[Musik] saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam kami bacakan sedikit tata terb tata tertib dari acara dan itu di luar tanggung jawab panitia kemudian berikutnya selain panitia tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar ataupun video maupun live streaming selama kajian berlangsung jadi dimohon kepada hadirin sekali untuk tidak mengambil foto maupun video khususnya foto dan video dari pemateri asyekh Ibrahim bin Amir hafidahullahu taala karena beliau tidak Rida akan hal tersebut kecuali dari panitia jadi hanya pihak panitia yang boleh untuk melakukannya kemudian berikutnya demi kelancaran live streaming dari acara pada pagi hari ini dihimbau kepada jemah sekalian untuk untuk mematikan jaringan internet sementara waktu kecuali untuk kepentingan yang urusan yang mendesak atau kepentingan yang memang harus diselesaikan kemudian berikutnya yang terakhir diharapkan untuk seluruh jemaah yang hadir menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya demikian tata tertib acara tablig akbar pada pagi hari ini maka kami Dar panitia memohon kerja samamanya kepada seluruh hadirin sekalian agar kita bisa mengikuti acara pada pagi hari ini dengan lancar dan kondusif kemudian Selanjutnya kami akan membacakan profil ringkas dari pemateri kita pada acara tablig akbar pada pagi hari ini yaitu asyekh Prof Dr Ibrahim bin Amir arruhhaili hafidahullahu taala profil beliau yang pertama nama beliau adalah Ibrahim bin Amir bin Ali arruhaili Kemudian beliau dilahirkan pada bulan Rajab tahun 1383 Hijriah di wilayah musaijid Saudi Arabia pendidikan yang beliau tempuh yang pertama yaitu S1 fakultas Syariah Universitas Islam Madinah tahun 1404 Hijriah hingga 1405 Hijriah Kemudian yang kedua beliau selesai melakukan S2 Fakultas Dakwah jurusan akidah Universitas Islam Madinah dan lulus pada tanggal 18 syakban 1409 Hijriah Kemudian beliau melanjutkan S3 Fakultas Dakwah jurusan akidah di Universitas Islam Madinah dan lulus pada tanggal 30 Muharram 1412 Hijriah Kemudian beliau menjadi Profesor di fakultas dakwah dan usuluddin Universitas Islam Madinah untuk bidang akidah sejak 14 Rabiul Aal 1428 Hijriah kemudian di antara guru-guru beliau yang beliau menimba ilmu kepadanya di antara guru beliau adalah Syekh Muhammad Syekh Abdul Muhsin bin Al Abbad hafidahullah taala yang merupakan salah satu ulama paling senior di kerajaan Saudi arabiaah saat ini kemudian karya-karya ilmiah beliau di antaranya yang pertama maukif Ahli Sunah Wal Jamaah kemudian ada kemudianf dan juga alar dan juga masih banyak lagi karya-karya ilmiah beliau selanjutnya aktivitas beliau saat ini beliau menjadi dosen pascarjana jurusan akidah di Universitas Islam Madinah kemudian beliaua pengajar tap di Masjid Nabawi Kemudian beliau juga anggota lajnah Syariah pembimbing imam dan muadin pembimbing iman dan Imam dan muadin masjid di kota Madinah selain itu juga beliau aktif mengisi daurah-daurah ilmiah baik di Saudi Arabia maupun di negara-negara lainnya demikian profil ringkas dari guru kita fadilatus Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir arruhhaili hafidahullah taala kemudian yang akan bertindak selaku penerjemah pada acara pagi hari ini beliau Al Ustaz Abdul Aziz Luthfi b m Hum hafidahullahu taala beliau lahir di Rokan Hulu Riau tanggal 6 April 199 beliau merupakan alumnus S1 Lipia Jakarta Kemudian beliau lanjutkan S2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adapun sekarang beliau menjadi dosen di Mahad Ali imam serta menjadi pengisi kajian rutin di beberapa masjid di wilayah Surakarta dan sekitarnya hadirin sekalian rahimani warahimakumullah demikian profil ringkas dari pemateri dan penerjemah pada acara tablig akbar Masjid Agung madaniyah Karanganyar pada pagi hari ini untuk selanjutnya kita akan masuk pada acara selanjutnya yaitu sambutan-sambutan Adapun sambutan yang akan disampaikan dari pihak Pemerintah Kabupaten Kar Anyar sekaligus dari pihak takmir Masjid Agung Madaniah yang akan diwakili oleh Bapak ha Ali Qadri selaku kepala kepala bagian kesra Kabupaten Karanganyar sekaligus beliau merupakan sekretaris dari takmir Masjid Agung madaniyah Karanganyar maka Kepada beliau Bapak Haj Ali Qadri waktu dan tempat kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min sururi anfusina Wamin sayiati aalina yahdillahu Fala mudillalah W yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Allahumma Sholli Ala Muhammad yang kami hormati bapak-bapak dari forkom pinda Kabupaten Karanganyar Bapak Dandim dan juga bapak Kapolres Karanganyar atau yang mewakili yang kami muliakan seluruh Ustaz para alim ulama para Kiai wabil khusus Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir bin Ali Alhamdulillah beliau sudah rawuh di Masjid Agung ah Kabupaten Karanganyar seluruh panitia dan juga jemaah pengajian akbar pada kesempatan pagi hari ini yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala Alhamdulillahi rabbil alamin segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam atas Rida dan rahmatnya kita diperkenankan bisa melaksanakan pengajian telabul Ilmi di Masjid Agung madaniyah Kabupaten karangnyar ini dalam keadaan sehat walafiat saya mohon izin Matur mewakili bapak Bupati Karanganyar sekaligus mewakili ketua takmir ketua Badan pengelola Masjid Agung madaniyah Kabupaten Karanganyar karena acara yang berbarengan beliau berdua menugaskan saya untuk memberikan sambutan Oleh karena itu atas nama beliau berdua yang pertama saya mengucapkan selamat datang di Masjid Agung Madaniah Kabupaten Karanganyar ini dan sekaligus Selamat datang di Kabupaten Karanganyar bagi jemah yang berasal dari luar Kabupaten Karanganyar yang kedua saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran panitia seluruh jemaah semuanya dan juga seluruh pengurus pondok pesantren-pondok pesantren yang telah berkenan mengirimkan santrinya untuk belajar pada pagi hari ini terutama demi kemakmuran Masjid Agung Madaniah karena masjid ini masjid bersama masjid pemerintah oleh karena itu Monggo diramaikan Monggo dimakmurkan baik itu untuk peribadahan baik itu untuk kajian-kajian maupun kegiatan-kegiatan positif lainnya dan tentunya setelah pengajian ini saya harapkan ada kegiatan-kegiatan lain yang serupa yang mana bisa menambah kemakmuran masjid dan terkhusus kepada panitia saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya dalam membantu memfasilitasi kegiatan panj semua baik itu keamanan fasilitas tempat parkir maupun yang lain-lain kami belum memberikan dukungan secara optimal sekali lagi atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar maupun atas nama takmir Masjid Agung Madaniah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya mudah-mudahan kerja sama ini bisa diperbaiki secara terus-menerus demi keberlangsungan kemakmuran masjid dan juga seluruh Jah dan yang terakhirusus kepada panitia mungk disampaikan permohonan kepada Syekh Ibrahim bin Amir bin Ali aruhili untuk senantiasa mendoakan ketentraman kemakmuran Kabupaten Karanganyar secara khusus maupun Indonesia secara umum mudah-mudahan negeri kita senantiasa menjadi negeri yang aman negeri yang adil makmur dan juga negeri yang mentuhidkan Allah subhanahu wa taala dan mohonanyaa mudah-mudahan kita semua yang hadir di Masjid Agung madaniyah Kabupaten karanganyir ini diberi kemudahan oleh Allah subhanahu wa taala untuk menunaikan ibadah haji ibadah umrah berkunjung ke tempat di mana Syekh mengajar di Madinah almunawarah maupun di Makkah mukaramah maupun berkunjung berziarah ke Masjid Quba mudah-mudahan nanti panitia tidak lupa untuk mengingatkan beliau memohonkan beliau doa kebaikan untuk kita semua hadirin jamaah rahim demikian Apa yang dapat saya haturkan mewakili Pemerintah Kabupaten karang anyyar dan juga Masjid Agung madaniyah dengan harapan tinggi mudah-mudahan kegiatan pada pagi hari ini senantiasa diberkahi diridai oleh Allah subhanahu wa taala matur nuwun banyak tutur kata saya yang kurang berkenan karena kurangnya ilmu yang ada pada diri saya selamat melaksanakan kajian selamat ee mendapatkan ilmu dan keberkahan dari ilmu Syekh Ibrahim bin Amir bin aliili matur nuwun Billahi taufik wal hidayayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan terima kasih banyak kepada bapak Haj Ali Qadri jazakumullah Khairan atas sambutannya kemudian hadirin sekalian rahimani warahimakumullah untuk selanjutnya kita akan masuk pada acara inti acara tablig akbar pada pagi hari ini yaitu penyampaian materi oleh guru kita fadilatus Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir arruhaili hafidahullahu taala sambil menunggu kehadiran beliau di tengah-tengah kita Insyaallah penyampaian materi atau acara inti akan segera dimulai sambil menunggu kehadiran as Syekh saya akan bacakan kembali tata tertib di acara Tabligh Akbar hari ini yang pertama jemah diminta untuk menempatkan diri duduk melingkar dan memenuhi setiap saf yang kosong dimulai dari saf yang terdepan terlebih dahulu kemudian jemaah diminta mengambil manfaat dengan menyimak dan mencatat isi kajian dengan baik kemudian bagi yang membawa anak kecil diharapkan diawasi dan dikondisikan agar tidak mengganggu jalannya kajian kemudian sebelum dan selama kajian berlangsung tidak diperbolehkan menyebar brosur atau yang semisalnya kecuali setelah selesai kajian dan dilakukan di luar area Masjid Agung madaniyah Karanganyar dan itu di luar tanggung jawab panitia kemudian berikutnya selain panitia tidak diperbolehkan mengambil gambar foto maupun video maupun live streaming selama kajian berlangsung khususnya terkait dengan pemateriekh Ibrahim bin Amir aruhaili hafidahah taala beliau tidak beliau tidak berkenan untuk diambil fotonya maupun videonya selama kajian berlangsung jadi itu hanya boleh dilakukan oleh pihak panitia kemudian demi kelancaran live streaming dihimbau kepada jemaah sekalian untuk sementara waktu mematikan jaringan internet di ponselnya agar live streaming bisa berjalan dengan baik kecuali ketika ada keperluan pendesak kemudian yang terakhir hendaknya pada hadirin sekalian untuk senantiasa menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya demikian tata tertib tablig akbar pada pagi hari ini semoga bisa diperhatikan dan ditaati oleh hadirin sekalian agar acara kita pada pagi hari pagi hari ini bisa berjalan dengan lancar dan kondusif salat D jugaat sini ya tarikan kita ada undangan-undaran ya jangan hadirin sekalian rahimani warahimakumullah Alhamdulillah beliau telah hadir di tengah-tengah kita maka selanjutnya kita akan masuk pada acara inti yaitu penyampaian materi oleh fadilatus syikh Prof Dr Ibrahim bin Amir arruhaili hafidahullahu taalaikhina alfadilatafadu maskurin majurin asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah inalhamdalillah maiillahi anusinaiati Amalina yahdiillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna nabiyana muhammadan abduhuasuluh Allahumma shalli wasallim wabarik Al abdikaasulika Muhammad waa alihi wasahbihi ajmain beliau hafidahullahu taala memulai tablig akbar kita pada kesempatan pagi yang berbahagia ini dengan memuji Allah subhanahu wa taala Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala atas segala nikmat lalu Beliau mengucapkan dua kalimat syahadat Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Kemudian beliau mengucapkan selawat dan salam kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman Nam Amma bad faainna Minal fqhi biddin fat maratib mmininaqim lillahi Tabarak wa taala F Islam had maratib litumtal waliataqarabal muslimunaabak taala azzaum aukum Ahsa kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah ketahuilah bahwa di antara ilmu yang sangat penting untuk diketahui setiap muslim dalam agama Islam yaitu mengetahui tingkatan-tingkatan kaum mukminin di sisi allah subhanahu wa taala dan bagaimana cara seorang mukmin mendekatkan dirinya kepada Allah subhanahu wa taala agar dengan mengetahui hal tersebut seorang mukmin bisa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan cara yang terbaik yang diridai oleh Allah subhanahu wa taala sebagaimana Allah berfirman libluakum ayukum ahsanu Amala agar Allah menguji kalian dan mengetahui siapa di antara kalian yang terbaik amalannyaikht maratiban fha wala Fi mafhumha qah ala Wah martabat alwalayah Man hu Wali W hqiatul walayah wama Hiya tabaqattil Auliya wama Hiya sifatuhum W hi mafahim alkhatiah ahabarak wa taa kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah pada kesempatan pagi yang berbahagia ini Insyaallah pembahasan kita adalah tentang salah satu martabah salah satu tingkatan dari tingkatan-tingkatan iman dalam agama Islam sebuah tingkatan atau sebuah derajat perselisihkan oleh kebanyakan umat kaum muslimin dan tidak sedikit dari kaum muslimin yang memiliki pemahaman menyimpang tentang tingkatan yang satu ini yaitu derajat Wali maka pada pagi hari yang berbahagia ini Insyaallah akan bersama-sama kita menyimak pemaparan dari beliau tentang definisi Wali Siapa yang disebut sebagai wali Lalu ada berapa kiranya tingkatan-tingkatan Wali Allah lalu apa saja ciri-ciri atau karakter para wali-wali Allah dan apa pula keyakinan-keyakinan menyimpang terkait dengan wali Allah dan bagaimana kita meluruskan penyimpangan-penyimpangan tersebut Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi kita semua untuk mempelajari pembahasan-pembahasan di atas dan semoga pula Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi kita untuk memahaminya dengan baik Al had maudu BFI alwali FTI waltilah alwaliu F Lughah Fi lughatil Arab yutlak as qaahibah alaliuu W mu muada Wi lisanab alali wutlak Al Matar Matar litawali ja Matar jaahu baalik Matar akhar yutlak Alaihi anahu Wali au tawala a Taba Nuzul Al Matar Wam minhu Al mana almhur mu wahya almahabbah Wal munasarah Li almuhib hu qib minalb waqib Min nafs Kama kanaad Salaf Yakul inni laajidubi Fulan yakni anbiahumahabbatiah fakama zadah wabidununadun baid munadat [Musik] alqibu yqsun balika War kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah pembahasan pertama kita pada kesempatan pagi yang berbahagia ini adalah definisi Wali pengertian atau makna Wali secara bahasa kata Wali artinya adalah alqurbu waddunu yaitu dekat Wali secara bahasa Arab artinya adalah dekat itulah yang terdapat dalam Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Lium ah ketika beliau memimpin salat jemah lalu mengaturf para jemah maka beliau bersabda Lium hendaknya yang berada di dekatku di anara kalianalah orang yang banyak ilmunya dan orang yang berakal para jemaah yang dirahmati oleh Allah masih secara bahasa kata Wali itu lawan kata dari kata musuh jadi Wali yang artinya dekat lawan katanya adalah musuh maka mualat kewalian atau kedekatan lawan katanya adalah permusuhan dan dalam bahasa Arab kata Wali juga digunakan untuk menyebut hujan yang turun setelah sebelumnya turun hujan jadi apabila turun hujan kemudian berhenti sebentar hujan itu lalu turun hujan lagi maka hujan yang berikutnya itu disebut dalam bahasa Arab tawala yaitu hujan itu turun setelah sebelumnya atau belum lama sebelumnya turun hujan maka para jemaah yang dirahmati oleh Allah dari makna itulah diambil makna yang masyhur makna masyhur Wali adalah cinta jadi dalam bahasa Arab kata Wali memiliki makna yang banyak dan makna yang paling Mashur adalah makna cinta dan pertolongan Mengapa demikian karena orang yang menjadi wali adalah orang yang dicintai orang yang dicintai dia dekat dengan hati orang yang mencintainya oleh karenanya sebagian Salaf mengatakan inni laajidubi Fulan sungguh hatiku ada di tangan Fulan hatiku ada pada Fulan maksudnya hatiku begitu dekat dengan Si Fulan maka semakin bertambah kecintaan seseorang semakin bertambah pula kedekatannya kepada orang tersebut demikian para jemaah makna Wali secara bahasa Arab trif alwalayah Fi Syari faqad arfaha sikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah faqalal walayahiddu aladawah wa aslu alwalayah almahabbatu Wal qurb wa aslu aladawah albughd Wal bufahadaw wab [Musik] ahbahuqahahu Wak wq kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah Adapun definisi Wali secara istilah diterangkan oleh syaikhul Islam IBN Taimiyah rahimahullah bahwa kata wilayah adalah lawan kata dari kata adawah artinya Wali itu lawan kata dari musuh maka makna utama Wali itu adalah cinta dan dekat sedangkan makna utama permusuhan adalah jauh dan kemarahan jauh dan rasa tidak suka maka para jemaah yang dirahmati oleh Allah siapa saja di antara kita yang mencintai seseorang maka bisa disebut bahwa kita telah menjadikan orang itu sebagai wali kita sebaliknya Siapa saja yang murka yang tidak suka yang benci kepada seseorang maka dia telah menjadikan orang itu sebagai musuhnya Nam Wal walayah waradat Qurani ak Ma mawid wai am kitab Allah Tabarak wa taala maaniha W muat Allah Azza W wqikullah Tabarak wa taala Allahu waliina amanu hunika alillah anah wahua tawi Allah lilminin W mminbih tabaraka wa taala kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah masih dia pembahas yang pertama yaitu tentang definisi Wali beliau menyebutkan bahwa dalam al-qur’an Allah subhanahu wa taala menyebutkan kata Wali untuk menunjukkan beberapa makna sekurang-kurangnya ada semilan ayat di mana Allah menyebutkan kata Wali dengan makna-makna yang berbeda makna yang pertama Wali dengan arti mualatullah yaitu kecintaan Allah Allah subhanahu wa taala berfirman Allahu waliyulladzina amanu yukhrijuhum minadulumati Ilan Nur Allah adalah walinya orang-orang yang beriman Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya yang terangbenderang maka berdasarkan ayat ini para jemaah yang dirahmati oleh Allah kita memahami bahwa Wali Allah yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang yang berimanani min anwa mu almahin nabi shallallallahu Alaihi wasallamahak Wa Ta u W jibrilhul mminin Wal malikatuikir mu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Akbar Tabarak wa taala hu Maul na Jibril kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah ayat kedua di mana Allah subhanahu wa taala menyebutkan kata Wali dengan [Musik] maknaahaihi [Musik] was kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah subhanahu wa taala berfirman in tubaallah faqadat qulubukuma apabila kalian bertaubat kepada Allah maka sungguh Allah subhanahu wa taala telah memberi petunjuk kepada hati kalian waainar alai apabila kalian menentang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam fainnallaha Hua maulah maka ketahuilah bahwa Allah subhanahu wa taala adalah walinya nabi ketahuilah bahwa Allah adalah walinya nabi wa Jibril wihul mukminin begitu pula dengan Jibril pemimpin para malaikat dia adalah walinya nabi kekasihnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam begitu pula orang-orang Saleh di antara kaum mukminin mereka adalah wali-walinya Nabi Sallallahu Alaihi wasallamikatir dan para malaikat akan senantiasa menolong Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ma alm Quran almahal mminin wilah Tabarak wa taala W mminuna Wal mminatum Auli almukminina Wal mukminat yatawallaahum ba yahum baunasir baahum ba w minamanab fahw almininasarat kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah makna ketiga kata Wali yang Allah sebutkan dalam Alqur’an yaitu dengan makna almatal mminin loyalitas antara kaum mukminin rasa cinta saling menyayangi di antara kaum mukminin satu dengan yang lainnya Allah subhanahu wa taala berfirman wal mukminuna wal mukminat ba’duhum Auli ba’d orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun wanita mereka adalah Wali bagi sebagian yang lainnya satu sama lain di antara mereka adalah sebagai wali bagi yang lainnya apa Apa maksud Ayat tersebut Apa maksud bahwa orang mukmin adalah Wali mukmin yang lainnya maksudnya adalah bahwa seorang mukmin mencintai mukmin yang lainnya menyayangi mukmin yang lainnya dan itu termasuk sifat utama seorang mukmin di mana dia mencintai saudara mukminnya dekat dengan saudara mukminnya dan tidak memusuhi saudara-saudara mukminnya namaniran alm bin kuffar W daliluha ulullahi Azza wall walladina kafaru ba’duhum Auliya ba’ yni annal kufara yatawalun waanasarun lima bainahum Min kufur wah fihi syahidun limaakarahu kitab hadur Kif kufarahumun kufimaluntilfan kabiran lakinnahumwunanasaruna Fi Harbi Al musliminakabun alaiim Kama akar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam hadahik alikumam Kama ak Ala qathau ya rasul allahah alaiiat wasam Amin ya rasul allahah qal la walakinakum gha kagil Y anadum Kabir lakfiman y kathir Min muslimin faabahahum bili yahmilil wahu Laisa Fi Naf umw Al harlimin wahuaahid akbahui Tabarak wa taala Ayah kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah makna yang keempat yang disebutkan oleh Allah dalam Alqur’an tentang kata Wali yaitu almalat bainal kuffar loyalitas antara orang-orang kafir rasa saling mencintai dan menyayangi yang ada di antara orang-orang kafir Allah subhanahu wa taala berfirman walladina kafaru ba’duhum Auli ba’d orang-orang yang kafir satu sama lain di antara mereka adalah Wali orang-orang kafir adalah Wali satu sama lain di antara mereka Apa maksud ayat itu maksudnya adalah bahwa orang kafir itu saling mencintai saling loyal bekerja sama bahu-membahu satu dengan yang lainnya dan itu nyata kita lihat di zaman kita sekarang di mana orang-orang kafir bahu-membahu untuk memerangi kaum muslimin walaupun sebenarnya di antara mereka banyak perbedaan kafir a dengan kafir memiliki banyak perbedaan namun dalam rangka memerangi kaum mukminin mereka saling bahuembahu tolongmenolong Dan itu telah dikabarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di mana beliau bersabda hampir saja umatumat S Islam sain kaum muslim mka akan Wat is seperti orang-orang yang berkerumun berkumpul untuk memakan makanan dari satu tempat seperti orang yang berkumpul mengeroyok dan berebut makanan dari satu tempat maka para sahabat radhiallahu anhum bertanya apakah itu terjadi karena jumlah kami pada waktu itu sedikit wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka beliau menjawab antumintir kalian pada waktu itu jumlahnya sangat banyak jumlah kalian sangat banyak wakinum akan tetapi kalian seperti buih Kil seperti buih yang ada di tepi-tepi air buih itu banyak tapi tidak bermanfaat begitu pula kaum muslimin pada akhir zaman jumlah mereka banyak namun mereka tidak memiliki kekuatan apa-apa sehingga mereka pun dikepung diserbu oleh orang-orang nonmuslimr um a wallahu waliul mtaqinular yakbar huf wqqadamwfarum wlakulmar wahu maalak bulmanfunf wfar kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah makna yang kelima yang Allah sebutkan dalam Alquran tentang k ya itas adanya rasa saling mencintai antara orang-orang zalim Allah subhanahu wa taala berfirman wa inimina ba’duhum Auli ba’ wallahu waliul Muttaqin sesungguhnya orang-orang zalim satu dengan yang lainnya adalah sebagai wali dan Allah subhanahu wa taala adalah walinya orang-orang yang bertakwa kata zalim dalam syariat Islam digunakan untuk menyebut dua makna yaitu kezaliman yang besar dan kezaliman yang kecil kezaliman yang besar adalah perbuatan kufur perbuatan Syirik kepada Allah subhanahu wa taala sedangkan kezaliman yang kecil adalah perbuatan dosa yang dilakukan seorang hamba sehingga dosa itu Merugikan dirinya sendiri dan ayat di atas ketika Allah mengatakan bahwa orang zalim itu satu dengan yang lainnya sebagai wali mencakup dua Makna tersebut Artinya bahwa orang-orang kafir orang-orang musyrik satu dengan yang lainnya saling loyal begitu pula kaum mukminin yang ahli maksiat satu dengan yang lainnya pun saling menyayangi dan saling mencintai Quran muatan k Allah Azza W in Aulina y wq Allahu azzaina kafaru aulian Allah Azza w muan an wikfar fahumwunitan Fah F muqab muattillillah Wah mudad Li wayatillah watillah wahimaha asadfri waam Wah muatitan raasf Nam kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah lalu makna yang keenam yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan dalam al-quran tentang wali yaitu mualatusan adanya kasih sayang dan loyal kepada setan Allah subhanahu wa taala berfirman Inna jaaltin auliun Sesungguhnya kami menjadikan setan-setan sebagai walinya orang-orang yang tidak beriman Allah subhanahu wa taala juga berfirman walladina kafaru aulium thut orang-orang kafir Wali mereka adalah thaghut thaghut di sini adalah setan maka para jemaah yang dirahmati oleh Allah dalam ayat itu Allah subhanahu wa taala mengabarkan orang-orang yang tidak beriman Wali mereka adalah setan dan muatan kedekatan seseorang dengan setan itu lawan kata kedekatan seseorang kepada Allah Yang mana mualatusan itu asasnya adalah kekufuran Artinya bahwa Siapa saja yang kufur dan ingkar kepada Allah maka dia menjadi walinya setan Wu muatah w wayahs f kalam musliminakun waliun yqahu waliillahidunah witanah walikar inidunahu willah walah wuj F iktilaf Bain muslimin waha Man Lisa Min ahliha wj fhaubah waliajah wukf ban Man humuliya men Hum Auli allahah maqat Ma amfat qah Mar kitabah Albab w abwab marqifaniqatus kitabah Nabi Sallallahu Alaihi wasallamtiu wahqahi Azza W ala Inna Auliya Allahi la khauf am amah la khaufai w yzfirin la khaufaiim Min mustqbal w yahzan waq una in Aul Allahi la khauf alai yahz la khauf alaiim wala yahzanumatah humuli Allah Az W allina amanu Wu yqu Allahu wasf liuliyaillah humminqu am billahiasulihi W kitabihiul walum akhir wirqahatajanubasi kitabah w kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah setelah beliau menyebutkan makna-makna Wali yang terdapat dalam al-qur’an maka beliau menegaskan bagi kita semuanya bahwa yang akan kita bahas pada kesempatan pagi yang berbahagia ini adalah makna Wali Yang pertama yaitu Wali Allah yang akan kita bahas adalah tentang Siapa itu Wali Allah Apa ciri-cirinya karena hal ini banyak dipahami dengan salah oleh kaum muslimin banyak syubuhat banyak penyimpangan-penyimpangan terkait dengan wali-wali Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu sangatlah penting kita bahas tema ini pada kesempatan pagi yang berbahagia ini dan beliau menyampaikan kepada kita semuanya bahwa membahas tentang wali Allah haruslah berlandaskan al-qur’an dan Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pembahasan tentang wali Allah siapa wali Allah apa ciri-ciri Wali Allah berapa tingkatan Wali Allah dan seterusnya itu adalah pembahasan yang hanya boleh kita ambil dan kita simpulkan dari al-qur’an dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bukan dari sumber-sumber yang lainnya maka pada kesempatan ini beliau akan menyampaikan dalil-dalil dari al-qur’an maupun hadis yang menjelaskan tentang wali-wali Allah dalil pertama yang beliau Sebutkan adalah Firman Allah subhanahu wa taala dalam Surah Yunus Allah berfirman Ingatlah bahwa wali-wali Allah mereka tidak merasa takut tidak pula merasa sedih mereka adalah orang-orang yang beriman dan orang-orang yang bertakwa ayat tersebutah yang dirahtikang-kurangnya menerangkan kepada kita dua hal penting yang pertama pujian Allah subhanahu wa taala kepada wali-wali Allah pujian itu adalah Firman Allah La khaufun alaihim wum yahzanun Allah memuji dan berjanji kepada para Wali Allah bahwa mereka tidak akan merasa takut tidak pula merasa bersedih ahli tafsir mengatakan dan menjelaskan para Wali Allah itu tidak takut maksudnya tidak pernah merasa khawatir dengan masa depannya W mereka juga tidak pernah merasa sedih dengan hal-hal yang telah berlalu ahli tafsir yang lain mengatakan bahwa makna khauun alai artinya Wali Allah itu tidak khawatir dengan masa depannya di akhirat karena mereka akan menjadi orang yang diridai oleh Allah di akhirat mereka merekaasa takut untuk menghadapi musibah-musibah dunia lalu poin kedua yang ditunjukkan oleh ayat di atas adalah definisi wali atau penjelasan tentang sifat-sifat ciri-ciri dan karakter para Wali Allah berfirman alladzina amanu wau yattaquun yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa maka para jemaah yang dirahmati oleh Allah ciri utama para wali adalah dua ciri yang Allah sebutkan dalam ayat ini yaitu mereka beriman beriman kepada Allah beriman kepada para malaikat kepada para rasul kepada kitab suci dan seluruh rukun-rukun iman dan mereka bertakwa bertakwa dengan melaksanakan perintah perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah subhanahu wa taala fanqatuli aah w wahah hadun surahaubah w Azza W walminun walukminatu baum Auli nulah haahar aulillahminin ak mu nabi Sallahu Alaihi Wasallam akah la yuhillahminuna yatawall baum ba liahumimrillahum mahabtillah wumuru mkarak in azizakim haanfatuli kalam rabalamin fwaim wisqalah hu Min kalam rabbilalamin yaamur bilufkarimakahun allahasah w ffil ja fiatabqahina amanu Wu yquun f k fiman wqwa fahadi Min sifat mminin Win sifat Auliya Auliya Allah alladina tawallau Allah waawall mukminin almutiina lillahi tabaraka wa taala kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah ayat kedua yang menerangkan tentang wali-wali Allah adalah Firman Allah subhanahu wa taala dalam Surat Attaubah ayat ke-71 Allah subhanahu wa taala berfirman wal mminuna wal mminat ba’um Auli ba’ orang-orang yang beriman laki-laki maupun wanita satu dengan yang lainnya adalah sebagai wali maka ayat ini ini menerangkan adanya Wali di antara kaum mukminin yaitu ketika seorang mukmin mencintai mukmin yang lainnya menyayanginya dan menghormatinya maka dia telah menjadikan Mukmin tersebut sebagai walinya dan mualatul mukminin loyalitas antara kaum mukminin ini dibangun di atas muatullah bangun di atas kecintaan kepada Allah subhanahu wa taala Di mana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda wa yuhibbal Mar yuhibbuhu illa lillah Di antara ciri seorang mukmin adalah ketika seorang mukmin mencintai mukmin yang lainnya karena dia mencintai Allah subhanahu wa taala maka adanya loyalitas antara kaum mukminin itu adalah bukti bahwa dia mencintai dan mentaati Allah subhanahu wa taala kelanjutan ayat tadi ayat 71 surat at-taubah Allah subhanahu wa taala menerangkan ciri-ciri para Wali Allah dengan lebih detail Allah subhanahu wa taala berfirman ymuruna Bil mauf mereka beramar marufhail munkar mereka melakukan nahi munkar melarang dari kemungkaran mereka menegakkan salat mereka menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam lalu di akhir ayat Allah mengatakan orang-orang seperti itulah yang akan Allah beri Rahmat kepada mereka para jemaah yang dirahmati oleh Allah keterangan di atas adalah keterangan Allah keterangan yang diturunkan oleh Allah dari langit bukan fatwa si A maupun si B ketika Allah menerangkan definisi Wali dan menerangkan ciri-ciri para wali maka demikianlah Allah subhanahu wa taala menerangkannya dan ayat di atas ayat 71 surat at-taubah adalah penjelasan dari ayat yang pertama yaitu firman Allah dalam surat Yunus ketika Allah mengatakan bahwa Wali adalah orang yang beriman dan bertakwa Bagaimana wujud iman dan takwa tersebut wujudnya adalah seperti yang Allah sebutkan dalam ayat ini yaitu beramar Maruf nahi munkar menegakkan salat menunaikan zakat dan taat kepada Allah serta kepada Rasulullah Sallahu Alaihi wasam hadahih akah Imam Bukhari Fahih had Abi hurairahhur had Sahak W waldiq nafbabu Kunti [Musik] Ani W Ana fauhu teraddi qab Nafsi Abdi Alin yakrahuta waakrah mas h hadis Bah Allah wabay fihi منz allahah من ada Li WH Allahu y alaiantu yniamu Bi muharibun lah W harabahah qamahu mau ah Allah Azza walul wamaq ilaidi اح waldiqnوالah I zakar Allah Huna rbtin Lil Wali rulqahq allahah nawafilqillahumnafil natiahahwabim y allahahak harakah wahu martill warijti yamsi biha hakumma wainalani wadanif shar shararumkur manz faasukabiatar yakrahun W ja kut ah allahz wج wرر قض Nafsi Abdi Alin yakrahul maut waakrahu masa yakrahakah wz Allah تarak و Taala Muin wahq Allah kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah dalil ketiga yang menerangkan tentang para wali adalah sebuah Hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat yang mulia Abu Hurairah Radiallahu di mana Allah Barang siapa yang memusuhi waliku Barang siapa yang menyakiti waliku maka aku umumkan peperangan kepadanya Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan dirinya dengan sebuah amal kepadaku yang lebih aku Cai dibandingkan dengan amal-amal yang telahajibkan Kepil hambu terusmenerus mendekatkan dirinya kepadaku dengan amal-amal maka aku akan semak mencya aku [Musik] aku akan menjaga pendengarannya aku akan menjaga pandangan matanya aku jaga tangan yang dia gunakan untuk memukul dan akan aku jaga kaki yang dia gunakan untuk berjalan dan apabila hamba itu ber kepadu Sungguh aku akan mengabulkan permintaannya apabila hamba itu mohon perlindungan kepadaku aku pun akan melindunginya dan ada satu yangbih akutuk akuakan seperti keraguan yang ada ketika aku akan mewafatkan hambaku jemah kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah Hadis Qudsi di atas menerangkan kepada kita beberapa poin yang sangat penting poin yang pertama adalah menerangkan tentang kedudukan wali-wali Allah bahwa Allah subhanahu wa taala mencintai wali-wali Allah sehingga Allah mengancam Siapa saja yang memusuhi wali-walinya Siapa saja yang menyakiti wali-walinya maka Allah akan memerangi orang itu lalu poin kedua yang diterangkan dalam hadis itu yaitu tentang amalnya para wali amal apa yang dilakukan seorang hamba sehingga dia bisa menjadi wali Allah Allah menerangkan Dalam Hadis Qudsi tersebut bahwa ada di antara umat manusia yang menjadi wali Allah dengan sebab dia melakukan amal-amal [Tertawa] wajiblah ada seb amalan yangilakanle hu yang lebih akuaibii aman-aman yang telah akuibkan kep akukan oleh para hamba sehingga dia menjadi wali Allah yaitu ketika dia mengamalkan perintah-perintah yang wajib lalu amal yang kedua adalah mengamalkan amal-amal sunah mengerjakan amal-amal sunah W yazalu Abdi yataqu ilai bin nawafil Hatta uhibbah apabila hambaku terus menerus mengerjakan amal-amal sunah maka aku akan semakin Mencintainya maka dengan itu kita memahami para jemaah yang dirahmati oleh Allah bahwa seorang hamba menjadi wali Allah ketika dia mengerjakan perintah-perintah yang wajib kemudian dia menjadi wali yang semakin dicintai oleh Allah apabila dia setelah mengerjakan yang wajib menyempurnakannya dengan mengerjakan amal-amal yang sunah lalu Apa pahala yang Allah siapkan bagi mereka para wali-wali Allah Allah pun menerangkan Dalam Hadis Qudsi tersebut pahala dan ganjaran yang Allah siapkan bagi mereka adalah bahwa Allah akan menjaga pendengarannya pendengarannya hanya digunakan untuk mendengarkan yang baik dan yang halal Allah akan menjaga pandangan matanya agar hanya digunakan untuk melihat yang baik dan yang halal Allah menjaga tangannya menjaga kakinya agar hanya digunakan untuk mengerjakan amal-amal yang diridai oleh Allah subhanah taala dan lebih daripada itu Allah melanjutkan dalam hadis tersebut ganjaran yang Allah berikan kepada para walinya adalah Allah mengabulkan doa-doa mereka Allah melindungi mereka dan Allah senantiasa mencintai mereka lalu poin terakhir yang diterangkan dalam hadis tersebut adalah keterangan bahwa Allah subhanahu wa taala ketika mewafatkan para Wali Allah pun mewafatkannya dengan merasa ragu atau merasa tidak suka Mengapa Allah tidak suka mewafatkan para wali karena para wali itu dengan tabiat kemanusiaannya dengan naluri kemanusiaannya mereka tidak suka mati seperti kita semua para jemaah manusia tidak suka mati para Wali Allah pun demikian dengan tabiat manusiawinya mereka tidak suka mati Ketika pak Wali itu tidak suka mati dan tidak ingin mati maka Allah pun membenci pula apa yang dibenci oleh para wali-walinya aah lahumqatan alabrar almqtasidun wqadakar Allahu Tabarak wa taalaqain Fi surra alwaqiah wakarfahuma mufarqah F ma ukabarak wa taalaqah ulikqumma qikakarwababqin wa Ashabul Yamin Ma Ashabul yaminabqul humabquunqarabunq Hum Ashabul Yamin almuktasidun almqtasidun humina atau bilwajibat warakul muharamat walamalmahabat was nawafab humina at bilwajibat wasar mustahabatq hadثqar Al mضيهث فيث wqنوافل احah Thum zakar Allahu Fi Surah Waqiah anabakahula wahabqahah akar Ma takun FF waadinqakirinabat Abrar an yuinirinqal fi tabqabqin lakarulqarabun fi jannatin naimat Minal Awalin wqil Min akhirinak saqunqadiminfahabahiin waad waama Ashabul Yamin Fah lakarahum wqal wa Asab Yamin Ma Ashab yaminq minwalin minirin kfif kabirakirin fakar Allahu tabqattin liluliyaahumraabqatabqin wuminaquillahi bilf wasar nawafilqqatabrarqiduninaqu Il allahahakasi lakinahum lamar musaratul wa n kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah pembahasan kita selanjutnya adalah tentang tingkatan wali-wali Allah level-level wali-wali Allah Allah subhanahu wa taala menerangkan dalam al-qur’an bahwa Wali Allah ada dua tingkatan wali-wali Allah terbagi ke dalam dua tingkatan atau dua level yang pertama disebut denganiun asabiquun almqarun Siapa itu asabiun Al muqarun mereka adalah hamba-hamba Allah yang mengerjakan perintah-perintah wajib meninggalkan hal-hal yang haram dan men ya dengan mengerjakan amal-amal sunah serta menjauhi hal-hal yang makruh dan yang mubah merekalah level tertinggi wali-wali Allah asabiqunal muqarabun mengerjakan yang wajib meninggalkan yang haram mengerjakan yang sunah meninggalkan yang makruh dan yang mubah Allah subhanahu wa taala menerangkan tentang mereka dalam surah al-waqi’ah Allah berfirman wasabiquunabiquun orang-orang yang terdepan dan orang-orang yang terdahulu dalam kebaikan ulaikal muqarbun mereka itulah orang-orang yang ditempatkan di posisi yang dekat dengan Allah subhanahu wa taala mereka berada di tempat yang dekat dengan Allah subhanahu wa taala artinya mereka dicintai oleh Allah subhanahu wa taala lalu level yang kedua tingkatan kedua para Wali Allah adalah Ashabul Yamin almuktasidun golongan kanan yang mereka mqtasidun Yang pertengahan yang sedang-sedang Apa maksud level dan golongan kedua ini maksudnya adalah mereka orang-orang yang beriman kepada Allah mereka mengerjakan perintah-perintah yang wajib dan mereka meninggalkan perkara-perkara yang halal namun mereka tidak mengerjakan amal-amal sunah dan mereka masih banyak melakukan perkara-perkara mubah tentang mereka ini Allah subhanahu wa taala berfirman dalam Surah alwaqiah faashabul yamini Ma Ashabul Yamin lalu Ashabul Yamin golongan kanan tahukah kalian Apa itu golongan kanan maka ayat-ayat tersebut para jemaah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala menerangkan kepada kita dua level atau dua tingkatan wali-wali Allah level tertinggi disebut dengan asabiun level di bawahnya disebut dengan Ashabul Yamin almqtasidun lalu pada ayat-ayat setelahnya atau di antara ayat-ayat tersebut Allah menerangkan bahwa level yang pertama asabiqunal muqarbun itu kebanyakan adalah dari kalangan Salaf dari orang-orang terdahulu para sahabat dan orang-orang yang setelahnya level Wali Yang pertama yang tertinggi kebanyakan berasal dari golongan para sahabat para tabiin dan tabiut tabiin Allah subhanahu wa taala berfirman tentang mereka kebanyakan atau mayoritas mereka jumlah besar mereka adalah dari alawalin orang-orang terdahulu akirin dan sedikit saja dari golongan orang-orang yang diakhir zaman ayat itu menunjukkan bahwa level Wali yang tertinggi kebanyakannya dapat digapai dan diraih oleh para Salaf sedangkan umat Islam yang hidup di akhir zaman hanya sedikit saja yang mampu untuk menggapainya sedangkan tentang level yang kedua alabr alm Allah subhanahu wa taala berfirman tentang [Musik] Mereka banyak dari orang-orang terdahulu banyak pula orang-orang yang hidup di akhir zaman itu menunjukkan bahwa level kedua ini yang bisa digapai oleh sebagian besar kaum muslimin yang hidup di akhir zamanilqqul Aul Allah darajtin wahah Hum mfadiluna Fi had rutbah biasabi imanim waqwahum Fa aluliya rutbah humusulumalanbiya thumma ashabuhumumma alamal Min umahinaquqwausus Al tafadul w darajama allahz wnaum w Kalika Asab Hum mfil Allah Az Wal laum anq wqatalul w w allahusna WF ha hah Allah anina aslamubl hudaibiah wa anfqu waqatalu Hum aamina aslamu walikillina aslamuudbiah humfadilunf Abu bakr thumma Umar thumma thman thumma Ali thummaqiatr mubashirin Jannah tumma almuhajirun Min ahli badrumalansar Min ahli badrumma ahl hudaibiah Faizan Hum mutfadilun tafadulanimanab imanqwah W kalikabqثrar humfadun Allah Az Wal انظur Kif fadalna baahum ala baad walalakhiratu Akbar Darajat waakbar tafil fad Aul allahfadalun wisum darajah wahfaatun F rabihim Wai darajim WH tillahahuah darajahfaat Aul Allah Fi manazilihim F hadajatasabifa Fi imanihim F hadatunya wakar allahfadulahum funyaur k fnaahum funyaanqwaumar kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah yang perlu dipahamiulait bahwa wali-wali Allah itu bertingkat-tingkat setelah tadi beliau menyampaikan ada dua tingkatan atau dua level Wali asabiquun dan almqtasidun ketahuilah bahwa di masing-masing tingkatan dan di masing-masing level tersebut para Wali Allah pun bertingkat-tingkat pula mereka tidak satu derajat di sisi Allah subhahu wa taala maka asabiquun level Wali Yang pertama yang tertinggi di antara mereka adalah para rasul-rasul Allah kemudian para Nabi kemudian para sahabat dan demikian seterusnya di level pertama mereka bertingkat-tingkat di sisi allah subhanahu wa taala itulah yang Allah subhanahu wa taala firmankan dalam Alquran baum ba’ itulah para rasul yang kami istimewakan sebagiannya di atas sebagian yang lain maka para rasul para Nabi bertingkat-tingkat di sisi allah subhanahu wa taala yang paling mulia di antara mereka adalah Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam lalu rasul-rasul yang lain ada di bawah derajat beliau begitu pula para sahabat radhiallahu anhum yang semasa dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Mereka pun bertingkat-tingkat di sisi Allah berbeda tingkatan dan levelnya di sisi allah allah subhanahu wa taala berfirman la yastawi minkum Man anfaq Min qoblil Fathi waqatal tidak sama para sahabat Di Antara Kalian antara orang yang berinfak dan berjihad sebelum sulhul hudaibiyah dengan yang berinfak dan berjihad setelah sulhul [Musik] hudaibiyah yang berinfak dan berjihad yang beragama Islam sebelum sulhul hudaibiyah darah lebih besar pahalanya di sisi Allah dan lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dibandingkan dengan kaum muslimin dibandingkan dengan para sahabat yang masuk Islam yang berjihad yang berinfak Setelah sulhul hudaibiyah begitu pula para sahabat radhiallahu anhum yang masuk Islam sebelum sulhul hudaibiyah pun mereka bertingkat-tingkat di sisi allah subhanahu wa taala yang paling mulia di antara mereka adalah Abu bakariddiq lalu Umar Bin Khattab Utsman Ibin Affan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhum ajmain di bawah mereka ada almubasyaruna Bil Jannah ada 10 sahabat yang dijamin masuk surga yang levelnya tidak setinggi para khulafa Rasyidin di bawah Mereka lagi ada almuhajirun Min ahli Badr kaum Muhajirin yang ikut serta dalam peperangan Badar di bawah Mereka lagi ada al-anshar Min ahli Badr kaum Ansar yang ikut dalam peperangan Badar di bawah mereka ada para sahabat yang mengikuti sulhul hudaibiyah dan demikian seterusnya para jemaah yang dirahmati oleh Allah bahwa asabiquun para Wali Allah yang ada di level pertama dan tertinggi pun mereka bertingkat-tingkat di sisi allah subhanahu wa taala begitu pula para wali yang ada di level kedua al-abrar mka punevelevel dan bertingkat-tingkat di sisi allah subhanahu wa taala allahhahu wa [Musik] tamanah dan perhalah Bim kami mengtime sebagan di sebag yang tinggi derajatnya di sisi Allah dan lebih besar kedudukannya di sisi allah subhanahu wa taala dalam ayat itu Allah menerangkan bahwa wali-wali Allah yang ada di level kedua almutasidun Mereka pun bertingkat-tingkat di sisi Allah baik di dunia maupun di akhirat dari sisi perbedaan tingkat mereka di dunia Allah berfirman ba Lihatlah Bagaimana kami istimewakan sebagian mereka di atas yang lain itu maksudnya dari sisi keistimewaan duniawi Allah bedakan satu dengan yang lainnya begitu pula mereka akan berbeda nanti level dan kedudukannya di akhirat makanya Allah berfirman walal akhiratu akbaru darajati wa akbaru tafdila dan akhirat lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dan lebih besar kedudukannya di sisi allah subhanahu wa taala itulah alasan para jemaah yang dirahmati oleh Allah Mengapa Allah menciptakan surga bertingkat-tingkat ada Tingkatan tertinggi Lalu ada tingkatan di bawahnya dan seterusnya Mengapa Allah ciptakan surga bertingkat-tingkat karena derajat para Wali Allah pun bertingkat-tingkat di sisi allah subhanahu wa taala yang mana mereka nanti akan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga pada derajat yang sesuai dengan iman dan takwanya kepada Allah Nam mimma ybagi Aidan yarar fiqiat Auliya Wal wayahuliya G masumin Kun ahl biduli maum w w bauliya Gin in akimعلalama allahz W duin Rabbana la tuakna inasina ak wq Nabi Sallallahu alaiiam Adam KH wq alaihatu wasalamakimabahu ajran ak Ar W wij ah sunahulbiyaursalin mauminahabaham yakadun AB bakarumarum au athman masum Ali masum in Haula Alim w makum wq lakinallah falahum bilmi walamal wum lakinahnahum k Allah Az wum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah selanjutnya yang akan kita bahas adalah sebuah tema yang sangat penting yaitu apakah Wali Allah itu Maksum apakah Wali Allah itu Maksum maka beliau menerangkan bahwa wali-wali Allah itu tidak Maksum artinya wali-wali allah Meskipun mereka orang yang mulia dan dicintai oleh Allah sub u wa taala maka tetap saja mereka bisa melakukan kesalahan maka tidak menjadi syarat seseorang untuk menjadi wali dia harus Maksum artinya bisa saja orang itu sangat dicintai oleh Allah namun atas dasar tabiat dan naluri manusiawinya dia melakukan kesalahan kesalahan ketika berbicara kesalahan ketika bertindak maupun kesalahan-kesalahan yang lainnya oleh karena itu dalam al-qur’an Allah subhanahu wa taala menerangkan bahwa Wali walinya pun bisa melakukan kesalahan oleh karenanya Allah menyebutkan di antara doa yang dipanjatkan para wali-wali Allah orang-orang yang dicintai oleh Allah adalah doa Rabbana la tuakidna inasina akana ya Allah janganlah engkau menghukum kami janganlah engkau menyiksa kami apabila kami lupa atau kami melakukan kesalahan itu menunjukkan bahwa orang-orang yang dekat dan dicintai oleh Allah pun mereka bisa saja melakukan kesalahan namun bedanya mereka bertaubat dan beristigfar kepada Allah itu pula yang disabdakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bani Adama semua anak cucu Adam itu banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang-orang yang bertat kepada Allah dalam had lain rasulullahahu Alaihi wasersabda apabila seorang Hakim seorang pemimpin berijtihad lalu dia benar dalam ijtihadnya maka dia mendapat dua pahala dari allahiabila diaah maka dia diberi satu pahala hadis itu menunjukkan bahwa wali-wali Allah pun bisa melakukan kesalahan maka para jemaah yang dirahmati oleh Allah apabila kita melihat para Salaf para sahabat radhiallahu anhum tidak ada di antara mereka yang meyakini bahwa Abu Bakar itu Maksum meskipun semuanya yakin bahwa Abu Bakar adalah orang yang dicintai Allah bahwa Abu Bakar adalah walinya Allah subhanahu wa taala begitu pula dengan Umar utman Ali radhiallahu anhum AJM semua sahabat mengetahui beliau-beliau adalah wali-wali Allah orang-orang yang dicintai oleh Allah namun tidak ada yang meyakini bahwa beliau semua itu Maksum bahkan banyak riwayat menyebutkan terkadang Abu Bakar salah dalam berucap begitu pula Umar terkadang salah dalam berucap dan itu seterusnya namun kesalahan itu tidak kemudian membuat mereka dibatalkan kewaliannya tidak mereka tetap wali-wali Allah dengan Sebab mereka memiliki ilmu memiliki Iman memiliki takwa kepada Allah subhanahu wa taala maka perlu kita yakini dan kita ketahui para jemaah bahwa wali-wali Allah mereka tetap saja bisa salah mereka bisa lupa mereka bisa melakukan perbuatan dosa namun bedanya para Wali Allah ketika melakukan kesalahan dan dosa mereka segera bertaubat kepada Allah subhanahu wa taala alali an takunahu karamaramat Auliya Kama Hasal sahabah fajaa an Khalid in walidarik hasahu wabad kufar munadarah au ASB Ma Yakun Min hiwar faqala in kunta sad fakul had faak walamur W kam Wah khaj na Sallallahu Alaihi Wasallam khajuqlimatah siat siatumasbahir F Nur F auah kanatum lqu Kat arah Az wajal F Surat kahfina wasah Az wajal biliman inahum fatun amanuabbihim W zidnahum Huda wahumq9in wahum Fi kahfihim lam yamutu wahum la yaakulun wala yrabun fad Min Karamat aluli lakinahu Lis Min shar an k Wali la Buda lahu Min karamah wamah karamahamatar in Rajab rahimahullahat wabin wababin akar wj zamahabah wabah Afal lakamaam takajahaj ilqal Allah Az wajal karamminajamifin am mustatanajh abdizazahimahah الاء انهلافا منشفينثفz wج هذا كان في zمidf takam lakam karamatti Wali Hi karaminiah W Allah Az waliman W allahuabq hadul Az W walqfilta FA ahbabt kunahzi ak harakah biadiqadamakam bikalimahma kalimahamahti w karamatza alfaham Kama kanahabah radhiallahu anhum humamas fqhan wa Fah lyar Nam kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah poin selanjutnya yang kita bahas adalah tentang karamah wali-wali Allah dan ini sangat penting untuk kita pahami bersama apakah Wali Allah itu pasti memiliki karamah maka beliau menjelaskan bahwa seseorang itu bisa menjadi wali Allah walaupun dia tidak memiliki karamah Artinya bahwa karamah itu bukan menjadi syarat agar seorang menjadi wali Allah yang dimaksud dengan karamah adalah hal-hal luar biasa hal-hal yang berupa keajaiban-keajaiban yang tidak bisa dilakukan oleh orang pada umumnya nah karamah seperti itu bukanlah menjadi syarat seseorang untuk menjadi wali Allah artinya yang punya karamah dia menjadi wali Allah yang tidak punya karamah berarti bukan Wali Allah tidak demikian bahkan banyak dalil banyak riwayat menunjukkan bahwa para Salaf mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah mereka adalah wali-wali Allah dan semua mereka diberi karamah oleh Allah subhanahu wa taala di antara riwayat yang menerangkan adanya karamah pada masa sahabat Radiallahu anhum adalah seperti riwayat bahwa Khalid bin Walid Radiallahu pada sebuah peperangan terjadi perdebatan antara beliau dengan orang-orang kafir yang pada akhirnya di akhir kisah beliau [Tepuk tangan] jika engkau memang berada di atas kebenaran wahai Khalid Maka makanlah racun ini dan ternyata beliau benar-benar memakan racun tersebut dan beliau dalam keadaan sehat walafiat artinya tidak ditimpa sakit tidak pula meninggal dunia dengan sebab racun tersebut itu salah satu karamah yang Allah berikan kepada Khalid bin Walid radhiallahuh ada pula riwayat yang menjelaskan bahwa para sahabat radhiallahu anhum setelah mereka bermajelis dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di malam hari lalu mereka pulang ke rumahnya masing-masing diriwayatkan bahwa tongkat yang dibawa oleh para sahabat itu menyala dan bersinar sehingga tongkat itu menerangi jalan yang mereka lewati kemudian ketika mereka berpisah jalan masing-masing menuju rumahnya maka masing-masing sahabat yang membawa tongkat menyala pula tongkatnya itu beberapa contoh karamah yang diberikan oleh Allah kepada wali-walinya yaitu para sahabat Radiallahu anhum AJM ada pula dalam Alquran Allah menyebutkan karamah yang diberikan kepada Ashabul Kahfi ketika Allah subhanahu wa taala berfirman mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah maka kami menambahkan Hidayah kepada mereka dijelaskan bahwa asabul Kahfi kelompok Pemuda tersebut mereka tertidur di dalam gua sekurang-kurangnya selama 309 tahun 309 tahun di gua tanpa minum dan Allah subhanahu wa taala menjaga mereka semuanya itu beberapa contoh karamah yang disebutkan dalam dalil maupun dalam riwayat yang sahih namun yang perlu kita yakini sekali lagi beliau menegaskan bahwa karamah bukanlah syarat seseorang menjadi wali Allah makkan Ibnu Rajab rahimahullahu taala menyebutkan bahwa karamah yang muncul karamah yang diturunkan oleh Allah pada masa tabiin itu lebih banyak daripada karamah yang Allah turunkan pada masa sahabat Padahal kita semuanya tahu bahwa para sahabat radhiallahu anhum lebih mulia daripada para tabiin Namun ternyata karamah yang Allah turunkan pada masa tabiin Justru lebih banyak daripada karamah yang Allah turunkan pada masa sahabat dan karamah ini terus Allah berikan kepada wali-wali yang Allah kehendaki dan ada Ada pula wali-wali yang tidak Allah beri karamah di antara contoh karamah yang Allah turunkan Allah atau Allah Perlihatkan pada masa sekarang adalah kisah samahatus Syekh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullahu taala dikisahkan bahwa Syekh Bin Baz rahimahullah beliau ditimpa sebuah penyakit yang menurut diagnosa dokter penyakit ini tidak mungkin disebutkan disembuhkan namun beliau bertawakal kepada Allah dan berdoa kepada subhanahu wa taala dan Allah subhanahu wa taala menyuh menyembuhkan penyakit tersebut Allah menghilangkan penyakit tersebut Allah memberi kesembuhan kepada beliau rahimahullahu taala para jemah yang dirahmati oleh Allah setelah menjelaskan hal-hal tersebut maka beliau menegaskan Ada karamah tertinggi yang beliau Sebutkan beberapa contoh tadi itu benar-benar karamah dari Allah namun perlu diketahui ada ah yang lebih tinggi dan lebih mulia daripada itu semua yaitu alkaramatud diniah karamah dalam agama karamah dalam agama apa itu karamah dalam agama karamah dalam agama maksudnya adalahatah yaitu ketika seorang mukmin Teguh di atas imannya Teguh di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala itulah karamah yang tertinggi bukan hal-hal ajaib yang biasa muncul pada beberapa orang meskipun bisa jadi itu adalah karamah namun yang perlu diketahui karamah tertinggi adalah ketika seorang mukmin itu Teguh di atas iman dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala oleh karenanya sebagaimana disebutkan dalam Hadis Qudsi di atas ketika Allah menyebutkan tentang level-level para Wali Allah menjelaskan yang diberikan oleh Allah kepada para walinya adalah Allah menjaga pendengarannya Allah menjaga penglihatannya menjaga tubuhnya agar hanya digunakan untuk taat kepada Allah Subhanahu Wa taalaik masailti musliminahamfriq karamaultiid muslim amahil karamah w h rajul min aulillah f shirar khq wumaharah w kahanri aidihim umur khqahah imma Waas Allah aidih fitasinadqif Iman Wamin had Ma yajal Allah ala aidiajal wahua rajulun kafir yakunu Fi Akir zaman wakjahz wah amqajqidah am jaalahu Min umurah liladahq Bik imtihanim wulama inahu waliillah fahu Wan inahu jannahar Abu Bakar Umar Utsman Ali kibarahabahillah wahum aulillah B Min alamat auliillahnahatawun anusahjalinaat kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah hal penting selanjutnya yang harus kita pahami dan kita yakini bersama yaitu membedakan antara karamah Wali dengan sihir atau perdukunan membedakan mana Yang karamah Wali dan mana yang itu berupa sihir dan perdukunan di akhir zaman seperti ini para jemah yang rahmati oleh Allah banyak orang-orang yang muncul dia bisa melakukan hal-hal ajaib hal-hal yang tidak biasa lalu dia mengaku sebagai wali Allah padahal Apa yang dia lakukan itu sebenarnya adalah praktik sihir praktik perdukunan atau tipu daya yang dia lakukan untuk menipu mata manusia Oleh karena itu nanti di akhir zaman muncul Dajal yang dia bisa melakukan hal-hal yang tidak biasa bisa melakukan hal-hal yang ajaib namun dia bukan Wali Allah dia adalah Dajal musuh Allah subhanahu wa taala disebutkan dalam hadis bahwa Dajal itu bisa menghidupkan orang yang telah mati Dajal itu bisa menurunkan hujan dan hal-hal luar biasa yang lainnya namun Dajal bukan Allah itu menunjukkan para jemah yang dirahmati oleh Allah bahwa munculnya hal-hal luar biasa atau ajaib dari seseorang tidak kemudian menjadikan orang itu Wali Allah dan tidak menjamin bahwa orang itu adalah Wali Allah subhanahu wa taala bahkan para ulama mengatakan Siapa yang mengakaku dia ketahuilah bahwa dia bukan Wali Siapa yang mengaku-ngaku dan mengatakan saya Wali maka dia bukan Wali karena tidak ada Wali Yang mengaku-ngaku dan barang siapa mengaku bahwa dia di surga atau dia Ahli Surga ketahuilah bahwa dia akan menjadi ahli neraka waliyadubillah maka harus diketahui dan dipahami mana karamah Wali dan mana praktik sihir atau perdukunan jangan sampai tertipu dengan tukang sihir lalu mengira bahwa dia adalah Wali Allah Subhanahu Wa taalaamti muslimin aulik musliminulamb w kib wtanbiul k Azza W waahu maamq Allah mukhaanab kunamhair wahimititillahah ahitq gir ahitillah wisuna Fi ahlil baitfahimahas anjadiib walmjanin Min Aul fun hjubjnunah aulahذ Rul W aid maahimul lah libas muam mu faul allahas walam humas waid humun Fi tawf umahad yakunama wqad yakunad akun arabakunjamakun kibarababis tak [Musik] wahahimaglimitabina am bihasabil Iman bihasab takqwa hu Wali lillah waanuli lahum umur khasah bihimam muan sharab muayah yaak minilma yulqiasalbasq Wal malabisumazqah H kah Min kib wjal faul Allah Kama kanahabah radhiallah anhum qak taalair wallahuamallallahu wasallam Wak ala abdihiasulihi Muhammad waa alihi kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah poin terakhir yang beliau sampaikan dalam kesempatan Tablig Akbar yang berbahagia ini adalah penjelasan tentang keyakinan-keyakinan menyimpang tentang wali-wali Allah sekurang-kurangnya beliau menyebutkan empat poin penyimpangan terhadap wali-wali Allah yang pertama sebagian kaum muslimin mengira bahwa Wali Allah mengetahui hal gaib mengetahui ilmu gaib atau ada sebagian kaum muslimin yang mengaku sebagai wali Allah dan dia mengaku mengetahui ilmu gaib maka ketahuilah wahai kaum muslimin bahwa semua itu adalah dusta karena menyelisihi dalil-dalil al-qur’an dan hadis Allah subhanahu wa taala berfirman wahu mafatihulaibi yalama u di sisi Allah semata kunci-kunci ilmu gaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa taala dan Allah subhanahu wa taala juga berfirman tentang Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Wir Seandainya aku yaitu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wasam Seandainya aku mengetahui hal gaib pasti ah aku akan memperbanyak amal-amal kebaikan dan aku tidak akan tertimpa keburukan apabila Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hamba yang paling mulia tidak mengetahui ilmu gaib maka tidak mungkin ada orang-orang di bawah beliau lebih rendah dari beliau iman dan takwanya mengaku-ngaku mengetahui ilmu gaib lalu poin kedua jemaah yang dirahmati oleh Allah sebagian orang mengatakan bahwa Wali Allah itu hanya berasal dari Ahlul Bait hanya berasal dari keturunan keturunan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam Adapun selain mereka tidak mungkin bisa menjadi wali-wali Allah maka Beliau mengatakan bahwa ini sebuah kesalahan fatal wali-wali Allah bisa dari siapa saja di antara kaum muslimin tidak harus ahlil bait tidak harus Zuriah Rasulullah sallallah siapa saja beriman dan bertakwa kepada Allah maka dia menjadi wali Allah subhanahu wa taala poin ketiga jemah yang dirahmati oleh Allah sebagian orang menyangka ada orang-orang gila yang menjadi wali Allah ada orang-orang yang ketika dia menjadi wali Allah dan mencapai level tertinggi dia akan menjadi orang gila hilang akal sehatnyaetahuilahah bahwa itu an wali-wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa mengerjakan amal-amal Saleh sedangkan orang-orang gila tidak bisa mengerjakan amal saleh bagaimana dia menjadi wali Allah subhanahu wa taala lalu poin keempat yang beliau sampaikan bahwa ada sebagian orang mengira bahwa wali-wali Allah itu memiliki penampilan khusus Wali Allah itu memiliki baju dan penampilan khusus Memiliki makanan khusus minuman khusus dan seterusnya ketahuilah bahwa itu tidak benar Wali Allah seperti manusia pada umumnya memakan apa yang dimakan oleh manusia pada umumnya memakai pakaian yang umum dipakai oleh manusia pada umumnya Wali Allah tidak dibedakan dengan penampilan tidak dibedakan dengan makanan atau minuman atau perkara-perkara dunia yang lainnya maka para jemaah yang dirahmati oleh Allah hal-hal di atas adalah penyimpangan dan kesalahan terkait keyakinan tentang wali-wali Allah maka harus kita meninggalkannya maka ketahui para jemaah yang dirahmati oleh Allah semua orang bisa menjadi wali Allah baik dia ulama maupun orang awwam selama dia beriman dan bertakwa kepada Allah baik dia orang Arab maupun non Arab bisa menjadi wali Allah baik dia laki-laki maupun wanita bisa menjadi wali Allah baik dia muda maupun tua bisa menjadi wali Allah subhanahu wa taala selama mereka mengamalkan firman Allah allina amanu W yatqu mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala maka siapa saja di antara kita ingin menjadi wali Allah menjadi hamba-hamba yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala hendaklah menjadi hamba yang beriman dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala n lalu Beliau menutup tablig akbar pada kesempatan hari ini dengan berselawat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan mendoakan kita semuanya agar diberi manfaat dari ilmu yang telah kita pelajari bersama para jemaah yang dirahmati oleh Allah kita memasuki sesi tanya jawab silakan bagi jemaah yang ingin bertanya menulis pertanyaannya dan mengirimnya ke panitia yail fadilat syekhina hafidakumullah hal maniddaa wilayatan labudda annahu Wali yakni hal Kullu Man yaddail wilayah Hua Wali wahal yajuzu tabaruk Bil Auliya jazakumullah Khairan para jemaah dirahmati oleh Allah pertanyaannya adalah Apakah semua orang yang mengaku Wali itu pasti Wali lalu Pertanyaan selanjutnya Apakah boleh bertabaruk mencari berkah ngalap berkah dengan para wali-wali allahal S Al aaluillah fahu Wali jawab ah Limah inahillah Jah Allah Az khau alai y jahamaamaar wamatulw alamat aulitanahahu aulillah jaakum rajul Minal Arab min ghairihim min ahlil bait Min ghairihim wqal Ana waliun lillah faamu annahu kazb wnahu Wali litan Sadat auliillah Abu Bakar waar wathman W Al kibarulama ma w willah اح biliman Yakul mmin Insyaallah Wal Wali hqqimanqwaqanial halar bilul ahbiallahuai wasamulak isah faah khadijahabar Inama Nabi Shallallahu Alaihi wasallamqat kaum muslimin dan muslimah yang dirahmati oleh Allah menjawab pertanyaan tersebut Beliau mengatakan pertanyaan tadi terdiri dari dua poin poin pertama yang ditanyakan adalah Apakah semua orang yang mengaku sebagai wali pasti dia adalah Wali maka beliau menjawab tidak orang-orang yang mengaku sebagai wali justru dia bukanlah Wali orang-orang yang mengaku sebagai wali justru dia bukanlah Wali Kenapa demikian karena Wali Allah subhanahu wa taala memiliki sifat tawadu mereka rendah diri mereka tidak menyombongkan di hadap umat manusia dan ketahuilah bahwa kalau ada yang mengatakan dia adalah Wali maknanya dia pasti Ahli Surga karena Wali Allah pasti masuk surga maka orang yang mengatakan saya Wali Allah secara langsung dia mengatakan saya Ahli Surga Dan itu tidak boleh dan tidak ada siapapun dari umat ini yang mengaku atau mengetahui bahwa dia pasti masuk ke dalam surga maka Ci utama para selain beriman dan bertakwa mereka itu tawad tidak menyombongkani dan tidak mengaku-aku sebagai wali dan sebiknya siapa yang mengakuaku sebagai w allahruada hikatnya diaah w maka Apabila ada seseorang yang datang baik dia orang Arab Maun non arabik diaakiakunu orang seperti itu karena tidak ada wali yang mengaku-ngaku sebagai wali wali-wali Allah mereka tawadu dan tidak menyombongkan diri oleh karenanya tidak pernah diriwayatkan Abu Bakar Umar Utsman Ali radhiallahu anhum dan sahabat-sahabat lain para wali-wali Allah yang mengaku-ngaku sebagai wali di hadapan sahabat-sahabat yang lainnya karena memang Wali Allah tidak mengaku-aku di hadapan umat manusia lalu menjawab pertanyaan yang dua apakah boleh bertabarruk ngalap berkah kepada wali-wali Allah Beliau mengatakan apabila yang dimaksud dengan wali di sini termasuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka boleh bertabaruk dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau masih hidup Sallallahu Alaihi Wasallam para sahabat atau beberapa sahabat bertabaruk dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam namun setelah beliau meninggal dunia tidak bisa lagi kita bertabaruk dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan jika yang dimaksud Wali di sini adalah Wali yang di bawah nabi Wali yang muncul pada zaman-zaman sekarang ini maka tidak boleh bertabarruk dengan selain Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertabarruk hanya dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bukan dengan orang lain Naam maka tidak boleh ngalap berkah dengan orang-orang yang mengaku sebagai wali [Musik] allahah muslimahum aulahak minulamaakar syh Al Islam iiyah Auli Yakun F ulamaakunu fad wakunu fanam walqar Wal Luqman alhakim kan raan wawaisqarni la yba bihi w kaathir Minul yujadu Fi Aat Al Muslimin raah Min Auliya minisa wama sual ini halam walian Min Auliya Fi baladi la Y Auliya allahah was yq naramainjahidinah lakqulaj minulahnaah Jah laahu laadirajul bijannatin wala Nar Wakin narju liluhsin Waka Al Mus jemaah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala pertanyaannya adalah apakah Wali Allah itu pasti dari kalangan ulama dan Apakah Syekh mengenal ada Wali Allah di negara asal beliau maka beliau menjawab hafidahullahu taala bahwa Wali Allah tidak harus dari kalangan ulama Wali Allah tidak harus dari kalangan ulama bahkan dijelaskan oleh Syekh syh Islam IBN Taimiyah rahimahullah bisa jadi penggembala kambing menjadi wali Allah dengan iman dan takwanya kepada Allah bisa jadi petani menjadi wali Allah dengan iman dan takwanya kepada Allah maka siapa saja bisa menjadi wali Allah sebagai contoh Luqman alhakim dia adalah penggembala kambing tapi dia menjadi wali Allah dengan sebab iman dan takwanya begitu pula Uwais qni dia bukan termasuk ulama tapi dia menjadi wali Allah subhanahu wa taala maka setiap kita para jemaah bisa menjadi wali Allah dengan iman dan takwa kita kepada Allah lalu pertanyaan yang berikutnya atau bagian pertanyaan yang berikutnya Apakah beliau mengenal ada Wali Allah di negara beliau beliau mengatakan kita tidak bisa memastikan siapa wali Allah kita tidak bisa memastikan bahwa si A adalah Wali Allah si B Wali Allah karena itu hal gaib yang diketahui oleh Allah namun yang bisa kita lakukan adalah berhusnudan kita berpikir atau berpikiran positif bahwa Apabila ada orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah maka Semoga dia menjadi wali Allah baik dari kalangan ulama ahli ibadah maupun kalangan-kalangan yang lain karena ketika kita memastikan si A itu Wali Allah Artinya kita pun memastikan si A adalah Ahli Surga karena Wali Allah pasti Ahli Surga dan kita tidak boleh melakukan hal yang demikian kita tidak tahu siapa di antara kita yang menjadi Ahli Surga tim bilah Wah Lana wakumaufqal Tabarak wa taalaasusna yahfad karamatihi inahu Sam qib Mujib H wallahuamallallahu wasallam warak ala abdihiasulihi Muhammad waa alihi wasbihi AJM na di akhir sesi beliau mendoakan kita semuanya para jemaah yang dirahmati oleh Allah Semoga Allah memberi Taufik kepada kita semuanya Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada seluruh kaum muslimin di Indonesia yang kita cintai ini semoga Allah melimpahkan keamanan ketentraman di negara yang kita cintai Semoga Allah senantiasa menguatkan kasih sayang di antara kaum muslimin menguatkan ukhuwah islamiah di antara kaum muslimin dan semoga Allah mewafatkan kita semuanya dalam keadaan iman dan bertakwa kepada Allah semoga Allah mengumpulkan kita semuanya di dalam surganya alfirdaus nanti di akhirat demikian jemaah yang dirahmati oleh Allah Tablig Akbar yang telah terlaksana pada kesempatan siang hari ini semoga Allah subhanahu wa taala melimpahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat akidah yang sahih iman yang benar dan semoga Allah mewafatkan kita semuanya dalam keadaan Husnul Khatimah allahum amin alhamdulillahurukum syukran jazilan ya sikanaazakumullahu Khair Alhamdulillah kita ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Syekh amdillahm Akbar bersamaek Prof Dr Ibrahim bin am ulama dari kota Madinah kerajaan Saudi arabiaoga [Musik] kaum muslimin diperintahkan hleh Allah dan rasulnya sahu Alaihi wasamj Ustaz Nurahman Ma Semoga Allah senantiasa menjaga beliau Insyaallah akan diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 29 almuhar 1446 hijah atau 4 Agustus 2024 pukul waktu indonesia barat hingga Ses berempat dijidk [Musik] 00756ara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat Terima kasih Anda masih bersama Radi iku terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut ini [Musik]
Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily – Karakteristik Waliyullah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply