Roja TV saluran tilawah al-quran dan kajian Islam kajian Islam ilmiah di R TV dan radio R kitab sahusunah Imam muzani ini merupakan kitab yang sangat luar biasa berharga tentang masalah akidahahimahu taa Imam muzani memaparkan pembahasan-pembahasan akidah dengan ringkas saksikanlah kajian Islam ilmiah di rja TV dan radio ro bismillah alalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah asadu Alla ilahaillallah wahdahuarikalah waadu Anna muhammadan abduhuemerhati di Manun Anda bisa menyimak siaran kami ulillah di kesempatan Sabtu Siang pekan pertama yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abdurrahman thyibs hafidahullah dari kota Surabaya pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab almanzumah arah fil Fi asunah oleh Imam Abul qasim Saad bin Ali bin Muhammad bin alhin azzanjani assyafii dengan Syarah Syekh ABD bin abdulin aladarfahumullah namlamakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di Lan telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al ustazfadol Maskur Ustaz jazakumah kir asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waainuhu waastagfiruh wa naudubillahiu anfusina wiatialina man yahdihillahu Fala mah W yudlil Fala hadalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhuasul ya ayuhina amanaqulaha haqqqa Wun illa wa Anum muslimun ya ayyuhqu aham inahumah itabah muhammadahu Alaihi Wasallam Um [Tepuk tangan] bidah Muslimin pemirsa TV raja dan pendengar radio raja di mana saja berada rahimani warahimakumullah Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab syarah al-mandzumah ariah Fi asunah oleh Al imam azzanjani yang bermazhab asyafi’i ulama Mazhab Syafi’i di abad 5 Hijriah dengan Syarah fadilat Syekh Dr Abdur roq bin Abdul Muhsin Al Abbad albadr hafidahu taala Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan kepada kita keistikamahan dalam belajar akidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti kita sekarang sampai pada bait mandumah atau bait syair yang keempat Al Imam azzanjani asyafi’i rahimahullah berkata wimaanaikin qiminiminimilbi mtadir dan kita diperintahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk berhukum dengan ucapan Allah yang memiliki nama Malik Kemudian beliau Imam zanjani mengatakan Allah qadim Halim alimil Ghaib muktadir kita langsung baca Syarah atau penjelasan dari as Syekh Abdur razq bin Abdul Muhsin alabad albadr hafidahullah taala beliau mengatakanu waimaana Allah subhanahu wa taala mewajibkan kita untuk berhukum dengan FirmanNya dan kita diperintahkan untuk berpedoman dengan firmannya segala urusan kita wjaana Fi masailina wailfina dan Allah menjadikan al-qur’an FirmanNya sebagai landasan dalam berbagai permasalahan-permasalahan kita Bahkan dalam perselisihan di antara kita dan ini yang Allah firmankan dalam surat Annisa ayat 59 ya ayyuhalladina amanu atiullaha wa atiur Rasul waulil Amri minkum fainanum fiin farudduhuallahiasul inkuntum tuna Billahi walumil akhirikairun wa Ahsan takwiah Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah kata Al Imam IBN kir Ikutilah kitab Allah yaitu alquranulim danati ras kata IB kireg erat sunah rasul wasam Danul pemimpin Diantara Kalian kemudan kata Allah selisih tentang suatu permasalahanuduallahiasul Kembalikanlah kepada Allah kata Mujahid murid Abdullah bin Abbas Radiallahu anhuma dari kalangan ulama tabiin ulama tabiin yang bernama Mujahid berkata kembalikan kepada Allah a kitabi kembalikan kepada al-qur’an Kembalikanlah kepada rasul a kepada sunahnya rasul Sallallahu Alaihi wasallam ini kewajiban setiap muslim dan muslimah menjadikan al-qur’an dan juga sunah rasul Sallam sebagai pedoman hidupnya dan Allah berjanji Yang berpegang teguh dengan al-qur’an dan juga sunah rasul S wasallam tidak akan tersesat selama-lamanya Allah berfirmananaba Hudaya Fala Yad W Barang siapa yang mengikuti petunjukku kata Allah dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara selama-lamanya dan itu yang juga Rasul tegaskanah Aku tinggalkan kalian dua hal yang jika kalian berpegang teguh dengannya tidak akan tersesa selama-lamanya kitaballah wasti inilah maasal muslimin yang selayaknya untuk kita pahami dan terus kita Tanamkan dalam diri kita bahwa anya kita sebagai seorang muslim hanya berpedoman dengan Q allahah firman Allah waqala Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam terutama dalam perselisihan kalau ada pendapat apalagi masalah akidah ya yang berbeda yang berselisih maka kembalikan kepada apa kata Allah apa kata Rasul Sallallahu alaii wasallam dan tinggalkan semua pendapat Semua ucapan pernyataan ya yang menyelisihi al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam karena Allah berfirman baial tidaklah setelah kebenaran kecuali kesesatan dan Allah mengatakan alhaqubika kebenaran dari rabmu dari Alquran dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka yang menyimpang yang menyelisihi al-qur’an dan Sunah maka itu kata Allah ya kesesatan ini sikap bijak seorang muslim dalam mengarungi bahtera kehidupan yang fana ini kata beliau kaulullah waul Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam pedoman hidup seorang muslim apalagi dalam perselisihan hanya firman Allah dan sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam firman Allah Sabda Rasul pasti hak pasti benar Adapun ucapan manusia logika manusia bisa keliru kemudian Imam azzanjani berkata tadi malikin al-qur’an adalah ucapan malikin ini salah satu nama Allah fibatul Illahi tabaraka wa taala Imam azzanjani mengatakan tadi kita diwajibkan berhukum dengan ucapan malikin yaitu Allah subhanahu wa taala di dalamnya ada penetapan sifat alquul ucapan ataupun firman Allah ya seorang muslim muslimah wajib meyakini Allah punya sifat alkalam wallahu Musal Allah berbicara dengan Nabi Musa Allah juga berbicara dengan malaikat jibril dengan para malaikat Allah berbicara dengan Nabi Adam Allah berbicara dengan nabi kita Muhammad S wasam ketika Isra Wal Mikraj kita yakini Allah punya sifat alkalam dan tentunya kaidah Ahli Sunah mengatakan tetapkan tanpa menyerupakan Allah punya sifat kalam namun tidak sama dengan dalam almakhluk Allah subhanahu wa taala berfirman Allah subhanahu wa taala berkata dan FirmanNya ucapannya perkataannya tidak sama dengan perkataan makhluk Lais kamun wahua samiul bir tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi maha melihat ini kaidah ahlus sunah dalam tauhid asma wasfat berpegang dengan FirmanNya surat Asura ayat ke-1 tidak ada yang serupa dengan Allah ini mensucikan Allah dari penyerupaan terhadap makhluk Dan Dia Maha Mendengar lagi maha melihat ini menetapkan nama dan sifat Allah maka kalau digabung tetapkan semua nama dan sifat Allah tidak boleh menyerupakannya dengan makhluk tanziihun bilatil mensucikan tanpa menafikan wahuiul bir menetapkan tanpa menyerupakan ini pertengahan Ahli Sunah dalam tauhid asma wa sifat tidak seperti kelompok musyabihah yang menyerupakan sifat Allah dengan makhluk mengatakan misalnya nama Allah atau sifat Allah sama dengan sifat makhluk ini kufur Akbar demikian pula ahlusunah tidak sama dengan muatilah yang menafikan menolak mengingkari nama ataupun sifat Allah subhanahu wa taala ahlusunah menetapkan semua nama dan sifat Allah sesuai dengan dalil al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tapi tidak menyerupakan jayangan almakhluk ya di antaranya sifat alquul sifat alkalam firman Allah ucapan Allah subhanahu wa taala tidak sama dengan ucapanah dan di antara firman Allah di antara ucapan Allah adalah al-qur’anul Karim ya al-qur’anul karim kalamullah Allah berfirman dalam surat attaubba ayat yang keen Wain ahadun Minal musyrikinajaroka fairu Hatta yasmaamallah Apabila ada seseorang dari kaum musyrikin Meminta perlindungan kepada engk nabi Muhammad Lindungilah dia sampai dia mendengarkan kalamullah yang dibaca oleh Rasul sallahuaii wasallam yang dibaca oleh para sahabat itu adalah kalamullah ya Alqur’an itu kalamullah sebagaimana juga yang dikatakan oleh Imam at thaawi rahimahullah taala dalam alqidah thaawiah Beliau mengatakan waal Qur sesungnya alquranamah Darin berasal tanpa kita menyerupakan nama Allah dengan tanpa kita menyerupakan perkataanucapan Allah dengan perkata makl ya tanpa membagaimanak tanpa menyerupakan dan Allah turunkan kepada rasulnya sebagai Wahyu dan dibenarkan oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang beriman meyakini bahwasanya Alquran adalah kalamah secara hakiki dan tidak serupa dengan ucapan manusia kata siapa mendengar Alquran lalu dia mengatakan mengklaim Alquran adalah ucapan manusia maka dia kafir sepakat ahlus sunah mengatakan yang mengatakan Alquran makhluk maka dia kafir bahkan kata imamawi lagi Dan Allah telah mencel Allah telah mengancam orang yang mengatakan Alquran makhluk dengan FirmanNya aku akan memasukkannya ke dalam neraka sakar naubillahak wa taala dalam ucapan Imam azanjik terdapat penetapan sifat ucapan bagi Allah Taala Allah berfirman Allah berkata sesuai dengan kebesarannya seperti dalam firmannyau Allah yang mengatakan kebenaran surah alahzab ayat ke4 ucapannya semuanya Benar Allah berfirman Siapakah yang lebih benar ucapannya daripada firman Allah dan rasul dalam khutbatul Hajah mengatakan Fa asqal had kitaballah ucapan yang paling benar yang paling jujur adalah FirmanNya Allah subhanahu wa taala Makanya kalau mau cari kebenaran kembali kepada al-quranul Karim setiap yang menyelisih al-quran maka itu adalah ucapan yang batil yang sesat contoh tentang masalah lah tauhid asma was sifat Allah subhanahu wa taala dalam tuuh ayat mengatakan Arrahman alat asistawa Allah istawa di atas Arsy kata Mujahid dari ulama tabiin istawa artinya ala tinggi di atas arasy maka yang mengatakan Allah tidak istiwa tidak tinggi di atas arasy maka itu adalah ucapan yang batil karena menyelisihi Alquran alqur semuanya H yang menyelisih Alquran pastitil kemudian Imam aanjani dalam bair yang ke tadi menyebutkan beberapa nama-nama Allah dan sifat-sifat Allah kenapa Imam azj menyebutkan nama-nama Allah setelah mengatakan kita diperintahkan untuk berhukum dengan FirmanNya yang dia memiliki nama Malik Halim muktadir itu di antara Makna yang tersirat adalah litzim liihi agar Manusia mengagungkan al-quranul Karim mengagungkan FirmanNya bukan malah melecehkannya bukan malah meninggalkannya bukan malah menyelisih ataupun menentangnya dengan akalnya logikanya perasaan ataupun hawa nafsunya ini sekali lagi beliau menyebutkan nama-nama Allah setelah menjelaskan wajibnya berhukum dengan FirmanNya untuk mengagungkan al-qur’anul Karim dan di antara mengagungkan al-qur’an menjadikannya sebagai pedoman hidupnya menjadikannya sebagai dalil dalam dia beragama terutama dalam masalah alqidah wa taa dan bahwasanya FirmanNya ucapannya tidak sama dengan ucapan siapun dari makhluk a ya Sekali lagi beliau menyebutkan beberapa nama Allah dalam bait syair yang keempat ini untuk mengingatkan bahwasanya firman Allah ucapan Allah kitabullah tidak sama dengan ucapan siapun dari manusia W makna Ahad Salaf alfarqu kalamillah Dan inilah makna dari ucapan salah satu dari ulama Salaf bahwa perbedaan antara kalamullah firman Allah ucapan Allah perbedaannya dengan ucapan manusia seperti perbedaan antara Allah itu sendiri dengan makhluk bedanya seperti Al dan makhluk makanya tadi yang mengatakan al-qur’an makhluk maka dia kafir karena dia menyerupakan alkaliq dengan almhu hadadzi liajlihi saradal musanif rahimahullah jumlatan min asmail Al Husna wasfati aladimah sekali lagi inilah Makna yang tersirat dari disebutkannya nama-nama Allah di poin ataupun bait kusi yang keempat ini tentang firman Allah bahwasanya kita diwajibkan untuk berhukum dengan Hukum Allah dengan firman Allah dalam segala bidang kehidupan ini ya di antaranya karena Allah yang memiliki Firman tersebut memiliki nama-nama ya di antaranya Malik yang maha kuasa nanti akan disampaikan makna-maknanya kemudian itu lanjutan bait yang k memiliki nama-nama tadi Malik Halim alimaib muktadir Sami Basir Wahid ya ini menunjukkan atau mewajibkan untuk dia diagungkan berserta FirmanNya dan agar manusia tahu kedudukan kalam agar tidak didahulukan ucapan siapun di atas firman Allah seperti yang Allah firmankan dalam surah al-hujurat ayat yang pertama Ya ayyuhalladzina amanu la tuqaddimu Baina yadaillahi wa rasulih Wahai orang-orang yang beriman jangan kalian mendahulukan ucapan siapun di atas firman Allah dan sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini termasuk minhaj alfirqatin najiah Al najahamahiul Manhaj firq najiah mereka tidak mendahulukan ucapan siapun di atas firman Allah dan sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam entah ucapan Profesor Doktor ucapan Kiai Ustaz ya Atau ucapan seorang Alim kalau jelas-jelas bertentangan dengan Q Allah waqa Rasul wajib ditinggalkan ucapan ya Selain ucapan Allah dan Rasul S wasam tersebut kemudian dibahas oleh as Syekh Abdur razqu rahimahullah malikin dalam bait yang keempat tadi Imam zanjani menyebutkan beberapa nama Allah di antaranya Malik almalik Wal Malik Wal Malik k Asmana ya Ada tiga nama yang mirip ya maknanya kurang lebih sama Namun beda redaksi yang pertama Malik dengan dipanjangkan mimnya Malik kemudian almalik dipanjangkan lamnya almalik ya kemudian almalik pendek makanya dalam qiraah Maliki yaumiddin kata Pak ulama ada dua ada yang panjang Maliki yaumiddin ada yang pendek Maliki yaumiddin ini sesuai dengan qiraah yang Masyur di antara para alqur wallahuam Wam asma Quran tiga nama tadi almalik almalik almalik itu semuanya tercantum di dalam al-quranul Karim dan Syekh Abdur Razak bin Abdul Muhsin alabbad albadar hafidahullah taala punya buku khusus fikih alasmaul Husna fq Al asmaal Husna dan Alhamdulillah sudah lama kita Terjemahkan bersama penerjemah yang lain ya alhamdulillah itu sangat bermanfaat buku ya fikih asma Husna oleh Syekh dr Abdul roazak bin Abdul musabbab di anaranya disebutkan tentang nama-nama ini almalik almalik alna makna tiga nama tersebut yaitu zat yang memiliki semua sifat-sifat keagunganal dan semua sifat-sifat kesempurnaan dari kesempurnaan sifat kekuatan kemuliaanr kekuasaan walmi sifat ilmu almuhid yang mencakup yang sangat luas dan hikmah yang sangat luas Alil lillah Azza waalla dan masih banyak lagi sifat-sifat yang sempurna yang agung yang dimiliki oleh Allah Azza waalla jadi itu secara global makna almalik almalik almalik zat yang menguasai memiliki Ya semua sifat-sifat kesempurnaan dan keagunganah a tiga nama tadi almalik almalik almalik itu mengandung sifat almulk ya kekuasaan kalau terjemahannya sifat almuluk tadi itu ada tiga maknanya yang pertama sifatul Mulki nama almalik almalik ya almik itu sekali lagi sifatnya almul dan sifat Muluk di sini ada tiga maknanya yang pertama sifat Muluk yaitu sifat kesempurnaan kekuatan kemuliaan kekuasaan ilmu dan lain-lain yang maha sempurna yang kedua dan makna almulk yang kedua bahwasanya semua makhluk ini adalah ya milik Allah subhanahu wa taala dan mereka senantiasa butuh kepada Allah seperti yang Allah firmankan Ya ayyuhanasu antumul fuqallah wahai manusia Kalian adalah orang-orang yang fakir kepada Allah wallahaniul Hamid dan Allah yang Maha kaya lagi maha terpuji yang ketiga annaahu tabaraka Wa taalaad an makna almulk yang ketiga Bahwasanya Allah subhanahu wa taala yang pengaturannya berlaku bagi semua alam semesta ini artinya Allah yang almujabir Allah yang menguasaian Allah yang mengatur alam semesta ini Allah yang makdirkan di dalam kekuasaan ini sesuai dengan apa yangendakiya apa yang Allah Kendi pas teradi dan apa yang tidak Allah kend tidak mungkin terjadi karena Allah karena allahik Allah ya mereka lahu tabaraka wa taala fial Mulki Al hukmul qadari Wal hukmus Syari Wal hukmul Jaz Allah subhanahu wa taala di dalam kekuasaannya miliki tiga hukum hukum alqadari hukum takdir Ya Allah menimpakan musibah misalnya Allah menimpakan kenikmatan ini ini semuanya masuk dalam kategori mulkullah kekuasaan Allah yang kedua alhukum Syari hukum syariat Allah buat hukum syariat itu karena Allah almalik Allah yang maha berkuasa demikian pula Wal hukum jazai hukum balasan di akhirat ya semuanya Karena Allah Namanya almalik almalik atau Al ini semuanya masuk dalam kategori kekuasaan Allah subhanahu wa taala kemudian Imam azzanjani menyebut kata qadim ya wimanaikin qim sekarang dibahas Apakah qim itu termasuk nama allah termasuk alasmaal Husna kata Syekh waim alqim asmaahi alusna ya kata-kata alqadim bukan termasuk nama Allah yang mulia yang alhusna tidak dimutlakkan atas Allah kecuali sekedar untuk mengabarkan Mas muslimin ikhwani fillah wwati rahmanahimakumullah sedikit agak mendalam kata para ulama masalah ya yang berkaitan dengan Allah Azza wa Jalla itu ada tiga babnya bab nama seperti Al alhakim almalik tadi Arrahman arrahim itu adalah nama Allah dan itu harus berdasarkan al-qur’an atau sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tidak harus ya al-qur’an kalau ada hadisnya cukup untuk menetapkan nama Allah seperti atayib seperti almuhsin seperti aljamil itu nama-nama Allah yang hanya tercantum dalam al-hadis tidak ada dalam al-qur’an ahlusunah menetapkan semua nama yang ditetapkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis meskipun Sekali lagi Tidak ada ayatnya ya karena alhadis dalam segi dalil sederajat dengan al-qur’an sebagaimana yang disabdakan oleh Rasul Sallahu Alaihi Wasallam inni Quran wlahumaah aku diberikan yang semisal dengan al-qur’an yaitu alhadis Maka kalau hadis menetapkan nama atau sifat Allah Meskipun tidak ada ayatnya maka itu cukup sebagai dalil untuk kita menetapkannya Adapun nama alqadim tidak ada ayatnya ya kemudian Al asifat ya sifat Allah itu tidak boleh ditetapkan kecuali dengan dalil ayat ataupun hadis seperti sifat tadi almulk kekuasaan Allah itu terkandung dalam nama allah almalik allah punya sifat tadi istawa dalilnya mana ada tu ayat arrahmanawa di dalam Surah Thaha ayat keelim alhadid ayat ke4 Allah punya sifat wajah dalilnya dalam surat Arrahman bahkan kedua tangan Allah terbentah kita wajib menetapkan sesuai dengan apa adanya bab nama dan sifat Allah harus ada ayat ataupun hadisnya yang sahih itu bab nama dan sifat kemudian yang ketiga ada namanya Babul khabar mengabarkan tentang Allah ya Misalnya dikatakan Allah itu as yang membuat alam semesta kata-kata As enggak ada dalam ayat gak ada dalam alhadis maka ini bukan masuk dalam kategori nama ataupun sifat karena kalau nama dan sifat butuh dalil ayat atau hadis Adapun sekedar mengabarkan dan hal itu tidak mengandung kekurangan dalam diri Allah atau bagi Allah subhanahu wa taala maka tidak mengapa ya sebagaimana kata-kata Al as alqadim ini bukan nama Allah bukan sifat Allah namun mengabarkan Allah itu zat yang dulunya sudah sudah ada seperti tadi Allah ason ason Allah yang membuat shiul alam ya itu boleh cuma sebetulnya yang lebih utama pakai nama Allah Allah alkaliq ya Allah yang menciptakan alam tapi seandainya pun dikatakan Allah SH tidak mengapa ini Min Babil khabar mengabarkan saja sesuatu yang berkaitan dengan Allah yang di situ tidak ada unsur ya kekurangan aib bagi Allah subhanahu wa taala Allah itu jail yang menjadikan jailul malaikat Allah yang misalnya tadi SY ya akbarahadah demikian pula di sini Allah subhanahu wa taala dikabarkan dengan qadim yang sudah ada sejak dahulu qadim bukan nama Allah karena memang tidak ada ayat atau hadis tentangnya wa Inama Min asmaii tabaraka wa taala alaal kalau mau nama Allah yang ada dalilnya yang semisal atau yang mirip ya sama namun tak serupa yaitu nama alawalu dan dalam surah al-hadid ayat yang ketiga Allah mengatakan hual awal Wal akhir wahir Wal batin Rasul mentafsir kas sendiri apa itu alawwal Allahumma Antal awalu falaisa qoblakaai Ya Allah engkau adalah zat yang maha pertama yang tidak ada ya sebelummu sesuatu Apun itu yang lebih tepat kalau menyebut Allah ya dengan namanya al-awwal sedangkan alqadim itu Sekali lagi bukan termasuk nama Allah kemudian juga perbedaan antara alaal walqadim kalau alqadim itu bisa jadi Sudah didahului oleh sesuatu yang sebelumnya ya misalnya ya Misalnya ini ada ya aljawal ya ini jawal qadim sudah dahulu tapi bisa jadi ada sebelum ya HP ini yang Ana miliki ya Sekali lagi misalnya Ana mengatakan H jawalun qadim ini adalah HP yang dahulu kata-kata qadim ini bukan berarti yang pertama sekali bisa jadi didahului oleh yang sebelumnya beda dengan nama alawal alawal zat yang maha pertama enggak ada sebelumnya Maka sekali lagi kalau mau menetapkan nama pakai alawal alqadim tidak ya Ada dalilnya dan yang kedua maknanya berbeda dengan alawwal alqadim bisa jadi dia yang dahulu tapi ada yang lebih dahulu darinya sebagaimana firman Allah sehingga dia kali seperti yang terdahulu itulah mereka mengatakanq yangu ada dua macam kata-kata alqidam yang dahulu ada dua macam mutl secara mutlak Ada pula wisun yang relatif Adapun nama Allah alaal maka ini tidak ada sesuatu yang sebelumnya seperti yang Rasul sabdakan tadi Allah Antal Ya Allah engulah yang Maha pertama tidak ada sebelummu sesuatu Apun W Imam atawi rahimahullah alu akahiabak wa taaqq rahimullah Q Bil oleh karena itulah Al Imam atawi rahimahullahu taala ketika beliau menyebut nama atau menyebut ya kata-kata alqadim untuk Allah dalam kitabnya yang Masyur akidah thahawiah ya Saya ulangi lagi ketika imam thahawi rahimahullah menyebutkan kata qadim untuk mengabarkan tentang Allah beliau iringi dengan kata-kata qim Allah itu sudah ada sejak dahulu tanpa ada awal mulanya itu qimun ditambahi bila Sekali lagi kata-kata qadim bukan nama Allah subhanahu wa taala namun boleh untuk sekedar mengabarkan cuma lebih baik pakai kata-kata Allah sudah ada sejak dahulu tanpa ada permulaannya bila tidak ada sebelumu sesuatu apapun Fa bila ibtida h ihtiat e kata-kata bila ibtidain ini untuk mencegah Ya kata-kata Allah sudah ada sejak dahulu barangkali orang memikirkan qadim itu ada sesuatu sebelumnya maka di ya iringi dengan kata-kata Allah qadim bila ibtidain tanpa awal mu tanp awal Mul Wa Ta sekali lagi kata-kataim beda dengan alaal yang pertama dari segi dalil kalau alaal ada dalilnya surah alhadid ayat keal sedangkan qim tidak adailnya Entah dari ayat ataupun hadis yang sahih yang kedua makna alawwal beda dengan alqadim alawwal itu sudah ada sejak dahulu tanpa ada sesuatu yang ya dahuluinya sedangkan qadim bisa jadi ada yang mendahuluinya waamalqim Q yakunu mutlaqon waq yakunu musbaqon atau masbukonan Ya seperti yang dibagi tadi kata-kata alq ada dua macam yang mutlak yang tidak didahului dengan sesuatu sebelumnya atau yang relatif dia ituim namun dulunya sudah ada yang lain yang mendahuluinya makanya Imam mengatakan Allah itu sudah ada sejak dahulu tanpa permulaan S Syekh alamah Al Imam Abdul Aziz bin B rahimahullah ketika menjelaskan ucapan Imam thahawi dalam akidah thahawiyah beliau mengatakanu lam asmaillahi alusna kata alqadim tidak ada dalam deretan nama-nama alhusna artinya tidak ada dalam ayat ataupun hadis karena Babul asma wasfatifiun bab tentang penetapan nama dan sifat Allah taifi butuh dalil dari ayat ataupun hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana kata Imam Ahmad rahimahullah lausah Bim was nasahu Wasi wasah Allah tidak boleh disifati kecuali dengan apa yang Allah sifatkan dirinya dengannya atau yang disifatkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan kita tidak boleh melampaui batasan al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan rasul Sai wasam pernah mengatakan dalam Aat doa beliau Allahumma inni asal [Tepuk tangan] ya Ya Allah aku memohon kepadaMu dengan semua nama yang engkau milikis yang engkau namakan dirimu dengannya artinya tidak boleh kita menamakan Allah dengan apa selera kita sendiri kita namakan Allah dengan apa yang Allah namakan dirinya dengannya dan itu tidak mungkin bisa kita ketahui kecuali lewat wahyu ilahi al-qur’an ataupun sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Samita bihi nafsak makanya para ulama ketika membahas penyimpangan dalam tauhid asma wa sifat di antaranya menamakan Allah dengan nama yang Allah tidak namakan dirinya dengannya ini bentuk kurang adab kurang ajar kepada Allah subhanahu wa taala Walillah [Tepuk tangan] Allah memiliki nama-nama yang paling baik maka berdoalah Dengan menyebut nama Allah tersebut dan tinggalkan kata Allah orang-orang yang menyimpang dalam nama-nama Allah diantara yang menyimpang yau tadi menamakan Allah dengan nama yang tidak tercantum dalam al-quran dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam naubillahalik kata Syekh Abdul rahimahullah kata alqadim tidak termasuk dalam deretan nama-nama Allah alhusna Al as rahimullah seperti yang dijelaskan oleh alimam Ibnu Abil alhfi dan yang lainnya namun nama alqadim itu disebut banyak oleh ulama ahlil kalam ulama-ulama yang hanya menetapkan akidah lewat akal semata ini kelompok sesat kelompok Ahlul kalam yang telah dikecam oleh ulama-ulama ahli sunah Wal Jamaah bahkan Imam assyafii rahimahullah mengatakanul binwairahu lebih baik orang itu diuji dengan berbagai macam dosa selain Syirik daripada dia diuji dengan dosanya ilmu alkalam lebih bayak lebih fatal lebih besar dosanya ilmu alkalam ya ilmu ahlil kalam ulama kalam mereka menetapkan ya Sesuai dengan hawa nafsu mereka sendiri tanpa berpegang dengan qallah waqasul Sallallahu Alaihi Wasallam wa asma allahifiah sedangkan nama Allah itu taifiah harus berdasarkan dalil seperti yang kita Jelaskan tadiiz tidak boleh menetapkan sesuatu dari nama atau sifat Allah tanpa dalil-dal al-qur’an atau sunah rasul Sallahu alaii wasallam yang sahih Waji tidak boleh menetapkan nama atau sifat Allah hanya berlandaskan akal seperti tadi kelompok ahlu alkalam ya seenak Ya pikiran logika mereka padahal ini masalah gaib tidak kita tahu itu nama Allah ini sifat Allah kecuali dengan dalil al-qur’an maupun sunah rasul Sallallahu Alaihi wasam dan hal ini telah di tegaskan dijelaskan oleh banyak dari para imam-imam ahlusunah dari kalangan para Sal kata-kataq tidak menunjukkan makna yang diingan sebulnya ah mereka gagal paham juga tentangq itu menendi dari kataq Allah sudah ada sejak dahulu kalah padahal kata-kata alqadim bisa jadi Sudah didahului oleh yang yang lainnya seperti dalamman Allah sehingga bulan itu kembali kepada tandanya yang terdahulu bulan kan Ya mulai dari kecil kemudian membesarmembesar dan kembali lagi nanti seperti itu W kata alqim ketika untuk mengabarkan tentang Allah harus ditambahi dengan kata-kata t Allah qadim sudah ada ya bila I tanpa permulaanakak asma alhusna namun tidak boleh nama alqadim atau kata alqadim dimasukkan ke dalam deretan alasmaul Husna karena alasmaul Husna tadiifiah harus berdasarkan Rasul sahui wasallam qadim tidak boleh dimasukkan ke dalam alas Husna karena tidak ada dalilnya entah jadii al-qur’an rja TV saluran tilawah al-quran dan kajian Islam simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah ikhat islamzakumullah para pemerhati raja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami kami mohon maaf di kesempatan tadi koneksi kita terputus Alhamdulillah kita sudah tersambung kembali dengan Al Ustaz dan kami persilakan kepada Al Ustaz untuk menyampaikan kembali Nam tafadol Ustaz baik jazakumullah Khairan Iya kesimpulan dari pembahasan tadi bahwasanya qadim bukan termasuk nama Allah karena tidak ada dalilnya baik dari ayat ataupun hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang sahih demikian itanya itu bisa jadi dia yang terdahulu tapi bisa jadi didahului oleh yang lainnya itu tidak sama dengan firman Allah hual Aal atau tidak sama dengan nama Allah alawal yang pertama atau yang zat yang maha pertama yang tidak ada sebelumnya kemudian maal muslimin pemirsa TV r dan pendengar di man berada rahimahimakumullah imam azzanjani tadi menyebut nama Allah yang lainnya ya dalam bait yang keempat tadi nama Allah Halim rahimullah Halim alhim asma alhusna alhim termasuk nama Allah alhusna kenapa disebut dinamakan atau dimasukkan ke dalam alasmaul Husna karena ada dalilnya mana dalilnya firman Allah Surah Albaqarah 235 wlamu annallaha gurun Halim ketahuilah Bahwasanya Allah maha pengampun lagi maha penyantun ya Sekali lagi ahlus sunah tidak menetapkan nama atau sifat Allah kecuali kalau ada dalilnya dari al-qur’an atau hadis rasul yang yang sahih makna alhalim yaitu zat yang memiliki sifat ya penyantun yang sempurna yang mencakup semua makhlukNya yang mirip dengan makna Allah mengasihi Allah menyayangi yumhilil Kuar Wal us di antara ya atau sifat Allah Maha penyantun Allah memberikan tenggang waktu kepada orang kafir dan juga ahli bidah dan juga ahli maksiat Meskipun mereka berbuat kekufuran kebidahan kemaksiatan Bahkan mereka menentang dakwah yang hak ya tapi Allah kasih mereka tenggang waktu tidak langsung diazab oleh Allah itu termasuk hmullah termasuk ya maha penyantunnya allah subhanahu wa taala bahkan kata para ulama ketika mentafsirkan surah alburuj [Tepuk tangan] ya sesungguhnya orang-orang yang menyiksa orang-orang yang beriman kemudian mereka tidak mau bertobat maka bagi mereka azab jahanam kata para ulama tafsir dari kata-kata kemudian mereka tidak mau bertauat artinya Allah masih membuka pintu tobat bagi mereka yang menyiksa orang-orang yang beriman contohnya dalam kisah asabul ukud demikian pula orang-orang Yahudi yang membantai kaum muslimin di Palestina misalnya Semoga Allah subhanahu wa taala menolong saudara kita di Palestina dan menghancurkan orang-orang alahudah Allah masihberikan tenggang waktu barangkali mereka mau tobat tidak langsung diazab oleh Allah Allah berikan tenggang waktu mereka diberikan tenggang waktu ya namun kalau mereka tetap di atas kekafirannya di atas kezalimannya di atas kebidahan kemaksiatannya enggak mau tobat Awas azab Allah sangat pedih oleh Kara itulah para ulama mengatakan Allah yumhil wala yuhmil ini dalam segi bahasa ya ini sangat indah Allah yumhil Allah memberikan tenggang waktu tidakah langsung mengazab namun Allah La yuhmil namun Allah tidak akan mungkin melalaikan la tahsaballah Gilan ammaimun Allah mengatakan eh jangan pernah mengira Allah lalai atas perbuatan orang-orang yang zalim contoh misalnya Firaun pemimpin yang sangat kafir yang sangat zalim Ya Allah ber waktu enggak langsung diazab namun kalau sudah waktunya azab Allah sangat sangat pedih naubillahi itu Diar sifat penyantunnya Allah subhanahu wa taala Allah allahuar sebagai seperti Allah firmankan dalam akhir surat juga sesunggnya mereka orang-orang kafir membuat makarmakar jahat ya Allah balas makarmakar Allah makail yaangakersar berilah tenggang waktu kepada orang kafir Bersabarlah kami berienggang waktu sedikit ya namun kalau mereka tidak mau bertat azab Allah pasti sangat dahsyat seperti yang Allah firmankan juga dalam surat ketika mereka lalai dari peringatan kami kami bukakan pintu-pintu dunia mereka menguasai harta jabatan dan seterusnya namun ketika mereka sudah apa dalam Puncak kesenangan mereka kezaliman Mereka kami siksa mereka ya maka ingat firman Allah tadiah Ma muslim dan pendengarak tidak langsung menyak SS Allah berska m taala Ini Salah satu sifat penyantunnya Allah Azza W Inah Sesungguhnya Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak jatuh ba kalau langit dan bumi itu terjatuh tidak akan mungkin ada yang bisa menahannya ya siapun setelah Allah subhanahu wa taala innahuana haliman gur Sesungguhnya Allah Maha penyantun lagi maha pengampun Semoga Allah subhanahu wa taala meliputi kita dengan rahmat dengan ya sifat penyantunnya dan semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa kita insyaallah kita lanjutkan bait syair yang keempat ini pada pertemuan yang akan datang wallahu taala wa Nam jazakahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan hukum Allah namat islamakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui PES di casat WhatsApp di nomor 0819896543 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat dari Pak efizal asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz saya izin bertanya apa maksud dari ayat ke-30 dalam surat al-anbiya bahwasannya langit dan bumi dahulunya menyatu kemudian Allah memisahkan mohon nasihatnya Ustaz jazakallahu Khairan Nam wallahuam ya perlu kita muraja wallahuam Nam syr Ustaz atas Jawabannya n islamakah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di l telepon 0218236543 ya silakan Halo Ya silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung masih kami buka kesempatan diilan telepon 021 8236543 6am Ya silakan Halo baik terputus kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat kembali baik kita bacakan pertanyaan yang sudah masuk di kesempatan ini ya kalau sudah ada telepon silakan ya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya silakan sudah masuk Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan bapak siapa di mana dengan Pak Ahmadi di Tangerang Pak Ahmadi di Tangerang silakan Pak saya mau bertanya masalah dekatnya Allah itu yang dekat tuh apanya rahmatnya atau apanya gitu Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz Nam wabarakatuh Iya yang pertama Allah subhanahu wa taala berfirman wahnu araihil warid Dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya kata para ulama Allah dekat dengan hambanya bukan berarti nempel bukan berarti dempet dengan hambanya kata-kata dekat ya tidak selalu itu berdampingan ya sebagaimana contoh ya kita katakan Pulau Lombok itu dekat dengan pulau Jawa dibandingkan dengan pulau Sumatera ya kata-kata Dekat tidak harus nempel ya Kita yakin bahwasanya Allah Maha maha dekat ya Allah Maha dekat namun dekat bukan berarti ya sejajar apaupun berdampingan Allah berfirman wa I apabila hambaku bertanya kepada engkau Nabi Muhammad Jawablah diriku dekat aku mengabulkan orang yang berdoa kepad Kita ini Allah Maha dekat dengan hamba-nya namun dekat bukan berarti ya bersampingan berdampingan dengan makhluk makhlukNya wallahu taala alam Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya Pak Ahmadi yang berada di Tangerang kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat kembali baik pertanyaan dari hamba Allah yang tidak menyebutkan namanya ya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Ustaz apakah sikap kesal kita selalu mengingatkan salat kepada keluarga tapi selalu dibantah Apakah ini dibenarkan bila kita mendiamkan keluarga dalam kelalaian tersebut mengingatkan pun secara pelan karena keluarga belum tahu syariat mohon nasihatnya Ustaz jazakallahu Khairan Nam baik kita harus ingat firman Allah yang berkaitan dengan kisah Lukman yang mewasiati yang menasihati putranya ya bunayya Aim shata wamur Bil Ma’ruf Nam ikhwaat Islam wzakumullah Berikut kita akan simak kembali penjelasan dari jawaban Ustaz silakan Ustaz n Halo bisa lanjut baik mohon maaf karena ada gangguan sinyal kita lanjutkan sedikit Allah berfirman tadi Wah Putraku Dirikanlah salat tegakkan amar dan mungkar dan Bersabarlah kewajiban kita sebagai seorang muslim melaksanakan perintah Allah meninggalkan larangan Allah tapi tidak cukup hanya untuk diri kita maka perintah Allah melaksanakan Amar MK apagi kepada keluarga dekat kita maka tetap kita laksanakan Amr mungkar wataw bilhaq Waw dan kata Allah wasbir bersabar bersabar ketika mereka masih belum bisa menerima atau mungkin bahkan lebih dari itu tidak mau menerima bahkan menentang bahkan memperolok tetap bersabar Insyaallah pahalanya semakin besar di hari kiamat in jaala kata Rasul Sallallahu alaii wasallam besarnya pahala tergantung besarnya usah maka terus kita apa nasehati kita sampaikan dengan cara yang baik ya dan banyak juga berdoa Allah semoga mereka dayaya Adapun setelah itu W Kecu hanya sekedar menyampaikan wallahu taala Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai ikhtitam atau penutup silakan Ustaz Nam Nam ikat Islam azakumullah kami mohon maaf di kesempatan ini ada gangguan koneksi dan kita cukupkan untuk kajian bersama guru kita Ustaz Abdurrahman thyib LC hafidahullah Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat kita pahami dengan baik dan benar dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam merai Hidayah dan petunjuknya allahum Amin kami yang bertugas mohon pamin undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama Roja TV dan radio Roja ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut ini inilah jalan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah rja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam auzubillahiminasyaitanirjim [Musik] Bismillahirrahmanirrahim Hamim tanzilul kitabi minallahilil haq musma walladina kafaru Amma uniru muridun Qul aritum Ma taduna Min dunillahi aruni aruni Ma khqu Minal ARD aruni khqu Minal for amign
Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Syarah Al-Manzhumah Ar-Raiyyah fi As-Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply