Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Serial Fiqih Pendidikan Anak – No; 194

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam Alhamdulillahi Wahdah wasalatu wassalamu ala Man la nabiya ba’dah wa ala alihi wasahbihi waman itabaa Huda Ila yaumil qiamah Amma ba kita panjatkan puja dan puji syukur keadirat Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini tanggal 23 Zulhijah 1445 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 30 juni 2024 satu Oh 1 Juli [Musik] 2024 kita masih kembali diberi kekuatan kesehatan sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di Kompleks pondok pesantren Tunas Ilmu di desa gedung Buluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah Azza waalla berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla waala Allahumma Amin selawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti bapak-bapak ibu-ibu para hadirin para hadirat dan juga seeda pendengar SEC pemirsa rahimani warahimakumullah Alhamdulillah kita kembali mengkaji pembahasan tentang fikih pendidikan anak kali ini memasuki serial nomor 194 mengangkat tema nafkah makan dan pakaian untuk siapa untuk anak salah satu kewajiban orang tua kepada anaknya adalah memberi nafkah ini hukumnya noo wajib apa sunah wajib berarti kalau enggak ditunaikan beripun dosa karena hukumnya wajib ketika dia mampu untuk menjalankannya Lalu dia tidak laksanakan maka dia akan berdosa seperti orang yang meninggalkan kewajiban salat Li waktu wajib atau tidak wajib ya ketika itu tidak dilakukan maka akan berdosa karena dia meninggalkan sesuatu yang hukumnya wajib dan para ulama kita sepakat semuanya bahwa orang tua wajib menafkahi [Musik] anaknya kesepakatan itu dinukil oleh Imam Ibnu Munzir rahimahullahu taala seorang ulama yang wafat pada tahun 319 Hijriah kata beliau semua ulama yang kami kenal sepakat bahwa seseorang wajib untuk menafkahi para anak kecilnya yang tidak punya harta perhatikan baik-baik wajib memberi nafkah kepada siapa anak kecilnya yang tidak punya harta Siapa ini yang dimaksud yang wajib Bapak apa [Musik] ibu bapak apa Ibu hah dua-duanya Kata siapa Bapak apa Ibu Bapak kalau bapaknya dak ada baru ibu ya Jadi kalau bapaknya ada berarti yang harus kerja Siapa bapaknyan ngantar anak ngantar sing saapa ibune kepriwe wonten Bu kathah naudubillahi minik jangan ibunya disuruh kerja di PT bapaknya dolanan Daro e nek orang Man mancing keliru ini yang punya yang punya kewajiban untuk memberikan nafkah adalah ba bapak ketika bapaknya gak ada entah itu karena meninggal dunia ya atau karena satu dan lain hal maka saat itu mau tidak mau ibunya yang menafkahi Kenapa kok di sini dikatakan anak kecil ya anak kecil karena anak kecil biasanya belum bisa bagaimana kalau anak besar bukan anak kecil anak noo besar ya berarti sudah gede sudah punya kemampuan untuk nyari duit apakah masih wajib di sini ada perbedaan pendapatnya para ulama ya sehingga saya kebanyakan ulama mengatakan gak wajib kalau anak itu sudah nopo sudah gede dan sudah bisa nyari duit sendiri beda ya sudah gede tapi enggak bisa nyari sama sudah gede tapi bisa nyari Maksudnya gimana Ustaz sudah gede enggak bisa nyari apa ada Kenapa sih enggak bisa nyari duit betul Mungkin dia punya keterbelakangan Noa Bu mental ada orang sudah gede tapi karena punya keterbelakangan mental sehingga dia enggak bisa nyari duit enggak bisa mencari nafkah maka mau enggak mau Siapa yang menafkahi siapa Bu ya orang tuanya walaupun anaknya sudah besar tapi kalau anaknya sudah besar dan dia mampu untuk mencari nafkah tapi dia ndak mau jadi bedakan antara tidak mampu dan tidak mau kalau dia sudah gede dan dia mampu untuk bekerja kenapa mampu W tamatan S1 kok atau tamatan SMA STM malah SMK S sekolah menengah noo kejuruan memang dilatih untuk bisa bekerja kok malah numah kur dolanan HP ya naudubillahzalik malah judi Eng ngabis-ngabisin duitnya siapa orang tuanya maka banyak ulama mengatakan enggak wajib untuk menafkahi ya walaupun ada Sebagian ulama mengatakan wajib tapi kebanyakan sehing saya tidak wajib jadi para ulama sudah berijmak atas hal ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim Beliau pernah berpesan seperti ini Ibda binafsika fatasaddaq alaiha Mulailah dari menafkahi dirimu sendiri Maksudnya bagaimana ketika kita nyari duit ketika kita bekerja dapat duit maka duit itu nomor satu buat nafkah diri sendiri berarti berarti nggih orang yang masih jomblo belum punya noo Bojo belum punya istri belum punya anak harus dia bekerja harus enggak ya haruslah buat apa buat diri sendiri buat menafkahi dirinya sendiri sehingga dia tidak menjadi beban buat orang lain makanya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Ibda bfsikaq alaiha Bekerjalah untuk menafkahi dirimu sendiri sehingga engkau tidak menjadi beban orang lain Fain fadala saiun fahlik kalau nafkahmu hasil kerjaanmu duit yang kamu dapatkan masih lebih [Musik] dari keperluan pribadimu maka nafkahilah Siapa keluargamu Anak dan istrimu Terus apa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Fain [Musik] ahlikaunziqabatik kalau seandainya masih lebih sudah kasih nafkah buat istri buat anak masih lebih maka nafkah nafkahilah karib kerabat ya jadi karib kerabat Bu bisa ke atas bisa ke bawah bisa ke samping bisa ke mana ke atas bisa ke bawah bisa ke samping apa maksudnya ke atas orang tua kakek nenek ke atas terus berarti siapa Bu ya buyut ya ke atas ini kerabat ke atas ada kerabat ke bawah Sinten anak sudah tadi kan Terus siapa setelah anak cucu Sinten cucu setelah cucu cicit itu namanya ke bawah kalau ke samping Kakak Adik terus om tante Pakde Bude Pak Le Bu Le itu namanya ke samping ya jadi kerabat itu ada yang ke mana ke atas ada yang ke bawah ada yang ke samping lah Ustaz yang dimaksud dengan wajib menafkahi anak itu apanya Ustaz misalnya nih anak kita minta HP Ustaz itu apa wajib Ustaz untuk membelikan pertanyaannya HP itu kebutuhan primer apa sekunder apa tersier singj Hah primer k sing paling duwur yang kedua noo sekunder itu pertengahan yang paling bawah no ters HP sing pundi niku Hah primer k diwe mati primer jenenge ya makan ya enggak dikasih kan mati HP kalau enggak dikasih mati enggak gak apalagi kalau dipakai buat anak-anak paling main game Itu bukan kebutuh Tuan sekunder juga tersier juga malah Entahlah ya Jadi yang wajib itu yang mana Ustaz yang wajib itulalah kebutuhan-kebutuhan primer Apa kebutuhan primer apa tadi bu Makan minum terus pakaian terus tempat tinggal tempat tinggal itu harus milik sendiri atau boleh ngontrak boleh ngontrak boleh numpang boleh di mana Ustaz rumah mertua Indah Perumahan mertua Indah boleh gak apa-apa atau rumah dinas yang penting tempat Ting Tinggal itu yang primer jadi ketika orang tua punya harta kemudian dia tidak menafkahi anaknya berupa makanan atau berupa noo pakaian atau berupa tempat tinggal dia punya tapi dia tidak memberikan itu kepada anaknya maka dia bisa berdosa karena dia meninggalkan kewaajiban baik ini yang hukumnya Pri primer yang sekunder yang tersier Bagaimana gak wajib gak wajib kalau ngasih Ustaz Gimana boleh bagus kalau mampu kalau mampu Kemarin saya ditanya sama salah seorang jemaah Ustaz anak saya minta HP Ustaz tapi saya enggak mampu untuk membelikan karena enggak punya duit Apakah saya dosa apa jawabannya Bu Bu dosa atau tidak kenapa karena bukan kebutuhan primer dan orang itu enggak mampu ya jadi pahami ini jadi penting memahami mana yang wajib mana yang tidak wajib tapi kalau misalnya jenengan mampu dan yang diminta oleh anak itu bukan sesuatu yang merusak anak malah jadi motivasi dia untuk belajar no problem misal tapi saya kalau selesai hafalan satu juz saya minta dibelikan sepeda misalnya primer atau tidak primer atau tidak tidak kalau jenengan punya duit dan bisa membelikan sepeda itu dan tujuannya supaya anak semakin senang untuk menghafal al-qur’an dan jenengan belikan dapat pahala Insyaallah walaupun itu bukan Pri primer Ya baik sekarang kita bicara kualitas nafkah yang diberikan kepada anak seyogianya sekualitas dengan nafkah yang dikonsumsi dan dipakai oleh orang tuanya penting ini saya ulangi ngih nafkah yang diberikan kepada anak hendaklah kualitasnya sepadan dengan kualitas milik orang tuanya Perhatikan ya itas jenisnya jadi enggak harus sama persis Ya enggak mungkin sama persis wong Bapake kelambine gede anake ya cilik Jadi bukan ukurannya tapi KUA kualitasnya contoh ya Bapaknya ini kalau makan pakai sate berarti hendaknya anaknya juga tempe ya wuduh kalau bapak sate ya anake sate ya kalau beda jenisnya Ustaz gak apa-apa Bapak senenge kambing anake senenge ayam gak apa-apa kalau itu yang penting se sejenis sekualitas ya jadi enggak adil kalau Bapake maame gule anake Mi ya m instan bukan karena anaknya memang suka Bukan tapi karena bapaknya pelit ya enggak adil seperti itu ya sekua kualitas baju juga Sama ya jadi jangan sampai bajune Bapak apik apik baju anaknya lungsuran terus lungsuran sekang Bapake pas as SD PR mungkin atau tidak mungkin atau tidak mungkin mau tahu contohnya anak saya yang paling kecil anak saya yang paling kecil itu pakai baju saya ketika saya jadi dokter kecil dulu itu di SD ada program nanya program apa dokter kecil enggak tahu sekarang masih ada gak Masih ya anak kelas 2 SD gitu ya belajar di Puskesmas cara P3K dan seterusnya itu baju SD saya kelas 2 ya kelas 2 SD itu masih ada sampai sekarang dan anak saya yang umur 6 tahun 7 tahun itu senang banget pakai baju itu ya Saya mau gimana baju saya kelas 2 SD berarti sudah berapa tahun ngih sekarang umur saya 43 tahun pas SD kelas 2 berarti umur berapa Nggih 8 tahun berarti sudah berapa tahun 30 tahun sih kepr Jajar tapi alhamdulillah yo masih apa ya Melong ya ora Ya maksudnya masih masih kokoh lah engak sopek-sopek lahang kainnya Alhamdulillah kain yang tebal gitu kain dril Kalau enggak salah masih ingat saya ya tapi ya bukan berarti dia enggak dibereliin baju yang yang bagus ya bahkan anak saya ini mintanya pokoknya kalau abi punya baju ini saya punya baju itu berarti kalau beli kain itu sekalian jahit bikin dua gitu sama kita ya gak apa-apa kalau memang mam mam mampu apa dalilnya Ustaz dalilnya adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dalam kitab beliau al adabul Mufrad dan hadis ini dinilai sahih oleh Syekh Al Albani dari seorang perawi yang bernama ubadah bin Walid Sinten Bu ubadah bin Walid kata beliau aku pernah keluar rumah kata ubadah beserta Ayahku siapa nama ayahnya Walid nah Masyaallah Betul kan ubadah bin Walid berarti Ayahnya namanya Walid Saya pernah keluar rumah beserta ayahku di tengah jalan kata ubadah saya ketemu dengan seorang kakek kakek itu pakai baju jubah dobel jubah dalam dan jubah nopo luar mungkin kalau kayak di negeri kita ini pakai kemeja dan pakai jas kira-kira seperti itu ya kalau di kita jadi ada yang buat dalamnya ada yang buat luarnya kan gagah ng gagah dan ternyata di sampingnya samping si Kakek ini ada pembantunya ada budaknya yang pembantu Itu bajunya mirip sekali dengan majikannya pakai apa jubah dobel pakai kemeja pakai jas kalau kita ya bayangkan majikan karo apa pembantu loh ya Ini bukan atasan bawahan loh majikan sama pembantu bahkan budak loh bukan Pantu budak maka ubadah ini penasaran ubadah itu masih remaja saat itu masih remaja dia berani dia dia ketemu saat melihat kok majikan sama pembantu pakaiannya kok sama maka ubadah pun bertanya wahai Pamanku ya manggil orang biasanya untuk mengakrabkan wahai Pamanku kenapa engkau enggak beri budakmu pakaian yang biasa aja enggak senecis itulah wong pembantu masa kayak gitu enggak senecis Itu kenapa pakai enggak kasih pakaian yang biasa aja sehingga bajumu sama baju dia berbeda wong antara majikan sama noo pembantu maka kemudian si Kakek ini melihat dan memandang Walid Sinten Walid bapaknya U ubadah dan bertanya Apakah ini anakmu yang nanya ini Apakah ini anakmu kata Walid Iya ini anak saya setelah itu baru kemudian si Kakek memegang kepalanya ubadah diusap kepalanya Kemudian beliau berdoa Allahumma barik Fik Ya Allah berkahilah engkau berkahilah anakmu ini aku bersaksi bahwa aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dengarkan baik-baik Kenapa kok si Kakek ini berpakaian Sama persis dengan budaknya karena aku pernah mendengar Rasulullah sallallahui Wasallam bersabda [Musik] kasih makan pembantumu seperti makan yang engkau [Musik] konsumsi dan berikan pakaian kepada pembantumu seperti pakaian yang engkau Pakai pesan dari siapa Bu Rasulullah ber pembantumu makanan seperti yang engkau makan dan berilah pakaian kepada pembantumu seperti pakaian yang engkau kenakan pertanyaannya Apakah majikan-majikan di zaman ini seperti itu tidak jenengan orang jenengankah orang [Musik] itu Coba bayangkan bantu biasane kalau makan kebagian apa luwihane bismillah iya Nek luwiane As an daginge kadang-kadang kur gali Balung kalau Ri Ri Ri makan apa ikan ikan kan dua sisi nggih ikan kan dua sisi masih mending kalau misalnya yang dimakan cuma satu sisi ketika dibalik masih ada noo Sisi yang satunya kan Ini enggak bolak-balik Entong endas dipangan Ya Allah Ya Rabbi Subhanallah mana adab dan etika seorang muslim yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu pernah seingat saya nyuruh kita untuk nyuapi pembantu bayangkan Masyaallah ya ya tentunya maksudnya Ini Bapak ke pembantu laki-laki ya Ibu Kepada pembantu perempuan bukan laki-laki perempuan enggak enggak gitu maksudnya Ya jadi perhatikan biasakan ini kepada anak-anak kita yang pada punya pembantu ya yang masih punya pembantu gak masalah di rumah punya pembantu yang penting memperhatikan adab ya yang masih punya pembantu anak kita anak kita kita biasakan Jadi jangan sampai pembantu kita itu cuma dapat sisa-sisa contoh jangan bening kur dari banyune berarti bening banget saking enggak ada apanya isinya jangan jangan kayak gitulah I bahkan kalau perlu ketika pembantu kita sudah masak sebelum kita makan dia suruh ngambil dulu suruh noo ngambil dulu berarti bukan sisa wis diwek-uwek kudu wek-uwek siapa bukan yang sudah diaduk-aduk gitu loh saya tanya sama jeneng Jan jenengan ololu maksudnya jenengan nyaman dengan makanan yang sudah di apa udek-udek diaduk-aduk sama kadang-kadang bocah cilik ya ya makan di atas itu mungkin ada yang jatuh ke situ kan gak enak kan pembantu sudah capek masak dia cuma dapat sisa-sisanya mbok ya ketika dia sudah selesai suruh ngambil dulu nisihkan dulu makan ya jadi dia Makannya juga sama kayak kita fresh ya Ini masalah makanan yang kedua pakaian juga sama jadi jangan sampai pembantu kita apalagi ketika lebaran apalagi ketika noo lebaran satu keluarga majikan bapak anak cucuk satu keluarga semuanya bajunya baru sarimbit malah pembantune Sudah berapa tahun Enggak ganti baju baru jangan seperti itu ya baik Terus apa hubungannya Ustaz ini hadis kan membicarakan pembantu Nggih sedangkan judul Kita nafkah kepada anak Apa hubungannya Ustaz hadis ini lagi menjelaskan Bagaimana majikan bersikap kepada pembantu sedangkan Tema kita bagaimana orang tua menafkahi anak Apa hubungannya Ustaz nyambung atau enggak jawabannya nyambung kenapa nyambung lah wong kepada pembantu aja suruh kayak gitu kok apalagi kepada anak gitu cara nyambungkannya yang diistilahkan dengan wajul istidlal ya Jadi kalau misalnya majikan kepada pembantu yang bukan apa-apanya bukan darah dagingnya bukan keluarganya enggak ada hubungan darah sama sekali kecuali mungkin sama-sama Anaknya Nabi Adam ya masa kepada pembantu kita dianjurkan seperti itu kepada anak sendiri darah daging kita enggak seperti itu anak dan istri kita lebih berhak untuk mendapatkan perlakuan seperti itu dibandingkan pembantu kita karena hak mereka lebih besar dibandingkan hak pembantu ini [Musik] ee pengajian kita Pada kesempatan kali ini masih ada sisa waktu silakan kalau ada pertanyaan bisa disampaikan Baik terima kasih ustaza kemularan atas materi yang disampaikan kami bacakan pertanyaan pertama datang dari hamba Allah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh orang tua saya termasuk orang yangu ekonomi sehinggatiapi saya diberi Ang untukanja keuhan sehari-hari dan menyuruh untuk menyan uang gajinya untukuhan anak sekah k saat ini gaji saya sedikit untuk istri [Musik] danbinya saya Ustaz Apakah anak wajib menafkahi orang tuanya Iya kalau anaknya mampu dan orang tuanya tidak mampu Iya kalau apa Anaknya mampu orang tuanya tidak mampu lah kalau dengar cerita tadi orang tuanya mampu gak mampu W malah ngasih kok ya tapi kalaupun dikatakan tidak wajib yo secara etika ngasih lah secara e etika orang tua itu kalau dibelikan sama anaknya suka enggak suka ya contohnya ketika Idul Fitri beliin apa baju baru suka ya atau orang tuanya pengin sesuatu misalnya ya kulkas di rumah sudah apa rusak misalnya sudah lama misal kemudian belikan orang tua kulkas suka orang tua ya rata-rata seperti itu Jadi kalau orang tuanya mampu Maka kalau wajib mudah-mudahan enggak Setahu saya tapi kalau anda mau ngasih itu lebih baik itu lebih baik silakan Baik terima kasih J loh heran pertanyaannya pertanyaan berikutnya Afan Ustaz keluar dari tema materi Apa hukum cek Khadam yang belakang ini sedang tren di sosmet Ustaz Apa itu cek khodam ee Saya gak paham maksudnya cek Khadam kalau yang dimaksud adalah pertama Khadam itu apa Khadam itu artinya pembantu Khadam itu artinya apa pembantu yang dimaksud pembantu di sini Khadam itu biasanya makhluk halus makhluk halus dan ketika ngomong makhluk halus ada dua kemungkinan yang pertama Jin yang kedua malaikat Jadi kalau ada orang ngomong Khadam pembantu dari kalangan makhluk halus maka ada dua kemungkinan yang pertama mereka maksud maksud mereka adalah jin atau maksud mereka adalah nopo malaikat sama-sama makhluk halus kan kalau maksud mereka malaikat maka ndak mungkin malaikat jadi pembantu siapa sih dewek malaikat kok jadi apa pembantu yang bisa nyuruh-nyuruh malaikat itu hanya Allah subhanahu wa taala itu kalau yang dimaksud malaikat gak mungkin ya Ustaz tapi kan jadi Ana dukun dodolan Khadam malaikat pembohong Pendusta omong kosong gak mungkin berarti sisa kemungkinan yang kedua yaitu itu adalah Jin nopo Jin apakah jin mau disuruh-suruh oleh manusia mau kalau manusianya memenuhi persyaratan yang Jin tetapkan jadi jin itu mau disuruh-suruh kalau manusia memenuhi syarat memenuhi persyaratan yang diaajukan Apa contohnya ya apalagi kalau bukan kesyirikan contoh menyediakan sesaji ya contoh baca mantra-mantra yang di dalamnya memuat permintaan kepada selain Allah alias Syirik Nah itu baru Jin mau ketika seorang manusia nuruti permintaan Jin permintaan setan Ustaz tapi kan jinnya Muslim [Musik] ngerti ngerti Dari mana tahunya dia itu J muslim dari mana jin itu kan makhluk halus tapi ngakune Ustaz jinnya ngaku dia muslim percaya kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika lagi ngomongin bangsa jin shodqoka wahua kadub ketika lagi ngomongin setan apa kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dia kali ini benar tapi kebiasaannya bohong jadi setan itu sifat aslinya pem bohong kayak dukun pada bae 11 12 pancen dulu rek ya jadi setan itu tukang bohong jadi dia ngaku Oh saya ini muslim dari mana Wong dia aslinya pembohong kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka saya nasihatkan kepada saya pribadi dan juga kepada ee jemaah sekalian enggak usah ikut-ikutan yang kayak gitu ya enggak ada manfaatnya enggak ada manfaatnya ya kita manusia itu diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla lebih mulia daripada Jin lebih mulia daripada apa jin sehingga tidak baik kita kemudian merendahkan diri ya di hadapan Jin minta-minta kepada Jin apalagi jin itu dia pasti akan mengajukan syarat-syarat yang melanggar aturan agama lah kalau qarin Ustaz kalau Nop qarin qarin Apa artinya Qorin nek wong Jawa mengatakan sedulur sedulur tua ya qarin Jin yang menyertai manusia ada setiap dari kita ada tapi rata-rata Karin ini membisikkan hal yang tidak baik sebagaimana malaikat kebalikannya malaikat membisikkan hal yang baik-baik kalau qarin Jin membisikkan hal yang buruk-buruk saya kasih contoh bapak-bapak Ketika nanti juran keluar dari Masjid itu kan banyak ibu-ibu ya banyak ibu-ibu juga keluar sering terjadi pertempuran perasaan ada satu bisikan mengatakan mumpung Kapan maning anak sing ayu [Tepuk tangan] jelalatan di waktu yang sama juga ada bisikan aja ora halal jenengan ikut yang mana kok sepi itu namanya bisikan yang satu dari malaikat yang satu dari se setan jadi jadi rata-rata bisikan-bisikan buruk itu dari setan sehingga jangan kita nurutti sama qarin ini satu-satunya qarin yang nurut taat Ya qarinnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kata beliau illa annallaha aani Alaihi faaslam hanya saja Allah subhanahu wa taala bantu saya untuk menaklukkan Jin qarin saya sehingga dia masuk Islam J nurut gu patuh kepada aturan Allah ya qarinya Rasul kalau qarinya kita ini seringnya membisikkan kepada keburukan semoga bermanfaat terima kasih atas perhatiannya Menas segala kurangannya kita akhiri subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubu ilaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *