asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warah innalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wasastagfiruh W naubillahi minuri anfusina Wamin sayiatialinaahdihillahu Fal laahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhannasuttaqubakumadzi khalaqokum Min Nafsi Wahidah walaq minha zaujaha am inahanaum yaahumumum uhammahuaihii was Alhamdulillah Muslimin kaum muslimin para pemerhati Rojak TV dan radio roajak di mana pun Antum berada juga para ikhwah alhadirun yang hadir di masjid albarkah almubarak hafidakumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-nya kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang senantiasa memudahkan kita untuk selalu menuntut ilmu agama yang ini merupakan sebab dengan izin Allah subhanahu wa taala kita dimudahkan untuk selalu menempuh jalannya yang lurus selalu istikamah di atas petunjuknya sampai di akhir hayat kita Allah subhanahu wa taala berfirmanzubillahasyaitanirjimim Billahi dan barang siapa yang selalu berpegang Teguh dengan petunjuk Allah maka dialah yang akan selalu mendapatkan bimbingan untuk selalu menempuh jalan Allah subhanahu wa taala yang lurus Barakallah fikum ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah di malam hari ini kita bertemu kembali di tempat yang mulia ini di majelis ilmu yang agung ini untuk melanjutkan kajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat kitab minhaj metode beragama atau Jalan golongan yang selamat yang selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala buah karya dari asyekh Muhammad bin Jamil zainu rahimahullahu taala Alhamdulillah pembahasan pembahasan yang bermanfaat yang kita dapatkan dari kitab kecil ini kita tentang Manhaj ahlusunah yang sesungguhnya yakni metode para sahabat radhiallahu taala anhum dalam memahami dan menjalankan agama ini tentu saja utamanya dalam mewujudkan melaksanakan konsekuensi keimanan kepada Allah subhanahu wa taala dan rasulnya Sallallahu Alaihi wasam dalam mengamalkan tauhid dan kepada sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wi wasallam di pembahasan kita di malam hari ini setelah kita selesaikan pembahasan yang lalu makna Lailahaillallah ya La mabuda bihaqin illallah atau la mabuda haqun illallah tidak ada sembahan yang benar selain Allah tidak ada yang disembah dengan benar selain Allah di pembahasan yang selanjutnya kita akan mengkaji di judul yang baru yaitu makna makna Muhammadin Rasulullah makna kalimat syahadat yang kedua yaitu persaksian bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah utusan Allah Ya tentu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah manusia biasa yang diutus oleh Allah subhanahu wa taala berarti dia dipilih oleh Allah untuk membawa risalahnya karena Allah subhanahu wa taala mengutus manusia biasa ya kepada umat manusia agar beliau bisa menyampaikan petunjuk allah subhanahu wa taala sekaligus mencontohkannya nya dengan sempurna ya makanya Allah subhanahu wa taala berfirman memerintahkan kepada rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam Alquran di akhir surat alkahfillahubillahyairim Inama anaarlukum yuhamaahukumahu wah [Musik] Katakanlah wahai Rasulullah kepada semua manusia tidak lain aku ini adalah bar Manusia Biasa sepertimu berlaku pada beliau hal-hal yang berlaku pada manusia ya Dia tidak punya kekuasa untuk mendatangkan manfaat kepadainya sendiri menjaga kemadaratan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bisa sakit bahkan wafat Sallallahu Alaihi Wasallam Manusia Biasa tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan tetapi beliau punya keistimewaan Yuha ilaiya diberikan Wahyu kepadaku yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala Dia adalah manusia pilihan Allah subhanahu wa taala apalagi Nabi yang terbaik rasul yang terbaik alaihiatu wasalam Allah Allah subhanahu wa taala lebih tahu di mana dia menempatkan kerasulan Siapa yang dipilih untuk menjadi rasulnya jadi Rasulullah S was manusia biasa tapi punya keistimewaan mendapatkan Wahyu dari allahum bahwasanya sembahanmu yang pantas kalian sembah hanya sembahan yang satu ya Allah subhanahu wa taala sembahan satu-satunya tidak ada sekutu baginya jadi kita mengenal makna Muhammad Rasulullah diterangkan di sini oleh Syekh rahimahullahu taala Al imanu biannahu mursalun minillahi mengimani bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam diutus dari sisi Allah subhanahu wa taala Allah yang yang memilihnya Ya Allah subhanahu wa taala ketika memilih di antara hamba-hambanya mendapati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang paling baik hatinya maka Allah subhanahu wa taala memilih beliau untuk membawa risalahnyau ak ini kesimpulan makna kalimat syahadat Muhammad Rasulullah maka kita wajib membenarkan apa yang beliau beritakan di dalam hadis-hadis yang sahih mentaati apa yang beliau perintahkan meninggalkan menjauhi apa yang beliau larang dan cela serta kita wajib beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dengan ketentuan Syariat Yang beliau Terangkan dan Contohkan yni kita tahu makna ini seperti yang disebutkan di dalam Kitab alulah empat kesimpulan makna syahadat Muhammad rasulullahu Amar mentaati segala sesuatu yang beliau perintahkan yang kedua Akbar membenarkan semua yang beliau beritakan ingat dalam Islam bukan hanya menjalankan perintah menjauhi larangan ada juga membenarkan berita-berita yang wajib untuk diimani dan dibenarkan yang ketig menjauhi segala sesuatu yang beliau larang dan cela dan yang ke beribadah kepada Allah kecuali sesuai dengan Syariat Yang beliau Contohkan ya tidak hanya melaksanakan perintah menjauhi larangan membenarkan berita berita-berita tentang hari kiamat peristiwa-peristiwa gaib yang disebutkan di dalam hadis yang sahih karena ini adalah wahyu dari Allah subhanahu wa taala membenarkan hal-hal yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat nanti kan sudah pernah kita Jelaskan Allah subhanahu wa taala ketika mencela penghuni neraka jahanam Ya Allah sebutkan dengan sifat buruk yang ada pada diri mereka Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran di surah allail ukum la ylaha illal asqadzi kzaba wa tawalla kami peringatkan kalian dari neraka yang apinya menyala-nyala tidak akan masuk ke dalamnya kecuali orang yang punya sifat apa kadzaba mendustakan dan berpaling yakni mendustakan berita-berita berpaling dari perintah dan larangan makanya biar orang menjalankan syariat Islam tetapi masalah-masalah keimanan dia dustakan terancam dengan ayat ini membenarkan tentang apalagi hal-hal yang berhubungan dengan puncak keimanan yaitu kemahaindahan nama-nama Allah kemahatinggian kemahasempurnaan sifat-sifatnya jelas paling pertama kali masuk dalam ancaman ayat ini naudubillah minzalik jadi ada membenarkan berita berita-berita dari ayat-ayat al-quran dari hadis-hadis yang sahih dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini makna Muhammadur Rasulullah Sehingga dalam makna makna yang diterangkan di sini jelas ada makna ittiba mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ini yang jelas Allah perintahkan di dalam alqurani ikutilahah apa yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala kepadamu kepada kalian yakni di dalam sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam petunjuk beliau dan janganlah kalian mengikuti sainnya wali-wali lain selain wali-wali selainnya dan sangat sedikit di antara kalian yang mengambil pelajaran jadi ada makna ittiba ya kata para ulama ittiba itu artinya ittibaus Syar ittibaur Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam fil awamir W nawahi mengikuti syariat mengikuti petunjuk yang diturunkan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam baik dalam menjalankan perintah-perintahnya maupun menjauhi larangan-larangannya makanya di dalam makna ya Muhammad Rasulullah tadi disebutkan di bagian akhir waa yadallahu illa bimaar tidak boleh kita beribadah kepada Allah kecuali sesuai dengan syariatnya Maka sekali lagi mengikuti sunah dan menjauhi perbuatanperbuatan bidah ini merupakan bagian dari Islam ya karena merupakan makna dari kalimat syahadat yang kedua maka ini merupakan bagian dari pokok ajaran Islam sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi ya karena ini merupakan kandungan dari makna syahadat Muhammad rasulullahb dinukilkan di sini oleh Syekh rahimahullah taalaekh Syekh Abul Hasan annadawiukilkan di sini menyebutkan dalam kitab anubuah pernyataan demikian Alan alai para nabi alaihiatu wasalam dakwah yang pertama kali mereka serukan dan tujuan terbesar mereka dalam seruan mereka setiap waktu dan dalam semua di setiap tempat setiap lingkungan adalah membenarkan akidah tentang tauhid kepada Allah subhanahu wa taala wtial abdih ww ikhl lillah membenarkan hubungan antara Hamba dengan rabnya serta mengajak untuk mengikhlaskan agama hanya untuk Allah semata-mata jadi para nabi dan para rasul diutus dengan tujuan utama mengajak manusia kepada tauhid ini sudah kita ketahui dan dalilnya sudah sering kita sebutkan ya ayat yang tadi kita bacakan di akhir surat alkahfi menegaskan Yuha ilai anamaahukum ilahu Wahid diwahyukan kepadaku ya yang utama inti Wahyu adalah bahwasanya sembahan yang kalian pantas untuk sembah hanya satuanana yarju liqbihi W Yusri biibadatibihi Ahada maka Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah pada hari kiamat nabi mengajarkan bagaimana caranya agar berjumpa dengan Allah dengan selamat dan diridainya itulah inti dakwah mereka ya mereka mengajarkan ibadah mengerjakan tata cara mendekatkan diri kepada Allah tujuannya supaya jalan ini benar bertemu dengan Allah pada hari kiamat maka hendaknya dia mengamalkan amalan saleh dan tidak melakukan Syirik dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dengan siapapun jadi tujuan semua ibadah dia syariatkan adalah untuk menegakkan tauhid kepada Allah subhanahu wa taala dan itulah inti dakwah para nabi dan para rasul alaihimatu wasalam memperbaiki hubungan antara Hamba dengan Allah Bagaimana mungkin hubungannya akan baik Kalau ibadahnya tidak didasari dengan Tauhid penghambaan diri kepada Allah subhanahu wa taala semata Matata berdakwah untuk mengikhlaskan agama semua milik Allah W umiru illa liya’budullaha mukhlisina lahudina hunfaa Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dengan mengikhlaskan agama ini baginya dan dengan Hanif selalu cenderung kepada tauhid dan berpaling dari Syirik warahi waillahi wahahu dan hanya mengesakan Allah subhanahu wa taala semata-mata dalam beribadah dan bahwasanya dialah satu-satunya yang bisa memberikan manfaat dan mendatangkan keburukan makhluk bisa menjadi sebab ketika Allah mengizinkan makhluk itu bisa menjadi sebab kita mendapatkan manfaat tapi makhluk hanya sebab ya yang menentukan sebab dan menentukan akibat Allah subhanahu wa taala semata-mata Adar yang bisa mendatangkan kemadaratan hanya Allah semata-mata ya bagaimana Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Qul La amliku linafsi naf’an walaan illa Masyaallah Katakanlah ya Rasulullah aku tidak memiliki kemampuan bagi diriku Memberikan manfaat atau mendatangkan kemadaratan kecuali jika Allah menghendakinya ini untuk dirinya sendiri bagaimana untuk orang lain ya jadi semata-mata yang bisa mendatangkan manfaat mendatangkan kemadaratan ya keburukan hanya Allah subhanahu wa taala semata-mata W dialah satu-satunya yang berhak untuk mendapatkan ibadah untuk berdoa ya ditujukan doa kepadanya bersandar hati menerima semelihanuj sembelihan kepadanya semata-mata ini dakwah para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam Wat hamlum muratan muajahatan sehingga Gerakan dakwah mereka terpusat untuk menghadapi berhala-berhala yang disembah penyembahan terhadap berhala yang dilakuk oleh pelaku-pelaku Syirik di zaman-zaman mereka altilani Wal asnami wasihinal muqaddasina Minal Ahya Wal amwat yang itu terwujud terlihat dalam bentuk yang sangat nyata dalam peribadatan kepada berhala-berhala kepada patung-patung atau orang-orang Saleh yang disucikan baik yang hidup maupun yang sudah mati ini menjelaskan kepada kita bahwa syahadat Muhammad Rasulullah memang berkaitan erat dengan syahadat Lailahaillallah karena para nabi dan para rasul ya Allah subhanahu wa taala merintahkan kita untuk taat kepada mereka karena ketaatan kepada mereka adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dia telah taat kepada Allah ketaatan kepada rasul ketakwaan kepada Allah tidak akan dicapai kecuali dengan mentauhidkannya ya makanya di dalam Alquran Allah subhanahu wa taala memerintahkan para nabi dan para rasul alaihu wasalam menyerukan kepada umat mereka nabi nuhaii wasam Rasul yang pertama diutus Allah perintahkan an buudullah ucapkan serukan beribadahlah kalian kepada Allah semata semata-mata wattaquhu bertakwalah kepadanya wa atiun dan taatlah kepadaku orang tidak akan bisa beribadah kepada Allah kalau tidak mengikuti petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam petunjuk para nabi alaihiatu wasalam wukum biayatim mirbikum fattaqulaha wa atiun ini Nabi Isa alhi wasalam dalam surah Ali Imran dan aku datang kepada kalian membawa tanda kekuasaan dari Allah dari rabmu maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku Oleh karena itu mentaati Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini merupakan bagian dari penting dari mentauhidkan Allah tidak akan seorang bisa menunaikan ibadah yang sesuai dengan kan Allah tidak akan seorang bisa menunaikan ibadah yang dibenarkan di sisi Allah kecuali dengan ittiba ya itulah para ulama ya mengistilahkan dua kalimat syahadat ini dalam kesimpulan tauhidul ibadati wa tauhidul mutabaah mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam beribadah semata-mata kemudian mengkhususkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam mengikuti petunjuknya semata-mata tidak mengikuti tidak mengikuti selainnya ini yang pernah kita Jelaskan ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah tentang makna yang disebutkan Di Dalam Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam orang yang merasakan kesempurnaan iman dengan merasakan lezatnya hadis yang terkenal dalam Sahih Muslim Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Iman billahan w islaman wuhammadinahuaihi wasallam rasula akan merasakan kelezatan Iman orang yang Rida Kepada Allah semata-mata sebagai rabbnya dia Rida dan merasa cukup merasa gembira lapang menerima Allah sebagai Rabb satu-satunya sembahannya satu-satunya tidak ada sekutu baginya kemudian menerima Islam sebagai agamanya satu-satunya dan menerima dengan lapang gembira merasa cukup dengan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai sebagai rasulnya tiib jadi ini merupakan makna inti dari syahadat Muhammadur Rasulullah oleh karena itu diterangkan di sini di poin yang kedua ya as Syekh rahimahullah taala mengatakan Wahad Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaakul lahu rbuhu Dan inilah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Allah subhanahu wa taala berfirman kepadanya memerintahkan kepada rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mengumumkan kepada semua manusia beliau punya keistimewaan sebagai Rasul tapi tidak boleh dilebihkan tidak boleh melampai batas makanya mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu tidak dibenarkan tanpa adanya ba mengikuti petunjuk beliau ya Dan ini yang dicontohkan dengan sempurna oleh para sahabat Radiallahu taala anhum AJM di dalam surat Alf Allah subhanahu wa taala berfirman kepada rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam amliksi na w Katakanlah wahai Rasulullah kepada semua manusia ya Sesungguhnya aku tidak memiliki untuk diriku kemampuan Memberikan manfaat atau mendatangkan artinya kepada selainnya lebih-lebih lagi ya karena cuma Allah yang bisa mendatangkan manfaat dan bisa mendatangkan madarat kalau orang yang semulia Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tidak bisa maka siapa yang bisa maka tidak nabi yang paling dekat tidak malaikat yang diutus tidak bisa memberikan manfaat dan madarat kepada diri mereka sendiri apalagi kepada selainnya kecuali apa yang Allah kehendaki ada sebab yang Allah jadikan Tetapi semua yang menentukannya adalah Allah subhanahu wa taala ini yang wajib kita yakini walau kuntu Seandainya aku mengetahui perkara yang gaib maka Mestinya aku akan memperbanyak kebaikan dan tidak akan menimpaku keburukan Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kita tahu di dalam peperangan uhud kena Pana sampai tembus gigi beliau copot jatuh ya terluka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga pernah kena makan yang beracun meskipun pengaruhnya nanti lama setelah menjelang beliau wafat ketika sakit keras dan itu merupakan takdir Allah subhanahu wa taala sihir juga menurut hadis yang sahih tidak akan menimpaku keburukan tidak lain aku ini adalah pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman makanya mempersaksikan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah utusan Allah ini tidak boleh diartikan berlebihan dalam mengagungkan beliau harus ada ittiba ya mengikuti petunjuk beliau menjadikan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam perantara bukan dalam beribadah atau berdoa tetapi perantara dalam mengenal petunjuk allah dalam melaksanakan ibadah yang sesuai dengan keridaan Allah subhanahu wa taala ini yang benar menjadikan perantara dalam masalah ini bahwasanya tidak mungkin kita akan bisa merai keridaan Allah tanpa mengikuti petunjuk beliau tanpa mencontoh teladan dari beliau ya Akir sungguh-sungguh telah ada pada diri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam contoh teladan yang baik bagimu ini Allah yang Nyatakan demikian dalam Alquran kita tahu di surat alahzab bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan balasan kebaikan di hari akhir di kajian kita yang lalu saya pernah menukilkan pernyataan Syekh abdahman adi rahimahullah taala di dalam tafsirnya tentang ayat ini bahwa ayat ini menunjukkan semangat ittiba itu adalah timbulnya dari dorongan motivasi keimanan dari hati seseorang karena dia mengharapkan rahmat Allah takut akan azab pada hari kiamat kata Syekh Asadi rahimahullah taala Wil uswatul hasanatu Inama yluka Billahi Akir Ma ibin Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam suri teladan yang baik contoh teladan yang baik yang ada pada diri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hanya akan semangat ditempuh diikuti dan hanya akan diberikan Taufik untuk semangat mengikutinya yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir karena keimanan yang ada pada dirinya pengharapannya kepada balasan Pahala allah Rahmat dari Allah dan rasa takutnya kepada azab Allah inilah yang memotivasi dirinya untuk semangat meneladani petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi mengikuti sunah ini merupakan ciri-ciri orang yang beriman inilah wujud kecintaan kepada Allah subhanahu wa taala dan rasulnya yang benar ya para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain kita tahu mereka adalah orang yang paling mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi kita tahu cinta yang tidak terbimbing tidak sesuai dengan dalil ini yang akan mencelakakan ittiba itu ada ada sunah dan ada bidah ya mahabbatur rasul bainal ittiba Wal ibtida ada buku yang demikian ditulis ya oleh salah seorang masyayah tentang bagaimana membedakan mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam antara mencintai yang sesuai dengan sunah dan yang menyimpang dari sunah di dalam hadis yang sahih dalam Sunan at-tirmidzi dinyatakan sahih oleh Syekh Albani rahimahullah taala dan para ulama yang lain dari Anas bin Malik radhiallahu taala Anhu Bagaimana mencontohkan ittiba yang benar dari para sahabat radiallah kata Anas bin Malik radhiallahu taala Anhu lam yakunun Ahai Min rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada seorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat melebihi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam w u lamumu tapi mereka ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam datang kepada mereka mereka tidak i untuk menghormati Mungkin orang menyangka ini caranya mewujudkan cinta menghormati seseorang memuliakannya dengan cara berdiri kalau dia datang mereka tidak lakukan kenapa Li yam minik karena mereka tahu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak menyukai hal ini jadi yang namanya ittiba tidak melakukan perbuatan yang dibenci oleh orang yang kita ikuti justru kita melakukan hal-hal yang diperintahkannya yang rinya yang dianjurkannya meninggalkan hal-hal yang dilarangnya ya kan di dalam hadis sahih yang lainnya juga dalam Sunan at-tirmidzi dan yang lainnya dan juga hadis sahih memang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melarangkan berdiri untuk penghormatan ketika orang datang untuk memuliakan Kalau tidak ada hajat tidak perlu berdiri kalau kita ingin mengucapkan salam ucapkan salam atau ingin menyapa dia silakan siapa tidak perlu berdiri apa kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya dari hadis riwayat Sahat muawiah bin abifyan radiallaha anu Rasulullah sahu alaihi wasam bersabda Barang siapa yang suka orang-orang berdiri untuk menghormatinya ketika dia datang maka hendaknya dia menyiapkan tempat duduknya di dalam neraka ini perbuatan yang diharamkan di dalam Islam makanya para sahabat tidak melakukannya Meskipun mereka sangat mencintai menghormati dan memuliakan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi W Ali wasallam inilah ittiba yang benar Nah waqala Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan dalam sahih Imam Bukhari beliau bersabda Fa Inama an abdunulu abdullahi WA rasuluh janganlah kalian berlebihan mengagungkanku sebagaimana orang-orang Nasrani berlebihan mengagungkan Nabi Isa Ibnu Maryam alaihialatu wasalam karena aku ini hanyalah seorang hamba maka katakanlah hamba Allah dan rasul-nya hadis sahih riwayat Imam Bukhari maasyiral muslimin maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin rahimakumullah kita tahu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam disebut Di dalam ayat-ayat al-qur’an sudah pernah kita Jelaskan juga dan sering kita dengar penjelasannya Insyaallah dari para asatizah kita hafidahumullahu taala Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam disebut dalam Alqur’an di banyak ayat disebut dengan abdun atau Abdullah hamba Allah dan kata para ulama ini adalah pujian yang paling tinggi untuk beliau bayangkan dikatakan sebagai hamba Allah kenapa dikatakan ini pujian yang paling tinggi karena memang seorang hamba itu ketika dia bisa mempraktikkan makna ubudiah yang sesungguhnya benar-benar dia tunduk kepada Allah dia merendahkan diri kepada Allah dia beribadah karena dia tahu dia butuh kepada rahmat Allah inilah kedudukannya yang paling sempurna ya Allah sebutkan di awal surat al-isra subhanalladzi Asro biabdihi lailam Minal Masjidil Haram Ilal Masjidil Aqsa alladzi barakna haulahu maha suci Allah yang memperjalankan hamb-nya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang kami berkahi di sekitarnya di ayat-ayat yang lain maka Rasulullah Sallallahu wasallam mengatakan di sini Sesungguhnya aku hanyalahambhamba Allah maka ucapkanlah ini merupakan pujian yang paling tinggi bagi seorang hamba katakanlah aku adalah hamba Allah dan rasulnya yakni dia hamba Allah berarti yang selalu tunduk merendahkan diri butuh kepada rahmat Allah pastinya yang seperti ini tidak akan mungkin dikatakan memiliki sifat-sifat ketuhanan tidak pantas untuk disembah tidak boleh kita berdoa menunjukkan doa kepadanya dan ibadah-ibadah yang lain tapi dia adalah Rasul hamba Allah yang terpilih yang wajib untuk kita ikuti petunjuknya yang wajib untuk kita muliakan karena memuliakan petunjuk beliau berarti memuliakan Allah subhanahu wa taala yang mengutusnya inilah ya penegasan tentang makna Muhammad Rasulullah yang disebutkan di dalam hadis ini ini makna Muhammad Rasulullah yang sesungguhnya tiib Wal itra Hua ziadatu Wal mubalagatu fil madhi maknanya alitra la tutruni janganlah kamu mengitra itra itu artinya azziadah Wal mubalagah ya menambah atau berlebih di dalam memuji pujian yang Allah sebutkan untuk diri beliau itulah pujian yang terbaik hamba Allah dan rasul-nya makanya ini yang di Ungkapkan Di dalam syahadat yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam ya di dalam banyak hadis-hadis yang sahih termasuk di dalam hadis ini wunillahi Kama faai Isa B Maryam Fa Firki maka tidak boleh kita menyeru berdoa kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam selain Allah subhanahu wa taala sebagaimana yang diperbuat oleh orang-orang Nasrani dalam menyikapi Nabi Isa bnu Maryam sehingga mereka terjerumus ke dalam perbuatan Syirik Allah subhanahu wa taala berfirman ketika memuji rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam surat aljin disebut sebagai Abdullah waahu lma Q abdullahiaduhuadu yakununa alaiibada dan bahwasanya ketika hamba Allah yaitu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berdiri untuk doa kepada Allah ya maka para jin-jin itu hampir saja mengerumuni beliau nah ini menunjukkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dipuji oleh Allah karena dia berdoa kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata tiib waamana annaakula maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita untuk kita ucapkan Muhammadun abdullahi was rasuluh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah hamba Allah dan rasulnya ya juga seperti kalimat syahadat yang kita baca di dalam salat kita terkandung dua hal ini oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah ya sudah kita selalu terangkan dari awal tadi memahami memprakkkan makna Muhammad Rasulullah yang adalah harus disertai dengan ittiba mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam makanya sudah kita ketahui di dalam Alquran ittiba kepada sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam merupakan syarat untuk kita mendapatkan kecintaan Allah subhanahu wa taala di ayat yang kita kenal di surah Ali Imran ayat ke-31ltum tuibbunallah Katakanlah ya Rasulullah kepada semua manusia jika kalian benar-benar mencintai Allah ya jika kalian benar-benar mencintai Allah maka Ikutilah aku Ikutilah sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka niscaya Allah akan mencintaimu dan akan mengampuni dosa-dosamu syaratnya untuk mendapatkan kecintaan Allah harus mengikuti petunjuk nabi Muhammad sallallahu Ali wasallam dan Allah Subhanahu taala maha pengampun lagi maha penyayang ya di dalam tafsir Ibnu Katsir dibawakan seorang ulama Salaf menyebutkan tentang sebab turunnya ayat ini iddaumun mahabbatallahi faanzalallahu hadil ayah ada sebagian orang mengaku mencintai Allah maka Allah turunkan ayat ini untuk menguji apakah benar kecintaan mereka ya kita ketahui ayat ini disebut oleh para ulama sebagai apa ayatul imtihan atau ayatul mihnah ayat yang merupakan batu ujian Siapa yang benar mengaku mencintai Allah kalau ada ittiba itu yang diterima Siapa yang mengaku mencintai Allah tanpa ittiba maka itu tertolak dan tidak diterima oleh Allah subhanahu wa taala tib jadi mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mewujudkan makna Muhammad Rasulullah yang benar adalah diilakukan dengan ittiba mempelajari petunjuk beliau mencukupkan diri dengan mengenal apa yang beliau lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala apa yang beliau ucapkan ketika berzikir ketika membaca al-qur’an ketika berdoa kepada Allah subhanahu wa taala ini yang diterangkan oleh para ulama kita sebagaimana kisah tentang sebagian sahabat yang ingin melakukan ibadah yang melebihi ibadah Nabi Sallallahu Alaihi wasallam di dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan di dalam hadis tersebut ala wa innama ala wa inni aksyakum lillahi wa atqokum lahu ketahuilah Aku adalah orang yang paling takut dan paling bertakwa kepada Allah dibandingkan kamu semua tidak ada yang melebihi beliau Sallallahu Alaihi Wasallam maka yang kita diperintahkan untuk memurnikan kecintaan kita kepada Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam adalah ittiba mempelajari petunjuk beliau merasa cukup dengan itu kemudian mengamalkannya dalam kehidupan kita tentu dengan ikhlas dan dengan kecintaan rasa takut dan pengharapan kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata nah tib talitan poin yang ketiga Inna mahabbatar Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ahi wahdahu sesungguhnya mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam diwujudkan dengan berdoa kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata waamiri dan tidak berdoa kepada selainnya Bagaimana tidak Rasulullah Sallallahu wasallam sendiri yang menegaskan ibadah di dalam hadis sahih riwayattirmidzi doa itu adalah ibadah menunjukkan ini adalah ibadah yang sangat tinggi keutamaannya harusnya diserahkan kepada Allah semata-mata dan tidak kepada selainnya Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran di surat aljin ya waal dan bahwa bahwasanya masjid-masjid itu adalah milik Allah maka janganlah kamu berdoa bersama kepada Allah dengan kepada seorang pun selainnya tidak boleh menyekutukan Allah dalam berdoa tidak boleh menjadikan perantara tidak boleh menjadikan ada yang bersama diseru bersamaan dengan kita menyeru kepada Allah subhanahu wa taala jadi ini termasuk bagian dari ketaatan karena Allah dan rasulnya memerintahkan demikian ya walau Kana rasulan walian muqan meskipun yang ditujukan dalam doa itu adalah seorang rasul atau seorang yang dianggap Wali yang dekat dengan Allah subhanahu wa taala para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam adalah orang yang paling rajin berdoa di ayat-ayat Al Quran mereka disebutkan berdoanya itu serius dalam keadaan takut dan berharap maka tidak mungkin mereka mengizinkan orang-orang untuk berdoa kepada mereka sendiri di surat alanbiya alaihiatu wasalam Allah subhanahu wa taala berfirman innahum Kanu yusariuna fhairati wunana Ran warahaba mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera melakukan kebaikan-kebaikan dan mereka selalu berdoa kepada kami dalam keadaan takut dan berharap ini para nabi dan para rasul kan tidak mungkin dia mengizinkan umatnya untuk justru berdoa kepada mereka pasti ini yang paling mereka ingkari Karena ini adalah perbuatan Syirik kepada Allah subhanahu wa taala makanya para nabi dan para rasul tidak mengetahui bahwa umat yang mereka tinggalkan berdoa kepada mereka Dan inilah yang justru mereka peringatkan di dalam peringatkan kepada umatnya untuk menjauhi perbuatan ini dari di masa hidup mereka Ya Allah subhanahu wa taala ketika menyebutkan tentang para nabi atau mereka-mereka yang dijadikan sembahan selain Allah di dalam Alquran Allah subhanahu wa taala berfirman mereka-mereka yang dijadikan seruan yang ditujukan doa yang diseru oleh pelaku-pelaku Syirik ini para nabi dan para rasul para malaikat orang-orang yang Saleh ini justru mereka itu berlomba-lomba mencari sebab untuk mendekatkan diri kepada Allah siapa di antara mereka yang paling dekat dan mereka selalu mengharapkan rahmatnya takut akan azabnya jadi mereka tidak mengetahui peribadatan tersebut ya merekau terus sibuk mendekatkan diri kepada Allah ini yang harusnya dicontoh oleh orang-orang yang ingin mengikuti petunjuk para nabi dan para rasul alaih salatu wasalam dengan benar ya Oleh karena itu perbuatan Syirik berdoa kepada selain Allah subhanahu wa taala atau menjadikan para nabi dan para rasul Alaihi salatu Wasalam sebagai perantara dalam berdoa ini perbuatan yang sangat ya diingkari oleh para nabi dan para rasul Alaihi salatu Wasalam azan ya Iya baik Barakallah fikum kita kumandakan Azan dulu silakan ikhwat Al Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar [Musik] Allahu Akbar Allahu Akbar Allah akbar laahaillallah Ashadu all Lailahaillallah Ashadu anna muhammadar rasulullah Ashadu anna muhammadar rasulullah [Musik] Hayya Hayya alas Shah hayyaal Falah Hayya Alal [Musik] Falah Allahu akbar Allahu akbar lailahaillallah [Musik] tauhid hanya kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dan tidak menyekutukannya sebagaimana yang disebutkan di dalam banyak ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih yang juga sudah kita bahas apalagi di sini yang berhubungan dengan masalah doa ya berdoa kepada selain Allah subhanahu wa taala dan menjadikan perantara dalam berdoa kepada Allah subhanahu wa taala ini juga sudah pernah kita sebutkan bahwa ini adalah kesyirikan yang paling banyak terjadi di umat ini sehingga inilah jenis kesyirikan yang paling banyak bantahannya di dalam al-qur’an dari semua segi Bahwa ini tidak pantas ya doa tidak pantas ditujukan kepada selain Allah subhanahu wa taala nah qa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang sahih Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Ya hadis riwayat sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma ID saalta fasalillaha waidastaanta fastain Billah Jika kamu meminta maka Mintalah kepada Allah dan jika kamu memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah jelas sekali Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di sini menekankan masalah meminta dan memohon pertolongan padahal kedua-duanya berkaitan tapi diulang untuk untuk menunjukkan bahwa ini adalah perkara yang merupakan inti tauhid ya sebagaimana yang kita ketahui para ulama menyebutkan di surat al-fatihah inti kandungannya adalah iaka naudu wa iaka Nain hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepadamu kami mohon pertolongan berarti masalah berdoa memohon pertolongan selalu hanya Bersandar kepada Allah dalam setiap masalah yang kita hadapi ini adalah inti daripada tauhid dan ini merupakan ya pokok terbesar dari seruan para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam maka mewujudkan ini berarti mewujudkan makna mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ittiba kepada beliau yang sesungguhnya sahih hadis riwayat at-tirmidzi dan beliau mengatakan ini adalah hadis yang Hasan sahih wakana Shallallahu Alaihi Wasallam idza Nazala bihi hammun au gammun qala dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau ditimpa ham kegundahan atau gamun kegalauan ya kesedihan beliau membaca doa ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astagitu meminta kepada Allah wahai Allah yang Maha hidup lagi maha tegak dan menegakkan makhlukNya dengan rahmat-mu aku meminta pertolongan dari kesulitanku ini beliau Sallallahu Alaihi Wasallam tidak mengandalkan kemampuan diri tidak mengandalkan para sahabat yang pastinya setiap saat siap membantu beliau ketika beliau meminta Tapi beliau meminta kepada alhyu alqayyum ya Yang Maha hidup lagi maha tegak dan menegakkan makhlukNya Yang Maha berdiri sendiri lagi menegakkan makhlukNya maka ini praktik dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tentang wujud mewujudkan tauhid yang sesungguhnya ini hadis riwayat yang Hasan riwayat attirmidziah dan semoga Allah subhanahu wa taala merahmati seorang penyair yang mengatakan Allah asalufanaufar karbana walbu laamuhu illallah hanya kepada Allah aku meminta untuk menghilangkan kesulitan kesulitan kita dan kesulitan itu tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata inilah inti makna syahadat Muhammad Rasulullah inti Cinta Dan ittiba kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hanya mengikuti petunjuk beliau contoh yang beliau contoh teladan dari cara beliau mengamalkan mempraktikkan Islam utamanya dalam hal yang berhubungan dengan mentauhidkan Allah semata-mata dalam beribadah dalam berdoa dalam memohon pertolongan kepadanya dan tidak menyekutukannya Barakallah fikum selesai pembahasan dari makna Muhammad Rasulullah dari kitab Minhajul firqatin najiah Semoga kita bisa mengambil faedah dan manfaat dari kajian kita di malam hari ini semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menetapkan kita untuk selalu mentauhidkannya dalam beribadah dan mentauhidkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam ittiba Ya mentauhidkan Allah dalam beribadah kepadanya semata-mata tidak melakukan perbuatan Syirik kemudian mentauhidkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan hanya mengikuti petunjuknya dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan bidah menjauhi perbuatan-perbuatan bidah barakallahu fikum Cukup sampai di sini kajian kita semoga bermanfaat dan Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan saya persilakan baik ada pertanyaan di kertas di sini Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Apakah hanya sebab mentahdir seorang Dai keluar dari ahlus sunah dan tidak layak mengambil ilmu dari Dai tersebut ya dilihat Apa sebabnya dia melakukan hal ini Apakah dia sudah dinasihati apakah dia orang yang seharusnya sudah paham kalau seseorang Dai tersebut dia misalnya mengetahui dari para ulama ahusunah Wal Jamaah tentang kesalahan sikapnya bahwa para ulama ahlusunah tidak semudah itu mentahdir apalagi mengeluarkan seorang Dai apalagi yang kita kenal mendakwahkan kepada tauhid mendakwahkan kepada sunah mendakwahkan untuk mengikuti para Salafus Saleh tentu kita katakan W nuzaki alallahi ahadan kita tidak mensucikan seseorang di hadapan Allah kalau dainya seperti ini kemudian dia terus mentahdirnya juga tidak mencabut pernyataannya maka ini jelas merupakan kesalahan yang fatal meskipun pun tidak kita katakan lantas dia menjadi Ahlul bidah karena ini ya atau dijauhi semua mengambil ilmu darinya tapi untuk kehati-hatian jangan sampai nanti kita hadir di majelisnya kemudian terpengaruh dengan sikap-sikap keras tersebut ini tujuan dari yang saya ketahui tujuan dari misalnya sebagian Ustaz kita memperingatkan tentang Dai yang seperti ini keadaannya ya Karena bagaimanapun dia kalau kalau dia seorang ahlusunah asalnya tetap kita mengambil ilmu darinya tapi tetap kita waspada dari kesalahannya apalagi kalau kesalahan tersebut kesalahan yang sudah diingatkan contoh dari para ulama besar tidak seperti itu misalnya nah Barakallah Fik Apakah setiap perbuatan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu semua menjadi sunah jika kita umatnya mengikutinya jadi perbuatan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan ada yang tidak boleh kita ikuti harus dengan ilmu contoh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menikah dari lebih dari empat itu khususan untuk beliau beliau juga punya pernah melakukan puasa wisal I kan bersambung siang dan malam tidak boleh haram kita ikuti jadi harus ada ilmu kita mengikutinya ya Saya pernah dengar faedah dari syekhuna Syekh Ibrahim arrahili hafidahullah taala sewaktu menukil pernyataan sikhul Islam Ibnu taimiyyah tentang makna ittiba an yuf’ala mlu ma faal Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ala wajhadzi faal kita melakukan seperti yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu wasallam dengan tujuan beliau melakukannya ada perkara-perkara yang kita lakukan karena hukumnya wajib maka kita mengikuti Nabi Sallallahu wasallam wajib hukumnya kita juga wajibkan sama orang lain tapi ada yang beliau lakukan tidak wajib sunah Kita juga harus anggap sunah tidak boleh kita ada yang tidak melakukan kita lantas bersikap keras terhadap orang tersebut ada yang beliau lakukan juga kata sebagian dari para ulama ya sebagai tuntutan beliau sebagai manusia biasa makanya sebagian dari para ketika menyebutkan makna mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ada yang menambahkan mimma ysuhi tasriil Umah dari hal-hal yang beliau maksudkan untuk disyariatkan bagi umat ini tidak semata-mata beliau melakukannya meskipun tentu Sebagian ulama yang lain sampai mengatakan sampai pun tidak ada anjuran khusus tetap kalau dalam rangka mencintai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kita mendapatkan pahala tapi jelas mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam harus dengan ilmu ittiba itu harus dengan ilmu asal agar kita tidak misalnya salah mewajibkan sesuatu yang hukumnya tidak wajib atau perkara-perkara yang mubah kita anggap seperti melaksanakan sesuatu yang misalnya ada anjurannya ya ini kita harus bedakan hal ini dengan dengan ilmu sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama kita nah Barakallah fikum ada pertanyaan di sini Jika dakwah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah fokus tentang Tauhid Kapan saatnya nabi mendakwahkan tentang keluarga rezeki berbakti kepada orang tua dan lain-lain Apakah hanya dari riwayat hadisnya kata-kata fokus di sini bukan berarti itu hanya itu to dakwahnya kan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengungkapkan hadisnya di hadapan para sahabat fokus di sini kalau hanya itu yang dilakukan ya tidak benar yakni beliau mengutamakan banyak menyampaikan kemudian menjelaskan perkara-perkara yang lain juga selalu dihubungkan dengan Tauhid karena waktu kita berbakti kepada orang tua menjelaskan tentang misalnya hak-hak suami dan istri masalah kewajiban dalam keluarga kan kita selalu gandingkan dengan ikhlas kita juga gandingkan untuk minta pertolongan kepada Allah agar bisa melaksanakan semua dengan baik kita gandingkan dengan kita melaksanakan hal ini adalah dalam rangka taat kepada Allah kita menjauhi larangan ini dalam rangka menjauhi apa yang dibenci oleh Allah subhanahu wa taala maka semua tidak akan bisa lepas dari kaitannya dengan masalah tauhid dan memurnikan ibadah kepada Allah semata-mata Ti Barakallah fikum Cukup sampai di sini kajian kita semoga bermanfaat mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri shallallallahu wasallam warak ala nabiina Muhammad waa alihi wa ashabihi waman tabiahum bisanin yaumiddin walhamdulillahibil rabbil alamin subhanakallahum wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Roja TV demikianlah ikhwat Al Islam azakumullah para pemisa dan pendengar Roja di mana pun anda berada kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancaruaskan dan
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply