Dr.Iqbal Gunawan, MA | Syarah Hadits Jibril

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nab Muhammadin waa alihi waashabihi wwalah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhuasulhat Islam azakumullah para pemerti R di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari Rabu pekan yang pertama kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin yaitu pembahasan syarah hadis Jibril disampaikan oleh Al Ustaz Dr Iqbal Gunawan Ma hafidahullahu taala dari Maros Makassar Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau mudah-mudahan koneksi kami lancar hingga akhir acara nanti seperti biasa kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya perihal pembahasan kita di kesempatan pagi hari ini anda bisa mengirimkan pertanyaan baik melalui layanan pesan Whatsapp ataupun anda bisa menghubungi kami secara langsung di layanan Telepon yang tentunya kami harapkan untuk pertanyaan yang akan anda ajukan disesuaikan dengan pembahasan kita di kesempatan Hari ini pula baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada alustaz kami persilakan F tafadal Masykur bismillah whamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wasohbihi Wal allahna Ilma allahma asah W an allahma Inna naluk Huda wasad pemirsa R TV di manaun anda berada Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan Taufik dan hidayahnya kepada kita semua Alhamdulillah di pagi hari ini kita lanjutkan pembahasan syarah hadis Jibril ya yaitu pembahasan yang kita siarkan atau kita sampaikan pada setiap Rabu ee pertama dan kedua di setiap bulannya Alhamdulillah kita sudah sampai pada pembahasan rukun iman yang terakhir yaitu Ketika Malaikat Jibril bertanya kepada nabi alaihiatu Wasalam maka nabi was mengatakan engkau beriman kepada Allah kepada malaikat-malaikatnya kepada kitab-kitabnya kepada rasul-rasulnya kepada hari akhir dan kepadadirik dandir Bur tentunyaun ini harus benar-benar kita pahami dengan baik karena sangat disayangkan banyak dari kaum muslimin saat ini yang ketika ditanya apa itu Rukun Iman berapa Rukun Iman banyak yang kebingungan ya padahal ini adalah pokok dalam agama kita kita harus beriman kepada Allah rububiah uluhiyah asma dan sifat Allah Azza walla kepada malaikat-malaikatnya kepada kitab-kitab yang Allah turunkan kepada rasul-rasul yang Allah utus kepada hari akhir yang juga pembahasannya yang sangat panjang mulai dari seorang meninggal dunia sampai masuk ke dalam surga atau neraka waladubillah kemudian rukun yang keenam adalah beriman kepada takdir baik dan takdir buruk karena semua segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla ituentu banyak sekali ayat-ayat dalam al-quran dan hadis hadis yang menunjukkan tentang takdir ini yaitu bahwasanya segala sesuatu itu telah ditakdirkan oleh Allah Azza waall di anara dalil tentang takdir yaitu firman Allah Azza waallguhnya bagi kami segala sesuatu kami ciptakan dengan takdira Allah berman kahuana Katakanlah tidak akan menimpa tidak akan menimpa kita kecuali apa yang telah Allah tuluskan untuk kita juga firman Allah Azza waalla anusikumiitabqah inaahiir musibah apa saja yang menimpa kalian baik itu di atas bumi atau pada diri kalian kecuali semuanya telah dituliskan oleh Allah Azza waalla sebelum Allah wujudkan sesungguhnya itu ringan bagi Allah Azza wa Jalla itu beberapa ayat yang menjelaskan tentang takdir yaitu Allah subhanahu wa taala telah menuliskan menciptakan menghendaki segala sesuatu dan Allah subhanahu wa taala juga telah mengetahui sebelumnya Adapun hadis-hadis nabi alaihiatu wasalam yang menunjukkan tentang iman kepada takdir yaitu sangat banyak sekali tentunya di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim dalam dua kitab sahihnya di dalam Kitab alqadar ya jadi pembahasan takbir dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda orang beriman yang kuat Im Dar orang yang ber yangah punya ke punya hal yang bermanfaat baik itu dunia apalagi akhirat kita diperintahkan untuk semangat bekerja semangat mencari nafkah semangat dalam berbisnis berjualan ya bekerja dan lebih harus lagi semangat dalam beribadah melaksanakan salat Li waktu berpuasa bersedekah berlomba-lomba dalam kebaikan Jangan lupa untuk selalu meminta pertolongan kepada Allah Azza waalla pada setiap aktivitas yang kita lakukan ya makanya setiap kita keluar rumah para pemirsa sekalian kita dianjurkan untuk membaca Bismillah tawakalah ya dalamillah amantillahah Aku berlindung kepada Allah aku beriman kepada Allah aku bertawakal kepada Allah W Billah tidak ada daya dan upaya tidak ada kemampuan bag kita untuk melakukan kebaikan atau meninggalkan kemaksiatan kecuali atas Pertolongan Allah Azza waall Jangan lemah jangan malas jangan apabila ya jangan mengatakan apabila engkau tertimpa sesuatu ya mendapatkan keburukan Jangan engkau mengatakan Seandainya saya melakukan ini akan itu Seandainya saya tidak keluar Seandainya saya tidak mengerjakan ya kalau sudah terjadi maka katakanlah qarullah Wal Jadi kalau sudah terlanjur dan kita tidak suka maka kita katakan qahalah Ya kalau kita mengatakan seandainya seandainya maka itu bisa membuka pintu setan karena tidak ada yang menimpa kita kecuali sudah ditakdirkan dan apa yang menimpa kita tidak mungkin meleset karena sudah tertulis dan apa yang tidak kita dapatkan tidak mungkin kita bisa mendapatkannya karena memang tidak dituliskan untuk kita juga imam muslim merwayatkan dengan sanadnya sampai kepada bkan aku mendapati beberapa dari sahabat nabi alaihiatu wasalamqar mereka semua sepakat mengatakan bahwasanya segala sesuatu itu telah ditakdirkan Abdullah bin Umar yaakul Q Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam biqadar juga Beliau mengatakan aku mendengar sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu Anhu meriwayatkan dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya Beliau mengatakan segala sesuatu telah ditakdirkan Apa itu sampai rasa malas rasa semangat ya itu semua telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla jadi semangatnya orang yang bersemangat antusiasnya orang antusias dan malasnya orang yang malas lemahnya orang yang malas semua itu telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla berkata Imam annawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadis ini ya orang yang lemah itu telah ditakdirkan kelemahannya Adapun orang yang bersemangat juga telah ditakdirkan dia bersemangata nabi alaihiu wasalam dalam hadis sahihat Bukhari dan Muslim bersabda ini semuaad menunuk tentang diahulnya di danat tetaplah beramal beramallah karena semua akan dimudahkan untuk apa dia diciptakan kemudian nabi alaiiu wasam membacakan ayat Adapun orang orang yang memberikan apa yang harus dia berikan ya dari nafkah wajib ya dari zakat bertakwa kepada Allah membenarkan janji Allah berupa balasan yang baik sur yang Allah Jikan kepada orang yangudah berudah kami akanudah Dia Mak ke tidak m kepada Allah karunust Ji allahudahb dan menyulitkan dia untuk beramal maka men Bah segala sesu tah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla baik itu amal saleh maupun amal keburukan amal saleh telah ditakdirkan dan akan menghantarkan dia kepada kebahagiaan surga dan itu semua juga sudah ditakdirkan juga amal keburukan telah ditakdirkan yang menghantarkan seorang kepada kesengsaraan kebinasaan dan itu semua telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla karena Allah mentakdirkan sebab dan akibat tidak ada satu pun yang keluar dari takdir Allah Azza waalla tidak ada yang terjadi di alam semesta ini kecuali telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla juga dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma Beliau mengatakan kuntu khalfa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yauman Pada suatu hari kata sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma aku berada di belakang Nabi alaihiatu wasalam ya dibonceng wahai ya Pemuda dan saat itu sahabat Ibnu Abbas masih sangat sangat muda dan nabi alaiiu wasam mengajarkan kepadanya beberapa kalimatalah allahcaya Allah akan menjagam jagalah perintah Allah jauhi larangan Allah kerjakan apa yang Allah perintahkan maka balasan Allah akan menjagamu menjaga dirimu menjaga hartamu menjaga urusanmu jahat jagalah Allah laksanakan perintah Allah jauhi larangannya engkau akan mendapati Allah selalu berada di hadapan engkau meminta Allah akan menolong engkau berdoa Allah akan mengabulkanah Kalau engkau ingin meminta sesuatu butuh sesuatu Mintalah kepada Allah dan tentu pemirsa sekalian ini ya seaganya kita sering ulang kepada putra-putri kita ya kepada anak-anak kita wahai anakku ya jika engkau ingin sesuatu Mintalah kepada allahah sebagaimana nabi alaihiatu wasalam mengajarkan kepada sepupunya Abdullah I Abbas ya ketika itu masih kecil ya jika ingin Butuh sesuatu ya minta sesuatu minalah kepada walaupun itu satu yang ringan suatu yang sederhana Mintalah kepada Allah segala sesuatu karena jika Allah memudahkan maka itu akan sangat mudah didapatkan sebelum meminta kepada orang tua ya maka Mintalah dulu kepada Allah Azza wall Jika Engkau Minta butuh pertolongan maka minalah pertolongan kepada Allah Azza waalla jadi selalu kita ajarkan anak-anak kita untuk berdoa kepada Allah Butuh sesuatu angkat tangan ya mohon kepada Allah Azza waalla kita ajarkan bahwasanya segala sesuatu itu di tangan Allah subhanahu wa taala Allah pemilik segala sesuu dan pengendali segala sesuatu kemudian melanjutkan bahwanyayauruhat berkumpul unuk ereka tidak akanuemberi manaat Keu apa yang telah Allah tuluskan Unka bersatu unuk mahayereka tidak akan mampu mahayakanmu kec Jika Allah telah menulis sudah diangkat dan larardir sudah hadis timidzi dan beliau mengatakan hadis ini sahih dan Hasan dan sahih maka ayat-ayat dan hadis-hadis tadi yang kita bacakan semua menunjukkan bahwasanya segala sesuatu itu telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla ya maka ini merupakan rukun iman yang keen yang harus kita imani kemudian perkara berikutnya yang perlu kita pelajari dan ketahui bahwasanya takdir itu punya EMP katan ya Jadi ada empat fase takdir yang wajib kita yakini wajib kita imani agar kita tidak tersesat dalam Bab takdir ini karena sebagian kelompok sesat mereka menyimpang di bab ini karena tidak memahami urutan-urutan takdir tingkatan takdir yang pertama yaitu Allah subhanahu wa taala mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi yang sedang terjadi yang akan terjadi yang belum terjadi dan yang tidak akan terjadi seandainya terjadi Allah mengetahui jadi Allah subhanahu wa taala mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi sampai hari kiamat dan tidak akan terbaharui ilmu tersebut atau tidak akan ee menjadi baru ilmu Allah Azza waalla karena sesuatu itu belum diketahui sebelumnya Allah ketahui tidak ya jadi Allah telah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi sampai hari kiamat jadi tingkatan yang pertama kita harus meyakini Bahwasanya Allah telah mengetahui secara detail dan allahghitetahui jumlahala ses jlah butiran jumlah makhluk ya jumlah ikan di laut jumlah manusia jumlah di daunan karena tidak ada daun yang jatuh kecuali Allah mengetahui tidak ada yang kerindang basa kecuali Allah mengetahui segala sesuatu yang kedua Allah subhanahu wa taala menuliskan segala yang akan terjadi di suatu kitab yang besar yang dinamakanah Allah Tuliskan segala sesuatu sebelum Allah ciptakan langit dan bumi ya dengan jarak 50.000 tahun jadi 50.000 tahun sebelum Allah ciptakan langit dan bumi Allah sudah tuliskan segala sesuatu berdasarkan sabda Nabi Alaihi alaihiu Wasalam dalam had muslim nabi alaihiu wasalam bersabdaah Allah Tuliskan takdir seluruh makhluk sebelum Allah ciptakan langit dan bumi atau 50.000 tahun sebelum Allah ciptakan langit dan bumi dan arsnya berada di atas air rawahu muslim hadis Rat muslim dari hadis Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma jadi tingkatan yang kedua setelah Allah mengetahui Allah Tuliskan segala sesuatu di kitab yang bernama Lauhul mahfuz yang tidak akan berubah apa yang tertulis di kitab tersebut tingkatan yang ketiga yaituiat Allah kehendaki Allah inginkan segala sesuatu jadi tidak ada yang terjadi kecuali Allah telah kehendaki dan tanda bahwa itu dikehendaki oleh Allah jika terjadi Adapun jika hal itu tidak terjadi berarti tidak dikehendaki oleh Allah subhanahu wa taala tidak mungkin terjadi sesuatu di bawah kekuasaan Allah subhanahu wa taala kecuali Allah kehendak apa yang Allah kehendaki pas terjadi dan Allah apa yang Allah tidak kehendaki tidak mungkin terjadi Allah Azza walla berfirmannya perintah allaha menginginkan sesuatu menghendaki sesuatu hanya mengatakan danun maka terjadilah hal tersebut Allah taaend ses kali telah dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla jadi kehendak kita tidak lepas dari kehendak Allah Azza waalla tingkatan yang keempat yaitu Allah mewujudkan segala sesuatu yang telah Allah ketahui Allah Tuliskan Allah kehendaki maka Allah wujudkan ya dengan ee kehendak Allah Azza wa Jalla sesuai dengan apa yang Allah ketahui apa yang Tuliskan dan apa yang Allah kehendaki karena Allah subhanahu wa taala menciptakan zat dan menciptakan sifat menciptakan zat dan menciptakan perbuatan Allah Taala berfirman Allahu KH Allah pencipta segala sesuatu Allah juga berfirman wallahuqum walun Dan Allah menciptakan kalian ya badan kalian dan apa yang kalian kerjakan jadi Allah bukan hanya menciptakan zat tapi juga Allah menciptakan sifat dan Allah menciptakan perbuatan kemudian pemirsa sekalian Semoga di ee dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla iman kepada takdir ya termasuk ilmu gaib ya atau perkara takdir ini adalah termasuk perkara GB yang tidak diketahui kecuali Allah Azza waalla jadi tidak ada yang mengetahui takdir kita kita bisa merencanakan hari ini akan melakukan apa ya besok lusa ya minggu depan bulan depan tahun depan ya kita membuat rencana 5 tahun jangka pendek jangka panjang tapi tidak ada yang bisa memastikan bahwasanya kita bisa melakukan hal tersebut ya tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang akan ia dapatkan esok hari tapi kita bisa mengetahui takdir ya atau sesuatu ditakdirkan jika ya dengan cara satu dari dua perkara ini ya salah satu dari dua perkara ini e dengan itu kita bisa mengetahui itu itu sesuatu yang ditakdirkan Apa itu yang pertama alwuku Ya Jika sesuatu telah terjadi ya contohnya saat ini kita sedang ya E menyampaikan kajian tentang takdir ya maka ini menunjukkan bahwasanya ini telah ditakdirkan ini dituliskan di Lauhul mahfuz kita sedang duduk mendengarkan menyaksikan menonton itu artinya kita ketahui bahwasanya ini ditakdirkan ya karena jika sesuatu itu terjadi berarti diketahui bahwasanya itu ditakdirkan karena ya jika tidak terjadi artinya tidak diakdirkan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang Allah tidak kehendaki tidak mungkin terjadi jadi Cara yang pertama untuk mengetahui apa yang tertulis di laul mahfuz yaitu Jika sesuatu telah terjadi ya kita ketahui di laul mahfuz tertulis demikiandemikian karena ya kemarin ya Minggu lalu ya bulan lalu sudah terjadi berarti itu ya dari situ kita mengetahui bahwasanya itu sudah ditakdirkan Bagaimana Ee Kita mengetahui perkara yang akan terjadi di ee waktu yang akan datang yaitu jika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan ya jika Rasulullah mengabarkan baik melalui Firman Allah subhanu Alquran atau hadis-hadis yang sahih maka Kita yakin bahwasanya itu pasti terjadi pasti akan terjadi ya karena tidak mungkin Allah berdusta dan tidak mungkin nabi alaihialatu wasalam berdusta Contohnya yaitu kabar nabi alaihialatu wasalam akan munculnya Dajal di akhir zaman yang ya Ee hanya atau satu matanya terhapus dan juga kejadian kejadian yang akan terjadi tentang Dajal yang mampu menghidupkan yang mati ee menyuruh langit untuk menurunkan hujan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ya ini semua perkara-perkara yang dikabarkan oleh Nabi Sallallahu alaii wasallam dan mesti terjadi sebagaimana apa yang dikabarkan juga tentang Yakjuj Makjuj yang jumlahnya sangat banyak melewati sungai ya tabariah dan EE meminum airnya sampai habis ya kemudian akan turun turunnya Nabi Isa alaih salam di akhir zaman yang akan eh apa namanya memecahkan salib-salib dan tidak menerima lagi jizah ya juga membunuh ee babi-babi ya karena Ketika Nabi Isa turun beliau beramal dengan syariat Nabi Muhammad sahui wasallam bukan membawa syariat baru syariat sendiri akan tetapi mengikut syariat Nabi Muhammad alaihiatu wasalam jadi semua yang terjadi di akhir zaman ya akan ada nya ee gempa yang dahsyat ya akan terjadi ee akan ada Dukhan yaitu asap juga akan terjadi akan muncul api yang menggirim manusia ke Padang Mahsyar ini semua tanda-tanda kiamat yang dikabarkan oleh Nabi alaihialatu wasalam dan itu mesti terjadi ya Dan kita mengetahuinya dari hadis-hadis yang sahih juga di antara ee eh cara mengetahui takdir yang ya termasuk dalam cara yang kedua ini yaitu dengan kabar nabi alaihiatu wasalam Contohnya apa yang dikabarkan nabi tentang kejadian-kejadian sepeninggal beliau di antaranya Pada suatu hari ketika nabi alaihiatu wasalam ya di atas mimbar dan cucunya alhan bin Ali berada di sampingnya Beliau mengatakan Ya sambil melihat ke para sahabat kemudian melihat keucunya bin Ali beliau mengatakan ya cucu saya ini akan menjadi pemimpin dan semoga Allah akan menjadikannya orang yang mendamaikan dua kelompok besar dari kaum muslimin yang bertikai yaitu kelompok sahabat muawi dan sahabat Ali dan ternyata benar pada tahun 41 hijriahum bersatu kembali dan disebut dengan Amul jamaah ketika eh sahabat Al Hasan bin Ali mundur dari kekhilafaan dan menyerahkan kepada sahabat muawiyah radhiallahu taala Anhu menunjukkan bahwasanya para sahabat meyakini bahwanya alhan bin Ali tidak akan mati ya di masa kecilnya dan akan menjadi eh orang yang mendamaikan dua kelompok kaum muslimin yang bertikai jadi ya ini perkara-perkara termasuk nabi mengabarkan akan muncul ap diij dan telah muncul dan banyak ya hal-hal yang dikabarkan nabi benar terjadi persis seperti apa yang dikabarkan oleh Nabi alaihiu wasam jadi P sekalian hanya ada dua cara untuk mengetahui takdir yang pertama jika terjadi atau dikabarkan di dalam Alquran atau dalam hadis nabi alaiiu wasalam maka Allah subhanahu wa taala pencipta segala sesuatu dan mentakdirkan segala sesuatu akan segala sesuatu dan menentukan takdirnya ya Adapun ee hadis yang e diriwayatkan dari nabi sallallahu alaihi wasallam wiruika kebaikan semua berada di tanganmu dan keburukan bukan kepadamu tidak menunjukkan bahwasanya keburukan itu tidak ditakdirkan oleh Allah Azza waalla ya bukan diciptakan oleh Allah akan tapi kita harus mengetahui bahwasanya tidak ada keburukan murni yang Allah ciptakan ya tidak ada Syar Mahad ya keburukan yang tidak ada kebaikannya sama sekali karena semua yangciptakan dari keburukan itu ada hikmahnya yang mungkin kita ketahui dan mungkin kita tidak ketahui ya adanya maksiat adanya iblis itu semua berdasarkan takdir Allah Azza waalla dan di antara hikmahnya adalah menguji manusia ya Siapakah yang taat dan siapa yang bermaksiat ya ini tidak ada ee murni keburukan yang diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla dan juga termasuk adab tidak menyandarkan keburukan kepada Allah Azza wa Jalla karena Allah subhanahu wa taala tidak menciptakan keburukan murni semuanya ya berdasarkan hikmah yang mungkin kita ketahui dan mungkin kita tidak ketahui kemudian di antara perkara yang perlu kita ketahui ya terkait takdir ini yaitu bahwasanya nya ya tingkatan yang ketiga masiatullah kehendak Allah Azza waalla atau berkaitan dengan iradah ya kehendak ini terbagi dua ya ada eh iradah kauniah dan ada iradah Syariah ya iradah kauniah artinya segala sesuatu yang Allah kehendaki dan mesti terjadi ya Jadi tidak terkait dengan e Allah sukai atau tidak sukai jadi tidak MTI Allah kehendaki kemudian Allah sukai karena kalau kita memahami demikian kita tidak membedakan kehendak Allah yang Allah mesti sukai yaitu kehendak syariah iradah syariah dan iradah kauniah maka kita bisa terjatuh kepada penyimpangan dan kesesatan ya seorang yang tidak memahami perbedaan ini menyangka bahwasanya segala yang Allah kehendaki mesti Allah sukai ya padahal ini tidak benar jadi Allah subhanahu wa taala terkadang menghendaki sesuatu meskipun Allah tidak sukaai Allah subhanahu wa taala menciptakan kemaksiatan yang menciptakan iblis meskipun Allah tidak suka ke kepada kemaksiatan tersebut dan tentu ada hikmah di balik hal ini Adun iradah Syariah yaitu segala sesuatu yang Allah kehendaki Allah cintai tapi tidak mesti terjadi ya jadi perbedaan antara dua iradah ini kehendak kauniah dan kehendak Syariah yaitu yang pertama kehendak kauniah yaitu umum segala sesuatu baik dicintai oleh Allah subhanahu wa taala atau tidak dicintai disukai atau tidak disukai oleh Allah dan itu mesti terjadi yaitu ya Takbir yang sama dengan takdir tadi ya Jadi tidak mesti semua yang terj tapi tentu ada hikmah di balik ya hal tersebut dan mahabbah kecintaan Allah subhanahu wa taala dan keridaannya akan tetapi ya hal ini tidak mesti terjadi ya tidak mesti terjadi hanya terjadi kepada siapa yang Allah subhanahu wa taala beri Taufik kepadanya ya jadi ee masuk Islamnya atau berimannya Abu Jahal dan Abu Lahab ini termasuk iradah Syariah Allah menginginkan tapi Allah tidak mentakdirkan terjadi ya Adapun berimannya Abu Bakar maka ini termasuk Syariah kehendak syariah yang Allah inginkan dan terjadi dan Allah sukai ya Jadi ini perlu Kita bedakan jadi tidak mesti jika Allah menghendaki sesuatu pasti Allah mencintainya ya karena banyak yang Allah subhanahu wa taala ciptakan kehendaki tapi Allah tidak sukai Adapun iradah Syariah itu tidak mesti kehendak Syariah ya tidak ada musibah di muka bumi atau pada diri kalian kecuali telah dituliskan ya di kitabahul mahfuz sebelum diwujudkan oleh Allah Azza wall Juga sabda Nabi alaii wasam telah diangkat pena dan kering lembaran-lembaran takdir Adapun firman Allah Azza W Allah menghapus apa yang Allah kehendaki dan menetapkan yang lain dan Allah mempunyai Umul kitab Ya sebagian ahli tafsir mengatakan ini maksudnya syariat ada Syariat Yang Allah Hapuskan ya Ada Syariat Yang Allah ganti dan ada Syariat Yang Allah tetapkan ya kemudian ya ulama lain mengatakan maksudnya itu bukan yang di Lauhul mahfuz akan tapi yang ada di tangan para malaikat ya karena para ulama kita mengatakan bahwasanya apa yang terus di Lauhul Mahfud itu tidak akan berubah ya takdir umum Adapun takdir ya tahunan yaitu yang berada di tangan malaikat yaitu yang dituliskan se malamatular dan juga takdir umur yang dituliskan ketika umur Jan Ber di perut ibunya 4 bulan maka ya k mungk berah tapi yang tidak akan berubaha bagaim mah umur kecuali kebaikan ya ini tidak menunjukkan bahwasanya ada perubahan di Lauhul Mahfud ya kitab takdir secara umum akan tapi menunjukkan Bahwasanya Allah mentakdirkan seorang selamat dari keburukan dan juga Allah mentakdirkan sebab-sebab keselamatan tersebut jadi Allah subhanahu wa taala yang menghalangi keburukan dari seorang hamba dan itu sudah ditakdirkan dengan sebab yang ia kerjakan dan itu pun sudah ditakdir yaitu berdoa ketika seorang berdoa maka itu sudah ditakdirkan dan dengan doa tersebut dia diselamatkan dari keburukan dan itu pun sudah didirkan demikian juga ya jika umur seorang manusia dipanjangkan itu telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla dan sebab dipanjangkan umurnya dengan Dia berbuat kebajikan ya berbakti kepada orang tua eh selalu menyambung silaturahim ini semua telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla jadi pahalanya dan sebabnya dia mendapatkan hal tersebut semua telah ditakdirkan Allah karena Allah mentakdirkan ya sebab dan akibat ya sama dengan sabda Nabi Barang siapa yang ingin di e luaskan rezekinya dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia menyambung silaturahim orang yang menyambung silaturahim itu telah ditakdirkan dan balasannya dipanjangkan Umurnya pun telah ditakdirkan dan ajal setiap manusia itu sudah ditentukan di laul mahfuz dan Allah Subhan meng Allah tidak akan mengundur ya waktu jika telah datang ajalnya dan perlu juga kita ketahui bahwasanya orang yang terbunuh ya itu berarti ajalnya memang sampai di situ ya tidak sebagaimana yang diyakini oleh sebagian kelompok ya di anaranya yang mengatakan orang yang dibunuh itu terputus atau diputus ajalnya seandainya tidak dibunuh maka dia akan hidup untuk waktu yang ini tidak benar karena seorang yang terbunuh itu berarti memang ajalnya dan takdirnya dia mati terbunuh dan hanya sampai situ ya eh waktu yang ditentukan untuknya kemudian perkara yang lain yang berkaitan dengan takdir yang perlu kita ketahui para pemirsa di manaun anda berada yaitu tidak boleh seorang berhuah beralasan dengan takdir untuk meninggalkan suatu yang diperintahkan Atau melakukan sesuatu yang dilarang Siapa yang melakukan maksiat ya kemudian dia beralasan dengan takdir maka dia harus dihukum dan hukumannya itu merupakan takdir dari Allah Azza wa Jalla dan tidak ada dalil yang bisa digunakan di dalam hadis perdebatan antara Nabi Musa dan Nabi Adam ya dari sahabat Abu Hurairah di hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim nabi alaihiatu wasalam menceritakan bahwasanya Nabi Musa dan Nabi Adam pernah berdialog dan berdebat maka Nabi Musa mengatakanau yangel Dar maka engkau mencela aku dengan sesuatu yang ditakdirkan untukku sebelum aku diciptakan maka nabi alai was mengatakan Musa maka nabi adamemenangkan perdebatan dan dialog dengan Musa Dalam Hadis tadi tidak menunjukkan bahwasanya boleh seorang beralasan dengan takdir sebagaimana Nabi Adam beralasan dengan takdir karena perlu kita pahami dengan benar bahwanya Nabi adamaiam berasan dengan takdir atas maksiat yang beliau kerjakan akan tetapi ya di sini Nabi Musa menyalahkan Nabi Adam atas musibah yang menimpa manusia menimpa Adam dan menimpa keturunannya yaitu dikeluarkannya dari surga dan boleh kita berhujah dengan takdir atas musibah yang menimpa kita ya Jadi kalau kita tertimpa justru Ini yang harus kita lakukan kalau kita tertimpa ya keburukan musibah kecelakaan waladubillah semoga melindungi kita semua Kemudian kita mengatakan ini takdir Allah Azza waalla Inilah yang harus kita lakukan yaitu ya jika terjadi musibah maka kita mengatakan ini sudah ditakdirkan ya Adapun ketika melakukan maksiat tidak boleh seorang mengatakan yang beralasan ee Ini sudah ditakdirkan kemudian dia terus melakukan kemaksiatan tersebut ya boleh seorang mengatakan ee atas maksiat yang dia lakukan ini sudah ditakdirkan yaitu dengan syarat itu sudah berlalu dan dia sudah bertaubat ya Jadi kalau sudah berlalu Ya sudah lama dan dia pun sudah bertaubat maka dia ketika dicela ya kenapa dulu engkau contohnyaillah minum khamar berzina makan riba ya makan harta anak yatim ya kemudian dia sudah bertaubat berusaha untuk berlepas diri dari ya dosa-dosa tersebut maka dia mengatakan itu sudah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla ya Adapun kalau itu masih dia kerjakan bahkan belum dia kerjakan dan berniat untuk mengerjakan maka tidak boleh ya dia mengatakan ini ditakdirkan oleh Allah Azza waalla Jadi boleh ya seorang mengatakan e jika dicela atas dosa yang I lakukan dan dia sudah bertobat dan itu terjadi pada masa yang lampau ya maka boleh dia mengatakan itu takdir Allah Azza waalla yang tidak bisa ya saya berlepas darinya sebagaimana Nabi Adam ya mengatakan bahwanya itu takdir Allah Azza waalla dan Nabi Adam alaiham kita ketahui sudah tobat dari dosa tersebut jadi yang bisa kita ee ambil dari kisah dialog antara Nabi Adam dengan Nabi Musa yaitu bahwasanya tidak boleh kita beralasan dengan takdir atas dosa dan boleh jika itu berkaitan dengan musibah dan Nabi Adam disalahkan oleh Nabi Musa atas musibah dikeluarkannya dari surga dan Nabi Adam mengatakan itu musibah yang telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla juga yang kedua boleh kita berhujah dengan takdir atas dosa jika kita sudah bertaubat dan itu sudah terjadi di masa yang lampau ya Jadi boleh kalau kita ada yang bertanya kepada seorang yang pernah melakukan dosa dan sudah tobat ya dia mengatakan itu sudah ditakdirkan dan semoga Allah mengampuni saya ya itu tidak di tidak tercela kemudian Ya pemirsa yang semoga dirahmati oleh Allah Azza waalla kita perlu juga mengetahui bahwasanya dalam Bab takdir ini ada dua kelompok yang menyimpang ya kelompok yang tersesat yaitu ya sekte atau kelompok yang disebut dengan qadariah dan yang kedua adalah aljabariyah alqadariyah ini mengatakan bahwasanya ee manusia menciptakan perbuatan mereka sendiri ya mereka perbuatan mereka tidak ditakdirkan dan tidak diciptakan oleh Allah Azza waalla Allah tidak mentakdirkan untuk mereka Maka konsekuensi dari ucapan ini berarti terjadi sesuatu di bawah kekuasaan Allah subhanahu wa taala apa yang Allah tidak kehendaki maka tentu ini ya adalah penyimpangan dan EE keyakinan yang keliru ya tentunya tidak mungkin terjadi di bawah kekuasaan Allah subhanahu wa taala dibawaah Kerajaan Allah subhanahu wa taala sesuatu yang Allah tidak kehendaki karena Allah subhanahu wa taala menciptakan hamba dan menciptakan perbuatan mereka menciptakan hamba menciptakan sifat dan EE menciptakan zat dan sifat mereka Allah subhanahu wa taala berfirmanahu Katakanlah Allah pencipta segala sesuatu wahual wahdul qahar dan Allah Maha Esa lagi maha perkasa dan juga Allah berfirman allahuum walun Dan Allah menkan kalian dan apa yang kalian kerjakan jadi alqadariah mengatakan Bahwasanya Allah tidak menciptakan perbuatan hamba dan hamba sendiri yang menciptakan perbuatan mereka Adapun kelompok menyimpa yang kedua Al jaabariah mereka mengatakan bahwasanya manusia hamba tidak punya kehendak sama sekali ya mereka tidak punya keinginan dan mereka menyamakan antara gerakan yang kita lakukan dengan kehendak kita atau gerakan yang kita lakukan bukan karena kehendak kita jadi mereka menyamakan ya seorang yang makan minum berdiri duduk salat puasa sama dengan gerakan eh daun-daun ya gerakan-gerakan pohon yang ditiup oleh angin Ya tentu ini tidak tidak benar ya Karena untuk apa diutus para rasul untuk apa diturunkan kitab jika ya seorang itu terpaksaakukan segala sesuatu tentunya yang benar adalah yang diyakini oleh ahlus sunah Wal Jamaah bahwasanya manusia itu punya kehendak punya keinginan dan itu dibawa kehendak Allah Azza waalla dan mereka tidak menciptakan ya tidak menciptakan perbuatan mereka dan juga ya yang menunjukkan bahwasanya manusia punya kehendak yaitu jika mereka melakukan kebaikan mereka akan diberi pahala atas kebaikan yang mereka lakukan dengan pilihannya dan jika mereka melakukan perbuatan dosa maka mereka akan dihukum atas perbuatan dosa yang dia lakukan atas kehendak Jika seorang melakukan perbuatan dosa di luar kehendaknya ya dipaksa tidak aja maka dia tidak dicatat sebagai perbuatan dosa ya jadi orang yang makan minum ya berdiri duduk berjalan atas kehendaknya Maka hal itu disandarkan kepada yang melakukannya karena dia melakukannya atas kehendaknya sendiri ya maka ini perkara yang harus kita yakini dan kita harus menyelamatkan diri kita dari keyakinan ya kelompok yang menyimpang tadi yang menyangka bahwasanya ya manusia menciptakan perbuatan sendiri tidak ada ikut ya tidak ada andil Allah dalam perbuatan manusia atau kelompok sebaliknya tersesat yang mengatakan manusia tidak punya kehendak sama sekali dan dalil tentang keyakinan kita ahl sunah jamaah sangat banyak sekali diantaranya firman Allah Az ya Bagi siapa diantara kalian ingin berjalan di atas jalan yang Lus dan tidak menghendaki sesuatu kecuali berdasarkan kehendak Allah Azza waalla ya jadi disebutkan bahwasanya manusia itu punya kehendak tapi tidak lepas dari kehendak Allah Azza waalla jadi tentunya ya ini harus kita pahami dengan benar dan sering ada pertanyaan Apakah kita ini digerakkan atau bergerak sendiri ya kalau bahasa Arabnya Apakah kitaayarayar ya Apakah kita digerakkan atau kita memilih sendiri apa yang ingin kita kerjakan maka jawaban yang tepat adalah kita ini tidak bergerak secara mutlak ya bergerak sendiri secara mutlak juga tidak digerakkan secara mutlak ya artinya apa ya Artinya kita ini diberi pilihan ya kita punya kehendak dan kita menyadari hal tersebut kita ingin makan kita ingin minum kita ingin tidur kita ingin Salat kita ingin puasa kita ingin bersedekah ini semua kita lakukan berdasarkan kehendak kita dan sebaliknya juga seorang yang bermaksiat maka dia lakukan atas kehendaknya meskipun kehendak kita itu tidak lepas dari kehendak Allah Azza waalla ya Jadi yang tepat adalah kita tidak digerakkan secara mutlak juga tidak bergerak sendiri secara mutlak ya Itu jawaban yang tepat karena kita punya kehendak dan kehendak kita tidak lepas dari kehendak Allah Azza waalla dan semua yang terjadi ya di atas muka bumi ini ya dari seorang mendapatkan hidayah atau tersesat itu semua juga berdasarkan kehendak Allah Azza waalla karena Allah telah menjelaskan Bahwasanya Allah menerangkan jalan lurus dan menerangkan Jalan kesesatan ya demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat dan agar jelas Jalan orang yang berbuat dosa Allah subhanahu wa taala menerangkan jalan ke surga dan menerangkan jalan ke neraka para rasul mereka menjelang menjelaskan kebaikan menjelaskan keburukan menjelaskan kebaikan akan mengantarkan kepada kebahagiaan kepada surga dan menjelaskan perbuatan dosa yang akan menghantarkan kepada neraka dan kebinasaan Allah Taala berfirmankanah kami berikan kepanya dua mata mereka Melat daneta Jalan Jal keikan keburukan Barang siapa yang siapa yang Allah beri petunjuk Diah yang mendapat petunjuk Siapa yang disesatkan tidak akan mendapatkan penolong yang memberinya petunjuk jadi ya kesesatan dan hidayah itu semua telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla maka kita meminta petunjuk kepada Allah dan meminta agar tidak disesatkan oleh Allah Azza Walla kemudian juga perlu kita ketahui yang berkaitan dengan Hidayah ini ada dua yaitu Hidayah dalalahalsyad yau sekedar kita menjelaskan ya jalan yang benar dan itu ya didapatkan oleh semua orang ya Semua orang yang diterangkan kepadanya Alquran hadis-hadis nabi itu bisa didapatkan oleh siapa saja dan bisa dilakukan oleh manusia dan ya adalah Firman Allah Azza waalla waakah mustaqim Sesungguhnya engkau memberi petunjuk kepada Jalan Rus artinya menerangkan kebaikan-kebaikan menerangkan tentang keburukan melarang orang melakukan keburukan ya dan adaun Hidayah yang kedua yaitu Hidayah Taufik ini hanya berada di tangan Allah Azza waalla tidak ada yang bisa beri petunjuk ya dengan Hidayah Taufik ini kecuali Allah Azza waalla bahkan nabi alaihiatu wasalam pun tidak mampu melakukannya Allah Taala berfirman inakah ahbta wakinallahahya suesungguhnya engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada siapa yang engkau cintai dan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki Nabi Muhammad alaihiatu wasalam tidak mampu memberi petunjuk Hidayah Taufik ini kepada pamannya Nabi Ibrahim tidak bisa memberi Taufik Hidayah Taufik kepada ayahnya Nabi Nuh tidak bisa memberi Hidayah Taufik kepada istri dan putranya ya ini menunjukkan bahwasanya para nabi pun tidak memiliki Hidayah Taufik ini ya mereka hanya memiliki Hidayah dalal Irsyad ya memberitahu sebagaimana para Dai para asatizah ya para penceramah mereka menjelaskan ya jalan-jalan kebaikan tapi ya menjadikan orang melakukan kebaikan tersebut Atau meninggalkan keburukan itu berada di tangan Allah Azza waalla maka tentunya inilah yang kita lakukan setiap ya Salat kita kita mengatakan ihdinatal mustaqim Tunjukilah kam jalan yang lurus kita selalu meminta Hidayah kepada Allah Azza waalla dan Allah Taala menjelaskan dua Hidayah ini dalam FirmanNya dari salam dan Allah mengajak kepada surga ya kampung keselamatanqim ya jadi semuanya diajak semua ya diajak untuk ke surga tapi Allah beri Hidayah Taufik kepada siapa yang Allah kehendaki menuju jalan yang lurus ya jadi semuanya diterangkan diterukkan kepada al-qur’an ya Ee para rasul diutus ya para Dai berceramah namun yang benar-benar mendapatkan hidayah Taufik hanyalah yang dipilih oleh Allah Azza waalla maka tentunya kita berharap kepada Allah agar kita selalu diberi hidayah Taufik oleh Allah Azza waalla dan dimatikan di atas ee keimanan dan ketakwaan kepadanya semoga bermanfaat Barakallah fikum dan eh kemudian kita ee persilakkan kepada para pemirsa jika ingin bertanya Barakallah fikum nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz jazakah Khair Barakallah Fik atas materi yang telah disampaikan di pagi hari ini pembahasan syarah hadis Jibril yang mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya Sekali lagi anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp jadi nomor 0819896543 atau anda bisa menghubungi kami secara langsung di Line telepon di 0218236543 n Ustaz pertanyaan yang pertama kami ajukan terlebih dahulu pertanyaan yang sudah masuk di layanan pesan Whatsapp n ada pertanyaan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz Bolehkah kita berangan-angan bahwa takdir akan munculnya Imam Mahdi agar segera cepat terjadi karena kita begitu sangat merindukan sosok pemimpin yang adil mohon jawabannya Ustaz jaahir Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ya tentunya kita semua menginginkan ya pemimpin yang adil kita ingin kesejahteraan hidup ya dirasakan oleh seluruh rakyat namun ya tidak mungkin apa yang Allah Tentukan akan terjadi ya di waktu tertentu Tidak mungkin ngji dan tidak mungkin mundur apa yang Allah Tuliskan di laahul mahfuz itu tidak akan berubah jadi ya tidak perlu kita berangan-angan demikian yang harus kita lakukan Hanyalah kita mengerjakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang karena tentunya ya Kenapa kita beranganangan demikian karena kita ingin hidup ya nyaman ya Ee hidup di dalam kondisi yang bahagia ya Dan ini bisa dirasakan oleh orang beriman kapan saja di mana saja ya karena Allah Azza telah berjanji Sungguhnya ya orang yang beriman dan baik laki-laki maupun perempuan sungguh kami akan berikan kepada mereka kehidupan yang baik kebahagiaan Hakiki itu ya ketika seorang dekat dengan Allah beriman beramal yaikung dengan allaheskipun harta yang ia dapatkan ya Jadi kenapa kita ber demikian karena kita ingin hidup bahagia ya hidup tenang hidup tentram dan itu Ya kita akan rasakan jika kita beriman kepada Allah Azza waalla beramal saleh ya mengerjakan apa yang Allah perintahkan menjauhi apa yang Allah larang dan itu kita bisa merasakannya kapan saja dan di mana saja ya Karena orang beriman itu hidupnya bahagia hatinya Tam dan kita berusaha untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi apa yang Allah Allah larang Barakallah fikum nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak Jaz atas demikian dan kedua kamijukan kembali di layanan pesan Whatsapp Ustaz ada pertanyaan ya Ustaz Bolehkah kita berdoa yang EE Semoga Allah takdirkan saya begini dan begitu atau misalkan ee ya Allah takdirkanlah saya supaya berjodoh dengannya Ustaz Bolehkah kita berdoa seperti itu Ustaz mohon jawaban dan nasihatnya eh Sebelumnya saya lanjutkan tadi Allah Taala jug ber ab ya Sesungguhnya orang baik itu berada di dalam kenikmatan ya Dan kita harus meyakini bahwanya kenikmatan orang beriman itu kata Ibnu qayyim rahimahullah berada di tiga fase fase dunia fase barzah dan EE surga yang kenikmatan yang sempurna maka untuk mendapatkan kebahagiaan cukup kita melakukan e keimanan dan amal saleh dan tadi juga ditanyakan bahwasanya Apakah kita boleh berdoa ya Allah takdirkanlah demikian dan demikian boleh ya karena tadi sudah kita sampaikan bahwasanya tidak akan merubah takdir kecuali doa meskipun doa itu pun sudah ditakdirkan jadi boleh kita meminta kebaikan kepada Allah Azza waalla ya Dan ini diperintahkan oleh Allah agar kita banyak berdoa ya selama yang kita minta bukan kemaksiat bukan pemutusan silaturahim dan juga kita memenuhi adab-adab dan syarat-syarat diterimanya doa maka Ya Allah subhanahu wa taala akan memudahkan boleh juga kita berdoa agar jodohkan dengan Fulan atau fulanah tapi ya kita harus menyadari bahwasanya ya jika belum ditakdirkan demikian ya Berarti ada hikmah di balik hal tersebut ya karena tidak ada yang berdoa kecuali akan mendapatkan satu dari tiga kebaikan yang pertama Allah ya kabulkan persis seperti apa yang dia minta ya kalau tidak maka Allah akan tabungkan untuknya pahala di akhirat nanti atau jika tidak juga maka Allah akan jauhkan dia ee dari keburukan senilai doa yang dia minta jadi tidak ada ruginya orang berdoa dan Sebenarnya ya doa yang lebih baik daripada ee spesifik seperti tadi dengan jodohkan dengan Fulan dan Fulan maka yang lebih baik yaitu kita berdoa agar diber jodoh yang yang baik ya jodoh yang Saleh karena Allah yang lebih mengetahui siapa yang lebih baik bisa jadi Fulan yang kita minta tidak baik ya baik menurut kita as Wak W bisa jadi sesuatu itu kita sukai ternyata buruk bagi kita bisa jadi yang kita benci ternyata baik bagi kita maka doa nabi itu selalu umum ya minta kebaikan dunia akhirat tidak harus spesifik fan atau fulana dan juga yang diajarkan hleh nabialah berkaitan dengan takdir ini ya Allah jadanah semuadiru ba ini Do yang diajarkan langsungleh nabi was jadi tidak harus spesifik ya karena doa nabi itu selalu umum Ya Allah aku min kebaikan dunia dan kebaikan akhirat Allah Ampunilah semua dosu yang telah ya Jadi ini Le baik daripada doa khusus ya tertentu yang belum tentu apa yang kita minta itu baik bagi Allah Azza waalla Ya baik menurut Allah Azza waalla tapi kalau boleh boleh saja ya kita meminta yang menurut kita baik tapi kita harus juga meyakini bahwasanya belum tentu yang kita e sangka baik itu juga baik ya pada hakikatnya karena Allah telah mengatakan bahwasanya bisa jadi engkau mencintai sesuatu itu buruk bagimu jadi kita S Minta Ya Allah berikanlah semua kebaikan untukku mudahkan semua kebaikan untukku mudahkan jodoh yang Saleh atau salhah untukku ya jadikan kehidupanku adalah tambahan untukku bagi segala kebaikan kematianku istirahatku dari semua keburukan jadikanlah kehidupan duniaku menjadi baik akhiratku baik ya agamaku baik ya Demikian Ya doa itu umum ya jadi nabi tidak eh spesifik menyebutkan permintaannya tapi umum dan Allah yang lebih mengetahui apa yang baik bagi kita dan apa yang buruk bagi bagi kita Barakallah n Baik terima kasih banyak se ja demikian dan selanjutnya kami terima di l bagi Anda yang ingin bertanya langsung silakan di 02182365436 Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh dengan bapak siapa di mana dengan R di tangang silakan Pak I Asalamualaikum Pak ustaz Waalaikumsalam I silakan I yang ingin saya tanyakan begini Pak ustaz eh kan saya pernah mengalami suatu kejadian dan sampai sekarang itu masih merasakan kekecewaan dengan takdir Pak ustaz dan kadang juga merasakan kesedihan yang mendalam gitu Pak ustaz apakah yang saya rasakan ini ee mengakibatkan saya dosa dan bagaimana cara mengatasinya Pak ustaz itu Pak ustaz jazumahir k asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Sil Ustaz kita harus meyakini bahwasanya segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah Azza waalla fitrah manusia jika mendapatkan keburukan dia bersedih bahkan nabi alaihiatu wasalam ketika ya cucunya meninggal atau anaknya meninggal belia pun menangis dan beliau mengatakan sesungguhnya eh mata itu mengalirkan air mataeteskan air mata snya hati itu sedih tapi kita tidak mengucapkan kecuali apa yang Allah ridai ya Jadi boleh kita sedih boleh kita eh menangisi kita harus meyakini bahwasanya semua yang Allah takdirkan Itu Baik semua yang Allah Tentukan itu adalah kebaikan Karena nabi Alaihi kalau kita beriman ya tentunya nabi alaihiu wasam mengatakan sungguh hebatnya istimewa urusan orang yang beriman Jika dia mendapatkan nikmat Kebaikan dia bersyukur maka itu baik baginya Jika dia mendapatkan musibah dia bersabar dan itu baik baginya jadi kita harus bersabar atas musibah yang menimpa kita karena itu akan menjadi penghapus dosa kita akan menjadi pengangkat derajat kita dan itu baik bagi kita karena kita ketahui bahwasanya kita ini banyak berbuat dosa banyak berbuat maksiat maka tidak boleh kita membenci takdir tidak boleh kita ya sampai dan ini bisa menjatuhkan kita kepada perbuatan dosa dan maksiat kalau kita ya sampaici takdirillah bisa sampai kepada kekufuran maka kita harus meyakini bahwasanya semua yang Allah kerjakan semua takdir itu hikmah dibaliknya ya Dan kalau kita beriman maka ya sesuatu yang terjadi yang menimpa kita kita harusakui pertama itu karena dosa kita sehingga itu akan menjadi penghapus dosa dan akan menjadi peng derajat bagi kita sehingga kita melakukan Taubat dan istigfar supaya ke depannya tidak terulang lagi kejadian-kejadian yang kita tidak sukai dan kalaupun sudah terjadi maka ee Ini harus kita yakini bahwasanya itu takdir Allah Azza wa Jalla kita harus berserah diri ya semua milik Allah Azza wa Jalla sebbennya kita tidak memiliki apa-apa apa yang makanya ketika kita ditimpa musibah Apa yang harus kita ucapkan Inna lillahi wa inna ilaihijiun sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada Allah kembali segala sesuatu kalau kita meyakini bahwasanya itu milik Allah maka Bagaimana mungkin kita marah apa yang Allah ambil padahal Itu haknya kalau seorang menitipkan kita barang ya sesuatu di rumah kita kemudian di ambil lagi maka Pantaskah kita marah ya Pantaskah kita mencelanya padahal itu milik dia maka dengan hal ini kita menjadi tenang hati kita menjadi tentram tidak kecewa dengan berlebihan ya apalagi sampai menampar muka atau megek baju ini adalah perbuatan doa besar jadi yang perlu kita yakini lagi ya Ee kuatkan lagi bahwasanya segala sesuatu itu telah dituliskan oleh Allah Azza waalla sebelum Allah ciptakan langit dan bumi sejarak 50.000 tahun tidak mungkin kita menghindar dengan ini ya hati kita menjadi mudah menerima apa yang Allah takdirkan dan juga kita meyakini bahwasanya kalau kita bersabar akan menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat kita di sisi Allah azzaall Barakallah Fik Alhamdulillah baik terima kasih banyak sekarulir selanjutnya eh yang kedua masih di l telepon jika ingin bertanya langsung silakan kami tunggu ya di 021 8236543 Halo Halo Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan Ibu siapa di mana Umu Man dari rengat Riau n silakan Ibu ee untuk pertanyaan langsung Asalamualaikum ustazumsamakallahu Fik iya silakan E saya mau nanya ee doa istikharah itu ee saya sering ini kan Kan setiap hari kita punya setiap hari pasti ada setiap saat ada pasti ada masalah gitu Ada ada ini jadi saya sering bawa salat istik eh doa istikharah sesudah saya salat ee sunah rawatib misalnya boleh tak Ustaz atau harus dikhususkan salat mutlak dua rakaat baru kita doa istikharah atau doa istikharah kita bawa di dalam sujud gimana Ustaz n sebenarnya heeh Saya sering bawa itu Ustaz boleh enggak gitu baik jawabannya Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh sahabat Jabir radallah mengatakan Ya Rasulullah sah wasallam mengajar kami untuk selalu istikharah pada segala sesuatu dan ini adalah suatu yang baik ya kalau kita menjadikan kebiasaan kita jika ingin melakukan sesuatu yang kita tidak mengetahui apakah itu kebaikan atau keburukan Ya seperti kita ingin mend mendaftarkan anak kita umpamanya di suatu sekolah ingin membeli sesuatu ya saya ketahui yaapat informasi dari salah seorang Syekh kami di kota Madinah n ya apabila beliau ingin beli mesin cuci atau beli alat elektronik perabot rumahnya beliau istikhar kepada Allah Azza wa Jalla maka ini boleh kita lakukan dan EE sempurnanya tentunya dengan salat istikharah salat dua rakaat kemudian membaca doa istikharah dan kalaupun tidak ya Ee dengan salat tersebut maka boleh ya salat rawatib atau di dalam sujud kita ya ketika kita ingin melakukan sesuatu yang tidak kita ketahui Apakah itu baik atau buruk maka kita salat istikharah Ya tapi kalau kita yakin itu kebaikan Maka jangan ragu bersegera Ya seperti yang bersedekah tidak perlu istikharah kalau kita ingin berangkat umrah umpamanya maka itu kebaikan dan tidak perlu kita istikharah ya kita ingin ee apa namanya kecualipanya masukkan Pondok baik masukkan pondok tapi kan Pondok banyak dan kita tidak mengetahui apakalah Pondok Fulan ini leh baik atau tidak maka kita boleh istikharah kepada Allah Azza wa Jalla jadi istikharah ini ya kita ee apa namanya kita panjatkan kepada Allah baik dengan salat dua rakaat khusus ya atau setelah rawatib atau di dalam sujud atau tanpa salat ya kita segera mengangkat tangan berdoa di antara umpamanya antara azan dan iqamah di sepertiga Malam Terakhir setelah salat tahajud kita berdoa kepada Allah agar diberi ya pilihan yang terbaik maka ini dibolehkan dan ini adalah kebiasaan yang baik ya agar Allah subhanahu wa taala memilihkan untuk kita yang terbaik dan lah dibuktikan oleh orang-orang yang EE menerapkan dan mengamalkan sunah ini mereka benar-benar mendapatkan ya kebaikan e setelah e melakukan salat istikharah ketika ada dua pilihan atau tiga pilihan yang dia bingung tidak mengetahuinya dia istikharah dan dia merasakan benar-benar apa yang Allah pilihkan Itulah yang terbaik baginya maka ya para pema sekalian jangan remehkan perkara ini ya istikharah ya untuk eh perkara-perkara yang kita tidak ketahui yang lebih baik meskipun itu kelihatan sederhana Ya seperti membeli perabot rumah umpamanya membeli mesin cuci membeli ee barang-barang ya di rumah atau ingin menerima pegawai umpamanya atau Ingin mendaftar ke suatu lembaga atau kantor atau perusahaan ini ya sangat baik kita melakukan istikharah ya atau seorang Ingin mendaftar ke Universitas tertentu ya yang dia tidak mengetahui mana yang lebih baik baginya dia melakukan salat istikharah Barakallah fikum Barakallah Alhamdulillah eh demikian untuk Umu Mizan yang berada di Riau dan mudah-mudahan men jadi e jawaban yang bermanfaat untuk kita semua nah Ustaz pertanyaan tadi merupakan pertanyaan terakhir Ustaz di pertemuan pagi hari ini dan mungkin untuk para pemerati Roja sekalian n silakan Ustaz kepada pemirsa semuanya Dan yang menyaksikan ee acara kita pada pagi hari ini juga Mendengarkan lewat radio Semoga Allah senantiasa memberi Taufik kepada kita semua dan tentunya ya Rukun Iman ini ya Ini adalah ee eh rukun iman yang keenam yang terus harus selalu kita ulang-ulang ya harus selalu kita pelajari dengan baik pahami dengan baik karena ini perkara pokok dalam agama kita yang banyak dilalaikan oleh kaum muslimin yang apabila kita memahami dengan baik maka akan bahagia hidup kita akan tenang kehidupan kita akan tentram hati kita yang mana tentu itu semua adalah perkara yang kita harapkan Dan kita selalu berdoa kepada Allah agar Allah subhanahu wa taala senantiai Taufik kepada kita semua dan kita juga doakan kepadaa dan semua yang ehil dalam kegiatan ini diberi keberkahan kehidupannya keluarganya hartanya oleh Allah Azza waalla Barakallah fikum alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhap sekali lagi untuk Al Ustaz jazakah Khair Barakallah Fik Semoga Allah subhanahu wa taala memberkahi pertemuan di kesempatan pagi hari ini semoga Allah menjaga Ustaz beserta keluarga dan berkahi ilmu yang telah disampaikan dan menjadi amal jarah bagi kita semua dan untuk Al Ustaz dan jazakumhair Barakallah fikum kepada Antum yang sudah menyimak acara kami di pagi hari ini mudah-mudahan jadiadi ilmu yang bermanfaat bagi kita dan kita berusaha untuk eh mengamalkan apa yang tah kita dapatkan dan menambah keimanan kita tentunya ee dengan ee faedah-faedah yang telah didapatkan dari pembahasan takdir ini mudah-mudahan ee Insyaallah di kesempatan pekan yang ak datang kita bisa bersua kembali untuk melanjutkan pertemuan yang penuh manfaat ini Demikian kami diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Al

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *