Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam ilah di R TV dan radio R Sungguhnya Allah menutup pintu tbat bagi orang yang berbuat bidah bagiahibul bidah bagi ahli bidah kata nabi sampai ia betul-betul meninggalkan bidahnya saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdulillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruh wa naudubillahi minuri anfusina Wam sayiatialinaahdiillah Fala mudalah Wil Fala hadalah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wasadu Anna muhammadan abduhu waasuluh ya ayuhinalah haqqqatih W tamutun illaantuml ya watqulahzi bihi Wal Arham inallahaanaikumqiba ya auhinaah Wan sadaakumakumfirakumakumahahqan had kitabullah Wir Hadi Hadi Muhammadin shallallallahu Alaihi Wasallam wasaral umuri muhdatatuha waulla muhdatin bidah waalah waa dolalatin finar para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Kamis tanggal 19 Muharam 1446 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 25 Juli 2024 masehi kita akan kembali melanjutkan pembahasan tentang hadis dari kitab alarbain nawawiyah buah karya Al Imam an-nawawi rahimahullahu taala para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita masuk sekarang kepada hadis yang ke-13 hadis dari sahabat yang mulia Abu Hamzah Anas bin Malik radhiallahu taala an kita baca terlebih dahulu hadis yang ke-13 Al Abi hamz anasbniikin radhiallahu taala khimi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam nabiallahuaii was [Tepuk tangan] muslim artinya hadis yang ke-13 dari sahabat Abu Hamzah Anas bin Malik Semoga Allah meridainya pembantu Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam dari nabi yang mulia sahu Alaihi wasam beliau bersabda tidaklah beriman salah seorang Di Antara Kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya hingga ia mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana Ia mencintai kebaikan itu bagi dirinya hadis riwayat Bukhari dan Muslim para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala hadis yang ke-13 ini merupakan hadis yang sangat Agung sekali dimuliakan oleh para ulama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika berhijrah ke negeri Madinah maka nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam berusaha mempersatukan mempersaudarakan para sahabat baik dari golongan Muhajirin dan golongan Ansar yakni antara Muhajirin dan golongan Ansar maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan arahan-arahan memberikan petunjuk-petunjuk kepada para sahabat agar mereka betul-betul menjadi bersaudara Innamal mukminuna ikhwah suesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam menanamkan yakni nilai-nilai Persaudaraan yang sebenar-benarnya nabi yang mulia Sallallahu Al wasam betul-betul menginginkan agar umat Islam Ketika itu menjadi bersaudara dengan Persaudaraan yangungguhnya yang suungguhnya Nah inilah yang dikehendaki hleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga beliau memberikan berbagai macam petunjuk kepada para sahabat menanamkan nilai-nilai persaudaraan ukhuwah islamiah karena ini jelas lebih baik bagi mereka dalam kehidupan dunia sampai akhirat mereka artinya Persaudaraan yang dibangun di atas agama persaudaraan Islami ini lebih kuat Dar daripada persaudaraan ee yakni nasab ya alukhuwah alislamiyah lebih kuat daripada alukhuwah attiniah inilah berkaitan dengan apa yang diingink oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam agar umat Islam di masa beliau menjadi umat Islam percontohan dan betul-betul dijadikan contoh oleh generasi-generasi berikutnya inilah generasi terbaik umat Islam para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dan di antara bentuk petunjuk nabi yang mulia ini adalah hadis ke-1 ini di mana nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam menegaskan la Yu ahadukum yakni tidaklah sempurna keimanan di antara kaliantauhak sampai ia mencintai kebaikan untuk saudaranyair sebagaimana Ia Mencintai atau menginginkan kebaikan itu untuk dirinya inilah petunjuk nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga terbentuklah masyarakat Islami yang menjadi percontohan di masa itu bagi generasi-generasi berikutnya menjadi para sahabat betulbetul betul menjadi ee bersaudara hati mereka bersih hati mereka bagus sekali sebagaimana sahabat nabi yang mulia Ibnu Mas’ud menjelaskan tentang bagusnya hati mereka yakni nabi Beliau mengatakan tentang para sahabat yang hatinya bagus hatinya bersih Hum Abar mereka itu para sahabat adalah orang-orang yang hatinya bersih yakni baik setelah hatinya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Nah inilah berkaitan dengan had nabi yang mulia ini menjadikan mereka itu betul-betul masyarakat ee percontohan ketika itu Yang betul-betul dicontoh dilihat diteladani oleh generasi-generasi berikutnya para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita dengarkan keterangan yang dibawakan oleh Syekh Abdul Muhsin Abbad hafidahullahu taala dalam kitabnya ini alfathul qawi di mana beliau mengatakan kepada kita semua dalam hadis yang mulia ini fial had nafyu kamalil imanil wajibil muslimi Hatta yuhibba liakhih almlim Ma yuhibbu linafsihi hadis ini menjelaskan tentang penafian kesempurnaan iman yang wajib pada setiap pada seorang muslim sampai ia betul-betul mencintai kebaikan untuk saudaranya yang muslim sebagaimana Ia mencintai kebaikan itu ada pada dirinyaun W akhir yang seperti ini adalah dalam semua urusan dunia dan akhirati dan termasuk dalam hadis yang mulia ini yakni berkaitan dengan muamalah kepada manusia atau bermuamalah berinteraksi kepada manusia seperti apa yang seorang menginginkan ya orang lain bermuamalah kepada dirinya Artinya bahwa hadis yang mulia ini betul-betul menunjukkan akhlak yang sempurna akhlak karimah akhlak yang terpuji dan muamalah yang sangat bagus sekali di mana seorang muslim mencintai kebaikan bagi saudaranya itu sebagaimana itu ada pada dirinya atau seorang menginginkan ya seorang menginginkan agar yakni orang lain bermuamalah kepada dirinya dengan baik sebagaimana juga ia bermuamalah kepada manusia kepada orang lain juga dengan baik inilah berkaitan dengan muamalah yang bagus sekali yatimbal balik yang bagus sekali dan mencerminkan akhlak seorang muslim akhlak mulia seorang muslim qahih muslim Abdillah Amr Bin alash radhiallahua anhuma hadl telah terdapat dalam Sahih Muslim dari sahabat Abdullah bin Amr Bin alash Semoga Allah meridai keduanya pada hadis yang panjang di mana di dalamnya menjelaskanan ahabbau Barang siapa ingin terbebas dari siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga hendaknya dia mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan Negeri akhiratah kepada orang lain dengan baik sebagaimana dia senang agar orang lain juga bermuamalah baik kepadanya inilah hadis tentang yakni muamalah bagaimana kita menjaga muamalah kepada saudara kita kepada keluarga kita kepada yakni anggota ya keluarga kita keluarga besar kita kepada masyarakat tetangga kita kepada teman sahabat dan sebagainya kalaulah kita mengetahui apa yang diinginkan yakni menjadi kebaikan bagi orang lain maka hendaknya kita juga se seperti itu agar manusia juga ingin yakni ee bermuamalah kepada kita juga dengan baik maka hendaknya kita menjaga muamalah dengan mereka dengan muamalah yang baik dan benar sehingga saling mencintai saling menyayangi saling menghormati Nah inilah yang diharapkan Dalam Hadis yang mulia ini kemudian dibawakan ee ayat yang mulia dalam surat almutaffifin ayat 1 dan ayat 1 sampai 3 di mana Allah subhanahu wa taala berfirman artinya Celakalah orang-orang yang berbuat kecurangan bagaimana itu dikatakan oleh Allah subhanahu wa taala orang-orang yang melakukanu kecurangan yang pertama dia melihat orang lain memberikan takaran atau timbangan untuk dirinya maka dia ingin dilebihkan jadi orang ini misalnya membeli membereli barang membeli suatu dengan timbangan atau takaran atau yang semisal maka orang ini sebagai pembeli ini menginginkan agar si penjual itu melebihkan timbangan ya melebihkan takarannya agar dia senang agar yang membeli ini menjadi senang nah kemudian kebalikannya sekarang wazaum aanum yuksirun namun jika dia yang menimbang untuk orang lain menakar untuk orang lain maka dikurangi maka di dikurangi Nah inilah berkaitan dengan muamalah sayiah muamalah yang tidak baik muamalah yang tidak benar kita tidak ingin ya yakni melakukan kecurangan tidak ingin mengurangi timbangan untuk orang lain mengurangi takaran untuk orang lain ya sebagaimana kita pun tidak ingin sebaliknya jadi kita tidak ingin kalau kita yang membeli kita tidak ingin takaran tersebut timbangan tersebut dikurangi dicurangi oleh ya yakni penjual Nah inilah berkaitan dengan ayat yang mulia hendaknya kita bercermin dari dalil-dalil yang mulia ini dan dengan demikian akan terbentuk muamalah yang baik sama kaum muslimin muamalah yang bagus sekali di antara kaum muslimin sehingga tercipta yakni hal-hal yang kondusif ya saling menghormati saling menyayangi ya dan seterusnya Innamal mminun ikhwah sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara para jemah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kemudian dibawakan di sini oleh Mualif keterangan dari alhafiz Ibnu Rajab dalam kitab Jami Al Ulum Wal Hikam dikatakan oleh Beliau rahimahullah wa haditu anasin yadullu ala annal mukmina yasurruhum Ma yasuru akhul Mukmin hadis Anas ini menunjukkan bahwa orang beriman akan menjadi senang ya Apa yang membuat saudaranya senang ya Jadi kalau hati kita senang bahagia pada saat kita melihat saudara kita juga bahagia saudara kita juga senang maka ini adalah hal yang bagus menunjukkan hati yang bersih hati yang baik jadi kalau kita menginginkan kebaikan misalnya E bagi orang itu kemudian hati kita senang hati kita bahagia makaak maka ini menunjukkan hati yang bagus sekaliaksalir diri yaitu menginginkan bagi saudaranya yang beriman kebaikan bagi dirinya sebagaimana dia juga ingin kebaikan itu ada pada dirinya wza kulluhu innama Yati Min Kamali salamatiadri minalilli Wali Wal hasadi yang demikian ini merupakan kesempurnaan dari selamatnya hati seorang ya Dari alghil alghis alhad dari kedengkian ya Eh yakni hasad ya atau iri Fal hasadaakralidufuqahu ahadun fihairin karena penyakit hasad atau iri atau dengki akan mengarah kepada kebencian ya orang yang hasad ini Apabila ada orang lain yang mengunggulinya ada orang lain yang EE bisa melebihi dirinya begitu Atau paling tidak yni membuat atau orang tersebut kok y sebanding dengan dirinya orang yang hasad ini menginginkan agar dirinya itu lebih utama ya lebih bagus dari orangor yangin atauah lebih unggul dari semuanya ituik namun beriman dengan hadis yang mulia ini tentu menyelisihi dari ee hati orang yang hasad ya hati dari orang yang yang hasad Nah inilah berkaitan dengan pengamalan dari hadis Anas pengamalan dari hadis Anas ini yang membuat hati kita ini akan menjadi baik akan bersih ya dan seterusnya karena kita menginginkan kebaikan ada pada orang lain sebagaimana kebaikan itu ada pada diri kita atau kebalikannya yni kita tidak suka yakni keburukan ada pada orang lain ya sebagaimana keburukan itu Ya kita pun tidak senang kalau keburukan tersebut ada pada diri kita Nah inilah berkaitan dengan hati yang selamat hati yang bersih hati yang bagus sekali kemudian para jamaah yang dimul Allah subhanahu wa taala kita lihat kembali di sini wahua ayasahu wahua aasrahulminahu minalhairi jadi seorang senang apabila orang-orang beriman lainnya ya yakni mendapatkan kebaikan mendapatkan kebaikan ya sebagaimana dia mendapatkan kebaikan jadi apabila hati kita seperti ini hati kita yakni bagus sekali ya E menginginkan kebaikan itu ada pada seluruh orang-orang yang beriman ada pada seluruh saudara kita yang beriman ya sebagaimana kebaikan itu ada pada diri kita maka ini hal yang sangat bagus sekali tanpa terkurangi sedikit juga dari apa yang ada pada dirinya dan kesimpul di dikat wibagi orang yang berim untuk mencai kebaikan bagiudaranya yang beraninnya sebagim keikan itu ada kebikannya dia pun senangika ada keburan P orang lain ya sebagaim keburan dia muslim Islah apabila dia melihat ada saudaranya yakni kekurangan dalam agamanya maka dia berusaha untuk memperbaikinya para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala inilah berkaitan dengan hadis Anas dari keterangan eh yang dibawakan oleh Syekh Abdul Muhsin dari penjelasan para ulama dalam kitab fahdul qawi yang menunjukkan bahwa kita hendaknya betul-betul berusaha memperbaiki hati kita membaguskan hati kita membersihkan hati kita dari berbagai macam nodanya di antaranya adalah noda hasad atau iri atau dengki atau yang semisalnya terhadap saudara-saudara kita yang beriman terhadap sama kaum muslimin hendaknya kita menginginkan agar saudara kita itu memiliki kebaikan sebagaimana kebaikan itu ada pada diri kita contoh kalau misalnya kita mempelajari ilmu tauhid kita berusaha mengamalkan Tauhid Dalam kehidupan kita sehari-hari maka hendaknya kita pun senang jika saudara-saudara kita jika umat Islam juga mempelajari ilmu tauhid dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari menjauhkan diri e terjauh diri mereka dari berbagai macam kesyirikan-kesyirikan misalnya maka hati kita menjadi senang jika mereka mengamalkan Tauhid Dalam kehidupan sehari-hari atau sebagai contoh misalnya ketika kita mempelajari sunah-sunah nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kita berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari maka hendaknya hati kita pun senang jika saudara-saudara kita juga kaum muslimin juga mempelajari sunah-sunah nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam diamalkan oleh mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali sunah-sunah nabi yang mulia S wasallam diterapkan oleh mereka dikerjakan oleh mereka maka kita merasa senang hati kita merasa bahagia melihat mereka berada di atas sunah Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam atau kebalikannya misalnya atau kebalikannya yakni hati kita tidak senang hati kita tidak suka tidak rela tidak Rida ya ketika ada di antara saudara kita misalnya berbuat Syirik kepada Allah subhanahu wa taala berbuat bidah-bidah dalam agama ini sebagaimana hati kita juga tidak senang kalau diri kita juga melakukan kesyirikan melakukan bidah dalam agama Nah inilah yang harus ada pada diri kita yang harus ada pada hati kita hendaknya ya kita menyadari hal ini semua bahwa apabila kita telah merasa seperti ini maka akan sempurna keimanan kita akan sempurnalah atau menjadi sempurnalah keimanan Kita di sisi allah subhanahu wa taala dan kebalikannya ya kebalikannya jika kita ya yakni menyelisihi dari isi hadis yang mulia ini maka tentunya tidak akan sempurna iman kita tidak akan menjadi sempurna keimanan Kita di sisi allah subhanahu wa taala para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala ee sedikit ada yang ketinggalan berkaitan dengan Rawi Hadis yaitu sahabat nabi yang mulia Anas bin Malik Anas bin Malik radhiallahu taala anh adalah sahabat nabi yang mulia dari golongan Ansar Ketika Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam Hijrah Ke Negeri Madinah Anas bin Malik ini masih berusia sangat muda sekali kurang lebih usianya 10 tahunan dan Ibunda beliau Ummu sulaim datang kepada nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam dengan membawa Anas yang masih ketika itu berusia 10 tahun dan Ummu sulaim mengatakan kepada nabi yang mulia wahai nabi Ini anak ya jadikanlah ia sebagai pembantumu jadikanlah Anas ini ya sebagai pembantumu yakni membantu apa yang engkau perlukan dalam kehidupanmu wahai nabi Lihatlah kebaikan seorang ibu kebaikan seorang ibu ini ini Ummu sulaim Ummu Anas ini menginginkan anak anaknya ini ini Anas bin Malik menjadi pembantu Seorang nabi yang mulia pembantu Rasul yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam dan tentunya nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam ya menyambut permintaan Ummu sulaim ibunya Anas bin Malik dan jadilah Anas sebagai pembantu nabi yang mulia sallallahu alaihi wasallam sampai ya nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam yakni diwafatkan oleh Allah subhanahu wa taala ini sampai nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya diwafatkan oleh Allah subhanahu wa taala ya kitaakir itu Anas kurang lebih berusia 20 tahun Jadi kurang lebih 10 tahun Anas ya yakni menjadi pembantu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya sampai beliau menjadi atau berusia 20 tahunan kurang lebih ya radhiallahu taala anh dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mendoakan Anas mendo agar Anas bin Malik diberi usia panjang oleh Allah subhanahu wa taala ini terbukti dari doa nabi yang mulia bahwa Anas memiliki usia yang panjang Kemudian yang kedua diberi keturunan yang banyak dan terbukti dari doa Nabi bahwa Anas memiliki keturunan yang banyak anak dan cucunyaangbi kurang lebih ada yang menyebut y 100 orang jumlahnya dan yang ketig dari doa Nabi kepada anasar an diberi kekayaan yang melimpah oleh Allah subhanahu wa taala dan terbukti doa Nabi bahwa Anas termasuk golongan Ansar yang kaya raya di masanya radhiallahu taala an inilah sahabat nabi yang mulia Anas bin Malik radhiallahu taala yang mendapat doa khusus dari nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam yang ketika itu tentunya banyak sahabat-sahabat lain banyak sahabat-sahabat lain mendapatkan doa khusus dari nabi yang Mul iia Sallallahu Alaihi Wasallam nah di antaranya adalah sahabat Anas bin Malik radhiallahu taala Anhu para jemaah yang yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala untuk lebih ee dalam kita melihat penjelasan dari ee penjelasan ee guru kita alfadil ee alwalid eh Al Ustaz Yazid Bin Abdul Qadir jawaz rahimahullahu taala dalam kitab beliau Syarah Arbain nawawiyah di mana beliau rahimahullahu taala membawakan sekian pendapat para ahli ilmu para ulama di dalam menjelaskan hadis yang ke-13 ini yang pertama tentang tambahan lafaz Minal Khairi yaitu dari kebaikan ini terdapat dalam riwayat Imam Ahmad di dalam hadis yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad Ibnu Hiban terdapat [Musik] lafaz artinya seorang hamba tidak dapat mencapai hakikat Iman hingga I mencintai kebaikan untuk manusia seperti yang Cai untukinya tambahan Minal Khairi itu dari kebaikan ya mencintai kebaikan yakni sekali lagi ya apa yang dikatakan di sini Minal Khairi ini tambahan atau diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan juga yang lainnya kemudian dalam syarah hadis ini dibawakan sekian ee ee pandangan atau sekian ee penjelasan dari para ulama untuk menjelaskan hadis yang ke-13 ini yang pertama dari Syekh alalbani rahimahullahu taala di mana Beliau rahimahullah mengatakan ketahuilah bahwa tambahan ini atau Minal Khairi berupa kebaikan adalah tambahan yang sangat penting yang dapat menentukan makna yang dimaksud dalam hadis ini karena kata kebaikan adalah satu kata yang mencakup berbagai amal ketaatan dan perbuatan mubah baik dalam masalah dunia maupun akhirat selain yang dilarang seperti kata Kebaikan tidak mencakupnya sebagaimana sudah jelas salah satu kesempurnaan akhlak seorang muslim ialah ia mencintai kebaikan untuk saudaranya sama muslim seperti yang ia cintai untuk dirinya sendiri demikian pula ia mencintai kejelekan demikian pula ia membenci Maaf demikian pula ia membenci kejelekan untuk saudaranya seperti kebenciannya untuk dirinya sendiri meskipun hal ini tidak disebutkan dalam hadis namun ini termasuk dalam kandungannya karena mencintai suatu mengharuskan memenci suatu yang menjadi lawannya jadi ini yang dimaksud dengan eh mafhum mukhalafah y pemahaman kebalikan ya pemahaman kebalikannya ketika seorang muslim mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana Ia cinta kalau kebaikan itu itu ada pada dirinya maka mafhum mukhalafah kebalikan dari ya yang tadi adalah bahwa ia tidak suka kalau kejelekan ada pada saudaranya sebagaimana juga ia tidak senang jika kejelekan itu ada pada dirinya inilah ya penjelasan dari ya Al Imam al-albani rahimahullahu taala Kemudian yang kedua dibawakan penjelasan dari ya Ibnu Rajab al-hambali rahimahullah di mana Beliau rahimahullah mengatakan riwayat Imam Ahmad di atas menjelaskan hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dan Muslim dan bahwa yang dimaksud dengan tidak beriman ialah tidak mencapai hakikat dan Puncak Iman karena iman sering e karena iman seringkiali dianggap tidak ada karena ketiadaan rukun-rukun dan kewajiban-kewajibannya seperti nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la yaznaniina yazni wahua Mukmin w w kata Nabi artinya tidaklah dianggap beriman orang yang berzina tatkala ia sedang berzina atau ketika pencuri pada saat ia menjalankan aksi pencuriannya ya dan ketika seorang meminum minuman keras saat ia sedang meminum minuman keras tersebut artinya yang dinafikan di sini yang sini adalah kesempurnaan iman ya ketika seorang sedang berzina minum-minuman keras atau mencuri maka dalam keadaan seperti itu saat ia melakukan dosa besar itu maka tidak ada kesempurnaan imannya yakni berkurang ya berkurang imannya atau berkurang kesempurnaan imannya itu dan juga kita bisa melihat hadis nabi yang lain dibawakan siniallahi kata nabi yang mulia demi Allah tidak beriman tiga kali sampai kali nabi mengat seperti ini demi Allah tidak beriman demi allah tidaklah beriman siapa itu Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan-gangguannya kata nabiallahuaihi wasam jadi nabi mengatakan ya demi Allah tidak berimanlah sempurna keimanannya saat ia memberikan gangguan kepada tetangganya itu kemudian di sini dibawakan keterangan dari Al imam nawawi rahimahullahu taala para ulama mengatakan bahwa maknanya ialah tidak beriman dengan iman yang sempurna karena pokok iman itu ada pada orang yang tidak memiliki sifat ini kemudian dibawakan lagi di sini keterangan dari yang lain alhafiz Ibnu Hajar alasqalani rahimahullah berkata yang dimaksud ialah dinafikannya atau ditolaknya kesempurnaan iman penafian atau penolakan nama sesuatu dengan makna menafikan kesempurnaannya telah masyhur dalam dialek bangsa Arab seperti perkataan mereka Si Fulan itu bukan manusia maksudnya adalah dinafikan atau ditolak salah satu sifatnya ya Jadi bukan seluruh sifatnya namun sebagian sifatnya yang ditolak atau dinafikan kemudian dibawakan lagi di sini alfiz Amr binah rahimahullah mengatakan maknanya tidak sempurna iman seorang hingga I mencintai untuk saudara semuslim seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri para ulama berbeda pandangan tentang pelaku dosa besarakahamakan muk yang kurangannyaau tidak dikatakan Mukmin ya sesungguhnya yang benar dikatakan bahwa orang tersebut adalah muslim dan bukan Mukmin jadi dikatakan muslim Namun bukan Mukmin yakni bukan mukmin yang sempurna imannya menurut salah satu dari dua pendapat dan kedua pendapat tersebut diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad atau ia Mukmin dengan imannya dan fasik dengan dosa besarnya inilah Berkaitan dengan keterangan dari para ahli ilmu ya mengenai orang yang ya sedang berbuat ya keburukan Atau meninggalkan hal yang wajib ya meninggalkan hal yang wajib atau sedang berbuat dosa begitu kemudian kita dengarkan kembali di sini Adapun orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil iman tidak hilang dari dirinya secara total namun Ia adalah orang mukmin yang berkurang imannya sesuai dengan kadar dosa kecil yang sedang ia kerjakan nah ini berkaitan dengan dosa kecil ya Jadi kalau tadi berkaitan dengan dosa besar seperti berzina minum-minuman keras atau mencuri maka dikatakan tidaklah sempurna imannya Ya baik kemudian kita dengarkan kembali di sini sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar dinamakan seorang mukmin yang kurang imannya diriwayatkan dari bin Abdillah radhiallahu taala anh dan merupakan pendapat dari Al Imam Ibnu Mubarak e Ishaq Ibnu ubaid dan selain dari mereka kemudian ya maksud hadis di atas ialah di antara sifat iman yang wajib adalah seorang mencintai untuk saudaranya yang Mukmin apa yang ia cintai untuk dirinya dan membenci untuknya apa yang ia benci untuk dirinya sendiri jika sifat tersebut hilang darinya maka iman nya berkurang nah ini sekali lagi menunjukkan apa bahwa iman itu bisa bertambah bisa berkurangus ya bertambah dengan mengerjakan kebaikankebaikan ketatketaatan dan berkurang dengan ya mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat kita dengarkan di sini hadis nabi yang dibawakan oleh atau penulahah sic k allahcien Allah Karen allahan atau tidakemberi Karen Allah makauh telah sempbi was uaii kata Nabi artinya Barang siapa ingin dijauhkan dari siksa neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka hendaklah ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir dan hendaklah ia menunaikan dan berbuat kebaikan kepada orang lain apa yang ia senang bila orang lain berbuat baik kepada dirinya Nah inilah tentang ya petunjuk dan arahan nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam kepada kita semua untuk berbuat kebaikan kepada semua manusia ya terutama kepada sama orang-orang yang beriman kita senang jika ya orang lain itu berbuat baik kepada kita maka hendaknya kita pun berbuat baik kepada mereka berbuat baik kepada mereka atau kebalikannya ya yakni kita tidak suka ya jika orang lain berbuat buruk kepada kita ya maka hendaknya kita pun tidak suka kalau ya kita pun berbuat buruk kepada orang lain ya jadi hendaknya kita memiliki Interaksi yang baik muamalah yang baik kepada sesama lebih lebih kepada orang-orang yang beriman kepada sesama kaum muslimin maka terciptalah ukhuwah islamiah persaudaraan ya Islam yang kuat di antara kaum muslimin kecintaan di antara mereka kasih sayang di antara mereka saling hormat menghormati di antara mereka menyayangi di antara mereka Maka inilah petunjuk-petunjuk nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian dibawakan di sini dalam Sahih Muslim dari hadis Abu Dzar Di mana nabi sallallahuaihi wasallam bersabda kepada sahabat yang mulia Abu Dzar ya ab Wah abuguh aku melihat Engkau sebagai orang yang lemah dan aku mencintai untuk dirimu apa yang akuaitukikuah in menah ya sungguh aku mencintai yni kebaikan untuk dirimu sebagaimana Aku mencintai kebaikan itu untuk diriku Nah jadi ini perlu kita pahami dari hadis nabi yang mulia hendaknya kita bisa memberikan kebaikan kepada orang lain dan itu kita sukai sebagaimana juga orang lain ya Ketika memberikan kebaikan itu kepada diri kita kita pun menyukainya nah in Inilah kita lihat dari hadis nabi kepada sahabat yang mulia Abu Dzar radhiallahu an kemudian dalam hadis yang lain nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada kita Mat yang artinya perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta Mencintai sayang menyayangi dan bahuembahu seperti satu tubuh kata nabi jika salah satu anggota tubuh sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain juga akan merasakkan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam inilah sekali lagi petunjuk di antara petunjuk-petunjuk nabi yang menunjukkan bahwa nabi menginginkan masyarakat sahabat ketika itu adalah masyarakat percontohan yakni mereka merasa bagaikan satu tubuh atau dalam riwayat yang lain yakni bagaikan satu yakni bangunan yang saling mengokohkan saling menguatkan bahu-membahu saling ee tolong-menolong di antara mereka saling menyayangi di antara mereka saling menghormati di antara mereka dan seterusnya sehingga terciptalah ya betul-betul masyarakat percontohan yang diteladani yang dicontoh oleh generasi-generasi berikutnya para jemah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kembali di sini kita lihat atau kita dengarkan keterangan dari penulis rahimahullah ini menunjukkan bahwa orang mukmin terganggu dengan apa saja yang mengganggu saudaranya yang beriman dan sedih oleh apa saja yang membuat saudaranya sedih Nah jadi kalau kita ya melihat ya ada saara-sudara kita yang tertimpa musibah kemudian kita pun merasa sedih dan ingin membantunya maka ini adalah suatu kebaikan yang ada pada diri kita satu kebaikan yang ada pada ya Ee hati kita kemudian hadis Anas kita lihat sini dan hadis Anas yang sedang kita bicarakan ini menunjukkan bahwa orang mukmin orang beriman dibuat gembira oleh suatu yang membuat gembira saudaranya yang beriman dan menginginkan kebaikan untuk saudaranya yang beriman seperti yang ia inginkan untuk dirinya sendiri ini semua terjadi karena orang beriman hatinya harus bersih dari dengki penipuan dan hasad ya hasad atau iri atau dengki membuat pelakunya tidak mau diungguli siapapun dalam kebaikan atau diimbangi di dalamnya karena orang yang hasad Ya senang lebih unggul atas seluruh kelebihannya dan ia sendiri yang memilikinya tanpa siapapun dari manusia sedangkan Iman menghendaki kebalikannya yaitu agar ia disamakan dengan seluruh kaum mukminin dalam kebaikan yang diberikan Allah kepadanya tanpa mengurangi sedikitp dari kebaikannya dalam al-qur’an di mana Allah subhanahu wa taala memuji ya orang-orang yang tidak sombong dan tidak berbuat kerusakan tidak berbuat kerusakan di muka bumi kita dengarkan firman Allah subhanahu wa taala yang terdapat dalam surah alqasas ayat 83 Allah subhanahu wa taala berfirman akiru na artinya negeri akhirat itu kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa kata Allah subhanahu wa taala kita dengarkan di sini keterangan dari para ahli ilmu Apa yang dimaksud dari uluan fil ardhi ya mengenai ayat ini ikrimah ya dan selainnya dari para ahli tafsir mengatakan maksud kata Al ardhi ialah sombong mencari Kehormatan dan kedudukan pada pemiliknya sedangkan maksud al-fasad ialah mengerjakan berbagai macam kemaksiatan nauzubillah minzalik nasalullah salamata walfiah jadi inilah berkaitan dengan yakni pujian Allah subhanahu wa taala kepada orang-orang yang beriman yang tidak menginginkan kesombongan dan tidak menginginkan kerusakan di muka bumi atau tidak mau berbuat kerusakan di muka bumi ya di antaranya tidak mau berbuat Syirik ya tidak mau berbuat bidah dan perbuatan dosa dan maksiat maka inilah ciri dari orang-orang yang beriman yang hatinya bersih hatinya bagus hatinya jauh dari berbagai macam nodanya para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kita lihat mengenai kesimpulan dari hadis Anas ini dibawakan di sini kesimpulannya orang mukmin harus mencintai untuk kaum mukminin apa yang ia cintai untuk dirinya dan tidak menyukai untuk mereka apa yang tidak disukai untuk dirinya Jika ia melihat kekurangan dalam hal agama pada saudaranya ia berusaha untuk memperbaikinya nah kemudian kita lihat di sini keterangan lebih lanjut mengenai pembahasan ini dari para ulama Salaf salah seorang yang Saleh dari ulama Salaf berkata orang-orang yang mencintai Allah melihat dengan cahaya Allah merasa kasihan dengan orang yang bermaksiat kepada Allah membenci perbuatan mereka merasa kasihan kepada mereka dengan cara menaksiati mereka untuk melepaskan mereka dari perbuatan maksiatnya dan menyayangkan badan mereka sendiri jika sampai terkena neraka dan seorang mukmin tidak dikatakan sebagai mukmin yang sejati sampai dia meridai untuk manusia apa yang diridai untuk dirinya kalau ada orang lain memiliki keutamaan yang melebihi dirinya kemudian dia menginginkan untuk dirinya seperti itu kalau hal itu dalam urusan agama maka keinginan tersebut adalah satu kebaikan sebagaimana nabi yang mulia wasallam mengharapkan dirinya mati syahid sebagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengharapkan dirinya mati syahid apa kata nabi yang mulia dalam hadis yang mulia kita dengarkan La hasada illa fitni rulunahullahul qurana fahuaatluili waaharulunahuanunuili waahar artinya tidak boleh hasad kecuali kepada dua orang yakni tidak ada hasad yang terpuji kecuali pada dua golongan manusia yang pertama orang yang diberi al-quran atau ilmu oleh Allah kemudian membacanya di pertengahan malam dan siang dan yang kedua orang yang diberi harta oleh Allah kemudian Ia menginfakkannya di pertengahan malam dan pertengahan siang jadi Inilah yang disebut dengan yakni hasad atau iri atau dengki yang terpuji atau yang disebut dengan alghibtah alghibthah yaitu iri yang dibenarkan hasad yang dibenarkan yang terpuji atau dipuji oleh Nabi yang mulia wasallam yang pertama Iri kepada orang yang berilmu kepada ulama misalnya di mana si ulama ini banyak memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat Memberikan ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat sehingga masyarakat berjalan di atas ilmu tersebut dalam kehidupan mereka ya atau yakni kita ingin seperti si ulama tersebut atau yang kedua yakni Iri kepada orang yang diberi harta oleh Allah subhanahu wa taala yang orang beriman ini yang diberi harta ini dia banyak melakukan kebaikan-kebaikan dengan hartanya membangun masjid membangun Madrasah bantu orang-orang miskin ya dan lain sebagainya D ingin seperti orang orang itu ingin seperti orang tersebut Nah inilah alghibto iri atau dengki yang terpuji kemudian kita lihat di sini dan beliau Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda mengenai orang yang melihat orang lain menginfakkan hartanya dalam ketaatan kepada Allah kemudian ia berkata Lau Anna Li maan lailtu biamali fulanin fahua biniyatihi faajruhum Sawa kata nabi jadi ada seorang berkata kata nabi Seandainya Aku memiliki harta aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan oleh Si Fulan dari kebaikan-kebaikan nah kata Nabi orang tersebut dengan niatnya itu maka pahala keduanya sama kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bayangkan jadi kita sudah berniat baik saja diberi pahala oleh Allah subhanahu wa taala apalagi jika betul-betul kita terapkan dalam idupan sehari-hari dari apa yang kita niatkan tadi banyak membantu orang ya Bangun masjid Madrasah membantu fakir miskin dan lain sebagainya dari semua kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan maka ini adalah ya kebaikan yang yang terpuji adapun dalam hal kebaikan adapun dalam hal kelebihan dunia maka boleh mengharapkan kelebihan seperti itu karena Allah subhanahu wa taala berfirman ya ini berkaitan dengan ya yakni kelebihan dunia ya Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surah alqasas ayat 79 S [Tepuk tangan] 8 irun artinya maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dengan kemegahannya ini beda contoh di sini berkaitan dengan si Qarun yang telah diberikan kelebihan harta oleh Allah subhanahu wa taala namun dia menyombongkan dirinya dan apa yang dia miliki ya Bahkan ingkar kepada ajaran Nabi Musa alaih salam orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun Sungguhnya Dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar nah ini ya tentunya kebanyakan manusia tertipu dengan apa yang dimiliki oleh si Qarun mereka anggap ya apa yang dimiliki oleh Qarun ah itu itulah yang mereka inginkan pula sebagaimana Qarun ya menikmati apa yang diberikan oleh Allah subhanahu wa taala berupa ya harta yang melimpah kita lihat di sini berkaitan dengan orang-orang yang berilmu berbeda sikap dengan kebanyakan orang dengan orang-orang awam tetapi orang-orang yang dianugrahkan ilmu berkata Celakalah kalian ketahuilah pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan dan pahala yang besar itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar jadi berkaitan dengan orang-orang yang berilmu di masa itu melihat bahwa apa yang Allah berikan kepada Qarun ini merupakan istidraj uluran waktu sebenarnya namun pada pandangan orang-orang awam ini beda ya antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu Adapun pandangan orang-orang awam ini orang-orang yang tidak berilmu mereka menganggap ya apa yang dimiliki oleh Qarun adalah hal yang luar biasa bagi mereka Jadi mereka ingin juga seperti Qarun ingin juga seperti Qarun Padahal mereka tidak tahu siapa itu Qarun sebenarnya siapa itu Qarun sebenarnya namun orang-orang yang berilmu mereka tahu persis Qarun adalah orang tergolong dari orang yang ingkar kepada Allah ingkar kepada Nabi Musa Alaihi Salam di masanya dahulu dan termasuk orang termasuk dari orang-orang yang sombong ya ketika Allah subhanahu wa taala memberikan limpahan harta kepada Qarun maka Qarun ini menjadi sombong ya kufur nikmat dalam hal ini maka dikatakan oleh orang-orang yang berilmu Celakalah kalian ya Celakalah kalian hendaknya kalian yakni melihat kepada pahala dari Allah subhanahu wa taala hendaknya kalian yakni melakukan amal-amal Saleh sebagaimana yang kalian bisa lakukan jangan tertipu dengan Qarun dan kekayaannya begitu para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kalau yang berkaitan dengan masalah masalah agama masalah-masalah agama hendaknya kita melihat kepada orang-orang yang EE jauh di atas kita ketakwaannya kesalhannya ilmu agamanya dan seterusnya agar kita termotivasi untuk memperbanyak amal saleh memperbanyak amal saleh tapi untuk kehidupan dunia hendaknya kita melihat orang-orang yang di bawah kita yang di bawah kita sehingga kita terus bersyukur dan bersyukur merasa bersyukur kepada Rabb alamin sehingga Allah subhanahu wa taala akan menambahkanik kita seandya kalian Bersyukur atas nikmat maka Sungguh aku akan tambahkan nikmat tersebut dan jika kalian kufur terhadap nikmat sungguh azabku amatlah pedih kata Allah subhanahu wa taala inilah yang perlu kita perhati kalau kita ya berusan dengan urusan akhirat hendaknya kita melihat orangorang yang jauh di atas kita yang jauh kesalihannya di atas kita yang jauh ketakwaannya di atas kita jauh ilmunya di atas kita sehingga kita termotivasi untuk berbuat amal-amal Saleh sebagaimana mereka berbuat amal saleh para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lihat di sini contoh ya dari sahabat nabi yang mulia terhadap hadis Anas tadi yaitu sahabat Ibnu Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahu taala anhuma apa kata beliau aku membaca salah satu ayat al-quran kemudian aku ingin seluruh manusia mengetahui tafsirnya seperti yang aku ketahui Lihatlah ya bagaimana para sahabat telah mengamalkan hadis Anas tadi ya ahukum inilah sahabat Ibnu Abbas dan juga sahabat-sahabat yang lain menginginkan ya agar seluruh manusia agar seluruh umat Islam mengetahui tafsir dari al-qur’an yang telah diketahui oleh Ibnu Abbas ya sebagaimana yang telah dipelajari dan diketahui oleh sahabat Ibnu Abbas ini Nah inilah yang kita lihat dari ya bagusnya hati para sahabat bersihnya hati mereka semua dari hasad dari dengki dari iri sehingga sempurnalah iman mereka sempurnalah keimanan mereka karena mereka menginginkan kebaikan ada pada saudaranya sebagaimana Ia menginginkan kebaikan itu P ada pada dirinya para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala terakhir dari pembahasan kita pada sore hari ini tentang Fawaid atau faedah atau pelajaran berharga yang dapat dipetik dari hadis Anas kita bacakan di sini yang dibawakan oleh penulis rahimahullahu taala yang pertama dibolehkan menafikan sesuatu karena tidak adanya kesempurnaan padanya seperti hadis nabi tadi e seperti hadis nabi yang lain la shata bihadrati taam tidak ada salat ketika makanan telah disajikan maksudnya salatnya tidak sempurna karena hati orang yang salat tersebut akan menjadi sibuk ya oleh makanan yang telah tersaji itu dan contoh-contoh seperti ini sangat banyak sekali ya tentunya dalam dalil-dalil yang bisa kita lihat dari hadis-hadis nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam baik para jemaah yang dimulan Allah subhanahu wa taala Yang kedua bahwa seorang wajib mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri ini mencintai kebaikan tentunya mencintai kebaikan Apakah dalam kehidupan dunia atau akhirat kemudian yang ketiga termasuk keimanan pula membenci untuk saudaranya apa yang dibenci untuk dirinya sendiri ah jadi ini adalah mafhum mukhalafah pemahaman kebaliik kan dari yang sebelumnya ya ketika kita tidak suka keburukan kejelekan ada pada diri kita hendaknya kita pun sama hati kita pun tidak suka tidak rela jika keburukan itu ada pada orang lain kita tidak senang kalau diri kita berbuat Syirik kita tidak senang kalau diri kita berbuat bidah kita tidak senang kalau diri kita berbuat dosa dan maksiat sebagaimana diri kita juga tidak senang tidak rela tidak Rida kalau orang lain juga berbuat syirik bidah perbuatan dosa dan maksiat Nah inilah tentang sempurnanya Iman seorang hamba tanda sempurnanya Iman seorang hamba kemudian yang keempat di dalam hadis ini terdapat celaan terhadap sikap egois membenci orang lain hasad dan balas dendam karena orang yang di dalam hatinya terdapat semua sifat ini berarti tidak mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri Bahkan ia berharap nikmat yang Allah berikan kepada saudaranya yang beriman itu hilang darinya nah ini Ya jelas merupakan ee penyakit hati atau noda yang menodai hati seorang itu dengki atau iri ya tidak senang kalau nikmat ada pada orang lain tidak senang tidak Rida jika nikmat ada pada orang lain kemudian yang kelima setiap mukmin dan mukminah wajib menjauhi penyakit hasad dengki atau iri dan sifat buruk lainnya karena dapat mengurangi imannya jadi mengurangi kesempurnaan imannya yang keenam hadis ini menunjukkan bahwa iman itu Bisa bertambah dan berkurang bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan sebab melakukan maksiat yang ketujuh mengamalkan kandungan hadis ini menjadikan menjadikan menyebarnya rasa cinta di antara pribadi-pribadi dalam satu masyarakat Islami dan akan saling tolongmenolong dan bahu-membahu sehingga bagaikan satu tubuh kemudian yang kedel mencintai kebaikan untuk orang muslim merupakan salah satu cabang keimanan yang kesemb berlomba-lomba dalam kebajikan dan ketaatan merupakan kes dan iman yang ke-10 anjuran untuk mempersatukan hati manusia dan memperkuat hubungan antar orang-orang yang beriman yang ke-11 Islam bertujuan menciptakan masyarakat yang harmonis dan penuh kasih sayang dan ini Tentunya sudah terjadi telah tercipta dahulu di zaman para sahabat Di mana hati para sahabat hati yang bersih sehingga timbul di antara mereka saling menyayangi saling menghormati saling ya bahu-bahu tolong-menolong di antara mereka Nah inilah yang ada di hati para sahabat seluruhnya ini bisa kita lihat Bagaimana di antara para sahabat tersebut saling tolongmenolong ya sayang menyayangi dan seterusnya dan seterusnya para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kemudian yang ke-12 yang terakhir dikatakan di sini bahwa umat Islam hendaknya menjadi laksana satu bangunan dan satu tubuh ini diambil dari bentuk keimanan yang sempurna Yaitu mencintai untuk saudaranya apa yang dicintai untuk dirinya sendiri wallahu taala alam para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala inilah berkaitan dengan isi dan kandungan serta pelajaran-pelajaran berharga yang dapat dipetik dari hadis Anas Semoga kita semua bisa ee memahami hadis tersebut dan mengamalkan isi dan kandungannya ee semoga hati kita dibersihkan oleh Allah subhanahu wa taala dibersihkan oleh Allah subhanahu wa taala dari berbagai macam nodanya dari berbagai macam penyakitnya di antaranya noda atau penyakit dengki atau iri atau hasad kepada orang lain sehingga yang timbul pada hati kita adalah yakni kebaikan kepada sama kaum muslimin kepada orang-orang yang beriman hati kita merasa bahagia jika kebaikan-kebaikan ada pada saudara kita sebagaimana hati kita juga bahagia jika kebaikan tersebut ada pada diri kita atau kebalikannya ya hati kita merasa tidak senang tidak Rida jika saudara kita berbuat keburukan sebagaimana hati kita pun tidak Rida jika keburukan itu kita kerjakan Nah inilah yang harus ada pada diri kita bisa kita mengamalkan hadis Anas ini semoga kita semua menjadi orang-orang yang diridai oleh Allah subhanahu wa taala dan tercipta masyarakat Islami dan dan persaudaraan Islam yang kuat ya saling menyayangi saling tolong-menolong saling bahu-membahu di antara kaum muslimin di antara orang-orang yang beriman maka terciptalah persatuan kaum muslimin yang sebenar-benarnya di atas ya tauhid di atas sunah Nabi yang mulia di atas Manhaj para sahabat Nah inilah yang kita harapkan apa yang telah terjadi di masa para sahabat hendak pula kita bisa mewujudkannya dalam kehidupan kita di zaman kita sekarang ini wallahu taala alam baik para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala Saya kira sampai di sini kajian kita pada sore hari ini mudah-mudahan Apa yang dikaji yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua bisa kita pahami bisa kita amalkan Semoga kita semua mendapatkan hidayah Taufik dari Allah subhanahu wa taala untuk selalu berada di atas tauhid berada di atas sunah Nabi yang mulia berada di atas Manhaj para sahabat dan semoga kita semua mendapatkan Husnul Khatimah amin amin ya rabbalamin kita akhiri dengan doa per majelis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka wubu ilaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh akaz Anda masih bersama r t dan radio R ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-am berikut [Musik] ini [Musik] alhamdulillaham [Musik] ek menaia dengan [Musik] perengahamillah kita mengucapkanamangersyukur kepada [Musik] senantiasa menjaga beliau Insyaallah akan diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 22 almuharam 1446 hijah atau 28 Juli 2024 pukul 00 Waktu Indonesia Barat hingga selesai bertempat di Masjid Jami alkah informasi hungi [Musik] 082280756 acara ini terbuka untuk umum ikhw dan akhwat [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *