saluran tiang Islam simat radio roj Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah hadirilah tablig akbar bersama Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir arahullah ulama dari kota Madinah [Musik] dengan tema pentingnya akidah yang benar dalam merai kemenangan umat Islam penerjemah Ahad 21 Januari 2024 atau 9 Rajab 1445 Hijriah pukul 00 Waktu Indonesia Barat hingga selesai bertempat di Masjid Jami albkah Kampung Tengah Cilengsi Bogor Jawa Barat informasi hubungi 081230305756 acara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dalam kesempatan kali ini Saya ingin mengajak kaum muslimin dan agar tegah untuk menyisihkan hartanya demi kelanjutan pembangunan masjid jam albarkah berapa banyak orang-orang yang salat di dalamnya pahalanya akan dialirkan kepada orang yang menyediakan tempat tersebut Berapa banyak orang-orang yang mengaji ilmu agama dinyaghaalan dinyaahalanya akan diirkan kepada penyedia ruangan tempat Masjid Jami albarkah semoga ini menjadi motivasi yang kuat untuk menyelesaikan pembangunan masjid Jami albarkah yang berada di kawasan Roja TV dan radio Roja wasallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah saat ini kita berada di Masjid Al yang mana masjid ini terkoneksi sama masjid depan yang Alhamdulillah progresi sudah 95% tentunya Kenapa masjid ini direnovasi ya agar bentuk dan kapasitasnya juga menyesuaikan dengan di depan e progres pembangunan sendiri khusus yang belakang sudah sekitar 35% ya terus akan berlanjut ya mudah-mudahan bisa sampai selesai ee Kenapa sih masjid ini di renovasi karena tentunya di masjid belakang Ini yang lama sudah tidak mencukupi jemaah yang salat di sini Apalagi kalau tablig akbar bisa sampai ke jalan-jalan tentunya kita enggak mau mengganggu ee masyarakat sekitar ya alhamdulillah kita bisa beli tanah di depan kita bangun dan alhamdulillah bisa mencapai sekitar e 5.000 sampai 6000 jemaah sini kita sedang kerjain plafon ini juga tiang-tiangnya tetap pakai tiang-tiang yang lama jadi tidak ada perombakan cuman lapisannya aja dikasih marmer di sini juga ada eskalator fungsinya untuk jemaah wanita akhwat untuk mempermudahkan biar bisa langung masuk ke masjid baru dan ada juga kloset-kloset atau kamar mandi atau tempat e buang air khusus di febel ya khusus yang pakai kursi roda atau orang-orang yang membutuhkan lantai dua ini ketika masjid yang lama ini beroperasi untuk akhwat dan Alhamdulillah sekarang juga kitauntuk kan untuk akhwat ya jadi jemaah akhwat tuh nanti apa penuh sampai ke depan Jadi kalau tablig akbar acara-acara ee Dauroh banyak juga akwad yang datang Jadi terpenuhilah Insyaallah ee untuk jemaahnya dan enggak perlu ke jalan-jalan lagi progres pembangunan di masjid albarqah bagian belakang ini ya semoga dari target yang kita rencanakan yaitu bisa dipakai saat Ramadan ee tentunya berharap bisa terealisasi ya walaupun masih banyak pekerjaan yang harus e kita selesaikan tentu dengan semangat teman-teman pekerja di sini Semoga Allah mudahkan semuanya e sesuai rencana dan target yang dari teman-teman sudah rencanakan bisa tercapai ya E demikian yang bisa saya sampaikan melihat progres masjid albarq bagian belakang tentunya kita butuh support dukungan dari para jemaah dan para pemirsa untuk ee bisa menyelesaikan masjid albarka ini sesuai target dan bisa dipakai bersama-sama tentunya fungsinya untuk memakmurkan masjid ini agar lebih [Tepuk tangan] makmurwa hadirilah ta Akbar bersek Prof Dr Ibrahim bin Amirah ulama dari kota Madinah Kerajaan Arab [Musik] Saudi dengan tema pentingnya akidah yang benar dalam merai kemenangan umat Islam penerjemah maududi Abdullah lcah Insyaallah akan diselenggarakan pada hari Ahad 21 Januari 2024 atau 9 Rajab 1445 hijri P 00 Wing bor Jawa baratasi hungi 081233 5756 acara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat pendengar dan pemirsa TV di Manun anda berada akanagem t program acara kajian Inya secara langsung Roja TV seluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam simak radio roj Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunna hadirilah tablig akbar bersama Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir arruhaili hafahullah ulama dari kota Madinah Kerajaan Arab Saudi Allah Tabak wa taalaqunahqsinim [Musik] maqidiq dengan tema pentingnya akidah yang benar dalam meraih kemenangan umat Islam penerjemah Ustaz maududi Abdullah LC hafizahullah Insyaallah akan diselenggarakan pada hari Ahad 21 Januari 2024 atau 9 Rajab 1445 Hijriah pukul 00 Waktu Indonesia Barat hingga selesai bertempat di Masjid Jami albkah Kampung Tengah Cilengsi Bogor Jawa Barat informasi hubungi 08123030 5756 acara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat [Musik] rasulasul radallahu Rasulullah sahu alaihi wasall Allah Mer kep bahwasanya rasulullahahu Alaihi was bersabda selamatkanlah diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersedekah sepotong kurma [Musik] maiahu Alaihi [Musik] wasam Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam an jabirin radhiallahu Anhu Q Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallaman qqal la muttaf alai dari Jabir Semoga Allah meridai kepadanya Dia berkata tidak pernah sekalipun Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam diminta sesuatu kemudian mengatakan tidak mutta [Musik] alaihah Alaihi [Musik] wasallamahi [Musik] an Abi hirah radihiallu Anhu Q Rasulullah sallallallahu alaihi wasallam maum yusbiibad Fi mal yzilan fquuhuma allahum Dari Abu Hurairah Semoga Allah merai kepadanya Dia berkata bersabda rasulullahallahui wasap kali pagi menjelang ada dua malaikat yang turun dari langit salah satunya Berk Ya Allah berilah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya sedangkan yang satu lagi berkata Ya Allah musnahkan harta orang yang tidak mau berinfak muttafan alaih Q rasulasul Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam Q rasulasul Sallallahu Alaihi Wasallam an Abi hir ras sallahuaii wasam Allahu Taala anq y Adam yunq alik muttafa alai dari Abu hurirah Semoga Allah meridai kepadanya bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda berfirman Allah Taala berinfaklah wahai anak Adam niscaya engkau akan diberi balasan muttafaqun alaih Q rasulasul Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam qasulasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] an Abdillah IBN Amr IBN radihiallahu anhuma rajulan saala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam Aul islamiramqraam W lam muttaf Dar Abdullah bin am Bina Allah Mer kepada mereka berua bahwasanya seseorang bertanya kepadaasahaii wasak am yanging di isasaii Wasi Mak danuckanam kepada yang kamu k Maun yang [Musik] kamu Rasul Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam Q rasul rasul Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam Abi Hurairah radhallahu Rasulullah zul Dari Abu Hurairah Semoga Allah merai kepadanya bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam bersabda sedekah tidaklah mengurangi harta dan tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain melainkan Allah akan menambah kemuliaan dirinya dan tidaklah seseorang bersikap tawadu rendah diri kepada Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya hadis riwayat Muslim Q Rasul qasul Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam Q Rasul Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam jaabirin radiiallahu rasulah Sallallahu Alaihi Wasallam qquul mahimahum rawahu muslim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah wabak alhamdulillahiabbil alamin wasii a Alhamdulillah bersyukur kita kepada Allah Tabarak wa taalab Izzati Wal jalalah pada hari ini kita dikumpulkan Allah di rumahnya untuk mempelajari ayat-ayat Allah dan hadis-hadis rasulillah dan Sunah nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam semoga pertemuan ini adalah pertemuan yang membawa berkah dan membuat kita bertemu sampai di surga Allah tabaraka wa taala pada hari ini bersama kita ada fadilatus Syekh Ibrahim bin Amir arruhaili hafidahullahu wa’ah dan Insyaallah kita akan bersama beliau beberapa jam ke depan untuk menimba ilmu dari para ahli ilmu para ulama yang mereka adalah warsatul Anbiya dan mudah-mudahan semua kita mendapatkan faedah dan bisa mengamalkan ilmu tersebut faa fadilati asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahiabbil alaminallallahu wasall Wak abdiiuli Muhammad ak taala jam islaman hidayahat mustqiminaim alaiam amakilana Ila anfusinafata Ain Kama ahmadullah lanaqa Fi had Al muhadarah F had masjid W had muhadarah hiyawan ahammiatakidah isamah alhamdulillahiabbil alamin wasallahu wasallam Waka ala abdihiasulihi Muhammad wamtada bihadii was buntihi yaumiddin Amma ba saya memuji Allah tabaraka wa taala atas apa yang Allah tabaraka wa taala berikan kepada kita daripada nikmat Islam dan nikmat iman dan nikmat Hidayah kepada jalan yang lurus dan nikmat bisa meniru dan mencontoh nabiul Karim Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam saya berdoa kepada Allah tabaraka wa taala sebagaimana Allah telah memberikan kepada kita nikmat tersebut saya berdoa semoga Allah menjadikannya ktinue kepada kita dan istikamah di atasnya dan semoga Allah tidak mewakilkan kita kepada diri kita sendiri walau hanya dalam waktu yang sangat sekejap dan kita juga berdoa kepada Allah dan memuji Allah tabaraka wa taala ketika Allah tabaraka wa taala memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dalam pertemuan yang penuh berkah ini di sebuah muhadarah ini di masjid yang penuh berkah ini dengan tema pentingnya akidah yang benar di dalam menggapai kejayaan umat Islam madarah seakunu jawanib raisah janib Aal trif bilqidahahihah wayani masdarha waulha w janibani banadillah n matak asahihah Wal janibani hakikat annasrah minallahi lihadiihil Ummah waayani aqsamiha Wal adillati alaiha dan pembicaraan kita pada hari ini Insyaallah akan membahas tentang tiga poin-poin penting poin yang pertama definisi akidah sahih Apa itu akidah sahihah dan apa saja referensi-referensinya dan apa saja pondasi-pondasi akidah yang penting bagian yang kedua yaitu keterangan tentang dalil-dalil tentang akan ditolongnya umat Islam ini oleh Allah tabaraka wa taala Apabila mereka berpegang teguh dengan menggenggam akidah yang sahih dan yang ketiga poin yang ketiga adalah apa sebenarnya pertolongan dari allah tersebut dan apa saja cabang-cabangnya Nam alqidah alqidahq Al alqb umur aljazimah allatiin alqalbqidah w w Adapun definisi tentang akidah yang sahih akidah secara makna bahasa adalah dari kalimat mengikat hati atas sebuah perkara-perkara yang sudah merupakan perkara-perkara yang sangat penting dan akidah dinamakan akidah diambil dari kata-kata ee ikatan ikatan yang dia adalah sesuatu yang telah dikuatkan dengan sebuah perjanjian Oleh karena itu akad-akad dinamakan akad karena dia suatu yang dikuatkan dengan sebuah perjanjian n qidah na Sallallahu Alaihi Wasallam wabagah Umah watarakaha alaiha wqad akbara Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam had Umah setaftar fiqidah firqah ka finar had muawiah Nabi Sallallahu Alaihi wasallamahu umah firah karahum suq naahana wa ashabi Wafi bahi alalfaz anahu qal ifqa alahudu اح millah waqat nasara7 millah wasftar hadihah millah Kha finar ill Wahidah Wah Al jamaah ah Hi ma alai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Wa asabu radhiallahu anhum waadaidahtiun [Musik] wqfquqasamu firqah ka firqi ah bidqid sahihah hi hadidah allatiaka alaiha an naab Shallallahu Alaihi Wasallam Umah Wana alaiha ashabuhu W ja badahum Min aimmati ahli sunahti Wal jamaaha H alasr akidah sahihah adalah akidah yang datang dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada umat yang ditinggalkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk umatnya dan sungguh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah memberikan kabar kepada kita bahwa sesungguhnya umat ini akan terpecah belah menjadi 73 kelompok semuanya di neraka kecuali satu sebagaimana yang datang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh muawiyah radhiallahu Anhu dari nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda bahwa sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok semu dan yang sat ituka orang yang seperti apa yang ada diriku sekarang hari ini dan sahabat sahatu seb hadesnya Yahudi telahah menjadi1 peah menjadi 73 kelompok semuanya di neraka kecuali satu dan yang satu itu adalah jemaah maka akidah yang sahihah adalah akidah yang datang dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan datang dari sahabat-sahabatnya dan yang menyelisihi akidah yang benar ini adalah bidah-bidah yang baru yang dibuat oleh mereka-mereka yang melaksanakan akidah yang baru tersebut dan mereka pun terpecah-pecah dan terkelompok-kelompok menjadi tu 72 kelompok dan semuanya adalah kelompok yang bidah dan sesat dari akidah yang sahihah maka akidah yang sahihah adalah akidah yang ditinggalkan oleh Nabi tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam untuk umatnya dan di atasnya ada para sahabat-sahabat nabi sallallahu alaihi wasallam dan aimah-aimah para imam ahlus sunah dari dahulu kala hingga zaman sekarang ini walqidahahihah Laha masadirun sahihah Hadi almadir W masadirqid sahihati alai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam waai Ash waaiha ah sunahr masadir hadidahu masadir alkitabu was sunah Wal Ima Fah mustf mustamadah Min kitabillahi tabaraka wa taala Wamin sunati rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam waminal ijma wahua ijmau ulama asr Min asuril Ummah ala Amr Fa AJM ala Amrin fna ijmaahum hujah walqidah tastamadu hadtiaial Wah kitabullah W sunatu rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam wa ijm ulamail Umah akidah asahihah memiliki referensi dan referensi-referensi akidah sahihah berasal dari pada ee dan akidahahihah berasal dari referensi tersebut dan referensi-referensi akidah asahihah adalah sesuatu yang memang ada padanya nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam dan sahabat-sahabatnya dan imam-imam ahlusunah Dari dahulu hingga sekarang ini dan itu ada tiga referensi tiga masadir tiga referensi ahlusunah di dalam akidah asahihah yang pertama kitabullah yaitu al-qur’an yang kedua adalah sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan yang ketiga adalah ijmak maka akidah sahihah adalah akidah yang bersumber dari kitabullah dari sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari ijmaak daripada ulama pada setiap generasi pada setiap masa apabila ulama pada setiap generasi pada sebuah generasi telah sepakat atas sebuah perkara maka itu adalah sebuah referensi akidah dan apabila mereka telah ijmak maka ijmnya para ulama adalah hujah di dalam akidah asahihah maka akidah asahihah akidah yang benar akan diambil dari tiga referensi tersebut tiga referensi tersebut dan referi tersebut adalah al-qur’an asunah dan ijmaak dan ketiga referensi itu tidak akan mungkin salah dan tidak akan mungkin keliru nah idah sahihah Wah salamattiadi Fah Tabarak wa taala hlani salamtiad Fin [Musik] Islami salam iahi tabaraka wa taala dan akidah asahihah akidah yang benar berdiri di atas tiga pondasi penting Pondasi yang pertama selamatnya akidah asahihah di dalam keyakinan tentang Allah tabaraka wa taala dan ini adalah Pondasi yang pertama dan Pondasi yang paling penting yang kedua selamatnya akidah di dalam agama Islam di dalam memahami agama Islam dan yang ketiga selamatnya akidah ini di dalam menerapkan hukum-hukum Syari kepada hamba-hamba Allah subhanahu wa taala Al asl Aal Hua salamatulqad fillahi tabaraka wa taala fil akidah asahihah takumuadillarah kitab sunah Wal iijma F maajib lillahi Tabarak wa taala wamaah wqidah mambatu mabat Allahu linafsihi wamabatahu lahu rasuluhu Sallallahu Alaihi Wasallam Min asmaifti Wal duna tahrifin au tatil wa duna takyifin au Tamil Pondasi yang pertama yaitu selamatnya akidah tentang Allah tabaraka wa taala maka akidah asahihah berdiri di atas dalil-dalil Syari dari kitab dari sunah dari ijma di dalam keyakinan tentang apa yang wajib diyakini tentang Allah dan apa yang wajib dinafikan dan ditiadakan disucikan Allah darinya maka akidah yang sahihah berdiri di atas pondasi ini dalam berakidah tentang Allah yaitu menetapkan apa yang Allah tabaraka wa taala tetapkan untuk dirinya dan apa yang ditetapkan untuk Allah oleh rasulnya tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam daripada asma dan sifat dan daripada fi’il daripada af’alullah subhanahu wa taala daripada perbuatan Allah ap semuanya untuk Allah tanpa boleh dirubah-rubah tanpa boleh dinafikan tanpa boleh ditiadakan dan tanpa boleh ditamsil-tamsilkanl W asah atwakurulillahi Azza wall Arrahman alsawa faqalu hu lam yawi Al wahuazah Yakun F makana W tawati akar allahha fi sa mawaat kitab wumatha k harfuad walqadam Wal waj wasir sifattillah Azza W muslim ybillahi Ma ja kitab sunah minat Allah Az Wan ikfatah Tabarak wa taala kalik maah alaii sifatah nabi sallah Alaihi Wasallam yanzil rabuninaqilirunya W ak Sallallahu Alaihi Wasallam qadam jahanam laal hal Min Maid حtaض RAB العزه والجal Alha qدamah fزضha Ila ba wquulu qat qat WNA Yada alaiha a anahu Yada alaiha qadamahu fatf minamti sfatillah bit hadatill matiqadi annaha la tusbihfat makhlukqin li ba manhaf Fi hadab ydai sifatahifat maklqin fakulun lillah yidina was Sam kasamina wasar kabasarina bagi seorang muslim hendaklah dia berusaha untuk menghindar daripada salah dan terseleweng daripada akidah yang benar agar dia tidak terjumus ke dalam menafikan dan mentiadakan sifat-sifat allahab taala atau mentakwilnya atau mentasybihnya menyamakannya dengan sifat makhluk sesungguhnya kaum muatilah telah meniadakan mengosongkan Allah daripada sifatnya dan mereka mentakwil merubah-rubah makna seperti yang mereka lakukan terhadap makna sifat alistiwa di atas arasy yang dimiliki Allah tabaraka wa taala di dalam FirmanNya arahmanu Alal arsistawa Allah Arrahman berada dan beristiwa di atas arasy mereka mengatakan kan Allah tidak beristiwa di atas Arsy dan kami mensucikan Allah untuk menyatakan Allah berada di sebuah tempat maka mereka dengan ini meniadakan dan membatalkan sifat Allah tabaraka wa taala istiwa yang ada di dalam al-qur’an dan ini terlarang padahal sifat itu ada di dalam tujuh ayat di dalam kitabullahi Azza waalla dan sebagian yang lainnya mentakwil merubah-rubah makna daripada sifat Allah tabaraka wa taala yang lainnya seperti sifat Yad tangan wajah dan yang lainnya maka setiap muslim hendaklah dia selalu menetapkan untuk Allah tabaraka wa taala apa yang Allah telah tetapkan untuk dirinya di dalam Alquran seperti firman Allah tabaraka wa taala bahkan kedua tangan Allah dua-duanya terbentang arahman Alwa Allah Arrahman di atas di atas ars beristiwa demikian juga dengan dalil-dalil lainnya yang berbicara tentang nama dan sifat Allah tabaraka wa taala demikian juga dengan Sunah maka sesungguhnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah berbicara tentang Allah seperti yang dikatakan oleh nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam yang artinya sesungguhnya Rabb kita turun ke langit dunia apabila tersisa Daripada malam sepertiganya yang terakhir maka sesungguhnya nabi juga Sallallahu Alaihi Wasallam sudah berbicara tentang Allah bahwa Allah tabaraka wa taala memiliki kaki dan sesungguhnya neraka jahanam selalu berkata kepada Allah Hal Min mazid hal Min mazid masihah Adakah Masih adakah tambahan Masih adakah tambahan maka Allah tabaraka wa taala meletakkan kakinya di neraka jahanam sampai jahanam mengatakan cukup cukup cukup dan makna ini dikatakan oleh para ulama bahwa Allah meletakkan kakinya sehingga neraka jahanam akhirnya menjadi sesuatu yang EE menempel satu sama lainnya sehingga kemudian dia mengatakan cukup wahai Rabb cukup maka maka seorang muslim menetapkan untuk Allah tabaraka wa taala daripada sifat yang telah Allah tabaraka wa taala sampaikan dan apa yang disampaikan oleh nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam seiring dengan itu Dia menjauhi di dalam akidahnya menyamakan sifat Allah dengan sifat makhlukNya karena sesungguhnya sifat Allah tabaraka wa taala apapun sifat itu tidak haram untuk disamakan dengan sifat makhluk Allah tabaraka wa taala memiliki sifat namun tidak sama dengan sifat makhlukNya seperti perkataan mereka tangan Allah seperti tangan makhluk pandangan Allah seperti pandangan makhluk pendengaran Allah seperti pendengaran makhluk Dan ini akidah yang batil karena Allah tabaraka wa taala berfirman Lais kamliiaiun wahua samul birir tidak ada yang sama dengan Allah sesuatu apapun yang dia maha mendengar lagi maha melihat walikaqihillahad anallaha idahall Azza W hu minamawati Wal ARD w f la sharikahu fiikajibminin [Musik] ikfqunajibminarq hak Mut f g Allah laul wahabah wama w am wahu khqmin Q Lau girillah laa duuliya W duhin du nabi Sallahu alaii wasallam ak lillah k nabi sallallahuaihi [Musik] [Musik] aham lam y kah lamikam [Musik] demikian juga di dalam akidah asahihah tentang Allah tabaraka wa taala adalah keyakinan bahwa sesungguhnya Allah tabaraka wa taala ialah satu-satunya yang mencipta satu-satunya yang mencipta langit dan bumi yang mengatur langit dan bumi yang mewujudkan adanya langit dan bumi ini sesungguhnya Allah tabaraka wa taala dialah satu-satunya Pencipta langit dan bumi tidak ada sekutu bagi Allah tabaraka wa taala di dalam penciptaan langit dan bumi dan dalam pengaturan langit dan bumi maka wajib bagi setiap Mukmin untuk menjadikan akidahnya Bahwasanya Allah dialah pencipta satu-satunya pemberi rezeki satu-satunya dan pengatur dan melakukan segalanya satu-satunya yang melakukan segala-galanya tidak ada sekutu bagi Allah Tidak ada penolong bagi Allah tabaraka wa taala dan Allah tidak punya istri sebagaimana Allah juga tidak punya anak Ia adalah raja satu-satunya yang menciptakan seluruh makhluk langit dan bumi maka hendaklah seorang mukmin wajib bagi dia untuk berhati-hati agar jangan sampai dia menjadikan selain Allah tabaraka wa taala diyakini bisa mengatur sesuatu di alam semesta walaupun itu diberikan kepada para rasul-rasul Allah atau diberikan kepada sahabat-sahabat rasulillah atau diberikan kepada para wali-wali dan orang-orang Saleh tidak boleh wajib baginya dalam hal ini kembali hanya kepada Allah dan memohon hananya kepada Allah tabaraka wa taala dalam urusan ketika dia ingin hajatnya dikabulkan oleh Allah tabaraka wa taala jangan dia berdoa kepada para wali jangan dia berdoa kepada orang Saleh jangan dia berdoa kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang benar adalah ikhlaskan doa itu hanya untuk Allah tabaraka wa taala saja sebagaimana yang dinasihatkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melalui hadis kepada kepada Ibnu Abbas radhiallahu anhuma Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata apabila engkau meminta maka Mintalah kepada Allah apabila kali engkau memohon pertolongan Maka mohon pertolonganlah dan mohonlah bantuan kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya umat ini semuanya Apabila mereka sepakat untuk memberikan kepadamu suatu manfaat maka mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali sesuatu yang telah dituliskan oleh Allah tabaraka wa taala dan ketahuilah apabila umat ini sepakat semua uk engau seb maka mereka tidak akan bisa memberikan itu Kecu telah allahuliskan itu untukmu Sesungguhnya penena telah diangkat dan sesungguhnya lembaran-lembaran takdir telah kering uahuarikahu Fi khq wimul jamum k Allah Azza W wqadna Fi k UM rasula ah [Musik] malikahadahunahqu wikah alaibatah kajib takun lillahabhnadarruku sujud kib takun khalaillahallub almahabbah Al khauf alrajawakul ka yajib an takuna lillahi tabaraka wa taala di antara akidah-akidah yang sahihah tentang Allah tabaraka wa taala adalah mengesakan Allah tabaraka wa taala satu-satunya dalam penghambaan diri dalam peribadatan bahwa sesungguhnya Allah tabaraka wa taala satu-satunya yang diibadati secara benar Lailahaillallah tidak ada ilah kecuali Allah subhanahu wa taala hanya dia satu-satunya yang berhak untuk diibadati tidak boleh ada sekutu bagi Allah tabaraka wa taala karena sesungguhnya Allah tabaraka wa taala tidak boleh ada sekutu baginya di dalam ibadah sebagaimana tidak ada sekutu baginya dalam penciptaan dan ini adalah akidah yang datang dari seluruh para nabi dan para rasul sebagaimana yang Allah tabaraka wa taala firmankan di dalam Alquran wq baitin rulullahut sungguh telah kami utus kepada setiap umat Rasul semua mereka menyeruudullah bahwa ibadtilah Allah satu-satunya dan jauhkan peribadatan kepada thaagut maka seluruh rasul-rasul Allah tabaraka wa taala semuanya mengajak kepada beribadah kepada Allah satu-satunya dan mengajak kepada menjauhi peribadatan kepada thaghut thaghut adalah seluruh yang diibadati selain Allah siapun dia baik itu malaikat baik itu para rasul baik itu para Wali Baik itu orang-orang Saleh apabila diibadati selain Allah maka mereka disebut dengan thaghut dan apabila para rasul dijadikan thaghut oleh sebahagian manusia maka sesungguhnya itu tidak memberikan mudarat dan bahaya untuk para rasul tersebut karena sesungguhnya bahaya ada pada orang yang mengibadati rasul tersebut dan sesungguhnya ibadah semuanya harus untuk Allah tabaraka wa taala dan tidak boleh diberikan kepada siapapun selain Allah tabaraka wa taala seperti doa Harus kepada Allah menyembelih hanya untuk Allah bernazar hanya untuk Allah tabaraka wa taala sebagaimana ruku dan sujud pun hanya untuk Allah satu-satunya demikian juga dengan amalan hati juga harus untuk Allah tabaraka wa taala berharap takut khusyuk tawakal dan ini adalah ibadah-ibadah hati yang semuanya juga harus diperuntukkan hanya untuk Allah subhanahu wa taalaih Sal Islam k Allahu Azza ininaah Islam baallahu bihi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam wbahuwa Islam W Islam khataballu bihi Jami ahlil ARD Min Umam almhiah Min Yahudi wasara Wal majus was Sair alumam Khatab bihiqalain alinsa Wal Jin khataba bihi Jami ajnasil Basyar Minal Arabi waljam wamirwf kumatabun Bi Islam [Musik] amuhidqq Allah Azza W biddin Haq wawabuhuallahi tabaraka wa taala Al Jannah Adapun Pondasi yang kedua daripada akidah yang sahihah adalah selamatnya akidah sahihah dalam keyakinan tentang agama agama yang Hak adalah agama Islam yang telah diturunkan Allah tabaraka wa taala sebagaimana Allah berfirman innaddinaallahil Islam sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam agama yang hak yang telah diutus Allah yang Allah telah mengutus dengannya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan tidak menerima dari siapapun agama Apun selain agama itu yaitu hanyalah agama Islam saja dialah agama Islam yang Allah tabaraka wa taala telah sampaikan kepada seluruh para nabi dan dia adalah agama yang dituntut untuk mengimaninya seluruh orang Yahudi orang nasara orang majusi bahkan seluruh jin dan manusia dan seluruh jenis manusia daripada Arab dan yang bukan Arab dari seluruh kelompok-kelompok yang ada di permukaan bumi ini maka semua mereka dituntut dan kepada mereka diarahkan dan diwajibkan untuk menerima agama Islam tersebut Siapa yang bertemu Allah tabaraka wa taala dengan agama Islam ditambah dengan Tauhid maka dia telah datang kepada Allah dengan membawa agama yang benar dan agama itu akan diterima di sisi Allah tabaraka wa taala dan Allah akan memberikan kepadanya ganjaran dengan surga Wal islamu lahuu maratibu maratib mutadarjah a Isam an naallahaii wasallam had jibrilim Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wasar nabi sallallahuaii wasallam rad Shad alaii i wasallamq ya Muhammad alaiiatu wasalam akni Islam islamadallah Muhammad Rasullah ak [Musik] ramadanahaiinianan Billah wikti wiuli fanisansan Allah lam taknahu yakum as nabi Sallahu alaii wasallam H Jibril atakum yimakumakum Jibril Mart Islam umma marimanumma maratsanin marw Maul F Islam Yakun Muslima faajat Fin bilalah wtiadattillahq darajanq Maran yb Allah ibadahimahnahu Yar Allah W lam yahulikaim Allah yahqa marsan F huar had marb whama aradaam islamamu k Jibril umbiahu alaihi wasallam dan Agama Islam berdiri di atas tiga jenjang yang pertama Islam dan yang kedua iman dan yang ketiga adalah Ihsan dan sungguh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah menerangkan masalah ini pada ada sebuah hadis yang dikenal dengan hadis Jibril aladim ketika Jibril alaih salam datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan nabi sedang bersama para sahabat-sahabatnya sebagaimana yang dikatakan oleh Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu tatkala Kami sedang bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tiba-tiba datang kepada kami seorang lelaki berpakaian putih bersih berambut hitam legam tidak ada tanda-tanda Safar dan tidak seorang pun di antara kami yang kenal kepadanya Ia datang kepada nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menempelkan lututnya kepada lutut Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Dan meletakkan kedua Tangannya di atas di atas paha Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan berkata ya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam beritahu aku tentang Islam maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab Islam itu adalah engkau bersaksi Lailahaillallah bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah dan engkau mendirikan salat engkau menunaikan zakat engkau berpuasa Ramadan dan engkau datang ke Baitullah apabila engkau sanggup melakukan perjalanan kepadanya ia kemudian berkata engkau telah jujur engkau telah benar lalu beritahu aku tentang apa itu Iman nabi menjawab iman itu adalah engau beriman kepada Allah engkau beriman kepada malaikat-malaikatnya kepada kitab-kitabnya kepada rasul-rasulnya dan engau beriman kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir Allah tabaraka wa taala dan yang baik maupun yang buruknya ia berkata engkau benar lalu beritahu aku apa itu Ihsan nabi S wasallam menjawab ihsanalah engkau beribadah kepada Allah seolah-ahau lihat Allah dan apabila engkau tidak melakukan itu maka ketahuilah Bahwasanya Allah melihatmu kemudian malaikat jiil bertanya tentang ciri-ciri hari kiamat setelah selesai dan Malaikat Jibril pergi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan ini adalah malaikat jibril yang datang kepada kalian adalah malaikat jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian agama kalian maka sesungguhnya di dalam pertanyaan Malaikat Jibril ini dialah agama Islam dialah jenjang agama Islam yaitu Islam kemudian iman dan kemudian Ihsan dan apabila seseorang pertama dia masuk ke dalam agama Islam maka dia menjadi seorang muslim dia dianggap berada di jenjang yang pertama yaitu Islam menjadi seorang muslim apabila kemudian semakin baik imannya semakin baik amal salehnya semakin banyak ketaatannya maka dia akan bergerak menjadi seor naik menjadi seorang mukmin seorang yang beriman kepada Allah tabaraka wa taala dan apabila semakin baik imannya dan semakin dia capai ibadah yang luar biasa kepada Allah tabaraka wa taala dan dia beribadah seolah-olah melihat Allah atau dia beribadah dan dia sangat yakin Allah tabaraka wa taala menatap kepadanya maka ketika itu dia telah naik kepada derajat seorang yang Ihsan maka sesungguhnya inilah Dia koridor Bahasan tentang derjat-derjat dalam agama Islam dan Agama Islam itu adalah apa yang ada di dalam hadis ini sehingga para ulama mengatakan Barang siapa yang ingin belajar agama Islam maka hendaklah dia mempelajari dari apa yang diajarkan oleh malaikat jibril kepada umat ini melalui Pertanyaan beliau kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam n Min usuli altiqadahih Hua salamatqad Fi tanzili ahkamillahi ala ibadih Nabi Sallallahu Alaihi wasallamam muslimuna mminun Wina am k lim wumin muslimina [Musik] kuarina kabu muhammadahu Alaihi wasam faulai kuarun khijuninwa Kanu Min Yahudi wasara au min ghairihim min aladyani Wamin Sairi ajnasi albasaran lam yummin birisalati Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam fahua kafir lafau Inam Yad F ahu azzab Muhammadin Sallahu Alaihi Wasallam alislam kuukah khid um sqat wala ihsanasah lam yqu asr islamifah humul munafikun allina adharul Islam wa abtanu al kufur waulai Aidan Minal kufar liannahum alqid kufar FIB Nahum khadau almminin W KH jahanamak k Allahu Azza Innal munfina as minibinawum muslim kafir minhum almunafik tunil ahkamallah ala ibadillah dun wauna takqsir di antara pondasi-pondasi penting dalam akidah yang sahihah adalah selamatnya akidah mereka ketika mereka menerapkan hukum-hukum Allah tabaraka Wa Taala kepada makhluk-makhluk dan hamba-hamba ciptaan Allah subhanahu wa taala dan mereka menerap hukum tersebut tanpa Gulu berlebih-lebihan dan tanpa taksir tanpa cuek atau tidak pada tempatnya atau kurang dalam menjalankan hukum tersebut Sesungguhnya Allah tabaraka wa taala rabbul Izzati Wal jalalah ketika mengutus nabinya Sallallahu Alaihi Wasallam dengan agama ini Maka manusia terpecah menjadi tiga kelompok dalam dalam mengimani dan menerima agama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam manusia terbagi kepada tiga kelompok yang pertama muslimuna Mukminun kelompok yang pertama adalah kelompok orang-orang Islam dan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang yang beriman kepada Allah kepada rasul-nya dan membenarkan apa yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam ketika mereka menerimanya maka menjadi mereka menjadi orang yang kelompok yang pertama yaitu orang Islam dan orang mukmin namun orang Islam dan orang mukmin ini pun terbagi kepada derjat yang tadi telah disebutkan sebelumnya yaitu ada yang muslim ada yang mukmin dan ada yang Muhsin akan tetapi semua mereka adalah orang-orang muslimuna Mukminun kelompok yang pertama secara garis besar yang beriman kepada nabi beriman kepada Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun kelompok yang kedua mereka adalah kuffar orang-orang kafir yaitu orang yang mendustakan agama ini dan mendustakan Risalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan tidak menerimanya dan mereka adalah orang orang-orang [Musik] yang kufur terhadap dakwah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan hukum mereka mereka adalah orang-orang yang kekal di neraka Allah subhanahu wa taala rabbul Izzati Wal jalalah di dalam neraka jahanam untuk selama-lamanya daripada orang-orang Yahudi orang-orang nasara dan selain mereka daripada agama-agama selain daripada agama Islam Barang siapa yang tidak beriman kepada Risalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka sesungguhnya adalah secara hukum dia adalah kafir tidak akan bermanfaat untuknya agamanya itu sampai dia masuk ke dalam agama Islam yang dibawa oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah berfirman WT islaman yqbala Min Barang siapa yang mengambil sebagai agama yang mengambil selain Islam sebagai agamanya maka Allah tidak akan terima itu darinya maka Allah tabaraka wa taala tidak akan menerima dari seorang hamba agama manapun setelah Allah tabaraka wa taala mengutus nabi Muhammad sallallahu alhi wasallam kec h hanya agama Islam maka mereka adalah orang-orang kufar dan hukumnya seperti yang tadi dikatakan bahwa mereka akan kekal di neraka Allah subhanahu wa taala tidak bermanfaat untuk mereka amal apapun yang mereka lakukan tidak bermanfaat untuk mereka seodekah-sodekah yang banyak mereka keluarkan dan perbuatan-perbuatan baik yang telah mereka lakukan semua itu tidak akan diterima dari mereka karena mereka kehilangan pondasi utama yaitu beriman kepada agama Islam kelompok yang ketiga yaitu munafikun kaum munafik dan mereka adalah orang-orang yang mempertontonkan keislaman secara Zahir akan tapi menyembunyikan kekufuran di dalam hatinya dan mereka sebenarnya adalah orang kufar orang kafir namun tampil dalam penampilan seorang muslim dan akidah mereka adalah akidah orang kufar karena itu akidah yang ada di dalam hatinya dan mereka adalah orang kafir yang hukumnya juga mereka adalah orang yang kekal di neraka jahanam Bahkan mereka ada di derjat yang paling bawah dalam neraka J jahanam sebagaimana firman Allah tabaraka wa taala Inal Munil asar sesungguhnya kaum munafik orang-orang munafik ada di dalam kerak paling bawah daripada neraka jahanam maka wajib bagi kita kaum muslimin untuk mengetahui dan berilmu tentang keadaan-keadaan manusia keadaan-keadaan makhluk bahwa mereka terbagi kepada tiga ada yang muslim ada yang kafir dan ada yang munafik kemudian Setelah itu kita pun menerapkan hukum-hukum Allah Tabarak Wa Taala kepada hamba-hamba Allah subhanahu wa taala tanpa berlebihan dan tanpa kurang juga Isam is flimma maasiid hu Yad bhair Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam W bidtir wq Akbar Nabi Shallallahu alaihiallam Kama had aah riahuhaah amrina ma w k bidah ybad Allah biha Fah mardudah alaah laaj alaiam Wani minukalafat alasi k khamakfika Min anwa Kab wa asabul Kab tahiah insyaallahfar lahum waabah tabu k tab Allahu alaihim wauaiha fumah insall abahum wainabahumnarahu la Yum fha yjunun Janah waama Fah duna alab W yurja an tukfar insallah bilalhah lakinrar alaihaim W khiraq Ila ahamiab isfar dan suatu hal yang perlu untuk kita ketahui bahwasanya umat Islam itu sendiri tidak berada pada satu level yang sama tidak berada pada satu derjat yang sama akan tetapi mereka berjenjang di dalam keimanan dan keislamannya sebagian mereka adalah orang-orang yang lemah Islamnya dan melakukan banyak kesalahan dan sebagian mereka adalah orang-orang yang baik agama dan Islamnya dan berada di atas jalan Istiqamah di antara hal-hal yang menyelisihi agama Allah yang dilakukan oleh orang-orang yang menyelisihi agama Allah tabaraka wa taala adalah bidah kemudian maksiat bidah adalah ketika seseorang beribadah kepada Allah dengan sebuah ibadah yang tidak pernah disyariat oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ini adalah bidah beribadah kepada Allah dengan ibadah yang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah syariatkan dan perkara bidah ini adalah perkara yang sangat mengkhawatirkan perkara yang sangat buruk yang telah diberitahu oleh yang telah disampaikan oleh nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam kepada kita dalam sebuah hadis Man ahd Fi amrina H maaisa minhu fahua rdun Barang siapa yang berbuat hal yang baru dalam perkara ini yang tidak ada perintahnya dari kami maka dia akan ditolak oleh Allah tabaraka wa taala maka wajib bagi kita untuk memiliki sebuah akidah yang sangat kuat bahwasanya bidah ini adalah sesuatu ibadah yang tidak akan diterima oleh Allah tabaraka wa taala manakala dikerjakan oleh manusia akan tetapi dia adalah ibadah yang akan ditolak oleh Allah tabaraka wa taala dan tidak diterima daripada pelakunya Adapun kesalahan berikutnya atau pelanggaran agama berikutnya adalah maksiat dan dia terbagi dua ada maksiat-maksiat besar seperti zina meminum khamar membunuh membuat hal-hal sihir dan hal-hal lainnya yang banyak sekali ada di dalam bagian daripada dosa-dosa besar dan pelaku dosa-dosa besar ini secara akidah yang sahihah maka mereka di bawah masiatullah tergantung keinginan Allah tabaraka wa taala kehendak Allah tabaraka wa taala apabila Allah berkehendak untuk mengampuninya maka Allah mengampuninya namun apabil bila Allah berkehendak untuk mengazabnya maka Allah tabaraka wa taala akan mengazabnya ini akidah sahihah tentang orang-orang yang berbuat dosa-dosa besar apabila dia melakukan dosa besar lalu dia tobat di permukaan bumi sebelum wafat maka Allah akan terima tobatnya Namun apabila dia tidak bertobbat dari dosa-dosa besar dan dia wafat dalam keadaan masih melakukan dosa besar tersebut maka dia berada di bawah keinginan dan ketentuan dari Allah tabaraka wa taala apabila Allah tabaraka wa taala ingin untuk mengampuninya maka Allah akan ampuni Namun apabila Allah tabaraka wa taala berkeinginan untuk mengazabnya maka Allah tabaraka wa taala pun akan mengazabnya Namun apabila Allah mengazabnya di neraka maka Allah tabaraka wa taala tidak akan menjadikan dia orang yang kekal di neraka Allah subhanahu wa taala Adapun maksiat yang kedua adalah dosa-dosa kecil maksiat berikutnya adalah dosa-dosa kecil dan ini dosa yang dosanya di bawah dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ini sangat diharapkan sekali dan akan dihapuskan dosa-dosa kecil itu dengan aneka ragam amal saleh dan ketaatan yang kita lakukan kepada Allah tabaraka wa taala Walaupun dia adalah dosa-dosa kecil akan tetapi contintinue di atas melakukan dosa kecil dan tidak meninggalkannya dan bertobat darinya adalah perkara yang sangat berbahaya ktinue di atas dosa kecil bisa membuat manusia masuk ke dalam dosa Oleh karena itu para ulama [Musik] mengatakan tidak ada yang namanya dosa kecil apabila dilakukan terusmenerus dan dan tak ada yang namanya dosa besar apabila selalu dilakukan untuknya Istigfar wq kitabillahi rasulillah Sallahu Alaihi wasallamakahu Azza w am in rulinaisah k Allah nصar rulahu watqahum Kama hu malum minqas F Quran thummaatafa Alaika bqulhi walladina amanu a nans allina amanu wallina amanu Hum ahlakidahahahinaqam wallina salimat ahu F Dunya wa yakumad ya yakumadqam y Dunya wakhirahun wa khih qamahakulmin nahnu amadna allahakulasara nahnu auliah wabaakahud nahnu abna waul k bimauahum Fi ymininininaqam ghairihim Min ashabiladyaninadaunanahum sahih fahadi ayat muhkamah yukbirullahahu y almursalin wa almminininaqamidahas ak kemudian bahasan berikutnya bahwa sesungguhnya umat ini yang berada di atas agama yang sahihah adalah agama umat yang ditolong oleh Allah tabaraka wa taala Bahwasanya Allah tabaraka wa taala akan menolong umat ini dan menurunkan pertolongannya kepada umat dan sesungguhnya ini adalah suesatu yang nyata yang telah disebutkan di dalam dalil-dalil baik di dalam al-quran dan di dalam sunah rasulillahi shallallallahu Alaihi Wasallam Allah tabaraka wa taala berfirman innaansur rulana walladina amanu fyatid Dunya wa yaquumul Asad Sesungguhnya kami pasti akan menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari di mana semua saksi-saksi menyampaikan saksinya ini adalah Firman daripada rabbul alamin Allah tabaraka wa taala Pencipta langit dan bumi Allah mengatakan Sesungguhnya kami benar-benar akan menolong rasul rasul kami rasul yang telah datang membawa risalah kepada manusia dan menyampaikan agama ini kepada manusia dari Allah tabaraka wa taala mereka adalah orangorang yang pasti ditolong oleh Allah tabaraka wa taala dan di dalam al-quranul Karim telah banyak sekali Allah mengkisahkan kepada kita kisah-kisah bagaimana cara Allah tabaraka wa taala menolong rasul-rasulnya dan menolong rasul tersebut dari musuh-musuhnya dan bagaimana kemudian akibat yang baik dan keuntungan di ujung adalah milik Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian besertaan dengan pertolongan Allah kepada rasulnya Allah pun menyertakan bahwa Allah menolong orang-orang yang beriman maksudnya menolong orang yang beriman adalah orang yang beriman kepada rasul-rasul tersebut dan mereka adalah orang-orang yang memiliki akidah yang sahihah akidah yang benar mereka istikamah di atas agama Allah di atas apa yang dibawa oleh rasulahh wasam dan selamat akidah mereka daripada perbuatan-perbuatan bidah sesungguhnya di dalam ayat tadi Allah Tabarak wa taala mengatakan pertolongan untuk rasulnya dan pertolongan untuk orang-orang yang berimanun Allah menolong mereka dalam kehidupan dunia dan pada hari di mana saksi-saksi telah menegakkan saksinya dan persaksian itu maksudnya Adah hari kiamat maka di dalam ayat ini Pertolongan Allah adalah Allah janjikan di dunia dan Allah janjikan juga pada hari kiamat di dunia Allah ta barak wa taala akan menolong para nabi dan orang-orang yang beriman kepada para nabi dengan memenangkan mereka daripada musuh-musuh mereka dan di pada hari kiamat Allah juga tabaraka wa taala akan menolong para nabi tersebut dan orang-orang yang beriman di saat di mana di hari kiamat manusia bertengkar dan dalam pertengkaran itu Allah tabaraka wa taala akan menolong orang-orang yang beriman Firman Allah tabaraka wa taala di dalam Alquran ini adalah dua kelompok yang berseteru yang bertengkar ini di hari kiamat di mana mereka bertengkar di hadapan RAB mereka di saat manusia bertengkar di hari kiamat maka Allah tabaraka wa taala akan menolong orang-orang yang beriman orang beriman akan berkata kami beribadah kepada Allah tabaraka wa taala dan kami menjadikan Allah satu-satunya yang kami ibadati kaum nasara juga akan berkata kami beribadah kepada Allah Tab taala dan kami mengibadati Allah tabaraka wa taala dan anaknya dan orang Yahudi juga akan berkata kami beribadah kepada Allah tabaraka wa taala bahkan kamilah anak-anak Allah dan kamilah orang-orang yang dicintai Allah tabaraka wa taala ketika perdebatan itu terjadi maka Allah tabaraka wa taala akan menolong orang-orang yang beriman orang-orang yang bertauhid kepada Allah dan Allah menolong mereka dari selain mereka daripada orang-orang yang memiliki agama apapun jenis agamanya di permukaan bumi dan mereka menyatakan mereka di atas agama yang sahihah maka pada hari kiamat Allah tabaraka wa taala akan menolong orang-orang yang beriman dan menjadikan mereka di bawah Pertolongan Allah tabaraka wa taala rabbul Izzati Wal jalalah n Minal Adillah ala nasrillahi Lil mmininqamu alilqidahahihah lullahi Azza wall hualladzi arsala rasulahu Bil Huda winil haqqi ahriahu rasulahu wahu Muhammad Sallallahu Alaihi wasallamuda W Islam wqadaharahahahud Al dinasara Al majusanab jahiliah Nasar Allahu waarahuta in aglab Suk Al Hum muslimun fhurim hu zhur rabaminumma Yakul wau k musrik Allah wau krikun la kahud wnasara wmjus umamfainallahir lakinar ha la buqq F Muslimin wahuqiminq ja Bi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lakinkal ha huqir musliminmaqamahq Jai nabium Sallallahu Alaihi wasallamumullah k nabiahu wa as wa ashabahu Radiallahu anhum daripada dalil-dalil yang di dalamnya Allah menerangkan bahwa Allah Tabarak Wa Ta akan menolong orang yang memiliki akidah yang sahihah daripada para nabi dan orang-orang yang beriman adalah Firman Allah di dalam Alquran huud musun dialah Allah Tabarak wa taala yang telah mengutus rasulnya dengan petunjuk dan agama yang hak agar Allah tabaraka wa taala memenangkan agama tersebut di atas agama yang lain ada walaupun orang-orang yang musyrik tidak suka maka di dalam ayat ini Allah tabaraka wa taala menerangkan kepada kita dan mengkabarkan kepada kita bahwa Allah tabaraka wa taala telah mengutus rasulnya dengan petunjuk dan mengutus rasulnya dengan agama yang hak mengajak manusia kepada agama yang hak dan agama Islam dan Agama itu adalah agama Islam kemudian Allah tabaraka wa taala mengkabarkan menyampaikan kepada kita bahwasanya Allah Allah pasti akan menolong agama tersebut agar Allah tabaraka wa taala memenangkan agama itu atas agama yang lain semuanya dan kemenangan itu adalah ketika agama ini dikokohkan oleh Allah dan dikuatkan dan disebarlaskan oleh Allah Tabarak wa taala di permukaan bumi sehingga dia mengalahkan seluruh agama yang ada baik agama Yahudi agama Nasrani agama majusi agama orang-orang Arab dahulu sebelum sebelum datangnya Islam di masa jahiliah maka Allah ber janji akan menjadikan agama yang dibawa oleh rasulnya tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam akan dimenangkan dari seluruh agama tersebut dan lihatlah mayoritas sekarang penduduk-penduduk bumi adalah orang-orang yang beriman dan ini adalah orang-orang Islam dan ini menunjukkan apa yang telah Allah katakan tadi bahwa Allah akan memenangkan agama ini kemudian Allah tabaraka wa taala mengatakan walau karihal musyrikun walaupun orang-orang musyrik membencinya dan tidak menyukainya di dalamnya Allah menyebutkan Allah Allah akan memenangkan walaupun pemeluk-pemeluk agama dari orang-orang musyrik tidak menyukainya baik orang Yahudi atau orang Nasrani atau orang majusi atau seluruh agama-agama lainnya maka Allah tabaraka wa taala pasti akan memenangkan agama ini walau mereka tidak menyukainya akan tetapi ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kemenangan tersebut pertolongan dari allah tabaraka wa taala tersebut yaitu orang muslim harus istikamah menjalan agama yang hak ini harus berada di atas agama yang hak ini dan menjalankannya dengan benar ketahuilah problem yang sebenarnya problem adalah ketika umat Islam lalai dan tidak sempurna dalam menjalankan penuh kekurangan dalam menjalankan agamanya kalau mereka ingin mendapatkan Pertolongan Allah tabaraka wa taala maka mereka harus memenuhi syarat ini Apabila mereka istikamah di atas agama Allah maka pasti Allah tabaraka wa taala akan menolong mereka sebagaimana Allah telah menolong nabinya dan orang-orang yang beriman bersama nabi tersebutahahinaah ah allahani Karim Aziz hakimahaj Nas wakqsudas hqiminalam umahu a qahirah Inah yum dan di antara dalil-dalil yang menunjukkan Bahwasanya Allah Tabarak akan menolong orang-orang yang memiliki akidah yangahih daripada umat ini yaitu firman Allah di dalam Alquran ya orang-orang yang Ber apabilaalian menolong Allah maka Allah pasti akan menolong kalian dan mengokohkan kaki-kaki kalian di dalam ayat ini Allah tabaraka wa taala mengatakan ya auhina amanu dan ini khitab pembicaraan Allah kepada orang-orang yang beriman Allah mengatakan intansurullah apabila kalian menolong Allah Apa maksud menolong Allah Allah Maha Kuat Allah Maha kaya dan tidak butuh pertolongan hambanya Allah maha perkasa Allah tidak membutuhkan pertolongan makhluk makuknya tapi apa maksud daripada menolong Allah tabaraka wa taala dalam ayat ini menolong Allah dalam ayat ini maksudnya adalah kita Istiqamah di atas agama Allah kita istikamah dalam menjalankan syariat Allah istikamah di atas agama Islam istikamah di atas iman kita istikamah di atas mengamalkan agama Allah tabaraka wa taala ini yang maksud menolong agama Allah istiamah di atas Alquran istiamah di atas sunah menolong agama Allah dengan cara menjauhi bidah agama Allah dengan cara menegakkan syariat Allah tabaraka wa taala dan istiamah dalam menjauhi dosa dan maksiat apabila itu terwujud semuanya maka pasti Allah akan mewujudkan janjinya kepada kita janji Allah adalahum Allah pasti akan menolong kalian dan Allah apabila berjanji tidak akan pernah mengingkari janjinya Siapa lagi yang lebih jujur dalam berbicara darada Allah dan siapa yang lebih juj ur apa yang ia ungkapkan yang ia bicarakan lebih daripada Allah tabaraka wa taala maka Mari kita beristikamah di atas agama yang benar di atas akidah yang benar Mari kita jauhkan Syirik Mari kita jauhi bidah yang dengannya kita berhak untuk mendapatkan pertolongan dari allah tabaraka wa taala dan Allah juga berjanji wabit adamakum Allah akan kokohkan kaki kalian maksudnya Allah akan menangkan kalian pada saat kalian berperang pada saat kalian berjihad apabila kalian istiamah di atas agama Allah nabiahu Alaihi wasam la Min umati mansurinumahumta iftiin nabiallahuaiam mualifti KH Khan Yakun minib minadq KH Min musliminahunaiimamarunfar Ah sunah wuikulakidah muqim Sallallahu Alaihi Wasallam fahusqu sunah yam Jil Jil uahasillahbilamin di antara dalil-dalil dari sunah Nabi sallallahuai wasallam Bahwasanya Allah Tabak akan menolong akidah yang sahih dan orang yang berpegangeguh dengan akidah yangih adalah Sabda nabi kita tercinta sahu Alaihi was akan senantiasa sekelompok daripada umatku ditolong oleh Allah subhanahu wa taala dan tidak akan memberikan mudarat kepada mereka siapun yang menghinakan mereka sampai datangnya hari kiamatdabi was kelompok daripada umatku Siapa mereka mereka adalah ahlus sunah orang yang berpegang teguh dengan Sunah orang yang berpegang teguh dengan Akidah yang benar akidah yang sahihah orang yang dalam agamanya menjauhkan dirinya daripada daripada bidah dan akidah-akidah yang tidak benar dan mereka adalah orang-orang yang akan ditolong oleh Allah tabaraka wa taala mansurin dan ini adalah khabar berita dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa mereka akan ditolong oleh Allah tabaraka wa taala akan dimenangkan oleh Allah tabaraka wa taala dan nabi Tidak pernah berbicara melalui hawa nafsu nabi menyampai suu kepada umatnya datangnya dari Allah Tabarak wa taala dan ketika Allah tabaraka wa taala menjanjikan bahwa mereka adalah orang yang ditolong nabi mengatakan tidak akan memberikan mudarat kepada mereka siapun yang menghinakan mereka Apa maksud khlan Apa maksud menghinakan di sini penghinaan di sini biasanya datang dari orang dekat dari sahabat dekat Oleh karena itu makna hadis inialah orang-orang yang menghinakan mereka dari kaum sendiri yaitu para kaum yang berada pada pada amalan ahli bidah mereka akan selalu menghinakan kaum muslimin yang berada di atas sunah berada di atas akidah yang sahihah dan ini sesuatu yang disaksikan di dalam sepanjang sejarah perjalanan umat Islam bahwa orang-orang yang selalu melakukan bidah menghinakan orang-orang yang beriman dan melakukan dan dan berpegang teguh dengan Akidah yang sahihah Bahkan sebagian mereka bekerja sama bersama orang-orang kufar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan laumtaah tidak akan memberikan mudarat kepada mereka siapapun menghinakan mereka sampai hari kiamat dan hari kiamat berarti ini waktu yang sangat panjang bukan waktu yang terbatas dari zaman nabi sampai dari zaman Nabi Sallallahu alaihi wasallam sampai Allah Tabarak wa taala mendatangkan hari kiamat ini menunjukkan bahwa ini adalah berita yang kabar gembira yang sangat luar biasa bahwa umat yang berpegang teguh dengan Akidah yang sahihah akidah yang benar pasti akan dimenangkan oleh Allah dan tidak hanya untuk batas waktu tertentu Allah menangkan mereka sampai hari k kiamat itu artinya generasi ini setelahnya generasi berikutnya generasi berikutnya dari ahlusunah akan semuanya akan ditolong dan dimenangkan oleh Allah tabaraka wa taala Ini saudaraku merupakan kabar gembira yang sangat Agung kabar gembira yang sangat besar dijanjikan oleh rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan janji dari Allah tabaraka wa taala bahwa ini akan dimenangkan oleh Allah akan dimenangkan orang yang berpegang tegung dengan Akidah yang sahihah sepanjang zaman sampai hari kiamat an jawanib had hadadarah wuanqiatusrah W Allah biha sunah Wal Jamaah w musliminqamidah wusah qasima Q nusratun FIF wasan wa harb wusrah F hujti Wal Burhan wa qu dalil fusrah Alula wahusrah Fi mawaattinb biatb fahiqqatah w laalah ill nrahi Tabarak wa taala fibah sunah imma an takun adill shariah Adillah Min wqtibararillarahqadam Allah Wada binasriqam waallahuahina amanu minkumti Al Min allahah Wina amanuamkin w ardubadil khaufah amnaah ybudun f had almin W yahbiul khalafa Musa wau firun wa w khalafa alanbiyawamahum w khalaf Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam quraisan Fi Makkah wa ahl minum makinahum liini ha ibah a berikutnya bagian yang ketiga dari bahasan iniini adalah keterangan apa sebenarnya pertolongan itu Apa hakikat daripada pertolongan Allah tabaraka wa taala yang Allah tabaraka wa taala janjikan kepada kaum muslimin Allah janjikan kepada pertolongan tersebut kepada ahlusunah Wal Jamaah sesungguhnya pertolongan ini tidak serta-merta seperti yang dipahami dan diprasangkakan Kebanyakan orang yaitu pertolongan itu hanya dalam pertempuran dan peperangan tidak seperti itu sesungguhnya Pertolongan Allah tabaraka Wa Taala kepada umat yang berpegang teguh kepada akidah yang sahih kemenangan yang Allah berikan kepada mereka dan pertolongan terbagi dua pertolongan dengan pedang dan Dalam Peperangan Dan dalam alat-alat perang dan kemudian pertolongan yang kedua dan kemenangan yang kedua adalah pertolongan di dalam hujah kuatnya argumentasi dan kuatnya Dalil dan ini adalah Pertolongan Allah tabaraka wa taala rabbul Izzati Wal jalalah yang pertama yaitu Pertolongan Allah kepada orang-orang yang berpegang teguh dengan akidah yang sahihah pada saat berperang dan pada saat menggunakan alat-alat perang dan ini telah terwujud untuk umat ini dan pernah terwujud sebelumnya di umat ini dan Insyaallah akan senantiasa terwujud pada umat yang sekarang dan umat-umat berikutnya karena sesungguhnya sudah ada keterangan dari dalil-dalil Syari sudah ada bukti-bukti nyata dan sudah ada kisah-kisah nyata Bagaimana Allah tabaraka wa taala menolong orang-orang yang beriman dan memiliki akidah yang sahihah di dalam dalil-dalil Syari misalnya sudah ada beberapa dalil yang telah kita bawakan bahwa Allah tabaraka wa taala pasti akan menolong orang-orang yang beriman dan di antara dalil yang dengannya Allah menjanjikan pertolongan adalah Firman Allah tabaraka wa taala di dalam al-qur’an ayat yang sangat panjang yang artinya allah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari kalian dan beramal saleh bahwa pasti Allah tabaraka wa taala akan menjadikan mereka pemimpin di permukaan bumi dan pasti akan mengokohkan untuk mereka AG mereka yang telah Allah ridai untuk mereka dan pasti Allah tabaraka wa taala akan menggantikan rasa takut yang ada pada mereka dengan rasa aman syaratnya adalah yabudun Yus mereka harus beribadah kepadaku dan tidak menyekutukan aku dengan sesuatu Apun di dalam ayat ini Allah Tabarak wa taala berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh Janji Allah itu adalah bahwa Allah akan kokohkan agama Allah di permukaan bumi dan Allah tabaraka wa taala akan menjadikan mereka pemimpin-pemimpin di di permukaan bumi dan Allah berjanji untuk menggantikan rasa takut yang ada pada mereka digantikan dengan rasa aman dalil ini menunjukkan kepada kita bahwa sesungguhnya kaum mukminin orang-orang yang beriman akan Allah akan menangkan dan Allah akan tolong daripada musuh-musuhnya dan Allah tabaraka wa taala telah melakukan itu kepada para nabi dan para rasul dan Allah akan melakukan juga kepada orang-orang yang beriman setelah para nabi dan para rasul Lihatlah Bagaimana Allah tabaraka Wa Taala mengkisahkan kepada kepada kita bagaimana Allah menolong Nabi Musa dan orang-orang yang beriman bersama Nabi Musa dan Allah jadikan Nabi Musa dan orang yang beriman kemudian menjadi pemimpin setelah Allah menghancurkan Firaun dan kaumnya lihat juga Bagaimana Allah tabaraka wa taala bercerita kepada kita tentang banyak para nabi dan para rasul ketika Allah memenangkan mereka dari dari umat-umatnya yang tidak beriman kepada mereka demikian juga kepada nabi kita tercinta Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diatah Bagaimana Allah Tabarak wa taala memenangkan rasulnya tercinta dan orang yang beriman dari orang Quraisy di kota Makkah dari orang-orang yang ada di kota Madinah dan Allah Tabarak wa taala memenangkan nabinya terhadap dua kota suci tersebut dan kemudian bahkan memenangkannya sampai kepada seluruh penjuru bumi Nam smmaal waq ala nasrillahi Lil mukmininqimina Alal akidah W lahu syawahid kirah Min zaman Nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Ilal Yaum min ya Badr wqakumullahuadrinantumillah narahumahahzabah wakumui mairahumah yahud kharah Minah uahabah Nabi Sallallahu Alaihi wasamamani Abi bakar Num biinarah a jalutul Wah F zamaniikh Islam iniahar Wak fnasr mqq yashhad bihi Al waq Fi nasrillahi lminin maah jihadqam alihimnahumsurun Min Allahi tabaraka Wa Taala dan berikutnya adalah bukti secara dalam realita bahwa Allah tabaraka wa taala di dunia nyata secara bukti terbukti bahwa Allah tabaraka wa taala telah menolong orang-orang yang beriman dan untuk itu ada bukti-bukti yang sangat banyak dan kisah-kisah yang sangat banyak di zaman Nabi Sallallahu alaihi wasallam sampai hari ini diantaranya ketika Allah Tabarak wa taala memenangkan rasulnya dan orang yang beriman di Perang Badar Allah berfirman wqumahuadrinantumillahqahadrumillah sungguh Allah telah memenangkan kalian menolong kalian pada saat Perang Badar dan ketika itu kalian adalah kaum yang rendah kaum yang sedikit Allah juga tabaraka wa taala telah memenangkan kaum mukminin dan menolong kaum mukminin di uhud Allah tabaraka wa taala juga telah memenangkan menurunkan pertolongannya pada Penang pada perang Ahzab pada pada perang Hunain Allah berfirman wqumahuun sungguh Allah Tabarak taa telah memenangkan menolong kalian di posisi di di di keadaan-keadaan yang sangat banyak di kondisi yang sangat banyak di pertempuran yang sangat banyak termasuk juga pada perang Hunain Allah tabaraka wa taala menolong rasulnya dan memenangkan orang yang beriman terhadap orang Yahudi khaibar terhadap orang Yahudi Madinah dan setelah wafatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah pun menolong menurunkan pertolongannya kepada para sahabat ketika para sahabat memerangi orang-orang murtad di bawah kepemimpinan Abu Bakar as-siddiq radhiallahu Anhu Allah tabaraka wa taala menolong kaum mukminin Yang berpegang teguh kepada agamanya kepada akidah yang sahihah di dalam pertempuran-pertempuran yang sangat banyak di dalam pertempuran yarmuk Allah menangkan mereka ketika berhadapan dengan pasukan Romawi yang sangat besar dalam pertempuran qadisiah Allah memenangkan orang yang beriman terhadap Persia yang sangat besar yang sangat banyak nya pasukannya dan Sesungguhnya Allah tabaraka wa taala juga memenangkan kaum mukminin pada perang hittin ketika mereka berhadapan dengan kaum shibiyin kemudian Allah juga tabaraka wa taala memenangkan mereka pada Ainul Jalut ketika mereka berperang melawan Mongol kemudian Allah tabaraka wa taala di zaman sikhul Islam Ibnu Taimiyah memenangkan orang-orang yang beriman dan berpegang tguh dengan Akidah yang sahihah berhadapan dengan musuh mereka Tatar ini semua merupakan bukti nyata dan sesuatu yang telah terjadi di alam nyata realita nyata Bahwasanya Allah menolong menolong orang-orang yang beriman dan menurunkan janjinya dan menunaikan janjinya menepati janjinya dan semua itu dilakukan Allah tabaraka wa taala terhadap umat ini manakala umat ini berpegang teguh di atas agama Allah manakala umat ini berpegang teguh di atas akidah yang sahihah maka Allah tabaraka wa taala pasti akan menolongkan pertolongannya min Wi harimahidu Fi zamanal muslimin Hum akarl abhimam Islam Allah Azza wumabah laum kada lahum wailla la takahab lakinallah takmin Islam Hum akun Allah W khaluhidun la Y mahmaahum mahab di antara hal yang bisa dengannya kita membuktikan Bahwasanya Allah Tabarak wa taala akan memenangkan orang-orang yang beriman di dalam peperangan dan memenangkan mereka pada alat-alat pertempuran kisah-kisah yang sangat banyak dan sangat besar yang kita saksikan di zaman kita sekarang di mana Allah tabaraka wa taala memenangkan orang-orang yang beriman dengan menjadikan mereka adalah penduduk bumi terbanyak walaupun musuh-musuh mereka telah melakukan makar-makar yang sangat banyak dan telah melakukan propaganda yang sangat banyak untuk menghancurkan mereka bahkan musuh-musuh mereka memerangi mereka membunuh mereka dengan jumlah yang sangat banyak dan mengusir mereka dari negerinya akan tetapi agama Islam tetap kekal di permukaan bumi tetap kokoh di permukaan bumi agama Islam tetap jaya di permukaan bumi ini menunjukkan janji yang dikatakan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa tidak akan bisa mereka memberikan mudarat karena sesungguhnya RAB mereka yang menjaga mereka sekiranya Allah tabaraka wa taala bukan Allah yang menjaga umat Islam ini akan menjaga yang menjaga agama ini maka agama ini telah pergi selamanya akan tetapi Allah yang menjamin Allah yang menjamin untuk menjaga agama Islam sehingga demikian maraknya demikian parahnya peperangan yang mereka lakukan dan demikian dahsyatnya penganiaan mereka dan peperangan yang mereka lakukan kepada umat Islam tetap saja umat Islam adalah penduduk bumi terbanyak tetap saja umat Islam tidak pernah goyang dari agamanya walaupun walaupun banyak bukanlah tujuan utama bukanlah sebuah patokan akan tetapi umat Islam tap beribadah kepada Allah di permukaan bumi mereka tetap berpengang Teguh dengan Akidah yang kuat di permukaan bumi walaupun musuh-musuh Islam memerangi mereka dengan perang yang sangat dahsyat akan tetapi mereka akan selalu teguh tetap berjaya tetap melakukan agama mereka dan berpegang teguh dan agama mereka ini menunjukkan bahwa Allah mengokohkan agamanya di permukaan bumi rullahi lahum filu Wal Burhan W Aidan alar wq Amar faku Azza W hu arala rasulahu bilhuda wq liirahu Al Ki waual musyrikun anminuajr ahanah sunq alaiha wwahidh zuhur alhujahahabah ala mukhalifihahabah Radiallahu anhum lajwarij waj bidar Wu alq biladillah farthman radhiallahu anh Al khhawarij wahar alaihim War Ali radhiallahu anh alhawarij wahar alaiim warahum IBN Abbas wahar alaiim W Kalika asahabaharar B Abdul azizilanmashqi alqadari Imam Ahmad kalam khif Ma takalim alai Wah alaihimikhul Islam inimiyah kir ah kalam W bawaf Wah alaiim Nar Sheikh Islam Muhammad bin Abdul Wahab mukhalifina lah almutabina birk Wid ahutub maaj whais kitabah rasah Sallallahu Alaihi wasallamtillahah sunah allahakalaak taalaakirit y inahuib Mujib walluamallallahu wasall Wak abdiasuli Muhammad dan di antara Pertolongan Allah tabaraka Wa Taala kepada umat yang memiliki akidah yang sahihah adalah Pertolongan Allah tabaraka wa taala di dalam hujah di dalam argumentasi sungguhesungguhnya dalil-dalil dari syariat dan kemudian yang terjadi dan kisah-kisah yang telah kita ketahui di dalamnya banyak sekali argumentasi yang menunjukkan Dalil yang menunjukkan bahwa Allah Tabarak wa taala akan menolong orang-orang yang beriman dan orang menolong orang-orang Yang berpegang teguh dengan Akidah yang sahihah Adapun dalil dalam syariat firman Allah tabaraka wa taala aruudun dialah Allah tabaraka wa taala yang telah mengutus rasulnya dengan petunjuk dan agama yang hak agar Allah tabaraka wa taala memenangkan agama tersebut dari selain selainnya daripada agama walau orang-orang musyrik tidak menyukainya maka Allah mengatakan lihirahu Allah akanemangkan maka para ulama mengatakan Allah memenangkan adalah memenangkan dengan pedang dan memenangkan dengan hujah dan Burhan dengan hujah dan argumentasi yang sangat kuat hujah kaum mukminin adalah hujah yang sangat kuat Bagaimana tidak mereka berhujah dengan apa yang ada di dalam al-qur’an mereka berhujah dengan apa yang ada dalam sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan hujah mereka kuat dengan kuatnya al-qur’an dan Sunah Oleh karena itu hujah orang-orang yang umat yang berpegang teguh dengan al-qur’an adalah hujah yang sangat-sangat kuat dan sangat-sangat jelas dan sulit sekali Bagi orang-orang yang menyeleweng untuk bisa membantah hujah-hujah tersebut bukti bahwa orang-orang yang beriman orang-orang yang berakidah sahih akan dimenangkan oleh Allah tabaraka wa taala secara nyata secara realita dan bukti nyata apa yang telah kita saksikan bahwa Allah tabaraka wa taala menolong orang-orang yang beriman di permukaan bumi ini dengan hujah dan Burhan dengan hujah dan argumentasi yang sangat kuat di antaranya bukti-bukti nyata bahwa Allah tabarakala menolong orang-orang yang beriman dan memenangkan orang-orang yang beriman adalah kemenangan hujah kemenangan argumentasi para sahabat terhadap siapapun kelompok kelompok yang menyelisihi akidah mereka kelompok yang menyelisihi akidah yang sahihah yang mereka bawa dari nabi S Alaihi Wasallam sebagaimana para sahabat telah menang ketika berhujah dengan orang khawarij berhujah dengan ahli-ahli bidah berhujah dengan orang-orang yang menyelisihi akidah yang sahihah para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah melakukannya dan Allah tabaraka wa taala memenangkan mereka sungguh Utsman telah mengalahkan hujah khawarij dan sungguh Ali Bin Abi Thalib pun telah mengalahkan hujahnya khawarij argumentasinya khawarij dalam dalam dialog mereka dan Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu anhuma pun telah menang ketika mereka berdialog dengan orang-orang khawarij ini menunjukkan bahwa Allah tabaraka wa taala memenangkan orang yang berpegang teguh dengan agamanya orang yang berpegang teguh dengan Akidah yang sahihah demikian juga Umar bin Abdul Aziz di dalam hujahnya dalam berdialog telah dimenangkan Allah tabaraka wa taala demikian juga Imam Ahmad bin hambal telah dimenangkan Allah ketika berdialog dengan Ahlul kalam Padahal mereka sangat dekat dengan Penguasa dan ber upaya untuk menghancurkan Imam Ahmad tapi dikalahkan dengan hujah dan argumentasi yang sangat kuat demikian juga syekhul Islam Ibnu Taimiyah telah dimenangkan Allah ketika berdialog dengan Ahlul Kalam dan kelompok-kelompok lainnya yang keluar daripada akidah yang sahihah demikian juga Syekh Muhammad bin Abdul Wahab telah Allah kuatkan dan telah Allah menangkan daripada orang-orang yang menyelisihi beliau ketika mereka berpegang teguh dengan Syirik dan mereka berpegang teguh dengan bidah demikianlah kaum muslimin hujah yang yang telah diturunkan Allah tabaraka wa taala maka Barang siapa yang berpegang teguh dengannya pasti Allah tabaraka wa taala akan menolongnya dan memenangkannya memenangkannya sampai hari ini karena hujah mereka adalah hujah yang sangat kuat hujah yang penuh dengan kekuatan dan tidak ada seorang pun yang mampu untuk mengalahkan hujah tersebut sebagaimana yang kita saksikan sebagai bukti bahwa tidak ada ahlu bidah yang bisa dan kuat berhadapan dengan hujjah ahlusunah disebabkan ahlusunah adalah orang-orang yang jujur orang-orang yang murni dalam beragamanya orang-orang yang benar-benar mengembalikan kepada al-quran dan Sunah sehingga hujah mereka adalah hujah yang sangat kuat berikutnya bukti Bahwasanya Allah tabaraka wa taala memenangkan di dalam kisah-kisah yang sangat banyak kita saksikan pada hari ini bahwa tak seorang pun dari Ahlul bidah yang kuat untuk berhadapan dengan ahlusunah dalam argumentasi ini adalah suatu yang nyata di dalam kehidupan ini menunjukkan bahwasanya ahlus sunah berbag pegang Teguh dengan Akidah yang sahihah yang bersumber kepada sumber-sumbernya yang benar dengannya Allah tabaraka wa taala Tebarkan agama Islam di permukaan bumi dan Allah kuatkan agama Islam dan akidah yang sahihah ini di permukaan bumi saya memohon kepada Allah tabaraka wa taala agar mengkuat menguatkan akidah kita di atas akidah yang benar agar menguatkan diri kita dan membuat kita istikamah di atas agama yang hak dan semoga Allah tabaraka wa taala menolong kita dari orang-orang yang berusaha untuk menghinakan kita dan menghancurkan kita Sesungguhnya Allah tabaraka wa taala yang Maha mendengar dan ia Maha dekat dan ia maha mengabulkan apa yang kita mintakan kepadanya H wasallallahu wasallam wabaraka wa Anam ala abdihi was rasulihi Muhammad waa alihi wasohbihi ajmaina sudah diterjemahkan di situ semua sudah diterjemahkan oke tinggal dua soal terakhir terpisah insyaallahir Insyaallah masyar muslimin wal muslimat kita lanjutkan dengan tanya jawab ini ada beberapa pertanyaan yang sudah sampai kepada kita pertanyaan pertama Asalamualaikum Syekh Apakah sama akidah asahihah dengan Akidah ahlusunah Wal Jamaah manhaj salaf Apakah boleh iias dalam referensi akidah ahlu dalam referensi akidah asahihah soalul awal ya syekhna Halil akidah asahihah Hiya akidah ahlusunahti Wal Jamaah hal Min masadiril akidah asahihah alqias Naam alqidah sahihahya akidah ahl sunah Wal Jamaah Li had akidah htiana alai nabiahu alaihi was Wa w ahah yahajun k Mas mastiqad masilinuman yahtajun bilkitab sunah Fala yahtajun bilql wala biqlid Al Ab walajdad wala biquli Yakul hadanibiabbi wala bilqas w akhbarbahakid itabah t kqahqaratadarahahahajitabah sunahabah sunah Wal Jamaah Hum ah alqidahahihah allati waad Allahu Azza wallri ahha alqias hu Min masad sunah Wak hal h Mas mustqilahu wasilajitabi ahajitabahqah H dalil sah Wak yakunqasq Fala yaj wala wazn lahulalmaqas kanahan waqas far as ih alulama Naam benar bahwasanya orang yang memiliki akidah yang sahihah mereka adalah orang yang memiliki akidah ahlusunah Wal Jamaah karena ahlusunah Wal Jamaah adalah nabi dan para sahabatnya dan nabi dan para sahabatnya adalah Kaum yang telah berada di atas akidah yang sahihah maka orang yang berpegang teguh dengan ahlus sunah yaitu Nabi dan para sahabat maka mereka adalah orang yang berpegang teguh dengan Akidah yang sahihah dan ahlusunah Wal Jamaah dalam akidah sebagaimana yang kita katakan selalu berpegang teguh dengan al-quran dan Sunah Tidak mereka tidak berpegang teguh dengan akal mereka mereka tidak berpegang teguh dengan murni mengikuti mencontoh ee orang-orang terdahulu tetua-tetua orang-orang tua tidak itu hujah mereka dan juga mereka tidak berhujah dengan mengatakan hatiku telah mendapatkan keterangan ini dari rabku ahlusunah Wal Jamaah selalu berpegang teku dengan al-qur’an dan Sunah sebagaimana yang kita perhatikan pada muhadarah ini pada kajian ini sesungguhnya apa yang kita ucapkan dari fakrah-fakrah yang kita ucapkan dari paragraf-paragraf yang kita sampaikan tadi kita selalu menyampaikan hujahnya dari al-qur’an dan Sunah selalu kita sampaikan al-qur’an dan Sunah sebagai hujah atas apa yang kita sampaikan demikanlah keadaan ahlusunah Wal Jamaah mereka akan menjadi orang yang memiliki akidah yang sahihah karena mereka adalah kaum yang selalu mengembalikan akidah mereka kepada al-qur’an dan sunah Adapun iias benar bahwa ee iias bagian daripada referensi-referensi ahlusunah akan tetapi para ulama berbeda pendapat apakah iias ini adalah referensi tersendiri atau dia adalah cabang daripada berhujah dengan al-qur’an dan Sunah Apakah dia berdiri sendiri atau cabang karena sesungguhnya iias adalah mengembalikan hukum hukum cabang kepada hukum asal mengembalikan hukum cabang kepada hukum asal di disertaikan dengan dalil yang ada pada hukum asal sehingga seluruh hal-hal yang sifatnya cabang dikembalikan hukumnya kepada hukum asalnya dengan dalil yang ada pada hukum asal tersebut sehingga kalau ini terjadi maka iiasnya benar namun kadang kala ada iias yang salah ketika iiasnya maal far dikiaskan kepada sesuatu yang tidak sesuai dengan cabang kepada asalnya maka ini tidak bisa menjadi huah maka jawaban yaitu Bahwa hukum asalnya qias itu adalah sahih manakala qiasnya sahih dia adalah referensi manakala iiasnya adalah iias yang sahih benar-benar cabang dikembalikan hukumnya kepada hukum asal karena ada Dalil dan ada persamaan di antara mereka akan tetapi apabila kiasnya salah maka tidak menjadi argumen Syariah pertanyaan kedua Apakah mengingkari Allah di atas arasy termasuk kufur dan termasuk ke dalam 72 golan yang diancam dengan neraka Allah wahwaabah radun khabar wq Inah lamaakf bikij Ahli Sunah Wal Jamaah Wah alukum H ffir allak yni nakularwa kafir lakin in yirin mwa alai walam yamar malif di kitabillah watilah la yukfar Man khi alq jahililum hal yahama yakunq nabi sah wasamq Muslimin lamaq qah in Muslimin kafiduk السqah ahuakik para ulama telah sepakat dalam sebuah kaidah bahwasanya Barang siapa yang mengingkari sebuah sifat daripada sifat-sifat Allah maka dengan itu dia menjadi kufur atau mengingkari satu khabar yang ada di dalam al-quran dan Sunah maka dengannya dia telah menjadi kufur Allah berfirmanahwa Allah yang maha pengasih di atas ars beristiwawa kemudian Ia beristiwa di atas ars ini ada dalam tu ayat di dalam alquranul Karim Apabila salah seorang menolak kabar ini dan tidak mau menerimanya dan mengatakan Allah tidak pernah beristiwa di atas ars maka secara hukum dia kufur dengan hal tersebut dengan ijm ahlus sunah akan tetapi ketahuilah bahwa ini adalah takfir mutlak hukum kufur kafiran secara mutlak dan tidak ditujukan kepada orang-orang tertentu akan tetapi kalau sudah berbicara orang-orang tertentu maka dilihat apakah orang tersebut tidak mengerti tentang ilmu yang benar dan dia di sampaikan kepadanya hal yang salah oleh orang-orang yang membawa akidah yang salah dan dia tidak mengerti hujah yang benar maka dengannya dia tidak kufur orang-orang yang tidak mengerti kebenaran dan belum mengetahuinya dan banyak sekali syubhat yang ada di di pemahamannya maka dia tidak dikufurkan apabila dia melakukan namun pengkafiran tadi secara hukum pengkafirannya adalah secara hukum hukumnya adalah orang yang mengingkari satu sifat dari sifat Allah khabar dari Rasulullah sengaja dia ingkari maka hukumnya adalah kufur Adapun pertanyaan Apakah orang tersebut masuk ke dalam 72 kelompok maka kelompok yang dimaksud di dalam di dalam hadis kata para ulama adalah kelompok-kelompok kaum muslimin bukan kelompok orang kufar 72 itu adalah kelompok kaum muslimin maka apabila dia melakukan itu dan dia masih berada dalam kelompok kaum muslimin maka termasuk 72 kelompok tersebut ketika salah seorang ulama ditanya tentang diminta untuk menerangkan 72 kelompok Sebagian ulama menyebutkan 72 dan tidak menyebutkan kaum jahmiyah di dalamnya ketika ditanya kenapa Antum tidak menyebutkan kaum jahmiyah nya ulama tersebut menjawab kalian bertanya kepadaku tentang kelompok-kelompok kaum muslimin ini yang bisa kami jawab dari apa yang tadi kita katakan tentang hukum namun ketahuilah bahwa kita tidak boleh tergesa-gesa dalam mengkafirkan kita tidak boleh tergesa-gesa dan begitu mudah dan gampang mengkafirkan kecuali setelah kita benar-benar tegakkan hujah dan kita menjawab syubuhat dan menjawab dalil-dalil syubuhat hukum yang tadi secara hukum seperti itu hukum secara hukum seperti itu akan tetapi penerapannya kepada individu itu membutuhkan penekakan hujah dan menjawab dalil pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara kita membedakan dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar yaakul Kaifa nufarqu numayyizu Baina asaghair Wal kabair alulama rahimahullahtilfan kabiranqaiamin hu I Abbas rhiallahuhuma kabirah k tawad Allah alaiiinnarat alaii had F dunya Sallallahu alaii wasallamah Kir kham waalika [Musik] ianalanaham Allah yq alai Sallallahu Alaihi Wasallam k hadis unumakar Kumar jumlah minab ararah ahlm wbn Abbas radiiallhum ffriq W ak k yqimaknair IB Abbas radallahu an para ulama telah berbeda pendapat dalam cara membedakan antara dosa besar dan dosa kecil dan pendapat yang paling kuat yang paling rajih adalah apa yang t disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu taala an ketika beliau ditanya tentang bagai tentang definisi dosa besar Ibnu Abbas radhiallahu taala Anhu mengatakan setiap dosa yang Allah ancam dengan neraka atau Allah tabaraka wa taala berikan kepadanya hukum had di permukaan bumi atau ada di dalamnya laknat dari Allah dan rasulnya maka ini adalah dosa-dosa besar setiap dosa yang diancam oleh Allah tabaraka wa taala pelakunya di neraka di dalam Alqur’an terdapat rcaman neraka untuk yang melakukan itu maka itu Adah dosa besar atau ada had penegakan hukum hukum kriminal yang ada di dalam syariat seperti hukum kriminal yang diterapkan kepada orang yang berbuat zina minum khamar membunuh ditegakkan kepadanya hukum Allah hukum kriminal di permukaan bumi hukum had dirajam orang yang berbuat zina yang sudah berkeluarga dan diera dicemeti orang-orang yang masih Bu yang ini adalah dosa-dosa besar atau ada laknat di dalam dosa tersebut Allah rasulnya menyebutkan laknat seperti Rasul sahuaih wasallam mengatakan laallahu Allah melaknat orang yang mencuri dia mencuri telur lalu dipotong tangannyaah Allah melakat orang-orang yang merubah tanda-tanda bumi pembatas-pembatas tanah atau Rasulullah salluaihi Wasallam langsung menyatakan bahwa dia dosa-dosa besar seperti Rasul wasam mengakan Apakah kalian mau saya beriahu apa saja dosa-dosa besar lalu nabi menyebutkan beberapa dosa maka jelas bahwa apa yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini adalah dosa besar inilah Dia pendapat yang paling rajih paling kuat dalam definisi Kapan su dosa disebut dosa besar yaitu definisi yang disebutkan oleh Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma di dalam membedakan antara dosa besar dan dosa kecil dan sungguh sebagian para ulama memiliki cara yang lain dalam membedakan dosa besar dan salat kecil dengan mengatakan setiap dosa terbagi dua besar dan kecil apabila dosa itu dikerjakan sedikit maka dia dosa kecil apabila sudah semakin besar maka dia ada dosa besar Sebagian ulama menyatakan hal seperti itu akan tetapi yang lebih kuat adalah tadi apa yang dikatakan dan disebutkan dari sahabat nabi Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu anhuma pertanyaan berikutnya Bagaimana cara agar akidah tetap lurus dengan ajaran sunah dan al-qur’an dan Sunah agar tidak terjerumus kepada akikah kepada akidah yang sesat dan bidah yaakul asanallahuaikum ya syikhana kfa thatuubut kabutu alidah asahihah Hatta la nanifaal aqaid [Tepuk tangan] awwakahi wasam yabiahahu umamah z bir l sabaru Wu biaytina yqin huim wqinahqinimqatahwakal Allah Insyaallah keteguhan di atas agama Allah Tabarak wa taala didapatkan dengan cara bertawakal kepada Allah dan banyak-banyak berdoa kepada Allah agar dikokohkan kita di atas akidah yangah mengajarkan kita untuk berdoa ya Allah wahai yang membolakb membolakbalikkan hati teguhkan dan tetapkan hatiku di atas agamu maka keteguhan di atas agama Allah datangnya dari Allah dan barang siapa yang tidak Allah teguhkan dia maka dia tidak akan Teguh di atas agama Allah dan akan menyeleweng dari agama Allah berikutnya yang kedua hendaklah selalu mengetahui ilmu syari belajaru ilmu Syari untuk Teguh di atas agama Allah harus memiliki ilmu Syari karena orang yang tidak mengetahui ilmu Syari boleh jadi dia terjerumus ke dalam perbuatan bidah sementara dia tidak tahu itu adalah bidah Oleh karena itu harus kita belajar ilmu dalil-dalil Syari tentang agama kita dan harus belajar agar kita kemudian mengetahui agama yang hak dan kita berjalan di atasnya kemudian yang ketiga adalah istikamah di atas amalan-amalan ketaat dan menjauhi dosa dan maksiat dan perbuatan bidah Allah berfirman di dalamr kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin dan mereka memberikan petunjuk dengan ayat-ayat kami memberikan petunjuk dengan perintah kami Dan mereka yakin dengan ayat-ayat kami dan kami jadikan mereka pemimpin di saat mereka bersabar sabar DII kekuatan dalam beribadah kekuatan dalam menjalankan ketaatan demi ketaatan kepada Allah tabaraka wa taala dan yakin di sini adalah kekuatan di dalam ilmu kekuatan di dalam keyakinan maka Barang siapa yang memiliki kekuatan sabar kekuatan dalam beribadah dan kekuatan ilmu Maka Dan Dia menjauhi maksiat menjauhi duduk-duduk di majlis-majelis yang tidak baik dan tidak benar menjauhi bersahabat dengan orang-orang yang tidak baik maka Allah tabaraka Taala akan kokohkan dirinya dan langkahnya di atas agamanya pertanyaan berikutnya sekarang ini saya masih mudah sekali bermaksiat Apakah ada yang salah dalam akidah saya dan bagaimana agar saya dapat kembali ke jalan yang benar yaakul syekhna Fadil awinah y Al maaakahu i rahimahah hamamta bin [Musik] Fala wakinamahis makhlukahabbil alamin rabbil alaminrati ط H jaal finina hadajizah hadahar Allah am Allah Az w q alaii kummaan Fasi wqarar k maahqar Halul Yul F Min afranunyaran F khubz qq W anus lar jahanam Wah mudfahah w f inasar War ja Hadah yam fmaram F hal qat amamarimanaharahabalaminum yag Lana Aan nudri hadasid musliman ahallahahinainaqananam Kama qajul anahu kham w amوab لanahذ فذذ wج a menghindari dosa-dosa harus dengan ilmu Syari dan di dalam ilmu Syari kita akan mendapatkan keterangan tentang dosa itu dan bahaya-bahaya dosa tersebut sehingga dengannya kita mengetahui bahaya dosa dan orang yang mengetahui bahaya dosa dia akan menghindari Dar menghindar daripada dosa tersebut maka Apabila seseorang berbuat dosa maka janganlah dia melihat kepada kecilnya dosa tersebut akan tetapi kata para ulama apabila seorang berbuat dosa jangan lihat kepada kecilnya dosa itu akan akan tapi lihatlah Agungnya orang yang engkau berbuat maksiat kepadanya Agungnya zat yang engkau berbuat maksiat kepadanya maksiat apabila kita lakukan Mak maka kita tidak berbuat berbuat maksiat kepada makhluk Namun kita berbuat maksiat kepada Allah rabbul alamin rabbul alamin yang telah memberikan kepada kita kehidupan memberikan kepada kita hati memberikan kepada kita nafas memberikan kepada kita banyak sekali nikmat-nikmat dalam kehidupan ini semua dengan rahmat Allah hidup kita ini semuanya dipenuhi dengan rahmat Allah tabaraka wa taala Allah memberikan rezeki kepada kita Allah memberikan kepada kita alat-alat yang sangat lengkap ada pendengaran ada penglihatan ada tangan ada kaki semuanya rahmat Allah yang Allah berikan kepada kita dan barang siapa Berbuat maksiat kepada Allah tabaraka wa taala Sesungguhnya Allah kuasa untuk mengambil itu dari dirinya kemudian Apabila seseorang memperhatikan maksiat maka ketahuilah bahwa maksiat itu mendekatkan dirinya ke neraka siapa di antara kita yang sanggup dan mau untuk masuk ke neraka Allah tabaraka wa taala jangankan neraka tempat masak tempat Memasak roti yang dia adalah tempat orang Memasak roti Siapa yang bisa masuk ke dalamnya Siapa yang sanggup di dunia ini masuk ke dalam tempat memanggang roti kalau itu tidak tidak sanggup di dunia apatah lagi nanti api nerakanya jahanam yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa api neraka jahanam itu 70 kali lipat lebih panas daripada api dunia maka ditambah lagi masuknya seseorang ke dalam neraka Jangan kira waktu yang sangat singkat namun dia adalah waktu yang panjang Allah tabaraka wa taala berfirman labina fiha ahqoba mereka tinggal di dalamnya di dalam waktu yang sangat panjang ahqab artinya beribu-ribu tahun karena satu hukum adalah 1000 tahun ahqab jamak berarti beribu-ribu tahun maka seseorang masuk neraka dia akan diazab di neraka dengan dalam waktu yang ribuan tahun siapa yang akan sanggup di dalamnya maka ketahuilah bahwa maksiat akan menjerumuskan Anda ke neraka tersebut dan juga Di Dalam Hadis disebutkan bahwa orang yang didatangkan pada hari kiamat orang yang mendapatkan nikmat yang sangat banyak di permukaan bumi orang yang sangat banyak mendapatkan nikmat di permukaan bumi dicelupkan satu kali celupan dari neraka dan diangkat dan ditanya kepadanya Apakah pernah berlalu kepadamu nikmat dia mengatakan tidak dan didatangkan orang yang paling banyak mendapatkan kebinasaan banyak mendapat petaka di permukaan bumi dicelupkan ke dalam neraka dimasukkan ke dalam surga sebentar lalu kemudian dikeluarkan Allah bertanya apakah pernah datang sebuah petaka dalam hidupmu dia mengatakan tidak wahai satu celupan ke neraka membuat manusia melupakan seluruh nikmat dan satu celupan ke surga membuat manusia melupakan seluruh derita yang pernah dia rasakan kemudian juga perlu Anda ketahui bahwa sesungguhnya dosa Walaupun kecil dia adalah pengantar kepada dosa besar dan dan bahkan pengantar kepada kekufuran sebagian manusia sekarang mengatakan saya berbuat dosa akan tapi saya bersyahadat Lailahaillallah dan Allah mengatakan bahwa orang yang bersyahadat Lailahaillallah akan dimasukkan ke dalam surga tidak demikian apabila anda berbuat dosa dosa itu akan menarik Anda kepada dosa lainnya dan dosa itu akan menarik Anda kepada dosa lainnya sampai Anda berbuat kufur dan Itul yang diinginkan oleh setan falamma zagu azagallahu qulubahum tatkala mereka berbuat menyeleweng dari dari jalan yang benar maka Allah selewengkan hatinya ini yang diinginkan oleh setan dan ada dalam sebuah hadis ada seorang yang diberikan pilihan tiga dosa apakah dia dosa dengan cara minum khamar atau dia berdosa membuat dosa dengan zina atau dia diberikan pilihan berbuat dosa dengan membunuh dia tidak menghindar semuanya namun dia Pilih satu yaitu dia ingin meminum khamar saja setelah itu yang terjadi setelah dia minum khamar dia pun berzina dan setelah itu membunuh wanita yang dia berzina dengannya ini menunjukkan bahwa dosa saling mengundang satu dosa akan mengundang dosa berikutnya maka orang yang berakal hendaklah dia jauhi dosa di permukaan bumi ini sesungguhnya dunia ini adalah untuk beramal sebagaimana dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib radhiallahu hari ini di dunia adalah tempat beramal tidak ada hisab dan besok di akhirat adalah hisab tidak ada beramal Anda apabila telah diletakkan Allah telah diletakkan di dalam kubur Anda tidak akan pernah bisa untuk menambah satu amalan anda maka oleh karena itu jauhilah maksiat baik maksiat dosa-dosa besar atau dosa-dosa kecil dan ketahuilah bahwa dosa besar dan dosa kecil itu adalah suatu yang bisa mengantarkan Anda kepada kufur dan bisa mendatangkan kepada anda suul Khatimah bisa mendatangkan Anda kepada bisa mendatangkan suul Khatimah kepada dirimu maka kewajiban kita adalah bertobat kepada Allah daripada daripada dosa-dosa Sekarang saatnya dari hari ini kita mulai bertobat dari jam ini kita bertobat kepada Allah tabaraka wa taala dan hendaklah kita menghadap kepada Allah dengan hati dan dengan jiwa dan raga kita kalau kita kemudian terjerumus lagi bertobat lagi dan apabila terjerumus lagi bertobat lagi kepada Allah subhanahu wa taala pertanyaan berikutnya Bagaimana cara menghadapi waswas dalam masalah akidah maupun ibadah seperti saat wudu sering merasa ada buang angin filatek maajul waswasahidah ibadah ahhaibaham was biha yal Nabi Sallallahu Alaihi wasallamu liumti Amma had bihi anusah maam takamal am yذ كamكamعمل فه لاض ان شاذاع Nas fuaharahqad B nabi Sallahu Alaihi wasallamilaj Laha waqataab hadaamarajul la yif saltama yasah tiananakbarw naab sallah Alaihi Wasallam Q l Fal tfaharatahamrani qama kanlaharah Wah MQ Wal had maskuk F falaurfaqinakalik rajul tawad Q saum shakqarat f g mق مشk مقض الaharqin الاول هوaharah laak w y muslimوسذاصamaliذ l obat dari waswas dalam akidah adalah Jangan engkau biarkan dirimu hanyut dalam waswasah tersebut jangan terlalu memperhatikannya biarkan dia begitu saja dan sibukkan dirimu dengan ibadah sibukkan dirimu dengan beramal saleh maka sesungguhnya waswas itu tidak akan membahayakan seorang mukmin Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Allah tabaraka wa taala akan memberikan ampun dan maaf kepada umat ini dari apa-apa yang dibicarakan oleh jiwanya selagi dia tidak membicarakannya atau beramal dengannya maka Apabila seseorang memiliki was-was di dalam akidah jangan dia menoleh kepada waswas tersebut dengan syarat jangan dia bicarakan dan jangan dia amalkan namun itu akan hilang dengan kita memperbanyak ibadah kepada Allah tabaraka wa taala memperbanyak ketaatan kepada Allah tabaraka wa taala Adapun waswas di dalam wudu dan taharah maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah mengajarkan kepada kita obatnya dengan cara bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melarang kita untuk memutuskan Salat kita disebabkan kita merasa was-was wudu kita batal disebabkan buang angin sampai nabi melarang kita membatalkan salat sampai kita mendengar suara atau menemu Ukan aroma sampai kita mendengar suara atau mencium aroma maka orang-orang yang memiliki waswas apabila dia merasa bahwa ketika dia salat kemudian datang was-was kepadanya sesungguhnya wudu telah batal angin telah keluar air kencing telah keluar air mani keluar dan semacamnya hendaklah dia tidak menoleh kepada waswas tersebut dan dia lanjutkan dilanjutkan ibadahnya sampai dia menemukan dua yang telah dikatakan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tadi dia mendapatkan bau atau dia mendengar suara di dalam sebagian Nas disebutkan bahwa di antara setan ada yang ditugaskan oleh setan yang paling besar yaitu iblis dengan perkara waswasah ini dengan perkara waswas dia selalu mengajak manusia untuk masuk kepada waswas sampai digiring untuk berbuat yang tidak baik oleh karena itu dua hal ini yang harus diperhatikan sampai dia menemukan mendengar suara atau dia menemukan mencium aroma baru kemudian dia batalkan salatnya kalau tidak maka jangan dia memperhatikan dan dia hendaknya biarkan begitu saja dan tidak memperhatikannya dan para ulama juga menyebutkan bahwa hukum sesuatu yang yakin tidak dibatalkan oleh suatu hukum yang di dalamnya kita ragu alyaakin la yuzalu bak contohnya adalah orang yang tadi ke kamar mandi dia yakin dia telah berwudu kemudian dia keluar dari dari dari kamar mandinya setelah itu terjadi sesuatu pada dirinya kejadian kemudian dia ragu Apakah tadi wudu saya batal atau tidak yang dia dia ragu batal atau tidak Dan dia yakin bahwa ketika dia tadi keluar dari dari dari kamar mandi dia telah berwudu maka pada kondisi seperti ini diketahui bahwa secara syariat wudunya tidak batal Kenapa karena dia pada posisi pertama yakin bahwa dia telah berwudu dan keraguan ada pada batal atau tidaknya maka ragu Di sini tidak membatalkan yang yakin yang pertama oleh karena itu hendaklah kita selalu berusaha lepas dari was-was ini jangan pedulikan apabila kita biarkan begitu saja kita sepelan dan kita tidak perhatikan maka sesungguhnya set akan sulit untuk menggoda kita untuk lari kepada perbuatan-perbuatan yang tidak baik hadabha nalah Az wwinaaufqit waakumah wa nalq wa ikhwani alyakin sadq HQ w hadarubah ad muslimin Muslimin musahadw W khb biluzumi Atah Wal ibadah wjuallahi Azza wall waalamu annahum Inu ala H fahum fil Jannah Min ghairi Syak setelah kita bacakan sebagian soal dan kita menjawab atasnya maka pada kesempatan terakhir ini saya berdoa kepada Allah tabaraka wa taala agar Allah tabaraka wa taala memberikan kita semuanya Taufik dan Sadat berada di atas agama Allah tabaraka wa taala saya berdoa kepada Allah agar Allah kuatkan dan kokohkan kita di atas sunah di atas taat kepada Allah tabaraka wa taala sampai kita bertemu dengannya saya memberikan wasiat kepada saudara-saudaraku hendaklah kita selalu yakin yakin yang sebenar-benar yakin bahwa kita berada di atas agama yang hak bahwa agama kita ini adalah agama yang benar-benar hak yang selainnya adalah agama yang batil dan jauhkan diri daripada asyubuhat pada hari ini terlalu banyak syubuhat yang dipertontonkan manusia melalui media-media hari ini terlalu banyak orang-orang yang mengajak kepada perbuatan ilhad tidak percaya kepanya Allah sang pencipta maka hendaklah semua kita Berpaling Dari semua itu jangan berusaha untuk mendengarnya menyaksikan sesuatu yang dipertontonkan kepada kita di dalam media-media yang dimudahkan itu ketahuilah bahwasanya ini adalah agama yang sangat Agung agama yang luar biasa tidak ada kebatilan pada agama itu di depan dan di belakangnya dan hendaklah kita semua selalu berpegang teguh dengan senantiasa taat kepada Allah taat kepada rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam dan Yakinlah apabila kita taat dan patuh kepada Allah tabaraka wa taala lalu kita meninggal di atas ketaatan itu kita pasti akan sampai ke surga Allah tabaraka wa taala sampai di sini pertemuan kita maasyir musliminallall kita ucapkan kepadailatek sesuatu yang sampaikan syhlim in kuntum laamضaltausafiraalad baid ajqعلadum hak jam ah ahahqعل فيadin و waan فماء amal [Musik] zaradakim Bi ah bad h zahah g sahihaharah asabat wamna khususanar annahum yhanun hak darajatukuuku whina laajinaatuku shirk laah makamaahaiiamakتس فحولتعكه ال وشره والذحمل اخ على انح منهعل ا حيرعل هذالاجوز فحول تتع علىرك هذا الار وبغ لطب العلمينب ال على هذا الا هذالاجو لايجو الانحناء للوالد و لالم wala lirrais wala lilwazir wala liahad minalqajanabr wasalullah Taufiq Jami H wallahu Aam wasallallahu wasallam wabarak ala abdihi wa rasulihi Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain tambahan berikutnya adalah sesuatu yang kita perhatikan bahwa seor muslim apabila datang kepadanya sebuah syubuhat di dalam perjalanan hidupnya hendaklahang kepada ahli ilmu dan dia bertanya kepada ahli ilmuany bertanyalah kepada ahli ilmu ahliikir apabilaan tidak mengetahuinya hukum asalnya tidak boleh mendengar Namun apabila terdengar makaendlah ahliu dan kepada M membutuhkan perjalanan yang panjang walau membutuhkan Safar kepada negeri yang sangat jauh untuk bertanya kepada ah ilmu lakukan dan di negeri Antum ini di negeri Antum banyak orang-orang yang telah belajar ilmu agama di kota Makkah di kota Madinah dan kota-kota lainnya dan mereka adalah orang-orang yang berilmu kembalilah kepada mereka kembalilah kepada mereka dan bertanya kepada mereka apabila Antum tidak mengetahui atau Antum terdengar dan tidak sengaja mendengar sebuah syubhat kemudian berikutnya ada suatu poin penting yang ingin Ana sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini poin penting ini adalah sesuatu yang saya selalu perhatikan ketika saya melakukan ziarah-ziarah Safar ke Indonesia datang ke beberapa tempat di negeri Indonesia Saya melihat sebuah kebiasaan kebiasaan yang menyeluruh saya perhatikan ada di orang Indonesia dan namun kebiasaan Ini adalah kebiasaan yang tidak sesuai dengan syariat yaitu kita selalu melihat Apabila ada orang yang bersalaman maka dia menunduk dia menundukkan badannya dan ini adalah suatu yang salah kadang-kadang dia menduduk hampir sampai kepada derjat rukuk hampir sampai kepada penduduk ee posisi rukuk atau mirip dengannya atau sampai kepada sampai kepada posisi ruku tidak boleh Apabila seseorang sampai kepada ruku kepada selain Allah maka in Adah perbuatan karena ruku adalah ibadah dan tidak boleh ibadah kecuali hanya kepada Allah Tabarak wa taala Jalal maka rukuk tidak diberikan kepada makhluk manapun siapun dia Oleh karena itu yang benar adalah bersalaman tanpa harus menunduk-nundukkan badan kemudian senyum Rasulullah Wasallam bersabda Jangan engkau menganggap remeh perbuatan yang baik Walau sedikit walaupun hanya engkau bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri dan Ana tahu bahwa yang membuat Antum melakukan itu adalah akhlak Antum yang membuat Antum melakukan itu adalah kebiasaan Antum untuk memuliakan orang-orang yang Antum yang Antum anggap adalah ulama ahli ilmu orang-orang yang Antum berzon mereka bahwa adalah orang-orang yang baik akan tetapi sungguh pun demikian hal tersebut tidak boleh untuk Antum lakukan tidak boleh untuk kita menundukkan kepada selain Allah Tabarak wa taala siapapun dia pemimpin orang-orang ulama siapapun manusia tidak boleh itu hanya boleh kepada Allah tabaraka wa taala dan hendaklah para penuntut ilmu memberikan keterangan itu kepada kaum muslimin dan mengingatkan kaum muslimin untuk menghindari perbuatan tersebut karena sesungguhnya kewajiban para penuntut ilmu untuk menyampaikan kebenaran kepada kaum muslimin dan menjauhkan mereka daripada hal-hal yang meny syariatahu was amdulillahamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waikumam jazakumullah Kir syhahah simat radio Raj Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dalam kesempatan kali ini saya ingin mengajak kaum muslimin dan agar teguhkah untuk menyisihkan hartanya demi kelanjutan pembangunan masjid Jami albarkah Berapa banyak orang-orang yang salat di dalamnya pahalanya akan dialirkan kepada orang yang menyediakan tempat tersebut Berapa banyak orang-orang yang mengaji ilmu agama di dalamnya menghafal Quran di dalamnya pahalanya akan dialirkan kepada penyedia ruangan tempat Masjid Jami albarkah semoga ini menjadi motivasi yang kuat untuk menyelesaikan pembangunan masjid Jami albarkah yang berada di kawasan Roja TV dan radio Roja wasallahu Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah saat ini kita berada di masjid albarkah yang mana masjid ini terkoneksi sama masjid depan yang Alhamdulillah progresnya sudah 9 95% tentunya Kenapa masjid ini direnovasi ya agar bentuk dan kapasitasnya juga menyesuaikan dengan di depan ee progres pembangunan sendiri khusus yang belakang sudah sekitar 35% ya terus akan berlanjut ya mudah-mudahan bisa sampai selesai Eh kenapa sih masjid ini di renovasi karena tentunya di masjid belakang Ini yang lama sudah tidak mencukupi jemaah yang salat di sini Apalagi kalau tablig akbar bisa sampai ke jalan-jalan tentunya kita enggak mau mengganggu ee masyarakat sekitar ya alhamdulillah kita bisa beli tanah di depan kita bangun dan alhamdulillah bisa mencapai sekitar eh 5.000 sampai 6.000 jemaah sini kita sedang kerjain plafon ini juga tiang-tiangnya tetap pakai tiang-tiang yang lama jadi tidak ada perombakan cuman lapisannya aja dikasih marmer di sini juga ada eskalator fungsinya untuk jemaah wanita akhwat untuk mempermudahkan biar bisaung masuk ke masjid baru dan ada juga koset-kloset atau kamar mandi atau tempat e buang air khusus dibel ya khusus yang kursi roda atau orang-orang yang membutuhkan lantai du ini ketika masjid yang lama ini beroperasi untuk akhwat dan Alhamdulillah sekarang juga kita peruntukkan untuk akhwat ya jadi jemaah akhwat tuh nanti apa penuh sampai ke depan Jadi kalau tablig akbar acara-acara e daurah banyak juga akhwat yang datang Jadi terpenuhilah insyaallah untukah dan enggak perlu ke jalan-jalan lagi progres pembangunan di masjid albarq bagian belakang ini ya semoga dari target yang kita rencanakan yaitu bisa dipakai saat Ramadan e tentunya berharap bisa terealisasi ya walaupun masih banyak pekerjaan yang harus e kita selesaikan tu dengan semangat teman-teman pekerja di sini Semoga Allah mudahkan semuanya e sesuai rencana dan target yang dari teman-teman sudah rencanakan bisa tercapai ya E demikian yang bisa saya sampaikan melihat progres masjid albarka bagian belakang tentunya kita butuh support dukungan dari para jemaah dan para pemirsa untuk e bisa menyelesaikan masjid alar ini sesuai tget dan bisa dipakai bersama-sama tentunya fungsinya untuk memakmurkan masjid ini akar lebih makmurwual birri Wat Taqwa W tawanualmi waludwan wattaqulaha innallahaadidul IQ
Pentingnya Aqidah yang Benar – Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply