Danya secara langsung Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam inalhamdulillah nahmufai hadir [Musik] [Musik] [Musik] 29 almuharram 1446 Hijriah atau 4 Agustus 2024 pukul waktu indonesia barat hingga selesai bertempat di Masjid Jami albarkah Cilengsi informasi hubungi [Musik] 082298000756 acara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Bismillah ahmanirahim Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh waalumam alhamdulillahiabbil alamin Hamdan ktiriban mubaran fuhibun was am nabi muhammadinibihi ajmain waman tabiahum biihsanin yaumiddin Amma ba kaum muslimin dan kaum muslimat rahimani warahimakumullahu a kita panjatkan puji dan syukur keadirat Allah subhanahu wa taala atas limpahan Taufik dan karunia yang Allah curahkan kepada kita semuanya sehingga di kesempatan pagi hari ini di hari Ahad tanggal 29 dari bulan Muharram tahun 1446 Hijriah kita bisa berkumpul di tempat yang mulia ini di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah subhanahu wa taala di salah satu majelis dari majalisul Ilmi kita berkumpul dalam rangka bertakarub kepada Allah subhanahu wa taala dengan salah satu ibadah yang sangat Agung di sisi Allah yaitu ibadah yang bernama thabul Ilmi Syari mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan kita Taufik untuk bisa meluruskan niat-niat kita kita hadir ke tempat ini Kita hadir ke majelis ini semata-mata lillahi taala semata-mata Karena mengharapkan besarnya pahala dan ganjaran yang ada di sisi allah subhanahu wa taala sehingga setiap langkah yang kita langkahkan ke tempat ini Allah jadikan sebagai kafarah bagi dosa-dosa kita Allah jadikan sebagai peninggi derajat kita Dan Allah jadikan sebagai wasilah yang Insyaallah akan memudahkan langkah kaki kita semua untuk masuk ke dalam surga Allah tabaraka wa taala di hari kiamat nanti Adapun tema kajian kita maasyiral muslimin di kesempatan pagi hari ini adalah kiat-kiat meraih istikamah di atas akidah sahihah yang akan disampaikan oleh guru kita fadilath Prof Dr ibrahin uala oleh karenanya kita berikan waktu dan kesempatan kepada fadilatus syikh untuk menyampaikan materi terkait pembahasan di atastiilath alust Dr Ibrahim bin Amir asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah innalhamdalillah nahmaduhu nastainuhuagfiruubu ilaih waudubillahi minuri anfusina waminiati amalinaahu Fal Fala hadialah wa Ashadu alla ilaha illallahu wahdahu la sharika lah Wa Ashadu anna nabiana muhammadan abduhu wa rasuluh Allahumma salli wasallim wabarik ala abdika wa rasulika Muhammad wa ala alihi wasahbih wamantada biadiihi was bisunnatihiidin am baadallah Tabarak wa taala Ruli Sallallahu Alaihi [Musik] wasallamaham ad Wal ibadah Wal akhlak maakal muslimun biqidatihim waal iadatahum wasarqar lahumlahfazu W mau Hadina janibinim jaw Al w [Musik] jibqidah wahu w kum fiwan almuhadarah wasail Istiqamah alidah asahihah para jemaah yang Allah muliakan beliau mengawali pertemuan kita di pagi hari ini dengan memuji Allah subhanahu wa taala bahwasanya Segala pujian yang sempurna hanya milik Allah subhanahu wa taala kita memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala kita memohon ampun kepada Allah subhanahu wa taala dan kita bertobat kepada Allah subhanahu wa taala dari segala kesalahan-kesalahan kita dan kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari keburukan jiwa-jiwa kita dan keburukan amalan-amalan kita dan barang siapa yang diberikan Hidayah oleh Allah subhanahu wa taala maka tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah subhanahu wa taala maka tidak ada seorang pun yang bisa memberikan dia Hidayah dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah yang hak kecuali Allah subhanahu wa taala dan bersaksi bahwas Muhammadin Abdillah adalah seorang hamba dan utusan Allah subhanahu wa taala semoga selawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada hamba dan utusan Allah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Amma baad kaum muslimin dan kaum muslimat yang Allah muliakan sesungguhnya di antara Syariat agama Islam yang dengannya Allah subhanahu wa taala menurunkan seafdal-afdal kitabnya dan dengannya Allah subhanahu wa taala mengutus seafdal-afdal rasulnya bahkan Allah subhanahu wa taala menjadikan umat Islam menjadikan umat rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai umat pilihan yang diutamakan oleh Allah subhanahu wa taala Allah jadikan kaum muslimin Allah jadikan umat rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai umat yang terbaik maka saudaraku yang Allah muliakan ketahuilah bahwasanya agama Islam dibangun di atas tiga perkara yang pertama terkait dengan masalah akidah masalah keyakinan Yang kedua terkait dengan masalah ibadah peribadatan seorang hamba kepada Allah subhanahu wa taala dan yang ketiga terkait dengan masalah akhlak di dalam bermuamalah maka ketika seorang hamba berpegang teguh di atas akidah yang sahihah kemudian dia berjalan di atas ibadah yang sahihah yang disyariatkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian dia berhias diri dengan akhlak Akhlak Yang Mulia maka dia akan menjadi seorang hamba yang selamat di dalam kehidupan dunia dan akhirat Adapun tema pembahasan kita kata fadilatus syikh terkait dengan wasilah atau kiat agar kita bisa istikamah di atas akidah yang sahihah yang mana itu bagian dari tiga perkara penting di dalam agama kita ayuhal ikhwah inqam u Tabarak wa taala alfalaha Wal faauzaah k Allahu Azza w inina wqalabarak wa taala inina rabunam alaiik tak W tahzansir kuntum tuadun W had sufan Abdillah radhalluahuaihi wasam amahumqim asim Rat Allahu Tabarak wa taala alaiimw salamahabak taa h Azza inina rabbunallah [Musik] rabbunallahah taala Mak taalaahu Alaihi wasallamq q jaar rallahfsirahqamuamarab yidah wqalamaumqamu y kalimat tauhid wa tauhidillah kalik Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lfan bin Abdah Islam la asu Ahul amentillahumq [Musik] amentillahqqidahahumqim had alqidahtiqamqahlabim yajib muslimah Li Allahu Tabarak wa taala Umah kitabi W nabi Sallahu Alaihi Wasallam muighabak taala Muslimin rahimani warahimakumullahu ajmain sesungguhnya Istiqamah di atas akidah yang [Musik] sahihah adalah perkara yang sangat penting di dalam agama kita perkara yang diperintahkan oleh syariat oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam dan telah ditunjukkan oleh nas-nas al-quranul Karim dan juga sunah rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan Allah subhanahu wa taala mengaitkan antara keselamatan seorang hamba dengan keistikamahan di atas akidah yang sahihah Allah subhanahu wa taala berfirman innalladina qubunallahu tumqomu Fala khaufunai W yahzanun kata Allah subhanahu wa taala sesungguhnya orang-orang yang mengikrarkan bahwasanya RAB Kami adalah Allah kemudian mereka istiamah di atas ikrar tersebut dengan segala konsekuensinya maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak pernah bersedih hati di ayat yang lain Allah subhanahu wa taala berfirman allati kuntumadun kata Allah subhanahu wa taala sesungguhnya orang-orang yang mengikrarkan sesungguhnya RAB Kami adalah Allah subhanahu wa taala kemudian mereka berusaha istikamah di atas ikrar tersebut dengan segala konsekuensinya maka Allah subhanahu wa taala akan menurunkan kepada mereka bala tentaranya dari kalangan malaikat-malaikat Allah subhanahu wa taala yang memberikan kabar gembira kepada mereka jangan kalian takut dan jangan kalian bersedih hati dan memberikan kabar gembira dengan surga Allah subhanahu wa taala yang Allah janjikan kepada kalian di dalam hadis dari Sufyan bin Abdillah radhiallahu taala anhu Beliau pernah bertanya kepada rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah katakan kepadaku satu kalimat di dalam Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain Engkau Ya Rasulullah maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Qul amantu Billahi tummaastaqim wahai Sufyan katakan aku beriman kepada Allah subhanahu wa taala kemudian istiqamahlah di atas kalimat tersebut dengan segala macam konsekuensinya maka nas-nas syariat dalil-dalil dari al-quranul Karim dan juga sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam menunjukkan kepada kita semua akan dua Pondasi yang sangat besar yang menjadi jalan keselamatan seorang hamba yang pertama adalah salamatul ikkad keselamatan di dalam akidah berjalan di atas akidah yang benar kemudian asasi yang kedua adalah Istiqamah kontinu di atas keyakinan yang benar tersebut sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah subhanahu wa taala innalladinabunallah ini adalah pondasi yang pertama asas yang pertama yang menunjukkan pentingnya keselamatan akidah di dalam kehidupan seorang hamba ya sedangkan asas yang kedua disebutkan di dalam firman Allah subhanahu wa taala tumqamu yaitu istikamah di atas akidah yang sahihah dan Umar Bin Khattab pernah menjelaskan bahwasanya makna Istiqamah adalah seorang mukmin tsabat di atas agamanya ya dia tidak berpindah-pindah tidak melenceng dari tuntunan Allah subhanahu wa taala sebagian ahli ilmu mengatakan bahwasanya makna istikamah pada ayat di atas adalah istikamah di atas kalimat tauhid Istiqamah di atas kalimat Lailahaillallah kemudian asas yang kedua setelah seorang hamba berusaha untuk berjalan di atas akidah yang sahihah adalah dia berusaha untuk istikamah di atas akidah tersebut sebagaimana sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat Sufyan bin Abdillah katakan aku beriman kepada Allah subhanahu wa taala kemudian istiqamahlah di atas keimanan tersebut dengan segala macam konsekuensinya maka nas-nas di atas menunjukkan kepada kita bahwasanya keistiqamahan di atas akidah yang sahihah adalah perkara yang sangat Agung di dalam agama kita di dalam syariat Allah subhanahu wa taala maka janganlah seorang muslim dia berpaling dari tuntunan Allah subhanahu wa taala berpaling dari agama Allah subhanahu wa taala Al muslimtiqqidah Hiya baufiqillah Tabarak wa taalaim Wakin la budda asbab Wal wasailti ratab Allahu Tabarak wa taala alaihabitqah W haditun had wasil wasailqqidah was [Musik] wasilillah seandainya kita telah memahami kaidah di atas maka sesungguhnya seorang muslim sangat layak bagi dirinya untuk memberikan perhatian yang besar terkait dengan keistikamahan di atas akidah Yang sahihah hendaknya kita punya perhatian yang besar bagaimana kita mampu istikamah di atas akidah yang sahihah dan kita semua meyakini bahwasanya keistikamahan seorang hamba di atas akidah yang sahihah adalah dengan Taufik dan karunia Allah subhanahu wa taala akan tetapi kata Syekh Seorang muslim harus berusaha untuk mengambil sebab yang dengannya Allah subhanahu wa taala memberikan keistikamahan bagi seorang hamba untuk bisa tabat di atas akidah yang benar Selain Kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala kita pun berupaya untuk mengambil sebab mencari sebab bagaimana agar kita mampu istikamah di atas akidah yang benar dan pembicaraan kita di kesempatan pagi hari ini terkait dengan wasilah-wasilah yang akan mengantarkan seorang hamba kepada jalan-jalan keistiamahan di atas akidah yang benar kata Syekh alwail di dalam bahasa Arab merupakan bentuk jamak dari kata wasilah dan makna wasilah adalah sesuatu yang mengantarkan seorang hamba kepada tujuan tertentu wasilah adalah sesuatu yang akan mengantarkan seorang hamba kepada tujuan tertentu maka wasail tabat wasilah-wasilah tabat di atas keistikamahan adalah jalan-jalan yang dengannya seorang hamba akan diberikan Taufik oleh Allah subhanahu wa taala untuk istikamah di atas akidah yang benaratqidahtiqam alaihaanqasim jumlah aqsam alqism Aal wasail ilmiahqadiah tataallqu biltidlaliqriri walqad m was taabudiah ibadah was wiqah wjanabah muslimin dan kaum muslimat rahimani warahimakumullahu AJM wasilah-wasilah tbat di atas akidah yang sahihah kiat-kiat atau sarana-sarana yang mengantarkan seorang hamba untuk istikamah di atas akidah yang benar secara global terbagi menjadi tiga tiga macam wasilah wasilah yang pertama disebut dengan wasail ilmiah wasilah-wasilah [Musik] ilmiahqadiah yang terkait dengan masalah keyakinan terkait dengan istidlal ya sesuai dengan dalil-dalil yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam wasilah yang kedua disebut dengan wasail taabbudiah yang terkait dengan perbuatan seorang hamba terkait dengan Amaliah seorang hamba di dalam menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala dan yang ketiga disebut dengan wasail wiqaiyah wasilah wiqaiah penjagaan diri yang terkait dengan ya mujahadatun nafs Bagaimana seorang hamba berjihad melawan hawa nafsunya meninggalkan perkara-perkara yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala Amma alqism Al Aal wahi wasail ilmiah ahtiqadqrir whajlalim wasail wasilula itiqad analujah Al wajibtiba fium masailar wti laaj khujha walaarkaal Kitab khfidinqahihad asq muslimarabah sunat khulafa rashidin walijma walqasahih Min Aam asbabatakidah Li had usultiqadahihahti had Allah Bi Umah W alai nabi Sallahu Alaihi Wasallam wa asabahfahata maqad muslim had Al masadirahilistidlal wa idah muslimin rahim warahimakumullahu ajmain Adapun macam yang pertama dari macam-macam wasail Istiqamah di atas akidah yang sahihah adalah wasail ilmiah wasilah ilmiah ikkadiah yang terkait dengan metode istidlal metode pendalilan di dalam masalah akidah maka tercabang dari wasilah yang pertama ini beberapa hal yang pertama adalah wajib nya meyakini atau kewajiban meyakini bahwasanya hujah yang wajib diikuti oleh setiap muslim yang tidak boleh kita meninggalkannya terkait dengan masalah-masalah aadiah masalah-masalah Akidah adalah yang pertama al-quranul Karim yang kedua sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketiga sunah para Khulafaur Rasyidin yang keempat ijma para ulama yang kelima adalah iias atau analogi yang sahih analogi yang yang benar maka wajib kita pahami bersama bahwasanya akidah seorang muslim keyakinan Seorang muslim harus dikembalikan kepada sumber-sumber pendalilan di atas berupa al-quranul Karim kemudian sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian sunah para Khulafaur Rasyidin kemudian ijma para ulama konsensus para ulama kesepakatan para ulama dan iias yang sahih kias yang yang benar maka ketika seorang muslim membangun akidahnya di atas dalil-dalil yang kita sebutkan tadi itu di antara wasilah yang akan mengantarkan dia untuk mampu tabat untuk mampu istikamah di atas akidah yang benar karena itulah akidah yang berjalan di atasnya nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itulah akidah yang berjalan di atasnya para sahabat ridwanullahi alaihim Jamian itulah akidah yang berjalan di atasnya kaum Salafus Saleh terdahulu Maka itulah sumber keselamatan di dalam akidah seorang muslim il hutidlal Binus kitabi sunah W sunatul khulafa rasidin Wal ijma walqiasahih Fi sairiltiqadiah taabbudiah asl a iqadi wqid muslimadirtiarah ad wiltialtiqadadilqimqidah biadaktfi Bi gairha hak yakulad kitabah wijma lakin yudif ilaiha gir Kama faal alfalasifah waahamqimahinaqwimahasahqahina yahajun Imam w khqimah ad W la yikh Islam iiahadin musliminni kitabah Rasul Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam ahaii wasamum KH k Nabi Sallallahu Alaihi wasallamaktu fikum Ma inakum BII Kab allahti wุฌmaas sun khafaashidinal sun nabi wasallam walqas Meru Ila isdam alqas binaannusus Wah yqas far asl Fah aladir masumahiznillahah wabqqamah Liman ak nafsahul was nafsahu wazamaha had usulahuillah maasiral muslimin rahimani warahimakumullahu ajmain cabang yang kedua dari cabang wasilah yang pertama adalah beristidlal dengan nas-nas syari berhujah berdalil dengan nas-nas Syari di dalam menetapkan seluruh Masail akidah seluruh masalah akidah berhujah dengan al-qur’anul Karim berhujah dengan Sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam berhujah dengan ijm para ulama berhujjah dengan Sunah para Khulafaur Rasyidin berhujah dengan iias yang yang sahih dalam seluruh masalah-masalah akidah maka kewajiban seorang muslim adalah berusaha untuk menjalankan konsekuensi-konsekuensi dari dalil-dalil tersebut mengamalkan konsekuensi dalil-dalil di atas dan mencukupkan dengan sumber-sumber dalil tersebut dari yang selainnya kita mencukupkan di dalam masalah akidah kita di dalam membangun keyakinan kita kita cukupkan dengan dalil dari al-quranul Karim dari sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dari sunah para Khulafaur Rasyidin dari kesepakatan para ulama dan dari iias yang sahih kita ya membangun akidah kita di atas sumber-sumber hukum tersebut karena sebagian manusia mereka menjadikan sandaran keyakinan mereka selain daripada poin-poin di at atas sebagaimana kaum falasifah mereka berhujah di dalam masalah akidah dengan dengan Mantik sebagaimana orang-orang Ahlul kalam mereka beristidlal di dalam masalah-masalah keyakinan dengan menggunakan akal semata ya sebagaimana orang-orang yang Gulu yang mereka menjadikan ucapan pembesar-pembesar mereka Syekh syikh mereka sebagai dalil yang membangun akidah mereka di atas ucapan Syekh tersebut sebagaimana orang-orang yang Gulu ya di dalam masalah-masalah fikiah mereka berhujah dengan pendapat sebagian ahli ilmu padahal pendapat tersebut secara jelas bertentangan dengan Nas syariat dengan dalil yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam maka seorang muslim dia wajib membangun akidahnya di atas dalil-dalil yang kita sebutkan di atas dan dalil-dalil tersebut adalah dalil-dalil yang Maksum yang terpelihara dari kesalahan sebagaimana syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala mengatakan bahwasanya agama kaum muslimin dibangun di atas kewajiban mengikuti petunjuk alquranul Karim dan Sunah Rasul rulillah Sallallahu Alaihi Wasallam dan apa yang disepakati oleh ulama kaum muslimin Karena itulah yang Maksum itulah yang terpelihara sebagaimana sabda rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan jaminan keselamatan bagi setiap orang yang bertamasuk berpegang teguh di atas tuntunan alquranul Karim dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam kata nabi yang mulia Aku tinggalkan sepeninggalku di tengah kalian dua perkara yang kalau seandainya kalian berpegang teguh dengan keduanya niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya kedua perkara tersebut kata nabi yang pertama adalah kitabullahi Azza waalla al-quranul Karim yang kedua adalah sunahku sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan ijmak para ulama itu dibangun di atas dalil ketika para ulama bersepakat atas satu permasalahan maka kesepakatan mereka dibangun di atas dalil Syari di atas petunjuk al-quranul Karim dan Sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam demikian pula sunah para Khulafaur Rasyidin kita diperintahkan oleh Nabi alaihialatu wasalam untuk meniti sunahnya para Khulafaur Rasyidin maka mengikuti sunah Khulafaur Rasyidin adalah bagian dari konsekuensi mengikuti petunjuk allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam demikian pula kata beliau iias yang sahih analogi yang benar juga dibangun di atas dalil di atas nas-nas syariat di atas petunjuk al-quranul Karim dan Sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam maka inilah yang lima sumber yang menjadi asas dan pondasi seorang muslim dan muslimah di dalam membangun akidahnya ya kita berupaya untuk membangun setiap Masail akidah kita di atas dalil-dalil tersebut wastiqahqamtidlal wahak NF almjmubinmubham alamqayid almutlfabim wfiru wayin muradullahi wurad Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Imam Ahmad rahimahullah Al hadadithu I lam tujma turquu lam tufham Al hadadis I lam tjma turqahu lam tfham Wal hadis yfasir ba ba wqal Yahya inin rahimahullah Min 30 wjha maqnaah wqal Alin madini rahimahullah albaab lam tujma turquu lamabayan khataa ab wha minas walih D Fi babtiqad humifah aklurah almur ak nusus W Wid hawar widqam Fi babiman waiab jazawab wahumqaminfadlillahum bukaj hu jam muslimin rahimahimakumullah AJ di antara wasail atau wasilah yang akan mengantarkan seorang hamba kepada Jalan keistiamahan terkait denganil istidlal dari sisi pendalilan Yang hendaknya kita pahami adalah aljamu bainan nusus kita berusaha untuk menjamak nas-nas yang datang di dalam agama kita dan kita mengambil semua nas-nas yang datang di dalam syariat kita kita tidak mengambil sebagian dan meninggalkan sebagiannya Karena antara satu Nas dengan Nas yang lain itu saling melengkapi saling menyempurnakan saling menjelaskan dan saling menafsirkan ya ada satu Nas yang umum kemudian dikhususkan oleh Nas yang lain ada satu Nas yang mujman kemudian ya dijelaskan oleh Nas yang lain ada satu Nas yang mutlak kemudian diikat dengan Nas yang lain maka hendaknya kita berusaha untuk menggabungkan semua nas-nas yang datang di dalam masalah tersebut Al Imam Ahmad rahimahullahu taala pernah mengatakan Al haditu idza lam tajma turuqohu lam tafhamhu ini hadis kalau seandainya engkau tidak berupaya untuk menggabungkan semua jalan-jalan periwayatannya engkau tidak akan mampu memahami makna hadis tersebut dengan sesungguhnya Wal haditu yufiru ba’uhu ba’ karena hadis itu ya akan menafsirkan satu dengan dengan yang lainnya sebagaimana ulama yang lain mengatakan seperti Al Imam Yahya Bin Min rahimahullahu taala ya Siapa yang mengambil hadis kurang daripada 30 Jalan maka kami tidak akan mengambil darinya hadis tersebut oleh karenanya ya kalau kita memperhatikan di antara sebab penyimpangan sebagian firkah di dalam masalah keyakinan di dalam masalah akidah karena mereka mengambil sebagian dalil kemudian meninggalkan sebagian dalil yang lainnya ini di antara sebab ya yang menjerumuskan sebagian firkah di dalam Islam ke dalam penyimpangan ya di dalam masail-masail aadiyah di dalam masalah-masalah keyakinan contoh kata Syekh firqah murjiah ya Di mana mereka hanya mengambil dalil-dalil yang terkait dengan masalah janji kebaikan alwa’ad ya Bahwasanya Allah subhanahu wa taala maha pengampun Allah Maha Penyayang kepada hamba hambaNya dan mereka melalaikan nas-nas yang terkait dengan ancaman Allah subhanahu wa taala mereka melalaikan dalil-dalil yang terkait dengan kerasnya siksa Allah subhanahu wa taala hanya berpegang terhadap dalil yang terkait dengan ya kemurahan Allah rahmat Allah kasih sayang Allah subhanahu wa taala namun mereka tidak mengambil dalil yang terkait tentang ancaman-ancaman Allah subhanahu wa taala maka mereka jatuh ya ke dalam satu Penyimpangan di dalam agama di dalam masalah keyakinan lawan dari mereka adalah orang-orang khawarij Di mana mereka mengambil nas-nas waid yang terkait dengan ancaman-ancaman dari Allah subhanahu wa taala ya kemudian mereka melalaikan dalil-dalil yang lain yang terkait dengan ampunan Allah dengan rahmat Allah dengan kemurahan Allah subhanahu wa taala sehingga mereka mudah di dalam ya mengkufurkan orang-orang beriman di dalam mengkafirkan kaum muslimin maka ahlusunah bersikap pertengahan di antara orang-orang murjiah dengan orang-orang khawarij ahlus sunah menggabungkan antara nas-nas yang datang terkait dengan masalah wa’dun dengan masalah janji baik dari Allah subhanahu wa taala dengan waid dengan ancaman Allah subhanahu wa taala maka mereka berada di atas akidah yang sahihah di atas akidah yang benar karena mereka menggabungkan antara nas-nas tersebut dan tidak mengamalkan sebagian dan meninggalkan sebagian yang lainnya dan ini Taufik dari Allah subhanahu wa taala Min wasailimahtiatah sunah Wah Min asbabtiqqidahqad Alf kitab sunah kqiah la fha majaz w had alfazzat nabi Karim wanzal Allahu balik kitabahu bilatab F majaz whauj had Allah Az W nazinunirinisanabi muinh Islam kitabahi ras Sallallahu Alaihi wasallamahu muqidahu muq Bim yubinah fisa fhaun minika majaz kuqiah W asbab Hadah an alfaz Al Kitab sunah fha majaz Wada H Ila Tail kathir minususawf khir fabtiqad bbab maslak tinaat hu maazahahmanwa tiwa Lais makqsudan HF majazi wnatil W rabuka Wal malakan saa la Allah laji W Inama majazzulahm nuzul allahamaunya k hadis sahihinqsud nuzulrahmah rahmatullahu alqsud iratwab alghadabsud irquah W Alf majaziah Wu Azza W lafir warham wawi W yanzil wajiuilakah ah sunah qfabiah kfhamabitiwa Fah Az wrahmanwaahu huf Majud Fi ab lakin lillahi mintiwa Ma Yali bihi Wal makhluk mintiwaali bihi faistiwa kaltiwa wakinf bimnaadrak fahu thait Fi w fwaqiwa majazi k [Musik] kitabahl mair muslimin rahimani warahimakumullahu AJM di antara wasilah wasilah yang sangat Agung yang dengannya seorang hamba tsabat di atas akidah yang sahihah yang dengannya Allah subhanahu wa taala menjaga akidah ahlusunah Wal Jamaah adalah meyakini bahwasanya semua lafaz-lafaz yang terdapat di dalam nas-nas al-quranul Karim dan juga sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah lafaz-lafaz yang Hakiki bukan lafaz yang sifatnya majaz tapi sesuai dengan hakikatnya ya bukan bukan perkara yang sifatnya majazi sebagaimana Allah subhanahu wa taala telah menurunkan kitabnya al-qur’anul Karim kepada nabinya Sallallahu Alaihi Wasallam dengan bahasa Arab yang dipahami oleh orang-orang arab Allah subhanahu wa taala berfirman kami atau Allah subhanahu wa taala menurunkan al-qur’an tersebut dengan perantara malaikat jibril yang menyampaikan al-qur’an kepada hatimu wahai Muhammad Agar engkau termasuk ke dalam orang-orang yang memberikan peringatan kepada manusia dengan bahasa Arab yang gamblang dengan bahasa Arab yang nyata maka Allah subhanahu wa taala menurunkan al-qur’anul Karim kepada nabinya Sallallahu Alaihi Wasallam dengan menggunakan bahasa Arab yang dipahami oleh kaum muslimin oleh orang-orang Arab syyaekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala pernah berkata bahwasanya setiap lafaz yang terdapat di dalam nas-nas al-qur’anul Karim dan juga sunah rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam maka lafaz-lafaz tersebut diikat maknanya dijelaskan maknanya sesuai dengan hakikatnya dan tidak ada di dalam nas-nas tersebut lafaz-lafaz yang memiliki makna majaz dan di antara sebab yang menjadikan sebagian manusia mereka menyimpang dari akidah yang sahihah dari keyakinan yang benar adalah keyakinan adanya majaz di dalam nas-nas syariat di dalam al-qur’anul Karim dan Sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai contoh kata Syekh ya firqah muatilah orang-orang yang Mereka menolak sifat-sifat Allah subhanahu wa taala di antara sebab terbesar penyimpangan mereka ketika mereka lancang berani menolak sifat-sifat yang datang di dalam nas-nas al-quran dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena mereka berjalan ya di atas kaidah tersebut yakni meyakini adanya majaz di dalam nas-nas al-quran dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga mereka menolak sifat-sifat Allah subhanahu wa taala dengan dalalih bahwasanya yang dimaksudkan bukan hakikatnya tapi majaz dari lafaz tersebut sebagai contoh mereka menakwilkan atau merubah makna firman Allah subhanahu wa taala ketika Allah subhanahu wa taala mengabarkan arrahmanu Alal arsyawa Bahwasanya Allah subhanahu wa taala zat yang maha Rahman beristiwa di atas arsynya mereka merubah Makna istiwa tersebut mereka mengatakan bahwasanya istawa yang dimaksudkan bukan pada hakikatnya tapi majaz dan maknanya adalah istul Allah menguasai sehingga mereka apa sebagaimana mereka juga merubah sifat Allah subhanahu wa taala ketika Allah mengabarkan tentang dirinya wuka dan rabmu datang mereka mengatakan bahwasanya yang datang bukan Allah subhanahu wa taala tapi yang datang adalah rahmat dan kasih sayang Allah subhanahu wa taala ya sebagaimana mereka juga wil atau merubah ya makna rahmat Allah subhanahu wa taala dengan iradatwab keinginan untuk memberikan ganjaran memberikan pahala mereka juga merubah makna sifat gadab sifat marah Allah subhanahu wa taala dengan iradah keinginan untuk memberikan hukuman ya maka mereka memalingkan lafaz-lafaz tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala yang disebutkan t dalam nas-nas al-quranul Karim dan juga sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena mereka meyakini adanya majaz di dalam lafaz-lafaz tersebut di dalam nas-nas Syari maka ahlusunah Wal Jamaah diberikan Taufik oleh Allah subhanahu wa taala untuk berjalan di atas akidah yang sahihah dan mereka ya memaknai semua sifat-sifat yang dikabarkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam wasam sebagaimana hakikatnya sebagaimana yang diterangkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Allah mengatakan arrahmanu Alal arsawa ahlusunah mengatakan Bahwasanya Allah istawa dengan hakikatnya dan makna istiwa adalah alulu W irtifa Allah subhanahu wa taala tinggi di atas semua makhlukNya akan tetapi ketika ahlus sunah menetapkan sifat istiwa bagi Allah subhanahu wa taala maka mereka menetapkan sifat tersebut dengan keyakinan bahwasanya semua sifat Allah tidak sama dengan sifat makhlukNya ketika sebagian makhluk istawa ya maka istiwanya Allah dengan istiwa makhluk tidak sama hakikatnya dan ini berlaku untuk semua sifat-sifat allah subhanahu wa taala setiap sifat yang dimiliki oleh Allah subhanahu wa taala yang secara lafaz sama dengan sifat makhluk maka sifat Allah subhanahu wa taala hakikatnya tidak sama dengan sifat makhluk Allah subhanahu wa taala sesuai dengan kemahaempurnaan Allah sedangkan sifat makhluk sesuai dengan kelemahan dan kekurangan makhluk tersebut wasahqam alaihaaslimuam muahwa q Allah Az W falabik la yakima faajar bainahumma laaju Fi anusihimaj mimusimu tlim sunahlim Wam walamq WWA mu maasir muslimin rahimani warahimakumullahu AJM di antara wasail atau wasilah yang mengantarkan seorang hamba untuk sabat istikamah di atas akidah yang sahihah adalah tunduk dan patuh bersikap Taslim terhadap nas-nas yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam dan kita tidak membenturkan dalil-dalil tersebut dengan hawa nafsu kita atau dengan akal dan logika kita sebagaimana Allah subhanahu wa taala berfirman maka demi rabbmu wahai Muhammad mereka tidak beriman sampai mereka menjadikan engkau sebagai Hakim dalam apa yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak mendapati ketidaknyamanan di dalam hati mereka atas apa yang kau putuskan dan mereka Taslim mereka tunduk dan patuh terhadap ketentuan Allah terhadap hukum Allah subhanahu wa taala maka di antara perkara yang menjaga ahlus sunah untuk istikamah di atas akidah yang sahihah adalah ketundukan mereka Taslim mereka terhadap dalil-dalil yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam mereka tidak membenturkan dalil-dalil tersebut dengan hawa nafsu mereka dengan akal dan logika mereka tapi mereka menjadikan akal mereka logika mereka tunduk di bawah keterangan dalil yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam maka Barang siapa yang berjalan di atas metode tersebut dia tunduk di atas dalil yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam Allah akan berikan dia keistiqamahan di atas akidah yang benar Minal wasail allati asallahu biha ahl Istiq alidah wakat lahmah Aliman bilmabihi waluhkam kalamillahq kq Min Allah Tabarak wa taala waadutabih iluhkam Kama Allah Az W ANZ alik kitab Aat muhkamatul kitab mabatas amุนู Amina W sunah amah kadimanadu alutabihkamamamf muslimin wal muslimat rahimani warahimakumullahu ajmain di antara wasilah yang akan menjaga seorang hamba mengantarkan seorang hamba untuk istikamah di atas akidah yang sahihah adalah mengimani nas-nas syariat baik Nas yang bersifat mutasyabih ataupun Nas yang bersifat muhkam dari nas-nas al-qur’anul Karim sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala ketika Allah subhanahu wa taala berfirman dialah Allah yang telah menurunkan kepada engkau wahai Muhammad Alkitab ini al-qur’anul Karim di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah Umul kitab dan sebagiannya ada ayat ayat yang mutasyabihat adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyimpangan maka mereka berusaha mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat tersebut berusaha untuk meninggalkan ayat-ayat yang muhkamat dan mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat adapun orang-orang yang kokoh di dalam keilmuan maka mereka mengatakan bahwasanya semua datang dari sisi Allah subhanahu wa taala kita mengimani semuanya baik yang mutasyabih ataupun yang muhkam semuanya datang dari sisi Allah Subhanahu subhanahu wa taala maka ahlus sunah mereka terpelihara dari berbagai macam penyimpangan karena mereka menerima semua ayat-ayat yang datang dari Allah subhanahu wa taala baik ayat-ayat yang bersifat muhkam ataupun ayat-ayat yang bersifat Mut apun orang-orang yang menyimpang Adapun ah orang-orang yang menyimpang dari Jalan Kebenaran maka mereka mendahulukan ayat-ayat yang mutasyabihat dan mereka meninggalkan ayat-ayat yang muhkamat ุธimahahqqidah Wah maah wab Z wa wwarijinaqahah Fah takfliminahah warakamhas Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yqraun Quran yahsabun annahu lahum wahu alaiim Lim lamfamran lamfqahuahabah radhiall anhumqahzlak w l rahimani warahimakumullahu ajmain di antara wasilah yang akan mengantarkan seorang hamba untuk tbat istikamah di atas akidah yang sahihah adalah merujuk mengembalikan pemahaman nas-nas Alquran dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada penjelasan para ulama Salaf kita berupaya untuk memahami Nas Alquran dan Sunah Dengan pemahaman kaum Salaf saleh dan ini di antara wasilah yang sangat Agung yang dengannya ahlus sunah terjaga dari penyimpangan yang dengannya mereka istiamah di atas akidah yang sahih karena barang siapa yang memahami nas-nasquran quanul Karim dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan meninggalkan pemahaman para sahabat pemahaman kaum Salaf maka dia akan tersesat di dalam memahami nas-nas tersebut di antara contoh penyimpangan sebagian firkah di dalam Islam adalah orang-orang khawarij ya sampaisampai mereka mengkafirkan para sahabat sampai-sampai mereka ya keluar dari ketaatan kepada Ali Bin Abi thb sampai-sampai mereka keluar ketaatan keluar kepada ketaatan kepada Utsman bin Affan radhiallahu taala Anhu Bahkan mereka yang mengkafirkan banyak di antara para sahabat ridwanullahi alaihim jam Ya Termasuk ke dalamnya sahabat-sahabat ikut dalam perang Jamal dan perang sifin mereka kafirkan semuanya ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berkata mereka membaca Alquran mereka mengira bahwasanya yang mereka baca Ya itu untuk mereka padahal kata Allah kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang mereka baca akan menjadi hujah bagi mereka akan menjadi bumererang bagi mereka di hadapan Allah subhanahu wa taala karena mereka memahami nas-nas al-quran dan Sunah rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam Dengan pemahaman mereka sendiri dengan meninggalkan pemahaman manus manusia-manusia terbaik dari kalangan para sahabat ridwanullahi alaihim Jaman Maka di antara bentuk keselamatan seorang hamba agar dia istikamah di atas akidah yang sahihah adalah dengan berusaha untuk memahami setiap Nas yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam dengan merujuk kepada pemahaman kaum Salaf pemahaman para sahabat ridwanullahi alaihim Jamian baik nantqil ilismani wahu alq Bil wasilaliahq bilibadah walfal Win had wasail awan du Allah Wal allahbat fainahu Min Aam asbabbatakidahq ja had Anas in Malik radhiallu anh Rasulullah sall [Musik] W Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallamah wahuid W Adam muslimin rahimahimakumullah AJM setelah kita menyelesaikan macam yang pertama kita berpindah ke macam wasilah yang kedua yang terkait dengan wasail Amaliah wasilah-wasilah Amaliah yang terkait dengan peribadatan kita ibadah kita kepada Allah subhanahu wa taala maka di antara wasail tabat Amaliah yang pertama kata syikh adalah addua ketika kita mengharapkan keistikamahan di atas akidah yang sahihah maka hendaknya kita memperbanyak doa meminta tabat meminta istiqamahan kepada Allah subhanahu wa taala karena doa adalah seagung-agung wasilah yang akan mengantarkan seorang hamba kepada jalan keistikamahan di dalam hadis Anas bin Malik radhiallahu taala Anhu wa ardah beliau menuturkan dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau seringkiali berdoa berucap dengan lisannya memohon keistikamahan kepada Allah subhanahu wa taala di antara doa yang paling sering terucap oleh lisan rasulullahallahu Alaihi Wasallam kata Anas bin Malik adalah ucapan beliau ya Ya Allah wahai yang membolakbalikkan hati manusia kokohkan hatiku di atas agamu kokohkan hatiku di atas agamu maka kata Syekh lihat ini nabi kita muhammadahu wasam manusia yang paling mulia manusia yang paling bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala bahkan beliau adalah seorang pemimpin umat manusia di hari kiamat nanti beliau senantiasa minta ketetapan hati kepada Allah subhanahu wa taala beliau senantiasa minta istikamah kepada Allah subhanahu wa taala maka kita lebih layak untuk minta keistikamahan kepada Allah subhanahu wa taala karena doa di antara seagung-agung sebab yang mengantarkan seorang hamba kepada Jalan keistikamahan kata Syekh jangan seseorang dia hanya bersandar dengan usahanya jangan dia bersandar dengan apa yang dia miliki saat ini tapi hendaknya kita berupaya untuk senantiasa minta kepada Allah berdoa kepada Allah subhanahu wa taala karena hati-hati kita di tangan Allah subhanahu wa taala yang memberikan ik kepada seorang hamba istiamah hanyalah Allah Subhanahu wa taalaqwakabak wa taala Allahu azzawakaliuab wbu fahu Kaf inahina aman wawakal inamainariitan masuk w allahz wahwakin u wfahar nafsahuti Tabarak wa taala maasiral muslimin rahimani warahimakumullahu ajmain di antara wasail Amaliah yang mengantarkan seorang hamba kepada jalan keistiqamahan adalah Berserah diri kepada Allah subhanahu wa taala bertawakal hanya kepada Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman waman yatawakal alallah fahua hasbuh Dan Barang siapa yang bertawakal kepada Allah Siapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah subhanahu wa taala maka Allah subhanahu wa taala akan memberikan kecukupan kepada dirinya dan makna kecukupan di sini kata para ulama Allah akan memberikan kecukupan kepada dia Allah akan menjaga dirinya dari berbagai macam penyimpangan dari berbagai macam keburukan ketika seorang hamba dia bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala maka Allah subhanahu wa taala akan melindungi hamba tersebut dengan penjagaan Allah subhanahu wa taala dari berbagai macam di dalam di dalam agama karena setan hanya akan menyimpangkan seorang hamba yang dia tidak bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana Allah subhanahu wa taala firmankan ketika menjelaskan tentang ya kekuatan setan tentang usaha setan untuk memalingkan orang-orang beriman dari jalan keistiamahan Allah menerangkan bahwasanya setan tidak punya kekuatan untuk memalingkan orang-orang yang beriman kepada Allah Subhan taala dan mereka bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala sesungguhnya Sultan atau kekuatan setan hanya mampu dia jalankan kepada orang-orang yang menjadi wali-wali setan yang tidak Bersandar kepada Allah subhanahu wa taala yang tidak bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala setan tidak bisa ya memalingkan seorang hamba yang dia dijaga oleh Allah subhanahu wa taala dan di antara sarana agar kita mendapatkan penjagaan Allah subhanahu wa taala adalah dengan kita bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala maka ketika kita mengharapkan istikamah di atas akidah yang benar di atas akidah Yang sahihah hendaknya kita berupaya untuk bertawakal berserah diri hanya kepada Allah subhanahu wa taala wasqidah alaliah alistiqamah alaah Wal iman Kama qal Allah Azza wajal yabitullina amanu bilquulabit F haunya waakhirahudalimina wafalu Maha wqala Tabarak wa taala walau annahum fa’alu Ma yaduna bihi lakana Khairan lahum wa asadda tbitaan Hadah ybitqamahinaqamu an waanamaamauutha muqabil H Yakul Allah Az Wal kharahud falma zagu a allahlubahagwarim Allah mimma yahf muslim dinahid mulazamatatah Tabarak W taala Ma am muslimin rahimahimakumullahu a di antara wasilah mengantarkan seorang hamba kepada keisahan dari il Amah adalah istiamah di atas keimanan kepada Allah subhanahu wa taala istiamah di atas amal-amal ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman kata Allah subhahu wa taan orang-orang yang beriman dengan kalimat yang Q di dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat mka dan Allah subhahu wa taala akan menyesatkan orang-orang yangalim dan Allah subhanahu wa taala berbuat apa yang dia kehendaki di ayat yangin Allah subahu wa tafman kalau seandya mereka menjalankan apa yang diperingatkan kepada mereka mereka menjalankan apa yangasatkan kepada Mere maka itu lebih baik bagi mereka dan lebih mengokohkan keimimanan Mere k syek makaat di kepada Allah subhanahu wa taala adalah di antara wasilah yang akan mengokohkan hati seorang hamba di atas nikmat Hidayah sebagaimana satu kebaikan yang kita kerjakan akan membuka pintu pintu kebaikan yang lain maka satu keburukan yang kita lakukan satu dosa yang kita kerjakan akan membawa akan membuka pintu-pintu dosa yang lainnya sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa taalaamag aahuubahum ketika Allah subhanahu wa taala berfirman tentang orang-orang ahli kitab ketika mereka melenceng dari tuntunan Allah subhanahu wa taala ketika mereka membuka pintu-pintu penyimpangan membuka pintu-pintu kemaksiatan maka Allah subhanahu wa taala lencengkan hati mereka Allah subhanahu wa taala palingkan hati mereka dari Hidayah Allah subhanahu wa taala sehingga mereka tersesat setelah diberikan Hidayah oleh Allah subhanahu wa taala maka saudaraku yang Allah muliakan di antara wasilah yang akan mengantarkan seorang hamba kepada keistikamahan di atas agama di atas akidah yang sahihah adalah kita berupaya sekuat tenaga untuk terus istikamah di atas amal-amal kebaikan di atas ketaatan kepada Allah subhahu taalaiahabak wa taalaah Nabi Sallahu alaii Wasallam [Musik] muahir ir had hu Mas kirlamah qadahih wa ahl inirf Ahlul jahl asirk sebab jahaltil Saab jahalbih Saab Jahal albid Saab Jahal k Ibad masuah I Abbas rhiallahhum in laam R maan minniah faakar I abbasitan Yah lias Bi Ibnu Abbas Bim Fadar masim muslimin muslimatahimumullah di antara yang mengantarkan seorang hamba untuk di atas akidah yang sahihah adalah bertaf fidin mempelajari ilmu agama membekali diri kita dengan ilmu agama dengan cara-cara yang telah dituntunkan oleh syariat kita sebagaimana sabda rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis muawiyah bin Abi Sufyan di dalam asahih yang dikeluarkan Al imam albukhari dan Muslim rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda mandillahuiru fidin kata nabi yang mulia Siapa yang diinginkan kebaikan oleh Allah subhanahu wa taala niscaya Allah akan jadikan dia paham tentang urusan agamanya kata syikh hadis di atas menunjukkan bahwasanya pemahaman yang benar tentang tentang agama adalah sumber kebaikan bagi seorang hamba pemahaman yang baik tentang agama adalah sumber keselamatan bagi seorang hamba maka mafhumul mukhalafah pemahaman kebalikan dari hadis di atas sebagaimana disebutkan oleh syaikhul Islam IBN Taimiyah rahimahullahu taala Beliau mengatakan bahwasanya seorang hamba yang tidak di inginkan kebaikan oleh Allah subhanahu wa taala Allah akan jadikan dia jauh dari pemahaman tentang agama ketika Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya seorang hamba yang diinginkan kebaikan oleh Allah Allah jadikan dia paham tentang urusan agamanya maka pemahaman kebalikan dari hadis tersebut ketika seorang hamba tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah Allah Jadikan Dia orang yang lalai terhadap urusan agamanya Allah Jadikan Dia orang yang tidak paham dan tidak berusaha memahami tentang Urusan Agama Allah subhanahu wa taala maka ahli Istiqamah orang-orang yang Istiqamah adalah orang-orang yang berusaha untuk memahami agama Allah subhanahu wa taala dan kalau kita perhatikan kata Syekh bahwasanya setiap penyimpangan yang dilakukan oleh manusia maka asasnya adalah kejahilan segala macam bentuk penyimpangan segala macam bentuk ya kesesatan maka asasnya adalah kebodohan tentang agama yang benar tentang agama yang dibawa oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika seseorang berbuat kesyirikan maka seringkiali ya asasnya adalah karena kebodohan tentang masalah tauhid tentang bahaya kesyirikan kepada Allah subhanahu wa taala Ketika seseorang berbuat perkara bidah di dalam agama maka seringkiali karena kejahilan dia tentang sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam demikian pula segala macam bentuk penyimpangan di dalam agama maka asasnya adalah kejahilan tentang agama Allah subhanahu wa taala sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas radhiallahu taala anhuma pernah mengatakan inniam kata Abdah bin Abbas aku tidak mengetahui ada seseorang yang kematiannya paling Ditunggu oleh setan darada aku k Abbas aku tidak mengetahui ada seorang laki-laki yang kematiannya paling dinanti oleh setan paling dicintai ole setan Dar aku k karenaia yaead oleh Allah subhanahu wa taala sebagai pembawa ilmu yang diwariskan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka Ibnu Abbas mengatakan bahwasanya setan tidak akan mampu menyimpangkan seorang hamba yang dia berjalan di atas ilmu dan ketika ahli ilmu diangkat oleh Allah subhanahu wa taala ya maka setan akan bergembira karena dengan diangkatnya ilmu akan tersebar kejahilan akan tersebar kebodohan di tengah masyarakat dan ya di antara sebab berbagai macam kerusakan adalah tersebarnya kebodohan di tengah masyarakat wallahuam wasqidah W was wiah wjanabah wamha mujanabj mujalum W fam wq Fi tilkaalat Allahu F kitabihilakim Allah Az Wal wa rainai Aina ahb wq Malik Anas la tumak am Mal ha Hawa waq Imam Ahmad wa tusyawir ahl bid fiik wqahum ffarik maasaral muslimin rahimani warahimakumullahu ajmain kita berpindah ke macam wasilah yang ketiga itu wasilah-wasilah yang terkait dengan wasilah wiqaiah ya pencegahan yang terkait dengan meninggalkan dan menjauhi pintu-pintu keburukan kita berusaha untuk menjaga diri kita agar Istiqamah dengan meninggalkan dan menjauhi pintu-pintu burukan di antaranya kata Syekh adalah dengan berusaha untuk menjauhi bermajelis dengan ahlil bidah dengan orang-orang yang menyimpang dari agama Allah subhanahu wa taala karena menjauhi majelis-majelis mereka adalah di antara sebab keselamatan seorang hamba di antara sebab seorang hamba terjaga di atas akidah yang yang benar sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala waidzaitadina yakuduna Fi ayatina fa’rid anhum Hatta yakudu Fi hadittin Giri kata Allah subhanahu wa taala ketika apabila engkau melihat ya orang-orang yang berbicara tentang ayat-ayat Allah subhanahu wa taala dengan tujuan yang buruk berbicara tentang ayat-ayat Allah subhanahu wa taala dengan tanpa ilmu maka berpalinglah dari mereka sampai mereka masuk pada topik pembahasan yang lainnya ini larangan dari Allah subhanahu wa taala kepada orang-orang beriman untuk turut serta bermajelis dengan orang-orang yang memperolok-olok ayat Allah subhanahu wa taala yang membicarakan ayat-ayat Allah subhanahu wa taala tanpa ilmu yang yang benar maka ini adalah bimbingan dari Allah subhanahu wa taala kepada orang-orang beriman untuk menjaga keselamatan agama mereka dengan cara meninggalkan majelis-majelis yang menyimpang dari agama Allah subhanahu wa taala Imam Maimun bin mihran rahimahullahu taala pernah berkata janganlah engkau mendengarkan ya dengan telingamu kepada perkataan ahlil Ahwa orang-orang yang berusaha untuk mempertuhankan hawa nafsunya orang-orang yang berusaha untuk menjadikan pondasi agamanya adalah hawa nafsunya Jangan engkau dengarkan ucapan mereka karena engkau tidak pernah tahu apa di antara ucapan mereka tersebut yang akan menempel pada hatimu Ketika seseorang dia mendengarkan ucapan Ahlul bidah atau Ahlul Ahwa dia tidak pernah tahu mungkin ada dari kalimat yang diucapkan akan menempel pada hatinya yang menjadi syubhat bagi dirinya yang sulit untuk apa keluar ya setelah kalimat tersebut masuk ke dalam hati seseorang Al Imam Malik rahimahullahu taala juga mengatakan kan bahwasanya seseorang tidak layak untuk mengambil ilmu dari shahibul Hawa dari pengikut hawa nafsu demikian pula nasihat para ulama yang lain yang sangat banyak yang menjelaskan kepada kita semua bahwasanya di antara jalan keselamatan yang menjadikan seorang hamba tsabat dan istikamah di atas akidah yang benar di atas agama yang benar adalah dengan berusaha membentengi diri kita dari bermajelis dengan orang-orang yang menyimpang dari agama Allah subhanahu wa taala wasil wiqah mutallah BK Fi istiqamahahqqtiqah mujan hawaqik fakala ya da waah [Musik] hawaah had muawiahah ahab bahat ak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam in alm yqadimasqli W hawah Allah Az wus makrah Wai k fajanub Hawa sababim asbabat Alin waluzum alqidahahihah maasiral muslimin rahimani warahimakumullahu ajmain di antara wasilah wiqaiah yang terkait dengan meninggalkan pintu-pintu keburukan di antara wasilah-wasilah penjagaan kita menjaga diri kita menjaga keselamatan agama kita menjaga keselamatan akidah kita dengan meninggalkan pintu-pintu keburukan kata fadilatus syikh adalah dengan berusaha untuk menjauhi hawa nafsu di dalam kita beragama kita berupaya untuk tidak mengekor kepada hawa nafsu kita di dalam beragama dan Allah subhanahu wa taala telah atkan kita dari bahaya mengikuti hawa nafsu ini sebagaimana yang Allah firmankan kepada Nabi Daud alaih salam ketika Allah subhanahu wa taala berfirman wahai Daud Sesungguhnya kami telah menjadikan Engkau sebagai khalifah di atas muka bumi maka berhukumlah Ketika engkau menghukumi manusia maka hukumi mereka dengan kebenaran dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu Hawa nafsumu sehingga kamu tersesat dari jalan Allah subhanahu wa taala sehingga engkau menyimpang dari jalan Allah subhanahu wa taala maka Allah subhanahu wa taala pada ayat di atas memerintahkan nabi Daud Alaihi Salam ketika berhukum menghukumi manusia berhukum dengan kebenaran berhukum dengan apa yang Allah subhanahu wa taala tuntunkan dan tidak menjadikan hawa nafsu sebagai sumber hukum kita sehingga kita menyimpang dari jalan Allah subhanahu wa taala menyimpang dari Hidayah Allah subhanahu wa taala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya umatku kelak mereka akan terpecah menjadi 73 firkah dalam seban riwayat disebutkan 73 millah kata nabi yang mulia ya umat beliau kaum muslimin di kemudian hari akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya diancam masuk ke dalam neraka Allah subhanahu wa taala kecuali satu kelompok di antara mereka dalam sebagian riwayat disebutkan kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya mereka yang menyimpang adalah orang-orang yang hawa nafsu mereka merasuki jiwa-jiwa mereka sebagaimana seseorang yang terkena penyakit rabiies ya terserang oleh hawa nafsu mereka yang mereka menyimpang karena mereka menjadikan hawa nafsu mereka sebagai asas di dalam beragama sebagai asas di dalam membangun akidah-akidah mereka Maka kata Syekh mereka atau firkah-firkah tersebut mereka menyimpang disebabkan karena mereka mengikuti hawa nafsu mereka sedangkan ahlus sunah mereka dijaga oleh Allah subhanahu wa taala dari berbagai macam penyimpangan karena mereka berupaya untuk mengikuti petunjuk yang datang dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam maka menjauhi hawa nafsu adalah diantara sebab yang sangat besar yang mengantarkan seorang hamba untuk istikamah di atas agama Allah istiamah di atas akidah yang sahihah inasi muhlikah Allah Azza Wan alaim Ma Kanu yibunanirbama yakajulasita la ysik wqadf alidfahid yูู watir ู
ู musliminq fitanb alaiimzunubta gaubahumanfahumqq qal Allah Az wajall kamaqadam F khabah famma widqamtikab faasu walih zag Fa yamlik aag minhu Ma yamliktu hadimag F yamlik auhu maamlik laalirah lakin a Allah Yan ybah Wali Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya musbi wirahqah ak muslimll [Musik] a di antara wasilah-wasilah wiqaiah sebagai bentuk penjagaan penjagaan atau pencegahan agar seseorang tidak menyimpang dari akidah yang sahihah agar seseorang tabat di atas akidah yang sahihah adalah menjauhi segala macam bentuk kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa taala karena maksiat dosa adalah pintu yang membawa seseorang kepada jalan-jalan penyimpangan dosa dan maksiat adalah wasilah yang menyebabkan seseorang terhalang dari tabat dan istiamah di atas jalan-jalan kebaikan sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa kata Allah subhanahu wa taala sekali-kali tidak apa yang mereka lakukan adalah akibat dari kotornya hati mereka akibat dari gelapnya hati mereka disebabkan karena dosa-dosa dan maksiat yang mereka lakukan dan makna Ran kata para ulama adalah ya hitamnya hati kotornya hati sehingga hati seseorang tidak lagi mampu melihat mana yang hak dan mana yang batil ketika hati seorang hamba qotor dengan dosa dan maksiat yang dia lakukan sehingga hati tersebut tidak mampu istikamah di atas jalan Hidayah sehingga hati tersebut tidak lagi mampu merasakan indahnya ketaatan manisnya ibadah kepada Allah subhanahu wa taala sebagian salah pernah mengatakan bahwasanya alsiatu baridul kufri kemaksiatan adalah pintu kekufuran kepada Allah subhanahu wa taala pintu-pintu maksiat adalah pintu-pintu yang mengantarkan seorang hamba yang ujungnya adalah kufur kepada Allah subhanahu wa taala maka maasir muslimin rahimakumullah dosa-dosa itulah yang memalingkan banyak di antara kaum muslimin dari Jalan Kebenaran dosa-dosa itulah yang memalingkan kaum muslim dari jalan-jalan keistikamahan dan setan ya punya cara yang sangat licik untuk memandingkan seorang hamba dari agama Allah subhanahu wa taala dengan membuka pintu-pintu keburukan pintu-pintu kemaksiatan ya dia berusaha untuk menarik Seorang muslim dari Pintu Hidayah kepada pintu-pintu penyimpangan yang ujungnya adalah kekufuran kepada Allah lewat pintu-pintu kemaksiatan sedikit demi sedikit dia buka pintu tersebut sampai ujungnya dia kufur kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana firman Allah tabaraka wa taala tentang orang-orang yahud kata Allah subhanahu wa taala falamma zagu azagallahu qulubahum ketika mereka menyimpang ketika mereka membuka pintu-pintu keburukan pintu-pintu penyimpangan maka Allah subhanahu wa taala memalingkan hati mereka Allah melencengkan hati mereka dari Hidayah Allah subhanahu wa taala maknanya kata k para ulama di antara makna ayat di atas adalah ketika mereka menyimpang dari ketaatan kepada Allah ketika mereka berbuat maksiat dengan tangan-tangan mereka dengan kaki-kaki mereka ketika mereka berbuat maksiat dengan pandangan-pandangan mata mereka akhirnya Allah palingkan hati mereka dari Hidayah Allah subhanahu wa taala karena ya inti penyimpangan adalah penyimpangan hati tapi penyimpangan hati tersebut dibuka oleh tangan dibuka oleh pandangan mata ya sebagaimana ungkapan Sebagian ulama manag Fima yamlik azagallahu minhu maam yamlik kata para ulama Siapa yang menyimpang dalam perkara-perkara yang dia miliki maka Allah akan paling darinya apa yang tidak dia miliki yakni manusia kata Syekh ya memiliki tangannya ya dia menggerakkan tangannya dia mengarahkan pandangan matanya dia melangkahkan kakinya itu yang dia miliki ketika seorang anak Adam yang tidak mampu menjaga nikmat Allah yang Allah berikan kepada dirinya dia gunakan nikmat matanya nikmat tangannya nikmat kakinya untuk maksiat kepada Allah subhanahu wa taala Allah akan palingkan hatinya ini yang suatu yang tidak kita miliki hati-hati kita ya ketika kita bermaksiat kepada Allah dengan tangan kita dengan mata kita maka akhirnya Allah subhanahu wa taala akan palingkan hati kita dan kita tidak bisa berbuat apa-apa Karena hati manusia di tangan Allah subhanahu wa taala oleh karenanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sangat sering meminta kepada Allah subhanahu wa taala untuk ditetapkan di atas keyakinan di atas keistikamahan di atas hati yang taat kepada Allah subhanahu wa taala di antara doa yang paling sering nabi baca adalah Allah ya Ya Allah wahai zat yang membolakbalikkan hati manusia palingkan hatiku untuk senantiasa istiamah di atas ketaatan kepadamu kata syikh maka hendaknya seorang mukmin waspada berhati-hati dari segala macam pintu dosa dan pintu maksiat karena setiap dosa dan maksiat yang kita lakukan sekecil Apun bisa menjadi wasilah yang mengantarkan kita kepada kekufuran kepada Allah subhanahu wa taala Jal mujak akan rahim rahimahumullu taala hadis Abi hurirah Nabi Sallallahu Alaihi wasallamahu inaldaakamimah maay fha yah mag y jahanam yahi jahanam riway muslimamimah la bihaan Y la Muh la Bi Baan yah yah Sab khifan sa khar jahanam hadif w musliminakam bikimat yulq f majalis yq fha yaharif muslimahf lisanahisan laramaikim yir amrarakam F Amr yujib Alf Wih kan I Masud radihiallahu anh Yakul Ma aulijisan Aisan Wana Abu Bakar Siddiq is a Abu bakaram fama Shah Amr khirjalis ุนู ู ูุงู ุนู ูanู ูanุฎุต ุงูุดุจุงab ู
ููู
ู
isak khaj majim kuf Nabi Sallallahu alaii wasallam fam ymin Billahi walum akhirakhairanm Rajab rahimahahulam muah Im yam muahamahirir kalam in miniram Bih inir an maur imiraman wa bhair yir bar wirakahbi Sallallahu Alaihi Wasallam yillahhiririr Ma ูุงูุง winaahim warjuh ilaiama hadanaุนูaranaitana hadanaaii minm W iman uahu was Muhammad A muslimin rahimakumullah a poin terakhir yang beliau sampaikan di kesempatan yang berbahagia ini k Diar pgan seseorang tidak tergelincir kepada penyimpangan dari akidah yang benar agar seseorang mampu Sabat istiamah di atas akidah yang sahihah adalah menjauhi fudulul kalam berlebihan dalam hal berbicara berusaha untuk menjaga lisan-lisan kita tidak berbicara kecuali dalam perkara-perkara yang memang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat kita kata Syekh karena sesungguhnya kebanyakan ya perkataan manusia seringki mengantarkan kepada penyimpangan kepada ketergelinciran seringki lisan-lisan kita mengantarkan kita kepada ketergelinciran sebagaimana sabda rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis Abu Hurairah radhiallahu taala dikeluarkan oleh Al imam albukhari dan Muslim di dalam kedua sahihnya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sungguh ada seorang hamba yang dia berucap satu kalimat yang dia tidak berupaya untuk tabayyun tatabut tidak berupaya untuk memastikan kalimat tersebut baik atau tidak dia berucap satu kalimat yang dengannya dia terjerembam ke dalam neraka Allah subhanahu wa taala lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat dalam riwayat Imam muslim disebutkan bahwasanya kata nabi yang mulia ada seorang hamba yang dia berucap satu kalimat yang dia kira perkara yang tidak mengapa bukan perkara yang haram ternyata kalimat yang dia ucapkan tersebut membuat dia terjerembab ke dalam neraka jahanam selama 70 tahun lamanya maka kata Syekh hadis di atas memberikan nasihat kepada kita semuanya untuk ya seorang muslim berusaha untuk menjaga lisannya jangan sampai nikmat lisan yang Allah berikan kepada dirinya justru menjadi Sebab kebinasaan Dia di hari kiamat nanti sebagian kaum muslimin yang mereka banyak berbicara dengan lisannya dia bicara di setiap Majelis Ya dan dia tidak peduli Apakah kalimat yang keluar dari lisannya adalah kebaikan ataupun keburukan dia tidak pernah memikirkan dampak dari kalimat yang dia ucapkan tersebut ya sehingga dia terjerembap ke dalam neraka Allah subhanahu wa taala dimasukkan ke dalam neraka Allah subhanahu wa taala maka kewajiban seorang muslim adalah berusaha untuk menjaga lisannya jangan sampai keluar dari lisan kita kecuali kebaikan-kebaikan yang mendatangkan Rida Allah subhanahu wa taala sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiallahu taala Anhu pernah mengatakan tidak ada sesuatu yang lebih layak untuk dipenjarakan daripada lisan seorang hamba tidak ada sesuatu yang lebih layak untuk kita tahan daripada lisan-lisan kita sahabat yang mulia Abu Bakar ashiddiq radhiallahu taala anhu beliau mengambil lisannya seraya berucap Maw inilah yang menyebabkan Abu Bakar tergelincir ke dalam perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala ini menunjukkan betapa besarnya rasa takut kaum Salaf akan keburukan lisan-lisan mereka namun Sangat disayangkan kata Syekh sebagian manusia di zaman sekarang Dia berbicara ya berjam-jamb dalam tempo yang sangat panjang dan dia tidak mengetahui apa yang diaucapkan dengan lisannya bisa jadi yang terucap dari lisannya kalimat-kalimat kufur yang mengandung kekufuran kepada Allah subhanahu wa taala maka saudaraku yang Allah muliakan di antara kaidah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam perkara lisan adalah sabda Nabi yang mulia manana yminu Billahi Wal Yaumil akhir kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berucap yang baik atau dia Tahan lisannya dia Diam tidak berbicara dengan lisannya Al Imam alhafiz Ibnu Rajab alhambali rahimahullahu taala ketika menjelaskan hadis di atas Beliau mengatakan hadis tersebut menunjukkan kepada kita bahwas ucapan manusia tidak ada perkara yang mubah ya imma berkata yang baik atau seseorang diam dengan lisannya karena itu yang diberikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan tidak ada pilihan yang ketiga nabi hanya mengisyaratkan kepada kita tentang dua perkara terkait dengan lisan kita Imah kita berucap kebaikan dengan lisan kita kalau kita tidak mampu maka kita diam ya jangan pergunakan lisan kita dalam perkara-perkara yang tidak mengandung kebaikan oleh karenanya kata Syekh di penghujung pertemuan yang singkat ini kita mohon kepada Allah subhanahu wa taala untuk diberikan keteguhan diberikan ketetapan diberikan keistikamahan di atas nikmat iman dan nikmat Islam di atas nikmat ilmu dan nikmat akidah yang sahihah kita mohon kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah senantiasa memberikan Taufik dan hidayah kepada kita semuanya untuk kuat istikamah di atas agama Allah dan kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah tidak memalingkan hati kita dari jalan-jalan Hidayah setelah Allah memberikan Hidayah kepada kita kita memohon kesabatan kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana Allah yang telah mengeluarkan kita dari gelapnya kejahilan kepada cahaya ilmu kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah mengokohkan hati-hati kita di atas jalan ilmu di atas Iman di atas akidah yang sahihah wallahu taala Aam bisawab [Musik] ada pertanyaan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Apakah benar tadi disebutkan diaramberah yang sahih mohon dijelaskan dan contoh akidah yang bersumber dari iias e fadilat syekhina yaak alakhailakartum Fi aluhah an Min masadir alqidah asahihah hialqias asahih nju mumiadih wa almal Masail aqadiahna alqias asahih namqasahih masdar Min masadirqi Ah sunah wa ahah wasilahatahkamitabah wahuadu AHM wamir Ahad wahulama huqasmum wa Kun F Dar masad ah [Musik] sunahlalajumurahah wqfna alqasak Ma Ahi m Wam wmqas waqas ahahahu Mas sahih wq Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bilqias kabumqah yaas haramamam F istidamqas wama istihdamqas fqidahqikh islamiahqah q w maklukab Aa F minqq Iya beliau menjawab betul bahwasanya iias yang sahih adalah sumber rujukan di antara sumber-sumber akidah ahlusunah wal jamaah dan iias yang sahih adalah ya termasuk dalam sumber-sumber pendalilan yangu kalangan para ulama dan tidak ada seorang pun di antara ulama yang mengingkari ya kias ini kias yang sahih sebagai sumber pendalilan yang diingkari oleh para ulama adalah iias yang tercela ya iias yang tidak yang tidak tepat ya Tapi secara umum para ulama tidak ada yang mengingkari bahwasanya qias yang sahih adalah satu di anara ya sumber ya rujukan di dalam menetapkan satu hukum ya kata beliau dan saya sudah menjelaskan ya tentang masalah ini ketika ya saya ee menyampaikan di sebuah daurah yang berjudul ya sumber-sumber rujukan ahlusunah ya di dalam menetapkan satu satu hukum maka mungkin penanya bisa merujuk kepada ya Kajian tersebut atau daurah tersebut ya dan bahwasanya iias yang sahih adalah sumber dalil yang sahih ya dan para ulama mereka berhujah untuk menetapkan iias di antaranya Dengan hadis rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya nabi menggunakan kias ya nabi menggunakan kias Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Wi ahadikumq Ya pada kemaluan salah seorang Di Antara Kalian ada sedekahnya ya pada kemaluan salah seorang Di Antara Kalian ada nilai sedekahnya kata para sahabat Ya Rasulullah Apakah kita menyalurkan syahwat kita syahwat kemaluan kita di sana ada pahala dari Allah subhanahu wa taala maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya menggunakan analogi ya menggunakan kias kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana menurut kalian kalau seandainya seseorang dia meletak kemaluannya pada jalan yang haram Bukankah dia berdosa ketika seorang laki-laki menyalurkan syahwatnya pada kemaluan yang haram Bukankah dia berdosa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka demikian pula Ketika seseorang dia menyalurkan syahwatnya pada jalan yang halal maka dia mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa taala t ini di antara contoh penggunaan iias dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ya Adapun kias dalam masalah akidah ini juga ada di antara ya penjelasan para ulama sebagaimana penjelasan syaikhul Islam IBN Taimiyah rahimahullahu taala ya ketika beliau menjelaskan ya bahwasanya apa yang ditetapkan untuk makhluk ya berupa sifat-sifat yang terpuji maka Allah lebih utama dengan sifat tersebut ya dan disebut dengan iias Aulawi Ya semua sifat yang ditetapkan dan sifat terpuji untuk makhluk maka sifat tersebut ya lebih utama dimiliki oleh Allah subhanahu wa taala dan kias semacam ini disebut dengan qias Aulawi karena Allah subhanahu wa taala berfirman walillahil matsalul Aa dan bagi Allah subhanahu wa taala permisalan yang lebih Yang lebih tinggi lagi wallahuam yaakul alakh [Musik] asail Fi makanil amal Ana kalarib bis azzumala [Musik] waumalazibi [Musik] tanya Diat KJA saya di tempat kerja saya bagaikan orang asing dan kadang diolok-olok karena berjenggot dan celana cingkrang Bagaimana cara menjaga hati agar istikamah di atas sunah di tempat kerja awalan akh Yuh altiqamah Ali W muhfadah ala ibadatihi Ma wujud mustahziin F lahu AJR mudf ak Nabi Sallallahu Alaihi wasallamahuti ak zamanwamul minhum AJ khahabah minumum Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam humtiti ุญุซ insallahqam warah insallahakunahu nasib himwab jaazilamah Allah wanaiman ak Inah makrfsatahahahika ajliakqamtillah wq hadbail ghurababail ghuraba G ู
ูahad hiahaharahahw [Musik] Aal bikjrim Fi hidayatihim wasadihim W beliau menjawab yang pertama kita memberikan apresiasi kepada penanya atas ikhtiar yang beliau usahakan untuk senantiasa istikamah mengamalkan sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam meskipun dalam kondisi diperolok-olok oleh orang lain kata beliau Insyaallah pahala yang Atum mendapatkan dilipatgandakan oleh Allah subhanahu wa taala Ketika engkau berusaha untuk istikamah dan bersabar di dalam menyikapi gangguan manusia ketika seorang hamba berupaya untuk mengamalkan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka baginya pahala yang sangat besar dan bergembiralah wahai saudaraku bahwasanya nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah mengabarkan jauh-jauh hari bahwasanya akan ada di antara umat beliau di akhir zaman yang mana salah seorang di antara mereka yang hidup di akhir zaman akan mendapatkan pahala 50 dari ya para sahabat ridwanullahi alaihim Jamian mendapatkan pahala 50 orang sahabat ya ketika mereka berusaha bersabar untuk Istiqamah di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Siapakah orang yang akan diganjar oleh Allah dengan pahala 50 orang sahabat kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mereka adalah orang-orang yang berusaha untuk bertamuk mereka adalah orang-orang yang berusaha untuk berpegang teguh di atas sunahku ketika kondisi umat telah rusak tapi mereka berupaya untuk tetap Teguh tetap Isah berjalan di atas petunjuk nabiahu alaihikan mudahmudahanend bagian yang besar dari apa yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kabarkan di atas kemudian kata Syekh ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya tidaklah seorang hamba diganggu atau disakiti oleh manusia ketika dia berupaya untuk istikamah menjalankan agama Allah dia diganggu mendapatkan gangguan manusia dicibir diperalak-alak dan dia bersabar melainkan Allah subhanahu wa taala akan menjadikan gangguan manusia tersebut sebagai wasilah yang meninggikan derajat seorang hamba di hadapan Allah subhanahu wa taala Naam ya kita tentu tidak suka dengan olok-olok manusia kita tidak suka dengan gunjingan manusia tapi ketika kita berusaha untuk berjalan di atas kebenaran kita ya digunjing oleh manusia karena kita berupaya untuk berpegang teguh di atas agama Allah subhanahu wa taala maka Insyaallah apa yang kita benci tersebut akan menjadi wasilah yang mengangkat derajat seorang hamba di sisi allah subhanahu wa taala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdaa beruntunglah bagi orang-orang yang terasing Siapa Mereka kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seseorang yang berupaya untuk isamah di atas ketaatan berupaya untuk memperbaiki kondisi manusia ketika mereka di atas kerusakan Ya tentu terasing ya ketika kita hidup ya dalam kondisi seperti itu maka kita terasing tapi ketika kita bersabar kita berusaha untuk menjaga nikmat Allah subhanahu wa taala nikmat iman dan nikmat Islam nikmat sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Insyaallah itu akan menjadi sumber kebaikan bagi kita kemudian kata Syekh Anda berusaha untuk menjelaskan kepada teman-teman kerja Anda bahwasanya Anda apa yang anda lakukan ketika Anda berusaha untuk memanjangkan jenggot untuk mengangkat ya celana anda lebih daripada mata kaki ya maka itu bagian dari agama Allah subhanahu wa taala bagian dari tuntunan nabi sallallahu alaihi wasallam apa yang saya lakukan adalah bagian dari mengamalkan petunjuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wasallam dengan demikian kata beliau ya mudah-mudahan Anda bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain bisa menjadi pembuka Pintu Hidayah bagi orang lain yang dengannya derajat anda akan diangkat oleh Allah subhanahu wa taala [Musik] filik [Musik] ada pertanyaan apa yang dimaksud dengan hadis nabi Sallahu Alaihi wasam Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara kitabah dan akum kitab Wati nabi sallahhallam amarbait wqikh Islam iiah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam biahl bait ah Nabi Sallallahu alaii wasallam Wami hadf fiahahititqamlamqamaahuqqahit sallallahuaihi wasallamina wasahanah bait wasititahfah Abi th radhiallahu w khfidin i bakr waar I katailat sy ala hadis ini terkadang disalah pahami oleh sebagian orang terkadang sebagian orang ya mengira hadis ini merupakan bagian dari hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang lain Aku tinggalkan septinggalku dua perkara yang kalau seandainya kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya yang pertama adalah al-quranul Karim yang kedua adalah sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam maka sebagian orang mengira bahwasanya makna hadis ya kitaballahi warati yakni perintah untuk mengikuti secara khusus ahli bait Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini pemahaman yang yang kurang tepat ya syikhul Islam IBN Taimiyah rahimahullahu taala menjelaskan makna hadis di atas bahwasanya yang dimaksudkan dengantu fikum am kitabahi Wati ya terkait denganr atau ahli bait keluarga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka yang dimaksudkan dalam hadis tersebut adalah perintah untuk memuliakan mereka perintah untuk ya menunaikan hak-hak mereka ya dan itu pun adalah ahli bait nabi alaihialatu wasalam yang mereka Istiqamah di atas sunah rasulillah yang mereka istikamah di atas petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya keluarga Nabi alaihiatu Wasallam yang memang berjalan di atas apa yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tuntunkan ya adapun orang-orang yang menyimpang dari petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Meskipun mereka bagian dari ahli bait Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka mereka tidak mendapatkan hak tersebut ya karena hukum masalnya tidak ada ya kemuliaan ya atau perkara yang membedakan antara ahli dengan yang bukan ahli bait kecuali dari sisi memuliakan dan menunaikan hak mereka ya sebagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kaum muslimin untuk mengikuti jeziknya para sahabat ya di antara sahabat ada yang termasuk ke dalam ahli bait yang paling utama di antara mereka adalah Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala Anhu waardah ya dan nabi perintahkan ya untuk mengikuti sunahnya para khulafah asidin secara umum bukan sunah Ali Bin Abi Thalib secara khusus ya Bahkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan orang-orang beriman untuk mengikuti sunahnya Abu Bakar dan umaradu b Min badi Abi bakrin wa Umar kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya teladani dua sosok sahabat seeninggalku mereka adalah Abu Bakar asshiddiq dan Umar Bin Khattab radhiallahu maka hadis di atas maknanya adalah perintah bagi orang-orang beriman atau anjuran bagi orang-orang beriman untuk memuliakan keluarga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya menunaikan hak mereka yang mereka adalah orang-orang yang berusaha untuk istikamah di atas agama atau tuntunan rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam B soal n Astagfirullah baik soal terakhir di kesempatan siang hari ini ya ya barakallahu fikum Ka martabat Al Ihsan Bian nabudallah kaana narohu waam nakun narohu fainallaha Yar Ma yakni tarqahahq Hadi almabah barakallahu fikum hadtahahan billahqunab aham Az W majahi Basir alik yam waak yamuranana Al Il Billah Azza W Wana alaqad sahihabatam Rah atqabahillah Azza waltaama Yara rabbahu Bain ainai Fain lam yahsik ybud Allah wahu yam Allah alaiah W rbahimah wahatbislamislam waliman martatsan wahu Yud muslim soal yang terakhir ada [Musik] pertanyaan bagaimana untuk merealisasikan Ihsan yaitu beribadah seolah-olah melihat Allah Subhanahu Wa harus bagaim atau keyakinan kita jawab bahwasanya manzilatul Ihsan atau martabatul Ihsan tingkatan Ihsan Itu kembali kepada ilmu seorang hamba terhadap Allah subhanahu wa taala ketika seorang hamba berharap untuk menjadi orang-orang yang Muhsin maka pondasinya adalah makrifatullah berilmu tentang Allah subhanahu wa taala para ulama kita mengatakan bahwanya tingkatan Ihsan dibangun di atas musyahadatulbi yakni keyakinan hati ya Bahwasanya Allah subhanahu wa taala senantiasa mengawasi seorang hamba menghadirkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala ya senantiasa Mengawasi apa yang dia lakukan maka seorang hamba ya dia melihat Allah subhanahu wa taala ya bukan dengan kedua matanya ya tapi kita melihat Allah subhanahu wa taala dengan hati kita dengan ilmu kita dengan keyakinan yang kita miliki Kita yakin seyakinyakinnya bahwasanya Allah subhanahu wa taala itu ada kita yakin seyakin-yakinnya bahwasanya Allah subhanahu wa taala maha mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang tampak di hadapan manusia Kita yakin seyakin-yakinnya bahwasanya Allah subhanahu wa taala mengetahui mata-mata yang KH dan apa yang tersimpan di dalam dada-dada manusia maka Siapa yang mengetahui Allah subhanahu wa taala berilmu tentang Allah subhanahu wa taala ya Sehingga timbul keyakinan di dalam hatinya Bahwasanya Allah subhanahu wa taala senantiasa Mengawasi apa yang dia lakukan ya dia atau itulah ya derajat atau tingkatan Ihsan dalam diri seorang seorang hamba Kalaupun kita tidak mampu Apakah maka kita yakin bahwasanya Allah subhanahu wa taala ya senantiasa melihat apa yang kita apa yang kita amalkan wallahu taala alam ini poin terakhir yang bisa kita bahas para jemaah yang Allah muliakan mudah-mudahan Apa yang dibahas oleh fadilatus syikh memberikan pencerahan kepada kita semuanya Allah jadikan sebagai ilmu bermanfaat yang bisa kita amalkan dalam keseharan kita dan kita mengucapkan jazakumullahu Khairan katstiran untuk fadilatus Syekh atas ilmu yang beliau sampaikan mudah-mudahan Allah menjaga beliau Allah senantiasa yang memberikan keistikamahan Kepada beliau dan kita semuanya dan Allah subhanahu wa taala pertemukan kita kembali di kesempatan yang lain wasallallahu ala nabiina Muhammadin wa alihi wasohbihi ajmain wa akhiru dawana anilhamdulillahiabbil alamin subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka atubu ilaik alalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama kajan Isam Yang akanayangkan jam berikut ini [Musik] [Musik] leng 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 [Musik] FM menyebar cahaya [Musik] sunah ayat-ayat Alquran ayatillah oh
Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Ar-Ruhaili – Kiat Meraih Istiqamah di Atas Aqidah Shahihah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply