asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihibih saudaraku seiman dan seakidah sahabat rja di mana pun anda berada Masih bersama dengan kami di saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam dan Insyaallah sesaat lagi kami akan sambungkan anda dengan Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya kembali kita akan menyimak pembahasan Kita penuh manfaat kitab Riyadus shihin karya Al Imam annawawi rahimahullahu taala bersama Al Ustaz mubarim LC MHI hafidahullahu taala saudaraku seiman dan seakidah kami ajak anda untuk menyimak kajian ini Dan juga untuk bertanya jawab Anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan Whatsapp di nomor 0819896543 atau melalui lain telepon di nomor 0218236543 Insyaallah setelah nasihat dari Al Ustaz kita akan coba angkat pertanyaan-pertanyaan anda Baiklah saudaraku seiman dan seakidah untuk selanjutnya kita akan sambungkan anda bersama Studio di stti Ali Bin Abi Thalib Surabaya bersama Al Ustaz Mubarok B muim LC MHI hafidahullahu Taala kepada Al Ustaz fatafadol Maskur asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ahillahuauuahaillallah wahdahuariku Anna muhammadan abduhuah uhammu was muslimin para pemirsa dan para pendengar televisi radio ra di manaun anda berada Semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur kita kepada Allah subh wa taala atas berbagai nikmat dan karunia yang telah dianugerahkan kepada kita dan alhamdulillah pada saat ini kita dipertemukan kembali oleh Allah subhanahu wa taala di majelis ilmu yaitu pembahasan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi W Ali wasallam dari kitab Riyadus shihin Min kalami sayyidil mursalin Sallallahu Alaihi Wa alihi Wasallam ee pembahasan kita yang terakhir yaitu tentang pengharaman berkata dusta dan bersaksi palsu ini hadis yang kita baca pada pertemuan yang lalu yaitu hadis an Abi bakrah Radiallahu anhu Q dari sahabat Namanya Abu bakrah radhiallahu an Q Beliau berkata qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam bersabdaumbair Maukah kalian aku beritahukan pada kalian dosa besar yang paling besar dosa besar yang paling besarna bala Ya Rasulullah para sahabat menjawab iya Kami ingin sampaikanlah kepada kami ya Rasulullah dosa yang ter terbesar itu Q kata beliau Sallallahu Alaihi Wasallam alisrqu Billah yang pertama adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu seorang yang musyrik yang menyembah kepada Allah bersamaan dengan itu dia menyembah selain sel Allah nah ini Syirik namanya alisyrak Billah Kemudian yang kedua Wul walidain yang kedua adalah durhaka kepada kedua orang tua ya termasuk dosa besar yang terbesar ya ukuk Al Walidain durhaka kepada kedua orang tua wakana muttaqian ketika nabi alaihiatu wasalam menyampaikan dua hal ini Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua beliau ketika itu sedang duduk sambil bersandar ya duduk sambil bersandar Sin miring duduknya muttaqian bertelekan ibaratnya begitu Kemudian beliau duduk ya Kemudian beliau duduk dan menyebut yang ketiga ya fajalasa faqal Kemudian beliau duduk dan Beliau berkata Ala wauzur ya ala wauz zur ala wasyahadat zur ketahuilah B dosa besar yang yang terbesar selain yang dua itu ya Syirik pada Allah dan ukquul Walidain k durhaka kepada kedua orang tua adalah perkataan dusta perkataan palsu ya memberikan saksi palsu persaksian Yang palsu berkata bohong ya kemudian kata Abu bakrah wala yukariruha beliau terus mengulang-ulangi Ala waquluzur Ala wayahadatuz zur ya bahwa dosa besar itu adalah perkataan dusta dan persaksian yang palsuuk terus beliau mengulang-ulang kalimat ini hattana sampai-sampai kami mengatakan yaakat seandainya beliau ini di ya cukupkan pembicaraannya nah ini menunjukkan besarnya tiga dosa ini Syirik pada Allah kemudian yang kedua durhaka kepada kedua orang tua yang ketiga adalah perkataan dusta dan persaksian Dusta ya persaksian Pal palsu beliau mengulang-ulangi yang terakhir ya ini menunjukkan betapa besarnya dosa orang yang berdusta dan memberikan persaksian yang yang palsu waliyadubillah kemudian kita lanjutkan bab berikutnya babu tahrimi insanin biiniibatin bab tentang diharamkannya melaknat seseorang ya seseorang dengan takyin takyin itu menyebutkan ya orang yang dilaknat itu dia dia dia mengetahui siapa yang dilaknat itu Takin artinya menentukan seseorang yang dilaknat itu yaah larangan melaknat seseorang personnya ya atau melaknat binatang ya Apa ada orang melakat binatang ya ini dahulu di zaman jahiliah ya itu ada Kebiasaan kalau misalnya kendaraannya yauta atau Imar keledei ya atau kendaraan lainnya kadang-kadang mungkin ngambek kadang-kadang tidak mau jalan ya itu kadang-kadang dilaknat dilaknat oleh yang punya jadi melaknat binatang itu ya dahulu terjadi Nah makanya kemudian di larang oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam nah yang dimaksud dengan oleh Al Imam annawawi rahimahullah dalam bab ini larangan melaknat person tertentu ya dan dia orang itu masih hidup ya dia masih masih hidup ya dan kita tidak mengetahui tentang kematiannya dia orang ini masih hidup ya dia bukan orang muslim misalnya ataupun apalagi orang muslim Ah ini tidak dibenarkan seorang melaknatnya secara personnya Ya perorangannya tapi kalau sudah orang yang sudah meninggal dan sudah jelas kekufurannya ya maka itu dibolehkan contohnya di sini disebutkan oleh para ulama adalah Firaun seperti Firaun Laknatullah alaih ya Jadi boleh seorang Matan pada Firaun ya Laknatullah alai semoga laknat Allah atas atasnya karena orang ini sudah jelas mati dalam kekufuran ditenggelamkan oleh Allah Taala dan bagaimana kekufurannya Di saat dia hidup ini sudah jelas dan sampai mati dia mati dalam k kekufuran ya demikian pula seperti contoh yang lainnya adalah Abu Abu Jahal jadi boleh seorang mengat Abu Jahal Laknatullah alaih karena orang yang sudah mati dalam kekuf kekufuran kemudianalihim dan yang semacam mereka demikian pula boleh melaknat iblis ya iblis Laknatullah alaih ya Wa ajnaduhu ajnadihi dan juga bala tentaranya bala tentara iblis nah ini contoh-contoh yang boleh di dilaknat adapun yang selain itu kata para ulama menyebutkan W dan tidak boleh melakat yang selain itu kecuali ada dasarnya ada dalilnya demikian pula tidak boleh melaknat ya benda-benda mati apa binatang-binatang yang hidup atau tumbuh-tumbuhan tertentu itu tidak boleh di dilaknat ya tidak dibenarkan seorang melaknat ya binatang misalnya dia punya binatang piaraan ya mungkin binatangnya itu ee apa lagi ngambeklah ya maka dia tidak boleh meng ee Laknatullah Alaik misalnya gitu nah ini tidak di di dibenarkan ya Atau mungkin binatang itu berbuat sesuatu ya dia misalnya punya kucing ya kemudian kucing yang mengambil ikannya ikannya hanya satu ekor dia ingin makan tak tahunya diambil oleh kucingnya misalnya maka dia tidak boleh melaknat kucing itu ya tidak boleh melaknat binatang tersebut nah ini ee makna dari bab yang dibawakan oleh Imam an-nawawi ya bab tentang larangan pengharaman ya melaknat seseorang ya tertentu atau binatang jadi yang boleh dilat itu orang kafir yang sudah mati dalam kekufuran itu boleh dilaknat seperti yang dicontokan DII tadi ya Abu Jahal ya dan yang lainnya yang disebutkan tadi Adapun seorang yang masih hidup dan Dia berbuat sesuatu ya ee menyelisihi ee agama Allah atau menyelisihi kemanusiaan dan yang lainnya maka dari bab ini dari pemahaman kita kepada bab ini orang itu tidak di dilaknat tidak boleh dilaknat karena apa akhir kehidupannya ini kita tidak mengetahui bisa jadi setelah Dia berbuat sesuatu yang luar biasa ya bisa jadi dia masuk Islam setelah itu Allah beri Hidayah kepadanya Nah maka ee bab ini dengan jelas menyebutkan ee apa yang kita jelaskan tadi ya tidak boleh melaknat person tertentu yang masih hidup ya yang masih hidup kemudian hadis yang dibawakan oleh anwawi rahimahullah taala di antaranya adalah an Abi zaidin tabit bin abdahq al-anshari radhiallahu Anhu dari Abu Zaid namanya Tsabit bin dahhak beliau adalah salah seorang dari kaum Ansar Penduduk asli kota Madinah radhiallahu Anhu W ahliidwan Abu Zaid Tsabit bin duhq ini salah seorang di antara para sahabat yang ya melaksanakan atau menghadiri baiatur Ridwan ya baiatur Ridwan yaitu perjanji baiat di bawah sebuah pohon pada waktu ee perjanjian hudaibiyah ya mereka yang bersama R wasallam akan melaksanakan umrah tetapi kemudian dicegat oleh orang-orang Quraisy ini terjadi pada tahun ke6 Hijriah ya kemudian ketika itu An nabi Alaihi Wasalam mengutus Utsman bin Affan untuk bermusyawarah dengan orang-orang Quraisy tapi kemudian muncul berita isu Hoa Utsman bin Affan dibunuh di kota Makkah Mak kemudian Rasul Alaihi Wasalam ya bersama para sahabat yang lainnya mereka melakukan baiat di bawah sebatang pohon ya tempatnya di hudaibiah Kalau sekarang itu tempatnya di jiaronah ya salah satu miqat dari miqat eh miqat-miqat untuk umrah misalnya ya itu J jirona maka Abu Zaid Sabit binq ini salah seorang yang mengikuti baiat tersebut Belu berkata qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man halafa ala yaminin bimillatin ghairi alislam kadiban mutaammidan bahwa kamaqala barang siapa yang bersumpah ya dengan menggunakan sumpah agama yang lain selain agama Islam dan dia lakukan hal tersebut kban dalam hal berdusta dan dia sengaja melakukan hal tersebut berarti dia seperti apa yang dia Sumpah itu sumpah dengan nama agama lain maka seakan-akan orang ini mengikuti agama itu bukan lagi sebagai seorang muslim kemudian kata nabi alaihiatu wasalam wanq nafsahu biti dan barang siapa yang dia membunuh dirinya dan sesuatu maka dia akan diazab di hari kiamat kelak dengan yang sejenis dengan sesuatu itu ya yang sejenis dengan alat yang dipakai untuk membunuh dirinya itu diadab di akhirat k ya ya dan tidak patut atau tidak boleh bagi seorang bernazar dengan sesuatu yang dia tidak mampu untuk melaksanakannya ber satu yang dia tidakaksak wnul mukmini ya kaqotlihi dan melaknat seorang muslim itu sama dengan membunuh muslim tersebut hadis ini muttafaquun alaih dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim di dalam sahih Bukhari dan Sahih Muslim nah hadis ini menjelaskan kepada kita ya tentang seorang yang sudah diberikan nikmat oleh Allah berupa Hidayah dia diberikan nikmat oleh Allah berupa Iman petunjuk sehingga dia memeluk agama Allah agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka ya dia ini harus ya berupaya untuk mempertahankannya ya untuk tetap berakidah dan akidah iman dan Islam ya dan dia tidak boleh ya kemudian ee ee menggunakan sumpah-sumpah dan menggunakan sumpah atau penyebutan dan agama lain ya ini tidak dibenarkan kalau bersumpah bersumpahlah sebagaimana seorang muslim bersumpah ya tidak boleh dengan cara Yahudi atau cara Nasrani atau cara-cara yang yang lainnya ya dalam bersumpah apalagi kalau Sumpah itu adalah dusta dengan sengaja maka dia dikhawatirkan nanti bisa ya murtad keluar dari agama Allah atas penggunaan sumpah tersebut dengan agama dengan agama lain Jadi Sumpah itu boleh Ada dasarnya ya seorang bumpah ya sumpah yang ada ee konsekuensinya itu hal yang dibolehkan tetapi harus dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya dalam Islam ini tidak boleh dengan cara-cara agama agama yang lain harus dengan cara yang diajarkan oleh Nabi alaihiatu Salam ya kemudian ee hadis ini juga menjelaskan kepada kita tentang kewajiban untuk seorang memeluk Islam Islam yang diajarkan atau diturunkan Allah Azza waalla kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian Beliau menyuruh manusia kepada agama Allah dan sampailah agama Allah itu kepada kita ya kita Alhamdulillah beriman kepada Allah beriman kepada rasulnya ini harus kita pertahankan ya dan terus kita berdakwah ya menyeru kepada yang lainnya yang belum memeluk Islam agar mereka memeluk Islam karena Islam adalah agama yang Allah ridai ya sebagaimana Allah Taala berfirman ininaallah Islam sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah adalah is Islam ya makanya dakwah tetap kita menyuruh manusia kepada Allah kepada agama Allah Oleh karena itu para ulama menyebutkan bahwa umat ini ya ada dua macam ya Ada Umah umatud dakwah dan ada umat al-ijabah ya Apa yang dimaksud dengan umat dakwah dan umat ijabah ini ya Dan kita kepada dua-duanya ini tetap harus berdakwah kepada mereka umat dakwah itu artinya orang-orang yang belum memeluk Islam kita menyuruh mereka dengan cara yang baik dengan cara hikmah kita Jelaskan tentang bagaimana Islam itu sebenarnya ya agar dia tertarik kepada Islam dan mau memeluk Islam karena dakwah ini adalah tugas para Anbiya para rasul para nabi setelah mereka meninggal maka dakwah kepada agama Allah ya menjadi tugas para ulama tugas para Dai tugas para mubaligh ya bukan memaksa tetapi menyeru dengan cara yang yang baik agama kita tidak melarang bahkan apabila seorang mendapat petunjuk mendapat hidayah dengan perantaraan seorang dengan pertan kita misalnya maka kita mendapatkan pahala sebanak pahala Orang yang memeluk Islam tersebut ini jadi umat dakwah itu adalah mereka yang belum meluk Islam itu diseru agar mereka kembali agar mereka mau memeluk Islam ini umat ini namanya ummatud dakwah kemudian ada umatul ijabah umatul ijabah itu adalah umat Islam mereka sudah memeluk Islam tapi mungkin ada pelanggaran-pelanggaran ada penyimpangan-penyimpangan ada kesyirikan-kesyirikan yang mereka lakukan ya atau yang lainnya dari hal-hal yang tidak dicontohkan oleh Nabi alaihiu wasam salam ada perbuatan maksiat yang mereka lakukan maka kewajiban umat ini pun para daainya para mubalighnya para ulamanya yaitu menyeru orang-orang itu agar bertobat dari kesyirikan ya agar menghentikan perbuatan-perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Nabi sahu alaii wasallam agar mereka kembali kepada sunah rasul mengamalkan sunah-sunah beliau dan ini semua tentu dengan cara yang baik ya berdakwah baik terhadap umatul dakwah ataupun umatul ijabah berdakwah harus dengan apa yang diajarkan diperintahkan oleh Allah kepada Rasulullah Sallallahu wasallam yaitu uduiliika bilikma W serulah manusia kepada Jalan Tuhanmu hikmah dan cara hikmah cara yang baik ya dan Ma Hasanah dan peringatan-peringatan yang baik W kalau perlu dial berdialoglah dan cara yang terbaik pula ini perintah Allah kepada manusia termulia yaitu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wasam agar menyeruh manusia mengajak manusia kepada agama Allah dengan cara yang hikmah cara yang baik ya maka para duat ya para para Dai para mubaligh ya serulah manusia dengan cara yang terbaik dan cara hikmah hindari cara-cara yang kasar hindari akhlak yang buruk dalam berdakwah kalimat-kalimat yang jorok diucapkan yang tidak pantas diucapkan dalam berdakwah hindari itu semuanya ya Islam tersebar dengan kalimat-kalimat yang baik maka jangan kita mencoreng agama Allah ini hanya karena perilaku kita yang jelek hanya karena Perangai kita yang buruk lalu kemudian ya kita seakan-akan menggambarkan bahwa islam itu seperti Perangai kita wallahi tidak Islam berlepas diri dari daii yang akhlaknya jelek yang akhlaknya buruk yang lisannya tidak bisa dijaga ya Islam berbas diri dari itu semuanya ya manhaj salaf berlepas diri dari orang-orang seperti itu ya wallahi Islam tersebar dengan begitu indahnya dan manusia yang terbaik akhlaknya baik dalam ucapan dan perbuatannya yaitu nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang mana Allah memuji beliau sungguh engkau Muhammad benar-benar berada pada akhlak yang yang agung ya Islam tersbar melalui manusia yang paling baik akhlaknya Oleh karena itu jangan mencoreng akidah ini jangan mencoreng Manhaj ini jangan mencoreng dakwah ini dan perangi yang buruk akhlak yang jelek mulut yang tidak dijaga lisan yang tidak terkendali hanya karena ambisi-ambisi pribadi ya ini harus kita selalu ingat dan selalu menjaga terutama para Dai para mubigh para ama ya karena mereka adalah contoh di masyarakat panutan bagi umat yang harus memiliki Akhlak Yang Mulia ya memiliki pola dakwah yang terbaik dan tidak ada yang lebih baik daripada apa yang diajarkan dan diperintahkan Allah kepada rasulnya nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam maasir muslimin kemudian di antara pelajaran yang diambil dari hadis yang kita dengar tadi bahwa ee orang yang membunuh dirinya dengan suatu alat misalnya dia membunuh diri dengan menikam dirinya dengan keris misalnya atau dengan pisau ya Sampai Mati Maka nanti dia diazab di hari kiamat dengan yang sejenis ya Jadi kalau dia misalnya menikam dirinya nanti di hari kiamat diadap dalam neraka dia menikam dirinya ya dan alat yang tentu lebih dahsyat alat yang ada di api dalam neraka naudubillah ya J Barang siapa membunuh dirinya sesuatu yaqiamah maka dia akan diazab dengan dengan cara yang seperti dia lakukan di dunia ini ketika dia membunuh dirinya dan ini menunjukkan haramnya bunuh diri karena orang yang bunuh diri itu artinya apa putus asa Dari rahmat Allah ya Dan orang yang putus asa dan rahmat Allah ini adalah suatu perbuatan yang perbuatan dosa besar ya perbuatan dosa besar Oleh karena itu ya bagaimanapun ujian yang Allah berikan pada seorang hamba karena hidup ini memang ujian ya maka dia tetap tidak boleh putus asa Dari rahmat Allah Taala hidup ini ujian diuji berbagai macam ujian ya kalau kita terkadang melihat diri kita diuji oleh Allah Taala maka Coba kita melihat ya ujian-ujian lain yang pernah allah berikan timpakan pada hamba-hamba yang lain yang jauh lebih besar ujian itu maka kita akan merasa ya bahwa ujian itu yang yang kita hadapi ya kecil ya karena masih ada ujian-ujian lebih besar yang dengannya Allah menguji hamba-hamb-anya Ya dannya Allah menguji hamba-hamb-anya Mak dari itu kalau seorang menghadapi ujian hadapilah dengan penuh keimanan keyakinan kepada Allah Taala dan jangan Sudan prasangka buruk kepada Allah Taala dengan ujian tersebut karena pasti di balik ujian itu ada ada hikmahnya ya Namun kita tidak mengetahui Apa hikmah di balik itu Allah yang Maha Mengetahui Allah Maha Mengetahui nah Jadi intinya bahwa tidak boleh seorang itu putus asa Dari rahmat Allah sampai dia menghabisi nyawanya sendiri ya naudubillah minzalik ini hal perbuatan dosa haram ya dan dia nanti kalau dia lakukan hal tersebut itu akan diazab dengan azab yang serupa dari apa perbuatannya di di dunia ini ya kemudian juga hadis ini menjelaskan kepada kita ee tentang seorang kalau bernazar harus sesuai dengan apa yang dia mampu mengerjakannya jangan bernazar dengan hal yang dia tidak mampu untuk mengerjakannya contohnya seorang bernazar kalau anak saya lulus masuk di perusahaan yang terkenal misalnya Saya akan beli helikopter ini mampu apa tidak ya jadi jangan bernazar dengan sesuatu yang di luar kemampuan seseorang kalaupun seorang bernazar bernazarlah dengan yang dia mampu untuk mengerjakannya untuk melaksana melaksanakannya kemudian juga hadis ini menjelaskan k kita tentang tidak boleh seorang mukmin melaknat mukmin yang lain ya ya wnul Mukmin kaqlihi karena melaknat seorang mukmin sama dengan membunuh mukmin itu ya melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya ya makanya jangan gampang melaknat orang ya Ada hal kesalahan kekeliruan masalah duniawi Oh Laknatullah Fulan naubillah ya nanti akan disebutkan oleh dalam beberapa hadis yang akan datang tentang Salah satu sifat dari orang mukmin dia bukan seorang yang tukang tukang laknat ya yang mengobral laknat itu bukan sifat seorang mukmin kemudian hadis yang berikutnya wa Abi hurairat radhiallahu Anhu qal Anna Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam qal la yambagi liddiqin an yakuna la’anan rawahu muslimun Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu Beliau berkata bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la yambagiiddiq tidak sepatutnya bagi seorang Siddiq ya yang dia beriman P Allah dan rasulnya tidak sepatutnya baginyaakan tidak sepatut baginya untuk menjadi tukang laknat ya lakanan itu orang yang banyak melaknat tidak sepatutnyaorang Mukmin se muslim ya untuk dia menjadi apa seorang yang kerjaannya hanya melaknat yang lainnya ya tidak sepatutnya nah tentu hadis ini ya hadis yang diriwayat imam muslim ini adalah peringatan bagi umat ini ya agar jangan menjadi tukang laknat satu kali laknat saja sudah ditegur seperti hadis yang sebelumnya W melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya itu satu kali laknat ya sama yang dia membunuh Bagaimana dengan orang yang sering melaknat ya ini maka ee tentu dia telah berbuat sesuatu yang tidak baik kepada saudaranya maka Nabi Sallallahu alaii wasallam mengingatkan dalam hadis ini P seorang mukmin yang Siddiq yang jujur dalam keimanannya maka dia bukanlah seorang yang ya menjadi orang yang banyak Mel melaknat kemudian ee sifat banyak melaknat ini ad bukan dari sifat orang-orang beriman ya karena sifat ini sifat yang jelek sifat yang buruk karena makna laknat itu sendiri adalah seorang memohon kepada Allah agar Allah jauhkan rahmatnya dari orang yang dilaknat itu arti laknat dia menjauhkan seorang hamba dari rahmat Allah ya dia Mina pada Allah Taala ya itu arti dari laknat ya Jadi kalau ketika seorang mengatakan misalnya Allah yal anak Semoga Allah melaknatmu artinya Semoga Allah menjauhkan kamu dari rahmatnya ya itu makn itu maknanya Semoga Allah menjauhkan kamu dari rahmatnya makna laknat adalah ya menjauhkan seseorang dari rahmat Allah subhanahu wa taala nah sifat ini tidak sesuai dengan sifat seorang mukmin seorang Siddiq karena almukmin akul Mukmin Ya se Mukmin saudara bagi mukmin yang lainnya almlimu akul muslim seorang muslim saudara bagi muslim yang yang lainnya ya Nah kalau orang ini bersaudara dia hanya menghendaki kebaikan bagi saudaranya la Yu ahadukum hattauhaksi kata nabi alaihiatu Wasalam ya ahukum tidak sempurna iman salah seorang di anara kalian sehingga dia menyukai satu kebaikan untuk dirinya untuk saudaranya sebagaimana dia menyukai menginginkan kebaikan itu untuk untuk dirinya itu sifat seorang mukmin ya maka seorang mukmin seorang Salafi dia kalau melihat ada orang menyimpang Ya Allah kan orang ini semoga Allah berikan Hidayah padanya kemudian dia inatkan dengan cara yang baik ya itu yang semestinya dilakukan ya bukan mengintai mencari-cari apa yang dikerjakan oleh Fulan hari ini menyimpang dari Manhaj atau tidak menyimpang dari akidah atau tidak kemudian disebarkan ya kemudian gembira dan penyimpangan seseorang ini bukan sifat seorang mukmin bukan sifat seorang Salafi ya jangan menjadi Salafi kalau memiliki sifat seperti itu ya seorang Salafi seorang ahlusunah Wal Jamaah dia menghendaki kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia menghendaki kebaikan untuk di untuk dirinya sendiri ya mereka berpegang pada apa yang diajarkan oleh Rasul S Al wasallam ya mereka tidak hanya berteori Ya tap mereka amalkan mereka terapkan dalam kehidupan mereka ya Jadi tidak hanya menjadi tukang C ceramah ya karena dakwah ini dunia dakwah itu adalah dunia realita ya dakwah tidak sekedar te teori dakwah memerlukan seorang terjun di masyarakat melihat keadaan mereka mempelajari keadaan umat Apa penyakit umat ini ya kemudian berupaya untuk mengobatinya jadi dakwah ini urusannya adalah perkara realita ya di lapangan dakwah bukan sekedar duduk di layar kaca ya kemudian bicara Masyaallah dalil keluar Quran hadis dan seterusnya ya itu luar biasa dari lisan tapi pengamalannya tidak tidak ada itu bukan dakwah namanya ya Coba kita lihat Rasul Alaihi Wasallam Bagaimana beliau dalam berdakwah menyuruh manusia kepada agama Allah Ya semua beliau terapkan ilmunya perbuatannya akhlaknya ya kedermawanannya kebaikannya pemaafannya Subhanallah ya jadi sekali lagi dakwah Ini bukan sekedar teori dakwah adalah terjun di lapangan tahu keadaan umat itu dakwah ya apa penyimpangan terjadi coba obati ya coba selesaikan dengan cara yang baik dan cara hikmah ya dan berdoa pada Allah Taala minta pertolongan dari allah karena Allah yang memberikan Hidayah pada hamba-hambanya Ya bukan kita Kita hanya memberikan keterangan tapi yang memasukkan Hidayah ke dalam hati seorang hamba itu hanya Allah subhanahu wa taala hanya Allah subhanahu wa taala Mak seorang mukmin Yang hendaknya dia betul-betul ya berupaya dalam berdakwah dengan cara yang baik hindari ucapan-ucapan laknat ucapan-ucapan yang memberikan kesan menjauhkan manusia dari rahmat Allah subhanahu wa taala ya rahmat Allah itu milik Allah Allah berikan kepada siapa yang Allah kehendaki Ya Allah yang merahmati hamba-hamba-anya dan hidayahnya dan berbagai macam nikmat yang Allah berikan karena itu milik Allah ya dan seorang mukmin menyukai suatu kebaikan bagi saudaranya bagaimana dia menyukai kebaikan itu untuk untuk dirinya nah hadis yang kita dengar ini laidin anakunan juga memberikan pelajaran kepada kita yaitu bahwa Islam mencela orang-orang yang banyak melaknat ya itu perbuatan tercela makanya dicela oleh agama ya kepada orang-orang terhadap orang-orang yang banyak m melaknat karena ini bertentangan dan sifat seorang mukmin yang mana mukmin itu yang mempunyya kasih sayang kepada saudaranya dia cinta karena Allah Dia benci karena Allah subhanahu wa taala kemudian hadis yang berikutnya Q Nawawi rahimahullah Al Imam annawawi rahimahullah berkata wa AB dardai radhiallahu Anhu Q dari Abu Darda radhiallahu Anhu Beliau berkata Q Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallamakununfaaa wala Syuhada yaumalqiamati rahu muslimun dari seorang sahabat yang bernama Abu Darda radhiallahu taala Anhu Beliau berkata qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la yakunfa wa Syuhada yaumalqiamah seorang tukang laknat seorang yang banyak melaknat itu tidak akan menj tidak akan bisa menjadi seorang pemberi syafaat di hari kiamat kelak dan tidak bisa menjadi seorang yang menjadi saksi Ya bagi para hamba Allah di hari kiamat kelak ya hadis riwayat Imam muslim nah hadis ini juga mengandung apa celaan terhadap orang-orang yang banyak melaknat ya lisannya itu licin lancar dan laknat nauzubillah ya ini pertanda keburukan orang itu jadi kita bisa mendeteksi seseorang dilihat dari lisannya ya kalau lisannya hanya bisa mencela hanya bisa melaknat orang lain maka jauhilah orang ini tak ada gunanya tak ada manfaatnya ya tidak ada manfaatnya ya Bahkan dia akan menjadi buomerang bagi dirinya sendiri karena laknat itu kalau di dia melaknat seorang ternyata tidak ada pada orang itu maka kembali pada dirinyaillah naubillahi orang-orang banak melaknat di dunia ini laknat saudaranya tidak akan menjadi pemberi syafaat di hari kiamat kelak karena di hari kiamat Kela itu di antara manusia di antara hamba-hamba Allah ada yang memberi syafaat kepada saudaranya atau kepada temannya kepada sesama kaum mukminin ya Ci syafaat itu pertama ya disebutkan dalam dalil-dalil itu para malaikat memberikan syafaat para Anbiya para rasul para nabi mereka juga memberikan syafaat kemudian orang-orang Saleh para syuhada ya para auliullah wali-wali Allah yang Allah cintai mereka karena ketaatan mereka mereka juga memberi syafaat tetapi syafaat itu ya seorang bisa memberikan syafaat itu itu dengan dua syarat seorang bisa memberi syafaat kepada saudaranya di hari kiamat kelak dengan dua syarat syarat yang pertama pemberi syafaat itu harus mendapat izin dari Allah Allah mengizinkan kepada Fulan orang yang Saleh ini untuk memberi syafaat kepada Fulan mendapat izin Allah kemudian yang kedua orang yang akan diberikan syafaat harus orang yang diridai oleh Allah artinya Dia seorang mukmin Dia seorang mukmin seorang Muwahid seorang bertauhid karena orang yang Syirik Allah tidak Rit kepada kesyir kesyirikan ya jadi ee seorang hamba di hari kiamat orang-orang yang saleh ya termasuk para nabi para Anbiya para rasul ya dan yang lainnya mereka mendapatkan izin e mereka bisa memberikan syafaat kalau mendapat izin dari Allah Taala ya manalladzi yasfauahu illa biidni artinya tidak ada yang bisa memberikan syafaat ya di sisi Allah di hari kiamat kelak kecuali dengan seizin Allah jadi mendapat izin dari Allah untuk memberikan syafaat ini syarat pertama syarat kedua adalah orang yang akan diberikan syafaat itu orang yang diridai oleh Allah Taala artinya Dia seorang Muwahid seorang ahli tauhid ya seorang mukmin muslim yang dia tu ahli tauhid bukan orang musyrik orang musyrik tidak akan dapat SFA syafaat jadi di antara orang-orang syarat atau orang-orang yang akan memberikan syafaat salah satun yang disebutkan di sini ya yaitu yang tidak banyak melaknat yaak Adapun orang yang tukang laknat di dunia ini ya ini tidak akan bisa memberikan syafaat kepada saudaranya di hari kiamat kelak W Syuhada diaap pun orang yang sering laknat ini tidak bisa dijadikan S saksi ya di hari kiamat Kak ditolak persaksiannya dan dia tidak bisa menjadi saksi karenap lisannya itu jelek ya lisannya ketika di dunia tukang tukang laknat hari kiamat tidak akan bisa memberikan persaksian ya kemudian eh hadis yang berikutnya kata Imam anwawi rahimahullah taala wa samurah bin jundub radhiallahu Anhu Q dari samurah bin jundub radhiallahu Anhu Beliau berkata qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la talaanu bilnatillah janganlah kalian saling melaknat dengan laknat Allah wala bighihi dan jangan pula kalian saling melaknat dengan kemurkaan Allah Winar dan jangan pula kalian saling melaknat dengan api neraka hadis riwayat Imam Abu Daud Tirmidzi dan hadis ini adalah hadis yang baik sanadnya ee di dalam sebuah riwayat yang lain kata nabi alaihiu Wasalam ah wahama jangan kalian saling melaknat dengan laknat Allah dengan kemurkaan Allah dan dengan neraka Jah jahanam ya Jadi tidak boleh seorang melaknat dan Laknatullah alik ya atau khullah Alik semoga ee laknat Allah padamu Semoga murka Allah padamu ya atau dengan misalnya nya ee semoga engkau masuk Jahan jahanam ya Nah ini semua hal-hal yang tidak di dibolehkan tidak dibolehkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam yang diambil dari hadis ini Ya diambil dari hadis ini yaitu yang pertama pengharaman diharamkannya saling melaknat dengan laknat Allah ya Misalnya dua orang bertengkar si A mengatakan kepada si B Ya Allah yalanak atau yalanuka atau Laknatullah Al ya kemudian si B balas kepada si A juga semoga Laknatullah alik Alaika Laknatullah ya ini tidak dibolehkan ya Tahrim bahkan diharamkan ya diharamkan saling melaknat dengan laknat Allah Kemudian yang kedua tidak boleh seorang mendoakan orang lain dengan api neraka ya ya atau dengan dengan api karena ini merupakan kekhususan bagi bagi Allah ya Jadi tidak boleh seorang itu mendoakan orang lain ya apalagi saudaranya selama muslim Semoga Allah masukkan kamu ke neraka jahanam semoga tempatmu di jahanam ya Nah ini tidak di Bolehkan ya karena yang mengetahui semu Allah Taala Allah yang mengampuni seorang Allah yang mengazab seorang dan tidak ada mengetahui ilmunya kecuali Allah Taala maka tidak boleh seorang apalagi seorang muslim kepada saudaranya ya mendoakan dengan doa yang buruk tersebut ya dengan mengucapkan misalnya semoga tempatmu di jahanam ya semoga tempatmu di api neraka nah ini tidak dibolehkan kemudian juga tidak boleh dengan eh melaknat dengan murka Allah semoga murka Allah kepada engkau semoga engkau termasuk orang-orang yang dimurkai oleh Allah Taala nah ini juga tidak di tidak dibenarkan ya jadi itu contoh- contoh penggunaan bahasa-bahasa ini dalam melaknat ini tidak dibolehkan karena ini suatu yang besar mungkin seorang ketika dia mengucapkan karena emosi ya dia menganggap suu sesuatu yang kecil tapi kalimat-kalimat ini di sisi Allah adalah besar ya dan memutuskan mengatakan seorang semoga laknat Allah padamu Semoga murka Allah padamu Semoga kamu dimasukkan dalam neraka jahanam ini perkataan besar di sisi Allah ya bukan hal-hal yang kecil bagi Allah Taala ya maka hindari jauhi dari ya bentuk-bentukan kalimat seperti ini makanya seorang kalau dalam keadaan marah misalnya hendaknya dia di diam dan ini petunjuk nabi alaiam ya kata beliau dalam hadisahih riwayat Imam Ahmad bin hal Apabila salah seorang di anara Kalian sedang marah maka hendaknya dia diam ya ut jika salah seorang di antara kalian dalam keadaan marah hendaknya dia diam ya sebab berbahaya seorang ketika dia dalam keadaan marah kemudian lisannya juga bergerak ini Berbah berbahaya makanya salah satu petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika seorang dalam keadaan marah hendaknya dia mengekang lisannya ya Diam tidak usah ngomong ya jangan sampai berbicara dan kalau berbicara mungkin akan keluar kalimat-kalimat yang tidak sepatutnya keluar ya Sehingga Rasul wasam memerintahkan untuk di diam kalau kalian marah maka Diam jangan bica kemudian hadis yang berikutnya Imam anwawi rahimahullah taala annawawi rahimahullah berkata IB masudin radallahu Anhu Q Abdullah bin Mas’ud radhiallahu Anhu Beliau berkata qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda laisal mminuani Wani walal fahisi walal badi ya rwahu attirmidziyu waqal haditun hasanun Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda laisal mmin ban seorang mukmin itu bukan orang yang banyak menikam ya Apa arti menikam di sini ya menikam ini menikam kehormatan seseorang yaan selalu mencela orang lain ya seakan-akan orang lain tidak punya kebenaran lagi ya selalu menikam kehormatan orang lain ini bukan sifatnya seorang mukminal mukminu bukanlah merupakan Perangai seorang mukmin itu yang banyak menikam kehormatan orang lain ya taat menuduh ya mencela Apalagi kalau tidak ada buktinya nauzubillah Wal laan juga bukan perangi seorang mukmin yang dia itu banyak melaknat walal fahisyi juga bukan perangi seorang mukmin yang dia itu mengucapkan kalimat-kalimat keji ya W dan juga bukan seorang mukmin yang dia selalu yakni mengucapkan kalimat-kalimat yang kotor kalimat yang jorok yang tidak pantas untuk di diucapkan n n ini menunjukkan kesempurnaan seorang mukmin orang mukmin itu bukan tukang tukang laknat bukan tukang menikam kehormatan orang lain bukan sifat seorang mukmin ya seorang mukmin itu memiliki sifat apa annasih dia adalah orang yang menasehhati ketika dia melihat saudaranya ada suatu hal yang menyimpang pada diri saudaranya dia nasihat dengan cara yang yang baik ya bukan melaknat menikam menikam kehormatannya apalagi menyebarkan beritanya ya itu bukan sifat seorang mukmin juga bukan sifat seorang mukmin yang lisannya mengeluarkan kalimat-kalimat yang keji kalimat-kalimat yang kotor ya yang kadang-kadang atau kalimat yang tidak patut untuk diucapkan jadi ada beberapa kalimat gak pantas kita ucapkan ya tidak bisa lisan seorang mukmin ini mengucapkan kalimat itu ada beberapa kalimat yang demikian kalau ada orang yang senangnya bicara kalimat-kalimat itu n ini menunjukkan bahwa dia tidak memiliki Perangai seorang mukmin Nah jadi bagaimana Rasul Al wasallam mengajarkan kepada kita kepada umat beliau tentang Islam ini dari semua Sisi diajarkan dari semua Sisi ya Dari semua aspek kehidupan Dar masalah-masalah yang besar tapai masalah-masalah yang kecil semua telah diarahkan diajarkan ya Dan disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada kepada kita karena beliau adalah orang yang benar-benar mencintai kaum mukminin ya azizun alaihum ya beliau amat berat terasa oleh Beliau penderitaan kalian jadi beliau tidak mau kalian menderita makanya semua kebaikan beliau telah sampaikan dikerjakan oleh umatnya yang membawa mereka kepada surga Allah Taala kepada Rida Allah Taala dan semua keburukan juga sudah diingatkan oleh Nabi Alaihi Wasalam agar dijauhi oleh umatnya Dar masalah-masalah yang besar sampai masalah-masalah masalah yang terkecil sudah diingatkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Jadi bukan merupakan sifat seorang mukmin ya perilaku banyak melaknat perilaku banyak menikam kehormatan orang lain ya bisanya hanya ya mengincer ya mengincer ucapan seseorang mengincer perbuatan seseorang mengincer perilaku seseorang untuk dicela ini bukan sifat seorang muslim bukan sifat seorang Salafi bukan sifat seorang yang mengikuti manat Salaf ya ini sifatnya orang-orang yang ya tukang perusak ya jadi Perangai seorang mukmin adalah yang menjaga lisannya ya tidak banyak melaknat kemudian juga bukan merupakan sifat orang mukmin yang mengeluarkan kalimat-kalimat kata-kata yang keji kata-kata yang jorok ya karena semua adalah bertentangan dengan akhlak Perangai seorang yang beriman makanya coba kita cermati ya baca al-quranul Karim dengan kisah-kisah para Anbiya para rasul kisah-kisah orang-orang yang Saleh orang-orang yang taat pada Allah ya tidak pernah kita jumpai ada kalimat-kalimat yang kotor yang mereka ucapkan ucapan-ucapan mereka walaupun kepada lawannya ada ucapan-ucapan yang baik ya bagaimana mereka para Anbiya para rasul orang-orang yang Saleh mereka menasihati mereka mengucapkan kepada Lawan Mereka dengan perkataan yang yang baik silakan cermati al-qur’anul Karim ya kemudian juga para sahabat nabi alaihialatu wasalam yang mana mereka ada contoh Teladan Kita juga generasi yang kita ikuti Manhaj mereka akidah mereka coba Lihat baca sejarah mereka bagaimana akhlak mereka bagaimana kecintaan di antara mereka antara para sahabat dan itu disebutkan oleh alquranul Karim Muhammad Rasulullah Muhammad adalah Rasul utusan Allah maahu dan orang-orang yang bersamanya itu para sahabat beliau R ya apaar ya orang-orang bersama beliau bersama Muhammad Perangai mereka adalahid Kuar mereka tegas kepada orang-orang kafir R tapi mereka saling mengasihi di antara mereka ya itu Manhaj itu Perangai para sahabat kalau kita menisbahkan diri kita pada mereka Ayo ikuti juga akhlak mereka kasih sayang di antara mereka ya ikuti ya Karena itulah yang sebenarnya harus di dilakukan ya di Manhaj para sahabat dan tidak hanya sekedar manhajnya tapi melihat perangainya bagaimana kecintaan di anara mereka para sahabat-sahabat nabi alaihiat wasalam kalaupun mereka berselisih misalnya berbeda pendapat tapi mereka adalah orang-orang yang mengucapkan kalimat-kalimat yang baik mengingatkan yang cara yang baik nasihati dengan baik kepada saudara mereka baik kaum muslimin kaum muslimat rahimaniahimakullah ee demikian pembahasan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam kesempatan yang baik ini masih ada sejumlah hadis dalam bab ini Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang dengan seizin Allah subhanahu wa taala akirnya kami kembalikan kepada abuman untuk sesi berikutnya wallahu taa jazakahuir kami sampaikan kepada Ustaz mubarim LC MH hafahullahu taala yang telah memberikan nasatnya kepada kita dari pembahasan kitab riadusihin yang semoga menjadimu yang manfaat bagi kita semua dan saudaraku seiman dan seakidah untuk selanjutnya kita akan memasuki sesi tanya jawab Anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan Whatsapp di nomor 0819896543 atau melalui lain telepon di di nomor 0218236543 baik Ustaz pertanyaan pertama kita angkat melalui pesan Whatsapp dari bapakar di in bertanya larangan melaknat sesama muslim Ustaz Bagaimana dengan kita yang melaknat orang yang menzalimi kita Ustaz terkadang kita mendoakan dengan keburukan bahkan karena sangat marah dengan orang yang menzaliminya mendoakan dengan sangat buruk dan laknat yang sangat berat Ustaz mohon pencalahannya Ustaz tafadol Ustaz ee baik ee tentang apa yang ditanyakan tadi kalau kita melakukan hal itu ya sebelum kita mendapatkan ilmu ini maka semoga Allah mengampuni kita tapi setelah kita mengetahui ya maka kita harus beristigfar kita merubah ya harus dibedakan ya seorang ketika dia dizalimi dia mendoakan kejelekan bagi orang itu itu ada haknya ya tapi hindari dari Mel melaknat hindari dari melaknat orang itu secara takyin takyin itu ya menentukan orangnya ya semoga Allah melaknat kepada Si Fulan itu hindari ya itu h hindari ya jadi ee sudah jelas dalam Apa yang dijelaskan yang diterangkan tadi dalam hadis hadis ini ya tentang ee ee menghindari dari melaknat ya Adapun seorang terzalimi ya dia dizalimi entah hartanya atau kehormatannya atau lainnya ya dia kalau ingin kalau dia Maafkan itu pahala besar di sisi Allah tapi tidak semua orang bisa memaafkan dan kalau dia tidak Maafkan misalnya dia mendoakan yang buruk bagi orang itu nah ini hal yang dibolehkan dalam dalam agama Itu haknya hak orang yang terzalimi ya Tapi tetap menghindari melaknat orang tersebut tetap menghindari dari melaknat orang tersebut ini mungkin arahan yang bisa saya sampaikan ya Karena beda antara mendoakan orang itu dengan keburukan ya dan melaknat orang itu karena laknat itu artinya ya menjauhkan dia dari rahmat Allah subhanahu wa taala ya itu laknat artinya atau dan kalimat-kalimat yang seperti tadi semoga murka Allah pada engkau semoga laknat Allah padamu Semoga engkau dimasukkan neraka jahanam ini hindari itu semuanya ya hindari itu semuanya tapi kalau Selain itu maka Insyaallah dibolehkan Ya misalnya dia mengatakan Semoga Allah semoga kamu akan merasakan apa yang aku rasakan dari perbuatan kezaliman yang kamu lakukan terhadap aku semoga Allah menimpakan kamu pun seperti apa yang aku rasa rasakan misalnya begitu ya itu Insyaallah tidak mengapa ya tapi sampai pada laknat atau mengatakan kemurkaan Allah kepadanya ini supaya di dihindari wallahu taala alam jazakallahu Khairan Ustaz atas nasihatnya dan berikutnya kita coba angkat pertanyaan malu lain telepon di 0218236543 kami persilakan iya Asalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Di mana ibu ibu Istiqamah di Bekasi Ustaz baik silakan Ibu izin bertanya Pak ustaz ee tadi disebutkan bahwa seseorang yang bisa ee memberikan syafaat ke orang orang lain itu syaratnya adalah atas izin Allah dan orang itu muslim atau Islam dan tanda-tandanya orang yang mendapat syafaat itu gimana ya Pak ustaz terus Orang yang memberikan bisa memberikan syafaat tuh orang yang seperti apa itu ada jazakumullahir kir wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh tafadol Ustaz ee baik tadi kita sebutkan tentang syarat Orang yang memberikan syafaat adalah Dia mendapat izin dari Allah untuk memberikan syafaat dan orang yang akan diberikan syafaat juga adalah orang yang diridai oleh Allah nah sekarang yang ditanyakan oleh ibu yang bertanya ya Ibu Istiqamah dari Bekasi tentang tanda-tanda ya orang yang diberi syafaat dan EE orang-orang yang memberi syafaat intinya bahwa disebutkan dalam beberapa riwayat di antara orang yang memberikan syafaat itu adalah orang yang mati syahid ya jadi orang yang mati syahid dalam peperangan dia termasuk orang yang bisa memberikan syafaat kepada orang lain dari kerabatnya atau saudaranya atau sesama muslim ya juga orang-orang yang beramal saleh ya orang-orang yang taat pada Allah taat pada rasulnya berpegang pada sunah Nabi Alaihi Wasalam sampai mereka mati Mereka pun Insyaallah akan bisa akan diberi izin oleh Allah Taala untuk memberikan syafaat ya Jadi intinya orang memberikan syafaat itu Adah orang yang memang orang-orang yang Saleh orang mukmin yang Saleh yang taat pada Allah subhanahu wa taala ya itu dan orang yang diberikan Syafaat Ya intinya orang diberikan syafaat syarat mutlak adalah harus seorang yang bertauhid itu syarat mutlak karena orang musyrik orang yang mengerjakan kesyirikan-kesyirikan itu tidak dapat syafaat ya di hari kiamat kala yang mendapat syafaat orang yang bertauhid Walaupun mungkin dia terjerumus dalam dosa Mungkin dia minum khamar Mungkin dia berzina ya Wia naubillah naubillahalik atau yang lainnya selama dia tidak Syirik karena memang syafaat sebetulnya ya sebagaimana kata nabi Alaihi Wasalam syafaatku adalah ya syafaati lahlil kabair Min umati syafaatku itu adalah untuk para pelaku dosa besar dari umatku tidak orang-orang yang berdosa atau yang kurang amalnya itu di di diberikan syafaat ya diberikan Syafaat tapi ciri ciri yang yang yang paling jelas dan dia menjadi syarat orang mendapatkan syafaat dia ad harus orang yang bertauhid kepada Allah Taala Walaupun mungkin dia lakukan kemaksiatan karena memang di antara hikmah syafaat itu adalah untuk menggenapkan kekurangan yang ada pada orang yang diberikan syafaat ya untuk menggenapkan ya yang dengan syafaat itu orang tersebut mendapat ampunan dari Allah orang tersebut dimasukkan surga ya itu hikmah dari S syafaat Nah itu semua harus bagi orang yang bertauhid orang yang beriman dan bertauhid kepada Allah Taala bukan orang yang yang bukan para pelaku atau orang-orang musyrikin ya ini mungkin dari kami wallahu taala alam jazakallahu Khairan Ustaz atas penjelasannya dan berikutnya Ustaz kembali pertanyaan melalui pesan Whatsapp banyak sekali pertanyaan yang masuk dengan tema yang sama Ustaz di antaranya dari Abu Anggi di Pondok Gede maupun penanya lain di Cibubur dan penanya yang lainnya Ustaz pertanyaannya kurang lebih sama Ustaz yakni Bolehkah kita melaknat orang-orang yang membunuh saudara kita Ustaz khususnya yang terjadi sekarang yakni orang-orang Yahudi yang yang membunuh saudara-saudara kita di Gaza atau juga negara-negara yang mendukung Yahudi ini mohon penjelasannya Ustaz ee baik dari apa yang kita pelajari tadi ya kita menyimpulkan bahwa kalau kita melaknat mereka secara umum maka itu dibolehkan ya semoga Allah melaknat para pembunuh ya saudara-saudara kita di Palestin misalnya tapi secara umum tidak menyebutkan person-personnya ya atau laknat karena mereka orang-orang yang misalnya orang-orang kafir yang tidak beriman pada Allah Taala maka seorang misalnya mengatakan atau Ik di Palestin semoga lakat Allah kepada mereka orang-orang membunuh Saud orang-orang kafir yang membunuh saudara-saudara kita di Palestin itu Insyaallah dibolehkan ya Tapi secara umum bukan person-person ya karena yang jadi masalah itu kan person-person Tapi kalau secara umum maka Insyaallah tidak mengapa wallahu taala alam dan juga bisa Antum bertanya kepada ustaz-ustaz yang yang lainnya Itu jawaban kami wallahuam jazakallahu Kiran Ustaz atas penjelasannya dan berikutnya masih pertanyaan melulai pesan Whatsapp Ustaz dari hamba Allah di Jakarta tidak disebutkan namanya Ustaz ingin bertanya apakah hukum tulisan Ustaz yakni suka melaknat di medsos Ustaz itu sama dengan hukum ucapan Ustaz mohon penjelasannya baik itu jawabannya adalah sama ya tidak ada perbedaannya seorang melaknat dengan lisannya atau dengan tulisannya ya sama saja Nah itu harus Hah hindari dan itu banyak kadang-kadang kita kita jumpai ya seperti itu ya dilaknat dan yang dilaknat itu per perorangan Fulan ya kemudian sebbutkan laknat kepada Fulan tersebut ini hal yang harus di dihindari jadi antara tulisan dengan lisan sama ya sekarang pertanyaan seorang mentalak istrinya dengan tulisan Sah apa tidak ya Sah jadi ketika seorang mentalak istrinya misalnya Si A mengatakan kepada si B istrinya kamu saya talak dengan lisan atau dia menulis surat dengan ini saya mengatakan saya mentalak kamu ya jatuh dua-duanya jatuh tuh jatuh talak tidak dibedakan Oh kalau ucapan jatuh talak kalau tulisan tidak jatuh talak misalnya tidak demikian ya dengan lisan maupun tulisan itu hukumnya sama ya wallahu taalaahu kir Ustaz atas penjelasannya dan untuk berikutnya Ustaz kembali kita akan angkat pertanyaan melalui lain telepon di 0218236 543 kami persilakan iya silakan sudah masuk Halo iya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Di mana saya ibu Abdul Majid Gresik baik silakan Ibu dulu Ustaz pernah menerangkan bahwa cinta karena Allah putus cinta karena Allah ya tetapi ini ada putus cinta ya Ustaz ada yang putus cinta itu menuduh saya bahwa yang memutuskan saya ya itu kalau sudah orang orang orang laki-laki kalau sudah gak mau ya sudah jangan menuduh orang lain cinta karena Allah Putuh cinta karena Allah saya dituduh menzalimi memutuskan cintanya orang wanita itu dengan laki-laki Maaf Ustaz salah satu kru di sini dia Ca pada salah satuu di sini Ust itu krunya sudah menikah sekarang dan menuduh saya yang memutuskan naudubillahalik padahal krunya itu menikah itu dengan yang mencarikan tu temannya di baik ibu masuk ke inti pertanyaan silakan baik tampaknya sudah cukup jelas Ustaz pertanyaannya yakni kalau saya bisa ulangi Ustaz cinta karena Allah dan juga memutuskan cinta karena Allah Allah Bolehkah Ustaz ketika terjadi putus cinta menyalahkan orang karena ee orang tersebut Ustaz mohon penjelasannya Ustaz ee baik tentang yang ditanyakan tadi ya gambaran secara umum ee bahwa penanya itu ee dituduh oleh seseorang dia sebagai penyebab terputusnya sebuah perdik ya wallahuam itu yang saya pahami ee padahal beliau berlepas diri dari itu semuanya ya berlepas diri dari dari itu semuanya ee maka jawaban kami ya tentu ketika seorang dia berumah tangga seorang suami atau seorang menikah Dia cinta pada istrinya ya juga cinta karena Allah dan cinta ee dengan kecintaan itu kemudian Allah menjadikan mereka dalam sebuah rumah tangga ee dan kemudian suatu saat bisa saja ter terjadi hal yang terjadi misalnya ee terputus ya rumah tangga mereka terjadi perceraian karena memang ada setan yang berupaya untuk ee membisakkan di antara suami dan istri kemudian terjadi Nah maka di sini perlu kehati-hatian dalam kehidupan kita dalam pergaulan ya bermasyarakat ya Ini juga kita harus hati-hati karena bisa jadi ya kita dituduh seperti bagaimana ibu itu berkata Dia dituduh oleh seorang B dia e beliau yang memutuskan padahal tidak nah ini semua karena faktor apa kita hidup zaman yang berbeda zamannya zaman medsos banyak hal-hal yang menjadi fitnah dalam hal itu ya kalau misalnya Panya merasa bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar maka serahkan pada Allah Taala Allah yang lebih mengetahui tuduhan yang diberikan pada Ananya oleh orang yang menuduh dia serahkan pada Allah Taala ya kalau memang tidak benar serahan pada Allah Taala Allah yang menghukuminnya nanti ya Jadi tidak usah ee Panya duhter apa atau emosi apa gak usah ada Allah subhanahu wa taala yang lebih mengetahui ya maka serahkan pada Allah Taala dan lebih banyak bersikap Diam tidak usah aktif terlalu aktif dalam masalah medsos karena ini juga termasuk salah satu pintu fitnah yang nanti akan ee yang bisa menjerumuskan dalam perpecahan dalam rumah tangga fitah-fitah dalam keluarga ya itu ee salah satu sebab adalah karena ya itu penyalahgunaan metsos maka ibu hati-hati ya Apa yang dituduhkan apa yang difitnahkan kepada tentang ya yang disebutkan tadi itu serahkan pada Allah Taala kalau memang kita tidak terlibat dalam masalah tersebut dan ketahuilah bahwasanya ya dalam menikah itu ada orang yang memang panjang jodohnya artinya sampai meninggal mereka tetap suami istri ada juga orang yang mungkin masih hidup kemudian terjadi perceraian karena banyak faktor karena banyak hal ini halhal semua yang merupakan sudah ketentuan Allah Taala ya mungkin itu lebih baik mungkin itu terbaik bagi bagi yang yang mengalami hal tersebut kadang-kadang kita menyukai sesuatu justru akan mendatangkan musibah bagi kita kadang-kadang kita benci kepada sesuatu tapi justru di balik ke bencian itu ada kebaikan ada hikmah tersendiri ya maka Perbanyaklah ya ilmu selalu belajar ilmu kemudian sibukkan diri kita dengan ilmu Adapun ujian-ujian menimpa diri kita Bersabarlah ya Insyaallah di balik itu semuanya ada kebaikan Adapun fitnah atau tuduhan yang tidak benar serahkan pada Allah Taala Allah yang akan menghukuminya dan akan menyingkap semuanya itu ya ini mungkin jawaban saya secara global dari apa yang ditanyakan tadi ya wallahu taalaam jazakallahu Khairan Ustaz atas penjelasan dan nasihatnya kepada kita Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan tampaknya pertanyaan tadi menjadi penutup untuk sesi tanya jawab kita di kesempatan pagi hari ini Ustaz tafadol ikhtitam dari Antum kaum muslimin kaum muslimat para pemirsa dan para pendengar televisi radio roj rahimakumullah Semoga senantiasa dirahmati Allah Azza wa Jalla Alhamdulillah semoga ilmu yang kita dapat di hari ini bermanfaat bagi kita semuanya dan semoga menambah kualitas iman kita dan amal perbuatan kita menjadi yang lebih baik dari sebelumnya dan semoga apa yang Ee kita dengar itu semua menjadi pelajaran bagi kita maka berhati-hatilah dalam menjalani dan mengarungi kehidupan kita apalagi di zaman yang banyak fitnahnya banyak ujiannya banyak hooksnya dan seterusnya kita harus lebih berhati-hati kita sibukkan diri kita dengan ilmu dan amal kebaikan Insyaallah kita terhindar dari berbagai macam fitnah semoga bermanfaat kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua yang telah Ikut andil dalam eh penyebaran ilmu ini dan semoga menjadi amal jariah bagi kita semuanya lebih kurangnya saya mohon maafhallahamamikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan jazakallahu Khairan kepada Al Ustaz Mubarok B muim LC MHI hafidahullahu taala yang telah membimbing kita dalam mengkaji kitab Riyadus shihin di kesempatan pagi hari ini dan juga telah membimbing kita dalam sesi tanya jawab dan kami ucapkan pula jazakumullahu Khairan untuk seluruh sahabat Roja di manaun anda berada Semoga apa yang kita pelajari di kesempatan pagi hari ini menjadi ilmu yang bermanfaat yang mendatangkan amal-amal Saleh kami mohon maaf atas segala kekurangan Sampai bertemu kembali di lain kesempatan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. – kitab Riyadhush Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply