bagi anda para pemirsa meja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung saluran dan kajian Islam bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin washolatu wassalamu ala rasulillah para pemerhati Roja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustadz Abu Ihsan al-azhari al-maidani Ma fidahulu ta’ala dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan perintah Salaf agar bekerja keras namun Berikut kita akan simak penjelasan dari kitab tersebut dan selanjutnya kita persilahkan kepada Al Ustadz Abdul Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh lailahailallah wahdahula syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqullaha haqqa tuqatih kalamullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaga kita semua di atas Islam dan iman dan mencurahkan kepada kita nikmat kesehatan dan kehidupan pada kesempatan siang yang berbahagia ini kita dapat bertemu kembali Masih bersama buku talbis iblis tulisan Ibnu jauzi pada kesempatan siang ini kita akan melanjutkan pokok-pokok bahasan yang ada di dalamnya kita masih berbicara tentang sikap kaum sufi yang meninggalkan ikhtiar dan Bersandar kepada tawakal atau menganggap mengklaim diri mereka adalah orang-orang yang bertawakal diantara alasan orang-orang seperti ini melakukan apa yang menjadi anggapan benar tersebut adalah tentunya rasa malas ya malas untuk berusaha dan meninggalkan kewajiban-kewajiban mereka seperti menelantarkan keluarga dan Bersandar kepada belas kasih orang lain dan ini Tentunya adalah sikap yang salah dan sebagian dari mereka justru jatuh dalam perkara yang hina yaitu mengemis ya berharap kepada Bantuan dan pertolongan orang lain ya sebagaimana yang dinukil sebelumnya Sebagian ada seorang yang ingin menaikkan Haji dengan bermodal tawakal lalu Imam Ahmad ada seorang yang mengadu kepada Imam Ahmad dia mengatakan Aku ingin berhaji tapi dengan modal tawakal saja maka Imam Ahmad mengatakan kepadanya Ya silakan kamu berangkat sendirian jangan bersama rombongan orang itu menjawab Tidak mau aku ikut rombongan maka Imam Ahmad berkata berarti kamu tak bertawakal kepada bekal orang lain ya jadi orang-orang seperti ini sebenarnya memperturutkan rasa malasnya lalu dia berharap belas kasih orang lain Sebenarnya dia bertawakal juga ya tawakal yang lebih buruk itu tawakal kepada manusia Ya sementara dia mengklaim dia tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tapi nyatanya tidak seperti itu tawakalnya itu kepada manusia Imam Ahmad mengujinya dan berkata kepadanya Kalau begitu kamu berangkat sendirian saja jangan sama orang lain tentunya dia menolak dia tahu nggak mungkin itu karena dia bertawakal sebenarnya kepada manusia bukan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di antara alasan lainnya orang-orang seperti ini tidak mau bekerja tidak mau berikhtiar ya tidak mau mencari nafkah adalah Bersandar kepada takdir ya mereka yang malas bekerja berikhtiar dan berusaha berpegang ya dengan alasan yang sangat tidak masuk akal Ya alasan yang sangat buruk itu Bersandar kepada takdir mereka mengatakan rezeki pasti datang ya rezeki pasti akan datang menghampiri kami ini adalah alasan ataupun argumentasi yang sangat Riya buruk ya karena jika ada orang yang meninggalkan ketaatan misalnya dan berkata aku taat tetap tidak mengubah takdir yang telah ditentukan Allah Jika Allah Jika Aku ditakdirkan sebagai ahli surga aku pasti masuk surga namun jika Aku ditakdirkan Adi neraka aku pasti akan masuk neraka artinya dia beranggapan taat tidak taat tidak mengubah takdirnya tentunya ini adalah alasan yang hanya diucapkan oleh orang jahil ya orang bodoh makanya Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa setiap orang telah ditentukan tempatnya di surga atau neraka sahabat bertanya ya Rasulullah kalau begitu untuk apa kami beramal untuk anak untuk apa kami jadi orang taat kalau seperti itu halnya taat tidak taat kan tidak merubah takdir maka kata nabi malu ya beramal lah kamu ya Jadilah kamu orang yang taat karena setiap orang akan dimudahkan kepada apa yang telah ditentukan baginya yang telah ditakdirkan atasnya maka usaha untuk meraih itu adalah kamu beramal kamu menjadi orang yang taat Jangan katakan taat tidak taat sudah mengikuti ketentuan takdir Ya itu kan seolah-olah kita sudah tahu apa yang jadi takdir kita nah orang yang malas bekerja seolah-olah dia tahu dia bisa pastikan bahwa itu akan menjadi rezekinya ya Dari mana dia tahu itu bahwa itu akan menjadi rezekinya dan pasti datang menghampirinya maka di sini ya para Salaf mengungkapkannya bahwa orang yang Bersandar kepada takdir ya tapi tidak mau berikhtiar itu termasuk salah satu ya kita katakan pemikiran ataupun keyakinan ini adalah keyakinan paham Jabariyah ya bahwa segala sesuatu sudah ditentukan Aku mencuri aku tidak mencuri ya itu tidak merubah takdir apapun ya Nah demikian buruk atau baik itu tidak merubah apapun maka dia pun ya mengabaikan segala ketaatan ya dia pun mengabaikan segala ketaatan maka tanggapan terhadap syubhat seperti ini kata Ibnu jauzi ya pernyataan seperti ini pernyataan seperti yang kita sebutkan di atas tadi menolak seluruh perintah Ilahi kata beliau ya Seandainya kata-kata ini dibenarkan bagi seseorang tentu Adam tidak akan dikeluarkan dari surga ya ketika ada melanggar perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ya tentu dia tidak akan dikeluarkan dari surga karena dia pernah menyatakan aku hanya masukkan melakukan sesuatu yang Allah takdirkan untukku Adam akan beralasan seperti itu Bahwa ini adalah sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasku bahwa aku akan mendekati pohon itu dan bahkan memakan buahnya tapi Adam tidak beralasan dengan takdir adab justru bertaubat kepada Allah setelah mengetahui dia telah melakukan satu kesalahan Adam segera bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala itulah ikhtiarnya itulah usahanya untuk menghapus kesalahan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar bisa kembali ke surga Nah demikian Jadi seandainya kata-kata alasan seperti itu Allah Bersandar kepada takdir itu adalah benar ya Adam akan menggunakan itu sebagai alasan dan tentunya Adam tidak akan dikeluarkan dari surga ya namun seperti yang sudah kita ketahui bahwa ya kita dituntut untuk menjalankan perintah ya bukan mengurusi takdir itu bukan urusan manusia Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu lakukan maka manusia dituntut untuk menjalankan perintah ya Apa yang diperintahkan Allah kita wajib mengerjakannya takdir bukan urusan manusia Allah subhanahu wa ta’ala yang punya hak untuk mengurus takdir itu tidak ada satu makhluk pun yang berhak mencampuri masalah takdir ini itu adalah mutlak hak Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak ada satu makhluk pun yang boleh mencampurinya ya hamba yang paling mulia sekalipun yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau aku tahu perkara yang gaib yaitu takdir yang tertulis di Lauhul Mahfudz ya aku akan banyak mendapatkan kebaikan-kebaikan melakukan kebaikan-kebaikan dan aku tidak akan ditimpa keburukan ya tapi nabi tidak mengetahui perkara gaib salah itu adalah masalah takdir malaikat hingga malaikat sekalipun ya tidak ada hak untuk mencampuri urusan takdir ini ya mereka adalah hamba-hamba makhluk-makhluk yang sangat mulia lalu Mengapa kita mencampurinya ya dan menjadikan itu sebagai alasan ya untuk malas untuk tidak mau bekerja ya dan lebih buruk lagi tidak mau ibadah menjalankan kewajiban ya dan selalu melakukan yang dilarang lalu Bersandar kepada takdir kalau sudah takdirnya aku penghuni surga ya masuk surga Nah demikian Allahu A’lam Bishawab alasan lainnya adalah mereka mengatakan Dimanakah harta yang halal biar aku mencarinya ya Di mana harta yang halal agar aku mencarinya sebagian orang beralasan seperti itu ya Ini adalah ucapan orang yang jahil karena sesuatu yang halal itu tidak akan pernah berhenti atau hilang sampai kapanpun ya Nah kalau ada yang berkata dari mana aku dapat rezeki yang halal ya maka nabi menjelaskannya dalam sebuah hadis Al halala bayin yang perkara yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas ya karena segala sesuatu telah dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Alquran dan juga di dalam sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya maka tidak ada alasan Wah sekarang susah cari yang halal gak usah cari nafkah nggak seperti itu karena yang halal itu jelas kita bisa mencari rezeki yang halal Abdullah bumi Allah ini luas kamu bisa mencari rezeki di atasnya jadi tidak ada alasan Wah ini susah mencari yang halal mending tidak usah cari nafkah saja karena cari yang halal susah ya walaupun ada yang mengatakan zaman sekarang cari yang haram saja susah apalagi yang halal ya ini ucapan sebagian orang seperti itu ya seolah-olah pesimis menjadi rezeki yang halal ya maka itu juga tidak bisa jadi alasan untuk tidak mencari nafkah lalu membanding-bandingkan daripada mencari rezeki yang haram lebih bagus tidak mencari rezeki begitu ya sebagai orang mungkin ya punya pikiran seperti itu daripada mencari rezeki yang haram lebih bagus saya mengemis juga dilarang apalagi dia menganggur ya tidak mau mencari nafkah dan hidup dengan ataupun Bersandar kepada belas kasih orang lain ya Ini bukan alasan untuk bermalas-malasan ya ucapan-ucapan yang mungkin banyak kita dengar cari yang haram saja susah hari ini apalagi yang halal ya lalu dia memilih hal kalau begitu saya bermalas-malasan saja di rumah nggak usah cari nafkah nanti saya jatuh kepada yang haram gitu ya Nah Karena nabi mengatakan yang haram juga jelas Nah demikian Ya seperti yang kita ketahui bahwa yang halal adalah apa yang diizinkan oleh syariat ya Nah demikian yang Allah halalkan dan [Musik] dalam bab ini ya yang selain ibadah ya maka Al ashlu kum asalnya sebenarnya boleh halal kecuali yang diharamkan dan dilarang artinya ini adalah suatu kita katakan peluang ataupun kesempatan yang terbuka besar lebar luas bagi kita karena hukum asalnya adalah ya perkara-perkara Non ibadah ini adalah halal ya yang perlu kita ketahui adalah apa apa saja yang dilarang Begitulah Ya di dalam hal rezeki ini Demikian jadi pernyataan mereka ini hanya sebagai dalih sebenarnya untuk bermalas-malasan Ya seperti yang kita katakan tadi ya dia punya pandangan seperti itu apalagi zaman sekarang ya ya Dia berkata cari yang haram saja susah hari ini Nah kalau begitu mending saya tidak usah berusaha berikhtiar bekerja ya lalu dia pilih hidup bermalas-malasan ya mengemis atau mengharapkan belas-belas kasih orang lain ini adalah sikap yang tidak dibenarkan ya demikian kita harus menjauhi yang haram Kita harus mencari yang halal ya dan lalu kita bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala itulah sikap yang benar ya jadi itu tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan sebagaimana sebagian orang yang berpuasa dijadikan puasa itu sebagai alasan untuk bermalas-malasan mereka mengatakan daripada saya harus berbuka daripada puasa saya batal ya karena beraktivitas maka saya pilih bermalas-malasan jadi dia Jadikan puasa itu sebagai alasan untuk bermalas-malasan ya maka kerjanya tidur sepanjang hari ya habis subuh tidur habis dzuhur tidur habis ashar Tidur ya Tidur melulu itu Bangun hanya untuk salat saja karena nggak ada makan begitu ya Nah tentunya ini keliru ya menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan ya sebenarnya puasa itu ya adalah hal yang diperlukan oleh manusia oleh tubuh manusia ya demikian orang yang puasa justru meningkatkan vitalitas tubuhnya ya buktinya sebagian orang kok mendadak sehat dia mendadak bergairah kalau sudah petang hari gitu ya ada yang berolahraga ada yang istilahnya ngabuburit ya dan lain-lain sebagainya padahal itu sudah dapat hari Jadi bukan alasan sebenarnya untuk bermalas-malasan ya Sehingga menghabiskan waktu untuk tidur seperti itu juga hal di sini ya sebagian orang menjadikan ya ucapan itu ya mencari yang haram saja susah Hari ini saya sakit susahnya mencari yang halal mungkin ya lalu dia memilih untuk tidak bekerja dia memilih untuk bermalas-malasan ya dia meninggalkan kewajiban mencari nafkah untuk keluarganya ya Bahkan untuk dirinya sendiri ada lagi yang berkata jika kami bekerja berarti kami membantu terciptanya kezaliman dan kedurhakaan ya Kalau kami bekerja kami akan memperhatikan yang membantu terciptanya kezaliman dan kedurhakaan ya Nah ini juga seperti yang dikabarkan dari Ibrahim Al khawas ya dikatakan aku telah mencari yang halal di segala bidang di segala hal hingga mencarinya dengan memancing ikan aku ambil kayu dan aku pasang aku pasangi kailnya Aku kemudian duduk dan melemparkan kail itu ke air saat ikan muncul menyambar umpanku aku menariknya ke daratan sudah itu Google lempar kembali ia kailku itu ke air lalu seekor ikan kembali menyambarnya dan aku pun menariknya ke lagi ke daratan begitulah seterusnya tiba-tiba Aku merasa seperti ditampar namun aku tidak tahu tangan Siapakah yang menamparku katanya juga aku tidak melihat siapapun kemudian aku mendengar bunyi suara kamu tidak akan mendapatkan rezeki apapun hingga kamu menghampiri lantas membunuh ikan yang selalu berzikir menyebut kami maka aku memutus kail tersebut lantas mematahkan gagang pancingku lalu aku segera pulang karena ini riwayat ya dari kaum Sufi seperti itu ya ya kalau misalnya dia bekerja sebagai nelayan misalnya ya dia memilih untuk tidak memancing ikan lagi kenapa karena memancing ikan itu mendzolimi ikan ya ikan itu Bertasbih katanya ya lalu kalau aku berprofesi sebagai nelayan aku menzalimi ikan maka aku nggak usah bekerja saja ya karena membantu terciptanya kezaliman membunuh ikan kalau berburu membunuh hewan buruan ya Nah demikian ya kalau misalnya bertani membunuh cacing mencangkul kena cacing akhirnya mati dia ya dan lain-lain sebagainya ya karena hewan-hewan itu Bertasbih beribadah kepada Allah itu alasan mereka nah ini adalah perkara yang ya kita katakan sangat kita katakan jahil sekali Sebenarnya ya ini menunjukkan ke dangkalan akal ya bertentangan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menciptakan bagi Kamu manusia ya apa yang ada di muka bumi ini seluruhnya Itulah sebabnya Allah jadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala siapkan segala fasilitas di dalamnya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sediakan untuk hamba-hambanya ya bagaimana kita bisa makan ikan makan sapi tanpa membunuhnya ya Apakah kita makan hidup-hidup ya tentunya tidak ya Lalu bagaimana kita makan hewan-hewan tersebut yang Allah halalkan untuk kita Lalu bagaimana dengan hewan kurban yang jelas kita menyembelihnya itu enggak mungkin ya kita berkurban tanpa menyembelih hewan-hewan itu Jadi kalau alasan-alasan seperti ini di dibenarkan ya maka tidak ada syariat kurban ya dan tidak ada makan hewan ya Nah itulah sikap hidup sebagian orang yang menjalani ya kita katakan gaya hidup vegan atau vegetarian gitu ya Dan itu kan tidak ada dalam Islam nabi juga makan kambing Bagaimana Nabi makan kambing tanpa menyembelih kambing itu nabi juga pernah ya makan ikan bahkan ya nabi makan ayam nabi makan makanan hewani bukan hanya ya makan-makan ya nabati ataupun apa namanya sayuran gitu Nah demikian dan juga para sahabat dan nabi adalah Allah sebutkan di dalam Alquran adalah orang yang paling tinggi akhlaknya paling bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau semua itu ya adalah satu bentuk kezaliman dan kedudukan ataupun tindak kejahatan terhadap makhluk-makhluk Allah yang lain ya tentunya nabi tidak akan melakukannya dan Allah akan menjaga nabinya dari hal itu tentunya ya nabi Allah akan menjaga nabinya dari hal tersebut dari makan daging dari yang kita sebutkan tadi tapi kan tidak Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji nabinya atas akhlaknya ya Bahkan Allah jadikan sebagai teladan bagi manusia yang lain lakukan Uswatun Hasanah ya bagaimana mungkin Allah biarkan nabinya melakukan hal-hal yang dianggap oleh orang-orang Sufi ini suatu yang mengandung kezaliman begitu ya ini adalah sikap yang berlebih-lebihan ya nah sebagaimana yang dikatakan sebelumnya ya Kita pernah menyampaikan satu ucapan ya Ada jika ada orang yang berusaha untuk yang mencapai satu derajat melebihi nabi dan rasul maka itu adalah satu bentuk kekurangan pada agamanya yaitu adalah satu cacat pada agamanya apapun usaha yang dilakukannya ya enggak demikian karena itu tidak akan mampu ya Bahkan mendekati apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berikan ya kepada para nabi dan rasul tersebut Nah demikian jadi tidak bukan apa namanya sikap yang benar ya bukan sikap yang dibenarkan di dalam syariat ya Nah seolah-olah ya kita ini lebih Taqwa dari nabi nabi seperti itu saya tidak seperti itu ya nabi makan daging itu zalim aku tidak zalim aku tidak makan daging aku tidak menyembelih hewan itu tidak memancing ikan gitu ya tidak menzalimi ikan dan lain-lain sebagainya ya wallahualam Bishawab maka Ibnu jauzi mengatakan di sini ya Andai pun kisah ini Shahih ya kalau Shahih nisbatnya kepada Ibrahim Al khawas karena di dalam sanadnya ini terdapat perawi yang bertahan ya apa dicurigai sebagai Pendusta ya sebenarnya yang menampar kalau kalau ini anggapannya riwayat ini Shahih begitu ya dan Sebenarnya ada catatan kecacatan pada sanadnya kalau Shahih maka sebenarnya menampar Ibrahim Al hawas ya di dalam kisah tersebut adalah iblis dan iblis juga yang berbicara kepadanya bukan Allah subhanahu wa ta’ala dengan kalamnya dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebutkan di dalam Alquran Lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya berkata kepadanya Kenapa kamu membunuh ikan yang selalu berdzikir menyebutku ya tentunya ini akan ada kontradiksi di situ ya maka artinya yang berkata seperti itu bukan Allah tapi iblis kalau riwayat itu benar tapi riwayat ini sebenarnya tidak benar ya karena di dalam sanadnya ada perawi yang mutahan ya Nah demikian nah mengatakan ketahuilah Allah membolehkan kita menangkap ikan dan tidak akan mungkin ya menghukum siapapun dari manusia yang melakukan yang dibolehkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ya Nah demikian Jadi bagaimana mungkin ya dikatakan kepada Ibrahim al-khawasta di ucapan ya ya hingga kamu menghampiri membunuh ikan yang selalu berdzikir menyebut kami sementara Allah sendiri tidak melarang kita membunuh ikan memancing ikan ya Nah demikian ya jadi bekerja untuk mendapat rezeki yang halal adalah tindakan terpuji Andai kita tidak mencari ikan menyembelih hewan ternak hanya karena hewan-hewan untuk berdzikir menyebut Allah tentu kita tidak boleh ya tentunya kita tidak akan mendapatkan asupan apapun untuk menopang tubuh kita agar kuat Karena manusia perlu juga makanan-makanan yang mengandung gizi Ya seperti makanan-makanan hewani ya bukan hanya nabati ya karena tubuh manusia tidak bisa tegak tanpa asupan daging sikap hidup seperti ini yang dijalani oleh vegetarian vegan yang tidak makan makanan hewan ya demikian dan itu dalam Islam tidak ada seperti itu maka ya seorang muslim ya jangan mengikuti gaya hidup yang bukan Islami seperti seorang muslim 3 teori vegetarian misalnya atau bahkan yang lebih ekstrim dari itu adalah itu bukan sikap hidup muslim dan itu bukan sikap hidup Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya kalau dia beranggapan bahwa itu lebih baik maka itu adalah cacat pada agamanya ya itu cacat pada agamanya seolah-olah dia mengatakan sikap hidup yang saya tempuh ini lebih baik daripada sikap hidup gaya hidup yang ditempuh oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya kalau dia berkeyakinan seperti itu bahwa apa yang dilakunya itu lebih baik daripada yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka nabi juga makan daging bagian yang disukai nabi itu adalah bagian paha ya daging bagian Pak nabi suka dan nabi memakannya ya Ada Demikian wallahualam [Musik] maka kita sampaikan sebelumnya barangsiapa yang ingin melakukan sesuatu ya dari kebaikan-kebaikan dengan anggapan dia akan jadi lebih baik daripada para nabi dan rasul maka itu adalah cacat pada agama ya cacat pada agama itu adalah suatu yang buruk ya berkaitan dengan agamanya wallahualam Jadi kepada muslimin dan muslimat ya tidak perlu ya kita mengikuti gaya hidup yang bukan dari Islam seperti jadi vegetarian misalnya atau jadi vegan misalnya ikuti aja nabi itu apa namanya panduan Alquran dan jangan berlebih-lebihan ya wallahualam Jadi tidak mencari ikan serta tidak menyembelih hewan ya adalah mungkin paham dari agama-agama lain seperti yang kita sebutkan tadi ya Nah jadi perhatikanlah kata Ibnu jauzi di sini kejahilan dan kebodohan yang dilakukan oleh orang-orang seperti ini ya dan Coba lihat ya bagaimana kita katakan bahayanya kalau ini adalah riwayat maudhu ya maka bahaya mengikuti riwayat maudhu seperti ini kalau riwayatnya benar maka Coba lihat betapa liciknya iblis dalam membuat talbis terhadap anak Adam ya sehingga dia keluar menyimpang dari sikap hidup yang dicontohkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka nabi pernah menegur sebagian orang yang ingin menempuh ia hidup yang lebih baik daripada apa yang beliau Contohkan nabi mengatakan mabalu aku Amin ya quluna Kenapa ada orang yang punya sikap begini dan begitu ada yang tidak mau nikah dan dengan beranggapan itu adalah lebih baik ada yang tidak tidur karena beranggapan itu yang lebih baik ada yang tidak mau makan puasa terus-menerus dan beranggapan itulah yang lebih baik maka nabi mengatakan Kenapa ada orang yang berkata seperti itu Aku adalah orang yang paling taqwa kepada Allah dan aku adalah orang yang paling tahu tentang Allah a’lam yang paling tahu tentang Allah subhanahu wa ta’ala dan orang yang paling taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan tetapi aku salat aku juga tidur aku menikahi wanita dan aku juga berbuka dia berpuasa dan berbuka tapi juga tidur Nabi juga menikahi wanita nabi juga makan dan minum bahkan Nabi berjalan-jalan di pasar mencari rezeki bahkan dengan tangan Beliau sendiri ya nabi juga berinteraksi hidup sebagai layaknya manusia yang normal ya karena Islam ini mengembalikan manusia kepada Fitrah sementara setan berusaha untuk mengeluarkan kita dari Fitrah itu Kenapa karena setan tahu ketika manusia keluar dari fitrahnya dia akan hancur hancur dunia akhirat ya dia akan hancur hancur dunia akhirat dan itulah yang dikehendaki oleh setan iblis dan bala tentaranya maka dia berusaha agar manusia ini keluar dari fitrah ya Nah demikian dan nabi mencontohkan kita bagaimana hidup di atas fitrah Allah Allah sebutkan itu Uswatun Hasanah Apa yang dilakukan nabi itu adalah contoh model Bagaimana manusia itu berjalan di atas Fitrah yang harus kita teladani yang harus kita tiru ya Nah demikian dan syariat seluruhnya adalah mengembalikan manusia kepada fitrahnya menyembah Allah dan hidup ya sebagaimana yang Allah ya tuntut dan kehendaki dari kita ya Nah demikian dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan balasan kepada hamba-hamba tersebut yaitu dia akan kembali kepada fitrahnya di dunia dan kembali kepada fitrahnya nanti di akhirat yaitu Kembali ke tempat asalnya yaitu surga maka keluar dari fitur ini akan menyebabkan manusia gagal kembali ke fitrahnya nanti di akhirat yaitu surga dan harus masuk neraka ya karena mengikuti apa yang dibisikkan oleh iblis dan bala tentaranya Nah demikian maka salah satu tipu daya iblis itu adalah mengeluarkan manusia dari Fitrah yang merubah-rubah ciptaan Allah merubah-rubah ya sunnatullah Yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala gariskan atas manusia Allahu a’lam jadi Islam lah agama satu-satunya di dunia ya sampai hari kiamat yang akan mengembalikan manusia kepada fitur tidak ada satupun agama yang akan mengembalikan manusia kepada Fitrah hari ini sampai hari kiamat agama apapun itu ya bukan hanya perasaan Wah ini agama terlihat baik nggak ya karena Allah Subhanahu Wa Ta’Ala menurunkan Islam ya dan menjamin orang-orang yang berjalan di atasnya mereka akan Selamat ya di atas fitrahnya dan kembali kepada Fitrah asalnya innama buistu kata Nabi Sesungguhnya aku diutus dengan membawa agama yang Hanif yaitu kembali kepada Fitrah ya fitrah manusia dalam menyembah penciptanya ya fitrah manusia adalah menjadi anak Adam ya kita ini adalah keturunan Adam yang yang semestinya sebagai manusia ya Nah demikian itulah Islam ya agama yang Allah subhanahu wa ta’ala untuk materinya kita akan cukupkan sampai disini dulu berikutnya kita akan lanjutkan ya dengan talbis iblis terhadap kaum Sufi terkait dengan sikap tidak mau berobat Ini masalah kesehatan ini juga menarik untuk kita bicarakan ya sebagian orang mengabaikan menjaga kesehatan dan memilih tidak mau berobat kalau sakit dia tidak mau berobat ya Dan menganggap itu sikap yang yang baik dan benar ya Nah demikian nanti akan kita Jelaskan ya kita tahu bahwasanya di dalam Islam ada yang namanya tibun Nabawi ya tip artinya pengobatan ya Nabawi disebut kepada nabi jadi pengobatan ala nabi jadi ada pengobatan yang dicontohkan nabi ya walaupun ya kita katakan inilah [Tertawa] kita katakan pintu yang terbuka luas ya tapi di sana ada pengobatan-peng pengobatan yang dicontohkan nabi ya Nah demikian ini menunjukkan bahwa nabi juga menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan dengan melakukan pengobatan-pengobatan apabila sakit ya Ada tibun Nabawi namanya pengobatan ala nabi kalaulah sikap seperti ini benar maka tentunya tidak ada timbul Nabawi dan nabi tidak akan mengajarkan dan menyuruh manusia untuk melakukannya karena tidak ada istilah berobat ya kalau tidak ada berobat Ya tidak ada timun Nabawi tentunya seharusnya seperti itu tapi Kita lihat nanti ya bahwasanya banyak bahkan sikap hidup Nabi itu semuanya adalah menuju kepada ya hidup yang sehat ya semua sunnah yang dicontohkan nabi itu mengarahkan manusia kepada hidup sehat kalau dilakukan oleh manusia maka dia akan sehat ya nah jadi sehat itu adalah rezeki yang tidak turun dari langit begitu saja sama seperti rezeki lainnya dia harus diusahakan nah kaum Sufi itu sama seperti dalam Bab rezeki juga seolah Rezeki itu turun dari langit tanpa diusahakan seperti yang bisa kita bahas sebelumnya ya Nah ini juga mereka lakukan juga di dalam Bab lain yaitu dalam Bab kesehatan ya mereka berasumsi ya Kalau tadi khasiat ya sehat Kalau Sakit dia Sakit ya tentunya tidak bisa seperti itu ya Tanpa berikhtiar untuk mendapatkan kesehatan itu ingat sehat itu sama seperti rezeki rezeki yang lain harus kita ikhtiarkan bukan rezeki yang turun dari langit begitu saja maka syarat Islam itu menganjurkan manusia agar menjalani hidup sehat maka diharamkanlah makanan-makanan yang buruk dihalalkan yang baik-baik supaya manusia sehat tidak sakit ya diperintahkan yang baik-baik dilarang dari yang buruk-buruk supaya manusia itu sehat Nah demikian wallahualam ya Nah ini akan kita bahas Nanti pada pertemuan yang akan datang Insya Allah yaitu talbis iblis terkait Sikap mereka yang tidak mau berobat Ya tidak mau menjaga kesehatan wallahualam Subhanahu Wa Ta’ala Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh salam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustadz Abdul Ihsan Al Azhari al-maidani mafidallahu ta’ala atas semua yang sangat bermanfaat demikian tadi kata Islam program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kita talbis iblis tipu daya iblis terhadap kaum sufi dalam ikhtiar atau tawakal atau berusaha untuk bekerja keras namun Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat Dan kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam meraih Hidayah dan petunjuknya Amin ya robbal alamin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda semua wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply