Quran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah Muhammad [Tepuk tangan] Islam kaum muslimin dan muslimat para pemerhati roja yang semoga dirahmati dan memuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan nikmat waktu luang oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk bergabung bersama kami kembali dalam saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam selawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Insya Allah pada kesempatan pagi hari ini kita akan masih melanjutkan kajian kita seputar perjalanan setelah kematian ya insya Allah akan disampaikan oleh guru kita Ustadz Ali Nur hafidah Allah ta’ala secara langsung dari Medan Sumatera Utara di akhir sesi nanti bagi Anda yang ingin bertanya seputar bahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui telepon di 021 8236543 atau mulai pesan singkat di 081989 6543 hotel islam kaum muslimin dan muslimat marilah kita sama-sama simak pemaparan oleh Ustadz Ali Nur Hafizah Wa Ta’Ala kepada Ustadz kami persilahkan valid al-fath Assalamualaikum warahmatullahi La Ilaha Illallah wahdahula syarikalah muhammadan ya ayyuhalladzina amanutaqullah wa Nisa Shallallahu Alaihi Wasallam Alhamdulillah kita dapat bertemu kembali melanjutkan kajian kita tentang perjalanan setelah kematian dimana di kajian lalu kita sudah sampai pada pembahasan terkait dengan Al Mizan yaitu timbangan sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Al qurthubi setelah umat manusia dikumpulkan di Padang mahsyad bisa berkumpul dengan kejadian-kejadian detail yang sudah kita bahas petik pertengkaran antar sesama orang kafir dan banyak hal yang terjadi pada saat itu kita sudah bicarakan secara detail kemudian ada yang mendapatkan bisa ada yang mendapatkan hisab dengan mudah ada yang mendapatkan hisab dihisab amalannya tapi dengan penghisapan yang sulit namun ada juga yang tidak dihisap sama sekali dia langsung masuk ke dalam surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka yang mendapatkan hisaba yashiro hisab yang mudah maka dia dipersilahkan masuk ke dalam surga mereka yang menghadapi Hei Sabana ashiro hisab yang sulit maka yang berhasil akan dimasukkan dalam surga yang tidak berhasil maka akan dimasukkan dalam api neraka kemudian setelah itu sebagaimana yang dikatakan oleh Imam qurtubi seperti yang telah kita nukil di kajian lalu bahwasanya setelah itu adanya Mizan yaitu timbangan seperti yang telah kita bicarakan bahwasanya yang ditimbang itu yang ditimbang itu bisa amalannya bisa orangnya dan bisa juga catatan amalannya sebagaimana yang sudah kita bahas secara rinci di kajian yang lalu demikian juga jumlah Mizan jumlah timbangan itu tidak hanya satu karena memang dalam ayat Allah selalu menyebutkan Allah menyebutkan dengan kalimat plural jamak ya dan kami Letakkan timbangan-timbangan keadilan Allah juga [Musik] barang siapa yang berat timbangannya maka mereka mendapatkan pelajaran yang baik Taman Khattab bahwazim jadi ini menunjukkan timbangan tidak hanya satu hal ini sudah kita bicarakan dan di akhir kajian yang lalu kita telah bicarakan juga amalan-amalan yang mudah yang dapat memberatkan timbangan amalan kebaikan kita berikutnya Bagaimana berikutnya itu yaitu Telaga telaganya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] memuliakan hambanya rasulnya Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di tempat tersebut di padang mahsyar dengan cara Allah beri beliau yaitu berupa hal Telaga yang sangat luas bahwasanya di padang mahsyar nanti ikhwah ya di akhirat nanti Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberi kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Allah akan memberi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebuah Telaga yang sangat luas airnya lebih putih ketimbang susu dan lebih manis daripada madu dan aromanya aroma wanginya lebih wangi ketimbang aroma ke story artinya apa namanya Dia memiliki air Telaga ini memiliki kriteria air minum yang paling disukai oleh penduduk dunia semua kita suka susu semua kita suka dengan madu demikian ekologi Iya aroma minuman yang wangi dia tentunya tidaklah memang di dunia ini kalau kita katakan kita nggak bisa minum kalau ada air yang baunya bau parfum tapi Maksudnya di sini adalah ya dia aroma Air ini aroma yang memang menyegarkan dan Allah katakan dan nanti Rasulullah akan sebutkan bahwasanya aromanya lebih wangi ketimbang minyak kasturi dan dengan bagaimana apa apa bisa orang apa mampu orang meneguk air yang aromanya aroma parfum itu kan pemikiran kita di dunia karena kita membandingkan dengan parfum-parfum yang ada yang memang secara logikanya kalau air kita bau parfum kita nggak bisa minum karena aroma parfum itu bukan aroma untuk minuman ya seperti kalau kita beli gulai atau kita masak gulai eh gulainya itu bau misalnya bau misalnya ya bau minyak cendana misalnya ya tentu tidak menjadikan selera kita bertambah dan dengan ikhwah intinya Ikhwan ini adalah air yang sangat wangi dan air yang wanginya wangi menyegarkan wanginya lebih wangi dibandingkan gelas-gelasnya cangkir cangkirnya bejana-bejananya itu sangat banyak Lebih banyak ketimbang bintang di langit artinya Ikhwan ketika kita berada di sana dan ingin minum airnya tak perlu berebut cangkir tak perlu berebut gelas sudah mencukupi semua sudah tersedia dan masing-masing orang mau minum silahkan karena tersedia fasilitas untuk minum diantaranya apa cangkir-cangkirnya gelas-gelasnya jauh lebih banyak ketimbang bintang di langit ini kan menunjukkan bahwasanya ya tidak perlu berebut itu maksudnya kemudian Telaga ini airnya mengalir dari Telaga Al Kautsar airnya mengalir tadi al-kautsar ini di surga ya Sungai kemudian mengalir ke telaganya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di mana telah sungai ini al-kautsar ini telah diberikan Allah subhanahu wa ta’ala untuk Rasulullah di dalam surga seperti yang disebutkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala FirmanNya Inna a’toina kata kami telah memberikan kamu untuk Tuhanmu onehall dan sembelihlah sembelihanmu di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyatakan bahwa al-kautsar itu merupakan sungai atau Telaga yang Allah berikan khusus untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari sungai itulah mengalir ke telaganya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di masa karena Ikhwan perlu kita Ingatkan lagi posisi kita sekarang yang sedang kita bicarakan itu sebelum surga dan sebelum neraka jadi Ikhwan Telaga ini ada di di sebelum seorang itu masuk surga atau belum masuk neraka kalau al-kautsar itu memang di surga tapi Telaga yang kita bicarakan ini kita bicarakan ini ini sebelum itu semua ya ini sebelum itu semua al-kautsar ini yang memang Telaga atau sungai yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala disediakan Allah subhanahu wa ta’ala untuk Rasulullah SAW cari doa Shallallahu Alaihi Wasallam umat Rasulullah akan datang ke Telaga tersebut barangsiapa yang minum air itu air Telaga Rasulullah ini maka setelah itu dia tidak akan pernah haus selamanya kalau kita perhatikan sifat minuman yang kita minum di saat kita berada di dunia ada Minuman itu menyegarkan minuman yang menghilangkan haus pada minuman yang menghilangkan haus terkadang kita minum itu untuk menghilangkan rasa panas kita sih nggak haus tapi karena panas kepinginnya minum dingin untuk menghilangkan panas udara yang panas ada yang memang karena haus ada yang memang haus sekaligus ingin segar maka Ada yang minum es misalnya air dingin manusia itu di dunia ketika dia minum ya ketika dia minum tujuannya tentunya untuk menghilangkan dahaganya pertama ada jenis kedua kalau air tersebut diminum itu nggak menghilangkan dahaga bahkan membuat semakin haus membuat tenggorokan semakin tercekik Apa itu kalau dia minum air asin seperti dia kalau minum air laut demikian dia menegur air laut tidak akan menghilangkan dahaganya sifat air yang kita minum di dunia yang tujuannya untuk menghilangkan dahaga ketika kita ada harga kita haus kita minum maka hilanglah dahaga kita tapi apakah ada harga tersebut Apakah dahaga tersebut hilangnya dahaga tersebut akan terus-menerus tidak Nanti beberapa jam kemudian kita haus lagi minum lagi kemudian haus lagi minum lagi memang begitu kita di dunia ini memang begitu kita harus kemudian minum akhirnya pipis haus lagi minum lagi pipis lagi begitu seterusnya seperti makanan kita lapar kita lapar maka akan kita merasa kesulitan kita ada rasa penderitaan ketika kita lapar ada yang sedang kita derita maka kita harus berupaya untuk mengisi perut kita dengan menyantap makanan dan makanan itu didapatkan tidak tidak dengan begitu saja harus ada usaha setelah kita berusaha dengan sedapat mungkin Alhamdulillah Allah berikan kita berupa makanan kemudian setelah dapat makanan apakah sudah selesai usaha kita belum Disana masih ada penderitaan yang lain apa itu kita harus berusaha untuk memasaknya kalau dia belum masak kalau dia sudah matang kita harus berusaha meletakkannya ke dalam mulut kita setelah masuk mulut kita harus berusaha untuk mengunyahnya Jadi jika memang makanan tersebut perlu untuk dikunyah kalaupun tidak perlu dikunyah maka silahkan untuk ditelan sampailah ke perut kita bisa saja makanan ini bisa menghilangkan rasa lapar dan bisa tidak makanya ada orang yang makan tak kenyang-kenyang demikian ketika kita sudah senang sudah merasa kenyang Memang Satu hal yang enak tapi di sana ada penderitaan apa ada rasa kenyang demikian itu kenyang setelah kenyang Bagaimana apakah ada penderitaan ada yang penderitaan berikutnya ada penderitaan berikutnya Apa itu Islam akan mulai merasakan mules di perutnya karena apa Karena akan mengeluarkan ampas dia harus keluarkan tinjanya hasil daripada daripada ampas makanan yang sudah dia telan dan sudah dia santap tadi itu merupakan tanda-tanda orang yang ingin mengeluarkan tinjanya oleh ingin mengeluarkan kotorannya Setelah dia setelah dia pergi dia rasakan perutnya mulai sakit karena ingin mengeluarkan tinja ingin mengeluarkan babnya ya ingin buang air besar dia harus ke toilet kemudian dia Buanglah itu dengan dengan upaya juga setelah itu legalah perutnya legalah perutnya setelah perutnya legah selesai urusan dia mulai lega maka berikutnya ada apa akan muncul penderitaan berikutnya itu lapar lagi jadi sangat sangat aneh kalau ada orang-orang yang mempertahankan kehidupan dunia ini Bahkan mereka rela mengorbankan kehidupan akhirat demi untuk dunia yang seperti ini luar biasa Apakah mereka Apakah mereka tidak mikir penderitaan dapat penderitaan ketika kita hidup di dunia benerlah apa kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam kesusahan manusia itu susah di dunia yang tidak susah nanti ketika berada di surga di sana tidak ada lagi kesusahan oleh karena Apakah penderitaan-penderitaan itu tidak membuat manusia itu ada rasa bahagia hanya orang bertakwa hanya orang bertakwa yang bisa berbahagia dengan kondisi seperti ini makanya Allah katakan Siapa yang bertakwa kepada Allah Allah akan beri dia jalan keluarnya dan Allah akan beri Allah akan beri dia jalan keluar setiap masalah yang dia hadapi setiap penderitaan setiap masalah manusia itu pasti ada masalah siapapun dia dan akan diberi rezeki dari arah yang tidak dia duga-duga makanan di dunia begitulah minuman di dunia tapi minuman di surga tidak seperti itu Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak seperti itu barang siapa yang minum seteguk air dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu luar biasanya Ikhwan Kok bisa ya Bisa Allah tuh melakukan sehendaknya apa yang tidak bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala nanti akan kita bahas ikhwah ketika perjalanan kita sudah sampai di surga kita akan lihat Bagaimana penduduk Surga itu nggak ada masalah apa tidak ada merasa haus Terus kenapa mereka makan ya ingin aja terus bagaimana ketika dia makan apakah ampasnya kotorannya enggak ada kotorannya terus ke mana Ya nantilah ketika kita membicarakan masalah surga dan neraka itu merupakan ujung daripada pembahasan perjalanan setelah kematian kita masih berada di padang mahsyar sekarang ini kita belum lagi sampai kepada pembicaraan surga dan neraka bahkan kita belum lagi bicara masalah kita sekarang berada di halte pokoknya para ulama berbeda pendapat tentang Telaga Rasulullah ini ini posisinya di mana tempatnya di mana seperti yang terakhir disebutkan tadi yaitu manusia dibangkitkan kemudian dikirim ke Padang Mahsyar ya di sanalah terjadi apa yang terjadi seperti telah kita rincikan di kajian-kajian yang lalu kemudian di sana akan ada hisab Di sana akan ada Mizan timbangan terus ini di mana posisinya Apakah sebelum timbangan ataukah Apakah dia di hout ini berada di surga ataukah dia setelah sirad ataukah sebelum Siroj Siroj ini Ikhwan jembatan jembatan setiap orang akan melalui surat tersebut jembatan yang terbentang di atas neraka demikian ataukah berada di setelah di surga Imam Al Ghazali berpendapat mereka berdua bahwasanya Telaga ini ada sebelum manusia itu meniti sebelum mereka melewati Titian sirad di hari kiamat nanti kemudian wastadallu ala dzalik pendapat ini pendapat yang mengatakan bahwa itu berada sebelum adanya itu sebelum sirad pendapat ini mendukung pendapat mereka dengan dalil dengan data mereka ya pendapat ini mengatakan bahwasanya alasannya Mengapa mereka simpulkan bahwasanya haud itu ada sebelum Surat karena sebagian orang-orang yang mendatangi haut ini ternyata digiring ke neraka ternyata digiring ke neraka demikian hal ini berada setelah Titian tentu mereka tidak akan sampai kepada Telaga tersebut itulah alasan daripada pendapat yang mengatakan bahwasanya haul itu Telaga itu ada sebelum diantara yang berpendapat ini adalah Imam Al Ghazali Imam Al Hafiz Ibnu Hajar menceritakan bahwasanya Imam Al Bukhari memiliki pendapat bahwasanya haud itu ada setelah sirad jadi setelah manusia-manusia meniti sirad jembatan ya setelah itulah baru ada Jadi bukan sebelum Titian ya mengatakan hal dulu baru meniti silat dulu baru kemudian haul Imam Ibnu Hajar menyimpulkan Imam Bukhari berpendapat seperti ini jadi ikhlas disini merupakan kesimpulan oleh disimpulkan oleh beliau menyatakan bahwasanya sepertinya Imam Al Bukhari berpendapat bahwa haud itu telah Titian setelah siron Kenapa alasan Ibnu Hajar menyimpulkan bahwasanya Imam Al Bukhari berpendapat haud itu Telaga itu berada di setelah shirat yaitu karena Imam Al Bukhari rahimahullah mencantumkan hadis-hadis mencantumkan hadis-hadis Telaga ini setelah mencantumkan hadis-hadis syafaat jadi hari syafaat ada berbagai macam jenis syafaat seperti yang telah kita pelajari kemudian setelah itu barulah beliau mencantumkan hadis-hadis yang terkait dengan haudz dari sinilah Ibnu Hajar menyimpulkan sepertinya Imam Al Bukhari menyatakan bahwasanya haud itu Telaga itu berada setelah dan setelah hadis-hadis jadi sekali lagi ikhlas Saya ulangi bahwasanya Mengapa Ibnu Hajar menyimpulkan bahwa Imam Al Bukhari Imam al-bukhari menyatakan out ataupun Telaga itu berada setelah sirad karena beliau mencantumkan hadis-hadis terkait dengan haudzut ini setelah beliau mencantumkan hadis-hadis tentang syafaat dan hadis-hadis tentang hadis-hadis tentang syafaat tentang baru berikutnya beliau mencantumkan hadis tentang haul allahualam Jadi bagaimana penulis menyebutkan pendapat yang dipegang oleh Imam Alquran telah mencantumkan memaparkan dalil-dalil dari kedua pendapat ini dalam kitabnya sangat baik yaitu kitab Fathul Bahri dengan ikhwan terkait dengan masalah terkait dengan dengan haul dengan haus bahwasanya haud itu sebagaimana yang diwajibkan oleh juga dipegang oleh penulis kitab ini bahwasanya haud itu bukan setelah shirat tapi sebelum Telaga itu sebelum sirad bukan setelah setelah sirot demikian Allahu a’lam apa saja hadis-hadis yang terkait dengan haul hadis-hadis yang menceritakan tentang haul tentang Telaga Rasulullah ini karena sekali lagi konsep kita mempelajari perjalanan setelah kematian ini dimana setiap setiap kita menyebutkan satu informasi harus ada dalilnya karena ini merupakan perkara gaib ya yang tidak ada yang mengetahui kecuali hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] tahunya di infokan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Telaga ini juga masalah gaib nanti terjadinya setelah hari kiamat setelah hari kiamat setelah hari dibangkitkannya seluruh umat manusia dikumpulkannya manusia disitulah nanti akan adanya hal kisah out ini makanya Ikhwan Ketika kita bicara tentang hal ini mengenai detailnya tadi telah kita katakan bahwasanya bahwasanya airnya lebih putih ketimbang susu lebih manis ketimbang madu dan lebih wangi ketimbang minyak kasturi Apakah hal ini poin-poin ini ada dalilnya bahkan di sana ada disediakan cangkir-cangkir gelas-gelas yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang bintang di langit Apakah ini ada dasarnya Mari kita lihat apa dasarnya [Musik] yang menceritakan tentang Telaga itu harusnya Mutawatir Hadis Mutawatir ini hadis yang memang setiap tokoh itu diriwayatkan oleh banyak perawi dari mulai sahabat tingkatan sahabat disini Sebutkan ya lebih daripada 50 orang sahabat meriwayatkan hadits ini Demikian juga para tabiin yang meriwayatkan dari sahabat demikian juga tabiin ya Sehingga hadis ini saking banyaknya yang meriwayatkan hadis terkait dengan khaudh ini Ya jadilah hadits ini Hadis Mutawatir ya Hadis Mutawatir bahwa para ulama kita mengatakan hadits pengetahuan yakin bahwasanya pasti seperti itu tidak salah lagi dan Tidak diragukan lagi bahwasanya itu adalah hadis Hadits mutawatir dengan artian para ulama sepakat bahwasanya hadis yang terkait dengan khauf ataupun hadits yang terkait dengan telaganya Rasul saw nanti di hari kiamat itu hadisnya sudah sepakat mereka sepakat para ulama bahwasanya hadis-hadis ini sudah mencapai derajat Al Mutawatir sampai derajat pada Rasul Wasallam 50 sahabat meriwayatkan hadis tentang haud ini sahabat itu tentunya kan yang mendengar langsung dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pada umumnya ya yang mendengar langsung ya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang bawahnya tadiin tabiin minimal sejumlah sahabat itu juga sekolah ini menyebutkan nama-nama para sahabat yang meriwayatkan hadis ini Sebutkan yang 50 disebutkan semuanya oleh kita akan cantumkan sebagian hadis-hadis ini ya kita akan sebutkan hadis sebagai hadis-hadis ini sebagaimana yang disebutkan oleh Al Khatib atau Brizzi dalam kitab beliau satu hadisnya yaitu anak Abdullah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda telagaku itu luasnya seluas perjalanan sebulan bayangkan Telaga tapi luasnya luasnya itu perjalanan sebulan luar biasa itu tentunya perjalanan orang dahulu ya pakai naik unta biasanya ketika seorang mengendarai unta selama sebulan dari dari titik A dia bergerak unta ini selama sebulan sampai ke titik B itulah luasnya Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam semua sisinya sama semua sisinya sama artinya ikhwah kalau di sana ada kalau di sana ada sisi bagian timur ada bagian barat ada yang bagian utara ada bagian selatan berarti ya kalau dikatakan semua sisinya sama berarti Sisi sebelah selatannya lebarnya sejauh perjalanan sebulan demikian juga bagian utaranya demikian juga bagian timurnya demikian juga bagian baratnya itu kalau dia dijelaskan di dunia di akhirat nanti kita nggak tahu Nggak tahu apakah ada Timur atau barat tapi Intinya kalau hutnya Rasulullah itu berada di dunia ini maka semua Sisinya itu lebarnya sama yaitu sejauh perjalanan sebulan Air telaganya ini itu lebih putih ketimbang susu dan aroma wanginya lebih wangi ketimbang aroma wangi minyak kasturi yang tersedia gelas-gelasnya bejana-bejana yang digunakan untuk minum itu disediakan di setiap posisi setiap sisi di semua Sisi Telaga ini yaitu jumlahnya sangat banyak Lebih banyak ketimbang bintang di langit Artinya kita dalam bahasa Indonesia untuk menyatakan satu hal yang tidak terhitung jumlahnya maka disebutkan lebih banyak ketimbang bintang di langit seperti misalnya terkadang ungkapan ini disebutkan ya lebih banyak daripada rambut misalnya atau atau bulu yang tumbuh di kulit suatu hewan itu menunjukkan menunjukkan banyaknya jumlahnya walaupun misalnya kalau dikatakan Apakah bisa bintang dihitung bisa aja ya selama seorang masih mau menghitung bisa aja seperti rambut kita ini bisa nggak dihitung Kalau dia mau rajin hitungan satu-satu bisa entah kapan selesainya dia itu intinya pasti bisa dihitung tapi ketika seseorang menyebutkan sangking banyaknya maka saking banyaknya sulit untuk dihitung walaupun bisa dihitung sulit untuk dihitung maka disebutkanlah sebanyak bintang di langit lebih banyak bintang di langit dan lebih banyak daripada rambut di kepala ini menunjukkan bahwasanya banyaknya gelas-gelas yang disediakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sisi Telaga ini sehingga setiap kaum muslimin yang datang maka dia dengan mudah untuk meminum airnya kemudian ikhwah ya serabu minha Falah Ya Allah barangsiapa yang minum air Telaga ini maka dia tidak akan pernah lagi haus selamanya hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim jadi di sini ikhwa ada beberapa sifat daripada telaganya rasulullah yang pertama yaitu luasnya dari semua Sisi itu seluas sebulan perjalanan kemudian airnya lebih putih ketimbang air susu kemudian eee apa namanya aromanya lebih wangi aromanya lebih wangi daripada minyak kesturi kemudian apalagi jumlah gelas-gelas yang Allah sediakan itu lebih banyak ketimbang ketimbang langit ketimbang bintang di langit kemudian barangsiapa yang minum maka tidak akan pernah haus selamanya Jadi kalau kita hitung tadi satu dua tiga empat lima ya lima saya hitung lagi yang pertama luasnya itu seluas perjalanan seluas sejauh sebulan perjalanan yang kedua airnya lebih putih ketimbang air susu kemudian wanginya lebih wangi ketimbang wanginya kasturi kemudian disediakan di sana bejana lebih banyak ketimbang ketimbang bintang di langit kemudian yang minum tidak akan pernah tidak akan pernah haus selamanya di hadis yang kedua Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah SAW bersabda innahudi aba adu Minal ailah Minal adzan bahwasanya telagaku itu luasnya luasnya seperti antara Ila dengan Adam kota ilah ini ada di daerah Yordan tapi daerah sebelah sekitar utaranya atau di sebelah Yordan tapi dia sudah masuk di negara Israel dan dia lebih putih ketimbang salju kalau yang hadis yang pertama Rasulullah menggambarkannya luasnya itu seluas sejauh 1 bulan perjalanan di sini beliau mengibaratkan luasnya itu antara kota ilah dengan kota Aden memang antara kota itu kalau ditempuh ya bulan perjalanan dengan kendaraan pada zaman dahulu Kemudian yang kedua yaitu lebih putih ketimbang susu di hadits ini lebih putih ketimbang salju kita lihat salju snow itu kan putih Nah putih jernih ya dia lebih putih ketimbang salju kemudian lebih lebih manis ketimbang ketimbang madu yang diletakkan di susu dan bejana-bejana yang Allah sediakan siapkan di semua posisi Telaga ini Telaga tersebut ya lebih banyak ketimbang jumlah bintang bahwa dan aku akan menghalang-halangi manusia sebagaimana seseorang menghalang-halangi orang lain menghalang-halangi unta orang lain begini dahulu itu banyak orang-orang yang punya ternak Apakah ternak unta ataukah ternak domba dan pada umumnya ada tempat-tempat yang digunakan untuk untuk minum untuk minum binatang ternak sebagaimana yang sudah kita pahami yang sudah kita ketahui bersama bahwasanya dahulu itu kan menggembala menggembalakan onta artinya unta itu tidak hanya berada Di kandang dia berada di luar kandang di bawahlah ke tempat-tempat yang ada yang ada makanannya yang ada rumputnya juga domba domba terus dikembaliin ketika makanan di satu tempat itu sudah habis dia akan digembahi di tempat yang lain sehingga dia makan di sana Jadi bukan di kandangi seperti kita sekarang untuk ini semua ya untuk ini semua biasanya ada satu tempat tempat disitu berkumpulnya Air pengembala-pembala ini biasanya gantian gantian untuk mengembalai ya menggiring domba-dombanya ternaknya untuk minum selama ini dia selama domba-domba dia ataupun domba-domba mereka atau unta unta Mereka minum maka dia akan menghalangi karena orang lain untuk minum supaya nggak bercampur si pemilik domba yang memang sedang sedang ada gilirannya untuk minum dia akan menghalangi semua domba-domba orang lain jangan sampai bergabung dengan domba Dia memberikan Ikhwan setelah domba ini selesai maka dia akan pergi datanglah giliran yang lain ketika giliran si B ini dia akan menghalangi domba-domba orang lain yang datang dan kata Rasulullah Sesungguhnya aku itu akan mengusir mengusir orang-orang sebagaimana orang-orang seorang sebagaimana seorang pemilik binatang ternak hewan ternak mengusui ternak ternak yang lain agar jangan bergabung dengan ternaknya begitulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam semua manusia akan bergabung di satu tempat sejak Nabi Adam manusia-manusia Nabi Adam sampai manusia-manusia yang secara langsung menyaksikan hari kiamat dikumpulkan di satu tempat mungkin para pemirsa yang mengikuti selalu kajian ini mengingat ketika manusia itu dibangkitkan dari kuburannya semua mereka akan menuju ke satu tempat memenuhi panggilan-panggilan ya mereka akan mendatangi tempat ke arah mereka dipanggil ke annahum semua menuju ke suatu tempat ada yang dibangkitkan meninggal di sebelah timur sebelah barat Tapi semua mereka ketika dibangkitkan semua menuju ke suatu tempat menuju ke tempat kalau di dunia ini saya pernah lihat ketika kita berada di di saat-sangat padat padatnya itu sebelum adzan orang itu akan menuju berjalan semua berjalan menuju suatu tempat adalah satu dua yang yang pulang gitu kan Tapi ketika saat-saat waktunya salat itu semua menuju suatu tempat dari semua Sisi semua Sisi dari yang sebelah utara semuanya menuju di hotel yang sebelah mana yang jauh yang dekat semuanya keluar hotelnya keluar tempatnya menuju ke Masjidil Haram begitu ekor Jadi semua menuju ke suatu tempat sudah bergabung di sana Itulah sebabnya para sahabat bertanya Rasulullah kalau sudah bergabung seperti ini Apakah Anda mengenal kami umat Anda umat Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] ada sebuah tanda yang tidak dimiliki oleh umat yang lain khusus dengan tanda itulah Rasulullah mengatakan mengetahui sekali lagi ada tanda yang Allah berikan pada umat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sehingga dia bisa membedakan mana umatnya dan mana yang tidak umatnya yaitu mereka umatku akan datang yaitu cahaya cahaya yang muncul dari anggota wudhu pada dasarnya warna putih yang ada di bagian kepala kuda muhajal itulah warna putih yang ada di ujung kaki jadi dari mulai di bawah lututnya separuhnya itu ada yang putih ke bawah dan dengan jadi umat Rasulullah umat Rasulullah nanti ketika beliau ketika mereka menuju telaganya Rasulullah bisa bedakan Ah ini umatku wajahnya berzina tangannya berzina kakinya bersinarkan mereka ketika dunia demikian itu hanya ada hanya muncul bagi orang yang berwudhu ketika dia masih hidup ketika dia di dunia sebagaimana sebuah hadis nya nanti umatku dari kiamat akan datang dengan guru dengan cahaya yang terang benderang dari bekas wudhu berarti anggota engkau anggota-anggota wudhunya akan mengeluarkan cahaya dari situlah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengenal umatnya tidak demikian Ikhwan kalau sudah orang berwudhu tentunya salat nggak akan ada orang yang rajin wudhu tapi nggak salat itu merupakan sebuah kelaziman orang umumnya perlu untuk salat Jadi bukan berarti Oh kalau begitu ada Rasulullah tahu umatnya Mana umatnya tidak dikarenakan berwudhu ya sudah kita wudhu saja enggak usah salat nggak begitu maksudnya artinya ketika orang salat orang berwudhu tentunya untuk salat berarti kalau orang enggak Salat dia enggak berwudhu saya bilang itulah tanda yang beliau gunakan untuk membedakan antara umatnya dan umat selain umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam masih diriwayatkan oleh imam muslim dari emas dan perak yang jumlahnya yang jumlahnya seperti jumlah bintang di langit demikian kalau di sini disebutkan abari kizar itu bejana-bejana itu ceret ceret ya Mana yang gelas ataupun cangkir berarti di sana juga ada ada ceret masih diriwayatkan oleh imam muslim diriwayat yang lain ansaubat Jadi Ikhwan imam muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah Beliau juga meriwayatkan dari Anas bin Malik Beliau juga meriwayatkan dari berkata bahwasanya beliau ditanya tentang minumnya apa namanya air minumnya air itu bagaimana mengatakan akhirnya lebih putih daripada susu dan lebih lebih manis ketimbang madu ya demikian ada dua air yang memancar yang Air ini Air ini berasal dari surga satu Pancuran ini terbuat dari emas dan satu lagi terbuat dari perak itulah ikhwah ada empat hadis yang disebutkan oleh penulis ya terkait dengan dengan haud ini itu penulisnya Doktor Umar Sulaiman ya bahwasanya Telaga Rasulullah SAW itu disebutkan beliau secara detail Bagaimana sifatnya Bagaimana ciri-cirinya memberikan Ikhwan jadi kalau kita simpulkan pertama sangat luas di hadits pertama tadi disebutkan luasnya itu kalau seluas kalau kita berjalan dengan berjalan dahulu selama sebulan atau di sini disebutkan dengan ungkapan lain yaitu sejauh dari kota ilah dengan yang kedua yaitu lebih putih daripada susu dalam hadis yang kedua disebutkan lebih putih ketimbang salju kemudian lebih manis dibandingkan madu disebutkan di hadis yang kedua ya dan hadis yang ke-5 juga ya kemudian lebih kemudian lebih wangi ketimbang a Story dan sebutkan di hadis yang pertama Ya tapi nggak ada disebutkan di hadis yang kedua kemudian jumlah cangkir-cangkirnya ataupun gelas-gelasnya sejumlah lebih banyak ketimbang jumlah bintang di langit kalau dalam hadis yang ketiga Sebutkan bukan hanya apa namanya disebutkan ada ceret malahan yang ceret ceretnya itu lebih banyak 5 ya yang keempat terkait dengan minumannya apa cangkir-cangkirnya yang kelima terkait dengan cara-caranya atau mungkin yang dimaksud cangkir di sini adalah kemudian apalagi ya kemudian Barang siapa yang meminumnya maka tidak akan haus selamanya kemudian airnya ini Air legendanya ini itu berasal dari surga dan di sana ada dua Pancuran dua Pancuran satu Pancuran terbuat dari emas dan satu Pancuran dari dari perak dan dengan ikhwah sekitar 8 ya 8 ciri ataupun sifat daripada telaganya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam semoga ini menambah wawasan kita terkait dengan masalah haul yang tentunya ketika kita membahas ini kita ingin lah menggugah Keinginan kita untuk mendapatkan untuk dapat minum untuk dapat menuju telaganya Rasulullah SAW nanti di hari akhirat sehingga tidak bisa minumnya meneguknya dan setelah itu tidak akan mengalami haus selama-lamanya apalagi di saat itu Ikhwan matahari dekat ya matahari sekitar satu mil supaya telah kita Jelaskan seperti yang telah kita Jelaskan di kajian-kajian yang lalu bahwasanya satu Mil Mil dengan jarak mil atau mil dengan maksud adalah tusuk gigi bagaikan ekor Jadi sangat dekat itu sangat kita sangat perlu yang namanya minor dengan minum Telaga ini maka tidak ada karena ada lagi rasa haus selamanya setelah itu tentunya untuk mendapatkan ini semua ya untuk mendapatkan ini semua kita harus benahi diri kita kita harus bekal diri kita dengan beramal saleh dan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan kita memberi kita Taufik untuk beramal sholeh dan diberi Taufik dan nikmat yang lebih besar dari itu yaitu diterimanya amal saleh kita demikian pembahasan pada kesempatan pagi hari ini Bagi anda yang ingin bertanya seputar bahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui telepon di 0218236543 atau mulai pesan singkat di 081989 6543 pertanyaan pertama akan kita bacakan terlebih dahulu dari pesan singkat Assalamualaikum Ustadz Apakah di padang mahsyar akhirat di neraka dan di surga semua manusia sama besar ukuran Fisik mereka Ustad zazakumullah Khairan silahkan pada yang bertanya seperti yang telah kita bahas Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membangkitkan manusia tidak dengan ukuran kita di dunia tapi ukurannya ukuran Nabi Adam yaitu yang ukurannya situ yang tingginya panjangnya 60 hasta kalau kita katakan satu Hasta ini satu Hasta namanya kalau kita kira-kira setengah meter ya kira-kira Ya mungkin lebihlah setengah meter anggap aja setengah meter kita anggap setengah meter berarti kalau 60 hastag sekitar 30 meter sekitar 30 meter itulah tingginya manusia pada saat itu jadi bukan kecil-kecil macam kita sekarang ada yang 150 ada yang 170 ya sekitar Allah Subhanahu Wa Ta’ala membangkitkan anak-anak ada manusia sebesar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan Nabi Adam alaihissalam yaitu jawabannya semoga bermanfaat bagi penanya selanjutnya akan kita coba angkat dari Layanan Telepon halo halo halo halo Waalaikumsalam warahmatullah dengan bapak siapa di mana Pak ada di dalam pertanyaannya Pak pertanyaannya Ini mengenai tadi makan dari ya bagaimana Pak Amalan apa saja Ustadz yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan Telaga hotel tersebut Ustadz silahkan Amalan apa saja yang bisa kita lakukan agar kita mendapatkan pelanggan itu saya tidak mengetahui adanya amalan khusus Saya tidak tahu Apa amalan khusus karena ketika kita mengkaitkan satu amalan khusus dengan ganjalan khusus itu hanya bisa kita simpulkan dengan dalil dengan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tapi sekarang saya nggak tahu ya tidak mengetahui allahu alam adanya amalan khusus untuk mendapatkan tenaga tersebut Namun secara global yaitu amalan-amalan Saleh apa saja meningkatkan ketakwaan kita itu merupakan amalan yang insya Allah akan memberikan kita peluang besar untuk mendekatkan diri kita untuk membuat kita dapat datang dan meminum ke telaganya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan allahualam ketika sahabat bertanya kepada beliau Ya Rasulullah Apakah anda mengetahui kami pada waktu itu beliau mengatakan bahwasanya tahu bahwasanya dari ukuran muhajat yang telah kita jelaskan tadi ya mungkin allahualam dari disinggungnya oleh Beliau tentang adanya Sinar di anggota-anggota wudhu sepertinya allahualam bissawab ini terkait dengan sangat sangat besar kaitannya dengan dengan salat karena beliau Shallallahu Alaihi Wasallam kalau ada seorang yang tidak memiliki horor Hajal yang tidak memiliki Sinar di anggota wudhunya itu dihalangi oleh Rasulullah tidak boleh masuk ya nggak boleh minum Telaga beliau demikian [Musik] secara implisit bisa kita simpulkan allahu alam bahwasanya dengan memperbanyak salat dengan mempertahankan wudhu ya memperbanyak salat dengan tetap berwudhu sebagaimana dilakukan oleh Bilal juga ya beliau sikap kali wudhunya batal dia berwudu lagi Kemudian beliau salat ya semoga ini merupakan amalan yang bisa membuat kita mudah untuk mendekat ke telaganya Rasulullah SAW dan tidak diusir oleh Rasulullah SAW bagi kaum muslimin yang yang adalah muslim tapi dia tak salat tak salat otomatis nggak wudhu Maka segeralah bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dia diakui oleh Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam menjadi umatnya kalau nggak jangan salahkan Jangan sesalib percaya diri sendiri Rasul akan usir dia dari dari Telaga tersebut karena tidak ada ciri-ciri umat Rasulullah pada diri yang mudah-mudahan senantiasa tidak mendapat rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala itu saja kajian kita ya semoga sedikit yang kita bahas tadi bermanfaat untuk membunuh memotivasi kita dan semakin taat kepada Allah semakin bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga kita bertemu di telaganya Rasulullah SAW bukan sebagai orang yang diusir tapi sebagai orang yang bersama-sama meneguk air telaganya Rasulullah SAW demikian itu saja saya unduh diri Abdul Qodir Astagfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Syukron jazakumullah Khairan atas nasehat-nasehatnya yang diberikan pada kesempatan pagi hari ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan dan perlindungan untuk Ustadz beserta keluarga dan kami ucapkan Syukron jazakumullah Khairan atas kebersamaan anda pada kesempatan pagi hari ini kami segenap guru yang bertugas mohon maaf apabila ada kesalahan kami undur diri subhanallah alhamdulillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Ali Nur – Perjalanan Setelah Kematian
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply