimah rahimakumullah sebagaimana tadi disampaikan juga disunahkan pula ketika salat Istisqa ini untuk membalikkan Rida untuk membalikkan Rida jadi yang asalnya kanan ditaruh di kiri Ustaz kalau di kita pakaiannya kan bukan Rida Bagaimana Ustaz tib walaupun di daerah kita pakaiannya itu bukan Rida tapi banyak juga yang memakai sorban yang ditaruh di punggung ee di pundak yang ditaruh di di pundak maka ya sorban ini bisa [Musik] di diubah yang asalnya bagiannya kiri menjadi kanan yang asalnya bagiannya kan menjadi menjadi kiri atau bagi yang memakai baju maka bisa di ubah bisa dibalik yang asalnya bagian luar dijadikan bagian dalam ya yang asalnya bagian luar dijadikan bagian bagian dalam ini untuk ya mengambil sunah ini bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu membalikkan ridanya yang asalnya kanan menjadi menjadi kiri tib kalaupun hal ini tidak dilakukan maka tidak mengapa karena ini sifatnya sunah tapi sebagaimana kita tahu bahwa sunah itu sebisa mungkin kita lakukan karena di dalamnya ada nilai menjaga syariat Islam di dalamnya ada pahala dari Allah subhanahu wa taala di dalamnya ada bukti kecintaan kita kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tib para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah termasuk di antara sunah dalam salat Istisqa adalah berdoa setelah salat jadi di dalam khotbah salat Istisqa ada banyak doa yang dipanjatkan oleh Khatib ya Ada banyak doa meminta hujan yang dipanjatkan oleh siapa oleh Khatib kemudian setelah itu kita salat dua rakaat setelah salat dua rakaat ini maka dianjurkan bagi sanghatib anjurkan juga bagi para jemaah untuk berdoa lagi sendiri-sendiri ya berdoa lagi sendiri-sendiri meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah mengampuni dosa-dosa kita bertobat kepada Allah subhanahu wa taala kemudian setelah itu menampakkan bahwa kita sangat membutuhkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala sangat membutuhkan hujannya kemudian berdoa agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan tib para jemaah sekalian rahiman warahimakumullah di sana ada doa-doa yang disebutkan di dalam riwayat-riwayat yang sahih dan sebaiknya doa-doa seperti ini diucapkan oleh sang Khatib atau dibaca oleh orang-orang setelah mereka salat Istisqa di antara doa tersebut adalah allahummqina ghaitsan mughita Marian nafi’ah ghair darorrin ajilan ghair Ajil Allahumma isqina ghaitsan mughita Marian nafi’an ghair D ajilan ghair Ajil ada juga doa diriwayatkan dari hadis yang lain allahummasqi ibadaka Wa bahaimak wansyur rahmatak Wa ahyi baldakal mayyit allahummqi ibadaka wa bahaimak wansyur rahmatak wa ahyi baldakal mayid bisa juga berdoa dengan doanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam alhamdulillahiabbil alamin arrahmanirrahim Maliki yaumiddin la ilahaillallah yaf’alu ma yurid Allahumma antallah la ilahailla ant Antal Ghani waahnul fuqara anzil Alal Git waj’al Ma anzalta Lana quatan waalaganin ini sebagaimana disebutkan di dalam hadis Aisyah radhiallahu anha Alhamdulillahi rabbil alamin arrahmanirrahim Maliki yaumiddin la ilahaillallah yaf’alu ma yurid Allahumma antallah La ilaha illa Anta Antal ghaniy wahnul fuqar anzil Alal Git waj’al Ma anzalta Lana quwatan wa balagan ilahin para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah termasuk di antara sunah dalam salat Istisqa adalah salat dua rakaat seperti salat ID dan di dalamnya dikeraskan bacaan al-fatihah dan surat setelahnya salat seperti salat ID ya sebagaimana disebutkan di dalam hadis Ibnu Abbas radhiallahu anhuma wasa rakati Kama yusil ID Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika salat Istisqa beliau salat dua rakaat seperti salat ID begitu pula dalam hadis Abdullah IBN Zaid radhiallahu Anhu tma Sha rakataini jahar fihima bilqiraah Kemudian beliau salat dua rakaat dan di dalam dua rakaat itu beliau mengeraskan bacaannya para jemaah sekalian rahimana rahimakumullah ini pembahasan tentang salat Istisqa yang berikutnya adalah Istisqa tanpa salat Istisqa tanpa salat makanya kita harus tahu perbedaan antara Istisqa dengan salat Istisqa kalau salat istis is itu harus ada salatnya sedangkan Istisqa tidak harus ada salatnya setiap salat Istisqa itu pasti ada permintaan untuk untuk diturunkan hujan ya setiap salat Istisqa itu pasti ada permintaan kepada Allah subhanahu wa taala untuk menurunkan hujan sedangkan tidak setiap Istisqa ada salatnya jadi bisa jadi seseorang meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar diturunkan hujan tanpa salat ya Istisqa TB dulu ada beberapa kali beberapa kesempatan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meminta hujan tanpa salat Istisqa seperti misalnya ketika khotbah jumah Beliau pernah khotbah jumah kemudian ada orang Arab baduwi datang dan mengatakan Ya Rasulullah halakatil amwal wquladah wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam harta-harta kami sudah rusak semuanya karena kekeringan jalan-jalan juga sudah susah untuk dilewati berdoalah kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menurungkan hujan kepada kami akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meminta Allah AG Allah Agna kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Ya Allah turunkan hujan kepada kami ya Allah turunkan hujan kepada kami Subhanallah setelah itu langit yang tadinya tidak ada awannya sama sekali menjadi tiba-tiba berawan dengan sangat tebal dan akhirnya hujan seketika itu juga akhirnya hujan dan hujannya bukan hanya sebentar hujannya sampai berhari-hari Padahal di kota Madinah itu ya tidak ada tidak biasa ya ada hujan yang sampai lama ini sampai berhari-hari sampai Jumat yang berikutnya jadi sepekan penuh hujan Subhanallah inilah mustajabnya doa nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di Jumat yang berikutnya datang orang Arab badwi juga para ulama berbeda pendapat apakah orang yang sama ataukah orang lain yang datang tapi yang jelas orang ini datang di tengah-tengah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sedang berkhotbah kemudian orang tersebut mengeluhkan keadaannya orang ini mengatakan Ya Rasulullah halakatil amwal wqataatiubul keluarnya sama wahai Rasulullah harta kami menjadi rusak kenapa karena hujan yang lama akhirnya banyak dari hartanya yang yang rusak wqaul sama jalan-jalan juga tidak bisa dilewati Kenapa karena B saking banyaknya hujan F fadullah yumsika Anna maka berdoalah kepada Allah subhanahu wa taala agar hujan ini dihentikan oleh Allah subhanahu wa taala dari dari kami jadi orang ini minta agar Allah menghentikan hujan lalu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam doa tapi doa beliau bukan untuk menghentikan hujan karena itu permintaan yang kurang sopan Kurang beradab tadinya asalnya enggak ada hujan diturunkan hujan kok sekarang minta dihentikan maka doa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma hawalaina wala Alaina Ya Allah jadikan hujan ini berada di pinggir-pinggir kami berada di sekitar kami Bu bukan langsung mengenai kami Allah ya Allah alihkan hujan tersebut ke bukit-bukit ke wadi-wadi sungai-sungai yang berada atau lembahlembah yang berada di antara dua gunungihkan ke tempat-tempat tumbuhnya pepohonan akhirnya Madinah menjadi terang dan hujan turun di sekitar kota Madinah Ya intinya di dalam kejadian ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa meminta agar Allah menurunkan hujan tanpa salat Istisqa tib bahkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah berdoa dengan doa istiskqa di luar salat jumah berarti sama sekali bukan di dalam salat Istisqa bukan juga Dalam Doa khotbah jumah ya bukan juga dalam khotbah jumah suatu ketika ada sekelompok wanita mereka menangis karena keadaan kering ya keadaan kekeringan mereka meminta kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk meminta kepada Allah agar diturunkan hujan maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa ya ini di luar salat Istisqa ini juga di luar salat jumah Rasulullah berdoa dengan doa allahuman Man Marian nafian gir ajilan G Ajil dan akhirnya turunlah hujan setelah itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya dalam kesempatan yang lain juga pernah berdoa bahkan ya di luar Masjid Nabawi berdoa saja agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan tanpa salat istiskqa baik pembahasan yang berikutnya para jemaah sekalian rahim warahimakumullah adalah pembahasan Apa yang sebaiknya kita baca ketika turun hujan apa yang disunahkan untuk kita baca ketika turun hujan ada beberapa bacaan yang sangat baik untuk kita ucapkan ketika turun hujan di anaranya adalah perkataan allahummaiban Nafiah Allahumma sayiban Nafiah ya Allah mudah-mudahan hujan ini menjadi hujan yang bermanfaat Ini artinya ya allahummaiban Nafiah ada turun hujan bacalah doa ini bisa juga kita membaca satu kalimat yang menunjukkan bahwa kita mengakui kenikmatan itu dari Allah subhanahu wa taala Dengan mengatakan Rahmah turun hujan kita katakan Rahmah maksudnya ini adalah Rahmat dari Allah subhanahu wa taala dan ketika hujan para jemaah sekalian Rahimah warahimakumullah kita harus meyakini bahwa itu hujan dari Allah bukan karena bintang tertentu bukan karena musimnya tidak kita yakini bahwa memang Allah subhanahu wa taala berkehendak untuk menurunkan hujan murni karunia dari Allah subhanahu wa taala Jangan sampai kita mengaitkan hujan ini dengan bintang tertentu karena bisa jadi ya Allah subhanahu wa taala tidak menurunkan hujan ketika ada bintang tertentu muncul begitu pula musim jangan kait-kaitkan hujan dengan musim kemudian kita lupa kepada Allah subhanahu wa taala karena bisa jadi ada musim hujan tapi hujan gak turun karena memang Allah subhanahu wa taala tidak Allah subhanahu wa taala tidak mengizinkan hujan turun Jadi kalau hujan turun ingatlah bahwa itu kehendak dari Allah subhanahu wa taala Ingatlah bahwa itu nikmat dari Allah subhanahu wa taala tib yang berikutnya para jemaah sekalian Rahimah warahimakumullah ketika hujan disunahkan untuk banyak berdoa ketika hujan disunahkan untuk banyak berdoa karena termasuk di antara waktu yang mustajab untuk berdoa adalah ketika hujan turun kemudian juga Yang disunahkan ketika hujan turun adalah menjadikan air hujan itu mengenai bagian badan kita ya walaupun Bukan maksudnya kita hujan-hujanan ya tidak Tapi sebaiknya kita ya menjadikan bagian badan kita walaupun sedikit terkena air hujan dan ini sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari sahabat Anas IBN Malik radhiallahu Anhu Beliau mengatakan asabana wahnu Ma rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam Matar kita pernah bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan turun hujan ketika itu fahasara rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam tauahu Hatta asabahu Minal Matar maka akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membuka membuka bajunya agar bagian badan yang ditut yang tadinya ditutupi baju tersebut terkena air hujan ketika melihat pemandangan itu para sahabat heran Mereka bertanya ya Rasulullah lima shata H wahai Rasulullah Mengapa engkau engkau lakukan ini maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan liannahu haditu ahdin birabbihi taala Karena hujan ini baru datang dari Allah subhanahu wa taala karena air hujan ini baru datang dari Allah subhanahu wa taala ya Ada keberkahan di sana maka para jemaah sekalian rahimahimakumullah ya Misalnya nya ya turun hujan ya apalagi yang pertama kali turun maka ya jangan sampai kita lari menunjukkan bahwa ya kita tidak mau terkena air hujan itu walaupun sedikit ya jadikan kita terkena air hujan itu misalnya kita pakai peci kita buka peci itu kita buka peci agar kepala kita terkena hujan langsung walaupun sebentar ya walaupun sebentar ya ini termasuk sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam atau misalnya kita pakai baju panjang ya kita buka baju kita buka lengan kita yang panjang itu agar ya tengan kita terkena air hujan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu melakukan itu dan mengatakan liahu haditu ahdin birbihi karena air hujan ini baru datang dari Allah subhanahu wa taala kemudian apabila hujan terlalu banyak jangan sampai meminta agar Allah subhanahu wa taala menghentikan hujan itu Mintalah sebagaimana diminta oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma hawalaina wala Alaina Ya Allah jadikan hujan ini ada di sekitar kami bukan langsung mengenai kami allahummaalii wunilti waabi syajar ya Allah turunkan hujan ini ke bukit-bukit turunkan hujan ini ke lembah-lembah turunkan hujan ini ke tempat-tempat tumbuhnya eh pepohonan yang dengan seperti itu ya kita menjaga adab dan akhlak kita kepada Allah Subhanahu Wa taala dan manfaat ya juga semakin besar kemudian kita juga terhindar dari mudaratnya tib para jemaah sekalian rahim warahimakumullah ini yang bisa kita bahas bersama dalam kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya rabbal alamin wasallallahu wasallama wabaraka ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bisanin yaumiddin walhamdulillahi rabbil alamin Nam jazakallahu Kiran Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan salat Istisqa dan doa meminta berkaitan dengan salat istis dan doa pada saat turun hujan namakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung dielep 021236543 atau Anda dapat meng pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 baik untuk pertanyaan pertama kita coba angkat dari pesan singkat yang sudah masuk di kesempatan ini asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Ustaz Bagaimana hukumnya jika kita membangunkan orang salat berkali-kali tapi kemudian tidak terbangun juga orang tersebut dan akhirnya tidak salat apakah kita yang membangunkan tetap akan mendapatkan dosa Mohon penjelasan dan nasihatnya Ustaz jazakallahu Khairan tib Masyaallah pertanyaan yang bagus para jemaah sekalian rahim warahimakumullah kita ya yang hidup bersama orang lain kita harus hidup dengan dasar kasih sayang kita sebagai seorang mukmin dituntut untuk menyukai kebaikan untuk orang lain sebagaimana kita menyukai kebaikan untuk diri kita Allah subhanahu wa taala mewajibkan kita untuk salat dan memberikan ancaman kepada kita bagi mereka yang tidak menjalankan salatnya maka para jemah sekalian rahimahimakumullah kita harus benar-benar menjalan salat ini dengan baik jangan sampai kita meninggalkannya karena ada ancaman kita juga harusnya mengharapkan saudara kita demikian menjalankan salatnya dengan baik tanpa meninggalkannya ketika ada saudara kita sedang ketiduran Maka sebagai bentuk kasih sayang kita Kepada dia kita bangunkan kita bangunkan dengan cara yang baik dengan cara yang menjadikan dia ya tidak ee benci kepada syariat Islam bangunkan dengan cara yang baik dengan cara yang halus atau misalnya sepakatlah dengan dia tentang bagaimana cara kita membangunkan dia apabila dia ketiduran agar apabila tindakan kita untuk membangunkan dia itu sudah Sesuai dengan kesepakatan ya dia menjadi ya tidak marah ya atau menerima dengan dengan baik bangunkan kalau misalnya kita sudah membangunkannya tapi qadarullahu Masya fa’al dia tidak bisa bangun mungkin karena terlalu capek atau mungkin karena Iya e dia memang sulit untuk bangun tapi kita sudah berusaha untuk membangunkannya maka ya Kita tidak mendapatkan dosa karena kita sudah melakukan kewajiban kita yaitu kewajiban mengingatkan kewajiban membangunkan dan adanya kemungkaran yang tidak kita inginkan dan kita sudah berusaha untuk mengingatkan tidak menjadikan kita berdosa kalau ini menjadikan seseorang berdosa betapa banyaknya dosa orang-orang yang tidak melakukan dosa yang melihat kemungkaran dan dia tidak bisa berbuat apa-apa di desa misalnya banyak orang yang melakukan perjudian banyak orang yang melakukan riba banyak orang yang misalnya mendengarkan musik dengan keras-keras kita tidak bisa mengingatkan mereka Kal karena kalau diingatkan bisa jadi mudaratnya lebih besar ya kita juga tidak bisa menghentikannya Ya karena ya mereka menganggap harus melakukan hal tersebut Apakah berarti kita berdosa karena kemungkaran-kemungkaran itu jawabannya tidak sama Ya ini dengan membangunkan kan orang yang sedang ketiduran itu ya hampir sama masalahnya ini ada orang yang EE kalau kita biarkan maka dia akan meninggalkan salatnya maka Harusnya kita Ingatkan kalau kita Ingatkan dan bisa ingat akhirnya menjalankan salat Alhamdulillah kita dapat pahala mengingatkan kita juga dapat pahala seperti pahala salatnya dia karena salatnya dia tidaklah dilakukan kecuali karena Ee Kita Ingatkan tapi kalau misalnya dia tidak bisa ee bangun dan akhirnya meninggalkan Salatnya ya bisa jadi dia makzur di hadapan Allah punya alasan yang diterima oleh Allah subhanahu wa taala bisa jadi tidak kalaupun tidak kita sudah tidak berdosa karena kita sudah melakukan kewajiban kita untuk mengingatkan dia demikian wallahu taalaam Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ust atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali dari bapak Saleh haji di Bengkulu asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz bila kita terlambat salat Istisqa secara berjemaah Apakah disunahkan juga kita salat Istisqa secara sendirian tanpa khutbah Mohon penjelasan ya Ustaz syukran jazakallahu Khairan Nam i para jemaah sekalian rahim warahimakumullah salat Istisqa ini sebenarnya bisa juga dilakukan sendiri ya ini seperti kita berdoa ya berdoa Istisqa kita bisa lakukan sendiri maka salat Istisqa juga bisa kita lakukan sendiri walaupun yang lebih baik ya salat Istisqa itu berjamaah sehingga apabila kita sudah sampai ke tempat salat Istisqa tapi kita telat ya kita telat mungkin karena ramainya jalan atau mungkin karena kita ya terlambat ada kesibukan tertentu Atau mungkin kita salah ya salah dalam membaca Pengumuman atau tidak update jadi asalnya pengumumannya ya jam kemudian Pengumuman itu diajukan jam kurang se/4 misalnya dan kita enggak update pengumumannya kita datang jam . ternyata sudah selesai salatnya maka Bagaimana eh sebaiknya yang kita lakukan ada dua pilihan pilihan yang pertama sudah dengarkan khotbah saja Kemudian ketika khatibnya berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menurunkan hujan ikut mengaminkan bisa juga kita salat kita salat dua rakaat salat Istisqa kemudian setelah itu kita mendengarkan khutbah ya Kenapa demikian karena dua-duanya karena dua-duanya memang memang dibolehkan kita salat istisq itu tidak wajib ya salat istiska itu tidak wajib sehingga bagi yang melakukannya maka dia mendapatkan pahala sunah itu bagi yang tidak melakukannya maka tidak mengapa ya tentunya yang lebih Afdal kita datang walaupun telat salat dua rakaat dengan niat salat Istisqa kalaupun tidak demikian ya maka tidak mengapa langsung duduk dan mendengarkan khotbah wallahuam Nam jazakallahu Kiran Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya Pak Salleh haji yang berada di Bengkulu ikhwat Islam wzakumullah silakan masih kami buka kesempatan bagi anda yang ingin bertanya secara langsung diilan telepon 0218236543 ya silakan enam ya silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung baik terputus pertanyaan dari pesan singkat kembali dari Pak Iwan di Batam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz bagaimana menyikapi adanya pendapat jika terkena hujan secara langsung yang baru turun akan terkena penyakit karena adanya polusi udara seperti dari asap pabrik atau industri mohon penjelasannya Ustaz syukran wa jaazakallahu Khairan Nam para Jema sekalian rahimana warahimakumullah apabila ya hal tersebut memang terbukti secara ilmiah maka itu hanya terjadi pada daerah-daerah tertentu kalau memang terbukti secara ilmiah maka itu hanya terjadi di daerah-daerah tertentu kemudian ee bisa kita hindari karena menghindari mudarat yang ada akan tetapi para jemaah sekalian rahim warahimakumullah bukan berarti ya Kita percaya 100% akan hal tersebut ya karena sudah ada sunah di sini sudah ada sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kita berusaha untuk menjalankannya walaupun sedikit ya walaupun sedikit dan kita juga tidak bisa memastikan ya bahwa ee hujan air hujan tersebut membawa ya penyakit yang yang berbahaya hanya ini pembicaraannya Bukan hujan-hujanan Ya bukan hujan-hujanan tapi yang menjadikan sebagian badan kita terkena air hujan itu jadi bukan hujan-hujanan kalaupun ada ya hal tersebut ada polusi dan terbukti secara ilmiah maka apabila mengenai sebagian badan kita sebagian badan kita saja dan itu sedikit ya Ana yakin hal tersebut tidak akan banyak berpengaruh ya tidak akan banyak berpengaruh dan EE ketika kita yakin bahwa di sana ada keberkahan ketika kita semangat kita adalah mengikuti sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka kita akan mendapatkan pahala dan Allah subhanahu wa taala akan benar-benar ee menjadikan air itu berkah sebagaimana keyakinan kita yang yang kuat memang pada asalnya air hujan itu air air yang berkah Allah subhanahu wa taala menyebutkan di dalam al-qur’an bahwa air hujan itu air yang yang berkah dan telah kami turunkan air hujan ee air yang berkah disebutkan di dalam dalam al-qur’an bahwa air hujan adalah air yang berkah sehingga kalaupun ada polusi-polusi yang sedikit itu dan terbukti secara ilmiah ada ee kotoran-kotorannya maka itu tidak ee akan menjadikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan kita apalagi Yang disunahkan itu bukan hujan-hujanan Yang disunahkan adalah menjadikan sebagian badan kita terkena air hujan walaupun sedikit ya demikian para jemaah sekalian rahim warahimakumullah akhir dari perjumpaan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi apa yang kita bahas bersama dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan taufiknya kepada kita semuanya untuk bisa melakukan menerapkan mempraktikkan semua ilmu agama yang sampai kepada kita dengan baik dan mudah begitu pula dalam menyebarkannya amin amin ya rabbal alaminallahu was Waka Nab Muhammad waibii ulillahamakamaha Anta asagfir alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahuiran Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Dr musyafaat darini hafahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian ikhwat islamakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab sahih fikih sunah fikih ibadah berkaitan dengan penjelasan salat Istisqa salat meminta hujan dan doa pada saat turunnya hujan semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik Selamat beraktivitas wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *