[Musik] Para pendengar dan pemirsa rja TV di mana pun anda beradayaallah Kami akan hadirkan ke layar [Musik] kaca jazakumullahir bagi anda para pemirsa Roja TV yang lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kagian ini secara langsung Roja TV suran tilawah al-quran dan kajian Islam bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah hamd thib mubarakan F Kama yuhibbbunaard asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu waasul la nabi akumullah para pemarti rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Dr Musyafa darini hafidahullah dari STD Imam Syafi’i Jember pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab sahih fikih sunah fikih ibadah dan setelah penyampaian materi silakan nantiya Anda dapat bertanya secara langsung di telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di chas WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Maskur Ustaz Nam bismillahirrahmanirrahimam aikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil yaai wasyidil mursalin nabiina Muhammadin waa alihi wasohbihi waman tabiahum bisanin yaumidin Allah waid Ilman waala waajalal khanajhikal Karim wausahilana umurabana Ilmi waanaubunaha waana para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat ikhwati wa akhwati fillah rahimana warahimakumullah Alhamdulillah segala pujya bagi Allah subhanahu wa taala dengan nikmat-nikmatnya yang tak terhingga yang terus Allah berikan kepada kita Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita semuanya sebagai hamba-hamb-nya yang pandai mensyukuri nikmatnya sehingga Allah subhanahu wa taala jaga nikmat ini ada pada kita dan semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita nikmat-nikmat tambahan yang lainnya amin amin ya rabbal alamin selawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi yang sangat kita cintai nabi yang sangat kita Junjung tinggi nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti ikhwati Wa akhwati fillah aazanallahu wa iyakum Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sujud syukur dan kita juga akan membahas sedikit tentang sujud sahwi para jemaah sekalian rahimani rahimakumullah Apa yang dimaksud dengan sujud syukur seperti namanya sujud syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk syukurnya dia kepada Allah subhanahu wa taala karena ada nikmat yang sangat besar yang baru datang baik nikmat tersebut berupa nikmat berupa kebaikan yang besar yang datang kepada dia atau nikmat tersebut berupa selamatnya dia dari bahaya besar ini kalau orang sujud karenanya maka sujud tersebut disebut sebagai sujud syukur jadi sujud syukur itu sujud yang dilakukan oleh seseorang sebagai rasa atau sebagai bentuk syukurnya dia kepada Allah subhanahu wa taala atas nikmat yang besar yang datang kepada dia dan nikmat tersebut bisa berupa kebaikan yang benar-benar datang kepada dia entah itu berupa harta atau berupa kedudukan atau berupa mudahnya urusan dia atau berupa berhasilnya dia atau nikmat ini berupa selamatnya dia dari musibah besar para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah sujud syukur ini disyariatkan karena banyaknya hadis yang menjelaskan tentang sujud syukur ini di antaranya hadis dari sahabat ka’ab IBN Malik radhiallahu Anhu hadisnya panjang ketika datang kabar bahwa tobatnya sahabat ini diterima oleh Allah subhanahu wa taala sampai diturunkan ayat yang menjelaskan tentang diterimanya toubatnya sahabat ka’ab IBN Malik ini maka beliau langsung sujud sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa taala ada juga hadis dari sahabat Abu bakr radhiallahu Anhu bahwa apabila Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mendapatkan kabar gembira atau mendapatkan sesuatu yang membahagiakan beliau maka beliau langsung sujud sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa taala dan disyariatkannya sujud syukur ini dipilih oleh mayoritas ulama para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah sujud syukur ini dilakukan seperti sujudnya salat kalau ada pertanyaan bagaimana kita melakukan sujud syukur maka jawabannya ini kita melakukan sujud syukur itu seperti kita melakukan sujud dalam salat jadi tangan diletakkan semuanya ya telapak tangan diletakkan semuanya lutut diletakkan semuanya kemudian jari-jari ya ujung-ujung kaki ya jari jemarinya diletakkan semuanya kemudian dahi dan hidung diletakkan ke tanah ya sebagaimana cara kita sujud di dalam salat yang menjadi pertanyaan dan Ini masalah yang diperselisihkan oleh para ulama kalau sujud itu atau sujud syukur itu seperti sujud seperti sujud dalam salat Apakah dia harus dalam keadaan suci sebagaimana salat harus dalam keadaan suci Apakah dia harus ada takbirnya dulu apakah dia harus ada salamnya juga setelah itu apakah dia harus menghadap ke kiblat sebagaimana dalam salat maka para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah ini adalah masalah-masalah yang diperselisihkan oleh para ulama dalam masalah sujud syukur wallahu taala pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa sujud syukur itu bukanlah salat sebagaimana Sujud tilawah yang kita bahas kemarin dia hanya sujud saja jadi tidak bisa disebut sebagai salat sehingga sujud syukur tidak disyaratkan padanya apa bersuci jadi kita boleh sujud syukur dalam keadaan tidak Suci kemudian tidak disyaratkan dalam sujud syukur takbir karena sujud syukur bukanlah salat tidak disyaratkan pada sujud syukur juga atau tidak diwajibkan dalam sujud syukur juga salam karena dia bukan salat Bagaimana dengan menghadap ke kiblat para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini ada yang mengatakan tidak perlu atau tidak diwajibkan menghadap ke kiblat dalam sejud syukur memang dianjurkan menghadap ke kiblat tapi kalau tidak menghadap ke kiblat maka tidak ada masalah sebagaimana ibadah yang lainnya kalau misalnya ada orang berdoa kemudian dia menghadap ke selain arah kiblat boleh tidak jawabannya boleh begitu pula sujud syukur dibolehkan bagi seseorang sujud syukur dalam keadaan tidak menghadap ke kiblat ini pendapat Sebagian ulama karena dari awal mereka mengatakan bahwa sujud syukur bukanlah salat sujud syukur ibadah dan tidak semua ibadah diwajibkan menghadap ke kiblat namun para jemaah sekalian rahimahimumah pendapat mayoritas ulama mengatakan bahwajud syukur itu harus dengan menghadap ke kiblat harus dengan menghadap ke kiblat karena sujud ini amalan ibadah yang istimewa amalan ibadah yang tidak seperti amalan ibadah yang lainnya sangat tidak pantas ketika kita sujud syukur tapi dalam keadaan belakangi kiblat ini sangat tidak pantas dan ini tidak seperti doa sujud syukur tidak seperti doa orang kalau berdoa ke selain arah kiblat masih dianggap biasa tapi kalau sujud ke selain arah kiblat ini dianggap sangat tidak pantas maka pendapat mayoritas ulama ini lebih kuat ini juga lebih hati-hati karena kalau kita sujudnya menghadap ke kiblat tidak ada seorang pun ulama yang mengingkari Amalan kita para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah masalah yang berikutnya Apakah sujud syukur bisa dilakukan di waktu-waktu terlarang pembahasan ini juga berkaitan atau ada kaitannya dengan pembahasan Apakah sujud syukur ini salat ataukah tidak kalau sujud syukur dianggap salat maka di waktu-waktu terlarang dia pun tidak dilakukan tapi kalau sujud syukur Tidak Dianggap sebagai salat maka dia boleh dilakukan di waktu-waktu yang dilarang salat di dalamnya para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah masalah yang berikutnya yang berkaitan dengan sujud syukur Apakah sujud syukur ini disyariatkan juga di dalam salat Apakah sujud syukur juga disyariatkan ketika kita sedang salat Kalau di luar salat biasa kalau misalnya datang kabar gembira itu di dalam salat Apakah kita boleh sujud syukur Ketika itu para ulama di sini juga berbeda pendapat ada yang mengatakan boleh sebagaimana di luar di luar salat namun jumhurul ulama mayoritas ulama mengatakan bahwa sujud syukur di dalam salat itu tidak disyariatkan sujud syukur di dalam salat itu tidak disyariatkan karena tidak ada dalilnya tidak pernah sekalipun Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sujud syukur di dalam salatnya baik para jemaah sekalian rahim rahimakumullah inilah pembahasan tentang sujud syukur pembahasan yang berikutnya adalah pembahasan tentang sujud sahwi Apa yang dimaksud dengan sujud Sahwi sahwi artinya adalah lupa sehingga Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa dan sujud Sahwi ini dilakukan di dalam salat para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah ada yang mendefinisikan Sujud sahwi adalah Ma yakunu Fi akhirati badaha liabri khalin bitarmurin bihi ba sujud yang dilakukan di akhir salat atau setelah salat untuk menutup kekurangan yang dilakukan oleh seseorang Karena dia melakukan ee karena dia meninggalkan sesuatu yang diperintahkan Atau melakukan sesuatu yang dilarang tanpa Sengaja saya ulangi sujud sahwi ada yang mendefinisikan dengan definisi ini sujud yang dilakukan di akhir salat atau setelah salat Kenapa ini dilakukan lijabri khalal untuk menutupi cacat atau kekurangan di dalam salat tersebut bitarki makmurin bihi sebab kekurangan itu bisa karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan au bifi’li ba’ manhiin Anhu atau Karena dia melakukan sesuatu yang dilarang duna taamud tanpa disengaja jadi dia meninggalkan perintah dalam salat tanpa sengaja Atau melakukan sesuatu yang dilarang di dalam salat juga tanpa sengaja inilah hakikat dari sujud Sahwi para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah Sujud sahwi ini disepakati oleh para ulama bahwa itu disyariatkan para ulama sepakat bahwa sujud syahwi itu disyariat kan hanya saja mereka berbeda pendapat dalam masalah hukumnya Apakah itu wajib ataukah itu sunah ataukah bisa wajib bisa sunah itu Insyaallah nanti akan kita bahas tib Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang hadis-hadis yang menjadi landasan utama untuk Sujud sahwi di sini ada enam hadis yang menjadi landasan utama disyariatkannya Sujud sahwi dan cara kita melakukan sujud Sahwi enam hadis inilah yang disebut but oleh para ulama ketika mereka membahas tentang sujud sahwi hadis yang pertama adalah hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda UD bilaniahta azan apabila azan dikumandangkan maka setan akan lari lari terbirit-birit bahkan sampai terkentut-kentut sampai dia tidak mendengar azan lagi jadi ini Larinya jauh sampai tidak mendengar azan lagi faidza qudial adzan Akbal ketika Azan sudah selesai setan itu datang lagi adbar ketika azan dikumandangkan lagi Maksudnya iqamahnya ya ketika iqamah dikumandangkan maka Setan Pun lari lagi qudiat taswib abal ketika iqamah itu selesai Mereka pun balik lagi disebutkan di sini bahwa Kenapa mereka kembali ke masjid-masjid mereka ingin mengganggu konsentrasi hamba-hamba Allah yang sedang salat yaakul uzkur k kur k lima lam Yakun ykur setan membisikkan kebenak atau ke hati manusia ingat kamu ingat ini gak kamu ingat itu nak Ingatlah ini Ingatlah itu pada sesuatu yang sebelum nya tidak dia ingat makanya jangan heran para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah seringki kita mengingat sesuatu yang kita lupakan itu ketika kita sedang salat naruh kunci lupa di dalam salat di diingatkan oleh setan kamu naruh kuncinya itu di sini ada janjian Yang Terlupa diingatkan oleh setan eh kamu Sebenarnya hari ini ada janjian Loh kenapa setan mau mengingatkan karena setan ingin konsentrasi dia di dalam salatnya itu hilang karena setan ingin khusyuknya dia itu hilang setan ingin mengurangi pahala dia atau setan ingin pahala dia dalam salat itu berkurang sampai-sampai orang tersebut tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah dia lakukan ahum Apabila salah seorang dari kalian tidak tahu lagi berapa rakaat yang sudah dia lakukan di dalam salatnya maka sujudlah dia dua kali sujud dalam keadaan dia duduk maksudnya sebelum salam para jemaah sekalian Rahimah rahimakumullah di dalam riwayat-riwayatnya yang lain disebutkan bahwa ketika seseorang lupa dalam salatnya dan dia tidak tahu berapa rakaat yang dia telah lakukan maka Ambillah rakaat yang terkecil Ambillah rakaat yang terkecil ambillah yang diyakini dan yang diyakini itu yang kecil Kalau misalnya ragu antara dua dan tiga maka ambil kemungkinan dua kalau dia ragu antara tiga dan empat ambil kemungkinan tiga kalau dia ragu antara empat dan lima ambil kemungkinan empatnya kemudian setelah itu sujudlah sebelum salam ini hadis yang pertama ini menjelaskan tentang keraguan ragu-ragu tidak tahu dan tidak bisa menguatkan kemungkinan mana yang lebih kuat tidak bisa menguatkan Apakah kemungkinan tiga lebih kuat ataukah kemungkinan empat lebih kuat Apakah kemungkinan dua lebih kuat ataukah kemungkinan yang tiga yang lebih kuat tidak bisa karena lupa dia mikir yang lain ya jadi angan-angannya ke dunia lain setelah itu dia lupa ini rakaat ke berapa ketika angan-angannya kembali atau ketika pikirannya kembali ke salatnya ternyata dia lupa dan tidak bisa menguatkan kemungkinan mana yang lebih kuat maka berlakulah hadis ini hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu solusinya apa ambil kemungkinan terkecil Karena itulah yang diyakini kemudian setelah itu sujud sebelum salam hadis yang kedua ini juga dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu Beliau mengatakan Sha Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ihda shatil ASI imma azuhr wa imma alasr suatu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah salat salatnya tersebut adalah salat salah satu dari salat siang antara kalau tidak zuhur ya asar di sini ada keraguan Apakah itu salat zuhur ataukah itu salat asar tapi yang jelas salah satu dari salat siang ini fasallama Fir rakataini tumma Ata jazi’an Fi qiblatil masjid fastanada ilaiha di dalam salat tersebut Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersalam setelah rakaat kedua Kemudian beliau bersegera bersandar di arah kiblat masjid wakaraja saranun Nas bahkan orang-orang yang cepat-cepat keluar dari masjid sudah pada keluar faqamauladin ada seorang sahabat yang karena tangannya itu lebih panjang melebihi rata-rata tangan manusia yang lain akhirnya disebut ada akhirnya mendapatkan sebutan Dul yadain orang yang punya dua tangan orang lain juga punya dua tangan ya tapi kenapa orang ini disebut orang yang punya dua tangan karena tangannya itu panjang melebihi kebiasaan tangan manusia melebihi kewajaran tangan manusia sahabat Ini akhirnya bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah aku wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Apakah sekarang salat itu diringkas ataukah engkau yang lupa pertanyaan ini sebenarnya pertanyaan yang sangat berani di sana ada sahabat Abu Bakar di sana ada sahabat Umar ada sahabat sahabat besar mereka tidak berani bertanya dengan pertanyaan yang seperti ini tapi ini pun sudah mengedepankan adab pertanyaan ini pun sebenarnya sudah mengedepankan adab yaitu dengan nada bertanya bukan nada langsung menyalahkan zuladin tidak langsung mengatakan kamu lupa wahai Rasulullah kamu salah wahai Rasulullah tidak seperti itu tapi pertanyaannya akusira Shah amasit wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Apakah salat sekarang itu diringkas yang asalnya empat Jadi dua ataukah Hal ini karena engkau yang lupa fadaran Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yaminan wa syimala maka nabi pun melihat ke kanan ke kiri nabi agak ragu dengan apa yang dikatakan oleh sahabat zuladain ini maka Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada para sahabatnya maak dlyadin Apa benar apa yang dikatakan oleh zlyadain ini maka para sahabat menjawab sodq lam tusolli Illa rakaatain benar wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam engkau belum salat kecuali hanya dua rakaat fasalla rakataini wasallama tumma kabbar wasajada tumma kabbar Wafa maka akhirnya beliau salat lagi maksudnya meneruskan salat yang tadi baru dua rakaat beliau kembali ke salatnya lagi salat dua rakaat lagi lag setelah itu beliau salam Setelah salam beliau sujud dua kali sujud lagi sujud Sahwi kemudian setelah itu beliau salam para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah hadis ini menjelaskan tentang sujud sahwi ketika ada tambahan di dalam salat ya dia lupa akhirnya menambah menambah amalan dalam salat karena lupa bukan karena sengaja Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di sini melakukan tambahan tambahannya apa salam dua rakaat setelah itu beliau Salam Ini tambahan ternyata masih kurang dua rakaat lagi maka akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kembali ke dalam salatnya tapi salamnya tadi sudah terlanjur menjadi tambahan dalam salat tersebut maka caranya adalah sebagaimana disebutkan dalam hadis ini ini ada orang lupa kemudian menambah amalan tambahan dalam salat ya maka cara sujud sahwinya adalah dengan melakukan salam dulu kemudian sujud dua kali kemudian setelah itu salam lagi hadis yang ketiga hadis dari Imran IBN Husain dan ini seperti hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu hanya saja kasusnya berbeda wasallama Min salai rakaat kalau di dalam hadis Imran IBN Husain ini beliau salamnya di rakaat yang ketiga kalau dari sahabat Abu Hurairah beliau salamnya di rakaat yang kedua falamma qilalah Sha rakatan tumma sama tumma sajada sajdataini tummaam ketika beliau diingatkan maka beliau salat lagi satu rakaat kemudian salam kemudian sujud dua kali kemudian setelah itu salam ya ini sama dengan ee keterangan yang dijelaskan oleh sahabat Abu Hurairah bahwa ketika Sujud sahwi itu dilakukan karena ada penambahan amalan di dalam salat maka sujudnya Setelah salam Jadi salam dulu sujud dua kali kemudian salam lagi hadis yang keempat dari Sabit Abdullah IBN buhainah radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam minauhriaii [Musik] jus atahu saj sajd yukabbiru Fili Sajdah wahua jalis qabla an yusallim wasajadahumasu maahu makana Ma nasiya Minal julus ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam salat zuhur di rakaat yang kedua beliau harusnya diwajibkan duduk salat zuhur at rakaat ya di rakaat yang kedua ada kewajiban untuk duduk tasyahud tapi ternyata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam malah langsung berdiri akhirnya beliau meneruskan salatnya dan ketika beliau menyempurnakan salatnya beliau sujud dua kali sujud dengan dua kali ee dengan takbir di setiap sujudnya dalam keadaan dia duduk maksudnya sebelum salam wahua jalisunausim Jadi sujudnya sebelum salam dan orang-orang pun sujud bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai ganti duduk tasyahudnya di sini kasusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ee lupa dan akhirnya mengurangi bagian salatnya yang harusnya ada duduk tasyahud dan membaca tasyahud di dalamnya tapi akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tinggalkan karena lupa ketika keadaannya seperti ini maka sujud seahwinya sebelum salam sujud seahwinya sebelum salam sebagaimana dicontoh oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam hadis yang kelima para jemaah sekalian Rahimah rahimakumullah hadis dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu Anhu Beliau mengatakan shalla rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah salat falamma sama Qila lahu Ya Rasulullah ahadataa fish shati saiun ketika beliau salam maka ada yang bertanya wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam apa ada sesuatu yang baru yang terjadi di dalam salat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Masih belum paham dengan pertanyaan ini maksudnya Apa yang dimaksud dengan sesuatu yang baru ini beliau belum paham akhirnya beliau tanya Wak apa yang engkau maksud dengan sesuatu yang terjadi dalam salat tersebut maka para sahabat menjawab shaita KAD wa KAD engkau melakukan dalam salat ini seperti ini dan seperti ini tidak seperti biasanyaij wasqblajada sajdumamma abala al biwaj innahu inahu la had ftiun ukum bihi Wakin Inama Ana bar ansau ah ketika Rasulullah Sallallahu alaih wasam diingatkan maka akhirnya beliau kembali lagi salat ya menghadap ke kiblat kemudian setelah itu beliau sujud kemudian salam Kemudian beliau menghadap ke para sahabatnya menghadapkan wajahnya ke para sahabatnya dan beliau mengatakan kalau saja ada sesuatu yang baru yang terjadi dalam salat atau sesuatu syariat baru dalam salat maka tentunya aku akan memberikan kabar kepada kalian kalau ada per perubahan cara salat dari Allah subhanahu wa taala tentu aku akan kabarkan kepada kalian tentang hal tersebut akan tetapi aku itu manusia biasa akan tetapi aku manusia biasa ansaans aku juga kadang lupa sebagaimana kalian lupa faidza nasitu fakiruni maka apabila aku lupa ingatkanlah aku waidza syaka ahadukum Fi shatihi falyataharwab ini yang menjadi mahalus Syahid ini yang menjadi yang menjadikan hadis sahabat IBN Mas’ud ini penting penting untuk disebutkan di sini Apabila salah seorang dari kalian ragu di dalam salatnya maka hendaklah dia mencari mana kemungkinan yang paling besar mana kemungkinan benar yang paling besar ya Jadi kalau misalnya ada orang ee ragu Apakah ini rakaat ketiga ataukah ini rakaat keempat Maka jangan langsung ngambil kemungkinan terkecil apabila masih bisa ditimbang-timbang Mana kemungkinan yang paling besar ingat-ingat Dulu ketika kita sampai pada kemungkinan terbesar maka berlaku hadis ini tapi kalau ternyata kita tidak bisa menguatkan mana kemungkinan yang paling besar itu baru kita ambil kemungkinan yang paling kecil ya harus dibeda kan ya dalam masalah keraguan ini kalau ketika kita ragu kita bisa menguatkan salah satu dari dua kemungkinan maka kita ambil kemungkinan terkuatnya dan berlaku hadis iniutimma alaihijud saj maka sempurnakanlah salat dia maksudnya salam setelah itu sujudlah dua kali sujud sujud sahwi ya tentunya setelah itu salam lagi jadi kalau kita ragu dalam salat kita sehingga kita tidak tahu ini rakaat kedua ataukah rakaat ketiga maka langkah pertama adalah dengan mengingat-ngingat mana kemungkinan terkuatnya kalau ternyata kita bisa menguatkan kemungkinan bahwa itu adalah rakaat ketiga maka ambil kemungkinan itu Karena itulah kemungkinan terkuat kalau kita mengambil kemungkinan terkuat seperti ini maka kita sujudnya setelah salam tetap wajib Sujud sahwi dan sujud sahwinya Setelah salam tapi kalau misalnya kita tidak bisa sampai pada kemungkinan terkuat masih bingung masih ragu Hm dua atau tiga ya kita ingat-ingat ternyata gak ada yang menguatkan salah satu dari dua kemungkinan ketika itu kita mengambil kemungkinan terkecil kemudian sujud sahwinya sebelum salam ya sebagaimana tadi disebutkan di dalam ee hadis yang pertama Pak jemah sekalian rahim warahimakumullah hadis yang keenam hadis dari sahabat Abu Said al-kudri radhiallahu Anhu Beliau mengatakan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda ID Saka ahadukum Fi shatihi falam yadriam shalla atalatan am arba’ah Apabila salah seorang dari kalian ragu di dalam salat sehingga tidak dia tidak tahu berapa rakaat yang sudah dia lakukan dalam salatnya Apakah rakaat ataukah EMP rakaat maka harusnya dia membuang keraguannya danendlah ambil apa yang dia yakini yang dia yakini itu yang paling kecil kalau tiga dan empat berarti yang dia yakini itu yang tiga Mungkin ada yang bertanya Ustaz Kenapa yang tiga itu yang diyakini karena kalau dia ditanya kalau keraguannya antara tiga dan empat ya dia ditanya kamu sudah sudah tiga rakaat atau belum dia ragu sekarang tiga atau empat kalau ditanya Antum sudah tiga rakaat belum dia pasti akan mengatakan kalau tiga jelas saya yakin itu Tapi kalau dia ditanya Apakah sudah empat rakaat dia akan mengatakan saya ragu kalau itu maka di sini ada yang diyakini ada yang diragukan dan yang diyakini adalah kemungkinan terkecilnya yang diragukan adalah kemungkinan yang lebih besar dari itu maka kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam falyatrahisyak Buanglah sesuatu yang diragukan itu berarti Buanglah kemungkinan terbesarnya Buanglah kemungkinan yang lebih besar dari yang diyakini walabni Alan Ambillah sesuatu yang diyakini yang diyakini adalah yang kecilma yasjud sajd qblausim kemudian sujudlah dua kali sujud sebelum salamainana shamsan SF lahuat kalau ternyata salatnya menjadi ya kalau ternyata sebenarnya salatnya menjadi ee lima rakaat maka sujudnya tersebut ee menggenapkan salatnya kalau ternyata salatnya itu memang benar empat rakaat maka sujud tersebut menjadi sesuatu yang menjadikan ya setan benci para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah inilah enam hadis yang menjadi ee dalil yang inti dalam Sujud sahwi jadi enam hadis ini menjelaskan kepada kita semua yang berkaitan dengan sujud Sahwi makanya para ulama ya ketika membicarakan tentang sujud sahwi banyak dari mereka yang mendahulukan ee pembahasan hadis-hadis ini disebutkan semuanya sehingga nanti ketika ada permasalahan-permasalahan Suud sahwi langsung disebutkan sebagaimana disebutkan dalam hadis ini sebagaimana disebutkan dalam hadis ini karena memang dalil tentang sujud sahwi itu ee terbatas dan Dengan hadis yang terbatas itu kita bisa menjawab semua kasus yang berkaitan dengan sujud Sahwi tiik para jemaah sekalian rahim warahimakumullah masih ada pembahasan pembahasan yang lumayan panjang yang berkaitan dengan sujud Sahwi Insyaallah kita akan bahas di pertemuan yang berikutnya barakallahu fikum shallallallahu wasallama wabaraka ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bisan yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin Nam jazakallahu Khairan Barakallah Fik Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan sujud syukur dan sujud Sahwi Nam ikhwti Islam wazakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di lain telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui melalui pesan singkat di 0819896543 pertanyaan pertama kita coba angkat dari pesan singkat dari Pak sudarmanto asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Saya pernah Tertinggal salat magrib sampai waktu Isya saat sampai masjid dekat rumah salat sudah memasuki rakaat yang kedua maka saya ikut Salat tapi dengan niat salat Isya terlebih dahulu plus tambahan dua rakaat habis itu baru saya melakukan Qada salat magrib sendiri mohon penjelasannya Ustaz apakah yang saya lakukan itu sudah benar atau salah syukran jazakallahu Khairan Nam silakan Ustaz Iya barakallahu fikum pertanyaan yang bagus ya kalau misalnya kita sudah kelewat waktu dan ya hendaknya yang seperti ini ee sebisa mungkin dihindari tapi kalau misalnya terjadi yang seperti itu apakah kita salat Isya dulu ataukah kita salat magrib dulu wallahu taala alam Ana lebih menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa kita salat magrib dulu kita salat magrib dulu sebagai Qada walaupun Imam Imam kita salat Isya saya katakan tadi bahwa saya menguatkan pendapat ini karena ternyata di sini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama ada yang mengatakan sebagaimana yang dilakukan oleh Bapak penaya tadi salat Isya dulu baru salat magrib namun Ana melihat pendapat ini kurang kuat Kenapa karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah Tertinggal salat asarnya jadi karena keadaan perang akhirnya beliau sampai tidak bisa salat asar sampai masuk waktu magrib dan yang beliau lakukan bukan melakukan salat magrib dulu tapi melakukan salat asar kemudian setelah itu baru melakukan salat salat magrib dan dengan ini juga urutan salat tetap terjaga urutan salat tetap terjaga dan tidak ada masalah ya adanya perbedaan niat antara imam dan makmum ini banyak yang tidak mengetahuinya dari kalangan orang awam kalau imamnya salat Isya maka makmumnya tidak boleh menyelisihi niatnya wallahu taala alam yang lebih kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa perbedaan niat itu tidak ada masalah dalilnya banyak ya dalilnya banyak diantaranya dalil yang menjelaskan dulu pernah ada dua sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam datang ke masjid Nabawi tapi tidak ikut salat padahal jemaah salat masih masih berjalan belum pada selesai salat berjamaah di Masjid Nabawi tapi dua orang ini datang ke masjid Nabawi tidak ikut jemaah setelah salat selesai mereka dipanggil oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan ditanya Kenapa kalian tidak ikut salat bersama kami dua orang ini mengatakan kami sudah salat di tempat kami maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Jangan lakukan itu lagi kalau kalian mendapati jemaah sedang salat salatlah bersama mereka kalau kalian sudah salat berarti itu jadi salat sunah bagi kalian maka di sini ada perbedaan antara salatnya Imam dengan salatnya makmum salatnya Imam wajib salatnya makmum sunah dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ee perintahkan itu tidak mempermasalahkannya ini menjadi dalil yang kuat bagi jumhur ulama yang menjelaskan bahwa tidak ada masalah Apabila ada perbedaan antara niatnya Imam dengan niatnya makmum dan dalam Bab salat sehingga kalau kita misalnya mendapatkan imam salat Isya sudah masuk di rakaat yang kedua maka kita boleh masuk bersama Imam untuk menjalankan salat magrib di belakangnya Imam selesai dua rakaat salam kita tinggal nambah satu rakaat lagi setelah itu baru kita salat isyanya ini yang ee Ana lihat lebih kuat dalam masalah ini Lalu bagaimana Ustaz dengan yang saya praktik maka Ana katakan yang seperti itu juga sah yang seperti itu juga juga sah wallahu taala Aam Nam Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak masih pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari Pak nevoo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan dari beberapa penanya Ustaz mau menanyakan apabila Sujud syukur dilakukan secara rutin setelah salam dalam salat Bagaimanakah menurut syariat Apakah ini dibolehkan karena setiap hari kita mendapatkan nikmat dari Allah subhanahu wa taala mohon nasihatnya Ustaz jazakallahu Khairan Nam ya pertanyaan yang bagus ya Masyaallah barakallahu Fik para jemaah sekalian rahim warahimakumullah tadi saya Sebutkan di dalam definisi dari sujud syukur adalah adanya nikmat yang besar yang baru datang nikmat yang besar maksudnya nikmat yang besar itu bagaimana nikmat yang tidak biasa nikmat yang tidak biasa yang baru datang ketika itulah kita disunahkan untuk sujud syukur kalau nikmatnya nikmat yang biasa kita dapatkan maka tidak disyariatkan untuk sujud syukur apalagi kalau dilakukan setiap selesai salat kalau ditanya Ustaz kenapa gak boleh Bukankah benar kita selalu mendapatkan nikmat yang besar dari Allah subhanahu wa taala maka jawabannya karena dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah mencontohkan yang seperti itu Bukankah alasan yang sama ada pada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bukankah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lebih tahu daripada kita tentang besarnya nikmat Allah subhanahu wa taala yang selalu Allah berikan kepada kita jawabannya Iya Rasulullah lebih tahu tentang besarnya nikmat Allah yang Allah berikan kepada kita sebagai manusia namun begitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah melakukan sujud syukur setiap selesai salat maka kita pun demikian sujud syukur itu ketika ada nikmat yang besar yang tidak biasa yang baru datang untuk kita kalau nikmat tersebut sudah setahun yang lalu pun yang setahun lalu kita tidak sujud syukur sudah lewat waktunya atau sudah sehari Yang lalu sudah 2 hari yang lalu sudah lewat waktu sujud syukurnya dia baru datang ya kita anggap itu nikmat yang luar biasa yang kita nanti-nanti an sujud syukur itulah ya sujud syukur yang disyariatkan yang sesuai dengan tuntunan nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ingat masalah ibadah tidak hanya cukup dengan niat yang baik masalah ibadah di samping niat yang baik niat yang ikhlas niat yang mulia kita harus sesuaikan amalan tersebut atau ibadah tersebut seperti tuntunan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam demikian para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah yang bisa kita bahas bersama Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya rabbal alamin wasallallahu wasallama wabaraka ala Nabina Muhammadin waa alihi wasohbihi waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin whanakallahumma wabihamdik asadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Dr musyafaat darini hafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian ikatamakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab sahih fikih sunah fikih ibadah berkaitan dengan penjelasan sujud syukur dan sujud Sahwi Semoga apa yang telah kita simak dengar bersama dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita berkaitan dengan dua sujud tersebut dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahuir wakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allah asu Alla ilahailla Anta astagfiruka wuaik Selamat beraktivitas wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply